Berita Terbaru
Hari Pertama Ramadan, BAZNAS RI Salurkan Hidangan Berkah ke Panti Asuhan dan Musala di Jakarta
BAZNAS Kota Cirebon menyambut baik langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang menyalurkan Program Hidangan Berkah Ramadan kepada sejumlah panti asuhan, pondok pesantren, serta musala dan masjid di pusat perbelanjaan Jakarta dan sekitarnya pada hari pertama Ramadan 1447 H, Kamis (19/2/2026).
Sebanyak 250 nasi kotak dan 400 paket takjil didistribusikan kepada anak-anak yatim, para santri, serta jemaah yang menjalankan ibadah puasa. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS RI dalam menghadirkan kebahagiaan Ramadan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di lingkungan pendidikan dan ruang publik perkotaan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.
“Ramadan adalah bulan berbagi. Melalui program ini, BAZNAS RI ingin memastikan para yatim, santri, dan jemaah dapat berbuka dengan layak dan penuh kebahagiaan. Ini adalah amanah para muzaki yang kami salurkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujar Saidah.
Saidah berharap, Program Hidangan Berkah Ramadan dapat meringankan beban para mustahik selama menjalankan ibadah puasa di bulan suci ini.
Apresiasi turut disampaikan Ketua Yayasan Yatim Piatu Rasulullah, Rusdiyanti.
“Alhamdulillah, dengan adanya Hidangan Berkah Ramadan ini sangat membantu, sehingga di hari pertama puasa anak-anak tidak perlu membeli makanan untuk berbuka. Mudah-mudahan para donatur disehatkan dan dimudahkan rezekinya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Pimpinan Al-Qalam Islamic Boarding School, Imad, Lc.
“Bantuan ini sangat bermanfaat, apalagi di pondok pesantren yang kegiatannya 24 jam dan membutuhkan dukungan pangan. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi para donatur,” katanya.
Sementara itu, Rafi (17), salah satu santri penerima manfaat, juga mengungkapkan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah masih ada yang peduli. Semoga donatur selalu diberikan keberkahan oleh Allah dan konsisten dalam kebaikan ini,” ucapnya.
Apresiasi juga disampaikan pengurus Masjid Bahrul Ulum di Pacific Place, Shodiqin, yang menyatakan bantuan tersebut akan disalurkan kepada jemaah yang berbuka di masjid.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon memandang Program Hidangan Berkah Ramadan sebagai bentuk nyata distribusi zakat yang cepat, tepat, dan menyentuh kebutuhan langsung mustahik. Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperluas kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sejalan dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen terus menghadirkan program-program kemaslahatan di bulan suci Ramadan, memastikan amanah para muzaki tersalurkan secara profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Ramadan Tiba, BAZNAS RI Hadirkan Program Santri Memberdayakan Desa di 26 Titik Strategis
BAZNAS Kota Cirebon menyambut hadirnya program inovatif dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bertajuk “Santri Memberdayakan Desa” dalam menyambut Ramadan 1447 H. Program yang diinisiasi Direktorat Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR melalui Divisi Program Ekonomi Pedesaan ini mengintegrasikan penguatan spiritualitas mustahik dengan pengalaman praktis agribisnis bagi generasi muda.
Sebanyak 78 santri terpilih akan diterjunkan ke 26 titik strategis yang tersebar di 8 provinsi, yakni Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka dibagi ke dalam 26 kelompok untuk menjalankan program selama Ramadan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi pedesaan berbasis nilai-nilai keagamaan.
"Program Santri Memberdayakan Desa ini kami hadirkan untuk meningkatkan sisi spiritualitas binaan di lokus Balai Ternak, ZCD, dan Lumbung Pangan. Kami ingin para petani dan peternak kita tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga memiliki ketangguhan iman yang amanah dan produktif. Di sisi lain, ini adalah laboratorium nyata bagi santri milenial untuk belajar langsung bagaimana mengelola usaha pertanian dan peternakan di lapangan," ujar Saidah Sakwan, saat meluncurkan program secara daring, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, para santri yang dipilih merupakan tingkat akhir atau alumni pondok pesantren berusia 17–22 tahun yang memiliki potensi besar sebagai agen perubahan di masyarakat. Mereka akan berperan sebagai mentor religi dengan mengisi pengajian, kultum subuh, serta literasi keagamaan di desa binaan. Selain itu, para santri juga akan belajar langsung tata kelola agribisnis dan UMKM di lapangan.
“Program ini dilaksanakan di 26 titik yang tersebar di 26 desa, 12 kecamatan, dan 25 kabupaten/kota. Lokasi-lokasi ini dipilih secara khusus karena unit usaha pertanian, mikro, dan peternakannya sudah berjalan stabil, sehingga layak menjadi Pusat Studi Tiru bagi para santri,” ucapnya.
Saidah menambahkan, setiap kelompok yang terdiri dari tiga santri akan menjalani metode live in, yakni tinggal bersama kelompok binaan BAZNAS selama dua pekan. Mereka akan berinteraksi langsung dengan petani lumbung pangan, pelaku UMKM, hingga peternak di Balai Ternak BAZNAS.
Melalui program ini, BAZNAS berharap lahir generasi baru “santripreneur” yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga memiliki keterampilan kewirausahaan di sektor pertanian dan peternakan. Kehadiran santri di tengah masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana Ramadan yang lebih bermakna serta memperkuat keberlanjutan ekonomi mustahik melalui pendekatan yang humanis dan religius.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon memandang Program Santri Memberdayakan Desa sebagai model pemberdayaan zakat yang holistik—menggabungkan kekuatan spiritual dan ekonomi dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Pendekatan ini sejalan dengan visi BAZNAS dalam mencetak mustahik yang mandiri sekaligus membangun generasi muda yang produktif dan berdaya saing.
Momentum Ramadan 1447 H menjadi penguat komitmen BAZNAS Kota Cirebon untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen transformasi sosial dan ekonomi umat.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Berhasil Berdayakan Pedagang Nasi Kuning di Banjarmasin, Omzet Tembus Rp1 Juta per Hari
BAZNAS Kota Cirebon mengapresiasi keberhasilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Banjarmasin dalam memberdayakan mustahik hingga mampu mandiri secara ekonomi. Salah satu kisah inspiratif datang dari Rabiyatul Adawiyah, pedagang nasi kuning dan lontong, yang kini berhasil meraup omzet hingga Rp1 juta per hari.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat secara produktif mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mustahik.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas perkembangan usaha binaan tersebut.
“Keberhasilan Rabiyatul menunjukkan zakat yang dikelola secara produktif dapat mendorong kemandirian ekonomi. BAZNAS ingin memastikan para mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga tumbuh dan berkembang melalui usaha yang berkelanjutan,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Ia menjelaskan, Program BAZNAS Microfinance Desa tidak hanya memberikan pembiayaan modal usaha, tetapi juga pendampingan intensif agar usaha mustahik dapat berkembang secara berkelanjutan dan terukur.
Menurut Saidah, keunggulan program ini terletak pada skema pembiayaan tanpa bunga sehingga tidak memberatkan pelaku usaha kecil.
“Bagi kami, pembiayaan bukan sekadar modal. Ini adalah upaya menguatkan ekonomi keluarga dan menghadirkan keberkahan melalui usaha yang halal,” kata Saidah.
Ke depan, BAZNAS RI berkomitmen memperluas jangkauan Program BMD agar semakin banyak mustahik yang dapat meningkatkan kapasitas usahanya hingga bertransformasi menjadi muzaki.
“Dari penerima manfaat zakat bisa menjadi pemberi zakat. Jika itu terwujud, bukan tidak mungkin BAZNAS dapat berkontribusi lebih besar dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Rabiyatul Adawiyah mengaku merasakan langsung dampak positif program tersebut terhadap usahanya.
“Dulu sebelum dibantu BAZNAS omzet harian cuman Rp800 ribu, kini alhamdulilah omzet meningkat menjadi Rp1 juta per hari seiring dengan perbaikan fasilitas usaha dan penambahan kapasitas produksi,” ujarnya.
Rabiyatul juga menjelaskan bagaimana bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan usaha.
"Bantuan tahap awal yang diberikan langsung saya gunakan untuk memperbaiki atap warung yang sudah rusak, untuk sisa dipakai untuk menambah stok bahan baku," jelasnya.
Ia berharap program seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak pedagang kecil yang terbantu.
“Program BAZNAS ini membantu sekali. Tidak pakai bunga, hanya infak. Dan infak itu juga membuat kita punya ruang untuk bersedekah,” katanya.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon memandang keberhasilan ini sebagai bukti bahwa zakat produktif mampu menjadi instrumen transformasi ekonomi umat. Pendekatan pembiayaan tanpa bunga dan pendampingan berkelanjutan menjadi model pemberdayaan yang efektif dalam mendorong mustahik naik kelas.
Semangat ini sejalan dengan komitmen BAZNAS Kota Cirebon untuk terus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak nyata. Harapannya, semakin banyak mustahik yang bertransformasi menjadi muzaki, sehingga zakat benar-benar menjadi kekuatan dalam mengentaskan kemiskinan dan menguatkan kesejahteraan masyarakat.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Bangun Hunian Tetap bagi Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan, Wujud Nyata Zakat untuk Pemulihan
BAZNAS Kota Cirebon menyambut baik langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara, Sabtu (14/2/2026).
Pembangunan hunian tetap seluas 28 hektare ini menjadi bagian dari program pemulihan pascabencana yang bertujuan menghadirkan solusi jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana yang melanda wilayah Sumatera Utara pada 2025. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan total 120 unit hunian yang akan dibangun untuk para penyintas.
Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap merupakan bukti konkret peran zakat dalam proses pemulihan masyarakat.
"Ini adalah bukti bahwa zakat hadir sebagai solusi. Zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi juga instrumen sosial yang membantu masyarakat keluar dari kesulitan dan bangkit kembali," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara BAZNAS RI, pemerintah daerah, dan berbagai pihak menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana sehingga masyarakat dapat segera kembali menjalani kehidupan secara layak dan bermartabat.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, SE., Ak., MM., CA., menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS RI dalam membantu warganya yang terdampak bencana.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah membantu pembangunan hunian tetap bagi masyarakat Tapanuli Selatan. Ini sangat membantu percepatan pemulihan warga yang terdampak bencana," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Utara Prof. Dr. H. Mohammad Hatta turut menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap ini merupakan amanah dari para muzaki yang mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS.
"Jika dianalogikan, kita ini seperti satu tubuh. Ketika ada bagian yang terluka, seluruhnya merasakan. Kepada para muzaki dan mustahik, Allah akan memberikan ketenangan kepada keduanya. Inilah semangat zakat yang memperkuat solidaritas umat," ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Tapanuli Selatan Jon Sujani Pasaribu, Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI Eka Budi Sulistyo, Camat Sipirok, Ketua MUI Kecamatan Sipirok, Direktur BNPB Tapanuli Selatan Nelwan Harahap, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Sofyan Adil, SP., MM., serta para penerima manfaat hunian tetap.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon memandang pembangunan hunian tetap ini sebagai wujud nyata bahwa zakat memiliki peran strategis dalam penanganan dan pemulihan pascabencana. Zakat tidak hanya menjawab kebutuhan darurat, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang yang memulihkan martabat dan kemandirian mustahik.
Semangat solidaritas yang ditunjukkan melalui pembangunan huntap di Tapanuli Selatan menjadi inspirasi bagi BAZNAS Kota Cirebon untuk terus menguatkan pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas. Melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen menghadirkan program-program pemberdayaan yang mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Hadirkan Program Masjid dan Musala Berseri hingga Mancanegara
BAZNAS Kota Cirebon menyambut baik peluncuran Program Masjid dan Musala Berseri (Bersih, Segar, dan Rapi) yang kembali digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam rangka menyambut Ramadan 1447 H/2026 M.
Program ini merupakan gerakan reguler tahunan BAZNAS yang bertujuan menghadirkan rumah ibadah yang bersih, nyaman, dan layak bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah, khususnya di bulan suci Ramadan. Pada tahun 2026, program ini dilaksanakan di 234 kampus, 506 pondok pesantren, lebih dari 1.000 Madrasah Layak Belajar BAZNAS, serta berbagai titik di 10 negara.
Menariknya, jangkauan program Masjid dan Musala Berseri tahun ini semakin luas hingga ke Malaysia, Turki, Maroko, Tunisia, dan Rusia. Hal ini menunjukkan bahwa gerakan zakat tidak hanya berdampak di dalam negeri, tetapi juga menjangkau masyarakat internasional.
Peluncuran program tersebut turut dihadiri Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI Farid Septian, S.Sos., M.Hum.; Kepala Satuan Tugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Matraman Hary Purwanto; Ketua Kwartir Ranting Ciawi Suprapto Prasetyo; serta relawan Beasiswa Cendekia BAZNAS dan Pramuka Kwarran Ciawi.
Dalam keterangannya, Farid Septian menjelaskan bahwa kegiatan ini sejatinya telah rutin dilaksanakan setiap tahun.
"Forum hari ini sebetulnya adalah forum puncak simbolisasi saja karena kami secara rutin melakukan kegiatan serupa selama bertahun-tahun. Jika dijumlahkan, mungkin sudah menghabiskan sekian puluh miliar rupiah di sekian ratus ribu titik," jelas Farid Septian, Jumat (13/2/2026).
Ia menambahkan bahwa peluncuran ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah menjelang Ramadan.
"Kita sudah melaksanakan sejak tanggal 11 kemarin sampai nanti menjelang Ramadan tanggal 18 insyaallah akan terus kita lakukan program ini baik di dalam maupun luar negeri," katanya.
Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., menegaskan bahwa perluasan program hingga ke luar negeri menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat kini semakin terhubung dan kolaboratif.
"Kami ingin gerakan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan bersih-bersih, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di berbagai tempat, baik di dalam maupun luar negeri khususnya di bulan suci Ramadan," ujar Saidah.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Satuan Tugas Gulkarmat Matraman Hary Purwanto.
"Program ini memotivasi kami untuk semakin tangguh, inovatif, dan profesional dalam melayani masyarakat," tuturnya.
Hal senada disampaikan Ketua Kwartir Ranting Ciawi Suprapto Prasetyo.
"Harapannya, kegiatan ini terus ditingkatkan agar membawa manfaat bagi tempat ibadah, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor dan Indonesia pada umumnya," ujarnya.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon memandang Program Masjid dan Musala Berseri sebagai wujud nyata bahwa zakat tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi mustahik, tetapi juga memperkuat ekosistem ibadah dan dakwah umat.
Semangat Bersih, Segar, dan Rapi menjadi inspirasi bagi BAZNAS Kota Cirebon untuk terus memperluas kolaborasi, menghadirkan program-program kemaslahatan, serta memastikan pengelolaan zakat berjalan profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Melalui momentum Ramadan 1447 H, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk terus menguatkan peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan penguatan sosial, sejalan dengan semangat besar Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Jelang Ramadan 1447 H, BAZNAS RI Salurkan Paket Logistik dan Santunan bagi Keluarga Prasejahtera
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan Paket Logistik Keluarga (PLK) dan santunan bagi masyarakat prasejahtera di wilayah Kota Tangerang, Banten, menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Program ini difokuskan kepada warga dengan kondisi ekonomi rentan, khususnya pekerja informal dengan penghasilan tidak menentu dan kurang layak, seperti buruh harian dan pedagang kecil yang terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap situasi ekonomi yang semakin menantang.
"Kami sadar betul kalau menjelang Ramadan atau Lebaran, harga-harga di pasar biasanya melonjak naik. BAZNAS hadir di Kota Tangerang ini supaya masyarakat, seperti para buruh harian dan pedagang kecil, tidak merasa sendirian menghadapi situasi yang sulit ini," ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Menurut Saidah, Paket Logistik Keluarga bukan sekadar pembagian sembako, melainkan ikhtiar untuk memastikan kebutuhan pokok keluarga prasejahtera tetap terpenuhi agar mereka dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk serta menjaga kondisi fisik tetap sehat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa zakat yang ditunaikan para muzaki melalui BAZNAS harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, terutama kelompok prasejahtera yang menghadapi tingginya biaya hidup akibat ketidakpastian pendapatan harian.
"Ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS untuk memastikan manfaat zakat dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang momentum Ramadan," tegasnya.
Proses pendistribusian bantuan dilakukan secara tepat sasaran melalui pendataan dan verifikasi yang cermat, sehingga dana zakat benar-benar sampai kepada mustahik yang berhak.
“Melalui santunan dan Paket Logistik Keluarga ini, kami berharap kebutuhan pokok masyarakat dengan keterbatasan ekonomi dapat terpenuhi. Setidaknya, mereka memiliki ruang napas untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan,” kata Saidah.
Bantuan tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh para penerima. Salah satunya Yuyun, warga Kecamatan Benda, Kota Tangerang, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci dan setrika dengan penghasilan tidak menentu serta tinggal di rumah kontrakan sederhana bersama anaknya.
Selain Yuyun, bantuan juga diterima Ibu Lina, warga Ciledug, yang mengandalkan penghasilan dari berjualan nasi pada pagi hari. Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan dapur keluarganya menjelang Ramadan.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon: Menghadirkan Zakat yang Tepat Sasaran
Semangat kepedulian yang ditunjukkan BAZNAS RI dalam membantu keluarga prasejahtera menjelang Ramadan menjadi inspirasi bagi BAZNAS Kota Cirebon untuk terus memperkuat program pendistribusian zakat, infak, dan sedekah di tingkat daerah.
Menjelang Ramadan 1447 H, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen memastikan zakat yang dihimpun dari masyarakat Kota Cirebon disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran kepada mustahik yang membutuhkan. Melalui program bantuan pangan, santunan, dan pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Kota Cirebon hadir agar masyarakat prasejahtera dapat menyambut Ramadan dengan lebih tenang, bermartabat, dan penuh harapan.
Karena zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang memastikan tidak ada saudara kita yang merasa sendiri menghadapi kesulitan.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Tarhib Ramadan 2026, BAZNAS RI Ajak Seluruh Amil Gencarkan Gerakan Zakat Menguatkan Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menggelar Tarhib Ramadan 2026 melalui mujahadah dan doa bersama yang diikuti seluruh pimpinan serta amil BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan spiritualitas dan komitmen kolektif dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui gerakan “Zakat Menguatkan Indonesia”.
Tarhib Ramadan bertema “Zakat Menguatkan Indonesia” ini dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si., Ketua MUI Bidang Fatwa Prof. Dr. KH. Asrorun Ni’am Sholeh, serta seluruh amil BAZNAS se-Indonesia. Kegiatan digelar secara daring melalui siaran langsung di kanal Youtube BAZNAS TV pada Selasa (17/2/2026).
Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum, Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi Dr. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., serta Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional Achmad Sudrajat, Lc., M.A., CFRM.
Ramadan: Ajang Perjuangan dan Jihad Amil
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa Tarhib Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan pengingat bagi seluruh amil untuk menjalankan tugas utama dalam memastikan zakat tersalurkan kepada masyarakat yang berhak.
"Ramadan bagi kita (amil) semua adalah ajang perjuangan, ajang jihad, bagaimana kita memfasilitasi dari orang-orang kaya kepada orang-orang miskin," ujar Kiai Noor.
Ia menjelaskan, tugas amil tidak hanya memfasilitasi orang-orang yang berkelebihan harta untuk menunaikan zakat, tetapi juga melakukan tathhir (pensucian harta), tazkiyah (penyucian jiwa), serta mendoakan para muzaki. Peran tersebut merupakan amanah mulia dalam menghadirkan keadilan sosial.
Karena itu, Kiai Noor meminta seluruh jajaran BAZNAS memastikan layanan bantuan tersedia optimal selama Ramadan.
"Jangan sampai ada anak yatim yang kekurangan, orang miskin yang merasa kurang, apalagi ada yang kelaparan dan tidak bisa berbuka atau sahur dengan baik,” tegasnya.
Pada Ramadan 1447 H ini, BAZNAS menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp515 miliar. Target tersebut diyakini dapat tercapai melalui sinergi dan kerja kolektif seluruh amil di Indonesia.
Pemerintah Dorong Optimalisasi Pengelolaan Zakat
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong optimalisasi pengelolaan zakat sesuai amanat Undang-Undang Pengelolaan Zakat.
“Indikator keberhasilan lembaga zakat bukan hanya pada besarnya penghimpunan, tetapi sejauh mana zakat mampu mengurangi kemiskinan dan mentransformasi mustahik menjadi muzaki,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono yang berharap Ramadan menjadi momentum memperkuat keimanan dan kolaborasi sosial.
Sementara itu, Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh menegaskan pentingnya kesiapan administratif dan substantif para amilin dalam melayani muzaki.
"Zakat harus berdampak, Ramadan harus semarak melalui jejaring. Salah satunya dengan menyiarkan aktivitas Ramadan di fasilitas keagamaan dan ruang publik," ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, seluruh Pimpinan BAZNAS RI turut menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa, seraya berharap Ramadan tahun ini semakin memperkuat gerakan zakat nasional demi kemaslahatan umat.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon: Menguatkan Gerakan Zakat di Daerah
Semangat Tarhib Ramadan 2026 ini menjadi penguat bagi BAZNAS Kota Cirebon untuk terus menggencarkan gerakan zakat di tingkat daerah. Sebagai bagian dari jaringan nasional BAZNAS, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen menghadirkan pelayanan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi mustahik di Kota Cirebon.
Momentum Ramadan 1447 H menjadi ajang perjuangan bersama untuk memastikan tidak ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, tidak ada anak yatim yang terabaikan, serta semakin banyak mustahik yang bertransformasi menuju kemandirian.
Karena zakat bukan sekadar ibadah personal, melainkan gerakan kolektif untuk menguatkan Indonesia—dimulai dari daerah.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Sambut Ramadan 1447 H, BAZNAS Berbagi Kebahagiaan Bersama Bunda Ojol di Jawa Timur
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menghadirkan program berbagi kebahagiaan menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kali ini, melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur, kegiatan bertajuk “Marhaban ya Ramadan” digelar pada Selasa (17/2/2026) di kawasan Islamic Center Surabaya sebagai bentuk kepedulian terhadap pejuang ekonomi keluarga, khususnya para pengemudi ojek daring wanita (Bunda Ojol).
Sebanyak 1.305 peserta yang terdiri dari 850 Bunda Ojol dan 455 jemaah pengajian binaan Masjid Raya Islamic Center turut meramaikan kegiatan ini. Rangkaian acara meliputi pawai keliling wilayah Dukuh Pakis serta penyerahan bantuan pangan berupa paket sembako sebagai dukungan menyambut Ramadan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum sekaligus Pembina dan Supervisi Wilayah Jawa Timur, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, mengatakan esensi program BAZNAS ini sesuai dengan filosofi Jawa, "Wong Cilik Iso Gumuyu" (rakyat kecil bisa tersenyum).
"Zakat menguatkan Indonesia. Kehadiran kami di seluruh pelosok negeri, dari Sumatra hingga Papua, adalah bentuk pertanggungjawaban kepada muzaki dan mustahik agar dampaknya benar-benar terasa," jelasnya.
Kegiatan bantuan BAZNAS jelang Ramadan ini, kata Nur Chamdani, telah digelar dan membantu banyak masyarakat di berbagai daerah. Ia berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat Jawa Timur, terutama Bunda Ojol dan jemaah pengajian, dalam menghadapi bulan suci.
“Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi para Bunda Ojol dan jemaah pengajian dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C.) Hj. Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para muzaki yang telah membantu masyarakat yang membutuhkan di wilayahnya.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada para muzaki karena BAZNAS tidak bisa jalan kalau tidak ada muzaki. Terima kasih juga kepada mustahik, karena kalau ada muzaki tidak ada mustahik, mustahil (zakat) menyalurkannya,” ujarnya.
Khofifah berharap para Bunda Ojol dan jemaah pengajian dapat melaksanakan ibadah puasa tahun ini dengan lebih baik. “Selamat Ramadan 1447 Hijriah, bagi Bunda Ojol mudah-mudahan kuat dan bisa melaksanakan puasanya dengan baik,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menegaskan bahwa tahun ini program santunan akan dilaksanakan lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu agenda utama adalah pemberian santunan kepada 18.000 anak yatim.
"Tahun ini kelihatannya lebih semarak. Prinsipnya, Ramadan tidak boleh hanya senang yang punya. Fakir miskin, anak yatim, dan janda-janda melarat tidak boleh sampai tidak bisa makan saat hari raya," ujarnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para penerima manfaat. Salah satunya adalah Ani Winarsih, pengemudi ojek daring wanita asal Surabaya, yang mengungkapkan kebanggaannya dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
"Kami memperkenalkan bahwa BAZNAS ada acara konvoi menjelang puasa Ramadan. Dengan semangat, kita mengajak untuk meningkatkan rasa takwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa," ujar Bunda Ani dengan penuh antusias.
Apresiasi juga datang dari Wiji Handayani, anggota komunitas Ojol Gaspol Malang Raya, yang menyampaikan rasa syukurnya atas konsistensi BAZNAS dalam menyelenggarakan kegiatan tahunan ini.
"Kesannya saya sangat berterima kasih sekali. Setiap tahun saya selalu ikut, sangat membantu. Apalagi kami itu kebanyakan janda dan Pekka. Kami sangat berterima kasih dengan adanya BAZNAS setiap tahunnya," katanya.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Bantu 142.079 Penyintas Banjir Sumatra, Perkuat Fase Tanggap Darurat hingga Pemulihan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan komitmennya dalam membantu para penyintas banjir di wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Hingga 5 Februari 2026, sebanyak 142.079 penerima manfaat telah merasakan langsung bantuan kemanusiaan yang disalurkan selama masa tanggap darurat hingga memasuki tahap pemulihan.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari berbagai layanan darurat yang diberikan BAZNAS RI dan masih terus bertambah seiring proses pendataan dan distribusi lanjutan. Bantuan yang disalurkan meliputi penyediaan makanan melalui dapur umum, pendirian dapur air bersih, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA., mengatakan, BAZNAS RI hadir untuk memastikan para penyintas bencana di Sumatra dan Aceh mendapatkan bantuan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan.
“Hingga awal Februari ini sebanyak 142.079 jiwa telah merasakan manfaat langsung dari penyaluran bantuan BAZNAS,” kata dia.
Di Provinsi Aceh, BAZNAS telah menjangkau 62.347 penerima manfaat yang tersebar di 11 kabupaten/kota dan 40 kecamatan. Bantuan difokuskan pada penyediaan 26 dapur umum, pendistribusian 2.488 paket logistik keluarga, 684 pasien layanan kesehatan, mendirikan masjid darurat, MCK darurat, serta dukungan kebutuhan dasar lainnya bagi warga terdampak banjir dan longsor.
Sementara itu, di Sumatra Utara, bantuan disalurkan kepada 37.960 penerima manfaat di 9 kabupaten/kota dan 32 kecamatan. Layanan meliputi distribusi 1.769 makanan siap santap, 1.769 pasien penerima pengobatan gratis, pembangunan masjid darurat dan MCK darurat, penyediaan air bersih, serta bantuan obat-obatan dan hygiene kit di lokasi pengungsian maupun daerah terdampak langsung.
Adapun di Sumatra Barat, jumlah penerima manfaat mencapai 41.772 jiwa yang tersebar di 11 kabupaten/kota dan 44 kecamatan. BAZNAS mengoperasikan dapur umum dengan mendistribusikan 16.945 porsi makanan siap santap setiap hari, menyalurkan 3.500 paket logistik keluarga, serta membuka layanan kesehatan dan dukungan psikososial untuk membantu pemulihan masyarakat pascabencana.
“Itu yang kami lakukan selama masa tanggap darurat bekerja sama dengan BAZNAS daerah, mitra kemanusiaan dan pemda setempat,” ujarnya.
Memasuki fase pemulihan, BAZNAS RI juga menjalankan program strategis berupa Kembali ke Masjid, Kembali ke Sekolah, serta pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana banjir di tiga provinsi tersebut.
“Yang kita lakukan melakukan pemulihan masjid-masjid yang ada di daerah bencana, bukan hanya recovery, kita juga siapkan alat ibadahnya. Kemudian kita juga mendistribusikan 30 ribu seragam sekolah termasuk sepatu, tas, buku, semua kita siapkan supaya anak-anak punya hak untuk kembali melanjutkan pendidikan dengan baik,” ujar Saidah.
Saat ini, pembangunan hunian tetap mulai direalisasikan di Sumatra Utara sebagai bagian dari upaya jangka panjang membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir pada akhir November 2025.
“Alhamdulillah BAZNAS akan membangun 120 huntap di Tapanuli Selatan dan saat ini sudah dilakukan peletakan batu pertama di sana oleh BAZNAS RI dan Pemkab Tapanuli Selatan,” jelas Saidah di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Senin (16/2/2026).
Untuk mendukung proses pemulihan tersebut, BAZNAS RI telah menyiapkan dana bantuan sebesar Rp80 miliar yang merupakan titipan masyarakat Indonesia melalui zakat, infak, dan sedekah.
“Huntap di Sumut sudah peletakan batu pertama, insya Allah selanjutnya di Aceh Tamiang dan Sumatra Barat. Rencananya kami ingin membangun Kampung Cahaya Zakat, jadi nanti di situ ada perumahan, ada masjid, ada pasar juga yang menjadi sentra ekonominya,” ujar Saidah.
BAZNAS RI mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi membantu para korban bencana melalui zakat, infak, dan sedekah. Dukungan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam memperluas jangkauan bantuan dan memastikan para penyintas dapat bangkit kembali secara lebih cepat dan bermartabat.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
Semangat solidaritas yang dihadirkan BAZNAS RI dalam membantu penyintas bencana di Sumatra menjadi cerminan nyata kekuatan zakat sebagai solusi kemanusiaan. Sebagai bagian dari keluarga besar BAZNAS, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk terus memperkuat penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, dan profesional.
Melalui kolaborasi bersama masyarakat Kota Cirebon, BAZNAS Kota Cirebon siap menjadi jembatan kebaikan, memastikan setiap titipan zakat tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di berbagai penjuru negeri.Tunaikan Zakat Anda melalui rekening :BSI 7555545554a.n BAZNAS Kota Cirebonatau melalui :
Konfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi :WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected]
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Salurkan 100 Sapi untuk Tradisi Meugang, Wujud Kepedulian bagi Masyarakat Aceh Tamiang Jelang Ramadan 1447 H
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam menguatkan solidaritas umat melalui kegiatan Tarhib Ramadan bersama masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Senin (16/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS RI menyalurkan 100 ekor sapi sebagai bagian dari dukungan sosial dan spiritual kepada masyarakat menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Tradisi Meugang yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Aceh dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur dan penguatan kebersamaan menjelang Ramadan. Di tengah proses pemulihan pascabencana, BAZNAS RI hadir untuk memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan tradisi tersebut dengan penuh kebahagiaan dan semangat.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Sadiah Sakwan, MA, mengatakan bahwa Meugang bukan sekadar kegiatan konsumsi bersama, tetapi memiliki nilai spiritual dan sosial yang kuat bagi masyarakat Aceh.
“Meugang adalah simbol kebersamaan dan penguatan hati. Di tengah ujian yang masih dirasakan masyarakat, mereka tetap berhak menyambut Ramadan dengan penuh kebahagiaan. BAZNAS hadir untuk membersamai dan memastikan semangat itu tetap terjaga,” ujar Sadiah.
Ia menambahkan, sejak masa tanggap darurat, BAZNAS RI terus memberikan dukungan melalui layanan dapur umum, distribusi logistik, layanan kesehatan, serta program pemulihan seperti Kembali ke Masjid, Kembali ke Sekolah, dan pembangunan hunian tetap.
“Zakat menguatkan Indonesia bukan sekadar slogan. Ini adalah komitmen nyata bahwa saudara-saudara kita di Aceh tidak sendiri,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Asisten I Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh Tamiang dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Aceh Tamiang, Muslizar, S.Pd., MM., menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS RI dalam mendukung masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi penyemangat bagi masyarakat kami untuk bangkit dan menyambut Ramadan dengan optimisme,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Baitul Mal Aceh, Tengku Junaidi, juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS RI yang kembali hadir membantu masyarakat Aceh di tengah masa pemulihan pascabencana.
“Kehadiran BAZNAS RI bukan kali ini saja. Setiap Aceh menghadapi ujian, BAZNAS selalu hadir bersama kami. Ini menjadi bukti bahwa solidaritas umat benar-benar nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Baitul Mal Aceh Tamiang Nurdin OK., M.Ag., Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Tamiang Tengku Budi Darma, M.Si., Imam Masjid Nurhasanah Dr. Khoirudin, M.K., serta unsur pemerintah daerah dan masyarakat penerima manfaat.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Lupa Niat Puasa Ramadan? Ini Solusi Taklid Mazhab Maliki yang Perlu Diketahui
Dalam ibadah puasa Ramadan, niat adalah fondasi utama yang menentukan sah atau tidaknya puasa seseorang. Dalam kajian fikih, niat termasuk rukun puasa. Artinya, tanpa niat, puasa tidak dianggap sah secara syariat.
Bagi mayoritas masyarakat Muslim Indonesia yang mengikuti mazhab Syafi’i, niat puasa wajib dilakukan setiap malam, sejak terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar (taby?t al-niat). Jika seseorang lupa berniat di malam hari, maka menurut pendapat yang mu‘tamad dalam mazhab Syafi’i, puasanya tidak sah.
Namun, dalam khazanah fikih Islam, terdapat pandangan mazhab lain yang bisa menjadi solusi ketika seseorang lupa berniat, yakni pendapat dari Imam Malik dalam mazhab Maliki.
Perbedaan Pandangan Mazhab tentang Niat Puasa
Mazhab Syafi’i memandang bahwa setiap hari dalam Ramadan adalah ibadah yang berdiri sendiri. Karena itu, niat harus diperbarui setiap malam. Jika tidak, puasa hari tersebut tidak sah.
Berbeda dengan itu, mazhab Maliki memandang puasa Ramadan sebagai satu rangkaian ibadah yang utuh selama sebulan penuh. Oleh sebab itu, menurut pendapat yang masyhur dalam mazhab Maliki, cukup satu kali niat di malam pertama Ramadan untuk keseluruhan puasa satu bulan.
Pandangan ini kemudian menjadi rukhshah (keringanan) yang dapat dimanfaatkan dalam kondisi tertentu, terutama ketika seseorang lupa menginapkan niat pada malam hari.
Anjuran Berniat Sekaligus untuk Satu Bulan
Sejumlah ulama Syafi’iyah menganjurkan agar pada malam pertama Ramadan, seseorang juga berniat untuk satu bulan penuh, sebagai bentuk antisipasi. Tujuannya agar jika suatu hari ia lupa berniat di malam hari, ia masih bisa memanfaatkan pendapat mazhab Maliki melalui taklid.
Langkah ini bukan untuk mengganti praktik utama, melainkan sebagai langkah kehati-hatian (ihtiyath). Dalam praktik sehari-hari, tetap dianjurkan untuk menginapkan niat setiap malam sesuai tuntunan mazhab Syafi’i.Baca Juga : Resmi! Besaran Zakat Fitrah Kota Cirebon 2026 Ditetapkan 2,8 Kg Beras atau Rp45.000
Catatan Penting bagi Perempuan yang Mengalami Haid atau Nifas
Ada hal penting yang perlu diperhatikan. Niat satu kali untuk satu bulan penuh hanya berlaku pada puasa yang berlangsung terus-menerus (tat?bu‘).
Bagi perempuan yang mengalami haid atau nifas di tengah Ramadan, kondisi tersebut memutus keberlanjutan puasa sekaligus memutus keberlakuan niat awal. Artinya, setelah suci, ia perlu memperbarui niat kembali.
Sebagai ilustrasi sederhana:
-Malam pertama Ramadan: berniat puasa satu bulan penuh (taklid mazhab Maliki).
-Hari kedua lupa niat malam hari: puasa tetap sah karena mengikuti pendapat Imam Malik.
-Hari ketiga hingga kesepuluh haid.
-Setelah suci, jika lupa lagi berniat malam hari tanpa memperbarui niat, maka puasa tidak sah karena niat awal sudah terputus.
Karena itu, setelah suci dari haid atau nifas, dianjurkan kembali berniat untuk sisa hari Ramadan.
Taklid sebagai Solusi, Bukan Kebiasaan
Perlu dipahami, taklid kepada mazhab Maliki dalam hal ini adalah solusi saat lupa, bukan untuk dijadikan kebiasaan meninggalkan niat malam hari. Konsistensi dalam beribadah tetap menjadi prinsip utama. Jika memilih mengikuti pendapat mazhab tertentu, maka harus konsisten dalam syarat dan ketentuannya.
Ramadan bukan hanya momentum memperbaiki kualitas puasa, tetapi juga memperbaiki kualitas niat. Niat yang lurus akan melahirkan ibadah yang bernilai di sisi Allah SWT.
Ramadan, Momentum Menyempurnakan Ibadah dan Kepedulian
Selain memperbaiki niat puasa, Ramadan juga menjadi waktu terbaik untuk menunaikan Zakat, memperbanyak infak, dan menguatkan sedekah. Ibadah sosial ini menjadi penyempurna ibadah spiritual kita.
Di Kota Cirebon, masyarakat dapat menyalurkan Zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon sebagai lembaga resmi pengelola dana umat. Dengan pengelolaan yang amanah dan profesional, Zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan akan disalurkan kepada para mustahik secara tepat sasaran.
Menjaga niat dalam puasa adalah bentuk ketaatan personal. Menunaikan Zakat, infak, dan sedekah adalah bentuk tanggung jawab sosial. Keduanya saling melengkapi dalam menghadirkan Ramadan yang penuh keberkahan.
Semoga Allah SWT memudahkan kita dalam menjaga niat, menyempurnakan ibadah puasa, serta menguatkan kepedulian melalui Zakat, infak, dan sedekah bersama BAZNAS Kota Cirebon.
BERITA19/02/2026 | Admin | Akate
Jadwal Imsakiyah dan Sholat Kota Cirebon Ramadan 1447 H / 2026 M Lengkap dan Resmi
Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah, umat Muslim di Kota Cirebon perlu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, termasuk memastikan jadwal imsakiyah dan waktu sholat yang akurat. Mengetahui jadwal imsak, Subuh, hingga Maghrib sangat penting agar ibadah puasa dan sholat dapat dilaksanakan tepat waktu sesuai tuntunan syariat.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, serta memperkuat kepedulian sosial melalui zakat dan sedekah. Karena itu, ketepatan waktu menjadi kunci utama agar setiap ibadah bernilai sempurna di sisi Allah SWT.
Jadwal imsakiyah wilayah Kota Cirebon disusun berdasarkan data hisab dan rukyat yang merujuk pada ketetapan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Data perhitungan waktu sholat juga diselaraskan dengan standar astronomi yang berlaku secara nasional.
Penggunaan jadwal resmi sangat dianjurkan agar masyarakat tidak keliru dalam menentukan waktu imsak, Subuh, maupun berbuka puasa. Perbedaan beberapa menit saja dapat berpengaruh pada keabsahan waktu ibadah, khususnya saat sahur dan berbuka.
Jadwal Imsakiyah & Sholat Kota Cirebon (Contoh Format)
Berikut format jadwal yang dapat digunakan selama Ramadan:
Catatan: Waktu dapat mengalami penyesuaian sesuai hasil rukyat dan ketetapan pemerintah.
Untuk jadwal lengkap 30 hari Ramadan, masyarakat dianjurkan mengunduh versi resmi dalam format PDF DISINI atau mencetaknya agar mudah diakses setiap hari.
Memahami Makna Imsak dan Waktu Sholat
Istilah “imsak” sering dipahami sebagai batas akhir makan sahur. Secara bahasa, imsak berarti menahan diri. Dalam praktiknya, waktu imsak menjadi pengingat agar umat Islam segera menyudahi sahur sebelum masuk waktu Subuh.
Waktu Subuh menandai dimulainya puasa. Sementara itu, Maghrib menjadi tanda berbuka puasa. Rasulullah SAW menganjurkan untuk menyegerakan berbuka ketika telah masuk waktu Maghrib sebagai bentuk ketaatan dan rasa syukur.
Selain menjaga waktu puasa, Ramadan juga menjadi momen memperbaiki kedisiplinan sholat lima waktu. Menjaga sholat tepat waktu, terlebih secara berjamaah di masjid, akan melipatgandakan pahala dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Tips Optimal Menjalankan Ibadah Ramadan
Agar Ramadan lebih bermakna, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
1. Sahur Tepat Waktu
Usahakan sahur mendekati waktu Subuh agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.
2. Jaga Sholat Berjamaah
Menghidupkan masjid dengan sholat berjamaah dan tarawih akan menambah semangat ibadah.
3. Perbanyak Tilawah Al-Qur’an
Ramadan adalah bulan Al-Qur’an. Targetkan khatam minimal satu kali selama bulan suci.
4. Menunaikan Zakat dan Perbanyak Sedekah
Selain puasa, Ramadan adalah bulan berbagi. Setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya.
Maksimalkan Ramadan dengan Zakat dan Sedekah Terbaik
Momentum Ramadan juga menjadi waktu terbaik untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Melalui BAZNAS Kota Cirebon, masyarakat dapat menyalurkan zakat secara amanah, transparan, dan tepat sasaran kepada para mustahik di wilayah Kota Cirebon.
Program pendistribusian meliputi bantuan fakir miskin, beasiswa pendidikan, bantuan usaha mikro, hingga program sosial kemanusiaan. Dengan menunaikan zakat melalui lembaga resmi, distribusi dana umat dapat dikelola lebih optimal dan berdampak luas.
Kemudahan pembayaran zakat kini tersedia melalui transfer bank, QRIS, layanan jemput zakat, serta konfirmasi digital yang praktis. Ramadan menjadi kesempatan emas untuk membersihkan harta dan menyempurnakan ibadah puasa.
Penutup
Mengetahui jadwal imsakiyah dan waktu sholat yang akurat merupakan bagian penting dalam menyempurnakan ibadah Ramadan. Dengan berpedoman pada jadwal resmi, masyarakat Kota Cirebon dapat menjalankan puasa dan sholat dengan lebih tenang dan khusyuk.
Semoga Ramadan 1447 H membawa keberkahan bagi seluruh keluarga, memperkuat kepedulian sosial, serta menjadikan Kota Cirebon semakin religius dan penuh keberkahan.
Mari sambut Ramadan dengan persiapan terbaik — tepat waktu dalam ibadah, dan tepat sasaran dalam berbagi.Download Jadwal imsakiyah dibawah ini :DISINI
BERITA13/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Perkuat Sinergi UPZ Jelang Ramadan 1447 H, Targetkan Penghimpunan ZIS Rp10,5 Miliar
Kota Cirebon — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon. Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, BAZNAS Kota Cirebon menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi bagi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid se-Kota Cirebon yang dilaksanakan di Islamic Center Kota Cirebon, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh UPZ Masjid, dan Mushola, serta perwakilan kecamatan, dan kelurahan sebagai bagian dari agenda strategis tahunan dalam rangka memastikan pengelolaan zakat berjalan secara tertib, transparan, profesional, dan tepat sasaran.
Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, menegaskan bahwa pelaksanaan Bimtek bukan sekadar rutinitas menjelang Ramadan, melainkan momentum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta memastikan seluruh UPZ memahami regulasi terbaru, khususnya terkait mekanisme penghimpunan dan pelaporan zakat fitrah.
“Ramadan merupakan momentum peningkatan penghimpunan zakat yang signifikan. Karena itu, penting bagi seluruh UPZ untuk memahami ketentuan terbaru, baik dari sisi besaran zakat fitrah maupun tata kelola pelaporan yang akuntabel,” ujar Hamdan.
Target Penghimpunan ZIS 2026 Sebesar Rp10,5 Miliar
Pada tahun 2026, BAZNAS Kota Cirebon menargetkan penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp10,5 miliar. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang ditetapkan sebesar Rp10 miliar, dengan realisasi tahun 2025 mencapai sekitar Rp7 miliar.
Kenaikan target ini merupakan arahan dari BAZNAS Provinsi Jawa Barat yang menilai potensi zakat di Kota Cirebon masih sangat besar dan perlu dioptimalkan melalui penguatan sistem dan sinergi kelembagaan.
“Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus melakukan pembenahan, baik dalam pendataan UPZ, peningkatan koordinasi, maupun edukasi kepada masyarakat agar menunaikan zakat melalui lembaga resmi,” tambah Hamdan.
Optimalisasi sistem pelaporan dan pendataan yang terintegrasi menjadi salah satu fokus utama guna meningkatkan kepercayaan publik serta memetakan potensi zakat secara lebih akurat dan terukur.
Zakat Fitrah 2026 Ditetapkan Rp45.000 per Jiwa
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Cirebon juga mengumumkan bahwa besaran zakat fitrah tahun 1447 H/2026 M ditetapkan sebesar Rp45.000 per jiwa. Penetapan ini merupakan hasil rapat koordinasi bersama Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Agama, Pemerintah Kota Cirebon, serta sejumlah lembaga terkait.
Besaran tersebut juga berlaku bagi masyarakat yang menunaikan fidyah. Penetapan nominal Rp45.000 telah disesuaikan dengan harga bahan pokok dan kondisi daya beli masyarakat di wilayah Kota Cirebon.
“Beberapa daerah menetapkan angka berbeda, namun untuk Kota Cirebon disepakati Rp45.000 dengan mempertimbangkan kondisi riil masyarakat,” jelasnya.
Distribusi Berbasis Lingkungan dan Penguatan Validitas Data
Untuk pendistribusian zakat fitrah, BAZNAS Kota Cirebon mempercayakan pengelolaannya kepada sekitar 300 UPZ yang tersebar di masjid dan musala se-Kota Cirebon. Pola distribusi berbasis lingkungan dinilai lebih efektif karena pengurus setempat lebih memahami kondisi sosial dan kebutuhan warga di wilayahnya.
Meski demikian, BAZNAS menekankan pentingnya akurasi dan validitas data mustahik guna menghindari potensi penerima ganda maupun warga yang terlewat dari pendataan. Sinergi antara pengurus UPZ, aparat kecamatan dan kelurahan, serta pengurus masjid menjadi kunci dalam memastikan distribusi zakat berjalan tepat sasaran.
“Pendataan fakir miskin harus dilakukan secara cermat. Jangan sampai ada penerima ganda sementara yang lain belum tersentuh. Melalui Bimtek ini, kami mendorong pengelolaan zakat yang semakin profesional dan akuntabel,” tegas Hamdan.
Melalui penguatan kapasitas UPZ dan peningkatan koordinasi lintas lembaga, BAZNAS Kota Cirebon berharap Ramadan tahun ini tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah spiritual, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan mendorong kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Kota Cirebon
“Menebar Manfaat, Menguatkan Umat.”
BERITA13/02/2026 | Admin | Akate
Kalender BAZNAS 2026 Resmi Dirilis, Lengkap Jadwal Sholat, Puasa Ayamul Bidh, dan Hari Libur Nasional
KOTACIREBON.BAZNAS.GO.ID — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon resmi merilis Kalender BAZNAS Tahun 2026 yang kini telah tersedia dan dapat diunduh secara gratis oleh masyarakat. Kalender ini disusun sebagai panduan ibadah dan aktivitas harian umat Islam sepanjang tahun 2026.
Kalender BAZNAS 2026 hadir dengan informasi yang lengkap dan terstruktur, mulai dari jadwal sholat harian, jadwal Puasa Ayamul Bidh setiap bulan, hingga penandaan hari-hari besar nasional dan cuti bersama yang mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS berkomitmen menghadirkan kalender yang tidak hanya informatif, tetapi juga membantu masyarakat dalam meningkatkan kedisiplinan ibadah dan perencanaan aktivitas harian.
Kalender BAZNAS 2026 diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa menjaga waktu sholat dan menghidupkan amalan sunnah.
“Melalui Kalender BAZNAS 2026, kami ingin menghadirkan panduan yang memudahkan masyarakat dalam menjalankan ibadah harian, termasuk sholat tepat waktu dan puasa sunnah Ayamul Bidh, sekaligus mengetahui hari libur nasional secara akurat,”
Selain memuat informasi ibadah, kalender ini juga memuat penanggalan Masehi dan Hijriah secara berdampingan, sehingga memudahkan masyarakat dalam memahami momen-momen penting keagamaan maupun nasional sepanjang tahun.
Masyarakat dapat mengunduh Kalender BAZNAS 2026 lengkap jadwal sholat dan puasa Ayamul Bidh melalui tautan resmi berikut:
[ Link Unduhan Kalender BAZNAS 2026 ]
BAZNAS mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan setiap waktu lebih bermakna dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dana yang dihimpun akan disalurkan secara amanah dan tepat sasaran untuk membantu mustahik serta mendukung program pemberdayaan umat.
Mari awali dan jalani tahun 2026 dengan ibadah yang terjaga dan kepedulian yang nyata. Tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS, karena zakat Anda adalah harapan bagi sesama.
Semoga Bermanfaat.
BERITA23/01/2026 | Admin | Akate
Hukum dan Tata Cara Membayar Fidyah dengan Uang Menurut Islam
KOTACIREBON.BAZNAS.GO.ID – Sahabat, Dalam Islam, fidyah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh seseorang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa secara penuh, seperti lansia renta atau penderita penyakit kronis yang tidak ada harapan sembuh. Fidyah menjadi bentuk kompensasi atas puasa Ramadhan yang ditinggalkan dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan fakir miskin.
Para ulama berbeda pendapat terkait bentuk pembayaran fidyah, apakah harus berupa makanan pokok atau boleh diganti dengan uang. Perbedaan ini menjadi rahmat dan memberikan kemudahan bagi umat Islam dalam menunaikan kewajiban syariat sesuai kondisi masing-masing.
Pandangan Mazhab Hanafi tentang Fidyah dengan Uang.
Mazhab Hanafi dikenal sebagai mazhab yang memiliki pendekatan fleksibel dan kontekstual, khususnya dalam urusan muamalah. Dalam mazhab ini, pembayaran fidyah diperbolehkan menggunakan uang, selama nilainya setara dengan makanan pokok yang diwajibkan.
Prinsip utama fidyah adalah memenuhi kebutuhan fakir miskin. Dalam kondisi tertentu, uang dinilai lebih bermanfaat karena dapat digunakan sesuai kebutuhan penerima. Oleh sebab itu, fidyah boleh ditunaikan dalam bentuk nominal uang.
“Boleh berbuka puasa bagi laki-laki dan perempuan lanjut usia yang telah hilang kekuatannya, dan wajib bagi keduanya membayar fidyah. Demikian pula bagi orang yang tidak mampu menunaikan nazar puasa seumur hidup. Setiap hari wajib membayar fidyah berupa setengah sha’ gandum atau nilai uang yang setara, dengan syarat ketidakmampuan tersebut bersifat permanen hingga meninggal dunia.”
Siapa yang Wajib Membayar Fidyah?
Fidyah hanya diwajibkan bagi mereka yang:
Tidak mampu berpuasa secara permanen, seperti lansia renta.
Menderita penyakit kronis yang tidak memiliki harapan sembuh.
Adapun bagi seseorang yang masih memungkinkan mengganti puasa, meskipun tertunda, maka kewajibannya adalah qadha, bukan fidyah. Hal ini dijelaskan sebagai berikut:
“Jika seseorang menunda qadha puasa Ramadhan hingga masuk Ramadhan berikutnya, maka ia tidak wajib membayar fidyah. Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa qadha puasa tidak dibatasi oleh waktu.”
Pendapat Imam Badruddin Al-‘Aini tentang Fidyah dengan Uang
Imam Badruddin Al-‘Aini menjelaskan bahwa: “Diperbolehkan membayar dengan uang dalam zakat, zakat fitrah, kafarah, membayar sepersepuluh, pajak, dan kafarah nadzar. Adapun menurut Imam Syafi’i, hal tersebut tidak diperbolehkan karena dianalogikan dengan hadyu dan kurban.”
Mazhab Hanafi juga berdalil pada riwayat yang menunjukkan adanya fleksibilitas penggantian bentuk harta dalam kewajiban ibadah maliyah, selama nilainya setara dan tetap memenuhi tujuan syariat.
Besaran Fidyah Menurut Mazhab Hanafi
Dalam mazhab Hanafi, fidyah per hari puasa yang ditinggalkan setara dengan:
3,25 kg makanan pokok seperti kurma, anggur, atau jewawut, atau
1,625 kg gandum atau tepungnya,
atau nilai uang yang setara dengan ketentuan tersebut.
“Zakat fitrah (dan fidyah) berupa setengah sha’ gandum atau tepungnya, atau satu sha’ kurma, anggur, atau gandum kasar. Diperbolehkan membayar dengan nominal uang, dan hal tersebut lebih utama ketika uang lebih dibutuhkan oleh fakir miskin karena lebih cepat memenuhi kebutuhannya.”
Besaran Fidyah di Kota Cirebon Tahun 2026
Berdasarkan Surat Keputusan Ketua BAZNAS Kota Cirebon tentang Penetapan Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2026, besaran fidyah untuk wilayah Kota Cirebon ditetapkan sebesar Rp45.000 per hari per jiwa.
Tunaikan Fidyah Anda Melalui BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat Muslim untuk menunaikan fidyah melalui lembaga resmi dan terpercaya, agar penyalurannya tepat sasaran, amanah, dan sesuai ketentuan syariat.
Dengan menunaikan fidyah melalui BAZNAS Kota Cirebon, Anda turut:
Membantu memenuhi kebutuhan fakir miskin,
Menguatkan program sosial dan kemaslahatan umat,
Menyempurnakan ibadah Ramadhan dengan penuh keberkahan.
Salurkan fidyah Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon
Karena fidyah yang ditunaikan dengan benar, akan menjadi keberkahan bagi diri dan kemanfaatan bagi sesama.
Anda dapat menunaikan Fidyah dengan cara Transfer Kewajiban Fidyah melalui rekening :
Bank Muamalat 1310047736 a.n BAZNAS Kota Cirebon
Konfirmasi Pembayaran Fidyah WhatsApp wa.me/6282320047700
Semoga bermanfaat.
Wall?hu a‘lam bish-shaw?b.
BERITA23/01/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Peringati HUT ke-25 BAZNAS dengan Tasyakur dan Doa Bersama
KOTA CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 BAZNAS dengan menggelar kegiatan tasyakur dan doa bersama. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Cirebon, Selasa (20/01/2026), dan diikuti oleh para pimpinan serta seluruh amil pelaksana.
Kegiatan tasyakur dan doa bersama ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan 25 tahun BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah untuk kesejahteraan umat. Momentum ini juga menjadi sarana refleksi untuk memperkuat komitmen kelembagaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Peringatan HUT ke-25 BAZNAS yang dilaksanakan BAZNAS Kota Cirebon berlangsung selaras dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh BAZNAS Pusat bertajuk “Doa Bersama: Zakat Menguatkan Indonesia”. Kegiatan nasional tersebut menjadi wujud apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki, mustahik, serta seluruh stakeholder yang telah membersamai perjalanan BAZNAS hingga menjadi lembaga utama dalam upaya menyejahterakan umat.
Kegiatan BAZNAS Pusat dilaksanakan secara blended, yakni dengan kehadiran perwakilan BAZNAS daerah secara langsung di Kantor BAZNAS Republik Indonesia, sementara sebagian lainnya mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting serta siaran langsung YouTube BAZNAS TV.
Ketua BAZNAS Kota Cirebon menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-25 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS pusat dan daerah. “Kami bersyukur atas kepercayaan masyarakat yang terus menguat. Semoga BAZNAS semakin amanah, profesional, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan umat, khususnya di Kota Cirebon,” ujarnya.
Melalui peringatan HUT ke-25 BAZNAS ini, BAZNAS Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja, transparansi, dan inovasi layanan zakat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan.
BERITA21/01/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Jemput Zakat Selama Bulan Ramadhan
KOTA CIREBON — Dalam rangka memberikan kemudahan kepada masyarakat selama bulan suci Ramadhan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon mengimbau para muzaki dan masyarakat umum untuk memanfaatkan layanan Jemput Zakat. Layanan ini dapat menjangkau langsung rumah tinggal maupun perkantoran, guna memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Cirebon.
Melalui layanan Jemput Zakat, masyarakat dapat menunaikan zakat fitrah, zakat maal, zakat profesi, zakat perniagaan, serta zakat, infak, dan sedekah lainnya secara praktis, aman, dan sesuai ketentuan syariat Islam. Petugas amil resmi BAZNAS Kota Cirebon akan datang ke lokasi yang telah disepakati dengan mengedepankan prinsip profesionalitas dan amanah.
Untuk memanfaatkan layanan tersebut, masyarakat dapat menghubungi WhatsApp layanan Jemput Zakat di nomor 0851-9500-2005. Layanan ini disiapkan sebagai bentuk pelayanan prima BAZNAS Kota Cirebon agar muzaki dapat menunaikan zakat dengan mudah, khususnya di tengah padatnya aktivitas selama bulan Ramadhan.
Ketua BAZNAS Kota Cirebon H. Hamdan, S.Ag.,M.Pd.I menyampaikan bahwa layanan Jemput Zakat merupakan wujud komitmen lembaga dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan masyarakat Kota Cirebon dapat menunaikan zakat dengan tenang dan percaya melalui lembaga resmi, sehingga pengelolaan dan penyalurannya dapat dilakukan secara optimal,” ujarnya.
Selain kemudahan layanan, BAZNAS Kota Cirebon juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas. Seluruh proses penghimpunan, pelaporan, hingga dokumentasi penyaluran zakat dapat dipantau melalui Instagram dan website resmi BAZNAS Kota Cirebon, sehingga muzaki dapat melihat secara langsung pemanfaatan dana zakat yang disalurkan.
BAZNAS Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat Kota Cirebon untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS agar penyaluran zakat lebih tepat sasaran, terkelola secara profesional, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
BERITA21/01/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Rutin Gelar Tadarus dan Briefing Staf Sebelum Aktivitas Kerja
KOTA CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon secara rutin melaksanakan kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama yang dilanjutkan dengan briefing staf amil pelaksana sebelum memulai aktivitas pekerjaan. Kegiatan ini berlangsung di Aula BAZNAS Kota Cirebon, Rabu (21/01/2026).
Kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an yang diikuti oleh pimpinan dan seluruh staf amil pelaksana. Tadarus ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kota Cirebon dalam menumbuhkan nilai-nilai spiritual, meningkatkan keimanan, serta menghadirkan suasana kerja yang penuh keberkahan.
Usai tadarus, kegiatan dilanjutkan dengan briefing staf yang dipimpin oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Cirebon. Dalam briefing tersebut disampaikan evaluasi singkat kinerja, arahan tugas harian, serta penguatan komitmen pelayanan kepada para muzakki dan mustahik.
Ketua BAZNAS Kota Cirebon H. Hamdan, S.Ag.,M.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk menyelaraskan nilai ibadah dengan profesionalitas kerja. “Melalui tadarus dan briefing pagi, kami berharap seluruh amil dapat memulai aktivitas dengan niat yang lurus, semangat kebersamaan, dan tanggung jawab dalam mengelola dana ZIS secara amanah,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan rutin ini, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kinerja kelembagaan, memperkuat soliditas tim, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Cirebon.
BERITA21/01/2026 | Admin | Akate
Resmi! Besaran Zakat Fitrah Kota Cirebon 2026 Ditetapkan 2,8 Kg Beras atau Rp45.000
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon bersama Pemerintah Daerah dan unsur pemangku kepentingan menggelar Rapat Penetapan Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Wilayah Kota Cirebon Tahun 1447 H/2026 M, Kamis (15/01/2026), bertempat di Ruang Prabayaksa, Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon.
Rapat ini bertujuan untuk menetapkan besaran zakat fitrah serta fidyah yang adil, proporsional, dan tidak memberatkan masyarakat, dengan mempertimbangkan kondisi harga bahan pokok serta aspek sosial ekonomi warga Kota Cirebon.
Ketua BAZNAS Kota Cirebon H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I menyampaikan bahwa rapat penetapan besaran zakat fitrah merupakan agenda rutin yang dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadan. Ia menegaskan bahwa BAZNAS bertindak sebagai pelaksana teknis, sementara penetapan besaran zakat fitrah merupakan hasil musyawarah bersama lintas lembaga.
“Aspek kemaslahatan umat menjadi pertimbangan utama. Harapannya, besaran zakat fitrah tahun ini tidak memberatkan masyarakat, namun tetap memberikan manfaat optimal bagi para mustahik,” ujarnya.
Berdasarkan data harga beras yang bersumber dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, yang telah melakukan survei di empat pasar utama, yakni Pasar Kramat, Pasar Kanoman, Pasar Jagasatru, dan Pasar Harjamukti, forum rapat menyepakati ketentuan sebagai berikut:
Ketentuan Zakat Fitrah Kota Cirebon Tahun 1447 H / 2026 M:
Besaran zakat fitrah (bahan pokok): 2,8 Kg beras
Jenis beras: Beras premium
Harga beras acuan: Rp15.878/Kg (harga hari ini Rp14.840 ditambah antisipasi kenaikan 7%)
Besaran zakat fitrah (uang): Rp45.000 per jiwa
Besaran fidyah: Rp45.000 per hari puasa yang ditinggalkan
Ketetapan ini telah disepakati dan ditandatangani oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Cirebon, Komisi III DPRD Kota Cirebon, Kementerian Agama Kota Cirebon, MUI Kota Cirebon, BAZNAS Kota Cirebon, unsur TNI-Polri, OPD terkait, organisasi keagamaan, serta lembaga keumatan lainnya.
Pemerintah Daerah dan DPRD Kota Cirebon menyatakan dukungan penuh terhadap hasil rapat tersebut dan mendorong adanya sosialisasi masif kepada masyarakat melalui masjid, DKM, dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh wilayah Kota Cirebon.
BAZNAS Kota Cirebon bersama Kementerian Agama dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) akan menindaklanjuti hasil rapat ini dengan sosialisasi dan bimbingan teknis guna memastikan pelaksanaan zakat fitrah Ramadan 1447 H berjalan tertib, transparan, dan akuntabel.
BERITA15/01/2026 | Admin | Akate
Perkuat Peran UPZ, BAZNAS Kota Cirebon Dorong Optimalisasi Pengelolaan Zakat ASN
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon terus memperkuat peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Up Grading UPZ se-Kota Cirebon yang digelar pada Selasa (23/12/2025) di Aula Kecamatan Harjamukti.
Ketua BAZNAS Kota Cirebon, Hamdan, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan Up Grading ini diikuti oleh seluruh UPZ yang tersebar di Kota Cirebon, dengan total peserta mencapai 251 UPZ.
“Up Grading UPZ ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran UPZ se-Kota Cirebon, khususnya dalam perencanaan dan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Saat ini, jumlah UPZ di Kota Cirebon telah mencapai 251,” jelas Hamdan.
Dalam kesempatan tersebut, Hamdan juga menegaskan bahwa BAZNAS Kota Cirebon terus mendorong dinas dan instansi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum membentuk UPZ, seperti DPUTR, Dispora, DPMPTSP, hingga PD Pembangunan, agar segera bergabung menjadi UPZ BAZNAS.
“Kami terus mendorong OPD yang belum menjadi UPZ. Hal ini penting karena zakat yang ditunaikan oleh para ASN melalui BAZNAS nantinya akan kembali disalurkan untuk kemaslahatan masyarakat Kota Cirebon,” tegasnya.
Terkait jumlah muzaki, Hamdan mengungkapkan bahwa saat ini tercatat sebanyak 1.049 muzaki yang menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Cirebon. Melalui kegiatan Up Grading ini, pihaknya berharap jumlah muzaki dapat terus meningkat ke depannya.
“Dengan kegiatan ini, kami berharap UPZ BAZNAS semakin optimal dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah di instansi masing-masing,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hamdan memaparkan bahwa potensi zakat di Kota Cirebon sangat besar, bahkan mencapai miliaran rupiah. Oleh karena itu, kegiatan Up Grading ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman UPZ dalam menggali dan mengoptimalkan potensi zakat tersebut.
“Potensi zakat di Kota Cirebon sangat besar. Melalui kegiatan ini, kami ingin UPZ memiliki pemahaman yang lebih baik agar potensi zakat tersebut dapat dihimpun dan dikelola secara optimal demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
BERITA23/12/2025 | Admin | Akate

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.
Lihat Daftar Rekening →