BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Digital dalam Pengelolaan Zakat
18/03/2024 | Penulis: Humas

Foto : Humas BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong peningkatan kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi Lembaga Amil Zakat/Organisasi Pengelola Zakat dalam pemanfaatan digitalisasi untuk zakat agar lebih optimal. Kerenanya, BAZNAS terus berupaya melakukan gagasan dalam memberi kemudahan bagi masyarakat melalui Zakat Digital.
Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., Ph.D dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Expert Series Special Ramadhan yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (15/3/2024).
Diantara gagasan BAZNAS dalam memudahkan pengelolaan zakat di Indonesia adalah dengan memanfaatkan penggunaan digital zakat. Hal ini ditujukan untuk memajukan kinerja BAZNAS.
"Kami ingin mendorong agar pemanfaatan pengelolaan digital zakat dapat dilakukan secara merata oleh BAZNAS seluruh Indonesia," kata Nadratuzzaman.
Nadratuzzaman menambahkan, saat ini ada tujuh tantangan dalam pengelolaan zakat di era digital. Ketujuh tantangan tersebut yaitu verifikasi, privasi, security, tranparansi, perbedaan generasi, peran amil, teknologi.
Tantangan pertama menurut Nadratuzzaman adalah verifikasi yang bertujuan agar pengelola zakat dapat memastikan identitas pembayar zakat atau muzaki. Kemudian untuk untuk memastikan mustahik yang mengajukan permohonan secara digital adalah yang berhak mendapatkan dana zakat.
"Pengelola zakat juga harus memastikan profil data muzaki dan mustahik agar terlindungi. Ini merupakan tantangan kedua yakni privasi," jelasnya.
Tantangan ketiga adalah keamanan, di mana menurut Nadratuzzaman, pengelola zakat harus menyediakan platform yang aman, kredibel dan memudahkan masyarakat dalam berdonasi atau mengajukan permohonan dana.
"Di sisi lain, masyarakat harus menyadari bahwa donasi digital yang disalurkan sudah melalui platform yang benar," jelasnya. Selanjutnya, tantangan pengelola zakat digital adalah transparansi. Nadratuzzaman mengatakan, jika pengelola zakat saat ini harus mampu berani untuk terbuka.
"Harus pula dapat memberikan informasi kepada publik atas laporan dan aktivitasnya. Untuk tantangan berikutnya yaitu perbedaan generasi di mana pengelola zakat harus mampu mengakomodir kebutuhan lintas generasi.Sementara tantangan peran amil dan pengelola zakat yaitu seluruh pengelola zakat harus menggunakan teknologi dalam mengelola zakat," ujarnya.
"Daerah wilayah timur harus dibantu untuk dapat menggunakan SIMBA," ucap Nadratuzzaman.
"Tantangan terakhir adalah pemanfaatan teknologi, ini bertujuan agar seluruh pengelola zakat harus terkoneksi dengan internet," pungkasnya.
Berita Lainnya
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Bapak Suryadi, Bantu Kembali Beraktivitas
Sekolah Cendekia BAZNAS Raih Penghargaan Literasi Nasional Lima Tahun Berturut-turut
BAZNAS Kota Cirebon Dukung Respons Kemanusiaan BAZNAS RI, 16 Pos Layanan Hadir untuk Penyintas Gempa NTT
BAZNAS Kota Cirebon Perkuat Kolaborasi Bersama Polres Cirebon Kota
Donasi Korban Gempa NTT, Moonraker, RPM, dan DGR Pabedilan Salurkan Rp4 Juta melalui BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS RI Optimalkan UPZ Kemenhut untuk Fasilitasi ASN Menunaikan Zakat
BAZNAS Kota Cirebon dan BAZNAS Jawa Barat Perkuat Silaturahmi dan Tata Kelola Kelembagaan
BAZNAS Salurkan 500 Paket Logistik untuk Penyintas Gempa NTT, Targetkan 1.000 Paket Sembako
BAZNAS Kota Cirebon Buka Saluran Donasi untuk Korban Gempa NTT
Terharu Terima Kursi Roda dari BAZNAS Kota Cirebon, Yayan Sopyan: Bantuan Ini Sangat Berarti
BAZNAS RI Raih Penghargaan Lembaga Pemberdaya dari HPDKI
BAZNAS Semarakkan MTQ Nasional XXXI dengan Edukasi Zakat dan Layanan Gratis
BAZNAS dan Kemenag Salurkan Rp17,5 Miliar untuk Pesantren Nyaman Belajar
BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Mobile, Jangkau Penyintas Gempa NTT hingga Pelosok
Terharu dan Bahagia, Ratimah Terima Kursi Roda dari BAZNAS Kota Cirebon

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.
Lihat Daftar Rekening →