Berita Terbaru
Cara Bayar Fidyah Online di BAZNAS Kota Cirebon, Praktis Tanpa Harus Datang ke Kantor
Fidyah merupakan kewajiban bagi sebagian umat Islam yang tidak dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan karena kondisi tertentu seperti usia lanjut atau sakit yang tidak memungkinkan untuk berpuasa.
Sebagai bentuk kemudahan bagi masyarakat, kini pembayaran fidyah dapat dilakukan secara online melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Cirebon.
Dengan sistem pembayaran digital ini, masyarakat dapat menunaikan fidyah secara praktis tanpa harus datang langsung ke kantor.
Berikut langkah-langkah membayar fidyah secara online:
Cara membayar fidyah online:
1. Kunjungi website
https://kotacirebon.baznas.go.id/
2. Klik menu “Bayar Zakat” di bagian bawah halaman.
3. Pilih jenis dana “Fidyah”.
4. Masukan jumlah hari fidyah.
5. Isi identitas pembayar.
6. Klik “Pilih Pembayaran”.
7. Pilih metode pembayaran yang diinginkan.
8. Pembayaran selesai.
Setelah pembayaran berhasil, Bukti Setor Zakat (BSZ) akan dikirim otomatis melalui email.
Dengan membayar fidyah melalui BAZNAS Kota Cirebon, masyarakat turut berkontribusi membantu para mustahik yang membutuhkan bantuan pangan.
Sudah memiliki kewajiban fidyah Ramadan? Tunaikan fidyah Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon agar disalurkan dalam bentuk makanan kepada fakir miskin secara tepat sasaran dan sesuai syariat.
Ingin memastikan fidyah Anda tersalurkan sesuai ketentuan satu mud makanan pokok? Percayakan penyalurannya melalui BAZNAS Kota Cirebon.Segera tunaikan fidyah Ramadan Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon. Mari pastikan kewajiban ibadah terpenuhi dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat fakir miskin di Kota Cirebon.
FAQ Cara Bayar Fidyah Online di BAZNAS Kota Cirebon
Apa itu fidyah dalam Islam?
Fidyah adalah kewajiban memberi makan kepada fakir miskin sebagai pengganti puasa Ramadhan yang tidak dapat dilakukan karena alasan tertentu seperti sakit atau usia lanjut.
Siapa yang wajib membayar fidyah?
Fidyah wajib bagi orang yang tidak mampu berpuasa dan tidak memungkinkan mengganti puasa di lain waktu.
Apakah fidyah bisa dibayar secara online?
Ya, fidyah dapat dibayarkan secara online melalui website Kantor Digital BAZNAS Kota Cirebon.
Apakah fidyah yang dibayarkan melalui BAZNAS disalurkan kepada yang berhak?
Ya, fidyah akan disalurkan kepada para mustahik sesuai ketentuan syariat.
BERITA09/03/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Hadirkan Program “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan” bagi Penyandang Disabilitas di Bogor
Bogor – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan keceriaan Ramadan bagi kelompok disabilitas melalui program “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan” yang dilaksanakan bersama mahasiswa Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) IPB University di Yayasan Penyandang Disabilitas Kota Bogor, Sabtu (7/3/2026).
Sebanyak 45 anak penyandang disabilitas mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah sesi kreatif mewarnai sketsa bendera Palestina sebagai bentuk pengenalan nilai solidaritas kemanusiaan sejak dini kepada anak-anak.
Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, menjelaskan program ini merupakan gerakan serentak yang dilaksanakan oleh mahasiswa BCB di 233 titik yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia serta 10 negara, termasuk menjangkau pengungsi Palestina di kawasan Timur Tengah.
“Pesantren 1000 Cahaya Ramadan dirancang untuk memberikan inspirasi sekaligus pengajaran keislaman bagi kelompok difabel dan masyarakat marginal yang mungkin belum mendapatkan akses pendidikan agama secara memadai,” ujar Farid.
Menurutnya, program tersebut menjadi bukti bahwa dana zakat dapat dimanfaatkan secara inklusif untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat.
“Ini adalah bukti nyata bahwa zakat bersifat inklusif dan hadir menjadi cahaya bagi semua kalangan,” tambahnya.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus merangkul kelompok rentan, termasuk anak-anak disabilitas.
“Melalui program ini, kita tidak hanya memberikan pendampingan materi, tetapi juga menumbuhkan semangat literasi dan spiritualitas bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas yang memadai,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB University, Alla Asmara. Ia menilai program tersebut menjadi sarana yang baik untuk menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa terhadap masyarakat.
“Kegiatan yang dilakukan mahasiswa BCB menunjukkan empati yang luar biasa. Semoga aksi sosial ini membawa manfaat dan keberkahan yang luas di bulan Ramadan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Cabang Kota Bogor, Taufik, menyampaikan apresiasi atas perhatian BAZNAS kepada komunitas disabilitas.
Ia mengungkapkan bahwa lembaganya masih berupaya secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan operasional serta pelatihan bagi guru berkebutuhan khusus.
“Kami berterima kasih kepada BAZNAS atas program ini. Kami ingin menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga dapat berdaya jika diberikan kesempatan yang setara,” kata Taufik.
Manfaat kegiatan tersebut juga dirasakan para orang tua. Salah satunya Siti Salimah, ibu dari Nabilah yang merupakan penyandang autisme. Ia mengaku bersyukur atas perhatian BAZNAS kepada anak-anak disabilitas yang membutuhkan ruang kegiatan dan pembinaan.
“Alhamdulillah, terima kasih BAZNAS sudah hadir di sini. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Semoga perhatian seperti ini terus berlanjut agar anak-anak istimewa ini tetap semangat,” ujarnya.
Melalui program ini, BAZNAS berharap semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kelompok disabilitas dapat terus tumbuh, sekaligus menghadirkan Ramadan yang lebih bermakna bagi semua kalangan.
BERITA09/03/2026 | BAZNAS
Ivan Gunawan Ajak Masyarakat Tunaikan Zakat melalui BAZNAS di Bulan Ramadan
Bekasi – Desainer sekaligus figur publik Ivan Gunawan mengajak masyarakat Indonesia untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah, khususnya pada Ramadan 2026, melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai lembaga resmi negara yang menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ajakan tersebut disampaikan Ivan saat acara Grand Opening New Store Mandjha Ivan Gunawan di Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Noor Achmad serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan.
Dalam kesempatan itu, Ivan menilai BAZNAS merupakan lembaga yang memiliki sistem pengelolaan dan penyaluran dana zakat yang jelas serta terstruktur, sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Karena BAZNAS adalah lembaga negara, kita harus percaya agar penyaluran bantuannya juga lebih tepat sasaran,” ujar Ivan.
Ivan juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki komitmen untuk menyalurkan sebagian keuntungan dari bisnisnya melalui berbagai program sosial yang bekerja sama dengan BAZNAS.
“Biasanya kami mengadakan kegiatan charity di pertengahan tahun. Kami punya komitmen bahwa sebagian keuntungan dari Mandjha ingin kami kembalikan lagi kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Ivan, menyalurkan bantuan secara mandiri tidak selalu mudah. Karena itu, kolaborasi dengan BAZNAS dinilai dapat mempermudah proses distribusi bantuan, baik untuk program kemanusiaan di dalam negeri maupun luar negeri.
“Lewat BAZNAS saya mendapatkan kemudahan untuk menyalurkan bantuan, bukan hanya untuk ke luar negeri, tetapi juga untuk masyarakat yang membutuhkan di dalam negeri,” ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan untuk menunaikan kewajiban zakat sekaligus memperbanyak sedekah melalui lembaga resmi.
“Di bulan Ramadan ini kita juga punya kewajiban untuk berzakat. Teman-teman bisa menunaikan zakat melalui BAZNAS,” kata Ivan.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Noor Achmad menyampaikan apresiasi atas komitmen dan konsistensi Ivan Gunawan yang terus mempercayakan penyaluran bantuannya melalui BAZNAS, baik untuk program kemanusiaan di dalam negeri maupun di luar negeri.
Menurutnya, keterlibatan figur publik memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi.
“Dengan adanya dukungan dari publik figur dan influencer, gerakan cinta zakat semakin meningkat. Dakwah zakat tidak bisa dilakukan BAZNAS sendiri, tetapi perlu melibatkan banyak pihak,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan. Ia menyebut BAZNAS telah bekerja sama dengan Ivan Gunawan sejak tahun lalu dan berbagai bantuan telah disalurkan melalui kolaborasi tersebut, termasuk untuk program kemanusiaan di Palestina serta sejumlah program sosial di Indonesia.
“Mudah-mudahan kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
BERITA09/03/2026 | BAZNAS
Presiden Prabowo Apresiasi Peran BAZNAS dalam Menyalurkan Bantuan untuk Palestina
Jakarta – Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI atas kontribusinya dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina.
Apresiasi tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam acara silaturahmi bersama 121 kiai, ulama, dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam yang digelar di Istana Merdeka, Kamis (5/3/2026).
Dalam kesempatan itu, suasana haru mewarnai acara ketika Presiden Prabowo menyaksikan video dokumentasi pengiriman bantuan kemanusiaan dari BAZNAS yang diterima langsung oleh masyarakat Palestina. Presiden tampak meneteskan air mata saat menyampaikan apresiasinya terhadap peran BAZNAS dalam membantu rakyat Palestina.
“Luar biasa, terima kasih BAZNAS. Anda mewakili bangsa Indonesia, Anda mewakili umat Islam di Indonesia. Bantuan Anda sangat dirasakan oleh masyarakat Palestina,” ujar Presiden Prabowo dengan suara bergetar.
Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap proses distribusi bantuan kemanusiaan tersebut. Pemerintah bahkan menyiapkan sarana pengiriman udara, termasuk pesawat Hercules dan sistem bantuan udara (airdrop), guna memastikan bantuan logistik dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Banyak bahan-bahan yang diterjunkan adalah bahan-bahan melalui BAZNAS. Saya berterima kasih atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia atas bantuan saudara-saudara BAZNAS yang mengorganisirnya,” tambahnya.
Momen emosional tersebut disambut tepuk tangan para kiai dan tokoh Islam yang hadir dalam acara tersebut. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat komitmen solidaritas kemanusiaan Indonesia terhadap rakyat Palestina yang tengah menghadapi krisis.
Presiden menilai keberhasilan BAZNAS dalam menghimpun dan menyalurkan bantuan secara tepat sasaran merupakan bukti nyata amanah umat Islam Indonesia yang diwujudkan dalam aksi kemanusiaan global.
Selain itu, selama Ramadan 1447 Hijriah, BAZNAS juga menghadirkan berbagai program bantuan kemanusiaan untuk Palestina. Bantuan tersebut meliputi paket makanan, makanan siap saji, layanan kesehatan, penyediaan air bersih, pakaian, tenda permukiman dan tenda rumah, selimut, tenda masjid, hingga tenda kelas bagi anak-anak di wilayah terdampak konflik.
Program tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat Palestina sekaligus menjadi wujud nyata solidaritas kemanusiaan dari masyarakat Indonesia.
BERITA09/03/2026 | BAZNAS
BAZNAS dan PT Abdi Herba Alami Kolaborasi Program Sedekah Produk Madu
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjalin kerja sama dengan PT Abdi Herba Alami dalam program Sedekah Produk sebagai upaya memperkuat pendanaan operasional program kemanusiaan. Kolaborasi ini diumumkan pada Jumat (6/3/2026).
Melalui kerja sama tersebut, PT Abdi Herba Alami berkomitmen menyisihkan Rp2.500 dari setiap botol madu yang diproduksi untuk disalurkan kepada BAZNAS. Donasi tersebut berasal dari penjualan produk madu AHA Walafiat yang dipasarkan perusahaan.
Direktur PT Abdi Herba Alami, Abdi Rizal, menjelaskan alokasi dana dari setiap penjualan produk madu tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan operasional BAZNAS secara berkelanjutan, sehingga program-program bantuan bagi masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bentuk inovasi dalam pengembangan filantropi Islam di Indonesia.
“Kolaborasi ini merupakan dukungan yang luar biasa. Bukan sekadar tentang jumlah donasi yang terkumpul, tetapi juga bentuk kerja sama yang perlu terus diperkuat untuk kemajuan peradaban zakat di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Rizaludin menambahkan, keterlibatan sektor swasta memiliki peran penting dalam memperkuat gerakan sosial serta membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat dan dana kemanusiaan.
Ia berharap langkah PT Abdi Herba Alami dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk turut berpartisipasi dalam berbagai program sosial melalui kolaborasi bersama BAZNAS.
Sementara itu, Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan, menilai kerja sama tersebut tidak hanya memberikan dukungan material, tetapi juga memperkuat ekosistem zakat nasional.
“Semoga kolaborasi ini menjadi inspirasi kebaikan. Semakin banyak pihak yang terlibat, termasuk relawan dalam gerakan zakat, insyaallah akan semakin memudahkan langkah BAZNAS dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, pimpinan PT Abdi Herba Alami, I Gusti Made Ardikabudi, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi strategis dengan BAZNAS.
Ia menegaskan bahwa perusahaan yang berada di bawah naungan Yayasan Anak Bangsa Mengabdi tersebut sejak awal berdiri memegang prinsip bahwa usaha tidak hanya bertujuan untuk pertumbuhan bisnis, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, setiap produk yang dipasarkan tidak hanya membawa manfaat kesehatan, tetapi juga mengandung nilai sedekah yang dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Setiap produk yang terdistribusi diharapkan tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga menghadirkan nilai sedekah yang mengalir kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tuturnya.
BERITA09/03/2026 | BAZNAS
BAZNAS dan PBPI Gelar Padel Charity Tournament 2026 untuk Bantu Korban Bencana
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI), All in One Indonesia, dan Smash Padel berkolaborasi menyelenggarakan Padel Charity Tournament 2026. Turnamen olahraga yang mengusung konsep charity ini akan digelar di Smash Padel, kawasan TB Simatupang, Jakarta, pada Sabtu, 11 April 2026.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, mengatakan kolaborasi lintas sektor antara lembaga sosial, komunitas olahraga, dan pelaku industri merupakan inovasi untuk mendorong partisipasi publik dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya korban bencana di wilayah Aceh dan Sumatra.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana untuk memperkuat kepedulian sosial melalui penggalangan donasi.
“Kami ingin menekankan bahwa turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga yang sehat, tetapi juga upaya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra,” ujar Rizaludin di kantor BAZNAS, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, termasuk All in One Indonesia sebagai penggagas konsep turnamen, Smash Padel sebagai penyedia venue, serta PBPI yang terus mendorong pengembangan olahraga padel di Indonesia.
BAZNAS, lanjut Rizaludin, juga membuka peluang bagi pelaku industri, komunitas, maupun influencer yang ingin terlibat sebagai sponsor dalam kegiatan Padel Charity Tournament 2026.
“Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan menguatkan olahraga di Indonesia, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi program-program sosial,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan manajemen All in One Indonesia, Alit Dwinanda, menuturkan bahwa olahraga tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang di mana komunitas olahraga, dunia usaha, dan kegiatan sosial dapat bertemu dalam satu tujuan, yaitu berolahraga sekaligus berbagi,” katanya.
Manajemen Smash Padel, Arsyie, juga menyambut baik penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui aksi donasi yang dihimpun bersama BAZNAS.
Hal senada disampaikan Ketua Umum PBPI, Gino Korompis. Ia menilai kegiatan charity sport ini merupakan inisiatif yang baik di tengah berkembangnya olahraga padel di Indonesia.
“Kami berharap masyarakat dapat ikut berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini. Melalui olahraga, kita juga bisa berkontribusi membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Dalam turnamen tersebut, pertandingan akan menggunakan sistem grouping stage round yang dilanjutkan dengan knockout round. Turnamen terdiri dari dua kategori, yakni Men Bronze dan Mix Bronze.
Padel Charity Tournament 2026 akan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp2,5 juta per tim, sementara masyarakat dapat menyaksikan pertandingan secara langsung tanpa dipungut biaya masuk.
BERITA09/03/2026 | BAZNAS
BAZNAS dan Amanda Brownies Ajak Masyarakat Belanja Sambil Bersedekah
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan Amanda Brownies mengajak masyarakat untuk berbelanja sambil bersedekah melalui Program Sedekah Pelanggan dan Sedekah Penjualan Produk. Program ini bertujuan mendukung penyebaran Al-Qur’an ke berbagai wilayah di Indonesia.
Melalui program tersebut, setiap pembelian produk Amanda Brownies Pink Marble akan disisihkan sebesar Rp1.000 per kotak untuk disalurkan melalui BAZNAS dalam program distribusi Al-Qur’an. Program ini dilaksanakan di 140 outlet Amanda Brownies yang tersebar di seluruh Indonesia.
Peluncuran program dilakukan di AEON Mall Jakarta Garden City pada Jumat (6/3/2026). Acara ini dihadiri oleh Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI Arifin Purwakananta, General Manager Amanda Brownies Endi Yunarso, serta Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia Waryono Abdul Ghofur.
Dalam kesempatan tersebut, Arifin Purwakananta menyampaikan apresiasi kepada Amanda Brownies atas inisiatif menghadirkan program sedekah melalui aktivitas penjualan produk.
Menurutnya, program tersebut dapat menjadi contoh bagi dunia usaha untuk menggabungkan kegiatan bisnis dengan gerakan sosial.
“Di satu sisi perusahaan menjalankan aktivitas bisnisnya, namun di sisi lain juga mengajak masyarakat berbagi kepada sesama melalui mekanisme yang sederhana,” ujar Arifin.
Ia berharap langkah Amanda Brownies dapat diikuti oleh berbagai brand di Indonesia sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat bersedekah melalui aktivitas sehari-hari seperti berbelanja.
Arifin menambahkan, dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk mendistribusikan Al-Qur’an ke berbagai wilayah, termasuk pesantren, masjid, musala, hingga daerah terpencil serta kepada para mualaf yang membutuhkan.
Selain itu, ia menegaskan bahwa pengelolaan dana yang dihimpun BAZNAS dilakukan secara transparan dan diawasi melalui berbagai mekanisme pengawasan.
“BAZNAS diawasi secara berlapis, mulai dari pengawasan internal, pengawasan syariah oleh Kementerian Agama, audit Kantor Akuntan Publik, hingga audit ISO. Jadi apa yang kami lakukan aman secara syar’i dan regulasi,” jelasnya.
Sementara itu, Waryono Abdul Ghofur turut mengapresiasi kolaborasi antara BAZNAS dan Amanda Brownies. Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi langkah penting untuk memperluas dampak sosial bagi masyarakat.
Ia menilai program tersebut menghadirkan pendekatan baru dalam kegiatan konsumsi masyarakat.
“Selama ini aktivitas belanja cenderung bersifat konsumtif. Namun melalui program ini, aktivitas belanja juga memiliki nilai ibadah karena ada unsur sedekah di dalamnya,” ujarnya.
General Manager Amanda Brownies, Endi Yunarso, mengatakan program Sedekah Al-Qur’an ini merupakan kolaborasi pertama perusahaan dengan BAZNAS. Ia menjelaskan program tersebut telah mulai dijalankan sejak 21 Februari dan mendapatkan respons positif dari para konsumen.
“Dalam dua hari pertama pelaksanaannya, kami sudah melihat nominal donasi yang cukup signifikan secara nasional. Respons dari pelanggan juga sangat baik karena mereka tidak sungkan untuk ikut berdonasi,” kata Endi.
Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dengan berbagai program sosial lainnya bersama BAZNAS.
Endi juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program tersebut dengan membeli produk Amanda Brownies Pink Marble di gerai Amanda Brownies di seluruh Indonesia atau berdonasi melalui fasilitas QRIS yang tersedia.
BERITA09/03/2026 | BAZNAS
BAZNAS Hadirkan Layanan Pengobatan Gratis bagi Mustahik di Bekasi
Bekasi – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) menghadirkan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat, khususnya para mustahik di sekitar Masjid Raya Al Azhar Jababeka, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Program ini bertujuan mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan
Kegiatan tersebut diikuti oleh 120 penerimBekasi – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) menghadirkan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat, khususnya para mustahik di sekitar Masjid Raya Al Azhar Jababeka, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Program ini bertujuan mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan manfaat dan turut dihadiri oleh Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, yang juga berprofesi sebagai dokter. Dalam kesempatan itu, ia turut membantu melakukan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat.
Adapun layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, hingga tindakan pengobatan. Masyarakat juga memperoleh obat-obatan sesuai dengan hasil diagnosis dari tenaga medis.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan program layanan kesehatan gratis ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui pemanfaatan dana zakat.
“Zakat yang disalurkan para muzaki kami jaga amanahnya dan didistribusikan kepada delapan asnaf yang benar-benar membutuhkan,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Ia menegaskan, program tersebut bertujuan memastikan masyarakat, khususnya mustahik, dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak dan mudah dijangkau.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan langsung manfaat zakat, termasuk melalui layanan kesehatan yang memadai,” tambahnya.
Menurut Saidah, kesehatan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Kondisi kesehatan yang menurun sering kali berdampak pada meningkatnya beban ekonomi keluarga.
“Seringkali kemiskinan muncul ketika kesehatan menurun. Karena itu, BAZNAS hadir untuk membantu mencegah kondisi tersebut,” jelasnya.
BAZNAS, lanjut Saidah, akan terus menghadirkan berbagai program sosial dan kemanusiaan, termasuk layanan kesehatan, guna membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
“Zakat harus menguatkan Indonesia, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kesejahteraan masyarakat. Program pelayanan kesehatan ini menjadi bagian penting untuk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.
Melalui program ini, BAZNAS berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan pengobatan, tetapi juga semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan serta merasakan manfaat luas dari pengelolaan dana zakat bagi kesejahteraan umat.
BERITA09/03/2026 | BAZNAS
BAZNAS dan Yayasan Amaliah Astra Bersihkan 5.000 AC Masjid Lewat Program Ramadan Sejuk
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Yayasan Amaliah Astra meluncurkan program “Ramadan Sejuk, Sehat, dan Bersih AC” di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (6/3/2026). Program yang telah memasuki tahun kelima ini menargetkan pembersihan 5.000 unit AC di 601 masjid dan musala guna menghadirkan kenyamanan bagi jemaah selama bulan suci Ramadan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Amaliah Astra atas konsistensi kolaborasi dalam memberdayakan masyarakat melalui program tersebut.
Menurutnya, sinergi antara lembaga filantropi Islam dan korporasi mampu menghadirkan dampak yang luas, baik secara spiritual bagi jemaah yang beribadah maupun secara ekonomi bagi para teknisi binaan yang terlibat dalam program ini.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan Amaliah Astra. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujar Saidah dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, program yang dikenal dengan Master AC ini tidak hanya bertujuan membersihkan fasilitas pendingin udara di masjid, tetapi juga memberdayakan mustahik agar mampu menjadi pelaku usaha mandiri.
Menurut Saidah, program tersebut memiliki dua dimensi manfaat. Secara horizontal, program ini membantu meningkatkan kesejahteraan teknisi binaan agar dapat berkembang secara ekonomi. Sementara secara vertikal, upaya menjaga kebersihan dan kesejukan masjid menjadi bagian dari amal jariah yang mendukung kekhusyukan ibadah umat.
“Salah satu esensi zakat adalah bertumbuh. Kami berharap para Master AC dapat meningkatkan kualitas hidup keluarganya. Kami juga memiliki harapan besar agar setiap Master AC dapat melahirkan satu sarjana di keluarganya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Saidah juga membuka peluang kolaborasi lanjutan bersama Yayasan Amaliah Astra dalam program rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera, seperti Aceh, Tapanuli, hingga Sumatera Barat.
Sementara itu, Kepala Bidang Layanan Amal Yayasan Amaliah Astra, Gama Yogotomo, menyampaikan apresiasinya kepada BAZNAS RI atas dukungan yang memungkinkan perluasan jangkauan program.
Ia menjelaskan bahwa sejak masa pandemi, Astra telah melatih 1.865 teknisi AC yang berasal dari kalangan pemuda putus sekolah dan pengangguran produktif agar memiliki keterampilan kerja.
“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS RI karena kolaborasi ini meningkatkan jumlah masjid dan penerima manfaat secara signifikan. Jika sebelumnya kami hanya membersihkan 3.000 AC, tahun ini targetnya meningkat menjadi 5.000 unit,” jelas Gama.
Hingga peluncuran program pada 6 Maret 2026, sebanyak 370 masjid dengan 2.486 unit AC telah dibersihkan oleh 377 teknisi yang terlibat dalam program ini.
Program tersebut telah menjangkau 15 provinsi dan 53 kabupaten/kota, dengan potensi peningkatan pendapatan teknisi sekitar Rp928.381 per orang, serta memberikan kenyamanan beribadah bagi 131.050 jemaah selama Ramadan.
BERITA09/03/2026 | BAZNAS
Cara Bayar Zakat Maal Online di BAZNAS Kota Cirebon, Panduan Lengkap dan Resmi
Zakat maal merupakan zakat atas harta yang telah mencapai nisab dan haul sesuai ketentuan syariat Islam. Zakat ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus pembersih harta bagi setiap Muslim.
Kini, masyarakat dapat menunaikan zakat maal secara online melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Cirebon dengan proses yang mudah, cepat, dan aman.
Layanan digital ini hadir untuk memberikan kemudahan kepada muzaki dalam menunaikan kewajiban zakat kapan saja tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.
Berikut cara menunaikan zakat maal secara online melalui website Kantor Digital BAZNAS Kota Cirebon:
Langkah pembayaran zakat maal online:
1. Kunjungi website Kantor Digital BAZNAS Kota Cirebon
https://kotacirebon.baznas.go.id/
2. Klik menu “Bayar Zakat” pada bagian bawah halaman.
3. Pilih jenis dana “Zakat”.
4. Pilih sub jenis dana “Zakat Maal”.
5. Masukkan nominal zakat maal yang akan dibayarkan.
6. Isi identitas muzaki secara lengkap.
7. Klik tombol “Pilih Pembayaran”.
8. Pilih metode pembayaran yang tersedia.
9. Pembayaran selesai dilakukan.
Setelah pembayaran berhasil, Bukti Setor Zakat (BSZ) akan secara otomatis dikirimkan ke email muzaki.
Melalui layanan Kantor Digital ini, BAZNAS Kota Cirebon terus berupaya meningkatkan kemudahan layanan zakat agar semakin banyak masyarakat yang dapat menunaikan zakat maal dan berbagi keberkahan kepada sesama.
FAQ Cara Bayar Zakat Maal Online di BAZNAS Kota Cirebon, Panduan Lengkap dan Resmi
1. Apa itu zakat maal?
Zakat maal adalah zakat atas harta yang dimiliki seseorang yang telah mencapai nisab dan haul sesuai ketentuan syariat Islam.
2. Berapa persen zakat maal yang harus dibayar?
Zakat maal umumnya sebesar 2,5 persen dari total harta yang telah mencapai nisab.
3. Apakah zakat maal bisa dibayar online?
Ya, zakat maal dapat dibayarkan secara online melalui website resmi BAZNAS Kota Cirebon.
4. Apakah zakat maal di BAZNAS aman?
BAZNAS Kota Cirebon merupakan lembaga resmi pemerintah yang mengelola zakat secara profesional, amanah, dan transparan.
BERITA06/03/2026 | Admin | Akate
Cara Bayar Zakat Fitrah Online di BAZNAS Kota Cirebon 2026, Mudah Hanya Lewat HP
Menunaikan zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu menjelang Hari Raya Idulfitri. Kini, masyarakat dapat menunaikan zakat fitrah dengan lebih mudah dan praktis melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Cirebon tanpa harus datang langsung ke kantor.
Melalui layanan digital ini, muzaki dapat membayar zakat fitrah kapan saja dan dari mana saja secara aman dan cepat.
Dengan memanfaatkan teknologi digital, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat serta memastikan penyalurannya tepat sasaran kepada para mustahik.
Berikut langkah-langkah membayar zakat fitrah secara online melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Cirebon:
Langkah pembayaran zakat fitrah online:
1. Kunjungi website Kantor Digital BAZNAS Kota Cirebon
https://kotacirebon.baznas.go.id/
2. Klik menu “Bayar Zakat” yang terdapat di bagian bawah halaman.
3. Pilih jenis dana “Zakat”.
4. Pilih sub jenis dana “Zakat Fitrah”.
5. Masukkan nominal zakat fitrah sesuai jumlah jiwa yang akan dibayarkan.
6. Isi identitas muzaki secara lengkap.
7. Klik tombol “Pilih Pembayaran”.
8. Pilih metode pembayaran yang tersedia.
9. Pembayaran selesai.
Setelah proses pembayaran berhasil dilakukan, Bukti Setor Zakat (BSZ) akan otomatis dikirimkan ke alamat email muzaki sebagai tanda bukti pembayaran resmi.
Melalui layanan ini, BAZNAS Kota Cirebon berharap masyarakat semakin mudah menunaikan zakat fitrah sehingga keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh seluruh umat, khususnya para penerima manfaat yang membutuhkan.
FAQ Cara Bayar Zakat Fitrah Online di BAZNAS Kota Cirebon 2026, Mudah Hanya Lewat HP
Apa itu zakat fitrah?
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim menjelang Hari Raya Idulfitri sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Apakah zakat fitrah bisa dibayar secara online?
Ya. Zakat fitrah kini dapat dibayarkan secara online melalui website Kantor Digital BAZNAS Kota Cirebon sehingga lebih mudah dan praktis.
Bagaimana cara bayar zakat fitrah di BAZNAS Kota Cirebon?
Kunjungi website kotacirebon.baznas.go.id, klik menu bayar zakat, pilih zakat fitrah, isi nominal dan identitas, lalu pilih metode pembayaran.
Apakah setelah membayar zakat akan mendapatkan bukti?
Ya. Bukti Setor Zakat (BSZ) akan otomatis dikirim melalui email setelah pembayaran berhasil.
BERITA06/03/2026 | Admin | Akate
Menag Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan
CIREBON — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas pernyataannya terkait zakat yang sempat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa zakat tetap merupakan kewajiban individual (fardhu ‘ain) dan bagian dari rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat.
Penegasan tersebut disampaikan Menag sebagai bentuk klarifikasi kepada publik agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai kedudukan zakat dalam ajaran Islam.
“Saya memohon maaf atas pernyataan saya yang menimbulkan kesalahpahaman. Perlu saya tegaskan, zakat adalah fardhu ‘ain dan rukun Islam yang wajib kita tunaikan,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Menag, pernyataan yang sebelumnya disampaikan dalam forum Sarasehan 99 Ekonom Syariah sebenarnya bertujuan mendorong penguatan pengelolaan dana umat agar lebih optimal. Ia mengajak agar pengembangan ekonomi syariah tidak hanya berfokus pada zakat, tetapi juga memaksimalkan berbagai instrumen filantropi Islam lainnya seperti wakaf, infak, dan sedekah.
Sarasehan 99 Ekonom Syariah: Sharia Investment Forum 2026 diselenggarakan oleh Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF di Menara Bank Mega, Jakarta, pada 24 Februari 2026. Forum tersebut mengangkat tema “Pengarusutamaan Ekonomi Syariah sebagai Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional.”
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menyoroti keberhasilan beberapa negara dalam mengelola wakaf secara profesional dan terintegrasi. Ia mencontohkan praktik pengelolaan wakaf di negara-negara seperti Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab yang mampu menjadikan wakaf sebagai motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi umat.
“Inilah model yang ingin kita pelajari dan adaptasi untuk mempercepat kemajuan umat di Indonesia, tanpa mengurangi kewajiban zakat yang sudah jelas dalam ajaran Islam,” tegasnya.
Menag berharap klarifikasi ini dapat meluruskan berbagai informasi yang berkembang di masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman umat tentang pentingnya optimalisasi seluruh instrumen dana sosial keagamaan.
Sejalan dengan hal tersebut, BAZNAS Kota Cirebon terus mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar penyalurannya dapat dikelola secara amanah dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
Yuk, terus berzakat dan bantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan! Segera tunaikan zakat Anda melalui kantor digital BAZNAS Kota Cirebon:
atau dengan cara transfer ke rekening:BSI 1034035292a.n BAZNAS Kota Cirebon??????Konfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi :WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected]
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI dan TNI AL Hadirkan Program Mudik Gratis dengan Kapal Perang untuk Masyarakat
CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menghadirkan berbagai program sosial untuk membantu masyarakat menjelang Idul Fitri. Salah satunya melalui sinergi dengan TNI Angkatan Laut (AL) yang menghadirkan program mudik gratis menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) bagi para pemudik.
Program ini menjadi salah satu solusi untuk membantu masyarakat, khususnya pemudik pengguna sepeda motor, agar dapat pulang ke kampung halaman dengan lebih aman dan nyaman.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menyampaikan dukungannya terhadap program kemanusiaan tersebut saat menerima audiensi jajaran TNI AL di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
“BAZNAS sangat senang dapat kembali bekerja sama dengan TNI AL dalam melayani umat. Kami akan segera menindaklanjuti rencana dukungan logistik bagi para pemudik serta paket lebaran bagi personel TNI AL yang bertugas dalam program ini. Peluang kebaikan ini juga akan kami tawarkan kepada para muzaki agar manfaatnya semakin luas,” ujar Kiai Noor.
Menurut Kiai Noor, dukungan BAZNAS dalam program ini akan difokuskan pada penyediaan kebutuhan logistik bagi para pemudik selama perjalanan laut, termasuk konsumsi sahur dan berbuka puasa. Hal ini diharapkan dapat membantu para pemudik tetap menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman meskipun sedang dalam perjalanan.
Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS akan terus berkomitmen mendukung berbagai program kemanusiaan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Asisten Operasional Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Muda TNI Yayan Sopiyan menjelaskan rencana pengerahan armada Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk membantu mengurai kepadatan arus mudik, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua.
“Kami menyiapkan KRI dengan kapasitas 1.000 penumpang yang akan melayani rute Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Untuk mendukung operasional ini, kami juga menyiagakan 150 Anak Buah Kapal (ABK) yang bertugas di atas kapal,” jelas Laksda Yayan.
Program mudik gratis ini dijadwalkan mulai memberangkatkan pemudik pada 16 Maret 2026, bertepatan dengan hari pertama cuti Lebaran. Program ini diperuntukkan bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor agar dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman bersama keluarga.
Para peserta cukup menunjukkan STNK atau identitas resmi untuk mengikuti program tersebut. Mengingat durasi perjalanan laut yang diperkirakan mencapai enam hari, dukungan logistik menjadi bagian penting dari kolaborasi antara BAZNAS RI dan TNI AL.
Audiensi tersebut juga dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., Deputi II BAZNAS RI Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., Komandan Satkor Koarmada 1 Kolonel Laut (P) Awang Bawono, serta jajaran staf teknis TNI AL.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS berharap program mudik gratis tidak hanya membantu masyarakat pulang ke kampung halaman dengan aman, tetapi juga menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga negara dan lembaga zakat dalam menghadirkan manfaat bagi umat.
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Hadirkan Servis dan Ganti Oli Gratis untuk 5.000 Motor Pemudik Lewat Program Z-Auto
CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menghadirkan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Menyambut arus mudik Lebaran 2026, BAZNAS RI melalui program Z-Auto meluncurkan layanan servis dan ganti oli gratis untuk 5.000 sepeda motor yang tersebar di 43 kabupaten/kota di Indonesia.
Program bertajuk “Servis dan Ganti Oli Gratis 5.000 Motor Mudik Aman dan Nyaman Bersama Z-Auto 2026” tersebut resmi diluncurkan oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Program ini berlangsung secara serentak pada 3–8 Maret 2026 di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui program ini, BAZNAS memberikan berbagai layanan perawatan kendaraan seperti servis ringan, penggantian oli, pengecekan rem, ban, kelistrikan, hingga pemeriksaan kondisi motor secara menyeluruh. Program ini diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk para pemudik yang tergolong mustahik, serta para pengemudi ojek online dan ojek pangkalan yang menggantungkan penghasilan dari sepeda motor.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Belum tentu uang yang ada bisa digunakan untuk ganti oli dan servis. Maka bantuan BAZNAS ini sangat membantu sekali,” ujar Kiai Noor.
Menurutnya, menjelang mudik Lebaran biasanya kebutuhan rumah tangga meningkat sehingga perawatan kendaraan sering kali tertunda. Padahal kondisi kendaraan yang baik menjadi faktor penting untuk keselamatan selama perjalanan jauh.
Ia juga menegaskan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi para pengemudi ojek online yang menjadikan sepeda motor sebagai penopang utama penghasilan mereka. Dengan adanya layanan gratis ini, mereka tetap dapat bekerja sekaligus mempersiapkan kendaraan untuk perjalanan mudik.
Kiai Noor juga mengungkapkan bahwa program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Bahkan saat peluncuran berlangsung, hampir setengah dari total kuota yang tersedia telah terisi.
“Insya Allah kalau memungkinkan dan ada kebijakan di akhir Ramadan, bisa saja kita tambah untuk membantu para pemudik, terutama teman-teman ojol. Pada program ini kita juga melibatkan 300 mustahik binaan Z-Auto BAZNAS,” jelasnya.
Program ini dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah dengan melibatkan BAZNAS provinsi maupun kabupaten/kota sebagai mitra pelaksana.
"Kami berharap program ini tidak hanya memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik, tetapi juga menjadi ladang keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat," ujar Kiai Noor.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa program ini memiliki dua manfaat utama, yaitu membantu keselamatan para pemudik sekaligus memberdayakan montir binaan program Z-Auto.
“BAZNAS konsen menjaga jiwa para pemudik atau ibnu sabil. Para pemudik ini adalah Ibnu Sabil. Mereka sedang dalam perjalanan untuk menjalin silaturahmi, berjuang untuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua), untuk bisa sungkem kepada orang tua. Bagian dari upaya kita adalah memastikan mereka berangkat dan pulang dengan selamat,” ujar Saidah.
Selain itu, program ini juga membuka kesempatan bagi para mekanik binaan Z-Auto untuk mengembangkan usaha mereka.
“Z-Auto akan mendapatkan banyak customer untuk dilayani, tetapi yang membayar adalah BAZNAS. Jadi dua mustahik ini bertemu dalam kebahagiaan. Montir binaan kita berkembang usahanya, dan para penerima manfaat yang dilayani juga bergembira karena gratis,” jelasnya.
Salah satu penerima manfaat program ini, Narto (45), pengemudi ojek online asal Jelambar, Jakarta Barat, mengaku sangat terbantu dengan adanya program servis gratis tersebut.
“Saya sebagai ojol merasa sangat terbantu. Program Z-Auto ini membantu teman-teman ojol, khususnya di wilayah Jakarta. Terima kasih untuk BAZNAS,” ujarnya.
BAZNAS berharap program ini dapat memberikan rasa aman bagi para pemudik serta menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat selama musim mudik Lebaran.
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate
Memahami Penetapan Nilai Nisab Zakat 2026: Antara Syariat, Keadilan, dan Kepastian Hukum
Penetapan nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 15 Tahun 2026 memunculkan berbagai diskusi di ruang publik. Di tengah perdebatan mengenai angka yang ditetapkan, terdapat tanggung jawab besar yang sebenarnya sedang dijaga, yakni memastikan zakat tetap berfungsi sebagai instrumen keadilan sosial yang membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus tidak memberatkan para muzaki.
Sejumlah spekulasi pun bermunculan, mulai dari anggapan bahwa BAZNAS mengubah ketentuan syariat hingga tudingan bahwa penetapan tersebut sekadar mengejar target penghimpunan dana zakat. Padahal, jika dicermati secara utuh, kebijakan ini justru merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ketentuan syariat, kepastian hukum, dan kondisi ekonomi masyarakat.
Memahami Perbedaan Nisab dan Nilai Nisab
Untuk memahami kebijakan ini secara jernih, penting terlebih dahulu membedakan antara nisab dan nilai nisab.
Nisab merupakan standar hukum dalam syariat Islam. Untuk zakat penghasilan dan jasa, nisab ditetapkan setara dengan 85 gram emas, sebagaimana tercantum dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 serta diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019.
Sementara itu, nilai nisab adalah konversi angka dalam rupiah yang mengikuti fluktuasi harga emas di pasar. Dengan demikian, yang ditetapkan oleh BAZNAS bukanlah perubahan terhadap ketentuan syariat, melainkan penentuan nilai konversi agar kewajiban zakat dapat dihitung secara objektif, jelas, dan seragam.
Dengan memahami perbedaan ini, dapat dilihat bahwa langkah BAZNAS justru bertujuan menjaga amanah pengelolaan zakat agar tetap sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan perundang-undangan.
Mandat Regulasi dalam Tata Kelola Zakat
Penetapan nilai nisab melalui Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 15 Tahun 2026 juga merupakan pelaksanaan dari mandat regulasi yang lebih tinggi. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, khususnya Pasal 4, disebutkan bahwa BAZNAS memiliki tugas menyusun pedoman pengelolaan zakat sebagai acuan nasional bagi seluruh pengelola zakat, termasuk lembaga amil zakat.
Artinya, keputusan ini hadir sebagai pedoman operasional untuk memperjelas implementasi dari fatwa dan regulasi yang sudah ada, bukan untuk mengubahnya. Standarisasi tersebut diperlukan agar tidak terjadi perbedaan penafsiran dalam praktik pengelolaan zakat di berbagai daerah.
Pandangan ini sejalan dengan pendapat pakar ekonomi syariah Irfan Syauqi Beik yang pernah disampaikan dalam sidang perkara No. 97/PUU-XXII/2024 di Mahkamah Konstitusi. Ia menekankan bahwa keterlibatan negara melalui regulasi zakat merupakan upaya untuk menjaga tata kelola yang baik serta meminimalisir konflik kepentingan dalam pengelolaan dana umat.
Menyikapi Polemik Standar Emas
Perdebatan mengenai penggunaan standar emas 14 karat dalam penetapan nilai nisab juga muncul di tengah masyarakat. Namun, polemik ini sering kali muncul karena kurangnya pemahaman terhadap praktik penetapan nisab di berbagai negara Muslim.
Kajian yang dilakukan oleh Pusat Kajian Strategis BAZNAS menunjukkan bahwa di berbagai yurisdiksi Muslim, emas 24 karat tidak selalu menjadi satu-satunya acuan. Bahkan beberapa otoritas zakat menggunakan standar emas dengan kadar berbeda, atau menggunakan perak sebagai dasar perhitungan.
Hal ini menunjukkan bahwa penentuan nilai nisab merupakan wilayah ijtihad yang dapat menyesuaikan dengan konteks ekonomi masing-masing negara.
Dalam sejarah pengelolaan zakat di Indonesia sendiri, standar nisab juga pernah mengalami perubahan. Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 sebelumnya menggunakan beras atau gabah sebagai acuan, kemudian melalui PMA Nomor 31 Tahun 2019 standar tersebut berubah menjadi emas setara 85 gram.
Tokoh zakat nasional Didin Hafidhuddin bahkan pernah menggunakan pendekatan analogi zakat pertanian karena dianggap lebih mendekati rasa keadilan bagi masyarakat.
Dalam konteks ini, penggunaan standar emas 14 karat oleh BAZNAS dapat dipahami sebagai bentuk ijtihad moderat yang tetap merujuk pada fatwa ulama dan regulasi pemerintah, sekaligus mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.
Melindungi Kelas Menengah Rentan
Penetapan nilai nisab 2026 juga dirancang dengan mempertimbangkan perlindungan terhadap kelompok masyarakat berpenghasilan menengah yang rentan.
Apabila standar yang digunakan terlalu rendah, misalnya menggunakan perak sebagai acuan, maka ambang batas wajib zakat dapat turun hingga di bawah Rp3 juta per bulan. Kondisi ini berpotensi membuat masyarakat dengan penghasilan terbatas ikut terbebani kewajiban zakat.
Karena itu dipilihlah standar yang lebih moderat, yakni setara sekitar Rp7,6 juta per bulan.
Jika dibandingkan dengan keputusan sebelumnya, Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 13 Tahun 2025 menetapkan nilai nisab sebesar Rp7.140.498 per bulan. Pada tahun 2026, angka tersebut meningkat menjadi sekitar Rp7.640.144 per bulan, atau naik sekitar 7 persen, mengikuti pergerakan harga emas global.
Pakar fikih muamalah Oni Sahroni menilai pendekatan ini sebagai pilihan moderat yang mempertimbangkan aspek kemaslahatan.
Menimbang Kebijakan dari Perspektif Keadilan
Dalam perspektif filsafat hukum, pemikiran Gustav Radbruch menyebutkan bahwa hukum memiliki tiga tujuan utama, yakni keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum.
Pendekatan ini relevan untuk memahami kebijakan penetapan nilai nisab zakat.
Pertama, dari sisi kepastian hukum. Penetapan nilai rupiah diperlukan agar kewajiban zakat dapat dilaksanakan secara konsisten di tengah fluktuasi harga emas yang terus berubah.
Kedua, dari sisi kemanfaatan. Penetapan nilai nisab membantu memastikan bahwa zakat dihimpun dari kelompok yang memang memiliki kemampuan ekonomi memadai, sehingga dana yang terkumpul dapat memberikan dampak nyata bagi para mustahik.
Ketiga, dari sisi keadilan. Keadilan dalam zakat bukan berarti menyeragamkan beban bagi semua orang, melainkan menyesuaikan kewajiban dengan kemampuan harta masing-masing.
Dalam kerangka ini, kebijakan penetapan nilai nisab tahun 2026 dapat dipandang sebagai upaya menjaga keseimbangan antara ketiga prinsip tersebut.
Penutup
Penetapan nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 bukanlah perubahan terhadap syariat. Nisab tetap setara dengan 85 gram emas sebagaimana ditetapkan dalam fatwa ulama dan regulasi pemerintah.
Yang dilakukan BAZNAS adalah menetapkan konversi nilai dalam rupiah dengan pendekatan yang moderat dan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.
Langkah ini menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara syariat, kepastian hukum, kemanfaatan sosial, dan rasa keadilan dalam pengelolaan zakat nasional.
Terkadang, keadilan memang tidak selalu lahir dari keputusan yang populer, tetapi dari keberanian untuk menetapkan kebijakan yang diyakini benar dan membawa kemaslahatan.
Penulis:Regina Fadjri Andira
(Artikel ini sebelumnya dipublikasikan di Republika.co.id)
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Bersama Dubes RI di Mesir Salurkan 5 Ambulans Bantuan Tempo Scan untuk Palestina
KAIRO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa lima unit ambulans yang merupakan donasi dari Tempo Scan kepada Kementerian Kesehatan Mesir. Penyerahan bantuan ini berlangsung di kantor Egyptian Ambulance Authority, Kairo, pada Selasa (3/3/2026).
Ambulans tersebut direncanakan segera dioperasikan di wilayah perbatasan Rafah, guna memperkuat layanan kesehatan darurat bagi warga Gaza yang membutuhkan penanganan medis cepat di tengah situasi krisis kemanusiaan yang masih berlangsung.
Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, sebagai representasi Pemerintah Indonesia dalam mendukung upaya bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Noor Achmad, menyampaikan bahwa bantuan ambulans tersebut merupakan hasil kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga filantropi Islam dalam merespons kondisi darurat kemanusiaan yang dialami masyarakat Palestina.
Menurutnya, bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat Indonesia terhadap saudara-saudara di Palestina.
“Alhamdulillah amanah dari Tempo Scan melalui BAZNAS telah sampai di Kairo. Ambulans ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Indonesia kepada saudara-saudara kita di Palestina. Kami berharap armada ini dapat mempercepat akses layanan medis bagi korban yang membutuhkan evakuasi darurat di wilayah perbatasan Rafah,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya.
Duta Besar RI untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, juga menyampaikan rasa bangga atas sinergi yang terjalin antara lembaga filantropi dan sektor swasta Indonesia dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan internasional.
Ia mengapresiasi peran BAZNAS yang terus menjadi jembatan kebaikan bagi masyarakat Indonesia dalam menyalurkan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai belahan dunia.
“Saya sangat bangga atas upaya BAZNAS dan Tempo Scan yang berhasil menghadirkan lima ambulans untuk membantu pelayanan kesehatan melalui Egyptian Ambulance Authority. Semoga bantuan ini memberikan manfaat besar bagi rakyat Palestina yang sedang menghadapi situasi sulit,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Kesehatan Mesir, Amrou Rashid, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS, Tempo Scan, serta masyarakat Indonesia atas bantuan yang diberikan.
Ia menilai bantuan tersebut mencerminkan kuatnya solidaritas kemanusiaan serta kepedulian antarbangsa dalam membantu masyarakat yang sedang mengalami krisis.
Otoritas ambulans Mesir memastikan bahwa kelima unit ambulans tersebut akan segera dimobilisasi untuk memperkuat pelayanan kesehatan di titik-titik krusial wilayah perbatasan Rafah, terutama dalam mendukung evakuasi medis bagi warga Gaza yang membutuhkan penanganan darurat.
Bantuan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Indonesia dalam mendukung upaya kemanusiaan global sekaligus memperkuat solidaritas bagi rakyat Palestina yang tengah menghadapi situasi kemanusiaan yang berat.
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate
Kolaborasi BAZNAS dan Alfamart Salurkan 5 Ambulans dan 13.751 Paket Ramadan Bahagia untuk Masyarakat Prasejahtera
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk menyalurkan bantuan berupa lima unit ambulans serta 13.751 Paket Ramadan Bahagia (PRB) bagi masyarakat prasejahtera di berbagai wilayah Indonesia. Bantuan tersebut merupakan hasil Sedekah Konsumen Alfamart dengan total nilai mencapai Rp10.232.245.768 yang akan disalurkan ke 36 provinsi di Indonesia.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Corporate Affairs Director Alfamart Solihin kepada Ketua BAZNAS RI Noor Achmad di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Zainulbahar Noor.
Bantuan tersebut merupakan hasil pengumpulan dana sedekah konsumen Alfamart selama empat bulan, yaitu pada periode Juni–Juli serta November–Desember, yang dihimpun melalui donasi kembalian konsumen di gerai-gerai Alfamart di seluruh Indonesia.
Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, mengapresiasi konsistensi Alfamart dalam menjalin kolaborasi sosial bersama BAZNAS selama beberapa tahun terakhir. Ia menyampaikan bahwa tren pengumpulan dana sedekah konsumen melalui Alfamart terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah, Alfamart sudah bekerja sama dengan kami beberapa tahun ini dan konsisten. Dari tahun pertama hingga saat ini dan ternyata meningkat terus. Ini menunjukkan bahwa konsumen percaya menitipkan sedekahnya melalui Alfamart untuk disalurkan oleh BAZNAS,” ujar Kiai Noor.
“Artinya, dengan kekuatan yang demikian, Alfamart tidak mungkin ditinggalkan oleh para konsumennya. Justru akan semakin kuat, apalagi jika terus menjalin kerja sama dengan BAZNAS,” ujar Kiai Noor.
Ia menjelaskan, bantuan Paket Ramadan Bahagia akan diprioritaskan bagi pekerja rentan dan pelaku UMKM, penyandang disabilitas, masyarakat miskin ekstrem, panti asuhan dan yayasan dhuafa, serta tenaga pendidik dan para dai di berbagai daerah.
Sementara itu, lima unit ambulans akan ditempatkan di sejumlah daerah, di antaranya Rumah Sehat BAZNAS Jawa Barat, Jakarta Timur, Bulukumba, Jepara, Pelalawan, Karanganyar, dan Palu, dengan total target penerima manfaat mencapai 85.398 jiwa.
Menurut Kiai Noor, kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Konsumen Alfamart, kata dia, tidak ragu menyisihkan kembalian belanja yang nilainya bahkan kurang dari Rp500, karena percaya dana tersebut akan dikelola secara amanah dan profesional oleh BAZNAS.
"Artinya kolaborasi antara Alfamart dan BAZNAS dipercaya oleh masyarakat," ucap Kiai Noor.
Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak sosial yang lebih luas, tidak hanya pada momentum Ramadan tetapi juga sepanjang tahun.
Sementara itu, Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan BAZNAS RI dalam menyalurkan amanah masyarakat melalui program sedekah konsumen.
“Ini adalah kehormatan bagi kami. Dana yang terkumpul kami pastikan disalurkan kepada para penerima yang berhak melalui BAZNAS. Hari ini kita menyaksikan bagaimana amanah itu dikelola secara profesional dan tepat sasaran,” ujar Solihin.
Ia menambahkan, kolaborasi ini bukan sekadar program bantuan, tetapi merupakan komitmen jangka panjang untuk menghadirkan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan.
“Orang Indonesia luar biasa. Ketika berdonasi untuk hal yang bermakna dan diyakini tepat sasaran, mereka dengan ikhlas memberikan. Kami mengapresiasi seluruh konsumen Alfamart. Tanpa mereka, program ini tidak mungkin terwujud. Terima kasih konsumen setia Alfamart,” katanya.
Sebagai bagian dari jaringan pengelolaan zakat nasional, BAZNAS Kota Cirebon juga terus mendorong kolaborasi bersama berbagai pihak untuk memperkuat program penyaluran zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Kota Cirebon.
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Salurkan Ribuan Makanan Siap Saji untuk Warga Gaza, Wujud Solidaritas Ramadan untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan global dengan menyalurkan bantuan makanan siap saji (hotmeals) bagi warga Palestina yang terdampak konflik. Hingga akhir Februari 2026, sebanyak 2.500 porsi makanan dari target total 4.000 porsi telah berhasil didistribusikan kepada masyarakat di wilayah Gaza.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik pengungsian yang terdampak krisis kemanusiaan, antara lain Al Sahabini Camp, kawasan Al Falogah (Al Sultan Camp) di Gaza Utara, serta wilayah Deir El Balah di Jalur Gaza. Bantuan ini menjangkau ribuan warga yang masih berjuang menghadapi keterbatasan akses pangan akibat konflik berkepanjangan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menjelaskan bahwa program bantuan makanan siap saji ini merupakan amanah dari para muzaki dan masyarakat Indonesia yang terus menunjukkan solidaritas kepada rakyat Palestina.
"Alhamdulillah, BAZNAS RI kembali hadir di tengah saudara-saudara kita di Palestina. Distribusi paket makanan siap saji ini merupakan upaya nyata kami untuk memastikan warga terdampak, terutama mereka yang berada di kamp pengungsian, mendapatkan asupan gizi yang layak. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat memberikan kekuatan bagi mereka dalam menjalani ibadah di bulan Ramadan," ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Menurut Saidah, distribusi bantuan akan terus dilanjutkan secara bertahap hingga mencapai target 4.000 porsi makanan siap saji, dengan fokus utama pada wilayah Gaza Utara dan kawasan Gaza Strip, yang saat ini menghadapi kondisi krisis pangan cukup berat.
"BAZNAS tidak akan berhenti menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Palestina. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi mereka melalui berbagai program, mulai dari bantuan pangan, kesehatan, hingga kebutuhan mendesak lainnya. Inilah bentuk solidaritas tak terbatas bangsa Indonesia untuk kemanusiaan," tambahnya.
Sepanjang aksi distribusi yang berlangsung pada 22–23 Februari 2026, sebanyak 2.500 warga penerima manfaat telah merasakan langsung bantuan makanan siap saji yang disalurkan oleh BAZNAS.
Sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan zakat nasional, BAZNAS Kota Cirebon turut mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi Palestina melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS.
Mari lanjutkan aksi nyata ini dengan membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS.
Rekening Donasi :BSI 1034035292a.n. BAZNAS Kota Cirebon
Atau dapat disalurkan melalui laman resmi BAZNAS untuk program kemanusiaan Palestina.
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Salurkan 100.000 Liter Air Bersih untuk Warga Gaza, Wujud Solidaritas Ramadan untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina dengan mendistribusikan 100.000 liter air bersih di wilayah Al Jalaa, Gaza. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 2.500 warga Palestina yang saat ini menghadapi krisis air akibat konflik berkepanjangan.
Program kemanusiaan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam menghadirkan bantuan dasar bagi masyarakat terdampak di Palestina, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan.
Ketua BAZNAS RI Noor Achmad menyampaikan rasa syukur atas tersalurkannya bantuan air bersih yang menjadi kebutuhan sangat mendesak bagi masyarakat Gaza.
“Alhamdulillah telah dilaksanakan penyaluran air bersih, ini merupakan kebutuhan vital yang tidak bisa ditunda pemenuhannya, terlebih dalam kondisi darurat akibat konflik berkepanjangan dan di bulan suci Ramadan ini," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, distribusi air bersih tersebut juga menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat Indonesia terhadap rakyat Palestina yang terus menghadapi berbagai keterbatasan akibat konflik yang berkepanjangan.
Kiai Noor menggambarkan suasana haru yang sering terlihat saat proses penyaluran air bersih berlangsung. Warga Gaza dari berbagai kalangan datang membawa berbagai wadah sederhana untuk mendapatkan air bersih yang layak dikonsumsi.
“Ada pemandangan mengharukan setiap kali BAZNAS RI menyalurkan bantuan air bersih. Anak-anak, remaja, hingga lansia berbondong-bondong membawa jerigen, botol bekas, ember bekas, atau apapun yang dapat mereka gunakan untuk menampung dan membawa air bersih ke rumah-rumah mereka,” ungkapnya.
“Mereka rela antre di depan truk-truk tangki air demi mendapatkan air yang layak dikonsumsi,” ujar Kiai Noor.
Ia menegaskan, BAZNAS akan terus berkomitmen menyalurkan bantuan air bersih untuk membantu masyarakat Palestina mengatasi krisis air yang terjadi di wilayah Gaza.
Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, program distribusi air bersih ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat solidaritas masyarakat Indonesia terhadap perjuangan dan kemanusiaan di Palestina.
“Kami berharap apa yang telah disalurkan dapat membawa manfaat bagi warga Palestina dan membantu mereka mengatasi kesulitan,” kata dia.
Ucapan terima kasih pun terus mengalir dari warga Palestina kepada masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan kemanusiaan melalui berbagai program bantuan.
“Terima kasih Indonesia atas air bersihnya,” ujar warga Palestina.
Ke depan, BAZNAS RI akan terus memantau perkembangan situasi di Gaza dengan fokus memastikan kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan, air bersih, dan layanan kesehatan tetap dapat terpenuhi.
Sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan zakat nasional, BAZNAS Kota Cirebon juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi Palestina melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS.
Masyarakat yang ingin turut berpartisipasi dapat menyalurkan donasi melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS guna membantu meringankan beban masyarakat Gaza yang terdampak konflik.
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate
Kinerja Pengelolaan Zakat Nasional Meningkat, BAZNAS Berhasil Tekan Angka Kemiskinan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia mencatat peningkatan kinerja dalam pengelolaan zakat nasional sepanjang tahun 2025. Hal tersebut terlihat dari capaian Indeks Zakat Nasional (IZN) versi 3.0 yang mencapai nilai 0,57 dan berada pada kategori stabil.
Capaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan secara profesional mampu memberikan dampak nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Informasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Public Expose Hasil Perhitungan Indeks Zakat Nasional dan Kaji Dampak Zakat 2026 yang diselenggarakan secara daring pada Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini menghadirkan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Zainulbahar Noor, serta Direktur Kajian dan Pengembangan BAZNAS RI Muhammad Hasbi Zaenal.
Berdasarkan data yang dipaparkan, pengelolaan zakat secara nasional sepanjang tahun 2025 tercatat mampu membantu 302.994 jiwa keluar dari kemiskinan. Dari jumlah tersebut, 113.134 jiwa berasal dari kelompok miskin ekstrem, dengan kontribusi sebesar 5,84 persen terhadap total pengentasan kemiskinan nasional pada tahun yang sama.
Sementara itu, secara langsung BAZNAS RI turut berkontribusi dalam membantu 18.035 jiwa keluar dari kemiskinan melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Zainulbahar Noor menegaskan bahwa pengelolaan zakat memiliki tujuan utama dalam mendorong pengentasan kemiskinan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
“Melalui Indeks Zakat Nasional ini, kita tidak hanya mengukur penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sistem yang kita miliki serta dampaknya secara terukur. Setiap rupiah dana muzaki harus dapat dipertanggungjawabkan secara syariah, profesional, serta memberikan perubahan nyata secara sosial dan ekonomi,” tegasnya.
Ia menambahkan, tanpa adanya instrumen seperti IZN, lembaga zakat akan kesulitan menjelaskan secara sederhana kepada publik mengenai dampak konkret zakat terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Zainulbahar berharap Indeks Zakat Nasional dapat semakin dikenal luas dan menjadi rujukan penting, tidak hanya di lingkungan BAZNAS tetapi juga bagi pemerintah, akademisi, serta berbagai lembaga lainnya. Bahkan, ia berharap IZN dapat dipertimbangkan dalam penyusunan indeks pembangunan ekonomi syariah nasional.
Sementara itu, Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS DSKL Nasional Muhammad Hasbi Zaenal menjelaskan bahwa IZN merupakan satu-satunya instrumen resmi yang digunakan BAZNAS untuk memotret kualitas serta performa pengelolaan zakat di seluruh wilayah Indonesia.
Ia mengatakan, nilai IZN dihitung mulai dari tingkat kabupaten/kota, kemudian diakumulasi pada tingkat provinsi hingga menghasilkan nilai agregat secara nasional.
“Nilai IZN nasional adalah hasil akumulasi dari seluruh nilai IZN kabupaten, kota, dan provinsi. Dari hasil tersebut, kita dapat melihat wilayah yang nilainya baik, sedang, maupun masih rendah sebagai gambaran kualitas pengelolaan zakat di masing-masing daerah,” kata Hasbi.
Pada tahun 2025, partisipasi pengisian Indeks Zakat Nasional tercatat mencapai 426 lembaga, menjadi capaian tertinggi sejak implementasi IZN dimulai pada tahun 2016.
"Semakin banyaknya partisipasi lembaga maka hasil pengukuran, maka semakin dapat menggambarkan kondisi sebenarnya," ujarnya.
Hasbi berharap hasil pengukuran IZN 2025 dapat menjadi instrumen evaluasi berkelanjutan sekaligus memperkuat peran zakat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia pada tahun 2026 dan tahun-tahun mendatang.
Sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan zakat nasional, BAZNAS Kota Cirebon juga terus berkomitmen mendorong optimalisasi pengumpulan serta pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat dan mengurangi angka kemiskinan di daerah.
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.
Lihat Daftar Rekening →