WhatsApp Icon

Berita Terkini

Perkuat Akses Kesehatan Umat, BAZNAS Kota Cirebon Terima Bantuan Armada Ambulans dari BAZNAS Pusat
Perkuat Akses Kesehatan Umat, BAZNAS Kota Cirebon Terima Bantuan Armada Ambulans dari BAZNAS Pusat
CIREBON — Akses kesehatan yang cepat dan gratis bagi masyarakat kurang mampu di Kota Cirebon kini semakin diperkuat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon secara resmi menerima bantuan satu unit mobil ambulans operasional dari BAZNAS Republik Indonesia pada Senin (19/10/2026). Serah terima ini menjadi tonggak penting dalam memperluas jangkauan layanan kemanusiaan di wilayah Cirebon. Prosesi penyerahan armada medis ini dilakukan di Kantor BAZNAS Kota Cirebon, diserahkan melalui Perwakilan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Ibu Dasem dan disaksikan langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.A.P., M.Si., beserta jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon. Wakil Ketua II BAZNAS Jabar, Dasem menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk komitmen nyata BAZNAS Pusat dalam merealisasikan dana zakat untuk program darurat dan kesehatan. "Mobil ambulans ini bukan sekadar kendaraan, melainkan wujud hadirnya dana zakat di tengah masyarakat yang sedang kesulitan. Kami berharap BAZNAS Kota Cirebon dapat mengoptimalkan armada ini untuk merespons kebutuhan medis mustahik yang seringkali terkendala biaya transportasi darurat ke rumah sakit," ungkapnya. Fasilitas ambulans BAZNAS ini didesain untuk memberikan pertolongan pertama dan evakuasi medis dasar. Armada ini akan disiagakan untuk melayani warga miskin dan rentan di seluruh pelosok Kota Cirebon tanpa dipungut biaya operasional sepeser pun. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang turut menyaksikan penyerahan tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas dukungan BAZNAS Pusat dan Provinsi. Menurutnya, keberadaan ambulans gratis ini sangat sejalan dengan program pengentasan kemiskinan dan peningkatan indeks kesehatan yang sedang dipacu oleh Pemerintah Kota Cirebon. "Alhamdulillah, sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan BAZNAS Kota Cirebon telah membuahkan hasil positif. Bantuan ambulans ini sangat bernilai dan akan memberikan manfaat luar biasa bagi masyarakat kota cirebon lebih luas." Dengan tambahan armada operasional ini, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk menyiagakan tim relawan dan amil yang cepat tanggap, memastikan setiap panggilan darurat kemanusiaan dari masyarakat dapat dilayani dengan maksimal, membuktikan bahwa zakat benar-benar membawa manfaat yang memulihkan dan menyehatkan.
19/10/2026 | Admin | Akate
Wali Kota Cirebon Effendi Edo Pimpin Pembinaan BAZNAS dan Saksikan Penyerahan Ambulans BAZNAS RI
Wali Kota Cirebon Effendi Edo Pimpin Pembinaan BAZNAS dan Saksikan Penyerahan Ambulans BAZNAS RI
CIREBON — Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas tata kelola zakat serta memperluas jangkauan layanan sosial dan kesehatan bagi umat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menggelar agenda strategis pada Senin (19/10/2026). Bertempat di Kantor BAZNAS Kota Cirebon, acara ini mengusung dua agenda utama: Pembinaan Terpadu bagi Pimpinan, Staf Pelaksana, dan Dewan Pengawas BAZNAS Kota Cirebon, serta Penyerahan Bantuan Mobil Ambulans dari BAZNAS Republik Indonesia (RI). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran puncak birokrasi pemerintahan Kota Cirebon dan pimpinan BAZNAS. Turut hadir Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.A.P., M.Si., yang memberikan arahan langsung, didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Dr. H. Iing Daiman, S.IP., M.Si. Dari BAZNAS Jabar, hadir Kepala Bagian Pelaporan dan Kepala Klinik BAZNAS Provinsi Jawa Barat. Acara ini juga diikuti oleh seluruh jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon, Dewan Pengawas, serta jajaran Staf Amil Pelaksana yang bertugas di lapangan. Penguatan Kapasitas dan Profesionalisme Amil Zakat Dalam sesi pembinaan, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.A.P., M.Si., menekankan pentingnya integritas, transparansi, dan inovasi dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Menurutnya, BAZNAS memiliki peran yang sangat krusial sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Cirebon dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Amil zakat adalah ujung tombak dari kepercayaan umat. Pembinaan hari ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk menyamakan frekuensi antara visi Pemerintah Kota Cirebon dengan program-program kerja BAZNAS. Kepercayaan muzakki (pemberi zakat) harus dijaga dengan penyaluran yang tepat sasaran, akuntabel, dan berdampak nyata bagi mustahik (penerima zakat)," tegas Effendi Edo dalam arahannya. Beliau juga mengapresiasi dedikasi seluruh pimpinan dan staf pelaksana BAZNAS Kota Cirebon yang selama ini telah berjibaku di lapangan, memastikan dana umat kembali ke umat dalam bentuk program produktif, beasiswa pendidikan, hingga bantuan kesehatan. Kehadiran Sekda Kota Cirebon, Dr. H. Iing Daiman, turut mempertegas komitmen birokrasi dalam mendukung BAZNAS. Sinergi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan BAZNAS diharapkan dapat terus ditingkatkan, terutama dalam mengoptimalkan potensi zakat profesi dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Cirebon. Penyerahan Bantuan Mobil Ambulans BAZNAS RI: Wujud Nyata Manfaat Zakat Selain pembinaan, acara hari ini diwarnai dengan momen bersejarah berupa prosesi serah terima satu unit mobil ambulans bantuan dari BAZNAS RI kepada BAZNAS Kota Cirebon. Penyerahan ini disaksikan langsung oleh Wali Kota Cirebon dan diserahkan melalui perwakilan BAZNAS Provinsi Jawa Barat. Dalam sambutannya, Kepala Bagian Pelaporan, Dasem menyampaikan bahwa bantuan fasilitas kesehatan berupa ambulans ini adalah bentuk afirmasi dan dukungan BAZNAS Pusat terhadap tingginya kebutuhan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat rentan di daerah. "Ambulans ini adalah manifestasi dari dana zakat yang dikelola dengan amanah. Kami di BAZNAS Provinsi Jawa Barat dan BAZNAS RI berharap fasilitas ini dapat mempermudah mobilitas pasien mustahik di Kota Cirebon yang membutuhkan penanganan medis darurat namun terkendala akses transportasi. Ini adalah bukti bahwa zakat menyehatkan dan zakat menyelamatkan," ujar Dasem. Ia juga menambahkan bahwa se Provinsi Jawa Barat, kota Cirebon termasuk penerima ambulan dari BAZNAS RI dari dua kota lainya. Fasilitas mobil ambulans ini dilengkapi dengan standar pertolongan pertama yang memadai dan akan disiagakan secara penuh oleh tim BAZNAS Kota Cirebon. Layanan ini nantinya dapat diakses secara gratis oleh warga kurang mampu di berbagai kelurahan di wilayah Kota Cirebon, menjadikannya salah satu pilar penting dalam program "Cirebon Sehat" yang diinisiasi oleh BAZNAS setempat. Komitmen Bersama Menuju BAZNAS Cirebon yang Tangguh Seluruh jajaran Pimpinan dan Staf Pelaksana BAZNAS Kota Cirebon menyambut baik arahan dari Wali Kota serta bantuan fasilitas dari BAZNAS RI. Rangkaian kegiatan hari ini menjadi suntikan motivasi bagi para amil untuk terus meningkatkan Pelayanan dalam merespons kebutuhan umat. Ke depan, dengan SDM yang telah dibina kapasitasnya dan ditopang oleh fasilitas operasional yang memadai seperti mobil ambulans baru ini, BAZNAS Kota Cirebon menargetkan peningkatan pengumpulan ZIS pada tahun ini. Lebih dari itu, efektivitas pendistribusian dana akan difokuskan pada sektor-sektor krusial yang menyentuh urat nadi kehidupan masyarakat kecil. Melalui sinergi antara Pemerintah Kota, BAZNAS, dan elemen masyarakat, pengelolaan zakat di Kota Cirebon diharapkan menjadi ekosistem yang solid, transparan, dan menjadi model percontohan di tingkat regional maupun nasional.
19/10/2026 | Admin | Akate
Gandeng Bank Indonesia, BAZNAS Perkuat Kapasitas Amil Melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi
Gandeng Bank Indonesia, BAZNAS Perkuat Kapasitas Amil Melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi
Dalam upaya terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pengelola zakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersinergi dengan Bank Indonesia (BI) menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Skema Kualifikasi 3 Bidang Pengelolaan Zakat. Agenda peningkatan kapasitas amil ini dilangsungkan secara daring pada Selasa (6/10/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS ini diikuti oleh 51 peserta yang merupakan perwakilan dari 18 lembaga zakat di seluruh Indonesia, mencakup BAZNAS tingkat provinsi/kabupaten/kota maupun berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ). Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., saat membuka acara menegaskan bahwa zakat adalah pilar penting dalam penanggulangan kemiskinan. Manfaat zakat sangat bergantung pada peran amil yang profesional. "Kami berkomitmen untuk menyelenggarakan pelatihan ini agar amil di seluruh pelosok negeri tidak hanya memiliki semangat berkhidmat, tetapi juga dibekali keahlian, standar integritas, dan kapasitas profesionalisme yang mumpuni," jelasnya. Pelatihan ini membekali para peserta dengan 11 unit kompetensi dasar yang disusun selaras dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Pembekalan ini merupakan langkah persiapan komprehensif bagi para amil sebelum menghadapi tahap uji kompetensi dan sertifikasi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS. Dukungan penuh juga disampaikan oleh Asisten Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia, Dr. Rindawati Maulina. Menurutnya, ketersediaan SDM amil yang berintegritas dan kompeten merupakan kunci utama dalam mendukung penguatan ekosistem serta inklusivitas keuangan sosial syariah di tanah air. Mari wujudkan tata kelola zakat yang profesional dan berdampak luas bagi kemandirian ekonomi umat. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon ke rekening BSI 7555545554 a.n BAZNAS Kota Cirebon atau klik tombol [Bayar Zakat] di bawah ini.
07/10/2026 | Admin | Akate

Berita Pendistribusian

BAZNAS Kota Cirebon Salurkan 1150 Pack Daging DAM Haji untuk Warga Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan 1150 Pack Daging DAM Haji untuk Warga Kota Cirebon
Cirebon — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menyalurkan 1.150 pack Daging DAM Haji kepada warga Kota Cirebon melalui 11 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kota cirebon pada Jum'at (10/10/2025). Bantuan ini merupakan hasil kerja sama antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kota Cirebon, dengan tujuan utama membantu peningkatan gizi masyarakat, khususnya keluarga yang terindikasi stunting. Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan bahwa penyaluran daging ini menjadi langkah konkret dalam mendukung program nasional penurunan angka stunting. “BAZNAS berkomitmen tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang untuk kesejahteraan umat. Melalui distribusi daging bergizi tinggi ini, kami berharap dapat membantu pemenuhan kebutuhan protein bagi anak-anak dan keluarga yang membutuhkan,” ujarnya. Proses distribusi dilakukan dengan melibatkan 11 puskesmas di Kota Cirebon, agar penyaluran tepat sasaran dan terkoordinasi dengan baik bersama tenaga kesehatan setempat. Setiap paket daging dikemas secara higienis dan siap konsumsi, memastikan kualitas gizi tetap terjaga hingga diterima masyarakat. Penyaluran ini dimulai pada 10 Oktober 2025 dan menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam memperluas manfaat dana umat, termasuk hasil DAM (Denda Haji) dari jamaah haji tahun 2025 yang dikelola secara amanah dan profesional. #BAZNASKotaCirebon #DAMDagingHaji #CegahStunting #BerkahBerzakat
24/10/2025 | Admin
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Alat Pendengaran, Ibu Emi Kembali Bisa Mendengar
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Alat Pendengaran, Ibu Emi Kembali Bisa Mendengar
CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Kali ini, bantuan berupa alat pendengaran diberikan kepada Ibu Emi, warga Kampung Kesenden, Kota Cirebon, yang mengalami gangguan pendengaran selama beberapa tahun terakhir. Bantuan ini merupakan bagian dari program Cirebon Sehat, yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan akses kesehatan dan kehidupan yang lebih layak. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh tim BAZNAS Kota Cirebon pada Senin (20 Oktober 2025) di kediaman Ibu Emi. Dalam kesempatan tersebut, tampak haru terpancar dari wajah penerima manfaat ketika alat bantu tersebut mulai dipasangkan. “Saya benar-benar tidak bisa berkata banyak, hanya bisa bersyukur. Sudah lama saya tidak bisa mendengar jelas suara anak-anak dan orang sekitar. Sekarang rasanya seperti hidup kembali,” ujar Ibu Emi dengan mata berkaca-kaca. Menurut Ibu Emi, sebelumnya ia kesulitan untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun tetangga karena pendengarannya semakin menurun. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari menjadi terbatas dan sering kali menimbulkan rasa kesepian. Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I, yang turut hadir dalam penyaluran tersebut, menyampaikan bahwa bantuan seperti ini merupakan bentuk nyata dari amanah para muzakki yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan masyarakat benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Hari ini, kami bersama-sama menyaksikan bagaimana bantuan kecil bisa menghadirkan perubahan besar bagi seseorang,” ujar H. Hamdan. Ia menambahkan, BAZNAS Kota Cirebon akan terus memperluas program bantuan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi dan memerlukan alat bantu medis seperti kursi roda, tongkat, maupun alat bantu dengar. “Kami berharap bantuan ini tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga menjadi pengingat bahwa umat Islam diajarkan untuk saling peduli. Semoga Ibu Emi semakin sehat dan kembali bersemangat menjalani hari-hari,” tambahnya. Program ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen BAZNAS Kota Cirebon dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar memberi manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat. Terima kasih kepada seluruh muzakki dan donatur yang telah mempercayakan zakat dan sedekahnya kepada BAZNAS Kota Cirebon. Karena setiap kebaikan yang disalurkan, menjadi cahaya bagi sesama. #BAZNASKotaCirebon #CirebonPeduli #ZakatMencerahkan #BantuanBAZNAS #KebaikanTanpaBatas #SedekahBerdayakan #CirebonBerbagi
21/10/2025 | Admin | Akate
Setetes Air, Sejuta Harapan: BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Sumur Bersih
Setetes Air, Sejuta Harapan: BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Sumur Bersih
CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menyalurkan bantuan air bersih melalui program Bantuan Stimulan Sumur Air Bersih bagi keluarga pra sejahtera di Kampung Wanacala, Kelurahan Harjamukti, Kota Cirebon. Kamis (9/10/2025). Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan bantuan keluarga Bapak Sahadi, yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Melalui program ini, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih. “Air adalah sumber kehidupan. Ketika air bersih sulit dijangkau, kehidupan pun ikut terhambat. Karena itu, kami hadir untuk membantu masyarakat agar bisa merasakan keberkahan dari air yang layak konsumsi,” ujar Ketua BAZNAS Kota Cirebon. Program bantuan ini dibiayai dari hasil zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan donatur yang mempercayakan amanahnya kepada BAZNAS Kota Cirebon. Melalui penyaluran ini, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan fisik berupa sumur air bersih, tetapi juga mengalirkan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat. Bapak Sahadi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian BAZNAS Kota Cirebon. “Kami sangat berterima kasih, sekarang kami tidak lagi kesusahan untuk mendapatkan air. Semoga Allah membalas kebaikan para muzaki,” ungkapnya dengan haru. Dengan adanya sumur air bersih ini, diharapkan keluarga Bapak Sahadi dapat hidup lebih sehat dan produktif. BAZNAS juga terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi dalam program-program kemanusiaan, agar kebaikan terus mengalir kepada mereka yang membutuhkan. Mari ikut membantu keluarga lain yang membutuhkan air bersih! Tunaikan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui: kotacirebon.baznas.go.id/bayarzakat atau langsung ke Kantor layanan resmi BAZNAS Kota Cirebon di Jl. Kanggraksan No.57 Harjamukti Kota Cirebon. air bersih, bantuan air bersih, sedekah air, infak sedekah, zakat online BAZNAS Kota Cirebon, program kemanusiaan BAZNAS, sumur air bersih Cirebon
15/10/2025 | Humas

Artikel Terbaru

Panduan Zakat Pertanian: Apakah Wajib Jika Sekali Panen Belum Mencapai Nisab?
Panduan Zakat Pertanian: Apakah Wajib Jika Sekali Panen Belum Mencapai Nisab?
Assalamu’alaikum Sahabat BAZNAS, Bagi sebagian besar masyarakat, khususnya petani Muslim di berbagai daerah, menunaikan zakat pertanian adalah sebuah kewajiban wujud syukur atas rezeki yang Allah berikan. Namun, kondisi cuaca dan luasan lahan sering kali membuat hasil panen bervariasi. Sering kali muncul pertanyaan praktis di lapangan: "Bagaimana jika saya memanen padi, namun dalam satu kali panen hasilnya belum mencapai batas minimal (nisab)? Akan tetapi, saya bisa panen 2 sampai 3 kali dalam satu tahun, dan apabila seluruh hasil panen tersebut digabungkan, jumlahnya sudah mencapai 1 nisab. Apakah saya tetap wajib membayar zakat?" Bagaimana Ketentuan Fiqihnya? Jawabannya adalah Ya, Anda wajib menunaikan zakat pertanian. Ketentuan ini berlaku karena akumulasi atau gabungan hasil panen dalam rentang waktu satu tahun tersebut telah mencapai batas nisab. Mengapa demikian? Hal ini merujuk pada penjelasan ulama dalam kitab fiqih, salah satunya adalah rujukan dari kitab Fathul Wahab. Dalam kitab tersebut dijelaskan secara rinci bahwa hasil panen padi dari waktu yang satu wajib digabungkan dengan hasil panen di waktu yang lain. Penggabungan ini tetap berlaku meskipun terdapat perbedaan: 1. Waktu matangnya padi. 2. Jenis bibit atau varietas padi yang ditanam. 3. Lokasi lahan tanam (misalnya perbedaan kondisi iklim/suhu suatu daerah seperti daerah Najd yang panas dan Tihamah yang dingin). Syarat Utama Penggabungan: Seluruh proses memetik buah-buahan atau memotong padi (panen) tersebut harus terjadi di dalam satu tahun yang sama. Jika syarat ini terpenuhi dan total akumulasinya menyentuh nisab, maka hak bagi para mustahik (penerima zakat) harus segera ditunaikan. Sahabat BAZNAS, zakat pertanian bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan cara kita membersihkan harta sekaligus memberdayakan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Mari bersihkan harta dari hasil panen dan usaha Anda dengan menunaikan zakat secara mudah, aman, dan transparan bersama BAZNAS Kota Cirebon. Salurkan Zakat Pertanian Anda melalui rekening: BSI: 7555545554 a.n BAZNAS Kota Cirebon
06/10/2026 | Admin | Akate
Doa Setelah Shalat Dhuha: Bacaan, Arti dan Keutamaannya
Doa Setelah Shalat Dhuha: Bacaan, Arti dan Keutamaannya
Shalat Dhuha merupakan salah satu amalan sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi hingga menjelang masuk waktu Zuhur. Selain melaksanakan shalat, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa dan memohon kepada Allah SWT setelahnya. Dalam tradisi keislaman, terdapat doa yang banyak diajarkan untuk diamalkan setelah shalat Dhuha. Doa tersebut berisi permohonan agar Allah SWT memberikan kemudahan, keberkahan, dan rezeki yang baik serta menjauhkan segala sesuatu yang tidak diridai-Nya. Berikut bacaan doa setelah shalat Dhuha: Allâhumma innad dhuhâ’a dhuhâ’uka, wal bahâ’a bahâ’uka, wal jamâla jamâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allâhumma in kâna rizkî fis samâ’i, fa anzilhu. Wa in kâna fil ardhi, fa akhrijhu. Wa in kâna mu‘siron, fa yassirhu. Wa in kâna harâman, fa thahhirhu. Wa in kâna ba‘idan, fa qarribhu bi haqqi dhuhâ’ika, wa bahâ’ika, wa jamâlika, wa quwwatika, wa qudratika. Âtinî mâ âtaita ‘ibâadakas shâlihîn. Allâhumma bika ushâwilu, wa bika uhâwilu, wa bika uqâtilu. Rabbighfir lî, warhamnî, watub ‘alayya. Innaka antat tawwâbur rahîm. Artinya: “Tuhanku, sungguh waktu dhuha adalah milik-Mu. Yang ada hanya keagungan-Mu. Tiada lagi selain keindahan-Mu. Hanya ada kekuatan-Mu. Yang ada hanya kuasa-Mu. Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu. Tuhanku, kalau rezekiku di langit, turunkanlah. Kalau berada di bumi, keluarkanlah. Kalau sulit, mudahkanlah. Kalau haram, gantilah jadi yang suci. Bila jauh, dekatkanlah dengan hakikat dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu. Tuhanku, berikanlah aku apa yang Kau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh. Tuhanku, dengan-Mu aku bergerak. Dengan-Mu aku berusaha. Dengan-Mu, aku berjuang. Tuhanku, ampunilah segala dosaku. Turunkan rahmat-Mu kepadaku. Anugerahkanlah tobat-Mu untukku. Sungguh Engkau Maha Penerima Tobat, lagi Maha Penyayang.” Anjuran Membaca Doa Setelah Shalat Dhuha Doa tersebut dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar seorang Muslim dalam memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT. Setelah berusaha dengan sungguh-sungguh, seorang Muslim dianjurkan untuk menyerahkan hasilnya kepada Allah sambil terus memohon kebaikan melalui doa. Pada bagian doa “Allâhumma bika ushâwilu, wa bika uhâwilu, wa bika uqâtilu...”, terdapat anjuran untuk membacanya sebanyak 40 atau 100 kali. Namun, yang tidak kalah penting adalah menghadirkan hati ketika berdoa. Doa bukan sekadar rangkaian kalimat yang diucapkan, melainkan bentuk penghambaan, pengharapan, dan permohonan seorang hamba kepada Allah SWT. Shalat Dhuha pun dapat menjadi momentum untuk mengawali aktivitas dengan mendekatkan diri kepada Allah. Dengan ikhtiar, doa, dan tawakal, semoga setiap langkah yang dilakukan mendapatkan kemudahan serta keberkahan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rezeki yang halal dan berkah, memudahkan setiap urusan, mengampuni dosa-dosa kita, serta menerima seluruh amal ibadah yang kita kerjakan. Aamiin.
30/09/2026 | Admin | Akate
Cara Menyembuhkan Penyakit dengan Bersedekah: 7 Syarat Agar Menjadi Terapi Penyembuh
Cara Menyembuhkan Penyakit dengan Bersedekah: 7 Syarat Agar Menjadi Terapi Penyembuh
Sakit adalah ujian dari Allah SWT. Selain ikhtiar medis dengan berobat ke dokter dan meminum obat, Islam mengajarkan sebuah ikhtiar langit yang sering terlupakan, yaitu terapi dengan bersedekah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda dengan tegas, “Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Baihaqi). Hadis ini menjadi landasan bahwa sedekah bukan hanya bernilai ibadah sosial, tetapi juga bisa menjadi wasilah kesembuhan atas izin Allah. Namun, karena sedekah adalah ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah, tentu ada adab dan syarat yang harus dipenuhi agar sedekah tersebut benar-benar bernilai sebagai terapi penyembuhan, bukan sekadar sedekah biasa. Berikut 7 syarat menyembuhkan penyakit dengan bersedekah yang dirangkum untuk Sahabat BAZNAS Kota Cirebon: 1. Luruskan Niat Karena Allah SWT Syarat paling utama diterimanya amal saleh adalah niat. Imam Bukhari bahkan mengawali kitab Shahih Bukhari dengan hadis tentang niat. Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, setiap perbuatan itu tergantung pada niatnya. Dan setiap insan itu tergantung pada apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Ketika ingin melakukan terapi kesembuhan dengan sedekah, maka wajib menancapkan niat tersebut di dalam hati saat memberikan harta. Niatkan bahwa sedekah ini dilakukan untuk mengharap ridha Allah dan memohon kesembuhan untuk diri sendiri atau keluarga yang sedang sakit. Tanpa niat ini, sedekah hanya menjadi sedekah biasa. Imam Ahmad bin Hanbal berpesan, bertekadlah dalam diri bahwa pekerjaan yang akan dilakukan tidak dimaksudkan untuk dilihat orang lain. 2. Harus Dilakukan dengan Ikhlas Setelah niat, syarat kedua adalah ikhlas. Niatkan sedekah tersebut murni untuk kesembuhan yang datang dari Allah. Contoh keikhlasan tertinggi digambarkan Rasulullah dalam hadis tentang tujuh golongan yang dinaungi Allah pada hari Kiamat. Salah satunya adalah orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, seolah-olah tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. Amal yang dilakukan dengan ikhlas pasti akan mendapat balasan berlipat dari Allah SWT, termasuk kesembuhan yang kita harapkan. 3. Berasal dari Harta yang Halal dan Baik Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Baik dan hanya menerima yang baik-baik. Maka, tidak boleh bersedekah dari harta yang haram. Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang bersedekah dengan sebiji kurma yang diperoleh dari usaha yang baik dan Allah hanya menerima yang baik-baik, maka Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya, lalu Dia pelihara di sisi-Nya untuk orang itu hingga menjadi sebesar gunung.” (HR. Bukhari dan Muslim). Bahkan dalam riwayat lain disebutkan, orang yang mengumpulkan harta haram lalu menyedekahkannya, ia tidak mendapatkan pahala, bahkan dosanya tetap tercatat. (HR. Ibnu Khuzaimah). Oleh karena itu, pastikan makanan, minuman, dan harta yang kita sedekahkan berasal dari sumber yang halal. Jangan pernah meremehkan sedekah kecil dari harta halal. Rasulullah bersabda, “Uang satu dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham.” Ada orang yang hanya memiliki dua dirham lalu ia sedekahkan satu dirham (separuh hartanya), nilainya bisa lebih besar di sisi Allah dibanding orang yang bersedekah seratus ribu dari gudang hartanya yang melimpah. 4. Tetap Berusaha dengan Terapi Medis dan Ruqyah Syar'iyah Bersedekah bukanlah pengganti obat. Ini adalah pelengkap ikhtiar. Apabila dokter menyarankan untuk meminum obat tertentu, laksanakan sarannya sambil memelihara keyakinan bahwa kesembuhan mutlak berada di tangan Allah, bukan karena obat atau karena saran dokter. Tidak ada salahnya juga memadukan dengan terapi ruqyah syar'iyah, yaitu membaca doa-doa yang berasal dari Al-Quran dan sunnah. Jika tidak bisa melakukannya sendiri, mintalah bantuan orang saleh. Jadi, memadukan tiga jenis terapi sekaligus, terapi sedekah, terapi medis, dan terapi ruqyah syar’iyah adalah langkah positif yang sangat efektif dan sesuai anjuran islam. 5. Bersedekah Sesuai Kemampuan dan Penyakit yang Diderita Keluarkan sedekah menurut kemampuan Anda. Jika Anda kaya, silakan berikan sedekah dalam jumlah besar hingga Allah menyembuhkan Anda. Sedekah merupakan cara menampakkan kecintaan kepada Allah sekaligus sarana mendekatkan diri kepada-Nya. Dalam memberi, Rasulullah SAW bersikap layaknya orang yang tidak takut miskin. Intinya, sesuaikan sedekah yang Anda keluarkan dengan jumlah harta yang Anda miliki dan seberapa besar harapan kesembuhan yang Anda panjatkan. Yang terpenting adalah keikhlasan dan pengorbanan. 6. Sedekah Laksana Doa, Jangan Berharap Langsung Terkabul Syarat keenam adalah soal keyakinan dan kesabaran. Anda harus benar-benar yakin akan sembuh dengan terapi sedekah. Jangan sampai terbetik dalam benak bahwa terapi ini hanya coba-coba. Sedekah itu laksana doa. Kita dilarang berkata, “Aku sudah berdoa tapi tidak dikabulkan.” Jika kesembuhan tidak datang seketika, jangan berburuk sangka kepada Allah. Cobalah untuk introspeksi diri. Mungkin sedekah yang kita keluarkan tidak berasal dari harta yang halal, mungkin niat kita belum ikhlas, atau mungkin kita memberikan kepada orang yang salah. Berbaik sangkalah kepada Allah, iringi dengan istighfar dan permohonan ampun, lalu bersedekahlah kembali. 7. Bersyukur kepada Allah Ketika Sudah Sembuh Ini adalah kewajiban setiap mukmin dalam setiap keadaan, bukan hanya ketika tujuannya tercapai. Mengapa? Karena syukur dapat membuat nikmat bertambah. Allah SWT berfirman, “Dan tatkala Tuhanmu memaklumkan, ‘Sungguh, jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sungguh, azab-Ku sangat pedih.’” (QS. Ibrahim : 7). Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh luar biasa orang yang beriman. Ketika mendapat kemudahan lalu ia bersyukur, maka hal itu baik baginya. Tapi ketika mengalami kesulitan ia bersabar, hal itu juga baik baginya.” (HR. Muslim). Sadari bahwa sedekah atau nafkah yang Anda keluarkan di jalan-Nya, sejatinya adalah milik Allah yang dititipkan kepada Anda. Penutup: Salurkan Sedekah Penyembuh Melalui BAZNAS Kota Cirebon Sahabat, sakit adalah cara Allah menggugurkan dosa dan mengingatkan kita untuk kembali kepada-Nya. Mari jadikan sedekah sebagai ikhtiar terbaik menjemput kesembuhan. BAZNAS Kota Cirebon sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, siap menyalurkan sedekah terapi Anda kepada mereka yang berhak, fakir miskin, fisabilillah, dan para pejuang kesembuhan lainnya. InsyaAllah setiap rupiah yang Anda titipkan akan menjadi obat, penolak bala, dan pemberat timbangan amal kebaikan. Salurkan Sedekah Penyembuh Anda sekarang melalui kanal resmi BAZNAS Kota Cirebon di website kotacirebon.baznas.go.id/sedekah Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan yang sempurna, tidak meninggalkan penyakit setelahnya. Wallahu a'lam.
21/09/2026 | Admin | Akate

BAZNAS TV