WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah dan Sholat Kota Cirebon Ramadan 1447 H / 2026 M Lengkap dan Resmi
Jadwal Imsakiyah dan Sholat Kota Cirebon Ramadan 1447 H / 2026 M Lengkap dan Resmi
Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah, umat Muslim di Kota Cirebon perlu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, termasuk memastikan jadwal imsakiyah dan waktu sholat yang akurat. Mengetahui jadwal imsak, Subuh, hingga Maghrib sangat penting agar ibadah puasa dan sholat dapat dilaksanakan tepat waktu sesuai tuntunan syariat. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, serta memperkuat kepedulian sosial melalui zakat dan sedekah. Karena itu, ketepatan waktu menjadi kunci utama agar setiap ibadah bernilai sempurna di sisi Allah SWT. Jadwal imsakiyah wilayah Kota Cirebon disusun berdasarkan data hisab dan rukyat yang merujuk pada ketetapan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Data perhitungan waktu sholat juga diselaraskan dengan standar astronomi yang berlaku secara nasional. Penggunaan jadwal resmi sangat dianjurkan agar masyarakat tidak keliru dalam menentukan waktu imsak, Subuh, maupun berbuka puasa. Perbedaan beberapa menit saja dapat berpengaruh pada keabsahan waktu ibadah, khususnya saat sahur dan berbuka. Jadwal Imsakiyah & Sholat Kota Cirebon (Contoh Format) Berikut format jadwal yang dapat digunakan selama Ramadan: Catatan: Waktu dapat mengalami penyesuaian sesuai hasil rukyat dan ketetapan pemerintah. Untuk jadwal lengkap 30 hari Ramadan, masyarakat dianjurkan mengunduh versi resmi dalam format PDF DISINI atau mencetaknya agar mudah diakses setiap hari. Memahami Makna Imsak dan Waktu Sholat Istilah “imsak” sering dipahami sebagai batas akhir makan sahur. Secara bahasa, imsak berarti menahan diri. Dalam praktiknya, waktu imsak menjadi pengingat agar umat Islam segera menyudahi sahur sebelum masuk waktu Subuh. Waktu Subuh menandai dimulainya puasa. Sementara itu, Maghrib menjadi tanda berbuka puasa. Rasulullah SAW menganjurkan untuk menyegerakan berbuka ketika telah masuk waktu Maghrib sebagai bentuk ketaatan dan rasa syukur. Selain menjaga waktu puasa, Ramadan juga menjadi momen memperbaiki kedisiplinan sholat lima waktu. Menjaga sholat tepat waktu, terlebih secara berjamaah di masjid, akan melipatgandakan pahala dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Tips Optimal Menjalankan Ibadah Ramadan Agar Ramadan lebih bermakna, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan: 1. Sahur Tepat Waktu Usahakan sahur mendekati waktu Subuh agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari. 2. Jaga Sholat Berjamaah Menghidupkan masjid dengan sholat berjamaah dan tarawih akan menambah semangat ibadah. 3. Perbanyak Tilawah Al-Qur’an Ramadan adalah bulan Al-Qur’an. Targetkan khatam minimal satu kali selama bulan suci. 4. Menunaikan Zakat dan Perbanyak Sedekah Selain puasa, Ramadan adalah bulan berbagi. Setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Maksimalkan Ramadan dengan Zakat dan Sedekah Terbaik Momentum Ramadan juga menjadi waktu terbaik untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Melalui BAZNAS Kota Cirebon, masyarakat dapat menyalurkan zakat secara amanah, transparan, dan tepat sasaran kepada para mustahik di wilayah Kota Cirebon. Program pendistribusian meliputi bantuan fakir miskin, beasiswa pendidikan, bantuan usaha mikro, hingga program sosial kemanusiaan. Dengan menunaikan zakat melalui lembaga resmi, distribusi dana umat dapat dikelola lebih optimal dan berdampak luas. Kemudahan pembayaran zakat kini tersedia melalui transfer bank, QRIS, layanan jemput zakat, serta konfirmasi digital yang praktis. Ramadan menjadi kesempatan emas untuk membersihkan harta dan menyempurnakan ibadah puasa. Penutup Mengetahui jadwal imsakiyah dan waktu sholat yang akurat merupakan bagian penting dalam menyempurnakan ibadah Ramadan. Dengan berpedoman pada jadwal resmi, masyarakat Kota Cirebon dapat menjalankan puasa dan sholat dengan lebih tenang dan khusyuk. Semoga Ramadan 1447 H membawa keberkahan bagi seluruh keluarga, memperkuat kepedulian sosial, serta menjadikan Kota Cirebon semakin religius dan penuh keberkahan. Mari sambut Ramadan dengan persiapan terbaik — tepat waktu dalam ibadah, dan tepat sasaran dalam berbagi.Download Jadwal imsakiyah dibawah ini :DISINI
13/02/2026 | Admin | Akate
Hukum dan Tata Cara Membayar Fidyah dengan Uang Menurut Islam
Hukum dan Tata Cara Membayar Fidyah dengan Uang Menurut Islam
KOTACIREBON.BAZNAS.GO.ID – Sahabat, Dalam Islam, fidyah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh seseorang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa secara penuh, seperti lansia renta atau penderita penyakit kronis yang tidak ada harapan sembuh. Fidyah menjadi bentuk kompensasi atas puasa Ramadhan yang ditinggalkan dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan fakir miskin. Para ulama berbeda pendapat terkait bentuk pembayaran fidyah, apakah harus berupa makanan pokok atau boleh diganti dengan uang. Perbedaan ini menjadi rahmat dan memberikan kemudahan bagi umat Islam dalam menunaikan kewajiban syariat sesuai kondisi masing-masing. Pandangan Mazhab Hanafi tentang Fidyah dengan Uang. Mazhab Hanafi dikenal sebagai mazhab yang memiliki pendekatan fleksibel dan kontekstual, khususnya dalam urusan muamalah. Dalam mazhab ini, pembayaran fidyah diperbolehkan menggunakan uang, selama nilainya setara dengan makanan pokok yang diwajibkan. Prinsip utama fidyah adalah memenuhi kebutuhan fakir miskin. Dalam kondisi tertentu, uang dinilai lebih bermanfaat karena dapat digunakan sesuai kebutuhan penerima. Oleh sebab itu, fidyah boleh ditunaikan dalam bentuk nominal uang. “Boleh berbuka puasa bagi laki-laki dan perempuan lanjut usia yang telah hilang kekuatannya, dan wajib bagi keduanya membayar fidyah. Demikian pula bagi orang yang tidak mampu menunaikan nazar puasa seumur hidup. Setiap hari wajib membayar fidyah berupa setengah sha’ gandum atau nilai uang yang setara, dengan syarat ketidakmampuan tersebut bersifat permanen hingga meninggal dunia.” Siapa yang Wajib Membayar Fidyah? Fidyah hanya diwajibkan bagi mereka yang: Tidak mampu berpuasa secara permanen, seperti lansia renta. Menderita penyakit kronis yang tidak memiliki harapan sembuh. Adapun bagi seseorang yang masih memungkinkan mengganti puasa, meskipun tertunda, maka kewajibannya adalah qadha, bukan fidyah. Hal ini dijelaskan sebagai berikut: “Jika seseorang menunda qadha puasa Ramadhan hingga masuk Ramadhan berikutnya, maka ia tidak wajib membayar fidyah. Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa qadha puasa tidak dibatasi oleh waktu.” Pendapat Imam Badruddin Al-‘Aini tentang Fidyah dengan Uang Imam Badruddin Al-‘Aini menjelaskan bahwa: “Diperbolehkan membayar dengan uang dalam zakat, zakat fitrah, kafarah, membayar sepersepuluh, pajak, dan kafarah nadzar. Adapun menurut Imam Syafi’i, hal tersebut tidak diperbolehkan karena dianalogikan dengan hadyu dan kurban.” Mazhab Hanafi juga berdalil pada riwayat yang menunjukkan adanya fleksibilitas penggantian bentuk harta dalam kewajiban ibadah maliyah, selama nilainya setara dan tetap memenuhi tujuan syariat. Besaran Fidyah Menurut Mazhab Hanafi Dalam mazhab Hanafi, fidyah per hari puasa yang ditinggalkan setara dengan: 3,25 kg makanan pokok seperti kurma, anggur, atau jewawut, atau 1,625 kg gandum atau tepungnya, atau nilai uang yang setara dengan ketentuan tersebut. “Zakat fitrah (dan fidyah) berupa setengah sha’ gandum atau tepungnya, atau satu sha’ kurma, anggur, atau gandum kasar. Diperbolehkan membayar dengan nominal uang, dan hal tersebut lebih utama ketika uang lebih dibutuhkan oleh fakir miskin karena lebih cepat memenuhi kebutuhannya.” Besaran Fidyah di Kota Cirebon Tahun 2026 Berdasarkan Surat Keputusan Ketua BAZNAS Kota Cirebon tentang Penetapan Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2026, besaran fidyah untuk wilayah Kota Cirebon ditetapkan sebesar Rp45.000 per hari per jiwa. Tunaikan Fidyah Anda Melalui BAZNAS Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat Muslim untuk menunaikan fidyah melalui lembaga resmi dan terpercaya, agar penyalurannya tepat sasaran, amanah, dan sesuai ketentuan syariat. Dengan menunaikan fidyah melalui BAZNAS Kota Cirebon, Anda turut: Membantu memenuhi kebutuhan fakir miskin, Menguatkan program sosial dan kemaslahatan umat, Menyempurnakan ibadah Ramadhan dengan penuh keberkahan. Salurkan fidyah Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon Karena fidyah yang ditunaikan dengan benar, akan menjadi keberkahan bagi diri dan kemanfaatan bagi sesama. Anda dapat menunaikan Fidyah dengan cara Transfer Kewajiban Fidyah melalui rekening : Bank Muamalat 1310047736 a.n BAZNAS Kota Cirebon Konfirmasi Pembayaran Fidyah WhatsApp wa.me/6282320047700 Semoga bermanfaat. Wall?hu a‘lam bish-shaw?b.
23/01/2026 | Admin | Akate
Kalender BAZNAS 2026 Resmi Dirilis, Lengkap Jadwal Sholat, Puasa Ayamul Bidh, dan Hari Libur Nasional
Kalender BAZNAS 2026 Resmi Dirilis, Lengkap Jadwal Sholat, Puasa Ayamul Bidh, dan Hari Libur Nasional
KOTACIREBON.BAZNAS.GO.ID — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon resmi merilis Kalender BAZNAS Tahun 2026 yang kini telah tersedia dan dapat diunduh secara gratis oleh masyarakat. Kalender ini disusun sebagai panduan ibadah dan aktivitas harian umat Islam sepanjang tahun 2026. Kalender BAZNAS 2026 hadir dengan informasi yang lengkap dan terstruktur, mulai dari jadwal sholat harian, jadwal Puasa Ayamul Bidh setiap bulan, hingga penandaan hari-hari besar nasional dan cuti bersama yang mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS berkomitmen menghadirkan kalender yang tidak hanya informatif, tetapi juga membantu masyarakat dalam meningkatkan kedisiplinan ibadah dan perencanaan aktivitas harian. Kalender BAZNAS 2026 diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa menjaga waktu sholat dan menghidupkan amalan sunnah. “Melalui Kalender BAZNAS 2026, kami ingin menghadirkan panduan yang memudahkan masyarakat dalam menjalankan ibadah harian, termasuk sholat tepat waktu dan puasa sunnah Ayamul Bidh, sekaligus mengetahui hari libur nasional secara akurat,” Selain memuat informasi ibadah, kalender ini juga memuat penanggalan Masehi dan Hijriah secara berdampingan, sehingga memudahkan masyarakat dalam memahami momen-momen penting keagamaan maupun nasional sepanjang tahun. Masyarakat dapat mengunduh Kalender BAZNAS 2026 lengkap jadwal sholat dan puasa Ayamul Bidh melalui tautan resmi berikut: [ Link Unduhan Kalender BAZNAS 2026 ] BAZNAS mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan setiap waktu lebih bermakna dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dana yang dihimpun akan disalurkan secara amanah dan tepat sasaran untuk membantu mustahik serta mendukung program pemberdayaan umat. Mari awali dan jalani tahun 2026 dengan ibadah yang terjaga dan kepedulian yang nyata. Tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS, karena zakat Anda adalah harapan bagi sesama. Semoga Bermanfaat.
23/01/2026 | Admin | Akate

Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Kota Cirebon Menghadiri Pengukuhan Pelatihan Kebencanaan
Ketua BAZNAS Kota Cirebon Menghadiri Pengukuhan Pelatihan Kebencanaan
Bogor - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I, menghadiri acara pengukuhan peserta Pelatihan Penanganan Kebencanaan yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (15/9/2025). di Balai Diklat BASARNAS Bogor. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap siaga menghadapi bencana di berbagai wilayah, termasuk di Kota Cirebon. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Cirebon menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara BAZNAS, BASARNAS, dan BNPB dalam membekali peserta dengan keterampilan teknis dan semangat kemanusiaan. “Kehadiran kami di sini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kota Cirebon untuk selalu siap siaga ketika terjadi bencana. Kami ingin memastikan bahwa staf yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Hamdan. Hamdan juga menegaskan bahwa BAZNAS Kota Cirebon tidak hanya berperan dalam menyalurkan bantuan pada saat bencana terjadi, tetapi juga terus memperkuat kesiapsiagaan sejak dini. “Ikhtiar ini adalah wujud khidmat kemanusiaan kami. InsyaAllah, dengan bekal ilmu dan keterampilan dari pelatihan ini, BAZNAS Kota Cirebon akan lebih tangguh dalam merespons berbagai kondisi darurat di masyarakat,” tambahnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menekankan pentingnya peran peserta dalam membawa manfaat di wilayah masing-masing. “Peserta pelatihan ini diharapkan menjadi agen perubahan. Mereka tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga membawa semangat kemanusiaan dalam setiap aksi penyelamatan,” jelas Saidah. Acara pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS Kota Cirebon dalam memperkuat sinergi lintas lembaga, sekaligus menegaskan kesiapan menghadapi bencana dengan lebih terorganisir, cepat, dan berkelanjutan.

18-09-2025 | Humas

Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon Hadiri Rakornas BAZNAS 2025
Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon Hadiri Rakornas BAZNAS 2025
CIREBON — Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, 26–29 Agustus 2025. Hadir dalam forum ini Ketua BAZNAS Kota Cirebon H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I, Wakil Ketua II H. Abdul Muiz, M.Pd.I, dan Wakil Ketua IV M. Taufik, S.Ag., M.Pd.I. Rakornas yang dibuka Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. ini mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita” sebagai dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan Rakornas menjadi momentum menyinergikan program zakat dengan Asta Cita agar berdampak nyata bagi kesejahteraan umat. Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, menambahkan, “Kami hadir untuk memastikan program zakat di Kota Cirebon sejalan dengan visi nasional dalam menyukseskan Asta Cita.”

27-08-2025 | Humas

Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon Ikuti Pra-Rakornas Bidang Koordinasi Zakat Nasional
Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon Ikuti Pra-Rakornas Bidang Koordinasi Zakat Nasional
KOTA CIREBON – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon mengikuti Rapat Zoom Meeting Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-Rakornas) Bidang Koordinasi Zakat Nasional bersama BAZNAS Republik Indonesia pada Selasa, 5 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi ajang koordinasi strategis antara BAZNAS RI dengan seluruh BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia, termasuk BAZNAS Kota Cirebon, untuk menyamakan visi, program, serta arah kebijakan pengelolaan zakat nasional. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai agenda penting, mulai dari evaluasi kinerja, capaian Nasional Pengelolaan Zakat, hingga strategi penguatan peran BAZNAS di daerah dalam menanggulangi kemiskinan dan memberdayakan mustahik. Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh arahan BAZNAS RI, serta memperkuat sinergi antar lembaga agar pengelolaan zakat di Kota Cirebon semakin optimal, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat. “Pra-Rakornas ini menjadi momen penting untuk memperkuat koordinasi dan memastikan setiap program zakat di daerah sejalan dengan kebijakan nasional, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mustahik,” ungkap pimpinan BAZNAS Kota Cirebon usai rapat. Agenda Pra-Rakornas ini juga menjadi persiapan menuju Rakornas BAZNAS Tahun 2025 yang akan membahas lebih mendalam strategi dan inovasi pengelolaan zakat di masa depan.

15-08-2025 | Humas

Berita Pendistribusian

BAZNAS Kota Cirebon Salurkan 1150 Pack Daging DAM Haji untuk Warga Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan 1150 Pack Daging DAM Haji untuk Warga Kota Cirebon
Cirebon — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menyalurkan 1.150 pack Daging DAM Haji kepada warga Kota Cirebon melalui 11 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kota cirebon pada Jum'at (10/10/2025). Bantuan ini merupakan hasil kerja sama antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kota Cirebon, dengan tujuan utama membantu peningkatan gizi masyarakat, khususnya keluarga yang terindikasi stunting. Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan bahwa penyaluran daging ini menjadi langkah konkret dalam mendukung program nasional penurunan angka stunting. “BAZNAS berkomitmen tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang untuk kesejahteraan umat. Melalui distribusi daging bergizi tinggi ini, kami berharap dapat membantu pemenuhan kebutuhan protein bagi anak-anak dan keluarga yang membutuhkan,” ujarnya. Proses distribusi dilakukan dengan melibatkan 11 puskesmas di Kota Cirebon, agar penyaluran tepat sasaran dan terkoordinasi dengan baik bersama tenaga kesehatan setempat. Setiap paket daging dikemas secara higienis dan siap konsumsi, memastikan kualitas gizi tetap terjaga hingga diterima masyarakat. Penyaluran ini dimulai pada 10 Oktober 2025 dan menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam memperluas manfaat dana umat, termasuk hasil DAM (Denda Haji) dari jamaah haji tahun 2025 yang dikelola secara amanah dan profesional. #BAZNASKotaCirebon #DAMDagingHaji #CegahStunting #BerkahBerzakat
24/10/2025 | Admin
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Alat Pendengaran, Ibu Emi Kembali Bisa Mendengar
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Alat Pendengaran, Ibu Emi Kembali Bisa Mendengar
CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Kali ini, bantuan berupa alat pendengaran diberikan kepada Ibu Emi, warga Kampung Kesenden, Kota Cirebon, yang mengalami gangguan pendengaran selama beberapa tahun terakhir. Bantuan ini merupakan bagian dari program Cirebon Sehat, yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan akses kesehatan dan kehidupan yang lebih layak. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh tim BAZNAS Kota Cirebon pada Senin (20 Oktober 2025) di kediaman Ibu Emi. Dalam kesempatan tersebut, tampak haru terpancar dari wajah penerima manfaat ketika alat bantu tersebut mulai dipasangkan. “Saya benar-benar tidak bisa berkata banyak, hanya bisa bersyukur. Sudah lama saya tidak bisa mendengar jelas suara anak-anak dan orang sekitar. Sekarang rasanya seperti hidup kembali,” ujar Ibu Emi dengan mata berkaca-kaca. Menurut Ibu Emi, sebelumnya ia kesulitan untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun tetangga karena pendengarannya semakin menurun. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari menjadi terbatas dan sering kali menimbulkan rasa kesepian. Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I, yang turut hadir dalam penyaluran tersebut, menyampaikan bahwa bantuan seperti ini merupakan bentuk nyata dari amanah para muzakki yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan masyarakat benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Hari ini, kami bersama-sama menyaksikan bagaimana bantuan kecil bisa menghadirkan perubahan besar bagi seseorang,” ujar H. Hamdan. Ia menambahkan, BAZNAS Kota Cirebon akan terus memperluas program bantuan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi dan memerlukan alat bantu medis seperti kursi roda, tongkat, maupun alat bantu dengar. “Kami berharap bantuan ini tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga menjadi pengingat bahwa umat Islam diajarkan untuk saling peduli. Semoga Ibu Emi semakin sehat dan kembali bersemangat menjalani hari-hari,” tambahnya. Program ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen BAZNAS Kota Cirebon dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar memberi manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat. Terima kasih kepada seluruh muzakki dan donatur yang telah mempercayakan zakat dan sedekahnya kepada BAZNAS Kota Cirebon. Karena setiap kebaikan yang disalurkan, menjadi cahaya bagi sesama. #BAZNASKotaCirebon #CirebonPeduli #ZakatMencerahkan #BantuanBAZNAS #KebaikanTanpaBatas #SedekahBerdayakan #CirebonBerbagi
21/10/2025 | Admin | Akate
Setetes Air, Sejuta Harapan: BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Sumur Bersih
Setetes Air, Sejuta Harapan: BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Sumur Bersih
CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menyalurkan bantuan air bersih melalui program Bantuan Stimulan Sumur Air Bersih bagi keluarga pra sejahtera di Kampung Wanacala, Kelurahan Harjamukti, Kota Cirebon. Kamis (9/10/2025). Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan bantuan keluarga Bapak Sahadi, yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Melalui program ini, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih. “Air adalah sumber kehidupan. Ketika air bersih sulit dijangkau, kehidupan pun ikut terhambat. Karena itu, kami hadir untuk membantu masyarakat agar bisa merasakan keberkahan dari air yang layak konsumsi,” ujar Ketua BAZNAS Kota Cirebon. Program bantuan ini dibiayai dari hasil zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan donatur yang mempercayakan amanahnya kepada BAZNAS Kota Cirebon. Melalui penyaluran ini, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan fisik berupa sumur air bersih, tetapi juga mengalirkan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat. Bapak Sahadi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian BAZNAS Kota Cirebon. “Kami sangat berterima kasih, sekarang kami tidak lagi kesusahan untuk mendapatkan air. Semoga Allah membalas kebaikan para muzaki,” ungkapnya dengan haru. Dengan adanya sumur air bersih ini, diharapkan keluarga Bapak Sahadi dapat hidup lebih sehat dan produktif. BAZNAS juga terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi dalam program-program kemanusiaan, agar kebaikan terus mengalir kepada mereka yang membutuhkan. Mari ikut membantu keluarga lain yang membutuhkan air bersih! Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui: kotacirebon.baznas.go.id/bayarzakat atau langsung ke Kantor layanan resmi BAZNAS Kota Cirebon di Jl. Kanggraksan No.57 Harjamukti Kota Cirebon. air bersih, bantuan air bersih, sedekah air, infak sedekah, zakat online BAZNAS Kota Cirebon, program kemanusiaan BAZNAS, sumur air bersih Cirebon
15/10/2025 | Humas

Artikel Terbaru

Keutamaan Bulan Sya‘ban: Momentum Meningkatkan Ibadah dan Kepedulian Sosial
Keutamaan Bulan Sya‘ban: Momentum Meningkatkan Ibadah dan Kepedulian Sosial
KOTACIREBON.BAZNAS.GO.ID - Sahabat, Bulan Sya‘ban merupakan salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Keutamaan bulan Sya‘ban terletak pada posisinya yang berada di antara dua bulan agung, yaitu Rajab dan Ramadhan. Meski demikian, bulan ini sering kali luput dari perhatian sebagian umat Islam, padahal Rasulullah ? justru memberikan perhatian khusus terhadap Sya‘ban dengan memperbanyak ibadah, terutama puasa sunnah. Syekh Syauqi Alam, Mufti Besar Mesir dari Dar al-Ifta al-Mishriyyah, menjelaskan bahwa bulan Sya‘ban termasuk bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT dan diberi kedudukan khusus dalam syariat Islam. Rasulullah ? secara konsisten menghidupkan bulan ini dengan berbagai amal ibadah sebagai bentuk persiapan ruhani sebelum memasuki bulan Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa termasuk bulan-bulan yang dimuliakan dan diberi kedudukan khusus oleh Allah SWT adalah bulan Sya‘ban. Allah memuliakannya dengan derajat yang luhur dan kedudukan yang agung. Rasulullah ? mengkhususkan hari-harinya dengan banyak berpuasa karena bulan ini merupakan waktu diangkatnya amal-amal. Keutamaan bulan Sya‘ban juga dijelaskan secara langsung oleh Rasulullah ? dalam hadis yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid ra. Rasulullah ? menjelaskan bahwa bulan Sya‘ban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia karena berada di antara Rajab dan Ramadhan. Pada bulan inilah amal-amal diangkat kepada Allah SWT, dan Rasulullah ? senang apabila amalnya diangkat dalam keadaan sedang berpuasa. Hadis tersebut menunjukkan bahwa bulan Sya‘ban merupakan waktu yang sangat bernilai secara spiritual. Puasa sunnah di bulan ini menjadi sarana penyucian amal sekaligus persiapan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Selain puasa, bulan Sya‘ban juga menjadi momentum untuk meningkatkan amal kebaikan lainnya, seperti zakat, infak, dan sedekah. Amal sosial yang ditunaikan pada bulan ini menjadi bagian dari upaya membersihkan harta dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Dalam konteks ini, peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sangat strategis sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, dan transparan. Penyaluran melalui BAZNAS memastikan dana umat tersalurkan tepat sasaran dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi para mustahik. Selain itu, bulan Sya‘ban juga memiliki malam istimewa, yaitu malam pertengahan Sya‘ban atau Nisfu Sya‘ban. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa pada malam tersebut Allah SWT melimpahkan ampunan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Rasulullah ? menjelaskan bahwa Allah SWT memperhatikan seluruh makhluk-Nya pada malam pertengahan bulan Sya‘ban dan mengampuni hamba-hamba-Nya, kecuali mereka yang masih menyimpan permusuhan dan kezaliman. Berdasarkan keterangan hadis dan penjelasan para ulama, dapat disimpulkan bahwa bulan Sya‘ban merupakan momentum penting untuk meningkatkan kualitas ibadah, baik ibadah personal maupun sosial. Selain memperbanyak puasa sunnah dan doa, umat Islam dianjurkan untuk mengoptimalkan amal zakat, infak, dan sedekah sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Mari Hidupkan Sya‘ban dengan Sedekah Bulan Sya‘ban adalah waktu terbaik untuk menyiapkan diri menuju Ramadhan, tidak hanya dengan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga dengan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah sedekah, karena sedekah mampu membersihkan harta, melapangkan rezeki, serta menghadirkan keberkahan dalam kehidupan. Melalui BAZNAS, sedekah yang ditunaikan akan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, mulai dari fakir miskin, bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan ekonomi umat. Mari manfaatkan keberkahan bulan Sya‘ban dengan bersedekah hari ini, sebagai bentuk ikhtiar menyucikan harta dan menanam kebaikan sebelum Ramadhan tiba. Semoga setiap sedekah yang kita titipkan menjadi amal yang diangkat dan diridhai oleh Allah SWT.
23/01/2026 | Admin | Akate
Malam Nisfu Sya’ban: Rahasia Doa Dikabulkan yang Jarang Diketahui
Malam Nisfu Sya’ban: Rahasia Doa Dikabulkan yang Jarang Diketahui
KOTACIREBON.BAZNAS.GO.ID - Sahabat, Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan dalam Islam. Di antara malam-malam yang penuh keberkahan pada bulan ini, Malam Nisfu Sya’ban menjadi momentum yang sangat dinantikan oleh umat Muslim. Malam pertengahan bulan Sya’ban ini diyakini sebagai waktu yang baik untuk memperbanyak doa, istighfar, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Malam Nisfu Sya’ban hadir sebagai pengingat bahwa sebelum memasuki bulan suci Ramadan, setiap Muslim dianjurkan untuk mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun sosial. Persiapan ini tidak hanya dilakukan dengan menjaga ibadah personal, tetapi juga dengan menumbuhkan kepedulian dan keikhlasan dalam berbagi. Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban dalam Riwayat Ulama Para ulama telah banyak menjelaskan keutamaan Malam Nisfu Sya’ban. Salah satu riwayat yang sering dijadikan rujukan berasal dari Imam Syafi’i rahimahullah. Beliau menyampaikan bahwa terdapat beberapa malam yang memiliki keistimewaan khusus sebagai waktu dikabulkannya doa. Imam Syafi’i meriwayatkan bahwa doa diijabah pada lima malam, yaitu: Malam Jumat Malam Idul Adha Malam Idul Fitri Malam pertama bulan Rajab Malam Nisfu Sya’ban Riwayat ini tercantum dalam Al-Umm Juz 1 Halaman 264, yang menunjukkan bahwa Malam Nisfu Sya’ban termasuk dalam waktu-waktu pilihan untuk bermunajat dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban dengan Amal Saleh Malam Nisfu Sya’ban dapat diisi dengan berbagai amalan kebaikan, seperti memperbanyak doa, istighfar, membaca Al-Qur’an, dan melaksanakan salat sunah. Selain itu, malam ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan muhasabah diri, menilai kembali perjalanan ibadah selama setahun terakhir, serta memperbarui niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tidak kalah penting, Malam Nisfu Sya’ban juga dapat dimaknai sebagai waktu untuk menumbuhkan kepedulian sosial. Membersihkan hati dari rasa dengki, memaafkan kesalahan sesama, serta memperkuat kepedulian kepada mereka yang membutuhkan merupakan bagian dari nilai luhur Islam yang sangat relevan untuk diamalkan. Menyempurnakan Ibadah dengan Kepedulian Sosial Dalam semangat menyambut bulan Ramadan, Malam Nisfu Sya’ban menjadi momen yang tepat untuk melatih keikhlasan berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Amal kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menyucikan hati dan mempererat ukhuwah. Lembaga pengelola zakat yang amanah seperti BAZNAS Kota Cirebon hadir sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyalurkan kepedulian secara terarah dan tepat sasaran. Dengan menunaikan infak dan sedekah, umat Islam turut berperan dalam membantu mustahik, menguatkan program sosial, serta menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Penutup Malam Nisfu Sya’ban bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi merupakan kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak doa, dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Dengan menghidupkan malam ini melalui ibadah dan kepedulian sosial, semoga kita semua dipersiapkan menjadi pribadi yang lebih baik dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.Semoga Bermanfaat Wallahu a‘lam bish-shawab.
23/01/2026 | Admin | Akate
Rahasia Besar di Balik Puasa Sunnah Senin-Kamis & Ayyamul Bidh: Manfaat, Niat, dan Keutamaannya
Rahasia Besar di Balik Puasa Sunnah Senin-Kamis & Ayyamul Bidh: Manfaat, Niat, dan Keutamaannya
Temukan keutamaan luar biasa dari puasa sunnah Senin-Kamis & Ayyamul Bidh. Pelajari niat, waktu pelaksanaan, dan manfaat spiritual serta kesehatan dari amalan sunnah ini. Apa Itu Puasa Sunnah? Puasa sunnah adalah ibadah puasa yang dilakukan secara sukarela untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berbeda dengan puasa wajib seperti Ramadhan, puasa sunnah memberikan pahala bagi yang melaksanakannya dan tidak berdosa bagi yang meninggalkannya. Namun, amalan ini sangat dianjurkan karena mengandung banyak hikmah spiritual, moral, dan kesehatan. Puasa sunnah juga menjadi bentuk latihan diri dalam menahan hawa nafsu, meningkatkan ketakwaan, serta membangun kedisiplinan. Rasulullah SAW sendiri dikenal sebagai orang yang sangat rutin berpuasa di luar bulan Ramadhan. Mengenal Puasa Sunnah Senin-Kamis Asal-Usul dan Dalil Puasa Senin-Kamis Puasa Senin dan Kamis memiliki dasar yang kuat dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Rasulullah bersabda: “Amal perbuatan manusia diperlihatkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka saat amalanku diperlihatkan, aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. Tirmidzi dan Muslim) Dari hadis tersebut, jelas bahwa puasa pada hari-hari tersebut memiliki keutamaan tersendiri. Hari Senin dan Kamis juga merupakan hari-hari yang penuh berkah, di mana banyak rahmat dan ampunan Allah diturunkan. Niat Puasa Senin-Kamis yang Benar Niat puasa Senin: Aku berniat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Ta’ala. Niat puasa Kamis: Aku berniat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Ta’ala. Keutamaan dan Hikmah Puasa Senin-Kamis Beberapa keutamaan puasa Senin-Kamis antara lain: Menghapus dosa kecil, sebagai bentuk penyucian diri. Mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan konsistensi ibadah. Meningkatkan kesabaran dan ketenangan batin. Melatih rasa empati terhadap kaum dhuafa. Selain itu, Rasulullah SAW juga menyebut bahwa hari Senin adalah hari kelahirannya, sehingga beliau memiliki hubungan spiritual khusus dengan hari tersebut. Manfaat Kesehatan Puasa Senin-Kamis bagi Tubuh Secara medis, puasa dua kali seminggu memberikan manfaat luar biasa, seperti: Menstabilkan kadar gula darah dan kolesterol. Membantu detoksifikasi tubuh secara alami. Meningkatkan fokus dan produktivitas. Menurunkan berat badan secara sehat. Studi modern juga menunjukkan bahwa berpuasa secara berkala dapat memperlambat proses penuaan dan memperbaiki metabolisme tubuh. Memahami Puasa Ayyamul Bidh (Puasa Tiga Hari Setiap Bulan) Apa Itu Ayyamul Bidh dan Kapan Waktunya? Puasa Ayyamul Bidh berarti “hari-hari putih”, yaitu tiga hari di pertengahan bulan hijriah: tanggal 13, 14, dan 15. Dikatakan putih karena pada malam hari, bulan purnama tampak bersinar terang di langit. Dalil dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh Rasulullah SAW bersabda: “Berpuasalah tiga hari setiap bulan, maka seakan-akan engkau berpuasa sepanjang masa.” (HR. Bukhari dan Muslim) Artinya, siapa pun yang rutin berpuasa tiga hari setiap bulan akan mendapatkan pahala seolah-olah berpuasa sepanjang tahun. Niat Puasa Ayyamul Bidh Lengkap dalam Bahasa Arab dan Artinya "Aku berniat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala." Hikmah Spiritual dan Sosial dari Puasa Ayyamul Bidh Puasa ini mengajarkan kita untuk menahan diri dari kesenangan duniawi, melatih kesabaran, serta memperbanyak rasa syukur. Selain itu, amalan ini juga menumbuhkan kepekaan sosial karena kita lebih memahami rasa lapar yang dialami oleh sesama. Persamaan dan Perbedaan antara Puasa Senin-Kamis & Ayyamul Bidh Kesamaan dalam Tujuan dan Pahala Kedua jenis puasa sunnah ini memiliki tujuan yang sama, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan melatih jiwa untuk menjadi lebih sabar, tenang, serta ikhlas. Baik puasa Senin-Kamis maupun Ayyamul Bidh memberikan pahala besar bagi yang istiqamah melaksanakannya. Keduanya juga termasuk amalan sunnah yang sangat dicintai Rasulullah SAW, karena beliau selalu menjaga kebiasaan berpuasa di luar Ramadhan. Selain itu, keduanya membantu umat Islam mengatur pola hidup sehat dan disiplin, baik secara spiritual maupun fisik. Perbedaan Waktu dan Pelaksanaan Hari Pelaksanaan Puasa Senin-Kamis dilaksanakan setiap minggu, tepatnya pada hari Senin dan Kamis. Kedua hari ini memiliki keistimewaan karena pada hari-hari tersebut amalan manusia diangkat kepada Allah SWT. Sementara itu, puasa Ayyamul Bidh dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah, yaitu saat bulan sedang penuh dan bercahaya terang di langit malam. Jumlah HariPuasa Senin-Kamis berlangsung dua kali dalam seminggu, sehingga memberikan kesempatan rutin bagi umat Islam untuk berlatih menahan hawa nafsu. Sedangkan puasa Ayyamul Bidh hanya tiga kali dalam sebulan, namun pelaksanaannya tepat di pertengahan bulan, menandakan keseimbangan dan ketenangan spiritual. Waktu yang DianjurkanKedua puasa ini dapat dilakukan sepanjang tahun, tetapi ada sedikit perbedaan dalam konteks waktunya. Puasa Senin-Kamis boleh dikerjakan kapan saja, selama tidak bertepatan dengan hari yang diharamkan untuk berpuasa seperti Idul Fitri atau Idul Adha. Sementara itu, puasa Ayyamul Bidh lebih dikhususkan pada hari-hari bulan purnama, yaitu pertengahan bulan Hijriah, karena memiliki makna simbolis sebagai waktu yang penuh cahaya dan ketenangan. Makna Utama Puasa Senin-Kamis mengandung makna penyucian amal dan peningkatan spiritual, karena pada hari-hari tersebut amal manusia diperlihatkan kepada Allah SWT. Sedangkan puasa Ayyamul Bidh melambangkan ketenangan batin dan kejernihan hati, sebagaimana bulan purnama yang bersinar terang, mencerminkan kebersihan jiwa bagi mereka yang berpuasa dengan ikhlas. Dari perbandingan tersebut, jelas bahwa kedua puasa ini saling melengkapi. Bagi yang ingin memperbanyak ibadah, sangat disarankan untuk menggabungkan keduanya secara rutin agar mendapat pahala berlipat ganda. Panduan Praktis Menjalankan Puasa Sunnah dengan Konsisten Tips Agar Tidak Lemas Saat Puasa Sunnah Menjalankan puasa sunnah tentu membutuhkan ketahanan fisik dan mental. Berikut beberapa tips agar tetap kuat dan fokus: Perbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka. Konsumsi makanan bergizi seperti kurma, madu, dan buah-buahan segar. Hindari makanan berlemak tinggi atau terlalu pedas. Tidur cukup agar tubuh tidak kekurangan energi. Niat yang ikhlas karena Allah akan memberi kekuatan bagi yang tulus beribadah. Cara Mengatur Pola Makan Sehat untuk Puasa Senin-Kamis & Ayyamul Bidh Pola makan yang baik akan menjaga stamina selama berpuasa sunnah. Berikut panduannya: Waktu SahurPada waktu sahur, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung serat dan protein tinggi agar kenyang lebih lama. Pilihan terbaik adalah oatmeal, telur rebus, susu hangat, dan buah pisang. Kombinasi ini membantu menjaga kestabilan gula darah dan memberi energi cukup untuk beraktivitas hingga waktu berbuka. Waktu Berbuka PuasaKetika berbuka, awali dengan kurma dan air putih sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW. Setelah itu, lanjutkan dengan makanan bergizi seperti sup sayuran dan nasi merah agar tubuh mendapatkan asupan karbohidrat kompleks dan vitamin yang cukup tanpa membebani sistem pencernaan. Setelah Tarawih atau Waktu MalamSetelah menjalani ibadah malam seperti tarawih atau dzikir, konsumsi makanan ringan yang menyegarkan seperti buah-buahan segar, madu, yogurt, dan air putih. Jenis makanan ini membantu mengembalikan cairan tubuh, menutrisi sel-sel, serta menjaga keseimbangan elektrolit agar tubuh tetap fit keesokan harinya. Pola makan seimbang akan membuat tubuh tetap bugar tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari. Kesalahan Umum Saat Menjalankan Puasa Sunnah Lupa Berniat atau Salah WaktuNiat merupakan syarat sahnya puasa. Jika lupa berniat sebelum fajar, maka puasa tidak sah sebagai ibadah sunnah. Selain itu, banyak orang yang salah mengira waktu pelaksanaan Ayyamul Bidh, padahal tanggalnya berubah sesuai kalender hijriah, bukan masehi. Mengabaikan Adab dan Doa Setelah BerbukaBeberapa orang berfokus hanya pada lapar dan haus, namun lupa menjaga adab seperti: Tidak memperbanyak doa saat berbuka (padahal sangat mustajab). Makan berlebihan hingga kehilangan makna ibadah. Tidak memperbanyak dzikir dan syukur setelah berbuka. Ingatlah, puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga melatih kesabaran, empati, dan keikhlasan. Hubungan Puasa Sunnah dengan Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa) Puasa sebagai Sarana Mengendalikan Hawa Nafsu Puasa sunnah membantu kita mengontrol keinginan duniawi yang sering menguasai hati. Dengan menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu, seseorang belajar untuk mengutamakan spiritualitas dibanding kesenangan sementara. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183) Meskipun ayat ini merujuk pada puasa wajib, maknanya juga mencakup puasa sunnah sebagai sarana menuju ketakwaan. Kaitannya dengan Ketenangan Hati dan Kedekatan kepada Allah SWT Orang yang rajin berpuasa sunnah biasanya memiliki jiwa yang lebih tenang. Saat perut dikosongkan, hati menjadi lebih bersih, dan pikiran lebih jernih untuk berdzikir. Puasa juga memperkuat hubungan dengan Allah SWT karena dilakukan dengan penuh kesadaran dan cinta kepada Sang Pencipta. Pertanyaan Umum tentang Puasa Senin-Kamis & Ayyamul Bidh (FAQ) 1. Bolehkah puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan hari Senin atau Kamis? Ya, boleh. Jika Ayyamul Bidh jatuh pada Senin atau Kamis, maka niatkan kedua puasa sekaligus — cukup satu niat untuk dua amalan sunnah. 2. Apakah wanita yang sedang haid boleh mengganti puasa sunnah? Tidak wajib diganti, karena puasa sunnah bersifat sukarela. Namun, bisa dilakukan di bulan berikutnya jika ingin menjaga rutinitas ibadah. 3. Apakah harus sahur untuk puasa sunnah? Sahur tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan karena mengandung berkah dan membantu menjaga energi selama puasa. 4. Apakah boleh berbuka dengan makanan ringan seperti kurma dan air saja? Boleh, bahkan disunnahkan berbuka dengan kurma dan air putih sebagaimana kebiasaan Rasulullah SAW. 5. Apakah puasa sunnah bisa dibatalkan di tengah hari? Bisa, karena sifatnya tidak wajib. Namun, sebaiknya dihindari agar pahala dan semangat ibadah tetap terjaga. 6. Bagaimana jika lupa niat di malam hari? Untuk puasa sunnah, diperbolehkan niat di pagi hari sebelum tergelincir matahari, selama belum makan atau minum sejak fajar. Kesimpulan: Keutamaan dan Nilai Hidup dari Puasa Sunnah Rutin Puasa Sunnah Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh bukan hanya amalan tambahan, tetapi juga jalan menuju kebersihan hati dan kedekatan dengan Allah SWT. Melalui puasa ini, kita belajar menahan hawa nafsu, memperbanyak rasa syukur, serta menanamkan disiplin diri dalam kehidupan sehari-hari. Secara spiritual, puasa sunnah menghapus dosa kecil dan meningkatkan derajat keimanan. Secara fisik, ia membawa manfaat besar bagi kesehatan, pencernaan, dan keseimbangan mental. Maka, marilah kita berusaha untuk istiqamah menjalankan puasa sunnah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW dan upaya untuk memperbaiki diri. Sebagaimana sabda Nabi SAW: “Amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim) Referensi Eksternal: Untuk mengetahui jadwal pasti Ayyamul Bidh setiap bulan, Anda dapat mengunjungi situs resmi kalender hijriah: https://bimasislam.kemenag.go.id Puasa sunnah bukan sekadar ritual, melainkan panggilan jiwa untuk membersihkan diri dan mendekat kepada Sang Pencipta. Dengan konsistensi dan niat yang tulus, amalan kecil ini dapat mengubah hidup seseorang menjadi lebih tenang, sehat, dan penuh berkah.
16/10/2025 | Humas | Akate

BAZNAS TV