Berita Terbaru
Kolaborasi BAZNAS RI dan Kemenko PM Wujudkan 1.001 Titik Pemberdayaan Berbasis Kawasan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program Zmart, turut mendukung peluncuran Aktivasi 1.001 Titik Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kawasan se-Nusantara yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), yang resmi dimulai di Kawasan Produksi Widuri, Kendal, Jawa Tengah, Rabu (17/9/2025).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pemerintah yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan di seluruh Indonesia.
Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dr. (H.C.) Muhaimin Iskandar, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M., Deputi II Kemenko PM Prof. Dr. Ir. R. Nunung Nuryartono, M.Si., Kepala Divisi Penguatan Pendistribusiaan dan Pedayagunaan BAZNAS Provinsi, Kab/Kota Iqbal Rachmat, serta sejumlah perwakilan lembaga mitra.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan komitmen BAZNAS untuk mendukung penuh program pemerintah dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis Kawasan, termasuk Program Aktivasi 1.001 Titik Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kawasan se-Nusantara.
Ia menambahkan, dalam implementasinya terdapat tujuh mitra strategis yang berkontribusi, termasuk BAZNAS. “Partisipasi BAZNAS dalam program ini difokuskan pada penguatan ekonomi mustahik melalui Program ZMart, yang tidak hanya memberi modal usaha, tetapi juga pendampingan berkelanjutan," jelas Kiai Noor.
“BAZNAS percaya bahwa zakat memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan sosial-ekonomi. Kami berharap, langkah ini menjadi penguat ekonomi masyarakat dan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS, lembaga filantropi, dan para penggerak kawasan yang telah berperan aktif menghidupkan ekosistem pemberdayaan desa.
"Keberhasilan tidak mungkin dicapai tanpa membangun ekosistem kolaborasi yang produktif secara terus-menerus. Apa yang kita jadikan pilot project hari ini merupakan pematangan dari seluruh rangkaian perjuangan, baik yang dilakukan pemerintah maupun non-pemerintah,” kata Muhaimin.
Ia menambahkan, kerja sama lintas sektor menjadi bukti nyata lahirnya kolaborasi produktif dalam pemberdayaan masyarakat desa. "Inilah ekosistem yang harus terus kita bangun bersama,” ujarnya.
Sebagai Menko PM, Muhaimin menegaskan kesiapannya mendukung seluruh gerakan pemberdayaan yang melibatkan berbagai pihak. “Harapan kita, ekosistem pemberdayaan ini dapat tumbuh dan berkembang di masyarakat desa, memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ucapnya.
Zmart BAZNAS adalah program pemberdayaan ekonomi yang dikembangkan BAZNAS untuk meningkatkan skala usaha warung dan toko kecil milik mustahik (penerima zakat), dengan memberikan modal, pendampingan, dan pelatihan agar usaha mustahik dapat berkembang, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya bisa menjadi muzaki (pemberi zakat).
BERITA19/09/2025 | Humas
BAZNAS RI Dorong Pemberdayaan Umat lewat Penguatan Ekonomi Sosial Islam
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong pemberdayaan umat melalui penguatan ekonomi sosial Islam. Program-program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada penyaluran zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat guna mendukung pembangunan ekonomi umat Islam di Indonesia.
Hal itu disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA. saat menjadi narasumber dalam kegiatan Diklat Kristologi dan Dakwah Pembentengan Aqidah Islam melalui Pemberdayaan Kesejahteraan Ekonomi Umat, Rabu (17/09/2025) di Aula Buya Hamka Lt.4, Gd. MUI Pusat, Jakarta.
Dalam pemaparannya, Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, MA, menjelaskan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah, tetapi juga menjadi kekuatan produktif dalam pengentasan kemiskinan. Menurutnya, zakat dapat menggerakkan sektor riil sekaligus memperkuat keuangan syariah.
"Data menunjukkan, potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun. Angka fantastis ini terdiri dari zakat pertanian, peternakan, tabungan, pendapatan, hingga zakat badan usaha. Jika dikelola secara optimal, zakat diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat dan menekan angka kesenjangan sosial," kata Saidah.
Meski begitu, menurut Saidah, tantangan masih membayangi. Kurangnya literasi zakat, dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi menjadi hambatan yang harus segera diatasi. Selain itu, juga perlu adanya penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan zakat.
"Dengan populasi muslim terbesar di dunia, serta gelar sebagai negara paling dermawan, potensi zakat dapat dikembangkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah. Hadirnya World Zakat and Waqf Forum juga memperkuat posisi Indonesia sebagai inisiator gerakan zakat global," ujarnya.
Saidah menegaskan, pemberdayaan umat dilakukan melalui tiga tahapan. Pertama, pemberdayaan sosial yang menyasar kebutuhan dasar, darurat, dan lanjutan masyarakat miskin.
"Kedua, pemberdayaan ekonomi yang memberikan akses modal, produksi, dan pasar. Ketiga, pemberdayaan dakwah/advokasi untuk memperjuangkan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat kecil," ujarnya.
Untuk itu, dalam hal pemberdayaan kesejahteraan ekonomi umat, menurut Saidah, BAZNAS hadir untuk masyarakat melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan, di antaranya program-program yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan sosial, maupun pemberdayaan dakwah dan advokasi.
"Bersama MUI, BAZNAS mengajak semua pihak, di antaranya organisasi masyarakat keagamaan, untuk dapat berkontribusi dan berkolaborasi nyata dalam masifnya dakwah zakat di Indonesia. BAZNAS berkomitmen untuk terus menjadi lembaga utama dalam menyejahterakan umat," kata Saidah.
BERITA19/09/2025 | Humas
BAZNAS dan IDEF Jalin Kerja Sama Strategis untuk Penguatan Ekonomi Syariah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan kerja sama dengan Yayasan Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (IDEF) dalam rangka memperkuat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak yang dilaksanakan dalam rangkaian acara Tasyakuran Milad Satu Tahun Center for Sharia Economic Development (CSED) di Gedung Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Kamis (18/9/2025).
Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, jajaran Pimpinan BAZNAS RI, Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini, Ketua CSED-INDEF Prof. Nur Hidayah, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI Prof. Waryono Abdul Ghofur, Pendiri IDEF Fadhil Hasan, Direktur KNEKS, para akademisi, dan peneliti.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan, kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.
“BAZNAS berkomitmen menjadikan zakat bukan hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen ekonomi yang mampu menumbuhkan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi dengan IDEF akan memperluas langkah strategis ini,” ujar Kiai Noor.
Kiai Noor menambahkan, sinergi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan keuangan, menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
“Peningkatan kapasitas ekonomi syariah memerlukan kerja sama lintas sektor. Universitas, lembaga keuangan, dan BAZNAS dapat saling melengkapi,” ungkapnya.
Menurutnya, “Keterlibatan banyak pihak menjadi modal penting dalam memperkuat gerakan ekonomi syariah. Inilah yang membuat BAZNAS semakin siap menghadapi dinamika global.”
Kiai Noor berharap, kolaborasi strategis ini mampu memperluas dampak zakat dalam menjawab tantangan ekonomi masa depan.
Sementara itu, Prof. Didik J. Rachbini menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memperkuat literasi dan riset ekonomi syariah.
“Universitas memiliki peran strategis sebagai pusat riset. Melalui sinergi dengan BAZNAS dan IDEF, kami ingin mendorong inovasi kebijakan yang adaptif dan berdampak langsung pada masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Pendiri IDEF Fadhil Hasan berharap kerja sama ini menghasilkan program konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin memastikan MOU ini memberi manfaat nyata. Fokus kami adalah menghadirkan solusi ekonomi syariah yang bisa dirasakan langsung oleh umat,” jelasnya.
BERITA19/09/2025 | Humas
BAZNAS dan PIA Semarakkan HUT RI ke-80 dengan Lomba Kemerdekaan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Persatuan Istri Amil (PIA) BAZNAS menggelar serangkaian lomba 17-an dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara yang digelar di kantor pusat BAZNAS RI di Jakarta, pada Minggu (17/8/2025) ini, turut dihadiri juga oleh Ketua Umum BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA dan Ketua PIA BAZNAS RI, Dr. Hj. Nur Kusuma Dewi, M.Si.
Dalam sambutannya, Kiai Noor menyampaikan terima kasihnya kepada PIA BAZNAS dan panitia yang sudah dari jauh-jauh hari mempersiapkan terselenggaranya kegiatan ini dengan baik dan sukses. Kiai Noor berharap, perlombaan ini dapat membawa kebahagiaan dan keceriaan kepada seluruh amil dan amilat beserta keluarganya.
“Acara ini adalah sebuah kegembiraan bersama, jadi hari ini jangan ada yang sedih, pokoknya semua ketawa, semua seneng,” kata kiai Noor di kantor BAZNAS.
Lebih lanjut Ketua PIA BAZNAS RI, Dr. Hj. Nur Kusuma Dewi, M.Si. mengatakan terselenggaranya acara hari ini sejatinya bukan sebagai ajang perlombaan semata, melainkan bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar amil dan amilat BAZNAS RI.
“Acara ini sesungguhnya tidak hanya sekedar peringatan HUT kemerdekaan, tetapi membawa misi lebih dalam lagi yakni menjalin tali silaturahmi di antara kita, antara amil-amilat, sesama amil, sesama amilat, antara pengurus dengan pengurus, antara pengurus dengan pimpinan, antara pimpinan dengan pimpinan,” tuturnya.
Selain itu, bagi ibu-ibu lomba 17 Agustus ini bukan semata-mata sekedar hiburan dari tugas domestiknya. Tetapi juga bertujuan untuk menciptakan suasana yang penuh semangat, ceria, kekompakan dan persahabatan.
Adapun lomba-lomba yang digelar antara lain lomba memasak nasi goreng yang terdiri dari lima orang pada setiap tim. Lomba dresscode terkompak dan terunik, lomba memasukkan paku ke botol, lompat suit, makan biskuit, fashion show, memindahkan bendera untuk anak-anak pra SD, dan juga lomba mewarnai untuk anak-anak TK, SD, dan SMP.
“Lomba mewarnai ini bukan cuma melatih kreativitas tetapi juga melatih konsentrasi anak-anak dan memberikan wadah untuk anak-anak mengekspresikan diri,” kata Nyai Nur.
Kegiatan ini berlangsung meriah diikuti oleh seluruh amil-amilat BAZNAS RI dan keluarganya. Seluruh peserta yang datang juga kompak mengenakan atribut bernuansa merah putih.
BERITA19/09/2025 | Humas
BAZNAS Kota Cirebon Perkuat Layanan Kebencanaan, Kirim Staf Ikuti Pelatihan Bersama BASARNAS dan BNPB
Bogor - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon mengirimkan perwakilan staf untuk mengikuti pelatihan penanganan kebencanaan yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pelatihan berlangsung pada 8 hingga 15 September 2025 di Balai Diklat BASARNAS Bogor. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi risiko bencana di berbagai daerah, termasuk di Kota Cirebon.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menegaskan bahwa sinergi antara BAZNAS, BASARNAS, dan BNPB menjadi langkah strategis untuk memastikan layanan kebencanaan berjalan lebih cepat dan terintegrasi.
“Melalui pelatihan ini, kita ingin memastikan hadirnya SDM yang terlatih, tangguh, dan siap menjadi garda terdepan dalam penyelamatan serta pemulihan pascabencana. Kolaborasi ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat,” ujar Saidah.
Saidah menambahkan, peserta pelatihan diharapkan tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga membawa semangat kemanusiaan dalam setiap aksi penyelamatan.
“Para peserta yang dikukuhkan diharapkan menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing. Mereka siap beraksi dengan keterampilan, tetapi juga hadir dengan hati untuk masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag.,M.Pd.I., menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan lembaga dalam menghadapi kondisi darurat di daerah.
“Kota Cirebon juga memiliki potensi risiko bencana, mulai dari banjir, kebakaran permukiman, hingga kondisi darurat lainnya. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap BAZNAS Kota Cirebon bisa merespons cepat dan aktif membantu masyarakat yang terdampak,” jelas H. Hamdan.
H. Hamdan menegaskan, penguatan kapasitas SDM ini juga akan memperluas peran BAZNAS Kota Cirebon tidak hanya dalam menyalurkan bantuan saat bencana, tetapi juga hadir sebagai bagian dari tim siaga bencana daerah.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa BAZNAS hadir bukan hanya ketika distribusi bantuan, tapi juga di garda awal penanganan darurat. Ini adalah bagian dari khidmat kemanusiaan yang menjadi amanah bagi kami,” ungkapnya.
Dengan mengikuti pelatihan kebencanaan ini, BAZNAS Kota Cirebon berharap dapat membangun sinergi yang lebih erat dengan pemerintah daerah, aparat, serta komunitas relawan, sehingga layanan kebencanaan dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.
BERITA18/09/2025 | Humas
Cukur Domba Bakalan Jadi Kunci Sehat Ternak Binaan BAZNAS di Magelang
Hendri Kurniawan, peternak binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Magelang, Jawa Tengah, memiliki kunci sehat pada ternaknya dengan melaksanakan pencukuran 20 domba bakalan demi kesejahteraan peternak.
Pencukuran bulu domba bertujuan untuk menjaga kesehatan hewan, mencegah penyakit, dan mengurangi stres. Setelah dicukur, domba juga diberi vitamin dan obat anti-parasit untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap baik.
Kondisi yang lebih sehat membuat hewan tumbuh optimal dan berpengaruh langsung terhadap nilai ekonomi yang diterima peternak. Hal ini sejalan dengan tujuan BAZNAS dalam memberdayakan mustahik agar lebih mandiri dan berdaya saing.
Dampak dari perawatan intensif ini tidak hanya dirasakan pada kesehatan domba, tetapi juga pada peningkatan kualitas hasil ternak. Kondisi yang lebih sehat membuat hewan tumbuh optimal dan berpengaruh langsung terhadap nilai ekonomi yang diterima peternak.
Balai Ternak BAZNAS merupakan program pemberdayaan ekonomi mustahik dalam sektor peternakan. Balai Ternak ini memadukan konsep perbibitan ternak dan penggemukan ternak dengan pemberdayaan masyarakat khususnya petani dan peternak kecil.
BERITA18/09/2025 | Humas
BAZNAS Bersama Unmer Gelar Workshop Angkat UMKM Naik Kelas Kuasai Pasar Digital
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Universitas Merdeka (Unmer) Malang menggelar workshop bertajuk "Kenali Omsetmu dan Kuasai Pasar Digital" untuk para pelaku UMKM agar mampu meningkatkan profesionalisme dalam pencatatan keuanganl di kampus Unmer Malang, Jawa Timur.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan praktik langsung terkait promosi daring serta penggunaan aplikasi keuangan modern. Materi ini dirancang untuk menjawab tantangan UMKM agar mampu bersaing di era digital.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga mendukung transparansi keuangan. Melalui workshop ini, mendorong para pelaku UMKM agar lebih profesional dalam mengelola bisnis, sekaligus siap menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar nasional.
Dengan keterampilan baru dalam promosi online dan pencatatan keuangan berbasis aplikasi, mereka mengaku lebih percaya diri dalam menjalankan usaha. Workshop ini diharapkan menjadi pintu awal bagi UMKM untuk berkembang lebih profesional, transparan, dan mampu meraih pasar yang lebih luas.
Program BMD BAZNAS hadir untuk mendorong pelaku UMKM mustahik agar mampu mengembangkan usaha, memperluas pasar, serta meningkatkan kemandirian ekonomi melalui berbagai fasilitasi dan dukungan.
BERITA18/09/2025 | Humas
ZChicken BAZNAS Jadi Penompang Ekonomi Keluarga Leo di Jambi
Leo Sustian (29), penerima manfaat program ZChicken Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Kota Jambi, Jambi, berhasil menopang ekonomi keluarganya dengan berjualan ayam krispi yang tetap menjadi pilihan para konsumen.
Setiap hari, ia menjual 30 sampai 40 paket ayam crispy yang disukai banyak orang. Selain rasanya yang enak, outlet tersebut juga mempermudah pembayaran dengan QRIS, membuat pelanggan lebih nyaman bertransaksi.
Sebelum merintis usaha, Leo pernah bekerja sebagai karyawan di sebuah usaha kuliner. Namun, dirinya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang membuatnya kebingungan mencari sumber penghasilan.
Leo memiliki pelanggan setia di gerai ZChicken berkat rasa ayam krispi yang unik. Kisahnya membuktikan bahwa bantuan modal dari BAZNAS RI bisa membantu usaha kecil meraih kemandirian finansial.
ZChicken merupakan program Pemberdayaan Ekonomi Mustahik yang diinisiasi BAZNAS RI di bidang kuliner berupa produk ayam krispi. Program ini diinisiasi dalam upaya pengentasan kemiskinan, khususnya di wilayah perkotaan.
BERITA18/09/2025 | Humas
Gotong Royong Petani Binaan BAZNAS di Jateng Wujudkan Kesejahteraan Bersama
Balai Ternak Ngudi Barokah binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, semangat kebersamaan dengan rutin bergotong royong membersihkan kandang, mengambil hijauan, serta memberi pakan ternak untuk menjaga kesehatan dan produktivitas hewan.
Kekompakan para peternak terlihat jelas ketika mereka saling membantu tanpa mengenal jadwal. Dengan sistem kerja bersama, kegiatan harian terasa lebih ringan sekaligus memperkuat ikatan sosial antaranggota kelompok.
Kunjungan dari BAZNAS Kabupaten Rembang menambah motivasi para mustahik dalam menjalankan usaha peternakan. Kunjungan ini juga menjadi ruang dialog antara pengurus BAZNAS dan kelompok ternak terkait kendala maupun peluang pengembangan.
Dengan manajemen yang baik dan dukungan berkelanjutan dari BAZNAS, Balai Ternak Ngudi Barokah diharapkan mampu menjadi contoh keberhasilan program zakat produktif yang menyejahterakan masyarakat Kabupaten Rembang.
Balai Ternak BAZNAS merupakan program pemberdayaan ekonomi mustahik dalam sektor peternakan. Balai Ternak ini memadukan konsep perbibitan ternak dan penggemukan ternak dengan pemberdayaan masyarakat khususnya petani dan peternak kecil.
BERITA18/09/2025 | Humas
BAZNAS Perkuat Layanan Kebencanaan melalui Pelatihan SDM bersama BASARNAS dan BNPB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat layanan kebencanaan dalah salah satunya melalui pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Hal tersebut ditandai dengan Pengukuhan Peserta Pelatihan Kebencanaan di Balai Diklat BASARNAS Bogor, Senin (15/9/2025). Hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., Direktur Bina Potensi BASARNAS Agus Haryono, S.S., M.B.A., Kepala Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan BASARNAS Heru Suhartanto, S.H., M.M., Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB Dr. Kheriawan, M.M., serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayaguaan, Saidah Sakwan, MA., menegaskan, sinergi antara BAZNAS, BASARNAS, dan BNPB menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya pencarian, pertolongan, dan penanggulangan bencana di Indonesia.
“Melalui pelatihan ini, kita ingin memastikan hadirnya SDM yang terlatih, tangguh, dan siap menjadi garda terdepan dalam penyelamatan serta pemulihan pascabencana. Kolaborasi ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat,” ujar Saidah.
Saidah menambahkan, kehadiran peserta pelatihan diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi risiko bencana yang semakin beragam.
“Para peserta yang dikukuhkan hari ini diharapkan menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing. Mereka bukan hanya siap secara teknis, tetapi juga membawa semangat kemanusiaan dalam setiap aksi penyelamatan,” ucap Saidah.
BAZNAS, lanjut Saidah, tidak hanya berperan dalam pendistribusian bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga aktif memperkuat kapasitas melalui kerja sama lintas lembaga.
“Dengan sinergi ini, kita ingin membangun sistem kebencanaan yang lebih kuat, komprehensif, dan berkelanjutan,” katanya.
Acara pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam mempertegas komitmen bersama lembaga-lembaga terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan nasional menghadapi bencana.
BERITA17/09/2025 | Humas
Dukung Asta Cita, BAZNAS RI Optimalkan Program Beasiswa untuk Pembangunan SDM
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia melalui berbagai program beasiswa pendidikan. Langkah ini dilakukan untuk memutus rantai kemiskinan, serta mendukung tercapainya Asta Cita dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, saat menjadi narasumber Kuliah Tamu bertajuk “Zakat sebagai Salah Satu Instrumen Pendukung Asta Cita - Pembangunan SDM di Indonesia” yang digelar di Universitas Islam Kadiri, Jawa Timur, Senin (15/9/2025).
Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, mengatakan, pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Karena itu, zakat yang dihimpun BAZNAS tidak hanya disalurkan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga diarahkan bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Zakat adalah instrumen yang strategis untuk pembangunan. Melalui beasiswa, BAZNAS ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa tetap menempuh pendidikan hingga jenjang tinggi. Ini menjadi jalan memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan,” ujar Haji Mo Mahdum.
Haji Mo Mahdum memaparkan, berdasarkan data Laporan Pengelolaan Zakat Nasional 2024, penyaluran dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lain untuk sektor pendidikan mencapai Rp 1,29 triliun. Dana tersebut menjangkau lebih dari 2,6 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut, Haji Mo Mahdum menjelaskan, berbagai program beasiswa pendidikan yang dijalankan BAZNAS, diantaranya Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Dalam Negeri untuk mahasiswa S1, Beasiswa Luar Negeri untuk jenjang S1, S2, dan S3 di Timur Tengah, Malaysia, dan Rusia, Beasiswa Riset Zakat bagi mahasiswa S1, S2, S3 maupun kelompok riset, serta Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly untuk mahasiswa S1.
“Selain itu, BAZNAS menginisiasi Beasiswa Filantropi Islam untuk mencetak amil profesional dengan kualifikasi S2 dan S3, serta Beasiswa Kaderisasi Seribu Ulama MUI (S3) yang ditujukan untuk melahirkan ulama berkompeten dalam pemikiran Islam dan syariah," jelas Haji Mo Mahdum.
"Tak hanya itu, BAZNAS juga mendukung pendidikan santri melalui Beasiswa Santri BAZNAS tingkat SMA/SMK/MA bagi santri berprestasi dari kalangan dhuafa, khususnya sebagai persiapan masuk ke perguruan tinggi negeri, serta Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus yang menyasar penyandang disabilitas, masyarakat di daerah 3T, serta komunitas adat," lanjutnya.
Hasil nyata mulai terlihat, Haji Mo Mahdum mengungkapkan, lebih dari 10 persen alumni beasiswa BAZNAS kini telah berubah status dari mustahik menjadi muzaki. “Transformasi mustahik menjadi muzaki adalah indikator keberhasilan program kami. Zakat benar-benar bisa mengangkat harkat sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Mahdum.
Haji Mo Mahdum mengatakan, dengan potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun per tahun, BAZNAS optimistis peran zakat dalam pendidikan akan terus meningkat. "Penguatan kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat perlu terus diperkuat untuk mengoptimalkan potensi tersebut," kata Haji Mo Mahdum.
Mo Mahdum menambahkan, zakat untuk pendidikan memiliki legitimasi syariah yang kuat. Fatwa MUI Nomor Kep.-120/MUI/II/1996 menyebut pemberian zakat untuk beasiswa sah karena termasuk dalam kategori fi sabilillah.
“Dengan dasar syariah yang jelas, BAZNAS mantap menjadikan pendidikan sebagai prioritas. Harapannya, investasi zakat di sektor ini bisa lahirkan SDM unggul yang berkontribusi untuk Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
BERITA17/09/2025 | Humas
BAZNAS RI Respons Cepat Banjir Bali, Dirikan Dapur Umum Hingga Salurkan Bantuan Kemanusiaan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat merespons bencana banjir besar yang melanda Provinsi Bali dengan mendirikan layanan Dapur Umum, Aksi Resik, hingga menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Bencana ini dipicu curah hujan ekstrem hingga 385 mm dalam sehari, setara dengan curah hujan sebulan penuh, yang mengakibatkan meluapnya sungai dan genangan di enam wilayah, termasuk Denpasar, Gianyar, Jembrana, Badung, Tabanan, dan Klungkung. Akibat musibah ini, sedikitnya 18 orang meninggal dunia, enam orang masih dinyatakan hilang, dan lebih dari 400 keluarga terdampak, dengan kerusakan meliputi rumah, pasar, hingga akses jalan utama.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menjelaskan, BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Bali dan relawan langsung turun ke lapangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi. Bantuan yang diberikan meliputi layanan dapur umum, dapur air, serta distribusi logistik darurat seperti hygiene kit, baby kit, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya.
“Mendengar musibah tersebut, BAZNAS langsung menurunkan tim untuk memberikan layanan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Kami ingin memastikan bahwa zakat benar-benar hadir untuk membantu mereka yang membutuhkan dalam situasi darurat seperti ini,” ujar Saidah Sakwan, di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Saidah menjelaskan, tim relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bersama BAZNAS Provinsi Bali bergerak cepat membantu dan memberikan berbagai layanan bagi para penyintas banjir Bali.
"Tim BAZNAS mendirikan pengungsian, layanan dapur umum dan dapur air di beberapa titik yakni Pos Padanggalak, Desa Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, dan di Jalan Pulau Biak, Desa Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Barat," jelasnya.
Tidak hanya itu, BAZNAS juga memberikan bantuan makananan siap saji sebanyak 1.500 porsi yang disalurkan di beberapa titik pengungsian.
"Untuk hari ini, BAZNAS akan melanjutkan aksi kemanusiaan dengan mendirikan dua titik dapur umum di Denpasar Barat dan Denpasar Timur. Selain penyediaan makanan siap saji dan air bersih, BAZNAS juga akan menyalurkan logistik tambahan serta melaksanakan aksi bersih lingkungan dan penyemprotan disinfektan, baik di Pos Padanggalak maupun di area Pasar Kumbasari," tambahnya.
“Selain distribusi bantuan darurat, BAZNAS juga akan mendukung pemulihan pascabencana dengan aksi bersih lingkungan dan penyemprotan disinfektan," ucapnya.
Saidah berharap, para penyintas dapat segera bangkit dan beraktivitas normal kembali tanpa khawatir akan dampak lanjutan dari banjir.
Mari salurkan bantuan terbaik Anda melalui link:
baznas.go.id/sedekahbencana
Atau melalui rekening:
BSI 900.0055.740
BCA 686.073.7777
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
BERITA17/09/2025 | Humas
Perkuat Ekonomi Mustahik, BAZNAS Luncurkan Program Balai Ternak dan Zmart di Kabupaten Rembang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan dua program unggulan, Balai Ternak dan Zmart, di Desa Gunem, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kedua program ini hadir sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi mustahik melalui pemberdayaan berbasis potensi lokal.
Balai Ternak Ngudi Barokah di Rembang menjadi balai ternak domba/kambing ke-50 dari total 57 titik program BAZNAS di seluruh Indonesia. Balai ini melibatkan 20 kepala keluarga peternak binaan dengan populasi awal 205 ekor domba, terdiri dari 5 pejantan persilangan F1 Dorper dan Texel, 100 induk betina, serta 100 bakalan penggemukan.
Untuk mendukung pengelolaan, BAZNAS menyediakan sarana produksi berupa kandang berkapasitas 300 ekor, rumah pengelola kompos, mesin pencacah rumput, obat-obatan, dan pakan. Program ini hasil kolaborasi, BAZNAS Kabupaten Rembang, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, serta Pemerintah Desa Gunem.
Selain balai ternak, BAZNAS juga menghadirkan program Zmart untuk pemberdayaan ekonomi mustahik dalam sektor usaha mikro ritel. Pada tahun 2025, program Zmart melanjutkan kerja sama dengan PT Sumber Trijaya Lestari (Aksesmu) dalam membangun jaringan distribusi barang dagangan. Bantuan Zmart disalurkan sebesar Rp375 juta untuk 50 mustahik, berupa branding, peralatan usaha, modal, dan pendampingan intensif.
Sejak 2018 hingga Agustus 2025, Zmart telah memberi manfaat kepada 3.831 mustahik di 34 provinsi dan 83 kabupaten/kota. Program ini juga berhasil melahirkan 459 muzaki baru, terdiri dari 360 perempuan dan 99 laki-laki. Dari jumlah tersebut, 289 masih dalam pendampingan BAZNAS, sementara 170 sudah mandiri.
Deputi II BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., yang hadir mewakili Ketua BAZNAS RI, menegaskan, zakat harus menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu mengubah mustahik menjadi muzaki.
“Program Balai Ternak dan Zmart ini bukan hanya memberi bantuan, tapi menjadi jalan agar mustahik bisa keluar dari jerat kemiskinan, bahkan kelak menjadi muzaki. Inilah wujud nyata komitmen BAZNAS untuk al-islah minal mustahik ilal muzaki.” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga amil zakat agar manfaat semakin luas. “BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten adalah satu tubuh. Dengan sinergi ini, zakat bisa dikelola lebih efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat."
Imdadun berharap, program Balai Ternak Ngudi Barokah dan Zmart di Rembang ini bisa jadi contoh pemberdayaan umat yang berhasil.
Sementara itu, PLT Asisten I Setda Kabupaten Rembang, Ir. Dewi Wahyuni Hariyati, yang hadir mewakili Bupati Rembang, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi BAZNAS dengan pemerintah daerah.
“Balai Ternak ini bukan sekadar memberikan hewan ternak, tetapi menjadi upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pendampingan dan pengelolaan yang baik, kami optimis akan lahir kelompok peternak yang tangguh dan mandiri. Pemerintah Kabupaten Rembang tentu berkomitmen untuk mendukung program-program pemberdayaan seperti ini.” jelasnya.
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, KH. Muhammad Zain Yusuf, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada BAZNAS RI atas perhatian besar yang telah diberikan kepada Jawa Tengah. Menurutnya, dukungan BAZNAS RI bukan hanya dalam bentuk Balai Ternak, tetapi juga berbagai program pemberdayaan lain yang nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Republik Indonesia. Di Jawa Tengah, sudah ada 18 Balai Ternak yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Banyumas, Temanggung, Magelang, hingga Rembang ini. Tidak hanya itu, BAZNAS RI juga menyalurkan banyak program lain seperti Zmart, ZChicken, Z-Coffee hingga perbaikan rumah tidak layak huni. Semua program ini membawa manfaat luar biasa bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, dan BAZNAS Kabupaten Rembang, program Balai Ternak dan Zmart diharapkan mampu menghadirkan model pemberdayaan ekonomi umat yang terpadu. Tidak hanya dalam pengembangan ternak dan usaha mikro, tetapi juga dalam membangun integrated farming system, pengelolaan pupuk organik, serta pengembangan jaringan distribusi ritel modern.
BERITA17/09/2025 | Humas
Bantu Penyintas Kebakaran di Senen, BAZNAS RI Salurkan Makanan Siap Saji hingga Layanan Psikososial
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) menyalurkan bantuan bagi warga terdampak kebakaran di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Bantuan diberikan berupa makanan siap saji, dukungan dapur umum, hingga layanan psikososial untuk meringankan beban masyarakat selama masa tanggap darurat.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan, Tim BAZNAS Tanggap Bencana langsung bergerak cepat ke lokasi bencana sejak hari pertama untuk memastikan para korban memperoleh kebutuhan dasar secara layak selama masa tanggap darurat.
“BAZNAS RI melalui BTB hadir untuk mendampingi masyarakat terdampak. Kami menyiapkan makanan siap saji, dapur umum, serta layanan psikososial agar masyarakat, khususnya anak-anak, bisa tetap merasa aman di tengah situasi sulit,” kata Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Menurut Saidah, penyediaan makanan siap saji dan dapur umum menjadi prioritas karena para korban kehilangan akses pangan setelah rumah mereka ludes terbakar.
"Kami memahami kondisi di lokasi pengungsian tidak mudah dan serba terbatas. Dengan adanya dapur umum dan pendistribusiaan makanan siap saji ini, kami berharap para korban bisa tetap menjaga kesehatan," tambahnya.
Selain memenuhi kebutuhan pangan, Saidah menyampaikan, BAZNAS RI juga membuka layanan psikososial untuk membantu warga, terutama anak-anak dan lansia, yang mengalami trauma akibat kehilangan tempat tinggal.
“Anak-anak korban kebakaran sangat rentan secara psikologis. Karena itu, kami menurunkan tim khusus agar mereka tetap bisa mendapatkan rasa aman dan hiburan meski berada di pengungsian,” ujarnya.
Lebih lanjut, Saidah menyampaikan, Tim BTB BAZNAS hingga kini masih berada di lokasi untuk memberikan dukungan lanjutan. Distribusi logistik hingga pendampingan psikososial terus dilakukan sesuai kebutuhan warga.
"Upaya BAZNAS RI ini diharapkan dapat meringankan beban korban kebakaran sekaligus memperlihatkan peran zakat dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat," ujar Saidah.
Saidah juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus bergandengan tangan membantu korban bencana, baik melalui doa maupun donasi yang dapat disalurkan lewat BAZNAS.
“Bantuan yang kami salurkan ini bersumber dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat. Inilah wujud nyata zakat bisa dirasakan manfaatnya secara cepat ketika terjadi bencana,” ucapnya.
Seperti diketahui, kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Senen, Jakarta Pusat, pada Senin (16/9/2025) dan mengakibatkan puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi.
BERITA17/09/2025 | Humas
Bantu Sesama, BAZNAS RI dan Masjid Al Bakrie Luncurkan Program Sedekah Barang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Masjid Al Bakrie-Taman Rasuna yang turut didukung oleh PT Bakrieland Development Tbk (Bakrieland) selaku pengelola kawasan Rasuna Epicentrum di mana lokasi Masjid berada resmi meluncurkan program “Sedekah Barang”, untuk menyumbangkan barang-barang bekas layak pakai agar memberi manfaat bagi sesama sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Program Sedekah Barang ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam bersedekah, tidak hanya dalam bentuk uang, tetapi juga barang-barang yang dapat memberikan manfaat langsung kepada mereka yang membutuhkan.
Peluncuran program tersebut dilakukan bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Bakrie Taman Rasuna, Jakarta Selatan, pada Selasa (16/9/2025). Turut hadir, Mochamad Noerhakim, Kepala Departemen Program LAZNAS Bakrie Amanah, Penguatan LAZ BAZNAS RI H. Abd. Kafi , jajaran Pengurus DKM Masjid Al Bakrie Taman Rasuna, Perwakilan Manajemen Bakrieland Zulfikar, Kepala Departemen Program LAZNAS Bakrie Amanah Mochamad Noerhakim.
Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM. menyampaikan, Sedekah Barang lahir sebagai jawaban atas persoalan kesenjangan ekonomi, sosial, dan lingkungan akibat penggunaan barang bekas.
“Sedekah Barang hadir untuk memberikan nilai manfaat pada barang yang sudah tidak terpakai, baik melalui pemanfaatan langsung maupun nilai jualnya. Program ini mengajak masyarakat agar menjadikan barang bekas sebagai ladang amal sekaligus solusi bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Rizaludin.
Menurut Rizaludin, masih banyak masyarakat yang hidup dalam keterbatasan hingga harus bergantung pada barang bekas, sementara kelompok lain mampu membeli barang baru tanpa kesulitan. Ketimpangan ini, ujar Rizaludin, tidak hanya memunculkan masalah sosial tetapi juga berdampak buruk bagi lingkungan ketika barang bekas tidak diolah dengan benar.
“Melalui sinergi dengan Masjid Al Bakrie, BAZNAS menyediakan drop box Sedekah Barang di lingkungan Masjid Al Bakrie dan Apartemen Taman Rasuna. Kehadiran drop box ini memudahkan jamaah masjid, penghuni apartemen, maupun masyarakat umum untuk wadah bagi jamaah dan warga untuk berbagi, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.
“Kami sangat mendukung program Sedekah Barang ini karena menjadi wadah bagi jamaah dan warga Taman Rasuna untuk berbagi barang layak pakai. Kami berharap program ini dapat membantu yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan Masjid,” ujar perwakilan DKM Masjid Al Bakrie Taman Rasuna, Jakarta.
BERITA17/09/2025 | Humas
BAZNAS RI Dorong Pemerataan Pendidikan Melalui Program Beasiswa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong pemerataan pendidikan di seluruh daerah melalui berbagai program beasiswa yang telah dijalankan, baik di dalam negeri maupun luar negeri, sebagai wujud komitmen dalam mendukung kemajuan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam kegiatan Pesta Beasiswa Rakyat Indonesia dan Sesi Motivasi untuk Kemajuan Pendidikan Indonesia dengan tema “Jaga Indonesia melalui Beasiswa” yang diselenggarakan secara daring, Sabtu (6/9/2025).
Turut hadir, Deputi I BAZNAS RI sekaligus Dewan Kehormatan Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia M. Arifin Purwakananta, Staf Khusus Bidang Pendidikan Wakil Presiden RI Achmad Aditya, Ph.D., Asisten Deputi Pendidikan Menengah dan Tinggi Kemenko PMK RI Maman Wijaya, Ketua Umum Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia Rina Fatimah, Co-Founder Paragon Corp Salman Subakat, serta Direktur Pendidikan Sekolah Tzu Chi Freddy Ong.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan BAZNAS RI telah berkontribusi secara nyata dalam mendukung akses pendidikan melalui berbagai program beasiswa baik di dalam maupun luar negeri yang sudah berjalan.
“BAZNAS telah berkontribusi secara konkret dalam penyaluran beasiswa di Indonesia, baik dalam negeri, maupun luar negeri, dengan berbagai program beasiswa yang telah dijalankan oleh BAZNAS hingga saat ini,” ujar Kiai Noor.
Kiai Noor menjelaskan, BAZNAS bersama para penyelenggara beasiswa lainnya berupaya menghadirkan pemerataan pendidikan agar tidak ada anak yang tertinggal, khususnya di daerah-daerah yang masih terbatas aksesnya.
“Tidak boleh ada anak Indonesia yang tidak sekolah, tidak boleh ada anak Indonesia yang tidak sejahtera, tidak boleh ada anak Indonesia yang putus sekolah karena tidak mampu ekonomi,” ucap Kiai Noor.
Kiai Noor juga memberikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah dalam menjaring akses pendidikan melalui sekolah rakyat, yang dinilai mampu membuka peluang lebih luas bagi anak-anak bangsa.
“Kami mengapresiasi program sekolah rakyat dari pemerintahan Presiden RI, Bapak H. Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Bapak Gibran Rakabuming Raka, yang menjaring semua orang untuk dapat sekolah,” katanya.
Menurut Kiai Noor, gerakan beasiswa harus menjadi budaya bangsa agar menuntut ilmu menjadi bagian dari jati diri masyarakat, sehingga melahirkan generasi yang unggul.
“Pergerakan kolektif ini agar dapat terus didorong menjadi gerakan yang masif, sehingga menuntut ilmu dapat menjadi budaya dan pergerakan, di mana orang akan malu jika tidak sekolah, orang akan malu jika bodoh, dan orang akan malu jika tidak paham ilmu. Puncak-puncak keilmuan akan naik di Indonesia, kita akan maju melampaui bangsa-bangsa yang lain,” jelasnya.
BAZNAS, tambah Kiai Noor, berkomitmen untuk terus menjadi lembaga utama dalam menyejahterakan umat melalui program pendidikan dan beasiswa, yang diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang.
BERITA16/09/2025 | Humas
Program BMD BAZNAS Dorong Usaha Kuliner Masitoh Raih Omzet Hingga Rp26 Juta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) berhasil memberdayakan mustahik asal Banjarmasin, Siti Masitoh dengan usaha kulinernya berupa rumah makan.
Setelah mendapat manfaat dari program BMD, Masitoh berhasil mengembangkan usahanya hingga memperoleh omzet sebesar Rp22 juta sampai Rp26 juta per bulan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA mengapresiasi keberhasilan usaha kuliner milik Masitoh. Menurut Saidah, keberhasilan ini merupakan bukti nyata manfaat program BMD untuk membantu para pelaku usaha mikro.
“Program BMD merupakan upaya strategis BAZNAS dalam rangka memberdayakan pelaku usaha mikro untuk tumbuh dan berkembang. Jadi keberhasilan Bu Masitoh adalah kebanggan bagi kita semua,” kata Saidah, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (15/9/2025).
Saidah berharap, keberhasilan Masitoh dalam mengembangkan usaha rumah makan bisa menginspirasi dan memotivasi para mustahik, sekaligus mendorong program BMD ini agar lebih luas lagi menjangkau masyarakat.
“Karena tujuan besar dari program-program seperti ini adalah untuk mengantarkan mustahik menjadi muzaki,” kata dia.
Saidah menambahkan, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan oleh BAZNAS. Dengan pemberian modal dan pendampingan yang diberikan, Masitoh berhasil mengembangkan usaha rumah makannya semakin ramai pembeli.
Sementara itu, penerima manfaat program BMD Banjarmasin Masitoh menyampaikan rasa syukurnya, "Alhamdulillah omzet sekarang bisa mencapai Rp600 ribu hingga Rp800 ribu per hari."
Masitoh juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS karena telah membantu bisnis kulinernya menjadi lebih baik dan berkembang. Masitoh mengaku merasakan betul manfaat dan dampak positif program BMD.
Modal yang didapatkan dari program BMD ia gunakan untuk peremajaan peralatan dapur, seperti kompor, panci, wajan, hingga perlengkapan makan. Termasuk juga membeli kursi agar pelanggan lebih nyaman ketika makan di tempat.
“Dulu sempat masak di rumah karena terbatasnya peralatan, jadi ribet bolak-balik dan makanan cepat dingin. Alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih baik,” tuturnya.
Melalui pendampingan berkelanjutan, BMD Banjarmasin berharap semakin banyak mustahik yang dapat mandiri secara ekonomi sekaligus memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
BERITA16/09/2025 | Humas
Ciptakan Kemandirian Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI Resmikan Balai Ternak di Sumut
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan Balai Ternak Sri Langkat Berkah Mulia yang berlokasi di Jalan Perniagaan, Kelurahan Stabat Baru, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Balai Ternak Langkat yang merupakan Balai Ternak ke 49 dari 57 titik program Balai Ternak yang dikembangkan oleh BAZNAS RI. Melalui Balai Ternak, BAZNAS menargetkan terciptanya kemandirian ekonomi mustahik, peningkatan pendapatan keluarga, dan penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Acara peresmian turut dihadiri Bupati Langkat, H. Syah Afandin, SH. Peresmian dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Mohammad Hatta, Ketua BAZNAS Langkat, Thantawi Jauhari, MA beserta jajaran, Pimpinan BAZNAS Binjai, Forkopimda Kabupaten Langkat, serta Ketua Ormas Islam, LSM, dan tokoh masyarakat setempat, Sabtu (13/9/2025).
Program ini merupakan kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Sumatera Utara, dan BAZNAS Kabupaten Langkat, yang dikelola oleh 15 kepala keluarga (KK) penerima manfaat zakat sebagai Kelompok Ternak Sri Langkat Berkah Mulia. Jumlah ternak yang dikelola sebanyak 176 ekor, dengan rincian 8 ekor penjantan, 74 ekor induk betina, 94 ekor bakalan jantan.
Dalam sambutannya, Bupati Langkat memberikan apresiasi kepada BAZNAS atas hadirnya program Balai Ternak di wilayahnya. Ia berharap agar program serupa dapat diperluas ke seluruh kecamatan sehingga manfaatnya menjangkau masyarakat kurang mampu di berbagai daerah.
“Program Balai Ternak ini sangat bermanfaat, terutama dalam mendukung peningkatan ekonomi warga. Kami berharap program ini bisa terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang menerima manfaatnya,” ungkap Bupati Langkat.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama antara BAZNAS Kabupaten Langkat dengan Pemerintah Daerah. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci keberhasilan berbagai program yang telah berjalan, termasuk Balai Ternak yang menjadi salah satu program unggulan BAZNAS.
Kiai Noor menekankan, Balai Ternak tidak hanya berfungsi sebagai program pemberdayaan ekonomi, tetapi juga sarana memperkuat ketahanan pangan lokal. Melalui pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, program ini diharapkan menjadi percontohan di daerah lain.
Dengan peresmian ini, BAZNAS menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program-program inovatif yang berorientasi pada kemandirian umat.
"Harapannya, Balai Ternak Sri Langkat Berkah Mulia dapat berjalan dengan baik, berkembang berkesinambungan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Langkat serta sekitarnya," ucap Kiai Noor.
BERITA16/09/2025 | Humas
BAZNAS Bantu Perbaikan Gizi Balita di Kaliagung, Kulon Progo
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui program Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta bersama BAZNAS DIY berkolaborasi dengan Kalurahan Kaliagung, Sentolo, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan monitoring dan evaluasi balita gizi kurang atau buruk dan stunting.
Kegiatan ini diawali dengan penyuluhan gizi bertema “Tips Memilih Jajanan Sehat untuk Anak”. Setelah itu, tim kesehatan melakukan pengukuran berat badan (BB) dan panjang/tinggi badan (PB/TB) pada balita. Di akhir acara, para peserta juga mendapat paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa telur, susu formula, dan biskuit.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 63,34 persen balita mengalami berat badan kurang (BB/U), dan 73,34 persen mengalami kondisi pendek (PB/U atau TB/U). Data ini menjadi alarm penting bahwa penanganan stunting perlu terus diperkuat.
Menanggapi kondisi tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, menegaskan, zakat memiliki peran besar tidak hanya sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Zakat tidak hanya menyentuh aspek ekonomi. Melalui program kesehatan seperti ini, kami ingin memastikan anak-anak Indonesia terpenuhi gizinya, sehingga bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat dan unggul,” kata Saidah, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (15/9/2025).
Lebih jauh, Saidah menekankan, keberhasilan program penurunan stunting tidak bisa dilepaskan dari peran semua pihak. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan langkah-langkah intervensi berjalan efektif.
“Stunting tidak bisa diatasi sendirian. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar hasilnya lebih optimal. BAZNAS hadir untuk memperkuat peran ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, program perbaikan gizi seharusnya tidak berhenti hanya pada kegiatan sesaat. Saidah mendorong agar intervensi dilakukan secara berkelanjutan sehingga dapat memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan anak.
“Intervensi satu kali tidak cukup. Harus ada pemantauan, edukasi, dan dukungan gizi secara konsisten. Dengan begitu, angka stunting di Kulonprogo bisa terus ditekan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS berharap peran zakat semakin nyata dirasakan masyarakat, khususnya dalam mencegah gizi buruk dan stunting. Dukungan masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan menjadi energi bersama untuk mewujudkan generasi yang lebih sehat di masa depan.
BERITA16/09/2025 | Humas
Sejarah BAZNAS Kota Cirebon
Pada dasarnya, sejarah berdirinya Badan Amil ZAkat Nasional atau yang lebih dikenal dengan sebutan BAZNAS Kota Cirebon merupakan kelanjutan dari berdirinya Badan Amil Zakat (BAZ) di Indonesia. Berdirinya Badan Amil Zakat (BAZNAS) Republik Indonesia adalah suatu pencapaian atas perjuangan panjang peneggakan kewajiban zakat sejak masuknya Islam di Indonesia pada abad ke-7 M.
Pada masa pra kemerdekaan Indonesia tahun 1539, mulai dilakukan pengumpulan zakat oleh kerajaan Aceh pada masa pemerintahan Sultan Alaudin Riayat Syah. Namun pada masa selanjutnya melalui kebijakan Bijblad tahun 1866 No.1892 dan tahun 1905 No.6200, penjajah Belanda melarang petugas agama dan pemerintah mengumpulkan zakat.
Dimasa selanjutnya, KH.Ahmad Dahlan mengorganisir pengumpulan zakat melalui anggotanya. Pada tahun 1943, Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI), suatu federasi partai politik dan organisasi massa Islam yang telah ada sebelum perang dunia II membentuk Baitul Maal untuk mengkoordinir zakat, namun pada oktober 1943 penjajah Jepang memaksa MIAI untuk membubarkan diri.
Perkembangan zakat di Indonesia pada masa kemerdekaan dibentuklah Kementerian Agama pada 8 Desember 1951. Kementerian ini menginformasikan bahwa kementerian agama tidak berkehendak untuk mencampuri urusan pengumpulan dan pendistribusian zakat.
Misi kementerian agama hanya untuk mendorong masyarakat agar mengeluarkan zakat dan mengawasi pendistribusian zakat agar tersalurkan sebagaimana mestinya. Terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No.4 tahun 1968 tentang pembentukan BAZ Baitul Maal. Dan pada masa orde baru tanggal 26 Oktober 1968, Presiden Soeharto bersedia mengurus pengumpulan zakat secara besar-besaran. Pada tahun yang sama, ulama merekomendasikan pembentukan lembaga zakat tingkat wilayah. Sebagai tindak lanjut atas rekomendasi tersebut, Gubernur Ali Sadikin membentuk BAZIS DKI pada tanggal 5 Desember 1968, kemudian terbit Keppres No.44 tahun 1969 dan dibentuk panitia penggunaan zakat yang diketuai oleh Menko Kesra Idham Khalid.
Selanjutnya pada tahun 1997, 11 (sebelas) lembaga yang diinisiasi DD Rep mendirikan Forum Zakat (FOZ), kemudian lahir UU No.38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat pada masa Presiden BJ.Habibie dan kemudian dibentuk BAZNAS pada era Gus Dur melalui SK Presiden No.8 pada tanggal 17 Januari 2001. Pada 27 Oktober 2011, UU No.38 tahun 1999 diamandemen dengan UU No.23 tahun 2011. Sedangkan pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tertanggal 5 Agustus 2013 ditetapkan hari Zakat Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Ramadhan, kemudian tahun 2014 terbit PP No.14 tahun 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat.
Perkembangan BAZNAS Kota Cirebon selalu mengikuti perkembangan politik dan kebijakan tentang pengelolaan zakat di Indonesia. Bangunan BAZNAS Kota Cirebon yang merupakan bangunan yang didirikan sebagai konsekuensi dari niat mulia para ulama dan aktivis Islam dalam upaya mensejahterakan masyarakat kota Cirebon. Para kiyai ulama dan aktivis muslim yang tergabung dalam organisasi masyarakat islam menggagaskan kepada pemerintah daerah untuk mengesahkan pendirian Badan Amil Zakat Kota Cirebon. Gagasan dan usulan tersebut kemudian diterima oleh pemerintah serta medapatkan respon yang baik. Awalnya BAZ belum memiliki kantor sekretariat yang tetap, sehingga untuk mensentralkan seluruh kegiatan maka diupayakan suatu tempat sementara dimana tempat tersebut diputuskan berdasarkan ketua yang menjabat pada saat itu.
Kesekretariatan BAZNAS Kota Cirebon pertama kali berlokasi di PMD yang bersebelahan dengan rumah dinas walikota di Jl.Siliwangi kemudian berpindah ke Jl.Bypass komplek perkantoran pemda dan kembali pindah ke krucuk. Seiring berjalannya waktu pada 10 April 1981 dibangunlah bangunan yang berlokasi di Jl. Kanggraksan No.52 dimana selesai dibangun pada tahun 1982 namun fungsinya masih sebagai gedung serbaguna. Barulah pada tahun 1988 bangunan tersebut berfungsi sebagai Kantor BAZNAS Kota Cirebon.
Nama BAZNAS Kota Cirebon telah berkali-kali mengalami perubahan sebelum ditetapkan sebagai BAZNAS pada tahun 2014. Pada tahun-tahun sebelumnya nama BAZNAS adalah Badan Amil Zakat,Infaq,Shodaqoh (BAZIS), Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA), Badan Amil Zakat Kota Madya (BAZKOD), Badan Amil Zakat Kota Cirebon (BAZKOT) dan sekarang menjadi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)Kota Cirebon.
BERITA15/09/2025 | Humas | Akate

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat

