WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Cirebon Perkuat Kolaborasi Bersama Polres Cirebon Kota

CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satunya melalui silaturahmi jajaran pimpinan dan Amil Pelaksana BAZNAS Kota Cirebon ke Polres Cirebon Kota, Senin (21/09/2026).

Kegiatan silaturahmi yang berlangsung di ruang kerja Polres Cirebon Kota tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkenalkan jajaran pimpinan BAZNAS Kota Cirebon kepada Kapolres Cirebon Kota yang baru.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Kapolres Cirebon Kota, AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. bersama Wakapolres, Kasatlantas, Kasatreskrim, Kasat Intelkam, dan Kasat Narkoba. Sementara dari BAZNAS Kota Cirebon hadir Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H.Hamdan, S.Ag,.M.Pd.I, Wakil Ketua I, Wakil Ketua IV, serta jajaran Amil Pelaksana.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga membahas peluang penguatan kolaborasi dalam berbagai program sosial yang dapat dilakukan bersama untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kota Cirebon.

Kolaborasi tersebut menjadi penting karena Polres Cirebon Kota selama ini juga memiliki peran dalam mendukung gerakan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). UPZ Polres Cirebon Kota secara aktif menghimpun zakat profesi serta infak dan sedekah dari para anggotanya untuk disalurkan melalui BAZNAS Kota Cirebon.

ZIS yang dihimpun melalui UPZ tersebut kemudian dikelola dan disalurkan BAZNAS Kota Cirebon melalui berbagai program kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, sosial kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, maupun keagamaan.

Melalui sinergi antara BAZNAS Kota Cirebon dan Polres Cirebon Kota, zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan para anggota kepolisian tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga turut menjadi bagian dari gerakan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

BAZNAS Kota Cirebon berharap silaturahmi dan kolaborasi ini dapat terus berkembang, sehingga semakin banyak program kebaikan yang dapat dihadirkan dan semakin luas pula masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir kolaborasi. Dan dari kolaborasi, semakin banyak masyarakat yang terbantu.

Zakat Menguatkan Indonesia.

21/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Bapak Suryadi, Bantu Kembali Beraktivitas

CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menghadirkan manfaat zakat melalui penyaluran bantuan kaki palsu kepada Bapak Suryadi, warga RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, Kota Cirebon, Senin (14/9/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I., bersama jajaran amil dan staf BAZNAS Kota Cirebon. Bantuan kaki palsu ini diberikan untuk membantu menunjang mobilitas Bapak Suryadi agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, H. Hamdan menyampaikan bahwa bantuan kaki palsu merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kota Cirebon untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan kaki palsu untuk Bapak Suryadi supaya bisa beraktivitas lagi seperti dulu. Mudah-mudahan bantuan ini banyak manfaatnya dan dapat membantu Bapak dalam beraktivitas,” ujar H. Hamdan.

Ia juga berharap kaki palsu yang diberikan dapat dirawat dengan baik sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Kami selaku pimpinan BAZNAS dan para staf amil, mudah-mudahan mendapat rida dan pahala dari Allah. Mudah-mudahan kaki palsu ini awet, Pak, dirawat,” lanjutnya.

Bapak Suryadi: Akan Dirawat dan Digunakan untuk Aktivitas Sehari-hari

Bagi Bapak Suryadi, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti. Ia menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kota Cirebon atas bantuan kaki palsu yang diterimanya.

“Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan kaki palsu kepada saya. Insyaallah kaki palsu ini akan saya jaga, dirawat dan digunakan untuk aktivitas seperti biasa yang sehari-hari saya lakukan,” ungkap Bapak Suryadi.

Ia kembali menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih sekali lagi atas bantuannya,” tuturnya.

RW: Bukti Kehadiran BAZNAS di Tengah Masyarakat

Apresiasi juga disampaikan oleh pengurus RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan. Perwakilan RW menyebut proses pengajuan bantuan hingga penanganan yang relatif cepat menjadi salah satu manfaat yang dirasakan masyarakat dari kehadiran BAZNAS Kota Cirebon.

“Kami atas nama pengurus RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Cirebon yang telah membantu warga kami,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan kaki palsu tersebut menjadi bantuan yang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Ini bantuan yang saya pikir adalah bantuan yang cepat. Penanganan pengajuannya tidak lama. Karena itu, kita merasakan manfaat kehadiran BAZNAS Kota Cirebon di tengah-tengah masyarakat,” lanjutnya.

Ia berharap BAZNAS Kota Cirebon dapat terus hadir memberikan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat.

Zakat Menguatkan, Hadirkan Manfaat bagi Sesama

Penyaluran bantuan kaki palsu kepada Bapak Suryadi menjadi salah satu wujud nyata kepedulian BAZNAS Kota Cirebon dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut tidak hanya berupa alat bantu mobilitas, tetapi juga diharapkan dapat memberikan semangat dan kesempatan bagi penerima manfaat untuk menjalankan kembali aktivitas sehari-hari.

Melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki dan donatur, BAZNAS Kota Cirebon terus berupaya menghadirkan manfaat di tengah masyarakat melalui berbagai program, termasuk bidang kesehatan dan bantuan sosial.

Kehadiran BAZNAS diharapkan dapat menjadi penghubung antara kebaikan para muzaki dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan, sehingga dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan.

Zakat Menguatkan Indonesia.

21/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Semarakkan MTQ Nasional XXXI dengan Edukasi Zakat dan Layanan Gratis

Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menyemarakkan syiar Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat gerakan zakat dan berbagai manfaatnya.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dan BAZNAS Kota Semarang menghadirkan berbagai layanan dan aktivitas menarik bagi peserta maupun pengunjung pameran MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah.

Sejumlah layanan dan kegiatan dihadirkan, mulai dari booth edukasi digital “Jelajah Dampak Zakat Nusantara”, layanan potong rambut gratis, hingga partisipasi dalam Halal Food Fest yang menghadirkan berbagai produk olahan lokal dari usaha milik mustahik binaan BAZNAS.

Edukasi Zakat dengan Cara yang Lebih Interaktif

Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., mengajak masyarakat untuk mengunjungi booth BAZNAS dan memanfaatkan berbagai layanan serta edukasi yang tersedia selama pameran berlangsung.

Menurutnya, kehadiran BAZNAS dalam MTQ Nasional XXXI menjadi kesempatan untuk memperkenalkan zakat kepada masyarakat melalui pendekatan yang edukatif dan interaktif.

“Dalam rangka memeriahkan MTQ Nasional XXXI, BAZNAS mengikuti kegiatan pameran yang berlangsung sejak tanggal 11 hingga tanggal 19 September. Silakan hadir di pameran tersebut, di booth kami. Kita ada edukasi tentang zakat. Kalau Anda beruntung, Anda akan mendapatkan hadiah yang sangat menarik,” ujar Subhan di sela kunjungannya ke booth BAZNAS, Sabtu (19/9/2026).

Booth tersebut tidak hanya melibatkan BAZNAS RI. BAZNAS daerah turut berpartisipasi bersama para pelaku UMKM binaan BAZNAS yang membawa berbagai produk hasil pemberdayaan mustahik.

Dengan demikian, pengunjung tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai zakat, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana zakat dikelola dan diwujudkan menjadi berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari Edukasi Zakat hingga Produk Mustahik

Salah satu bagian yang menarik perhatian pengunjung adalah kehadiran produk-produk UMKM binaan BAZNAS dalam Halal Food Fest.

Produk tersebut menjadi gambaran nyata bahwa zakat tidak berhenti pada penghimpunan dan penyaluran, tetapi dapat diarahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi dan mendorong penerima manfaat agar semakin mandiri.

Selain menikmati produk kuliner lokal, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif di booth BAZNAS serta memperoleh informasi mengenai program-program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS.

Antusiasme peserta dan pengunjung terlihat dari keikutsertaan mereka dalam berbagai aktivitas yang disediakan. Kehadiran booth BAZNAS pun menjadi ruang perjumpaan antara edukasi, pelayanan, pemberdayaan, dan syiar zakat.

Membumikan Al-Qur’an melalui Gerakan Kebaikan

Subhan berharap kehadiran BAZNAS dalam MTQ Nasional XXXI dapat menjadi sarana untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai zakat sekaligus memaknai MTQ sebagai momentum membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

“Silakan datang ke pameran ini dan kita meriahkan tabarukan bil Quran. Kita mengambil berkah dari kegiatan membumikan Al-Qur’an melalui MTQ Nasional XXXI Tahun 2026,” ucapnya.

MTQ pada akhirnya bukan hanya tentang lantunan ayat suci dan perlombaan membaca Al-Qur’an. Momentum ini juga dapat menjadi ruang untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata—termasuk melalui kepedulian, berbagi, pemberdayaan, dan pengelolaan zakat yang amanah.

Melalui kehadirannya di MTQ Nasional XXXI, BAZNAS terus mengajak masyarakat untuk mengenal zakat lebih dekat sekaligus melihat dampak kebaikan yang lahir ketika zakat dikelola dan disalurkan secara tepat.

Dari Al-Qur’an, tumbuh nilai kebaikan.

Dari zakat, tumbuh kebermanfaatan.

Zakat Menguatkan Indonesia.

19/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS RI Optimalkan UPZ Kemenhut untuk Fasilitasi ASN Menunaikan Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekaligus memperkuat syiar dan edukasi zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Upaya tersebut mengemuka dalam acara serah terima jabatan kepengurusan UPZ BAZNAS Kementerian Kehutanan RI periode 2026–2030 yang berlangsung di Gedung Kemenhut, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kementerian Kehutanan Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., serta Ketua UPZ Kemenhut periode 2018–2025 Ir. Sudjoko Prajitno beserta jajaran.

Memperkuat UPZ, Memudahkan ASN Berzakat

Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, menekankan pentingnya memperkuat UPZ sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi zakat di lingkungan kementerian.

Menurutnya, UPZ memiliki peran penting dalam menghadirkan layanan zakat yang mudah dan terintegrasi bagi para ASN, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel.

“Pengelolaan zakat di lingkungan kementerian dan lembaga, termasuk di Kemenhut, memerlukan dukungan dan sinergi dari berbagai unsur. Karena itu, keberadaan UPZ perlu diperkuat agar mampu menjadi bagian dari ekosistem pelayanan zakat yang memberikan kemudahan kepada ASN, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel,” ujar Rizaludin.

Penguatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan, tetapi juga mencakup kesiapan organisasi dan sistem pelayanan zakat secara menyeluruh.

Pelayanan Zakat Harus Profesional dan Amanah

Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC., CFRM., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat membutuhkan kesiapsiagaan dari berbagai sisi.

Mulai dari penghimpunan, organisasi, sumber daya manusia, sistem layanan, administrasi, data, pelaporan, hingga komunikasi dengan muzaki dan koordinasi antara BAZNAS dengan UPZ perlu dipersiapkan secara baik.

“Pengelolaan zakat harus mampu memberikan pelayanan secara cepat dan baik ketika muzaki membutuhkan layanan, sekaligus memastikan setiap proses pengelolaan dana zakat dilaksanakan secara profesional, amanah, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan syariat,” ujarnya.

Dengan pengelolaan yang terintegrasi, UPZ diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembayaran zakat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pelayanan yang mendampingi muzaki dalam menunaikan kewajibannya.

Edukasi Zakat bagi ASN Perlu Diperkuat

Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., mengapresiasi komitmen Kementerian Kehutanan dalam mengembangkan pengelolaan zakat melalui UPZ.

Ia menilai, sinergi antara Kemenhut RI dan BAZNAS RI perlu terus diperkuat agar pengelolaan zakat dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurutnya, optimalisasi zakat tidak cukup hanya dengan menyediakan mekanisme pembayaran. Edukasi dan pengingat secara berkelanjutan juga diperlukan agar ASN memahami kewajiban zakat sesuai ketentuan syariah.

Hal tersebut mencakup pemahaman mengenai nisab, haul, objek zakat, hingga mekanisme penunaian zakat.

UPZ sebagai Bagian dari Kesadaran Ibadah

Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kementerian Kehutanan Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat di lingkungan ASN tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas administratif.

Lebih dari itu, pengelolaan zakat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran ibadah harta di lingkungan ASN.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang amanah, tertib, profesional, dan berkelanjutan.

UPZ bersama para petugas layanan zakat memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada ASN yang menunaikan zakat sekaligus memastikan setiap proses pengelolaan berjalan dengan baik.

Melalui penguatan UPZ, sinergi kelembagaan, serta edukasi yang berkelanjutan, BAZNAS RI dan Kementerian Kehutanan terus mendorong hadirnya layanan zakat yang semakin mudah, profesional, dan amanah bagi para ASN.

Pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang membangun ekosistem kebaikan yang dikelola secara tepat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Zakat Menguatkan Indonesia.

18/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS RI Raih Penghargaan Lembaga Pemberdaya dari HPDKI

Tangerang — Zakat tidak hanya menjadi jalan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi pintu bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi. Upaya tersebut kembali mendapat apresiasi setelah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penghargaan kategori Lembaga Pemberdaya dari Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI).

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi BAZNAS dalam memberdayakan peternak domba dan kambing skala kecil di berbagai daerah melalui program pemberdayaan ekonomi.

Apresiasi diserahkan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) V HPDKI yang berlangsung di Nusantara Hall ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/9/2026).

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat kecil agar memiliki kesempatan untuk berkembang dan lebih mandiri secara ekonomi.

“Saya kira ini adalah salah satu award yang sangat penting karena BAZNAS diakui sebagai salah satu lembaga pemberdaya masyarakat kecil, yakni peternak domba,” ujar Sodik Mudjahid.

Dari Bantuan Modal hingga Akses Pasar

Pemberdayaan peternak dilakukan melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari bantuan modal, pendampingan usaha, hingga penguatan akses pasar.

Salah satu program yang menjadi bagian dari upaya tersebut adalah Balai Ternak BAZNAS, yang dikembangkan sebagai wadah pemberdayaan peternak mustahik agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Melalui pendampingan, para peternak mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.

HPDKI menilai kontribusi BAZNAS tersebut terlihat melalui keberhasilan program Balai Ternak domba dan kambing dalam memberdayakan peternak mustahik. Dukungan juga diperkuat dengan pembukaan akses pasar melalui berbagai program, termasuk Kurban dan Dam BAZNAS.

Dengan adanya akses pasar, hasil usaha peternak memiliki peluang untuk terserap dengan lebih baik sehingga manfaat pemberdayaan tidak berhenti pada bantuan awal.

Pemberdayaan Peternak dan Ketahanan Pangan

BAZNAS juga berkomitmen untuk terus melanjutkan dan memperluas pengembangan Balai Ternak di berbagai daerah.

Menurut Sodik, program tersebut memiliki manfaat pada dua sisi. Di tingkat masyarakat, pemberdayaan peternak dapat membantu menghidupkan perekonomian usaha mikro. Sementara dalam skala yang lebih luas, pengembangan peternakan turut mendukung ketahanan pangan nasional.

“Untuk semua pengurus, mari kita teruskan program BAZNAS dalam pengembangan Balai Ternak karena ini secara makro adalah membantu ketahanan pangan Indonesia dan secara mikro ini adalah betul-betul menghidupkan para pengusaha mikro yakni para peternak,” kata Sodik.

Penghargaan dari HPDKI menjadi bagian dari perjalanan pemberdayaan zakat yang menempatkan mustahik bukan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai masyarakat yang memiliki potensi untuk tumbuh dan menjadi lebih mandiri.

Ketika zakat dikelola untuk membuka akses usaha, memberikan pendampingan, dan memperluas peluang pasar, manfaatnya dapat terus berkembang dari satu penerima kepada keluarga dan lingkungan di sekitarnya.

Dari zakat, tumbuh usaha.

Dari usaha, lahir kemandirian.

Dan dari masyarakat yang mandiri, ekonomi Indonesia ikut menguat.

Zakat Menguatkan Indonesia.

18/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate

Berita Terbaru

BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Musim Dingin Ekstrem
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Musim Dingin Ekstrem
Jakarta, 27 Februari 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, Palestina, yang terdampak konflik. Sebanyak 300 selimut didistribusikan untuk membantu warga bertahan di tengah cuaca dingin ekstrem. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa bantuan selimut menjadi kebutuhan mendesak, mengingat banyak rumah warga mengalami kerusakan berat sehingga mereka tinggal di kamp pengungsian maupun hunian sementara. “Kami memahami bahwa warga Gaza tidak hanya menghadapi keterbatasan pangan, tetapi juga suhu dingin yang ekstrem. Distribusi selimut ini merupakan langkah nyata untuk memberikan kehangatan dan perlindungan, khususnya bagi anak-anak dan lansia yang rentan terhadap penyakit akibat cuaca dingin,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026). Menurutnya, bantuan tersebut difokuskan bagi warga yang bertahan di kamp-kamp pengungsian serta bangunan darurat di wilayah Kota Gaza. Kehadiran selimut diharapkan dapat memberikan perlindungan dasar dan sedikit kenyamanan di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. Saidah menegaskan, BAZNAS terus berkomitmen memastikan amanah masyarakat Indonesia tersalurkan secara tepat sasaran. “BAZNAS tidak akan berhenti menyalurkan bantuan selama rakyat Palestina masih membutuhkan. Selimut ini membawa pesan solidaritas dan cinta dari masyarakat Indonesia. Kami memastikan seluruh proses, mulai dari penghimpunan hingga distribusi di lapangan, dikelola secara transparan dan akuntabel,” tegasnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan bagi warga Palestina melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS. “Zakat Anda kami pastikan sampai kepada mustahik yang tepat. Zakat tidak hanya menguatkan di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari misi kemanusiaan global,” pungkasnya. Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan bantuan melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS di rekening BSI 2028548390 a.n. BAZNAS Kota Cirebon atau melalui campaign Resmi :
BERITA27/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Tegaskan Zakat Tidak untuk Program MBG, Disalurkan Sesuai Syariat dan Regulasi
BAZNAS Tegaskan Zakat Tidak untuk Program MBG, Disalurkan Sesuai Syariat dan Regulasi
CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menegaskan bahwa dana zakat yang dihimpun dan disalurkan melalui BAZNAS tidak digunakan untuk program MBG. Penegasan ini disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI, Prof. Ir. H. M. Nadraztuzzaman Hosen, MS, MEc, Ph.D, dalam pernyataan resminya. Beliau menyampaikan bahwa zakat adalah amanah umat yang memiliki aturan penyaluran yang jelas dalam syariat Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. “Zakat melalui BAZNAS tidak untuk program MBG, tetapi zakat disalurkan untuk fakir miskin dan enam asnaf lainnya sesuai syariat Islam dan peraturan perundang-undangan dengan pengawasan melekat dan ketat,” tegasnya. Zakat Disalurkan kepada 8 Asnaf Dalam Islam, zakat wajib disalurkan kepada delapan golongan (asnaf) sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. BAZNAS sebagai lembaga resmi negara yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, menjalankan tugas penghimpunan dan pendistribusian zakat dengan prinsip: -Sesuai syariat Islam -Patuh terhadap regulasi negara -Transparan dan akuntabel -Dalam pengawasan ketat internal dan eksternal Komitmen Transparansi dan Pengawasan BAZNAS memastikan setiap dana zakat yang ditunaikan oleh para muzaki dikelola secara profesional, akuntabel, dan tepat sasaran. Proses penyaluran dilakukan dengan sistem pengawasan berlapis, baik melalui audit internal, audit eksternal, maupun pengawasan regulatif sesuai ketentuan yang berlaku. Penegasan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen BAZNAS dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan bahwa dana zakat benar-benar memberikan manfaat bagi mustahik yang berhak menerimanya. BAZNAS Kota Cirebon Siap Mengawal Amanah Umat Sejalan dengan arahan BAZNAS RI, BAZNAS Kota Cirebon memastikan bahwa seluruh pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di wilayah Kota Cirebon dilaksanakan sesuai ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. BAZNAS Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar penyalurannya tepat sasaran, terkelola secara profesional, dan memberikan dampak nyata bagi fakir miskin serta delapan asnaf yang berhak. Dengan tata kelola yang transparan dan pengawasan yang ketat, zakat bukan hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen penguat kesejahteraan umat.
BERITA27/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Hadirkan Layanan Zakat di Kementerian Kehutanan, Perkuat Gerakan Zakat ASN
BAZNAS RI Hadirkan Layanan Zakat di Kementerian Kehutanan, Perkuat Gerakan Zakat ASN
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengapresiasi langkah Kementerian Kehutanan Republik Indonesia yang menjadi kementerian pertama pada Ramadan tahun ini yang menghadirkan layanan penunaian zakat secara langsung di lingkungan perkantoran. Inisiatif layanan jemput bola tersebut dihadirkan untuk memudahkan para pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) dalam menunaikan kewajiban zakat di tengah padatnya aktivitas kedinasan. Layanan zakat BAZNAS dibuka langsung di Kantor Kementerian Kehutanan RI, Jakarta. Pada kesempatan itu, Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, turut menunaikan zakatnya melalui layanan yang disediakan BAZNAS di area perkantoran kementerian. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menyatakan, langkah yang dilakukan Kementerian Kehutanan merupakan terobosan positif dan dapat menjadi contoh bagi kementerian serta lembaga negara lainnya. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Menteri Raja Juli Antoni yang telah memfasilitasi BAZNAS membuka layanan langsung di Kantor Kementerian Kehutanan. Menjadi kementerian pertama yang menghadirkan layanan zakat di perkantoran tahun ini adalah bentuk keteladanan dalam mendekatkan layanan zakat kepada para muzaki di lingkungan ASN,” ujar Rizaludin di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Selain membuka layanan zakat, dalam rangkaian kegiatan tersebut BAZNAS juga menyalurkan Paket Ramadan Bahagia (PRB) kepada para mustahik yang diundang ke lingkungan Kementerian Kehutanan. Program tahunan ini berupa paket kebutuhan pokok bagi keluarga prasejahtera, khususnya para pejuang agama dan yatim dhuafa agar dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan layak. Rizaludin menambahkan, selama Ramadan 1447 H, BAZNAS RI menyiapkan sedikitnya 29 program strategis untuk memastikan dana zakat yang terhimpun memberikan dampak luas bagi masyarakat. Program tersebut mencakup sektor ekonomi, sosial, hingga pelayanan publik. “Beberapa program unggulan yang kami hadirkan antara lain Zakat Fitrah, Gerai Z-Ifthar, Santunan Anak Yatim, Buka Puasa Bersama, Rumah Layak Huni, Zmart, Z-Corner di Kampung Ramadan, serta Mudik Bahagia Bersama BAZNAS,” jelasnya. Ia berharap kolaborasi yang dimulai Kementerian Kehutanan ini dapat menginspirasi kementerian dan lembaga lainnya untuk turut memfasilitasi layanan zakat di lingkungan kerja masing-masing. “BAZNAS siap menjemput siapa pun yang ingin menunaikan zakat demi optimalisasi gerakan zakat nasional. Zakat yang ditunaikan akan kami salurkan secara tepat sasaran dan sesuai ketentuan asnaf,” tegas Rizaludin. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat budaya berzakat di kalangan ASN sekaligus mendorong optimalisasi penghimpunan zakat nasional untuk kesejahteraan umat.Yuk, terus berzakat dan bantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan! Segera tunaikan zakat Anda melalui kantor digital BAZNAS Kota Cirebon: atau dengan cara transfer ke rekening:BSI 1034035292a.n BAZNAS Kota CirebonKonfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi :WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected], berkahzakat, baznaskotacirebon, zakatbaznas, bantuanbaznas, infaq, sedekahonline, cirebonsehat, zakatmaal, zakatpenghasilan, infak, kotacirebon.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
KEMENAG RI: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG, Penyaluran Sesuai Syariat untuk Delapan Asnaf
KEMENAG RI: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG, Penyaluran Sesuai Syariat untuk Delapan Asnaf
Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al Asyhar, guna meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat. Thobib memastikan bahwa penyaluran zakat dilakukan sesuai ketentuan syariat Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Zakat hanya diperuntukkan bagi delapan ashnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60. Delapan ashnaf tersebut meliputi fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. “Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai syariat dan peraturan perundang-undangan. Zakat diperuntukkan bagi delapan golongan ashnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 serta diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Prinsip ini menjadi landasan utama dalam tata kelola zakat nasional,” tegas Thobib di Jakarta, Jumat (20/2/2026). Ia menjelaskan, dalam Pasal 25 UU No. 23 Tahun 2011 disebutkan bahwa zakat wajib didistribusikan kepada mustahik sesuai dengan syariat Islam. Sementara Pasal 26 menegaskan bahwa pendistribusian dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan memperhatikan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan. “Zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dan disalurkan sesuai ketentuan syariat. Hak para mustahik adalah prioritas dalam setiap kebijakan pengelolaan dana zakat,” lanjutnya. Thobib juga menekankan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel melalui lembaga resmi yang diawasi dan diaudit secara berkala, seperti melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Ia mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga pengelola zakat yang memiliki izin resmi dari pemerintah guna memastikan distribusi tepat sasaran dan sesuai syariat. “Saya mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakatnya pada lembaga pengelola zakat yang memiliki izin resmi dari pemerintah, baik BAZNAS maupun LAZ. Untuk akuntabilitas, kinerja mereka juga diaudit oleh auditor independen secara berkala,” tandasnya. Yuk, terus berzakat dan bantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan! Segera tunaikan zakat Anda melalui kantor digital BAZNAS Kota Cirebon: atau dengan cara transfer ke rekening:BSI 1034035292a.n BAZNAS Kota Cirebon??????Konfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi :WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected]
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Tak Bisa Sembarangan! Kemenag Pastikan Zakat Hanya untuk Ashnaf dan Berbasis DTSEN
Tak Bisa Sembarangan! Kemenag Pastikan Zakat Hanya untuk Ashnaf dan Berbasis DTSEN
Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama Republik Indonesia memastikan distribusi zakat nasional tetap sesuai dengan ketentuan ashnaf dan semakin terarah dengan berbasis pada data sosial ekonomi nasional. Tata kelola zakat, menurut Kemenag, tidak cukup hanya fokus pada penghimpunan, tetapi juga pada ketepatan sasaran dan dampak nyata bagi kesejahteraan mustahik. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, menegaskan bahwa integrasi data menjadi keniscayaan agar penyaluran zakat sejalan dengan peta kemiskinan dan kerentanan sosial yang terukur. “Distribusi zakat harus sesuai ashnaf dan berbasis data sosial ekonomi nasional. Dengan begitu, kita bisa memastikan bahwa zakat benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan dan memberi dampak yang terukur,” ujarnya dalam Tadarus Zakat dan Wakaf Ramadan 1447 H di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Ia menjelaskan, pendekatan berbasis data juga memperkuat akuntabilitas lembaga pengelola zakat, baik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ). Sinergi antarlembaga dinilai penting agar tidak terjadi tumpang tindih penyaluran serta memastikan intervensi zakat dirasakan secara lebih merata. Waryono menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkelanjutan dalam ekosistem zakat nasional. Penguatan regulasi, literasi, dan kapasitas kelembagaan harus berjalan beriringan agar zakat menjadi instrumen pemberdayaan umat yang berkelanjutan. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi tata kelola zakat dan wakaf. Melalui forum tadarus, Kemenag mendorong seluruh pemangku kepentingan menyamakan visi bahwa zakat bukan sekadar penyaluran dana, melainkan bagian dari strategi pembangunan sosial keagamaan yang terintegrasi. Ia menambahkan, pemanfaatan data sosial ekonomi nasional akan dikolaborasikan dengan basis data yang dimiliki lembaga pengelola zakat guna meningkatkan presisi dalam menentukan prioritas penerima manfaat. “Dengan basis data yang kuat, distribusi zakat tidak lagi bersifat sporadis, tetapi terencana, terukur, dan berkelanjutan. Ini penting agar zakat benar-benar berkontribusi pada pengurangan beban sosial masyarakat,” kata Waryono. Penguatan sinergi dengan BAZNAS dan LAZ, lanjutnya, dilakukan melalui forum koordinasi dan pembinaan rutin, termasuk dalam momentum Ramadan. Upaya tersebut sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas publik terhadap pengelolaan dana umat. Selain itu, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf terus mendorong literasi regulasi dan tata kelola kepada para pengelola zakat di daerah guna meningkatkan kepatuhan terhadap standar pengelolaan serta memperluas dampak pemberdayaan ekonomi mustahik. “Arah kebijakan zakat ke depan adalah memperkuat dampak sosial yang nyata. Integrasi data, pengawasan yang terukur, dan kolaborasi lintas lembaga menjadi fondasi agar zakat dan wakaf semakin berperan dalam membangun kemandirian umat secara berkelanjutan,” tandasnya. Yuk, terus berzakat dan bantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan! Segera tunaikan zakat Anda melalui kantor digital BAZNAS Kota Cirebon: atau dengan cara transfer ke rekening: BSI 1034035292a.n BAZNAS Kota Cirebon ??????Konfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi : WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected]
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Kementerian Agama Republik Indonesia Tegaskan Zakat Hanya untuk Delapan Asnaf
Kementerian Agama Republik Indonesia Tegaskan Zakat Hanya untuk Delapan Asnaf
Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan bahwa zakat tidak boleh digunakan di luar ketentuan delapan asnaf sebagaimana diatur dalam Al-Qur’an. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan disinformasi yang menyebut Kementerian Agama memaksimalkan zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama menekankan bahwa zakat memiliki ketentuan syariah yang tegas dan tidak dapat dialihkan kepada pihak yang tidak termasuk dalam golongan penerima. “Zakat itu tidak boleh dimanfaatkan di luar asnafnya. Jangan sampai zakat ini diberikan kepada yang non asnaf. Itu persoalan syariah,” tegas Menag di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Ia merujuk pada QS. At-Taubah ayat 60 yang menyebutkan delapan golongan (asnaf) penerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fii sabilillah, dan ibnu sabil. Menurutnya, ketentuan tersebut bersifat prinsipil dan menjadi rambu utama dalam tata kelola zakat. “Saya kira itu yang sangat penting. Berikanlah zakat itu seperti apa yang tercantum di dalam asnaf secara tegas. Jangan berikan zakat itu kepada yang mereka tidak berhak,” ujarnya. Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al Asyhar, juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan program MBG. “Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai syariat dan peraturan perundang-undangan. Zakat diperuntukkan bagi delapan golongan asnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 serta diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat,” tegas Thobib. Ia menjelaskan, dalam Pasal 25 UU No. 23 Tahun 2011 disebutkan bahwa zakat wajib didistribusikan kepada mustahik sesuai dengan syariat Islam. Sementara Pasal 26 menegaskan bahwa pendistribusian dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan memperhatikan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan. “Zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dan disalurkan sesuai ketentuan syariat. Hak para mustahik adalah prioritas dalam setiap kebijakan pengelolaan dana zakat,” lanjutnya. Thobib juga menekankan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel melalui lembaga resmi yang diawasi dan diaudit secara berkala, baik melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ). Ia mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi yang memiliki izin pemerintah guna memastikan distribusi tepat sasaran dan sesuai syariat.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Bagikan Paket Pangan untuk Warga Palestina di Masjid Al Aqsa
BAZNAS Bagikan Paket Pangan untuk Warga Palestina di Masjid Al Aqsa
Yerusalem — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 225 paket pangan (food package) bagi warga Palestina di kawasan Masjid Al-Aqsa. Bantuan ini merupakan bagian dari program kemanusiaan internasional BAZNAS untuk membantu masyarakat yang terdampak konflik dan keterbatasan akses pangan. Paket pangan tersebut berisi kebutuhan pokok keluarga yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan konsumsi masyarakat setempat. Bantuan didistribusikan melalui mitra lokal guna memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran dan menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah masyarakat Indonesia yang disalurkan untuk saudara-saudara di Palestina. “Alhamdulillah amanah masyarakat Indonesia yang dititipkan melalui BAZNAS dapat kami salurkan dalam bentuk paket pangan bagi warga Palestina. Ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas umat Islam Indonesia terhadap saudara-saudara kita di sana,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (25/02/2026). Ia menegaskan, situasi yang belum stabil di tengah konflik membuat akses pangan di sejumlah wilayah Palestina menjadi terbatas. Kondisi tersebut menjadikan bantuan internasional sangat dibutuhkan, terlebih pada bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momentum kebersamaan dan ketenangan. Menurutnya, Ramadan adalah waktu untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi sulit. “Kami berharap paket pangan ini dapat meringankan beban masyarakat Palestina serta menghadirkan harapan di tengah keterbatasan. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri. BAZNAS bersama masyarakat Indonesia akan terus hadir dalam misi kemanusiaan ini,” tegasnya. Kiai Noor pun mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan global melalui zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, zakat bukan hanya menguatkan mustahik di dalam negeri, tetapi juga menjadi jembatan kepedulian lintas batas negara. “Zakat menguatkan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga dalam misi kemanusiaan dunia,” ucapnya. Salurkan Zakat Terbaik Anda untuk Palestina Mari lanjutkan aksi nyata ini. Basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui Zakat terbaik Anda melalui transfer ke Rekening BAZNAS: BSI 7555545554 a.n. BAZNAS Kota Cirebon Atau klik tombol dibawah ini: Setiap donasi yang Anda titipkan menjadi harapan bagi saudara-saudara kita di Palestina. Bersama, kita kuatkan solidaritas kemanusiaan dunia.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Perkuat Ekonomi Mustahik, Luncurkan Zmart di Tegal, Brebes, dan Pemalang
BAZNAS Perkuat Ekonomi Mustahik, Luncurkan Zmart di Tegal, Brebes, dan Pemalang
Tegal — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program Zmart di Kota Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang sebagai upaya mendorong peningkatan ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha ritel mikro. Peluncuran program Zmart dilakukan secara simbolis di Pendopo Ki Gede Sebayu, Rabu (25/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM., Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., Wakil Wali Kota Tegal Hj. Tazkiyyatul Muthmainnah, S.KM., M.Kes., Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah KH. Ahmad Darodji, serta unsur Forkopimda. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menjelaskan, program Zmart merupakan bantuan pemberdayaan bagi mustahik, khususnya ibu-ibu pemilik warung kecil, melalui dukungan modal usaha, perlengkapan dagang, pendampingan, hingga penataan tampilan warung agar lebih menarik dan kompetitif. “Semua zakat yang muzaki salurkan melalui BAZNAS kami optimalkan untuk kemaslahatan umat, salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi mustahik lewat program Zmart ini,” ujar Kiai Noor. Ia menyampaikan, total anggaran Program Zmart di tiga wilayah tersebut mencapai Rp720 juta. Masing-masing daerah memperoleh bantuan sebesar Rp240 juta dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 30 mustahik per wilayah. Secara nasional, sejak 2018 hingga Januari 2026, tercatat 4.805 unit Zmart telah tersebar di 115 kabupaten/kota pada 34 provinsi. Kiai Noor menegaskan, Zmart tidak dimaksudkan untuk bersaing dengan gerai ritel modern maupun koperasi desa. “Kita ingin tumbuh berdampingan dan saling menguatkan,” katanya. Menurutnya, program Zmart memiliki peran penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga, terutama melalui peran ibu sebagai penggerak ekonomi rumah tangga. Banyak pelaku warung kecil menghadapi kendala keterbatasan modal, manajemen usaha, hingga akses logistik dan perbankan. Sebagai solusi, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan tata kelola usaha serta mendorong penerima manfaat agar lebih bankable. Selain itu, manajemen logistik diperkuat melalui integrasi dengan platform Aksesmu. “Branding kita tata, manajemen kita perkuat, dan logistik kita konsolidasikan. Tujuannya agar ibu-ibu benar-benar menjadi saudagar yang mandiri dan berdaya,” ujar Noor. Ia pun berpesan agar keuntungan usaha dapat dialokasikan untuk pendidikan anak. “Kalau harus mondok, pondokkan. Kalau harus kuliah, kuliahkan. Minimal satu Zmart melahirkan satu sarjana. Zmart ini hanya sarana, tujuan utamanya peningkatan kualitas keluarga,” ucapnya. Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., menyambut baik peluncuran program tersebut. Ia menilai, Zmart mampu meningkatkan pendapatan pedagang kecil sekaligus memperkuat daya saing usaha mikro melalui pemanfaatan zakat sebagai instrumen ekonomi produktif. Ia berharap para penerima manfaat dapat mengelola usaha secara disiplin agar terjadi peningkatan omzet dan transformasi sosial dari mustahik menjadi muzaki. “Saya harap para penerima manfaat dapat menjaga amanah ini dengan sungguh-sungguh, mengelola usaha secara disiplin dan profesional, serta terus belajar meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah KH. Ahmad Darodji menambahkan, program Zmart bertujuan memperluas pemerataan bantuan ekonomi bagi mustahik. Bantuan usaha yang diberikan bukan untuk mematikan usaha lain, melainkan mendorong pemerataan kesejahteraan dan memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Program ini menegaskan bahwa zakat bukan hanya instrumen bantuan konsumtif, melainkan solusi produktif untuk membangun kemandirian ekonomi umat. Melalui Zmart, BAZNAS mendorong transformasi nyata dari mustahik menjadi pelaku usaha tangguh yang berdaya dan bermartabat.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Perkuat Ekonomi Umat, Hadirkan Z-Ifthar di Masjid Al-Falaah Tangsel
BAZNAS Perkuat Ekonomi Umat, Hadirkan Z-Ifthar di Masjid Al-Falaah Tangsel
Tangerang Selatan — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan program Z-Ifthar Ramadan sebagai upaya memperkuat syiar dakwah dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis masjid, salah satunya di Masjid Al-Falaah Pamulang, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama RI. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., yang diwakili Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, Faisal Qosim, Lc., MA., CFRM., menyatakan, kehadiran Z-Ifthar merupakan langkah strategis untuk menghadirkan syiar Ramadan yang lebih komprehensif. Menurutnya, masjid kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pelayanan dan penguatan ekonomi jamaah serta masyarakat sekitar. "Kehadiran Z-Ifthar ini menyempurnakan bahkan lebih meningkatkan syiar Ramadan. Ini adalah kerja sama strategis yang perlu kita lanjutkan. Insya Allah, program ini memberikan keberkahan bagi jamaah dan para pengusaha kecil, tidak hanya di lingkungan perumahan muslim, tetapi juga secara umum di Tangerang Selatan," ujar Faisal. Senada dengan itu, Kepala Subdit Kemasjidan Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag RI, Nurul Badruttamam, S.Ag., M.A., mengapresiasi program perdana hasil kolaborasi Kemenag dan BAZNAS RI tersebut. Ia menyebut program ini dijalankan bersama 30 masjid di seluruh Indonesia dan diharapkan jangkauannya semakin luas pada Ramadan mendatang. "Ini program yang sangat luar biasa bersama 30 masjid di seluruh Indonesia. Semoga di Ramadan 2027 dukungan ini bisa ditambah lagi, kalau bisa dua kali lipat atau tiga kali lipat. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi kini lebih tren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dari masjidlah akan tumbuh pengusaha kecil yang nantinya menjadi pengusaha besar," ungkapnya. Ia juga menambahkan, dukungan dana sebesar Rp150 juta per masjid melalui program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) telah terdistribusi secara tertib. Program Z-Ifthar menjadi pelengkap penting dalam memperluas akses pasar bagi para pelaku UMKM binaan. Wakil Ketua DKM Masjid Al-Falaah, H. Muhammad Muksin, menyampaikan terima kasih atas dukungan nyata BAZNAS dan Kemenag. Ia menilai program tersebut memberikan dampak signifikan bagi pelaku UMKM di wilayah perumahannya. "Kami sangat terbantu, terutama teman-teman UMKM di wilayah perumahan Al-Falaah. Kami berharap ada kerja sama berkelanjutan lainnya untuk mendukung operasional masjid ke depannya," tuturnya. Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Aris, salah satu penerima manfaat gerai Z-Ifthar yang sebelumnya merupakan ibu rumah tangga. Berawal dari usaha suplai perlengkapan laundry, ia kini mendapatkan akses permodalan dan pemasaran melalui program BMM. "Bazar Z-Ifthar ini sangat membantu. Tadinya saya hanya berjualan di rumah atau melalui WhatsApp, tapi dengan adanya bazar seperti ini, warga komplek hingga warga luar komplek jadi mengetahui produk-produk UMKM kami. Saya berharap program BMM dan pendampingan seperti ini terus ada untuk memantau perkembangan usaha kami ke depan," ujar Aris. Program Z-Ifthar menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi umat berbasis masjid. Melalui kolaborasi strategis ini, BAZNAS mendorong transformasi mustahik menjadi pelaku usaha mandiri, sekaligus menjadikan masjid sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Bagikan Hidangan Berkah Ramadan bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Tebet
BAZNAS Bagikan Hidangan Berkah Ramadan bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Tebet
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan Hidangan Berkah Ramadan (HBR) berupa 400 porsi makanan siap saji dan takjil bagi masyarakat prasejahtera di Kampung Pemulung (Gasong), Tebet, Jakarta, Selasa (24/2/2026). Kampung Pemulung yang dikenal sebagai Kampung Gasong merupakan hunian bagi ratusan keluarga pemulung yang hidup dalam kondisi serba terbatas dan jauh dari standar kelayakan. Letaknya yang berada di belakang pusat perbelanjaan dan kawasan perkantoran memperlihatkan kontras tajam ketimpangan sosial di wilayah Ibu Kota. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan program Hidangan Berkah Ramadan merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat prasejahtera tetap terpenuhi selama bulan suci. “Zakat yang disalurkan para muzaki kepada BAZNAS kami alokasikan untuk kemaslahatan umat, termasuk Hidangan Berkah Ramadan bagi masyarakat prasejahtera. Salah satunya kami distribusikan di Kampung Pemulung (Gasong), Tebet, untuk memastikan warga dapat menikmati hidangan berbuka yang layak,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta. Ia menambahkan, program HBR merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia. Penyalurannya tidak hanya difokuskan di daerah, tetapi juga menjangkau wilayah perkotaan dengan tingkat ketimpangan ekonomi yang tinggi, kawasan rawan bencana, serta kantong-kantong kemiskinan lainnya. Menurutnya, Kampung Gasong dipilih karena tingkat kerentanan sosial dan ekonomi warganya tergolong tinggi. Banyak keluarga hidup dengan keterbatasan akses air bersih, sanitasi, dan ruang hunian yang layak sehingga membutuhkan perhatian bersama dari berbagai pihak. “Kami berharap keberkahan Ramadan melalui penyaluran HBR ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga di Kampung Gasong yang hidup dalam keterbatasan di tengah hiruk-pikuk Ibu Kota,” ucapnya. Bantuan tersebut disambut hangat oleh warga. Salah satu penerima manfaat, Cipto (76), mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. Pria asal Pekalongan itu telah tinggal di Kampung Gasong lebih dari 30 tahun dan bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan sekitar Rp50 ribu per hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membantu biaya kuliah anaknya. “Alhamdulillah kami diperhatikan sama BAZNAS dan para donatur. Kami mengucapkan terima kasih banyak, mudah-mudahan sering datang kemari dan memperhatikan saudara-saudara kita di Gasong ini,” ujarnya. Senada dengan itu, Eva (34), ibu rumah tangga yang telah lebih dari 20 tahun tinggal di kawasan tersebut, menyampaikan bahwa bantuan makanan sangat membantu keluarganya untuk berbuka puasa, terlebih penghasilan suaminya sebagai pengemudi ojek daring tidak menentu. “Senang banget dapat bantuan makanan dari BAZNAS. Membantu saya dan keluarga untuk berbuka nanti malam. Semoga bantuan ini bisa diperbanyak lagi supaya semakin banyak warga yang kurang mampu bisa menikmati makanan berbuka puasa yang layak. Terima kasih BAZNAS sudah berbagi dengan kita,” ucap Eva. Program ini menjadi wujud nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS mampu menghadirkan kebahagiaan sederhana namun bermakna bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan keadilan bagi sesama.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Lumbung Pangan BAZNAS di Berbagai Daerah Siapkan Beras Zakat Fitrah 1447 H
Lumbung Pangan BAZNAS di Berbagai Daerah Siapkan Beras Zakat Fitrah 1447 H
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat kelompok petani binaan Program Lumbung Pangan (LP) di berbagai daerah dalam mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah 1447 H/2026 M. Sejumlah Lumbung Pangan yang siap menyuplai beras zakat fitrah antara lain Lumbung Pangan Purbalingga, Lumbung Pangan Serang, Lumbung Pangan Pesawaran, dan Lumbung Pangan Polewali Mandar. Seluruhnya merupakan bagian dari program pemberdayaan petani mustahik yang selama ini dibina oleh BAZNAS. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan BAZNAS mengupayakan penyediaan beras zakat fitrah dengan kualitas terbaik sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi petani binaan. “BAZNAS terus berikhtiar menyiapkan Beras Zakat Fitrah dengan kualitas premium. Untuk penyuplaian beras zakat fitrah, kami mendahulukan mustahik binaan BAZNAS yang merupakan petani. Kami maksimalkan terlebih dahulu dari hasil mereka, dan jika masih terdapat kekurangan, barulah dilakukan kerja sama dengan pihak lain untuk memenuhinya,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (25/2/2026). Langkah ini dilakukan agar zakat fitrah tidak hanya tersalurkan dengan baik kepada penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi petani mustahik binaan. Saidah menjelaskan, proses penyediaan beras zakat fitrah dikawal sejak awal produksi. Mulai dari memastikan panen raya berjalan optimal, pengawasan proses penggilingan sesuai standar, hingga pengemasan sesuai ketentuan distribusi BAZNAS. Selain itu, kesiapan distribusi juga menjadi perhatian utama. BAZNAS menyiapkan sistem pengiriman terkoordinasi agar beras zakat fitrah tiba tepat waktu di titik penyaluran, mengingat zakat fitrah memiliki batas waktu sebelum Hari Raya Idulfitri. “Butir demi butir beras dari gabah yang mereka panen menjadi bukti gerakan pemberdayaan petani mustahik. Ini bukan sekadar distribusi bantuan, tetapi transformasi dari mustahik menjadi berdaya,” tambahnya. Melalui skema ini, para petani tidak hanya mendapatkan bantuan modal dan pendampingan, tetapi juga memperoleh akses pasar yang jelas melalui penyerapan hasil panen untuk kebutuhan zakat fitrah nasional. Tunaikan Zakat Fitrah Melalui BAZNAS Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat fitrah melalui lembaga resmi agar manfaatnya lebih luas dan berdampak ganda: membantu mustahik sekaligus memberdayakan petani binaan. Zakat fitrah yang ditunaikan melalui BAZNAS bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan menjelang Idulfitri, tetapi juga bagian dari ekosistem pemberdayaan umat. Mari percayakan zakat fitrah Anda kepada BAZNAS Kota Cirebon. Klik Tombol dibawah ini: atau dengan cara transfer ke rekening:BSI 1034035292a.n BAZNAS Kota Cirebon??????Konfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi :WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected] Tunaikan lebih awal, salurkan lebih tepat, dan hadirkan kebahagiaan Idulfitri bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Salurkan Paket Ramadan Bahagia untuk Santri Rumah Tahfiz Apung Kamal Muara
BAZNAS RI Salurkan Paket Ramadan Bahagia untuk Santri Rumah Tahfiz Apung Kamal Muara
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa Paket Ramadan Bahagia (PRB) kepada para santri di Rumah Tahfiz Apung (RTA), Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (24/02/2026). Bantuan tersebut didistribusikan kepada para pengajar dan sekitar 65 santri yang menimba ilmu Al-Qur’an di kawasan pesisir tersebut. Program Paket Ramadan Bahagia merupakan program tahunan BAZNAS berupa paket kebutuhan pokok bagi keluarga prasejahtera atau mustahik di seluruh Indonesia, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan. Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat, menyampaikan rasa kagumnya terhadap semangat para pengelola dan santri di Rumah Tahfiz Apung. "Bagi saya rumah Tahfiz ini adalah extraordinary. Luar biasa! Apa yang luar biasa? Semangatnya, ghirahnya, pantang menyerah, tidak mau tunduk pada keadaan," ujar Imdadun dalam sambutannya. Ia menegaskan, kehadiran BAZNAS di lokasi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap tempat-tempat perjuangan dalam meninggikan kalimat Allah melalui Al-Qur’an. "Niat perjuangan memperjuangkan agama Allah, meninggikan bendera Al-Qur'an, li i’laai kalimatillah. Ini yang luar biasa dari tempat ini. Oleh karena itu, BAZNAS layak untuk sampai ke sini," tegasnya. Selain menyalurkan bantuan, Imdadun juga memberikan motivasi kepada para santri agar terus semangat meraih cita-cita dengan bekal ilmu dan tekad yang kuat. Ia berpesan agar para santri menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi. "Sayap kiri namanya ilmu, sayap kanan namanya himmah. Itulah yang nanti akan membawa kalian terbang tinggi menjadi guru, dosen, bupati, atau apa saja. Bekalnya adalah semangat dan ilmu," pesannya. Sementara itu, pengajar Rumah Tahfiz Apung, Ustaz Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS RI terhadap para santri yang tetap tekun menghafal Al-Qur’an di tengah keterbatasan. "Alhamdulillah, di sini kami membina kurang lebih 65 santri. Tentunya kami mengucapkan jazakumullah khairan katsira, terima kasih banyak kepada Badan Amil Zakat Nasional yang telah bersilaturahmi memberikan paket untuk Ramadan Bahagia kepada santri-santri kami," ujarnya. Bantuan tersebut dinilai sangat bermanfaat, baik bagi santri maupun tenaga pendidik yang mengabdi di Rumah Tahfiz Apung. Kehadiran BAZNAS menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap kesejahteraan para pejuang Al-Qur’an di wilayah yang sulit dijangkau. Mari Hadirkan Ramadan Bahagia di Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon mengajak masyarakat untuk turut menghadirkan kebahagiaan Ramadan bagi para santri, yatim, dhuafa, dan keluarga prasejahtera di wilayah Kota Cirebon. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan di BAZNAS Kota Cirebon, program seperti Paket Ramadan Bahagia dapat terus menjangkau mereka yang membutuhkan, termasuk lembaga pendidikan keagamaan berbasis masyarakat. Mari jadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kepedulian. Salurkan zakat dan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon agar lebih banyak santri dan keluarga dhuafa merasakan keberkahan dan kebahagiaan Ramadan.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Bantu Pulihkan Sumatra, Yayasan LIA Salurkan Donasi Rp160 Juta Melalui BAZNAS RI
Bantu Pulihkan Sumatra, Yayasan LIA Salurkan Donasi Rp160 Juta Melalui BAZNAS RI
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima donasi kemanusiaan sebesar Rp160.000.000 dari Yayasan LIA untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Sumatra. Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana keluarga besar LIA, termasuk partisipasi siswa dan mahasiswa. Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Kantor Yayasan LIA, Jalan Pengadegan Timur, Jakarta Selatan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS dalam mengelola dan menyalurkan bantuan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Yayasan LIA untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatra. Dana sebesar Rp160.000.000 ini akan kami wujudkan dalam bentuk Paket Logistik Keluarga dan akan kami salurkan secepatnya sesuai dengan kebutuhan mendesak di lapangan,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (24/02/2026). Menurutnya, bencana kerap menjadi titik awal munculnya mustahik baru sehingga penanganannya tidak dapat dilakukan oleh negara saja. Peran BAZNAS bersama mitra seperti Yayasan LIA menjadi bagian penting dalam melengkapi upaya pemerintah, baik dalam masa tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana. Ia menjelaskan, BAZNAS telah menjalankan program pemulihan yang komprehensif, mulai dari program kembali ke sekolah, kembali ke rumah, kembali ke rumah ibadah, hingga pemulihan ekonomi agar aktivitas sosial masyarakat dapat pulih secara bertahap. “Kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh Yayasan LIA melalui BAZNAS RI. Semoga bantuan ini memberikan manfaat bagi para korban, baik di Aceh maupun wilayah lain di Sumatra,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan LIA, Ilza Mayuni, menyatakan donasi ini merupakan bentuk solidaritas keluarga besar LIA terhadap masyarakat terdampak bencana. “Kami menyerahkan donasi ini melalui BAZNAS dengan harapan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian di Sumatra. Kami percaya BAZNAS memiliki jaringan dan tata kelola yang baik untuk memastikan bantuan ini sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya. Perkuat Solidaritas dari Daerah BAZNAS Kota Cirebon menyambut baik sinergi antara lembaga pendidikan dan BAZNAS RI dalam misi kemanusiaan ini. Kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Semangat gotong royong ini juga menjadi pengingat bahwa bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena itu, BAZNAS Kota Cirebon terus mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas melalui zakat, infak, dan sedekah agar respons kemanusiaan dapat bergerak cepat, tepat, dan berdampak luas. Melalui dukungan masyarakat, zakat tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga solusi nyata dalam pemulihan sosial dan ekonomi pascabencana.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Ramadan Berbagi, Dan+Dan Bersama BAZNAS RI Salurkan Paket Makanan dan Logistik Keluarga
Ramadan Berbagi, Dan+Dan Bersama BAZNAS RI Salurkan Paket Makanan dan Logistik Keluarga
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan perusahaan ritel kecantikan dan kesehatan Dan+Dan dalam program Ramadan Berbagi dengan menyalurkan paket Sajian Berkah Bergizi dan Paket Logistik Keluarga (PLK) di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Program Sajian Berkah Bergizi menyasar empat yayasan yatim dan dhuafa di wilayah Matraman, Jakarta Timur hingga Johar Baru, Jakarta Pusat. Sementara itu, Paket Logistik Keluarga didistribusikan kepada para mustahik di wilayah Jakarta Timur sebagai bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan dasar selama Ramadan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil sedekah konsumen Dan+Dan yang disalurkan melalui BAZNAS. “Kami percaya bahwa akses terhadap makanan bergizi adalah hak setiap anak. Melalui program Sajian Berkah Bergizi dan Paket Logistik Keluarga ini, kami ingin memastikan kehadiran Dan+Dan dan BAZNAS memberikan manfaat langsung yang dapat dirasakan oleh lingkungan sekitar," jelas Saidah dalam keterangan tertulis. Ia menambahkan, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjadi bantuan jangka pendek, tetapi juga mampu memantik semangat gotong royong antara korporasi dan lembaga negara dalam menekan angka malnutrisi serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan dhuafa. “Melalui sinergi ini, kami ingin semangat berbagi ini terus berkelanjutan. Kami berharap langkah kecil ini bisa memicu aksi gotong royong yang lebih besar dalam menjaga kecukupan gizi dan menghadirkan senyum bagi anak-anak yatim serta dhuafa,” ujarnya. Program ini mendapat sambutan hangat dari para pengasuh yayasan penerima manfaat. Pengasuh Yayasan Al-Kahfi Cabang Jakarta Pusat, Tiara, menyampaikan bahwa wilayah Johar Baru sebagai salah satu kawasan padat penduduk sangat membutuhkan perhatian, terutama dalam hal pangan. “Sajian Berkah Bergizi ini sangat membantu anak-anak dalam pemenuhan gizi agar tidak stunting dan agar tumbuh kembangnya baik. Ke depannya, semoga BAZNAS bersama Dan+Dan bisa selalu memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat,” tuturnya. Apresiasi juga disampaikan oleh Ayu, pengasuh Pondok Yatim & Dhu'afa. Ia mengungkapkan rasa terima kasih karena bantuan datang pada saat yang tepat. “Paket makanan ini sangat berarti bagi anak-anak, terutama karena saat bantuan tiba, kami memang belum memiliki persediaan untuk makan malam,” ungkapnya. Inspirasi Kolaborasi untuk Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon memandang kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga zakat seperti ini sebagai model sinergi yang patut diperluas. Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui dukungan para muzaki, mitra usaha, dan masyarakat, BAZNAS Kota Cirebon terus berkomitmen menghadirkan program-program pemenuhan gizi, bantuan logistik keluarga, serta pemberdayaan mustahik di wilayah Kota Cirebon. Semangat Ramadan Berbagi bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang memastikan tidak ada saudara kita yang merasa sendiri dalam keterbatasan. Mari terus dukung program-program kemanusiaan melalui BAZNAS Kota Cirebon agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan 2026 Sebesar Rp7.640.144 per Bulan
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan 2026 Sebesar Rp7.640.144 per Bulan
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menetapkan nisab zakat penghasilan dan jasa tahun 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan atau Rp91.681.728 per tahun. Keputusan tersebut dihasilkan melalui musyawarah penetapan nisab pada Jumat (20/2/2026), dengan mempertimbangkan aspek syariah, regulasi, serta kondisi ekonomi masyarakat. Penetapan ini mengacu pada harga emas 14 karat setara 85 gram emas, berdasarkan rata-rata harga emas sepanjang tahun 2025. Dari perhitungan tersebut, ditetapkan bahwa batas minimal penghasilan seorang muslim untuk wajib zakat (2,5 persen) adalah Rp91.681.728 per tahun. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Waryono Abdul Ghafur, menegaskan bahwa Kementerian Agama Republik Indonesia tetap berpedoman pada PMA Nomor 31 Tahun 2019 serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan. Menurutnya, penggunaan standar emas sebagai acuan bertujuan menghadirkan ukuran yang objektif dengan tetap mempertimbangkan kemaslahatan mustahik dan muzaki. Ia juga menjelaskan, PMA Nomor 31 Tahun 2019 tidak mengatur secara spesifik jenis karat emas, sehingga BAZNAS memiliki kewenangan menetapkan standar dengan tetap memperhatikan aspek kemaslahatan. Nilai nisab tahun 2026 ini mengalami kenaikan sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penyesuaian tersebut selaras dengan tren kenaikan upah tahunan sebesar 6,17 persen. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menegaskan bahwa penetapan nisab tidak boleh ditunda karena menyangkut kepastian hukum dan keseragaman tata kelola zakat nasional. “Kita tidak boleh membiarkan adanya kekosongan standar. Dalam pengelolaan zakat nasional harus ada patokan yang jelas, karena yang menjadi regulator dalam hal ini adalah BAZNAS. Standar ini menjadi rujukan bagi seluruh pengelola zakat,” ujarnya. Kiai Noor menjelaskan, keputusan penggunaan emas 14 karat merupakan bentuk keseimbangan antara kepatuhan terhadap ketentuan syariah dan kemaslahatan umat. Standar ini dinilai relevan karena relatif sepadan dengan harga beras premium, serta tetap mengacu pada parameter perak dan Pendapatan Tidak Kena Zakat (PTKZ). “Sehingga pengambilan keputusan nisab ini telah memenuhi unsur Aman Syar’i, Aman Regulasi serta memperhatikan kepentingan muzaki dan mustahik,” tegasnya. Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 15 Tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026 pada Sabtu (21/2/2026). Musyawarah ini turut dihadiri pimpinan BAZNAS RI, para pakar syariah, serta perwakilan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, baik secara luring maupun daring. Imbauan untuk Muzaki Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon mengimbau para ASN, profesional, pengusaha, dan pekerja di Kota Cirebon untuk mulai menghitung kewajiban zakat penghasilan berdasarkan ketentuan terbaru tersebut. Bagi masyarakat yang memiliki penghasilan minimal Rp7.640.144 per bulan, maka telah memenuhi nisab dan wajib menunaikan zakat sebesar 2,5 persen dari penghasilannya. Menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Cirebon memastikan dana yang dititipkan dikelola secara aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI, serta disalurkan tepat sasaran untuk membantu fakir miskin dan mustahik di wilayah Kota Cirebon. Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi instrumen strategis untuk mengentaskan kemiskinan dan memperkuat kesejahteraan umat. Mari tunaikan zakat penghasilan melalui BAZNAS Kota Cirebon dan jadikan harta lebih berkah serta bermanfaat luas bagi masyarakat.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Tegaskan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
BAZNAS RI Tegaskan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat terkait pemanfaatan dana zakat. Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Rizaludin Kurniawan, menyatakan bahwa pemanfaatan ZIS memiliki aturan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. “Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026). Ia menjelaskan, zakat hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, riqab (hamba sahaya), gharimin (orang berutang untuk kebutuhan dasar), fisabilillah, serta ibnu sabil (musafir yang kehabisan bekal). Menurutnya, ketentuan tersebut menjadi rambu utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian harus berada dalam koridor syariah. Rizaludin menambahkan, secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada dalam sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang penggunaannya diatur ketat berdasarkan syariat. "Karena itu, penggunaan dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang tidak masuk dalam kategori asnaf, termasuk program MBG," ujarnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengelolaan zakat di BAZNAS berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip ini memastikan zakat dikelola sesuai ajaran agama, taat hukum, serta mendukung kepentingan bangsa. Program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam delapan asnaf. BAZNAS juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat. Seluruh amanah muzaki dipastikan tersalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin dan kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia. “Kami menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Masyarakat bisa melihat laporan secara keseluruhan di website resmi BAZNAS,” ujar Rizaludin. Komitmen Transparansi hingga Daerah BAZNAS Kota Cirebon mendukung penuh komitmen BAZNAS RI dalam menjaga amanah zakat. Transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap syariat menjadi prinsip utama dalam setiap program penghimpunan maupun pendistribusian zakat di daerah. Masyarakat Kota Cirebon tidak perlu ragu menunaikan zakat melalui BAZNAS, karena dana yang dititipkan akan disalurkan sesuai ketentuan syariah dan peraturan yang berlaku, khususnya untuk membantu fakir miskin dan para mustahik di wilayah Kota Cirebon. Zakat yang ditunaikan bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi kekuatan nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan membangun kesejahteraan umat.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Salurkan 2.310 Hidangan Berbuka untuk Warga Palestina di Sekitar Masjid Al-Aqsa
BAZNAS RI Salurkan 2.310 Hidangan Berbuka untuk Warga Palestina di Sekitar Masjid Al-Aqsa
KOTA CIREBON – Semangat solidaritas umat Islam Indonesia kembali menembus batas geografis. Melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, sebanyak 2.310 porsi hidangan berbuka puasa disalurkan kepada warga Palestina di kawasan Masjid Al-Aqsa pada Ramadan 1447 H. Bantuan ini merupakan amanah masyarakat Indonesia yang dititipkan melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat nasional. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan rasa syukur atas tersalurkannya bantuan tersebut. "Alhamdulillah, amanah masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui BAZNAS berupa 2.310 porsi hidangan berbuka puasa telah sampai dan dibagikan kepada warga dan jemaah di sekitar kawasan Masjid Al-Aqsa. Hidangan tersebut telah kami sesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan konsumsi warga setempat," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (23/2/2026). Menurutnya, bantuan ini dihadirkan untuk membantu masyarakat Palestina memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadan, terlebih di tengah situasi kemanusiaan yang belum stabil. Kiai Noor menjelaskan, keterbatasan akses pangan di sejumlah wilayah Palestina membuat bantuan internasional sangat dibutuhkan, khususnya pada bulan Ramadan ketika kebutuhan konsumsi meningkat. “Semoga apa yang kita berikan ini dapat meringankan beban masyarakat Palestina serta menghadirkan kebahagiaan pada bulan Ramadan. BAZNAS mewakili masyarakat Indonesia akan terus hadir untuk memberikan kebahagiaan di masa-masa sulit. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Kiai Noor. Ia menegaskan, BAZNAS RI memastikan setiap bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dengan menggandeng mitra kemanusiaan terpercaya di lapangan, sehingga proses distribusi berjalan efektif, transparan, dan akuntabel. "Zakat menguatkan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga dalam misi kemanusiaan dunia," tegasnya. Solidaritas Global, Energi Kebaikan dari Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon memandang langkah ini sebagai bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan hanya menghadirkan keberkahan lokal, tetapi juga menjadi jembatan kepedulian global. Dari Indonesia, termasuk dari Kota Cirebon, doa dan dukungan terus mengalir untuk saudara-saudara kita di Palestina. Semangat ini sejalan dengan komitmen BAZNAS Kota Cirebon untuk terus menguatkan peran zakat sebagai instrumen kemanusiaan, baik dalam skala daerah, nasional, maupun internasional. Kami mengajak masyarakat Kota Cirebon untuk terus membersamai perjuangan kemanusiaan ini melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS: BSI 1034035292 a.n. BAZNAS Kota Cirebon Mari lanjutkan aksi nyata ini. Dari tangan-tangan dermawan masyarakat, harapan bisa kembali dinyalakan, bahkan di tanah yang sedang diuji.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Aksi Ramadan BAZNAS RI Salurkan 600 Paket Makanan dan 670 Takjil, BAZNAS Kota Cirebon Dukung Gerakan Berbagi
Aksi Ramadan BAZNAS RI Salurkan 600 Paket Makanan dan 670 Takjil, BAZNAS Kota Cirebon Dukung Gerakan Berbagi
BAZNAS Kota Cirebon mengapresiasi langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang terus menggencarkan program kemanusiaan selama bulan suci Ramadan dengan menyalurkan total 600 paket makanan siap saji dan 670 paket takjil bagi masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya, seperti Tangerang, Depok, dan Bogor pada Minggu (22/2/2026). Program ini menyasar lembaga pendidikan Islam, panti asuhan, hingga pengunjung pusat perbelanjaan sebagai upaya menghadirkan kenyamanan beribadah bagi para santri, anak yatim, serta pejuang nafkah yang masih berada di jalan saat waktu berbuka tiba. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., berharap aksi ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menebarkan semangat berbagi di bulan penuh rahmat. "Kami berupaya memastikan setiap donasi dari masyarakat tersampaikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, mulai dari santri di pelosok hingga warga di pusat kota," jelas Saidah dalam keterangan tertulis. Dukungan dari para muzaki dan mitra donatur menjadi kunci utama keberlangsungan program-program penyaluran ini. Distribusi Paket Makanan di Depok Di wilayah Depok, BAZNAS memfokuskan pendistribusian 600 paket makanan ke tiga titik utama di Kecamatan Beji, yaitu YPLB Nusantara, PTQ Griya Qur'an, dan Ponpes Yatim Dhuafa Al Wutsqo. Sementara itu, pendistribusian 670 paket takjil dilakukan bekerja sama dengan sejumlah mitra pusat perbelanjaan, di antaranya Summarecon Mall Kelapa Gading, Summarecon Mall Serpong, serta Lippo Plaza Ekalokasari. "Setiap paket makanan yang sampai ke tangan santri di pelosok Beji hingga takjil di pusat keramaian Jakarta adalah titipan amanah dari para muzaki. BAZNAS berkomitmen untuk terus menjembatani kebaikan ini, memastikan distribusi dilakukan secara tepat sasaran demi meringankan beban ekonomi masyarakat di kawasan metropolitan dan sekitarnya," ujarnya. Apresiasi dari Penerima Manfaat Pihak YPLB Nusantara Depok mengungkapkan bantuan ini sangat berarti bagi operasional panti yang menaungi ratusan anak. Sujono, selaku Kepala Panti, menyampaikan rasa terima kasihnya. "Terima kasih atas perhatian BAZNAS, semoga BAZNAS ke depannya sukses selalu. Amin, amin ya rabbal alamin," ujar Sujono. Senada dengan hal tersebut, PTQ Griya Quran Depok juga merasakan manfaat langsung dari bantuan ini. "Terima kasih, jazakumullahu khairan kepada BAZNAS yang telah mengirimkan paket makanan kepada pesantren kami. Semoga menjadi berkah, apalagi di bulan puasa. Semoga kebaikan Bapak dan Ibu semua dibalas oleh Allah SWT dengan berlipat-lipat pahala," kata Ustaz Zulkifli, Kepala Bidang Kesantrian PTQ Griya Quran. Dukungan serupa juga disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Al-Wutsqo. Irfan Fadillah, Koordinator Santri dan Alumni Ponpes Al-Wutsqo, berharap kolaborasi kemanusiaan ini dapat terus berlanjut. "Terima kasih untuk BAZNAS dan mustahik atas donasinya di Pondok Pesantren Al-Wutsqo. Semoga hal baik ini bisa berlangsung untuk tahun-tahun ke depannya lagi," tuturnya. Komitmen BAZNAS Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon memandang aksi Ramadan ini sebagai wujud nyata penguatan peran zakat dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di momentum bulan suci. Distribusi paket makanan dan takjil bukan sekadar bantuan konsumtif, tetapi juga simbol kepedulian dan kebersamaan umat. Sejalan dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran, transparan, dan berdampak. Dengan dukungan para muzaki, BAZNAS Kota Cirebon akan terus menghadirkan program-program Ramadan yang menguatkan solidaritas sosial dan meringankan beban masyarakat Kota Cirebon.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Hadirkan Pesantren Jalan Cahaya di 20 Titik, BAZNAS Kota Cirebon Dukung Dakwah Inklusif Ramadan
BAZNAS RI Hadirkan Pesantren Jalan Cahaya di 20 Titik, BAZNAS Kota Cirebon Dukung Dakwah Inklusif Ramadan
BAZNAS Kota Cirebon menyambut penuh apresiasi pelaksanaan Program Pesantren Jalan Cahaya Ramadan 1447 H yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di 20 titik se-Indonesia selama bulan suci Ramadan. Program ini dilaksanakan di 11 provinsi dengan target sekitar 2.000 peserta dari kalangan anak jalanan, komunitas punk dan preman, penyandang disabilitas, serta komunitas rentan seperti masyarakat terdampak bencana, pemulung, mualaf, tuna susila, tuna wisma, yatim dhuafa, lansia, dan keluarga prasejahtera. Pelaksanaan perdana Pesantren Jalan Cahaya diselenggarakan di Masjid Jami’ Nurul Hidayah, Sabtu (21/2/2026), sekaligus menjadi penanda dimulainya program secara nasional. Zakat sebagai Cahaya Perubahan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS menghadirkan zakat yang berdampak secara spiritual dan sosial, sejalan dengan tagline Ramadan BAZNAS yakni “Zakat Menguatkan Indonesia”. “Ramadan adalah momentum terbaik untuk menguatkan keimanan. Melalui Pesantren Jalan Cahaya, kami ingin memastikan zakat menjadi cahaya perubahan bagi saudara-saudara kita yang selama ini terpinggirkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Sementara itu, Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, menjelaskan bahwa program ini memang dirancang untuk menjangkau komunitas yang selama ini minim akses pembinaan keagamaan formal. “Kami ingin menyasar komunitas-komunitas yang terabaikan dari sentuhan dakwah. Harapannya mereka bisa kembali menemukan cahaya – cahaya zakat dan cahaya ilahiyah – agar semakin dekat kepada Allah SWT,” jelas Farid. Ia menambahkan, pembinaan selama Ramadan ini akan menjadi pintu masuk untuk program lanjutan melalui pendekatan Zakat Community Development, mencakup pemberdayaan ekonomi dan sosial agar perubahan yang dibangun bersifat berkelanjutan. Kolaborasi dan Harapan Peserta Program ini turut menggandeng sejumlah mitra, salah satunya Yayasan Insan Kudama Indonesia. Ketua Yayasan Insan Kudama Indonesia, M. Ali Mahfudz, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. “Kami sangat terbantu dengan adanya program ini, khususnya dalam mendampingi masyarakat rentan. Harapannya kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” katanya. Salah satu peserta, Puji, mengaku senang dan berharap kegiatan serupa terus dilakukan. “Alhamdulillah senang dengan adanya program BAZNAS ini. Selain beribadah di bulan Ramadan, kami bisa mempererat silaturahmi dan menimba ilmu agama. Semoga tidak hanya di bulan Ramadan saja,” ujarnya. Melalui Pesantren Jalan Cahaya, BAZNAS RI menegaskan komitmennya menghadirkan dakwah yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga zakat menjadi instrumen perubahan bagi masyarakat marjinal di berbagai daerah Indonesia. Komitmen BAZNAS Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon memandang program Pesantren Jalan Cahaya sebagai model dakwah sosial yang menyentuh akar persoalan umat, tidak hanya pada aspek ekonomi tetapi juga pembinaan keimanan dan karakter. Semangat menghadirkan zakat sebagai cahaya perubahan sejalan dengan komitmen BAZNAS Kota Cirebon dalam memperluas akses pembinaan keagamaan bagi masyarakat rentan di daerah. Ke depan, BAZNAS Kota Cirebon akan terus mengembangkan program pemberdayaan yang terintegrasi antara bantuan sosial, penguatan spiritual, dan pembinaan ekonomi, agar zakat benar-benar menjadi instrumen transformasi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kota Cirebon.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Bersama KPK, BAZNAS RI Dorong Penguatan Tata Kelola Zakat Berbasis Integritas
Bersama KPK, BAZNAS RI Dorong Penguatan Tata Kelola Zakat Berbasis Integritas
BAZNAS Kota Cirebon menyambut positif sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memperkuat pendidikan antikorupsi bagi pengelola zakat di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) berjalan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas. Sinergi tersebut mengemuka dalam audiensi yang digelar di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (20/2/2026), yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., jajaran pimpinan BAZNAS RI, serta pimpinan KPK. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, koordinasi dengan KPK merupakan langkah penting dalam menjaga akuntabilitas sekaligus memperkuat sistem pengawasan internal di lingkungan pengelolaan zakat nasional. Lebih lanjut, Kiai Noor mengatakan, pendidikan antikorupsi menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pengawasan di seluruh unit BAZNAS, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia menilai, kebutuhan akan pendidikan antikorupsi semakin mendesak mengingat pengelolaan ZIS menuntut kehati-hatian serta standar integritas yang tinggi. “Kami juga memiliki BAZNAS Institute yang menyelenggarakan pendidikan, termasuk pendidikan antikorupsi. Kami berharap KPK berkenan mengisi materi khusus dalam setiap pelatihan agar penguatan integritas semakin optimal,” kata Kiai Noor. Kiai Noor berharap sinergi antara BAZNAS dan KPK mampu memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan pengelola zakat sekaligus meningkatkan kepercayaan para muzaki untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi, seperti BAZNAS. “Kehadiran kami di KPK ini merupakan bentuk transparansi agar publik mengetahui bahwa BAZNAS terbuka dan siap diawasi. Pengelolaan dana publik selalu memiliki risiko sehingga pengawasan harus terus diperkuat,” katanya. Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyambut baik komitmen BAZNAS dalam memperluas pendidikan antikorupsi hingga ke seluruh unit BAZNAS di Indonesia. Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penindakan setelah terjadi pelanggaran. “Kami mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan BAZNAS dan mendukung penyebaran pendidikan antikorupsi hingga tingkat daerah. Jika memungkinkan, kegiatan tersebut dapat dirutinkan dan dilaksanakan secara regional, baik daring maupun luring. KPK siap berkontribusi dalam pendidikan antikorupsi bagi seluruh pengelola zakat di daerah,” ujarnya. Setyo menambahkan, penguatan integritas di tingkat kabupaten dan kota menjadi perhatian penting karena pengelolaan zakat di daerah memiliki tantangan tersendiri. Pendidikan antikorupsi dinilai mampu memperkuat pemahaman mengenai konflik kepentingan, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses penghimpunan hingga distribusi dana. Dalam konteks pencegahan, ia menekankan pentingnya sistem tata kelola yang terbuka dan profesional. Transparansi dalam penghimpunan, penetapan penerima manfaat, hingga pelaporan keuangan harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh pengelola. “Dengan tata kelola yang profesional dan transparan, kepercayaan publik akan meningkat," kata Setyo. Komitmen BAZNAS Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon memandang penguatan tata kelola berbasis integritas sebagai fondasi utama dalam menjaga amanah umat. Sinergi BAZNAS RI dan KPK ini menjadi penguatan moral sekaligus sistemik bagi seluruh jajaran BAZNAS di daerah untuk terus meningkatkan standar transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas dalam pengelolaan ZIS. Sejalan dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pengawasan internal, meningkatkan kapasitas amil melalui pendidikan dan pelatihan, serta membuka ruang transparansi seluas-luasnya kepada publik. Dengan tata kelola yang profesional dan berintegritas, kepercayaan muzaki akan semakin kuat, sehingga zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Cirebon.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →