Menag Nasaruddin Umar Mohon Maaf, Tegaskan Komitmen Negara Sejahterakan Guru
04/09/2025 | Penulis: Humas | Akate
Menag Nasaruddin Umar Mohon Maaf, Tegaskan Komitmen Negara Sejahterakan Guru
Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf terkait potongan pernyataannya yang sempat menimbulkan tafsir berbeda tentang profesi guru.
Menag menegaskan bahwa sama sekali tidak ada maksud untuk merendahkan guru. Sebaliknya, ia justru ingin menekankan bahwa guru adalah profesi yang sangat mulia.
“Saya sadar bahwa potongan pernyataan saya tentang guru sempat menimbulkan kesalahpahaman dan melukai sebagian pihak. Untuk itu, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Guru adalah sosok penting dalam membentuk generasi bangsa dengan penuh ketulusan,” ucap Menag pada Rabu (3/9/2025).
Ia juga menambahkan bahwa dirinya pun seorang pendidik. “Puluhan tahun saya berkiprah di dunia pendidikan, mengajar, menulis, dan membimbing mahasiswa. Karena itu saya sangat paham, di balik kemuliaan profesi guru, ada kebutuhan untuk mendapatkan kesejahteraan yang layak,” imbuhnya.
Langkah Nyata Pemerintah
Menag menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru, khususnya melalui Kementerian Agama. Beberapa program nyata telah dijalankan, antara lain:
-
Kenaikan Tunjangan Guru Non-PNS: Tahun ini sebanyak 227.147 guru non-PNS menerima kenaikan tunjangan profesi. Dari Rp1,5 juta per bulan kini bertambah menjadi Rp2 juta.
-
Peningkatan Kompetensi melalui PPG: Lebih dari 102 ribu guru madrasah dan guru pendidikan agama sedang mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan. Sepanjang 2025 total ada 206.411 guru yang mengikuti program ini, naik drastis hingga 700% dibandingkan 2024 yang hanya 29.933 peserta.
-
Pengangkatan Guru Honorer menjadi PPPK: Dalam tiga tahun terakhir, sebanyak 52 ribu guru honorer telah diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Menurut Menag, seluruh upaya ini menjadi bukti keseriusan negara dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat kapasitas guru.
“Guru bukan hanya sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa. Karena itu, negara wajib hadir untuk memastikan kesejahteraan mereka terjamin. Mari kita bersama menjaga martabat guru, karena dari tangan merekalah lahir masa depan bangsa,” pungkasnya.
Berita Lainnya
BAZNAS Kota Cirebon Perkuat Kolaborasi Bersama Polres Cirebon Kota
BAZNAS dan Kemenag Salurkan Rp17,5 Miliar untuk Pesantren Nyaman Belajar
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Bapak Suryadi, Bantu Kembali Beraktivitas
Terharu dan Bahagia, Ratimah Terima Kursi Roda dari BAZNAS Kota Cirebon
Donasi Korban Gempa NTT, Moonraker, RPM, dan DGR Pabedilan Salurkan Rp4 Juta melalui BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Semarakkan MTQ Nasional XXXI dengan Edukasi Zakat dan Layanan Gratis
BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Mobile, Jangkau Penyintas Gempa NTT hingga Pelosok
BAZNAS Kota Cirebon Dukung Respons Kemanusiaan BAZNAS RI, 16 Pos Layanan Hadir untuk Penyintas Gempa NTT
BAZNAS Kota Cirebon Buka Saluran Donasi untuk Korban Gempa NTT
BAZNAS RI Optimalkan UPZ Kemenhut untuk Fasilitasi ASN Menunaikan Zakat
BAZNAS Salurkan 500 Paket Logistik untuk Penyintas Gempa NTT, Targetkan 1.000 Paket Sembako
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama
BAZNAS RI Raih Penghargaan Lembaga Pemberdaya dari HPDKI
Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Dorong Percepatan Transformasi Pengelolaan Zakat Nasional
BAZNAS Kota Cirebon dan BAZNAS Jawa Barat Perkuat Silaturahmi dan Tata Kelola Kelembagaan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.
Lihat Daftar Rekening →