Artikel Terbaru
Cara Infak Online di BAZNAS Kota Cirebon, Mudah dan Aman Melalui Website Resmi
Sahabat, Infak merupakan salah satu bentuk amal kebaikan yang dianjurkan dalam Islam. Infak dapat dilakukan kapan saja sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.
Kini masyarakat dapat menunaikan infak secara online melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Cirebon.
Berikut cara membayar infak online:
1. Kunjungi website
https://kotacirebon.baznas.go.id/
2. Klik menu Sedekah.
3. Pilih jenis dana Infak/Sedekah.
4. Pilih program infak yang tersedia.
5. Masukkan nominal infak.
6. Isi identitas donatur.
7. Klik Pilih Pembayaran.
8. Pilih metode pembayaran.
9. Pembayaran selesai.
Setelah transaksi berhasil, Bukti Setor Zakat (BSZ) akan dikirim otomatis melalui email.
Infak yang dihimpun oleh BAZNAS Kota Cirebon akan disalurkan untuk berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
FAQ Cara Infak Online di BAZNAS Kota Cirebon, Mudah dan Aman Melalui Website Resmi
1. Apa itu infak?
Infak adalah harta yang dikeluarkan secara sukarela di jalan Allah untuk membantu sesama.
2. Apakah infak bisa dilakukan secara online?
Ya, infak dapat dilakukan secara online melalui website Kantor Digital BAZNAS Kota Cirebon.
3. Apakah infak di BAZNAS aman?
Infak yang dihimpun oleh BAZNAS Kota Cirebon dikelola secara amanah dan disalurkan kepada yang membutuhkan.
ARTIKEL11/03/2026 | Admin | Akate
Cara Bersedekah Online Melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Cirebon
Sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam karena dapat membuka pintu rezeki dan membawa keberkahan dalam kehidupan.
Kini masyarakat dapat bersedekah dengan mudah melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Cirebon secara online.
Berikut langkah-langkah bersedekah online:
1. Kunjungi website
https://kotacirebon.baznas.go.id/
2. Klik menu Sedekah.
3. Pilih jenis dana Infak/Sedekah.
4. Pilih program sedekah yang tersedia.
5. Masukkan nominal sedekah.
6. Isi identitas donatur.
7. Klik Pilih Pembayaran.
8. Pilih metode pembayaran yang tersedia.
9. Pembayaran selesai.
Setelah pembayaran berhasil, Bukti Setor Zakat (BSZ) akan dikirim otomatis melalui email.
Dengan bersedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon, masyarakat turut berkontribusi membantu berbagai program sosial dan pemberdayaan umat yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
FAQ Cara Sedekah Online di BAZNAS Kota Cirebon, Praktis dan Berkah
1. Apa itu sedekah?
Sedekah adalah pemberian yang dilakukan secara sukarela untuk membantu sesama dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.
2. Apakah sedekah bisa dilakukan secara online?
Ya, sedekah kini dapat dilakukan secara online melalui website BAZNAS Kota Cirebon.
3. Apakah setelah sedekah akan mendapatkan bukti pembayaran?
Ya, donatur akan mendapatkan Bukti Setor Zakat (BSZ) yang dikirim melalui email.
ARTIKEL11/03/2026 | Admin | Akate
Sedekah Sembunyi atau Terang-terangan, Mana yang Lebih Utama? Ini Penjelasan Islam Lengkapnya
kotacirebon.baznas.go.id -- Sahabat, Sedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain zakat yang bersifat wajib, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak infak dan sedekah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama serta upaya membersihkan harta.
Namun, di tengah masyarakat sering muncul pertanyaan: lebih utama mana, sedekah secara sembunyi-sembunyi atau secara terang-terangan? Pertanyaan ini penting dipahami agar umat Islam dapat menjalankan ibadah sedekah dengan niat yang benar dan memperoleh pahala yang maksimal.
Berikut penjelasan mengenai keutamaan sedekah menurut ajaran Islam.
Keutamaan Sedekah dalam Islam
Sedekah memiliki banyak keutamaan dalam kehidupan seorang Muslim. Selain membantu orang yang membutuhkan, sedekah juga menjadi salah satu amalan yang dapat membuka pintu rezeki dan menghapus dosa.
Dalam ajaran Islam, sedekah juga menjadi pelengkap dari ibadah zakat dan infak. Jika zakat memiliki ketentuan tertentu, maka sedekah bisa dilakukan kapan saja, dalam jumlah berapa saja, bahkan dengan cara yang sederhana sekalipun.
Karena itu, BAZNAS Kota Cirebon mengajak masyarakat untuk tidak hanya menunaikan zakat, tetapi juga membiasakan diri bersedekah dan berinfak secara rutin.
Sedekah Secara Sembunyi Lebih Utama
Para ulama menjelaskan bahwa sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi memiliki keutamaan yang sangat besar. Bahkan disebutkan bahwa sedekah yang dilakukan secara tersembunyi dapat dilipatgandakan pahalanya hingga 70 kali dibandingkan sedekah yang dilakukan secara terbuka.
Ada beberapa alasan mengapa sedekah secara sembunyi lebih dianjurkan, di antaranya:
1. Menjaga keikhlasan karena hanya Allah SWT yang mengetahui amal tersebut.
2. Menghindarkan dari riya atau keinginan dipuji oleh orang lain.
3. Menjaga perasaan penerima sedekah agar tidak merasa malu atau direndahkan.
Dengan sedekah secara diam-diam, seorang Muslim benar-benar beramal hanya untuk mencari ridha Allah SWT.
Sedekah Terang-terangan Bisa Menjadi Lebih Baik
Meski sedekah secara sembunyi lebih utama, namun dalam kondisi tertentu sedekah secara terang-terangan justru bisa menjadi lebih baik.
Misalnya ketika seseorang bersedekah secara terbuka dengan tujuan memberikan contoh yang baik kepada orang lain. Tindakan ini bisa mendorong masyarakat untuk ikut bersedekah dan memperbanyak amal kebaikan.
Dalam konteks sosial, sedekah terbuka juga sering dilakukan dalam program-program kemanusiaan seperti:
Program zakat dan sedekah Ramadan
Penggalangan dana kemanusiaan
Program bantuan untuk fakir miskin dan dhuafa
Program pemberdayaan ekonomi umat
Ketika sedekah dilakukan secara terbuka dengan niat mengajak orang lain berbuat baik, maka pahala kebaikan tersebut dapat menjadi lebih luas.
Pentingnya Niat Ikhlas dalam Bersedekah
Baik sedekah secara sembunyi maupun terang-terangan, yang paling utama adalah keikhlasan niat karena Allah SWT.
Jika sedekah dilakukan secara diam-diam dengan ikhlas, maka pahalanya sangat besar. Namun jika sedekah dilakukan secara terbuka dengan tujuan mengajak orang lain kepada kebaikan, hal itu juga menjadi amal yang sangat mulia.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial dan ibadah kepada Allah SWT.
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Melalui BAZNAS Kota Cirebon
Agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran dan memberi manfaat yang lebih luas, masyarakat dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon.
Melalui pengelolaan yang amanah dan profesional, dana yang dihimpun akan disalurkan kepada para mustahik yang membutuhkan, seperti fakir miskin, anak yatim, program pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
Dengan menunaikan zakat dan sedekah melalui BAZNAS, masyarakat tidak hanya membantu sesama tetapi juga ikut memperkuat gerakan kesejahteraan umat.
Kesimpulan
Pada dasarnya, sedekah secara sembunyi lebih utama karena lebih menjaga keikhlasan dan terhindar dari riya. Namun dalam kondisi tertentu, sedekah secara terang-terangan juga dapat menjadi lebih baik, terutama jika bertujuan mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan.
Yang terpenting adalah menjaga niat agar selalu ikhlas karena Allah SWT. Dengan memperbanyak zakat, infak, dan sedekah, insyaAllah kehidupan akan menjadi lebih berkah dan penuh kebermanfaatan bagi sesama.
Wallahu a’lam.
FAQ Seputar Sedekah
1. Apakah sedekah lebih baik dilakukan secara diam-diam?
Ya, sedekah secara sembunyi-sembunyi lebih utama karena dapat menjaga keikhlasan dan menghindari riya.
2. Apakah boleh sedekah secara terang-terangan?
Boleh. Bahkan dalam kondisi tertentu lebih baik jika tujuannya untuk memberi contoh dan mengajak orang lain bersedekah.
3. Apa perbedaan zakat, infak, dan sedekah?
Zakat adalah kewajiban bagi Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu. Infak dan sedekah bersifat sunnah dan dapat dilakukan kapan saja.
4. Di mana menyalurkan zakat dan sedekah yang amanah?
Masyarakat dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon agar dikelola secara profesional dan tepat sasaran.
ARTIKEL10/03/2026 | Admin | Akate
Imsak Hari Ini untuk Wilayah Cirebon dan Sekitarnya 22 Ramadhan 1447 H
Imsak Hari Ini untuk Wilayah Cirebon dan Sekitarnya
Alhamdulillah, bulan suci Ramadhan 1447 H akhirnya tiba. Umat Islam di Kota Cirebon dan sekitarnya menyambutnya dengan penuh suka cita. Salah satu informasi penting yang paling dicari setiap hari adalah Imsak Hari Ini untuk Wilayah Cirebon dan Sekitarnya, agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan tepat waktu.
Berikut adalah jadwal waktu ibadah untuk Kamis, 12 Maret 2026 M / 22 Ramadhan 1447 H :
Imsak: 04.26 WIB
Subuh: 04.36 WIB
Dzuhur: 11.59 WIB
Ashar: 15.05 WIB
Maghrib: 18.04 WIB
Isya: 19.12 WIB
Pastikan untuk mengakhiri sahur sebelum waktu imsak dan menunaikan sholat tepat waktu agar keberkahan Ramadhan semakin terasa.
Mengapa Waktu Imsak Penting?
Imsak bukanlah waktu dimulainya puasa, melainkan waktu kehati-hatian sekitar 10 menit sebelum adzan Subuh. Dengan mengetahui jadwal imsak hari ini untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya, kita dapat menjaga kesempurnaan ibadah puasa.
Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya sahur karena di dalamnya terdapat keberkahan. Maka, jangan sampai terlewat hanya karena tidak mengetahui jadwal yang tepat.
Ramadhan: Momentum Zakat, Infak, dan Sedekah
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ini adalah momentum terbaik untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.
Di Kota Cirebon, pengelolaan zakat secara resmi dilakukan oleh BAZNAS Kota Cirebon. Melalui lembaga ini, zakat dan infak yang ditunaikan akan disalurkan secara tepat sasaran kepada mustahik yang berhak menerima.
Keutamaan zakat di bulan Ramadhan berlipat ganda. Begitu pula dengan infak dan sedekah yang menjadi jalan pembuka rezeki dan penghapus dosa.
Menyempurnakan Awal Ramadhan dengan Kepedulian
Memasuki hari pertama Ramadhan, mari jadikan momentum ini sebagai awal perubahan. Selain memastikan waktu imsak hari ini untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya, jangan lupa memastikan kewajiban zakat telah tertunaikan.
Banyak masyarakat yang masih membutuhkan bantuan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadhan. Melalui zakat dan sedekah yang dikelola BAZNAS Kota Cirebon, bantuan dapat menjangkau dhuafa, lansia, anak yatim, hingga pelaku usaha kecil.
Tips Menjalani Hari Pertama Puasa
1.Perbanyak doa dan niatkan ibadah karena Allah SWT.2.Atur waktu sahur sesuai jadwal imsak.3.Hindari aktivitas yang menguras energi berlebihan.4.Sisihkan sebagian rezeki untuk infak dan sedekah.
FAQ Seputar Imsak Hari Ini untuk Wilayah Cirebon dan Sekitarnya
Apakah imsak berarti mulai puasa?
Tidak. Puasa dimulai saat adzan Subuh, sedangkan imsak adalah waktu kehati-hatian.
Di mana bisa membayar zakat di Cirebon?
Melalui BAZNAS Kota Cirebon, baik secara langsung maupun layanan digital.
Penutup
Mengetahui imsak hari ini untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya membantu kita menjaga kualitas ibadah. Mari awali Ramadhan 1447 H dengan niat yang tulus, sholat tepat waktu, serta memperbanyak zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon.
Semoga Ramadhan ini membawa keberkahan untuk seluruh masyarakat Cirebon.
Yuk, terus berzakat dan bantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan! Segera tunaikan zakat Anda melalui kantor digital BAZNAS Kota Cirebon:
atau dengan cara transfer ke rekening:BSI 1034035292a.n BAZNAS Kota Cirebon??????Konfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi :WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected]
ARTIKEL09/03/2026 | Admin | Akate
Kultum Singkat Ramadhan: Nuzulul Qur’an dan Pentingnya Memperbaiki Akhlak
Sahabat, Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan. Di dalamnya terdapat satu malam istimewa yang sangat dimuliakan oleh umat Islam, yaitu malam Nuzulul Qur’an, malam ketika Al-Qur’an mulai diturunkan kepada Muhammad sebagai petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.
Malam Nuzulul Qur’an bukan sekadar peristiwa sejarah dalam perjalanan dakwah Islam. Lebih dari itu, malam ini menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an serta menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Alhamdulillah, hingga pertengahan bulan Ramadhan ini kita masih diberi kesehatan dan kesempatan oleh Allah SWT untuk menjalankan berbagai ibadah, mulai dari puasa, shalat berjamaah, hingga shalat tarawih. Semoga amal ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, suri teladan terbaik bagi umat manusia. Melalui ajaran dan contoh yang beliau berikan, kita dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan. Semoga kelak kita termasuk umat beliau yang berhak mendapatkan syafaatnya di hari kiamat. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Ramadhan dan Turunnya Al-Qur’an
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan tentang petunjuk itu sendiri, sekaligus pembeda antara yang benar dan yang salah.
Ayat ini menunjukkan bahwa Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan bulan lainnya. Selain menjadi waktu diwajibkannya ibadah puasa, Ramadhan juga merupakan bulan diturunkannya kitab suci Al-Qur’an yang menjadi pedoman hidup umat Islam.
Menurut penjelasan ulama tafsir seperti Al-Baidhawi dalam kitab Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta’wil, ayat tersebut menegaskan bahwa Al-Qur’an berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia dalam menemukan kebenaran serta menjadi pembeda antara yang hak dan yang batil melalui hukum dan hikmah yang terkandung di dalamnya.
Proses Turunnya Al-Qur’an
Para ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan melalui dua tahap. Menurut keterangan Jalaluddin as-Suyuti dalam kitab Al-Itqan fi Ulumil Qur’an, Al-Qur’an terlebih dahulu diturunkan secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar.
Setelah itu, wahyu Al-Qur’an diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama masa kenabian beliau, sekitar dua puluh hingga dua puluh tiga tahun, sesuai dengan peristiwa dan kebutuhan umat pada waktu itu.
Para ulama juga berbeda pendapat mengenai tanggal pasti turunnya Al-Qur’an. Sebagian berpendapat pada tanggal 17 Ramadhan, sementara pendapat lain menyebutkan tanggal 24 Ramadhan. Namun yang terpenting bukanlah tanggalnya, melainkan hikmah dan pelajaran dari peristiwa turunnya Al-Qur’an tersebut.
Meneladani Akhlak Rasulullah
Salah satu hikmah besar dari peringatan Nuzulul Qur’an adalah meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Aisyah binti Abu Bakar, ketika beliau ditanya tentang akhlak Rasulullah, beliau menjawab:
"Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an." (HR. Muslim)
Artinya, segala perilaku Rasulullah mencerminkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an. Beliau menjadi contoh nyata bagaimana ajaran Al-Qur’an diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, memperingati malam Nuzulul Qur’an tidak cukup hanya dengan membaca Al-Qur’an, tetapi juga dengan berusaha mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, terutama dalam memperbaiki akhlak dan perilaku kita.
Momentum Memperbaiki Diri
Bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melakukan introspeksi diri. Malam Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an hadir untuk membimbing manusia menuju kehidupan yang lebih baik.
Mari kita jadikan momentum ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dengan memperbanyak membaca, memahami, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, Ramadhan tidak hanya menjadi bulan ibadah ritual, tetapi juga menjadi waktu untuk memperbaiki akhlak dan meningkatkan kualitas keimanan.
Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk mencintai Al-Qur’an, mengamalkan ajarannya, serta menjadi pribadi yang lebih baik di sisi Allah SWT.
Wallahu a’lam bish-shawab.
ARTIKEL06/03/2026 | Admin | Akate
Kultum : Hikmah Nuzulul Quran di Bulan Ramadhan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, serta nikmat kesehatan sehingga pada malam hari ini kita masih diberi kesempatan menjalankan ibadah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita semua sebagai umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin jamaah tarawih yang dimuliakan Allah.
Pada bulan Ramadhan ini terdapat sebuah peristiwa besar dalam sejarah Islam, yaitu Nuzulul Quran, peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah: 185
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.”
Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa Ramadhan menjadi bulan yang sangat mulia karena di bulan inilah Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi seluruh manusia.
Hadirin yang dirahmati Allah.
Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan Al-Qur’an, manusia dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Dengan Al-Qur’an pula manusia mendapatkan petunjuk menuju kehidupan yang selamat di dunia dan akhirat.
Namun ada satu hal menarik dari proses turunnya Al-Qur’an.
Berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya seperti Taurat, Zabur, dan Injil yang diturunkan sekaligus, Al-Qur’an justru diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun.
Mengapa demikian?
Karena Allah SWT mengetahui bahwa manusia membutuhkan proses dalam memahami ajaran agama. Jika semua aturan Islam diturunkan sekaligus, tentu umat manusia akan merasa berat untuk menjalankannya.
Karena itu Allah menurunkannya sedikit demi sedikit, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan umat saat itu.
Dari sini kita bisa mengambil pelajaran besar.
Bahwa dalam mempelajari agama, kita tidak harus langsung memahami semuanya sekaligus. Islam mengajarkan kita untuk belajar sedikit demi sedikit tetapi terus istiqamah.
Begitu juga dalam berdakwah kepada orang lain. Mengajak kepada kebaikan harus dengan cara yang lembut, bertahap, dan penuh hikmah, sebagaimana cara Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.
Hadirin yang dimuliakan Allah.
Peristiwa Nuzulul Quran juga menjadi pengingat bagi kita semua agar semakin dekat dengan Al-Qur’an, terutama di bulan Ramadhan ini.
Ramadhan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga. Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an.
Karena itu para ulama terdahulu ketika masuk bulan Ramadhan mereka memperbanyak membaca Al-Qur’an. Bahkan ada yang mampu mengkhatamkan Al-Qur’an berkali-kali selama bulan Ramadhan.
Pertanyaannya bagi kita:
Sudahkah Ramadhan kita diisi dengan membaca Al-Qur’an?
Sudahkah kita meluangkan waktu setiap hari untuk membuka dan membaca kitab suci kita?
Jangan sampai Ramadhan berlalu, tetapi Al-Qur’an justru jarang kita baca.
Hadirin yang dirahmati Allah.
Selain memperbanyak membaca Al-Qur’an, bulan Ramadhan juga merupakan bulan terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan. Di antaranya adalah zakat, infak, dan sedekah.
Rasulullah SAW sendiri dikenal sebagai orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin meningkat ketika bulan Ramadhan tiba.
Karena itu Ramadhan menjadi momentum terbaik bagi kita untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita tidak hanya membersihkan harta kita, tetapi juga membantu meringankan beban kehidupan orang lain.
Hadirin yang dimuliakan Allah.
Semoga dengan peringatan Nuzulul Quran ini kita semakin mencintai Al-Qur’an, semakin rajin membacanya, memahami isinya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga Ramadhan tahun ini juga menjadi momentum bagi kita untuk memperbanyak amal kebaikan, memperkuat kepedulian sosial, serta meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.
Wallahu a’lam bishawab.
Akhirnya, mari kita tutup kultum singkat ini dengan doa.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
ARTIKEL05/03/2026 | Admin | Akate
Kultum Ramadhan Singkat Malam Nuzulul Qur’an, Momentum Memperbaiki Akhlak
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, serta nikmat kesehatan sehingga pada malam hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul di rumah Allah, melaksanakan shalat berjamaah dan tarawih di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, serta kita semua sebagai umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin jamaah yang dimuliakan Allah.
Di bulan Ramadhan ini terdapat sebuah peristiwa besar yang sangat bersejarah dalam perjalanan umat Islam, yaitu peristiwa Nuzulul Qur’an, malam ketika Al-Qur’an mulai diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat manusia.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah: 185
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.”
Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa Ramadhan bukan hanya bulan puasa, tetapi juga bulan Al-Qur’an. Di bulan inilah Allah menurunkan kitab suci sebagai petunjuk kehidupan manusia.
Para ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an memiliki dua fungsi besar. Pertama, sebagai petunjuk bagi manusia agar dapat menjalani kehidupan yang benar. Kedua, sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil, antara yang benar dan yang salah.
Hadirin yang dirahmati Allah.
Para ulama juga menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan melalui dua tahap. Menurut Imam As-Suyuthi dalam kitab Al-Itqan fi Ulumil Qur’an, Al-Qur’an pertama kali diturunkan secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar.
Kemudian setelah itu, Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan umat pada masa itu.
Hikmah dari turunnya Al-Qur’an secara bertahap ini adalah agar manusia dapat memahami dan mengamalkan ajaran Islam sedikit demi sedikit.
Hadirin yang dimuliakan Allah.
Peristiwa Nuzulul Qur’an ini seharusnya menjadi momentum bagi kita untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, tidak hanya dengan membacanya, tetapi juga dengan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Karena sesungguhnya akhlak Rasulullah SAW adalah cerminan dari Al-Qur’an itu sendiri.
Dalam sebuah hadis, ketika Sa’d bin Hisyam bertanya kepada Aisyah RA tentang akhlak Rasulullah SAW, beliau menjawab:
“Kana khuluquhu Al-Qur’an.”
Artinya:
“Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an.” (HR. Muslim)
Ini menunjukkan bahwa seluruh perilaku Rasulullah SAW mencerminkan ajaran yang terdapat di dalam Al-Qur’an.
Hadirin yang dirahmati Allah.
Karena itu, memperingati malam Nuzulul Qur’an tidak cukup hanya dengan mengetahui sejarahnya saja. Lebih dari itu, kita harus menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki akhlak kita.
Jika selama ini kita masih mudah marah, mari kita belajar sabar.
Jika selama ini kita masih sering berkata tidak baik, mari kita perbaiki lisan kita.
Jika selama ini kita masih kurang peduli terhadap sesama, mari kita tingkatkan kepedulian melalui amal kebaikan seperti zakat, infak, dan sedekah.
Dengan begitu, Al-Qur’an tidak hanya kita baca, tetapi benar-benar hidup dalam perilaku kita sehari-hari.
Hadirin yang dimuliakan Allah.
Semoga melalui momentum Nuzulul Qur’an di bulan Ramadhan ini, kita semua semakin mencintai Al-Qur’an, rajin membacanya, memahami maknanya, serta mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan kita.
Semoga Allah SWT menjadikan kita semua sebagai ahlul Qur’an, yaitu orang-orang yang dekat dengan Al-Qur’an dan mendapatkan kemuliaan di sisi-Nya.
Wallahu a’lam bishawab.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
ARTIKEL05/03/2026 | Admin | Akate
4 Teladan Hamba Allah yang Membungkam Alasan Malas Beribadah
Sahabat, Beribadah kepada Allah SWT adalah kewajiban setiap Muslim tanpa terkecuali. Shalat, puasa, zakat, infak, sedekah, dan berbagai amal kebaikan lainnya bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk ketaatan dan bukti cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.
Namun dalam realitas kehidupan, tidak sedikit orang yang menunda bahkan meninggalkan ibadah dengan berbagai alasan. Ada yang merasa terlalu sibuk mengejar dunia, ada yang mengeluh lelah, ada pula yang beralasan sakit atau kekurangan harta. Jika direnungkan lebih dalam, akar dari semua itu sering kali adalah rasa malas yang dibiarkan tumbuh tanpa dilawan.
Dalam kitab Nashai’ihul ‘Ibad, ulama besar Nusantara, Syekh Nawawi al-Bantani menjelaskan bahwa di akhirat kelak Allah SWT akan menghadirkan beberapa hamba pilihan sebagai hujjah (argumen) untuk membungkam orang-orang yang malas beribadah. Empat sosok ini menjadi bukti bahwa tidak ada alasan untuk meninggalkan ketaatan.
1. Nabi Sulaiman: Kekayaan Tak Menghalangi Ibadah
Sebagian orang berdalih, “Saya terlalu sibuk mengurus bisnis dan harta.”
Padahal jika berbicara tentang kekayaan dan kekuasaan, siapa yang melebihi Nabi Sulaiman ‘alaihissalam? Beliau adalah seorang raja agung yang diberi kekuasaan luar biasa, bahkan mampu menundukkan angin dan bangsa jin atas izin Allah.
Meski demikian, kekayaan dan jabatan tidak membuat beliau lalai dari ibadah. Justru kedudukannya semakin mendekatkannya kepada Allah. Ini menjadi pelajaran penting bagi kita bahwa kesibukan dunia bukan alasan untuk meninggalkan shalat, menunda zakat, atau enggan berbagi melalui infak dan sedekah.
Harta sejatinya adalah amanah. Melalui zakat dan sedekah yang ditunaikan—termasuk melalui BAZNAS Kota Cirebon—harta justru menjadi jalan keberkahan, bukan penghalang ketaatan.
2. Nabi Yusuf: Sibuk Bekerja, Tetap Taat kepada Allah
Ada pula yang beralasan, “Saya ini hanya pegawai, pekerjaan saya padat dari pagi sampai malam.”
Nabi Yusuf ‘alaihissalam pernah berada pada posisi sebagai budak di istana Mesir. Aktivitasnya penuh dengan tanggung jawab dan tekanan. Namun kesibukan tersebut tidak membuat beliau lalai dalam mengingat Allah.
Artinya, profesi dan rutinitas kerja bukanlah penghalang untuk tetap menjaga ibadah. Di sela kesibukan, seorang hamba tetap bisa menunaikan shalat tepat waktu, menyisihkan sebagian penghasilan untuk zakat, serta memperbanyak infak dan sedekah.
Justru di tengah kesibukan itulah keikhlasan dan komitmen seorang hamba diuji.
3. Nabi Ayyub: Ujian Sakit Tak Memutus Ketaatan
Sebagian orang merasa berat beribadah karena kondisi fisik yang lemah atau sakit. Padahal Allah telah memberikan berbagai keringanan (rukhsah) dalam syariat bagi orang yang sakit.
Nabi Ayyub ‘alaihissalam diuji dengan penyakit berat bertahun-tahun lamanya. Tidak hanya kehilangan kesehatan, beliau juga kehilangan harta dan sebagian keluarganya. Namun ujian itu tidak menjadikan beliau berpaling dari Allah.
Kesabaran dan keteguhan hati Nabi Ayyub menjadi bukti bahwa sakit bukan alasan untuk meninggalkan ibadah. Bahkan dalam kondisi terbatas, seorang hamba tetap dapat berzikir, berdoa, dan menjaga hubungan dengan Allah sesuai kemampuannya.
4. Nabi Isa: Hidup Sederhana, Tetap Penuh Ketaatan
Ada pula yang berkata, “Saya miskin, hidup saya serba kekurangan. Bagaimana bisa fokus beribadah?”
Nabi Isa ‘alaihissalam hidup dalam kesederhanaan yang luar biasa. Beliau tidak memiliki rumah tetap, harta melimpah, atau kehidupan duniawi yang mapan. Namun keterbatasan tersebut tidak membuatnya jauh dari Allah.
Kesempitan hidup bukan penghalang untuk beribadah. Justru dalam kondisi sulit, doa dan kedekatan kepada Allah menjadi sumber kekuatan utama.
Tak Ada Alasan untuk Meninggalkan Ibadah
Empat sosok mulia ini menjadi cermin bagi kita semua. Kaya bukan alasan. Sibuk bukan alasan. Sakit bukan alasan. Miskin pun bukan alasan.
Semua dalih akan gugur di hadapan Allah SWT. Yang tersisa hanyalah kejujuran niat dan kesungguhan hati.
Sebagai Muslim, mari kita perkuat komitmen ibadah, termasuk dalam menunaikan zakat, memperbanyak infak, dan menghidupkan semangat sedekah. Melalui BAZNAS Kota Cirebon, amanah zakat dan sedekah dapat disalurkan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran kepada para mustahik yang membutuhkan.
Jangan tunggu lapang untuk taat. Jangan tunggu kaya untuk berbagi. Karena sejatinya, yang Allah nilai bukanlah seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa tulus kita beribadah dan memberi. Wallahu a’lam bish-shawab.
ARTIKEL26/02/2026 | Admin | Akate
Ketika Rezeki Datang Tanpa Dikejar: Pelajaran tentang Tawakal dan Ketakwaan
Sahabat, Ada sebuah ungkapan yang sering kita dengar: semakin dikejar terasa menjauh, ketika tenang justru mendekat. Ungkapan ini seakan menggambarkan hubungan manusia dengan rezekinya.
Tidak sedikit orang yang bekerja siang dan malam, memeras tenaga dan pikiran demi meraih penghidupan yang layak. Namun semakin gelisah ia mengejar, justru semakin terasa berat langkahnya. Sebaliknya, ketika usaha dilakukan dengan wajar dan hati disertai tawakal kepada Allah SWT, rezeki terasa datang dengan cara yang tidak disangka-sangka.
Kisah tentang hal ini diceritakan oleh Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Syarawi dalam kitab Qashashus Shahabati was Shalihin. Beliau mengisahkan pengalaman seorang sahabat bernama Urwah bin Udzainah.
Ujian Kesempitan Hidup
Saat menetap di Madinah, Urwah bin Udzainah mengalami kesulitan ekonomi. Sahabat-sahabatnya menyarankan agar ia menemui khalifah saat itu, Hisyam bin Abdul Malik, yang dikenal memiliki hubungan baik dengannya.
Mereka berkata, “Engkau memiliki kedekatan dengan Amirul Mukminin. Pergilah menemuinya, semoga engkau mendapatkan kebaikan.”
Dengan harapan dan ikhtiar, Urwah pun melakukan perjalanan menuju Syam. Ia diterima dengan baik oleh sang khalifah. Ketika ditanya tentang keadaannya, ia jujur mengakui sedang berada dalam kesempitan.
Namun, alih-alih langsung memberikan bantuan, sang khalifah justru mengingatkan Urwah pada bait syair yang pernah ia ucapkan:
"Sungguh aku mengetahui, dan boros bukanlah tabiatku, bahwa rezekiku pasti akan datang menghampiriku."
Ucapan itu membuat Urwah tersentak. Ia menyadari bahwa dirinya seakan lupa pada keyakinan yang pernah ia ungkapkan sendiri. Ia pun berpamitan pulang seraya berkata, “Semoga Allah membalas kebaikanmu. Engkau telah mengingatkanku saat aku lupa.”
Rezeki yang Datang Tanpa Disangka
Setelah kepergian sahabatnya, Hisyam bin Abdul Malik merenungi kembali pertemuan tersebut. Ia merasa sikapnya kurang tepat. Hatinya tergerak untuk mengirimkan hadiah dan bantuan sebagai bentuk penyesalan dan penghormatan atas persahabatan mereka.
Utusan khalifah pun berangkat menyusul Urwah. Perjalanan itu tidak mudah, karena Urwah terus berpindah tempat. Hingga akhirnya, utusan tersebut berhasil menemukannya di rumah dan menyerahkan hadiah dari sang khalifah.
Mendengar kabar itu, Urwah menyempurnakan syairnya:
"Aku berusaha mengejarnya, maka justru ia menyusahkanku. Namun ketika aku duduk tenang, ia datang kepadaku tanpa memberatkanku."
Sebuah pelajaran mendalam tentang rezeki dan tawakal.
Rezeki dan Ketakwaan
Kisah ini bukan mengajarkan kita untuk bermalas-malasan atau meninggalkan usaha. Islam memerintahkan ikhtiar. Namun usaha lahir harus disertai ikhtiar batin: ketakwaan dan tawakal.
Allah SWT berfirman dalam Surah At-Thalaq ayat 2–3 bahwa siapa yang bertakwa kepada-Nya, niscaya Allah akan membukakan jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkannya.
Artinya, rezeki bukan semata hasil kecerdikan atau kekuatan manusia, tetapi karunia Allah yang diberikan sesuai dengan hikmah-Nya.
Harta Adalah Amanah, Bukan Tujuan
Dalam konteks kehidupan saat ini, kita sering kali terlalu cemas terhadap urusan dunia hingga melupakan keseimbangan ibadah. Padahal, ketika rezeki datang, di dalamnya terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan melalui zakat, infak, dan sedekah.
Rezeki yang berkah bukan hanya yang banyak, tetapi yang membawa ketenangan dan kebermanfaatan. Melalui zakat dan sedekah yang ditunaikan secara amanah—termasuk melalui BAZNAS Kota Cirebon—harta menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus membantu sesama.
Jangan sampai kekhawatiran terhadap rezeki membuat kita lalai dari kewajiban. Karena sering kali, justru ketika hati sudah tidak bergantung kepada manusia dan sepenuhnya berserah kepada Allah, pertolongan itu datang dengan cara yang tak terduga.
Semoga kita termasuk hamba yang giat berikhtiar, kuat bertawakal, serta istiqamah dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
Wallahu a’lam bish-shawab.
ARTIKEL26/02/2026 | Admin | Akate
Hukum Membayar Fidyah dengan Uang dan Cara Menunaikannya dengan Tepat
Sudah memiliki kewajiban fidyah Ramadan? Tunaikan fidyah Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon agar disalurkan dalam bentuk makanan kepada fakir miskin secara tepat sasaran dan sesuai syariat.
Islam merupakan agama yang mudah dipahami dan diamalkan, namun tidak boleh dipandang remeh. Setiap aturan dalam Islam disusun dengan penuh hikmah, tetap tegas dalam ketentuan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi umatnya. Salah satu contohnya adalah kewajiban puasa Ramadan.
Puasa diwajibkan bagi setiap muslim dewasa yang telah memenuhi syarat (mukallaf). Namun, bagi mereka yang berhalangan seperti haid, safar, atau sakit sementara, Islam memberikan keringanan untuk mengganti (qadha) di hari lain. Sementara bagi orang yang telah lanjut usia atau menderita sakit permanen yang tidak ada harapan sembuh, kewajiban puasa diganti dengan membayar fidyah.
Ketentuan ini didasarkan pada firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 184:
“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.”
Ketentuan Fidyah dalam Pandangan Ulama
Para ulama menjelaskan bahwa fidyah adalah ith’am, yakni memberi makan kepada fakir miskin. Dalam kitab Tuhfatul Muhtaj, Ibnu Hajar Al-Haitami menegaskan bahwa fidyah hanya sah jika diberikan kepada fakir miskin. Jika diberikan kepada selain mereka, seperti amil zakat atau mualaf, maka tidak sah dan wajib dibayarkan kembali.
Ukuran fidyah yang harus ditunaikan adalah satu mud bahan makanan pokok (sekitar 6–7 ons atau kurang lebih tiga perempat liter beras), sebagaimana dijelaskan dalam kitab Nailul Marom Min Ahkamis Shiyam ‘Ala Thoriqoti Sualin wa Jawabin, yaitu satu takaran penuh dua telapak tangan orang dewasa.
Artinya, secara asal, fidyah bukanlah uang, melainkan makanan yang diberikan langsung kepada fakir miskin.
Ingin memastikan fidyah Anda tersalurkan sesuai ketentuan satu mud makanan pokok? Percayakan penyalurannya melalui BAZNAS Kota Cirebon.
Bolehkah Fidyah Dibayar dengan Uang?
Dalam praktik modern, uang lebih sering digunakan sebagai alat transaksi sehingga sebagian masyarakat memilih membayar fidyah dalam bentuk uang. Namun, dalam persoalan ini para ulama berbeda pendapat.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa fidyah harus berupa makanan karena Al-Qur’an secara tegas menyebutkan ith’am (memberi makan). Dalam pendapat yang lebih kuat (rajih), membayar fidyah langsung dengan uang tidak dianggap mencukupi, kecuali uang tersebut benar-benar dibelikan makanan untuk fakir miskin sesuai ukuran yang ditetapkan.
Berbeda dengan itu, mazhab Hanafi yang dipelopori oleh Abu Hanifah membolehkan pembayaran fidyah langsung dalam bentuk uang, dengan pertimbangan kemaslahatan dan kemudahan bagi penerima manfaat.
Perbedaan pandangan ini menunjukkan keluasan fiqih Islam. Semua pendapat memiliki landasan dalil dan argumentasi yang kuat.
Sikap Bijak dalam Menyikapi Perbedaan
Perbedaan pendapat di kalangan ulama adalah rahmat. Umat Islam tidak perlu bersikap fanatik atau saling menyalahkan. Sikap yang lebih utama adalah mengikuti pendapat mayoritas ulama dengan menunaikan fidyah dalam bentuk makanan.
Namun, apabila kondisi mengharuskan menggunakan uang, terdapat pendapat yang membolehkannya dalam mazhab Hanafi. Yang terpenting adalah memastikan fidyah benar-benar sampai kepada fakir miskin dan memenuhi ketentuan syariat.
Tunaikan Fidyah Melalui BAZNAS Kota Cirebon
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Cirebon siap membantu masyarakat dalam menunaikan fidyah sesuai tuntunan syariat, yaitu dengan menyalurkannya dalam bentuk makanan kepada fakir miskin.
Dengan menunaikan fidyah melalui BAZNAS Kota Cirebon, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai:
Ketepatan sasaran penerima (fakir miskin)
Kesesuaian ukuran fidyah (satu mud per hari)
Transparansi dan akuntabilitas penyaluran
Segera tunaikan fidyah Ramadan Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon. Mari pastikan kewajiban ibadah terpenuhi dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat fakir miskin di Kota Cirebon.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perhitungan dan tata cara pembayaran fidyah, masyarakat dapat menghubungi layanan resmi BAZNAS Kota Cirebon atau datang langsung ke kantor layanan terdekat.Transfer Fidyah melalui :Bank Muamalat 1310047736a.n BAZNAS Kota CirebonKonfirmasi Fidyah WhatsApp 0851-9500-2005
Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan menjadikannya keberkahan bagi sesama.
ARTIKEL23/02/2026 | Admin | Akate
Jadwal Buka Puasa Hari Ini Kota Cirebon dan Sekitarnya
Maghrib Jam Berapa? Cek Waktu Berbuka Sekarang
Sedang mencari buka puasa hari ini jam berapa?
Atau ingin tahu adzan maghrib hari ini jam berapa di Cirebon?
Berikut update terbaru jadwal buka puasa hari ini untuk wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya.
Jadwal Sholat Hari Ini – Kota Cirebon
Tanggal: 11 Maret 2026 (Update otomatis setiap hari)
Wilayah: Kota Cirebon dan sekitarnya
Imsak: 04.26 WIB
Subuh: 04.36 WIB
Dzuhur: 11.59 WIB
Ashar: 15.04 WIB
Maghrib / Waktu Buka Puasa: 18.04 WIB
Isya: 19.13 WIB
Jam buka puasa hari ini adalah saat adzan maghrib berkumandang.
Jika Anda bertanya:
hari ini buka puasa jam berapa
maghrib hari ini jam berapa
kapan buka puasa hari ini
jam berapa berbuka puasa
Jawabannya: Sesuai waktu maghrib Kota Cirebon di atas.
Kenapa Waktu Maghrib Tiap Kota Berbeda?
Banyak juga yang mencari:
maghrib jakarta
maghrib bandung
maghrib surabaya
maghrib makassar
maghrib medan
Perbedaan terjadi karena letak geografis dan posisi matahari berbeda di setiap daerah.
Karena itu, pastikan Anda melihat jadwal buka puasa hari ini WIB khusus Cirebon, bukan kota lain.
Imsak & Subuh Hari Ini
Selain jam buka puasa, masyarakat juga mencari:
imsak hari ini jam berapa
jam imsak hari ini
subuh hari ini
adzan subuh hari ini
kapan imsak
Imsak adalah pengingat sebelum subuh. Batas sahur sebenarnya adalah masuk waktu subuh, bukan imsak.
Pastikan sahur Anda tidak melewati waktu subuh agar puasa sah.
Doa Berbuka Puasa
Bacaan doa berbuka puasa:
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin.
"Artinya: Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."
Sempurnakan Ramadhan dengan Zakat
Setiap kali adzan maghrib hari ini berkumandang, bukan hanya waktu berbuka.
Itu juga momentum berbagi.
Tunaikan: Zakat, Infak, dan Sedekah Melalui website resmi BAZNAS Kota Cirebon.
Klik tombol “Bayar Zakat” sekarang juga.
Mudah, aman, dan langsung tersalurkan kepada yang berhak.
FAQ – Jadwal Buka Puasa Hari Ini
1. Buka puasa hari ini jam berapa?
Buka puasa hari ini dimulai saat masuk waktu maghrib sesuai jadwal wilayah Anda. Untuk Kota Cirebon, lihat waktu maghrib pada tabel di atas.
2. Adzan maghrib hari ini jam berapa?
Adzan maghrib berkumandang tepat saat matahari terbenam. Waktunya berbeda tiap kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan lainnya.
3. Maghrib jam berapa hari ini WIB?
Maghrib WIB mengikuti perhitungan astronomi sesuai wilayah masing-masing. Pastikan melihat jadwal khusus kota Anda.
4. Imsak hari ini jam berapa?
Imsak adalah waktu pengingat sebelum subuh. Batas sahur sebenarnya adalah adzan subuh.
5. Kapan waktu berbuka puasa?
Waktu berbuka puasa adalah saat adzan maghrib hari ini berkumandang.
6. Jadwal berbuka puasa 2026 apakah sama setiap hari?
Tidak. Jadwal berbuka puasa 2026 berubah setiap hari mengikuti pergerakan matahari.
Pencarian Populer Hari Ini
buka puasa hari ini
jadwal buka puasa hari ini
jam buka puasa hari ini
waktu buka puasa hari ini
adzan maghrib hari ini
maghrib jam berapa hari ini
jadwal maghrib
jadwal adzan maghrib
imsak hari ini
subuh hari ini
jadwal berbuka puasa 2026
jadwal buka puasa hari ini WIB
ARTIKEL21/02/2026 | Admin | Akate
Besaran Zakat Fitrah 2026: 2,8 Kg Beras atau Rp45.000 per Jiwa – Ini Cara Membayarnya Melalui BAZNAS Kota Cirebon
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H / 2026 M, BAZNAS Kota Cirebon secara resmi menetapkan besaran zakat fitrah tahun 2026 di Kota Cirebon sebesar 2,8 kg beras atau Rp45.000 per jiwa jika dibayarkan dalam bentuk uang.
Penetapan ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah sesuai dengan syariat Islam serta kondisi harga bahan pokok yang berlaku di wilayah Kota Cirebon.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang:
Besaran zakat fitrah 2026
Dalil dan ketentuan zakat fitrah
Siapa yang wajib membayar
Waktu pembayaran
Cara bayar zakat fitrah di BAZNAS Kota Cirebon
Pertanyaan umum (FAQ) seputar zakat fitrah
Apa Itu Zakat Fitrah?
Zakat fitrah adalah zakat wajib yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim menjelang Hari Raya Idul Fitri. Zakat ini dikeluarkan sebagai bentuk penyucian jiwa bagi orang yang berpuasa serta sebagai bantuan sosial bagi fakir miskin agar mereka dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ makanan pokok atas setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya.
Di Indonesia, satu sha’ dikonversi menjadi sekitar 2,5–3 kg beras, tergantung standar yang ditetapkan lembaga zakat berdasarkan kajian fiqih dan kondisi lokal.
Besaran Zakat Fitrah 2026 di Kota Cirebon
Berdasarkan hasil kajian dan penyesuaian harga beras di wilayah Kota Cirebon, maka ditetapkan:
2,8 Kg Beras per Jiwa
atau
Rp45.000 per Jiwa (jika dibayarkan dengan uang)
Besaran ini berlaku untuk setiap individu Muslim, termasuk:
Kepala keluarga
Istri
Anak-anak
Anggota keluarga yang menjadi tanggungan
Artinya, jika dalam satu keluarga terdapat 4 orang, maka zakat fitrah yang harus dibayarkan adalah:
4 x 2,8 kg beras = 11,2 kg beras
atau
4 x Rp45.000 = Rp180.000
Penetapan nominal Rp45.000 disesuaikan dengan harga beras konsumsi masyarakat Kota Cirebon saat ini.
Siapa yang Wajib Membayar Zakat Fitrah?
Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh:
Setiap Muslim
Memiliki kelebihan makanan pada malam Idul Fitri
Dibayarkan untuk diri sendiri dan orang yang menjadi tanggungannya
Kewajiban ini tidak melihat usia. Anak-anak dan bayi pun tetap wajib dibayarkan zakat fitrahnya oleh orang tua atau wali.
Kapan Zakat Fitrah Dibayarkan?
Zakat fitrah dapat ditunaikan:
Sejak awal bulan Ramadhan
Paling lambat sebelum pelaksanaan Shalat Idul Fitri
Apabila dibayarkan setelah Shalat Id, maka nilainya berubah menjadi sedekah biasa dan tidak lagi dihitung sebagai zakat fitrah.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menunda pembayaran hingga hari terakhir agar distribusi kepada mustahik dapat dilakukan tepat waktu.
Cara Bayar Zakat Fitrah 2026 Melalui BAZNAS Kota Cirebon
Untuk memudahkan masyarakat, BAZNAS Kota Cirebon menyediakan beberapa pilihan pembayaran zakat fitrah.
1. Datang Langsung ke Kantor BAZNAS Kota Cirebon
Masyarakat dapat menunaikan zakat fitrah secara langsung di kantor:
Jl. Kanggraksan No.57 Harjamukti Kota Cirebon
Petugas amil akan membantu proses pembayaran dan memastikan zakat tercatat serta tersalurkan dengan amanah.
2. Bayar Zakat Fitrah Secara Online
Di era digital, pembayaran zakat semakin mudah. Masyarakat dapat:
Klik tombol “Bayar Zakat” di website ini
Atau klik link berikut “Bayar Zakat Fitrah”
Layanan zakat online ini memudahkan pembayaran tanpa harus datang ke kantor, terutama bagi masyarakat yang memiliki kesibukan tinggi.
3. Transfer ke Rekening Resmi
Zakat fitrah juga dapat ditunaikan melalui transfer bank ke rekening resmi:
BSI 1034035292
a.n BAZNAS Kota Cirebon
Pastikan mencantumkan keterangan:
Zakat Fitrah + Nama Muzaki
Setelah transfer, muzaki dapat melakukan konfirmasi ke nomor WhatsApp 0851-9500-2005 agar mendapatkan bukti pembayaran resmi.
4. Melalui UPZ Masjid Resmi Terdaftar
Masyarakat juga dapat menunaikan zakat fitrah melalui UPZ (Unit Pengumpul Zakat) masjid resmi yang terdaftar di BAZNAS Kota Cirebon.
Dengan menunaikan melalui UPZ resmi, pengelolaan dan distribusi zakat tetap terkoordinasi sehingga lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran.
Mengapa Harus Melalui BAZNAS?
Sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah, Badan Amil Zakat Nasional memiliki legalitas dan sistem pengelolaan zakat yang terstandar secara nasional.
Menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Cirebon memberikan beberapa manfaat:
Distribusi tepat sasaran kepada mustahik
Pendataan muzaki yang rapi
Transparansi laporan
Program pemberdayaan berkelanjutan
Dikelola oleh amil resmi
Zakat yang terkumpul tidak hanya dibagikan secara konsumtif, tetapi juga dikelola dalam program sosial dan pemberdayaan ekonomi umat.
Dampak Zakat Fitrah bagi Mustahik
Zakat fitrah memiliki dampak sosial yang sangat besar, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Manfaatnya antara lain:
Membantu fakir miskin memenuhi kebutuhan pangan
Mengurangi kesenjangan sosial
Menumbuhkan solidaritas umat
Menguatkan ukhuwah Islamiyah
Melalui zakat fitrah, kebahagiaan Idul Fitri dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
FAQ Zakat Fitrah 2026 Kota Cirebon
Berapa zakat fitrah 2026 di Kota Cirebon?
Sebesar 2,8 kg beras atau Rp45.000 per jiwa.
Apakah boleh membayar zakat fitrah dengan uang?
Boleh, sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, yaitu Rp45.000 per jiwa.
Kapan batas akhir bayar zakat fitrah?
Sebelum pelaksanaan Shalat Idul Fitri.
Apakah anak kecil wajib bayar zakat fitrah?
Ya, dibayarkan oleh orang tua atau walinya.
Di mana bisa bayar zakat fitrah di Kota Cirebon?
Bisa langsung ke Kantor BAZNAS Kota Cirebon, melalui website resmi (Bayar Zakat Fitrah), transfer ke rekening BSI 1034035292 a.n BAZNAS Kota Cirebon, atau melalui UPZ masjid resmi terdaftar.
Ayo Tunaikan Zakat Fitrah 2026 Sekarang
Ramadhan adalah momen terbaik untuk menyempurnakan ibadah. Jangan tunda hingga akhir waktu.
Segera tunaikan zakat fitrah Anda dan keluarga melalui:
Kantor BAZNAS Kota Cirebon
Website resmi (klik “Bayar Zakat Fitrah”)
Transfer BSI 1034035292 a.n BAZNAS Kota Cirebon
UPZ Masjid Resmi Terdaftar
Mari bersama wujudkan Kota Cirebon yang lebih peduli, lebih sejahtera, dan lebih berkah.
Semoga Allah SWT menerima zakat dan seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadhan tahun ini.
ARTIKEL13/02/2026 | Admin | Akate
Keutamaan Bulan Sya‘ban: Momentum Meningkatkan Ibadah dan Kepedulian Sosial
KOTACIREBON.BAZNAS.GO.ID - Sahabat, Bulan Sya‘ban merupakan salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Keutamaan bulan Sya‘ban terletak pada posisinya yang berada di antara dua bulan agung, yaitu Rajab dan Ramadhan. Meski demikian, bulan ini sering kali luput dari perhatian sebagian umat Islam, padahal Rasulullah ? justru memberikan perhatian khusus terhadap Sya‘ban dengan memperbanyak ibadah, terutama puasa sunnah.
Syekh Syauqi Alam, Mufti Besar Mesir dari Dar al-Ifta al-Mishriyyah, menjelaskan bahwa bulan Sya‘ban termasuk bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT dan diberi kedudukan khusus dalam syariat Islam. Rasulullah ? secara konsisten menghidupkan bulan ini dengan berbagai amal ibadah sebagai bentuk persiapan ruhani sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Ia menjelaskan bahwa termasuk bulan-bulan yang dimuliakan dan diberi kedudukan khusus oleh Allah SWT adalah bulan Sya‘ban. Allah memuliakannya dengan derajat yang luhur dan kedudukan yang agung. Rasulullah ? mengkhususkan hari-harinya dengan banyak berpuasa karena bulan ini merupakan waktu diangkatnya amal-amal.
Keutamaan bulan Sya‘ban juga dijelaskan secara langsung oleh Rasulullah ? dalam hadis yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid ra. Rasulullah ? menjelaskan bahwa bulan Sya‘ban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia karena berada di antara Rajab dan Ramadhan. Pada bulan inilah amal-amal diangkat kepada Allah SWT, dan Rasulullah ? senang apabila amalnya diangkat dalam keadaan sedang berpuasa.
Hadis tersebut menunjukkan bahwa bulan Sya‘ban merupakan waktu yang sangat bernilai secara spiritual. Puasa sunnah di bulan ini menjadi sarana penyucian amal sekaligus persiapan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Selain puasa, bulan Sya‘ban juga menjadi momentum untuk meningkatkan amal kebaikan lainnya, seperti zakat, infak, dan sedekah. Amal sosial yang ditunaikan pada bulan ini menjadi bagian dari upaya membersihkan harta dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Dalam konteks ini, peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sangat strategis sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, dan transparan. Penyaluran melalui BAZNAS memastikan dana umat tersalurkan tepat sasaran dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi para mustahik.
Selain itu, bulan Sya‘ban juga memiliki malam istimewa, yaitu malam pertengahan Sya‘ban atau Nisfu Sya‘ban. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa pada malam tersebut Allah SWT melimpahkan ampunan-Nya kepada hamba-hamba-Nya.
Rasulullah ? menjelaskan bahwa Allah SWT memperhatikan seluruh makhluk-Nya pada malam pertengahan bulan Sya‘ban dan mengampuni hamba-hamba-Nya, kecuali mereka yang masih menyimpan permusuhan dan kezaliman.
Berdasarkan keterangan hadis dan penjelasan para ulama, dapat disimpulkan bahwa bulan Sya‘ban merupakan momentum penting untuk meningkatkan kualitas ibadah, baik ibadah personal maupun sosial. Selain memperbanyak puasa sunnah dan doa, umat Islam dianjurkan untuk mengoptimalkan amal zakat, infak, dan sedekah sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.
Mari Hidupkan Sya‘ban dengan Sedekah
Bulan Sya‘ban adalah waktu terbaik untuk menyiapkan diri menuju Ramadhan, tidak hanya dengan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga dengan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah sedekah, karena sedekah mampu membersihkan harta, melapangkan rezeki, serta menghadirkan keberkahan dalam kehidupan.
Melalui BAZNAS, sedekah yang ditunaikan akan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, mulai dari fakir miskin, bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan ekonomi umat.
Mari manfaatkan keberkahan bulan Sya‘ban dengan bersedekah hari ini, sebagai bentuk ikhtiar menyucikan harta dan menanam kebaikan sebelum Ramadhan tiba. Semoga setiap sedekah yang kita titipkan menjadi amal yang diangkat dan diridhai oleh Allah SWT.
ARTIKEL23/01/2026 | Admin | Akate
Malam Nisfu Sya’ban: Rahasia Doa Dikabulkan yang Jarang Diketahui
KOTACIREBON.BAZNAS.GO.ID - Sahabat, Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan dalam Islam. Di antara malam-malam yang penuh keberkahan pada bulan ini, Malam Nisfu Sya’ban menjadi momentum yang sangat dinantikan oleh umat Muslim. Malam pertengahan bulan Sya’ban ini diyakini sebagai waktu yang baik untuk memperbanyak doa, istighfar, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Malam Nisfu Sya’ban hadir sebagai pengingat bahwa sebelum memasuki bulan suci Ramadan, setiap Muslim dianjurkan untuk mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun sosial. Persiapan ini tidak hanya dilakukan dengan menjaga ibadah personal, tetapi juga dengan menumbuhkan kepedulian dan keikhlasan dalam berbagi.
Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban dalam Riwayat Ulama
Para ulama telah banyak menjelaskan keutamaan Malam Nisfu Sya’ban. Salah satu riwayat yang sering dijadikan rujukan berasal dari Imam Syafi’i rahimahullah. Beliau menyampaikan bahwa terdapat beberapa malam yang memiliki keistimewaan khusus sebagai waktu dikabulkannya doa.
Imam Syafi’i meriwayatkan bahwa doa diijabah pada lima malam, yaitu:
Malam Jumat
Malam Idul Adha
Malam Idul Fitri
Malam pertama bulan Rajab
Malam Nisfu Sya’ban
Riwayat ini tercantum dalam Al-Umm Juz 1 Halaman 264, yang menunjukkan bahwa Malam Nisfu Sya’ban termasuk dalam waktu-waktu pilihan untuk bermunajat dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban dengan Amal Saleh
Malam Nisfu Sya’ban dapat diisi dengan berbagai amalan kebaikan, seperti memperbanyak doa, istighfar, membaca Al-Qur’an, dan melaksanakan salat sunah. Selain itu, malam ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan muhasabah diri, menilai kembali perjalanan ibadah selama setahun terakhir, serta memperbarui niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Tidak kalah penting, Malam Nisfu Sya’ban juga dapat dimaknai sebagai waktu untuk menumbuhkan kepedulian sosial. Membersihkan hati dari rasa dengki, memaafkan kesalahan sesama, serta memperkuat kepedulian kepada mereka yang membutuhkan merupakan bagian dari nilai luhur Islam yang sangat relevan untuk diamalkan.
Menyempurnakan Ibadah dengan Kepedulian Sosial
Dalam semangat menyambut bulan Ramadan, Malam Nisfu Sya’ban menjadi momen yang tepat untuk melatih keikhlasan berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Amal kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menyucikan hati dan mempererat ukhuwah.
Lembaga pengelola zakat yang amanah seperti BAZNAS Kota Cirebon hadir sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyalurkan kepedulian secara terarah dan tepat sasaran. Dengan menunaikan infak dan sedekah, umat Islam turut berperan dalam membantu mustahik, menguatkan program sosial, serta menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Penutup
Malam Nisfu Sya’ban bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi merupakan kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak doa, dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Dengan menghidupkan malam ini melalui ibadah dan kepedulian sosial, semoga kita semua dipersiapkan menjadi pribadi yang lebih baik dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.Semoga Bermanfaat
Wallahu a‘lam bish-shawab.
ARTIKEL23/01/2026 | Admin | Akate
Rahasia Besar di Balik Puasa Sunnah Senin-Kamis & Ayyamul Bidh: Manfaat, Niat, dan Keutamaannya
Temukan keutamaan luar biasa dari puasa sunnah Senin-Kamis & Ayyamul Bidh. Pelajari niat, waktu pelaksanaan, dan manfaat spiritual serta kesehatan dari amalan sunnah ini.
Apa Itu Puasa Sunnah?
Puasa sunnah adalah ibadah puasa yang dilakukan secara sukarela untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berbeda dengan puasa wajib seperti Ramadhan, puasa sunnah memberikan pahala bagi yang melaksanakannya dan tidak berdosa bagi yang meninggalkannya. Namun, amalan ini sangat dianjurkan karena mengandung banyak hikmah spiritual, moral, dan kesehatan.
Puasa sunnah juga menjadi bentuk latihan diri dalam menahan hawa nafsu, meningkatkan ketakwaan, serta membangun kedisiplinan. Rasulullah SAW sendiri dikenal sebagai orang yang sangat rutin berpuasa di luar bulan Ramadhan.
Mengenal Puasa Sunnah Senin-Kamis
Asal-Usul dan Dalil Puasa Senin-Kamis
Puasa Senin dan Kamis memiliki dasar yang kuat dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Rasulullah bersabda:
“Amal perbuatan manusia diperlihatkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka saat amalanku diperlihatkan, aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. Tirmidzi dan Muslim)
Dari hadis tersebut, jelas bahwa puasa pada hari-hari tersebut memiliki keutamaan tersendiri. Hari Senin dan Kamis juga merupakan hari-hari yang penuh berkah, di mana banyak rahmat dan ampunan Allah diturunkan.
Niat Puasa Senin-Kamis yang Benar
Niat puasa Senin:
Aku berniat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Ta’ala.
Niat puasa Kamis:
Aku berniat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Ta’ala.
Keutamaan dan Hikmah Puasa Senin-Kamis
Beberapa keutamaan puasa Senin-Kamis antara lain:
Menghapus dosa kecil, sebagai bentuk penyucian diri.
Mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan konsistensi ibadah.
Meningkatkan kesabaran dan ketenangan batin.
Melatih rasa empati terhadap kaum dhuafa.
Selain itu, Rasulullah SAW juga menyebut bahwa hari Senin adalah hari kelahirannya, sehingga beliau memiliki hubungan spiritual khusus dengan hari tersebut.
Manfaat Kesehatan Puasa Senin-Kamis bagi Tubuh
Secara medis, puasa dua kali seminggu memberikan manfaat luar biasa, seperti:
Menstabilkan kadar gula darah dan kolesterol.
Membantu detoksifikasi tubuh secara alami.
Meningkatkan fokus dan produktivitas.
Menurunkan berat badan secara sehat.
Studi modern juga menunjukkan bahwa berpuasa secara berkala dapat memperlambat proses penuaan dan memperbaiki metabolisme tubuh.
Memahami Puasa Ayyamul Bidh (Puasa Tiga Hari Setiap Bulan)
Apa Itu Ayyamul Bidh dan Kapan Waktunya?
Puasa Ayyamul Bidh berarti “hari-hari putih”, yaitu tiga hari di pertengahan bulan hijriah: tanggal 13, 14, dan 15. Dikatakan putih karena pada malam hari, bulan purnama tampak bersinar terang di langit.
Dalil dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Rasulullah SAW bersabda:
“Berpuasalah tiga hari setiap bulan, maka seakan-akan engkau berpuasa sepanjang masa.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, siapa pun yang rutin berpuasa tiga hari setiap bulan akan mendapatkan pahala seolah-olah berpuasa sepanjang tahun.
Niat Puasa Ayyamul Bidh Lengkap dalam Bahasa Arab dan Artinya
"Aku berniat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala."
Hikmah Spiritual dan Sosial dari Puasa Ayyamul Bidh
Puasa ini mengajarkan kita untuk menahan diri dari kesenangan duniawi, melatih kesabaran, serta memperbanyak rasa syukur. Selain itu, amalan ini juga menumbuhkan kepekaan sosial karena kita lebih memahami rasa lapar yang dialami oleh sesama.
Persamaan dan Perbedaan antara Puasa Senin-Kamis & Ayyamul Bidh
Kesamaan dalam Tujuan dan Pahala
Kedua jenis puasa sunnah ini memiliki tujuan yang sama, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan melatih jiwa untuk menjadi lebih sabar, tenang, serta ikhlas. Baik puasa Senin-Kamis maupun Ayyamul Bidh memberikan pahala besar bagi yang istiqamah melaksanakannya.
Keduanya juga termasuk amalan sunnah yang sangat dicintai Rasulullah SAW, karena beliau selalu menjaga kebiasaan berpuasa di luar Ramadhan. Selain itu, keduanya membantu umat Islam mengatur pola hidup sehat dan disiplin, baik secara spiritual maupun fisik.
Perbedaan Waktu dan Pelaksanaan
Hari Pelaksanaan
Puasa Senin-Kamis dilaksanakan setiap minggu, tepatnya pada hari Senin dan Kamis. Kedua hari ini memiliki keistimewaan karena pada hari-hari tersebut amalan manusia diangkat kepada Allah SWT.
Sementara itu, puasa Ayyamul Bidh dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah, yaitu saat bulan sedang penuh dan bercahaya terang di langit malam.
Jumlah HariPuasa Senin-Kamis berlangsung dua kali dalam seminggu, sehingga memberikan kesempatan rutin bagi umat Islam untuk berlatih menahan hawa nafsu. Sedangkan puasa Ayyamul Bidh hanya tiga kali dalam sebulan, namun pelaksanaannya tepat di pertengahan bulan, menandakan keseimbangan dan ketenangan spiritual.
Waktu yang DianjurkanKedua puasa ini dapat dilakukan sepanjang tahun, tetapi ada sedikit perbedaan dalam konteks waktunya. Puasa Senin-Kamis boleh dikerjakan kapan saja, selama tidak bertepatan dengan hari yang diharamkan untuk berpuasa seperti Idul Fitri atau Idul Adha. Sementara itu, puasa Ayyamul Bidh lebih dikhususkan pada hari-hari bulan purnama, yaitu pertengahan bulan Hijriah, karena memiliki makna simbolis sebagai waktu yang penuh cahaya dan ketenangan.
Makna Utama
Puasa Senin-Kamis mengandung makna penyucian amal dan peningkatan spiritual, karena pada hari-hari tersebut amal manusia diperlihatkan kepada Allah SWT.
Sedangkan puasa Ayyamul Bidh melambangkan ketenangan batin dan kejernihan hati, sebagaimana bulan purnama yang bersinar terang, mencerminkan kebersihan jiwa bagi mereka yang berpuasa dengan ikhlas.
Dari perbandingan tersebut, jelas bahwa kedua puasa ini saling melengkapi. Bagi yang ingin memperbanyak ibadah, sangat disarankan untuk menggabungkan keduanya secara rutin agar mendapat pahala berlipat ganda.
Panduan Praktis Menjalankan Puasa Sunnah dengan Konsisten
Tips Agar Tidak Lemas Saat Puasa Sunnah
Menjalankan puasa sunnah tentu membutuhkan ketahanan fisik dan mental. Berikut beberapa tips agar tetap kuat dan fokus:
Perbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka.
Konsumsi makanan bergizi seperti kurma, madu, dan buah-buahan segar.
Hindari makanan berlemak tinggi atau terlalu pedas.
Tidur cukup agar tubuh tidak kekurangan energi.
Niat yang ikhlas karena Allah akan memberi kekuatan bagi yang tulus beribadah.
Cara Mengatur Pola Makan Sehat untuk Puasa Senin-Kamis & Ayyamul Bidh
Pola makan yang baik akan menjaga stamina selama berpuasa sunnah. Berikut panduannya:
Waktu SahurPada waktu sahur, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung serat dan protein tinggi agar kenyang lebih lama. Pilihan terbaik adalah oatmeal, telur rebus, susu hangat, dan buah pisang. Kombinasi ini membantu menjaga kestabilan gula darah dan memberi energi cukup untuk beraktivitas hingga waktu berbuka.
Waktu Berbuka PuasaKetika berbuka, awali dengan kurma dan air putih sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW. Setelah itu, lanjutkan dengan makanan bergizi seperti sup sayuran dan nasi merah agar tubuh mendapatkan asupan karbohidrat kompleks dan vitamin yang cukup tanpa membebani sistem pencernaan.
Setelah Tarawih atau Waktu MalamSetelah menjalani ibadah malam seperti tarawih atau dzikir, konsumsi makanan ringan yang menyegarkan seperti buah-buahan segar, madu, yogurt, dan air putih. Jenis makanan ini membantu mengembalikan cairan tubuh, menutrisi sel-sel, serta menjaga keseimbangan elektrolit agar tubuh tetap fit keesokan harinya.
Pola makan seimbang akan membuat tubuh tetap bugar tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kesalahan Umum Saat Menjalankan Puasa Sunnah
Lupa Berniat atau Salah WaktuNiat merupakan syarat sahnya puasa. Jika lupa berniat sebelum fajar, maka puasa tidak sah sebagai ibadah sunnah. Selain itu, banyak orang yang salah mengira waktu pelaksanaan Ayyamul Bidh, padahal tanggalnya berubah sesuai kalender hijriah, bukan masehi.
Mengabaikan Adab dan Doa Setelah BerbukaBeberapa orang berfokus hanya pada lapar dan haus, namun lupa menjaga adab seperti:
Tidak memperbanyak doa saat berbuka (padahal sangat mustajab).
Makan berlebihan hingga kehilangan makna ibadah.
Tidak memperbanyak dzikir dan syukur setelah berbuka.
Ingatlah, puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga melatih kesabaran, empati, dan keikhlasan.
Hubungan Puasa Sunnah dengan Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa)
Puasa sebagai Sarana Mengendalikan Hawa Nafsu
Puasa sunnah membantu kita mengontrol keinginan duniawi yang sering menguasai hati. Dengan menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu, seseorang belajar untuk mengutamakan spiritualitas dibanding kesenangan sementara.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Meskipun ayat ini merujuk pada puasa wajib, maknanya juga mencakup puasa sunnah sebagai sarana menuju ketakwaan.
Kaitannya dengan Ketenangan Hati dan Kedekatan kepada Allah SWT
Orang yang rajin berpuasa sunnah biasanya memiliki jiwa yang lebih tenang. Saat perut dikosongkan, hati menjadi lebih bersih, dan pikiran lebih jernih untuk berdzikir. Puasa juga memperkuat hubungan dengan Allah SWT karena dilakukan dengan penuh kesadaran dan cinta kepada Sang Pencipta.
Pertanyaan Umum tentang Puasa Senin-Kamis & Ayyamul Bidh (FAQ)
1. Bolehkah puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan hari Senin atau Kamis?
Ya, boleh. Jika Ayyamul Bidh jatuh pada Senin atau Kamis, maka niatkan kedua puasa sekaligus — cukup satu niat untuk dua amalan sunnah.
2. Apakah wanita yang sedang haid boleh mengganti puasa sunnah?
Tidak wajib diganti, karena puasa sunnah bersifat sukarela. Namun, bisa dilakukan di bulan berikutnya jika ingin menjaga rutinitas ibadah.
3. Apakah harus sahur untuk puasa sunnah?
Sahur tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan karena mengandung berkah dan membantu menjaga energi selama puasa.
4. Apakah boleh berbuka dengan makanan ringan seperti kurma dan air saja?
Boleh, bahkan disunnahkan berbuka dengan kurma dan air putih sebagaimana kebiasaan Rasulullah SAW.
5. Apakah puasa sunnah bisa dibatalkan di tengah hari?
Bisa, karena sifatnya tidak wajib. Namun, sebaiknya dihindari agar pahala dan semangat ibadah tetap terjaga.
6. Bagaimana jika lupa niat di malam hari?
Untuk puasa sunnah, diperbolehkan niat di pagi hari sebelum tergelincir matahari, selama belum makan atau minum sejak fajar.
Kesimpulan: Keutamaan dan Nilai Hidup dari Puasa Sunnah Rutin
Puasa Sunnah Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh bukan hanya amalan tambahan, tetapi juga jalan menuju kebersihan hati dan kedekatan dengan Allah SWT.
Melalui puasa ini, kita belajar menahan hawa nafsu, memperbanyak rasa syukur, serta menanamkan disiplin diri dalam kehidupan sehari-hari.
Secara spiritual, puasa sunnah menghapus dosa kecil dan meningkatkan derajat keimanan. Secara fisik, ia membawa manfaat besar bagi kesehatan, pencernaan, dan keseimbangan mental.
Maka, marilah kita berusaha untuk istiqamah menjalankan puasa sunnah sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW dan upaya untuk memperbaiki diri.
Sebagaimana sabda Nabi SAW:
“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Referensi Eksternal:
Untuk mengetahui jadwal pasti Ayyamul Bidh setiap bulan, Anda dapat mengunjungi situs resmi kalender hijriah: https://bimasislam.kemenag.go.id
Puasa sunnah bukan sekadar ritual, melainkan panggilan jiwa untuk membersihkan diri dan mendekat kepada Sang Pencipta. Dengan konsistensi dan niat yang tulus, amalan kecil ini dapat mengubah hidup seseorang menjadi lebih tenang, sehat, dan penuh berkah.
ARTIKEL16/10/2025 | Humas | Akate
8 Golongan Orang-orang yang Berhak Menerima Zakat: Mengalirkan Kebaikan untuk Kehidupan yang Lebih Adil
Temukan penjelasan lengkap tentang orang-orang yang berhak menerima zakat berdasarkan ajaran Islam, maknanya dalam kehidupan sosial, dan bagaimana zakat membantu menciptakan keadilan ekonomi di masyarakat.
Pendahuluan: Ketika Zakat Menjadi Cahaya Kehidupan
Di setiap detak kehidupan, ada tangan-tangan yang menengadah berharap pada kebaikan. Dalam ajaran Islam, zakat bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan jembatan kasih antara yang mampu dan yang membutuhkan. Namun, tahukah kamu siapa saja orang-orang yang berhak menerima zakat?
Pertanyaan ini bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan bagian dari harta zakat, tetapi tentang bagaimana zakat mampu menumbuhkan empati dan menegakkan keadilan sosial. Mari kita menelusuri maknanya lebih dalam, dengan hati yang terbuka.
Makna dan Tujuan Zakat dalam Islam
Zakat berasal dari kata zak?h, yang berarti “tumbuh” dan “bersih”. Dengan menunaikan zakat, seseorang menyucikan hartanya dari sifat kikir dan menumbuhkan keberkahan dalam rezeki.
Lebih dari itu, zakat memiliki tujuan sosial yang mulia, menghapus kesenjangan antara si kaya dan si miskin, menegakkan solidaritas, serta menjaga keseimbangan ekonomi umat.
Siapa Saja Orang-orang yang Berhak Menerima Zakat?
Allah SWT menjelaskan dengan sangat jelas dalam Surah At-Taubah ayat 60 tentang delapan golongan yang berhak menerima zakat (asnaf tsamaniyah). Mari kita pahami dengan sentuhan hati dan akal.
Fakir: Mereka yang Hampir Tak Memiliki Apa-apa, Fakir adalah orang yang benar-benar tidak memiliki harta maupun sumber penghasilan yang cukup. Mereka berjuang untuk sekadar memenuhi kebutuhan dasar. Mereka inilah yang menjadi prioritas utama penerima zakat, karena zakat hadir untuk mengangkat mereka dari jurang kesulitan menuju kehidupan yang lebih layak.
Miskin: Mereka yang Masih Kekurangan, Berbeda dari fakir, orang miskin memiliki penghasilan, tetapi belum mencukupi kebutuhan hidupnya. Zakat membantu mereka menambal kekurangan itu, agar bisa hidup dengan martabat tanpa bergantung pada belas kasihan orang lain.
Amil: Mereka yang Mengelola Zakat, Amil adalah mereka yang diberi amanah untuk mengumpulkan, mengelola, dan menyalurkan zakat. Mereka bukan penerima karena kekurangan, tetapi karena tanggung jawab dan jasa dalam menjalankan tugas sosial dan spiritual yang besar.
Mu’allaf: Mereka yang Baru Memeluk Islam, Golongan mu’allaf menerima zakat untuk menguatkan hati mereka dalam keimanan. Bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan simbol kasih dari umat Islam untuk menyambut saudara baru dalam kehangatan ukhuwah.
Riqab: Mereka yang Ingin Memerdekakan Diri, Dahulu, zakat diberikan kepada budak atau hamba sahaya untuk membebaskan diri mereka. Meski perbudakan kini sudah tiada, semangatnya tetap hidup, zakat dapat membantu membebaskan seseorang dari belenggu hutang, penindasan, atau ketergantungan sosial.
Gharimin: Mereka yang Terjerat Utang karena Kebaikan, Gharim adalah orang yang memiliki utang bukan karena kemewahan, tetapi karena membantu orang lain, membiayai kebutuhan mendesak, atau karena musibah. Zakat menjadi penyembuh luka mereka, memberi napas baru agar bisa bangkit dan melanjutkan hidup.
Fisabilillah: Mereka yang Berjuang di Jalan Allah, Golongan ini mencakup siapa pun yang berjuang untuk kemaslahatan agama, mulai dari pejuang dakwah, pendidik agama, hingga mereka yang menegakkan kebenaran tanpa pamrih. Mereka menerima zakat agar perjuangan mereka tak terhenti karena kekurangan materi.
Ibnu Sabil: Musafir yang Terlantar di Perjalanan, Ibnu sabil adalah orang yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan bekal. Meskipun ia kaya di kampung halamannya, selama dalam perjalanan dan membutuhkan, ia berhak menerima zakat. Islam mengajarkan bahwa setiap jiwa berhak atas pertolongan, di mana pun mereka berada.
Makna Sosial dari Pembagian Zakat
Zakat bukan hanya angka dan nominal. Ia adalah getaran empati yang menular. Dengan zakat, masyarakat belajar berbagi, tidak hanya harta, tetapi juga kasih dan kepedulian. Bayangkan jika setiap pengusaha, setiap muslim yang mampu, benar-benar memahami esensi zakat, betapa damainya dunia ini.
Bagaimana Cara Menyalurkan Zakat dengan Tepat
Menyalurkan zakat bukan sekadar menyerahkan uang. Ada etika dan tata cara yang harus diperhatikan:
-Pastikan zakat diberikan kepada pihak yang benar-benar termasuk dalam delapan golongan.-Salurkan melalui lembaga zakat resmi seperti BAZNAS untuk memastikan ketepatan sasaran.-Niatkan zakat semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji.
5 Pertanyaan Umum (FAQ) tentang Orang-orang yang Berhak Menerima Zakat
Apakah keluarga bisa menerima zakat dari kerabat sendiri?
Tidak semua keluarga boleh menerima zakat. Orang tua, anak, dan pasangan tidak boleh menerima zakat dari kerabat karena tanggung jawab nafkah sudah ada pada pemberi.
Apakah zakat boleh diberikan kepada lembaga sosial?
Boleh, selama lembaga tersebut menyalurkan zakat kepada golongan yang berhak dan terdaftar secara resmi.
Apakah zakat hanya diberikan pada bulan Ramadan?
Tidak. Zakat bisa diberikan kapan saja setelah mencapai nisab dan haul, meskipun Ramadan menjadi waktu paling utama.
Bagaimana cara memastikan penerima zakat benar-benar berhak?
Periksa kondisi ekonominya atau serahkan kepada lembaga zakat terpercaya untuk melakukan verifikasi.
Apakah zakat bisa membantu mengurangi kemiskinan?
Tentu. Jika zakat disalurkan secara benar dan tepat, ia dapat menjadi instrumen ekonomi yang kuat untuk menghapus kemiskinan struktural.
Kesimpulan: Zakat, Jembatan Antara Hati dan Keadilan
Orang-orang yang berhak menerima zakat bukan sekadar daftar nama dalam kitab suci. Mereka adalah wajah-wajah kehidupan yang mengajarkan kita arti berbagi. Dengan zakat, kita tak hanya memberi, tapi juga memperbaiki, memperbaiki hati, memperbaiki masyarakat, dan memperbaiki dunia.
ARTIKEL16/10/2025 | Humas | Akate
Bolehkah Bersedekah Saat Masih Punya Utang? Ini Penjelasanya
Belakangan ini, fenomena masyarakat terjerat pinjaman online kian marak. Kemudahan akses transaksi membuat banyak orang tergoda untuk berutang, hingga menambah pelik persoalan finansial yang mereka hadapi. Di sisi lain, sebagian orang terdorong oleh berbagai motivasi untuk tampil religius di hadapan publik, misalnya melalui santunan atau sedekah. Pertanyaan pun muncul: bagaimana kedudukan hukum bersedekah sementara utang belum terbayar?
Hukum Bersedekah Sebelum Melunasi Utang
Dalam kitab Fathur Rahman (hal. 464), Imam Syihabuddin al-Ramli menegaskan larangan bersedekah dengan harta yang sebenarnya dibutuhkan untuk melunasi utang.
“Demikian pula haram bersedekah dengan harta yang diperlukan guna membayar utang, sementara tanpa harta tersebut tidak ada harapan untuk melunasinya. Sebab baik nafkah maupun utang adalah kewajiban yang tidak boleh dikorbankan demi amalan sunnah.”
Keterangan senada juga terdapat dalam Fathul Mu’in (hal. 258) karya Syekh Zainuddin al-Malibari. “Tidak disunahkan bersedekah dengan harta yang dibutuhkan, bahkan haram hukumnya bila harta itu diperlukan untuk melunasi utang, baik utang yang sudah ada maupun yang akan datang, meskipun belum ditagih. Selama tidak ada dugaan kuat bahwa ia dapat melunasi dari sumber harta lain yang jelas, maka mendahulukan utang lebih wajib daripada sedekah.”
Dari penjelasan ini dipahami, larangan berlaku jika satu-satunya harta yang bisa dipakai melunasi utang justru digunakan untuk sedekah. Namun, bila ada harta lain yang cukup untuk membayar, maka bersedekah tetap diperbolehkan. Imam Syihabuddin al-Ramli kembali menekankan dalam Fathu al-Rahman (hal. 464): “Apabila masih ada harapan melunasi utang dari harta lain yang nyata, maka bersedekah tetap diperbolehkan meski utang belum terbayar.”
Larangan Mutlak Saat Utang Ditagih
Meski begitu, hukum haram berlaku secara mutlak ketika utang sudah jatuh tempo atau telah ditagih, walaupun seseorang masih memiliki harta lain untuk melunasi.
Syekh Khatib al-Syarbini dalam Mughni al-Muhtaj (juz 4, hal. 197) menuturkan: “Kadang kewajiban segera melunasi utang timbul karena ditagih atau sebab lain. Dalam kondisi ini, wajib segera membayar dan haram bersedekah dengan harta yang seharusnya digunakan melunasi utang, sebagaimana dijelaskan Imam al-Adra’i.”
Sementara itu, dalam Nihayah al-Muhtaj (juz 6, hal. 175), Imam al-Ramli menegaskan: “Apabila pembayaran utang wajib segera karena sudah ditagih atau terjadi maksiat menunda tanpa izin pemberi pinjaman, maka haram secara mutlak bersedekah sebelum utang dilunasi. Hukumnya sama seperti haramnya shalat sunnah bagi orang yang wajib segera menunaikan shalat fardu.”
Alasan Utama Larangan
Mengapa demikian? Sebab membayar utang adalah kewajiban, sedangkan sedekah bersifat sunnah.
Dalam Mughni al-Muhtaj dijelaskan: “Mendahulukan pelunasan utang atas sedekah dikarenakan utang hukumnya wajib, sementara sedekah adalah sunnah.”
Analogi yang digunakan para ulama, hal ini sama seperti larangan mengerjakan shalat sunnah sementara kewajiban shalat fardu belum ditunaikan.
Mari salurkan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon.
Transfer ke BSI 7555515558 a.n BAZNAS Kota Cirebon
Atau klik: https://kotacirebon.baznas.go.id/sedekah
ARTIKEL03/10/2025 | Humas | Akate
Cara Bersedekah Orang Miskin Menurut Hadis – Lengkap dan Mudah
Sedekah adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda bahwa “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api” (HR. Tirmidzi). Amalan ini bukan hanya bentuk kebaikan sosial, melainkan juga jalan menuju Ridha Allah SWT.
Namun, muncul pertanyaan: bagaimana cara bersedekah orang miskin yang kekurangan bahkan tidak memiliki harta? Apakah pahala sedekah hanya milik orang kaya?
Ternyata, dalam banyak hadis Nabi Muhammad SAW, ditegaskan bahwa sedekah tidak terbatas pada harta. Bahkan orang yang tidak memiliki materi pun tetap bisa bersedekah dengan cara lain.
Berikut Cara Bersedekah Bagi Orang Miskin Menurut Hadis
Dzikir dan Doa
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Setiap tasbih (Subhanallah) adalah sedekah, setiap takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, setiap tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, dan setiap tahlil (La ilaha illallah) adalah sedekah” (HR. Muslim No. 1006). Artinya, orang miskin tetap bisa bersedekah dengan lisan melalui doa dan dzikir.
Mengajak pada Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran
Amar ma’ruf nahi munkar juga termasuk sedekah. Mengingatkan teman untuk shalat, menasihati agar menjauhi perbuatan buruk, semua itu bernilai pahala sedekah.
Senyum dan Akhlak yang Baik
Rasulullah SAW bersabda: “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah” (HR. Tirmidzi). Bahkan hal sederhana seperti menebarkan senyum bisa menjadi sedekah yang berpahala besar.
Menolong Sesama
Membantu orang menyeberang jalan, mengangkat barang, atau memberi arah kepada orang yang tersesat juga termasuk sedekah tanpa perlu mengeluarkan uang.
Berhubungan baik dengan Istri
Nabi Muhammad SAW juga menegaskan bahwa bercampurnya seorang suami dengan istrinya adalah sedekah (HR. Muslim). Hal ini menunjukkan bahwa sedekah bisa dilakukan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Hikmah dari Hadis Tentang Sedekah
Sedekah bukan hanya untuk orang kaya.
Semua orang, termasuk yang miskin, bisa mengamalkan sedekah.
Amalan kecil namun ikhlas, seperti senyum dan dzikir, memiliki nilai pahala yang besar.
Dengan begitu, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk tidak bersedekah. Allah membuka pintu kebaikan bagi semua hamba-Nya.
Yuk, Sedekah Melalui BAZNAS Kota Cirebon
Selain sedekah non-materi, umat Islam yang memiliki rezeki lebih juga bisa menyalurkannya melalui lembaga resmi agar tepat sasaran. BAZNAS Kota Cirebon hadir sebagai amil zakat terpercaya untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada mereka yang berhak.
Transfer Sedekah:
BSI 7555515558 a.n BAZNAS Kota Cirebon
Sedekah Online:
Dengan bersedekah melalui BAZNAS, insyaAllah pahala mengalir, manfaat meluas, dan kehidupan saudara-saudara kita yang membutuhkan menjadi lebih baik.
ARTIKEL01/10/2025 | Humas | Akate

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.
Lihat Daftar Rekening →