WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Cirebon Perkuat Kolaborasi Bersama Polres Cirebon Kota

CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satunya melalui silaturahmi jajaran pimpinan dan Amil Pelaksana BAZNAS Kota Cirebon ke Polres Cirebon Kota, Senin (21/09/2026).

Kegiatan silaturahmi yang berlangsung di ruang kerja Polres Cirebon Kota tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkenalkan jajaran pimpinan BAZNAS Kota Cirebon kepada Kapolres Cirebon Kota yang baru.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Kapolres Cirebon Kota, AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. bersama Wakapolres, Kasatlantas, Kasatreskrim, Kasat Intelkam, dan Kasat Narkoba. Sementara dari BAZNAS Kota Cirebon hadir Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H.Hamdan, S.Ag,.M.Pd.I, Wakil Ketua I, Wakil Ketua IV, serta jajaran Amil Pelaksana.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga membahas peluang penguatan kolaborasi dalam berbagai program sosial yang dapat dilakukan bersama untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kota Cirebon.

Kolaborasi tersebut menjadi penting karena Polres Cirebon Kota selama ini juga memiliki peran dalam mendukung gerakan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). UPZ Polres Cirebon Kota secara aktif menghimpun zakat profesi serta infak dan sedekah dari para anggotanya untuk disalurkan melalui BAZNAS Kota Cirebon.

ZIS yang dihimpun melalui UPZ tersebut kemudian dikelola dan disalurkan BAZNAS Kota Cirebon melalui berbagai program kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, sosial kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, maupun keagamaan.

Melalui sinergi antara BAZNAS Kota Cirebon dan Polres Cirebon Kota, zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan para anggota kepolisian tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga turut menjadi bagian dari gerakan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

BAZNAS Kota Cirebon berharap silaturahmi dan kolaborasi ini dapat terus berkembang, sehingga semakin banyak program kebaikan yang dapat dihadirkan dan semakin luas pula masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir kolaborasi. Dan dari kolaborasi, semakin banyak masyarakat yang terbantu.

Zakat Menguatkan Indonesia.

21/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Bapak Suryadi, Bantu Kembali Beraktivitas

CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menghadirkan manfaat zakat melalui penyaluran bantuan kaki palsu kepada Bapak Suryadi, warga RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, Kota Cirebon, Senin (14/9/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I., bersama jajaran amil dan staf BAZNAS Kota Cirebon. Bantuan kaki palsu ini diberikan untuk membantu menunjang mobilitas Bapak Suryadi agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, H. Hamdan menyampaikan bahwa bantuan kaki palsu merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kota Cirebon untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan kaki palsu untuk Bapak Suryadi supaya bisa beraktivitas lagi seperti dulu. Mudah-mudahan bantuan ini banyak manfaatnya dan dapat membantu Bapak dalam beraktivitas,” ujar H. Hamdan.

Ia juga berharap kaki palsu yang diberikan dapat dirawat dengan baik sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Kami selaku pimpinan BAZNAS dan para staf amil, mudah-mudahan mendapat rida dan pahala dari Allah. Mudah-mudahan kaki palsu ini awet, Pak, dirawat,” lanjutnya.

Bapak Suryadi: Akan Dirawat dan Digunakan untuk Aktivitas Sehari-hari

Bagi Bapak Suryadi, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti. Ia menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kota Cirebon atas bantuan kaki palsu yang diterimanya.

“Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan kaki palsu kepada saya. Insyaallah kaki palsu ini akan saya jaga, dirawat dan digunakan untuk aktivitas seperti biasa yang sehari-hari saya lakukan,” ungkap Bapak Suryadi.

Ia kembali menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih sekali lagi atas bantuannya,” tuturnya.

RW: Bukti Kehadiran BAZNAS di Tengah Masyarakat

Apresiasi juga disampaikan oleh pengurus RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan. Perwakilan RW menyebut proses pengajuan bantuan hingga penanganan yang relatif cepat menjadi salah satu manfaat yang dirasakan masyarakat dari kehadiran BAZNAS Kota Cirebon.

“Kami atas nama pengurus RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Cirebon yang telah membantu warga kami,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan kaki palsu tersebut menjadi bantuan yang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Ini bantuan yang saya pikir adalah bantuan yang cepat. Penanganan pengajuannya tidak lama. Karena itu, kita merasakan manfaat kehadiran BAZNAS Kota Cirebon di tengah-tengah masyarakat,” lanjutnya.

Ia berharap BAZNAS Kota Cirebon dapat terus hadir memberikan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat.

Zakat Menguatkan, Hadirkan Manfaat bagi Sesama

Penyaluran bantuan kaki palsu kepada Bapak Suryadi menjadi salah satu wujud nyata kepedulian BAZNAS Kota Cirebon dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut tidak hanya berupa alat bantu mobilitas, tetapi juga diharapkan dapat memberikan semangat dan kesempatan bagi penerima manfaat untuk menjalankan kembali aktivitas sehari-hari.

Melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki dan donatur, BAZNAS Kota Cirebon terus berupaya menghadirkan manfaat di tengah masyarakat melalui berbagai program, termasuk bidang kesehatan dan bantuan sosial.

Kehadiran BAZNAS diharapkan dapat menjadi penghubung antara kebaikan para muzaki dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan, sehingga dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan.

Zakat Menguatkan Indonesia.

21/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Semarakkan MTQ Nasional XXXI dengan Edukasi Zakat dan Layanan Gratis

Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menyemarakkan syiar Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat gerakan zakat dan berbagai manfaatnya.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dan BAZNAS Kota Semarang menghadirkan berbagai layanan dan aktivitas menarik bagi peserta maupun pengunjung pameran MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah.

Sejumlah layanan dan kegiatan dihadirkan, mulai dari booth edukasi digital “Jelajah Dampak Zakat Nusantara”, layanan potong rambut gratis, hingga partisipasi dalam Halal Food Fest yang menghadirkan berbagai produk olahan lokal dari usaha milik mustahik binaan BAZNAS.

Edukasi Zakat dengan Cara yang Lebih Interaktif

Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., mengajak masyarakat untuk mengunjungi booth BAZNAS dan memanfaatkan berbagai layanan serta edukasi yang tersedia selama pameran berlangsung.

Menurutnya, kehadiran BAZNAS dalam MTQ Nasional XXXI menjadi kesempatan untuk memperkenalkan zakat kepada masyarakat melalui pendekatan yang edukatif dan interaktif.

“Dalam rangka memeriahkan MTQ Nasional XXXI, BAZNAS mengikuti kegiatan pameran yang berlangsung sejak tanggal 11 hingga tanggal 19 September. Silakan hadir di pameran tersebut, di booth kami. Kita ada edukasi tentang zakat. Kalau Anda beruntung, Anda akan mendapatkan hadiah yang sangat menarik,” ujar Subhan di sela kunjungannya ke booth BAZNAS, Sabtu (19/9/2026).

Booth tersebut tidak hanya melibatkan BAZNAS RI. BAZNAS daerah turut berpartisipasi bersama para pelaku UMKM binaan BAZNAS yang membawa berbagai produk hasil pemberdayaan mustahik.

Dengan demikian, pengunjung tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai zakat, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana zakat dikelola dan diwujudkan menjadi berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari Edukasi Zakat hingga Produk Mustahik

Salah satu bagian yang menarik perhatian pengunjung adalah kehadiran produk-produk UMKM binaan BAZNAS dalam Halal Food Fest.

Produk tersebut menjadi gambaran nyata bahwa zakat tidak berhenti pada penghimpunan dan penyaluran, tetapi dapat diarahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi dan mendorong penerima manfaat agar semakin mandiri.

Selain menikmati produk kuliner lokal, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif di booth BAZNAS serta memperoleh informasi mengenai program-program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS.

Antusiasme peserta dan pengunjung terlihat dari keikutsertaan mereka dalam berbagai aktivitas yang disediakan. Kehadiran booth BAZNAS pun menjadi ruang perjumpaan antara edukasi, pelayanan, pemberdayaan, dan syiar zakat.

Membumikan Al-Qur’an melalui Gerakan Kebaikan

Subhan berharap kehadiran BAZNAS dalam MTQ Nasional XXXI dapat menjadi sarana untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai zakat sekaligus memaknai MTQ sebagai momentum membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

“Silakan datang ke pameran ini dan kita meriahkan tabarukan bil Quran. Kita mengambil berkah dari kegiatan membumikan Al-Qur’an melalui MTQ Nasional XXXI Tahun 2026,” ucapnya.

MTQ pada akhirnya bukan hanya tentang lantunan ayat suci dan perlombaan membaca Al-Qur’an. Momentum ini juga dapat menjadi ruang untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata—termasuk melalui kepedulian, berbagi, pemberdayaan, dan pengelolaan zakat yang amanah.

Melalui kehadirannya di MTQ Nasional XXXI, BAZNAS terus mengajak masyarakat untuk mengenal zakat lebih dekat sekaligus melihat dampak kebaikan yang lahir ketika zakat dikelola dan disalurkan secara tepat.

Dari Al-Qur’an, tumbuh nilai kebaikan.

Dari zakat, tumbuh kebermanfaatan.

Zakat Menguatkan Indonesia.

19/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS RI Optimalkan UPZ Kemenhut untuk Fasilitasi ASN Menunaikan Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekaligus memperkuat syiar dan edukasi zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Upaya tersebut mengemuka dalam acara serah terima jabatan kepengurusan UPZ BAZNAS Kementerian Kehutanan RI periode 2026–2030 yang berlangsung di Gedung Kemenhut, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kementerian Kehutanan Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., serta Ketua UPZ Kemenhut periode 2018–2025 Ir. Sudjoko Prajitno beserta jajaran.

Memperkuat UPZ, Memudahkan ASN Berzakat

Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, menekankan pentingnya memperkuat UPZ sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi zakat di lingkungan kementerian.

Menurutnya, UPZ memiliki peran penting dalam menghadirkan layanan zakat yang mudah dan terintegrasi bagi para ASN, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel.

“Pengelolaan zakat di lingkungan kementerian dan lembaga, termasuk di Kemenhut, memerlukan dukungan dan sinergi dari berbagai unsur. Karena itu, keberadaan UPZ perlu diperkuat agar mampu menjadi bagian dari ekosistem pelayanan zakat yang memberikan kemudahan kepada ASN, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel,” ujar Rizaludin.

Penguatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan, tetapi juga mencakup kesiapan organisasi dan sistem pelayanan zakat secara menyeluruh.

Pelayanan Zakat Harus Profesional dan Amanah

Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC., CFRM., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat membutuhkan kesiapsiagaan dari berbagai sisi.

Mulai dari penghimpunan, organisasi, sumber daya manusia, sistem layanan, administrasi, data, pelaporan, hingga komunikasi dengan muzaki dan koordinasi antara BAZNAS dengan UPZ perlu dipersiapkan secara baik.

“Pengelolaan zakat harus mampu memberikan pelayanan secara cepat dan baik ketika muzaki membutuhkan layanan, sekaligus memastikan setiap proses pengelolaan dana zakat dilaksanakan secara profesional, amanah, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan syariat,” ujarnya.

Dengan pengelolaan yang terintegrasi, UPZ diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembayaran zakat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pelayanan yang mendampingi muzaki dalam menunaikan kewajibannya.

Edukasi Zakat bagi ASN Perlu Diperkuat

Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., mengapresiasi komitmen Kementerian Kehutanan dalam mengembangkan pengelolaan zakat melalui UPZ.

Ia menilai, sinergi antara Kemenhut RI dan BAZNAS RI perlu terus diperkuat agar pengelolaan zakat dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurutnya, optimalisasi zakat tidak cukup hanya dengan menyediakan mekanisme pembayaran. Edukasi dan pengingat secara berkelanjutan juga diperlukan agar ASN memahami kewajiban zakat sesuai ketentuan syariah.

Hal tersebut mencakup pemahaman mengenai nisab, haul, objek zakat, hingga mekanisme penunaian zakat.

UPZ sebagai Bagian dari Kesadaran Ibadah

Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kementerian Kehutanan Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat di lingkungan ASN tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas administratif.

Lebih dari itu, pengelolaan zakat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran ibadah harta di lingkungan ASN.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang amanah, tertib, profesional, dan berkelanjutan.

UPZ bersama para petugas layanan zakat memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada ASN yang menunaikan zakat sekaligus memastikan setiap proses pengelolaan berjalan dengan baik.

Melalui penguatan UPZ, sinergi kelembagaan, serta edukasi yang berkelanjutan, BAZNAS RI dan Kementerian Kehutanan terus mendorong hadirnya layanan zakat yang semakin mudah, profesional, dan amanah bagi para ASN.

Pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang membangun ekosistem kebaikan yang dikelola secara tepat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Zakat Menguatkan Indonesia.

18/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS RI Raih Penghargaan Lembaga Pemberdaya dari HPDKI

Tangerang — Zakat tidak hanya menjadi jalan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi pintu bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi. Upaya tersebut kembali mendapat apresiasi setelah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penghargaan kategori Lembaga Pemberdaya dari Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI).

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi BAZNAS dalam memberdayakan peternak domba dan kambing skala kecil di berbagai daerah melalui program pemberdayaan ekonomi.

Apresiasi diserahkan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) V HPDKI yang berlangsung di Nusantara Hall ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/9/2026).

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat kecil agar memiliki kesempatan untuk berkembang dan lebih mandiri secara ekonomi.

“Saya kira ini adalah salah satu award yang sangat penting karena BAZNAS diakui sebagai salah satu lembaga pemberdaya masyarakat kecil, yakni peternak domba,” ujar Sodik Mudjahid.

Dari Bantuan Modal hingga Akses Pasar

Pemberdayaan peternak dilakukan melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari bantuan modal, pendampingan usaha, hingga penguatan akses pasar.

Salah satu program yang menjadi bagian dari upaya tersebut adalah Balai Ternak BAZNAS, yang dikembangkan sebagai wadah pemberdayaan peternak mustahik agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Melalui pendampingan, para peternak mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.

HPDKI menilai kontribusi BAZNAS tersebut terlihat melalui keberhasilan program Balai Ternak domba dan kambing dalam memberdayakan peternak mustahik. Dukungan juga diperkuat dengan pembukaan akses pasar melalui berbagai program, termasuk Kurban dan Dam BAZNAS.

Dengan adanya akses pasar, hasil usaha peternak memiliki peluang untuk terserap dengan lebih baik sehingga manfaat pemberdayaan tidak berhenti pada bantuan awal.

Pemberdayaan Peternak dan Ketahanan Pangan

BAZNAS juga berkomitmen untuk terus melanjutkan dan memperluas pengembangan Balai Ternak di berbagai daerah.

Menurut Sodik, program tersebut memiliki manfaat pada dua sisi. Di tingkat masyarakat, pemberdayaan peternak dapat membantu menghidupkan perekonomian usaha mikro. Sementara dalam skala yang lebih luas, pengembangan peternakan turut mendukung ketahanan pangan nasional.

“Untuk semua pengurus, mari kita teruskan program BAZNAS dalam pengembangan Balai Ternak karena ini secara makro adalah membantu ketahanan pangan Indonesia dan secara mikro ini adalah betul-betul menghidupkan para pengusaha mikro yakni para peternak,” kata Sodik.

Penghargaan dari HPDKI menjadi bagian dari perjalanan pemberdayaan zakat yang menempatkan mustahik bukan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai masyarakat yang memiliki potensi untuk tumbuh dan menjadi lebih mandiri.

Ketika zakat dikelola untuk membuka akses usaha, memberikan pendampingan, dan memperluas peluang pasar, manfaatnya dapat terus berkembang dari satu penerima kepada keluarga dan lingkungan di sekitarnya.

Dari zakat, tumbuh usaha.

Dari usaha, lahir kemandirian.

Dan dari masyarakat yang mandiri, ekonomi Indonesia ikut menguat.

Zakat Menguatkan Indonesia.

18/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate

Berita Terbaru

BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Digital dalam Pengelolaan Zakat
BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Digital dalam Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong peningkatan kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi Lembaga Amil Zakat/Organisasi Pengelola Zakat dalam pemanfaatan digitalisasi untuk zakat agar lebih optimal. Kerenanya, BAZNAS terus berupaya melakukan gagasan dalam memberi kemudahan bagi masyarakat melalui Zakat Digital. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., Ph.D dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Expert Series Special Ramadhan yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (15/3/2024). Diantara gagasan BAZNAS dalam memudahkan pengelolaan zakat di Indonesia adalah dengan memanfaatkan penggunaan digital zakat. Hal ini ditujukan untuk memajukan kinerja BAZNAS. "Kami ingin mendorong agar pemanfaatan pengelolaan digital zakat dapat dilakukan secara merata oleh BAZNAS seluruh Indonesia," kata Nadratuzzaman. Nadratuzzaman menambahkan, saat ini ada tujuh tantangan dalam pengelolaan zakat di era digital. Ketujuh tantangan tersebut yaitu verifikasi, privasi, security, tranparansi, perbedaan generasi, peran amil, teknologi. Tantangan pertama menurut Nadratuzzaman adalah verifikasi yang bertujuan agar pengelola zakat dapat memastikan identitas pembayar zakat atau muzaki. Kemudian untuk untuk memastikan mustahik yang mengajukan permohonan secara digital adalah yang berhak mendapatkan dana zakat. "Pengelola zakat juga harus memastikan profil data muzaki dan mustahik agar terlindungi. Ini merupakan tantangan kedua yakni privasi," jelasnya. Tantangan ketiga adalah keamanan, di mana menurut Nadratuzzaman, pengelola zakat harus menyediakan platform yang aman, kredibel dan memudahkan masyarakat dalam berdonasi atau mengajukan permohonan dana. "Di sisi lain, masyarakat harus menyadari bahwa donasi digital yang disalurkan sudah melalui platform yang benar," jelasnya. Selanjutnya, tantangan pengelola zakat digital adalah transparansi. Nadratuzzaman mengatakan, jika pengelola zakat saat ini harus mampu berani untuk terbuka. "Harus pula dapat memberikan informasi kepada publik atas laporan dan aktivitasnya. Untuk tantangan berikutnya yaitu perbedaan generasi di mana pengelola zakat harus mampu mengakomodir kebutuhan lintas generasi.Sementara tantangan peran amil dan pengelola zakat yaitu seluruh pengelola zakat harus menggunakan teknologi dalam mengelola zakat," ujarnya. "Daerah wilayah timur harus dibantu untuk dapat menggunakan SIMBA," ucap Nadratuzzaman. "Tantangan terakhir adalah pemanfaatan teknologi, ini bertujuan agar seluruh pengelola zakat harus terkoneksi dengan internet," pungkasnya.
BERITA18/03/2024 | Humas
Perkuat UMKM Mustahik, BAZNAS RI Bersama PRIMA DMI dan IPTI Luncurkan ZCorner
Perkuat UMKM Mustahik, BAZNAS RI Bersama PRIMA DMI dan IPTI Luncurkan ZCorner
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) dan Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) meluncurkan ZCorner yang berlokasi di Masjid Al Ittihaad, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2024). Konsep ZCorner merupakan upaya kolaboratif untuk mengumpulkan UMKM binaan BAZNAS dan produk UMKM lainnya yang telah mendapatkan sertifikasi halal dalam satu lokasi pemasaran. Melalui ZCorner, BAZNAS memberikan dukungan nyata dengan memberdayakan UMKM melalui pemasaran yang terorganisir, bertema Zona Halal. Program ZCorner tersebut diresmikan dalam rangkaian acara "Ramadhan with Palestine: The Journey of Key" yang dihadiri oleh Wakil Presiden Ke-10 dan 12, Ketua Umum Pimpinan Pusat DMI Dr. Drs. H. Muhammad Yusuf Kalla, Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, AK, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP., Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (MUI) Pusat Bapak Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A., serta Mufti Al Azhar Palestina Syekh Sameeh Al Hajjaj. Wakil Presiden Ke-10 dan 12 yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat DMI Dr. Drs. H. Muhammad Yusuf Kalla, menyambut baik program ZCorner yang diusung BAZNAS tersebut. Menurutnya, kolaborasi PRIMA MI dan BAZNAS ini menjadi upaya yang nyata untuk memajukan remaja Masjid sehingga mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi mereka. "Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat para pemuda beribadah, mencari ilmu tetapi dapat menjadi tempat untuk belajar mengelola bisnis," tambahnya. Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS RI Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum menyampaikan, ZCorner merupakan program pemasaran yang sudah terintegrasi. Melalui program ini BAZNAS bersama PRIMA DMI melakukan pemberdayaan kepada mustahik dari kalangan remaja Masjid. "Melalui program ZCorner, para pelaku UMKM mustahik dari remaja Masjid ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan ekonominya dan menjadikan mereka menjadi muzaki di kemudian hari," ujar Mo Mahdum. Mo Mahdum menjelaskan, program ZCorner berbasis Masjid ini akan didorong inisiasi pemasaran usaha ZCoffee, ZChicken, ZMart oleh mustahik binaan. Tidak hanya itu, UMKM pilihan di wilayah sekitar Masjid dari golongan fakir miskin juga akan didorong untuk mendapatkan intervensi dan dukungan BAZNAS. "Dengan dilakukannya pengembangan fasilitas berjualan UMKM melalui program ZCorner berbasis Masjid ini diharapkan bisa menjadi suatu percontohan keberpihakan mustahik sektor UMKM untuk nanti dapat maju bersama, hingga dapat diduplikasi oleh BAZNAS Daerah dan stakeholder lainnya. Sehingga tujuan BAZNAS dalam upaya meningkatkan pendapatan UMKM serta dapat mengatasi kemiskinan dan pengangguran dengan menyediakan lapangan kerja baru dapat terwujud," pungkasnya. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Program Ekonomi Berjamaah Mohamad Andi R. Reksowardhana menjelaskan, program perdana ini akan diduplikasi di berbagai Masjid di Indonesia. "Pelaksananya remaja masjid seperti di Jakarta saat ini sebagai garda terdepan untuk melakukan koordinasi kepada UMKM adalah PRIMA DMI DKI Jakarta," ujarnya. Lanjutnya, program ekonomi berjamaah yang berfokus pada pemberdayaan remaja Masjid dan kerja sama pengelolaan aset Masjid ini dilakukan secara terbuka dengan mengajak berbagai lembaga dan organisasi. "Saat ini kerja sama terjalin juga dengan Sahabat Masjid Berdaya dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jakarta," katanya didampingi Direktur Pemberdayaan Aset Masjid PP PRIMA DMI Raden Ahmad Nabhan.
BERITA18/03/2024 | Humas
Optimalkan Potensi Zakat, BAZNAS Dorong Pentingnya Dukungan UPZ di Lembaga Pemerintahan
Optimalkan Potensi Zakat, BAZNAS Dorong Pentingnya Dukungan UPZ di Lembaga Pemerintahan
Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, AK, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP menyampaikan pentingnya dukungan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lembaga pemerintah, sebagai bentuk merealisasikan target zakat di tingkat nasional. Hal itu dipaparkan Mo Mahdum saat menjadi narasumber dalam Kajian Ramadhan di Masjid Al Bahri Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, pada Kamis, (14/3/2024). "Potensi zakat Indonesia mencapai Rp327 triliun pada tahun 2022. Potensi ini setara dengan 75 persen anggaran perlindungan sosial APBN Indonesia," kata Mo Mahdum. Menurut Mo Mahdum, potensi zakat yang tinggi ini dapat dioptimalkan dengan sinergitas dan kolaborasi seluruh pengelola zakat di Indonesia baik BAZNAS, LAZ, maupun UPZ, serta dukungan stakeholder lain. "UPZ sebagai mitra BAZNAS, memiliki tujuan untuk memfasilitasi layanan zakat pada pegawai di Kementerian/Lembaga Negara/BUMN, BUMS yang zakatnya selama ini belum optimal dan belum dikelola dengan baik," katanya. Karenanya, Mo Mahdum berharap kehadiran UPZ mampu memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pengelolaan zakat di Indonesia. "BAZNAS dengan dibantu UPZ di lingkungan pemerintah dapat terus mengoptimalkan zakat agar semakin banyak umat yang terlayani dan semakin banyak mustahik yang menjadi lebih sejahtera," katanya.
BERITA15/03/2024 | Humas
Swissbelhotel Cirebon Gandeng BAZNAS Kota Cirebon Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim
Swissbelhotel Cirebon Gandeng BAZNAS Kota Cirebon Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim
Swiss-Belhotel Cirebon menyambut bulan suci Ramadan 1445 Hijriah dengan menggelar kegiatan Bukber dan santunan bersama anak yatim pada 12 Maret 2024. Acara ini berjalan khidmat di Swiss-Belhotel Cirebon. Acara dimulai dari sambutan oleh GM Swiss-belhotel Cirebon serta pemberian santunan langsung kepada anak-anak yatim. Lalu siraman rohani yang disampaikan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Cirebon, Ust. M.Taufik, S.Ag.,M.Pd, dilanjuti dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran serta pembacaan saritilawah, dan ditutup dengan buka puasa bersama. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang telah dilaksanakan setiap tahun bersama BAZNAS, kegiatan ini juga sebagai bentuk rasa syukur dan juga bukti untuk saling berbagi. Serta memberikan kebahagiaan di tengah bulan suci Ramadhan, yang diharapkan dapat memberikan spirit dan motivasi baik untuk semua orang.
BERITA15/03/2024 | Humas
BAZNAS RI Tetapkan Zakat Fitrah 2024 Rp45 Ribu sampai Rp55 Ribu
BAZNAS RI Tetapkan Zakat Fitrah 2024 Rp45 Ribu sampai Rp55 Ribu
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menetapkan besaran zakat fitrah tahun 2024 yang harus dibayarkan setiap individu umat Muslim sebesar Rp45 ribu sampai Rp55 ribu atau setara 2,5 kg atau 3,5 liter beras premium. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (14/3/2024). “Berdasarkan kajian yang teliti dan pertimbangan yang matang, BAZNAS RI telah memutuskan untuk menaikkan besaran zakat fitrah dari Rp45 ribu sampaii Rp55 ribu per individu, mengikuti dinamika harga beras yang terjadi,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor menyatakan, keputusan tersebut mungkin akan memberikan dampak bagi sebagian masyarakat, namun hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan kewajiban zakat fitrah dapat dipenuhi dengan tepat dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. “Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi langkah-langkah kita dalam beribadah dan berbuat kebaikan, serta menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai waktu yang penuh berkah dan ampunan bagi kita semua,” kata Kiai Noor. Namun demikian, Kiai Noor menyampaikan, bagi umat Muslim yang mengonsumsi beras di atas atau di bawah harga standar pada ketetapan tersebut dapat menyesuaikan sesuai dengan daerahnya masing-masing. Kiai Noor menambahkan, zakat fitrah ditunaikan sejak awal Ramadhan dan paling lambat sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Sementara penyaluran zakat fitrah kepada mustahik paling lambat sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri (saat sebelum khatib naik mimbar). “BAZNAS akan menyalurkan zakat fitrah kepada mustahik (penerima zakat) yang terdiri dari delapan golongan yang telah ditetapkan dalam syariat (ajaran) Islam,” katanya.
BERITA15/03/2024 | Humas
Beri Layanan Kesehatan Gratis, BAZNAS RI Luncurkan Rumah Sehat BAZNAS Kab.Cirebon
Beri Layanan Kesehatan Gratis, BAZNAS RI Luncurkan Rumah Sehat BAZNAS Kab.Cirebon
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Rumah Sehat BAZNAS di Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon, Rabu (6/3/2024), sebagai bagian dari upaya memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin dan duafa. Peresmian Rumah Sehat BAZNAS Cirebon turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag., Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan MA., serta Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon KH. Muh. Musthofa Aqiel. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., menyampaikan, Rumah Sehat BAZNAS dibangun atas dasar kepedulian BAZNAS dan muzaki untuk mendukung kesehatan para masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. “Rumah Sehat BAZNAS adalah salah satu program unggulan BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang salah satu tugasnya adalah memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan,” ujar Kiai Noor. Ke depan, Kiai Noor berharap, Rumah Sehat BAZNAS dapat bertransformasi menjadi Rumah Sakit Pendidikan Kempek Cirebon. Katanya, Rumah Sehat BAZNAS akan dikelola secara profesional dengan melibatkan tenaga-tenaga medis yang kompeten dan berkualitas. “Kalau nanti ada universitas, ada kedokteran misalnya saja, yang sekarang Rumah Sehat BAZNAS akan menjadi Rumah Sakit Pendidikan Universitas Kempek Cirebon. Sekarang ini masih Rumah Sehat BAZNAS, masih kecil,” katanya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA., menambahkan, Rumah Sehat BAZNAS Cirebon merupakan rumah sehat pertama yang didirikan di area pondok pesantren. “Rumah Sehat BAZNAS Cirebon yang ada di Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon ini adalah rumah sehat pertama yang didirikan di pesantren. Biasanya BAZNAS mendirikan Rumah Sehat BAZNAS itu dikelola sendiri,” jelasnya. Saidah melanjutkan, Rumah Sehat BAZNAS Cirebon merupakan support BAZNAS terhadap Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon untuk mengelola layanan kesehatan yang digunakan untuk kepentingan masyarakat luas. “Ini baru pertama kali BAZNAS memberikan dukungan, memberikan rumah sehat yang nanti akan dikelola secara mandiri oleh pesantren. Jadi ini menjadi percontohan, prototipe, mauizatul hasanah bagi pesantren-pesantren yang lain,” katanya. Rumah Sehat BAZNAS (RSB) merupakan program yang dimiliki oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat kurang mampu (mustahik) dengan sistem kepesertaan. Program Rumah Sehat BAZNAS ini diberikan secara gratis bagi mustahik, sebagai upaya untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada mereka yang membutuhkan tanpa memerlukan biaya tambahan.
BERITA07/03/2024 | Humas
Bango dan Royco menyerahkan 1.100 paket sembako melalui BAZNAS RI untuk dibagikan di kota cirebon
Bango dan Royco menyerahkan 1.100 paket sembako melalui BAZNAS RI untuk dibagikan di kota cirebon
Penyaluran 1.100 paket sembako diserahkan oleh Area Sales Manager Unilever, Hairul Fuat kepada Wakil Ketua II BAZNAS Kota Cirebon, Abdul Muiz, M.Pd.I di Gedung BAZNAS Kota Cirebon, Jumat (23/02/2024). Wakil Ketua II BAZNAS Kota Cirebon, Abdul Muiz, menyampaikan terima kasih kepada Bango dan Royco juga kepada BAZNAS RI atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Kota Cirebon untuk menyalurkan distribusi kepada masyarakat di kota cirebon. "BAZNAS Kota Cirebon berterimakasih atas bantuan ini, insyaAllah bermanfaat sekali terutama kepada fakir miskin. Apalagi pasca musim hujan sekarang ini banyak sekali terjadi bencana sehingga bantuan ini sangat berguna sekali” lanjut Abdul Muiz. Area Sales Manager Unilever, Hairul Fuat, menyampaikan, program ini menegaskan komitmen Unilever bersama BAZNAS. Ia pun menerangkan, inisiatif ini merupakan bentuk keterlibatan dan kepedulian unilever kepada masyarakat yang kurang mampu. “ini adalah bentuk keterlibatan unilever, bagaimana kita bisa hadir untuk masyarakat yang kurang mampu sehingga masyarakat juga bisa menikmati ataupun bisa dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, itu yang menjadi tujuan kolaborasi antara baznas dan unilever” lanjut Hairul. Salah seorang penerima manfaat, ica asal harjamukti menyampaikan, “terima kasih sembako ini sangat membantu kami untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Kami berterima kasih atas adanya program ini. Abdul Muiz berharap, para muzaki dan dermawan agar dapat terus menyalurkan zakatnya, infak, serta sedekahnya melalui baznas kota cirebon. “BAZNAS Kota Cirebon merupakan lembaga yang resmi, transparan, dan tertata dan lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan," tutupnya.
BERITA06/03/2024 | Humas
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Sembako Petik Pahala
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Sembako Petik Pahala
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menyalurkan bantuan Paket Logistik Agar Dhuafa Bahagia (Petik Pahala) yang berisikan sembako, kepada keluarga rentan di beberapa wilayah di Kota Cirebon, pada Selasa (27/2). Salah satu yang menerima bantuan adalah Mulyo, seorang lansia yang tinggal di permukiman padat penduduk, di Karyamulya, Kota Cirebon. Mulyo begitu bersyukur menerima bantuan Paket Logistik Petik Pahala yang disalurkan BAZNAS Kota Cirebon. Paket Logistik Keluarga merupakan bantuan kebutuhan sembako untuk keluarga miskin, berupa bahan pangan setengah jadi dan makanan siap santap. Di antaranya yakni beras, minyak goreng, sarden, gula pasir, susu, mie instan, dan beberapa kebutuhan pangan lainnya. “Alhamdulillah, terima kasih baznas sudah dikasih sembako, bisa buat makan sehari-hari, terimakasih para muzaki yang sudah mengasih ini,” kata mulyo. Selain Mulyo, Juniah, seorang penyandang disabilitas yang tinggal di Pesisir, Kota Cirebon, turut mendapatkan bantuan serupa. Juniah merupakan satu dari belasan penerima manfaat Paket Logistik Petik Pahala yang diantaranya menyasar masyarakat disabilitas dan kurang mampu di Kota Cirebon. Paket berisi kebutuhan pokok harian ini didistribusikan untuk meringankan beban mereka yang memiliki keterbatasan fisik dan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan pokok pangan hariannya. Dia pun turut berterima kasih kepada BAZNAS Kota Cirebon atas bantuan Paket Logistik Keluarga yang disebutnya sangat membantu keluarganya. Sementara itu Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S. Ag. M.Pd.I menjelaskan bahwa program petik pahala ini merupakan salah satu upaya mewujudkan hak mustahiq dalam zakat, infak, dan shadaqah setiap orang. di sisi lain, Hamdan menyebutkan, Baznas Kota Cirebon juga merealisasikan kewajiban muzakki dimana dalam setiap harta orang-orang kaya ada hak orang-orang miskin. Sementara itu, wakil ketua satu, Ahmad Banna, S.Fil.I menjelaskan bahwa dalam program petik pahala ini yang berhak mendapatkan pahala adalah muzakki, orang-orang yang berzakat. Karena secara fiqh, para muzakki sudah menyalurkan kewajibannya maka secara langsung mendapat pahala karena penyaluran itu. “Menurut saya, ini amal orang yang berinfak yang paling ikhlash. Karena ia tidak tau kepada siapa disalurkan. Sehingga yang lebih muncul adalah ketulusan dan keikhlasan. Sebuah amal yang barokah, insya Allah.” kata Banna. Bantuan Paket Logistik Agar Dhuafa Bahagia (Petik Pahala) melengkapi berbagai program yang dimiliki BAZNAS Kota Cirebon untuk membantu kebangkitan dan kesejahteraan masyarakat, sesuai visi BAZNAS Kota Cirebon sebagai lembaga utama menyejahterakan umat. "Terima kasih banyak kepada muzaki yang telah menunaikan zakatnya melalui BAZNAS Kota Cirebon, sehingga semakin banyak masyarakat kota cirebon yang terbantu," pungkasnya.
BERITA05/03/2024 | Humas
Optimalkan Penghimpunan Zakat Fitrah BAZNAS Kota Cirebon menggelar Sosialisasi dan Bimtek
Optimalkan Penghimpunan Zakat Fitrah BAZNAS Kota Cirebon menggelar Sosialisasi dan Bimtek
Menjelang Bulan Suci Ramadan, Badan Amil Zakat Nasional Kota Cirebon melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis administrasi pencatatan zakat fitrah tahun 2024 kepada panitia zakat fitrah untuk DKM Masjid, Mushola, RW se Kota Cirebon, tercatat 278 DKM se Kota Cirebon menghadiri sosialisasi dan Bimtek zakat fitrah. Ketua Baznas Kota Cirebon, Hamdan MPd mengatakan, Baznas Kota Cirebon melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Bimtek dalam pengadministrasian pencatatan zakat fitrah 1445 H atau 2024 M. kepada panitia Zakat Fitrah DKM Masjid Musholah RW se kota cirebon, kata Hamdan, pada hari ini Senin 4 Maret 2024 di Gedung Islamic Center Kota Cirebon, kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun menjelang Ramadhan sebagai bentuk kerjasama Baznas dan Panitia DKM dalam rangka optimalisasi penghimpunan zakat firah khususnya dan Zakat Maal Infaq, sodaqoh Masjid Mushollah RW se Kota Cirebon. Masjid Musholla selain berfungsi sebagai tempat melaksanakan sholat, juga dapat difungsikan sebagai basis untuk pengumpulan dan pendistribusian serta pendayagunaan zakat yang efektif, ujarnya. maka model optimalisasi pengelolaan zakat berbasis Masjid, menurut Hamdan, merupakan salah satu jalan untuk dapat diterapkan dalam mengatur proses dan manajemen pengelolaan zakat. Hamdan menjelaskan, Dalam kesempatan ini Baznas Kota Cirebon mengundang 278 DKM Masjid Musholla se kota cirebon serta 5 Kecamatan dan 22 kelurahan untuk koordinasi kelancaran kegiatan ini yang bertujuan untuk lebih tertibnya pencatatan atau pengadmintrasian zakat fitrah dan tentunya sebagai bahan laporan kami kepada Walikota cirebon dan masyarakat kota cirebon sebagai bentuk tanggung jawab dan transparasi kami dalam pengumpulan dan pengelolaannya. Harapan kami semoga berjalan baik dan lancar dalam pelaksanaan penerimaan zakat fitrah, pungkasnya. Sementara itu untuk menyikapi persoalan Amil Zakat DKM yang menjadi kontroversi, Ketua Harian Badan Kemakmuran Masjid Kota Cirebon yang juga Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Cirebon, Rizky Riyadu Taufiq mengatakan, merujuk pada Peraturan UU No.23 Tahun 2011 Tentang Zakat, PP No.14 tahun 2014 Tentang Zakat, PMA No.52 tahun 2014, PMA No.69 tahun 2015, PMA No.5 tahun 2016, Fatwa MUI No.8 tahun 2011 Tentang Amil, dan Perbaznas No.2 tahun 2016 Tentang Regulasi UPZ, DKM Masjid itu belum dikatakan Amil Zakat namun DKM Masjid boleh menjadi amil zakat apabila ditunjuk oleh pemerintah atau Badan atau Lembaga yang sudah disetujui pemerintah seperti BAZNAS, jadi apabila DKM belum mendapat surat penunjukan atau SK tersebut, maka DKM hanya sebatas panitia pengumpul zakat, maka untuk proses pengajuan sebagai Amil, DKM bisa mengajukan ke Baznas sebagai UPZ, dan itu prosesnya sangat mudah dan cepat. Beliau juga menegaskan Bahwa Potensi Zakat fitrah di kota Cirebon itu sangat besar sekali, dari 320 ribu masyarakat muslim adalah senilai 14 miliar, apalagi ditambah dengan potensi zakat maal nya, itu akan lebih besar lagi, pungkas nya.
BERITA04/03/2024 | Humas
BAZNAS Distribukan 1.280 Makanan Siap Saji bagi Yatim dan Dhuafa di Jakarta
BAZNAS Distribukan 1.280 Makanan Siap Saji bagi Yatim dan Dhuafa di Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui program Bank Makanan mendistribusikan paket Hidangan Berkah Ramadhan untuk anak-anak yatim dan dhuafa sebanyak 1.280 makanan siap saji berupa ZChicken dan ZFood. Paket Hidangan Berkah Ramadhan ini disalurkan di 18 yayasan yatim piatu dan dhuafa di kawasan Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Kota Tangerang Selatan. Di antaranya, Panti Asuhan Tebet, Al Andalucia, Mizan Amanah, Putra Utama dan beberapa panti asuhan lainnya. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusiaan dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA mengatakan, paket Hidangan Berkah Ramadhan ini merupakan bagian program Bank Makanan yang diinisiasi BAZNAS berupa ZChicken dan ZFood untuk membantu meringankan kebutuhan makanan bergizi bagi anak-anak. "Melalui paket Hidangan Berkah Ramadhan ini, BAZNAS ingin berbagi kebahagiaan kepada semua orang, termasuk adik-adik kita di yayasan yatim piatu dan dhuafa. Ini demi terjaganya asupan gizi dan nutrisi mereka menjelang Ramadhan," ujar Saidah, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (1/3/2024). Menurut Saidah, bantuan yang diberikan tidak hanya memberi dampak positif kepada mustahik. Paket bantuan ZChicken dan ZFood itu juga dibeli dari mustahik binaan BAZNAS, yang akan menambah pemasukan mereka. "Bantuan yang diberikan ini sangat multimanfaat, karena ada banyak pihak yang mendapatkan manfaatnya. Selain para yatim dan dhuafa yang mendapatkan makanan siap saji, manfaatnya juga dirasakan mustahik binaan BAZNAS. Kami ingin semua pihak turut merasakan kebaikan yang ditebar," ujar Saidah. Saidah mengucapkan terima kasih kepada muzaki yang telah mempercayakan BAZNAS dalam pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Pihaknya juga memastikan penyaluran bantuan program tersebut dilakukan secara tepat sasaran. "Semoga kebaikan selalu menyertai kita semua, terlebih sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadhan. Diharapkan makanan siap saji ini memenuhi asupan gizi adik-adik kita di yayasan," pungkasnya. Program Bank Makanan merupakan salah satu upaya BAZNAS untuk menyelesaikan dua masalah besar yaitu mengurangi jumlah makanan yang terbuang sia-sia dan memberikan akses makanan sehat untuk orang yang kekurangan melalui pendekatan kolaboratif bekerja sama dengan berbagai pihak.
BERITA04/03/2024 | Humas
Bango dan Royco Serahkan 10.000 Paket Sembako ke BAZNAS RI untuk Didistribusikan ke 9 Lokasi
Bango dan Royco Serahkan 10.000 Paket Sembako ke BAZNAS RI untuk Didistribusikan ke 9 Lokasi
Bango dan Royco menyerahkan 10 ribu paket sembako atau senilai Rp2.000.000.000 ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk dibagikan ke 9 titik lokasi di Indonesia pada awal tahun 2024 mendatang. Penyaluran 10 ribu paket sembako diserahkan oleh Senior Brand Manager Bango, Cacih Rusmiyany bersama Senior Brand Manager Royco, Ilham Chairat kepada Ketua BAZNAS RI, KH. Noor Achmad di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (22/12/2023). Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, KH. Noor Achmad, menyampaikan terima kasih kepada Bango dan Royco atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS untuk menyalurkan distribusi kepada masyarakat di 9 area yang dituju. Terkait hal ini, Kiai Noor mengungkapkan akan segera mengatur pendistribusian dalam waktu dekat dengan melibatkan Ketua BAZNAS daerah, sehingga bantuan paket sembako yang akan disalurkan bisa tepat sasaran. "BAZNAS RI akan bertanggung jawab sepenuhnya dalam pendistribusian ini. Kami akan memberikan laporan kepada Bango dan Royco terkait distribusi ini,” lanjut Kiai Noor. Senior Brand Manager Royco, Ilham Chairat, menyampaikan, program ini menegaskan komitmen bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Ia pun menerangkan, inisiatif ini merupakan kelanjutan dari program yang sudah berjalan dari tahun-tahun sebelumnya. “Besar harapan kami upaya kolaboratif dalam mendistribusikan 10.000 paket sembako ke berbagai daerah di Indonesia akan menjadi berkah di awal 2024 bagi masyarakat yang belum beruntung dan masih memerlukan bantuan dari berbagai pihak. Di samping paket sembako, donasi juga mencakup produk dari Bango dan Royco. Semoga kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif dan manfaat yang signifikan bagi mereka,” lanjut Ilham. Hal senada disampaikan oleh Senior Brand Manager Bango, Cacih Rusmiyany, yang menyebutkan bahwa berbagai kegiatan baik dari Bango dan Royco tidak terlepas dari dukungan luar biasa yang diterima, termasuk dari BAZNAS. Oleh karenanya, Cacih juga menyampaikan apresiasi kepada segenap pimpinan dan jajaran BAZNAS dan juga seluruh karyawan Unilever Indonesia yang telah turut mendukung. Ia berharap, kerja sama ini dapat membawa berkah dan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan, semoga setiap langkah yang kita ambil bersama dapat menjadi tonggak kebaikan dalam menyambut awal tahun yang penuh berkah,” tambah Cacih. Kiai Noor berharap, kerja sama yang terjalin antara Bango, Royco, dan BAZNAS dapat terus berlanjut. “Yang terpenting, bagaimana kami dapat memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan," tutupnya.
BERITA04/03/2024 | Humas
BAZNAS Bersama ERC Mesir Kirim Bantuan Selimut untuk Warga Palestina
BAZNAS Bersama ERC Mesir Kirim Bantuan Selimut untuk Warga Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Egyptian Red Crescent (ERC) Mesir mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa satu truk selimut bagi warga Palestina. Pelepasan bantuan tersebut diselenggarakan di kawasan Nasr, Kairo, Minggu (25/2/2024). Tutut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, serta CEO Egyptian Red Crescent (ERC) Mesir Dr. Ramy. "Pengiriman satu truk selimut ini menandai langkah awal serangkaian penyaluran bantuan kemanusiaan BAZNAS melalui ERC Mesir. Bantuan ini juga merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan bantuan mendesak bagi warga Palestina yang sedang menghadapi musim dingin," ujar Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor Achmad MA. Dalam waktu dekat, kata Kiai Noor, BAZNAS bersama ERC juga akan mengirimkan berbagai bantuan berupa makanan pokok, beras, kurma, gula, hingga pakaian anak-anak. Selain itu, tambah Kiai Noor, BAZNAS juga akan memberikan dukungan khusus untuk kebutuhan Dapur Umum di Khan Yunis. Ini mencakup upaya menyediakan bahan makanan dan kebutuhan dasar lainnya untuk memastikan bahwa kebutuhan makanan warga Palestina terpenuhi. "Untuk bulan Ramadhan mendatang, BAZNAS juga rencananya akan mengadakan iftar jamai (buka bersama) di kamp penungsi. Mudah-mudahan apa yang kita upayakan bersama ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di sana," ucapnya. Kiai Noor juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terdiri atas BAZNAS Provinsi/Kota/Kabupaten, LAZ, UPZ, Majelis Ulama Indonesia, organisasi masyarakat, Komunitas, mitra perusahaan, mitra platform digital, lembaga kemanusiaan, organisasi profesi, kampus, sekolah, dan komunitas lainnya, yang telah mempercayakan infaknya melalui BAZNAS RI. Sementara itu, CEO Egyptian Red Crescent (ERC) Mesir Dr. Ramy menyampaikan apresiasi kepada BANZAS serta seluruh masyarakat Indonesia yang tiada hentinya memberikan solidaritas dan bantuan bagi Palestina. "Kami percaya bahwa kerja sama penyaluran bantuan ini dapat membantu meredakan penderitaan masyarakat Palestina. Semoga upaya ini membawa berkah dan harapan bagi saudara-saudara kita di sana," ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Dr. Ramy juga berharap, adanya pengiriman 500 tenda dari Indonesia yang telah disesuaikan dengan spesifikasi, di mana setiap tenda dapat menampung hingga 5 keluarga. Hal ini diharapkan dapat memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi keluarga-keluarga yang mengalami kesulitan di Palestina. Pelepasan bantuan ini juga dihadiri oleh tim kemanusiaan BAZNAS RI yang terdiri atas Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat Lc. MA., Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI Fitriansyah Agus Setiawan, Plt. Biro Komunikasi Publik BAZNAS RI Ndari Rumi Widyawati, serta Kepala Divisi Promosi BAZNAS RI Budi Margono SE.
BERITA01/03/2024 | Humas
Peduli Palestina, Yayasan Al-Bahjah Salurkan Infak Kemanusiaan Tahap II Rp1,7 M melalui BAZNAS RI
Peduli Palestina, Yayasan Al-Bahjah Salurkan Infak Kemanusiaan Tahap II Rp1,7 M melalui BAZNAS RI
Yayasan Al-Bahjah menyalurkan infak kemanusiaan untuk Palestina tahap II sebesar Rp1.746.285.736 melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai wujud kepedulian terhadap rakyat di negeri itu. Penyaluran infak kemanusiaan untuk Palestina diserahkan langsung oleh Ketua Umum Al-Bahjah, Bambang Siswanto S.T kepada Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024). Turut hadir, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Zainulbahar Noor, serta Deputi I Bidang Pengumpulan Arifin Purwakananta. Hadir pula Dewan Komite Pengarah Yayasan Al-Bahjah H. Ahmad, serta Dosen Sekolah Tinggi Al-Bahjah Mahbub. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Al-Bahjah yang telah mempercayakan kembali penyaluran infak kemanusiaan Palestina melalui BAZNAS RI. “Kami ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Al Bahjah yang telah menyalurkan infak kemanusiaan Palestina tahap II sebesar Rp1.746.285.736 melalui BAZNAS RI,” ujar Rizaludin. Menurut Rizaludin, tindakan mulia ini adalah bukti nyata dari kepedulian dan kebersamaan sebagai umat yang satu, dalam menjawab panggilan kemanusiaan. Infak tersebut, lanjutnya, akan disalurkan untuk masyarakat Palestina. “Infak yang disalurkan ini akan menjadi harapan bagi saudara-saudara kita di Palestina. Mereka yang tengah berjuang menghadapi cobaan dan kesulitan, akan merasakan sentuhan kasih sayang dan kepedulian dari kita semua, Baznas sendiri sampai saat ini sudah menyalurkan bantuan kemanusiaan sebanyak enam tahap ke Gaza,” ucap dia. Rizaludin berharap, dengan bantuan ini, sedikit demi sedikit, dapat meringankan beban yang dipikul dan memberikan mereka kekuatan untuk tetap bertahan dalam menghadapi ujian yang Allah berikan. “Mari kita terus berkomitmen untuk selalu peduli dan berbuat yang terbaik bagi sesama, tidak hanya di Palestina, tetapi juga di mana pun ada kebutuhan. Semoga Allah senantiasa memberkahi langkah-langkah kita dalam berbuat kebaikan,” harapnya. Sementara itu, Ketua Umum Al-Bahjah, Bambang Siswanto S.T juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS RI yang telah menerima penyaluran infak kemanusiaan Palestina dari Yayasan Al-Bahjah. “Kami ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS RI atas kerja keras dan dedikasinya dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah untuk kepentingan kemanusiaan. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi upaya-upaya kita untuk kebaikan bersama,” katanya. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua donatur dan dermawan yang telah memberikan infaknya untuk kepentingan kemanusiaan ini. Katanya, Yayasan Al-Bahjah dengan tulus dan ikhlas bergabung dengan BAZNAS RI memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan kepada rakyat Palestina. “Kita semua yakin sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, akan menjadi pembuka pintu rahmat dari Allah SWT. Semoga setiap rupiah yang kita sumbangkan hari ini akan menjadi sumber kebahagiaan bagi saudara-saudara kita di Palestina yang sedang mengalami penderitaan dan mendapatkan pahala besar dari Allah SWT,” harapnya.
BERITA26/02/2024 | Humas
Bantu Palestina, BAZNAS Koordinasi dengan KBRI Mesir Siapkan Kebutuhan Dapur Umum di Perbatasan Rafah
Bantu Palestina, BAZNAS Koordinasi dengan KBRI Mesir Siapkan Kebutuhan Dapur Umum di Perbatasan Rafah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo dalam mempersiapkan kebutuhan dapur umum di perbatasan Rafah untuk membantu rakyat Palestina. Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi antara BAZNAS dan Kedubes RI di Kairo yang dihadiri Wakil Kepala Perwakilan KBRI di Kairo M. Zaim A. Nasution, Wakil Ketua BAZNAS RI Mo Mahdum, serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pedistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan di Kantor KBRI di Kairo. Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum menyampaikan, dapur umum di perbatasan Rafah merupakan kebutuhan mendesak, di mana banyak pengungsi rakyat Palestina yang menderita kelaparan akibat agresi Israel. “BAZNAS RI berkoordinasi dengan KBRI di Kairo telah mengambil langkah nyata untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina. Salah satu inisiatif yang kami siapkan adalah pemenuhan kebutuhan dapur umum yang dikelola oleh Egyptian Red Crescent di perbatasan Rafah,” kata Mo Mahdum dalam keterangan tertulis di Mesir, Rabu (21/2/2024). Mo Mahdum menyampaikan, nantinya dapur umum akan menyediakan makanan bagi ribuan warga Palestina yang terdampak konflik, terutama mereka yang mengungsi dan kehilangan tempat tinggal. “Kami percaya bahwa dengan menyediakan akses makanan yang memadai, kami dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka dan memberikan sedikit kehangatan di tengah kesulitan yang mereka hadapi,” ucap Mo Mahdum. Namun, lanjutnya, BAZNAS tidak dapat melaksanakan misi kemanusiaan ini tanpa dukungan dan partisipasi semua pihak. Karenanya, BAZNAS berkoordinasi dengan KBRI di Kairo untuk kebutuhan dapur umum. “Mari bersama-sama kita berikan dukungan moral, spiritual, dan material kepada saudara-saudara kita di Palestina. Mari tunjukkan kepada dunia bahwa solidaritas dan3 kepedulian kita tidak mengenal batas-batas geografis atau perbedaan budaya,” katanya. Sementara itu, Wakil Kepala Perwakilan KBRI di Kairo M. Zaim A. Nasution juga menyampaikan, BAZNAS merupakan salah satu lembaga yang banyak menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina melalui Mesir. “Tentunya, apa-apa yang telah dilakukan BAZNAS ini akan banyak meringankan penderitaan warga Palestina. Mudah-mudahan apa yang dilakukan ini dapat terus berlangsung dan sampai dapat apa yang kita harapkan untuk kebaikan Palestina,” katanya.
BERITA22/02/2024 | Humas
Bersama Mishr Al-Kheir, BAZNAS Kembali Kirimkan 14 Truk Kontainer Bantuan untuk Palestina
Bersama Mishr Al-Kheir, BAZNAS Kembali Kirimkan 14 Truk Kontainer Bantuan untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan lembaga filantropi Mesir, Mishr Al-Kheir, mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina sebanyak 14 truk kontainer melalui Pintu Rafah Mesir, Senin (19/2/2024). Tim kemanusiaan yang dipimpin Wakil Ketua BAZNAS RI Mo Mahdum turut melepas bantuan kemanusiaan BAZNAS yang berasal dari masyarakat Indonesia tersebut di Gudang Mishr Al-Kheir, New Cairo, Mesir. Hadir dalam acara pelepasan bantuan ini di antaranya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat Lc. MA., Kepala Divisi Promosi BAZNAS RI Budi Margono SE., serta Direktur Utama Komunikasi Mishr Al Kheir, Dr Thariq Hasan Muhammad. “Bantuan yang dikirim hari ini merupakan aksi nyata masyarakat Indonesia dalam membantu Palestina setelah sebelumnya BAZNAS mengirimkan bantuan sebanyak 16 truk kontainer, khusus yang bekerja sama dengan Mishr Al-Kheir pada akhir Desember 2023 lalu,” kata Wakil Ketua BAZNAS RI Mo Mahdum. Mo Mahdum mengatakan, bantuan yang dikirimkan berupa kushari (makanan khas Mesir), biskuit, dan bahan-bahan makanan lainnya. "Kami akan terus mengirimkan bantuan-bantuan lainnya ke Palestina. Saat ini BAZNAS RI telah menjalin kerja sama dengan tiga lembaga filantropi terkemuka di Mesir, dan dalam waktu dekat BAZNAS juga akan menjalin kerja sama dengan Sunnatul Hayah dan Food Bank” tambahnya. Menurutnya, kerja sama yang dilakukan dengan lembaga-lembaga filantropi di Mesir bertujuan untuk memudahkan penyaluran bantuan bagi masyarakat Palestina, juga agar bantuan tersebut dapat disalurkan secara efektif dan efisien. “Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Adapun dana bantuan ini berasal dari masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota, mitra perusahaan, LAZ, UPZ, dan mitra platform digital,” katanya. Sementara itu, Direktur Utama Komunikasi Mishr Al-Kheir, Dr Thariq Hasan Muhammad menyampaikan, bantuan kemanusiaan masyarakat Indonesia melalui BAZNAS sangat berarti bagi masyarakat Palestina. Tariq mengatakan, bentuk kerja sama Mishr Al-Kheir bersama BAZNAS RI dalam bantuan Palestina, yang sangat diprioritaskan saat ini adalah penyaluran bantuan-bantuan ke Palestina berupa bahan-bahan makanan, kesehatan, dan hal-hal yang bersifat darurat. "Kami menyampaikan terima kasih kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo Mesir, BAZNAS Indonesia, lembaga-lembaga filantropi asal Indonesia lainnya, dan secara umumnya kepada masyarakat Indonesia," katanya.
BERITA20/02/2024 | Humas
Di Konferensi Internasional BAZNAS Dorong Zakat Berdampak pada Pemulihan Perekonomian Mustahik
Di Konferensi Internasional BAZNAS Dorong Zakat Berdampak pada Pemulihan Perekonomian Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong dana zakat, infak, dan sedekah dapat berdampak pada pemulihan perekonomian keluarga kelompok asnaf atau penerima zakat. Hal itu diungkapkan Deputi I BAZNAS RI, M. Arifin Purwakananta, saat menghadiri dan menjadi salah satu pemapar "Inovasi Tadbir Urus Zakat dalam Merapatkan Kesenjangan Sosioekonomi Ummah", di Persidangan Antarabangsa Zakat Pulau Pinang (Zapicon 2024) Universitas Sains Malaysia, Jumat (16/2/2024). “Poin utama dari konferensi ini ialah faktor inovasi agar pengelolaan zakat benar-benar bisa berdampak pada pemulihan perekonomian kelompok asnaf. Acara ini diharapkan dapat menguatkan peran zakat dalam menjembatani gap sosial ekonomi di masyarakat, hal tersebut sejalan dengan keinginan pemerintah untuk membangun masyarakat yang adil dan beradab tanpa melupakan dimensi spiritual,” ujar M. Arifin Purwakananta. Terdapat dua sidang pleno yang mengangkat tema konferensi. Untuk Sidang Pleno ke-1, pemateri melibatkan para peneliti dan praktisi zakat tingkat nasional. Sedangkan untuk sidang pleno ke-2 menghadirkan pemaparan dari gabungan peneliti dan pengelola zakat dari Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Keynote speaker dalam acara tersebut yaitu diisi oleh Perdana Menteri Malaysia, Dato Anwar Ibrahim. Dikatakan olehnya, zakat adalah institusi unggul dalam membina kekuatan ekonomi yang juga berfokus soal kesenjangan kemiskinan sosial ekonomi. "Penting dalam memahami zakat yang dikupasan oleh (Syeikh Yusuf Abdullah) al-Qaradawi, zakat tidak bisa dilihat dari institusi biasa sebab kejam sekali bagi orang yang mengurus zakat tapi berkhianat, karena institusi ini terlalu penting dalam membina umat. Bayangkan peperangan diisytiharkan bagi orang yang mengaku beriman kemudian solat tapi enggan membayar zakat," ucapnya. Hadir dalam sesi tersebut, Profesor Madya Dr. Mohd Sukki bin Othman, Pensyarah Kanan University Putra Malaysia; Dr. Wisoot (Tobrani) bin Lateh, Imam Besar Masjid Ban Nuea Thailand; Tuan Haji Hardifadhilah bin Haji Mohd Salleh, Pemangku Pengarah Jabatan Urusan Zakat, Wakaf dan Baitulmaal Majlis Ugama Islam Brunei; beserta tamu undangan lainnya. Konferensi yang dihelat selama dua hari, Kamis-Jumat (15-16/2/2024) ini merupakan salah satu upaya untuk menguatkan peran dan tata kelola zakat secara lebih komprehensif, profesional, berteknologi dan inovatif. Dengan tema yang menitikberatkan kepada aspek reformasi dan perbaikan pengelolaan zakat, baik penghimpunan maupun pendistribusiannya, guna memastikan tujuan kewajiban zakat khususnya dalam pemulihan ekonomi asnaf dapat tercapai.
BERITA19/02/2024 | Humas
BAZNAS Jelaskan Mekanisme Penyaluran Bantuan ke Luar Negeri
BAZNAS Jelaskan Mekanisme Penyaluran Bantuan ke Luar Negeri
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendukung kerja sama dari berbagai pihak dalam upaya penyaluran bantuan kemanusiaan pada lingkup internasional. Hal itu mengemuka pada acara Diskusi Philanthropy Learning Forum #61 bertema Mekanisme Penggalangan dan Distribusi Dukungan Filantropi untuk Tindakan Kemanusiaan Internasional di Jakarta, Selasa (13/2/2024). Kegiatan ini merupakan kolaborasi BAZNAS RI, Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) dan Human Initiative (HI) yang bertujuan untuk berbagi strategi serta praktik baik oleh lembaga filantropi dalam memobilisasi dukungan filantropi ke internasional, serta penjaringan masukan untuk penguatan mekanisme penggalangan bantuan tersebut. Turut hadir Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan M.Si. CFRM., Direktur Eksekutif Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), Gusman Yahya, Asisten Deputi Kedaruratan dan Manajemen Pasca Bencana Kemenko PMK, Nelwan Harahap, S.P., M.Tr.A.P, serta Presiden Human Intiative (HI), Tomy Hendrajati, serta perwakilan dari Forum Zakat (FOZ), IHA, Dompet Dhuafa, DT Peduli, Lazismu, Rumah Zakat, dan lembaga lainnya. Dalam sambutannya, Kiai Noor menyampaikan, “Kita perlu mengklasifikasikan bantuan luar negeri, yaitu bantuan untuk bencana, untuk perang atau konflik, dan bantuan untuk pengungsi. Antara bantuan akibat konflik dengan bencana itu menjadi satu kesatuan, karena seperti yang kita ketahui di Gaza saat ini ada satu kejadian yang luar biasa atas kekejaman Israel, sehingga bantuan-bantuan yang kita kirimkan itu menjadi sangat sulit.” Menurut Kiai Noor, dalam penyaluran dan pendistribusian bantuan ke luar negeri perlu dikoordinasikan secara bersama-sama. Dalam hal ini, lanjutnya, lembaga yang mempunyai hak untuk mengkoordinir bantuan adalah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). “Menurut hemat kami, siapa yang mengkoordinasikan? Adalah Kemenlu, sehingga semua bantuan yang kita lakukan untuk luar negeri apakah untuk bencana, untuk pengungsi, maupun untuk peperangan yang disitu ada konflik atau untuk konflik yang sangat ekstrem yang saat ini terjadi di Gaza perlu dikoordinasikan oleh Kemenlu,” paparnya. Dengan demikian, menurut Kiai Noor, bantuan yang dikirimkan ke luar negeri dapat diketahui oleh Kemenlu dan Kedutaan Besar masing-masing negara, sehingga dapat mempermudah dalam penyaluran dan pendistribusian bantuan. “BAZNAS kemarin sudah melakukan semacam itu dan alhamdulillah sudah banyak kerja sama dengan Mesir. Tapi mestinya kita juga perlu kerja sama dengan Kemenlu seperti halnya Kemenlu mengkoordinasikan awal sekali pada saat bantuan itu diluncurkan,” ucap Kiai Noor. Kiai Noor menegaskan, penggunaan mekanisme tersebut memungkinkan penyaluran dan pendistribusian bantuan ke luar negeri menjadi tertib dan teratur, sehingga diketahui secara pasti jumlah bantuan yang disalurkan masyarakat Indonesia untuk luar negeri. “Dengan begitu, semua bantuan-bantuan ke luar negeri ini Kemenlu bisa mengetahuinya, sehingga tau berapa sebenarnya bantuan bangsa Indonesia yang telah diluncurkan di luar negeri, khususnya di daerah-daerah yang memang di situ ada bencana atau konflik atau pengungsi dan lain sebagainya," jelasnya. “Saya kira usulan saya semacam itu. Dengan begitu, bendera Indonesia satu kesatuan yang ada di luar negeri dan apa yang dilakukan oleh semua kekuatan, gerakan-gerakan kita ini sekaligus menjadi satu bendera yaitu bendera Indonesia,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Eksekutif Perhimpunan Filantropi Indonesia Gusman Yahya, mengungkapkan, pembangunan berkelanjutan dan kemanusiaan adalah suatu proses yang harus dilakukan secara bersama-sama. Saat ini, filantropi sangat luas dengan menjangkau seluruh provinsi di Indonesia hingga ke internasional. “Hal ini dapat memperlihatkan prinsip gotong-royong kita sebagai bangsa senantiasa membantu saudara-saudara yang membutuhkan tidak hanya di dalam negeri, tapi hingga di negara lain. Banyak yang dapat dilakukan secara kolaboratif dan banyak yang ingin terlibat dalam hal tersebut, sehingga pentingnya untuk memperkuat koordinasi serta menata mekanisme agar lebih berdampak dan terorganisir,” ucapnya. Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Kedaruratan dan Manajemen Pasca Bencana Kemenko PMK Nelwan Harahap, S.P., M.Tr.A.P, mengatakan, bantuan menjadi salah satu bentuk soft diplomacy. “Elemen kunci dan strategi yang perlu diperkuat oleh pemerintah, filantropi, dan pemangku kepentingan lainnya adalah membangun komunikasi yang multi arah mengenai data atau informasi yang menjadi kebijakan atau landasan mengenai pengumpulan sumber daya hingga penyaluran bantuan dalam atau keluar negeri,” jelasnya.
BERITA19/02/2024 | Humas
Bantuan Kemanusiaan BAZNAS RI untuk Palestina Tiba di Pelabuhan El Arish, Mesir
Bantuan Kemanusiaan BAZNAS RI untuk Palestina Tiba di Pelabuhan El Arish, Mesir
Bantuan kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ), mitra, dan masyarakat Indonesia untuk disalurkan kepada rakyat Palestina telah sampai di Pelabuhan El Arish, Sinai Utara, Mesir, Selasa (13/02/2024), waktu setempat. Bantuan BAZNAS RI diangkut menggunakan KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 beserta Satuan Tugas Port Visit Mesir 2024 itu disambut Deputy Chief Mission (DCM) M. Zaim A. Nasution dan Atase Pertahanan (Athan) RI untuk Kairo Kolonel (Kav) Aria Sanggita Saleh. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, menyampaikan rasa syukur karena bantuan kemanusiaan BAZNAS RI untuk Palestina seberat 60 ton tersebut telah sampai dengan selamat di Pelabuhan El Arish, Mesir. Bantuan kemanusiaan tersebut selanjutnya diserahkan kepada perwakilan Bulan Sabit Merah Mesir atau Egyptian Red Crescent (ERC), Ahmed Buhaeri Ali, ujar Kiai Noor. Setelah sampai di Pelabuhan El Arish, Kiai Noor berharap, proses pengiriman bantuan yang akan melewati Pintu Rafah, Mesir ini dapat berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan, sehingga bantuan dapat segera diterima dengan baik oleh masyarakat Palestina. Bantuan kemanusiaan yang berasal dari masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui BAZNAS RI ini berupa makanan siap saji, selimut, pakaian, alat kesehatan, tenda lapangan dan lain sebagainya. Semoga bisa cepat dterima rakyat Palestina, kata Kiai Noor. KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 merupakan kapal bantu rumah sakit milik TNI AL yang mengangkut 214 personel ini, berlayar dari Jakarta pada 18 Januari 2024 lalu dari Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, membawa ratusan ton bantuan, termasuk bantuan kemanusiaan seberat 60 ton dari BAZNAS RI. Bantuan seberat 60 ton tersebut merupakan gabungan dari bantuan pemerintah dan dunia usaha serta masyarakat Indonesia, termasuk BAZNAS. Bersama pemerintah, ada tiga lembaga kemanusiaan yang menghimpun bantuan untuk warga Palestina di Gaza, yakni BAZNAS, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Humanitarian Forum Indonesia.
BERITA19/02/2024 | Humas
BAZNAS Kota Cirebon bersama Pemda Kota Cirebon Tetapkan Zakat Fitrah 1445 H Sebesar 2.8Kg atau Rp45 Ribu
BAZNAS Kota Cirebon bersama Pemda Kota Cirebon Tetapkan Zakat Fitrah 1445 H Sebesar 2.8Kg atau Rp45 Ribu
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon bersama Pemerintah Daerah Kota Cirebon menetapkan besaran nilai Zakat Fitrah Tahun 1445 H/2024 M, Jumat (16/02/2024) bertempat di Ruang Prabayaksa Sekretariat Daerah Kota Cirebon Penetapan Zakat Fitrah ini diputuskan melalui rapat yang dihadiri oleh Komisioner BAZNAS Kota Cirebon, MUI Kota Cirebon, Kementerian Agama, PCNU, PD Muhammadiyah, DMI Kota Cirebon, DKUKMPP Kota Cirebon, hingga perwakilan dari Forkopimda Kota Cirebon Ketua BAZNAS Kota Cirebon H Hamdan MPd menjelaskan, penentuan besaran zakat fitrah ini diawali dengan mendengarkan pandangan dari semua unsur yang hadir, untuk kemudian disesuaikan dengan ketentuan hukum syariah yang berlaku Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Drs.Rokila menambahkan, penetapan besaran zakat fitrah tahun ini sudah mengakomodir pandangan berbagai pihak, termasuk dari sisi regulasi dan syariah yang berlaku juga melihat prediksi harga beras pada Ramadan nanti Adapun hasil pertimbangan bersama, forum bersepakat bahwa besaran Zakat Fithrah dibayarkan berupa makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari, yaitu beras sebanyak 1 (satu) sha’ setara 2,8 Kg perjiwa Setelah disepakati bersama nilai zakat fitrah dalam bentuk makanan pokok, kemudian forum merumuskan nilai konversi ke dalam nilai uang rupiah, dengan meminta pendapat DKUKMPP terkait harga beras di pasaran yang dikonsumsi mayoritas masyarakat kota cirebon. Setelah mendengarkan pandangan dari DKUKMPP, harga beras diprediksi masih tinggi. Harga beras yang menjadi patokan per kilonya Rp16 ribu, sebutnya Sehingga untuk 2,8 kilogram beras setara dengan Rp44.800. Kemudian forum menyepakati angkanya digenapkan ke atas menjadi Rp45 ribu, sebagai besaran nilai zakat fitrah kota Cirebon tahun 2024, jika hendak ditunaikan dalam bentuk uang tunai Perbedaan besaran zakat fitrah tahun ini diharga beras dengan zakat tahun kemarin, selisihnya tidak terlalu jauh, kami hitung juga kenaikan harga beras menjelang Ramadan dan Lebaran kami hitung 10 persen dengan harga beras yang sekarang, jelasnya. Terlebih lagi, besaran yang ditetapkan, secara nilai rupiah tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, meskipun ada peningkatan. Kita menyetujui dengan berbagai pertimbangan, ini sudah berdasarkan regulasi dan ketentuan syariah yang ada, jadi penentuan zakat fitrah ini disepakati bersama, untuk diterapkan pada pembayaran zakat fitrah di Kota Cirebon tahun ini, imbuhnya
BERITA17/02/2024 | Humas
Pesan Wali Kota Cirebon Saat Hadiri Peringatan HUT Ke 23 BAZNAS
Pesan Wali Kota Cirebon Saat Hadiri Peringatan HUT Ke 23 BAZNAS
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cirebon, didorong untuk terus berinovasi agar bisa memaksimalkan potensi Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS), karena belum semua tergali dengan maksimal. Hal tersebut disampaikan Pj Walikota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi, saat menghadiri milad ke-23 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kamis (1/2/2024). Kami melihat potensinya luar biasa besar (ZIS). Ini tantangan besar buat kita. Jadi Baznas harus bisa memaksimalkan itu, ungkapnya. Diakui Gusmul, begitu sapaan akrabnya, dari tahun ke tahun, pengumpulan ZIS yang dilakukan oleh Baznas selalu menunjukkan tren yang terus meningkat. Termasuk juga dari sisi pengelolaan dan pelaporan, Baznas selalu men­dapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Sudah banyak hal yang dilakukan Baznas kota cirebon. Kita akui Baznas kota cirebon bisa menjadi salah satu jalan menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di masyarakat, lanjutnya. Dengan semua pencapaian yang diperoleh Baznas, dia menitipkan beberapa hal kepada para komisioner Baznas, agar kemitraan-kemitraan terus dijalin dengan berbagai pihak. Kami apresiasi kiprah Baznas. Potensi zakat dan potensi kolaborasi dengan semua pihak yang punya komitmen terhadap kesejehteraan masyarakat, kita minta ditingkatkan, paparnya. Sementara itu, Ketua Baznas Kota Cirebon, H Hamdan mengatakan, peringatan Milad ke-23 Baznas kali ini, diisi dengan penyaluran ZIS dari berbagai program yang digulirkan. Ada 1.100 paket sembako dari Baznas RI untuk fakir miskin dan dhuafa, ungkapnya. Selain sembako, Baznas juga menyalurkan beberapa program. Seperti rutilahu, bantuan biaya pendidikan, beasiswa satu keluarga satu sarjana, bantuan permodalan usaha, khitanan masal 11 anak hingga cek kesehatan gratis. Melalui berbagai program penyaluran yang digulirkan, Baznas kota cirebon terus konsisten mendorong prinsip M2M. Karena M2M ini merupakan intervensi Baznas agar masyarakat yang selama ini menjadi Mustahik, bisa naik kelas menjadi Muzaki. Kita juga dorong agar para Mustahik menuju Muzaki. Hari ini ada 1.161 jiwa penerima manfaat. Mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi, membantu pemerintah menye­lesaikan persoalan sosial di Kota Cirebon, harapnya. (red)
BERITA02/02/2024 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →