WhatsApp Icon
Wali Kota Cirebon Turun Langsung Pantau Zakat Fitrah, Apresiasi Kinerja BAZNAS yang Terus Meningkat


Cirebon, 20 Maret 2026 – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melakukan monitoring langsung terhadap pelaksanaan penghimpunan dan pendistribusian zakat fitrah di BAZNAS Kota Cirebon pada Jumat (20/3).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda resmi Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam memastikan kesiapan pengumpulan dan distribusi zakat fitrah serta persiapan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H. Berdasarkan surat undangan resmi, monitoring dimulai dari Balai Kota Cirebon dan dilanjutkan ke beberapa titik, termasuk kantor BAZNAS Kota Cirebon.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon mengapresiasi kinerja BAZNAS Kota Cirebon yang dinilai telah bekerja keras dalam mengelola zakat secara profesional dan amanah.

“Kami mengapresiasi kerja keras BAZNAS Kota Cirebon. Kekompakan dalam internal lembaga menjadi kunci utama yang harus terus dijaga agar kinerja semakin optimal,” ujar Effendi Edo.

Ia menegaskan bahwa sinergi dan soliditas di dalam tubuh lembaga menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kinerja penghimpunan zakat di Kota Cirebon terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.

Menurutnya, peningkatan tersebut tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Daerah Kota Cirebon, khususnya dalam aspek regulasi zakat yang semakin menguat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Cirebon atas dukungan yang luar biasa, terutama dalam hal regulasi zakat. Hal ini menjadi salah satu faktor penting yang menjadikan Kota Cirebon sebagai daerah yang aktif dalam mendukung gerakan zakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Kota Cirebon berharap agar dukungan regulasi dari pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan ke depannya. Dengan regulasi yang semakin baik, potensi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah diyakini akan terus meningkat.

Hal ini pada akhirnya diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di Kota Cirebon, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial.

Monitoring ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa proses penghimpunan dan pendistribusian zakat fitrah berjalan optimal, tepat sasaran, dan sesuai dengan prinsip syariah.

20/03/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Syawal 1447 H, Ini Tanggal Idul Fitri di Indonesia

Cirebon — Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama.

Penetapan ini menjadi penanda berakhirnya bulan suci Ramadhan sekaligus momentum kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Menanggapi hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh rasa syukur, kebahagiaan, serta semangat berbagi kepada sesama.

Ketua BAZNAS Kota Cirebon menyampaikan bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kembali kepada fitrah dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Idul Fitri adalah momen untuk kembali suci. Selain saling memaafkan, kami mengajak masyarakat untuk memastikan zakat fitrah, infak, dan sedekah telah ditunaikan, sehingga kebahagiaan dapat dirasakan secara merata,” ujarnya.

BAZNAS Kota Cirebon juga terus membuka layanan pembayaran zakat, baik secara langsung maupun melalui platform digital, guna memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.

Melalui berbagai program pendistribusian, zakat yang ditunaikan akan disalurkan kepada mustahik di wilayah Kota Cirebon, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka di hari raya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan Idul Fitri tahun ini menjadi lebih bermakna, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi mereka yang membutuhkan.

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin.

 

FAQ Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Syawal 1447 H, Ini Tanggal Idul Fitri di Indonesia

Q: Kapan 1 Syawal 1447 H ditetapkan di Indonesia?
A: Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 melalui sidang isbat Kementerian Agama.

Q: Apa yang harus dilakukan sebelum Idul Fitri?
A: Umat Islam dianjurkan menunaikan zakat fitrah, memperbanyak sedekah, serta mempersiapkan diri untuk saling memaafkan.

Q: Bagaimana cara membayar zakat di BAZNAS Kota Cirebon?
A: Zakat dapat ditunaikan secara langsung di kantor BAZNAS atau melalui layanan digital resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Q: Siapa yang berhak menerima zakat fitrah?
A: Zakat fitrah disalurkan kepada mustahik, termasuk fakir dan miskin, sesuai ketentuan syariat Islam.

19/03/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Hadapi Era Disinformasi, BAZNAS Dinilai Punya Strategi Komunikasi yang Kuat

Cirebon – Di tengah tantangan arus informasi global yang semakin kompleks, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dinilai telah memiliki peta strategi komunikasi yang jelas dan terarah.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Hariqo Wibawa Satria, dalam agenda Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia yang digelar di Jakarta.

Menurut Hariqo, tantangan komunikasi saat ini tidak lagi sederhana. Disinformasi dan misinformasi bahkan telah menjadi salah satu risiko global utama.“Berita bohong sudah keliling dunia, sedangkan pelurusannya baru pakai sepatu,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, langkah BAZNAS yang aktif membangun komunikasi dengan media, membuka ruang kritik, serta menghadirkan langsung suara para penerima manfaat dinilai sebagai strategi yang tepat dan patut diapresiasi.“BAZNAS sudah punya peta komunikasi yang jelas, tinggal timnya lebih diperkuat,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya upaya literasi zakat untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman di masyarakat, khususnya terkait pengelolaan dan penyaluran dana zakat.

Menurutnya, transparansi dan publikasi yang kuat menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat.“Cerita dari para penerima manfaat sangat penting untuk ditampilkan di media. Suara mereka menjadi bukti bagaimana zakat membantu kehidupan masyarakat,” jelas Hariqo.

Lebih lanjut, ia memperkenalkan konsep tiga indikator utama komunikasi publik (3P), yaitu:

  • Pelaksanaan program yang berjalan dengan baik

  • Partisipasi masyarakat yang tinggi

  • Publikasi dan dokumentasi yang luas

Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat dampak program sosial kepada masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Ketua Zainut Tauhid Sa'adi, serta jajaran pimpinan lainnya, bersama tokoh komunikasi dan media seperti Amir Sodikin dan Andi Muhyiddin.

Bagi BAZNAS Kota Cirebon, penguatan strategi komunikasi ini menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan edukasi publik tentang zakat, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Di era digital, bukan hanya program yang harus kuat, tetapi juga cara menyampaikannya. Ketika komunikasi dilakukan dengan tepat, maka zakat tidak hanya dipahami, tetapi juga dipercaya dan ditunaikan.

 

Mari dukung gerakan zakat yang transparan dan berdampak. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon.

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Tsamara Amany Ajak Gen Z Berzakat Lewat BAZNAS, Dorong Gerakan Sosial Anak Muda Lebih Masif

Cirebon – Peran generasi muda dalam gerakan zakat semakin mendapat sorotan. Tsamara Amany mengajak Gen Z Indonesia untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sebagai bentuk kontribusi nyata dalam aksi sosial.

Ajakan tersebut disampaikan dalam forum Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia, yang menjadi ruang kolaborasi antara BAZNAS dan para praktisi komunikasi serta media.

Menurut Tsamara, generasi muda Indonesia memiliki potensi besar dalam gerakan filantropi, karena didorong oleh empati tinggi dan keinginan untuk menciptakan dampak sosial.“Anak muda Indonesia itu sangat dermawan dan ingin berkontribusi. Jika ada ruang dan jalurnya, mereka pasti bergerak,” ujarnya.

Ia menilai, BAZNAS memiliki posisi strategis sebagai wadah utama bagi anak muda untuk menyalurkan kepedulian mereka, baik dalam bentuk donasi maupun keterlibatan langsung sebagai relawan.

Namun demikian, Tsamara juga menyoroti bahwa citra BAZNAS di kalangan Gen Z masih perlu diperkuat, khususnya melalui pendekatan komunikasi yang lebih relevan dengan gaya anak muda masa kini.

Menurutnya, strategi komunikasi berbasis impact narrative dan storytelling menjadi kunci untuk menarik perhatian generasi muda.“Kalau impact narrative-nya kuat, storytelling-nya kuat, insyaallah akan makin banyak lagi orang-orang yang juga mau membantu,” jelasnya.

Ia menambahkan, kisah nyata seperti keberhasilan mustahik menjadi mandiri atau aksi kemanusiaan di wilayah konflik dapat menjadi konten yang kuat dan menyentuh secara emosional.

Tsamara juga mengapresiasi capaian BAZNAS yang berhasil membantu puluhan ribu masyarakat keluar dari kemiskinan, serta kontribusi besar dalam aksi kemanusiaan global, termasuk untuk Palestina.“Orang perlu tahu bahwa ada institusi di negara ini yang bekerja keras melakukan gerakan solidaritas kemanusiaan,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi, serta jajaran pimpinan lainnya, bersama tokoh komunikasi seperti Adita Irawati, Amir Sodikin, dan Andi Muhyiddin.

Bagi BAZNAS Kota Cirebon, ajakan ini menjadi momentum penting untuk semakin mendekatkan gerakan zakat kepada generasi muda di daerah. Dengan pendekatan digital, storytelling, dan konten yang relevan, Gen Z diharapkan dapat menjadi motor penggerak baru dalam ekosistem zakat.

Zakat hari ini bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menciptakan dampak. Dan generasi muda adalah kunci untuk memperluas dampak tersebut di masa depan.

 

Saatnya Gen Z bergerak. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon, dan jadilah bagian dari perubahan.

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Mudik Naik Kapal Perang, 1.448 Mustahik Diberangkatkan BAZNAS Bersama TNI AL

Cirebon – Inovasi layanan mudik kembali dihadirkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dengan menggandeng TNI Angkatan Laut dalam program mudik gratis menggunakan kapal perang.

Sebanyak 1.448 pemudik beserta 503 sepeda motor diberangkatkan menggunakan KRI Banda Aceh-593 dari Dermaga Kolinlamil TNI AL, Tanjung Priok, menuju Semarang dan Surabaya.

Program ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS bersama pemerintah melalui Menko Polkam RI Djamari Chaniago, sebagai bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat, khususnya kelompok ekonomi rentan.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.“Hari ini BAZNAS kembali bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggunakan kapal laut (perang), dengan jumlah yang diberangkatkan sekitar 1.448 orang untuk pulang-pergi,” ujar Sodik.

Tidak hanya menyediakan transportasi gratis, BAZNAS juga memastikan kenyamanan para pemudik melalui berbagai fasilitas, mulai dari konsumsi selama perjalanan, layanan kesehatan, hingga dukungan logistik lainnya.

Peserta mudik berasal dari berbagai latar belakang, seperti ibu rumah tangga, pengemudi ojek, asisten rumah tangga, mahasiswa, hingga pedagang kecil—kelompok yang selama ini membutuhkan perhatian lebih untuk bisa pulang kampung.“Saya melihat banyak yang berangkat satu keluarga dan mereka tampak senang. Ini menyempurnakan mudik mereka karena bisa berkumpul bersama di kampung,” tambah Sodik.

Selain membantu meringankan beban biaya, program ini juga menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan di jalur darat, terutama pada rute padat dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Menko Polkam, Djamari Chaniago, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik.“Kewajiban kami sebagai bagian dari pemerintahan ini untuk memberikan sesuatu yang menyamankan dan mengamankan masyarakat kita pulang kampung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut, Muhammad Ali, menyampaikan bahwa program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka mendukung kelancaran mudik Lebaran 2026.“Kami ingin memberikan sesuatu yang membuat masyarakat nyaman dan aman saat pulang kampung. Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” jelasnya.

Ke depan, BAZNAS berencana memperluas jangkauan program mudik ini tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga hingga ke wilayah lain seperti Sumatra, agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

Bagi BAZNAS Kota Cirebon, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa zakat mampu menghadirkan solusi nyata dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk mobilitas masyarakat di momen penting seperti Idulfitri.

Mudik bukan sekadar perjalanan, tetapi tentang kebahagiaan, kebersamaan, dan harapan. Melalui zakat, perjalanan itu kini menjadi lebih aman, nyaman, dan penuh berkah.

 

Mari hadirkan lebih banyak kebahagiaan di hari raya. Tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon.

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS

Berita Terbaru

Badan Amil Zakat Nasional Salurkan 1.314 Paket Berbuka untuk Warga Gaza di Bulan Ramadan
Badan Amil Zakat Nasional Salurkan 1.314 Paket Berbuka untuk Warga Gaza di Bulan Ramadan
Jakarta, 26 Februari 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 1.314 paket hidangan berbuka puasa bagi masyarakat di Gaza, Palestina, yang tengah menjalani Ramadan di tengah krisis berkepanjangan. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan bahwa distribusi hidangan berbuka menjadi prioritas agar warga Palestina tetap memperoleh asupan nutrisi yang layak saat menjalankan ibadah puasa dalam kondisi serba terbatas. “Pada Ramadan ini, kebutuhan pangan di Gaza menjadi jauh lebih krusial. Melalui paket hidangan berbuka, kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana memiliki kekuatan untuk berpuasa sekaligus merasakan dukungan nyata dari masyarakat Indonesia,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya taktis untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah keterbatasan akses logistik yang masih dihadapi wilayah Gaza. “Paket bantuan ini adalah amanah masyarakat Indonesia yang harus segera disampaikan kepada mereka yang membutuhkan. BAZNAS berkomitmen menyalurkan bantuan secara konsisten agar kebutuhan dasar warga Gaza selama Ramadan tetap terpenuhi,” tegasnya. Ia menambahkan, meski penyaluran bantuan di Gaza menghadapi tantangan akibat situasi yang belum stabil, BAZNAS terus berkoordinasi dengan mitra-mitra kemanusiaan di lapangan agar distribusi berjalan cepat dan tepat sasaran. “Ramadan adalah bulan berbagi dan kepedulian. Kami berharap kehadiran BAZNAS di Gaza dapat sedikit meringankan beban mereka yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, sehingga tetap bisa berbuka dengan layak,” tambah Kiai Noor. BAZNAS juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menunjukkan solidaritas terhadap warga Palestina. Menurutnya, zakat dan sedekah tidak hanya memperkuat ketahanan sosial di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari misi kemanusiaan global. Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dapat berpartisipasi melalui program Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS melalui rekening BSI 2028548390 a.n. BAZNAS Kota Cirebon atau melalui campaign resmi :
BERITA27/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Perkuat Sistem Pengawasan Berlapis demi Jaga Kepercayaan Publik
BAZNAS Perkuat Sistem Pengawasan Berlapis demi Jaga Kepercayaan Publik
Jakarta, 26 Februari 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola kelembagaan melalui sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Langkah ini merupakan implementasi amanat undang-undang agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berjalan sesuai syariat dan ketentuan hukum yang berlaku. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyatakan bahwa transparansi menjadi fondasi utama dalam menjaga amanah umat. Menurutnya, seluruh operasional BAZNAS berada dalam mekanisme kontrol yang ketat dan terstruktur. “BAZNAS dalam menjalankan tugasnya berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai undang-undang, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Ia juga mengapresiasi pernyataan Menteri Agama RI terkait penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Menurutnya, hal tersebut selaras dengan aspirasi BAZNAS di tingkat pusat maupun daerah, serta sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, khususnya Pasal 34 Ayat 1 yang menyebutkan bahwa Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ. “Kita mengapresiasi pernyataan Pak Menag karena sesuai dengan harapan kami dan harapan dari daerah-daerah, bahkan sesuai amanat undang-undang,” jelasnya. Kiai Noor menilai, gagasan penguatan pengawasan membuka peluang pembentukan struktur yang lebih komprehensif, termasuk kemungkinan hadirnya Dewan Pengawas di tubuh BAZNAS sebagaimana terdapat pada Lembaga Amil Zakat (LAZ). “Selama ini BAZNAS diawasi oleh DPR, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, Kantor Akuntan Publik (KAP), serta pengawasan internal. Dengan adanya masukan dari Pak Menteri, ke depan BAZNAS akan semakin kuat dalam menerapkan prinsip 3 Aman, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” tegasnya. Ia menambahkan, seiring dengan semakin besarnya peran dan cakupan kerja BAZNAS, penguatan sistem pengawasan menjadi kebutuhan strategis untuk memastikan dana umat tersalurkan tepat sasaran kepada mustahik. “Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip utama kami dalam menjaga amanah umat. BAZNAS akan terus meningkatkan tata kelola profesional demi memperkuat kepercayaan publik dan menghadirkan kemaslahatan bagi bangsa,” pungkas Kiai Noor.
BERITA27/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS dan IDN Foundation Kolaborasi Salurkan Paket Ramadan untuk Yatim dan Masyarakat Prasejahtera
BAZNAS dan IDN Foundation Kolaborasi Salurkan Paket Ramadan untuk Yatim dan Masyarakat Prasejahtera
Jakarta, 26 Februari 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama IDN Foundation berkolaborasi dalam program Ramadan bertajuk “1 Resep 1 Nasi Bungkus” dengan menyalurkan 50 Paket Ramadan Bahagia (PRB) serta santunan bagi anak-anak yatim, petugas kebersihan, dan masyarakat prasejahtera di sekitar kantor IDN di Jakarta dan Surabaya. Paket Ramadan Bahagia yang disalurkan berisi kebutuhan pokok untuk membantu pemenuhan pangan selama bulan suci. Bantuan diserahkan secara simbolis di Gedung IDN, Jakarta, Kamis (26/2/2026). Penyerahan dilakukan oleh Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI sekaligus Ketua Panitia Ramadan BAZNAS RI 2026, Rulli Kurniawan, bersama Founder & CEO IDN, Winston Utomo, serta Senior Head of Business Operations IDN, Diba Saleh, kepada para penerima manfaat, termasuk anak-anak dari Panti Asuhan Nurul Iman. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi strategis tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan IDN Foundation menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kerja sama dengan IDN Foundation ini sangat baik karena membuat jangkauan penerima manfaat semakin luas. Di BAZNAS, kami berpedoman pada prinsip 3A, yaitu Aman Syar’i, Aman NKRI, dan Aman Regulasi. Zakat yang dititipkan para muzaki kami jaga untuk disalurkan kepada delapan asnaf yang berhak. Kolaborasi ini memperkuat upaya tersebut,” ujar Rizaludin. Ia berharap kolaborasi tidak berhenti pada momentum Ramadan saja, melainkan dapat berlanjut dalam berbagai program penyaluran dan pemberdayaan secara berkelanjutan. Sementara itu, Rulli Kurniawan menegaskan dukungan penuh BAZNAS terhadap inisiatif IDN Foundation karena sejalan dengan visi lembaga dalam membantu mengatasi persoalan kemiskinan di Indonesia. “BAZNAS ingin bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyukseskan visi pengentasan kemiskinan. BAZNAS dan IDN berada dalam satu frekuensi yang sama untuk menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut,” kata Rulli. Diba Saleh turut menyampaikan apresiasi atas sinergi tersebut. Ia menjelaskan, program “1 Resep 1 Nasi Bungkus” merupakan agenda tahunan IDN Foundation yang melibatkan publisher Yammy, di mana setiap resep yang dikirimkan pengguna akan dikonversikan menjadi satu paket makanan untuk dibagikan kepada masyarakat prasejahtera. “Dengan jaringan luas yang dimiliki BAZNAS, dampak kolaborasi ini bisa semakin besar. Harapannya, kerja sama ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Diba. Ketua Panti Asuhan Nurul Iman, Noor Chasan, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, perhatian dari BAZNAS dan IDN menjadi dukungan yang sangat berarti bagi anak-anak yatim, khususnya di bulan Ramadan. “Terima kasih semuanya. Mudah-mudahan ini menjadi keberkahan, terutama di bulan Ramadan ini. Berkah untuk semuanya,” ucapnya. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga filantropi dan sektor swasta dalam menghadirkan kebahagiaan Ramadan bagi masyarakat yang membutuhkan. Yuk, terus berzakat dan bantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan! Segera tunaikan zakat Anda melalui kantor digital BAZNAS Kota Cirebon: atau dengan cara transfer ke rekening:BSI 1034035292a.n BAZNAS Kota Cirebon??????Konfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi :WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected]
BERITA27/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS dan Badan Pengelola Keuangan Haji Salurkan Mobil Layanan dan Sarana Pendidikan di Sumut
BAZNAS dan Badan Pengelola Keuangan Haji Salurkan Mobil Layanan dan Sarana Pendidikan di Sumut
Padang Sidimpuan, 27 Februari 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyalurkan bantuan Program Kemaslahatan berupa satu unit mobil layanan umat dan peralatan pembelajaran untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kota Padang Sidimpuan, Sumatra Utara. Bantuan mobil layanan umat senilai Rp594.195.000 diserahkan kepada Yayasan Sahabat Madani Padang Sidimpuan. Sementara itu, bantuan peralatan pembelajaran senilai Rp536.059.339 diberikan kepada Yayasan Al Ansor, meliputi laptop, printer, proyektor, dan speaker aktif guna menunjang proses belajar mengajar. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Gedung Yayasan Sahabat Madani, Kamis (26/2/2026). Acara tersebut dihadiri Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, serta Ketua BAZNAS Kota Padang Sidimpuan Zainal Arifin beserta jajaran. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan apresiasi atas sinergi BAZNAS dan BPKH dalam mengoptimalkan Dana Abadi Umat untuk kepentingan masyarakat. “Bantuan ini merupakan upaya bersama dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat. Kami memastikan dukungan tersebut benar-benar memberikan manfaat, khususnya di bidang pendidikan,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (27/2/2026). Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan sektor strategis yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana memadai agar kualitas sumber daya manusia semakin meningkat. “Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi para pelajar,” tambahnya. Amri Yusuf menjelaskan, bantuan tersebut bersumber dari nilai manfaat Dana Abadi Umat yang dikelola BPKH dan disalurkan melalui kolaborasi dengan BAZNAS. “Bantuan ini bukan sekadar dukungan sesaat, melainkan pesan kepedulian dari jemaah haji dan masyarakat Indonesia dalam meningkatkan mutu pendidikan di Tanah Air,” ujarnya. Menurutnya, Program Kemaslahatan merupakan amanat undang-undang sehingga pengelolaan Dana Abadi Umat dilakukan secara transparan dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar kembali kepada umat dalam bentuk program yang berdampak langsung. Dukungan terhadap kolaborasi tersebut juga disampaikan Marwan Dasopang. Ia mengapresiasi langkah strategis BPKH dan BAZNAS dalam menyediakan sarana pembelajaran yang dinilai akan memberi dampak signifikan terhadap kualitas pendidikan di daerah. “Kami di Komisi VIII DPR RI akan terus mendukung sinergi antara BPKH dan BAZNAS dalam membantu masyarakat, khususnya dalam meningkatkan mutu pendidikan,” tegasnya. Sementara itu, Zainal Arifin menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Padang Sidimpuan. Ia menilai bantuan mobil layanan dan sarana pendidikan tersebut akan memperkuat pelayanan sosial sekaligus menunjang aktivitas pembelajaran di wilayahnya. “Program kemaslahatan seperti ini kami harapkan terus berlanjut agar semakin banyak umat merasakan manfaat pengelolaan dana umat secara produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
BERITA27/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Musim Dingin Ekstrem
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Musim Dingin Ekstrem
Jakarta, 27 Februari 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, Palestina, yang terdampak konflik. Sebanyak 300 selimut didistribusikan untuk membantu warga bertahan di tengah cuaca dingin ekstrem. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa bantuan selimut menjadi kebutuhan mendesak, mengingat banyak rumah warga mengalami kerusakan berat sehingga mereka tinggal di kamp pengungsian maupun hunian sementara. “Kami memahami bahwa warga Gaza tidak hanya menghadapi keterbatasan pangan, tetapi juga suhu dingin yang ekstrem. Distribusi selimut ini merupakan langkah nyata untuk memberikan kehangatan dan perlindungan, khususnya bagi anak-anak dan lansia yang rentan terhadap penyakit akibat cuaca dingin,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026). Menurutnya, bantuan tersebut difokuskan bagi warga yang bertahan di kamp-kamp pengungsian serta bangunan darurat di wilayah Kota Gaza. Kehadiran selimut diharapkan dapat memberikan perlindungan dasar dan sedikit kenyamanan di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. Saidah menegaskan, BAZNAS terus berkomitmen memastikan amanah masyarakat Indonesia tersalurkan secara tepat sasaran. “BAZNAS tidak akan berhenti menyalurkan bantuan selama rakyat Palestina masih membutuhkan. Selimut ini membawa pesan solidaritas dan cinta dari masyarakat Indonesia. Kami memastikan seluruh proses, mulai dari penghimpunan hingga distribusi di lapangan, dikelola secara transparan dan akuntabel,” tegasnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan bagi warga Palestina melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS. “Zakat Anda kami pastikan sampai kepada mustahik yang tepat. Zakat tidak hanya menguatkan di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari misi kemanusiaan global,” pungkasnya. Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan bantuan melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS di rekening BSI 2028548390 a.n. BAZNAS Kota Cirebon atau melalui campaign Resmi :
BERITA27/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Tegaskan Zakat Tidak untuk Program MBG, Disalurkan Sesuai Syariat dan Regulasi
BAZNAS Tegaskan Zakat Tidak untuk Program MBG, Disalurkan Sesuai Syariat dan Regulasi
CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menegaskan bahwa dana zakat yang dihimpun dan disalurkan melalui BAZNAS tidak digunakan untuk program MBG. Penegasan ini disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI, Prof. Ir. H. M. Nadraztuzzaman Hosen, MS, MEc, Ph.D, dalam pernyataan resminya. Beliau menyampaikan bahwa zakat adalah amanah umat yang memiliki aturan penyaluran yang jelas dalam syariat Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. “Zakat melalui BAZNAS tidak untuk program MBG, tetapi zakat disalurkan untuk fakir miskin dan enam asnaf lainnya sesuai syariat Islam dan peraturan perundang-undangan dengan pengawasan melekat dan ketat,” tegasnya. Zakat Disalurkan kepada 8 Asnaf Dalam Islam, zakat wajib disalurkan kepada delapan golongan (asnaf) sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. BAZNAS sebagai lembaga resmi negara yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, menjalankan tugas penghimpunan dan pendistribusian zakat dengan prinsip: -Sesuai syariat Islam -Patuh terhadap regulasi negara -Transparan dan akuntabel -Dalam pengawasan ketat internal dan eksternal Komitmen Transparansi dan Pengawasan BAZNAS memastikan setiap dana zakat yang ditunaikan oleh para muzaki dikelola secara profesional, akuntabel, dan tepat sasaran. Proses penyaluran dilakukan dengan sistem pengawasan berlapis, baik melalui audit internal, audit eksternal, maupun pengawasan regulatif sesuai ketentuan yang berlaku. Penegasan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen BAZNAS dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan bahwa dana zakat benar-benar memberikan manfaat bagi mustahik yang berhak menerimanya. BAZNAS Kota Cirebon Siap Mengawal Amanah Umat Sejalan dengan arahan BAZNAS RI, BAZNAS Kota Cirebon memastikan bahwa seluruh pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di wilayah Kota Cirebon dilaksanakan sesuai ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. BAZNAS Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar penyalurannya tepat sasaran, terkelola secara profesional, dan memberikan dampak nyata bagi fakir miskin serta delapan asnaf yang berhak. Dengan tata kelola yang transparan dan pengawasan yang ketat, zakat bukan hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen penguat kesejahteraan umat.
BERITA27/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Hadirkan Layanan Zakat di Kementerian Kehutanan, Perkuat Gerakan Zakat ASN
BAZNAS RI Hadirkan Layanan Zakat di Kementerian Kehutanan, Perkuat Gerakan Zakat ASN
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengapresiasi langkah Kementerian Kehutanan Republik Indonesia yang menjadi kementerian pertama pada Ramadan tahun ini yang menghadirkan layanan penunaian zakat secara langsung di lingkungan perkantoran. Inisiatif layanan jemput bola tersebut dihadirkan untuk memudahkan para pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) dalam menunaikan kewajiban zakat di tengah padatnya aktivitas kedinasan. Layanan zakat BAZNAS dibuka langsung di Kantor Kementerian Kehutanan RI, Jakarta. Pada kesempatan itu, Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, turut menunaikan zakatnya melalui layanan yang disediakan BAZNAS di area perkantoran kementerian. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menyatakan, langkah yang dilakukan Kementerian Kehutanan merupakan terobosan positif dan dapat menjadi contoh bagi kementerian serta lembaga negara lainnya. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Menteri Raja Juli Antoni yang telah memfasilitasi BAZNAS membuka layanan langsung di Kantor Kementerian Kehutanan. Menjadi kementerian pertama yang menghadirkan layanan zakat di perkantoran tahun ini adalah bentuk keteladanan dalam mendekatkan layanan zakat kepada para muzaki di lingkungan ASN,” ujar Rizaludin di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Selain membuka layanan zakat, dalam rangkaian kegiatan tersebut BAZNAS juga menyalurkan Paket Ramadan Bahagia (PRB) kepada para mustahik yang diundang ke lingkungan Kementerian Kehutanan. Program tahunan ini berupa paket kebutuhan pokok bagi keluarga prasejahtera, khususnya para pejuang agama dan yatim dhuafa agar dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan layak. Rizaludin menambahkan, selama Ramadan 1447 H, BAZNAS RI menyiapkan sedikitnya 29 program strategis untuk memastikan dana zakat yang terhimpun memberikan dampak luas bagi masyarakat. Program tersebut mencakup sektor ekonomi, sosial, hingga pelayanan publik. “Beberapa program unggulan yang kami hadirkan antara lain Zakat Fitrah, Gerai Z-Ifthar, Santunan Anak Yatim, Buka Puasa Bersama, Rumah Layak Huni, Zmart, Z-Corner di Kampung Ramadan, serta Mudik Bahagia Bersama BAZNAS,” jelasnya. Ia berharap kolaborasi yang dimulai Kementerian Kehutanan ini dapat menginspirasi kementerian dan lembaga lainnya untuk turut memfasilitasi layanan zakat di lingkungan kerja masing-masing. “BAZNAS siap menjemput siapa pun yang ingin menunaikan zakat demi optimalisasi gerakan zakat nasional. Zakat yang ditunaikan akan kami salurkan secara tepat sasaran dan sesuai ketentuan asnaf,” tegas Rizaludin. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat budaya berzakat di kalangan ASN sekaligus mendorong optimalisasi penghimpunan zakat nasional untuk kesejahteraan umat.Yuk, terus berzakat dan bantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan! Segera tunaikan zakat Anda melalui kantor digital BAZNAS Kota Cirebon: atau dengan cara transfer ke rekening:BSI 1034035292a.n BAZNAS Kota CirebonKonfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi :WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected], berkahzakat, baznaskotacirebon, zakatbaznas, bantuanbaznas, infaq, sedekahonline, cirebonsehat, zakatmaal, zakatpenghasilan, infak, kotacirebon.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
KEMENAG RI: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG, Penyaluran Sesuai Syariat untuk Delapan Asnaf
KEMENAG RI: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG, Penyaluran Sesuai Syariat untuk Delapan Asnaf
Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al Asyhar, guna meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat. Thobib memastikan bahwa penyaluran zakat dilakukan sesuai ketentuan syariat Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Zakat hanya diperuntukkan bagi delapan ashnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60. Delapan ashnaf tersebut meliputi fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. “Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai syariat dan peraturan perundang-undangan. Zakat diperuntukkan bagi delapan golongan ashnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 serta diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Prinsip ini menjadi landasan utama dalam tata kelola zakat nasional,” tegas Thobib di Jakarta, Jumat (20/2/2026). Ia menjelaskan, dalam Pasal 25 UU No. 23 Tahun 2011 disebutkan bahwa zakat wajib didistribusikan kepada mustahik sesuai dengan syariat Islam. Sementara Pasal 26 menegaskan bahwa pendistribusian dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan memperhatikan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan. “Zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dan disalurkan sesuai ketentuan syariat. Hak para mustahik adalah prioritas dalam setiap kebijakan pengelolaan dana zakat,” lanjutnya. Thobib juga menekankan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel melalui lembaga resmi yang diawasi dan diaudit secara berkala, seperti melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Ia mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga pengelola zakat yang memiliki izin resmi dari pemerintah guna memastikan distribusi tepat sasaran dan sesuai syariat. “Saya mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakatnya pada lembaga pengelola zakat yang memiliki izin resmi dari pemerintah, baik BAZNAS maupun LAZ. Untuk akuntabilitas, kinerja mereka juga diaudit oleh auditor independen secara berkala,” tandasnya. Yuk, terus berzakat dan bantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan! Segera tunaikan zakat Anda melalui kantor digital BAZNAS Kota Cirebon: atau dengan cara transfer ke rekening:BSI 1034035292a.n BAZNAS Kota Cirebon??????Konfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi :WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected]
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Tak Bisa Sembarangan! Kemenag Pastikan Zakat Hanya untuk Ashnaf dan Berbasis DTSEN
Tak Bisa Sembarangan! Kemenag Pastikan Zakat Hanya untuk Ashnaf dan Berbasis DTSEN
Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama Republik Indonesia memastikan distribusi zakat nasional tetap sesuai dengan ketentuan ashnaf dan semakin terarah dengan berbasis pada data sosial ekonomi nasional. Tata kelola zakat, menurut Kemenag, tidak cukup hanya fokus pada penghimpunan, tetapi juga pada ketepatan sasaran dan dampak nyata bagi kesejahteraan mustahik. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, menegaskan bahwa integrasi data menjadi keniscayaan agar penyaluran zakat sejalan dengan peta kemiskinan dan kerentanan sosial yang terukur. “Distribusi zakat harus sesuai ashnaf dan berbasis data sosial ekonomi nasional. Dengan begitu, kita bisa memastikan bahwa zakat benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan dan memberi dampak yang terukur,” ujarnya dalam Tadarus Zakat dan Wakaf Ramadan 1447 H di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Ia menjelaskan, pendekatan berbasis data juga memperkuat akuntabilitas lembaga pengelola zakat, baik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ). Sinergi antarlembaga dinilai penting agar tidak terjadi tumpang tindih penyaluran serta memastikan intervensi zakat dirasakan secara lebih merata. Waryono menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkelanjutan dalam ekosistem zakat nasional. Penguatan regulasi, literasi, dan kapasitas kelembagaan harus berjalan beriringan agar zakat menjadi instrumen pemberdayaan umat yang berkelanjutan. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi tata kelola zakat dan wakaf. Melalui forum tadarus, Kemenag mendorong seluruh pemangku kepentingan menyamakan visi bahwa zakat bukan sekadar penyaluran dana, melainkan bagian dari strategi pembangunan sosial keagamaan yang terintegrasi. Ia menambahkan, pemanfaatan data sosial ekonomi nasional akan dikolaborasikan dengan basis data yang dimiliki lembaga pengelola zakat guna meningkatkan presisi dalam menentukan prioritas penerima manfaat. “Dengan basis data yang kuat, distribusi zakat tidak lagi bersifat sporadis, tetapi terencana, terukur, dan berkelanjutan. Ini penting agar zakat benar-benar berkontribusi pada pengurangan beban sosial masyarakat,” kata Waryono. Penguatan sinergi dengan BAZNAS dan LAZ, lanjutnya, dilakukan melalui forum koordinasi dan pembinaan rutin, termasuk dalam momentum Ramadan. Upaya tersebut sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas publik terhadap pengelolaan dana umat. Selain itu, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf terus mendorong literasi regulasi dan tata kelola kepada para pengelola zakat di daerah guna meningkatkan kepatuhan terhadap standar pengelolaan serta memperluas dampak pemberdayaan ekonomi mustahik. “Arah kebijakan zakat ke depan adalah memperkuat dampak sosial yang nyata. Integrasi data, pengawasan yang terukur, dan kolaborasi lintas lembaga menjadi fondasi agar zakat dan wakaf semakin berperan dalam membangun kemandirian umat secara berkelanjutan,” tandasnya. Yuk, terus berzakat dan bantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan! Segera tunaikan zakat Anda melalui kantor digital BAZNAS Kota Cirebon: atau dengan cara transfer ke rekening: BSI 1034035292a.n BAZNAS Kota Cirebon ??????Konfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi : WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected]
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Kementerian Agama Republik Indonesia Tegaskan Zakat Hanya untuk Delapan Asnaf
Kementerian Agama Republik Indonesia Tegaskan Zakat Hanya untuk Delapan Asnaf
Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan bahwa zakat tidak boleh digunakan di luar ketentuan delapan asnaf sebagaimana diatur dalam Al-Qur’an. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan disinformasi yang menyebut Kementerian Agama memaksimalkan zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama menekankan bahwa zakat memiliki ketentuan syariah yang tegas dan tidak dapat dialihkan kepada pihak yang tidak termasuk dalam golongan penerima. “Zakat itu tidak boleh dimanfaatkan di luar asnafnya. Jangan sampai zakat ini diberikan kepada yang non asnaf. Itu persoalan syariah,” tegas Menag di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Ia merujuk pada QS. At-Taubah ayat 60 yang menyebutkan delapan golongan (asnaf) penerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fii sabilillah, dan ibnu sabil. Menurutnya, ketentuan tersebut bersifat prinsipil dan menjadi rambu utama dalam tata kelola zakat. “Saya kira itu yang sangat penting. Berikanlah zakat itu seperti apa yang tercantum di dalam asnaf secara tegas. Jangan berikan zakat itu kepada yang mereka tidak berhak,” ujarnya. Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al Asyhar, juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan program MBG. “Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai syariat dan peraturan perundang-undangan. Zakat diperuntukkan bagi delapan golongan asnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 serta diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat,” tegas Thobib. Ia menjelaskan, dalam Pasal 25 UU No. 23 Tahun 2011 disebutkan bahwa zakat wajib didistribusikan kepada mustahik sesuai dengan syariat Islam. Sementara Pasal 26 menegaskan bahwa pendistribusian dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan memperhatikan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan. “Zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dan disalurkan sesuai ketentuan syariat. Hak para mustahik adalah prioritas dalam setiap kebijakan pengelolaan dana zakat,” lanjutnya. Thobib juga menekankan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel melalui lembaga resmi yang diawasi dan diaudit secara berkala, baik melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ). Ia mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi yang memiliki izin pemerintah guna memastikan distribusi tepat sasaran dan sesuai syariat.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Bagikan Paket Pangan untuk Warga Palestina di Masjid Al Aqsa
BAZNAS Bagikan Paket Pangan untuk Warga Palestina di Masjid Al Aqsa
Yerusalem — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 225 paket pangan (food package) bagi warga Palestina di kawasan Masjid Al-Aqsa. Bantuan ini merupakan bagian dari program kemanusiaan internasional BAZNAS untuk membantu masyarakat yang terdampak konflik dan keterbatasan akses pangan. Paket pangan tersebut berisi kebutuhan pokok keluarga yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan konsumsi masyarakat setempat. Bantuan didistribusikan melalui mitra lokal guna memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran dan menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah masyarakat Indonesia yang disalurkan untuk saudara-saudara di Palestina. “Alhamdulillah amanah masyarakat Indonesia yang dititipkan melalui BAZNAS dapat kami salurkan dalam bentuk paket pangan bagi warga Palestina. Ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas umat Islam Indonesia terhadap saudara-saudara kita di sana,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (25/02/2026). Ia menegaskan, situasi yang belum stabil di tengah konflik membuat akses pangan di sejumlah wilayah Palestina menjadi terbatas. Kondisi tersebut menjadikan bantuan internasional sangat dibutuhkan, terlebih pada bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momentum kebersamaan dan ketenangan. Menurutnya, Ramadan adalah waktu untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi sulit. “Kami berharap paket pangan ini dapat meringankan beban masyarakat Palestina serta menghadirkan harapan di tengah keterbatasan. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri. BAZNAS bersama masyarakat Indonesia akan terus hadir dalam misi kemanusiaan ini,” tegasnya. Kiai Noor pun mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan global melalui zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, zakat bukan hanya menguatkan mustahik di dalam negeri, tetapi juga menjadi jembatan kepedulian lintas batas negara. “Zakat menguatkan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga dalam misi kemanusiaan dunia,” ucapnya. Salurkan Zakat Terbaik Anda untuk Palestina Mari lanjutkan aksi nyata ini. Basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui Zakat terbaik Anda melalui transfer ke Rekening BAZNAS: BSI 7555545554 a.n. BAZNAS Kota Cirebon Atau klik tombol dibawah ini: Setiap donasi yang Anda titipkan menjadi harapan bagi saudara-saudara kita di Palestina. Bersama, kita kuatkan solidaritas kemanusiaan dunia.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Perkuat Ekonomi Mustahik, Luncurkan Zmart di Tegal, Brebes, dan Pemalang
BAZNAS Perkuat Ekonomi Mustahik, Luncurkan Zmart di Tegal, Brebes, dan Pemalang
Tegal — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program Zmart di Kota Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang sebagai upaya mendorong peningkatan ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha ritel mikro. Peluncuran program Zmart dilakukan secara simbolis di Pendopo Ki Gede Sebayu, Rabu (25/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM., Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., Wakil Wali Kota Tegal Hj. Tazkiyyatul Muthmainnah, S.KM., M.Kes., Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah KH. Ahmad Darodji, serta unsur Forkopimda. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menjelaskan, program Zmart merupakan bantuan pemberdayaan bagi mustahik, khususnya ibu-ibu pemilik warung kecil, melalui dukungan modal usaha, perlengkapan dagang, pendampingan, hingga penataan tampilan warung agar lebih menarik dan kompetitif. “Semua zakat yang muzaki salurkan melalui BAZNAS kami optimalkan untuk kemaslahatan umat, salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi mustahik lewat program Zmart ini,” ujar Kiai Noor. Ia menyampaikan, total anggaran Program Zmart di tiga wilayah tersebut mencapai Rp720 juta. Masing-masing daerah memperoleh bantuan sebesar Rp240 juta dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 30 mustahik per wilayah. Secara nasional, sejak 2018 hingga Januari 2026, tercatat 4.805 unit Zmart telah tersebar di 115 kabupaten/kota pada 34 provinsi. Kiai Noor menegaskan, Zmart tidak dimaksudkan untuk bersaing dengan gerai ritel modern maupun koperasi desa. “Kita ingin tumbuh berdampingan dan saling menguatkan,” katanya. Menurutnya, program Zmart memiliki peran penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga, terutama melalui peran ibu sebagai penggerak ekonomi rumah tangga. Banyak pelaku warung kecil menghadapi kendala keterbatasan modal, manajemen usaha, hingga akses logistik dan perbankan. Sebagai solusi, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan tata kelola usaha serta mendorong penerima manfaat agar lebih bankable. Selain itu, manajemen logistik diperkuat melalui integrasi dengan platform Aksesmu. “Branding kita tata, manajemen kita perkuat, dan logistik kita konsolidasikan. Tujuannya agar ibu-ibu benar-benar menjadi saudagar yang mandiri dan berdaya,” ujar Noor. Ia pun berpesan agar keuntungan usaha dapat dialokasikan untuk pendidikan anak. “Kalau harus mondok, pondokkan. Kalau harus kuliah, kuliahkan. Minimal satu Zmart melahirkan satu sarjana. Zmart ini hanya sarana, tujuan utamanya peningkatan kualitas keluarga,” ucapnya. Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., menyambut baik peluncuran program tersebut. Ia menilai, Zmart mampu meningkatkan pendapatan pedagang kecil sekaligus memperkuat daya saing usaha mikro melalui pemanfaatan zakat sebagai instrumen ekonomi produktif. Ia berharap para penerima manfaat dapat mengelola usaha secara disiplin agar terjadi peningkatan omzet dan transformasi sosial dari mustahik menjadi muzaki. “Saya harap para penerima manfaat dapat menjaga amanah ini dengan sungguh-sungguh, mengelola usaha secara disiplin dan profesional, serta terus belajar meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah KH. Ahmad Darodji menambahkan, program Zmart bertujuan memperluas pemerataan bantuan ekonomi bagi mustahik. Bantuan usaha yang diberikan bukan untuk mematikan usaha lain, melainkan mendorong pemerataan kesejahteraan dan memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Program ini menegaskan bahwa zakat bukan hanya instrumen bantuan konsumtif, melainkan solusi produktif untuk membangun kemandirian ekonomi umat. Melalui Zmart, BAZNAS mendorong transformasi nyata dari mustahik menjadi pelaku usaha tangguh yang berdaya dan bermartabat.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Perkuat Ekonomi Umat, Hadirkan Z-Ifthar di Masjid Al-Falaah Tangsel
BAZNAS Perkuat Ekonomi Umat, Hadirkan Z-Ifthar di Masjid Al-Falaah Tangsel
Tangerang Selatan — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan program Z-Ifthar Ramadan sebagai upaya memperkuat syiar dakwah dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis masjid, salah satunya di Masjid Al-Falaah Pamulang, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama RI. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., yang diwakili Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, Faisal Qosim, Lc., MA., CFRM., menyatakan, kehadiran Z-Ifthar merupakan langkah strategis untuk menghadirkan syiar Ramadan yang lebih komprehensif. Menurutnya, masjid kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pelayanan dan penguatan ekonomi jamaah serta masyarakat sekitar. "Kehadiran Z-Ifthar ini menyempurnakan bahkan lebih meningkatkan syiar Ramadan. Ini adalah kerja sama strategis yang perlu kita lanjutkan. Insya Allah, program ini memberikan keberkahan bagi jamaah dan para pengusaha kecil, tidak hanya di lingkungan perumahan muslim, tetapi juga secara umum di Tangerang Selatan," ujar Faisal. Senada dengan itu, Kepala Subdit Kemasjidan Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag RI, Nurul Badruttamam, S.Ag., M.A., mengapresiasi program perdana hasil kolaborasi Kemenag dan BAZNAS RI tersebut. Ia menyebut program ini dijalankan bersama 30 masjid di seluruh Indonesia dan diharapkan jangkauannya semakin luas pada Ramadan mendatang. "Ini program yang sangat luar biasa bersama 30 masjid di seluruh Indonesia. Semoga di Ramadan 2027 dukungan ini bisa ditambah lagi, kalau bisa dua kali lipat atau tiga kali lipat. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi kini lebih tren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dari masjidlah akan tumbuh pengusaha kecil yang nantinya menjadi pengusaha besar," ungkapnya. Ia juga menambahkan, dukungan dana sebesar Rp150 juta per masjid melalui program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) telah terdistribusi secara tertib. Program Z-Ifthar menjadi pelengkap penting dalam memperluas akses pasar bagi para pelaku UMKM binaan. Wakil Ketua DKM Masjid Al-Falaah, H. Muhammad Muksin, menyampaikan terima kasih atas dukungan nyata BAZNAS dan Kemenag. Ia menilai program tersebut memberikan dampak signifikan bagi pelaku UMKM di wilayah perumahannya. "Kami sangat terbantu, terutama teman-teman UMKM di wilayah perumahan Al-Falaah. Kami berharap ada kerja sama berkelanjutan lainnya untuk mendukung operasional masjid ke depannya," tuturnya. Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Aris, salah satu penerima manfaat gerai Z-Ifthar yang sebelumnya merupakan ibu rumah tangga. Berawal dari usaha suplai perlengkapan laundry, ia kini mendapatkan akses permodalan dan pemasaran melalui program BMM. "Bazar Z-Ifthar ini sangat membantu. Tadinya saya hanya berjualan di rumah atau melalui WhatsApp, tapi dengan adanya bazar seperti ini, warga komplek hingga warga luar komplek jadi mengetahui produk-produk UMKM kami. Saya berharap program BMM dan pendampingan seperti ini terus ada untuk memantau perkembangan usaha kami ke depan," ujar Aris. Program Z-Ifthar menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi umat berbasis masjid. Melalui kolaborasi strategis ini, BAZNAS mendorong transformasi mustahik menjadi pelaku usaha mandiri, sekaligus menjadikan masjid sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Bagikan Hidangan Berkah Ramadan bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Tebet
BAZNAS Bagikan Hidangan Berkah Ramadan bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Tebet
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan Hidangan Berkah Ramadan (HBR) berupa 400 porsi makanan siap saji dan takjil bagi masyarakat prasejahtera di Kampung Pemulung (Gasong), Tebet, Jakarta, Selasa (24/2/2026). Kampung Pemulung yang dikenal sebagai Kampung Gasong merupakan hunian bagi ratusan keluarga pemulung yang hidup dalam kondisi serba terbatas dan jauh dari standar kelayakan. Letaknya yang berada di belakang pusat perbelanjaan dan kawasan perkantoran memperlihatkan kontras tajam ketimpangan sosial di wilayah Ibu Kota. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan program Hidangan Berkah Ramadan merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat prasejahtera tetap terpenuhi selama bulan suci. “Zakat yang disalurkan para muzaki kepada BAZNAS kami alokasikan untuk kemaslahatan umat, termasuk Hidangan Berkah Ramadan bagi masyarakat prasejahtera. Salah satunya kami distribusikan di Kampung Pemulung (Gasong), Tebet, untuk memastikan warga dapat menikmati hidangan berbuka yang layak,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta. Ia menambahkan, program HBR merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia. Penyalurannya tidak hanya difokuskan di daerah, tetapi juga menjangkau wilayah perkotaan dengan tingkat ketimpangan ekonomi yang tinggi, kawasan rawan bencana, serta kantong-kantong kemiskinan lainnya. Menurutnya, Kampung Gasong dipilih karena tingkat kerentanan sosial dan ekonomi warganya tergolong tinggi. Banyak keluarga hidup dengan keterbatasan akses air bersih, sanitasi, dan ruang hunian yang layak sehingga membutuhkan perhatian bersama dari berbagai pihak. “Kami berharap keberkahan Ramadan melalui penyaluran HBR ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga di Kampung Gasong yang hidup dalam keterbatasan di tengah hiruk-pikuk Ibu Kota,” ucapnya. Bantuan tersebut disambut hangat oleh warga. Salah satu penerima manfaat, Cipto (76), mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. Pria asal Pekalongan itu telah tinggal di Kampung Gasong lebih dari 30 tahun dan bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan sekitar Rp50 ribu per hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membantu biaya kuliah anaknya. “Alhamdulillah kami diperhatikan sama BAZNAS dan para donatur. Kami mengucapkan terima kasih banyak, mudah-mudahan sering datang kemari dan memperhatikan saudara-saudara kita di Gasong ini,” ujarnya. Senada dengan itu, Eva (34), ibu rumah tangga yang telah lebih dari 20 tahun tinggal di kawasan tersebut, menyampaikan bahwa bantuan makanan sangat membantu keluarganya untuk berbuka puasa, terlebih penghasilan suaminya sebagai pengemudi ojek daring tidak menentu. “Senang banget dapat bantuan makanan dari BAZNAS. Membantu saya dan keluarga untuk berbuka nanti malam. Semoga bantuan ini bisa diperbanyak lagi supaya semakin banyak warga yang kurang mampu bisa menikmati makanan berbuka puasa yang layak. Terima kasih BAZNAS sudah berbagi dengan kita,” ucap Eva. Program ini menjadi wujud nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS mampu menghadirkan kebahagiaan sederhana namun bermakna bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan keadilan bagi sesama.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Lumbung Pangan BAZNAS di Berbagai Daerah Siapkan Beras Zakat Fitrah 1447 H
Lumbung Pangan BAZNAS di Berbagai Daerah Siapkan Beras Zakat Fitrah 1447 H
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat kelompok petani binaan Program Lumbung Pangan (LP) di berbagai daerah dalam mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah 1447 H/2026 M. Sejumlah Lumbung Pangan yang siap menyuplai beras zakat fitrah antara lain Lumbung Pangan Purbalingga, Lumbung Pangan Serang, Lumbung Pangan Pesawaran, dan Lumbung Pangan Polewali Mandar. Seluruhnya merupakan bagian dari program pemberdayaan petani mustahik yang selama ini dibina oleh BAZNAS. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan BAZNAS mengupayakan penyediaan beras zakat fitrah dengan kualitas terbaik sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi petani binaan. “BAZNAS terus berikhtiar menyiapkan Beras Zakat Fitrah dengan kualitas premium. Untuk penyuplaian beras zakat fitrah, kami mendahulukan mustahik binaan BAZNAS yang merupakan petani. Kami maksimalkan terlebih dahulu dari hasil mereka, dan jika masih terdapat kekurangan, barulah dilakukan kerja sama dengan pihak lain untuk memenuhinya,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (25/2/2026). Langkah ini dilakukan agar zakat fitrah tidak hanya tersalurkan dengan baik kepada penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi petani mustahik binaan. Saidah menjelaskan, proses penyediaan beras zakat fitrah dikawal sejak awal produksi. Mulai dari memastikan panen raya berjalan optimal, pengawasan proses penggilingan sesuai standar, hingga pengemasan sesuai ketentuan distribusi BAZNAS. Selain itu, kesiapan distribusi juga menjadi perhatian utama. BAZNAS menyiapkan sistem pengiriman terkoordinasi agar beras zakat fitrah tiba tepat waktu di titik penyaluran, mengingat zakat fitrah memiliki batas waktu sebelum Hari Raya Idulfitri. “Butir demi butir beras dari gabah yang mereka panen menjadi bukti gerakan pemberdayaan petani mustahik. Ini bukan sekadar distribusi bantuan, tetapi transformasi dari mustahik menjadi berdaya,” tambahnya. Melalui skema ini, para petani tidak hanya mendapatkan bantuan modal dan pendampingan, tetapi juga memperoleh akses pasar yang jelas melalui penyerapan hasil panen untuk kebutuhan zakat fitrah nasional. Tunaikan Zakat Fitrah Melalui BAZNAS Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat fitrah melalui lembaga resmi agar manfaatnya lebih luas dan berdampak ganda: membantu mustahik sekaligus memberdayakan petani binaan. Zakat fitrah yang ditunaikan melalui BAZNAS bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan menjelang Idulfitri, tetapi juga bagian dari ekosistem pemberdayaan umat. Mari percayakan zakat fitrah Anda kepada BAZNAS Kota Cirebon. Klik Tombol dibawah ini: atau dengan cara transfer ke rekening:BSI 1034035292a.n BAZNAS Kota Cirebon??????Konfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi :WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected] Tunaikan lebih awal, salurkan lebih tepat, dan hadirkan kebahagiaan Idulfitri bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Salurkan Paket Ramadan Bahagia untuk Santri Rumah Tahfiz Apung Kamal Muara
BAZNAS RI Salurkan Paket Ramadan Bahagia untuk Santri Rumah Tahfiz Apung Kamal Muara
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa Paket Ramadan Bahagia (PRB) kepada para santri di Rumah Tahfiz Apung (RTA), Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (24/02/2026). Bantuan tersebut didistribusikan kepada para pengajar dan sekitar 65 santri yang menimba ilmu Al-Qur’an di kawasan pesisir tersebut. Program Paket Ramadan Bahagia merupakan program tahunan BAZNAS berupa paket kebutuhan pokok bagi keluarga prasejahtera atau mustahik di seluruh Indonesia, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan. Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat, menyampaikan rasa kagumnya terhadap semangat para pengelola dan santri di Rumah Tahfiz Apung. "Bagi saya rumah Tahfiz ini adalah extraordinary. Luar biasa! Apa yang luar biasa? Semangatnya, ghirahnya, pantang menyerah, tidak mau tunduk pada keadaan," ujar Imdadun dalam sambutannya. Ia menegaskan, kehadiran BAZNAS di lokasi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap tempat-tempat perjuangan dalam meninggikan kalimat Allah melalui Al-Qur’an. "Niat perjuangan memperjuangkan agama Allah, meninggikan bendera Al-Qur'an, li i’laai kalimatillah. Ini yang luar biasa dari tempat ini. Oleh karena itu, BAZNAS layak untuk sampai ke sini," tegasnya. Selain menyalurkan bantuan, Imdadun juga memberikan motivasi kepada para santri agar terus semangat meraih cita-cita dengan bekal ilmu dan tekad yang kuat. Ia berpesan agar para santri menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi. "Sayap kiri namanya ilmu, sayap kanan namanya himmah. Itulah yang nanti akan membawa kalian terbang tinggi menjadi guru, dosen, bupati, atau apa saja. Bekalnya adalah semangat dan ilmu," pesannya. Sementara itu, pengajar Rumah Tahfiz Apung, Ustaz Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS RI terhadap para santri yang tetap tekun menghafal Al-Qur’an di tengah keterbatasan. "Alhamdulillah, di sini kami membina kurang lebih 65 santri. Tentunya kami mengucapkan jazakumullah khairan katsira, terima kasih banyak kepada Badan Amil Zakat Nasional yang telah bersilaturahmi memberikan paket untuk Ramadan Bahagia kepada santri-santri kami," ujarnya. Bantuan tersebut dinilai sangat bermanfaat, baik bagi santri maupun tenaga pendidik yang mengabdi di Rumah Tahfiz Apung. Kehadiran BAZNAS menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap kesejahteraan para pejuang Al-Qur’an di wilayah yang sulit dijangkau. Mari Hadirkan Ramadan Bahagia di Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon mengajak masyarakat untuk turut menghadirkan kebahagiaan Ramadan bagi para santri, yatim, dhuafa, dan keluarga prasejahtera di wilayah Kota Cirebon. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan di BAZNAS Kota Cirebon, program seperti Paket Ramadan Bahagia dapat terus menjangkau mereka yang membutuhkan, termasuk lembaga pendidikan keagamaan berbasis masyarakat. Mari jadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kepedulian. Salurkan zakat dan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon agar lebih banyak santri dan keluarga dhuafa merasakan keberkahan dan kebahagiaan Ramadan.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Bantu Pulihkan Sumatra, Yayasan LIA Salurkan Donasi Rp160 Juta Melalui BAZNAS RI
Bantu Pulihkan Sumatra, Yayasan LIA Salurkan Donasi Rp160 Juta Melalui BAZNAS RI
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima donasi kemanusiaan sebesar Rp160.000.000 dari Yayasan LIA untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Sumatra. Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana keluarga besar LIA, termasuk partisipasi siswa dan mahasiswa. Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Kantor Yayasan LIA, Jalan Pengadegan Timur, Jakarta Selatan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS dalam mengelola dan menyalurkan bantuan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Yayasan LIA untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatra. Dana sebesar Rp160.000.000 ini akan kami wujudkan dalam bentuk Paket Logistik Keluarga dan akan kami salurkan secepatnya sesuai dengan kebutuhan mendesak di lapangan,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (24/02/2026). Menurutnya, bencana kerap menjadi titik awal munculnya mustahik baru sehingga penanganannya tidak dapat dilakukan oleh negara saja. Peran BAZNAS bersama mitra seperti Yayasan LIA menjadi bagian penting dalam melengkapi upaya pemerintah, baik dalam masa tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana. Ia menjelaskan, BAZNAS telah menjalankan program pemulihan yang komprehensif, mulai dari program kembali ke sekolah, kembali ke rumah, kembali ke rumah ibadah, hingga pemulihan ekonomi agar aktivitas sosial masyarakat dapat pulih secara bertahap. “Kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh Yayasan LIA melalui BAZNAS RI. Semoga bantuan ini memberikan manfaat bagi para korban, baik di Aceh maupun wilayah lain di Sumatra,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan LIA, Ilza Mayuni, menyatakan donasi ini merupakan bentuk solidaritas keluarga besar LIA terhadap masyarakat terdampak bencana. “Kami menyerahkan donasi ini melalui BAZNAS dengan harapan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian di Sumatra. Kami percaya BAZNAS memiliki jaringan dan tata kelola yang baik untuk memastikan bantuan ini sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya. Perkuat Solidaritas dari Daerah BAZNAS Kota Cirebon menyambut baik sinergi antara lembaga pendidikan dan BAZNAS RI dalam misi kemanusiaan ini. Kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Semangat gotong royong ini juga menjadi pengingat bahwa bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena itu, BAZNAS Kota Cirebon terus mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas melalui zakat, infak, dan sedekah agar respons kemanusiaan dapat bergerak cepat, tepat, dan berdampak luas. Melalui dukungan masyarakat, zakat tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga solusi nyata dalam pemulihan sosial dan ekonomi pascabencana.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Ramadan Berbagi, Dan+Dan Bersama BAZNAS RI Salurkan Paket Makanan dan Logistik Keluarga
Ramadan Berbagi, Dan+Dan Bersama BAZNAS RI Salurkan Paket Makanan dan Logistik Keluarga
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan perusahaan ritel kecantikan dan kesehatan Dan+Dan dalam program Ramadan Berbagi dengan menyalurkan paket Sajian Berkah Bergizi dan Paket Logistik Keluarga (PLK) di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Program Sajian Berkah Bergizi menyasar empat yayasan yatim dan dhuafa di wilayah Matraman, Jakarta Timur hingga Johar Baru, Jakarta Pusat. Sementara itu, Paket Logistik Keluarga didistribusikan kepada para mustahik di wilayah Jakarta Timur sebagai bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan dasar selama Ramadan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil sedekah konsumen Dan+Dan yang disalurkan melalui BAZNAS. “Kami percaya bahwa akses terhadap makanan bergizi adalah hak setiap anak. Melalui program Sajian Berkah Bergizi dan Paket Logistik Keluarga ini, kami ingin memastikan kehadiran Dan+Dan dan BAZNAS memberikan manfaat langsung yang dapat dirasakan oleh lingkungan sekitar," jelas Saidah dalam keterangan tertulis. Ia menambahkan, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjadi bantuan jangka pendek, tetapi juga mampu memantik semangat gotong royong antara korporasi dan lembaga negara dalam menekan angka malnutrisi serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan dhuafa. “Melalui sinergi ini, kami ingin semangat berbagi ini terus berkelanjutan. Kami berharap langkah kecil ini bisa memicu aksi gotong royong yang lebih besar dalam menjaga kecukupan gizi dan menghadirkan senyum bagi anak-anak yatim serta dhuafa,” ujarnya. Program ini mendapat sambutan hangat dari para pengasuh yayasan penerima manfaat. Pengasuh Yayasan Al-Kahfi Cabang Jakarta Pusat, Tiara, menyampaikan bahwa wilayah Johar Baru sebagai salah satu kawasan padat penduduk sangat membutuhkan perhatian, terutama dalam hal pangan. “Sajian Berkah Bergizi ini sangat membantu anak-anak dalam pemenuhan gizi agar tidak stunting dan agar tumbuh kembangnya baik. Ke depannya, semoga BAZNAS bersama Dan+Dan bisa selalu memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat,” tuturnya. Apresiasi juga disampaikan oleh Ayu, pengasuh Pondok Yatim & Dhu'afa. Ia mengungkapkan rasa terima kasih karena bantuan datang pada saat yang tepat. “Paket makanan ini sangat berarti bagi anak-anak, terutama karena saat bantuan tiba, kami memang belum memiliki persediaan untuk makan malam,” ungkapnya. Inspirasi Kolaborasi untuk Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon memandang kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga zakat seperti ini sebagai model sinergi yang patut diperluas. Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui dukungan para muzaki, mitra usaha, dan masyarakat, BAZNAS Kota Cirebon terus berkomitmen menghadirkan program-program pemenuhan gizi, bantuan logistik keluarga, serta pemberdayaan mustahik di wilayah Kota Cirebon. Semangat Ramadan Berbagi bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang memastikan tidak ada saudara kita yang merasa sendiri dalam keterbatasan. Mari terus dukung program-program kemanusiaan melalui BAZNAS Kota Cirebon agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan 2026 Sebesar Rp7.640.144 per Bulan
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan 2026 Sebesar Rp7.640.144 per Bulan
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menetapkan nisab zakat penghasilan dan jasa tahun 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan atau Rp91.681.728 per tahun. Keputusan tersebut dihasilkan melalui musyawarah penetapan nisab pada Jumat (20/2/2026), dengan mempertimbangkan aspek syariah, regulasi, serta kondisi ekonomi masyarakat. Penetapan ini mengacu pada harga emas 14 karat setara 85 gram emas, berdasarkan rata-rata harga emas sepanjang tahun 2025. Dari perhitungan tersebut, ditetapkan bahwa batas minimal penghasilan seorang muslim untuk wajib zakat (2,5 persen) adalah Rp91.681.728 per tahun. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Waryono Abdul Ghafur, menegaskan bahwa Kementerian Agama Republik Indonesia tetap berpedoman pada PMA Nomor 31 Tahun 2019 serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan. Menurutnya, penggunaan standar emas sebagai acuan bertujuan menghadirkan ukuran yang objektif dengan tetap mempertimbangkan kemaslahatan mustahik dan muzaki. Ia juga menjelaskan, PMA Nomor 31 Tahun 2019 tidak mengatur secara spesifik jenis karat emas, sehingga BAZNAS memiliki kewenangan menetapkan standar dengan tetap memperhatikan aspek kemaslahatan. Nilai nisab tahun 2026 ini mengalami kenaikan sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penyesuaian tersebut selaras dengan tren kenaikan upah tahunan sebesar 6,17 persen. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menegaskan bahwa penetapan nisab tidak boleh ditunda karena menyangkut kepastian hukum dan keseragaman tata kelola zakat nasional. “Kita tidak boleh membiarkan adanya kekosongan standar. Dalam pengelolaan zakat nasional harus ada patokan yang jelas, karena yang menjadi regulator dalam hal ini adalah BAZNAS. Standar ini menjadi rujukan bagi seluruh pengelola zakat,” ujarnya. Kiai Noor menjelaskan, keputusan penggunaan emas 14 karat merupakan bentuk keseimbangan antara kepatuhan terhadap ketentuan syariah dan kemaslahatan umat. Standar ini dinilai relevan karena relatif sepadan dengan harga beras premium, serta tetap mengacu pada parameter perak dan Pendapatan Tidak Kena Zakat (PTKZ). “Sehingga pengambilan keputusan nisab ini telah memenuhi unsur Aman Syar’i, Aman Regulasi serta memperhatikan kepentingan muzaki dan mustahik,” tegasnya. Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 15 Tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026 pada Sabtu (21/2/2026). Musyawarah ini turut dihadiri pimpinan BAZNAS RI, para pakar syariah, serta perwakilan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, baik secara luring maupun daring. Imbauan untuk Muzaki Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon mengimbau para ASN, profesional, pengusaha, dan pekerja di Kota Cirebon untuk mulai menghitung kewajiban zakat penghasilan berdasarkan ketentuan terbaru tersebut. Bagi masyarakat yang memiliki penghasilan minimal Rp7.640.144 per bulan, maka telah memenuhi nisab dan wajib menunaikan zakat sebesar 2,5 persen dari penghasilannya. Menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Cirebon memastikan dana yang dititipkan dikelola secara aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI, serta disalurkan tepat sasaran untuk membantu fakir miskin dan mustahik di wilayah Kota Cirebon. Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi instrumen strategis untuk mengentaskan kemiskinan dan memperkuat kesejahteraan umat. Mari tunaikan zakat penghasilan melalui BAZNAS Kota Cirebon dan jadikan harta lebih berkah serta bermanfaat luas bagi masyarakat.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Tegaskan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
BAZNAS RI Tegaskan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat terkait pemanfaatan dana zakat. Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Rizaludin Kurniawan, menyatakan bahwa pemanfaatan ZIS memiliki aturan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. “Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026). Ia menjelaskan, zakat hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, riqab (hamba sahaya), gharimin (orang berutang untuk kebutuhan dasar), fisabilillah, serta ibnu sabil (musafir yang kehabisan bekal). Menurutnya, ketentuan tersebut menjadi rambu utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian harus berada dalam koridor syariah. Rizaludin menambahkan, secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada dalam sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang penggunaannya diatur ketat berdasarkan syariat. "Karena itu, penggunaan dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang tidak masuk dalam kategori asnaf, termasuk program MBG," ujarnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengelolaan zakat di BAZNAS berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip ini memastikan zakat dikelola sesuai ajaran agama, taat hukum, serta mendukung kepentingan bangsa. Program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam delapan asnaf. BAZNAS juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat. Seluruh amanah muzaki dipastikan tersalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin dan kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia. “Kami menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Masyarakat bisa melihat laporan secara keseluruhan di website resmi BAZNAS,” ujar Rizaludin. Komitmen Transparansi hingga Daerah BAZNAS Kota Cirebon mendukung penuh komitmen BAZNAS RI dalam menjaga amanah zakat. Transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap syariat menjadi prinsip utama dalam setiap program penghimpunan maupun pendistribusian zakat di daerah. Masyarakat Kota Cirebon tidak perlu ragu menunaikan zakat melalui BAZNAS, karena dana yang dititipkan akan disalurkan sesuai ketentuan syariah dan peraturan yang berlaku, khususnya untuk membantu fakir miskin dan para mustahik di wilayah Kota Cirebon. Zakat yang ditunaikan bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi kekuatan nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan membangun kesejahteraan umat.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →