WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Kalender BAZNAS 2026 Resmi Dirilis, Lengkap Jadwal Sholat, Puasa Ayamul Bidh, dan Hari Libur Nasional
Kalender BAZNAS 2026 Resmi Dirilis, Lengkap Jadwal Sholat, Puasa Ayamul Bidh, dan Hari Libur Nasional
KOTACIREBON.BAZNAS.GO.ID — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon resmi merilis Kalender BAZNAS Tahun 2026 yang kini telah tersedia dan dapat diunduh secara gratis oleh masyarakat. Kalender ini disusun sebagai panduan ibadah dan aktivitas harian umat Islam sepanjang tahun 2026. Kalender BAZNAS 2026 hadir dengan informasi yang lengkap dan terstruktur, mulai dari jadwal sholat harian, jadwal Puasa Ayamul Bidh setiap bulan, hingga penandaan hari-hari besar nasional dan cuti bersama yang mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS berkomitmen menghadirkan kalender yang tidak hanya informatif, tetapi juga membantu masyarakat dalam meningkatkan kedisiplinan ibadah dan perencanaan aktivitas harian. Kalender BAZNAS 2026 diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa menjaga waktu sholat dan menghidupkan amalan sunnah. “Melalui Kalender BAZNAS 2026, kami ingin menghadirkan panduan yang memudahkan masyarakat dalam menjalankan ibadah harian, termasuk sholat tepat waktu dan puasa sunnah Ayamul Bidh, sekaligus mengetahui hari libur nasional secara akurat,” Selain memuat informasi ibadah, kalender ini juga memuat penanggalan Masehi dan Hijriah secara berdampingan, sehingga memudahkan masyarakat dalam memahami momen-momen penting keagamaan maupun nasional sepanjang tahun. Masyarakat dapat mengunduh Kalender BAZNAS 2026 lengkap jadwal sholat dan puasa Ayamul Bidh melalui tautan resmi berikut: [ Link Unduhan Kalender BAZNAS 2026 ] BAZNAS mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan setiap waktu lebih bermakna dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dana yang dihimpun akan disalurkan secara amanah dan tepat sasaran untuk membantu mustahik serta mendukung program pemberdayaan umat. Mari awali dan jalani tahun 2026 dengan ibadah yang terjaga dan kepedulian yang nyata. Tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS, karena zakat Anda adalah harapan bagi sesama. Semoga Bermanfaat.
23/01/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Rutin Gelar Tadarus dan Briefing Staf Sebelum Aktivitas Kerja
BAZNAS Kota Cirebon Rutin Gelar Tadarus dan Briefing Staf Sebelum Aktivitas Kerja
KOTA CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon secara rutin melaksanakan kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama yang dilanjutkan dengan briefing staf amil pelaksana sebelum memulai aktivitas pekerjaan. Kegiatan ini berlangsung di Aula BAZNAS Kota Cirebon, Rabu (21/01/2026). Kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an yang diikuti oleh pimpinan dan seluruh staf amil pelaksana. Tadarus ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kota Cirebon dalam menumbuhkan nilai-nilai spiritual, meningkatkan keimanan, serta menghadirkan suasana kerja yang penuh keberkahan. Usai tadarus, kegiatan dilanjutkan dengan briefing staf yang dipimpin oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Cirebon. Dalam briefing tersebut disampaikan evaluasi singkat kinerja, arahan tugas harian, serta penguatan komitmen pelayanan kepada para muzakki dan mustahik. Ketua BAZNAS Kota Cirebon H. Hamdan, S.Ag.,M.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk menyelaraskan nilai ibadah dengan profesionalitas kerja. “Melalui tadarus dan briefing pagi, kami berharap seluruh amil dapat memulai aktivitas dengan niat yang lurus, semangat kebersamaan, dan tanggung jawab dalam mengelola dana ZIS secara amanah,” ujarnya. Dengan adanya kegiatan rutin ini, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kinerja kelembagaan, memperkuat soliditas tim, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Cirebon.
21/01/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Jemput Zakat Selama Bulan Ramadhan
BAZNAS Kota Cirebon Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Jemput Zakat Selama Bulan Ramadhan
KOTA CIREBON — Dalam rangka memberikan kemudahan kepada masyarakat selama bulan suci Ramadhan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon mengimbau para muzaki dan masyarakat umum untuk memanfaatkan layanan Jemput Zakat. Layanan ini dapat menjangkau langsung rumah tinggal maupun perkantoran, guna memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Cirebon. Melalui layanan Jemput Zakat, masyarakat dapat menunaikan zakat fitrah, zakat maal, zakat profesi, zakat perniagaan, serta zakat, infak, dan sedekah lainnya secara praktis, aman, dan sesuai ketentuan syariat Islam. Petugas amil resmi BAZNAS Kota Cirebon akan datang ke lokasi yang telah disepakati dengan mengedepankan prinsip profesionalitas dan amanah. Untuk memanfaatkan layanan tersebut, masyarakat dapat menghubungi WhatsApp layanan Jemput Zakat di nomor 0851-9500-2005. Layanan ini disiapkan sebagai bentuk pelayanan prima BAZNAS Kota Cirebon agar muzaki dapat menunaikan zakat dengan mudah, khususnya di tengah padatnya aktivitas selama bulan Ramadhan. Ketua BAZNAS Kota Cirebon H. Hamdan, S.Ag.,M.Pd.I menyampaikan bahwa layanan Jemput Zakat merupakan wujud komitmen lembaga dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan masyarakat Kota Cirebon dapat menunaikan zakat dengan tenang dan percaya melalui lembaga resmi, sehingga pengelolaan dan penyalurannya dapat dilakukan secara optimal,” ujarnya. Selain kemudahan layanan, BAZNAS Kota Cirebon juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas. Seluruh proses penghimpunan, pelaporan, hingga dokumentasi penyaluran zakat dapat dipantau melalui Instagram dan website resmi BAZNAS Kota Cirebon, sehingga muzaki dapat melihat secara langsung pemanfaatan dana zakat yang disalurkan. BAZNAS Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat Kota Cirebon untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS agar penyaluran zakat lebih tepat sasaran, terkelola secara profesional, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
21/01/2026 | Admin | Akate

Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Kota Cirebon Menghadiri Pengukuhan Pelatihan Kebencanaan
Ketua BAZNAS Kota Cirebon Menghadiri Pengukuhan Pelatihan Kebencanaan
Bogor - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I, menghadiri acara pengukuhan peserta Pelatihan Penanganan Kebencanaan yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (15/9/2025). di Balai Diklat BASARNAS Bogor. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap siaga menghadapi bencana di berbagai wilayah, termasuk di Kota Cirebon. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Cirebon menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara BAZNAS, BASARNAS, dan BNPB dalam membekali peserta dengan keterampilan teknis dan semangat kemanusiaan. “Kehadiran kami di sini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kota Cirebon untuk selalu siap siaga ketika terjadi bencana. Kami ingin memastikan bahwa staf yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Hamdan. Hamdan juga menegaskan bahwa BAZNAS Kota Cirebon tidak hanya berperan dalam menyalurkan bantuan pada saat bencana terjadi, tetapi juga terus memperkuat kesiapsiagaan sejak dini. “Ikhtiar ini adalah wujud khidmat kemanusiaan kami. InsyaAllah, dengan bekal ilmu dan keterampilan dari pelatihan ini, BAZNAS Kota Cirebon akan lebih tangguh dalam merespons berbagai kondisi darurat di masyarakat,” tambahnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menekankan pentingnya peran peserta dalam membawa manfaat di wilayah masing-masing. “Peserta pelatihan ini diharapkan menjadi agen perubahan. Mereka tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga membawa semangat kemanusiaan dalam setiap aksi penyelamatan,” jelas Saidah. Acara pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS Kota Cirebon dalam memperkuat sinergi lintas lembaga, sekaligus menegaskan kesiapan menghadapi bencana dengan lebih terorganisir, cepat, dan berkelanjutan.

18-09-2025 | Humas

Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon Hadiri Rakornas BAZNAS 2025
Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon Hadiri Rakornas BAZNAS 2025
CIREBON — Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, 26–29 Agustus 2025. Hadir dalam forum ini Ketua BAZNAS Kota Cirebon H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I, Wakil Ketua II H. Abdul Muiz, M.Pd.I, dan Wakil Ketua IV M. Taufik, S.Ag., M.Pd.I. Rakornas yang dibuka Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. ini mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita” sebagai dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan Rakornas menjadi momentum menyinergikan program zakat dengan Asta Cita agar berdampak nyata bagi kesejahteraan umat. Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, menambahkan, “Kami hadir untuk memastikan program zakat di Kota Cirebon sejalan dengan visi nasional dalam menyukseskan Asta Cita.”

27-08-2025 | Humas

Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon Ikuti Pra-Rakornas Bidang Koordinasi Zakat Nasional
Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon Ikuti Pra-Rakornas Bidang Koordinasi Zakat Nasional
KOTA CIREBON – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon mengikuti Rapat Zoom Meeting Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-Rakornas) Bidang Koordinasi Zakat Nasional bersama BAZNAS Republik Indonesia pada Selasa, 5 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi ajang koordinasi strategis antara BAZNAS RI dengan seluruh BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia, termasuk BAZNAS Kota Cirebon, untuk menyamakan visi, program, serta arah kebijakan pengelolaan zakat nasional. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai agenda penting, mulai dari evaluasi kinerja, capaian Nasional Pengelolaan Zakat, hingga strategi penguatan peran BAZNAS di daerah dalam menanggulangi kemiskinan dan memberdayakan mustahik. Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh arahan BAZNAS RI, serta memperkuat sinergi antar lembaga agar pengelolaan zakat di Kota Cirebon semakin optimal, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat. “Pra-Rakornas ini menjadi momen penting untuk memperkuat koordinasi dan memastikan setiap program zakat di daerah sejalan dengan kebijakan nasional, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mustahik,” ungkap pimpinan BAZNAS Kota Cirebon usai rapat. Agenda Pra-Rakornas ini juga menjadi persiapan menuju Rakornas BAZNAS Tahun 2025 yang akan membahas lebih mendalam strategi dan inovasi pengelolaan zakat di masa depan.

15-08-2025 | Humas

Berita Pendistribusian

BAZNAS Kota Cirebon Salurkan 1150 Pack Daging DAM Haji untuk Warga Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan 1150 Pack Daging DAM Haji untuk Warga Kota Cirebon
Cirebon — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menyalurkan 1.150 pack Daging DAM Haji kepada warga Kota Cirebon melalui 11 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kota cirebon pada Jum'at (10/10/2025). Bantuan ini merupakan hasil kerja sama antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kota Cirebon, dengan tujuan utama membantu peningkatan gizi masyarakat, khususnya keluarga yang terindikasi stunting. Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan bahwa penyaluran daging ini menjadi langkah konkret dalam mendukung program nasional penurunan angka stunting. “BAZNAS berkomitmen tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang untuk kesejahteraan umat. Melalui distribusi daging bergizi tinggi ini, kami berharap dapat membantu pemenuhan kebutuhan protein bagi anak-anak dan keluarga yang membutuhkan,” ujarnya. Proses distribusi dilakukan dengan melibatkan 11 puskesmas di Kota Cirebon, agar penyaluran tepat sasaran dan terkoordinasi dengan baik bersama tenaga kesehatan setempat. Setiap paket daging dikemas secara higienis dan siap konsumsi, memastikan kualitas gizi tetap terjaga hingga diterima masyarakat. Penyaluran ini dimulai pada 10 Oktober 2025 dan menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam memperluas manfaat dana umat, termasuk hasil DAM (Denda Haji) dari jamaah haji tahun 2025 yang dikelola secara amanah dan profesional. #BAZNASKotaCirebon #DAMDagingHaji #CegahStunting #BerkahBerzakat
24/10/2025 | Admin
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Alat Pendengaran, Ibu Emi Kembali Bisa Mendengar
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Alat Pendengaran, Ibu Emi Kembali Bisa Mendengar
CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Kali ini, bantuan berupa alat pendengaran diberikan kepada Ibu Emi, warga Kampung Kesenden, Kota Cirebon, yang mengalami gangguan pendengaran selama beberapa tahun terakhir. Bantuan ini merupakan bagian dari program Cirebon Sehat, yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan akses kesehatan dan kehidupan yang lebih layak. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh tim BAZNAS Kota Cirebon pada Senin (20 Oktober 2025) di kediaman Ibu Emi. Dalam kesempatan tersebut, tampak haru terpancar dari wajah penerima manfaat ketika alat bantu tersebut mulai dipasangkan. “Saya benar-benar tidak bisa berkata banyak, hanya bisa bersyukur. Sudah lama saya tidak bisa mendengar jelas suara anak-anak dan orang sekitar. Sekarang rasanya seperti hidup kembali,” ujar Ibu Emi dengan mata berkaca-kaca. Menurut Ibu Emi, sebelumnya ia kesulitan untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun tetangga karena pendengarannya semakin menurun. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari menjadi terbatas dan sering kali menimbulkan rasa kesepian. Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I, yang turut hadir dalam penyaluran tersebut, menyampaikan bahwa bantuan seperti ini merupakan bentuk nyata dari amanah para muzakki yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan masyarakat benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Hari ini, kami bersama-sama menyaksikan bagaimana bantuan kecil bisa menghadirkan perubahan besar bagi seseorang,” ujar H. Hamdan. Ia menambahkan, BAZNAS Kota Cirebon akan terus memperluas program bantuan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi dan memerlukan alat bantu medis seperti kursi roda, tongkat, maupun alat bantu dengar. “Kami berharap bantuan ini tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga menjadi pengingat bahwa umat Islam diajarkan untuk saling peduli. Semoga Ibu Emi semakin sehat dan kembali bersemangat menjalani hari-hari,” tambahnya. Program ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen BAZNAS Kota Cirebon dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar memberi manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat. Terima kasih kepada seluruh muzakki dan donatur yang telah mempercayakan zakat dan sedekahnya kepada BAZNAS Kota Cirebon. Karena setiap kebaikan yang disalurkan, menjadi cahaya bagi sesama. #BAZNASKotaCirebon #CirebonPeduli #ZakatMencerahkan #BantuanBAZNAS #KebaikanTanpaBatas #SedekahBerdayakan #CirebonBerbagi
21/10/2025 | Admin | Akate
Setetes Air, Sejuta Harapan: BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Sumur Bersih
Setetes Air, Sejuta Harapan: BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Sumur Bersih
CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menyalurkan bantuan air bersih melalui program Bantuan Stimulan Sumur Air Bersih bagi keluarga pra sejahtera di Kampung Wanacala, Kelurahan Harjamukti, Kota Cirebon. Kamis (9/10/2025). Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan bantuan keluarga Bapak Sahadi, yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Melalui program ini, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih. “Air adalah sumber kehidupan. Ketika air bersih sulit dijangkau, kehidupan pun ikut terhambat. Karena itu, kami hadir untuk membantu masyarakat agar bisa merasakan keberkahan dari air yang layak konsumsi,” ujar Ketua BAZNAS Kota Cirebon. Program bantuan ini dibiayai dari hasil zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan donatur yang mempercayakan amanahnya kepada BAZNAS Kota Cirebon. Melalui penyaluran ini, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan fisik berupa sumur air bersih, tetapi juga mengalirkan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat. Bapak Sahadi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian BAZNAS Kota Cirebon. “Kami sangat berterima kasih, sekarang kami tidak lagi kesusahan untuk mendapatkan air. Semoga Allah membalas kebaikan para muzaki,” ungkapnya dengan haru. Dengan adanya sumur air bersih ini, diharapkan keluarga Bapak Sahadi dapat hidup lebih sehat dan produktif. BAZNAS juga terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi dalam program-program kemanusiaan, agar kebaikan terus mengalir kepada mereka yang membutuhkan. Mari ikut membantu keluarga lain yang membutuhkan air bersih! Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui: kotacirebon.baznas.go.id/bayarzakat atau langsung ke Kantor layanan resmi BAZNAS Kota Cirebon di Jl. Kanggraksan No.57 Harjamukti Kota Cirebon. air bersih, bantuan air bersih, sedekah air, infak sedekah, zakat online BAZNAS Kota Cirebon, program kemanusiaan BAZNAS, sumur air bersih Cirebon
15/10/2025 | Humas

Artikel Terbaru

Malam Nisfu Sya’ban: Rahasia Doa Dikabulkan yang Jarang Diketahui
Malam Nisfu Sya’ban: Rahasia Doa Dikabulkan yang Jarang Diketahui
KOTACIREBON.BAZNAS.GO.ID - Sahabat, Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan dalam Islam. Di antara malam-malam yang penuh keberkahan pada bulan ini, Malam Nisfu Sya’ban menjadi momentum yang sangat dinantikan oleh umat Muslim. Malam pertengahan bulan Sya’ban ini diyakini sebagai waktu yang baik untuk memperbanyak doa, istighfar, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Malam Nisfu Sya’ban hadir sebagai pengingat bahwa sebelum memasuki bulan suci Ramadan, setiap Muslim dianjurkan untuk mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun sosial. Persiapan ini tidak hanya dilakukan dengan menjaga ibadah personal, tetapi juga dengan menumbuhkan kepedulian dan keikhlasan dalam berbagi. Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban dalam Riwayat Ulama Para ulama telah banyak menjelaskan keutamaan Malam Nisfu Sya’ban. Salah satu riwayat yang sering dijadikan rujukan berasal dari Imam Syafi’i rahimahullah. Beliau menyampaikan bahwa terdapat beberapa malam yang memiliki keistimewaan khusus sebagai waktu dikabulkannya doa. Imam Syafi’i meriwayatkan bahwa doa diijabah pada lima malam, yaitu: Malam Jumat Malam Idul Adha Malam Idul Fitri Malam pertama bulan Rajab Malam Nisfu Sya’ban Riwayat ini tercantum dalam Al-Umm Juz 1 Halaman 264, yang menunjukkan bahwa Malam Nisfu Sya’ban termasuk dalam waktu-waktu pilihan untuk bermunajat dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban dengan Amal Saleh Malam Nisfu Sya’ban dapat diisi dengan berbagai amalan kebaikan, seperti memperbanyak doa, istighfar, membaca Al-Qur’an, dan melaksanakan salat sunah. Selain itu, malam ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan muhasabah diri, menilai kembali perjalanan ibadah selama setahun terakhir, serta memperbarui niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tidak kalah penting, Malam Nisfu Sya’ban juga dapat dimaknai sebagai waktu untuk menumbuhkan kepedulian sosial. Membersihkan hati dari rasa dengki, memaafkan kesalahan sesama, serta memperkuat kepedulian kepada mereka yang membutuhkan merupakan bagian dari nilai luhur Islam yang sangat relevan untuk diamalkan. Menyempurnakan Ibadah dengan Kepedulian Sosial Dalam semangat menyambut bulan Ramadan, Malam Nisfu Sya’ban menjadi momen yang tepat untuk melatih keikhlasan berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Amal kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menyucikan hati dan mempererat ukhuwah. Lembaga pengelola zakat yang amanah seperti BAZNAS Kota Cirebon hadir sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyalurkan kepedulian secara terarah dan tepat sasaran. Dengan menunaikan infak dan sedekah, umat Islam turut berperan dalam membantu mustahik, menguatkan program sosial, serta menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Penutup Malam Nisfu Sya’ban bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi merupakan kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak doa, dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Dengan menghidupkan malam ini melalui ibadah dan kepedulian sosial, semoga kita semua dipersiapkan menjadi pribadi yang lebih baik dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.Semoga Bermanfaat Wallahu a‘lam bish-shawab.
23/01/2026 | Admin | Akate
Rahasia Besar di Balik Puasa Sunnah Senin-Kamis & Ayyamul Bidh: Manfaat, Niat, dan Keutamaannya
Rahasia Besar di Balik Puasa Sunnah Senin-Kamis & Ayyamul Bidh: Manfaat, Niat, dan Keutamaannya
Temukan keutamaan luar biasa dari puasa sunnah Senin-Kamis & Ayyamul Bidh. Pelajari niat, waktu pelaksanaan, dan manfaat spiritual serta kesehatan dari amalan sunnah ini. Apa Itu Puasa Sunnah? Puasa sunnah adalah ibadah puasa yang dilakukan secara sukarela untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berbeda dengan puasa wajib seperti Ramadhan, puasa sunnah memberikan pahala bagi yang melaksanakannya dan tidak berdosa bagi yang meninggalkannya. Namun, amalan ini sangat dianjurkan karena mengandung banyak hikmah spiritual, moral, dan kesehatan. Puasa sunnah juga menjadi bentuk latihan diri dalam menahan hawa nafsu, meningkatkan ketakwaan, serta membangun kedisiplinan. Rasulullah SAW sendiri dikenal sebagai orang yang sangat rutin berpuasa di luar bulan Ramadhan. Mengenal Puasa Sunnah Senin-Kamis Asal-Usul dan Dalil Puasa Senin-Kamis Puasa Senin dan Kamis memiliki dasar yang kuat dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Rasulullah bersabda: “Amal perbuatan manusia diperlihatkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka saat amalanku diperlihatkan, aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. Tirmidzi dan Muslim) Dari hadis tersebut, jelas bahwa puasa pada hari-hari tersebut memiliki keutamaan tersendiri. Hari Senin dan Kamis juga merupakan hari-hari yang penuh berkah, di mana banyak rahmat dan ampunan Allah diturunkan. Niat Puasa Senin-Kamis yang Benar Niat puasa Senin: Aku berniat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Ta’ala. Niat puasa Kamis: Aku berniat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Ta’ala. Keutamaan dan Hikmah Puasa Senin-Kamis Beberapa keutamaan puasa Senin-Kamis antara lain: Menghapus dosa kecil, sebagai bentuk penyucian diri. Mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan konsistensi ibadah. Meningkatkan kesabaran dan ketenangan batin. Melatih rasa empati terhadap kaum dhuafa. Selain itu, Rasulullah SAW juga menyebut bahwa hari Senin adalah hari kelahirannya, sehingga beliau memiliki hubungan spiritual khusus dengan hari tersebut. Manfaat Kesehatan Puasa Senin-Kamis bagi Tubuh Secara medis, puasa dua kali seminggu memberikan manfaat luar biasa, seperti: Menstabilkan kadar gula darah dan kolesterol. Membantu detoksifikasi tubuh secara alami. Meningkatkan fokus dan produktivitas. Menurunkan berat badan secara sehat. Studi modern juga menunjukkan bahwa berpuasa secara berkala dapat memperlambat proses penuaan dan memperbaiki metabolisme tubuh. Memahami Puasa Ayyamul Bidh (Puasa Tiga Hari Setiap Bulan) Apa Itu Ayyamul Bidh dan Kapan Waktunya? Puasa Ayyamul Bidh berarti “hari-hari putih”, yaitu tiga hari di pertengahan bulan hijriah: tanggal 13, 14, dan 15. Dikatakan putih karena pada malam hari, bulan purnama tampak bersinar terang di langit. Dalil dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh Rasulullah SAW bersabda: “Berpuasalah tiga hari setiap bulan, maka seakan-akan engkau berpuasa sepanjang masa.” (HR. Bukhari dan Muslim) Artinya, siapa pun yang rutin berpuasa tiga hari setiap bulan akan mendapatkan pahala seolah-olah berpuasa sepanjang tahun. Niat Puasa Ayyamul Bidh Lengkap dalam Bahasa Arab dan Artinya "Aku berniat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala." Hikmah Spiritual dan Sosial dari Puasa Ayyamul Bidh Puasa ini mengajarkan kita untuk menahan diri dari kesenangan duniawi, melatih kesabaran, serta memperbanyak rasa syukur. Selain itu, amalan ini juga menumbuhkan kepekaan sosial karena kita lebih memahami rasa lapar yang dialami oleh sesama. Persamaan dan Perbedaan antara Puasa Senin-Kamis & Ayyamul Bidh Kesamaan dalam Tujuan dan Pahala Kedua jenis puasa sunnah ini memiliki tujuan yang sama, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan melatih jiwa untuk menjadi lebih sabar, tenang, serta ikhlas. Baik puasa Senin-Kamis maupun Ayyamul Bidh memberikan pahala besar bagi yang istiqamah melaksanakannya. Keduanya juga termasuk amalan sunnah yang sangat dicintai Rasulullah SAW, karena beliau selalu menjaga kebiasaan berpuasa di luar Ramadhan. Selain itu, keduanya membantu umat Islam mengatur pola hidup sehat dan disiplin, baik secara spiritual maupun fisik. Perbedaan Waktu dan Pelaksanaan Hari Pelaksanaan Puasa Senin-Kamis dilaksanakan setiap minggu, tepatnya pada hari Senin dan Kamis. Kedua hari ini memiliki keistimewaan karena pada hari-hari tersebut amalan manusia diangkat kepada Allah SWT. Sementara itu, puasa Ayyamul Bidh dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah, yaitu saat bulan sedang penuh dan bercahaya terang di langit malam. Jumlah HariPuasa Senin-Kamis berlangsung dua kali dalam seminggu, sehingga memberikan kesempatan rutin bagi umat Islam untuk berlatih menahan hawa nafsu. Sedangkan puasa Ayyamul Bidh hanya tiga kali dalam sebulan, namun pelaksanaannya tepat di pertengahan bulan, menandakan keseimbangan dan ketenangan spiritual. Waktu yang DianjurkanKedua puasa ini dapat dilakukan sepanjang tahun, tetapi ada sedikit perbedaan dalam konteks waktunya. Puasa Senin-Kamis boleh dikerjakan kapan saja, selama tidak bertepatan dengan hari yang diharamkan untuk berpuasa seperti Idul Fitri atau Idul Adha. Sementara itu, puasa Ayyamul Bidh lebih dikhususkan pada hari-hari bulan purnama, yaitu pertengahan bulan Hijriah, karena memiliki makna simbolis sebagai waktu yang penuh cahaya dan ketenangan. Makna Utama Puasa Senin-Kamis mengandung makna penyucian amal dan peningkatan spiritual, karena pada hari-hari tersebut amal manusia diperlihatkan kepada Allah SWT. Sedangkan puasa Ayyamul Bidh melambangkan ketenangan batin dan kejernihan hati, sebagaimana bulan purnama yang bersinar terang, mencerminkan kebersihan jiwa bagi mereka yang berpuasa dengan ikhlas. Dari perbandingan tersebut, jelas bahwa kedua puasa ini saling melengkapi. Bagi yang ingin memperbanyak ibadah, sangat disarankan untuk menggabungkan keduanya secara rutin agar mendapat pahala berlipat ganda. Panduan Praktis Menjalankan Puasa Sunnah dengan Konsisten Tips Agar Tidak Lemas Saat Puasa Sunnah Menjalankan puasa sunnah tentu membutuhkan ketahanan fisik dan mental. Berikut beberapa tips agar tetap kuat dan fokus: Perbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka. Konsumsi makanan bergizi seperti kurma, madu, dan buah-buahan segar. Hindari makanan berlemak tinggi atau terlalu pedas. Tidur cukup agar tubuh tidak kekurangan energi. Niat yang ikhlas karena Allah akan memberi kekuatan bagi yang tulus beribadah. Cara Mengatur Pola Makan Sehat untuk Puasa Senin-Kamis & Ayyamul Bidh Pola makan yang baik akan menjaga stamina selama berpuasa sunnah. Berikut panduannya: Waktu SahurPada waktu sahur, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung serat dan protein tinggi agar kenyang lebih lama. Pilihan terbaik adalah oatmeal, telur rebus, susu hangat, dan buah pisang. Kombinasi ini membantu menjaga kestabilan gula darah dan memberi energi cukup untuk beraktivitas hingga waktu berbuka. Waktu Berbuka PuasaKetika berbuka, awali dengan kurma dan air putih sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW. Setelah itu, lanjutkan dengan makanan bergizi seperti sup sayuran dan nasi merah agar tubuh mendapatkan asupan karbohidrat kompleks dan vitamin yang cukup tanpa membebani sistem pencernaan. Setelah Tarawih atau Waktu MalamSetelah menjalani ibadah malam seperti tarawih atau dzikir, konsumsi makanan ringan yang menyegarkan seperti buah-buahan segar, madu, yogurt, dan air putih. Jenis makanan ini membantu mengembalikan cairan tubuh, menutrisi sel-sel, serta menjaga keseimbangan elektrolit agar tubuh tetap fit keesokan harinya. Pola makan seimbang akan membuat tubuh tetap bugar tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari. Kesalahan Umum Saat Menjalankan Puasa Sunnah Lupa Berniat atau Salah WaktuNiat merupakan syarat sahnya puasa. Jika lupa berniat sebelum fajar, maka puasa tidak sah sebagai ibadah sunnah. Selain itu, banyak orang yang salah mengira waktu pelaksanaan Ayyamul Bidh, padahal tanggalnya berubah sesuai kalender hijriah, bukan masehi. Mengabaikan Adab dan Doa Setelah BerbukaBeberapa orang berfokus hanya pada lapar dan haus, namun lupa menjaga adab seperti: Tidak memperbanyak doa saat berbuka (padahal sangat mustajab). Makan berlebihan hingga kehilangan makna ibadah. Tidak memperbanyak dzikir dan syukur setelah berbuka. Ingatlah, puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga melatih kesabaran, empati, dan keikhlasan. Hubungan Puasa Sunnah dengan Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa) Puasa sebagai Sarana Mengendalikan Hawa Nafsu Puasa sunnah membantu kita mengontrol keinginan duniawi yang sering menguasai hati. Dengan menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu, seseorang belajar untuk mengutamakan spiritualitas dibanding kesenangan sementara. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183) Meskipun ayat ini merujuk pada puasa wajib, maknanya juga mencakup puasa sunnah sebagai sarana menuju ketakwaan. Kaitannya dengan Ketenangan Hati dan Kedekatan kepada Allah SWT Orang yang rajin berpuasa sunnah biasanya memiliki jiwa yang lebih tenang. Saat perut dikosongkan, hati menjadi lebih bersih, dan pikiran lebih jernih untuk berdzikir. Puasa juga memperkuat hubungan dengan Allah SWT karena dilakukan dengan penuh kesadaran dan cinta kepada Sang Pencipta. Pertanyaan Umum tentang Puasa Senin-Kamis & Ayyamul Bidh (FAQ) 1. Bolehkah puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan hari Senin atau Kamis? Ya, boleh. Jika Ayyamul Bidh jatuh pada Senin atau Kamis, maka niatkan kedua puasa sekaligus — cukup satu niat untuk dua amalan sunnah. 2. Apakah wanita yang sedang haid boleh mengganti puasa sunnah? Tidak wajib diganti, karena puasa sunnah bersifat sukarela. Namun, bisa dilakukan di bulan berikutnya jika ingin menjaga rutinitas ibadah. 3. Apakah harus sahur untuk puasa sunnah? Sahur tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan karena mengandung berkah dan membantu menjaga energi selama puasa. 4. Apakah boleh berbuka dengan makanan ringan seperti kurma dan air saja? Boleh, bahkan disunnahkan berbuka dengan kurma dan air putih sebagaimana kebiasaan Rasulullah SAW. 5. Apakah puasa sunnah bisa dibatalkan di tengah hari? Bisa, karena sifatnya tidak wajib. Namun, sebaiknya dihindari agar pahala dan semangat ibadah tetap terjaga. 6. Bagaimana jika lupa niat di malam hari? Untuk puasa sunnah, diperbolehkan niat di pagi hari sebelum tergelincir matahari, selama belum makan atau minum sejak fajar. Kesimpulan: Keutamaan dan Nilai Hidup dari Puasa Sunnah Rutin Puasa Sunnah Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh bukan hanya amalan tambahan, tetapi juga jalan menuju kebersihan hati dan kedekatan dengan Allah SWT. Melalui puasa ini, kita belajar menahan hawa nafsu, memperbanyak rasa syukur, serta menanamkan disiplin diri dalam kehidupan sehari-hari. Secara spiritual, puasa sunnah menghapus dosa kecil dan meningkatkan derajat keimanan. Secara fisik, ia membawa manfaat besar bagi kesehatan, pencernaan, dan keseimbangan mental. Maka, marilah kita berusaha untuk istiqamah menjalankan puasa sunnah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW dan upaya untuk memperbaiki diri. Sebagaimana sabda Nabi SAW: “Amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim) Referensi Eksternal: Untuk mengetahui jadwal pasti Ayyamul Bidh setiap bulan, Anda dapat mengunjungi situs resmi kalender hijriah: https://bimasislam.kemenag.go.id Puasa sunnah bukan sekadar ritual, melainkan panggilan jiwa untuk membersihkan diri dan mendekat kepada Sang Pencipta. Dengan konsistensi dan niat yang tulus, amalan kecil ini dapat mengubah hidup seseorang menjadi lebih tenang, sehat, dan penuh berkah.
16/10/2025 | Humas | Akate
8 Golongan Orang-orang yang Berhak Menerima Zakat: Mengalirkan Kebaikan untuk Kehidupan yang Lebih Adil
8 Golongan Orang-orang yang Berhak Menerima Zakat: Mengalirkan Kebaikan untuk Kehidupan yang Lebih Adil
Temukan penjelasan lengkap tentang orang-orang yang berhak menerima zakat berdasarkan ajaran Islam, maknanya dalam kehidupan sosial, dan bagaimana zakat membantu menciptakan keadilan ekonomi di masyarakat. Pendahuluan: Ketika Zakat Menjadi Cahaya Kehidupan Di setiap detak kehidupan, ada tangan-tangan yang menengadah berharap pada kebaikan. Dalam ajaran Islam, zakat bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan jembatan kasih antara yang mampu dan yang membutuhkan. Namun, tahukah kamu siapa saja orang-orang yang berhak menerima zakat? Pertanyaan ini bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan bagian dari harta zakat, tetapi tentang bagaimana zakat mampu menumbuhkan empati dan menegakkan keadilan sosial. Mari kita menelusuri maknanya lebih dalam, dengan hati yang terbuka. Makna dan Tujuan Zakat dalam Islam Zakat berasal dari kata zak?h, yang berarti “tumbuh” dan “bersih”. Dengan menunaikan zakat, seseorang menyucikan hartanya dari sifat kikir dan menumbuhkan keberkahan dalam rezeki. Lebih dari itu, zakat memiliki tujuan sosial yang mulia, menghapus kesenjangan antara si kaya dan si miskin, menegakkan solidaritas, serta menjaga keseimbangan ekonomi umat. Siapa Saja Orang-orang yang Berhak Menerima Zakat? Allah SWT menjelaskan dengan sangat jelas dalam Surah At-Taubah ayat 60 tentang delapan golongan yang berhak menerima zakat (asnaf tsamaniyah). Mari kita pahami dengan sentuhan hati dan akal. Fakir: Mereka yang Hampir Tak Memiliki Apa-apa, Fakir adalah orang yang benar-benar tidak memiliki harta maupun sumber penghasilan yang cukup. Mereka berjuang untuk sekadar memenuhi kebutuhan dasar. Mereka inilah yang menjadi prioritas utama penerima zakat, karena zakat hadir untuk mengangkat mereka dari jurang kesulitan menuju kehidupan yang lebih layak. Miskin: Mereka yang Masih Kekurangan, Berbeda dari fakir, orang miskin memiliki penghasilan, tetapi belum mencukupi kebutuhan hidupnya. Zakat membantu mereka menambal kekurangan itu, agar bisa hidup dengan martabat tanpa bergantung pada belas kasihan orang lain. Amil: Mereka yang Mengelola Zakat, Amil adalah mereka yang diberi amanah untuk mengumpulkan, mengelola, dan menyalurkan zakat. Mereka bukan penerima karena kekurangan, tetapi karena tanggung jawab dan jasa dalam menjalankan tugas sosial dan spiritual yang besar. Mu’allaf: Mereka yang Baru Memeluk Islam, Golongan mu’allaf menerima zakat untuk menguatkan hati mereka dalam keimanan. Bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan simbol kasih dari umat Islam untuk menyambut saudara baru dalam kehangatan ukhuwah. Riqab: Mereka yang Ingin Memerdekakan Diri, Dahulu, zakat diberikan kepada budak atau hamba sahaya untuk membebaskan diri mereka. Meski perbudakan kini sudah tiada, semangatnya tetap hidup, zakat dapat membantu membebaskan seseorang dari belenggu hutang, penindasan, atau ketergantungan sosial. Gharimin: Mereka yang Terjerat Utang karena Kebaikan, Gharim adalah orang yang memiliki utang bukan karena kemewahan, tetapi karena membantu orang lain, membiayai kebutuhan mendesak, atau karena musibah. Zakat menjadi penyembuh luka mereka, memberi napas baru agar bisa bangkit dan melanjutkan hidup. Fisabilillah: Mereka yang Berjuang di Jalan Allah, Golongan ini mencakup siapa pun yang berjuang untuk kemaslahatan agama, mulai dari pejuang dakwah, pendidik agama, hingga mereka yang menegakkan kebenaran tanpa pamrih. Mereka menerima zakat agar perjuangan mereka tak terhenti karena kekurangan materi. Ibnu Sabil: Musafir yang Terlantar di Perjalanan, Ibnu sabil adalah orang yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan bekal. Meskipun ia kaya di kampung halamannya, selama dalam perjalanan dan membutuhkan, ia berhak menerima zakat. Islam mengajarkan bahwa setiap jiwa berhak atas pertolongan, di mana pun mereka berada. Makna Sosial dari Pembagian Zakat Zakat bukan hanya angka dan nominal. Ia adalah getaran empati yang menular. Dengan zakat, masyarakat belajar berbagi, tidak hanya harta, tetapi juga kasih dan kepedulian. Bayangkan jika setiap pengusaha, setiap muslim yang mampu, benar-benar memahami esensi zakat, betapa damainya dunia ini. Bagaimana Cara Menyalurkan Zakat dengan Tepat Menyalurkan zakat bukan sekadar menyerahkan uang. Ada etika dan tata cara yang harus diperhatikan: -Pastikan zakat diberikan kepada pihak yang benar-benar termasuk dalam delapan golongan.-Salurkan melalui lembaga zakat resmi seperti BAZNAS untuk memastikan ketepatan sasaran.-Niatkan zakat semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji. 5 Pertanyaan Umum (FAQ) tentang Orang-orang yang Berhak Menerima Zakat Apakah keluarga bisa menerima zakat dari kerabat sendiri? Tidak semua keluarga boleh menerima zakat. Orang tua, anak, dan pasangan tidak boleh menerima zakat dari kerabat karena tanggung jawab nafkah sudah ada pada pemberi. Apakah zakat boleh diberikan kepada lembaga sosial? Boleh, selama lembaga tersebut menyalurkan zakat kepada golongan yang berhak dan terdaftar secara resmi. Apakah zakat hanya diberikan pada bulan Ramadan? Tidak. Zakat bisa diberikan kapan saja setelah mencapai nisab dan haul, meskipun Ramadan menjadi waktu paling utama. Bagaimana cara memastikan penerima zakat benar-benar berhak? Periksa kondisi ekonominya atau serahkan kepada lembaga zakat terpercaya untuk melakukan verifikasi. Apakah zakat bisa membantu mengurangi kemiskinan? Tentu. Jika zakat disalurkan secara benar dan tepat, ia dapat menjadi instrumen ekonomi yang kuat untuk menghapus kemiskinan struktural. Kesimpulan: Zakat, Jembatan Antara Hati dan Keadilan Orang-orang yang berhak menerima zakat bukan sekadar daftar nama dalam kitab suci. Mereka adalah wajah-wajah kehidupan yang mengajarkan kita arti berbagi. Dengan zakat, kita tak hanya memberi, tapi juga memperbaiki, memperbaiki hati, memperbaiki masyarakat, dan memperbaiki dunia.
16/10/2025 | Humas | Akate

BAZNAS TV