WhatsApp Icon
Wali Kota Cirebon Turun Langsung Pantau Zakat Fitrah, Apresiasi Kinerja BAZNAS yang Terus Meningkat


Cirebon, 20 Maret 2026 – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melakukan monitoring langsung terhadap pelaksanaan penghimpunan dan pendistribusian zakat fitrah di BAZNAS Kota Cirebon pada Jumat (20/3).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda resmi Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam memastikan kesiapan pengumpulan dan distribusi zakat fitrah serta persiapan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H. Berdasarkan surat undangan resmi, monitoring dimulai dari Balai Kota Cirebon dan dilanjutkan ke beberapa titik, termasuk kantor BAZNAS Kota Cirebon.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon mengapresiasi kinerja BAZNAS Kota Cirebon yang dinilai telah bekerja keras dalam mengelola zakat secara profesional dan amanah.

“Kami mengapresiasi kerja keras BAZNAS Kota Cirebon. Kekompakan dalam internal lembaga menjadi kunci utama yang harus terus dijaga agar kinerja semakin optimal,” ujar Effendi Edo.

Ia menegaskan bahwa sinergi dan soliditas di dalam tubuh lembaga menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kinerja penghimpunan zakat di Kota Cirebon terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.

Menurutnya, peningkatan tersebut tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Daerah Kota Cirebon, khususnya dalam aspek regulasi zakat yang semakin menguat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Cirebon atas dukungan yang luar biasa, terutama dalam hal regulasi zakat. Hal ini menjadi salah satu faktor penting yang menjadikan Kota Cirebon sebagai daerah yang aktif dalam mendukung gerakan zakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Kota Cirebon berharap agar dukungan regulasi dari pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan ke depannya. Dengan regulasi yang semakin baik, potensi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah diyakini akan terus meningkat.

Hal ini pada akhirnya diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di Kota Cirebon, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial.

Monitoring ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa proses penghimpunan dan pendistribusian zakat fitrah berjalan optimal, tepat sasaran, dan sesuai dengan prinsip syariah.

20/03/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Syawal 1447 H, Ini Tanggal Idul Fitri di Indonesia

Cirebon — Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama.

Penetapan ini menjadi penanda berakhirnya bulan suci Ramadhan sekaligus momentum kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Menanggapi hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh rasa syukur, kebahagiaan, serta semangat berbagi kepada sesama.

Ketua BAZNAS Kota Cirebon menyampaikan bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kembali kepada fitrah dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Idul Fitri adalah momen untuk kembali suci. Selain saling memaafkan, kami mengajak masyarakat untuk memastikan zakat fitrah, infak, dan sedekah telah ditunaikan, sehingga kebahagiaan dapat dirasakan secara merata,” ujarnya.

BAZNAS Kota Cirebon juga terus membuka layanan pembayaran zakat, baik secara langsung maupun melalui platform digital, guna memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.

Melalui berbagai program pendistribusian, zakat yang ditunaikan akan disalurkan kepada mustahik di wilayah Kota Cirebon, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka di hari raya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan Idul Fitri tahun ini menjadi lebih bermakna, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi mereka yang membutuhkan.

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin.

 

FAQ Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Syawal 1447 H, Ini Tanggal Idul Fitri di Indonesia

Q: Kapan 1 Syawal 1447 H ditetapkan di Indonesia?
A: Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 melalui sidang isbat Kementerian Agama.

Q: Apa yang harus dilakukan sebelum Idul Fitri?
A: Umat Islam dianjurkan menunaikan zakat fitrah, memperbanyak sedekah, serta mempersiapkan diri untuk saling memaafkan.

Q: Bagaimana cara membayar zakat di BAZNAS Kota Cirebon?
A: Zakat dapat ditunaikan secara langsung di kantor BAZNAS atau melalui layanan digital resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Q: Siapa yang berhak menerima zakat fitrah?
A: Zakat fitrah disalurkan kepada mustahik, termasuk fakir dan miskin, sesuai ketentuan syariat Islam.

19/03/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Hadapi Era Disinformasi, BAZNAS Dinilai Punya Strategi Komunikasi yang Kuat

Cirebon – Di tengah tantangan arus informasi global yang semakin kompleks, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dinilai telah memiliki peta strategi komunikasi yang jelas dan terarah.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Hariqo Wibawa Satria, dalam agenda Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia yang digelar di Jakarta.

Menurut Hariqo, tantangan komunikasi saat ini tidak lagi sederhana. Disinformasi dan misinformasi bahkan telah menjadi salah satu risiko global utama.“Berita bohong sudah keliling dunia, sedangkan pelurusannya baru pakai sepatu,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, langkah BAZNAS yang aktif membangun komunikasi dengan media, membuka ruang kritik, serta menghadirkan langsung suara para penerima manfaat dinilai sebagai strategi yang tepat dan patut diapresiasi.“BAZNAS sudah punya peta komunikasi yang jelas, tinggal timnya lebih diperkuat,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya upaya literasi zakat untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman di masyarakat, khususnya terkait pengelolaan dan penyaluran dana zakat.

Menurutnya, transparansi dan publikasi yang kuat menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat.“Cerita dari para penerima manfaat sangat penting untuk ditampilkan di media. Suara mereka menjadi bukti bagaimana zakat membantu kehidupan masyarakat,” jelas Hariqo.

Lebih lanjut, ia memperkenalkan konsep tiga indikator utama komunikasi publik (3P), yaitu:

  • Pelaksanaan program yang berjalan dengan baik

  • Partisipasi masyarakat yang tinggi

  • Publikasi dan dokumentasi yang luas

Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat dampak program sosial kepada masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Ketua Zainut Tauhid Sa'adi, serta jajaran pimpinan lainnya, bersama tokoh komunikasi dan media seperti Amir Sodikin dan Andi Muhyiddin.

Bagi BAZNAS Kota Cirebon, penguatan strategi komunikasi ini menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan edukasi publik tentang zakat, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Di era digital, bukan hanya program yang harus kuat, tetapi juga cara menyampaikannya. Ketika komunikasi dilakukan dengan tepat, maka zakat tidak hanya dipahami, tetapi juga dipercaya dan ditunaikan.

 

Mari dukung gerakan zakat yang transparan dan berdampak. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon.

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Tsamara Amany Ajak Gen Z Berzakat Lewat BAZNAS, Dorong Gerakan Sosial Anak Muda Lebih Masif

Cirebon – Peran generasi muda dalam gerakan zakat semakin mendapat sorotan. Tsamara Amany mengajak Gen Z Indonesia untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sebagai bentuk kontribusi nyata dalam aksi sosial.

Ajakan tersebut disampaikan dalam forum Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia, yang menjadi ruang kolaborasi antara BAZNAS dan para praktisi komunikasi serta media.

Menurut Tsamara, generasi muda Indonesia memiliki potensi besar dalam gerakan filantropi, karena didorong oleh empati tinggi dan keinginan untuk menciptakan dampak sosial.“Anak muda Indonesia itu sangat dermawan dan ingin berkontribusi. Jika ada ruang dan jalurnya, mereka pasti bergerak,” ujarnya.

Ia menilai, BAZNAS memiliki posisi strategis sebagai wadah utama bagi anak muda untuk menyalurkan kepedulian mereka, baik dalam bentuk donasi maupun keterlibatan langsung sebagai relawan.

Namun demikian, Tsamara juga menyoroti bahwa citra BAZNAS di kalangan Gen Z masih perlu diperkuat, khususnya melalui pendekatan komunikasi yang lebih relevan dengan gaya anak muda masa kini.

Menurutnya, strategi komunikasi berbasis impact narrative dan storytelling menjadi kunci untuk menarik perhatian generasi muda.“Kalau impact narrative-nya kuat, storytelling-nya kuat, insyaallah akan makin banyak lagi orang-orang yang juga mau membantu,” jelasnya.

Ia menambahkan, kisah nyata seperti keberhasilan mustahik menjadi mandiri atau aksi kemanusiaan di wilayah konflik dapat menjadi konten yang kuat dan menyentuh secara emosional.

Tsamara juga mengapresiasi capaian BAZNAS yang berhasil membantu puluhan ribu masyarakat keluar dari kemiskinan, serta kontribusi besar dalam aksi kemanusiaan global, termasuk untuk Palestina.“Orang perlu tahu bahwa ada institusi di negara ini yang bekerja keras melakukan gerakan solidaritas kemanusiaan,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi, serta jajaran pimpinan lainnya, bersama tokoh komunikasi seperti Adita Irawati, Amir Sodikin, dan Andi Muhyiddin.

Bagi BAZNAS Kota Cirebon, ajakan ini menjadi momentum penting untuk semakin mendekatkan gerakan zakat kepada generasi muda di daerah. Dengan pendekatan digital, storytelling, dan konten yang relevan, Gen Z diharapkan dapat menjadi motor penggerak baru dalam ekosistem zakat.

Zakat hari ini bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menciptakan dampak. Dan generasi muda adalah kunci untuk memperluas dampak tersebut di masa depan.

 

Saatnya Gen Z bergerak. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon, dan jadilah bagian dari perubahan.

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Mudik Naik Kapal Perang, 1.448 Mustahik Diberangkatkan BAZNAS Bersama TNI AL

Cirebon – Inovasi layanan mudik kembali dihadirkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dengan menggandeng TNI Angkatan Laut dalam program mudik gratis menggunakan kapal perang.

Sebanyak 1.448 pemudik beserta 503 sepeda motor diberangkatkan menggunakan KRI Banda Aceh-593 dari Dermaga Kolinlamil TNI AL, Tanjung Priok, menuju Semarang dan Surabaya.

Program ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS bersama pemerintah melalui Menko Polkam RI Djamari Chaniago, sebagai bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat, khususnya kelompok ekonomi rentan.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.“Hari ini BAZNAS kembali bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggunakan kapal laut (perang), dengan jumlah yang diberangkatkan sekitar 1.448 orang untuk pulang-pergi,” ujar Sodik.

Tidak hanya menyediakan transportasi gratis, BAZNAS juga memastikan kenyamanan para pemudik melalui berbagai fasilitas, mulai dari konsumsi selama perjalanan, layanan kesehatan, hingga dukungan logistik lainnya.

Peserta mudik berasal dari berbagai latar belakang, seperti ibu rumah tangga, pengemudi ojek, asisten rumah tangga, mahasiswa, hingga pedagang kecil—kelompok yang selama ini membutuhkan perhatian lebih untuk bisa pulang kampung.“Saya melihat banyak yang berangkat satu keluarga dan mereka tampak senang. Ini menyempurnakan mudik mereka karena bisa berkumpul bersama di kampung,” tambah Sodik.

Selain membantu meringankan beban biaya, program ini juga menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan di jalur darat, terutama pada rute padat dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Menko Polkam, Djamari Chaniago, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik.“Kewajiban kami sebagai bagian dari pemerintahan ini untuk memberikan sesuatu yang menyamankan dan mengamankan masyarakat kita pulang kampung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut, Muhammad Ali, menyampaikan bahwa program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka mendukung kelancaran mudik Lebaran 2026.“Kami ingin memberikan sesuatu yang membuat masyarakat nyaman dan aman saat pulang kampung. Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” jelasnya.

Ke depan, BAZNAS berencana memperluas jangkauan program mudik ini tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga hingga ke wilayah lain seperti Sumatra, agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

Bagi BAZNAS Kota Cirebon, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa zakat mampu menghadirkan solusi nyata dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk mobilitas masyarakat di momen penting seperti Idulfitri.

Mudik bukan sekadar perjalanan, tetapi tentang kebahagiaan, kebersamaan, dan harapan. Melalui zakat, perjalanan itu kini menjadi lebih aman, nyaman, dan penuh berkah.

 

Mari hadirkan lebih banyak kebahagiaan di hari raya. Tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon.

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS

Berita Terbaru

Wali Kota Cirebon Turun Langsung Pantau Zakat Fitrah, Apresiasi Kinerja BAZNAS yang Terus Meningkat
Wali Kota Cirebon Turun Langsung Pantau Zakat Fitrah, Apresiasi Kinerja BAZNAS yang Terus Meningkat
Cirebon, 20 Maret 2026 – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melakukan monitoring langsung terhadap pelaksanaan penghimpunan dan pendistribusian zakat fitrah di BAZNAS Kota Cirebon pada Jumat (20/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda resmi Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam memastikan kesiapan pengumpulan dan distribusi zakat fitrah serta persiapan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H. Berdasarkan surat undangan resmi, monitoring dimulai dari Balai Kota Cirebon dan dilanjutkan ke beberapa titik, termasuk kantor BAZNAS Kota Cirebon. Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon mengapresiasi kinerja BAZNAS Kota Cirebon yang dinilai telah bekerja keras dalam mengelola zakat secara profesional dan amanah. “Kami mengapresiasi kerja keras BAZNAS Kota Cirebon. Kekompakan dalam internal lembaga menjadi kunci utama yang harus terus dijaga agar kinerja semakin optimal,” ujar Effendi Edo. Ia menegaskan bahwa sinergi dan soliditas di dalam tubuh lembaga menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kinerja penghimpunan zakat di Kota Cirebon terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Menurutnya, peningkatan tersebut tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Daerah Kota Cirebon, khususnya dalam aspek regulasi zakat yang semakin menguat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Cirebon atas dukungan yang luar biasa, terutama dalam hal regulasi zakat. Hal ini menjadi salah satu faktor penting yang menjadikan Kota Cirebon sebagai daerah yang aktif dalam mendukung gerakan zakat,” ungkapnya. Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Kota Cirebon berharap agar dukungan regulasi dari pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan ke depannya. Dengan regulasi yang semakin baik, potensi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah diyakini akan terus meningkat. Hal ini pada akhirnya diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di Kota Cirebon, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial. Monitoring ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa proses penghimpunan dan pendistribusian zakat fitrah berjalan optimal, tepat sasaran, dan sesuai dengan prinsip syariah.
BERITA20/03/2026 | Admin | Akate
Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Syawal 1447 H, Ini Tanggal Idul Fitri di Indonesia
Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Syawal 1447 H, Ini Tanggal Idul Fitri di Indonesia
Cirebon — Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama. Penetapan ini menjadi penanda berakhirnya bulan suci Ramadhan sekaligus momentum kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. Menanggapi hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh rasa syukur, kebahagiaan, serta semangat berbagi kepada sesama. Ketua BAZNAS Kota Cirebon menyampaikan bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kembali kepada fitrah dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Idul Fitri adalah momen untuk kembali suci. Selain saling memaafkan, kami mengajak masyarakat untuk memastikan zakat fitrah, infak, dan sedekah telah ditunaikan, sehingga kebahagiaan dapat dirasakan secara merata,” ujarnya. BAZNAS Kota Cirebon juga terus membuka layanan pembayaran zakat, baik secara langsung maupun melalui platform digital, guna memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Melalui berbagai program pendistribusian, zakat yang ditunaikan akan disalurkan kepada mustahik di wilayah Kota Cirebon, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka di hari raya. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan Idul Fitri tahun ini menjadi lebih bermakna, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi mereka yang membutuhkan. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. FAQ Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Syawal 1447 H, Ini Tanggal Idul Fitri di Indonesia Q: Kapan 1 Syawal 1447 H ditetapkan di Indonesia?A: Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 melalui sidang isbat Kementerian Agama. Q: Apa yang harus dilakukan sebelum Idul Fitri?A: Umat Islam dianjurkan menunaikan zakat fitrah, memperbanyak sedekah, serta mempersiapkan diri untuk saling memaafkan. Q: Bagaimana cara membayar zakat di BAZNAS Kota Cirebon?A: Zakat dapat ditunaikan secara langsung di kantor BAZNAS atau melalui layanan digital resmi BAZNAS Kota Cirebon. Q: Siapa yang berhak menerima zakat fitrah?A: Zakat fitrah disalurkan kepada mustahik, termasuk fakir dan miskin, sesuai ketentuan syariat Islam.
BERITA19/03/2026 | Admin | Akate
Hadapi Era Disinformasi, BAZNAS Dinilai Punya Strategi Komunikasi yang Kuat
Hadapi Era Disinformasi, BAZNAS Dinilai Punya Strategi Komunikasi yang Kuat
Cirebon – Di tengah tantangan arus informasi global yang semakin kompleks, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dinilai telah memiliki peta strategi komunikasi yang jelas dan terarah. Penilaian tersebut disampaikan oleh Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Hariqo Wibawa Satria, dalam agenda Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia yang digelar di Jakarta. Menurut Hariqo, tantangan komunikasi saat ini tidak lagi sederhana. Disinformasi dan misinformasi bahkan telah menjadi salah satu risiko global utama.“Berita bohong sudah keliling dunia, sedangkan pelurusannya baru pakai sepatu,” ujarnya. Dalam kondisi tersebut, langkah BAZNAS yang aktif membangun komunikasi dengan media, membuka ruang kritik, serta menghadirkan langsung suara para penerima manfaat dinilai sebagai strategi yang tepat dan patut diapresiasi.“BAZNAS sudah punya peta komunikasi yang jelas, tinggal timnya lebih diperkuat,” tambahnya. Ia juga menyoroti pentingnya upaya literasi zakat untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman di masyarakat, khususnya terkait pengelolaan dan penyaluran dana zakat. Menurutnya, transparansi dan publikasi yang kuat menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat.“Cerita dari para penerima manfaat sangat penting untuk ditampilkan di media. Suara mereka menjadi bukti bagaimana zakat membantu kehidupan masyarakat,” jelas Hariqo. Lebih lanjut, ia memperkenalkan konsep tiga indikator utama komunikasi publik (3P), yaitu: Pelaksanaan program yang berjalan dengan baik Partisipasi masyarakat yang tinggi Publikasi dan dokumentasi yang luas Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat dampak program sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Ketua Zainut Tauhid Sa'adi, serta jajaran pimpinan lainnya, bersama tokoh komunikasi dan media seperti Amir Sodikin dan Andi Muhyiddin. Bagi BAZNAS Kota Cirebon, penguatan strategi komunikasi ini menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan edukasi publik tentang zakat, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital. Di era digital, bukan hanya program yang harus kuat, tetapi juga cara menyampaikannya. Ketika komunikasi dilakukan dengan tepat, maka zakat tidak hanya dipahami, tetapi juga dipercaya dan ditunaikan. Mari dukung gerakan zakat yang transparan dan berdampak. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon.
BERITA18/03/2026 | BAZNAS
Tsamara Amany Ajak Gen Z Berzakat Lewat BAZNAS, Dorong Gerakan Sosial Anak Muda Lebih Masif
Tsamara Amany Ajak Gen Z Berzakat Lewat BAZNAS, Dorong Gerakan Sosial Anak Muda Lebih Masif
Cirebon – Peran generasi muda dalam gerakan zakat semakin mendapat sorotan. Tsamara Amany mengajak Gen Z Indonesia untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sebagai bentuk kontribusi nyata dalam aksi sosial. Ajakan tersebut disampaikan dalam forum Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia, yang menjadi ruang kolaborasi antara BAZNAS dan para praktisi komunikasi serta media. Menurut Tsamara, generasi muda Indonesia memiliki potensi besar dalam gerakan filantropi, karena didorong oleh empati tinggi dan keinginan untuk menciptakan dampak sosial.“Anak muda Indonesia itu sangat dermawan dan ingin berkontribusi. Jika ada ruang dan jalurnya, mereka pasti bergerak,” ujarnya. Ia menilai, BAZNAS memiliki posisi strategis sebagai wadah utama bagi anak muda untuk menyalurkan kepedulian mereka, baik dalam bentuk donasi maupun keterlibatan langsung sebagai relawan. Namun demikian, Tsamara juga menyoroti bahwa citra BAZNAS di kalangan Gen Z masih perlu diperkuat, khususnya melalui pendekatan komunikasi yang lebih relevan dengan gaya anak muda masa kini. Menurutnya, strategi komunikasi berbasis impact narrative dan storytelling menjadi kunci untuk menarik perhatian generasi muda.“Kalau impact narrative-nya kuat, storytelling-nya kuat, insyaallah akan makin banyak lagi orang-orang yang juga mau membantu,” jelasnya. Ia menambahkan, kisah nyata seperti keberhasilan mustahik menjadi mandiri atau aksi kemanusiaan di wilayah konflik dapat menjadi konten yang kuat dan menyentuh secara emosional. Tsamara juga mengapresiasi capaian BAZNAS yang berhasil membantu puluhan ribu masyarakat keluar dari kemiskinan, serta kontribusi besar dalam aksi kemanusiaan global, termasuk untuk Palestina.“Orang perlu tahu bahwa ada institusi di negara ini yang bekerja keras melakukan gerakan solidaritas kemanusiaan,” tambahnya. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi, serta jajaran pimpinan lainnya, bersama tokoh komunikasi seperti Adita Irawati, Amir Sodikin, dan Andi Muhyiddin. Bagi BAZNAS Kota Cirebon, ajakan ini menjadi momentum penting untuk semakin mendekatkan gerakan zakat kepada generasi muda di daerah. Dengan pendekatan digital, storytelling, dan konten yang relevan, Gen Z diharapkan dapat menjadi motor penggerak baru dalam ekosistem zakat. Zakat hari ini bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menciptakan dampak. Dan generasi muda adalah kunci untuk memperluas dampak tersebut di masa depan. Saatnya Gen Z bergerak. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon, dan jadilah bagian dari perubahan.
BERITA18/03/2026 | BAZNAS
Mudik Naik Kapal Perang, 1.448 Mustahik Diberangkatkan BAZNAS Bersama TNI AL
Mudik Naik Kapal Perang, 1.448 Mustahik Diberangkatkan BAZNAS Bersama TNI AL
Cirebon – Inovasi layanan mudik kembali dihadirkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dengan menggandeng TNI Angkatan Laut dalam program mudik gratis menggunakan kapal perang. Sebanyak 1.448 pemudik beserta 503 sepeda motor diberangkatkan menggunakan KRI Banda Aceh-593 dari Dermaga Kolinlamil TNI AL, Tanjung Priok, menuju Semarang dan Surabaya. Program ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS bersama pemerintah melalui Menko Polkam RI Djamari Chaniago, sebagai bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat, khususnya kelompok ekonomi rentan. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.“Hari ini BAZNAS kembali bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggunakan kapal laut (perang), dengan jumlah yang diberangkatkan sekitar 1.448 orang untuk pulang-pergi,” ujar Sodik. Tidak hanya menyediakan transportasi gratis, BAZNAS juga memastikan kenyamanan para pemudik melalui berbagai fasilitas, mulai dari konsumsi selama perjalanan, layanan kesehatan, hingga dukungan logistik lainnya. Peserta mudik berasal dari berbagai latar belakang, seperti ibu rumah tangga, pengemudi ojek, asisten rumah tangga, mahasiswa, hingga pedagang kecil—kelompok yang selama ini membutuhkan perhatian lebih untuk bisa pulang kampung.“Saya melihat banyak yang berangkat satu keluarga dan mereka tampak senang. Ini menyempurnakan mudik mereka karena bisa berkumpul bersama di kampung,” tambah Sodik. Selain membantu meringankan beban biaya, program ini juga menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan di jalur darat, terutama pada rute padat dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menko Polkam, Djamari Chaniago, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik.“Kewajiban kami sebagai bagian dari pemerintahan ini untuk memberikan sesuatu yang menyamankan dan mengamankan masyarakat kita pulang kampung,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut, Muhammad Ali, menyampaikan bahwa program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka mendukung kelancaran mudik Lebaran 2026.“Kami ingin memberikan sesuatu yang membuat masyarakat nyaman dan aman saat pulang kampung. Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” jelasnya. Ke depan, BAZNAS berencana memperluas jangkauan program mudik ini tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga hingga ke wilayah lain seperti Sumatra, agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. Bagi BAZNAS Kota Cirebon, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa zakat mampu menghadirkan solusi nyata dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk mobilitas masyarakat di momen penting seperti Idulfitri. Mudik bukan sekadar perjalanan, tetapi tentang kebahagiaan, kebersamaan, dan harapan. Melalui zakat, perjalanan itu kini menjadi lebih aman, nyaman, dan penuh berkah. Mari hadirkan lebih banyak kebahagiaan di hari raya. Tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon.
BERITA18/03/2026 | BAZNAS
BAZNAS Perkuat Sinergi dengan Media, Dorong Dakwah Zakat Lebih Masif dan Berdampak
BAZNAS Perkuat Sinergi dengan Media, Dorong Dakwah Zakat Lebih Masif dan Berdampak
Cirebon – Upaya memperkuat literasi dan kesadaran zakat di masyarakat terus dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui kolaborasi strategis bersama media massa. Hal ini mengemuka dalam agenda Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia yang digelar di Jakarta, sebagai forum dialog antara pimpinan BAZNAS dan insan media untuk memperkuat peran komunikasi publik dalam dakwah zakat. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa media memiliki peran krusial dalam membangun pemahaman masyarakat sekaligus mendorong partisipasi dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi.“Alhamdulillah, mayoritas karena trust kepada lembaga. Ini menjadi capaian penting bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah bisa dipercaya,” ujar Sodik. Menurutnya, kepercayaan publik menjadi fondasi utama dalam penguatan gerakan zakat nasional. Oleh karena itu, sinergi dengan media harus terus diperkuat agar pesan zakat dapat tersampaikan secara luas dan efektif.“Kami mohon dukungan dari teman-teman media dan juga pemerintah, agar gerakan zakat benar-benar menjadi solusi. Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi memiliki dampak sosial yang sangat besar,” tambahnya. Senada dengan itu, Pimpinan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan menekankan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam meningkatkan penghimpunan zakat di Indonesia.“Kepercayaan ini adalah capaian penting. Kami mohon dukungan dari teman-teman media dan juga pemerintah agar gerakan zakat benar-benar menjadi solusi,” jelasnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Idy Muzayyad menyoroti pentingnya peran media dalam membangun eksistensi lembaga.“BAZNAS ada karena BAZNAS diberitakan. Kalau kita berbuat banyak, tetapi tidak diberitakan, seolah-olah kita tidak melakukan apa-apa,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa publikasi yang masif akan memperluas jangkauan manfaat program-program zakat yang dijalankan. Selain itu, Pimpinan BAZNAS RI Ending Syarifuddin juga menekankan pentingnya hubungan timbal balik antara BAZNAS dan media, termasuk dalam mendukung profesionalisme serta kesejahteraan insan pers.“Kerja sama dengan media harus lebih dikuatkan. Tidak hanya media berkontribusi, tetapi kita juga perlu memastikan teman-teman wartawan secara profesional perlu kita dukung,” ungkapnya. Kegiatan ini turut menghadirkan berbagai tokoh komunikasi dan media, seperti Adita Irawati, Tsamara Amany, Amir Sodikin, dan Andi Muhyiddin, yang semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem dakwah zakat yang lebih luas. Bagi BAZNAS Kota Cirebon, sinergi dengan media menjadi kunci dalam memperluas edukasi zakat di tingkat daerah. Dengan komunikasi yang kuat dan berkelanjutan, potensi zakat yang besar di masyarakat dapat dioptimalkan untuk menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata. Zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu mengubah kehidupan. Ketika dakwah zakat disampaikan secara masif dan tepat, maka dampaknya akan semakin luas dirasakan oleh umat. Mari bersama kuatkan dakwah zakat. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon untuk keberkahan yang lebih luas.
BERITA18/03/2026 | BAZNAS
BAZNAS Dinilai Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045, Peran Zakat Kian Diperkuat
BAZNAS Dinilai Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045, Peran Zakat Kian Diperkuat
Cirebon – Peran zakat sebagai instrumen pembangunan nasional semakin mendapat pengakuan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dinilai memiliki kontribusi strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan ekstrem. Hal tersebut disampaikan oleh Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) melalui Plt Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah, Adita Irawati, dalam agenda Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia yang digelar di Kantor BAZNAS RI, Jakarta. Menurut Adita, zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki dimensi sosial-ekonomi yang sangat kuat dalam mendukung pembangunan nasional.“Dalam konteks pembangunan nasional, zakat ini bisa menjadi bagian yang strategis dalam pencapaian tujuan negara kita untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Adita. Ia menilai, dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS memiliki potensi besar untuk menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan. Namun demikian, Adita juga menyoroti bahwa potensi zakat nasional yang besar belum sepenuhnya diimbangi dengan tingkat realisasi penghimpunan yang optimal. Salah satu faktor utama adalah masih rendahnya literasi masyarakat terkait zakat.“BAZNAS sebagai satu-satunya badan yang diberikan mandat untuk mengumpulkan zakat secara nasional, menurut saya ini strategis sekali, tapi ini harus dibantu kolaborasinya dengan semua pihak dan khususnya adalah rekan-rekan media,” jelasnya. Ia menegaskan pentingnya komunikasi publik yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi.“Komunikasi publik yang baik, mengemas pesan tentang zakat yang memang itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita,” tambahnya. Kegiatan Z-Talk ini menjadi ruang kolaboratif antara pimpinan BAZNAS dan para praktisi media untuk memperkuat sinergi dalam mengedukasi publik serta meningkatkan kepercayaan terhadap pengelolaan zakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi, serta sejumlah pimpinan BAZNAS dan tokoh media nasional seperti Amir Sodikin dan Andi Muhyiddin. Bagi BAZNAS Kota Cirebon, penguatan peran zakat dalam pembangunan nasional ini menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Dengan pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, zakat diyakini mampu menjadi solusi nyata dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat. Lebih dari itu, sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan media menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional agar benar-benar berdampak luas bagi masyarakat. Mari jadikan zakat sebagai kekuatan bersama untuk mewujudkan kesejahteraan umat dan masa depan Indonesia yang lebih baik. Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Cirebon.
BERITA18/03/2026 | BAZNAS
Mudik Gratis BAZNAS Berangkatkan 1.000 Mustahik, Hadirkan Harapan Pulang Kampung dengan Bahagia
Mudik Gratis BAZNAS Berangkatkan 1.000 Mustahik, Hadirkan Harapan Pulang Kampung dengan Bahagia
Cirebon – Momentum mudik Lebaran 1447 H dimanfaatkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat kurang mampu melalui program Mudik Bahagia Bersama BAZNAS. Sebanyak 1.000 mustahik diberangkatkan menggunakan 20 armada bus dari Masjid Istiqlal menuju berbagai kota di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Program ini menyasar kelompok masyarakat ekonomi rentan seperti marbot masjid, guru ngaji, guru pesantren, pelajar, mahasiswa, hingga pedagang kaki lima yang selama ini memiliki keterbatasan untuk pulang kampung saat Lebaran. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan transportasi, tetapi bagian dari misi besar zakat dalam memperkuat nilai kemanusiaan dan kebangsaan."Mudik ini penting bagi Adik-adik, Bapak, dan Ibu sekalian untuk kembali ke desa, berbakti kepada orang tua, dan menjalin silaturahmi. Laksanakanlah kebajikan-kebajikan di kampung halaman," ujar Sodik. Tidak hanya menyediakan transportasi gratis, BAZNAS juga memastikan para peserta mudik mendapatkan layanan yang layak dan nyaman. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, konsumsi berbuka puasa bersama, hingga paket sembako sebagai bekal merayakan Idulfitri di kampung halaman. Program ini juga menjadi solusi untuk mengurangi risiko kecelakaan, khususnya bagi masyarakat yang biasanya melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan roda dua."Selain meringankan beban ekonomi, penggunaan moda transportasi bus ini bertujuan untuk meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas," tambah Sodik. Lebih dari itu, program mudik gratis ini juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah tujuan. Para pemudik diharapkan dapat membawa perputaran ekonomi ke kampung halaman, sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat desa. Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan perbankan syariah yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini. BAZNAS pun membuka peluang untuk memperluas program ini ke depannya, termasuk rencana penambahan rute hingga ke Pulau Sumatra agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. Bagi BAZNAS Kota Cirebon, program ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga solusi nyata bagi kebutuhan sosial masyarakat, termasuk dalam momen penting seperti mudik Lebaran. Mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi tentang kebahagiaan, silaturahmi, dan harapan baru. Melalui zakat, kebahagiaan itu kini bisa dirasakan oleh lebih banyak saudara kita yang membutuhkan. Mari hadirkan lebih banyak senyum di hari raya. Tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon.
BERITA18/03/2026 | BAZNAS
Zakat Perusahaan Rp2,3 Miliar Disalurkan, Bukti Kepercayaan Korporasi kepada BAZNAS Semakin Kuat
Zakat Perusahaan Rp2,3 Miliar Disalurkan, Bukti Kepercayaan Korporasi kepada BAZNAS Semakin Kuat
Cirebon – Kepercayaan dunia usaha terhadap pengelolaan zakat melalui lembaga resmi terus menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari penyaluran zakat perusahaan oleh PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dengan nilai mencapai Rp2,3 miliar. Penyerahan zakat sebesar Rp2.375.896.492,08 tersebut dilakukan secara simbolis di Gunawarman Menara BRIPens, Jakarta, dan diterima langsung oleh Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Mohamad Arifin Purwakananta. Bagi BAZNAS Kota Cirebon, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa zakat perusahaan kini semakin dipandang sebagai instrumen penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat tanggung jawab sosial korporasi berbasis syariah. Arifin menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan kepercayaan yang diberikan oleh PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN kepada BAZNAS dalam menyalurkan zakat perusahaan. “Hari ini kami menyambut undangan dari PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN untuk mensyiarkan pelaksanaan zakat perusahaan juga zakat karyawan yang diberikan kepada BAZNAS RI," ujar Arifin. Ia berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk turut menunaikan zakat melalui lembaga resmi.“Dengan menyerahkan zakat melalui lembaga resmi, perusahaan tidak hanya menjalankan kewajiban syariat, tetapi juga membantu memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi melalui pemberdayaan umat,” jelasnya. Dana zakat yang dihimpun nantinya akan disalurkan ke berbagai program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi produktif, pendidikan, layanan kesehatan, hingga bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan.“BAZNAS berkomitmen menjaga amanah para muzaki dengan memastikan pengelolaan zakat dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik,” tambahnya. Dari sisi korporasi, Komisaris Independen PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN, Soekotjo Soeparto, menegaskan bahwa zakat perusahaan merupakan bagian dari komitmen dalam menjalankan prinsip syariah sekaligus tanggung jawab sosial.“Yang pasti bahwa penyerahan zakat ini sudah menjadi agenda tetap oleh PT Asuransi Jiwa Syariah AL AMIN dan kami memilih BAZNAS karena BAZNAS adalah lembaga negara yang sudah teruji,” ujar Soekotjo. Ia juga menekankan bahwa luasnya jaringan BAZNAS menjadi pertimbangan penting dalam memilih lembaga penyalur zakat.“Dengan menggandeng BAZNAS, kami percaya zakat perusahaan ini dapat disalurkan secara lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran. Untuk pemanfaatannya, kami percayakan keseluruhan pengelolaannya kepada BAZNAS,” tambahnya. Bagi BAZNAS Kota Cirebon, sinergi antara dunia usaha dan lembaga zakat seperti ini menjadi kunci dalam memperluas dampak kebermanfaatan zakat. Semakin banyak perusahaan yang terlibat, semakin besar pula potensi zakat untuk membantu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat. Momentum ini juga menjadi ajakan terbuka bagi perusahaan-perusahaan di daerah untuk ikut menunaikan zakat melalui BAZNAS, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pembangunan sosial berbasis nilai-nilai Islam. Saatnya zakat tidak hanya menjadi kewajiban individu, tetapi juga menjadi kekuatan kolektif dunia usaha untuk menghadirkan keberkahan bagi masyarakat luas.
BERITA18/03/2026 | BAZNAS
BAZNAS Salurkan Zakat Fitrah untuk Difabel dan Dhuafa, Pastikan Semua Bisa Sambut Lebaran dengan Layak
BAZNAS Salurkan Zakat Fitrah untuk Difabel dan Dhuafa, Pastikan Semua Bisa Sambut Lebaran dengan Layak
Cirebon – Kepedulian terhadap kelompok rentan kembali ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui penyaluran zakat fitrah kepada masyarakat difabel dan dhuafa di wilayah Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Sebanyak 80 penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa paket beras 5 kilogram yang didistribusikan di Rumah Belajar Winsar. Program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam memastikan seluruh mustahik dapat merasakan kebahagiaan di Hari Raya Idulfitri. Penyaluran zakat fitrah ini turut melibatkan kerja sama dengan MI Daarusshofa, serta menyasar komunitas disabilitas prasejahtera yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi dan sosial. Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk tanggung jawab dalam menyalurkan amanah muzaki kepada yang berhak menerima. "Penyaluran zakat fitrah ini adalah amanah muzaki yang kami prioritaskan bagi kelompok rentan, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Kami ingin memastikan bahwa di hari yang fitri nanti, tidak ada lagi keluarga yang merasa kesulitan untuk sekadar memenuhi kebutuhan pokoknya," ujar Subhan. Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat juga dirasakan langsung oleh para penerima manfaat. Ketua Yayasan Bina Insani Winsar, Dwi Handayatun, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. "Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS. Jujur, saya sempat merasa berjuang sendirian selama bertahun-tahun mencari bantuan untuk anak-anak disabilitas di sini. Sejak mengenal BAZNAS, saya merasa sangat dirangkul. BAZNAS benar-benar hadir di tengah komunitas prasejahtera seperti kami, bukan cuma formalitas, tapi bantuan yang diberikan benar-benar kami rasakan manfaatnya," ungkap Dwi dengan haru. Ia juga menjelaskan bahwa bantuan ini sangat tepat waktu, mengingat kondisi ekonomi warga yang semakin sulit setelah terdampak banjir dalam beberapa waktu terakhir. "Rata-rata warga di sini bekerja sebagai pemulung dan buruh. Untuk makan sehari-hari saja sulit, apalagi harus beli beras pascabanjir. Sebanyak 80 paket beras ini saya pastikan diterima orang yang benar-benar membutuhkan," tambahnya. Hal serupa disampaikan oleh salah satu penerima manfaat, Winarni, yang merasakan langsung dampak bantuan tersebut bagi keluarganya."Kami ini keluarga prasejahtera, hidup kami di bawah rata-rata. Beras adalah kebutuhan primer kami setiap hari. Setelah mendapat bantuan fitrah dari BAZNAS, kami sangat mengucapkan terima kasih banyak. Semoga ini terus berjalan tahun ke depan, karena sangat membantu kehidupan kami semua. Terus maju BAZNAS, jangan berhenti membantu orang seperti kami," tutur Winarni. Bagi BAZNAS Kota Cirebon, program ini menjadi pengingat bahwa zakat fitrah bukan sekadar kewajiban, tetapi juga instrumen nyata untuk menghadirkan keadilan sosial dan kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan. Momentum Ramadhan dan Idulfitri menjadi waktu terbaik untuk memperkuat kepedulian dan solidaritas. Melalui zakat, infak, dan sedekah, setiap masyarakat memiliki kesempatan untuk ikut menghadirkan senyum dan harapan bagi sesama. Mari tunaikan zakat dan sempurnakan kebahagiaan mereka di hari raya. Salurkan melalui BAZNAS Kota Cirebon.
BERITA18/03/2026 | BAZNAS
Zakat Dorong Ekonomi Umat di Cirebon, BAZNAS Perkuat Distribusi Tepat Sasaran
Zakat Dorong Ekonomi Umat di Cirebon, BAZNAS Perkuat Distribusi Tepat Sasaran
Cirebon – Zakat tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga berperan besar dalam memperkuat ekonomi umat. Di Kota Cirebon, pengelolaan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) semakin diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Wali Kota Effendi Edo menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen penting dalam redistribusi kekayaan. “Zakat adalah solusi nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Dana yang terkumpul akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk program yang bermanfaat,” ujarnya. BAZNAS Kota Cirebon telah menjalankan berbagai program unggulan yang menyasar sektor ekonomi produktif, seperti bantuan usaha mikro, pelatihan keterampilan, serta dukungan modal usaha. Ketua BAZNAS Kota Cirebon, Hamdan, menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. “Kami ingin zakat tidak hanya habis sekali pakai, tetapi bisa menjadi alat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat,” jelasnya. Dengan pengelolaan yang tepat, zakat dapat membantu mustahik bertransformasi menjadi muzaki di masa depan. Hal ini menjadi salah satu tujuan utama dalam pengelolaan zakat modern. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat. BAZNAS memastikan setiap dana yang dikelola dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. Melalui penguatan program dan dukungan pemerintah, zakat diharapkan mampu menjadi salah satu pilar dalam pembangunan ekonomi daerah.
BERITA17/03/2026 | Admin | Akate
Wali Kota dan Seluruh Pejabat Daerah Kota Cirebon Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS Kota Cirebon
Wali Kota dan Seluruh Pejabat Daerah Kota Cirebon Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS Kota Cirebon
Cirebon — Pemerintah Kota Cirebon bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai kepedulian sosial melalui momentum penunaian zakat. Wali Kota Cirebon beserta Wakil Wali Kota, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) secara bersama-sama menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Cirebon, Senin (16/3/2026), di Balai Kota Cirebon. Kegiatan yang mengusung tema besar “Zakat Menguatkan Indonesia” ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam menghadirkan solusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya sebagai agenda rutin tahunan, kegiatan ini juga menjadi teladan nyata bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi yaitu BAZNAS. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, melainkan instrumen strategis dalam membangun solidaritas sosial dan pemerataan ekonomi. Ia mengapresiasi konsistensi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon yang selama ini telah menunaikan zakatnya melalui BAZNAS Kota Cirebon. “Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Pemkot Cirebon dan BAZNAS dalam memfasilitasi masyarakat untuk berzakat. Alhamdulillah, ASN sudah rutin menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. Hari ini, kami juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk ikut serta menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan dikelola secara profesional,” ujar Wali Kota. Lebih lanjut, Wali Kota menyoroti berbagai program unggulan BAZNAS yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. Ia berharap zakat yang dihimpun dapat terus menjadi motor penggerak dalam mengurangi kesenjangan sosial di Kota Cirebon. “Ayo kita jadikan zakat sebagai gaya hidup dalam berbagi. Dengan kebersamaan dan kepedulian, kita optimis dapat mewujudkan Kota Cirebon yang lebih sejahtera dan inklusif,” tambahnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, menyampaikan bahwa gerakan zakat yang dilakukan hari ini merupakan bagian dari efek positif keteladanan para pemimpin, mulai dari tingkat nasional hingga daerah. “BAZNAS Kota Cirebon ini ibarat ‘kena tular’ semangat kebaikan. Kami terinspirasi dari teladan para pemimpin nasional, dan hari ini para pimpinan daerah Kota Cirebon juga memberikan contoh nyata kepada masyarakat. Ini menjadi energi besar bagi kami untuk terus menguatkan pengelolaan zakat,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan pentingnya zakat fitrah sebagai sarana penyucian diri, sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, dengan nominal yang ringan, zakat memiliki dampak sosial yang sangat besar dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. “Zakat fitrah ini sejatinya adalah pembersih jiwa dan raga. Dengan nilai sekitar Rp45.000 hingga Rp50.000, jika ditunaikan secara kolektif, dampaknya luar biasa dalam membantu mustahik dan memperkuat ekonomi umat,” jelas Hamdan. BAZNAS Kota Cirebon, lanjut Hamdan, terus berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat dengan mengedepankan prinsip amanah, transparansi, dan profesionalitas. Seluruh dana zakat yang dihimpun dipastikan melalui proses audit yang ketat serta disalurkan sesuai dengan ketentuan syariat. “Kami melayani seluruh masyarakat dengan penuh tanggung jawab, karena ini adalah dana umat. Laporan pengelolaan zakat kami telah diaudit secara profesional dan kami pastikan pengelolaannya sesuai syariat serta regulasi yang berlaku,” tegasnya. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, BAZNAS Kota Cirebon secara resmi membuka layanan pembayaran zakat online bernama "Kantor Digital BAZNAS" bagi seluruh undangan dan masyarakat umum. Dengan kemudahan akses layanan yang tersedia, diharapkan partisipasi masyarakat dalam berzakat semakin meningkat. Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial semata, melainkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjadikan zakat sebagai bagian dari gaya hidup, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh para mustahik dan berkontribusi nyata dalam menekan angka kemiskinan di Kota Cirebon.
BERITA17/03/2026 | Admin | Akate
Zakat Jadi Gaya Hidup Warga Cirebon, Wali Kota Ajak Perkuat Kepedulian Sosial
Zakat Jadi Gaya Hidup Warga Cirebon, Wali Kota Ajak Perkuat Kepedulian Sosial
Cirebon – Kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat di Kota Cirebon terus menunjukkan tren positif. Hal ini sejalan dengan ajakan Wali Kota Effendi Edo yang mendorong zakat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai gaya hidup berbagi dan peduli terhadap sesama. Melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon, pemerintah daerah resmi membuka layanan zakat terpadu 2026 di Balai Kota Cirebon. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam gerakan zakat. Menurut Wali Kota, zakat memiliki peran strategis dalam membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat. Tidak hanya membantu mustahik, zakat juga mempererat hubungan antarsesama. “Zakat bukan hanya kewajiban, tapi juga bentuk kepedulian kita terhadap sesama. Kami ingin menjadikan zakat sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Kota Cirebon,” ujarnya. Selama ini, kontribusi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi tulang punggung dalam penghimpunan zakat di daerah. Namun, ke depan, pemerintah ingin memperluas partisipasi ke seluruh lapisan masyarakat. Ketua BAZNAS Kota Cirebon, Hamdan, menyebut fenomena meningkatnya kesadaran berzakat sebagai efek positif dari keteladanan pemimpin. “Semangat ini menular. Ketika pemimpin memberi contoh, masyarakat akan mengikuti. Inilah yang kami sebut sebagai ‘kena tular’ kebaikan,” ujarnya. Dengan menjadikan zakat sebagai kebiasaan, diharapkan masyarakat tidak lagi menunggu momentum tertentu untuk berbagi. Setiap individu dapat berkontribusi sesuai kemampuan, sehingga dampaknya bisa dirasakan lebih luas. Zakat yang terkumpul kemudian disalurkan melalui berbagai program sosial, mulai dari bantuan pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. Hal ini menjadikan zakat sebagai solusi nyata dalam mengurangi kesenjangan sosial. Dengan semakin kuatnya budaya berbagi, Kota Cirebon diharapkan mampu menjadi contoh daerah yang berhasil membangun kesejahteraan melalui kekuatan zakat.
BERITA17/03/2026 | Admin | Akate
Bayar Zakat Kini Lebih Mudah, BAZNAS Kota Cirebon Buka Layanan Terpadu Kantor Digital BAZNAS
Bayar Zakat Kini Lebih Mudah, BAZNAS Kota Cirebon Buka Layanan Terpadu Kantor Digital BAZNAS
Cirebon – Menunaikan zakat kini semakin mudah. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon resmi membuka layanan pembayaran zakat terpadu tahun 2026 untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Effendi Edo di Balai Kota Cirebon. Layanan ini dirancang agar masyarakat dapat menunaikan zakat dengan cepat, aman, dan sesuai syariat. Selain itu, sistem pengelolaan yang transparan menjadi nilai tambah yang ditawarkan BAZNAS. “Melalui layanan ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat menunaikan zakat dengan lebih mudah dan nyaman,” ujar Wali Kota. BAZNAS juga membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat umum, tidak hanya ASN. Hal ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan partisipasi zakat. Ketua BAZNAS Kota Cirebon, Hamdan, menegaskan bahwa kemudahan layanan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat. “Kami terus berinovasi agar masyarakat tidak kesulitan dalam menunaikan zakat,” ujarnya. Dengan hadirnya layanan terpadu ini, diharapkan masyarakat semakin terdorong untuk menunaikan zakat tepat waktu.
BERITA17/03/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Cirebon Pastikan Pengelolaan Zakat Transparan dan Amanah
BAZNAS Cirebon Pastikan Pengelolaan Zakat Transparan dan Amanah
Cirebon – Kepercayaan masyarakat menjadi fondasi utama dalam pengelolaan zakat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menegaskan komitmennya dalam menjaga prinsip transparansi dan amanah. Ketua BAZNAS Kota Cirebon, Hamdan, menyatakan bahwa seluruh dana zakat yang dikelola telah melalui proses audit yang ketat. “Kami memastikan setiap rupiah yang masuk dikelola secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Selain itu, pengelolaan zakat juga dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat Islam, sehingga penyalurannya tepat sasaran kepada mustahik. Dengan sistem yang transparan, masyarakat diharapkan semakin percaya untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. BAZNAS juga terus meningkatkan kualitas layanan agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
BERITA17/03/2026 | Admin | Akate
Dari Presiden hingga Wali Kota, Keteladanan Pemimpin Perkuat Gerakan Zakat
Dari Presiden hingga Wali Kota, Keteladanan Pemimpin Perkuat Gerakan Zakat
Cirebon – Keteladanan pemimpin menjadi faktor penting dalam menguatkan gerakan zakat di Indonesia. Hal ini terlihat dari konsistensi para pemimpin, mulai dari Prabowo Subianto hingga Wali Kota Effendi Edo, dalam menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional. Ketua BAZNAS Kota Cirebon, Hamdan, menyebut fenomena ini sebagai efek “kena tular”. “Ketika pemimpin memberi contoh, masyarakat akan ikut bergerak. Ini menjadi kekuatan besar dalam gerakan zakat,” ujarnya. Keteladanan ini tidak hanya meningkatkan penghimpunan zakat, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat. Dengan dukungan dari berbagai pihak, gerakan zakat diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas.
BERITA17/03/2026 | Admin | Akate
Lewat Z-Talk, BAZNAS Perkuat Kolaborasi Media untuk Memasifkan Dakwah Zakat
Lewat Z-Talk, BAZNAS Perkuat Kolaborasi Media untuk Memasifkan Dakwah Zakat
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat sinergi dengan media nasional dalam upaya memasifkan dakwah zakat kepada masyarakat. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Z-Talk yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (16/3/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari BAZNAS RI, pemerintah, hingga pimpinan media nasional, sebagai bentuk kolaborasi strategis dalam membangun kesadaran publik terhadap pentingnya zakat. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa media memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan literasi zakat sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menunaikan kewajiban melalui lembaga resmi. “Alhamdulillah, mayoritas karena trust kepada lembaga. Ini menjadi capaian penting bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah bisa dipercaya,” ujar Sodik. Ia menjelaskan, berdasarkan hasil survei terhadap muzaki, faktor utama yang mendorong masyarakat menyalurkan zakat melalui BAZNAS adalah tingkat kepercayaan terhadap lembaga, yang dibangun melalui program, kredibilitas pimpinan, serta dukungan regulasi. Karena itu, menurutnya, kepercayaan tersebut harus terus dijaga dan diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media. “Kami mohon dukungan dari teman-teman media dan juga pemerintah, agar gerakan zakat benar-benar menjadi solusi. Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi memiliki dampak sosial yang sangat besar,” tambahnya. Senada dengan hal tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan menekankan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama dalam meningkatkan penghimpunan zakat nasional. “Kepercayaan ini adalah capaian penting. Kami mohon dukungan dari teman-teman media dan juga pemerintah agar gerakan zakat benar-benar menjadi solusi,” jelasnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Idy Muzayyad menyoroti pentingnya peran media dalam membesarkan lembaga zakat di mata publik. Ia menyebut, eksistensi BAZNAS tidak terlepas dari pemberitaan yang masif dan berkelanjutan. “BAZNAS ada karena BAZNAS diberitakan. Kalau kita berbuat banyak tetapi tidak diberitakan, seolah-olah kita tidak melakukan apa-apa. Karena itu, penting bagi media untuk terus bersinergi dalam memasifkan pemberitaan program-program BAZNAS,” ujarnya. Lebih lanjut, Pimpinan BAZNAS RI Ending Syarifuddin menekankan bahwa hubungan antara BAZNAS dan media perlu dibangun secara timbal balik dan berkelanjutan, tidak hanya dalam konteks publikasi, tetapi juga kepedulian terhadap kesejahteraan insan pers. “Kerja sama dengan media harus lebih dikuatkan. Tidak hanya media berkontribusi, tetapi kita juga perlu memastikan teman-teman wartawan secara profesional perlu kita dukung. Karena kita tahu, tidak sedikit teman wartawan masuk dalam kategori mustahik,” ujar Ending. Melalui kegiatan Z-Talk ini, BAZNAS berharap kolaborasi dengan media dapat semakin diperkuat, sehingga pesan-pesan dakwah zakat dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Dengan dukungan media, zakat diharapkan semakin dikenal sebagai solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan mengurangi kesenjangan sosial di Indonesia.
BERITA17/03/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Lepas 1.000 Mustahik Mudik Gratis, Wujud Nyata Kepedulian dan Silaturahmi Lebaran
BAZNAS Lepas 1.000 Mustahik Mudik Gratis, Wujud Nyata Kepedulian dan Silaturahmi Lebaran
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program “Mudik Bahagia Bersama BAZNAS”. Sebanyak 20 armada bus resmi diberangkatkan untuk mengantarkan 1.000 mustahik pulang ke kampung halaman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Pelepasan armada dilakukan di Masjid Istiqlal, Senin (16/3/2026), dengan rute tujuan utama wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Program ini menyasar masyarakat ekonomi rentan seperti marbot masjid, guru ngaji, guru pesantren, pelajar, mahasiswa, hingga pedagang kaki lima. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan transportasi, tetapi juga bagian dari misi syariah dan kebangsaan dalam memperkuat ikatan sosial masyarakat. "Mudik ini penting bagi Adik-adik, Bapak, dan Ibu sekalian untuk kembali ke desa, berbakti kepada orang tua, dan menjalin silaturahmi. Laksanakanlah kebajikan-kebajikan di kampung halaman, dan gunakanlah bekal yang ada untuk berbelanja di sana guna membantu meningkatkan ekonomi daerah setempat," jelas Sodik saat melepas keberangkatan armada bus. Selain menyediakan fasilitas transportasi gratis, BAZNAS juga memberikan berbagai layanan pendukung bagi para pemudik, mulai dari layanan kesehatan, konsumsi berbuka puasa bersama, hingga paket sembako sebagai bekal merayakan Idulfitri di kampung halaman. Program ini diharapkan tidak hanya meringankan beban ekonomi mustahik, tetapi juga memberikan pengalaman mudik yang aman dan nyaman. Penggunaan moda transportasi bus menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko kecelakaan, khususnya bagi masyarakat yang biasanya menggunakan kendaraan roda dua untuk perjalanan jauh. Ketua BAZNAS RI juga menambahkan bahwa program ini mampu menghemat biaya mudik yang biasanya cukup besar menjelang Lebaran, sehingga dana yang ada dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga di kampung halaman. Lebih lanjut, program “Mudik Bahagia Bersama BAZNAS” tahun ini melayani lebih dari 20 kota tujuan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara BAZNAS dengan berbagai mitra strategis, termasuk sektor swasta dan perbankan syariah. Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS menyampaikan terima kasih kepada para mitra yang telah mendukung program ini, di antaranya Sedekah Harian Alfamart, BSI Maslahat, BCA, Smartfinance, dan Akulaku, serta para muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakatnya melalui BAZNAS. Ke depan, BAZNAS memberikan sinyal positif untuk memperluas jangkauan program ini, termasuk rencana penambahan rute perjalanan hingga ke wilayah Pulau Sumatra agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh mitra pendukung, mulai dari perbankan hingga sektor ritel, serta para relawan yang bekerja dengan sangat ikhlas. Dengan mengucap Bismillahi majreha wa mursaha inna rabbi laghafururrahim, maka Program Mudik Bahagia Bersama BAZNAS ini secara resmi saya nyatakan dilepas," katanya. Melalui program ini, BAZNAS kembali menegaskan bahwa zakat tidak hanya memberikan bantuan konsumtif, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan, mempererat silaturahmi, serta mendorong perputaran ekonomi di daerah. Bagi BAZNAS Kota Cirebon, program ini menjadi inspirasi bahwa pengelolaan zakat yang tepat sasaran mampu menghadirkan dampak luas, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi pembangunan sosial dan ekonomi umat secara berkelanjutan.
BERITA17/03/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Salurkan 3.774 Baju Lebaran untuk Anak Palestina, Hadirkan Senyum di Tengah Konflik
BAZNAS Salurkan 3.774 Baju Lebaran untuk Anak Palestina, Hadirkan Senyum di Tengah Konflik
Cirebon – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menghadirkan kepedulian nyata bagi masyarakat global dengan menyalurkan 3.774 baju Lebaran untuk anak-anak Palestina di wilayah Gaza dan Yerusalem. Program bertajuk “Baju Lebaran untuk Anak-Anak Palestina” ini menjadi salah satu bentuk solidaritas umat Islam Indonesia dalam menghadirkan kebahagiaan di tengah kondisi konflik yang masih berlangsung. Distribusi bantuan dilakukan melalui mitra lokal agar penyalurannya tepat sasaran, terutama kepada anak-anak yang paling membutuhkan. Di tengah keterbatasan dan situasi sulit, bantuan ini diharapkan mampu menghadirkan momen kebahagiaan saat Hari Raya Idulfitri. Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat, menegaskan bahwa program ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar bantuan materi. "Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di Gaza tidak merasa sendirian. Baju Lebaran ini adalah simbol kasih sayang dari rakyat Indonesia untuk memberikan senyum di wajah mereka di tengah situasi yang sulit," jelas Imdadun dalam keterangan resminya, Minggu (15/3/2026). Ia menambahkan, pemilihan wilayah Gaza dan Yerusalem didasarkan pada tingkat urgensi yang tinggi, di mana akses terhadap bantuan masih sangat terbatas. "Setiap helai pakaian yang diberikan diharapkan mampu menghadirkan suasana hangat dan semangat baru bagi para penerima manfaat dalam menyambut hari kemenangan nanti," ujarnya. Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dititipkan masyarakat Indonesia melalui BAZNAS dikelola secara amanah, transparan, dan tepat sasaran hingga menjangkau wilayah terdampak konflik internasional. Lebih dari sekadar bantuan fisik, distribusi baju Lebaran ini membawa pesan kemanusiaan yang kuat—bahwa kepedulian tidak mengenal batas geografis. Senyum anak-anak Palestina yang menerima bantuan menjadi bukti bahwa solidaritas umat mampu menghadirkan harapan di tengah keterbatasan. “Inilah saatnya kita memperkuat solidaritas dengan berbagi kebahagiaan melalui kanal resmi BAZNAS yang terjamin amanah dan tepat sasaran hingga ke jantung Gaza. Setiap donasi yang Bapak dan Ibu berikan bukan sekadar bantuan materi, melainkan harapan nyata bagi kemandirian dan pulihnya kehidupan warga Palestina,” katanya. Antusiasme anak-anak terlihat jelas saat mereka menerima dan mencoba baju baru tersebut. Dengan penuh kebahagiaan, mereka menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah peduli terhadap kondisi mereka. Selama Ramadan 1447 H, BAZNAS juga terus menggulirkan berbagai program kemanusiaan lainnya untuk Palestina, mulai dari paket makanan, layanan kesehatan, penyediaan air bersih, hingga pembangunan fasilitas darurat seperti tenda permukiman, tenda masjid, serta tenda kelas untuk anak-anak. Bagi BAZNAS Kota Cirebon, program ini menjadi inspirasi bahwa zakat tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga mampu menjangkau kebutuhan global. Solidaritas yang dibangun melalui zakat, infak, dan sedekah menjadi jembatan kemanusiaan yang menghubungkan Indonesia dengan dunia, khususnya bagi saudara-saudara di Palestina. Momentum Ramadan ini menjadi waktu terbaik untuk terus memperkuat kepedulian. Setiap kontribusi yang diberikan bukan hanya meringankan beban, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi mereka yang tengah berjuang di tengah keterbatasan.
BERITA17/03/2026 | Admin | Akate
Zakat Istana 2026 Pecahkan Rekor, Bukti Kepercayaan Publik terhadap BAZNAS Semakin Kuat
Zakat Istana 2026 Pecahkan Rekor, Bukti Kepercayaan Publik terhadap BAZNAS Semakin Kuat
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali mencatatkan sejarah baru dalam pengelolaan zakat nasional. Melalui kegiatan Zakat Istana 2026 bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS berhasil mencatat penghimpunan zakat tertinggi sepanjang 11 tahun penyelenggaraan program tersebut. Kegiatan yang berlangsung di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026) ini berhasil menghimpun dana zakat lebih dari Rp4,3 miliar dari 111 muzaki. Para muzaki tersebut berasal dari kalangan pejabat negara, menteri kabinet, hingga unsur TNI. Capaian ini menunjukkan tren positif dalam peningkatan kesadaran zakat di kalangan pemimpin negara. Dalam lima tahun terakhir, penghimpunan zakat melalui Zakat Istana terus mengalami peningkatan signifikan, mulai dari Rp636 juta pada 2022 hingga melonjak drastis menjadi lebih dari Rp4,3 miliar pada 2026. Tokoh-tokoh penting negara turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, di antaranya Prabowo Subianto selaku Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden, serta sejumlah menteri kabinet seperti Agus Harimurti Yudhoyono, Yusril Ihza Mahendra, Pratikno, hingga Raffi Ahmad yang juga menjabat sebagai utusan khusus presiden. Selain itu, turut hadir pula sejumlah pejabat tinggi lainnya seperti Erick Thohir, Muhaimin Iskandar, Bahlil Lahadalia, Tito Karnavian, serta Panglima TNI Agus Subianto. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi atas komitmen para pemimpin negara yang secara konsisten menunaikan zakat melalui BAZNAS. “Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, dan seluruh jajaran kabinet yang telah membayar zakat melalui BAZNAS. Hal ini memberikan nilai yang sangat luar biasa bagi kami. Selain tentu saja menambah penerimaan zakat, yang lebih penting adalah dukungan moral,” ujar Sodik. Menurutnya, keteladanan para pemimpin memiliki dampak besar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi yang terpercaya. “Keteladanan para pemimpin ini sangat efektif dalam menggerakkan masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga yang terpercaya dan akuntabel. Bahkan pengaruhnya bisa lebih kuat dibandingkan dengan kampanye yang kami lakukan,” lanjutnya. Rekor penghimpunan ini tidak hanya menjadi capaian angka semata, tetapi juga menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat oleh BAZNAS. “Kepercayaan ini merupakan amanah bagi kami untuk terus memperkuat pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik di seluruh Indonesia,” jelasnya. Lebih lanjut, Sodik menegaskan bahwa zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen strategis dalam pembangunan sosial dan ekonomi. “Partisipasi para pejabat negara dalam Zakat Istana juga menunjukkan kehadiran negara dalam mendukung gerakan zakat nasional. Ini menjadi sinyal positif bahwa zakat semakin dipandang sebagai instrumen penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya. Bagi BAZNAS Kota Cirebon, capaian ini menjadi momentum penting untuk terus memperkuat literasi dan partisipasi masyarakat dalam berzakat. Keteladanan para pemimpin negara diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas, termasuk di Kota Cirebon, untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Semakin meningkatnya kepercayaan dan partisipasi publik menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional. Dengan pengelolaan yang profesional dan amanah, zakat diyakini mampu menjadi solusi nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat.
BERITA17/03/2026 | Admin | Akate
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →