WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Cirebon Perkuat Kolaborasi Bersama Polres Cirebon Kota

CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satunya melalui silaturahmi jajaran pimpinan dan Amil Pelaksana BAZNAS Kota Cirebon ke Polres Cirebon Kota, Senin (21/09/2026).

Kegiatan silaturahmi yang berlangsung di ruang kerja Polres Cirebon Kota tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkenalkan jajaran pimpinan BAZNAS Kota Cirebon kepada Kapolres Cirebon Kota yang baru.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Kapolres Cirebon Kota, AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. bersama Wakapolres, Kasatlantas, Kasatreskrim, Kasat Intelkam, dan Kasat Narkoba. Sementara dari BAZNAS Kota Cirebon hadir Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H.Hamdan, S.Ag,.M.Pd.I, Wakil Ketua I, Wakil Ketua IV, serta jajaran Amil Pelaksana.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga membahas peluang penguatan kolaborasi dalam berbagai program sosial yang dapat dilakukan bersama untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kota Cirebon.

Kolaborasi tersebut menjadi penting karena Polres Cirebon Kota selama ini juga memiliki peran dalam mendukung gerakan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). UPZ Polres Cirebon Kota secara aktif menghimpun zakat profesi serta infak dan sedekah dari para anggotanya untuk disalurkan melalui BAZNAS Kota Cirebon.

ZIS yang dihimpun melalui UPZ tersebut kemudian dikelola dan disalurkan BAZNAS Kota Cirebon melalui berbagai program kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, sosial kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, maupun keagamaan.

Melalui sinergi antara BAZNAS Kota Cirebon dan Polres Cirebon Kota, zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan para anggota kepolisian tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga turut menjadi bagian dari gerakan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

BAZNAS Kota Cirebon berharap silaturahmi dan kolaborasi ini dapat terus berkembang, sehingga semakin banyak program kebaikan yang dapat dihadirkan dan semakin luas pula masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir kolaborasi. Dan dari kolaborasi, semakin banyak masyarakat yang terbantu.

Zakat Menguatkan Indonesia.

21/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Bapak Suryadi, Bantu Kembali Beraktivitas

CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menghadirkan manfaat zakat melalui penyaluran bantuan kaki palsu kepada Bapak Suryadi, warga RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, Kota Cirebon, Senin (14/9/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I., bersama jajaran amil dan staf BAZNAS Kota Cirebon. Bantuan kaki palsu ini diberikan untuk membantu menunjang mobilitas Bapak Suryadi agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, H. Hamdan menyampaikan bahwa bantuan kaki palsu merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kota Cirebon untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan kaki palsu untuk Bapak Suryadi supaya bisa beraktivitas lagi seperti dulu. Mudah-mudahan bantuan ini banyak manfaatnya dan dapat membantu Bapak dalam beraktivitas,” ujar H. Hamdan.

Ia juga berharap kaki palsu yang diberikan dapat dirawat dengan baik sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Kami selaku pimpinan BAZNAS dan para staf amil, mudah-mudahan mendapat rida dan pahala dari Allah. Mudah-mudahan kaki palsu ini awet, Pak, dirawat,” lanjutnya.

Bapak Suryadi: Akan Dirawat dan Digunakan untuk Aktivitas Sehari-hari

Bagi Bapak Suryadi, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti. Ia menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kota Cirebon atas bantuan kaki palsu yang diterimanya.

“Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan kaki palsu kepada saya. Insyaallah kaki palsu ini akan saya jaga, dirawat dan digunakan untuk aktivitas seperti biasa yang sehari-hari saya lakukan,” ungkap Bapak Suryadi.

Ia kembali menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih sekali lagi atas bantuannya,” tuturnya.

RW: Bukti Kehadiran BAZNAS di Tengah Masyarakat

Apresiasi juga disampaikan oleh pengurus RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan. Perwakilan RW menyebut proses pengajuan bantuan hingga penanganan yang relatif cepat menjadi salah satu manfaat yang dirasakan masyarakat dari kehadiran BAZNAS Kota Cirebon.

“Kami atas nama pengurus RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Cirebon yang telah membantu warga kami,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan kaki palsu tersebut menjadi bantuan yang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Ini bantuan yang saya pikir adalah bantuan yang cepat. Penanganan pengajuannya tidak lama. Karena itu, kita merasakan manfaat kehadiran BAZNAS Kota Cirebon di tengah-tengah masyarakat,” lanjutnya.

Ia berharap BAZNAS Kota Cirebon dapat terus hadir memberikan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat.

Zakat Menguatkan, Hadirkan Manfaat bagi Sesama

Penyaluran bantuan kaki palsu kepada Bapak Suryadi menjadi salah satu wujud nyata kepedulian BAZNAS Kota Cirebon dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut tidak hanya berupa alat bantu mobilitas, tetapi juga diharapkan dapat memberikan semangat dan kesempatan bagi penerima manfaat untuk menjalankan kembali aktivitas sehari-hari.

Melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki dan donatur, BAZNAS Kota Cirebon terus berupaya menghadirkan manfaat di tengah masyarakat melalui berbagai program, termasuk bidang kesehatan dan bantuan sosial.

Kehadiran BAZNAS diharapkan dapat menjadi penghubung antara kebaikan para muzaki dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan, sehingga dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan.

Zakat Menguatkan Indonesia.

21/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Semarakkan MTQ Nasional XXXI dengan Edukasi Zakat dan Layanan Gratis

Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menyemarakkan syiar Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat gerakan zakat dan berbagai manfaatnya.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dan BAZNAS Kota Semarang menghadirkan berbagai layanan dan aktivitas menarik bagi peserta maupun pengunjung pameran MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah.

Sejumlah layanan dan kegiatan dihadirkan, mulai dari booth edukasi digital “Jelajah Dampak Zakat Nusantara”, layanan potong rambut gratis, hingga partisipasi dalam Halal Food Fest yang menghadirkan berbagai produk olahan lokal dari usaha milik mustahik binaan BAZNAS.

Edukasi Zakat dengan Cara yang Lebih Interaktif

Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., mengajak masyarakat untuk mengunjungi booth BAZNAS dan memanfaatkan berbagai layanan serta edukasi yang tersedia selama pameran berlangsung.

Menurutnya, kehadiran BAZNAS dalam MTQ Nasional XXXI menjadi kesempatan untuk memperkenalkan zakat kepada masyarakat melalui pendekatan yang edukatif dan interaktif.

“Dalam rangka memeriahkan MTQ Nasional XXXI, BAZNAS mengikuti kegiatan pameran yang berlangsung sejak tanggal 11 hingga tanggal 19 September. Silakan hadir di pameran tersebut, di booth kami. Kita ada edukasi tentang zakat. Kalau Anda beruntung, Anda akan mendapatkan hadiah yang sangat menarik,” ujar Subhan di sela kunjungannya ke booth BAZNAS, Sabtu (19/9/2026).

Booth tersebut tidak hanya melibatkan BAZNAS RI. BAZNAS daerah turut berpartisipasi bersama para pelaku UMKM binaan BAZNAS yang membawa berbagai produk hasil pemberdayaan mustahik.

Dengan demikian, pengunjung tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai zakat, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana zakat dikelola dan diwujudkan menjadi berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari Edukasi Zakat hingga Produk Mustahik

Salah satu bagian yang menarik perhatian pengunjung adalah kehadiran produk-produk UMKM binaan BAZNAS dalam Halal Food Fest.

Produk tersebut menjadi gambaran nyata bahwa zakat tidak berhenti pada penghimpunan dan penyaluran, tetapi dapat diarahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi dan mendorong penerima manfaat agar semakin mandiri.

Selain menikmati produk kuliner lokal, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif di booth BAZNAS serta memperoleh informasi mengenai program-program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS.

Antusiasme peserta dan pengunjung terlihat dari keikutsertaan mereka dalam berbagai aktivitas yang disediakan. Kehadiran booth BAZNAS pun menjadi ruang perjumpaan antara edukasi, pelayanan, pemberdayaan, dan syiar zakat.

Membumikan Al-Qur’an melalui Gerakan Kebaikan

Subhan berharap kehadiran BAZNAS dalam MTQ Nasional XXXI dapat menjadi sarana untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai zakat sekaligus memaknai MTQ sebagai momentum membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

“Silakan datang ke pameran ini dan kita meriahkan tabarukan bil Quran. Kita mengambil berkah dari kegiatan membumikan Al-Qur’an melalui MTQ Nasional XXXI Tahun 2026,” ucapnya.

MTQ pada akhirnya bukan hanya tentang lantunan ayat suci dan perlombaan membaca Al-Qur’an. Momentum ini juga dapat menjadi ruang untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata—termasuk melalui kepedulian, berbagi, pemberdayaan, dan pengelolaan zakat yang amanah.

Melalui kehadirannya di MTQ Nasional XXXI, BAZNAS terus mengajak masyarakat untuk mengenal zakat lebih dekat sekaligus melihat dampak kebaikan yang lahir ketika zakat dikelola dan disalurkan secara tepat.

Dari Al-Qur’an, tumbuh nilai kebaikan.

Dari zakat, tumbuh kebermanfaatan.

Zakat Menguatkan Indonesia.

19/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS RI Optimalkan UPZ Kemenhut untuk Fasilitasi ASN Menunaikan Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekaligus memperkuat syiar dan edukasi zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Upaya tersebut mengemuka dalam acara serah terima jabatan kepengurusan UPZ BAZNAS Kementerian Kehutanan RI periode 2026–2030 yang berlangsung di Gedung Kemenhut, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kementerian Kehutanan Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., serta Ketua UPZ Kemenhut periode 2018–2025 Ir. Sudjoko Prajitno beserta jajaran.

Memperkuat UPZ, Memudahkan ASN Berzakat

Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, menekankan pentingnya memperkuat UPZ sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi zakat di lingkungan kementerian.

Menurutnya, UPZ memiliki peran penting dalam menghadirkan layanan zakat yang mudah dan terintegrasi bagi para ASN, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel.

“Pengelolaan zakat di lingkungan kementerian dan lembaga, termasuk di Kemenhut, memerlukan dukungan dan sinergi dari berbagai unsur. Karena itu, keberadaan UPZ perlu diperkuat agar mampu menjadi bagian dari ekosistem pelayanan zakat yang memberikan kemudahan kepada ASN, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel,” ujar Rizaludin.

Penguatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan, tetapi juga mencakup kesiapan organisasi dan sistem pelayanan zakat secara menyeluruh.

Pelayanan Zakat Harus Profesional dan Amanah

Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC., CFRM., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat membutuhkan kesiapsiagaan dari berbagai sisi.

Mulai dari penghimpunan, organisasi, sumber daya manusia, sistem layanan, administrasi, data, pelaporan, hingga komunikasi dengan muzaki dan koordinasi antara BAZNAS dengan UPZ perlu dipersiapkan secara baik.

“Pengelolaan zakat harus mampu memberikan pelayanan secara cepat dan baik ketika muzaki membutuhkan layanan, sekaligus memastikan setiap proses pengelolaan dana zakat dilaksanakan secara profesional, amanah, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan syariat,” ujarnya.

Dengan pengelolaan yang terintegrasi, UPZ diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembayaran zakat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pelayanan yang mendampingi muzaki dalam menunaikan kewajibannya.

Edukasi Zakat bagi ASN Perlu Diperkuat

Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., mengapresiasi komitmen Kementerian Kehutanan dalam mengembangkan pengelolaan zakat melalui UPZ.

Ia menilai, sinergi antara Kemenhut RI dan BAZNAS RI perlu terus diperkuat agar pengelolaan zakat dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurutnya, optimalisasi zakat tidak cukup hanya dengan menyediakan mekanisme pembayaran. Edukasi dan pengingat secara berkelanjutan juga diperlukan agar ASN memahami kewajiban zakat sesuai ketentuan syariah.

Hal tersebut mencakup pemahaman mengenai nisab, haul, objek zakat, hingga mekanisme penunaian zakat.

UPZ sebagai Bagian dari Kesadaran Ibadah

Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kementerian Kehutanan Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat di lingkungan ASN tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas administratif.

Lebih dari itu, pengelolaan zakat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran ibadah harta di lingkungan ASN.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang amanah, tertib, profesional, dan berkelanjutan.

UPZ bersama para petugas layanan zakat memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada ASN yang menunaikan zakat sekaligus memastikan setiap proses pengelolaan berjalan dengan baik.

Melalui penguatan UPZ, sinergi kelembagaan, serta edukasi yang berkelanjutan, BAZNAS RI dan Kementerian Kehutanan terus mendorong hadirnya layanan zakat yang semakin mudah, profesional, dan amanah bagi para ASN.

Pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang membangun ekosistem kebaikan yang dikelola secara tepat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Zakat Menguatkan Indonesia.

18/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS RI Raih Penghargaan Lembaga Pemberdaya dari HPDKI

Tangerang — Zakat tidak hanya menjadi jalan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi pintu bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi. Upaya tersebut kembali mendapat apresiasi setelah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penghargaan kategori Lembaga Pemberdaya dari Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI).

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi BAZNAS dalam memberdayakan peternak domba dan kambing skala kecil di berbagai daerah melalui program pemberdayaan ekonomi.

Apresiasi diserahkan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) V HPDKI yang berlangsung di Nusantara Hall ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/9/2026).

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat kecil agar memiliki kesempatan untuk berkembang dan lebih mandiri secara ekonomi.

“Saya kira ini adalah salah satu award yang sangat penting karena BAZNAS diakui sebagai salah satu lembaga pemberdaya masyarakat kecil, yakni peternak domba,” ujar Sodik Mudjahid.

Dari Bantuan Modal hingga Akses Pasar

Pemberdayaan peternak dilakukan melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari bantuan modal, pendampingan usaha, hingga penguatan akses pasar.

Salah satu program yang menjadi bagian dari upaya tersebut adalah Balai Ternak BAZNAS, yang dikembangkan sebagai wadah pemberdayaan peternak mustahik agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Melalui pendampingan, para peternak mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.

HPDKI menilai kontribusi BAZNAS tersebut terlihat melalui keberhasilan program Balai Ternak domba dan kambing dalam memberdayakan peternak mustahik. Dukungan juga diperkuat dengan pembukaan akses pasar melalui berbagai program, termasuk Kurban dan Dam BAZNAS.

Dengan adanya akses pasar, hasil usaha peternak memiliki peluang untuk terserap dengan lebih baik sehingga manfaat pemberdayaan tidak berhenti pada bantuan awal.

Pemberdayaan Peternak dan Ketahanan Pangan

BAZNAS juga berkomitmen untuk terus melanjutkan dan memperluas pengembangan Balai Ternak di berbagai daerah.

Menurut Sodik, program tersebut memiliki manfaat pada dua sisi. Di tingkat masyarakat, pemberdayaan peternak dapat membantu menghidupkan perekonomian usaha mikro. Sementara dalam skala yang lebih luas, pengembangan peternakan turut mendukung ketahanan pangan nasional.

“Untuk semua pengurus, mari kita teruskan program BAZNAS dalam pengembangan Balai Ternak karena ini secara makro adalah membantu ketahanan pangan Indonesia dan secara mikro ini adalah betul-betul menghidupkan para pengusaha mikro yakni para peternak,” kata Sodik.

Penghargaan dari HPDKI menjadi bagian dari perjalanan pemberdayaan zakat yang menempatkan mustahik bukan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai masyarakat yang memiliki potensi untuk tumbuh dan menjadi lebih mandiri.

Ketika zakat dikelola untuk membuka akses usaha, memberikan pendampingan, dan memperluas peluang pasar, manfaatnya dapat terus berkembang dari satu penerima kepada keluarga dan lingkungan di sekitarnya.

Dari zakat, tumbuh usaha.

Dari usaha, lahir kemandirian.

Dan dari masyarakat yang mandiri, ekonomi Indonesia ikut menguat.

Zakat Menguatkan Indonesia.

18/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate

Berita Terbaru

BAZNAS Kota Cirebon Perkuat Kolaborasi Bersama Polres Cirebon Kota
BAZNAS Kota Cirebon Perkuat Kolaborasi Bersama Polres Cirebon Kota
CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satunya melalui silaturahmi jajaran pimpinan dan Amil Pelaksana BAZNAS Kota Cirebon ke Polres Cirebon Kota, Senin (21/09/2026). Kegiatan silaturahmi yang berlangsung di ruang kerja Polres Cirebon Kota tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkenalkan jajaran pimpinan BAZNAS Kota Cirebon kepada Kapolres Cirebon Kota yang baru. Dalam pertemuan tersebut, hadir Kapolres Cirebon Kota, AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. bersama Wakapolres, Kasatlantas, Kasatreskrim, Kasat Intelkam, dan Kasat Narkoba. Sementara dari BAZNAS Kota Cirebon hadir Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H.Hamdan, S.Ag,.M.Pd.I, Wakil Ketua I, Wakil Ketua IV, serta jajaran Amil Pelaksana. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga membahas peluang penguatan kolaborasi dalam berbagai program sosial yang dapat dilakukan bersama untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kota Cirebon. Kolaborasi tersebut menjadi penting karena Polres Cirebon Kota selama ini juga memiliki peran dalam mendukung gerakan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). UPZ Polres Cirebon Kota secara aktif menghimpun zakat profesi serta infak dan sedekah dari para anggotanya untuk disalurkan melalui BAZNAS Kota Cirebon. ZIS yang dihimpun melalui UPZ tersebut kemudian dikelola dan disalurkan BAZNAS Kota Cirebon melalui berbagai program kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, sosial kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, maupun keagamaan. Melalui sinergi antara BAZNAS Kota Cirebon dan Polres Cirebon Kota, zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan para anggota kepolisian tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga turut menjadi bagian dari gerakan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. BAZNAS Kota Cirebon berharap silaturahmi dan kolaborasi ini dapat terus berkembang, sehingga semakin banyak program kebaikan yang dapat dihadirkan dan semakin luas pula masyarakat yang merasakan manfaatnya. Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir kolaborasi. Dan dari kolaborasi, semakin banyak masyarakat yang terbantu. Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA21/09/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Bapak Suryadi, Bantu Kembali Beraktivitas
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Bapak Suryadi, Bantu Kembali Beraktivitas
CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menghadirkan manfaat zakat melalui penyaluran bantuan kaki palsu kepada Bapak Suryadi, warga RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, Kota Cirebon, Senin (14/9/2026). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I., bersama jajaran amil dan staf BAZNAS Kota Cirebon. Bantuan kaki palsu ini diberikan untuk membantu menunjang mobilitas Bapak Suryadi agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Dalam kesempatan tersebut, H. Hamdan menyampaikan bahwa bantuan kaki palsu merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kota Cirebon untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. “Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan kaki palsu untuk Bapak Suryadi supaya bisa beraktivitas lagi seperti dulu. Mudah-mudahan bantuan ini banyak manfaatnya dan dapat membantu Bapak dalam beraktivitas,” ujar H. Hamdan. Ia juga berharap kaki palsu yang diberikan dapat dirawat dengan baik sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang. “Kami selaku pimpinan BAZNAS dan para staf amil, mudah-mudahan mendapat rida dan pahala dari Allah. Mudah-mudahan kaki palsu ini awet, Pak, dirawat,” lanjutnya. Bapak Suryadi: Akan Dirawat dan Digunakan untuk Aktivitas Sehari-hari Bagi Bapak Suryadi, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti. Ia menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kota Cirebon atas bantuan kaki palsu yang diterimanya. “Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan kaki palsu kepada saya. Insyaallah kaki palsu ini akan saya jaga, dirawat dan digunakan untuk aktivitas seperti biasa yang sehari-hari saya lakukan,” ungkap Bapak Suryadi. Ia kembali menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih sekali lagi atas bantuannya,” tuturnya. RW: Bukti Kehadiran BAZNAS di Tengah Masyarakat Apresiasi juga disampaikan oleh pengurus RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan. Perwakilan RW menyebut proses pengajuan bantuan hingga penanganan yang relatif cepat menjadi salah satu manfaat yang dirasakan masyarakat dari kehadiran BAZNAS Kota Cirebon. “Kami atas nama pengurus RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Cirebon yang telah membantu warga kami,” ujarnya. Menurutnya, bantuan kaki palsu tersebut menjadi bantuan yang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. “Ini bantuan yang saya pikir adalah bantuan yang cepat. Penanganan pengajuannya tidak lama. Karena itu, kita merasakan manfaat kehadiran BAZNAS Kota Cirebon di tengah-tengah masyarakat,” lanjutnya. Ia berharap BAZNAS Kota Cirebon dapat terus hadir memberikan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat. Zakat Menguatkan, Hadirkan Manfaat bagi Sesama Penyaluran bantuan kaki palsu kepada Bapak Suryadi menjadi salah satu wujud nyata kepedulian BAZNAS Kota Cirebon dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut tidak hanya berupa alat bantu mobilitas, tetapi juga diharapkan dapat memberikan semangat dan kesempatan bagi penerima manfaat untuk menjalankan kembali aktivitas sehari-hari. Melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki dan donatur, BAZNAS Kota Cirebon terus berupaya menghadirkan manfaat di tengah masyarakat melalui berbagai program, termasuk bidang kesehatan dan bantuan sosial. Kehadiran BAZNAS diharapkan dapat menjadi penghubung antara kebaikan para muzaki dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan, sehingga dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan. Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA21/09/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Semarakkan MTQ Nasional XXXI dengan Edukasi Zakat dan Layanan Gratis
BAZNAS Semarakkan MTQ Nasional XXXI dengan Edukasi Zakat dan Layanan Gratis
Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menyemarakkan syiar Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat gerakan zakat dan berbagai manfaatnya. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dan BAZNAS Kota Semarang menghadirkan berbagai layanan dan aktivitas menarik bagi peserta maupun pengunjung pameran MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah. Sejumlah layanan dan kegiatan dihadirkan, mulai dari booth edukasi digital “Jelajah Dampak Zakat Nusantara”, layanan potong rambut gratis, hingga partisipasi dalam Halal Food Fest yang menghadirkan berbagai produk olahan lokal dari usaha milik mustahik binaan BAZNAS. Edukasi Zakat dengan Cara yang Lebih Interaktif Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., mengajak masyarakat untuk mengunjungi booth BAZNAS dan memanfaatkan berbagai layanan serta edukasi yang tersedia selama pameran berlangsung. Menurutnya, kehadiran BAZNAS dalam MTQ Nasional XXXI menjadi kesempatan untuk memperkenalkan zakat kepada masyarakat melalui pendekatan yang edukatif dan interaktif. “Dalam rangka memeriahkan MTQ Nasional XXXI, BAZNAS mengikuti kegiatan pameran yang berlangsung sejak tanggal 11 hingga tanggal 19 September. Silakan hadir di pameran tersebut, di booth kami. Kita ada edukasi tentang zakat. Kalau Anda beruntung, Anda akan mendapatkan hadiah yang sangat menarik,” ujar Subhan di sela kunjungannya ke booth BAZNAS, Sabtu (19/9/2026). Booth tersebut tidak hanya melibatkan BAZNAS RI. BAZNAS daerah turut berpartisipasi bersama para pelaku UMKM binaan BAZNAS yang membawa berbagai produk hasil pemberdayaan mustahik. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai zakat, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana zakat dikelola dan diwujudkan menjadi berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari Edukasi Zakat hingga Produk Mustahik Salah satu bagian yang menarik perhatian pengunjung adalah kehadiran produk-produk UMKM binaan BAZNAS dalam Halal Food Fest. Produk tersebut menjadi gambaran nyata bahwa zakat tidak berhenti pada penghimpunan dan penyaluran, tetapi dapat diarahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi dan mendorong penerima manfaat agar semakin mandiri. Selain menikmati produk kuliner lokal, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif di booth BAZNAS serta memperoleh informasi mengenai program-program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS. Antusiasme peserta dan pengunjung terlihat dari keikutsertaan mereka dalam berbagai aktivitas yang disediakan. Kehadiran booth BAZNAS pun menjadi ruang perjumpaan antara edukasi, pelayanan, pemberdayaan, dan syiar zakat. Membumikan Al-Qur’an melalui Gerakan Kebaikan Subhan berharap kehadiran BAZNAS dalam MTQ Nasional XXXI dapat menjadi sarana untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai zakat sekaligus memaknai MTQ sebagai momentum membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan. “Silakan datang ke pameran ini dan kita meriahkan tabarukan bil Quran. Kita mengambil berkah dari kegiatan membumikan Al-Qur’an melalui MTQ Nasional XXXI Tahun 2026,” ucapnya. MTQ pada akhirnya bukan hanya tentang lantunan ayat suci dan perlombaan membaca Al-Qur’an. Momentum ini juga dapat menjadi ruang untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata—termasuk melalui kepedulian, berbagi, pemberdayaan, dan pengelolaan zakat yang amanah. Melalui kehadirannya di MTQ Nasional XXXI, BAZNAS terus mengajak masyarakat untuk mengenal zakat lebih dekat sekaligus melihat dampak kebaikan yang lahir ketika zakat dikelola dan disalurkan secara tepat. Dari Al-Qur’an, tumbuh nilai kebaikan. Dari zakat, tumbuh kebermanfaatan. Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA19/09/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Optimalkan UPZ Kemenhut untuk Fasilitasi ASN Menunaikan Zakat
BAZNAS RI Optimalkan UPZ Kemenhut untuk Fasilitasi ASN Menunaikan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekaligus memperkuat syiar dan edukasi zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Upaya tersebut mengemuka dalam acara serah terima jabatan kepengurusan UPZ BAZNAS Kementerian Kehutanan RI periode 2026–2030 yang berlangsung di Gedung Kemenhut, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini dihadiri Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kementerian Kehutanan Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., serta Ketua UPZ Kemenhut periode 2018–2025 Ir. Sudjoko Prajitno beserta jajaran. Memperkuat UPZ, Memudahkan ASN Berzakat Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, menekankan pentingnya memperkuat UPZ sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi zakat di lingkungan kementerian. Menurutnya, UPZ memiliki peran penting dalam menghadirkan layanan zakat yang mudah dan terintegrasi bagi para ASN, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel. “Pengelolaan zakat di lingkungan kementerian dan lembaga, termasuk di Kemenhut, memerlukan dukungan dan sinergi dari berbagai unsur. Karena itu, keberadaan UPZ perlu diperkuat agar mampu menjadi bagian dari ekosistem pelayanan zakat yang memberikan kemudahan kepada ASN, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel,” ujar Rizaludin. Penguatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan, tetapi juga mencakup kesiapan organisasi dan sistem pelayanan zakat secara menyeluruh. Pelayanan Zakat Harus Profesional dan Amanah Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC., CFRM., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat membutuhkan kesiapsiagaan dari berbagai sisi. Mulai dari penghimpunan, organisasi, sumber daya manusia, sistem layanan, administrasi, data, pelaporan, hingga komunikasi dengan muzaki dan koordinasi antara BAZNAS dengan UPZ perlu dipersiapkan secara baik. “Pengelolaan zakat harus mampu memberikan pelayanan secara cepat dan baik ketika muzaki membutuhkan layanan, sekaligus memastikan setiap proses pengelolaan dana zakat dilaksanakan secara profesional, amanah, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan syariat,” ujarnya. Dengan pengelolaan yang terintegrasi, UPZ diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembayaran zakat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pelayanan yang mendampingi muzaki dalam menunaikan kewajibannya. Edukasi Zakat bagi ASN Perlu Diperkuat Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., mengapresiasi komitmen Kementerian Kehutanan dalam mengembangkan pengelolaan zakat melalui UPZ. Ia menilai, sinergi antara Kemenhut RI dan BAZNAS RI perlu terus diperkuat agar pengelolaan zakat dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Menurutnya, optimalisasi zakat tidak cukup hanya dengan menyediakan mekanisme pembayaran. Edukasi dan pengingat secara berkelanjutan juga diperlukan agar ASN memahami kewajiban zakat sesuai ketentuan syariah. Hal tersebut mencakup pemahaman mengenai nisab, haul, objek zakat, hingga mekanisme penunaian zakat. UPZ sebagai Bagian dari Kesadaran Ibadah Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kementerian Kehutanan Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat di lingkungan ASN tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas administratif. Lebih dari itu, pengelolaan zakat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran ibadah harta di lingkungan ASN. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang amanah, tertib, profesional, dan berkelanjutan. UPZ bersama para petugas layanan zakat memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada ASN yang menunaikan zakat sekaligus memastikan setiap proses pengelolaan berjalan dengan baik. Melalui penguatan UPZ, sinergi kelembagaan, serta edukasi yang berkelanjutan, BAZNAS RI dan Kementerian Kehutanan terus mendorong hadirnya layanan zakat yang semakin mudah, profesional, dan amanah bagi para ASN. Pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang membangun ekosistem kebaikan yang dikelola secara tepat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA18/09/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Raih Penghargaan Lembaga Pemberdaya dari HPDKI
BAZNAS RI Raih Penghargaan Lembaga Pemberdaya dari HPDKI
Tangerang — Zakat tidak hanya menjadi jalan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi pintu bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi. Upaya tersebut kembali mendapat apresiasi setelah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penghargaan kategori Lembaga Pemberdaya dari Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI). Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi BAZNAS dalam memberdayakan peternak domba dan kambing skala kecil di berbagai daerah melalui program pemberdayaan ekonomi. Apresiasi diserahkan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) V HPDKI yang berlangsung di Nusantara Hall ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/9/2026). Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat kecil agar memiliki kesempatan untuk berkembang dan lebih mandiri secara ekonomi. “Saya kira ini adalah salah satu award yang sangat penting karena BAZNAS diakui sebagai salah satu lembaga pemberdaya masyarakat kecil, yakni peternak domba,” ujar Sodik Mudjahid. Dari Bantuan Modal hingga Akses Pasar Pemberdayaan peternak dilakukan melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari bantuan modal, pendampingan usaha, hingga penguatan akses pasar. Salah satu program yang menjadi bagian dari upaya tersebut adalah Balai Ternak BAZNAS, yang dikembangkan sebagai wadah pemberdayaan peternak mustahik agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Melalui pendampingan, para peternak mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat perekonomian keluarga. HPDKI menilai kontribusi BAZNAS tersebut terlihat melalui keberhasilan program Balai Ternak domba dan kambing dalam memberdayakan peternak mustahik. Dukungan juga diperkuat dengan pembukaan akses pasar melalui berbagai program, termasuk Kurban dan Dam BAZNAS. Dengan adanya akses pasar, hasil usaha peternak memiliki peluang untuk terserap dengan lebih baik sehingga manfaat pemberdayaan tidak berhenti pada bantuan awal. Pemberdayaan Peternak dan Ketahanan Pangan BAZNAS juga berkomitmen untuk terus melanjutkan dan memperluas pengembangan Balai Ternak di berbagai daerah. Menurut Sodik, program tersebut memiliki manfaat pada dua sisi. Di tingkat masyarakat, pemberdayaan peternak dapat membantu menghidupkan perekonomian usaha mikro. Sementara dalam skala yang lebih luas, pengembangan peternakan turut mendukung ketahanan pangan nasional. “Untuk semua pengurus, mari kita teruskan program BAZNAS dalam pengembangan Balai Ternak karena ini secara makro adalah membantu ketahanan pangan Indonesia dan secara mikro ini adalah betul-betul menghidupkan para pengusaha mikro yakni para peternak,” kata Sodik. Penghargaan dari HPDKI menjadi bagian dari perjalanan pemberdayaan zakat yang menempatkan mustahik bukan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai masyarakat yang memiliki potensi untuk tumbuh dan menjadi lebih mandiri. Ketika zakat dikelola untuk membuka akses usaha, memberikan pendampingan, dan memperluas peluang pasar, manfaatnya dapat terus berkembang dari satu penerima kepada keluarga dan lingkungan di sekitarnya. Dari zakat, tumbuh usaha. Dari usaha, lahir kemandirian. Dan dari masyarakat yang mandiri, ekonomi Indonesia ikut menguat. Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA18/09/2026 | Admin | Akate
Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Dorong Percepatan Transformasi Pengelolaan Zakat Nasional
Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Dorong Percepatan Transformasi Pengelolaan Zakat Nasional
Jakarta — Perkembangan pengelolaan zakat di Indonesia terus menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong percepatan transformasi pengelolaan zakat melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), transformasi digital, serta penguatan pengendalian dan pengawasan. Dorongan tersebut disampaikan Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., dalam Pra-Rakornas BAZNAS RI yang digelar secara daring pada Rabu (16/9/2026). Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi serta Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia. Transformasi menjadi kebutuhan penting karena pertumbuhan penghimpunan zakat dalam beberapa tahun terakhir dinilai belum sebanding dengan potensi zakat nasional yang masih dapat dioptimalkan. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus ruang untuk memperkuat ekosistem zakat agar pengelolaannya semakin profesional, adaptif, transparan, dan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Tiga Agenda Utama Transformasi Zainut menjelaskan, BAZNAS memfokuskan transformasi pengelolaan zakat pada tiga agenda utama, yaitu transformasi human capital atau SDM, transformasi digital, serta penguatan pengendalian dan pengawasan. “Untuk menjawab tantangan tersebut, BAZNAS memfokuskan transformasi pada tiga agenda kritis, yakni transformasi human capital atau sumber daya manusia (SDM), transformasi digital, dan penguatan pengendalian serta pengawasan,” ujar Zainut. Penguatan SDM menjadi salah satu perhatian karena kualitas pengelolaan zakat sangat bergantung pada kompetensi para amil yang menjalankannya. Hingga saat ini, sebanyak 3.822 amil telah dinyatakan kompeten melalui proses sertifikasi. Namun, jumlah tersebut masih perlu terus ditingkatkan dibandingkan dengan keseluruhan amil yang berada dalam ekosistem pengelolaan zakat nasional. Karena itu, BAZNAS mendorong perubahan paradigma dari sekadar berorientasi pada sertifikasi menuju penguatan kompetensi yang benar-benar dapat diterapkan dalam pekerjaan. “Kita harus melakukan pergeseran paradigma secara mendasar, dari yang sekadar certification oriented menjadi competence driven,” kata Zainut. Memperkuat Transformasi Digital Selain SDM, transformasi digital menjadi bagian penting dalam agenda penguatan pengelolaan zakat nasional. Digitalisasi BAZNAS menunjukkan perkembangan positif. Dalam tujuh tahun terakhir, penghimpunan zakat berbasis digital disebut tumbuh hingga 398 kali lipat dan saat ini berkontribusi sekitar 20 persen terhadap total penghimpunan nasional. Namun, transformasi digital tidak semata-mata diukur dari jumlah aplikasi atau sistem yang dibangun. Teknologi diharapkan benar-benar mampu membantu organisasi mengambil keputusan yang lebih baik, mempercepat pelayanan, serta meningkatkan transparansi dan pengukuran dampak program. “Ukuran keberhasilan digitalisasi bukanlah seberapa banyak aplikasi atau sistem yang kita buat, melainkan apakah keputusan kita menjadi lebih baik, apakah layanan kita menjadi lebih cepat, dan apakah transparansi serta dampaknya dapat terukur lebih jelas,” ujarnya. Sebagai bagian dari langkah strategis tersebut, BAZNAS menyiapkan sejumlah agenda, di antaranya National Audit Competency Framework, ekspansi roadmap sertifikasi, pembangunan arsitektur data zakat nasional, penguatan SIMBA berbasis AI, serta penegakan pedoman anti-fraud dan penguatan independensi audit di daerah. Pengawasan sebagai Bagian dari Penguatan Organisasi Penguatan pengendalian dan pengawasan juga menjadi agenda penting dalam transformasi pengelolaan zakat. Saat ini, Satuan Audit Internal (SAI) baru mencakup sekitar 30 persen BAZNAS kabupaten/kota, sementara lebih dari 380 BAZNAS daerah belum mendapatkan audit Kantor Akuntan Publik (KAP) secara memadai. Untuk itu, paradigma pengawasan perlu terus dikembangkan. Pengawasan tidak hanya berfungsi menemukan kesalahan setelah terjadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan dan penguatan organisasi. Zainut mendorong perubahan pendekatan pengawasan dari watchdog menjadi strategic partner, dari perbaikan reaktif menuju pencegahan preventif, serta dari sistem manual menuju pengawasan berbasis data. Organisasi Sehat untuk Dampak yang Lebih Luas Transformasi pengelolaan zakat pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang sistem, teknologi, atau tata kelola organisasi. Semua itu bermuara pada satu tujuan: memastikan program zakat dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Program seperti pengentasan kemiskinan, beasiswa, hingga penyediaan rumah layak huni membutuhkan organisasi yang memiliki sistem kerja kuat dan profesional. “BAZNAS tidak boleh hanya menjadi organisasi yang semakin besar. BAZNAS harus menjadi organisasi yang semakin profesional, berbasis data, adaptif terhadap teknologi, memiliki tata kelola yang kuat, dan membawa dampak seluas-luasnya,” tutur Zainut. Bagi gerakan zakat di daerah, termasuk BAZNAS Kabupaten/Kota, transformasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan bersama untuk membangun tata kelola zakat yang semakin baik. Sebab, semakin kuat organisasi pengelola zakat, semakin besar pula peluang dana zakat dikelola secara amanah, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA18/09/2026 | Admin | Akate
BAZNAS dan Mitsui Leasing Hadirkan Layanan Kesehatan bagi 1.100 Penyintas Gempa NTT
BAZNAS dan Mitsui Leasing Hadirkan Layanan Kesehatan bagi 1.100 Penyintas Gempa NTT
Manggarai Timur, NTT — Di tengah proses pemulihan pascagempa, kebutuhan masyarakat terdampak tidak berhenti pada tempat tinggal dan bantuan logistik. Akses layanan kesehatan, pendampingan psikologis, serta asupan nutrisi juga menjadi bagian penting agar para penyintas dapat kembali menjalani aktivitas secara perlahan. Melihat kebutuhan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Mitsui Leasing Capital Indonesia (Mitsui Leasing) menghadirkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi kemanusiaan ini menyasar sedikitnya 1.100 warga terdampak, terdiri atas sekitar 350 anak-anak dan 750 orang dewasa. Bantuan diberikan melalui dua layanan utama, yakni Layanan Kesehatan dan Fasilitas Dapur Air, yang dihadirkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan pascabencana. Hadirkan Layanan Kesehatan dan Pendampingan Melalui Layanan Kesehatan, masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar, konsultasi langsung dengan dokter, hingga obat-obatan gratis sesuai keluhan yang dialami. Selain kebutuhan fisik, perhatian juga diberikan kepada kondisi psikologis warga dan anak-anak melalui pendampingan trauma healing. Layanan tersebut didukung dengan armada ambulans siaga untuk membantu penanganan masyarakat yang membutuhkan. Pada hari pertama pelaksanaan, layanan kesehatan telah melayani 25 warga, dengan 5 pasien di antaranya dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memperoleh akses kesehatan di tengah kondisi pascabencana, ketika fasilitas dan aktivitas sehari-hari masih dalam proses pemulihan. Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan bahwa layanan kesehatan merupakan salah satu bentuk kepedulian BAZNAS dalam membantu masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar. “BAZNAS berupaya menghadirkan layanan yang dibutuhkan masyarakat terdampak bencana. Selain membantu kebutuhan kesehatan, sinergi ini juga menjadi bentuk kepedulian bersama untuk meringankan beban para penyintas gempa di NTT,” ujar Idy. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Mitsui Leasing atas kontribusinya dalam penanganan masyarakat terdampak gempa di NTT. Dapur Air untuk Menjaga Asupan Nutrisi Selain layanan kesehatan, BAZNAS bersama Mitsui Leasing juga menghadirkan Fasilitas Dapur Air. Fasilitas ini menyediakan minuman hangat dan makanan ringan bergizi secara gratis bagi masyarakat terdampak. Kehadirannya diharapkan dapat membantu menjaga stamina dan memenuhi kebutuhan nutrisi warga selama menjalani masa pemulihan. Bagi masyarakat yang tengah menghadapi situasi pascabencana, bantuan sederhana seperti makanan bergizi dan minuman hangat dapat menjadi bagian dari dukungan untuk melewati hari-hari pemulihan. Corporate Secretary Mitsui Leasing, Wasistyo Adi Saras Putro, menyampaikan bahwa masyarakat terdampak bencana membutuhkan dukungan yang menyeluruh, mulai dari perlindungan kesehatan hingga pendampingan psikologis dan pemenuhan kebutuhan nutrisi. Menurutnya, kolaborasi bersama BAZNAS melalui layanan kesehatan dan Dapur Air merupakan bentuk kepedulian Mitsui Leasing untuk mendampingi masyarakat Manggarai Timur dalam proses bangkit setelah bencana. Sinergi ini menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kepedulian dan gotong royong dari berbagai pihak. Ketika bantuan hadir sesuai dengan kebutuhan masyarakat, proses pemulihan dapat dijalani bersama dengan harapan yang lebih kuat. Dari layanan kesehatan, ada upaya untuk memulihkan. Dari makanan dan minuman yang disediakan, ada tenaga untuk bertahan. Dan dari kepedulian bersama, tumbuh harapan untuk kembali bangkit. Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA17/09/2026 | Admin | Akate
BAZNAS dan Kemenag Salurkan Rp17,5 Miliar untuk Pesantren Nyaman Belajar
BAZNAS dan Kemenag Salurkan Rp17,5 Miliar untuk Pesantren Nyaman Belajar
Lingkungan belajar yang nyaman dan aman menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang para santri. Melalui Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026, BAZNAS RI bersama Kementerian Agama RI menyalurkan bantuan sebesar Rp17,5 miliar untuk meningkatkan kelayakan sarana pendidikan dan hunian santri di 700 pesantren di seluruh Indonesia. Program ini menjadi salah satu ikhtiar untuk memastikan dana zakat tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga menghadirkan dampak jangka panjang melalui penguatan ekosistem pendidikan bagi para santri. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan Program Pesantren Nyaman Belajar merupakan bagian dari 13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031. Program tersebut diarahkan untuk mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang layak bagi santri. Menurutnya, upaya tersebut juga sejalan dengan prinsip Maqashid Syariah, khususnya dalam menjaga akal serta memelihara keselamatan jiwa generasi muda. “Dana zakat dapat menjadi instrumen strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang layak bagi santri,” ujar Sodik saat meresmikan Program Pesantren Nyaman Belajar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Haji dan Umrah, Rabu (16/9/2026). Membangun Pesantren yang Ramah, Sehat, dan Aman Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa Program Pesantren Nyaman Belajar tidak sekadar berbicara mengenai renovasi asrama. Lebih dari itu, program ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk membangun ekosistem pesantren yang ramah anak, sehat, aman, dan nyaman, sehingga para santri dapat belajar dan menjalani kehidupan di pesantren dengan lebih baik. Kebutuhan pesantren yang masih sangat besar juga membutuhkan semangat gotong royong dari berbagai pihak. Pemerintah, BAZNAS, organisasi kemasyarakatan Islam, Lembaga Amil Zakat (LAZ), Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dunia usaha, pemerintah daerah, muzaki, hingga masyarakat memiliki peran dalam mendukung terwujudnya pesantren yang lebih layak. Menag Nasaruddin juga berharap pelaksanaan program dapat berjalan tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan dukungan data serta informasi pesantren dari Kementerian Agama. Memprioritaskan Pesantren dan Santri yang Membutuhkan Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa Program Pesantren Nyaman Belajar merupakan bentuk kepedulian BAZNAS dalam menciptakan lingkungan pesantren yang nyaman dan aman agar proses pembelajaran santri dapat berlangsung secara lebih optimal. Dalam pelaksanaannya, program ini memberikan perhatian khusus kepada pesantren yang memiliki minimal 35 persen santri dhuafa, pesantren yang melayani kelompok rentan, serta pesantren yang berada di wilayah 3T dan kawasan rawan bencana. Prioritas tersebut menunjukkan bahwa zakat hadir untuk menjangkau mereka yang membutuhkan dukungan lebih besar, termasuk para santri yang belajar dalam keterbatasan sarana dan prasarana. Bagi gerakan zakat, Program Pesantren Nyaman Belajar menjadi salah satu contoh bagaimana dana zakat dapat diarahkan untuk membangun manfaat yang lebih luas. Bukan hanya membantu memperbaiki bangunan, tetapi juga menciptakan ruang yang lebih layak bagi santri untuk belajar, tumbuh, dan mempersiapkan masa depan. Karena ketika tempat belajar menjadi lebih nyaman, harapan pun memiliki ruang untuk tumbuh. Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA16/09/2026 | Admin | Akate
Sekolah Cendekia BAZNAS Raih Penghargaan Literasi Nasional Lima Tahun Berturut-turut
Sekolah Cendekia BAZNAS Raih Penghargaan Literasi Nasional Lima Tahun Berturut-turut
Budaya literasi kembali mengantarkan Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) meraih prestasi di tingkat nasional. Sekolah binaan BAZNAS ini kembali memperoleh Penghargaan Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional dari Nyalanesia, berkat konsistensinya dalam menjalankan Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB). Penghargaan tersebut menjadi pencapaian yang semakin bermakna karena berhasil diraih selama lima tahun berturut-turut. Konsistensi ini menunjukkan bahwa literasi di lingkungan SCB tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi terus dikembangkan melalui budaya menulis dan menghasilkan karya. Para siswa dan guru SCB aktif menuangkan gagasan melalui berbagai karya, mulai dari antologi puisi, cerita pendek, buku pengalaman, hingga karya ilmiah. Karya-karya tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan keberanian dalam menyampaikan ide. Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan apresiasi atas budaya literasi yang terus tumbuh di lingkungan Sekolah Cendekia BAZNAS. Menurutnya, literasi di SCB tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca, tetapi dilanjutkan dengan kemampuan menulis dan menghasilkan karya. Melalui proses tersebut, para siswa memiliki ruang untuk mengembangkan kreativitas, gagasan, sekaligus menjadikan pengalaman belajar sebagai sesuatu yang dapat dituangkan dalam karya. Prestasi ini juga menjadi gambaran bagaimana pengelolaan zakat yang tepat dapat memberikan dampak jangka panjang. Zakat tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses membangun generasi yang unggul, produktif, berdaya saing, dan memiliki karya. Sekolah Cendekia BAZNAS merupakan salah satu program pendidikan BAZNAS yang berfokus pada pembinaan generasi penerus. Hingga tahun 2025, SCB telah membina 363 siswa dari berbagai wilayah di Indonesia. Melalui pendidikan dan penguatan karakter, program ini diarahkan untuk melahirkan generasi yang unggul, produktif, serta siap mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Bagi gerakan zakat, pencapaian tersebut menjadi pengingat bahwa zakat yang dikelola dengan amanah dapat membuka jalan bagi lahirnya lebih banyak kesempatan, prestasi, dan masa depan yang lebih baik bagi para penerimanya. Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh pendidikan. Dari pendidikan, lahir karya. Dan dari karya, tumbuh generasi yang siap menguatkan Indonesia. Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA16/09/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Dukung Respons Kemanusiaan BAZNAS RI, 16 Pos Layanan Hadir untuk Penyintas Gempa NTT
BAZNAS Kota Cirebon Dukung Respons Kemanusiaan BAZNAS RI, 16 Pos Layanan Hadir untuk Penyintas Gempa NTT
CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon terus mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dukungan tersebut menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan BAZNAS secara nasional yang saat ini terus bergerak memenuhi kebutuhan dasar para penyintas gempa di sejumlah wilayah NTT. BAZNAS RI telah mendirikan 16 pos layanan kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak, meliputi Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Manggarai Timur. Berbagai layanan dihadirkan untuk merespons kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat, mulai dari layanan kesehatan, dapur umum, dapur air, hingga masjid darurat. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan keberadaan pos layanan tersebut merupakan bentuk respons cepat BAZNAS untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan. "Yang kami upayakan adalah bagaimana masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan dasar selama berada dalam situasi darurat. Karena itu, layanan kami dibuat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di masing-masing titik," ujar Sodik dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2026). Respons kemanusiaan BAZNAS tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan logistik. Tim juga memastikan kebutuhan pangan, air bersih, kesehatan, hingga kebutuhan ibadah masyarakat tetap terpenuhi selama berada di pengungsian. Dapur umum dan dapur air disiapkan untuk membantu masyarakat memperoleh makanan serta air bersih. Sementara layanan kesehatan diberikan untuk memantau dan menangani kondisi kesehatan para penyintas, terutama warga yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan. BAZNAS juga menghadirkan masjid darurat di sejumlah lokasi sebagai upaya menyediakan kembali ruang ibadah bagi masyarakat yang terdampak kerusakan akibat gempa. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS RI mengerahkan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) untuk memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat terdampak. Bagi BAZNAS Kota Cirebon, hadirnya berbagai layanan tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat. Para penyintas membutuhkan dukungan yang berkelanjutan agar dapat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus perlahan memulihkan kehidupan mereka. Karena itu, BAZNAS Kota Cirebon mengajak masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian kepada penyintas gempa NTT melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui lembaga resmi. "Layanan-layanan BAZNAS juga memungkinkan untuk terus bertambah, kami akan terus bergerak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Semoga ikhtiar ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT," ujar Sodik. Zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat menjadi energi untuk menghadirkan manfaat, termasuk dalam situasi darurat bencana. Mari bersama menguatkan saudara kita di NTT. Karena zakat menguatkan Indonesia.
BERITA30/08/2026 | Admin | Akate
ZChicken BAZNAS Hadir di Muktamar Ke-35 NU, Dari Pemberdayaan Mustahik untuk Umat
ZChicken BAZNAS Hadir di Muktamar Ke-35 NU, Dari Pemberdayaan Mustahik untuk Umat
CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus menghadirkan manfaat zakat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui ZChicken, program usaha kuliner yang dikembangkan untuk mendorong mustahik agar mampu mandiri secara ekonomi. Semangat pemberdayaan tersebut turut hadir dalam Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). BAZNAS RI membagikan sebanyak 15.000 paket konsumsi ZChicken secara gratis kepada para muktamirin atau peserta muktamar selama lima hari penyelenggaraan. Tidak hanya menghadirkan makanan bagi para peserta, kehadiran ZChicken di arena muktamar juga menjadi cara BAZNAS memperkenalkan hasil usaha para mustahik yang telah mendapatkan pembinaan dan dukungan usaha. Ketua BAZNAS Turun Langsung Jadi Chef ZChicken Ada pemandangan menarik di tengah pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., turun langsung memasak olahan ayam goreng ZChicken. Mengenakan celemek ala chef, Sodik berbaur bersama para pimpinan dan tim BAZNAS untuk menyiapkan sekaligus membagikan paket makanan kepada para muktamirin. Kehadiran Ketua BAZNAS yang turun langsung melayani peserta menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban. Para muktamirin pun terlihat antusias mengantre untuk mendapatkan paket ZChicken. “Bantuan ZChicken ini disebar di 10 titik melalui 23 tahap penyaluran dengan total 15.000 paket selama lima hari perhelatan, yang menjadi wujud nyata kontribusi BAZNAS untuk menyukseskan Muktamar sebagai bagian dari amanat syariah fi sabilillah,” ujar Sodik. Bagi BAZNAS Kota Cirebon, momen tersebut memperlihatkan bahwa program zakat dapat hadir dalam berbagai bentuk. Tidak hanya melalui bantuan konsumtif, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi mustahik yang menghasilkan produk dan usaha yang dapat dinikmati masyarakat luas. ZChicken Bukan Sekadar Bantuan Makanan Program ZChicken dibangun melalui proses pembinaan yang berkelanjutan. Mustahik tidak hanya menerima modal, tetapi juga mendapatkan pelatihan dan pendampingan agar mampu menjalankan usaha secara profesional. Sodik menjelaskan, BAZNAS memberikan pembinaan mulai dari standar pengolahan makanan, pelatihan memasak, penyediaan modal kerja, hingga peralatan usaha. “Jadi kita bina proses standarnya, bagaimana proses masaknya. Itu memang kita tetapkan, kemudian kita latihkan dan kita berikan modal, alat, dan lain-lain. Sampai kepada standardisasi dan pelatihannya,” jelas Sodik. Konsep tersebut menjadi bagian penting dari upaya BAZNAS dalam mengubah pola bantuan dari sekadar memenuhi kebutuhan sesaat menjadi dukungan yang dapat menciptakan kemandirian ekonomi mustahik. Melalui usaha seperti ZChicken, mustahik memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan, mengembangkan keterampilan, dan secara bertahap meningkatkan kondisi ekonomi keluarganya. Muktamirin Antusias Menikmati ZChicken Program tersebut mendapat respons positif dari para peserta Muktamar Ke-35 NU. Aroma ayam goreng ZChicken yang disiapkan di sejumlah titik menjadi daya tarik tersendiri di tengah padatnya agenda muktamar. Salah seorang peserta asal Jawa Timur mengaku menikmati rasa ZChicken yang disajikan. “Ayamnya renyah, gurih. Alhamdulillah,” ujarnya. Peserta lainnya juga mengaku terkejut ketika mengetahui paket makanan tersebut dibagikan langsung oleh Ketua BAZNAS RI. “Kaget juga tadi yang bagiin langsung Pak Ketua BAZNAS pakai celemek. Rasanya pas dan kemasannya sudah seperti yang ada di toko-toko ayam goreng yang sudah besar,” ungkapnya. Respons tersebut menjadi gambaran bahwa produk hasil pemberdayaan mustahik dapat memiliki kualitas dan daya saing ketika dikembangkan melalui pembinaan yang tepat. Zakat Mendorong Mustahik Menjadi Mandiri Kehadiran ZChicken di Muktamar Ke-35 NU menjadi salah satu contoh bagaimana dana zakat dapat diarahkan untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan. Ketika mustahik mendapatkan akses terhadap pelatihan, modal, peralatan, serta pendampingan usaha, mereka tidak hanya dibantu untuk memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga diberikan kesempatan untuk membangun sumber penghasilan secara mandiri. Inilah salah satu semangat yang terus didorong BAZNAS melalui program pemberdayaan ekonomi. Bagi BAZNAS Kota Cirebon, semangat tersebut juga relevan untuk terus dikembangkan di tengah masyarakat. Zakat memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan yang membantu masyarakat keluar dari keterbatasan ekonomi menuju kehidupan yang lebih mandiri. BAZNAS Perkuat Layanan di Muktamar Ke-35 NU Kontribusi BAZNAS dalam Muktamar Ke-35 NU tidak berhenti pada penyediaan konsumsi ZChicken. BAZNAS juga menghadirkan posko kesehatan siaga serta membagikan ribuan paket kebersihan bagi para peserta muktamar. Selain itu, BAZNAS turut menggandeng kader muda IPNU melalui gerakan Carbon Warrior untuk menjaga kebersihan lingkungan selama pelaksanaan kegiatan. Dalam bidang pendidikan, BAZNAS juga menyalurkan 2.500 beasiswa pendidikan santri sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat zakat dan mendukung keberlanjutan pendidikan generasi muda. Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa zakat dapat hadir dalam banyak bentuk manfaat—mulai dari pemberdayaan ekonomi, layanan kesehatan, kepedulian lingkungan, hingga pendidikan. Dari Zakat, Tumbuh Kemandirian dan Kebermanfaatan Kisah ZChicken menjadi pengingat bahwa manfaat zakat tidak berhenti ketika bantuan diberikan kepada mustahik. Dengan pengelolaan dan pendampingan yang tepat, zakat dapat menjadi jalan bagi mustahik untuk membangun usaha, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya menjadi pribadi yang lebih mandiri. Semangat tersebut sejalan dengan tagline “Zakat Menguatkan Indonesia”. Zakat yang dikelola secara amanah bukan hanya membantu mereka yang membutuhkan hari ini, tetapi juga membuka jalan agar mereka dapat bangkit, mandiri, dan kelak ikut memberikan manfaat kepada orang lain. BAZNAS Kota Cirebon mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Karena dari zakat yang kita tunaikan, dapat tumbuh usaha, kemandirian, dan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan. Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA29/08/2026 | Admin | Akate
Donasi Korban Gempa NTT, Moonraker, RPM, dan DGR Pabedilan Salurkan Rp4 Juta melalui BAZNAS Kota Cirebon
Donasi Korban Gempa NTT, Moonraker, RPM, dan DGR Pabedilan Salurkan Rp4 Juta melalui BAZNAS Kota Cirebon
CIREBON – Gerakan donasi korban gempa NTT terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Moonraker Pabedilan, RPM Pabedilan, dan DGR Pabedilan turut menggalang donasi kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hasil penggalangan tersebut kemudian disalurkan melalui BAZNAS Kota Cirebon dengan total donasi sebesar Rp4.000.000. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menghadapi dampak bencana. Moonraker, RPM, dan DGR Pabedilan Bergerak untuk Korban Gempa NTT Penggalangan donasi gempa NTT yang dilakukan oleh Moonraker Pabedilan, RPM Pabedilan, dan DGR Pabedilan menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan dapat tumbuh dari berbagai komunitas dan kelompok masyarakat. Melalui aksi tersebut, ketiga kelompok dari Pabedilan ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada para penyintas gempa NTT. Donasi yang terkumpul kemudian dipercayakan untuk disalurkan melalui BAZNAS Kota Cirebon. BAZNAS Kota Cirebon mengapresiasi kepedulian Moonraker Pabedilan, RPM Pabedilan, dan DGR Pabedilan yang telah ikut mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan ini. Kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan bantuan melalui BAZNAS Kota Cirebon menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Donasi Gempa NTT Masih Dibuka Kondisi masyarakat yang terdampak bencana membutuhkan dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak. Karena itu, donasi untuk korban gempa NTT melalui BAZNAS Kota Cirebon masih dibuka. Masyarakat, komunitas, perusahaan, lembaga, maupun pihak lainnya dapat ikut berpartisipasi dengan menyalurkan donasi terbaiknya. Tidak ada donasi yang terlalu kecil. Setiap rupiah yang diberikan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Mari Salurkan Donasi untuk Korban Gempa NTT BAZNAS Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat untuk melanjutkan gerakan kepedulian ini. Mari bersama membantu saudara kita di NTT dan hadir di tengah mereka yang membutuhkan. Donasi dapat disalurkan melalui transfer ke rekening resmi: BSI 75515558 a.n BAZNAS Kota Cirebon. Bersama kita peduli. Bersama kita berbagi. Bersama kita menguatkan Indonesia. Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA29/08/2026 | Admin | Akate
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama
CIREBON – Semangat untuk bangkit dari bencana tidak selalu ditunjukkan dengan kembali membangun rumah yang runtuh. Bagi Mashita, seorang guru di Pondok Pesantren Pancasila Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), bangkit berarti tetap mampu memberikan manfaat bagi sesama meski dirinya sendiri menjadi penyintas gempa. Rumah Mashita di Desa Salama, Kecamatan Reok, mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang melanda wilayah NTT. Kedua orang tuanya pun masih bertahan di posko pengungsian karena kondisi belum memungkinkan untuk kembali ke rumah. Namun, di tengah situasi tersebut, Mashita memilih untuk tidak hanya menjadi penerima bantuan. Ketika BAZNAS membuka dapur umum di Pondok Pesantren Pancasila Reok, ia turut bergabung sebagai relawan untuk membantu menyiapkan makanan bagi para penyintas gempa. Setiap pagi selepas salat Subuh, Mashita bersama relawan lainnya menyiapkan sekitar 250 porsi makanan setiap hari. Makanan tersebut kemudian didistribusikan ke kampung-kampung dan posko pengungsian mandiri yang belum memperoleh bantuan atau masih menunggu masuknya logistik. "Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah menyediakan dapur umum. Ini sangat membantu, baik bagi warga sekitar maupun bagi saya pribadi,” ujar Mashita. Sebagai penyintas, Mashita memahami bagaimana rasanya kehilangan rasa aman setelah bencana. Namun, kondisi tersebut justru menguatkan tekadnya untuk membantu warga lain yang mengalami keadaan serupa. “Walaupun rumah saya terdampak dan sebagian runtuh, semangat saya tidak akan pernah runtuh untuk membantu teman-teman yang juga terdampak. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya. Bantuan BAZNAS Menjangkau Penyintas hingga Pelosok Kisah Mashita menjadi gambaran bahwa penanganan bencana bukan hanya tentang mendistribusikan bantuan, tetapi juga tentang menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk kembali bangkit dan saling menguatkan. Dalam respons kemanusiaan gempa NTT, BAZNAS terus mengerahkan berbagai bantuan bagi masyarakat terdampak. Bantuan tersebut mencakup dapur umum, paket logistik keluarga, layanan kesehatan mobile Rumah Sehat BAZNAS, dapur air, masjid darurat, serta sarana sanitasi. Sebelumnya, BAZNAS juga telah menyalurkan 500 Paket Logistik Keluarga (PLK) kepada penyintas gempa di Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Bantuan tersebut berisi kebutuhan pangan seperti beras, minyak, gula, biskuit, dan mi instan. Layanan kesehatan mobile Rumah Sehat BAZNAS juga terus bergerak menyisir posko-posko pengungsian mandiri hingga wilayah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyintas, khususnya lansia dan anak-anak, tetap memperoleh pemeriksaan dan pengobatan. Zakat dan Sedekah Menguatkan Saudara di NTT Bagi BAZNAS Kota Cirebon, berbagai aksi kemanusiaan tersebut menjadi pengingat bahwa zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat dapat memberikan manfaat hingga kepada saudara-saudara yang sedang menghadapi bencana di berbagai daerah. Semangat Mashita yang tetap membantu sesama meski menjadi penyintas menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang harapan yang tumbuh setelahnya. “Harapan saya ke depan ada uluran tangan dari para dermawan yang ikhlas membantu para penyintas gempa. Bantuan tersebut tidak harus sekaligus, tetapi bisa diberikan secara perlahan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman lain yang rumah dan kehidupannya terdampak gempa,” ucap Mashita. BAZNAS Kota Cirebon mengajak masyarakat untuk terus membersamai saudara-saudara kita yang terdampak gempa NTT. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui lembaga resmi merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk meringankan beban, memulihkan kehidupan, dan menghadirkan harapan bagi para penyintas. Mari terus bergandengan tangan. Karena zakat dan sedekah bukan sekadar memberi, tetapi menghadirkan kekuatan bagi mereka yang sedang berjuang untuk bangkit. Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA27/08/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Salurkan 500 Paket Logistik untuk Penyintas Gempa NTT, Targetkan 1.000 Paket Sembako
BAZNAS Salurkan 500 Paket Logistik untuk Penyintas Gempa NTT, Targetkan 1.000 Paket Sembako
CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 500 Paket Logistik Keluarga (PLK) disalurkan kepada penyintas gempa di Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (24/8/2026). Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat bencana. Di tengah kondisi pengungsian dan keterbatasan akses terhadap kebutuhan sehari-hari, bantuan pangan menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak bagi keluarga terdampak. Paket Logistik Keluarga yang disalurkan BAZNAS berisi berbagai kebutuhan pangan, antara lain beras, minyak, gula, biskuit, dan mi instan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga penyintas memenuhi kebutuhan pangan selama berada di pengungsian. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyerahkan langsung bantuan kepada masyarakat di Posko Golo Conggo. Penyaluran tersebut turut disaksikan Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang dan Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., yang berada di lokasi untuk meninjau kondisi masyarakat terdampak gempa. Kebutuhan Dasar Penyintas Menjadi Prioritas Idy Muzayyad mengatakan, kondisi pascabencana membuat masyarakat menghadapi berbagai keterbatasan. Karena itu, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas dalam respons kemanusiaan BAZNAS. "Akibat bencana ini semua serba terbatas. Meskipun demikian, kebutuhan makan, air, tempat pengungsian, dan kebutuhan dasar lainnya harus kita upayakan tersedia," ujar Idy. Menurutnya, kondisi penyintas yang tinggal di tenda-tenda pengungsian membutuhkan perhatian khusus. Selain kebutuhan pangan, masyarakat juga membutuhkan akses air bersih, layanan kesehatan, tempat ibadah, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. BAZNAS pun terus mengerahkan bantuan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Untuk bantuan pangan, BAZNAS menargetkan pendistribusian hingga 1.000 paket sembako kepada para penyintas gempa NTT. "Sejumlah bantuan terus dikerahkan BAZNAS untuk membantu masyarakat terdampak gempa. Bantuan tersebut meliputi makanan, dapur umum, dapur air, masjid darurat, hingga layanan kesehatan. Dan semua bantuan tersebut masih terus berlangsung," jelas Idy. Bantuan BAZNAS Tidak Berhenti pada Logistik Respons BAZNAS terhadap gempa NTT dilakukan secara terpadu. Selain mendistribusikan Paket Logistik Keluarga, BAZNAS juga menghadirkan berbagai layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat. Sebelumnya, BAZNAS melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) menghadirkan layanan kesehatan mobile dengan mendatangi posko-posko pengungsian di Kecamatan Reok hingga wilayah yang sulit dijangkau kendaraan. Tim medis memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta obat-obatan secara gratis kepada masyarakat terdampak. Layanan tersebut secara khusus membantu kelompok rentan, termasuk anak-anak dan lansia. BAZNAS juga mengerahkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk mendukung penyediaan bantuan pangan dan logistik, termasuk operasional dapur umum. Selain itu, masyarakat terdampak juga mendapatkan dukungan berupa dapur air, masjid darurat, serta sarana sanitasi untuk menunjang kebutuhan sehari-hari selama berada di pengungsian. Dengan berbagai bentuk intervensi tersebut, BAZNAS berupaya memastikan respons bencana tidak hanya berfokus pada satu kebutuhan, tetapi mencakup kebutuhan dasar masyarakat secara menyeluruh. Penyintas Bersyukur Mendapat Bantuan Bantuan yang diberikan BAZNAS dirasakan langsung oleh masyarakat yang masih berada dalam kondisi terdampak gempa. Salah seorang penerima manfaat sekaligus penyintas gempa NTT, Kamaruddin Abdullah, yang berprofesi sebagai Kepala Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren Pancasila Reok, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. Menurutnya, dukungan berupa makanan dan logistik sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya selama berada di pengungsian. "Terima kasih kepada BAZNAS yang sudah membantu kami, terutama para muzaki yang telah membantu melalui BAZNAS. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, kami sangat terbantu," kata Kamaruddin. Ia juga mengapresiasi layanan kesehatan yang turut dihadirkan BAZNAS bagi masyarakat terdampak. "Ada juga Rumah Sehat BAZNAS dari tim yang berasal dari Sulawesi, termasuk tim dokter. Alhamdulillah, kami diberikan obat-obatan yang membantu memberikan sedikit kesembuhan kepada kami," ujarnya. Bagi masyarakat yang kehilangan kenyamanan tempat tinggal akibat bencana, kehadiran bantuan pangan dan layanan kesehatan menjadi dukungan penting dalam menjalani masa tanggap darurat. Zakat, Infak, dan Sedekah Hadir untuk Kemanusiaan Idy Muzayyad menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Ia menegaskan, dukungan para muzaki menjadi bagian penting dalam memungkinkan berbagai aksi kemanusiaan dilakukan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah. BAZNAS akan terus memantau perkembangan kondisi penyintas gempa di sejumlah wilayah NTT untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. "BAZNAS mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Mari kita terus menguatkan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," imbau Idy. Bantuan untuk penyintas gempa NTT menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat dihadirkan dalam aksi kemanusiaan. Dari bantuan pangan hingga layanan kesehatan, kepedulian masyarakat melalui lembaga pengelola zakat dapat membantu meringankan beban mereka yang sedang menghadapi bencana. Semangat tersebut sejalan dengan pesan “Zakat Menguatkan Indonesia”—bahwa kepedulian yang dihimpun bersama dapat menjadi kekuatan untuk menguatkan masyarakat yang membutuhkan, termasuk para penyintas gempa di NTT.
BERITA25/08/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Mobile, Jangkau Penyintas Gempa NTT hingga Pelosok
BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Mobile, Jangkau Penyintas Gempa NTT hingga Pelosok
CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperluas layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak hanya membuka pelayanan di posko utama, BAZNAS menghadirkan layanan kesehatan mobile Rumah Sehat BAZNAS (RSB) untuk menjangkau para penyintas gempa hingga wilayah pelosok. Layanan kesehatan bergerak tersebut menyasar para penyintas gempa yang berada di wilayah Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT, termasuk posko-posko pengungsian mandiri dan kawasan yang sulit dijangkau kendaraan roda empat. Tim medis RSB BAZNAS secara aktif mendatangi lokasi pengungsian untuk memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, serta obat-obatan kepada masyarakat terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyintas gempa, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan di tengah kondisi darurat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan layanan kesehatan mobile merupakan bentuk respons aktif BAZNAS terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana. “Layanan kesehatan mobile RSB ini kami hadirkan secara proaktif untuk memastikan seluruh penyintas gempa, khususnya para lansia dan anak-anak, mendapatkan penanganan medis yang cepat tanpa terhalang kendala jarak,” jelas Idy Muzayyad di NTT, Senin (24/8/2026). Menurut Idy, kondisi pascabencana membuat kebutuhan terhadap layanan kesehatan menjadi semakin penting. Keterbatasan fasilitas kesehatan lokal, kondisi geografis, serta akses transportasi menjadi sejumlah tantangan yang harus dihadapi masyarakat terdampak. Karena itu, tim medis BAZNAS tidak hanya menunggu pasien datang ke posko pelayanan. Tim justru bergerak mendatangi pemukiman warga dan titik-titik pengungsian yang sulit dijangkau kendaraan. Tim Medis BAZNAS Jemput Bola ke Posko Pengungsian Tim medis RSB BAZNAS menyisir sejumlah posko pengungsian mandiri di Kecamatan Reok hingga wilayah Pantai Utara, Kecamatan Reok Barat. Tim medis memberikan pemeriksaan kesehatan sekaligus pengobatan bagi warga yang membutuhkan. Ratusan pasien terdampak telah mendapatkan pelayanan medis setiap harinya melalui layanan kesehatan mobile tersebut. Tim medis RSB BAZNAS, dr. Moch Raedy Noor Rizki, menjelaskan bahwa sejak tiba di lokasi bencana, tim langsung bergerak memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Sejak awal tiba, kami langsung bergerak mobile dan terfokus memberikan pelayanan kesehatan di Kecamatan Reok, terutama mendatangi posko-posko warga yang tidak terjangkau akses kendaraan roda empat,” ujarnya. Pola pelayanan tersebut menjadi penting karena tidak semua penyintas memiliki kemudahan untuk mendatangi fasilitas kesehatan. Selain faktor jarak, kondisi pascabencana juga membuat mobilitas masyarakat menjadi terbatas. Dengan sistem pelayanan mobile, tim kesehatan dapat langsung melihat kondisi masyarakat di lokasi pengungsian sekaligus memberikan penanganan yang dibutuhkan. Jangkauan hingga Pantai Utara Reok Barat Pengasuh Pondok Pesantren Pancasila Reo sekaligus fasilitator posko medis BAZNAS, Ustaz Jiyanto, mengatakan layanan kesehatan mobile dilakukan secara konsisten setiap hari. Pelayanan dimulai di posko utama pesantren pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan penyisiran ke sejumlah posko pengungsian mandiri. “Pelayanan kesehatan dimulai pukul 08.00 WITA di posko utama, lalu dilanjutkan dengan layanan mobile ke posko-posko pengungsian mandiri,” tuturnya. Menurutnya, jangkauan pelayanan bahkan mencapai wilayah terluar seperti Pantai Utara di Kecamatan Reok Barat. Kehadiran tim medis BAZNAS mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Warga dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan, resep, hingga obat-obatan secara gratis tanpa harus menempuh perjalanan jauh menuju fasilitas kesehatan. “Masyarakat sangat gembira karena pemeriksaannya dilakukan secara menyeluruh mulai dari penanganan medis, pemberian resep, hingga obat-obatan gratis,” lanjutnya. BAZNAS Perkuat Bantuan Kemanusiaan untuk Penyintas Gempa NTT Layanan kesehatan mobile menjadi bagian dari rangkaian respons kemanusiaan BAZNAS untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di NTT. Selain pelayanan medis, BAZNAS melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) juga mendistribusikan bantuan sembako dan mendukung operasional dapur umum bagi para penyintas. BAZNAS turut menyediakan masjid darurat serta sarana sanitasi untuk membantu memenuhi kebutuhan ibadah dan menjaga kebersihan masyarakat selama berada di pengungsian. Berbagai bentuk bantuan tersebut menunjukkan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan pangan, tetapi juga layanan kesehatan, sanitasi, tempat ibadah, serta dukungan pemulihan kehidupan masyarakat. Idy Muzayyad mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan bagi para penyintas gempa NTT. “Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengulurkan tangan dan menyalurkan sedekah terbaik melalui BAZNAS guna meringankan beban serta memulihkan kehidupan saudara-saudara kita di NTT,” imbaunya. Melalui gerakan solidaritas dan dukungan masyarakat, BAZNAS berharap proses pemulihan penyintas gempa NTT dapat berlangsung secara bertahap. Bantuan yang diberikan diharapkan tidak hanya meringankan kebutuhan masyarakat dalam situasi darurat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memulihkan kehidupan mereka setelah bencana. Semangat tersebut sejalan dengan nilai “Zakat Menguatkan Indonesia”, bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat dapat dihadirkan menjadi aksi nyata untuk membantu mereka yang membutuhkan, termasuk masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
BERITA24/08/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Buka Saluran Donasi untuk Korban Gempa NTT
BAZNAS Kota Cirebon Buka Saluran Donasi untuk Korban Gempa NTT
CIREBON — Bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat. Dampak gempa dirasakan luas, menyebabkan korban jiwa, kerusakan rumah dan fasilitas umum, serta memaksa puluhan ribu warga meninggalkan rumah dan mengungsi. Berdasarkan data terbaru yang dilaporkan BNPB, hingga 20 Agustus 2026 tercatat 78 orang meninggal dunia, 953 orang mengalami luka-luka, dan 95.871 warga mengungsi. Selain itu, sebanyak 38.898 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan dasar para penyintas menjadi perhatian utama. Banyak warga masih bertahan di lokasi pengungsian dan membutuhkan berbagai bantuan, termasuk makanan, perlengkapan tidur, selimut, serta kebutuhan pokok lainnya. Merespons kondisi darurat tersebut, BAZNAS Kota Cirebon bergerak membuka saluran donasi bagi masyarakat yang ingin turut membantu para korban gempa NTT. Melalui campaign resmi bertajuk “BAZNAS Kota Cirebon Peduli Gempa NTT”, masyarakat dapat menyalurkan donasi melalui platform Kitabisa. Donasi dapat disalurkan melalui: Kitabisa – BAZNAS Kota Cirebon Peduli Gempa NTT https://kitabisa.com/baznascirebonpeduligempantt BAZNAS Kota Cirebon mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjadi bagian dari ikhtiar kemanusiaan ini. Tidak perlu menunggu memiliki banyak untuk berbagi. Donasi Rp20.000 sekalipun dapat menjadi bagian dari bantuan yang menghadirkan kehangatan bagi saudara-saudara kita yang sedang bertahan di pengungsian. "Setiap bantuan yang diberikan, berapa pun nilainya, insyaallah sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana." BAZNAS Kota Cirebon juga mengajak masyarakat untuk membantu menyebarluaskan informasi donasi ini kepada keluarga, sahabat, komunitas, maupun grup WhatsApp lainnya. Semakin luas informasi ini tersebar, semakin besar pula peluang kebaikan untuk hadir bagi para penyintas gempa NTT. Mari bersama hadirkan kepedulian. Mari bantu saudara kita di NTT. Rp20.000 dari kita, insyaallah menjadi kehangatan bagi mereka. Jazakumullahu khairan katsiran atas kepedulian dan kebaikan seluruh masyarakat. BAZNAS Kota Cirebon Zakat Menguatkan Indonesia
BERITA21/08/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon dan BAZNAS Jawa Barat Bahas Penguatan Program, Usulan Penambahan Kuota Rutilahu Dikaji
BAZNAS Kota Cirebon dan BAZNAS Jawa Barat Bahas Penguatan Program, Usulan Penambahan Kuota Rutilahu Dikaji
BANDUNG, 19 Agustus 2026 — BAZNAS Kota Cirebon dan BAZNAS Provinsi Jawa Barat memperkuat sinergi dalam upaya meningkatkan pelayanan dan memperluas manfaat zakat bagi masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu hasil penting dalam pertemuan silaturahmi dan koordinasi kedua lembaga yang berlangsung di Bandung, Rabu (19/8/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan program pelayanan masyarakat, regulasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga tata kelola dan pengawasan keuangan. Salah satu pembahasan yang menjadi perhatian adalah usulan penambahan kuota Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) untuk Kota Cirebon. Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Zaki Hilmi, M.H., menyampaikan bahwa usulan tersebut akan dikaji lebih lanjut. Hal ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan jangkauan pelayanan program bagi masyarakat Kota Cirebon yang membutuhkan dukungan untuk mendapatkan hunian yang lebih layak. Selain penguatan program, BAZNAS Kota Cirebon juga mendapatkan dorongan untuk memperkuat regulasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Penguatan regulasi dinilai penting agar pelaksanaan pengumpulan dan pengelolaan zakat melalui UPZ memiliki landasan yang kuat, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Zaki Hilmi juga menekankan pentingnya implementasi SOP yang telah disusun oleh BAZNAS Republik Indonesia. Menurutnya, penerapan SOP secara konsisten dapat membantu memperkuat sistem kerja dan profesionalitas lembaga, sekaligus memastikan setiap proses berjalan secara terukur dan akuntabel. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dra. H. Ruri Badariyah Ramadanti, M.T., menyoroti pentingnya pengelolaan serta pengawasan laporan keuangan. Tata kelola keuangan yang baik, transparan, dan akuntabel menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat. Karena itu, BAZNAS Kota Cirebon didorong untuk menggunakan SOP yang sesuai sebagai pedoman dalam menjalankan setiap proses dan kegiatan kelembagaan. Berbagai catatan strategis tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kapasitas BAZNAS Kota Cirebon, baik dari sisi kelembagaan maupun program pelayanan kepada masyarakat. Dengan penguatan regulasi, penerapan SOP, tata kelola keuangan yang semakin baik, serta pengembangan program yang lebih optimal, sinergi BAZNAS Kota Cirebon dan BAZNAS Provinsi Jawa Barat diharapkan dapat semakin memperluas dampak zakat bagi masyarakat. Pertemuan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi dan koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan potensi zakat sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Cirebon. Dari silaturahmi, lahir kolaborasi. Dari kolaborasi, hadir lebih banyak manfaat. Zakat Menguatkan Indonesia. Zakat Penolong Sesama di Dunia, Zakat Penyelamat Kita di Akhirat.
BERITA19/08/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon dan BAZNAS Jawa Barat Perkuat Silaturahmi dan Tata Kelola Kelembagaan
BAZNAS Kota Cirebon dan BAZNAS Jawa Barat Perkuat Silaturahmi dan Tata Kelola Kelembagaan
BANDUNG, 19 Agustus 2026 — BAZNAS Kota Cirebon melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Rabu (19/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membahas sejumlah langkah strategis dalam rangka memperkuat tata kelola dan optimalisasi pengelolaan zakat di Kota Cirebon. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi ruang bagi kedua lembaga untuk bertukar pandangan mengenai penguatan kelembagaan, regulasi, tata kelola Unit Pengumpul Zakat (UPZ), penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga pengelolaan dan pengawasan keuangan. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Zaki Hilmi, M.H., menyampaikan bahwa usulan terkait penambahan kuota Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) untuk Kota Cirebon akan dikaji lebih lanjut. Usulan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap peningkatan pelayanan dan kebermanfaatan program BAZNAS bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan tempat tinggal yang layak. Selain aspek program, Zaki Hilmi juga mendorong BAZNAS Kota Cirebon untuk terus melakukan penguatan regulasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Menurutnya, pengelolaan zakat melalui UPZ perlu memiliki landasan yang semakin kuat, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia juga menekankan pentingnya BAZNAS Kota Cirebon untuk mengadopsi dan mengimplementasikan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah disusun oleh BAZNAS Republik Indonesia. Penerapan SOP tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem kerja, meningkatkan profesionalitas pengelolaan lembaga, serta memastikan setiap proses kelembagaan berjalan secara terukur dan akuntabel. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dra. H. Ruri Badariyah Ramadanti, M.T., memberikan perhatian khusus terhadap aspek pengelolaan dan pengawasan laporan keuangan. Menurutnya, tata kelola keuangan yang baik merupakan bagian penting dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat. Ia juga menekankan agar BAZNAS Kota Cirebon menggunakan SOP yang sesuai sebagai pedoman dalam menjalankan setiap proses dan kegiatan kelembagaan. Bagi BAZNAS Kota Cirebon, berbagai masukan dan arahan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut menjadi catatan penting untuk terus melakukan pembenahan dan penguatan kapasitas lembaga. Melalui silaturahmi dan koordinasi yang berkelanjutan, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat regulasi, mengoptimalkan pengawasan keuangan, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pertemuan tersebut diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antara BAZNAS Kota Cirebon dan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Zakat Menguatkan Indonesia. Zakat Penolong Sesama di Dunia, Zakat Penyelamat Kita di Akhirat
BERITA19/08/2026 | Admin | Akate
Terharu dan Bahagia, Ratimah Terima Kursi Roda dari BAZNAS Kota Cirebon
Terharu dan Bahagia, Ratimah Terima Kursi Roda dari BAZNAS Kota Cirebon
KOTA CIREBON – Kebahagiaan sekaligus rasa haru dirasakan Ratimah, warga Jalan Tanda Barat 1 No. 36, RT 03/RW 06, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, setelah menerima bantuan satu unit kursi roda dari BAZNAS Kota Cirebon, Rabu (12/8/2026). Bantuan kursi roda tersebut diberikan untuk membantu kebutuhan mobilitas Ratimah dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Penyaluran dilakukan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kota Cirebon, Drs. M. Hasan Sadili, M.Pd., bersama Amil Pelaksana BAZNAS Kota Cirebon. Bagi Ratimah, kedatangan BAZNAS Kota Cirebon membawa kebahagiaan tersendiri. Bantuan yang diberikan menjadi bentuk perhatian nyata kepada masyarakat yang membutuhkan sekaligus memberikan dukungan untuk menjalani aktivitas dengan lebih mudah. Ratimah merasa terharu atas bantuan yang diterimanya. Ia juga mengapresiasi respons BAZNAS Kota Cirebon yang cepat dalam menindaklanjuti kebutuhan kursi roda tersebut. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi Ratimah dalam melakukan aktivitas sehari-hari, sekaligus memberikan rasa nyaman dalam menjalani keseharian. Wakil Ketua I BAZNAS Kota Cirebon, Drs. M. Hasan Sadili, M.Pd., menyampaikan bahwa bantuan kursi roda merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memastikan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. “Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membantu Ibu Ratimah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Mudah-mudahan juga menjadi keberkahan bagi para muzaki dan donatur yang telah menitipkan ZIS melalui BAZNAS Kota Cirebon,” tuturnya. Penyaluran kursi roda kepada Ratimah menunjukkan bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah dapat diwujudkan dalam bentuk bantuan yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS, termasuk bantuan di bidang kesehatan dan kemanusiaan. Bagi Ratimah, kursi roda tersebut bukan hanya alat bantu. Bantuan itu menjadi simbol kepedulian dan perhatian yang memberikan harapan sekaligus semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Melalui kepercayaan para muzaki, munfik, dan donatur, BAZNAS Kota Cirebon akan terus berupaya menghadirkan manfaat zakat secara tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA12/08/2026 | Admin | Akate
Terharu Terima Kursi Roda dari BAZNAS Kota Cirebon, Yayan Sopyan: Bantuan Ini Sangat Berarti
Terharu Terima Kursi Roda dari BAZNAS Kota Cirebon, Yayan Sopyan: Bantuan Ini Sangat Berarti
KOTA CIREBON – Rasa haru dan bahagia dirasakan Yayan Sopyan, warga Gang Dahlia No. 56 B Warnasari, RT 04/RW 07, Kelurahan Kesambi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, setelah menerima bantuan satu unit kursi roda dari BAZNAS Kota Cirebon, Rabu (12/8/2026). Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS Kota Cirebon kepada masyarakat yang membutuhkan alat bantu mobilitas. Kursi roda diserahkan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kota Cirebon, Drs. M. Hasan Sadili, M.Pd., bersama Amil Pelaksana BAZNAS Kota Cirebon. Bagi Yayan, bantuan tersebut bukan sekadar sebuah kursi roda. Kehadiran alat bantu mobilitas itu menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti di tengah kebutuhan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Rasa haru terlihat ketika bantuan tersebut diterima. Yayan menyambut bantuan dari BAZNAS Kota Cirebon dengan penuh rasa syukur dan bahagia, terlebih proses respons terhadap kebutuhannya dinilai cepat. Bantuan kursi roda diharapkan dapat membantu Yayan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah serta memberikan dukungan terhadap mobilitasnya. Wakil Ketua I BAZNAS Kota Cirebon, Drs. M. Hasan Sadili, M.Pd., mengatakan bahwa penyaluran bantuan merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. “Semoga kursi roda ini dapat memberikan manfaat dan membantu aktivitas sehari-hari Bapak Yayan. Kami juga berterima kasih kepada para muzaki dan donatur yang telah mempercayakan ZIS melalui BAZNAS Kota Cirebon,” ujarnya. Penyaluran bantuan kepada Yayan menjadi salah satu wujud nyata bahwa zakat tidak hanya berbicara tentang kewajiban, tetapi juga tentang kepedulian dan kebermanfaatan bagi sesama. BAZNAS Kota Cirebon terus berkomitmen menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang berhak dan membutuhkan melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan. Bagi Yayan Sopyan, bantuan tersebut menjadi pengingat bahwa masih banyak pihak yang peduli dan bersedia membantu. Kursi roda yang diterimanya diharapkan menjadi sarana yang dapat menunjang mobilitas sekaligus menghadirkan semangat baru dalam menjalani hari-hari.
BERITA12/08/2026 | Admin | Akate
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →