WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Cirebon Buka Pendaftaran Beasiswa Sahaja 2026 Tahap 2, Prioritas Warga Kota Cirebon dan Mahasiswa Cirebon Raya

KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali membuka Pendaftaran Tahap 2 Program Beasiswa Sahaja Tahun 2026. Pembukaan kembali pendaftaran ini dilakukan karena kuota penerima beasiswa masih belum terpenuhi, sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi mahasiswa yang belum sempat mengikuti seleksi tahap sebelumnya.

Program Beasiswa Sahaja merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Kota Cirebon dalam bidang pendidikan yang memberikan dukungan biaya pendidikan hingga lulus, disertai pembinaan karakter, kepemimpinan, dan penguatan nilai sosial keislaman.

Pada pembukaan Tahap 2 ini, BAZNAS Kota Cirebon menegaskan bahwa program Beasiswa Sahaja diprioritaskan khusus bagi warga Kota Cirebon yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi wilayah Cirebon Raya.

Timeline Beasiswa SAHAJA BAZNAS Tahun 2026

10 April 2026

Sosialisasi dan Pengumuman Program Beasiswa SAHAJA

10–20 April 2026

Penerimaan Berkas Pendaftaran Tahap I di Kantor BAZNAS Kota Cirebon

23 April 2026

Pengumuman Lolos Seleksi Administrasi Tahap I

24 April–4 Mei 2026

Assessment Kelayakan Mustahik oleh Tim BAZNAS Kota Cirebon

12–21 Mei 2026

Pembukaan Pendaftaran Tahap II

22 Mei 2026

Pengumuman Hasil Assessment Tahap I dan Pengumuman Lolos Seleksi Administrasi Tahap II

25 Mei 2026

Pengumuman Hasil Assessment Kelayakan Tahap II

26 Mei 2026

Pelaksanaan Tes Tertulis dan Wawancara di Kantor BAZNAS Kota Cirebon

29 Mei 2026

Pengumuman Hasil Akhir Seleksi Calon Penerima Beasiswa SAHAJA

Jadwal Menyusul

Pengarahan dan Penandatanganan MoU bagi Peserta yang Lolos Seleksi

 

Program ini ditujukan bagi mahasiswa aktif minimal semester 2 saat mendaftar, memiliki keterbatasan ekonomi, serta memenuhi seluruh ketentuan program yang telah ditetapkan.

Selain bantuan pendidikan, penerima Beasiswa Sahaja nantinya juga akan mendapatkan pembinaan dan diarahkan untuk memiliki kepedulian sosial melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan kerelawanan BAZNAS Kota Cirebon.

Persyaratan Utama Beasiswa Sahaja 2026 Tahap 2

Berikut beberapa syarat utama yang wajib dipenuhi calon pendaftar:

  1. 1. Mahasiswa aktif minimal semester 2 saat mendaftar
  2. 2. Berdomisili di Kota Cirebon
  3. 3. Berkuliah di perguruan tinggi/universitas wilayah Cirebon Raya
  4. 4. IPK minimal 3,00
  5. 5. Memiliki keterbatasan ekonomi yang dibuktikan dengan SKTM
  6. 6. Belum menikah
  7. 7. Bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi dan pembinaan program
  8. 8. Laki-laki tidak merokok dan perempuan menggunakan hijab
  9. 9. Bantuan diberikan hingga maksimal semester 8

 

Dokumen yang Wajib Disiapkan

Calon pendaftar wajib melengkapi dokumen berikut:

  1. 1. Formulir pendaftaran
  2. 2. Pas foto ukuran 4x6 (2 lembar)
  3. 3. Fotokopi KK
  4. 4. Fotokopi KTP dan Kartu Mahasiswa
  5. 5. Surat aktif kuliah
  6. 6. Slip gaji atau surat penghasilan orang tua
  7. 7. Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)
  8. 8. Fotokopi SPPT/PBB
  9. 9. Foto rumah tampak depan dan ruang tamu
  10. 10. Surat domisili
  11. 11. Transkrip nilai semester 1

 

Formulir dan dokumen persyaratan dapat diunduh melalui link berikut:

https://drive.google.com/drive/folders/1Lh-eXI8Sb31avl-NF9cuYa9ts-GHHaz2?usp=sharing

Cara Pendaftaran Beasiswa Sahaja 2026 Tahap 2

Agar tidak gagal pada tahap administrasi, calon pendaftar diwajibkan mengikuti prosedur berikut:

  1. 1. Unduh formulir dan pelajari seluruh ketentuan program
  2. 2. Lengkapi seluruh dokumen sesuai persyaratan
  3. 3. Daftar Online dan Upload dokumen Pendaftaran melalui link pendaftaran berikut:

https://forms.gle/FnPZsEsueWMxpA9H8

 

Seluruh berkas wajib dijilid rapi sesuai urutan

Berkas fisik wajib dikirim langsung oleh pendaftar ke:

Kantor BAZNAS Kota Cirebon Jl. Kanggraksan No. 57 Kel. Harjamukti, Kec. Harjamukti Kota Cirebon

 

Pengiriman Berkas tidak boleh diwakilkan

Peserta menunggu proses seleksi dan pengumuman resmi dari BAZNAS Kota Cirebon

Hasil seleksi nantinya akan diumumkan melalui website dan media sosial resmi BAZNAS Kota Cirebon.

 

Tips Agar Tidak Gugur Administrasi

BAZNAS Kota Cirebon juga mengimbau calon peserta agar lebih teliti dalam proses pendaftaran. Beberapa penyebab umum peserta gagal pada tahap administrasi di antaranya:

  1. 1. Dokumen tidak lengkap
  2. 2. Tidak memenuhi syarat utama
  3. 3. Salah prosedur pengumpulan berkas
  4. 4. Tidak membaca ketentuan secara menyeluruh

Karena itu, peserta diminta memastikan seluruh data dan dokumen telah sesuai sebelum dikirimkan.

Program Beasiswa Sahaja 2026 menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat memberikan dampak jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan generasi muda yang unggul, mandiri, dan peduli terhadap masyarakat.

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui:

0851-8687-2027 (Chat Only)

Pendaftaran Beasiswa Sahaja 2026 Tahap 2 tidak dipungut biaya apapun (gratis). Segera siapkan berkas terbaikmu dan raih kesempatan mendapatkan dukungan pendidikan hingga lulus bersama BAZNAS Kota Cirebon.

12/05/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid Ad-Dzikra di Lingkungan Polres Cirebon Kota

CIREBON – Badan Amil Zakat Nasioanal (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sarana ibadah melalui penyaluran bantuan untuk pembangunan Masjid Ad-Dzikra yang berlokasi di lingkungan Polres Cirebon Kota, Senin (11/05/2026).

Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, kepada Kapolres Cirebon Kota sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan fasilitas keagamaan bagi anggota kepolisian serta masyarakat sekitar.

Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan umat, khususnya dalam mendukung pembangunan tempat ibadah yang representatif.

“Melalui bantuan ini, kami berharap proses pembangunan Masjid Ad-Dzikra dapat berjalan lancar dan segera dimanfaatkan sebagai pusat ibadah serta pembinaan spiritual,” ujarnya.

Diketahui, Polres Cirebon Kota juga merupakan salah satu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang terdaftar di BAZNAS Kota Cirebon dan secara konsisten menunaikan zakat penghasilan anggotanya melalui BAZNAS Kota Cirebon. Sinergi ini menjadi contoh kolaborasi yang baik antara lembaga zakat dan institusi pemerintah dalam mendukung kesejahteraan umat.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. menyambut baik bantuan tersebut dan mengapresiasi sinergi yang telah terjalin. Kapolres Cirebon Kota menyampaikan bahwa bantuan ini sangat membantu percepatan pembangunan masjid.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS Kota Cirebon atas bantuan yang diberikan untuk pembangunan Masjid Ad-Dzikra di lingkungan kami. Bantuan ini sangat berarti dalam mempercepat proses pembangunan masjid yang nantinya akan digunakan oleh anggota kepolisian dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan masjid ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ibadah sekaligus pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh personel.

“Masjid ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai sarana pembinaan rohani bagi anggota kami agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dengan landasan nilai-nilai keimanan,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihak Polres Cirebon Kota juga menegaskan komitmennya sebagai UPZ aktif di bawah naungan BAZNAS Kota Cirebon.

“Kami juga berkomitmen untuk terus menunaikan zakat penghasilan anggota melalui BAZNAS Kota Cirebon sebagai bentuk kepedulian sosial dan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Semoga sinergi ini terus terjalin dan memberikan manfaat yang luas,” tutupnya.

Masjid Ad-Dzikra diharapkan dapat menjadi sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan, sekaligus mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat. Program ini menjadi salah satu wujud nyata peran BAZNAS dalam mendukung pembangunan sosial-keagamaan di Kota Cirebon.

11/05/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon dan BAWASLU Jajaki Pembentukan UPZ serta Penguatan Kolaborasi Kemaslahatan Umat

KOTA CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menerima kunjungan silaturahmi dari Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kota Cirebon dalam rangka pembahasan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) serta rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua lembaga, Kamis (07/05/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal sinergi antara BAZNAS dan BAWASLU Kota Cirebon dalam memperkuat kolaborasi kelembagaan, khususnya dalam mendukung program kemaslahatan umat melalui optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, menyambut baik inisiasi tersebut dan menyampaikan kesiapan BAZNAS untuk mendukung berbagai program yang dijalankan BAWASLU Kota Cirebon.

“BAZNAS siap berkolaborasi dan akan support kegiatan BAWASLU Kota Cirebon,” ujar H. Hamdan.

Sementara itu, Ketua BAWASLU Kota Cirebon, Devi Siti Sihatul Agiah, S.H., S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa BAWASLU memiliki semangat yang sejalan dengan BAZNAS dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“BAWASLU memiliki semangat yang sama tentang kemaslahatan umat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara BAWASLU dan BAZNAS Kota Cirebon diyakini akan memberikan dampak positif yang luas, terutama dalam mendukung penguatan demokrasi yang lebih berintegritas dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Cirebon turut mengapresiasi langkah progresif yang dilakukan BAWASLU Kota Cirebon. Menurutnya, apabila MoU dan pembentukan UPZ ini terealisasi, maka BAWASLU Kota Cirebon akan menjadi BAWASLU pertama di Jawa Barat yang membentuk UPZ bersama BAZNAS.

“Ini menjadi langkah luar biasa. Jika MoU ini terlaksana, maka BAWASLU Kota Cirebon menjadi satu-satunya di Jawa Barat yang menjadi UPZ dan dapat menjadi pelopor secara nasional,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara lembaga pengawas demokrasi dan lembaga pengelola zakat dalam menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat Kota Cirebon.

07/05/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Ketua BAZNAS Kota Cirebon Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon

Kota Cirebon — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon yang digelar di Ruang Rapat Griya Sawala DPRD Kota Cirebon, Rabu (06/05/2026).

Rapat paripurna tersebut merupakan agenda penting dalam rangka penyerahan rekomendasi DPRD Kota Cirebon terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan legislatif guna memastikan tata kelola pemerintahan berjalan secara transparan dan akuntabel.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio, menyampaikan bahwa rekomendasi yang diberikan merupakan hasil pembahasan Panitia Khusus (Pansus) terhadap capaian kinerja pemerintah daerah sepanjang tahun 2025. Proses penyusunan rekomendasi tersebut mengacu pada ketentuan dari Kementerian Dalam Negeri yang mengharuskan DPRD memberikan catatan strategis paling lambat 30 hari setelah LKPJ diterima.

Turut hadir dalam rapat tersebut Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kota Cirebon, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.

Kehadiran Ketua BAZNAS Kota Cirebon dalam forum ini menjadi bentuk dukungan terhadap sinergi lintas sektor dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang baik, khususnya dalam upaya penguatan transparansi dan akuntabilitas yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BAZNAS Kota Cirebon terus berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah daerah, terutama dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

06/05/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Lebih dari 1100 Warga Terima Bantuan BAZNAS Cirebon, dari Sembako hingga Modal Usaha

CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menunjukkan peran strategisnya dalam memperkuat jaring pengaman sosial melalui penyaluran bantuan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada masyarakat. Kegiatan pentasyarufan ini dilaksanakan di Islamic Centre At-Taqwa Cirebon, Selasa (05/05/2026), dengan menjangkau lebih dari seribu penerima manfaat dari berbagai lapisan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Cirebon menyalurkan 1.000 paket sembako kepada Imam Masjid, Marbot, Guru Ngaji, dan Petugas Pengangkut Sampah. Selain itu, turut disalurkan bantuan biaya pendidikan kepada 21 penerima, modal usaha kepada 49 penerima, 5 unit kursi roda, serta bantuan keranda untuk kebutuhan sosial kemasyarakatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio, Kabag Kesra Setda Kota Cirebon H. Rokila, Ketua MUI Kota Cirebon KH. Samsudin, Kasi Zakat Wakaf Kementerian Agama H. Abdul Wasi, serta perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio, menyampaikan apresiasi atas peran aktif BAZNAS dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami melihat hari ini BAZNAS Kota Cirebon telah mampu menjawab berbagai kebutuhan dan keresahan masyarakat, khususnya di Kota Cirebon. Program-program yang dilaksanakan sangat baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata. Oleh karena itu, kami mendukung penuh seluruh program BAZNAS Kota Cirebon tanpa pengecualian,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan lima program utama BAZNAS yang menyasar berbagai aspek kebutuhan masyarakat.

“Pada hari ini, BAZNAS Kota Cirebon melaksanakan pendistribusian melalui lima program utama BAZNAS, dengan total 1.143 penerima manfaat. Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, biaya pendidikan, kursi roda, keranda, hingga modal usaha, yang seluruhnya bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dan dikelola oleh BAZNAS Kota Cirebon,” ujarnya.

“Kami berharap kehadiran BAZNAS dapat terus memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga mereka dapat meningkatkan taraf hidup, menjadi lebih mandiri, dan pada akhirnya mencapai kesejahteraan,” tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan manfaat zakat.

Program bantuan modal usaha yang disalurkan dalam kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis usaha kecil. Di sisi lain, bantuan pendidikan diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dengan total lebih dari 1.000 penerima manfaat, kegiatan ini menegaskan posisi BAZNAS sebagai lembaga yang tidak hanya menjalankan fungsi distribusi, tetapi juga sebagai motor penggerak pemberdayaan dan penguatan ekonomi umat di tingkat daerah.

Mari sahabat ikut membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan dengan menunaikan Zakat, Infak, Sedekah di BAZNAS Kota Cirebon dengan cara Kunjungi Kantor BAZNAS di Jl. Kanggraksan No.57 Kota Cirebon atau melalui Kantor Digital, klik tombol dibawah ini:

 

04/05/2026 | Kontributor: Admin | Akate

Berita Terbaru

Solidaritas Ramadan untuk Palestina, Badan Amil Zakat Nasional Salurkan 2.400 Paket Pakaian bagi Pengungsi di Gaza
Solidaritas Ramadan untuk Palestina, Badan Amil Zakat Nasional Salurkan 2.400 Paket Pakaian bagi Pengungsi di Gaza
Cirebon – Semangat solidaritas kemanusiaan dari masyarakat Indonesia terus mengalir bagi warga Palestina. Melalui program kemanusiaan Ramadan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 2.400 paket pakaian baru bagi para pengungsi di wilayah Gaza City. Bantuan tersebut didistribusikan di dua titik pengungsian utama, yakni Al Zahraa Camp dan Palestine Camp, yang saat ini menjadi tempat tinggal sementara bagi warga yang terdampak konflik berkepanjangan di wilayah tersebut. Program bantuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS dalam menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah masyarakat Indonesia kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai belahan dunia, termasuk Palestina. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa ribuan pakaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen masyarakat Indonesia. "Kami terus berupaya memastikan bantuan dari para muzaki sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan. Distribusi pakaian di Al Zahraa dan Palestine Camp ini adalah langkah konkret untuk memberikan kenyamanan dan menjaga martabat saudara-saudara kita di Gaza yang telah kehilangan harta bendanya," jelas Saidah Sakwan dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/3/2026). Dalam proses penyaluran bantuan, BAZNAS juga menggandeng mitra lokal di lapangan untuk memastikan distribusi berjalan aman dan tepat sasaran, mengingat kondisi di wilayah Gaza yang masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat konflik. Adapun penerima manfaat program ini diprioritaskan bagi kelompok yang paling rentan di pengungsian, seperti anak-anak dan lansia, yang membutuhkan dukungan kemanusiaan secara lebih intensif. Lebih lanjut Saidah menegaskan bahwa komitmen BAZNAS terhadap Palestina akan terus berlanjut melalui berbagai program bantuan kemanusiaan. "Bantuan ini bukan sekadar angka 2.400 paket pakaian, melainkan pesan solidaritas bahwa Palestina tidak sendirian. BAZNAS akan terus mengawal amanah rakyat Indonesia dalam program kemanusiaan berkelanjutan, baik dalam bentuk pangan, sandang, maupun pelayanan kesehatan di masa mendatang," katanya. BAZNAS juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menyalurkan dukungan terbaik bagi rakyat Palestina melalui program Dompet Solidaritas Palestina. Sebagai bagian dari keluarga besar BAZNAS di daerah, BAZNAS Kota Cirebon turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyalurkan zakat, infak, dan sedekah guna membantu saudara-saudara di Palestina yang tengah menghadapi situasi kemanusiaan yang sulit. Donasi kemanusiaan untuk Palestina dapat disalurkan melalui rekening berikut: BSI 1034035292a.n. BAZNAS Kota Cirebon atau melalui laman resmi:
BERITA05/03/2026 | Admin | Akate
Badan Amil Zakat Nasional Salurkan Alat Bantu Dengar Gratis bagi Anak Disabilitas Prasejahtera di Tebet
Badan Amil Zakat Nasional Salurkan Alat Bantu Dengar Gratis bagi Anak Disabilitas Prasejahtera di Tebet
Jakarta Selatan — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menghadirkan kepedulian nyata bagi kaum rentan dengan menyalurkan alat bantu dengar kepada anak penyandang disabilitas rungu dan wicara dari keluarga prasejahtera di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Bantuan tersebut diberikan kepada Amirah, seorang siswi sekolah menengah pertama yang sejak kecil mengalami gangguan pendengaran. Ia tinggal bersama ibunya di sebuah rumah kos di kawasan Tebet Dalam. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat kebutuhan alat bantu dengar yang layak belum dapat terpenuhi. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan dana zakat untuk kemaslahatan umat, khususnya penyandang disabilitas dari keluarga kurang mampu. “Ini adalah bentuk keberpihakan BAZNAS kepada kaum rentan. Zakat yang dititipkan para muzaki kami salurkan secara tepat sasaran, salah satunya melalui bantuan alat bantu pendengaran bagi anak dari keluarga prasejahtera,” ujarnya, Senin (2/3/2026). Menurutnya, gangguan pendengaran sering menjadi hambatan besar dalam aktivitas sehari-hari, proses pendidikan, hingga kesempatan sosial yang lebih luas. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut berpotensi memperburuk situasi ekonomi keluarga. Akses terhadap alat bantu dengar yang berkualitas masih menjadi tantangan karena harganya relatif mahal. Sementara itu, ibu Amirah bekerja sebagai penjaga sekaligus petugas kebersihan rumah kos dengan penghasilan terbatas. “Keterbatasan ekonomi membuat keluarga belum mampu menyediakan alat bantu dengar yang memadai. Akibatnya, Amirah kerap mengalami kesulitan saat mengikuti pelajaran di kelas maupun berkomunikasi dengan lingkungan sekitar,” jelas Saidah. Kini, setelah mendapatkan alat bantu dengar baru, Amirah dapat mendengar suara dengan lebih jelas. Responsnya terhadap percakapan meningkat dan proses belajarnya menjadi lebih terbantu. “Alhamdulillah, dengan alat bantu dengar ini Amirah menjadi lebih percaya diri dan lebih fokus saat belajar. Kami berharap ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih baik,” tambahnya. BAZNAS menegaskan akan terus memperluas jangkauan program bantuan bagi penyandang disabilitas di berbagai daerah di Indonesia. Dukungan tersebut tidak hanya menyasar aspek kesehatan, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan dan kepercayaan diri penerima manfaat. “Kami ingin memastikan setiap anak Indonesia, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita,” tutup Saidah. Penyaluran ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membuka akses harapan dan masa depan bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA04/03/2026 | Admin | Akate
Berkah Ramadan, UMKM Binaan Badan Amil Zakat Nasional Raup Omzet Rp16 Juta Lewat Program BMD
Berkah Ramadan, UMKM Binaan Badan Amil Zakat Nasional Raup Omzet Rp16 Juta Lewat Program BMD
Demak, Jawa Tengah — Ramadan 2026 membawa keberkahan bagi Silvyani (54), pelaku usaha makanan ringan dan kue kering asal Bintoro, Kabupaten Demak. Berkat dukungan permodalan dari program BAZNAS Microfinance Desa (BMD), ia mampu meraih omzet hingga Rp16 juta selama bulan suci. Silvyani merupakan mustahik binaan BAZNAS RI yang menjalankan usaha aneka makanan ringan seperti mete goreng, egg roll, bawang goreng, hingga kue kering khas Lebaran seperti nastar. Produk-produknya dipasarkan ke lingkungan sekitar serta memenuhi pesanan dari perkantoran dan relasi pribadi untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri. Momentum Ramadan menjadi titik lonjakan permintaan. Dengan tambahan modal dari BAZNAS, Silvyani mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pasar. “Alhamdulillah, bantuan modal dari BAZNAS langsung saya gunakan untuk menambah bahan baku, terutama mete dan kue kering yang permintaannya meningkat tajam. Selama Ramadan ini omzet saya bisa mencapai Rp16 juta dengan keuntungan bersih sekitar Rp6 juta,” ungkapnya, Senin (2/3/2026). Ia menambahkan, tambahan modal tersebut juga dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas kemasan serta memastikan pesanan pelanggan terpenuhi tepat waktu. “Banyak pesanan masuk, ada dari kantor dinas dan teman-teman. Alhamdulillah bisa saya layani dengan baik,” katanya penuh syukur. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengapresiasi semangat dan ketekunan Silvyani yang tetap produktif dan berdaya di usia yang tidak lagi muda. “Ini bukti bahwa zakat yang dikelola secara profesional mampu memberikan dampak nyata. Ketika bantuan tepat sasaran bertemu dengan mustahik yang memiliki semangat kuat, hasilnya luar biasa dalam menyejahterakan umat,” ujarnya. Menurut Saidah, program BAZNAS Microfinance Desa dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik produktif melalui dukungan modal usaha, pendampingan, dan penguatan manajemen sederhana. “BAZNAS hadir sebagai jembatan kebaikan, menghubungkan amanah para muzaki dengan kebutuhan mustahik produktif. Tujuan akhirnya adalah transformasi—dari penerima manfaat menjadi pelaku usaha mandiri, bahkan kelak menjadi muzaki,” jelasnya. Ke depan, BAZNAS akan terus mengencarkan program pemberdayaan ekonomi agar semakin banyak pelaku UMKM kecil yang naik kelas dan mampu memperkuat ekonomi keluarga. “Melalui zakat, keberkahan itu nyata dirasakan. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi ikhtiar membangun kemandirian, menggerakkan ekonomi umat, dan berkontribusi pada pengentasan kemiskinan di Indonesia,” tegas Saidah. Silvyani pun berharap program BMD dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pedagang kecil seperti dirinya. “Terima kasih BAZNAS dan para muzaki. Bantuan ini sangat berarti bagi usaha saya. Semoga semuanya mendapat keberkahan,” tuturnya.
BERITA04/03/2026 | Admin | Akate
Sentuh Wilayah Terisolasi, Badan Amil Zakat Nasional Salurkan Beras Zakat Fitrah bagi Korban Banjir Rob di Muara Gembong
Sentuh Wilayah Terisolasi, Badan Amil Zakat Nasional Salurkan Beras Zakat Fitrah bagi Korban Banjir Rob di Muara Gembong
Kabupaten Bekasi — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat menjangkau wilayah terisolasi akibat banjir rob di pesisir Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Pada Minggu (1/3/2026), BAZNAS menyalurkan bantuan beras zakat fitrah kepada warga terdampak di dua titik, yakni Pondok Dua (Desa Pantai Harapan Jaya) dan Muara Beting (Desa Pantai Bahagia). Sebanyak 200 paket beras zakat fitrah masing-masing seberat 5 kilogram didistribusikan, dengan rincian 100 paket di setiap lokasi. Bantuan ini menjadi harapan baru bagi warga yang telah hampir tiga bulan terkepung banjir rob tanpa akses bantuan logistik yang memadai. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan bahwa penyaluran ini merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam memastikan amanah zakat fitrah dari para muzaki sampai kepada mustahik yang paling membutuhkan, terutama di wilayah sulit dijangkau. “BAZNAS hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak banjir rob tetap mendapatkan dukungan pangan, khususnya di bulan Ramadan. Kami berharap bantuan beras zakat fitrah ini dapat meringankan beban keluarga sehingga mereka bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang,” ujarnya. Tiga Bulan Terendam, Bantuan Sulit Masuk Kondisi di lapangan cukup memprihatinkan. Air rob yang terus menggenang membuat akses transportasi terbatas dan aktivitas ekonomi lumpuh. Watiah, warga Desa Pantai Harapan Jaya, mengungkapkan bahwa desanya hampir tiga bulan terisolasi akibat banjir rob. “Sudah hampir tiga bulan air masuk terus. Kaki sampai bonyok kena kutu air. Selama itu belum ada bantuan masuk. Alhamdulillah hari ini dapat beras zakat fitrah dari BAZNAS. Kami sangat membutuhkan,” ujarnya haru. Kisah serupa datang dari Tambrun (65), nelayan yang tinggal di gubuk sederhana bersama istrinya yang tengah menderita tumor otak. Penghasilannya sebagai nelayan tidak menentu, berkisar Rp30.000 hingga Rp50.000 sekali melaut. “Biasanya uang segitu langsung buat beli beras. Dengan bantuan ini, saya merasa sangat terbantu,” katanya. Menurut Nursan, pegiat Kelompok Bahagia Berkarya (Kebaya), banjir rob tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga memutus sumber penghasilan masyarakat pesisir. “Nelayan tidak bisa fokus melaut karena harus memperbaiki rumah, ditambah cuaca angin barat yang berbahaya. Kalau tidak melaut, artinya tidak ada penghasilan. Bantuan beras ini sangat berarti bagi warga,” jelasnya. Zakat Fitrah untuk Ketahanan Pangan Mustahik Penyaluran beras zakat fitrah ini menjadi bukti bahwa dana zakat yang dititipkan para muzaki dikelola secara amanah dan responsif terhadap kondisi darurat. BAZNAS memastikan distribusi dilakukan tepat sasaran dengan mengutamakan warga yang terdampak paling parah. Di tengah tantangan banjir rob yang berkepanjangan, zakat fitrah bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi penopang ketahanan pangan keluarga mustahik. Kehadiran BAZNAS di wilayah pesisir Muara Gembong menegaskan bahwa tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dijangkau, dan tidak ada kesulitan yang dibiarkan tanpa ikhtiar bantuan.
BERITA04/03/2026 | Admin | Akate
Badan Amil Zakat Nasional dan BKKBN Ajak Masyarakat Bersedekah untuk Wujudkan Generasi Bebas Stunting
Badan Amil Zakat Nasional dan BKKBN Ajak Masyarakat Bersedekah untuk Wujudkan Generasi Bebas Stunting
Jakarta — Upaya melahirkan generasi sehat dan unggul menuju Indonesia Emas 2045 terus diperkuat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN kembali menghadirkan layanan Sedekah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) guna mendorong partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting di Indonesia. Relaunching layanan tersebut dikemas dalam talkshow bertajuk “BAZNAS dan Kemendukbangga/BKKBN: Jaga Tunas Bangsa – Sedekah untuk Generasi Bebas Stunting” yang digelar di Mal Atrium Senen, Jakarta, Jumat (27/2/2026). Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Mohamad Arifin Purwakananta, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan sinergi antara pengelolaan dana sosial keagamaan dengan lembaga yang memiliki kompetensi teknis dalam penanganan kesehatan keluarga dan kependudukan. “BAZNAS berperan sebagai jembatan antara muzaki dan keluarga rentan stunting. Kolaborasi ini memastikan bantuan tidak hanya bersifat karitatif, tetapi terukur, terarah, dan berdampak jangka panjang,” ujarnya. Ia menjelaskan, faktor kemiskinan masih menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka stunting. Karena itu, zakat dan sedekah memiliki peran strategis dalam membantu keluarga kurang mampu agar dapat memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan anak. “Mustahik fakir miskin menjadi fokus utama program kami. Dimensinya luas, termasuk kesehatan keluarga. Kemiskinan yang tidak ditangani dapat berdampak pada stunting, sehingga zakat hadir sebagai solusi konkret,” tambahnya. Dalam implementasinya, BAZNAS menyediakan dompet donasi khusus Sedekah Genting agar masyarakat dapat menyalurkan bantuan secara spesifik untuk program pencegahan stunting. Proses penentuan penerima manfaat dilakukan menggunakan data terpadu dari Kemendukbangga/BKKBN dan Kementerian Sosial guna memastikan ketepatan sasaran. “Kami mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut bersedekah melalui program ini. Semoga tidak menjadi gerakan sesaat, tetapi menjadi kepedulian berkelanjutan,” katanya. Sementara itu, Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Yuni Hastutiningsih, menjelaskan bahwa program Genting menyasar keluarga berisiko stunting, khususnya kelompok ekonomi desil 1 hingga 3. Berdasarkan penelitian, hampir 50 persen prevalensi stunting berasal dari keluarga tidak mampu. Menurutnya, pencegahan stunting merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi produktif pada 2045. “Generasi emas tidak hadir secara tiba-tiba. Anak-anak yang akan menjadi tulang punggung Indonesia pada 2045 saat ini sedang berada dalam fase tumbuh kembang. Karena itu, intervensi harus dilakukan sejak sekarang,” tegasnya. Ia juga mengajak dunia usaha dan masyarakat luas untuk berpartisipasi aktif. “Selama ini kita menunggu CSR perusahaan, tetapi belum merata. Kini saatnya masyarakat mampu menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Kepedulian kolektif akan mempercepat penurunan angka stunting,” ujarnya. Kolaborasi ini menegaskan bahwa zakat dan sedekah tidak hanya berdampak pada bantuan jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi sosial untuk masa depan bangsa. Salurkan Sedekah Anda Menjaga tunas bangsa dapat dimulai dari langkah sederhana melalui sedekah. Transfer ke rekening: Bank BSI7555515558a.n. BAZNAS Kota Cirebon Layanan BAZNAS Kota Cirebon: WhatsApp: 0851 9500 2005
BERITA04/03/2026 | Admin | Akate
Badan Amil Zakat Nasional Gelar Pesantren 1000 Cahaya Ramadan, Tanamkan Empati untuk Palestina kepada Anak Jalanan
Badan Amil Zakat Nasional Gelar Pesantren 1000 Cahaya Ramadan, Tanamkan Empati untuk Palestina kepada Anak Jalanan
Tangerang Selatan — Ramadan menjadi momentum berbagi cahaya ilmu dan kepedulian. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kolong, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (27/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan edukasi keagamaan sekaligus pesan empati untuk Palestina kepada 200 anak jalanan. Program ini dilaksanakan bersama mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai bagian dari tanggung jawab sosial mereka di bulan suci. Secara nasional, kegiatan ini berlangsung serentak di 233 titik yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia serta 10 negara. Tak hanya menyasar anak jalanan, program ini juga menjangkau anak-anak disabilitas, yatim, korban bencana, hingga pengungsi Palestina di sejumlah negara Timur Tengah seperti Mesir, Yordania, dan Suriah. Suasana haru dan hangat terasa ketika anak-anak di Ciputat menuliskan pesan-pesan penyemangat untuk anak-anak Palestina. Kertas-kertas berisi doa dan harapan itu ditempelkan pada papan khusus sebagai simbol persaudaraan lintas batas dan penguatan nilai kemanusiaan sejak usia dini. Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, menjelaskan bahwa mahasiswa BCB menjadi motor penggerak dalam aksi sosial ini. “Pesantren 1000 Cahaya Ramadan dirancang untuk mengajak dan menginspirasi. Kami ingin memastikan Ramadan benar-benar menjadi cahaya bagi anak-anak yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan agama yang memadai. Ini membuktikan bahwa zakat itu inklusif dan menyentuh semua kalangan,” ujarnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghidupkan ekosistem pendidikan berbasis zakat di tingkat akar rumput. “Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya memberikan pendampingan keagamaan, tetapi juga menumbuhkan literasi, membangun rasa percaya diri, dan menghadirkan semangat spiritualitas bagi anak-anak yang kurang beruntung,” tuturnya. Apresiasi turut disampaikan Wakil Rektor III UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ali Munhanif, yang menilai pelibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial sebagai langkah edukatif yang strategis. “Mahasiswa harus menjadi teladan. Mereka kembali ke masyarakat, merangkul adik-adik yang membutuhkan dukungan moral dan pendidikan. Kami mendukung penuh agar lingkungan sekitar kampus tetap menjadi ruang tumbuh yang sehat,” jelasnya. Dampak positif program ini juga dirasakan masyarakat. Ambarwati, salah satu orang tua yang mendampingi anaknya, mengaku bersyukur atas kegiatan tersebut. “Terima kasih kepada BAZNAS atas kegiatan yang sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Semoga BAZNAS semakin maju, amanah, dan menjadi berkah untuk semua,” ujarnya. Program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menyalakan cahaya ilmu, empati, dan harapan—bahkan bagi mereka yang tumbuh di ruang-ruang kota yang paling sederhana.
BERITA04/03/2026 | Admin | Akate
ZIfthar Ramadan Badan Amil Zakat Nasional Dongkrak Omzet Mustahik, ZChicken Sri Mulyati Naik Tiga Kali Lipat
ZIfthar Ramadan Badan Amil Zakat Nasional Dongkrak Omzet Mustahik, ZChicken Sri Mulyati Naik Tiga Kali Lipat
Jakarta Barat — Ramadan tahun ini menjadi titik balik bagi Sri Mulyati, penerima manfaat program ZChicken dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Berkat partisipasinya dalam Bazar ZIfthar Ramadan yang digelar di halaman Masjid Arrahmah, omzet usahanya melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa. Perempuan tangguh ini mengaku tidak menyangka penjualan ayam goreng ZChicken miliknya mengalami peningkatan signifikan. Dalam satu hari, ia mampu menjual 30 hingga 50 potong ayam dengan omzet mencapai Rp500.000 hingga Rp900.000. Padahal sebelumnya, saat berjualan di depan rumah, pendapatannya hanya berkisar Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari. “Alhamdulillah, di bazar ini tempatnya ramai dan banyak yang beli. Rasanya senang sekali bisa merasakan jualan selaris ini,” ungkap Sri Mulyati, Sabtu (28/2/2026). Ia menuturkan, bukan hanya pendapatan yang meningkat, tetapi juga rasa percaya diri sebagai pelaku usaha. Bazar ZIfthar memberinya ruang untuk memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas. “Sekarang jadi lebih semangat. Orang-orang sudah mulai kenal ZChicken saya. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih besar lagi,” tambahnya penuh harap. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata efektivitas program pemberdayaan berbasis zakat. “ZChicken bukan sekadar bantuan modal, tetapi program transformasi. Kami menghadirkan pendampingan, akses pasar, dan standar kualitas agar para mustahik benar-benar naik kelas,” jelasnya. Menurutnya, momentum Ramadan melalui Bazar ZIfthar menjadi panggung strategis bagi para pelaku usaha binaan untuk menunjukkan kualitas produk mereka sekaligus membangun jejaring pelanggan. “Tujuan besar kami adalah menghadirkan perubahan. Dari mustahik menjadi muzaki. Keberanian Ibu Sri untuk memanfaatkan peluang ini adalah langkah nyata menuju kemandirian ekonomi,” tegasnya. Program ZChicken sendiri merupakan inisiatif pemberdayaan ekonomi BAZNAS yang menyediakan bantuan modal usaha, gerobak, pelatihan manajemen, hingga standarisasi produk. Dengan pendekatan tersebut, para penerima manfaat diharapkan mampu memiliki penghasilan yang stabil, berkelanjutan, dan bermartabat. Keberhasilan Sri Mulyati menjadi cerminan bahwa dana zakat yang dikelola secara profesional dapat menghadirkan dampak nyata—mengubah kehidupan, membangun kepercayaan diri, dan membuka jalan menuju kesejahteraan.
BERITA04/03/2026 | BAZNAS RI
BAZNAS RI dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat dan Ekosistem Halal Nasional
BAZNAS RI dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat dan Ekosistem Halal Nasional
Jakarta Timur, 27 Februari 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di Kantor BPJPH, Jakarta Timur, Jumat (27/2/2026). Kerja sama ini menandai sinergi pelaksanaan tugas pemerintahan di bidang pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL), sekaligus penguatan penyelenggaraan jaminan produk halal di Indonesia. Salah satu poin penting dalam kolaborasi tersebut adalah mekanisme pengumpulan zakat bagi pegawai di lingkungan BPJPH melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif BPJPH yang dinilai responsif dalam mengintegrasikan kewajiban agama dengan tugas birokrasi. Menurutnya, langkah ini menjadi tonggak penting dalam optimalisasi potensi zakat di sektor Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan instansi pemerintah. “Langkah kolaborasi ini merupakan upaya konkret mengoptimalkan potensi zakat dari sektor ASN dan karyawan pemerintah. Kami mengapresiasi komitmen BPJPH yang tidak hanya fokus pada penguatan ekosistem halal, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial melalui integrasi sistem pengumpulan ZIS yang terstruktur bersama BAZNAS,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa kehadiran UPZ di lingkungan BPJPH akan mempermudah pegawai dalam menunaikan kewajiban zakat secara Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Dana yang terkumpul nantinya akan dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel untuk disalurkan kepada para mustahik di seluruh Indonesia. “Dengan terbentuknya UPZ di BPJPH, jangkauan manfaat zakat semakin luas. Sinergi antara sertifikasi halal dan pengelolaan zakat ini akan menghadirkan keberkahan ganda, memperkuat ekonomi syariah sekaligus mendukung keadilan sosial dalam upaya pengentasan kemiskinan,” tambahnya. Sementara itu, Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hassan, menegaskan komitmen penuh instansinya untuk menggerakkan seluruh ekosistem halal agar turut berkontribusi melalui instrumen filantropi Islam. Gerakan tersebut akan melibatkan jaringan luas BPJPH di berbagai daerah, mulai dari auditor halal, penyelia, hingga ratusan ribu Pendamping Proses Produk Halal (P3H). Melalui integrasi sistem dengan UPZ BAZNAS, BPJPH memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi sektor halal berjalan beriringan dengan penguatan jaring pengaman sosial melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf. “Ratusan ribu pendamping, puluhan ribu auditor, penyelia, Satgas, bahkan UPT di seluruh Indonesia. Kita akan mengeluarkan zakat untuk menguatkan Indonesia; bukan hanya zakat, tetapi juga sedekah, infak, dan wakaf. Saya akan mempelopori gerakan ini dan nama saya menjadi nomor satu yang mendaftar,” tegasnya saat secara simbolis menunaikan zakat melalui UPZ. Turut hadir dalam agenda tersebut jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Achmad Sudrajat, Saidah Sakwan, M. Arifin Purwakananta, serta Faisal Qosim. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi nasional antara lembaga pengelola zakat dan otoritas sektor halal, sehingga potensi ekonomi syariah Indonesia dapat dioptimalkan tidak hanya untuk pertumbuhan, tetapi juga untuk pemerataan dan kesejahteraan masyarakat.
BERITA04/03/2026 | BAZNAS RI
Gerakan Ekonomi Umat, Badan Amil Zakat Nasional Luncurkan Gerai ZIfthar Ramadan di 27 Kota
Gerakan Ekonomi Umat, Badan Amil Zakat Nasional Luncurkan Gerai ZIfthar Ramadan di 27 Kota
Kota Cirebon – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menyambut peluncuran program ZIfthar Ramadan yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi umat melalui pemberdayaan UMKM binaan selama bulan suci. Program ZIfthar resmi diluncurkan di Kelurahan Kebon Manggis, Matraman, Jakarta, Kamis (26/2/2026), dan dilaksanakan serentak di 30 titik yang tersebar di 27 kabupaten/kota dan 11 provinsi di Indonesia. Program ini menjadi sarana konsolidasi sekaligus perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM binaan BAZNAS di momentum meningkatnya kebutuhan konsumsi selama Ramadan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menjelaskan “Alhamdulillah, hari ini BAZNAS meluncurkan ZIfthar di 30 titik. Program ini hadir untuk memberikan akses pasar bagi produk UMKM binaan kami. Kita ingin memberikan sirkulasi ekonomi nyata bagi mereka selama 15 hari ke depan, agar keberkahan Ramadan juga dirasakan secara ekonomi oleh para mustahik binaan.” Menurut Saidah, seluruh stand dalam program ZIfthar diberikan secara gratis tanpa biaya sewa. BAZNAS juga memberikan pendampingan sertifikasi halal serta perbaikan kemasan (packaging) guna meningkatkan daya saing produk dan membuka peluang repeat order pasca Ramadan. BAZNAS Kota Cirebon menilai program ini menjadi contoh nyata bagaimana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dioptimalkan untuk pemberdayaan ekonomi mustahik secara berkelanjutan. Dampak program ini dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM binaan. Sinta, pemilik “Dapur Bunda Sinta”, menyampaikan “Alhamdulillah, lewat ZIfthar Ramadan ini usaha saya meningkat dan konsumen bertambah. Produk unggulan saya seperti tapai ketan dan es kopyor kini makin banyak yang kenal dan pesan lewat WA. Harapannya kegiatan ini terus diadakan setiap tahun oleh BAZNAS.” Hal serupa diungkapkan Rosdiana, pelaku UMKM binaan lainnya “Dari awal sampai sekarang, omzet saya paling tinggi di sini. Hari ini saya bawa 100 porsi dan alhamdulillah hampir habis semua. Selain dapat stand gratis, kami juga dibantu dana operasional dari BAZNAS.” Peresmian program ini turut dihadiri Wakil Ketua IV BAZIS DKI Jakarta Prof. Dr. H. Bunyamin M.Pd.I., serta jajaran pimpinan dan pemerintah setempat. BAZNAS Kota Cirebon mendukung penuh gerakan ekonomi umat seperti ZIfthar dan berharap model pemberdayaan serupa dapat terus diperluas hingga ke daerah. Melalui optimalisasi zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS berkomitmen menghadirkan dampak nyata bagi penguatan ekonomi mustahik dan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan. Mari dukung gerakan ekonomi umat dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon agar semakin banyak UMKM binaan yang tumbuh, mandiri, dan naik kelas.
BERITA04/03/2026 | Admin | Akate
Dukung Program Masjid Cemerlang BAZNAS, PT Kao Indonesia Salurkan Bantuan Detergen melalui BAZNAS RI
Dukung Program Masjid Cemerlang BAZNAS, PT Kao Indonesia Salurkan Bantuan Detergen melalui BAZNAS RI
Kota Cirebon – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menyambut baik sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan PT Kao Indonesia dalam mendukung kebersihan masjid melalui Program Masjid Cemerlang di bulan suci Ramadan. Sebagaimana dirilis BAZNAS RI, PT Kao Indonesia menyalurkan bantuan natura berupa 100 karton detergen Attack Jaz1 Serbaguna untuk mendukung gerakan bersih-bersih masjid dan perlengkapan ibadah. Serah terima bantuan dilaksanakan di Kantor BAZNAS RI, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026). BAZNAS Kota Cirebon menilai kolaborasi ini sejalan dengan semangat Ramadan yang menekankan kebersihan sebagai bagian dari iman. Program Masjid Cemerlang menjadi salah satu upaya konkret dalam meningkatkan kenyamanan dan kekhusyukan umat dalam beribadah, termasuk di daerah. Kepala Divisi Pengumpulan Zakat BAZNAS RI, Argo Sayoto, dalam keterangannya menyampaikan ini bukan sekadar donasi, tapi ini adalah wujud nyata kepedulian dan berkomitmen sosial perusahaan dalam memperkuat solidaritas dan kebermanfaatan bagi masyarakat. "Kami dari BAZNAS mengucapkan terima kasih kepada PT Kao Indonesia dan insyaallah nanti kami salurkan kepada masyarakat.” Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, juga menyampaikan apresiasinya: "Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan PT Kao Indonesia yang telah bersinergi dengan BAZNAS. Bantuan deterjen cair ini akan sangat bermanfaat bagi penerima manfaat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat ibadah dan hunian santri selama bulan Ramadan. Kami berharap langkah ini dapat menginspirasi perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam gerakan zakat dan sedekah." Sementara itu, Associate Senior Manager Corporate Communications PT Kao Indonesia, Arly Diana Putri, menegaskan bahwa kerja sama ini telah memasuki tahun kelima dan terus diperkuat setiap tahunnya. “Kami di PT Kao Indonesia tidak hanya memproduksi produk-produk consumer goods, tapi juga senantiasa berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui produk-produk berkualitas kami.” Ia menambahkan, "Kami melihat bahwa PT Kao Indonesia memiliki nilai-nilai sejalan dengan BAZNAS Indonesia untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat Indonesia. Harapannya supaya masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman dan dengan lebih khusyuk dengan peralatan ibadah dan masjid yang lebih bersih." BAZNAS Kota Cirebon memandang kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga zakat seperti ini sebagai contoh sinergi strategis yang perlu terus diperluas hingga ke daerah. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem zakat yang kuat, profesional, dan berdampak luas bagi umat. Melalui momentum Ramadan, BAZNAS Kota Cirebon juga mengajak para muzaki, mitra perusahaan, serta masyarakat untuk terus memperkuat gerakan zakat, infak, dan sedekah guna menghadirkan manfaat yang lebih besar, baik dalam mendukung kebersihan tempat ibadah maupun pemberdayaan mustahik di Kota Cirebon.
BERITA04/03/2026 | Admin | Akate
Penjelasan BAZNAS RI Atas Respons Publik Terkait Laporan Keuangan 2024
Penjelasan BAZNAS RI Atas Respons Publik Terkait Laporan Keuangan 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dengan ini menyampaikan tanggapan resmi terhadap informasi di media sosial, terkait Laporan Keuangan BAZNAS Tahun 2024. BAZNAS RI menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah peduli dengan pengelolaan zakat yang dilaksanakan oleh BAZNAS RI. BAZNAS ingin menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan zakat dilaksanakan dengan komitmen tinggi terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI (3A). Tata kelola zakat di BAZNAS menerapkan sistem pengawasan berlapis yang melibatkan berbagai pihak. Laporan keuangan BAZNAS setiap tahun diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen, sehingga menjamin validitas dan kredibilitas angka-angka yang dilaporkan. Selain itu, BAZNAS juga menjalani audit syariah oleh tim auditor syariah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dalam setiap aktivitas pengelolaan zakat. Pengawasan fungsional secara berkala juga dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag RI, sementara secara internal BAZNAS RI memiliki Direktorat Audit, Kepatuhan dan Manajemen Risiko dan Direktorat Pengendalian dan Evaluasi yang melakukan pengawasan melekat terhadap seluruh proses bisnis lembaga. Tidak hanya itu, sebagai wujud keterbukaan informasi publik, seluruh laporan keuangan BAZNAS RI dapat diakses dan dikaji oleh masyarakat luas melalui laman resmi www.baznas.go.id, sehingga publik dapat melakukan pengawasan sosial secara mandiri. Dalam menyalurkan zakat, seluruh dana zakat yang ditunaikan oleh muzaki ke BAZNAS disalurkan kepada delapan asnaf sesuai syariat islam secara proporsional. Kedelapan asnaf tersebut ialah fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fi sabilillah dan ibnu sabil. Khusus untuk asnaf amil, Kementerian Agama melalui KMA no. 606 tahun 2020 menetapkan paling banyak 12,5 persen (1/8 bagian). Untuk asnaf lainnya, proporsi penyalurannya berdasarkan skala prioritas berbasis program guna meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan sesuai dengan tujuan dari pengelolaan zakat menurut Undang-undang no. 23 tahun 2011. Dalam postur penyaluran zakat sepanjang tahun 2024, BAZNAS RI menyalurkan dana zakat dengan porsi terbesar kepada asnaf miskin, yakni mencapai 38,4 persen dari total seluruh dana zakat yang disalurkan. Asnaf miskin sendiri merupakan salah satu dari delapan golongan penerima zakat yang secara syariah didefinisikan sebagai orang yang memiliki harta atau penghasilan, namun tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup sehari-hari bagi diri dan keluarganya, baik kebutuhan pangan, sandang, maupun papan. Penyaluran kepada asnaf miskin ini tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program-program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Untuk menjangkau asnaf miskin di wilayah perkotaan, BAZNAS RI menjalankan berbagai program ekonomi produktif seperti Z-Mart, Z-Chicken, Z-Coffee, Z-Auto, dan sejenisnya, yang memberdayakan mustahik menjadi pelaku usaha mikro binaan dengan pendampingan intensif. Sementara untuk menjangkau asnaf miskin di wilayah pedesaan, BAZNAS RI melaksanakan program Balai Ternak, Lumbung Pangan, Zakat Community Development (ZCD), serta pembiayaan mikro syariah yang menyasar petani, peternak, dan nelayan di berbagai pelosok daerah. Program-program ini dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang dalam mengentaskan mustahik dari garis kemiskinan. Alokasi terbesar dari Asnaf Fi Sabilillah disalurkan dalam bentuk bantuan pendidikan berupa program beasiswa Cendekia BAZNAS dalam dan luar negeri, beasiswa santri, Madrasah Layak Belajar, berbagai bantuan pendidikan yang berasal dari permohonan publik ke BAZNAS. Selain itu bantuan Fi sabililah juga disalurkan untuk dukungan bagi para dai yang bertugas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta di daerah-daerah minoritas muslim yang membutuhkan penguatan dakwah. Sementara itu terkait porsi amil yang juga menjadi sorotan, BAZNAS RI perlu menjelaskan bahwa keberadaan amil sebagai pengelola zakat secara eksplisit disebut dalam QS. al-Taubah ayat 60 sebagai salah satu dari delapan asnaf yang berhak menerima zakat. Persentase amil maksimal 12,5 persen (1/8) dari dana zakat diatur secara jelas dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 606 Tahun 2020 tentang Pedoman Audit Syariah atas Laporan Pengelolaan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah. Dari postur Laporan Keuangan BAZNAS RI 2024, telah sesuai aturan, di mana realisasi dana amil dari zakat sebesar 12,32 persen. Angka tersebut kurang dari 1/8 atau 12,5 persen dana amil sesuai ketentuan di atas. Dana ini digunakan secara proporsional dan transparan untuk belanja pegawai, belanja administrasi umum, kebutuhan operasional Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di seluruh kementerian, lembaga, BUMN, dan instansi vertikal di seluruh Indonesia dan dana Amil juga digunakan untuk pengembangan teknologi informasi. BAZNAS RI mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa merujuk pada sumber resmi milik BAZNAS yaitu laman baznas.go.id dan media sosial BAZNAS RI. Kepercayaan publik adalah amanah terbesar yang terus dijaga dengan konsistensi dan berintegritas dalam pengelolaan zakat. BAZNAS RI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan penyaluran zakat demi mewujudkan kesejahteraan umat dan percepatan penanggulangan kemiskinan di Indonesia.
BERITA03/03/2026 | BAZNAS RI
AEON Group dan Pelanggan Salurkan Rp4,1 Miliar untuk Pemulihan Bencana Sumatra melalui BAZNAS
AEON Group dan Pelanggan Salurkan Rp4,1 Miliar untuk Pemulihan Bencana Sumatra melalui BAZNAS
Tangerang, 26 Februari 2026 — Sinergi pelanggan dan karyawan AEON Group di Indonesia dan Jepang berhasil menghimpun bantuan sekitar Rp4,1 miliar untuk mendukung pemulihan pascabencana di Pulau Sumatra. Dana tersebut disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Seperti diketahui, pada akhir Desember 2025, bencana alam melanda sejumlah wilayah di Sumatra, terutama Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur publik serta aset ekonomi warga, sehingga mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Sebagai bentuk kepedulian, AEON Group bersama AEON 1% Club Foundation berkomitmen mendukung proses pemulihan dengan fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan. Penyerahan donasi secara simbolis dilakukan oleh Presiden Direktur AEON Indonesia, Takahiro Osugi, kepada Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM. Acara tersebut turut dihadiri Presiden Direktur AEON Mall Indonesia, Tetsuya Kimura, serta Presiden Direktur AEON Delight Indonesia, Masatoshi Sashie. Osugi menjelaskan, penggalangan donasi dilakukan sejak akhir Desember 2025 hingga Januari 2026, melibatkan karyawan dan pelanggan AEON Group Indonesia—meliputi AEON Indonesia, AEON Mall Indonesia, AEON Credit Service Indonesia, AEON Fantasy Indonesia, dan AEON Delight Indonesia—serta kontribusi dari AEON Group Jepang dan AEON 1% Club Foundation. Donasi yang terkumpul terdiri atas Rp307.300.000 dari AEON Group Indonesia, 27.727.548 yen dari AEON Jepang, serta 50.000 dolar AS dari AEON 1% Club Foundation. Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS RI mencapai sekitar Rp4,1 miliar. “AEON Group dan AEON 1% Club Foundation tidak hanya berkomitmen memberikan bantuan darurat, tetapi juga mendukung pemulihan jangka panjang, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi masa depan generasi berikutnya,” ujar Osugi. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI memaparkan rencana program pemanfaatan bantuan, yang akan difokuskan pada pemulihan layanan kesehatan dan pendidikan. Program tersebut antara lain renovasi dua unit sekolah dan tiga unit madrasah, penyediaan perlengkapan sekolah bagi 600 siswa, layanan kesehatan, serta paket logistik untuk 500 keluarga terdampak. Rizaludin menyampaikan, sejak hari kedua bencana terjadi, BAZNAS RI telah hadir menyalurkan dana zakat dan sedekah melalui berbagai program kemanusiaan yang terukur dan berkelanjutan. “BAZNAS kini memasuki fase recovery guna mempercepat kembalinya kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat agar kembali mandiri. Kolaborasi dengan AEON menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial,” jelasnya. Osugi menambahkan, kerja sama AEON dengan BAZNAS telah terjalin sejak 2018. Menurutnya, BAZNAS merupakan lembaga resmi nasional yang tepercaya dan berpengalaman dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kami percaya kolaborasi dengan BAZNAS memastikan donasi tersalurkan tepat sasaran dan memberi manfaat nyata,” katanya. BAZNAS RI pun menyampaikan apresiasi atas kepercayaan manajemen, karyawan, serta pelanggan AEON yang telah menyalurkan bantuan melalui lembaga tersebut. “Kami berharap sinergi antara AEON dan BAZNAS terus berlanjut dalam upaya menyejahterakan umat dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tutup Rizaludin. Osugi menambahkan, pihaknya berharap kontribusi tersebut dapat mempercepat pemulihan, khususnya di sektor pendidikan, sekaligus menghadirkan semangat baru bagi masyarakat yang tengah bangkit pascabencana.Yuk, terus berzakat dan bantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan! Segera tunaikan zakat Anda melalui kantor digital BAZNAS Kota Cirebon: atau dengan cara transfer ke rekening:BSI 1034035292a.n BAZNAS Kota Cirebon??????Konfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi :WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected]
BERITA27/02/2026 | Admin | Akate
Badan Amil Zakat Nasional Salurkan 1.314 Paket Berbuka untuk Warga Gaza di Bulan Ramadan
Badan Amil Zakat Nasional Salurkan 1.314 Paket Berbuka untuk Warga Gaza di Bulan Ramadan
Jakarta, 26 Februari 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 1.314 paket hidangan berbuka puasa bagi masyarakat di Gaza, Palestina, yang tengah menjalani Ramadan di tengah krisis berkepanjangan. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan bahwa distribusi hidangan berbuka menjadi prioritas agar warga Palestina tetap memperoleh asupan nutrisi yang layak saat menjalankan ibadah puasa dalam kondisi serba terbatas. “Pada Ramadan ini, kebutuhan pangan di Gaza menjadi jauh lebih krusial. Melalui paket hidangan berbuka, kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana memiliki kekuatan untuk berpuasa sekaligus merasakan dukungan nyata dari masyarakat Indonesia,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya taktis untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah keterbatasan akses logistik yang masih dihadapi wilayah Gaza. “Paket bantuan ini adalah amanah masyarakat Indonesia yang harus segera disampaikan kepada mereka yang membutuhkan. BAZNAS berkomitmen menyalurkan bantuan secara konsisten agar kebutuhan dasar warga Gaza selama Ramadan tetap terpenuhi,” tegasnya. Ia menambahkan, meski penyaluran bantuan di Gaza menghadapi tantangan akibat situasi yang belum stabil, BAZNAS terus berkoordinasi dengan mitra-mitra kemanusiaan di lapangan agar distribusi berjalan cepat dan tepat sasaran. “Ramadan adalah bulan berbagi dan kepedulian. Kami berharap kehadiran BAZNAS di Gaza dapat sedikit meringankan beban mereka yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, sehingga tetap bisa berbuka dengan layak,” tambah Kiai Noor. BAZNAS juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menunjukkan solidaritas terhadap warga Palestina. Menurutnya, zakat dan sedekah tidak hanya memperkuat ketahanan sosial di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari misi kemanusiaan global. Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dapat berpartisipasi melalui program Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS melalui rekening BSI 2028548390 a.n. BAZNAS Kota Cirebon atau melalui campaign resmi :
BERITA27/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Perkuat Sistem Pengawasan Berlapis demi Jaga Kepercayaan Publik
BAZNAS Perkuat Sistem Pengawasan Berlapis demi Jaga Kepercayaan Publik
Jakarta, 26 Februari 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola kelembagaan melalui sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Langkah ini merupakan implementasi amanat undang-undang agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berjalan sesuai syariat dan ketentuan hukum yang berlaku. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyatakan bahwa transparansi menjadi fondasi utama dalam menjaga amanah umat. Menurutnya, seluruh operasional BAZNAS berada dalam mekanisme kontrol yang ketat dan terstruktur. “BAZNAS dalam menjalankan tugasnya berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai undang-undang, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Ia juga mengapresiasi pernyataan Menteri Agama RI terkait penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Menurutnya, hal tersebut selaras dengan aspirasi BAZNAS di tingkat pusat maupun daerah, serta sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, khususnya Pasal 34 Ayat 1 yang menyebutkan bahwa Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ. “Kita mengapresiasi pernyataan Pak Menag karena sesuai dengan harapan kami dan harapan dari daerah-daerah, bahkan sesuai amanat undang-undang,” jelasnya. Kiai Noor menilai, gagasan penguatan pengawasan membuka peluang pembentukan struktur yang lebih komprehensif, termasuk kemungkinan hadirnya Dewan Pengawas di tubuh BAZNAS sebagaimana terdapat pada Lembaga Amil Zakat (LAZ). “Selama ini BAZNAS diawasi oleh DPR, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, Kantor Akuntan Publik (KAP), serta pengawasan internal. Dengan adanya masukan dari Pak Menteri, ke depan BAZNAS akan semakin kuat dalam menerapkan prinsip 3 Aman, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” tegasnya. Ia menambahkan, seiring dengan semakin besarnya peran dan cakupan kerja BAZNAS, penguatan sistem pengawasan menjadi kebutuhan strategis untuk memastikan dana umat tersalurkan tepat sasaran kepada mustahik. “Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip utama kami dalam menjaga amanah umat. BAZNAS akan terus meningkatkan tata kelola profesional demi memperkuat kepercayaan publik dan menghadirkan kemaslahatan bagi bangsa,” pungkas Kiai Noor.
BERITA27/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS dan IDN Foundation Kolaborasi Salurkan Paket Ramadan untuk Yatim dan Masyarakat Prasejahtera
BAZNAS dan IDN Foundation Kolaborasi Salurkan Paket Ramadan untuk Yatim dan Masyarakat Prasejahtera
Jakarta, 26 Februari 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama IDN Foundation berkolaborasi dalam program Ramadan bertajuk “1 Resep 1 Nasi Bungkus” dengan menyalurkan 50 Paket Ramadan Bahagia (PRB) serta santunan bagi anak-anak yatim, petugas kebersihan, dan masyarakat prasejahtera di sekitar kantor IDN di Jakarta dan Surabaya. Paket Ramadan Bahagia yang disalurkan berisi kebutuhan pokok untuk membantu pemenuhan pangan selama bulan suci. Bantuan diserahkan secara simbolis di Gedung IDN, Jakarta, Kamis (26/2/2026). Penyerahan dilakukan oleh Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI sekaligus Ketua Panitia Ramadan BAZNAS RI 2026, Rulli Kurniawan, bersama Founder & CEO IDN, Winston Utomo, serta Senior Head of Business Operations IDN, Diba Saleh, kepada para penerima manfaat, termasuk anak-anak dari Panti Asuhan Nurul Iman. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi strategis tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan IDN Foundation menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kerja sama dengan IDN Foundation ini sangat baik karena membuat jangkauan penerima manfaat semakin luas. Di BAZNAS, kami berpedoman pada prinsip 3A, yaitu Aman Syar’i, Aman NKRI, dan Aman Regulasi. Zakat yang dititipkan para muzaki kami jaga untuk disalurkan kepada delapan asnaf yang berhak. Kolaborasi ini memperkuat upaya tersebut,” ujar Rizaludin. Ia berharap kolaborasi tidak berhenti pada momentum Ramadan saja, melainkan dapat berlanjut dalam berbagai program penyaluran dan pemberdayaan secara berkelanjutan. Sementara itu, Rulli Kurniawan menegaskan dukungan penuh BAZNAS terhadap inisiatif IDN Foundation karena sejalan dengan visi lembaga dalam membantu mengatasi persoalan kemiskinan di Indonesia. “BAZNAS ingin bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyukseskan visi pengentasan kemiskinan. BAZNAS dan IDN berada dalam satu frekuensi yang sama untuk menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut,” kata Rulli. Diba Saleh turut menyampaikan apresiasi atas sinergi tersebut. Ia menjelaskan, program “1 Resep 1 Nasi Bungkus” merupakan agenda tahunan IDN Foundation yang melibatkan publisher Yammy, di mana setiap resep yang dikirimkan pengguna akan dikonversikan menjadi satu paket makanan untuk dibagikan kepada masyarakat prasejahtera. “Dengan jaringan luas yang dimiliki BAZNAS, dampak kolaborasi ini bisa semakin besar. Harapannya, kerja sama ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Diba. Ketua Panti Asuhan Nurul Iman, Noor Chasan, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, perhatian dari BAZNAS dan IDN menjadi dukungan yang sangat berarti bagi anak-anak yatim, khususnya di bulan Ramadan. “Terima kasih semuanya. Mudah-mudahan ini menjadi keberkahan, terutama di bulan Ramadan ini. Berkah untuk semuanya,” ucapnya. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga filantropi dan sektor swasta dalam menghadirkan kebahagiaan Ramadan bagi masyarakat yang membutuhkan. Yuk, terus berzakat dan bantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan! Segera tunaikan zakat Anda melalui kantor digital BAZNAS Kota Cirebon: atau dengan cara transfer ke rekening:BSI 1034035292a.n BAZNAS Kota Cirebon??????Konfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi :WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected]
BERITA27/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS dan Badan Pengelola Keuangan Haji Salurkan Mobil Layanan dan Sarana Pendidikan di Sumut
BAZNAS dan Badan Pengelola Keuangan Haji Salurkan Mobil Layanan dan Sarana Pendidikan di Sumut
Padang Sidimpuan, 27 Februari 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyalurkan bantuan Program Kemaslahatan berupa satu unit mobil layanan umat dan peralatan pembelajaran untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kota Padang Sidimpuan, Sumatra Utara. Bantuan mobil layanan umat senilai Rp594.195.000 diserahkan kepada Yayasan Sahabat Madani Padang Sidimpuan. Sementara itu, bantuan peralatan pembelajaran senilai Rp536.059.339 diberikan kepada Yayasan Al Ansor, meliputi laptop, printer, proyektor, dan speaker aktif guna menunjang proses belajar mengajar. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Gedung Yayasan Sahabat Madani, Kamis (26/2/2026). Acara tersebut dihadiri Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, serta Ketua BAZNAS Kota Padang Sidimpuan Zainal Arifin beserta jajaran. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan apresiasi atas sinergi BAZNAS dan BPKH dalam mengoptimalkan Dana Abadi Umat untuk kepentingan masyarakat. “Bantuan ini merupakan upaya bersama dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat. Kami memastikan dukungan tersebut benar-benar memberikan manfaat, khususnya di bidang pendidikan,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (27/2/2026). Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan sektor strategis yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana memadai agar kualitas sumber daya manusia semakin meningkat. “Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi para pelajar,” tambahnya. Amri Yusuf menjelaskan, bantuan tersebut bersumber dari nilai manfaat Dana Abadi Umat yang dikelola BPKH dan disalurkan melalui kolaborasi dengan BAZNAS. “Bantuan ini bukan sekadar dukungan sesaat, melainkan pesan kepedulian dari jemaah haji dan masyarakat Indonesia dalam meningkatkan mutu pendidikan di Tanah Air,” ujarnya. Menurutnya, Program Kemaslahatan merupakan amanat undang-undang sehingga pengelolaan Dana Abadi Umat dilakukan secara transparan dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar kembali kepada umat dalam bentuk program yang berdampak langsung. Dukungan terhadap kolaborasi tersebut juga disampaikan Marwan Dasopang. Ia mengapresiasi langkah strategis BPKH dan BAZNAS dalam menyediakan sarana pembelajaran yang dinilai akan memberi dampak signifikan terhadap kualitas pendidikan di daerah. “Kami di Komisi VIII DPR RI akan terus mendukung sinergi antara BPKH dan BAZNAS dalam membantu masyarakat, khususnya dalam meningkatkan mutu pendidikan,” tegasnya. Sementara itu, Zainal Arifin menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Padang Sidimpuan. Ia menilai bantuan mobil layanan dan sarana pendidikan tersebut akan memperkuat pelayanan sosial sekaligus menunjang aktivitas pembelajaran di wilayahnya. “Program kemaslahatan seperti ini kami harapkan terus berlanjut agar semakin banyak umat merasakan manfaat pengelolaan dana umat secara produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
BERITA27/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Musim Dingin Ekstrem
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Musim Dingin Ekstrem
Jakarta, 27 Februari 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, Palestina, yang terdampak konflik. Sebanyak 300 selimut didistribusikan untuk membantu warga bertahan di tengah cuaca dingin ekstrem. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa bantuan selimut menjadi kebutuhan mendesak, mengingat banyak rumah warga mengalami kerusakan berat sehingga mereka tinggal di kamp pengungsian maupun hunian sementara. “Kami memahami bahwa warga Gaza tidak hanya menghadapi keterbatasan pangan, tetapi juga suhu dingin yang ekstrem. Distribusi selimut ini merupakan langkah nyata untuk memberikan kehangatan dan perlindungan, khususnya bagi anak-anak dan lansia yang rentan terhadap penyakit akibat cuaca dingin,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026). Menurutnya, bantuan tersebut difokuskan bagi warga yang bertahan di kamp-kamp pengungsian serta bangunan darurat di wilayah Kota Gaza. Kehadiran selimut diharapkan dapat memberikan perlindungan dasar dan sedikit kenyamanan di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. Saidah menegaskan, BAZNAS terus berkomitmen memastikan amanah masyarakat Indonesia tersalurkan secara tepat sasaran. “BAZNAS tidak akan berhenti menyalurkan bantuan selama rakyat Palestina masih membutuhkan. Selimut ini membawa pesan solidaritas dan cinta dari masyarakat Indonesia. Kami memastikan seluruh proses, mulai dari penghimpunan hingga distribusi di lapangan, dikelola secara transparan dan akuntabel,” tegasnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan bagi warga Palestina melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS. “Zakat Anda kami pastikan sampai kepada mustahik yang tepat. Zakat tidak hanya menguatkan di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari misi kemanusiaan global,” pungkasnya. Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan bantuan melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS di rekening BSI 2028548390 a.n. BAZNAS Kota Cirebon atau melalui campaign Resmi :
BERITA27/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Tegaskan Zakat Tidak untuk Program MBG, Disalurkan Sesuai Syariat dan Regulasi
BAZNAS Tegaskan Zakat Tidak untuk Program MBG, Disalurkan Sesuai Syariat dan Regulasi
CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menegaskan bahwa dana zakat yang dihimpun dan disalurkan melalui BAZNAS tidak digunakan untuk program MBG. Penegasan ini disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI, Prof. Ir. H. M. Nadraztuzzaman Hosen, MS, MEc, Ph.D, dalam pernyataan resminya. Beliau menyampaikan bahwa zakat adalah amanah umat yang memiliki aturan penyaluran yang jelas dalam syariat Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. “Zakat melalui BAZNAS tidak untuk program MBG, tetapi zakat disalurkan untuk fakir miskin dan enam asnaf lainnya sesuai syariat Islam dan peraturan perundang-undangan dengan pengawasan melekat dan ketat,” tegasnya. Zakat Disalurkan kepada 8 Asnaf Dalam Islam, zakat wajib disalurkan kepada delapan golongan (asnaf) sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. BAZNAS sebagai lembaga resmi negara yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, menjalankan tugas penghimpunan dan pendistribusian zakat dengan prinsip: -Sesuai syariat Islam -Patuh terhadap regulasi negara -Transparan dan akuntabel -Dalam pengawasan ketat internal dan eksternal Komitmen Transparansi dan Pengawasan BAZNAS memastikan setiap dana zakat yang ditunaikan oleh para muzaki dikelola secara profesional, akuntabel, dan tepat sasaran. Proses penyaluran dilakukan dengan sistem pengawasan berlapis, baik melalui audit internal, audit eksternal, maupun pengawasan regulatif sesuai ketentuan yang berlaku. Penegasan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen BAZNAS dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan bahwa dana zakat benar-benar memberikan manfaat bagi mustahik yang berhak menerimanya. BAZNAS Kota Cirebon Siap Mengawal Amanah Umat Sejalan dengan arahan BAZNAS RI, BAZNAS Kota Cirebon memastikan bahwa seluruh pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di wilayah Kota Cirebon dilaksanakan sesuai ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. BAZNAS Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar penyalurannya tepat sasaran, terkelola secara profesional, dan memberikan dampak nyata bagi fakir miskin serta delapan asnaf yang berhak. Dengan tata kelola yang transparan dan pengawasan yang ketat, zakat bukan hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen penguat kesejahteraan umat.
BERITA27/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Hadirkan Layanan Zakat di Kementerian Kehutanan, Perkuat Gerakan Zakat ASN
BAZNAS RI Hadirkan Layanan Zakat di Kementerian Kehutanan, Perkuat Gerakan Zakat ASN
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengapresiasi langkah Kementerian Kehutanan Republik Indonesia yang menjadi kementerian pertama pada Ramadan tahun ini yang menghadirkan layanan penunaian zakat secara langsung di lingkungan perkantoran. Inisiatif layanan jemput bola tersebut dihadirkan untuk memudahkan para pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) dalam menunaikan kewajiban zakat di tengah padatnya aktivitas kedinasan. Layanan zakat BAZNAS dibuka langsung di Kantor Kementerian Kehutanan RI, Jakarta. Pada kesempatan itu, Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, turut menunaikan zakatnya melalui layanan yang disediakan BAZNAS di area perkantoran kementerian. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menyatakan, langkah yang dilakukan Kementerian Kehutanan merupakan terobosan positif dan dapat menjadi contoh bagi kementerian serta lembaga negara lainnya. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Menteri Raja Juli Antoni yang telah memfasilitasi BAZNAS membuka layanan langsung di Kantor Kementerian Kehutanan. Menjadi kementerian pertama yang menghadirkan layanan zakat di perkantoran tahun ini adalah bentuk keteladanan dalam mendekatkan layanan zakat kepada para muzaki di lingkungan ASN,” ujar Rizaludin di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Selain membuka layanan zakat, dalam rangkaian kegiatan tersebut BAZNAS juga menyalurkan Paket Ramadan Bahagia (PRB) kepada para mustahik yang diundang ke lingkungan Kementerian Kehutanan. Program tahunan ini berupa paket kebutuhan pokok bagi keluarga prasejahtera, khususnya para pejuang agama dan yatim dhuafa agar dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan layak. Rizaludin menambahkan, selama Ramadan 1447 H, BAZNAS RI menyiapkan sedikitnya 29 program strategis untuk memastikan dana zakat yang terhimpun memberikan dampak luas bagi masyarakat. Program tersebut mencakup sektor ekonomi, sosial, hingga pelayanan publik. “Beberapa program unggulan yang kami hadirkan antara lain Zakat Fitrah, Gerai Z-Ifthar, Santunan Anak Yatim, Buka Puasa Bersama, Rumah Layak Huni, Zmart, Z-Corner di Kampung Ramadan, serta Mudik Bahagia Bersama BAZNAS,” jelasnya. Ia berharap kolaborasi yang dimulai Kementerian Kehutanan ini dapat menginspirasi kementerian dan lembaga lainnya untuk turut memfasilitasi layanan zakat di lingkungan kerja masing-masing. “BAZNAS siap menjemput siapa pun yang ingin menunaikan zakat demi optimalisasi gerakan zakat nasional. Zakat yang ditunaikan akan kami salurkan secara tepat sasaran dan sesuai ketentuan asnaf,” tegas Rizaludin. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat budaya berzakat di kalangan ASN sekaligus mendorong optimalisasi penghimpunan zakat nasional untuk kesejahteraan umat.Yuk, terus berzakat dan bantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan! Segera tunaikan zakat Anda melalui kantor digital BAZNAS Kota Cirebon: atau dengan cara transfer ke rekening:BSI 1034035292a.n BAZNAS Kota CirebonKonfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi :WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected], berkahzakat, baznaskotacirebon, zakatbaznas, bantuanbaznas, infaq, sedekahonline, cirebonsehat, zakatmaal, zakatpenghasilan, infak, kotacirebon.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
KEMENAG RI: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG, Penyaluran Sesuai Syariat untuk Delapan Asnaf
KEMENAG RI: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG, Penyaluran Sesuai Syariat untuk Delapan Asnaf
Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al Asyhar, guna meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat. Thobib memastikan bahwa penyaluran zakat dilakukan sesuai ketentuan syariat Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Zakat hanya diperuntukkan bagi delapan ashnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60. Delapan ashnaf tersebut meliputi fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. “Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai syariat dan peraturan perundang-undangan. Zakat diperuntukkan bagi delapan golongan ashnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 serta diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Prinsip ini menjadi landasan utama dalam tata kelola zakat nasional,” tegas Thobib di Jakarta, Jumat (20/2/2026). Ia menjelaskan, dalam Pasal 25 UU No. 23 Tahun 2011 disebutkan bahwa zakat wajib didistribusikan kepada mustahik sesuai dengan syariat Islam. Sementara Pasal 26 menegaskan bahwa pendistribusian dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan memperhatikan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan. “Zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dan disalurkan sesuai ketentuan syariat. Hak para mustahik adalah prioritas dalam setiap kebijakan pengelolaan dana zakat,” lanjutnya. Thobib juga menekankan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel melalui lembaga resmi yang diawasi dan diaudit secara berkala, seperti melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Ia mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga pengelola zakat yang memiliki izin resmi dari pemerintah guna memastikan distribusi tepat sasaran dan sesuai syariat. “Saya mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakatnya pada lembaga pengelola zakat yang memiliki izin resmi dari pemerintah, baik BAZNAS maupun LAZ. Untuk akuntabilitas, kinerja mereka juga diaudit oleh auditor independen secara berkala,” tandasnya. Yuk, terus berzakat dan bantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan! Segera tunaikan zakat Anda melalui kantor digital BAZNAS Kota Cirebon: atau dengan cara transfer ke rekening:BSI 1034035292a.n BAZNAS Kota Cirebon??????Konfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi :WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected]
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →