WhatsApp Icon
Wali Kota Cirebon Turun Langsung Pantau Zakat Fitrah, Apresiasi Kinerja BAZNAS yang Terus Meningkat


Cirebon, 20 Maret 2026 – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melakukan monitoring langsung terhadap pelaksanaan penghimpunan dan pendistribusian zakat fitrah di BAZNAS Kota Cirebon pada Jumat (20/3).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda resmi Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam memastikan kesiapan pengumpulan dan distribusi zakat fitrah serta persiapan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H. Berdasarkan surat undangan resmi, monitoring dimulai dari Balai Kota Cirebon dan dilanjutkan ke beberapa titik, termasuk kantor BAZNAS Kota Cirebon.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon mengapresiasi kinerja BAZNAS Kota Cirebon yang dinilai telah bekerja keras dalam mengelola zakat secara profesional dan amanah.

“Kami mengapresiasi kerja keras BAZNAS Kota Cirebon. Kekompakan dalam internal lembaga menjadi kunci utama yang harus terus dijaga agar kinerja semakin optimal,” ujar Effendi Edo.

Ia menegaskan bahwa sinergi dan soliditas di dalam tubuh lembaga menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kinerja penghimpunan zakat di Kota Cirebon terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.

Menurutnya, peningkatan tersebut tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Daerah Kota Cirebon, khususnya dalam aspek regulasi zakat yang semakin menguat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Cirebon atas dukungan yang luar biasa, terutama dalam hal regulasi zakat. Hal ini menjadi salah satu faktor penting yang menjadikan Kota Cirebon sebagai daerah yang aktif dalam mendukung gerakan zakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Kota Cirebon berharap agar dukungan regulasi dari pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan ke depannya. Dengan regulasi yang semakin baik, potensi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah diyakini akan terus meningkat.

Hal ini pada akhirnya diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di Kota Cirebon, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial.

Monitoring ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa proses penghimpunan dan pendistribusian zakat fitrah berjalan optimal, tepat sasaran, dan sesuai dengan prinsip syariah.

20/03/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Syawal 1447 H, Ini Tanggal Idul Fitri di Indonesia

Cirebon — Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama.

Penetapan ini menjadi penanda berakhirnya bulan suci Ramadhan sekaligus momentum kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Menanggapi hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh rasa syukur, kebahagiaan, serta semangat berbagi kepada sesama.

Ketua BAZNAS Kota Cirebon menyampaikan bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kembali kepada fitrah dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Idul Fitri adalah momen untuk kembali suci. Selain saling memaafkan, kami mengajak masyarakat untuk memastikan zakat fitrah, infak, dan sedekah telah ditunaikan, sehingga kebahagiaan dapat dirasakan secara merata,” ujarnya.

BAZNAS Kota Cirebon juga terus membuka layanan pembayaran zakat, baik secara langsung maupun melalui platform digital, guna memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.

Melalui berbagai program pendistribusian, zakat yang ditunaikan akan disalurkan kepada mustahik di wilayah Kota Cirebon, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka di hari raya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan Idul Fitri tahun ini menjadi lebih bermakna, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi mereka yang membutuhkan.

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin.

 

FAQ Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Syawal 1447 H, Ini Tanggal Idul Fitri di Indonesia

Q: Kapan 1 Syawal 1447 H ditetapkan di Indonesia?
A: Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 melalui sidang isbat Kementerian Agama.

Q: Apa yang harus dilakukan sebelum Idul Fitri?
A: Umat Islam dianjurkan menunaikan zakat fitrah, memperbanyak sedekah, serta mempersiapkan diri untuk saling memaafkan.

Q: Bagaimana cara membayar zakat di BAZNAS Kota Cirebon?
A: Zakat dapat ditunaikan secara langsung di kantor BAZNAS atau melalui layanan digital resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Q: Siapa yang berhak menerima zakat fitrah?
A: Zakat fitrah disalurkan kepada mustahik, termasuk fakir dan miskin, sesuai ketentuan syariat Islam.

19/03/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Hadapi Era Disinformasi, BAZNAS Dinilai Punya Strategi Komunikasi yang Kuat

Cirebon – Di tengah tantangan arus informasi global yang semakin kompleks, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dinilai telah memiliki peta strategi komunikasi yang jelas dan terarah.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Hariqo Wibawa Satria, dalam agenda Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia yang digelar di Jakarta.

Menurut Hariqo, tantangan komunikasi saat ini tidak lagi sederhana. Disinformasi dan misinformasi bahkan telah menjadi salah satu risiko global utama.“Berita bohong sudah keliling dunia, sedangkan pelurusannya baru pakai sepatu,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, langkah BAZNAS yang aktif membangun komunikasi dengan media, membuka ruang kritik, serta menghadirkan langsung suara para penerima manfaat dinilai sebagai strategi yang tepat dan patut diapresiasi.“BAZNAS sudah punya peta komunikasi yang jelas, tinggal timnya lebih diperkuat,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya upaya literasi zakat untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman di masyarakat, khususnya terkait pengelolaan dan penyaluran dana zakat.

Menurutnya, transparansi dan publikasi yang kuat menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat.“Cerita dari para penerima manfaat sangat penting untuk ditampilkan di media. Suara mereka menjadi bukti bagaimana zakat membantu kehidupan masyarakat,” jelas Hariqo.

Lebih lanjut, ia memperkenalkan konsep tiga indikator utama komunikasi publik (3P), yaitu:

  • Pelaksanaan program yang berjalan dengan baik

  • Partisipasi masyarakat yang tinggi

  • Publikasi dan dokumentasi yang luas

Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat dampak program sosial kepada masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Ketua Zainut Tauhid Sa'adi, serta jajaran pimpinan lainnya, bersama tokoh komunikasi dan media seperti Amir Sodikin dan Andi Muhyiddin.

Bagi BAZNAS Kota Cirebon, penguatan strategi komunikasi ini menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan edukasi publik tentang zakat, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Di era digital, bukan hanya program yang harus kuat, tetapi juga cara menyampaikannya. Ketika komunikasi dilakukan dengan tepat, maka zakat tidak hanya dipahami, tetapi juga dipercaya dan ditunaikan.

 

Mari dukung gerakan zakat yang transparan dan berdampak. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon.

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Tsamara Amany Ajak Gen Z Berzakat Lewat BAZNAS, Dorong Gerakan Sosial Anak Muda Lebih Masif

Cirebon – Peran generasi muda dalam gerakan zakat semakin mendapat sorotan. Tsamara Amany mengajak Gen Z Indonesia untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sebagai bentuk kontribusi nyata dalam aksi sosial.

Ajakan tersebut disampaikan dalam forum Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia, yang menjadi ruang kolaborasi antara BAZNAS dan para praktisi komunikasi serta media.

Menurut Tsamara, generasi muda Indonesia memiliki potensi besar dalam gerakan filantropi, karena didorong oleh empati tinggi dan keinginan untuk menciptakan dampak sosial.“Anak muda Indonesia itu sangat dermawan dan ingin berkontribusi. Jika ada ruang dan jalurnya, mereka pasti bergerak,” ujarnya.

Ia menilai, BAZNAS memiliki posisi strategis sebagai wadah utama bagi anak muda untuk menyalurkan kepedulian mereka, baik dalam bentuk donasi maupun keterlibatan langsung sebagai relawan.

Namun demikian, Tsamara juga menyoroti bahwa citra BAZNAS di kalangan Gen Z masih perlu diperkuat, khususnya melalui pendekatan komunikasi yang lebih relevan dengan gaya anak muda masa kini.

Menurutnya, strategi komunikasi berbasis impact narrative dan storytelling menjadi kunci untuk menarik perhatian generasi muda.“Kalau impact narrative-nya kuat, storytelling-nya kuat, insyaallah akan makin banyak lagi orang-orang yang juga mau membantu,” jelasnya.

Ia menambahkan, kisah nyata seperti keberhasilan mustahik menjadi mandiri atau aksi kemanusiaan di wilayah konflik dapat menjadi konten yang kuat dan menyentuh secara emosional.

Tsamara juga mengapresiasi capaian BAZNAS yang berhasil membantu puluhan ribu masyarakat keluar dari kemiskinan, serta kontribusi besar dalam aksi kemanusiaan global, termasuk untuk Palestina.“Orang perlu tahu bahwa ada institusi di negara ini yang bekerja keras melakukan gerakan solidaritas kemanusiaan,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi, serta jajaran pimpinan lainnya, bersama tokoh komunikasi seperti Adita Irawati, Amir Sodikin, dan Andi Muhyiddin.

Bagi BAZNAS Kota Cirebon, ajakan ini menjadi momentum penting untuk semakin mendekatkan gerakan zakat kepada generasi muda di daerah. Dengan pendekatan digital, storytelling, dan konten yang relevan, Gen Z diharapkan dapat menjadi motor penggerak baru dalam ekosistem zakat.

Zakat hari ini bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menciptakan dampak. Dan generasi muda adalah kunci untuk memperluas dampak tersebut di masa depan.

 

Saatnya Gen Z bergerak. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon, dan jadilah bagian dari perubahan.

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Mudik Naik Kapal Perang, 1.448 Mustahik Diberangkatkan BAZNAS Bersama TNI AL

Cirebon – Inovasi layanan mudik kembali dihadirkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dengan menggandeng TNI Angkatan Laut dalam program mudik gratis menggunakan kapal perang.

Sebanyak 1.448 pemudik beserta 503 sepeda motor diberangkatkan menggunakan KRI Banda Aceh-593 dari Dermaga Kolinlamil TNI AL, Tanjung Priok, menuju Semarang dan Surabaya.

Program ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS bersama pemerintah melalui Menko Polkam RI Djamari Chaniago, sebagai bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat, khususnya kelompok ekonomi rentan.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.“Hari ini BAZNAS kembali bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggunakan kapal laut (perang), dengan jumlah yang diberangkatkan sekitar 1.448 orang untuk pulang-pergi,” ujar Sodik.

Tidak hanya menyediakan transportasi gratis, BAZNAS juga memastikan kenyamanan para pemudik melalui berbagai fasilitas, mulai dari konsumsi selama perjalanan, layanan kesehatan, hingga dukungan logistik lainnya.

Peserta mudik berasal dari berbagai latar belakang, seperti ibu rumah tangga, pengemudi ojek, asisten rumah tangga, mahasiswa, hingga pedagang kecil—kelompok yang selama ini membutuhkan perhatian lebih untuk bisa pulang kampung.“Saya melihat banyak yang berangkat satu keluarga dan mereka tampak senang. Ini menyempurnakan mudik mereka karena bisa berkumpul bersama di kampung,” tambah Sodik.

Selain membantu meringankan beban biaya, program ini juga menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan di jalur darat, terutama pada rute padat dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Menko Polkam, Djamari Chaniago, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik.“Kewajiban kami sebagai bagian dari pemerintahan ini untuk memberikan sesuatu yang menyamankan dan mengamankan masyarakat kita pulang kampung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut, Muhammad Ali, menyampaikan bahwa program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka mendukung kelancaran mudik Lebaran 2026.“Kami ingin memberikan sesuatu yang membuat masyarakat nyaman dan aman saat pulang kampung. Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” jelasnya.

Ke depan, BAZNAS berencana memperluas jangkauan program mudik ini tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga hingga ke wilayah lain seperti Sumatra, agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

Bagi BAZNAS Kota Cirebon, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa zakat mampu menghadirkan solusi nyata dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk mobilitas masyarakat di momen penting seperti Idulfitri.

Mudik bukan sekadar perjalanan, tetapi tentang kebahagiaan, kebersamaan, dan harapan. Melalui zakat, perjalanan itu kini menjadi lebih aman, nyaman, dan penuh berkah.

 

Mari hadirkan lebih banyak kebahagiaan di hari raya. Tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon.

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS

Berita Terbaru

BAZNAS RI dan TNI AL Hadirkan Program Mudik Gratis dengan Kapal Perang untuk Masyarakat
BAZNAS RI dan TNI AL Hadirkan Program Mudik Gratis dengan Kapal Perang untuk Masyarakat
CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menghadirkan berbagai program sosial untuk membantu masyarakat menjelang Idul Fitri. Salah satunya melalui sinergi dengan TNI Angkatan Laut (AL) yang menghadirkan program mudik gratis menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) bagi para pemudik. Program ini menjadi salah satu solusi untuk membantu masyarakat, khususnya pemudik pengguna sepeda motor, agar dapat pulang ke kampung halaman dengan lebih aman dan nyaman. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menyampaikan dukungannya terhadap program kemanusiaan tersebut saat menerima audiensi jajaran TNI AL di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (4/3/2026). “BAZNAS sangat senang dapat kembali bekerja sama dengan TNI AL dalam melayani umat. Kami akan segera menindaklanjuti rencana dukungan logistik bagi para pemudik serta paket lebaran bagi personel TNI AL yang bertugas dalam program ini. Peluang kebaikan ini juga akan kami tawarkan kepada para muzaki agar manfaatnya semakin luas,” ujar Kiai Noor. Menurut Kiai Noor, dukungan BAZNAS dalam program ini akan difokuskan pada penyediaan kebutuhan logistik bagi para pemudik selama perjalanan laut, termasuk konsumsi sahur dan berbuka puasa. Hal ini diharapkan dapat membantu para pemudik tetap menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman meskipun sedang dalam perjalanan. Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS akan terus berkomitmen mendukung berbagai program kemanusiaan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas. Sementara itu, Asisten Operasional Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Muda TNI Yayan Sopiyan menjelaskan rencana pengerahan armada Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk membantu mengurai kepadatan arus mudik, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua. “Kami menyiapkan KRI dengan kapasitas 1.000 penumpang yang akan melayani rute Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Untuk mendukung operasional ini, kami juga menyiagakan 150 Anak Buah Kapal (ABK) yang bertugas di atas kapal,” jelas Laksda Yayan. Program mudik gratis ini dijadwalkan mulai memberangkatkan pemudik pada 16 Maret 2026, bertepatan dengan hari pertama cuti Lebaran. Program ini diperuntukkan bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor agar dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman bersama keluarga. Para peserta cukup menunjukkan STNK atau identitas resmi untuk mengikuti program tersebut. Mengingat durasi perjalanan laut yang diperkirakan mencapai enam hari, dukungan logistik menjadi bagian penting dari kolaborasi antara BAZNAS RI dan TNI AL. Audiensi tersebut juga dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., Deputi II BAZNAS RI Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., Komandan Satkor Koarmada 1 Kolonel Laut (P) Awang Bawono, serta jajaran staf teknis TNI AL. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS berharap program mudik gratis tidak hanya membantu masyarakat pulang ke kampung halaman dengan aman, tetapi juga menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga negara dan lembaga zakat dalam menghadirkan manfaat bagi umat.
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Hadirkan Servis dan Ganti Oli Gratis untuk 5.000 Motor Pemudik Lewat Program Z-Auto
BAZNAS RI Hadirkan Servis dan Ganti Oli Gratis untuk 5.000 Motor Pemudik Lewat Program Z-Auto
CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menghadirkan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Menyambut arus mudik Lebaran 2026, BAZNAS RI melalui program Z-Auto meluncurkan layanan servis dan ganti oli gratis untuk 5.000 sepeda motor yang tersebar di 43 kabupaten/kota di Indonesia. Program bertajuk “Servis dan Ganti Oli Gratis 5.000 Motor Mudik Aman dan Nyaman Bersama Z-Auto 2026” tersebut resmi diluncurkan oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Program ini berlangsung secara serentak pada 3–8 Maret 2026 di berbagai wilayah Indonesia. Melalui program ini, BAZNAS memberikan berbagai layanan perawatan kendaraan seperti servis ringan, penggantian oli, pengecekan rem, ban, kelistrikan, hingga pemeriksaan kondisi motor secara menyeluruh. Program ini diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk para pemudik yang tergolong mustahik, serta para pengemudi ojek online dan ojek pangkalan yang menggantungkan penghasilan dari sepeda motor. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. “Belum tentu uang yang ada bisa digunakan untuk ganti oli dan servis. Maka bantuan BAZNAS ini sangat membantu sekali,” ujar Kiai Noor. Menurutnya, menjelang mudik Lebaran biasanya kebutuhan rumah tangga meningkat sehingga perawatan kendaraan sering kali tertunda. Padahal kondisi kendaraan yang baik menjadi faktor penting untuk keselamatan selama perjalanan jauh. Ia juga menegaskan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi para pengemudi ojek online yang menjadikan sepeda motor sebagai penopang utama penghasilan mereka. Dengan adanya layanan gratis ini, mereka tetap dapat bekerja sekaligus mempersiapkan kendaraan untuk perjalanan mudik. Kiai Noor juga mengungkapkan bahwa program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Bahkan saat peluncuran berlangsung, hampir setengah dari total kuota yang tersedia telah terisi. “Insya Allah kalau memungkinkan dan ada kebijakan di akhir Ramadan, bisa saja kita tambah untuk membantu para pemudik, terutama teman-teman ojol. Pada program ini kita juga melibatkan 300 mustahik binaan Z-Auto BAZNAS,” jelasnya. Program ini dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah dengan melibatkan BAZNAS provinsi maupun kabupaten/kota sebagai mitra pelaksana. "Kami berharap program ini tidak hanya memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik, tetapi juga menjadi ladang keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat," ujar Kiai Noor. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa program ini memiliki dua manfaat utama, yaitu membantu keselamatan para pemudik sekaligus memberdayakan montir binaan program Z-Auto. “BAZNAS konsen menjaga jiwa para pemudik atau ibnu sabil. Para pemudik ini adalah Ibnu Sabil. Mereka sedang dalam perjalanan untuk menjalin silaturahmi, berjuang untuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua), untuk bisa sungkem kepada orang tua. Bagian dari upaya kita adalah memastikan mereka berangkat dan pulang dengan selamat,” ujar Saidah. Selain itu, program ini juga membuka kesempatan bagi para mekanik binaan Z-Auto untuk mengembangkan usaha mereka. “Z-Auto akan mendapatkan banyak customer untuk dilayani, tetapi yang membayar adalah BAZNAS. Jadi dua mustahik ini bertemu dalam kebahagiaan. Montir binaan kita berkembang usahanya, dan para penerima manfaat yang dilayani juga bergembira karena gratis,” jelasnya. Salah satu penerima manfaat program ini, Narto (45), pengemudi ojek online asal Jelambar, Jakarta Barat, mengaku sangat terbantu dengan adanya program servis gratis tersebut. “Saya sebagai ojol merasa sangat terbantu. Program Z-Auto ini membantu teman-teman ojol, khususnya di wilayah Jakarta. Terima kasih untuk BAZNAS,” ujarnya. BAZNAS berharap program ini dapat memberikan rasa aman bagi para pemudik serta menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat selama musim mudik Lebaran.
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate
Memahami Penetapan Nilai Nisab Zakat 2026: Antara Syariat, Keadilan, dan Kepastian Hukum
Memahami Penetapan Nilai Nisab Zakat 2026: Antara Syariat, Keadilan, dan Kepastian Hukum
Penetapan nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 15 Tahun 2026 memunculkan berbagai diskusi di ruang publik. Di tengah perdebatan mengenai angka yang ditetapkan, terdapat tanggung jawab besar yang sebenarnya sedang dijaga, yakni memastikan zakat tetap berfungsi sebagai instrumen keadilan sosial yang membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus tidak memberatkan para muzaki. Sejumlah spekulasi pun bermunculan, mulai dari anggapan bahwa BAZNAS mengubah ketentuan syariat hingga tudingan bahwa penetapan tersebut sekadar mengejar target penghimpunan dana zakat. Padahal, jika dicermati secara utuh, kebijakan ini justru merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ketentuan syariat, kepastian hukum, dan kondisi ekonomi masyarakat. Memahami Perbedaan Nisab dan Nilai Nisab Untuk memahami kebijakan ini secara jernih, penting terlebih dahulu membedakan antara nisab dan nilai nisab. Nisab merupakan standar hukum dalam syariat Islam. Untuk zakat penghasilan dan jasa, nisab ditetapkan setara dengan 85 gram emas, sebagaimana tercantum dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 serta diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019. Sementara itu, nilai nisab adalah konversi angka dalam rupiah yang mengikuti fluktuasi harga emas di pasar. Dengan demikian, yang ditetapkan oleh BAZNAS bukanlah perubahan terhadap ketentuan syariat, melainkan penentuan nilai konversi agar kewajiban zakat dapat dihitung secara objektif, jelas, dan seragam. Dengan memahami perbedaan ini, dapat dilihat bahwa langkah BAZNAS justru bertujuan menjaga amanah pengelolaan zakat agar tetap sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan perundang-undangan. Mandat Regulasi dalam Tata Kelola Zakat Penetapan nilai nisab melalui Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 15 Tahun 2026 juga merupakan pelaksanaan dari mandat regulasi yang lebih tinggi. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, khususnya Pasal 4, disebutkan bahwa BAZNAS memiliki tugas menyusun pedoman pengelolaan zakat sebagai acuan nasional bagi seluruh pengelola zakat, termasuk lembaga amil zakat. Artinya, keputusan ini hadir sebagai pedoman operasional untuk memperjelas implementasi dari fatwa dan regulasi yang sudah ada, bukan untuk mengubahnya. Standarisasi tersebut diperlukan agar tidak terjadi perbedaan penafsiran dalam praktik pengelolaan zakat di berbagai daerah. Pandangan ini sejalan dengan pendapat pakar ekonomi syariah Irfan Syauqi Beik yang pernah disampaikan dalam sidang perkara No. 97/PUU-XXII/2024 di Mahkamah Konstitusi. Ia menekankan bahwa keterlibatan negara melalui regulasi zakat merupakan upaya untuk menjaga tata kelola yang baik serta meminimalisir konflik kepentingan dalam pengelolaan dana umat. Menyikapi Polemik Standar Emas Perdebatan mengenai penggunaan standar emas 14 karat dalam penetapan nilai nisab juga muncul di tengah masyarakat. Namun, polemik ini sering kali muncul karena kurangnya pemahaman terhadap praktik penetapan nisab di berbagai negara Muslim. Kajian yang dilakukan oleh Pusat Kajian Strategis BAZNAS menunjukkan bahwa di berbagai yurisdiksi Muslim, emas 24 karat tidak selalu menjadi satu-satunya acuan. Bahkan beberapa otoritas zakat menggunakan standar emas dengan kadar berbeda, atau menggunakan perak sebagai dasar perhitungan. Hal ini menunjukkan bahwa penentuan nilai nisab merupakan wilayah ijtihad yang dapat menyesuaikan dengan konteks ekonomi masing-masing negara. Dalam sejarah pengelolaan zakat di Indonesia sendiri, standar nisab juga pernah mengalami perubahan. Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 sebelumnya menggunakan beras atau gabah sebagai acuan, kemudian melalui PMA Nomor 31 Tahun 2019 standar tersebut berubah menjadi emas setara 85 gram. Tokoh zakat nasional Didin Hafidhuddin bahkan pernah menggunakan pendekatan analogi zakat pertanian karena dianggap lebih mendekati rasa keadilan bagi masyarakat. Dalam konteks ini, penggunaan standar emas 14 karat oleh BAZNAS dapat dipahami sebagai bentuk ijtihad moderat yang tetap merujuk pada fatwa ulama dan regulasi pemerintah, sekaligus mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat. Melindungi Kelas Menengah Rentan Penetapan nilai nisab 2026 juga dirancang dengan mempertimbangkan perlindungan terhadap kelompok masyarakat berpenghasilan menengah yang rentan. Apabila standar yang digunakan terlalu rendah, misalnya menggunakan perak sebagai acuan, maka ambang batas wajib zakat dapat turun hingga di bawah Rp3 juta per bulan. Kondisi ini berpotensi membuat masyarakat dengan penghasilan terbatas ikut terbebani kewajiban zakat. Karena itu dipilihlah standar yang lebih moderat, yakni setara sekitar Rp7,6 juta per bulan. Jika dibandingkan dengan keputusan sebelumnya, Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 13 Tahun 2025 menetapkan nilai nisab sebesar Rp7.140.498 per bulan. Pada tahun 2026, angka tersebut meningkat menjadi sekitar Rp7.640.144 per bulan, atau naik sekitar 7 persen, mengikuti pergerakan harga emas global. Pakar fikih muamalah Oni Sahroni menilai pendekatan ini sebagai pilihan moderat yang mempertimbangkan aspek kemaslahatan. Menimbang Kebijakan dari Perspektif Keadilan Dalam perspektif filsafat hukum, pemikiran Gustav Radbruch menyebutkan bahwa hukum memiliki tiga tujuan utama, yakni keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum. Pendekatan ini relevan untuk memahami kebijakan penetapan nilai nisab zakat. Pertama, dari sisi kepastian hukum. Penetapan nilai rupiah diperlukan agar kewajiban zakat dapat dilaksanakan secara konsisten di tengah fluktuasi harga emas yang terus berubah. Kedua, dari sisi kemanfaatan. Penetapan nilai nisab membantu memastikan bahwa zakat dihimpun dari kelompok yang memang memiliki kemampuan ekonomi memadai, sehingga dana yang terkumpul dapat memberikan dampak nyata bagi para mustahik. Ketiga, dari sisi keadilan. Keadilan dalam zakat bukan berarti menyeragamkan beban bagi semua orang, melainkan menyesuaikan kewajiban dengan kemampuan harta masing-masing. Dalam kerangka ini, kebijakan penetapan nilai nisab tahun 2026 dapat dipandang sebagai upaya menjaga keseimbangan antara ketiga prinsip tersebut. Penutup Penetapan nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 bukanlah perubahan terhadap syariat. Nisab tetap setara dengan 85 gram emas sebagaimana ditetapkan dalam fatwa ulama dan regulasi pemerintah. Yang dilakukan BAZNAS adalah menetapkan konversi nilai dalam rupiah dengan pendekatan yang moderat dan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat. Langkah ini menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara syariat, kepastian hukum, kemanfaatan sosial, dan rasa keadilan dalam pengelolaan zakat nasional. Terkadang, keadilan memang tidak selalu lahir dari keputusan yang populer, tetapi dari keberanian untuk menetapkan kebijakan yang diyakini benar dan membawa kemaslahatan. Penulis:Regina Fadjri Andira (Artikel ini sebelumnya dipublikasikan di Republika.co.id)
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Bersama Dubes RI di Mesir Salurkan 5 Ambulans Bantuan Tempo Scan untuk Palestina
BAZNAS Bersama Dubes RI di Mesir Salurkan 5 Ambulans Bantuan Tempo Scan untuk Palestina
KAIRO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa lima unit ambulans yang merupakan donasi dari Tempo Scan kepada Kementerian Kesehatan Mesir. Penyerahan bantuan ini berlangsung di kantor Egyptian Ambulance Authority, Kairo, pada Selasa (3/3/2026). Ambulans tersebut direncanakan segera dioperasikan di wilayah perbatasan Rafah, guna memperkuat layanan kesehatan darurat bagi warga Gaza yang membutuhkan penanganan medis cepat di tengah situasi krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, sebagai representasi Pemerintah Indonesia dalam mendukung upaya bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Noor Achmad, menyampaikan bahwa bantuan ambulans tersebut merupakan hasil kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga filantropi Islam dalam merespons kondisi darurat kemanusiaan yang dialami masyarakat Palestina. Menurutnya, bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat Indonesia terhadap saudara-saudara di Palestina. “Alhamdulillah amanah dari Tempo Scan melalui BAZNAS telah sampai di Kairo. Ambulans ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Indonesia kepada saudara-saudara kita di Palestina. Kami berharap armada ini dapat mempercepat akses layanan medis bagi korban yang membutuhkan evakuasi darurat di wilayah perbatasan Rafah,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya. Duta Besar RI untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, juga menyampaikan rasa bangga atas sinergi yang terjalin antara lembaga filantropi dan sektor swasta Indonesia dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan internasional. Ia mengapresiasi peran BAZNAS yang terus menjadi jembatan kebaikan bagi masyarakat Indonesia dalam menyalurkan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai belahan dunia. “Saya sangat bangga atas upaya BAZNAS dan Tempo Scan yang berhasil menghadirkan lima ambulans untuk membantu pelayanan kesehatan melalui Egyptian Ambulance Authority. Semoga bantuan ini memberikan manfaat besar bagi rakyat Palestina yang sedang menghadapi situasi sulit,” ungkapnya. Sementara itu, perwakilan Kementerian Kesehatan Mesir, Amrou Rashid, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS, Tempo Scan, serta masyarakat Indonesia atas bantuan yang diberikan. Ia menilai bantuan tersebut mencerminkan kuatnya solidaritas kemanusiaan serta kepedulian antarbangsa dalam membantu masyarakat yang sedang mengalami krisis. Otoritas ambulans Mesir memastikan bahwa kelima unit ambulans tersebut akan segera dimobilisasi untuk memperkuat pelayanan kesehatan di titik-titik krusial wilayah perbatasan Rafah, terutama dalam mendukung evakuasi medis bagi warga Gaza yang membutuhkan penanganan darurat. Bantuan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Indonesia dalam mendukung upaya kemanusiaan global sekaligus memperkuat solidaritas bagi rakyat Palestina yang tengah menghadapi situasi kemanusiaan yang berat.
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate
Kolaborasi BAZNAS dan Alfamart Salurkan 5 Ambulans dan 13.751 Paket Ramadan Bahagia untuk Masyarakat Prasejahtera
Kolaborasi BAZNAS dan Alfamart Salurkan 5 Ambulans dan 13.751 Paket Ramadan Bahagia untuk Masyarakat Prasejahtera
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk menyalurkan bantuan berupa lima unit ambulans serta 13.751 Paket Ramadan Bahagia (PRB) bagi masyarakat prasejahtera di berbagai wilayah Indonesia. Bantuan tersebut merupakan hasil Sedekah Konsumen Alfamart dengan total nilai mencapai Rp10.232.245.768 yang akan disalurkan ke 36 provinsi di Indonesia. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Corporate Affairs Director Alfamart Solihin kepada Ketua BAZNAS RI Noor Achmad di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Zainulbahar Noor. Bantuan tersebut merupakan hasil pengumpulan dana sedekah konsumen Alfamart selama empat bulan, yaitu pada periode Juni–Juli serta November–Desember, yang dihimpun melalui donasi kembalian konsumen di gerai-gerai Alfamart di seluruh Indonesia. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, mengapresiasi konsistensi Alfamart dalam menjalin kolaborasi sosial bersama BAZNAS selama beberapa tahun terakhir. Ia menyampaikan bahwa tren pengumpulan dana sedekah konsumen melalui Alfamart terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. “Alhamdulillah, Alfamart sudah bekerja sama dengan kami beberapa tahun ini dan konsisten. Dari tahun pertama hingga saat ini dan ternyata meningkat terus. Ini menunjukkan bahwa konsumen percaya menitipkan sedekahnya melalui Alfamart untuk disalurkan oleh BAZNAS,” ujar Kiai Noor. “Artinya, dengan kekuatan yang demikian, Alfamart tidak mungkin ditinggalkan oleh para konsumennya. Justru akan semakin kuat, apalagi jika terus menjalin kerja sama dengan BAZNAS,” ujar Kiai Noor. Ia menjelaskan, bantuan Paket Ramadan Bahagia akan diprioritaskan bagi pekerja rentan dan pelaku UMKM, penyandang disabilitas, masyarakat miskin ekstrem, panti asuhan dan yayasan dhuafa, serta tenaga pendidik dan para dai di berbagai daerah. Sementara itu, lima unit ambulans akan ditempatkan di sejumlah daerah, di antaranya Rumah Sehat BAZNAS Jawa Barat, Jakarta Timur, Bulukumba, Jepara, Pelalawan, Karanganyar, dan Palu, dengan total target penerima manfaat mencapai 85.398 jiwa. Menurut Kiai Noor, kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Konsumen Alfamart, kata dia, tidak ragu menyisihkan kembalian belanja yang nilainya bahkan kurang dari Rp500, karena percaya dana tersebut akan dikelola secara amanah dan profesional oleh BAZNAS. "Artinya kolaborasi antara Alfamart dan BAZNAS dipercaya oleh masyarakat," ucap Kiai Noor. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak sosial yang lebih luas, tidak hanya pada momentum Ramadan tetapi juga sepanjang tahun. Sementara itu, Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan BAZNAS RI dalam menyalurkan amanah masyarakat melalui program sedekah konsumen. “Ini adalah kehormatan bagi kami. Dana yang terkumpul kami pastikan disalurkan kepada para penerima yang berhak melalui BAZNAS. Hari ini kita menyaksikan bagaimana amanah itu dikelola secara profesional dan tepat sasaran,” ujar Solihin. Ia menambahkan, kolaborasi ini bukan sekadar program bantuan, tetapi merupakan komitmen jangka panjang untuk menghadirkan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan. “Orang Indonesia luar biasa. Ketika berdonasi untuk hal yang bermakna dan diyakini tepat sasaran, mereka dengan ikhlas memberikan. Kami mengapresiasi seluruh konsumen Alfamart. Tanpa mereka, program ini tidak mungkin terwujud. Terima kasih konsumen setia Alfamart,” katanya. Sebagai bagian dari jaringan pengelolaan zakat nasional, BAZNAS Kota Cirebon juga terus mendorong kolaborasi bersama berbagai pihak untuk memperkuat program penyaluran zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Kota Cirebon.
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Salurkan Ribuan Makanan Siap Saji untuk Warga Gaza, Wujud Solidaritas Ramadan untuk Palestina
BAZNAS Salurkan Ribuan Makanan Siap Saji untuk Warga Gaza, Wujud Solidaritas Ramadan untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan global dengan menyalurkan bantuan makanan siap saji (hotmeals) bagi warga Palestina yang terdampak konflik. Hingga akhir Februari 2026, sebanyak 2.500 porsi makanan dari target total 4.000 porsi telah berhasil didistribusikan kepada masyarakat di wilayah Gaza. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik pengungsian yang terdampak krisis kemanusiaan, antara lain Al Sahabini Camp, kawasan Al Falogah (Al Sultan Camp) di Gaza Utara, serta wilayah Deir El Balah di Jalur Gaza. Bantuan ini menjangkau ribuan warga yang masih berjuang menghadapi keterbatasan akses pangan akibat konflik berkepanjangan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menjelaskan bahwa program bantuan makanan siap saji ini merupakan amanah dari para muzaki dan masyarakat Indonesia yang terus menunjukkan solidaritas kepada rakyat Palestina. "Alhamdulillah, BAZNAS RI kembali hadir di tengah saudara-saudara kita di Palestina. Distribusi paket makanan siap saji ini merupakan upaya nyata kami untuk memastikan warga terdampak, terutama mereka yang berada di kamp pengungsian, mendapatkan asupan gizi yang layak. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat memberikan kekuatan bagi mereka dalam menjalani ibadah di bulan Ramadan," ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (3/3/2026). Menurut Saidah, distribusi bantuan akan terus dilanjutkan secara bertahap hingga mencapai target 4.000 porsi makanan siap saji, dengan fokus utama pada wilayah Gaza Utara dan kawasan Gaza Strip, yang saat ini menghadapi kondisi krisis pangan cukup berat. "BAZNAS tidak akan berhenti menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Palestina. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi mereka melalui berbagai program, mulai dari bantuan pangan, kesehatan, hingga kebutuhan mendesak lainnya. Inilah bentuk solidaritas tak terbatas bangsa Indonesia untuk kemanusiaan," tambahnya. Sepanjang aksi distribusi yang berlangsung pada 22–23 Februari 2026, sebanyak 2.500 warga penerima manfaat telah merasakan langsung bantuan makanan siap saji yang disalurkan oleh BAZNAS. Sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan zakat nasional, BAZNAS Kota Cirebon turut mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi Palestina melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS. Mari lanjutkan aksi nyata ini dengan membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS. Rekening Donasi :BSI 1034035292a.n. BAZNAS Kota Cirebon Atau dapat disalurkan melalui laman resmi BAZNAS untuk program kemanusiaan Palestina.
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Salurkan 100.000 Liter Air Bersih untuk Warga Gaza, Wujud Solidaritas Ramadan untuk Palestina
BAZNAS Salurkan 100.000 Liter Air Bersih untuk Warga Gaza, Wujud Solidaritas Ramadan untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina dengan mendistribusikan 100.000 liter air bersih di wilayah Al Jalaa, Gaza. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 2.500 warga Palestina yang saat ini menghadapi krisis air akibat konflik berkepanjangan. Program kemanusiaan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam menghadirkan bantuan dasar bagi masyarakat terdampak di Palestina, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan. Ketua BAZNAS RI Noor Achmad menyampaikan rasa syukur atas tersalurkannya bantuan air bersih yang menjadi kebutuhan sangat mendesak bagi masyarakat Gaza. “Alhamdulillah telah dilaksanakan penyaluran air bersih, ini merupakan kebutuhan vital yang tidak bisa ditunda pemenuhannya, terlebih dalam kondisi darurat akibat konflik berkepanjangan dan di bulan suci Ramadan ini," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (3/3/2026). Menurutnya, distribusi air bersih tersebut juga menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat Indonesia terhadap rakyat Palestina yang terus menghadapi berbagai keterbatasan akibat konflik yang berkepanjangan. Kiai Noor menggambarkan suasana haru yang sering terlihat saat proses penyaluran air bersih berlangsung. Warga Gaza dari berbagai kalangan datang membawa berbagai wadah sederhana untuk mendapatkan air bersih yang layak dikonsumsi. “Ada pemandangan mengharukan setiap kali BAZNAS RI menyalurkan bantuan air bersih. Anak-anak, remaja, hingga lansia berbondong-bondong membawa jerigen, botol bekas, ember bekas, atau apapun yang dapat mereka gunakan untuk menampung dan membawa air bersih ke rumah-rumah mereka,” ungkapnya. “Mereka rela antre di depan truk-truk tangki air demi mendapatkan air yang layak dikonsumsi,” ujar Kiai Noor. Ia menegaskan, BAZNAS akan terus berkomitmen menyalurkan bantuan air bersih untuk membantu masyarakat Palestina mengatasi krisis air yang terjadi di wilayah Gaza. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, program distribusi air bersih ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat solidaritas masyarakat Indonesia terhadap perjuangan dan kemanusiaan di Palestina. “Kami berharap apa yang telah disalurkan dapat membawa manfaat bagi warga Palestina dan membantu mereka mengatasi kesulitan,” kata dia. Ucapan terima kasih pun terus mengalir dari warga Palestina kepada masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan kemanusiaan melalui berbagai program bantuan. “Terima kasih Indonesia atas air bersihnya,” ujar warga Palestina. Ke depan, BAZNAS RI akan terus memantau perkembangan situasi di Gaza dengan fokus memastikan kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan, air bersih, dan layanan kesehatan tetap dapat terpenuhi. Sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan zakat nasional, BAZNAS Kota Cirebon juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi Palestina melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS. Masyarakat yang ingin turut berpartisipasi dapat menyalurkan donasi melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS guna membantu meringankan beban masyarakat Gaza yang terdampak konflik.
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate
Kinerja Pengelolaan Zakat Nasional Meningkat, BAZNAS Berhasil Tekan Angka Kemiskinan
Kinerja Pengelolaan Zakat Nasional Meningkat, BAZNAS Berhasil Tekan Angka Kemiskinan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia mencatat peningkatan kinerja dalam pengelolaan zakat nasional sepanjang tahun 2025. Hal tersebut terlihat dari capaian Indeks Zakat Nasional (IZN) versi 3.0 yang mencapai nilai 0,57 dan berada pada kategori stabil. Capaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan secara profesional mampu memberikan dampak nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Informasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Public Expose Hasil Perhitungan Indeks Zakat Nasional dan Kaji Dampak Zakat 2026 yang diselenggarakan secara daring pada Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini menghadirkan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Zainulbahar Noor, serta Direktur Kajian dan Pengembangan BAZNAS RI Muhammad Hasbi Zaenal. Berdasarkan data yang dipaparkan, pengelolaan zakat secara nasional sepanjang tahun 2025 tercatat mampu membantu 302.994 jiwa keluar dari kemiskinan. Dari jumlah tersebut, 113.134 jiwa berasal dari kelompok miskin ekstrem, dengan kontribusi sebesar 5,84 persen terhadap total pengentasan kemiskinan nasional pada tahun yang sama. Sementara itu, secara langsung BAZNAS RI turut berkontribusi dalam membantu 18.035 jiwa keluar dari kemiskinan melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Zainulbahar Noor menegaskan bahwa pengelolaan zakat memiliki tujuan utama dalam mendorong pengentasan kemiskinan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. “Melalui Indeks Zakat Nasional ini, kita tidak hanya mengukur penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sistem yang kita miliki serta dampaknya secara terukur. Setiap rupiah dana muzaki harus dapat dipertanggungjawabkan secara syariah, profesional, serta memberikan perubahan nyata secara sosial dan ekonomi,” tegasnya. Ia menambahkan, tanpa adanya instrumen seperti IZN, lembaga zakat akan kesulitan menjelaskan secara sederhana kepada publik mengenai dampak konkret zakat terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lebih lanjut, Zainulbahar berharap Indeks Zakat Nasional dapat semakin dikenal luas dan menjadi rujukan penting, tidak hanya di lingkungan BAZNAS tetapi juga bagi pemerintah, akademisi, serta berbagai lembaga lainnya. Bahkan, ia berharap IZN dapat dipertimbangkan dalam penyusunan indeks pembangunan ekonomi syariah nasional. Sementara itu, Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL Nasional Muhammad Hasbi Zaenal menjelaskan bahwa IZN merupakan satu-satunya instrumen resmi yang digunakan BAZNAS untuk memotret kualitas serta performa pengelolaan zakat di seluruh wilayah Indonesia. Ia mengatakan, nilai IZN dihitung mulai dari tingkat kabupaten/kota, kemudian diakumulasi pada tingkat provinsi hingga menghasilkan nilai agregat secara nasional. “Nilai IZN nasional adalah hasil akumulasi dari seluruh nilai IZN kabupaten, kota, dan provinsi. Dari hasil tersebut, kita dapat melihat wilayah yang nilainya baik, sedang, maupun masih rendah sebagai gambaran kualitas pengelolaan zakat di masing-masing daerah,” kata Hasbi. Pada tahun 2025, partisipasi pengisian Indeks Zakat Nasional tercatat mencapai 426 lembaga, menjadi capaian tertinggi sejak implementasi IZN dimulai pada tahun 2016. "Semakin banyaknya partisipasi lembaga maka hasil pengukuran, maka semakin dapat menggambarkan kondisi sebenarnya," ujarnya. Hasbi berharap hasil pengukuran IZN 2025 dapat menjadi instrumen evaluasi berkelanjutan sekaligus memperkuat peran zakat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia pada tahun 2026 dan tahun-tahun mendatang. Sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan zakat nasional, BAZNAS Kota Cirebon juga terus berkomitmen mendorong optimalisasi pengumpulan serta pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat dan mengurangi angka kemiskinan di daerah.
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate
Solidaritas Ramadan untuk Palestina, Badan Amil Zakat Nasional Salurkan 2.400 Paket Pakaian bagi Pengungsi di Gaza
Solidaritas Ramadan untuk Palestina, Badan Amil Zakat Nasional Salurkan 2.400 Paket Pakaian bagi Pengungsi di Gaza
Cirebon – Semangat solidaritas kemanusiaan dari masyarakat Indonesia terus mengalir bagi warga Palestina. Melalui program kemanusiaan Ramadan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 2.400 paket pakaian baru bagi para pengungsi di wilayah Gaza City. Bantuan tersebut didistribusikan di dua titik pengungsian utama, yakni Al Zahraa Camp dan Palestine Camp, yang saat ini menjadi tempat tinggal sementara bagi warga yang terdampak konflik berkepanjangan di wilayah tersebut. Program bantuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS dalam menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah masyarakat Indonesia kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai belahan dunia, termasuk Palestina. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa ribuan pakaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen masyarakat Indonesia. "Kami terus berupaya memastikan bantuan dari para muzaki sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan. Distribusi pakaian di Al Zahraa dan Palestine Camp ini adalah langkah konkret untuk memberikan kenyamanan dan menjaga martabat saudara-saudara kita di Gaza yang telah kehilangan harta bendanya," jelas Saidah Sakwan dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/3/2026). Dalam proses penyaluran bantuan, BAZNAS juga menggandeng mitra lokal di lapangan untuk memastikan distribusi berjalan aman dan tepat sasaran, mengingat kondisi di wilayah Gaza yang masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat konflik. Adapun penerima manfaat program ini diprioritaskan bagi kelompok yang paling rentan di pengungsian, seperti anak-anak dan lansia, yang membutuhkan dukungan kemanusiaan secara lebih intensif. Lebih lanjut Saidah menegaskan bahwa komitmen BAZNAS terhadap Palestina akan terus berlanjut melalui berbagai program bantuan kemanusiaan. "Bantuan ini bukan sekadar angka 2.400 paket pakaian, melainkan pesan solidaritas bahwa Palestina tidak sendirian. BAZNAS akan terus mengawal amanah rakyat Indonesia dalam program kemanusiaan berkelanjutan, baik dalam bentuk pangan, sandang, maupun pelayanan kesehatan di masa mendatang," katanya. BAZNAS juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menyalurkan dukungan terbaik bagi rakyat Palestina melalui program Dompet Solidaritas Palestina. Sebagai bagian dari keluarga besar BAZNAS di daerah, BAZNAS Kota Cirebon turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyalurkan zakat, infak, dan sedekah guna membantu saudara-saudara di Palestina yang tengah menghadapi situasi kemanusiaan yang sulit. Donasi kemanusiaan untuk Palestina dapat disalurkan melalui rekening berikut: BSI 1034035292a.n. BAZNAS Kota Cirebon atau melalui laman resmi:
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate
Badan Amil Zakat Nasional Salurkan Alat Bantu Dengar Gratis bagi Anak Disabilitas Prasejahtera di Tebet
Badan Amil Zakat Nasional Salurkan Alat Bantu Dengar Gratis bagi Anak Disabilitas Prasejahtera di Tebet
Jakarta Selatan — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menghadirkan kepedulian nyata bagi kaum rentan dengan menyalurkan alat bantu dengar kepada anak penyandang disabilitas rungu dan wicara dari keluarga prasejahtera di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Bantuan tersebut diberikan kepada Amirah, seorang siswi sekolah menengah pertama yang sejak kecil mengalami gangguan pendengaran. Ia tinggal bersama ibunya di sebuah rumah kos di kawasan Tebet Dalam. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat kebutuhan alat bantu dengar yang layak belum dapat terpenuhi. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan dana zakat untuk kemaslahatan umat, khususnya penyandang disabilitas dari keluarga kurang mampu. “Ini adalah bentuk keberpihakan BAZNAS kepada kaum rentan. Zakat yang dititipkan para muzaki kami salurkan secara tepat sasaran, salah satunya melalui bantuan alat bantu pendengaran bagi anak dari keluarga prasejahtera,” ujarnya, Senin (2/3/2026). Menurutnya, gangguan pendengaran sering menjadi hambatan besar dalam aktivitas sehari-hari, proses pendidikan, hingga kesempatan sosial yang lebih luas. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut berpotensi memperburuk situasi ekonomi keluarga. Akses terhadap alat bantu dengar yang berkualitas masih menjadi tantangan karena harganya relatif mahal. Sementara itu, ibu Amirah bekerja sebagai penjaga sekaligus petugas kebersihan rumah kos dengan penghasilan terbatas. “Keterbatasan ekonomi membuat keluarga belum mampu menyediakan alat bantu dengar yang memadai. Akibatnya, Amirah kerap mengalami kesulitan saat mengikuti pelajaran di kelas maupun berkomunikasi dengan lingkungan sekitar,” jelas Saidah. Kini, setelah mendapatkan alat bantu dengar baru, Amirah dapat mendengar suara dengan lebih jelas. Responsnya terhadap percakapan meningkat dan proses belajarnya menjadi lebih terbantu. “Alhamdulillah, dengan alat bantu dengar ini Amirah menjadi lebih percaya diri dan lebih fokus saat belajar. Kami berharap ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih baik,” tambahnya. BAZNAS menegaskan akan terus memperluas jangkauan program bantuan bagi penyandang disabilitas di berbagai daerah di Indonesia. Dukungan tersebut tidak hanya menyasar aspek kesehatan, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan dan kepercayaan diri penerima manfaat. “Kami ingin memastikan setiap anak Indonesia, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita,” tutup Saidah. Penyaluran ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membuka akses harapan dan masa depan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA04/03/2026 | Admin | Akate
Berkah Ramadan, UMKM Binaan Badan Amil Zakat Nasional Raup Omzet Rp16 Juta Lewat Program BMD
Berkah Ramadan, UMKM Binaan Badan Amil Zakat Nasional Raup Omzet Rp16 Juta Lewat Program BMD
Demak, Jawa Tengah — Ramadan 2026 membawa keberkahan bagi Silvyani (54), pelaku usaha makanan ringan dan kue kering asal Bintoro, Kabupaten Demak. Berkat dukungan permodalan dari program BAZNAS Microfinance Desa (BMD), ia mampu meraih omzet hingga Rp16 juta selama bulan suci. Silvyani merupakan mustahik binaan BAZNAS RI yang menjalankan usaha aneka makanan ringan seperti mete goreng, egg roll, bawang goreng, hingga kue kering khas Lebaran seperti nastar. Produk-produknya dipasarkan ke lingkungan sekitar serta memenuhi pesanan dari perkantoran dan relasi pribadi untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri. Momentum Ramadan menjadi titik lonjakan permintaan. Dengan tambahan modal dari BAZNAS, Silvyani mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pasar. “Alhamdulillah, bantuan modal dari BAZNAS langsung saya gunakan untuk menambah bahan baku, terutama mete dan kue kering yang permintaannya meningkat tajam. Selama Ramadan ini omzet saya bisa mencapai Rp16 juta dengan keuntungan bersih sekitar Rp6 juta,” ungkapnya, Senin (2/3/2026). Ia menambahkan, tambahan modal tersebut juga dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas kemasan serta memastikan pesanan pelanggan terpenuhi tepat waktu. “Banyak pesanan masuk, ada dari kantor dinas dan teman-teman. Alhamdulillah bisa saya layani dengan baik,” katanya penuh syukur. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengapresiasi semangat dan ketekunan Silvyani yang tetap produktif dan berdaya di usia yang tidak lagi muda. “Ini bukti bahwa zakat yang dikelola secara profesional mampu memberikan dampak nyata. Ketika bantuan tepat sasaran bertemu dengan mustahik yang memiliki semangat kuat, hasilnya luar biasa dalam menyejahterakan umat,” ujarnya. Menurut Saidah, program BAZNAS Microfinance Desa dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik produktif melalui dukungan modal usaha, pendampingan, dan penguatan manajemen sederhana. “BAZNAS hadir sebagai jembatan kebaikan, menghubungkan amanah para muzaki dengan kebutuhan mustahik produktif. Tujuan akhirnya adalah transformasi—dari penerima manfaat menjadi pelaku usaha mandiri, bahkan kelak menjadi muzaki,” jelasnya. Ke depan, BAZNAS akan terus mengencarkan program pemberdayaan ekonomi agar semakin banyak pelaku UMKM kecil yang naik kelas dan mampu memperkuat ekonomi keluarga. “Melalui zakat, keberkahan itu nyata dirasakan. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi ikhtiar membangun kemandirian, menggerakkan ekonomi umat, dan berkontribusi pada pengentasan kemiskinan di Indonesia,” tegas Saidah. Silvyani pun berharap program BMD dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pedagang kecil seperti dirinya. “Terima kasih BAZNAS dan para muzaki. Bantuan ini sangat berarti bagi usaha saya. Semoga semuanya mendapat keberkahan,” tuturnya.
BERITA04/03/2026 | Admin | Akate
Sentuh Wilayah Terisolasi, Badan Amil Zakat Nasional Salurkan Beras Zakat Fitrah bagi Korban Banjir Rob di Muara Gembong
Sentuh Wilayah Terisolasi, Badan Amil Zakat Nasional Salurkan Beras Zakat Fitrah bagi Korban Banjir Rob di Muara Gembong
Kabupaten Bekasi — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat menjangkau wilayah terisolasi akibat banjir rob di pesisir Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Pada Minggu (1/3/2026), BAZNAS menyalurkan bantuan beras zakat fitrah kepada warga terdampak di dua titik, yakni Pondok Dua (Desa Pantai Harapan Jaya) dan Muara Beting (Desa Pantai Bahagia). Sebanyak 200 paket beras zakat fitrah masing-masing seberat 5 kilogram didistribusikan, dengan rincian 100 paket di setiap lokasi. Bantuan ini menjadi harapan baru bagi warga yang telah hampir tiga bulan terkepung banjir rob tanpa akses bantuan logistik yang memadai. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan bahwa penyaluran ini merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam memastikan amanah zakat fitrah dari para muzaki sampai kepada mustahik yang paling membutuhkan, terutama di wilayah sulit dijangkau. “BAZNAS hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak banjir rob tetap mendapatkan dukungan pangan, khususnya di bulan Ramadan. Kami berharap bantuan beras zakat fitrah ini dapat meringankan beban keluarga sehingga mereka bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang,” ujarnya. Tiga Bulan Terendam, Bantuan Sulit Masuk Kondisi di lapangan cukup memprihatinkan. Air rob yang terus menggenang membuat akses transportasi terbatas dan aktivitas ekonomi lumpuh. Watiah, warga Desa Pantai Harapan Jaya, mengungkapkan bahwa desanya hampir tiga bulan terisolasi akibat banjir rob. “Sudah hampir tiga bulan air masuk terus. Kaki sampai bonyok kena kutu air. Selama itu belum ada bantuan masuk. Alhamdulillah hari ini dapat beras zakat fitrah dari BAZNAS. Kami sangat membutuhkan,” ujarnya haru. Kisah serupa datang dari Tambrun (65), nelayan yang tinggal di gubuk sederhana bersama istrinya yang tengah menderita tumor otak. Penghasilannya sebagai nelayan tidak menentu, berkisar Rp30.000 hingga Rp50.000 sekali melaut. “Biasanya uang segitu langsung buat beli beras. Dengan bantuan ini, saya merasa sangat terbantu,” katanya. Menurut Nursan, pegiat Kelompok Bahagia Berkarya (Kebaya), banjir rob tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga memutus sumber penghasilan masyarakat pesisir. “Nelayan tidak bisa fokus melaut karena harus memperbaiki rumah, ditambah cuaca angin barat yang berbahaya. Kalau tidak melaut, artinya tidak ada penghasilan. Bantuan beras ini sangat berarti bagi warga,” jelasnya. Zakat Fitrah untuk Ketahanan Pangan Mustahik Penyaluran beras zakat fitrah ini menjadi bukti bahwa dana zakat yang dititipkan para muzaki dikelola secara amanah dan responsif terhadap kondisi darurat. BAZNAS memastikan distribusi dilakukan tepat sasaran dengan mengutamakan warga yang terdampak paling parah. Di tengah tantangan banjir rob yang berkepanjangan, zakat fitrah bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi penopang ketahanan pangan keluarga mustahik. Kehadiran BAZNAS di wilayah pesisir Muara Gembong menegaskan bahwa tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dijangkau, dan tidak ada kesulitan yang dibiarkan tanpa ikhtiar bantuan.
BERITA04/03/2026 | Admin | Akate
Badan Amil Zakat Nasional dan BKKBN Ajak Masyarakat Bersedekah untuk Wujudkan Generasi Bebas Stunting
Badan Amil Zakat Nasional dan BKKBN Ajak Masyarakat Bersedekah untuk Wujudkan Generasi Bebas Stunting
Jakarta — Upaya melahirkan generasi sehat dan unggul menuju Indonesia Emas 2045 terus diperkuat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN kembali menghadirkan layanan Sedekah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) guna mendorong partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting di Indonesia. Relaunching layanan tersebut dikemas dalam talkshow bertajuk “BAZNAS dan Kemendukbangga/BKKBN: Jaga Tunas Bangsa – Sedekah untuk Generasi Bebas Stunting” yang digelar di Mal Atrium Senen, Jakarta, Jumat (27/2/2026). Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Mohamad Arifin Purwakananta, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan sinergi antara pengelolaan dana sosial keagamaan dengan lembaga yang memiliki kompetensi teknis dalam penanganan kesehatan keluarga dan kependudukan. “BAZNAS berperan sebagai jembatan antara muzaki dan keluarga rentan stunting. Kolaborasi ini memastikan bantuan tidak hanya bersifat karitatif, tetapi terukur, terarah, dan berdampak jangka panjang,” ujarnya. Ia menjelaskan, faktor kemiskinan masih menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka stunting. Karena itu, zakat dan sedekah memiliki peran strategis dalam membantu keluarga kurang mampu agar dapat memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan anak. “Mustahik fakir miskin menjadi fokus utama program kami. Dimensinya luas, termasuk kesehatan keluarga. Kemiskinan yang tidak ditangani dapat berdampak pada stunting, sehingga zakat hadir sebagai solusi konkret,” tambahnya. Dalam implementasinya, BAZNAS menyediakan dompet donasi khusus Sedekah Genting agar masyarakat dapat menyalurkan bantuan secara spesifik untuk program pencegahan stunting. Proses penentuan penerima manfaat dilakukan menggunakan data terpadu dari Kemendukbangga/BKKBN dan Kementerian Sosial guna memastikan ketepatan sasaran. “Kami mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut bersedekah melalui program ini. Semoga tidak menjadi gerakan sesaat, tetapi menjadi kepedulian berkelanjutan,” katanya. Sementara itu, Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Yuni Hastutiningsih, menjelaskan bahwa program Genting menyasar keluarga berisiko stunting, khususnya kelompok ekonomi desil 1 hingga 3. Berdasarkan penelitian, hampir 50 persen prevalensi stunting berasal dari keluarga tidak mampu. Menurutnya, pencegahan stunting merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi produktif pada 2045. “Generasi emas tidak hadir secara tiba-tiba. Anak-anak yang akan menjadi tulang punggung Indonesia pada 2045 saat ini sedang berada dalam fase tumbuh kembang. Karena itu, intervensi harus dilakukan sejak sekarang,” tegasnya. Ia juga mengajak dunia usaha dan masyarakat luas untuk berpartisipasi aktif. “Selama ini kita menunggu CSR perusahaan, tetapi belum merata. Kini saatnya masyarakat mampu menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Kepedulian kolektif akan mempercepat penurunan angka stunting,” ujarnya. Kolaborasi ini menegaskan bahwa zakat dan sedekah tidak hanya berdampak pada bantuan jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi sosial untuk masa depan bangsa. Salurkan Sedekah Anda Menjaga tunas bangsa dapat dimulai dari langkah sederhana melalui sedekah. Transfer ke rekening: Bank BSI7555515558a.n. BAZNAS Kota Cirebon Layanan BAZNAS Kota Cirebon: WhatsApp: 0851 9500 2005
BERITA04/03/2026 | Admin | Akate
Badan Amil Zakat Nasional Gelar Pesantren 1000 Cahaya Ramadan, Tanamkan Empati untuk Palestina kepada Anak Jalanan
Badan Amil Zakat Nasional Gelar Pesantren 1000 Cahaya Ramadan, Tanamkan Empati untuk Palestina kepada Anak Jalanan
Tangerang Selatan — Ramadan menjadi momentum berbagi cahaya ilmu dan kepedulian. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kolong, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (27/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan edukasi keagamaan sekaligus pesan empati untuk Palestina kepada 200 anak jalanan. Program ini dilaksanakan bersama mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai bagian dari tanggung jawab sosial mereka di bulan suci. Secara nasional, kegiatan ini berlangsung serentak di 233 titik yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia serta 10 negara. Tak hanya menyasar anak jalanan, program ini juga menjangkau anak-anak disabilitas, yatim, korban bencana, hingga pengungsi Palestina di sejumlah negara Timur Tengah seperti Mesir, Yordania, dan Suriah. Suasana haru dan hangat terasa ketika anak-anak di Ciputat menuliskan pesan-pesan penyemangat untuk anak-anak Palestina. Kertas-kertas berisi doa dan harapan itu ditempelkan pada papan khusus sebagai simbol persaudaraan lintas batas dan penguatan nilai kemanusiaan sejak usia dini. Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, menjelaskan bahwa mahasiswa BCB menjadi motor penggerak dalam aksi sosial ini. “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan dirancang untuk mengajak dan menginspirasi. Kami ingin memastikan Ramadan benar-benar menjadi cahaya bagi anak-anak yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan agama yang memadai. Ini membuktikan bahwa zakat itu inklusif dan menyentuh semua kalangan,” ujarnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghidupkan ekosistem pendidikan berbasis zakat di tingkat akar rumput. “Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya memberikan pendampingan keagamaan, tetapi juga menumbuhkan literasi, membangun rasa percaya diri, dan menghadirkan semangat spiritualitas bagi anak-anak yang kurang beruntung,” tuturnya. Apresiasi turut disampaikan Wakil Rektor III UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ali Munhanif, yang menilai pelibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial sebagai langkah edukatif yang strategis. “Mahasiswa harus menjadi teladan. Mereka kembali ke masyarakat, merangkul adik-adik yang membutuhkan dukungan moral dan pendidikan. Kami mendukung penuh agar lingkungan sekitar kampus tetap menjadi ruang tumbuh yang sehat,” jelasnya. Dampak positif program ini juga dirasakan masyarakat. Ambarwati, salah satu orang tua yang mendampingi anaknya, mengaku bersyukur atas kegiatan tersebut. “Terima kasih kepada BAZNAS atas kegiatan yang sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Semoga BAZNAS semakin maju, amanah, dan menjadi berkah untuk semua,” ujarnya. Program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menyalakan cahaya ilmu, empati, dan harapan—bahkan bagi mereka yang tumbuh di ruang-ruang kota yang paling sederhana.
BERITA04/03/2026 | Admin | Akate
ZIfthar Ramadan Badan Amil Zakat Nasional Dongkrak Omzet Mustahik, ZChicken Sri Mulyati Naik Tiga Kali Lipat
ZIfthar Ramadan Badan Amil Zakat Nasional Dongkrak Omzet Mustahik, ZChicken Sri Mulyati Naik Tiga Kali Lipat
Jakarta Barat — Ramadan tahun ini menjadi titik balik bagi Sri Mulyati, penerima manfaat program ZChicken dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Berkat partisipasinya dalam Bazar ZIfthar Ramadan yang digelar di halaman Masjid Arrahmah, omzet usahanya melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa. Perempuan tangguh ini mengaku tidak menyangka penjualan ayam goreng ZChicken miliknya mengalami peningkatan signifikan. Dalam satu hari, ia mampu menjual 30 hingga 50 potong ayam dengan omzet mencapai Rp500.000 hingga Rp900.000. Padahal sebelumnya, saat berjualan di depan rumah, pendapatannya hanya berkisar Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari. “Alhamdulillah, di bazar ini tempatnya ramai dan banyak yang beli. Rasanya senang sekali bisa merasakan jualan selaris ini,” ungkap Sri Mulyati, Sabtu (28/2/2026). Ia menuturkan, bukan hanya pendapatan yang meningkat, tetapi juga rasa percaya diri sebagai pelaku usaha. Bazar ZIfthar memberinya ruang untuk memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas. “Sekarang jadi lebih semangat. Orang-orang sudah mulai kenal ZChicken saya. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih besar lagi,” tambahnya penuh harap. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata efektivitas program pemberdayaan berbasis zakat. “ZChicken bukan sekadar bantuan modal, tetapi program transformasi. Kami menghadirkan pendampingan, akses pasar, dan standar kualitas agar para mustahik benar-benar naik kelas,” jelasnya. Menurutnya, momentum Ramadan melalui Bazar ZIfthar menjadi panggung strategis bagi para pelaku usaha binaan untuk menunjukkan kualitas produk mereka sekaligus membangun jejaring pelanggan. “Tujuan besar kami adalah menghadirkan perubahan. Dari mustahik menjadi muzaki. Keberanian Ibu Sri untuk memanfaatkan peluang ini adalah langkah nyata menuju kemandirian ekonomi,” tegasnya. Program ZChicken sendiri merupakan inisiatif pemberdayaan ekonomi BAZNAS yang menyediakan bantuan modal usaha, gerobak, pelatihan manajemen, hingga standarisasi produk. Dengan pendekatan tersebut, para penerima manfaat diharapkan mampu memiliki penghasilan yang stabil, berkelanjutan, dan bermartabat. Keberhasilan Sri Mulyati menjadi cerminan bahwa dana zakat yang dikelola secara profesional dapat menghadirkan dampak nyata—mengubah kehidupan, membangun kepercayaan diri, dan membuka jalan menuju kesejahteraan.
BERITA04/03/2026 | BAZNAS RI
BAZNAS RI dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat dan Ekosistem Halal Nasional
BAZNAS RI dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat dan Ekosistem Halal Nasional
Jakarta Timur, 27 Februari 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di Kantor BPJPH, Jakarta Timur, Jumat (27/2/2026). Kerja sama ini menandai sinergi pelaksanaan tugas pemerintahan di bidang pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL), sekaligus penguatan penyelenggaraan jaminan produk halal di Indonesia. Salah satu poin penting dalam kolaborasi tersebut adalah mekanisme pengumpulan zakat bagi pegawai di lingkungan BPJPH melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif BPJPH yang dinilai responsif dalam mengintegrasikan kewajiban agama dengan tugas birokrasi. Menurutnya, langkah ini menjadi tonggak penting dalam optimalisasi potensi zakat di sektor Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan instansi pemerintah. “Langkah kolaborasi ini merupakan upaya konkret mengoptimalkan potensi zakat dari sektor ASN dan karyawan pemerintah. Kami mengapresiasi komitmen BPJPH yang tidak hanya fokus pada penguatan ekosistem halal, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial melalui integrasi sistem pengumpulan ZIS yang terstruktur bersama BAZNAS,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa kehadiran UPZ di lingkungan BPJPH akan mempermudah pegawai dalam menunaikan kewajiban zakat secara Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Dana yang terkumpul nantinya akan dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel untuk disalurkan kepada para mustahik di seluruh Indonesia. “Dengan terbentuknya UPZ di BPJPH, jangkauan manfaat zakat semakin luas. Sinergi antara sertifikasi halal dan pengelolaan zakat ini akan menghadirkan keberkahan ganda, memperkuat ekonomi syariah sekaligus mendukung keadilan sosial dalam upaya pengentasan kemiskinan,” tambahnya. Sementara itu, Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hassan, menegaskan komitmen penuh instansinya untuk menggerakkan seluruh ekosistem halal agar turut berkontribusi melalui instrumen filantropi Islam. Gerakan tersebut akan melibatkan jaringan luas BPJPH di berbagai daerah, mulai dari auditor halal, penyelia, hingga ratusan ribu Pendamping Proses Produk Halal (P3H). Melalui integrasi sistem dengan UPZ BAZNAS, BPJPH memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi sektor halal berjalan beriringan dengan penguatan jaring pengaman sosial melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf. “Ratusan ribu pendamping, puluhan ribu auditor, penyelia, Satgas, bahkan UPT di seluruh Indonesia. Kita akan mengeluarkan zakat untuk menguatkan Indonesia; bukan hanya zakat, tetapi juga sedekah, infak, dan wakaf. Saya akan mempelopori gerakan ini dan nama saya menjadi nomor satu yang mendaftar,” tegasnya saat secara simbolis menunaikan zakat melalui UPZ. Turut hadir dalam agenda tersebut jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Achmad Sudrajat, Saidah Sakwan, M. Arifin Purwakananta, serta Faisal Qosim. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi nasional antara lembaga pengelola zakat dan otoritas sektor halal, sehingga potensi ekonomi syariah Indonesia dapat dioptimalkan tidak hanya untuk pertumbuhan, tetapi juga untuk pemerataan dan kesejahteraan masyarakat.
BERITA04/03/2026 | BAZNAS RI
Gerakan Ekonomi Umat, Badan Amil Zakat Nasional Luncurkan Gerai ZIfthar Ramadan di 27 Kota
Gerakan Ekonomi Umat, Badan Amil Zakat Nasional Luncurkan Gerai ZIfthar Ramadan di 27 Kota
Kota Cirebon – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menyambut peluncuran program ZIfthar Ramadan yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi umat melalui pemberdayaan UMKM binaan selama bulan suci. Program ZIfthar resmi diluncurkan di Kelurahan Kebon Manggis, Matraman, Jakarta, Kamis (26/2/2026), dan dilaksanakan serentak di 30 titik yang tersebar di 27 kabupaten/kota dan 11 provinsi di Indonesia. Program ini menjadi sarana konsolidasi sekaligus perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM binaan BAZNAS di momentum meningkatnya kebutuhan konsumsi selama Ramadan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menjelaskan “Alhamdulillah, hari ini BAZNAS meluncurkan ZIfthar di 30 titik. Program ini hadir untuk memberikan akses pasar bagi produk UMKM binaan kami. Kita ingin memberikan sirkulasi ekonomi nyata bagi mereka selama 15 hari ke depan, agar keberkahan Ramadan juga dirasakan secara ekonomi oleh para mustahik binaan.” Menurut Saidah, seluruh stand dalam program ZIfthar diberikan secara gratis tanpa biaya sewa. BAZNAS juga memberikan pendampingan sertifikasi halal serta perbaikan kemasan (packaging) guna meningkatkan daya saing produk dan membuka peluang repeat order pasca Ramadan. BAZNAS Kota Cirebon menilai program ini menjadi contoh nyata bagaimana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dioptimalkan untuk pemberdayaan ekonomi mustahik secara berkelanjutan. Dampak program ini dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM binaan. Sinta, pemilik “Dapur Bunda Sinta”, menyampaikan “Alhamdulillah, lewat ZIfthar Ramadan ini usaha saya meningkat dan konsumen bertambah. Produk unggulan saya seperti tapai ketan dan es kopyor kini makin banyak yang kenal dan pesan lewat WA. Harapannya kegiatan ini terus diadakan setiap tahun oleh BAZNAS.” Hal serupa diungkapkan Rosdiana, pelaku UMKM binaan lainnya “Dari awal sampai sekarang, omzet saya paling tinggi di sini. Hari ini saya bawa 100 porsi dan alhamdulillah hampir habis semua. Selain dapat stand gratis, kami juga dibantu dana operasional dari BAZNAS.” Peresmian program ini turut dihadiri Wakil Ketua IV BAZIS DKI Jakarta Prof. Dr. H. Bunyamin M.Pd.I., serta jajaran pimpinan dan pemerintah setempat. BAZNAS Kota Cirebon mendukung penuh gerakan ekonomi umat seperti ZIfthar dan berharap model pemberdayaan serupa dapat terus diperluas hingga ke daerah. Melalui optimalisasi zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS berkomitmen menghadirkan dampak nyata bagi penguatan ekonomi mustahik dan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan. Mari dukung gerakan ekonomi umat dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon agar semakin banyak UMKM binaan yang tumbuh, mandiri, dan naik kelas.
BERITA04/03/2026 | Admin | Akate
Dukung Program Masjid Cemerlang BAZNAS, PT Kao Indonesia Salurkan Bantuan Detergen melalui BAZNAS RI
Dukung Program Masjid Cemerlang BAZNAS, PT Kao Indonesia Salurkan Bantuan Detergen melalui BAZNAS RI
Kota Cirebon – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menyambut baik sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan PT Kao Indonesia dalam mendukung kebersihan masjid melalui Program Masjid Cemerlang di bulan suci Ramadan. Sebagaimana dirilis BAZNAS RI, PT Kao Indonesia menyalurkan bantuan natura berupa 100 karton detergen Attack Jaz1 Serbaguna untuk mendukung gerakan bersih-bersih masjid dan perlengkapan ibadah. Serah terima bantuan dilaksanakan di Kantor BAZNAS RI, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026). BAZNAS Kota Cirebon menilai kolaborasi ini sejalan dengan semangat Ramadan yang menekankan kebersihan sebagai bagian dari iman. Program Masjid Cemerlang menjadi salah satu upaya konkret dalam meningkatkan kenyamanan dan kekhusyukan umat dalam beribadah, termasuk di daerah. Kepala Divisi Pengumpulan Zakat BAZNAS RI, Argo Sayoto, dalam keterangannya menyampaikan ini bukan sekadar donasi, tapi ini adalah wujud nyata kepedulian dan berkomitmen sosial perusahaan dalam memperkuat solidaritas dan kebermanfaatan bagi masyarakat. "Kami dari BAZNAS mengucapkan terima kasih kepada PT Kao Indonesia dan insyaallah nanti kami salurkan kepada masyarakat.” Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, juga menyampaikan apresiasinya: "Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan PT Kao Indonesia yang telah bersinergi dengan BAZNAS. Bantuan deterjen cair ini akan sangat bermanfaat bagi penerima manfaat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat ibadah dan hunian santri selama bulan Ramadan. Kami berharap langkah ini dapat menginspirasi perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam gerakan zakat dan sedekah." Sementara itu, Associate Senior Manager Corporate Communications PT Kao Indonesia, Arly Diana Putri, menegaskan bahwa kerja sama ini telah memasuki tahun kelima dan terus diperkuat setiap tahunnya. “Kami di PT Kao Indonesia tidak hanya memproduksi produk-produk consumer goods, tapi juga senantiasa berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui produk-produk berkualitas kami.” Ia menambahkan, "Kami melihat bahwa PT Kao Indonesia memiliki nilai-nilai sejalan dengan BAZNAS Indonesia untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat Indonesia. Harapannya supaya masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman dan dengan lebih khusyuk dengan peralatan ibadah dan masjid yang lebih bersih." BAZNAS Kota Cirebon memandang kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga zakat seperti ini sebagai contoh sinergi strategis yang perlu terus diperluas hingga ke daerah. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem zakat yang kuat, profesional, dan berdampak luas bagi umat. Melalui momentum Ramadan, BAZNAS Kota Cirebon juga mengajak para muzaki, mitra perusahaan, serta masyarakat untuk terus memperkuat gerakan zakat, infak, dan sedekah guna menghadirkan manfaat yang lebih besar, baik dalam mendukung kebersihan tempat ibadah maupun pemberdayaan mustahik di Kota Cirebon.
BERITA04/03/2026 | Admin | Akate
Penjelasan BAZNAS RI Atas Respons Publik Terkait Laporan Keuangan 2024
Penjelasan BAZNAS RI Atas Respons Publik Terkait Laporan Keuangan 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dengan ini menyampaikan tanggapan resmi terhadap informasi di media sosial, terkait Laporan Keuangan BAZNAS Tahun 2024. BAZNAS RI menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah peduli dengan pengelolaan zakat yang dilaksanakan oleh BAZNAS RI. BAZNAS ingin menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan zakat dilaksanakan dengan komitmen tinggi terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI (3A). Tata kelola zakat di BAZNAS menerapkan sistem pengawasan berlapis yang melibatkan berbagai pihak. Laporan keuangan BAZNAS setiap tahun diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen, sehingga menjamin validitas dan kredibilitas angka-angka yang dilaporkan. Selain itu, BAZNAS juga menjalani audit syariah oleh tim auditor syariah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dalam setiap aktivitas pengelolaan zakat. Pengawasan fungsional secara berkala juga dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag RI, sementara secara internal BAZNAS RI memiliki Direktorat Audit, Kepatuhan dan Manajemen Risiko dan Direktorat Pengendalian dan Evaluasi yang melakukan pengawasan melekat terhadap seluruh proses bisnis lembaga. Tidak hanya itu, sebagai wujud keterbukaan informasi publik, seluruh laporan keuangan BAZNAS RI dapat diakses dan dikaji oleh masyarakat luas melalui laman resmi www.baznas.go.id, sehingga publik dapat melakukan pengawasan sosial secara mandiri. Dalam menyalurkan zakat, seluruh dana zakat yang ditunaikan oleh muzaki ke BAZNAS disalurkan kepada delapan asnaf sesuai syariat islam secara proporsional. Kedelapan asnaf tersebut ialah fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fi sabilillah dan ibnu sabil. Khusus untuk asnaf amil, Kementerian Agama melalui KMA no. 606 tahun 2020 menetapkan paling banyak 12,5 persen (1/8 bagian). Untuk asnaf lainnya, proporsi penyalurannya berdasarkan skala prioritas berbasis program guna meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan sesuai dengan tujuan dari pengelolaan zakat menurut Undang-undang no. 23 tahun 2011. Dalam postur penyaluran zakat sepanjang tahun 2024, BAZNAS RI menyalurkan dana zakat dengan porsi terbesar kepada asnaf miskin, yakni mencapai 38,4 persen dari total seluruh dana zakat yang disalurkan. Asnaf miskin sendiri merupakan salah satu dari delapan golongan penerima zakat yang secara syariah didefinisikan sebagai orang yang memiliki harta atau penghasilan, namun tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup sehari-hari bagi diri dan keluarganya, baik kebutuhan pangan, sandang, maupun papan. Penyaluran kepada asnaf miskin ini tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program-program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Untuk menjangkau asnaf miskin di wilayah perkotaan, BAZNAS RI menjalankan berbagai program ekonomi produktif seperti Z-Mart, Z-Chicken, Z-Coffee, Z-Auto, dan sejenisnya, yang memberdayakan mustahik menjadi pelaku usaha mikro binaan dengan pendampingan intensif. Sementara untuk menjangkau asnaf miskin di wilayah pedesaan, BAZNAS RI melaksanakan program Balai Ternak, Lumbung Pangan, Zakat Community Development (ZCD), serta pembiayaan mikro syariah yang menyasar petani, peternak, dan nelayan di berbagai pelosok daerah. Program-program ini dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang dalam mengentaskan mustahik dari garis kemiskinan. Alokasi terbesar dari Asnaf Fi Sabilillah disalurkan dalam bentuk bantuan pendidikan berupa program beasiswa Cendekia BAZNAS dalam dan luar negeri, beasiswa santri, Madrasah Layak Belajar, berbagai bantuan pendidikan yang berasal dari permohonan publik ke BAZNAS. Selain itu bantuan Fi sabililah juga disalurkan untuk dukungan bagi para dai yang bertugas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta di daerah-daerah minoritas muslim yang membutuhkan penguatan dakwah. Sementara itu terkait porsi amil yang juga menjadi sorotan, BAZNAS RI perlu menjelaskan bahwa keberadaan amil sebagai pengelola zakat secara eksplisit disebut dalam QS. al-Taubah ayat 60 sebagai salah satu dari delapan asnaf yang berhak menerima zakat. Persentase amil maksimal 12,5 persen (1/8) dari dana zakat diatur secara jelas dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 606 Tahun 2020 tentang Pedoman Audit Syariah atas Laporan Pengelolaan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah. Dari postur Laporan Keuangan BAZNAS RI 2024, telah sesuai aturan, di mana realisasi dana amil dari zakat sebesar 12,32 persen. Angka tersebut kurang dari 1/8 atau 12,5 persen dana amil sesuai ketentuan di atas. Dana ini digunakan secara proporsional dan transparan untuk belanja pegawai, belanja administrasi umum, kebutuhan operasional Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di seluruh kementerian, lembaga, BUMN, dan instansi vertikal di seluruh Indonesia dan dana Amil juga digunakan untuk pengembangan teknologi informasi. BAZNAS RI mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa merujuk pada sumber resmi milik BAZNAS yaitu laman baznas.go.id dan media sosial BAZNAS RI. Kepercayaan publik adalah amanah terbesar yang terus dijaga dengan konsistensi dan berintegritas dalam pengelolaan zakat. BAZNAS RI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan penyaluran zakat demi mewujudkan kesejahteraan umat dan percepatan penanggulangan kemiskinan di Indonesia.
BERITA03/03/2026 | BAZNAS RI
AEON Group dan Pelanggan Salurkan Rp4,1 Miliar untuk Pemulihan Bencana Sumatra melalui BAZNAS
AEON Group dan Pelanggan Salurkan Rp4,1 Miliar untuk Pemulihan Bencana Sumatra melalui BAZNAS
Tangerang, 26 Februari 2026 — Sinergi pelanggan dan karyawan AEON Group di Indonesia dan Jepang berhasil menghimpun bantuan sekitar Rp4,1 miliar untuk mendukung pemulihan pascabencana di Pulau Sumatra. Dana tersebut disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Seperti diketahui, pada akhir Desember 2025, bencana alam melanda sejumlah wilayah di Sumatra, terutama Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur publik serta aset ekonomi warga, sehingga mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Sebagai bentuk kepedulian, AEON Group bersama AEON 1% Club Foundation berkomitmen mendukung proses pemulihan dengan fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan. Penyerahan donasi secara simbolis dilakukan oleh Presiden Direktur AEON Indonesia, Takahiro Osugi, kepada Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM. Acara tersebut turut dihadiri Presiden Direktur AEON Mall Indonesia, Tetsuya Kimura, serta Presiden Direktur AEON Delight Indonesia, Masatoshi Sashie. Osugi menjelaskan, penggalangan donasi dilakukan sejak akhir Desember 2025 hingga Januari 2026, melibatkan karyawan dan pelanggan AEON Group Indonesia—meliputi AEON Indonesia, AEON Mall Indonesia, AEON Credit Service Indonesia, AEON Fantasy Indonesia, dan AEON Delight Indonesia—serta kontribusi dari AEON Group Jepang dan AEON 1% Club Foundation. Donasi yang terkumpul terdiri atas Rp307.300.000 dari AEON Group Indonesia, 27.727.548 yen dari AEON Jepang, serta 50.000 dolar AS dari AEON 1% Club Foundation. Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS RI mencapai sekitar Rp4,1 miliar. “AEON Group dan AEON 1% Club Foundation tidak hanya berkomitmen memberikan bantuan darurat, tetapi juga mendukung pemulihan jangka panjang, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi masa depan generasi berikutnya,” ujar Osugi. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI memaparkan rencana program pemanfaatan bantuan, yang akan difokuskan pada pemulihan layanan kesehatan dan pendidikan. Program tersebut antara lain renovasi dua unit sekolah dan tiga unit madrasah, penyediaan perlengkapan sekolah bagi 600 siswa, layanan kesehatan, serta paket logistik untuk 500 keluarga terdampak. Rizaludin menyampaikan, sejak hari kedua bencana terjadi, BAZNAS RI telah hadir menyalurkan dana zakat dan sedekah melalui berbagai program kemanusiaan yang terukur dan berkelanjutan. “BAZNAS kini memasuki fase recovery guna mempercepat kembalinya kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat agar kembali mandiri. Kolaborasi dengan AEON menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial,” jelasnya. Osugi menambahkan, kerja sama AEON dengan BAZNAS telah terjalin sejak 2018. Menurutnya, BAZNAS merupakan lembaga resmi nasional yang tepercaya dan berpengalaman dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kami percaya kolaborasi dengan BAZNAS memastikan donasi tersalurkan tepat sasaran dan memberi manfaat nyata,” katanya. BAZNAS RI pun menyampaikan apresiasi atas kepercayaan manajemen, karyawan, serta pelanggan AEON yang telah menyalurkan bantuan melalui lembaga tersebut. “Kami berharap sinergi antara AEON dan BAZNAS terus berlanjut dalam upaya menyejahterakan umat dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tutup Rizaludin. Osugi menambahkan, pihaknya berharap kontribusi tersebut dapat mempercepat pemulihan, khususnya di sektor pendidikan, sekaligus menghadirkan semangat baru bagi masyarakat yang tengah bangkit pascabencana.Yuk, terus berzakat dan bantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan! Segera tunaikan zakat Anda melalui kantor digital BAZNAS Kota Cirebon: atau dengan cara transfer ke rekening:BSI 1034035292a.n BAZNAS Kota Cirebon??????Konfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi :WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected]
BERITA27/02/2026 | Admin | Akate
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →