WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Cirebon Perkuat Kolaborasi Bersama Polres Cirebon Kota

CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satunya melalui silaturahmi jajaran pimpinan dan Amil Pelaksana BAZNAS Kota Cirebon ke Polres Cirebon Kota, Senin (21/09/2026).

Kegiatan silaturahmi yang berlangsung di ruang kerja Polres Cirebon Kota tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkenalkan jajaran pimpinan BAZNAS Kota Cirebon kepada Kapolres Cirebon Kota yang baru.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Kapolres Cirebon Kota, AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. bersama Wakapolres, Kasatlantas, Kasatreskrim, Kasat Intelkam, dan Kasat Narkoba. Sementara dari BAZNAS Kota Cirebon hadir Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H.Hamdan, S.Ag,.M.Pd.I, Wakil Ketua I, Wakil Ketua IV, serta jajaran Amil Pelaksana.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga membahas peluang penguatan kolaborasi dalam berbagai program sosial yang dapat dilakukan bersama untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kota Cirebon.

Kolaborasi tersebut menjadi penting karena Polres Cirebon Kota selama ini juga memiliki peran dalam mendukung gerakan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). UPZ Polres Cirebon Kota secara aktif menghimpun zakat profesi serta infak dan sedekah dari para anggotanya untuk disalurkan melalui BAZNAS Kota Cirebon.

ZIS yang dihimpun melalui UPZ tersebut kemudian dikelola dan disalurkan BAZNAS Kota Cirebon melalui berbagai program kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, sosial kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, maupun keagamaan.

Melalui sinergi antara BAZNAS Kota Cirebon dan Polres Cirebon Kota, zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan para anggota kepolisian tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga turut menjadi bagian dari gerakan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

BAZNAS Kota Cirebon berharap silaturahmi dan kolaborasi ini dapat terus berkembang, sehingga semakin banyak program kebaikan yang dapat dihadirkan dan semakin luas pula masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir kolaborasi. Dan dari kolaborasi, semakin banyak masyarakat yang terbantu.

Zakat Menguatkan Indonesia.

21/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Bapak Suryadi, Bantu Kembali Beraktivitas

CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menghadirkan manfaat zakat melalui penyaluran bantuan kaki palsu kepada Bapak Suryadi, warga RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, Kota Cirebon, Senin (14/9/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I., bersama jajaran amil dan staf BAZNAS Kota Cirebon. Bantuan kaki palsu ini diberikan untuk membantu menunjang mobilitas Bapak Suryadi agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, H. Hamdan menyampaikan bahwa bantuan kaki palsu merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kota Cirebon untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan kaki palsu untuk Bapak Suryadi supaya bisa beraktivitas lagi seperti dulu. Mudah-mudahan bantuan ini banyak manfaatnya dan dapat membantu Bapak dalam beraktivitas,” ujar H. Hamdan.

Ia juga berharap kaki palsu yang diberikan dapat dirawat dengan baik sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Kami selaku pimpinan BAZNAS dan para staf amil, mudah-mudahan mendapat rida dan pahala dari Allah. Mudah-mudahan kaki palsu ini awet, Pak, dirawat,” lanjutnya.

Bapak Suryadi: Akan Dirawat dan Digunakan untuk Aktivitas Sehari-hari

Bagi Bapak Suryadi, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti. Ia menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kota Cirebon atas bantuan kaki palsu yang diterimanya.

“Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan kaki palsu kepada saya. Insyaallah kaki palsu ini akan saya jaga, dirawat dan digunakan untuk aktivitas seperti biasa yang sehari-hari saya lakukan,” ungkap Bapak Suryadi.

Ia kembali menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih sekali lagi atas bantuannya,” tuturnya.

RW: Bukti Kehadiran BAZNAS di Tengah Masyarakat

Apresiasi juga disampaikan oleh pengurus RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan. Perwakilan RW menyebut proses pengajuan bantuan hingga penanganan yang relatif cepat menjadi salah satu manfaat yang dirasakan masyarakat dari kehadiran BAZNAS Kota Cirebon.

“Kami atas nama pengurus RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Cirebon yang telah membantu warga kami,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan kaki palsu tersebut menjadi bantuan yang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Ini bantuan yang saya pikir adalah bantuan yang cepat. Penanganan pengajuannya tidak lama. Karena itu, kita merasakan manfaat kehadiran BAZNAS Kota Cirebon di tengah-tengah masyarakat,” lanjutnya.

Ia berharap BAZNAS Kota Cirebon dapat terus hadir memberikan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat.

Zakat Menguatkan, Hadirkan Manfaat bagi Sesama

Penyaluran bantuan kaki palsu kepada Bapak Suryadi menjadi salah satu wujud nyata kepedulian BAZNAS Kota Cirebon dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut tidak hanya berupa alat bantu mobilitas, tetapi juga diharapkan dapat memberikan semangat dan kesempatan bagi penerima manfaat untuk menjalankan kembali aktivitas sehari-hari.

Melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki dan donatur, BAZNAS Kota Cirebon terus berupaya menghadirkan manfaat di tengah masyarakat melalui berbagai program, termasuk bidang kesehatan dan bantuan sosial.

Kehadiran BAZNAS diharapkan dapat menjadi penghubung antara kebaikan para muzaki dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan, sehingga dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan.

Zakat Menguatkan Indonesia.

21/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Semarakkan MTQ Nasional XXXI dengan Edukasi Zakat dan Layanan Gratis

Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menyemarakkan syiar Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat gerakan zakat dan berbagai manfaatnya.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dan BAZNAS Kota Semarang menghadirkan berbagai layanan dan aktivitas menarik bagi peserta maupun pengunjung pameran MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah.

Sejumlah layanan dan kegiatan dihadirkan, mulai dari booth edukasi digital “Jelajah Dampak Zakat Nusantara”, layanan potong rambut gratis, hingga partisipasi dalam Halal Food Fest yang menghadirkan berbagai produk olahan lokal dari usaha milik mustahik binaan BAZNAS.

Edukasi Zakat dengan Cara yang Lebih Interaktif

Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., mengajak masyarakat untuk mengunjungi booth BAZNAS dan memanfaatkan berbagai layanan serta edukasi yang tersedia selama pameran berlangsung.

Menurutnya, kehadiran BAZNAS dalam MTQ Nasional XXXI menjadi kesempatan untuk memperkenalkan zakat kepada masyarakat melalui pendekatan yang edukatif dan interaktif.

“Dalam rangka memeriahkan MTQ Nasional XXXI, BAZNAS mengikuti kegiatan pameran yang berlangsung sejak tanggal 11 hingga tanggal 19 September. Silakan hadir di pameran tersebut, di booth kami. Kita ada edukasi tentang zakat. Kalau Anda beruntung, Anda akan mendapatkan hadiah yang sangat menarik,” ujar Subhan di sela kunjungannya ke booth BAZNAS, Sabtu (19/9/2026).

Booth tersebut tidak hanya melibatkan BAZNAS RI. BAZNAS daerah turut berpartisipasi bersama para pelaku UMKM binaan BAZNAS yang membawa berbagai produk hasil pemberdayaan mustahik.

Dengan demikian, pengunjung tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai zakat, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana zakat dikelola dan diwujudkan menjadi berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari Edukasi Zakat hingga Produk Mustahik

Salah satu bagian yang menarik perhatian pengunjung adalah kehadiran produk-produk UMKM binaan BAZNAS dalam Halal Food Fest.

Produk tersebut menjadi gambaran nyata bahwa zakat tidak berhenti pada penghimpunan dan penyaluran, tetapi dapat diarahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi dan mendorong penerima manfaat agar semakin mandiri.

Selain menikmati produk kuliner lokal, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif di booth BAZNAS serta memperoleh informasi mengenai program-program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS.

Antusiasme peserta dan pengunjung terlihat dari keikutsertaan mereka dalam berbagai aktivitas yang disediakan. Kehadiran booth BAZNAS pun menjadi ruang perjumpaan antara edukasi, pelayanan, pemberdayaan, dan syiar zakat.

Membumikan Al-Qur’an melalui Gerakan Kebaikan

Subhan berharap kehadiran BAZNAS dalam MTQ Nasional XXXI dapat menjadi sarana untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai zakat sekaligus memaknai MTQ sebagai momentum membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

“Silakan datang ke pameran ini dan kita meriahkan tabarukan bil Quran. Kita mengambil berkah dari kegiatan membumikan Al-Qur’an melalui MTQ Nasional XXXI Tahun 2026,” ucapnya.

MTQ pada akhirnya bukan hanya tentang lantunan ayat suci dan perlombaan membaca Al-Qur’an. Momentum ini juga dapat menjadi ruang untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata—termasuk melalui kepedulian, berbagi, pemberdayaan, dan pengelolaan zakat yang amanah.

Melalui kehadirannya di MTQ Nasional XXXI, BAZNAS terus mengajak masyarakat untuk mengenal zakat lebih dekat sekaligus melihat dampak kebaikan yang lahir ketika zakat dikelola dan disalurkan secara tepat.

Dari Al-Qur’an, tumbuh nilai kebaikan.

Dari zakat, tumbuh kebermanfaatan.

Zakat Menguatkan Indonesia.

19/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS RI Optimalkan UPZ Kemenhut untuk Fasilitasi ASN Menunaikan Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekaligus memperkuat syiar dan edukasi zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Upaya tersebut mengemuka dalam acara serah terima jabatan kepengurusan UPZ BAZNAS Kementerian Kehutanan RI periode 2026–2030 yang berlangsung di Gedung Kemenhut, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kementerian Kehutanan Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., serta Ketua UPZ Kemenhut periode 2018–2025 Ir. Sudjoko Prajitno beserta jajaran.

Memperkuat UPZ, Memudahkan ASN Berzakat

Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, menekankan pentingnya memperkuat UPZ sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi zakat di lingkungan kementerian.

Menurutnya, UPZ memiliki peran penting dalam menghadirkan layanan zakat yang mudah dan terintegrasi bagi para ASN, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel.

“Pengelolaan zakat di lingkungan kementerian dan lembaga, termasuk di Kemenhut, memerlukan dukungan dan sinergi dari berbagai unsur. Karena itu, keberadaan UPZ perlu diperkuat agar mampu menjadi bagian dari ekosistem pelayanan zakat yang memberikan kemudahan kepada ASN, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel,” ujar Rizaludin.

Penguatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan, tetapi juga mencakup kesiapan organisasi dan sistem pelayanan zakat secara menyeluruh.

Pelayanan Zakat Harus Profesional dan Amanah

Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC., CFRM., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat membutuhkan kesiapsiagaan dari berbagai sisi.

Mulai dari penghimpunan, organisasi, sumber daya manusia, sistem layanan, administrasi, data, pelaporan, hingga komunikasi dengan muzaki dan koordinasi antara BAZNAS dengan UPZ perlu dipersiapkan secara baik.

“Pengelolaan zakat harus mampu memberikan pelayanan secara cepat dan baik ketika muzaki membutuhkan layanan, sekaligus memastikan setiap proses pengelolaan dana zakat dilaksanakan secara profesional, amanah, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan syariat,” ujarnya.

Dengan pengelolaan yang terintegrasi, UPZ diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembayaran zakat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pelayanan yang mendampingi muzaki dalam menunaikan kewajibannya.

Edukasi Zakat bagi ASN Perlu Diperkuat

Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., mengapresiasi komitmen Kementerian Kehutanan dalam mengembangkan pengelolaan zakat melalui UPZ.

Ia menilai, sinergi antara Kemenhut RI dan BAZNAS RI perlu terus diperkuat agar pengelolaan zakat dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurutnya, optimalisasi zakat tidak cukup hanya dengan menyediakan mekanisme pembayaran. Edukasi dan pengingat secara berkelanjutan juga diperlukan agar ASN memahami kewajiban zakat sesuai ketentuan syariah.

Hal tersebut mencakup pemahaman mengenai nisab, haul, objek zakat, hingga mekanisme penunaian zakat.

UPZ sebagai Bagian dari Kesadaran Ibadah

Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kementerian Kehutanan Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat di lingkungan ASN tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas administratif.

Lebih dari itu, pengelolaan zakat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran ibadah harta di lingkungan ASN.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang amanah, tertib, profesional, dan berkelanjutan.

UPZ bersama para petugas layanan zakat memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada ASN yang menunaikan zakat sekaligus memastikan setiap proses pengelolaan berjalan dengan baik.

Melalui penguatan UPZ, sinergi kelembagaan, serta edukasi yang berkelanjutan, BAZNAS RI dan Kementerian Kehutanan terus mendorong hadirnya layanan zakat yang semakin mudah, profesional, dan amanah bagi para ASN.

Pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang membangun ekosistem kebaikan yang dikelola secara tepat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Zakat Menguatkan Indonesia.

18/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS RI Raih Penghargaan Lembaga Pemberdaya dari HPDKI

Tangerang — Zakat tidak hanya menjadi jalan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi pintu bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi. Upaya tersebut kembali mendapat apresiasi setelah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penghargaan kategori Lembaga Pemberdaya dari Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI).

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi BAZNAS dalam memberdayakan peternak domba dan kambing skala kecil di berbagai daerah melalui program pemberdayaan ekonomi.

Apresiasi diserahkan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) V HPDKI yang berlangsung di Nusantara Hall ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/9/2026).

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat kecil agar memiliki kesempatan untuk berkembang dan lebih mandiri secara ekonomi.

“Saya kira ini adalah salah satu award yang sangat penting karena BAZNAS diakui sebagai salah satu lembaga pemberdaya masyarakat kecil, yakni peternak domba,” ujar Sodik Mudjahid.

Dari Bantuan Modal hingga Akses Pasar

Pemberdayaan peternak dilakukan melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari bantuan modal, pendampingan usaha, hingga penguatan akses pasar.

Salah satu program yang menjadi bagian dari upaya tersebut adalah Balai Ternak BAZNAS, yang dikembangkan sebagai wadah pemberdayaan peternak mustahik agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Melalui pendampingan, para peternak mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.

HPDKI menilai kontribusi BAZNAS tersebut terlihat melalui keberhasilan program Balai Ternak domba dan kambing dalam memberdayakan peternak mustahik. Dukungan juga diperkuat dengan pembukaan akses pasar melalui berbagai program, termasuk Kurban dan Dam BAZNAS.

Dengan adanya akses pasar, hasil usaha peternak memiliki peluang untuk terserap dengan lebih baik sehingga manfaat pemberdayaan tidak berhenti pada bantuan awal.

Pemberdayaan Peternak dan Ketahanan Pangan

BAZNAS juga berkomitmen untuk terus melanjutkan dan memperluas pengembangan Balai Ternak di berbagai daerah.

Menurut Sodik, program tersebut memiliki manfaat pada dua sisi. Di tingkat masyarakat, pemberdayaan peternak dapat membantu menghidupkan perekonomian usaha mikro. Sementara dalam skala yang lebih luas, pengembangan peternakan turut mendukung ketahanan pangan nasional.

“Untuk semua pengurus, mari kita teruskan program BAZNAS dalam pengembangan Balai Ternak karena ini secara makro adalah membantu ketahanan pangan Indonesia dan secara mikro ini adalah betul-betul menghidupkan para pengusaha mikro yakni para peternak,” kata Sodik.

Penghargaan dari HPDKI menjadi bagian dari perjalanan pemberdayaan zakat yang menempatkan mustahik bukan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai masyarakat yang memiliki potensi untuk tumbuh dan menjadi lebih mandiri.

Ketika zakat dikelola untuk membuka akses usaha, memberikan pendampingan, dan memperluas peluang pasar, manfaatnya dapat terus berkembang dari satu penerima kepada keluarga dan lingkungan di sekitarnya.

Dari zakat, tumbuh usaha.

Dari usaha, lahir kemandirian.

Dan dari masyarakat yang mandiri, ekonomi Indonesia ikut menguat.

Zakat Menguatkan Indonesia.

18/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate

Berita Terbaru

Melalui Pemberdayaan Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI Dorong Pengentasan Kemiskinan di Indonesia
Melalui Pemberdayaan Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI Dorong Pengentasan Kemiskinan di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus berkomitmen untuk membantu menyejahterakan mustahik dan turut mensukseskan kebijakan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi mustahik. Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang IT, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, Ph.D saat menjadi Narasumber pada Acara 2nd AIZAWA (Aceh International Seminar on Zakat and Wakaf) yang diselenggarakan di Gedung Landmark BSI Aceh, Senin (26/8/2024). "Kinerja Pengentasan Kemiskinan berbasis Zakat Tahun 2023 telah menunjukkan tren yang positif, selama tahun 2023, Pengelola Zakat secara Nasional telah mengentaskan kemiskinan sebanyak 577.138 Jiwa, 321.757 jiwa diantaranya dari zona miskin ekstrem," ujar Prof. Nadra. Menurutnya, berbagai program BAZNAS telah sesuai dengan kebijakan pemerintah, di antaranya, zakat sebagai salah satu sumber pendanaan dalam percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem yang ditetapkan pada tanggal 8 Juni 2022. Prof. Nadra menjelaskan, dalam hal ini, BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Nonstruktural mengambil peran dalam melakukan tugas dan fungsi pengelolaan zakat dalam meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan sebagaimana yang diamanatkan oleh UU 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. "Adapun model penanggulangan dan pengentasan kemiskinan berbasis dana zakat yang dilakukan oleh BAZNAS meliputi pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan sosial dan pemberdayaan dakwah atau advokasi," jelasnya. "Akselerasi pengentasan kemiskinan oleh BAZNAS meliputi program-program pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan sosial dan pemberdayaan dakwah atau advokasi, yang mana seluruh program tersebut ditujukan untuk mengubah mustahik menjadi muzaki sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat baik dari aspek materiil dan spiritual," imbuhnya. Prof. Nadra menguraikan, program pemberdayaan ekonomi BAZNAS diantaranya Zakat Community Development, Pemberdayaan usaha retail (Zmart), Pemberdayaan usaha retail pangan (ZChicken), Pembiayaan usaha mikro (BAZNAS Microfinance), Lumbung Pangan dan Peternakan. "Adapun Program pemberdayaan sosial seperti Penurunan prevalensi stunting, Kesehatan Berbasis Masyarakat/ WASH, rumah layak huni, program pemberdayaan dakwah dan advokasi, Muallaf Centre BAZNAS, dan BAZNAS Institute," urai Prof Nadra. Menurut Prof Nadra, program-program BAZNAS telah sejalan dengan Klaster Program Percepatan Pengentasan Kemiskinan yang diusung oleh TNP2K. Bahkan, Tren persentase zakat terhadap anggaran perlinsos dalam APBN cenderung meningkat setiap tahun. "Pada tahun 2023 dengan pengumpulan zakat nasional yang mencapai 32,3 T memiliki nilai yang setara dengan 7,3% anggaran perlinsos di tahun yang sama, Jika potensi Zakat sebanyak Rp327 T tercapai maka itu setara dengan 76% anggaran perlinsos di tahun 2022," ucapnya. Turut hadir Ketua Komisioner Baitul Maal Aceh beserta Jajaran, Sekjen WZWF, Manager PPZ-MAIWP Malaysia, Wakil Rektor UIN Ar-Raniry, Dekan FEBI UIN Ar-Raniry, Pimpinan BSI Aceh, Perwakilan Bank Indonesia, serta 120 peserta yang berasal dari Malaysia, Perwakilan 23 Baitul Maal Kab/Kota se Aceh, serta Akademisi UIN Ar-Raniry.
BERITA27/08/2024 | Humas
BAZNAS RI dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jalin Kerja Sama Program Beasiswa Pascasarjana Filantropi Islam
BAZNAS RI dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jalin Kerja Sama Program Beasiswa Pascasarjana Filantropi Islam
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama program beasiswa filantropi Islam. Kerja sama ini merupakan upaya bersama dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang profesional dalam pengelolaan filantropi Islam. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh dilakukan oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. K.H Noor Achmad, M.A., dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D.., di kampus UIN Jakarta,Tangerang Selatan,Jumat (23/8/2024). Pada saat bersamaan juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara BAZNAS RI diwakili oleh Saidah Sakwan M.A., (Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan) dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diwakili oleh Prof. Zulkifli (Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatulah Jakarta). Ketua BAZNAS RI, Prof. K.H Noor Achmad, M.A. menyampaikan, kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan profesionalisme di bidang filantropi Islam. "Kita menjalin kerja sama dengan UIN ada dua tujuan. Pertama agar keilmuan tentang filantropi Islam dapat berkembang. Kita menyadari bahwa informasi untuk literasi filantropi Islam masih sangat kurang, sehingga ini sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak itu semuanya," ucap Kiai Noor. "Yang Kedua, kami juga melihat banyak mahasiswa yang tertarik untuk mempelajari keilmuan ini. Mereka juga sangat butuh beasiswa, untuk itu kami memberikan beasiswa, Kiai Noor menambahkan, beasiswa filantropi ini akan dibuka bagi mahasiswa jenjang S2 dan S3 yang tergolong fakir miskin dan fisabilillah, juga memiliki minat kuat dalam bidang filantropi Islam. "Kami berharap beasiswa filantropi Islam ini dapat menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi dalam pengelolaan lembaga zakat dan filantropi di Indonesia," ucapnya. Sementara itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan BAZNAS. "UIN Syarif Hidayatullah siap menyukseskan program beasiswa ini melalui fasilitas-fasilitas yang tersedia kampus kami. Sekali lagi terima kasih, semoga ini menjadi bagian ikhtiar kita bersama, dan insya Allah ikhtiar kita ini menjadi kebaikan bagi kita semua," pungkasnya. Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si., Deputi I M. Arifin Purwakananta, Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si, Sestama BAZNAS RI Dr. KH. Muchlis Hanafi, Lc. MA., Direktur Pendistribusian Ahmad Fikri.
BERITA26/08/2024 | Humas
Dorong Penghimpunan, BAZNAS Sosialisasikan ZIS di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Cirebon
Dorong Penghimpunan, BAZNAS Sosialisasikan ZIS di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Cirebon
Cirebon, 19 Agustus 2024 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menggelar sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Cirebon. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk mendorong penghimpunan dana ZIS guna mendukung program-program sosial dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh BAZNAS Kota Cirebon.Sosialisasi yang berlangsung pada Senin (19/8) tersebut dihadiri oleh sejumlah pegawai dan pimpinan di lingkungan Kejaksaan Negeri Kota Cirebon. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Cirebon memaparkan pentingnya berzakat, berinfak, dan bersedekah serta manfaat yang akan dirasakan oleh para penerima zakat dan muzakki itu sendiri.Wakil Ketua I BAZNAS Kota Cirebon, Ahmad Banna, S.Fil.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa zakat, infak, dan sedekah adalah salah satu instrumen penting dalam mengatasi masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial. "Melalui penghimpunan dana ZIS yang optimal, kita bisa membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan serta mendukung berbagai program pemberdayaan yang dikelola oleh BAZNAS khususnya di Kota Cirebon," ujarnya.Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang hadir. Mereka menyatakan apresiasi terhadap upaya BAZNAS dalam memperkenalkan dan memudahkan pelaksanaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan kerja mereka.Dengan kegiatan ini, BAZNAS Kota Cirebon berharap dapat terus memperluas jangkauan sosialisasi ZIS, tidak hanya di instansi pemerintah, tetapi juga di kalangan swasta dan masyarakat umum, demi tercapainya kesejahteraan sosial yang lebih merata.
BERITA21/08/2024 | Humas
BAZNAS Tanggap Bencana Respons Cepat Bantu Korban Gempa Bumi di Garut
BAZNAS Tanggap Bencana Respons Cepat Bantu Korban Gempa Bumi di Garut
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Tim Badan Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Garut merespons cepat, dan melakukan pembersihan bangunan-bangunan yang roboh akibat gempa yang terjadi di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. ejumlah bangunan milik warga Garut dan daerah lainnya dilaporkan rusak setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang Garut pada Sabtu (27/4/2014) pukul 23.29 WIB. Pimpinan BAZNAS RI, Saidah Sakwan menyatakan, tim yang diterjunkan segera melakukan assesmen pada lokasi terdampak, lalu memberikan bantuan yang dibutuhkan bagi para korban dan lokasi terdampak. "Tim BTB Kabupaten Garut secara cepat merespons dan membantu para korban terdampak gempa di wilayah Garut. Selain melakukan assesmen, tim juga membantu warga membersihkan bangunan-bangunan yang roboh akibat gempa," ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (28/4/2024). Saidah mengatakan, bencana gempa sering kali menyebabkan kerusakan pada infrastruktur penting, seperti air bersih, listrik, dan akses ke makanan. Penyediaan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, pakaian, tempat tinggal sementara, dan perlengkapan sanitasi, jadi salah satu yang dibutuhkan para penyintas bencana saat ini. "Inilah yang akan jadi bahan asesmen BAZNAS, untuk menentukan bantuan yang akan diberikan ke depannya. Ketika kita membantu korban gempa, kita berpartisipasi dalam tindakan solidaritas sosial. Ini dapat membantu memperkuat ikatan komunitas, menginspirasi orang lain untuk membantu, dan membangun kepedulian yang lebih besar terhadap individu dan komunitas yang terkena dampak," kata Saidah. Sementara itu, Komandan BTB Kabupaten Garut, menyampaikan, timnya segera diterjunkan setelah adanya laporan untuk segera melakukan respons cepat gempa yang menimpa wilayah Garut. “Bertepatan di wilayah Kp. Sumur, Desa Dayeuh Manggumh, Kecamatan Cilawu, sedang berada di lokaso gempa bumi, dan hari ini kita melakukan assesmen terlebih dahulu di beberap tempat di Kabupaten Garut, semoga dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya. Laporan dari Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusadalops) BNPB mencatat, sedikitnya sembilan kabupaten dan kota terdampak akibat gempa tersebut. Adapun 10 wilayah di antaranya Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Sumedang.
BERITA29/04/2024 | Humas
Bareksa Salurkan Infak Kemanusiaan Palestina melalui BAZNAS RI
Bareksa Salurkan Infak Kemanusiaan Palestina melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran infak kemanusiaan Palestina dari Super App Investasi Bareksa. Simbolisasi penyerahan infak tersebut diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (28/04/2024). Acara ini dihadiri oleh Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, dan Chief Marketing Officer (CMO) Bareksa Rani Sumarni. Infak tersebut merupakan hasil dari kerja sama penyaluran infak Membasuh Luka Palestina antara BAZNAS dengan Bareksa melalui program Bareksa Peduli di mana setiap transaksi investasi Sukuk Ritel seri SR020 atau Bareksa Emas sama dengan menyumbang 0,1% dari nilai transaksi dan setiap transaksi Reksa Dana Syariah sama dengan menyumbang 0,05% dari nilai transaksi yang dilakukan pada periode Maret–April 2024 tanpa mengurangi nilai investasi. Dalam sambutannya, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, mengatakan, bantuan ini merupakan upaya konkret BAZNAS bersama Bareksa dalam memberikan dukungan kepada rakyat Palestina yang terus berjuang menghadapi berbagai tantangan di wilayah konflik tersebut. "Kerja sama antara Bareksa dan BAZNAS dalam menyalurkan bantuan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan dana yang dikumpulkan dapat digunakan secara efektif dan tepat sasaran," ujar Arifin. Melalui jaringan BAZNAS yang luas, lanjut Arifin, bantuan tersebut diharapkan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan dengan cepat dan efisien. "Bantuan ini akan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Palestina, seperti makanan, air bersih, sandang, dan bantuan kesehatan," lanjutnya. "Bantuan ini tidak hanya sekadar materi, tetapi juga merupakan bentuk solidaritas dan empati dari masyarakat Indonesia terhadap saudara-saudara kita di Palestina yang sedang mengalami kesulitan," tutur Arifin. Sementara itu, CMO Bareksa, Rani Sumarni mengatakan, sebanyak 3000 investor telah berpartisipasi dalam program Bareksa Peduli dengan membeli produk investasi syariah berupa Emas, SBN Syariah dan Reksa Dana Syariah melalui Super App Bareksa. Dengan program sosial dan penggalangan dana ini, Bareksa berusaha untuk menjadi agen perubahan yang positif dalam meningkatkan kesejahteraan bersama. "Program Bareksa Peduli berupaya mengangkat bahwa investasi tidak hanya mencari keuntungan materi tetapi juga meningkatkan kesadaran untuk berbagi, terutama bagi sesama yang membutuhkan. Kerja sama dengan BAZNAS memastikan bahwa bantuan yang disalurkan dapat mencapai sasaran dengan tepat dan transparan, sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan tata kelola yang baik," kata Rani. Ia menambahkan, Melalui kemitraan dengan BAZNAS, Bareksa berharap dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi upaya peningkatan kesejahteraan dan perdamaian global. "Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk kita menggali terus semangat masyarakat dalam membantu korban kemanusiaan di Palestina. Semoga apa yang kita berikan menjadi keberkahan, dorongan, doa, untuk saudara-saudara kita di Palestina untuk mempertahankan kehidupannya, mempertahankan kemanusiaanya, dan tentunya mempertahankan negaranya," tandasnya.
BERITA29/04/2024 | Humas
Bangun Masa Depan, BAZNAS RI Berikan Pembinaan Karir bagi Peserta Beasiswa Cendekia
Bangun Masa Depan, BAZNAS RI Berikan Pembinaan Karir bagi Peserta Beasiswa Cendekia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar Pembinaan Karir Path dan Halal Bi Halal 1445 H bersama peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS, sebagai upaya membangun masa depan yang lebih baik, Kamis (25/4/2024). Turut hadir dalam pembinaan tersebut Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA, Deputi BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, serta Cheif of Karier.mu Rangga Septiadi. Pembinaan Peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS dihadiri 70 peserta offline area Jabodetabek dan 3.179 peserta mengikuti pembinaan secara daring. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, berpesan kepada para peserta beasiswa untuk menata masa depan. Karena itu, kehadiran beasiswa BAZNAS diharapkan dapat membantu para penerima beasiswa untuk lebih mempersiapkan diri masing-masing. "BAZNAS ikut serta menata jenjang karir saudara-saudara semuanya. Mari raih jenjang karir itu bersama BAZNAS. Beasiswa BAZNAS diperuntukkan dalam rangka untuk mencapai tujuan tersebut," kata Kiai Noor. Seperti para peraih beasiswa di Mesir, Kiai Noor berharap mereka dapat menjadi ilmuwan yang mampu mengaplikasikan ilmunya di tengah masyarakat. "Yang di Mesir diharapkan menjadi ilmuwan-ilmuwan. ke depan, lulusan Mesir harapannya jenjang karir ke depan benar-benar memanfaatkan keilmuan tersebut," jelas Kiai Noor. Karenanya, Kiai Noor meminta kepada para penerima beasiswa untuk tetap optimis dengan cara memanfaatkan beasiswa dari BAZNAS. "Jangan pernah mundur dan optimis menatap masa depan. Apa yang diberikan BAZNAS jangan disia-siakan. Jenjang karir saudara-saudara harus jelas dan harus difikirkan," imbuhnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA mengatakan, pembinaan ini merupakan jalan bagi BAZNAS dalam rangka mensejahterakan umat. Sehingga dengan adanya pembinaan ini, Saidah berharap para peserta dapat menjadi Muzaki di masa yang akan datang. "Ini menjadi bagian dari jalan BAZNAS untuk menuju kesejahteraan," kata dia. "Tentunya kalau kita sudah memiliki karier path yang jelas maka wajah-wajah optimis para Muzaki dan calon Muzaki itu ada di hadapan kita," imbuhnya. "Semoga apa yang dilakukan BAZNAS selalu mendapatkan respon yang baik dengan kerja keras dari penerima beasiswa," pungkas Saidah.
BERITA26/04/2024 | Humas
Kemenag: BAZNAS RI Berperan Tingkatkan Kualitas Hidup Mustahik
Kemenag: BAZNAS RI Berperan Tingkatkan Kualitas Hidup Mustahik
Kementerian Agama (Kemenag) RI memuji peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam meningkatkan kualitas kehidupan kelompok mustahik (penerima manfaat) di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut disampaikan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas yang diwakili Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A, pada acara Halal Bihalal Idul Fitri 1445 H bertajuk Sinergi Pengelolaan Zakat Nasional dan Penguatan Silaturahmi Kinerja SDM Internal di Jakarta, Rabu (24/4/2024). Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., bersama Pimpinan BAZNAS RI, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Anwar Iskandar, serta Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah. Dirjen Bimas Islam Kemenag, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A, menyatakan, BAZNAS menjadi instrumental dalam meningkatkan kualitas kehidupan kaum mustahik dan mentransformasikan dari statusnya sebagai mustahik menjadi muzaki. “Alhamdulillah, ini suatu hal yang luar biasa. Saya yakin telah berhasil menemukan the best version of ourself, versi terbaik dari diri kita yang selama Ramadhan terus melakukan proses untuk meningkatkan kualitas,” ujar Kamaruddin. Menurut Kamaruddin, keberhasilan BAZNAS dalam meningkatkan kualitas kehidupan kelompok mustahik di Indonesia tak terlepas dari keberhasilan pengelolaan zakat, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. “Kita semua sependapat bahwa pengelolaan zakat dewasa ini secara kuantitatif dan kualitatif semakin baik, semakin dirasakan manfaatnya oleh umat dan masyarakat,” katanya. Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar ini juga memuji peran jajaran staf BAZNAS di seluruh Indonesia yang tanpa kenal lelah meningkatkan kesadaran literasi umat tentang zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “Amilin dan amilat BAZNAS di seluruh Indonesia sangat luar biasa. Kerja keras kita semua dengan menjalin kolaborasi bersama masyarakat dalam meningkatkan kesadaran umat untuk melaksanakan ZIS,” tuturnya. Kamaruddin mengajak BAZNAS untuk terus meningkatkan literasi masyarakt untuk berzakat melalui kolaborai dengan mitra di daerah seperti Kantor Urusan Agama (KUA) hingga majelis taklim. “Di seluruh wilayah Indonesia ada sekitar 6.000 KUA, ini bisa menjadi mitra strategis dalam mangajak masyarakat untuk bersama meningkatkan kesadaran berzakat. InsyaAllah BAZNAS bersama Kemenag akan memberikan kontribusi maksimal untuk bangsa,” katanya.
BERITA25/04/2024 | Humas
GoPay Serahkan Donasi Program Berbagi Kebaikan Rp1 Miliar melalui BAZNAS RI
GoPay Serahkan Donasi Program Berbagi Kebaikan Rp1 Miliar melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran donasi sebesar Rp1 miliar dari GoPay yang merupakan bagian dari perusahaan anak bangsa GoTo. Donasi ini berasal dari dana perusahaan yang telah disisihkan oleh GoPay. Donasi tersebut berasal dari program Berbagi Kebaikan GoTo yang dijalankan selama bulan Ramadan 2024 yang berlangsung pada 12 Maret - 9 April 2024. Adapun peyerahan donasi tersebut diselenggarakan di Kantor GoPay, di Jakarta, Selasa (23/4/2024). Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, M.Si. CFRM., Head of Regulatory and Public Affairs GoTo Financial Budi Gandasoebrata, beserta jajaran. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, M.Si. CFRM., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh GoPay untuk menerima penyaluran donasi dari GoPay. “Kami bersyukur dapat bermitra dengan GoPay dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para muzaki dan mustahik, serta mengapresiasi program Berbagi Kebaikan GoTo selama bulan Ramadan," kata Rizaludin. Ia menyampaikan, transaksi donasi melalui GoPay di bulan Ramadan 2024 meningkat sebesar 81.6 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. "Besar harapan kami, kerja sama positif ini dapat terus berlanjut, sehingga dapat mempermudah masyarakat yang ingin menunaikan ibadah zakat, infak, atau sedekah," ujarnya. Head of Regulatory and Public Affairs GoTo Financial, Budi Gandasoebrata menyampaikan rasa terima kasih kepada pengguna GoPay atas partisipasi dan antusiasme yang tinggi di dalam program Berbagi Kebaikan Ramadan GoTo. “Melalui program Berbagi Kebaikan, donasi yang disalurkan pengguna melalui GoPay mencapai Rp30 miliar dan donasi dari dana perusahaan GoPay sebesar Rp1 miliar.” Budi menambahkan, “Selama bulan Ramadan, penyaluran donasi ke berbagai lembaga amil zakat melalui aplikasi GoPay, aplikasi Gojek maupun platform lainnya menggunakan GoPay sebagai metode pembayaran, meningkat hampir 50 persen dibandingkan dengan Ramadan tahun sebelumnya." tuturnya. Adapun donasi dari pengguna yang dilakukan melalui fitur Zakat dan Donasi GoPay kemudian disalurkan melalui berbagai lembaga amil zakat. Sementara, donasi sebesar Rp1 miliar yang berasal dari dana perusahaan GoPay disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. “Donasi dari GoPay akan disalurkan untuk renovasi musholla, paket sembako gratis, serta bantuan pendidikan untuk anak-anak panti asuhan yang dikelola oleh komunitas mitra driver Gojek,” pungkasnya. GoPay menyediakan fitur “Zakat dan Donasi” untuk memfasilitasi pengguna membayar zakat dan berdonasi ke berbagai lembaga amil zakat dan organisasi sosial yang terpercaya, termasuk BAZNAS. GoPay sendiri telah mendapatkan pengakuan dari BAZNAS sebagai mitra financial technology (fintech) terbaik selama lima tahun berturut-turut.
BERITA24/04/2024 | Humas
BAZNAS RI: Rumah Sehat BAZNAS Tanda Keberpihakan Kepada Fakir Miskin
BAZNAS RI: Rumah Sehat BAZNAS Tanda Keberpihakan Kepada Fakir Miskin
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) terus mengupayakan layanan kesehatan gratis di berbagai daerah sebagai wujud keberpihakan kepada masyarakat fakir miskin. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., saat membuka Pengajian Selasa Pagi bertajuk Program Rumah Sehat BAZNAS Tahun 2024. “RSB ini adalah tanda daripada keberpihakan kita pada orang fakir miskin. Kita bangun RSB ini dan yang akan hadir adalah orang-orang fakir miskin,” ujar Nadratuzzaman dalam acara yang dihelat secara daring pada Selasa (23/4). Nadratuzzaman menjelaskan, program RSB merupakan bagian dari kolaborasi BAZNAS bersama dinas kesehatan daerah serta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Katanya, BAZNAS terus berupaya memperbanyak jumlah RSB untuk menjangkau seluruh daerah. “Kita berharap orang fakir miskin mendapatkan kartu sehat, sehingga nantinya biaya kesehatannya dicover oleh BPJS. Karena banyak orang tidak mampu membayar iuran BPJS,” katanya. “Kita tahu masih banyak masyarakat kalangan bawah yang kesulitan mengakses layanan kesehatan karena keterbatasan biaya. Hadirnya RSB diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat fakir miskin untuk mengakses layanan kesehatan,” tambahnya. Sementara itu, Plt. Kepala Divisi Kesehatan BAZNAS RI, Siti Masturoh menambahkan, RSB mempunyai sejumlah layanan dalam gedung seperti poli umum, IGD, operasi minor, rawat inap, fisio terapi, psikologi, poli spesialis, poli gigi, hingga layanan KB. “Sementara layanan di luar gedung mencakup penanganan stunting, tuberkulosis, kesehatan jiwa, UKK, respons bencana, hingga teras sehat,” ucap Siti Masturoh. Siti Masturoh mengungkapkan, pembangunan RSB berkembang pesat, ditandai dengan jumlah RSB yang awalnya hanya 7, kini telah mencapai 22 unit RSB dengan rincian 17 unit sudah berjalan dan 5 lainnya dalam proses. “Saat ini, RSB masih kosentrasi masih level klinik pratama. InsyaAllah di tahun 2024 ini kami mulai memasuki tipe rumah sakit, dan RSB Berau menjadi salah satu ikon atau yang pertama menjadi rumah sakit,” katanya. Dia berharap, RSB semakin tersebar di berbagai daerah, sehingga masyarakat fakir miskin semakin merasakan layanan kesehatan yang diberikan BAZNAS RI.
BERITA24/04/2024 | Humas
Komisi D DPRD Kab.Grobogan Studi Banding Zakat ASN ke BAZNAS Kota Cirebon
Komisi D DPRD Kab.Grobogan Studi Banding Zakat ASN ke BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon menerima Kunjungan Kerja Komisi D DPRD Kabupaten Grobogan di Ruang Rapat Prabayaksa Gedung Setda Kota Cirebon, Kamis (18/4/2024). Kunjungan kerja tersebut mengambil tema yang berkaitan dengan pengelolaan zakat ASN. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Baznas Kota Cirebon, H Hamdan SAg MPdI beserta jajaran. Turut hadir juga Pj Sekda Kota Cirebon, Mohammad Arief Kurniawan ST. dalam kesempatan itu Pj Sekda Kota Cirebon menyambut baik kunjungan kerja yang dilakukan DPRD Kabupaten Grobogan. "Kita sharing dan berbagi informasi terkait pengelolaan zakat. Pengelolaan zakat adalah tugas mulia, yang Insya Allah menjadi keberkahan bagi kita semua," ujarnya. Pj Sekda menambahkan, kiprah Baznas Kota Cirebon selama ini luar biasa. Baznas banyak membantu program-program Pemda Kota Cirebon khususnya di bidang sosial dan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu Ketua BAZNAS Kota Cirebon mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya Studi Banding yang dilakukan Komisi D DPRD Kab. Grobogan kepada BAZNAS Kota Cirebon tentang Pengelolaan Zakat ASN yang sudah berjalan dengan baik di Kota Cirebon. "Alhamdulillah tadi kita BAZNAS Kota Cirebon kedatangan tamu dari Komisi D DPRD Kab. Grobogan untuk melakukan Studi Banding Pengelolaan Zakat ASN di Kota Cirebon yang dibilang sudah cukup baik" katanya. Kemudian kegiatan ditutup dengan Bertukar cendera mata dari BAZNAS Kota Cirebon, begitupun Komisi D DPRD Kab. Grobogan Kepada BAZNAS.
BERITA23/04/2024 | Humas
KPw Bank Indonesia Cirebon Tunaikan Zakat Maal dan Zakat Fitrah melalui BAZNAS Kota Cirebon
KPw Bank Indonesia Cirebon Tunaikan Zakat Maal dan Zakat Fitrah melalui BAZNAS Kota Cirebon
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menerima penyaluran zakat maal dan zakat fitrah dari Pegawai KPw Bank Indonesia Cirebon, kantor Bank Indonesia, Cirebon, Jum’at (05/04/2024). Zakat maal dan zakat fitrah ini merupakan bagian program ramadhan KIBLAT (Kita Bersama Laksanakan Zakat) yang dikordinir oleh IPEBI (Ikatan Pegawai Bank Indonesia) Komisariat Cirebon di Lingkungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon. Penyerahan dilakukan secara simbolis langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Bapak Anton Pitono Kepada Wakil Ketua III BAZNAS Kota Cirebon, Bapak Achmad Nurjannah. Kemudian dilanjutkan tausiyah bertajuk “Silaturahmi Ramadhan 1445 H KPw BI Cirebon" yang disampaikan oleh Kyai Faisal Hilmi, M.A, Pengasuh Ponpes Qur’an Anamfal Cirebon. Adapun penghimpunan zakat yang dikordinir di lingkungan Bank Indonesia Cirebon terdiri dari Rp10.000.000 merupakan zakat maal pegawai, dan zakat fitrah sebesar Rp3.690.000, sehingga terkumpul semuanya sebesar Rp13.690.000,- Bagian Keislaman Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Bapak Edi, ketika diwawancara mengatakan Pengumpulan zakat merupakan salah satu program Ramadhan di Bank Indonesia Cirebon. “Bank Indonesia Cirebon memiliki beberapa Program diantaranya KIBLAT (Kita Bersama Laksanakan Zakat) yang dikumpulkan dari pegawai kemudian diserahkan kepada BAZNAS Kota Cirebon, dan juga program IKHTIAR (Investasi untuk Kehidupan Terbaik di Akhirat) berupa Program Bedah Masjid dan Program Wakaf Al-Quran.”. Sementara itu Wakil Ketua III BAZNAS Kota Cirebon, Achmad Nurjannah berharap, zakat dari BI ini dapat mengoptimalkan potensi zakat di kota cirebon. "Kami mengucapkan terima kasih atas apa yg dilakukan Bank Indonesia Cirebon ini. Insyaallah pengaruhnya besar bagi kesejahteraan masyarakat kota cirebon, dan semoga zakat yang ditunaikan dapat mensucikan jiwa dan membersihkan harta," katanya. Seperti yang telah disinggung tadi Bank Indonesia selain menyerahkan zakat kepada BAZNAS Kota Cirebon, Bank Indonesia Cirebon juga menyerahkan Program IKHTIAR (Investasi untuk Kehidupan Terbaik di Akhirat) berupa Program Bedah Masjid diberikan kepada DKM AL Hidayah Cirebon dan juga Program Wakaf Al-Quran diberikan kepada LAZNAS Yatim Mandiri. Semoga penyerahan beberapa Program dimaksud dapat menambah keberkahan Ibadah Puasa di Bulan suci Ramadhan 1445H. Kemudian Kegiatan penyerahan zakat sekaligus Silaturahmi Ramadhan ditutup dengan doa bersama yang dipandu oleh Kyai Faisal Hilmi, M.A dan diikuti oleh Pimpinan Bank Indonesia Cirebon, Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon, Tamu Undangan serta segenap pegawai BI Cirebon yang hadir dalam acara tersebut.
BERITA06/04/2024 | Humas
BAZNAS: Pemberdayaan Mualaf Jadi Salah Satu Prioritas dalam Pengelolaan Zakat
BAZNAS: Pemberdayaan Mualaf Jadi Salah Satu Prioritas dalam Pengelolaan Zakat
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., Ph.D menerangkan, pemberdayaan mualaf merupakan salah satu prioritas utama dalam pengelolaan zakat. Pasalnya, mualaf adalah salah satu dari delapan asnaf zakat. Hal tersebut dikemukakan dalam pengajian berbagi ilmu berbagi pengalaman dengan tema "Kiat Sukses Program Pemberdayaan Mu'alaf dan Dakwah di Wilayah Pedalaman yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (19/3/2024). Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ) Baitul Maal Hidayatullah. Firmanza, S.E, M.Ak, serta diikuti para pengurus BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota. "Kalau kita berpikir matematis, penyaluran zakat itu tentu kita bagi menjadi delapan, maka mualaf itu juga harusnya mendapat 12,5 persen, karena mualaf juga salah satu asnaf yaitu penerima zakat. Kita harus sadar bahwa persoalan mualaf ini memang hal yang penting dan kita harus turun rembuk menangani dan membina mereka," katanya. Untuk itu, lanjut Nadratuzzaman, pentingnya menangani masalah mualaf tidak bisa diabaikan. Pendekatan dalam pemberdayaan mualaf tidak hanya sebatas memberikan bantuan, namun juga melibatkan aspek dakwah, pendidikan, sosial, dan kemanusiaan. "Kita harus mencari solusi yang seimbang, tidak hanya mengutamakan orang Islam yang ingin masuk, namun juga mendukung mereka yang telah memeluk agama Islam. Keterlibatan semua pihak dalam membina mualaf menjadi kunci keberhasilan untuk menjaga mereka tetap berpegang teguh pada agama Islam," tuturnya. Sementara itu, Ketua Pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ) Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Firmanza, S.E, M.Ak menyampaikan, wilayah pedalaman khususnya yang ditempati banyak mualaf perlu menjadi perhatian khusus untuk menjaga mereka tetap teguh memegang ajaran Islam dan tidak murtad. Salah satunya dengan mengirimkan Dai-dai ke daerah tersebut. Namun, kata Firmanza, para dai yang dikirim tentu tidak semerta hanya bermodalkan pengetahuan tentang dakwah, melainkan dibekali dengan kemampuan-kemampuan yang lain sehingga mereka benar-benar mampu menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat di wilayah pedalaman. "Sebelum ditugaskan kita bekali para pendakwah dengan kemampuan-kemampuan untuk bisa berkontribusi di tengah masyarakat. Kita berharap dai-dai kita tidak hanya mampu berdakwah melainkan memiliki skill-skill yang lain seperti bertani, pembinaan masyarakat, serta bisa menjadi konsultan masyarakat," kata Firmanza. Selain dibekali kemampuan-kemampuan dan ilmu dakwah, lanjut Firmanza, para dai juga diberikan fasilitas-fasilitas untuk mendukung aktivitas para da'i selama bertugas di wilayah 3T. "Kita tentu juga menfasilitasi mereka (para da'i) dengan fasilitas-fasilitas yang menunjang kegiatan mereka seperti motor, kafalah, kapal/perahu dakwah, juga insentif bahkan umroh sebagai apresiasi atas aktivitas mulia yang mereka kerjakan," lanjutnya. Menurut Firmanza, dampak positif dari program dakwah dan pemberdayaan mualaf terasa secara nyata, seperti peningkatan indeks pembangunan manusia, penurunan angka buta baca Alquran dan buta tulis aksara, serta meningkatnya semangat berdakwah di wilayah pedalaman. "Selain itu, BMH juga memastikan bahwa tujuan dari program ini sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, seperti menjaga kehalalan sumber penghasilan, meningkatkan generasi pendidikan, serta memperkuat iman dan aqidah. Perubahan kualitatif dalam masyarakat juga terlihat, dengan adanya perubahan perilaku yang lebih gotong royong dan toleran, serta peningkatan skill membaca Al-Qur'an, membaca, dan berhitung di kalangan mualaf," tambahnya. Ia berharap dai-dai yang terlibat dalam program ini menjadi agen perubahan yang penting bagi masyarakat. Melalui kesadaran akan pentingnya peran mualaf dalam masyarakat, serta upaya pemberdayaan dan pendampingan yang berkesinambungan, diharapkan program ini dapat terus memberikan dampak positif bagi kemajuan umat dan peradaban secara keseluruhan.
BERITA22/03/2024 | Humas
Jaga Kualitas Puasa Ramadhan, BAZNAS RI Helat Program Bincang Sehat di Masjid
Jaga Kualitas Puasa Ramadhan, BAZNAS RI Helat Program Bincang Sehat di Masjid
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) menghelat program Bincang Sehat di Masjid yang tersebar di 32 wilayah di Indonesia, sebagai upaya menjaga kualitas puasa Ramadhan 1445 H. Dari 32 wilayah yang akan dihelat oleh 16 Rumah Sehat BAZNAS yaitu, RSB di Jakarta, Yogyakarta, Sidoarjo, Pangkalpinang, Parigi Moutong, Palu, Makassar, Brebes, Sragen, Batam, Sumatera Utara, Bogor, Karanganyar, Cirebon, Berau, serta Kendal. Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si menyampaikan, Bincang Sehat di Masjid merupakan program sharing/berbagi tips menjaga kesehatan dan kebugaran selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan, sehingga menjadi lebih berkualitas. “Program Bincang Sehat di Masjid akan memberikan edukasi dan penyuluhan dari para tenaga medis profesional yang disediakan oleh Rumah Sehat BAZNAS di masjid-masjid yang telah dipilih menjadi lokasi untuk sosialisasi kesehatan,” ujar Imdadun dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/3/2024). Dia menyatakan, program Bincang Sehat di Masjid tidak hanya sekadar berkumpul, tetapi juga untuk mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat tentang menjaga kesehatan tubuh, terutama selama berpuasa Ramadhan. “Kita akan mendapatkan informasi tentang pola makan yang sehat selama bulan Ramadhan, cara menjaga tubuh tetap terhidrasi, serta tips-tips sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa dari ahlinya,” katanya. Imdadun berharap, program Bincang Sehat di Masjid ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama umat Islam, sehingga dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan lancar dan sehat. Sementara itu, Plt. Kepala Divisi Kesehatan BAZNAS RI, Siti Masturoh menambahkan, program Bincang Sehat di Masjid ini bertujuan agar umat Islam semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan selama berpuasa. “Tim Rumah Sehat BAZNAS akan melakukan penyuluhan pengobatan dan penyaluran paket sehat Ramadhan pada sore hari ketika acara Bincang Sehat di Masjid sedang berlangsung dengan jumlah peserta minimal 50 orang,” katanya. "Dalam acara ini juga akan diselenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kita semua dalam kondisi sehat dan siap menjalani ibadah puasa dengan baik,” tambahnya. Karenanya, Siti Masturoh berharap, program Bincang Sehat di Masjid dapat diikuti oleh para jemaah masjid yang telah ditunjuk BAZNAS RI sebagai lokasi kegiatan. Dia juga berharap program tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.
BERITA22/03/2024 | Humas
Jaga Kelestarian, BAZNAS Bersama Hutan Itu Indonesia Hadirkan Kampanye Sedekah Hutan
Jaga Kelestarian, BAZNAS Bersama Hutan Itu Indonesia Hadirkan Kampanye Sedekah Hutan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Hutan Itu Indonesia (HII), sebuah lembaga yang peduli lingkungan, menghadirkan kampanye Sedekah Hutan, sebagai upaya menjaga dan melestarikan lingkungan di sekitar. Kolaborasi BAZNAS bersama Hutan Itu Indonesia untuk menjaga kelestarian lingkungan terungkap dalam acara peluncuran kerja sama kampanye Sedekah Hutan yang dihelat di Harmoni Exchange, Jakarta, Rabu (20/3/2024). Turut hadir Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI Fitriansyah Agus Setiawan, serta Partnership & Digital Marketing Manager HII Banon Pramesty. Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI Fitriansyah Agus Setiawan menyampaikan, program Sedekah Hutan merupakan upaya kolaborasi BAZNAS RI bersama Hutan Itu Indonesia untuk menjaga dan melestarikan lingkungan dari kerusakan. “Sedekah Hutan merupakan nama kampanye kolaborasi untuk mengajak publik bersedekah melalui program Sedekah Hutan dimana program tersebut untuk konservasi dan restorasi hutan, serta program pemberdayaan masyarakat sekitar hutan,” ujar Rizaludin. Dia menyampaikan, kerja sama ini berlangsung selama satu tahun dan lokasi program Sedekah Hutan tersebut berada di kawasan kehutanan sosial atau hutan adat yang dikelola oleh masyarakat, bekerja sama dengan mitra lokal di beberapa titik di wilayah Indonesia yang sudah disepakati BAZNAS dan HII. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan M.Si, CFRM., menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada HII atas kolaborasi yang baik ini. “Kami berharap melalui program Sedekah Hutan, tercipta kesadaran masyarakat Indonesia menjaga hutan, serta memudahkan masyarakat Indonesia dalam konservasi dan restorasi hutan dengan bersedekah,” harapnya. Sementara itu, Direktur Hutan Itu Indonesia, Eulis Utami menambahkan, hutan merupakan aset berharga. Selain sebagai paru-paru dunia, hutan juga menyimpan keanekaragaman hayati yang tak ternilai, serta berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem dan mengendalikan perubahan iklim. “Sesuai tujuan besar didirikannya Hutan itu Indonesia, kami ingin meningkatkan kecintaan orang muda lainnya terhadap hutan Indonesia, dengan mengangkat kekayaan dan peran hutan secara menyeluruh melalui kampanye positif, kreatif, dan menyenangkan, yang dijalankan dengan semangat kolaborasi,” katanya. Melalui Sedekah Hutan, tambahnya, masyarakat dapat membantu program penanaman kembali dan pelestarian hutan yang dilakukan oleh berbagai lembaga dan organisasi yang peduli terhadap lingkungan. Katanya, setiap tanaman yang ditanam adalah investasi bagi masa depan. “Hutan-hutan kita saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari deforestasi, pembalakan liar, hingga kebakaran hutan yang merusak. Oleh karena itu, melalui kampanye sedekah hutan ini, BAZNAS RI bersama Hutan Itu Indonesia mengajak kita semua untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian hutan kita, karena menjaga hutan, menjaga masa depan,” kata Eulis.
BERITA22/03/2024 | Humas
BAZNAS bersama Bappenas, Kemenag, BWI dorong Peran Zakat dan Wakaf untuk Pembangunan Nasional
BAZNAS bersama Bappenas, Kemenag, BWI dorong Peran Zakat dan Wakaf untuk Pembangunan Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) mendorong peran zakat dan wakaf untuk pembangunan nasional pada acara Zakat Wakaf Impact Forum 2024. Hal tersebut ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Program dan Basis Data Perencanaan Pembangunan, serta penandatanganan Piagam Komitmen Kolaborasi Zakat Wakaf Impact Forum antara pemerintah dan lembaga amil zakat, serta antarlembaga amil zakat dalam melaksanakan program-program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa yang diwakili Sekretaris Utama Bappenas RI Teni Widuriyanti SE. MA., Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Plt Sekjen) Kemenag RI Prof. Dr. Abu Rokhmad, dan Ketua BWI Prof Muhammad Nuh, di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (20/3/2024). Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menegaskan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 bahwa BAZNAS adalah lembaga yang dipercaya untuk melakukan pengelolaan zakat secara nasional. "Kita tahu bahwa apa yang ditugaskan kepada BAZNAS adalah dalam rangka untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan rakyat, sesuai dengan undang-undang," kata Kiai Noor. Kiai Noor menyebutkan dari potensi zakat di Indonesia sebesar Rp327 Triliun, BAZNAS baru dapat menargetkan pengumpulan sebesar Rp41 Triliun di tahun 2024 untuk seluruh BAZNAS dan LAZ se-Indonesia. Pihaknya berharap Zakat Wakaf Impact yang diinisiasi Bappenas ini dapat mendorong capaian-capaian dari potensi zakat ini. "Potensi zakat kita yang Rp327 Triliun itu sampai dengan sekarang ini targetnya kami baru bisa mengumpulkan Rp41 Triliun, target di tahun 2024, masih jauh sekali, maka harapannya forum ini dapat menggali potensi-potensi zakat tersebut," tambahnya. Demi menggali potensi pengumpulan zakat di Indonesia tersebut, lanjut Kiai Noor, pihaknya telah mempermudah syarat dan mekanisme pengajuan izin Lembaga Amil Zakat (LAZ). Bahkan, di bawah kepemimpinan Kiai Noor terdapat 140 LAZ baru yang terdaftar di BAZNAS sehingga total saat ini terdapat 169 LAZ yang terdaftar di BAZNAS yang tersebar di provinsi dan kabupaten seluruh Indonesia . "169 LAZ baru ini juga dalam rangka supaya masyarakat bisa menggali potensi besar itu, karena kalau dilakukan oleh BAZNAS sendiri tidak akan terjangkau," ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa yang diwakili Sekretaris Utama Bappenas RI Teni Widuriyanti SE. MA. mengatakan, Zakat Wakat Impact Forum 2024 memiliki tujuan utama untuk memperkuat komitmen bersama antara Kementerian PPN/Bappenas, Kemenag, BAZNAS, BWI, Lembaga Amil Zakat (LAZ) serta para pemangku kepentingan Zakat dan Wakaf untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam program pembangunan guna mewujudkan visi Indonesia emas 2045. "Zakat Wakaf Impact Forum ini menjadi sarana pertukaran ide, gagasan, informasi dan pengalaman praktik program yang sejalan dengan pembangunan Indonesia, " kata Teni. Forum ini juga memunculkan gagasan perihal pemanfaatan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) sebagai basis data penyaluran zakat dan wakaf. “Dengan memanfaatkan data Regsosek, program zakat dan wakaf bisa lebih tepat sasaran serta terbangun sinergi antara pemerintah dan lembaga amil zakat, dan antarlembaga amil zakat dalam melaksanakan program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat,” jelasnya. Teni berharap, Zakat Wakaf Impact Forum ini dapat memperkuat kolaborasi seluruh pihak yang terkait dengan pengelolaan zakat, infak, sedekah dan wakaf untuk memberikan dampak dan berkontribusi dalam pembangunan nasional. Dia juga menambahkan, “Potensi dari Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf itu sangat besar sebetulnya dan sampai hari ini belum optimal bisa kita kolaborasikan sebagai salah satu sumber sebetulnya selain kewajiban kita juga, tetapi sangat potensial untuk mendukung pembiayaan pembangunan kita.” "Mudah-mudahan melalui acara pada siang hari ini kita siap berkolaborasi dengan semua pihak untuk bersama-sama melakukan kontribusi kita kepada pembangunan melalui zakat, infak, sedekah dan wakaf ini secara kolaboratif,” pungkas Teni.
BERITA22/03/2024 | Humas
Apresiasi Peran BAZNAS di Timur Tengah, Sudan Siap Kerja Sama Multibidang
Apresiasi Peran BAZNAS di Timur Tengah, Sudan Siap Kerja Sama Multibidang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendapatkan apresiasi dari Kedutaan Republik Sudan atas berbagai peran positif-konstruktif di Timur Tengah. Hal itu mengemuka dalam pertemuan Pimpinan BAZNAS RI bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, dengan Dubes Sudan, Dr. Yassir Mohamed Ali, di Kedutaan Republik Sudan, Jakarta, Rabu (20/3/2024). "Kami mengapresiasi peran BAZNAS RI di Timur Tengah, terutama di bidang perzakatan dan bantuan kemanusiaan seperti yang dipersembahkan untuk saudara-saudara kita di Gaza, Palestina," ujar Dubes Sudan, Dr. Yassir Mohamed Ali, yang didampingi Wakil Kepala Misi Kedutaan Republik Sudan, Sid Ahmed M. Alamain Hamid Alamain. Turut hadir, CEO Yayasan Karya Indah Indonesia (YKIIN), Dr. Mohamed Omar Attay; Pengasuh Madrasah al-Bayan wa al-Lughah (MAYLA) Jakarta yang juga Mustasyar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Sudan, Dr. H. Ribut Nur Huda, S.Hum, M.Pd.I, M. Ed; Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Nasional BAZNAS RI, Agus Siswanto; dan Kabag Humas BAZNAS RI, Yudhiarma MK, M.Si. Berdasarkan kinerja dan portofolio tersebut, maka Dubes Yassir menyatakan siap membuka peluang kerja sama multibidang dengan BAZNAS RI. Yakni, seperti dakwah, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan dan pengembangan institusi perzakatan. Bahkan ia mengusulkan agar BAZNAS RI mengambil peran terkait rencana pengalihan Khartoum International Institute for Arabic Language (KIIFAL) yang masyhur itu ke Jakarta. "Untuk KIIFAL, kami siap merekrut sumber daya manusia yang diperlukan. Termasuk kerja sama bantuan kemanusiaan dan kesehatan kami juga siap. Kami menyarankan agar prosedur penyaluran bisa dilakukan secara langsung, di mana pengiriman logistik obat-obatan dapat diserahterimakan di Pelabuhan Port-Sudan," ucap Dubes Yassir. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, menyampaikan terima kasih atas apresiasi Kedubes Sudan atas peran BAZNAS RI di Timur Tengah. Menurut dia, Badan Amil Zakat Nasional RI juga siap menjalin kemitraan dengan Pemerintah Republik Sudan, terutama di bidang perzakatan. "Ini mengingat Sudan memiliki sistem kelembagaan zakat yang bisa dijadikan benchmark dalam pengelolaan rukun Islam ketiga itu. Sudan juga memiliki ulama-ulama besar yang menjadi rujukan dunia, terutama di bidang fikih," ucap dia. Kiai Achmad Sudrajat menyebutkan sejumlah lembaga pendidikan di Indonesia, seperti pesantren dan ma'had aly yang sering mengundang tenaga pengajar dari Sudan. Sebaliknya, di Sudan juga banyak pelajar dan santri Indonesia yang berguru dan menuntut ilmu di sana. Karena itu, lanjut KH. Achmad Sudrajat, pihaknya akan mengajak serta tidak hanya BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota untuk bekerja sama dengan Sudan, tapi juga Lembaga Amil Zakat (LAZ) seperti LAZ Assalam Fil Alamin (ASFA) Foundation. Di tempat yang sama, CEO Yayasan Karya Indah Indonesia (YKIIN), Dr. Mohamed Omar Attay yang mahir berbahasa Melayu, mengusulkan agar BAZNAS RI membantu para diaspora Sudan yang studi di Indonesia, mengingat mereka tidak lagi mendapatkan suplai biaya dari keluarga. "Kami memiliki data nama pelajar terbaik yang bisa dikirim ke Indonesia, termasuk dosen dan pakar Sudan untuk diundang berpartisipasi dalam dakwah pendidikan," kata akademisi yang menempuh pascasarjana di University Malaya, Malaysia. Sementara itu, Dr. Ribut Nur Huda mengafirmasi pernyataan Dubes Sudan, terkait SDM negara tersebut yang perlu dimanfaatkan untuk branding Indonesia dalam menggagas karya monumental berbahasa Arab. "Hal ini dilakukan sebagaimana Uni Emirat Arab yang mendatangkan ulama Sudan untuk memimpin penulisan Ensikloperdi Ushu dan Kaidah Fikih 41 Jilid. Ini adalah karya monumental berbahasa Arab," kata peraih gelar doktor dengan predikat mumtaz atau summa cumlaude dalam bidang Kurikulum dan Metode Pengajaran di University of Holy Quran and Islamic Science Sudan, ini.
BERITA22/03/2024 | Humas
BAZNAS Penuhi Kebutuhan Gizi Pengungsi Banjir Kudus Selama Ramadhan
BAZNAS Penuhi Kebutuhan Gizi Pengungsi Banjir Kudus Selama Ramadhan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berupaya memenuhi kebutuhan para pengungsi banjir di wilayah Kudus, Jawa Tengah, dengan menyalurkan bantuan Paket Ramadhan Bahagia (PRB), Hidangan Berkah Ramadhan (HBR), juga hidangan berbuka, Minggu (17/3/2023). “Kami berharap, bantuan PRB, HBR juga hidangan berbuka dapat bisa bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak banjir di posko pengungsian banjir Kudus, dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan,” ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Saidah Sakwan MA., di Jakarta, Senin (18/3/2024). Lebih lanjut, Saidah menambahkan, Paket Ramadhan Bahagia dan bantuan makanan siap saji yang disalurkan tersebut bukan hanya bantuan materi, namun juga sebuah pesan bahwa di tengah kesulitan, mereka tidak sendiri. “Bahwa ada tangan-tangan yang siap membantu, dan ada hati yang penuh dengan kebaikan untuk menopang satu sama lain," ucap dia. Saidah menyebutkan, banjir yang melanda wilayah Kudus merupakan duka yang mendalam bagi semua. Banyak keluarga yang terdampak secara langsung oleh bencana alam ini, kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan kerabat tercinta. "Kita sangat prihatin terhadap bencana ini, ternyata cukup ekstrem. Tidak hanya menenggelamkan banyak rumah di tiga kecamatan, tapi juga sawah, sehingga banyak gabah membusuk, jadi kerugian yang dialami masyarakat cukup besar," tutur dia. Saidah menegaskan, BAZNAS RI akan berupaya semaksimal mungkin membantu para korban dengan menyediakan berbagai layanan kemanusiaan yang dibutuhkan masyarakat. Tak hanya itu, Tim BAZNAS Tanggap Bencana juga telah membantu proses evakuasi warga, menyediakan layanan dapur umum, dapur air, hingga makanan siap saji bagi warga terdampak banjir di Kudus, Jawa Tengah. Tim BTB juga telah menyalurkan Hidangan Berkah Ramadhan untuk berbuka puasa yang disalurkan di pos pengungsi Desa Pasuruan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, dan menyalurkan porsi Hidangan Berkah Ramadhan di Pos Pengungsi Gedung JHK/IPHI Kabupaten Kudus.
BERITA19/03/2024 | Humas
Bank Makanan BAZNAS Distribusikan 30.000 Paket Hidangan Berkah Ramadhan di Jabodetabek
Bank Makanan BAZNAS Distribusikan 30.000 Paket Hidangan Berkah Ramadhan di Jabodetabek
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Bank Makanan, mendistribusikan 30.000 paket Hidangan Berkah Ramadhan (HBR) untuk para pekerja rentan, difabel, masyarakat dhuafa dan terlantar di daerah Jabodetabek. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA mengatakan, pendistribusian paket HBR yang berisi makanan siap saji dari ZChicken ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan untuk memenuhi gizi selama bulan ramadhan. "Pendistribusian ini untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus meringankan beban mustahik dan memberikan dukungan semangat beribadah di bulan Ramadhan bagi mereka," kata Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (18/3/2024). Saidah menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat solidaritas sosial di masyarakat, terutama bagi mereka yang rentan dan masyarakat yang kurang mampu. "Pendistribusian Hidangan Berkah Ramadhan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk turut serta dalam memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, terutama selama bulan suci Ramadhan," tambahnya. Bank Makanan BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, termasuk di bulan suci Ramadhan. "Semoga dengan adanya bantuan ini, para pekerja rentan, difabel, masyarakat dhuafa dan telantar dapat merasakan keberkahan dan kemudahan dalam menjalani ibadah puasa," tuturnya. Saidah juga mengatakan bantuan ini merupakan buah dari kebaikan yang terus dilakukan masyarakat melalui BAZNAS, yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan. "BAZNAS mengucapkan terima kasih atas uluran tangan dari donatur yang telah berbagi dengan masyarakat rentan yang membutuhkan bantuan. Semoga keberkahan selalu menyertai kita semua," ujar Saidah. Program Bank Makanan merupakan salah satu upaya BAZNAS untuk menyelesaikan dua masalah besar yaitu mengurangi jumlah makanan yang terbuang sia-sia dan memberikan akses makanan sehat untuk orang yang kekurangan melalui pendekatan kolaboratif bekerja sama dengan berbagai pihak.
BERITA19/03/2024 | Humas
Tinjau Banjir Semarang, BAZNAS Komitmen Bantu Para Korban Hingga Pasca Bencana 
Tinjau Banjir Semarang, BAZNAS Komitmen Bantu Para Korban Hingga Pasca Bencana 
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkomitmen akan membantu para korban banjir yang melanda Kota Semarang Jawa Tengah (Jateng) tidak hanya saat bencana namun hingga pasca bencana, Sabtu (16/3/2024). Hal tersebut disampaikan Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, di Pondok Pesantren (Ponpes) Putri As-Saadah, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Dalam kunjungannya yang didampingi Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, BAZNAS juga memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir di Kota Semarang. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA mengatakan, penanganan tanggap darurat bencana menjadi fokus perhatian BAZNAS. Salah satunya di Kota Semarang yang kini dilanda banjir. Komitmen BAZNAS dalam penanganan banjir tersebut tak hanya dilakukan di Kota Semarang, melainkan sejumlah daerah di Jateng yang kini juga terdampak. Bantuan-bantuan logistik juga digelontorkan. "Banjir di seluruh Indonesia ada, tidak hanya di Semarang tetapi di Pekalongan, Kudus, Demak, Grobogan. Sementara ini kami terjun di daerah-daerah terdampak tersebut," katanya. Menurut Kiai Noor, BAZNAS juga telah menerjunkan tim untuk melakukan pendataan secara berkala terkait kebutuhan warga terdampak banjir. "Ada tim juga yang sudah ada di Pekalongan, insyaallah saya juga akan ke sana. Mudah-mudahan kami bisa ke tempat-tempat lain, intinya BAZNAS memiliki konsentrasi terhadap bencana," ujar Kiai Noor. Dalam penanganan darurat bencana, Kiai Noor mengatakan, BAZNAS mengalokasikan anggaran mencapai Rp5 miliar. Selain dalam wujud bantuan logistik keluarga, juga berbentuk renovasi bangunan-bangunan fasilitas umum (fasum) seperti musala, dan masjid yang terdampak banjir. Khusus bantuan logistik keluarga yang berupa sembilan bahan pokok (sembako) baru mendistribusikan sebanyak 100 paket. Termasuk di antaranya ada selimut, dan obat-obatan. "Kami menetapkan anggaran untuk penanganan bencana, biasanya untuk bencana-bencana ini kami anggarkan Rp5 miliar. Di Kota Semarang kami berikan barang, ada sembako dan bantuan untuk renovasi mushola, masjid," ujarnya. Penanganan tersebut akan berlangsung hingga pasca-bencana dengan berkolaborasi dengan pemerintah daerah (pemda) setempat. Seperti melakukan renovasi mushola dan masjid yang terdampak dengan anggaran Rp30 juta. Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu merespons positif perhatian lintas instansi dalam penanganan banjir yang terjadi tiga hari terakhir. Hevearita mengatakan, penanganan bencana ini memerlukan banyak pihak yang bergabung, termasuk salah satunya BAZNAS yang memiliki konsentrasi serius dalam situasi tanggap bencana. "Ini sangat berarti sekali bagi kami, bagi masyarakat Kota Semarang karena tidak mungkin kami Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sendiri yang memberikan bantuan," katanya. Hevearita mengatakan, kolaboratif lintas instansi tersebut tidak hanya dalam distribusi logistik bantuan saja. Koordinasi dengan sejumlah pihak tersebut menurutnya akan mempercepat proses penanganan hingga pasca-bencana. "Setelah banjir juga akan dilakukan pembersihan, rehabilitasi rumah, dan fasilitas umum. Penanganan ini akan dilakukan secara kolaboratif. Nanti akan bersama-sama untuk melakukan penanganan pasca-banjir," pungkasnya.
BERITA18/03/2024 | Humas
BAZNAS Serahkan Paket Ramadhan Bahagia untuk 214 Satgas Kemanusiaan KRI RJW-992
BAZNAS Serahkan Paket Ramadhan Bahagia untuk 214 Satgas Kemanusiaan KRI RJW-992
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyerahkan Paket Ramadhan Bahagia (PRB) untuk 214 personel Satuan Tugas (Satgas) Kemanusiaan Port Visit Mesir 2024 yang baru saja tiba di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) TNI AL, Tanjung Priok, Jakarta, pada Jumat, (15/3/2024). Penyerahan PRB secara simbolis diberikan oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, kepada Komandan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 (RJW-992) Kolonel Laut Bayu Dwi Wicaksono, yang digelar usai pelaksanaan upacara penyambutan KRI RJW-992 dan penganugerahan tanda kehormatan RI kepada personil satgas oleh Panglima TNI. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada TNI AL yang telah mengirimkan bantuan kemanusiaan masyarakat Indonesia melalui BAZNAS RI, dan kini telah berhasil disalurkan kepada masyarakat Gaza di Palestina. "Alhamdulillah bantuan kemanusiaan tersebut telah disalurkan kepada rakyat Gaza berkat Satgas Kemanusiaan Port Visit TNI AL bekerja sama dengan KBRI Kairo dan Bulan Sabit Merah Mesir atau Egyptian Red Crescent Society (ERCs)," ujar Kiai Noor. Sebanyak 214 Personel yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut, menurut Kiai Noor merupakan bagian dari Asnaf Fi Sabilillah yang berhak menerima zakat atau infak sehingga BAZNAS berinisiatif untuk memberikan Paket Ramadhan Bahagia untuk mereka. “Para prajurit TNI yang terlibat dalam misi kemanusian dan telah membantu saudara-saudara kita di Gaza ini juga merupakan bagian dari asnaf fi sabilillah, karena itu berhak menerima salah satu program BAZNAS berupa Paket Ramadhan Bahagia,” kata Kiai Noor. Kiai Noor berharap, 214 PRB yang diberikan BAZNAS kepada para personel Satgas Kemanusiaan KRI RJW-992 dapat bermanfaat dan menjadi kebahagiaan para prajurit dalam menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. "Semoga titipan para muzaki berupa PRB ini dapat bermanfaat dan menambah kebahagiaan para prajurit di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, " ujar Kiai Noor. Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengucapkan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel Satgas Port Visit 2024 yang terlibat dalam pemberangkatan KRI RJW-992 karena telah selesai melaksanakan operasi muhibah ke Mesir dalam rangka pengiriman bantuan kemanusiaan untuk korban konflik Gaza. "Pada kesempatan yang membanggakan ini, atas nama bangsa dan negara, saya mengucapkan selamat datang di tanah air kepada KRI RJW-992 beserta 214 personel yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini, " ujar Panglima TNI dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara Penyambutan. Agus mengatakan, misi yang diberangkatkan oleh Menteri Pertahanan RI dan Kepala Staf Angkatan Laut pada tanggal 18 Januari 2024 ini merupakan implementasi dari tugas pokok TNI dalam operasi militer selain perang sebagaimana yang diamanahkan pada Pasal 7 ayat 2 Undang-undang Nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. "Tugas kemanusiaan yang diemban KRI RJW-992 yaitu memberikan pelayanan pengobatan dan pengiriman bantuan kemanusiaan seberat 242 ton yang terdiri dari makanan, obat-obatan, selimut, pakaian dewasa dan anak-anak untuk warga Gaza, " tambahnya. Dalam melaksanakan operasi selama 57 hari, lanjut Agus, KRI RJW-992 telah menempuh jarak 10.983 Nautical Miles dengan rute pelayaran dari Jakarta menuju El Arish, Mesir dan kembali lagi ke Jakarta melalui Jeddah, Arab Saudi. "Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel operasi Muhibah Tahun 2024 ke Mesir atas dedikasi dan pengabdian yang telah ditunjukkan dalam mengemban tugas negara," pungkasnya. KRI RJW-992 merupakan kapal bantu rumah sakit milik TNI AL yang mengangkut 214 personel ini, berlayar dari Jakarta pada 18 Januari 2024 lalu dari Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, membawa total 242 ton bantuan, termasuk bantuan kemanusiaan seberat 60 ton dari BAZNAS RI.
BERITA18/03/2024 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →