WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Cirebon Buka Pendaftaran Beasiswa Sahaja 2026 Tahap 2, Prioritas Warga Kota Cirebon dan Mahasiswa Cirebon Raya

KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali membuka Pendaftaran Tahap 2 Program Beasiswa Sahaja Tahun 2026. Pembukaan kembali pendaftaran ini dilakukan karena kuota penerima beasiswa masih belum terpenuhi, sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi mahasiswa yang belum sempat mengikuti seleksi tahap sebelumnya.

Program Beasiswa Sahaja merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Kota Cirebon dalam bidang pendidikan yang memberikan dukungan biaya pendidikan hingga lulus, disertai pembinaan karakter, kepemimpinan, dan penguatan nilai sosial keislaman.

Pada pembukaan Tahap 2 ini, BAZNAS Kota Cirebon menegaskan bahwa program Beasiswa Sahaja diprioritaskan khusus bagi warga Kota Cirebon yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi wilayah Cirebon Raya.

Timeline Beasiswa SAHAJA BAZNAS Tahun 2026

10 April 2026

Sosialisasi dan Pengumuman Program Beasiswa SAHAJA

10–20 April 2026

Penerimaan Berkas Pendaftaran Tahap I di Kantor BAZNAS Kota Cirebon

23 April 2026

Pengumuman Lolos Seleksi Administrasi Tahap I

24 April–4 Mei 2026

Assessment Kelayakan Mustahik oleh Tim BAZNAS Kota Cirebon

12–21 Mei 2026

Pembukaan Pendaftaran Tahap II

22 Mei 2026

Pengumuman Hasil Assessment Tahap I dan Pengumuman Lolos Seleksi Administrasi Tahap II

25 Mei 2026

Pengumuman Hasil Assessment Kelayakan Tahap II

26 Mei 2026

Pelaksanaan Tes Tertulis dan Wawancara di Kantor BAZNAS Kota Cirebon

29 Mei 2026

Pengumuman Hasil Akhir Seleksi Calon Penerima Beasiswa SAHAJA

Jadwal Menyusul

Pengarahan dan Penandatanganan MoU bagi Peserta yang Lolos Seleksi

 

Program ini ditujukan bagi mahasiswa aktif minimal semester 2 saat mendaftar, memiliki keterbatasan ekonomi, serta memenuhi seluruh ketentuan program yang telah ditetapkan.

Selain bantuan pendidikan, penerima Beasiswa Sahaja nantinya juga akan mendapatkan pembinaan dan diarahkan untuk memiliki kepedulian sosial melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan kerelawanan BAZNAS Kota Cirebon.

Persyaratan Utama Beasiswa Sahaja 2026 Tahap 2

Berikut beberapa syarat utama yang wajib dipenuhi calon pendaftar:

  1. 1. Mahasiswa aktif minimal semester 2 saat mendaftar
  2. 2. Berdomisili di Kota Cirebon
  3. 3. Berkuliah di perguruan tinggi/universitas wilayah Cirebon Raya
  4. 4. IPK minimal 3,00
  5. 5. Memiliki keterbatasan ekonomi yang dibuktikan dengan SKTM
  6. 6. Belum menikah
  7. 7. Bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi dan pembinaan program
  8. 8. Laki-laki tidak merokok dan perempuan menggunakan hijab
  9. 9. Bantuan diberikan hingga maksimal semester 8

 

Dokumen yang Wajib Disiapkan

Calon pendaftar wajib melengkapi dokumen berikut:

  1. 1. Formulir pendaftaran
  2. 2. Pas foto ukuran 4x6 (2 lembar)
  3. 3. Fotokopi KK
  4. 4. Fotokopi KTP dan Kartu Mahasiswa
  5. 5. Surat aktif kuliah
  6. 6. Slip gaji atau surat penghasilan orang tua
  7. 7. Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)
  8. 8. Fotokopi SPPT/PBB
  9. 9. Foto rumah tampak depan dan ruang tamu
  10. 10. Surat domisili
  11. 11. Transkrip nilai semester 1

 

Formulir dan dokumen persyaratan dapat diunduh melalui link berikut:

https://drive.google.com/drive/folders/1Lh-eXI8Sb31avl-NF9cuYa9ts-GHHaz2?usp=sharing

Cara Pendaftaran Beasiswa Sahaja 2026 Tahap 2

Agar tidak gagal pada tahap administrasi, calon pendaftar diwajibkan mengikuti prosedur berikut:

  1. 1. Unduh formulir dan pelajari seluruh ketentuan program
  2. 2. Lengkapi seluruh dokumen sesuai persyaratan
  3. 3. Daftar Online dan Upload dokumen Pendaftaran melalui link pendaftaran berikut:

https://forms.gle/FnPZsEsueWMxpA9H8

 

Seluruh berkas wajib dijilid rapi sesuai urutan

Berkas fisik wajib dikirim langsung oleh pendaftar ke:

Kantor BAZNAS Kota Cirebon Jl. Kanggraksan No. 57 Kel. Harjamukti, Kec. Harjamukti Kota Cirebon

 

Pengiriman Berkas tidak boleh diwakilkan

Peserta menunggu proses seleksi dan pengumuman resmi dari BAZNAS Kota Cirebon

Hasil seleksi nantinya akan diumumkan melalui website dan media sosial resmi BAZNAS Kota Cirebon.

 

Tips Agar Tidak Gugur Administrasi

BAZNAS Kota Cirebon juga mengimbau calon peserta agar lebih teliti dalam proses pendaftaran. Beberapa penyebab umum peserta gagal pada tahap administrasi di antaranya:

  1. 1. Dokumen tidak lengkap
  2. 2. Tidak memenuhi syarat utama
  3. 3. Salah prosedur pengumpulan berkas
  4. 4. Tidak membaca ketentuan secara menyeluruh

Karena itu, peserta diminta memastikan seluruh data dan dokumen telah sesuai sebelum dikirimkan.

Program Beasiswa Sahaja 2026 menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat memberikan dampak jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan generasi muda yang unggul, mandiri, dan peduli terhadap masyarakat.

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui:

0851-8687-2027 (Chat Only)

Pendaftaran Beasiswa Sahaja 2026 Tahap 2 tidak dipungut biaya apapun (gratis). Segera siapkan berkas terbaikmu dan raih kesempatan mendapatkan dukungan pendidikan hingga lulus bersama BAZNAS Kota Cirebon.

12/05/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid Ad-Dzikra di Lingkungan Polres Cirebon Kota

CIREBON – Badan Amil Zakat Nasioanal (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sarana ibadah melalui penyaluran bantuan untuk pembangunan Masjid Ad-Dzikra yang berlokasi di lingkungan Polres Cirebon Kota, Senin (11/05/2026).

Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, kepada Kapolres Cirebon Kota sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan fasilitas keagamaan bagi anggota kepolisian serta masyarakat sekitar.

Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan umat, khususnya dalam mendukung pembangunan tempat ibadah yang representatif.

“Melalui bantuan ini, kami berharap proses pembangunan Masjid Ad-Dzikra dapat berjalan lancar dan segera dimanfaatkan sebagai pusat ibadah serta pembinaan spiritual,” ujarnya.

Diketahui, Polres Cirebon Kota juga merupakan salah satu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang terdaftar di BAZNAS Kota Cirebon dan secara konsisten menunaikan zakat penghasilan anggotanya melalui BAZNAS Kota Cirebon. Sinergi ini menjadi contoh kolaborasi yang baik antara lembaga zakat dan institusi pemerintah dalam mendukung kesejahteraan umat.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. menyambut baik bantuan tersebut dan mengapresiasi sinergi yang telah terjalin. Kapolres Cirebon Kota menyampaikan bahwa bantuan ini sangat membantu percepatan pembangunan masjid.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS Kota Cirebon atas bantuan yang diberikan untuk pembangunan Masjid Ad-Dzikra di lingkungan kami. Bantuan ini sangat berarti dalam mempercepat proses pembangunan masjid yang nantinya akan digunakan oleh anggota kepolisian dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan masjid ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ibadah sekaligus pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh personel.

“Masjid ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai sarana pembinaan rohani bagi anggota kami agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dengan landasan nilai-nilai keimanan,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihak Polres Cirebon Kota juga menegaskan komitmennya sebagai UPZ aktif di bawah naungan BAZNAS Kota Cirebon.

“Kami juga berkomitmen untuk terus menunaikan zakat penghasilan anggota melalui BAZNAS Kota Cirebon sebagai bentuk kepedulian sosial dan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Semoga sinergi ini terus terjalin dan memberikan manfaat yang luas,” tutupnya.

Masjid Ad-Dzikra diharapkan dapat menjadi sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan, sekaligus mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat. Program ini menjadi salah satu wujud nyata peran BAZNAS dalam mendukung pembangunan sosial-keagamaan di Kota Cirebon.

11/05/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon dan BAWASLU Jajaki Pembentukan UPZ serta Penguatan Kolaborasi Kemaslahatan Umat

KOTA CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menerima kunjungan silaturahmi dari Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kota Cirebon dalam rangka pembahasan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) serta rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua lembaga, Kamis (07/05/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal sinergi antara BAZNAS dan BAWASLU Kota Cirebon dalam memperkuat kolaborasi kelembagaan, khususnya dalam mendukung program kemaslahatan umat melalui optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, menyambut baik inisiasi tersebut dan menyampaikan kesiapan BAZNAS untuk mendukung berbagai program yang dijalankan BAWASLU Kota Cirebon.

“BAZNAS siap berkolaborasi dan akan support kegiatan BAWASLU Kota Cirebon,” ujar H. Hamdan.

Sementara itu, Ketua BAWASLU Kota Cirebon, Devi Siti Sihatul Agiah, S.H., S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa BAWASLU memiliki semangat yang sejalan dengan BAZNAS dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“BAWASLU memiliki semangat yang sama tentang kemaslahatan umat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara BAWASLU dan BAZNAS Kota Cirebon diyakini akan memberikan dampak positif yang luas, terutama dalam mendukung penguatan demokrasi yang lebih berintegritas dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Cirebon turut mengapresiasi langkah progresif yang dilakukan BAWASLU Kota Cirebon. Menurutnya, apabila MoU dan pembentukan UPZ ini terealisasi, maka BAWASLU Kota Cirebon akan menjadi BAWASLU pertama di Jawa Barat yang membentuk UPZ bersama BAZNAS.

“Ini menjadi langkah luar biasa. Jika MoU ini terlaksana, maka BAWASLU Kota Cirebon menjadi satu-satunya di Jawa Barat yang menjadi UPZ dan dapat menjadi pelopor secara nasional,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara lembaga pengawas demokrasi dan lembaga pengelola zakat dalam menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat Kota Cirebon.

07/05/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Ketua BAZNAS Kota Cirebon Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon

Kota Cirebon — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon yang digelar di Ruang Rapat Griya Sawala DPRD Kota Cirebon, Rabu (06/05/2026).

Rapat paripurna tersebut merupakan agenda penting dalam rangka penyerahan rekomendasi DPRD Kota Cirebon terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan legislatif guna memastikan tata kelola pemerintahan berjalan secara transparan dan akuntabel.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio, menyampaikan bahwa rekomendasi yang diberikan merupakan hasil pembahasan Panitia Khusus (Pansus) terhadap capaian kinerja pemerintah daerah sepanjang tahun 2025. Proses penyusunan rekomendasi tersebut mengacu pada ketentuan dari Kementerian Dalam Negeri yang mengharuskan DPRD memberikan catatan strategis paling lambat 30 hari setelah LKPJ diterima.

Turut hadir dalam rapat tersebut Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kota Cirebon, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.

Kehadiran Ketua BAZNAS Kota Cirebon dalam forum ini menjadi bentuk dukungan terhadap sinergi lintas sektor dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang baik, khususnya dalam upaya penguatan transparansi dan akuntabilitas yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BAZNAS Kota Cirebon terus berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah daerah, terutama dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

06/05/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Lebih dari 1100 Warga Terima Bantuan BAZNAS Cirebon, dari Sembako hingga Modal Usaha

CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menunjukkan peran strategisnya dalam memperkuat jaring pengaman sosial melalui penyaluran bantuan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada masyarakat. Kegiatan pentasyarufan ini dilaksanakan di Islamic Centre At-Taqwa Cirebon, Selasa (05/05/2026), dengan menjangkau lebih dari seribu penerima manfaat dari berbagai lapisan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Cirebon menyalurkan 1.000 paket sembako kepada Imam Masjid, Marbot, Guru Ngaji, dan Petugas Pengangkut Sampah. Selain itu, turut disalurkan bantuan biaya pendidikan kepada 21 penerima, modal usaha kepada 49 penerima, 5 unit kursi roda, serta bantuan keranda untuk kebutuhan sosial kemasyarakatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio, Kabag Kesra Setda Kota Cirebon H. Rokila, Ketua MUI Kota Cirebon KH. Samsudin, Kasi Zakat Wakaf Kementerian Agama H. Abdul Wasi, serta perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio, menyampaikan apresiasi atas peran aktif BAZNAS dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami melihat hari ini BAZNAS Kota Cirebon telah mampu menjawab berbagai kebutuhan dan keresahan masyarakat, khususnya di Kota Cirebon. Program-program yang dilaksanakan sangat baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata. Oleh karena itu, kami mendukung penuh seluruh program BAZNAS Kota Cirebon tanpa pengecualian,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan lima program utama BAZNAS yang menyasar berbagai aspek kebutuhan masyarakat.

“Pada hari ini, BAZNAS Kota Cirebon melaksanakan pendistribusian melalui lima program utama BAZNAS, dengan total 1.143 penerima manfaat. Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, biaya pendidikan, kursi roda, keranda, hingga modal usaha, yang seluruhnya bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dan dikelola oleh BAZNAS Kota Cirebon,” ujarnya.

“Kami berharap kehadiran BAZNAS dapat terus memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga mereka dapat meningkatkan taraf hidup, menjadi lebih mandiri, dan pada akhirnya mencapai kesejahteraan,” tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan manfaat zakat.

Program bantuan modal usaha yang disalurkan dalam kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis usaha kecil. Di sisi lain, bantuan pendidikan diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dengan total lebih dari 1.000 penerima manfaat, kegiatan ini menegaskan posisi BAZNAS sebagai lembaga yang tidak hanya menjalankan fungsi distribusi, tetapi juga sebagai motor penggerak pemberdayaan dan penguatan ekonomi umat di tingkat daerah.

Mari sahabat ikut membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan dengan menunaikan Zakat, Infak, Sedekah di BAZNAS Kota Cirebon dengan cara Kunjungi Kantor BAZNAS di Jl. Kanggraksan No.57 Kota Cirebon atau melalui Kantor Digital, klik tombol dibawah ini:

 

04/05/2026 | Kontributor: Admin | Akate

Berita Terbaru

Tak Bisa Sembarangan! Kemenag Pastikan Zakat Hanya untuk Ashnaf dan Berbasis DTSEN
Tak Bisa Sembarangan! Kemenag Pastikan Zakat Hanya untuk Ashnaf dan Berbasis DTSEN
Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama Republik Indonesia memastikan distribusi zakat nasional tetap sesuai dengan ketentuan ashnaf dan semakin terarah dengan berbasis pada data sosial ekonomi nasional. Tata kelola zakat, menurut Kemenag, tidak cukup hanya fokus pada penghimpunan, tetapi juga pada ketepatan sasaran dan dampak nyata bagi kesejahteraan mustahik. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, menegaskan bahwa integrasi data menjadi keniscayaan agar penyaluran zakat sejalan dengan peta kemiskinan dan kerentanan sosial yang terukur. “Distribusi zakat harus sesuai ashnaf dan berbasis data sosial ekonomi nasional. Dengan begitu, kita bisa memastikan bahwa zakat benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan dan memberi dampak yang terukur,” ujarnya dalam Tadarus Zakat dan Wakaf Ramadan 1447 H di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Ia menjelaskan, pendekatan berbasis data juga memperkuat akuntabilitas lembaga pengelola zakat, baik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ). Sinergi antarlembaga dinilai penting agar tidak terjadi tumpang tindih penyaluran serta memastikan intervensi zakat dirasakan secara lebih merata. Waryono menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkelanjutan dalam ekosistem zakat nasional. Penguatan regulasi, literasi, dan kapasitas kelembagaan harus berjalan beriringan agar zakat menjadi instrumen pemberdayaan umat yang berkelanjutan. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi tata kelola zakat dan wakaf. Melalui forum tadarus, Kemenag mendorong seluruh pemangku kepentingan menyamakan visi bahwa zakat bukan sekadar penyaluran dana, melainkan bagian dari strategi pembangunan sosial keagamaan yang terintegrasi. Ia menambahkan, pemanfaatan data sosial ekonomi nasional akan dikolaborasikan dengan basis data yang dimiliki lembaga pengelola zakat guna meningkatkan presisi dalam menentukan prioritas penerima manfaat. “Dengan basis data yang kuat, distribusi zakat tidak lagi bersifat sporadis, tetapi terencana, terukur, dan berkelanjutan. Ini penting agar zakat benar-benar berkontribusi pada pengurangan beban sosial masyarakat,” kata Waryono. Penguatan sinergi dengan BAZNAS dan LAZ, lanjutnya, dilakukan melalui forum koordinasi dan pembinaan rutin, termasuk dalam momentum Ramadan. Upaya tersebut sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas publik terhadap pengelolaan dana umat. Selain itu, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf terus mendorong literasi regulasi dan tata kelola kepada para pengelola zakat di daerah guna meningkatkan kepatuhan terhadap standar pengelolaan serta memperluas dampak pemberdayaan ekonomi mustahik. “Arah kebijakan zakat ke depan adalah memperkuat dampak sosial yang nyata. Integrasi data, pengawasan yang terukur, dan kolaborasi lintas lembaga menjadi fondasi agar zakat dan wakaf semakin berperan dalam membangun kemandirian umat secara berkelanjutan,” tandasnya. Yuk, terus berzakat dan bantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan! Segera tunaikan zakat Anda melalui kantor digital BAZNAS Kota Cirebon: atau dengan cara transfer ke rekening: BSI 1034035292a.n BAZNAS Kota Cirebon ??????Konfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi : WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected]
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Kementerian Agama Republik Indonesia Tegaskan Zakat Hanya untuk Delapan Asnaf
Kementerian Agama Republik Indonesia Tegaskan Zakat Hanya untuk Delapan Asnaf
Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan bahwa zakat tidak boleh digunakan di luar ketentuan delapan asnaf sebagaimana diatur dalam Al-Qur’an. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan disinformasi yang menyebut Kementerian Agama memaksimalkan zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama menekankan bahwa zakat memiliki ketentuan syariah yang tegas dan tidak dapat dialihkan kepada pihak yang tidak termasuk dalam golongan penerima. “Zakat itu tidak boleh dimanfaatkan di luar asnafnya. Jangan sampai zakat ini diberikan kepada yang non asnaf. Itu persoalan syariah,” tegas Menag di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Ia merujuk pada QS. At-Taubah ayat 60 yang menyebutkan delapan golongan (asnaf) penerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fii sabilillah, dan ibnu sabil. Menurutnya, ketentuan tersebut bersifat prinsipil dan menjadi rambu utama dalam tata kelola zakat. “Saya kira itu yang sangat penting. Berikanlah zakat itu seperti apa yang tercantum di dalam asnaf secara tegas. Jangan berikan zakat itu kepada yang mereka tidak berhak,” ujarnya. Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al Asyhar, juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan program MBG. “Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai syariat dan peraturan perundang-undangan. Zakat diperuntukkan bagi delapan golongan asnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 serta diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat,” tegas Thobib. Ia menjelaskan, dalam Pasal 25 UU No. 23 Tahun 2011 disebutkan bahwa zakat wajib didistribusikan kepada mustahik sesuai dengan syariat Islam. Sementara Pasal 26 menegaskan bahwa pendistribusian dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan memperhatikan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan. “Zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dan disalurkan sesuai ketentuan syariat. Hak para mustahik adalah prioritas dalam setiap kebijakan pengelolaan dana zakat,” lanjutnya. Thobib juga menekankan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel melalui lembaga resmi yang diawasi dan diaudit secara berkala, baik melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ). Ia mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi yang memiliki izin pemerintah guna memastikan distribusi tepat sasaran dan sesuai syariat.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Bagikan Paket Pangan untuk Warga Palestina di Masjid Al Aqsa
BAZNAS Bagikan Paket Pangan untuk Warga Palestina di Masjid Al Aqsa
Yerusalem — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 225 paket pangan (food package) bagi warga Palestina di kawasan Masjid Al-Aqsa. Bantuan ini merupakan bagian dari program kemanusiaan internasional BAZNAS untuk membantu masyarakat yang terdampak konflik dan keterbatasan akses pangan. Paket pangan tersebut berisi kebutuhan pokok keluarga yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan konsumsi masyarakat setempat. Bantuan didistribusikan melalui mitra lokal guna memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran dan menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah masyarakat Indonesia yang disalurkan untuk saudara-saudara di Palestina. “Alhamdulillah amanah masyarakat Indonesia yang dititipkan melalui BAZNAS dapat kami salurkan dalam bentuk paket pangan bagi warga Palestina. Ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas umat Islam Indonesia terhadap saudara-saudara kita di sana,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (25/02/2026). Ia menegaskan, situasi yang belum stabil di tengah konflik membuat akses pangan di sejumlah wilayah Palestina menjadi terbatas. Kondisi tersebut menjadikan bantuan internasional sangat dibutuhkan, terlebih pada bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momentum kebersamaan dan ketenangan. Menurutnya, Ramadan adalah waktu untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi sulit. “Kami berharap paket pangan ini dapat meringankan beban masyarakat Palestina serta menghadirkan harapan di tengah keterbatasan. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri. BAZNAS bersama masyarakat Indonesia akan terus hadir dalam misi kemanusiaan ini,” tegasnya. Kiai Noor pun mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan global melalui zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, zakat bukan hanya menguatkan mustahik di dalam negeri, tetapi juga menjadi jembatan kepedulian lintas batas negara. “Zakat menguatkan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga dalam misi kemanusiaan dunia,” ucapnya. Salurkan Zakat Terbaik Anda untuk Palestina Mari lanjutkan aksi nyata ini. Basuh luka Palestina dengan meringankan beban mereka melalui Zakat terbaik Anda melalui transfer ke Rekening BAZNAS: BSI 7555545554 a.n. BAZNAS Kota Cirebon Atau klik tombol dibawah ini: Setiap donasi yang Anda titipkan menjadi harapan bagi saudara-saudara kita di Palestina. Bersama, kita kuatkan solidaritas kemanusiaan dunia.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Perkuat Ekonomi Mustahik, Luncurkan Zmart di Tegal, Brebes, dan Pemalang
BAZNAS Perkuat Ekonomi Mustahik, Luncurkan Zmart di Tegal, Brebes, dan Pemalang
Tegal — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program Zmart di Kota Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang sebagai upaya mendorong peningkatan ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha ritel mikro. Peluncuran program Zmart dilakukan secara simbolis di Pendopo Ki Gede Sebayu, Rabu (25/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM., Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., Wakil Wali Kota Tegal Hj. Tazkiyyatul Muthmainnah, S.KM., M.Kes., Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah KH. Ahmad Darodji, serta unsur Forkopimda. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menjelaskan, program Zmart merupakan bantuan pemberdayaan bagi mustahik, khususnya ibu-ibu pemilik warung kecil, melalui dukungan modal usaha, perlengkapan dagang, pendampingan, hingga penataan tampilan warung agar lebih menarik dan kompetitif. “Semua zakat yang muzaki salurkan melalui BAZNAS kami optimalkan untuk kemaslahatan umat, salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi mustahik lewat program Zmart ini,” ujar Kiai Noor. Ia menyampaikan, total anggaran Program Zmart di tiga wilayah tersebut mencapai Rp720 juta. Masing-masing daerah memperoleh bantuan sebesar Rp240 juta dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 30 mustahik per wilayah. Secara nasional, sejak 2018 hingga Januari 2026, tercatat 4.805 unit Zmart telah tersebar di 115 kabupaten/kota pada 34 provinsi. Kiai Noor menegaskan, Zmart tidak dimaksudkan untuk bersaing dengan gerai ritel modern maupun koperasi desa. “Kita ingin tumbuh berdampingan dan saling menguatkan,” katanya. Menurutnya, program Zmart memiliki peran penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga, terutama melalui peran ibu sebagai penggerak ekonomi rumah tangga. Banyak pelaku warung kecil menghadapi kendala keterbatasan modal, manajemen usaha, hingga akses logistik dan perbankan. Sebagai solusi, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan tata kelola usaha serta mendorong penerima manfaat agar lebih bankable. Selain itu, manajemen logistik diperkuat melalui integrasi dengan platform Aksesmu. “Branding kita tata, manajemen kita perkuat, dan logistik kita konsolidasikan. Tujuannya agar ibu-ibu benar-benar menjadi saudagar yang mandiri dan berdaya,” ujar Noor. Ia pun berpesan agar keuntungan usaha dapat dialokasikan untuk pendidikan anak. “Kalau harus mondok, pondokkan. Kalau harus kuliah, kuliahkan. Minimal satu Zmart melahirkan satu sarjana. Zmart ini hanya sarana, tujuan utamanya peningkatan kualitas keluarga,” ucapnya. Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., menyambut baik peluncuran program tersebut. Ia menilai, Zmart mampu meningkatkan pendapatan pedagang kecil sekaligus memperkuat daya saing usaha mikro melalui pemanfaatan zakat sebagai instrumen ekonomi produktif. Ia berharap para penerima manfaat dapat mengelola usaha secara disiplin agar terjadi peningkatan omzet dan transformasi sosial dari mustahik menjadi muzaki. “Saya harap para penerima manfaat dapat menjaga amanah ini dengan sungguh-sungguh, mengelola usaha secara disiplin dan profesional, serta terus belajar meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah KH. Ahmad Darodji menambahkan, program Zmart bertujuan memperluas pemerataan bantuan ekonomi bagi mustahik. Bantuan usaha yang diberikan bukan untuk mematikan usaha lain, melainkan mendorong pemerataan kesejahteraan dan memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Program ini menegaskan bahwa zakat bukan hanya instrumen bantuan konsumtif, melainkan solusi produktif untuk membangun kemandirian ekonomi umat. Melalui Zmart, BAZNAS mendorong transformasi nyata dari mustahik menjadi pelaku usaha tangguh yang berdaya dan bermartabat.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Perkuat Ekonomi Umat, Hadirkan Z-Ifthar di Masjid Al-Falaah Tangsel
BAZNAS Perkuat Ekonomi Umat, Hadirkan Z-Ifthar di Masjid Al-Falaah Tangsel
Tangerang Selatan — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan program Z-Ifthar Ramadan sebagai upaya memperkuat syiar dakwah dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis masjid, salah satunya di Masjid Al-Falaah Pamulang, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama RI. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., yang diwakili Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, Faisal Qosim, Lc., MA., CFRM., menyatakan, kehadiran Z-Ifthar merupakan langkah strategis untuk menghadirkan syiar Ramadan yang lebih komprehensif. Menurutnya, masjid kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pelayanan dan penguatan ekonomi jamaah serta masyarakat sekitar. "Kehadiran Z-Ifthar ini menyempurnakan bahkan lebih meningkatkan syiar Ramadan. Ini adalah kerja sama strategis yang perlu kita lanjutkan. Insya Allah, program ini memberikan keberkahan bagi jamaah dan para pengusaha kecil, tidak hanya di lingkungan perumahan muslim, tetapi juga secara umum di Tangerang Selatan," ujar Faisal. Senada dengan itu, Kepala Subdit Kemasjidan Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag RI, Nurul Badruttamam, S.Ag., M.A., mengapresiasi program perdana hasil kolaborasi Kemenag dan BAZNAS RI tersebut. Ia menyebut program ini dijalankan bersama 30 masjid di seluruh Indonesia dan diharapkan jangkauannya semakin luas pada Ramadan mendatang. "Ini program yang sangat luar biasa bersama 30 masjid di seluruh Indonesia. Semoga di Ramadan 2027 dukungan ini bisa ditambah lagi, kalau bisa dua kali lipat atau tiga kali lipat. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi kini lebih tren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dari masjidlah akan tumbuh pengusaha kecil yang nantinya menjadi pengusaha besar," ungkapnya. Ia juga menambahkan, dukungan dana sebesar Rp150 juta per masjid melalui program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) telah terdistribusi secara tertib. Program Z-Ifthar menjadi pelengkap penting dalam memperluas akses pasar bagi para pelaku UMKM binaan. Wakil Ketua DKM Masjid Al-Falaah, H. Muhammad Muksin, menyampaikan terima kasih atas dukungan nyata BAZNAS dan Kemenag. Ia menilai program tersebut memberikan dampak signifikan bagi pelaku UMKM di wilayah perumahannya. "Kami sangat terbantu, terutama teman-teman UMKM di wilayah perumahan Al-Falaah. Kami berharap ada kerja sama berkelanjutan lainnya untuk mendukung operasional masjid ke depannya," tuturnya. Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Aris, salah satu penerima manfaat gerai Z-Ifthar yang sebelumnya merupakan ibu rumah tangga. Berawal dari usaha suplai perlengkapan laundry, ia kini mendapatkan akses permodalan dan pemasaran melalui program BMM. "Bazar Z-Ifthar ini sangat membantu. Tadinya saya hanya berjualan di rumah atau melalui WhatsApp, tapi dengan adanya bazar seperti ini, warga komplek hingga warga luar komplek jadi mengetahui produk-produk UMKM kami. Saya berharap program BMM dan pendampingan seperti ini terus ada untuk memantau perkembangan usaha kami ke depan," ujar Aris. Program Z-Ifthar menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi umat berbasis masjid. Melalui kolaborasi strategis ini, BAZNAS mendorong transformasi mustahik menjadi pelaku usaha mandiri, sekaligus menjadikan masjid sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS Bagikan Hidangan Berkah Ramadan bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Tebet
BAZNAS Bagikan Hidangan Berkah Ramadan bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Tebet
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan Hidangan Berkah Ramadan (HBR) berupa 400 porsi makanan siap saji dan takjil bagi masyarakat prasejahtera di Kampung Pemulung (Gasong), Tebet, Jakarta, Selasa (24/2/2026). Kampung Pemulung yang dikenal sebagai Kampung Gasong merupakan hunian bagi ratusan keluarga pemulung yang hidup dalam kondisi serba terbatas dan jauh dari standar kelayakan. Letaknya yang berada di belakang pusat perbelanjaan dan kawasan perkantoran memperlihatkan kontras tajam ketimpangan sosial di wilayah Ibu Kota. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan program Hidangan Berkah Ramadan merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat prasejahtera tetap terpenuhi selama bulan suci. “Zakat yang disalurkan para muzaki kepada BAZNAS kami alokasikan untuk kemaslahatan umat, termasuk Hidangan Berkah Ramadan bagi masyarakat prasejahtera. Salah satunya kami distribusikan di Kampung Pemulung (Gasong), Tebet, untuk memastikan warga dapat menikmati hidangan berbuka yang layak,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta. Ia menambahkan, program HBR merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia. Penyalurannya tidak hanya difokuskan di daerah, tetapi juga menjangkau wilayah perkotaan dengan tingkat ketimpangan ekonomi yang tinggi, kawasan rawan bencana, serta kantong-kantong kemiskinan lainnya. Menurutnya, Kampung Gasong dipilih karena tingkat kerentanan sosial dan ekonomi warganya tergolong tinggi. Banyak keluarga hidup dengan keterbatasan akses air bersih, sanitasi, dan ruang hunian yang layak sehingga membutuhkan perhatian bersama dari berbagai pihak. “Kami berharap keberkahan Ramadan melalui penyaluran HBR ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga di Kampung Gasong yang hidup dalam keterbatasan di tengah hiruk-pikuk Ibu Kota,” ucapnya. Bantuan tersebut disambut hangat oleh warga. Salah satu penerima manfaat, Cipto (76), mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. Pria asal Pekalongan itu telah tinggal di Kampung Gasong lebih dari 30 tahun dan bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan sekitar Rp50 ribu per hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membantu biaya kuliah anaknya. “Alhamdulillah kami diperhatikan sama BAZNAS dan para donatur. Kami mengucapkan terima kasih banyak, mudah-mudahan sering datang kemari dan memperhatikan saudara-saudara kita di Gasong ini,” ujarnya. Senada dengan itu, Eva (34), ibu rumah tangga yang telah lebih dari 20 tahun tinggal di kawasan tersebut, menyampaikan bahwa bantuan makanan sangat membantu keluarganya untuk berbuka puasa, terlebih penghasilan suaminya sebagai pengemudi ojek daring tidak menentu. “Senang banget dapat bantuan makanan dari BAZNAS. Membantu saya dan keluarga untuk berbuka nanti malam. Semoga bantuan ini bisa diperbanyak lagi supaya semakin banyak warga yang kurang mampu bisa menikmati makanan berbuka puasa yang layak. Terima kasih BAZNAS sudah berbagi dengan kita,” ucap Eva. Program ini menjadi wujud nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS mampu menghadirkan kebahagiaan sederhana namun bermakna bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan keadilan bagi sesama.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Lumbung Pangan BAZNAS di Berbagai Daerah Siapkan Beras Zakat Fitrah 1447 H
Lumbung Pangan BAZNAS di Berbagai Daerah Siapkan Beras Zakat Fitrah 1447 H
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat kelompok petani binaan Program Lumbung Pangan (LP) di berbagai daerah dalam mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah 1447 H/2026 M. Sejumlah Lumbung Pangan yang siap menyuplai beras zakat fitrah antara lain Lumbung Pangan Purbalingga, Lumbung Pangan Serang, Lumbung Pangan Pesawaran, dan Lumbung Pangan Polewali Mandar. Seluruhnya merupakan bagian dari program pemberdayaan petani mustahik yang selama ini dibina oleh BAZNAS. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan BAZNAS mengupayakan penyediaan beras zakat fitrah dengan kualitas terbaik sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi petani binaan. “BAZNAS terus berikhtiar menyiapkan Beras Zakat Fitrah dengan kualitas premium. Untuk penyuplaian beras zakat fitrah, kami mendahulukan mustahik binaan BAZNAS yang merupakan petani. Kami maksimalkan terlebih dahulu dari hasil mereka, dan jika masih terdapat kekurangan, barulah dilakukan kerja sama dengan pihak lain untuk memenuhinya,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (25/2/2026). Langkah ini dilakukan agar zakat fitrah tidak hanya tersalurkan dengan baik kepada penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi petani mustahik binaan. Saidah menjelaskan, proses penyediaan beras zakat fitrah dikawal sejak awal produksi. Mulai dari memastikan panen raya berjalan optimal, pengawasan proses penggilingan sesuai standar, hingga pengemasan sesuai ketentuan distribusi BAZNAS. Selain itu, kesiapan distribusi juga menjadi perhatian utama. BAZNAS menyiapkan sistem pengiriman terkoordinasi agar beras zakat fitrah tiba tepat waktu di titik penyaluran, mengingat zakat fitrah memiliki batas waktu sebelum Hari Raya Idulfitri. “Butir demi butir beras dari gabah yang mereka panen menjadi bukti gerakan pemberdayaan petani mustahik. Ini bukan sekadar distribusi bantuan, tetapi transformasi dari mustahik menjadi berdaya,” tambahnya. Melalui skema ini, para petani tidak hanya mendapatkan bantuan modal dan pendampingan, tetapi juga memperoleh akses pasar yang jelas melalui penyerapan hasil panen untuk kebutuhan zakat fitrah nasional. Tunaikan Zakat Fitrah Melalui BAZNAS Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat fitrah melalui lembaga resmi agar manfaatnya lebih luas dan berdampak ganda: membantu mustahik sekaligus memberdayakan petani binaan. Zakat fitrah yang ditunaikan melalui BAZNAS bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan menjelang Idulfitri, tetapi juga bagian dari ekosistem pemberdayaan umat. Mari percayakan zakat fitrah Anda kepada BAZNAS Kota Cirebon. Klik Tombol dibawah ini: atau dengan cara transfer ke rekening:BSI 1034035292a.n BAZNAS Kota Cirebon??????Konfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi :WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected] Tunaikan lebih awal, salurkan lebih tepat, dan hadirkan kebahagiaan Idulfitri bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Salurkan Paket Ramadan Bahagia untuk Santri Rumah Tahfiz Apung Kamal Muara
BAZNAS RI Salurkan Paket Ramadan Bahagia untuk Santri Rumah Tahfiz Apung Kamal Muara
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa Paket Ramadan Bahagia (PRB) kepada para santri di Rumah Tahfiz Apung (RTA), Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (24/02/2026). Bantuan tersebut didistribusikan kepada para pengajar dan sekitar 65 santri yang menimba ilmu Al-Qur’an di kawasan pesisir tersebut. Program Paket Ramadan Bahagia merupakan program tahunan BAZNAS berupa paket kebutuhan pokok bagi keluarga prasejahtera atau mustahik di seluruh Indonesia, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan. Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat, menyampaikan rasa kagumnya terhadap semangat para pengelola dan santri di Rumah Tahfiz Apung. "Bagi saya rumah Tahfiz ini adalah extraordinary. Luar biasa! Apa yang luar biasa? Semangatnya, ghirahnya, pantang menyerah, tidak mau tunduk pada keadaan," ujar Imdadun dalam sambutannya. Ia menegaskan, kehadiran BAZNAS di lokasi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap tempat-tempat perjuangan dalam meninggikan kalimat Allah melalui Al-Qur’an. "Niat perjuangan memperjuangkan agama Allah, meninggikan bendera Al-Qur'an, li i’laai kalimatillah. Ini yang luar biasa dari tempat ini. Oleh karena itu, BAZNAS layak untuk sampai ke sini," tegasnya. Selain menyalurkan bantuan, Imdadun juga memberikan motivasi kepada para santri agar terus semangat meraih cita-cita dengan bekal ilmu dan tekad yang kuat. Ia berpesan agar para santri menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi. "Sayap kiri namanya ilmu, sayap kanan namanya himmah. Itulah yang nanti akan membawa kalian terbang tinggi menjadi guru, dosen, bupati, atau apa saja. Bekalnya adalah semangat dan ilmu," pesannya. Sementara itu, pengajar Rumah Tahfiz Apung, Ustaz Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS RI terhadap para santri yang tetap tekun menghafal Al-Qur’an di tengah keterbatasan. "Alhamdulillah, di sini kami membina kurang lebih 65 santri. Tentunya kami mengucapkan jazakumullah khairan katsira, terima kasih banyak kepada Badan Amil Zakat Nasional yang telah bersilaturahmi memberikan paket untuk Ramadan Bahagia kepada santri-santri kami," ujarnya. Bantuan tersebut dinilai sangat bermanfaat, baik bagi santri maupun tenaga pendidik yang mengabdi di Rumah Tahfiz Apung. Kehadiran BAZNAS menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap kesejahteraan para pejuang Al-Qur’an di wilayah yang sulit dijangkau. Mari Hadirkan Ramadan Bahagia di Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon mengajak masyarakat untuk turut menghadirkan kebahagiaan Ramadan bagi para santri, yatim, dhuafa, dan keluarga prasejahtera di wilayah Kota Cirebon. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan di BAZNAS Kota Cirebon, program seperti Paket Ramadan Bahagia dapat terus menjangkau mereka yang membutuhkan, termasuk lembaga pendidikan keagamaan berbasis masyarakat. Mari jadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kepedulian. Salurkan zakat dan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon agar lebih banyak santri dan keluarga dhuafa merasakan keberkahan dan kebahagiaan Ramadan.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Bantu Pulihkan Sumatra, Yayasan LIA Salurkan Donasi Rp160 Juta Melalui BAZNAS RI
Bantu Pulihkan Sumatra, Yayasan LIA Salurkan Donasi Rp160 Juta Melalui BAZNAS RI
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima donasi kemanusiaan sebesar Rp160.000.000 dari Yayasan LIA untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Sumatra. Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana keluarga besar LIA, termasuk partisipasi siswa dan mahasiswa. Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Kantor Yayasan LIA, Jalan Pengadegan Timur, Jakarta Selatan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS dalam mengelola dan menyalurkan bantuan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Yayasan LIA untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatra. Dana sebesar Rp160.000.000 ini akan kami wujudkan dalam bentuk Paket Logistik Keluarga dan akan kami salurkan secepatnya sesuai dengan kebutuhan mendesak di lapangan,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (24/02/2026). Menurutnya, bencana kerap menjadi titik awal munculnya mustahik baru sehingga penanganannya tidak dapat dilakukan oleh negara saja. Peran BAZNAS bersama mitra seperti Yayasan LIA menjadi bagian penting dalam melengkapi upaya pemerintah, baik dalam masa tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana. Ia menjelaskan, BAZNAS telah menjalankan program pemulihan yang komprehensif, mulai dari program kembali ke sekolah, kembali ke rumah, kembali ke rumah ibadah, hingga pemulihan ekonomi agar aktivitas sosial masyarakat dapat pulih secara bertahap. “Kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh Yayasan LIA melalui BAZNAS RI. Semoga bantuan ini memberikan manfaat bagi para korban, baik di Aceh maupun wilayah lain di Sumatra,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan LIA, Ilza Mayuni, menyatakan donasi ini merupakan bentuk solidaritas keluarga besar LIA terhadap masyarakat terdampak bencana. “Kami menyerahkan donasi ini melalui BAZNAS dengan harapan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian di Sumatra. Kami percaya BAZNAS memiliki jaringan dan tata kelola yang baik untuk memastikan bantuan ini sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya. Perkuat Solidaritas dari Daerah BAZNAS Kota Cirebon menyambut baik sinergi antara lembaga pendidikan dan BAZNAS RI dalam misi kemanusiaan ini. Kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Semangat gotong royong ini juga menjadi pengingat bahwa bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena itu, BAZNAS Kota Cirebon terus mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas melalui zakat, infak, dan sedekah agar respons kemanusiaan dapat bergerak cepat, tepat, dan berdampak luas. Melalui dukungan masyarakat, zakat tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga solusi nyata dalam pemulihan sosial dan ekonomi pascabencana.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Ramadan Berbagi, Dan+Dan Bersama BAZNAS RI Salurkan Paket Makanan dan Logistik Keluarga
Ramadan Berbagi, Dan+Dan Bersama BAZNAS RI Salurkan Paket Makanan dan Logistik Keluarga
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan perusahaan ritel kecantikan dan kesehatan Dan+Dan dalam program Ramadan Berbagi dengan menyalurkan paket Sajian Berkah Bergizi dan Paket Logistik Keluarga (PLK) di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Program Sajian Berkah Bergizi menyasar empat yayasan yatim dan dhuafa di wilayah Matraman, Jakarta Timur hingga Johar Baru, Jakarta Pusat. Sementara itu, Paket Logistik Keluarga didistribusikan kepada para mustahik di wilayah Jakarta Timur sebagai bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan dasar selama Ramadan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil sedekah konsumen Dan+Dan yang disalurkan melalui BAZNAS. “Kami percaya bahwa akses terhadap makanan bergizi adalah hak setiap anak. Melalui program Sajian Berkah Bergizi dan Paket Logistik Keluarga ini, kami ingin memastikan kehadiran Dan+Dan dan BAZNAS memberikan manfaat langsung yang dapat dirasakan oleh lingkungan sekitar," jelas Saidah dalam keterangan tertulis. Ia menambahkan, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjadi bantuan jangka pendek, tetapi juga mampu memantik semangat gotong royong antara korporasi dan lembaga negara dalam menekan angka malnutrisi serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan dhuafa. “Melalui sinergi ini, kami ingin semangat berbagi ini terus berkelanjutan. Kami berharap langkah kecil ini bisa memicu aksi gotong royong yang lebih besar dalam menjaga kecukupan gizi dan menghadirkan senyum bagi anak-anak yatim serta dhuafa,” ujarnya. Program ini mendapat sambutan hangat dari para pengasuh yayasan penerima manfaat. Pengasuh Yayasan Al-Kahfi Cabang Jakarta Pusat, Tiara, menyampaikan bahwa wilayah Johar Baru sebagai salah satu kawasan padat penduduk sangat membutuhkan perhatian, terutama dalam hal pangan. “Sajian Berkah Bergizi ini sangat membantu anak-anak dalam pemenuhan gizi agar tidak stunting dan agar tumbuh kembangnya baik. Ke depannya, semoga BAZNAS bersama Dan+Dan bisa selalu memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat,” tuturnya. Apresiasi juga disampaikan oleh Ayu, pengasuh Pondok Yatim & Dhu'afa. Ia mengungkapkan rasa terima kasih karena bantuan datang pada saat yang tepat. “Paket makanan ini sangat berarti bagi anak-anak, terutama karena saat bantuan tiba, kami memang belum memiliki persediaan untuk makan malam,” ungkapnya. Inspirasi Kolaborasi untuk Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon memandang kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga zakat seperti ini sebagai model sinergi yang patut diperluas. Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui dukungan para muzaki, mitra usaha, dan masyarakat, BAZNAS Kota Cirebon terus berkomitmen menghadirkan program-program pemenuhan gizi, bantuan logistik keluarga, serta pemberdayaan mustahik di wilayah Kota Cirebon. Semangat Ramadan Berbagi bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang memastikan tidak ada saudara kita yang merasa sendiri dalam keterbatasan. Mari terus dukung program-program kemanusiaan melalui BAZNAS Kota Cirebon agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan 2026 Sebesar Rp7.640.144 per Bulan
BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan 2026 Sebesar Rp7.640.144 per Bulan
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menetapkan nisab zakat penghasilan dan jasa tahun 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan atau Rp91.681.728 per tahun. Keputusan tersebut dihasilkan melalui musyawarah penetapan nisab pada Jumat (20/2/2026), dengan mempertimbangkan aspek syariah, regulasi, serta kondisi ekonomi masyarakat. Penetapan ini mengacu pada harga emas 14 karat setara 85 gram emas, berdasarkan rata-rata harga emas sepanjang tahun 2025. Dari perhitungan tersebut, ditetapkan bahwa batas minimal penghasilan seorang muslim untuk wajib zakat (2,5 persen) adalah Rp91.681.728 per tahun. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Waryono Abdul Ghafur, menegaskan bahwa Kementerian Agama Republik Indonesia tetap berpedoman pada PMA Nomor 31 Tahun 2019 serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan. Menurutnya, penggunaan standar emas sebagai acuan bertujuan menghadirkan ukuran yang objektif dengan tetap mempertimbangkan kemaslahatan mustahik dan muzaki. Ia juga menjelaskan, PMA Nomor 31 Tahun 2019 tidak mengatur secara spesifik jenis karat emas, sehingga BAZNAS memiliki kewenangan menetapkan standar dengan tetap memperhatikan aspek kemaslahatan. Nilai nisab tahun 2026 ini mengalami kenaikan sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penyesuaian tersebut selaras dengan tren kenaikan upah tahunan sebesar 6,17 persen. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menegaskan bahwa penetapan nisab tidak boleh ditunda karena menyangkut kepastian hukum dan keseragaman tata kelola zakat nasional. “Kita tidak boleh membiarkan adanya kekosongan standar. Dalam pengelolaan zakat nasional harus ada patokan yang jelas, karena yang menjadi regulator dalam hal ini adalah BAZNAS. Standar ini menjadi rujukan bagi seluruh pengelola zakat,” ujarnya. Kiai Noor menjelaskan, keputusan penggunaan emas 14 karat merupakan bentuk keseimbangan antara kepatuhan terhadap ketentuan syariah dan kemaslahatan umat. Standar ini dinilai relevan karena relatif sepadan dengan harga beras premium, serta tetap mengacu pada parameter perak dan Pendapatan Tidak Kena Zakat (PTKZ). “Sehingga pengambilan keputusan nisab ini telah memenuhi unsur Aman Syar’i, Aman Regulasi serta memperhatikan kepentingan muzaki dan mustahik,” tegasnya. Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 15 Tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026 pada Sabtu (21/2/2026). Musyawarah ini turut dihadiri pimpinan BAZNAS RI, para pakar syariah, serta perwakilan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, baik secara luring maupun daring. Imbauan untuk Muzaki Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon mengimbau para ASN, profesional, pengusaha, dan pekerja di Kota Cirebon untuk mulai menghitung kewajiban zakat penghasilan berdasarkan ketentuan terbaru tersebut. Bagi masyarakat yang memiliki penghasilan minimal Rp7.640.144 per bulan, maka telah memenuhi nisab dan wajib menunaikan zakat sebesar 2,5 persen dari penghasilannya. Menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Cirebon memastikan dana yang dititipkan dikelola secara aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI, serta disalurkan tepat sasaran untuk membantu fakir miskin dan mustahik di wilayah Kota Cirebon. Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi instrumen strategis untuk mengentaskan kemiskinan dan memperkuat kesejahteraan umat. Mari tunaikan zakat penghasilan melalui BAZNAS Kota Cirebon dan jadikan harta lebih berkah serta bermanfaat luas bagi masyarakat.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Tegaskan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
BAZNAS RI Tegaskan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat terkait pemanfaatan dana zakat. Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Rizaludin Kurniawan, menyatakan bahwa pemanfaatan ZIS memiliki aturan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. “Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026). Ia menjelaskan, zakat hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, riqab (hamba sahaya), gharimin (orang berutang untuk kebutuhan dasar), fisabilillah, serta ibnu sabil (musafir yang kehabisan bekal). Menurutnya, ketentuan tersebut menjadi rambu utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian harus berada dalam koridor syariah. Rizaludin menambahkan, secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada dalam sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang penggunaannya diatur ketat berdasarkan syariat. "Karena itu, penggunaan dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang tidak masuk dalam kategori asnaf, termasuk program MBG," ujarnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengelolaan zakat di BAZNAS berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip ini memastikan zakat dikelola sesuai ajaran agama, taat hukum, serta mendukung kepentingan bangsa. Program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam delapan asnaf. BAZNAS juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat. Seluruh amanah muzaki dipastikan tersalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin dan kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia. “Kami menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Masyarakat bisa melihat laporan secara keseluruhan di website resmi BAZNAS,” ujar Rizaludin. Komitmen Transparansi hingga Daerah BAZNAS Kota Cirebon mendukung penuh komitmen BAZNAS RI dalam menjaga amanah zakat. Transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap syariat menjadi prinsip utama dalam setiap program penghimpunan maupun pendistribusian zakat di daerah. Masyarakat Kota Cirebon tidak perlu ragu menunaikan zakat melalui BAZNAS, karena dana yang dititipkan akan disalurkan sesuai ketentuan syariah dan peraturan yang berlaku, khususnya untuk membantu fakir miskin dan para mustahik di wilayah Kota Cirebon. Zakat yang ditunaikan bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi kekuatan nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan membangun kesejahteraan umat.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Salurkan 2.310 Hidangan Berbuka untuk Warga Palestina di Sekitar Masjid Al-Aqsa
BAZNAS RI Salurkan 2.310 Hidangan Berbuka untuk Warga Palestina di Sekitar Masjid Al-Aqsa
KOTA CIREBON – Semangat solidaritas umat Islam Indonesia kembali menembus batas geografis. Melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, sebanyak 2.310 porsi hidangan berbuka puasa disalurkan kepada warga Palestina di kawasan Masjid Al-Aqsa pada Ramadan 1447 H. Bantuan ini merupakan amanah masyarakat Indonesia yang dititipkan melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat nasional. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan rasa syukur atas tersalurkannya bantuan tersebut. "Alhamdulillah, amanah masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui BAZNAS berupa 2.310 porsi hidangan berbuka puasa telah sampai dan dibagikan kepada warga dan jemaah di sekitar kawasan Masjid Al-Aqsa. Hidangan tersebut telah kami sesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan konsumsi warga setempat," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (23/2/2026). Menurutnya, bantuan ini dihadirkan untuk membantu masyarakat Palestina memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadan, terlebih di tengah situasi kemanusiaan yang belum stabil. Kiai Noor menjelaskan, keterbatasan akses pangan di sejumlah wilayah Palestina membuat bantuan internasional sangat dibutuhkan, khususnya pada bulan Ramadan ketika kebutuhan konsumsi meningkat. “Semoga apa yang kita berikan ini dapat meringankan beban masyarakat Palestina serta menghadirkan kebahagiaan pada bulan Ramadan. BAZNAS mewakili masyarakat Indonesia akan terus hadir untuk memberikan kebahagiaan di masa-masa sulit. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Kiai Noor. Ia menegaskan, BAZNAS RI memastikan setiap bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dengan menggandeng mitra kemanusiaan terpercaya di lapangan, sehingga proses distribusi berjalan efektif, transparan, dan akuntabel. "Zakat menguatkan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga dalam misi kemanusiaan dunia," tegasnya. Solidaritas Global, Energi Kebaikan dari Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon memandang langkah ini sebagai bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan hanya menghadirkan keberkahan lokal, tetapi juga menjadi jembatan kepedulian global. Dari Indonesia, termasuk dari Kota Cirebon, doa dan dukungan terus mengalir untuk saudara-saudara kita di Palestina. Semangat ini sejalan dengan komitmen BAZNAS Kota Cirebon untuk terus menguatkan peran zakat sebagai instrumen kemanusiaan, baik dalam skala daerah, nasional, maupun internasional. Kami mengajak masyarakat Kota Cirebon untuk terus membersamai perjuangan kemanusiaan ini melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS: BSI 1034035292 a.n. BAZNAS Kota Cirebon Mari lanjutkan aksi nyata ini. Dari tangan-tangan dermawan masyarakat, harapan bisa kembali dinyalakan, bahkan di tanah yang sedang diuji.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Aksi Ramadan BAZNAS RI Salurkan 600 Paket Makanan dan 670 Takjil, BAZNAS Kota Cirebon Dukung Gerakan Berbagi
Aksi Ramadan BAZNAS RI Salurkan 600 Paket Makanan dan 670 Takjil, BAZNAS Kota Cirebon Dukung Gerakan Berbagi
BAZNAS Kota Cirebon mengapresiasi langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang terus menggencarkan program kemanusiaan selama bulan suci Ramadan dengan menyalurkan total 600 paket makanan siap saji dan 670 paket takjil bagi masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya, seperti Tangerang, Depok, dan Bogor pada Minggu (22/2/2026). Program ini menyasar lembaga pendidikan Islam, panti asuhan, hingga pengunjung pusat perbelanjaan sebagai upaya menghadirkan kenyamanan beribadah bagi para santri, anak yatim, serta pejuang nafkah yang masih berada di jalan saat waktu berbuka tiba. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., berharap aksi ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menebarkan semangat berbagi di bulan penuh rahmat. "Kami berupaya memastikan setiap donasi dari masyarakat tersampaikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, mulai dari santri di pelosok hingga warga di pusat kota," jelas Saidah dalam keterangan tertulis. Dukungan dari para muzaki dan mitra donatur menjadi kunci utama keberlangsungan program-program penyaluran ini. Distribusi Paket Makanan di Depok Di wilayah Depok, BAZNAS memfokuskan pendistribusian 600 paket makanan ke tiga titik utama di Kecamatan Beji, yaitu YPLB Nusantara, PTQ Griya Qur'an, dan Ponpes Yatim Dhuafa Al Wutsqo. Sementara itu, pendistribusian 670 paket takjil dilakukan bekerja sama dengan sejumlah mitra pusat perbelanjaan, di antaranya Summarecon Mall Kelapa Gading, Summarecon Mall Serpong, serta Lippo Plaza Ekalokasari. "Setiap paket makanan yang sampai ke tangan santri di pelosok Beji hingga takjil di pusat keramaian Jakarta adalah titipan amanah dari para muzaki. BAZNAS berkomitmen untuk terus menjembatani kebaikan ini, memastikan distribusi dilakukan secara tepat sasaran demi meringankan beban ekonomi masyarakat di kawasan metropolitan dan sekitarnya," ujarnya. Apresiasi dari Penerima Manfaat Pihak YPLB Nusantara Depok mengungkapkan bantuan ini sangat berarti bagi operasional panti yang menaungi ratusan anak. Sujono, selaku Kepala Panti, menyampaikan rasa terima kasihnya. "Terima kasih atas perhatian BAZNAS, semoga BAZNAS ke depannya sukses selalu. Amin, amin ya rabbal alamin," ujar Sujono. Senada dengan hal tersebut, PTQ Griya Quran Depok juga merasakan manfaat langsung dari bantuan ini. "Terima kasih, jazakumullahu khairan kepada BAZNAS yang telah mengirimkan paket makanan kepada pesantren kami. Semoga menjadi berkah, apalagi di bulan puasa. Semoga kebaikan Bapak dan Ibu semua dibalas oleh Allah SWT dengan berlipat-lipat pahala," kata Ustaz Zulkifli, Kepala Bidang Kesantrian PTQ Griya Quran. Dukungan serupa juga disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Al-Wutsqo. Irfan Fadillah, Koordinator Santri dan Alumni Ponpes Al-Wutsqo, berharap kolaborasi kemanusiaan ini dapat terus berlanjut. "Terima kasih untuk BAZNAS dan mustahik atas donasinya di Pondok Pesantren Al-Wutsqo. Semoga hal baik ini bisa berlangsung untuk tahun-tahun ke depannya lagi," tuturnya. Komitmen BAZNAS Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon memandang aksi Ramadan ini sebagai wujud nyata penguatan peran zakat dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di momentum bulan suci. Distribusi paket makanan dan takjil bukan sekadar bantuan konsumtif, tetapi juga simbol kepedulian dan kebersamaan umat. Sejalan dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran, transparan, dan berdampak. Dengan dukungan para muzaki, BAZNAS Kota Cirebon akan terus menghadirkan program-program Ramadan yang menguatkan solidaritas sosial dan meringankan beban masyarakat Kota Cirebon.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Hadirkan Pesantren Jalan Cahaya di 20 Titik, BAZNAS Kota Cirebon Dukung Dakwah Inklusif Ramadan
BAZNAS RI Hadirkan Pesantren Jalan Cahaya di 20 Titik, BAZNAS Kota Cirebon Dukung Dakwah Inklusif Ramadan
BAZNAS Kota Cirebon menyambut penuh apresiasi pelaksanaan Program Pesantren Jalan Cahaya Ramadan 1447 H yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di 20 titik se-Indonesia selama bulan suci Ramadan. Program ini dilaksanakan di 11 provinsi dengan target sekitar 2.000 peserta dari kalangan anak jalanan, komunitas punk dan preman, penyandang disabilitas, serta komunitas rentan seperti masyarakat terdampak bencana, pemulung, mualaf, tuna susila, tuna wisma, yatim dhuafa, lansia, dan keluarga prasejahtera. Pelaksanaan perdana Pesantren Jalan Cahaya diselenggarakan di Masjid Jami’ Nurul Hidayah, Sabtu (21/2/2026), sekaligus menjadi penanda dimulainya program secara nasional. Zakat sebagai Cahaya Perubahan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS menghadirkan zakat yang berdampak secara spiritual dan sosial, sejalan dengan tagline Ramadan BAZNAS yakni “Zakat Menguatkan Indonesia”. “Ramadan adalah momentum terbaik untuk menguatkan keimanan. Melalui Pesantren Jalan Cahaya, kami ingin memastikan zakat menjadi cahaya perubahan bagi saudara-saudara kita yang selama ini terpinggirkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Sementara itu, Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, menjelaskan bahwa program ini memang dirancang untuk menjangkau komunitas yang selama ini minim akses pembinaan keagamaan formal. “Kami ingin menyasar komunitas-komunitas yang terabaikan dari sentuhan dakwah. Harapannya mereka bisa kembali menemukan cahaya – cahaya zakat dan cahaya ilahiyah – agar semakin dekat kepada Allah SWT,” jelas Farid. Ia menambahkan, pembinaan selama Ramadan ini akan menjadi pintu masuk untuk program lanjutan melalui pendekatan Zakat Community Development, mencakup pemberdayaan ekonomi dan sosial agar perubahan yang dibangun bersifat berkelanjutan. Kolaborasi dan Harapan Peserta Program ini turut menggandeng sejumlah mitra, salah satunya Yayasan Insan Kudama Indonesia. Ketua Yayasan Insan Kudama Indonesia, M. Ali Mahfudz, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. “Kami sangat terbantu dengan adanya program ini, khususnya dalam mendampingi masyarakat rentan. Harapannya kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” katanya. Salah satu peserta, Puji, mengaku senang dan berharap kegiatan serupa terus dilakukan. “Alhamdulillah senang dengan adanya program BAZNAS ini. Selain beribadah di bulan Ramadan, kami bisa mempererat silaturahmi dan menimba ilmu agama. Semoga tidak hanya di bulan Ramadan saja,” ujarnya. Melalui Pesantren Jalan Cahaya, BAZNAS RI menegaskan komitmennya menghadirkan dakwah yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga zakat menjadi instrumen perubahan bagi masyarakat marjinal di berbagai daerah Indonesia. Komitmen BAZNAS Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon memandang program Pesantren Jalan Cahaya sebagai model dakwah sosial yang menyentuh akar persoalan umat, tidak hanya pada aspek ekonomi tetapi juga pembinaan keimanan dan karakter. Semangat menghadirkan zakat sebagai cahaya perubahan sejalan dengan komitmen BAZNAS Kota Cirebon dalam memperluas akses pembinaan keagamaan bagi masyarakat rentan di daerah. Ke depan, BAZNAS Kota Cirebon akan terus mengembangkan program pemberdayaan yang terintegrasi antara bantuan sosial, penguatan spiritual, dan pembinaan ekonomi, agar zakat benar-benar menjadi instrumen transformasi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kota Cirebon.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Bersama KPK, BAZNAS RI Dorong Penguatan Tata Kelola Zakat Berbasis Integritas
Bersama KPK, BAZNAS RI Dorong Penguatan Tata Kelola Zakat Berbasis Integritas
BAZNAS Kota Cirebon menyambut positif sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memperkuat pendidikan antikorupsi bagi pengelola zakat di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) berjalan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas. Sinergi tersebut mengemuka dalam audiensi yang digelar di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (20/2/2026), yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., jajaran pimpinan BAZNAS RI, serta pimpinan KPK. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, koordinasi dengan KPK merupakan langkah penting dalam menjaga akuntabilitas sekaligus memperkuat sistem pengawasan internal di lingkungan pengelolaan zakat nasional. Lebih lanjut, Kiai Noor mengatakan, pendidikan antikorupsi menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pengawasan di seluruh unit BAZNAS, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia menilai, kebutuhan akan pendidikan antikorupsi semakin mendesak mengingat pengelolaan ZIS menuntut kehati-hatian serta standar integritas yang tinggi. “Kami juga memiliki BAZNAS Institute yang menyelenggarakan pendidikan, termasuk pendidikan antikorupsi. Kami berharap KPK berkenan mengisi materi khusus dalam setiap pelatihan agar penguatan integritas semakin optimal,” kata Kiai Noor. Kiai Noor berharap sinergi antara BAZNAS dan KPK mampu memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan pengelola zakat sekaligus meningkatkan kepercayaan para muzaki untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi, seperti BAZNAS. “Kehadiran kami di KPK ini merupakan bentuk transparansi agar publik mengetahui bahwa BAZNAS terbuka dan siap diawasi. Pengelolaan dana publik selalu memiliki risiko sehingga pengawasan harus terus diperkuat,” katanya. Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyambut baik komitmen BAZNAS dalam memperluas pendidikan antikorupsi hingga ke seluruh unit BAZNAS di Indonesia. Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penindakan setelah terjadi pelanggaran. “Kami mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan BAZNAS dan mendukung penyebaran pendidikan antikorupsi hingga tingkat daerah. Jika memungkinkan, kegiatan tersebut dapat dirutinkan dan dilaksanakan secara regional, baik daring maupun luring. KPK siap berkontribusi dalam pendidikan antikorupsi bagi seluruh pengelola zakat di daerah,” ujarnya. Setyo menambahkan, penguatan integritas di tingkat kabupaten dan kota menjadi perhatian penting karena pengelolaan zakat di daerah memiliki tantangan tersendiri. Pendidikan antikorupsi dinilai mampu memperkuat pemahaman mengenai konflik kepentingan, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses penghimpunan hingga distribusi dana. Dalam konteks pencegahan, ia menekankan pentingnya sistem tata kelola yang terbuka dan profesional. Transparansi dalam penghimpunan, penetapan penerima manfaat, hingga pelaporan keuangan harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh pengelola. “Dengan tata kelola yang profesional dan transparan, kepercayaan publik akan meningkat," kata Setyo. Komitmen BAZNAS Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon memandang penguatan tata kelola berbasis integritas sebagai fondasi utama dalam menjaga amanah umat. Sinergi BAZNAS RI dan KPK ini menjadi penguatan moral sekaligus sistemik bagi seluruh jajaran BAZNAS di daerah untuk terus meningkatkan standar transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas dalam pengelolaan ZIS. Sejalan dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pengawasan internal, meningkatkan kapasitas amil melalui pendidikan dan pelatihan, serta membuka ruang transparansi seluas-luasnya kepada publik. Dengan tata kelola yang profesional dan berintegritas, kepercayaan muzaki akan semakin kuat, sehingga zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Cirebon.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS DKI Jakarta Gelar Roadshow Hapus Tato Gratis, BAZNAS Kota Cirebon Dukung Semangat Hijrah dan Pembinaan Holistik
BAZNAS DKI Jakarta Gelar Roadshow Hapus Tato Gratis, BAZNAS Kota Cirebon Dukung Semangat Hijrah dan Pembinaan Holistik
BAZNAS Kota Cirebon menyambut baik langkah BAZNAS BAZIS DKI Jakarta yang kembali menghadirkan layanan hapus tato gratis pada bulan Ramadan di wilayah Jakarta. Program ini menjadi salah satu bentuk dakwah sosial yang menyentuh aspek spiritual, sosial, dan psikologis masyarakat yang ingin berhijrah dan memperbaiki diri. Program ini membuka pendaftaran mulai 23 Februari hingga 4 Maret 2026 secara daring melalui laman resmi yang telah disediakan penyelenggara. Pimpinan Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Baznas/Bazis DKI Jakarta, Muhammad Bahaudin, menyatakan target peserta tahun ini mencapai 1.000 orang. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan target tahun sebelumnya yang sebanyak 700 pendaftar. Inisiatif ini merupakan bagian dari pendekatan holistik yang tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga spiritual dan sosial. BAZNAS Kota Cirebon memandang, program ini merupakan contoh konkret bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada bantuan ekonomi, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual mustahik maupun masyarakat umum yang ingin berubah ke arah yang lebih baik. Pendaftaran dan Syarat Peserta Hapus Tato Gratis Calon peserta program hapus tato gratis BAZNAS DKI diwajibkan mengisi formulir pendaftaran secara lengkap dan benar secara bold. Selain itu, mereka juga harus melampirkan fotokopi KTP dan foto tato yang ingin dihapus sebagai bagian dari proses verifikasi awal. Setelah berani mendaftar, peserta akan dimasukkan ke dalam grup WhatsApp layanan hapus tato sesuai wilayah masing-masing untuk informasi lebih lanjut. Layanan ini terbuka bagi masyarakat dengan KTP DKI Jakarta dan berdomisili di Jabodetabek, menunjukkan jangkauan program yang luas. Namun, terdapat beberapa persyaratan medis yang harus dipenuhi oleh calon peserta. Peserta tidak boleh berada dalam kondisi medis yang dapat menghambat proses penghapusan tato, seperti penyakit kulit kronis, diabetes yang tidak terkontrol, atau gangguan pembekuan darah. Selain itu, peserta harus bersedia mengikuti seluruh prosedur dan tahapan yang ditentukan oleh penyelenggara program. Penting untuk dicatat bahwa peserta tidak diperbolehkan mengikuti program jika memiliki tato permanen di area sensitif atau berisiko tinggi terhadap komplikasi medis. Hal ini untuk memastikan keamanan dan keberhasilan proses penghapusan tato bagi setiap individu. Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan Layanan hapus tato gratis yang diselenggarakan oleh BAZNAS/BAZIS Provinsi DKI Jakarta akan dilaksanakan di sejumlah titik strategis, di antaranya: Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat (23–24 Februari 2026) Aula Masjid Assahara, Kantor Wali Kota Jakarta Barat (24 Februari 2026) Ruang Dirgantara Blok B/C Lantai 2 Kantor Wali Kota Jakarta Selatan (26 Februari 2026) Aula Serbaguna Blok C Kantor Wali Kota Jakarta Timur (3 Maret 2026) Penempatan lokasi ini bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat di berbagai wilayah DKI Jakarta agar dapat mengikuti program secara aman dan tertib. Wujud Dakwah Sosial dan Pendekatan Holistik Kegiatan menghapus tato ini memiliki tujuan mulia untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin berhijrah dan memperbaiki diri. Baznas DKI berkomitmen menyediakan layanan penghapusan tato secara gratis, aman, dan sesuai prosedur medis. Ini adalah wujud nyata dukungan terhadap individu yang bertekad untuk memulai babak baru dalam kehidupan mereka. Selain aspek fisik, program ini juga mengadopsi pendekatan holistik dengan mencakup pelatihan rohani dan motivasi keagamaan. Peserta akan mendapatkan bimbingan untuk memperkuat spiritualitas mereka, sejalan dengan keinginan untuk berhijrah. Edukasi kesehatan juga menjadi bagian integral dari program, memastikan peserta memahami pentingnya gaya hidup sehat setelah proses penghapusan tato. Dengan target 1.000 orang, Baznas DKI menunjukkan peningkatan ambisi dalam menjangkau lebih banyak masyarakat. Peningkatan target ini mencerminkan keberhasilan program serupa di tahun-tahun sebelumnya dan tingginya antusiasme masyarakat. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental dan spiritual bagi para pesertanya. Komitmen BAZNAS Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon menilai program ini sebagai inspirasi dalam memperluas makna pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah yang menyentuh aspek perubahan diri dan penguatan akhlak. Semangat hijrah yang difasilitasi melalui program sosial-keagamaan seperti ini sejalan dengan visi BAZNAS dalam membangun masyarakat yang lebih bermartabat, religius, dan berdaya. Ke depan, BAZNAS Kota Cirebon akan terus memperkuat program-program pemberdayaan yang tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga membina spiritualitas dan mental masyarakat. Dengan dukungan para muzaki dan kolaborasi berbagai pihak, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen menghadirkan layanan yang maslahat, inklusif, dan berdampak luas bagi umat.link pendaftaran: https://baznasbazisdki.id/
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI dan Dubes Sudan Perkuat Sinergi Bantuan Kemanusiaan untuk Krisis Sudan
BAZNAS RI dan Dubes Sudan Perkuat Sinergi Bantuan Kemanusiaan untuk Krisis Sudan
BAZNAS Kota Cirebon menyambut baik langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Sudan untuk Indonesia, H.E. Dr. Yassir Mohamed Ali Mohamed, di Kantor Pusat BAZNAS, Jakarta, Jumat (20/2/2026). Pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi bantuan kemanusiaan bagi rakyat Sudan yang tengah menghadapi krisis berkepanjangan. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., bersama jajaran pimpinan, termasuk Wakil Kepala Misi (DCM) Mr. Anwar Hassan Ali, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional Achmad Sudrajat, Lc., M.A., CFRM., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec. Pertemuan ini menyoroti kondisi terkini di Sudan serta rencana kolaborasi strategis dalam memperkuat bantuan kemanusiaan, khususnya di sektor kesehatan yang dinilai sangat mendesak di tengah situasi darurat yang masih berlangsung. “Kami di BAZNAS menaruh keprihatinan yang sangat mendalam atas krisis kemanusiaan yang terus melanda saudara-saudara kita di Sudan. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, BAZNAS berkomitmen untuk tidak membiarkan mereka berjuang sendirian di tengah konflik yang masih tidak kondusif ini,” jelas Kiai Noor. Ia menegaskan, BAZNAS siap terus memelopori penghimpunan bantuan bagi rakyat Sudan yang telah berjalan selama ini. Momentum audiensi tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan intensitas kampanye kemanusiaan guna memobilisasi dukungan publik yang lebih luas. “Terutama untuk mendukung sektor kesehatan dengan penyediaan fasilitas medis dan obat-obatan yang dinilai sangat mendesak. Kami ingin memastikan amanah dari rakyat Indonesia tersalurkan dengan tepat dan menjadi titik terang bagi kepulihan Sudan ke depannya,” katanya. Sementara itu, Duta Besar Sudan untuk Indonesia, H.E. Dr. Yassir Mohamed Ali Mohamed, menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas solidaritas yang terus ditunjukkan di masa krisis. Dubes Sudan berharap sinergi kemanusiaan dengan BAZNAS dapat difokuskan pada pemulihan sektor kesehatan, mengingat banyaknya fasilitas medis yang terdampak konflik. Pembangunan kembali rumah sakit serta pengadaan alat kesehatan menjadi prioritas untuk menekan angka fatalitas akibat krisis yang telah merenggut lebih dari 200.000 jiwa, terutama di kalangan perempuan dan anak-anak. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Utama BAZNAS RI H. Subhan Cholid, Lc., M.A., serta Deputi I BAZNAS RI H. Mohamad Arifin Purwakananta, S.Ikom., M.Ikom., CFRM. Komitmen BAZNAS Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon memandang penguatan sinergi kemanusiaan ini sebagai bukti bahwa zakat memiliki peran strategis tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global. Solidaritas lintas negara menjadi wujud nyata kepedulian umat terhadap krisis kemanusiaan yang menimpa saudara-saudara Muslim di berbagai belahan dunia. Sejalan dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk terus mendukung kampanye kemanusiaan, memperkuat literasi zakat, serta mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya tersalurkan secara amanah, profesional, dan berdampak luas bagi kemaslahatan umat.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Semarakkan Ramadan di Aceh, BAZNAS RI Gelar Buka Puasa Bersama Penyintas Banjir di Meunasah Darurat
Semarakkan Ramadan di Aceh, BAZNAS RI Gelar Buka Puasa Bersama Penyintas Banjir di Meunasah Darurat
BAZNAS Kota Cirebon mengapresiasi langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang menggelar buka puasa bersama penyintas banjir dan longsor di meunasah darurat Desa Manyang Cut, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Ramadan 1447 H. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan dan semangat kebersamaan bagi warga terdampak bencana yang masih berada di pengungsian maupun rumah terdampak. Suasana buka puasa berlangsung hangat dan penuh kebersamaan di meunasah darurat yang dibangun oleh BAZNAS RI. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut pada hari pertama Ramadan. “Alhamdulillah, pada hari pertama Ramadan ini warga sudah dapat melaksanakan salat dengan aman dan nyaman di meunasah darurat. Selain itu, kegiatan berbuka puasa bersama juga dapat terlaksana dengan lancar dan baik," ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (20/2/2026). Menurut Saidah, Ramadan menjadi momentum penting untuk memulihkan semangat dan harapan masyarakat yang tengah bangkit dari musibah. Karena itu, BAZNAS berupaya memastikan para penyintas tetap dapat merasakan kebahagiaan dan keberkahan bulan suci meskipun berada dalam situasi sulit. "Buka puasa bersama ini menjadi ruang temu bagi warga yang selama ini terpencar di sejumlah titik pengungsian dan rumah terdampak. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat saling menguatkan dan berbagi cerita tentang kondisi yang mereka alami," ucapnya. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS menyediakan berbagai menu berbuka, termasuk ayam goreng khas lokal Aceh yang disambut antusias oleh warga. Saidah menegaskan, terselenggaranya kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat Indonesia yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS RI. Amanah tersebut disalurkan secara langsung untuk membantu kebutuhan warga terdampak bencana. “Tanpa dukungan para muzaki dari seluruh Indonesia, kegiatan berbuka puasa bersama ini mungkin belum bisa terlaksana dengan baik. Amanah yang dititipkan kepada BAZNAS, kami wujudkan dalam bentuk berbagai layanan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya. Sebelumnya, BAZNAS juga telah menggelar salat tarawih berjemaah di Meunasah Darurat BAZNAS yang mampu menampung lebih dari 200 orang. Fasilitas tersebut akan terus difungsikan hingga Idulfitri sebagai pusat kegiatan ibadah dan kebersamaan warga selama masa pemulihan. Komitmen BAZNAS Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon memandang kegiatan ini sebagai wujud nyata kehadiran zakat dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana. Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial terhadap saudara-saudara yang sedang diuji musibah. Sejalan dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program kemanusiaan dan kebencanaan yang cepat, tepat, dan berdampak nyata. Amanah para muzaki akan terus kami kelola secara profesional dan transparan demi menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Ramadan 1447 H, BAZNAS RI Perpanjang Layanan Kesehatan Gratis Selter Ojek Sehat
Ramadan 1447 H, BAZNAS RI Perpanjang Layanan Kesehatan Gratis Selter Ojek Sehat
BAZNAS Kota Cirebon mengapresiasi langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Rumah Sehat BAZNAS yang kembali melanjutkan program Selter Ojek Sehat (SOS) selama bulan Ramadan 1447 H. Program layanan kesehatan gratis ini ditujukan bagi masyarakat, khususnya pengemudi ojek dan angkutan umum, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan pekerja sektor informal. Perpanjangan program dilakukan sebagai respons atas tingginya kebutuhan layanan kesehatan serta antusiasme masyarakat yang sangat positif sejak program ini diluncurkan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari rangkaian program Ramadan. “Ini adalah program Ramadan. Awalnya dilaksanakan sebelum Ramadan, lalu kami perpanjang selama bulan Ramadan karena kebutuhannya memang cukup banyak dan antusiasme masyarakat juga tinggi,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (19/2/2026). Awalnya, program Selter Ojek Sehat menargetkan 1.000 penerima manfaat. Namun, setelah diperpanjang selama Ramadan, target ditingkatkan menjadi 3.000 penerima manfaat. Perluasan layanan juga dilakukan dengan menambah titik pelayanan, salah satunya di Terminal Kampung Melayu. Menurut Saidah, terminal memiliki karakteristik penerima manfaat yang lebih beragam sehingga perlu dijangkau. Layanan ini terbuka bagi sopir angkot, sopir busway, pengemudi Transjakarta, ojek online, hingga masyarakat umum yang ingin memeriksakan kondisi kesehatannya selama menjalani ibadah puasa. “Kami berharap dengan adanya layanan ini, kondisi kesehatan selama puasa tetap prima. Kalau ada keluhan seperti sakit, pegal, atau kekurangan vitamin, bisa langsung meminta pemeriksaan kepada dokter,” jelas Saidah. Untuk pelayanan di Terminal Kampung Melayu, BAZNAS menargetkan 100 penerima manfaat dengan waktu pelayanan pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Meski demikian, masyarakat tetap akan dilayani meskipun jumlah peserta melampaui target. "Kami akan terus melanjutkan layanan selama waktu dan anggaran masih tersedia," jelasnya. Saidah berharap layanan kesehatan ini dapat membantu masyarakat tetap sehat selama Ramadan serta ke depan mampu menjangkau lebih banyak lokasi. “Kami tidak menolak siapa pun yang ingin berobat. Silakan datang dan memanfaatkan layanan yang tersedia. Bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, BAZNAS juga menyediakan layanan di Rumah Sehat BAZNAS Indonesia di Jatinegara yang berstatus Klinik Pratama dengan fasilitas pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi, serta layanan USG," ujar saidah. Sementara itu, Sarjono (68), pengemudi ojek online yang telah bekerja selama lima tahun, mengaku sangat terbantu dengan layanan tersebut. “Terima kasih BAZNAS. Saya senang sekali ada layanan kesehatan untuk ojek dan sopir. Kalau bisa dirutinkan, misalnya sebulan sekali, karena pekerjaan kami sering di jalan dan cukup berisiko,” kata Sarjono. Senada dengan itu, Agusman (45), Pengemudi Mikrobus Jaklingko yang telah bekerja enam tahun, juga menyampaikan apresiasinya. “Ini sangat menolong dan gratis. Kalau bisa ditambah lagi layanannya supaya semakin banyak yang merasakan manfaat,” ujarnya. Komitmen BAZNAS Kota Cirebon BAZNAS Kota Cirebon memandang program Selter Ojek Sehat sebagai wujud nyata pendayagunaan zakat di bidang kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya pekerja sektor informal yang rentan terhadap risiko kesehatan. Semangat pelayanan yang inklusif dan humanis ini menjadi inspirasi bagi BAZNAS Kota Cirebon untuk terus memperluas akses layanan kesehatan bagi mustahik di daerah, khususnya selama Ramadan. Dengan pengelolaan zakat yang amanah dan profesional, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen menghadirkan program-program yang tidak hanya meringankan beban, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →