Berita Terbaru
BAZNAS RI Salurkan 2.310 Hidangan Berbuka untuk Warga Palestina di Sekitar Masjid Al-Aqsa
KOTA CIREBON – Semangat solidaritas umat Islam Indonesia kembali menembus batas geografis. Melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, sebanyak 2.310 porsi hidangan berbuka puasa disalurkan kepada warga Palestina di kawasan Masjid Al-Aqsa pada Ramadan 1447 H.
Bantuan ini merupakan amanah masyarakat Indonesia yang dititipkan melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat nasional.
Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan rasa syukur atas tersalurkannya bantuan tersebut.
"Alhamdulillah, amanah masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui BAZNAS berupa 2.310 porsi hidangan berbuka puasa telah sampai dan dibagikan kepada warga dan jemaah di sekitar kawasan Masjid Al-Aqsa. Hidangan tersebut telah kami sesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan konsumsi warga setempat," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, bantuan ini dihadirkan untuk membantu masyarakat Palestina memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadan, terlebih di tengah situasi kemanusiaan yang belum stabil.
Kiai Noor menjelaskan, keterbatasan akses pangan di sejumlah wilayah Palestina membuat bantuan internasional sangat dibutuhkan, khususnya pada bulan Ramadan ketika kebutuhan konsumsi meningkat.
“Semoga apa yang kita berikan ini dapat meringankan beban masyarakat Palestina serta menghadirkan kebahagiaan pada bulan Ramadan. BAZNAS mewakili masyarakat Indonesia akan terus hadir untuk memberikan kebahagiaan di masa-masa sulit. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Kiai Noor.
Ia menegaskan, BAZNAS RI memastikan setiap bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dengan menggandeng mitra kemanusiaan terpercaya di lapangan, sehingga proses distribusi berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.
"Zakat menguatkan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga dalam misi kemanusiaan dunia," tegasnya.
Solidaritas Global, Energi Kebaikan dari Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon memandang langkah ini sebagai bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan hanya menghadirkan keberkahan lokal, tetapi juga menjadi jembatan kepedulian global. Dari Indonesia, termasuk dari Kota Cirebon, doa dan dukungan terus mengalir untuk saudara-saudara kita di Palestina.
Semangat ini sejalan dengan komitmen BAZNAS Kota Cirebon untuk terus menguatkan peran zakat sebagai instrumen kemanusiaan, baik dalam skala daerah, nasional, maupun internasional.
Kami mengajak masyarakat Kota Cirebon untuk terus membersamai perjuangan kemanusiaan ini melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS:
BSI 1034035292
a.n. BAZNAS Kota Cirebon
Mari lanjutkan aksi nyata ini. Dari tangan-tangan dermawan masyarakat, harapan bisa kembali dinyalakan, bahkan di tanah yang sedang diuji.
BERITA26/02/2026 | Admin | Akate
Aksi Ramadan BAZNAS RI Salurkan 600 Paket Makanan dan 670 Takjil, BAZNAS Kota Cirebon Dukung Gerakan Berbagi
BAZNAS Kota Cirebon mengapresiasi langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang terus menggencarkan program kemanusiaan selama bulan suci Ramadan dengan menyalurkan total 600 paket makanan siap saji dan 670 paket takjil bagi masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya, seperti Tangerang, Depok, dan Bogor pada Minggu (22/2/2026).
Program ini menyasar lembaga pendidikan Islam, panti asuhan, hingga pengunjung pusat perbelanjaan sebagai upaya menghadirkan kenyamanan beribadah bagi para santri, anak yatim, serta pejuang nafkah yang masih berada di jalan saat waktu berbuka tiba.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., berharap aksi ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menebarkan semangat berbagi di bulan penuh rahmat.
"Kami berupaya memastikan setiap donasi dari masyarakat tersampaikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, mulai dari santri di pelosok hingga warga di pusat kota," jelas Saidah dalam keterangan tertulis.
Dukungan dari para muzaki dan mitra donatur menjadi kunci utama keberlangsungan program-program penyaluran ini.
Distribusi Paket Makanan di Depok
Di wilayah Depok, BAZNAS memfokuskan pendistribusian 600 paket makanan ke tiga titik utama di Kecamatan Beji, yaitu YPLB Nusantara, PTQ Griya Qur'an, dan Ponpes Yatim Dhuafa Al Wutsqo.
Sementara itu, pendistribusian 670 paket takjil dilakukan bekerja sama dengan sejumlah mitra pusat perbelanjaan, di antaranya Summarecon Mall Kelapa Gading, Summarecon Mall Serpong, serta Lippo Plaza Ekalokasari.
"Setiap paket makanan yang sampai ke tangan santri di pelosok Beji hingga takjil di pusat keramaian Jakarta adalah titipan amanah dari para muzaki. BAZNAS berkomitmen untuk terus menjembatani kebaikan ini, memastikan distribusi dilakukan secara tepat sasaran demi meringankan beban ekonomi masyarakat di kawasan metropolitan dan sekitarnya," ujarnya.
Apresiasi dari Penerima Manfaat
Pihak YPLB Nusantara Depok mengungkapkan bantuan ini sangat berarti bagi operasional panti yang menaungi ratusan anak. Sujono, selaku Kepala Panti, menyampaikan rasa terima kasihnya.
"Terima kasih atas perhatian BAZNAS, semoga BAZNAS ke depannya sukses selalu. Amin, amin ya rabbal alamin," ujar Sujono.
Senada dengan hal tersebut, PTQ Griya Quran Depok juga merasakan manfaat langsung dari bantuan ini.
"Terima kasih, jazakumullahu khairan kepada BAZNAS yang telah mengirimkan paket makanan kepada pesantren kami. Semoga menjadi berkah, apalagi di bulan puasa. Semoga kebaikan Bapak dan Ibu semua dibalas oleh Allah SWT dengan berlipat-lipat pahala," kata Ustaz Zulkifli, Kepala Bidang Kesantrian PTQ Griya Quran.
Dukungan serupa juga disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Al-Wutsqo. Irfan Fadillah, Koordinator Santri dan Alumni Ponpes Al-Wutsqo, berharap kolaborasi kemanusiaan ini dapat terus berlanjut.
"Terima kasih untuk BAZNAS dan mustahik atas donasinya di Pondok Pesantren Al-Wutsqo. Semoga hal baik ini bisa berlangsung untuk tahun-tahun ke depannya lagi," tuturnya.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon memandang aksi Ramadan ini sebagai wujud nyata penguatan peran zakat dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di momentum bulan suci. Distribusi paket makanan dan takjil bukan sekadar bantuan konsumtif, tetapi juga simbol kepedulian dan kebersamaan umat.
Sejalan dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran, transparan, dan berdampak. Dengan dukungan para muzaki, BAZNAS Kota Cirebon akan terus menghadirkan program-program Ramadan yang menguatkan solidaritas sosial dan meringankan beban masyarakat Kota Cirebon.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Hadirkan Pesantren Jalan Cahaya di 20 Titik, BAZNAS Kota Cirebon Dukung Dakwah Inklusif Ramadan
BAZNAS Kota Cirebon menyambut penuh apresiasi pelaksanaan Program Pesantren Jalan Cahaya Ramadan 1447 H yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di 20 titik se-Indonesia selama bulan suci Ramadan.
Program ini dilaksanakan di 11 provinsi dengan target sekitar 2.000 peserta dari kalangan anak jalanan, komunitas punk dan preman, penyandang disabilitas, serta komunitas rentan seperti masyarakat terdampak bencana, pemulung, mualaf, tuna susila, tuna wisma, yatim dhuafa, lansia, dan keluarga prasejahtera.
Pelaksanaan perdana Pesantren Jalan Cahaya diselenggarakan di Masjid Jami’ Nurul Hidayah, Sabtu (21/2/2026), sekaligus menjadi penanda dimulainya program secara nasional.
Zakat sebagai Cahaya Perubahan
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS menghadirkan zakat yang berdampak secara spiritual dan sosial, sejalan dengan tagline Ramadan BAZNAS yakni “Zakat Menguatkan Indonesia”.
“Ramadan adalah momentum terbaik untuk menguatkan keimanan. Melalui Pesantren Jalan Cahaya, kami ingin memastikan zakat menjadi cahaya perubahan bagi saudara-saudara kita yang selama ini terpinggirkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, menjelaskan bahwa program ini memang dirancang untuk menjangkau komunitas yang selama ini minim akses pembinaan keagamaan formal.
“Kami ingin menyasar komunitas-komunitas yang terabaikan dari sentuhan dakwah. Harapannya mereka bisa kembali menemukan cahaya – cahaya zakat dan cahaya ilahiyah – agar semakin dekat kepada Allah SWT,” jelas Farid.
Ia menambahkan, pembinaan selama Ramadan ini akan menjadi pintu masuk untuk program lanjutan melalui pendekatan Zakat Community Development, mencakup pemberdayaan ekonomi dan sosial agar perubahan yang dibangun bersifat berkelanjutan.
Kolaborasi dan Harapan Peserta
Program ini turut menggandeng sejumlah mitra, salah satunya Yayasan Insan Kudama Indonesia. Ketua Yayasan Insan Kudama Indonesia, M. Ali Mahfudz, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut.
“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini, khususnya dalam mendampingi masyarakat rentan. Harapannya kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” katanya.
Salah satu peserta, Puji, mengaku senang dan berharap kegiatan serupa terus dilakukan.
“Alhamdulillah senang dengan adanya program BAZNAS ini. Selain beribadah di bulan Ramadan, kami bisa mempererat silaturahmi dan menimba ilmu agama. Semoga tidak hanya di bulan Ramadan saja,” ujarnya.
Melalui Pesantren Jalan Cahaya, BAZNAS RI menegaskan komitmennya menghadirkan dakwah yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga zakat menjadi instrumen perubahan bagi masyarakat marjinal di berbagai daerah Indonesia.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon memandang program Pesantren Jalan Cahaya sebagai model dakwah sosial yang menyentuh akar persoalan umat, tidak hanya pada aspek ekonomi tetapi juga pembinaan keimanan dan karakter. Semangat menghadirkan zakat sebagai cahaya perubahan sejalan dengan komitmen BAZNAS Kota Cirebon dalam memperluas akses pembinaan keagamaan bagi masyarakat rentan di daerah.
Ke depan, BAZNAS Kota Cirebon akan terus mengembangkan program pemberdayaan yang terintegrasi antara bantuan sosial, penguatan spiritual, dan pembinaan ekonomi, agar zakat benar-benar menjadi instrumen transformasi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kota Cirebon.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Bersama KPK, BAZNAS RI Dorong Penguatan Tata Kelola Zakat Berbasis Integritas
BAZNAS Kota Cirebon menyambut positif sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memperkuat pendidikan antikorupsi bagi pengelola zakat di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) berjalan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Sinergi tersebut mengemuka dalam audiensi yang digelar di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (20/2/2026), yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., jajaran pimpinan BAZNAS RI, serta pimpinan KPK.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, koordinasi dengan KPK merupakan langkah penting dalam menjaga akuntabilitas sekaligus memperkuat sistem pengawasan internal di lingkungan pengelolaan zakat nasional.
Lebih lanjut, Kiai Noor mengatakan, pendidikan antikorupsi menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pengawasan di seluruh unit BAZNAS, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Ia menilai, kebutuhan akan pendidikan antikorupsi semakin mendesak mengingat pengelolaan ZIS menuntut kehati-hatian serta standar integritas yang tinggi.
“Kami juga memiliki BAZNAS Institute yang menyelenggarakan pendidikan, termasuk pendidikan antikorupsi. Kami berharap KPK berkenan mengisi materi khusus dalam setiap pelatihan agar penguatan integritas semakin optimal,” kata Kiai Noor.
Kiai Noor berharap sinergi antara BAZNAS dan KPK mampu memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan pengelola zakat sekaligus meningkatkan kepercayaan para muzaki untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi, seperti BAZNAS.
“Kehadiran kami di KPK ini merupakan bentuk transparansi agar publik mengetahui bahwa BAZNAS terbuka dan siap diawasi. Pengelolaan dana publik selalu memiliki risiko sehingga pengawasan harus terus diperkuat,” katanya.
Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyambut baik komitmen BAZNAS dalam memperluas pendidikan antikorupsi hingga ke seluruh unit BAZNAS di Indonesia. Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penindakan setelah terjadi pelanggaran.
“Kami mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan BAZNAS dan mendukung penyebaran pendidikan antikorupsi hingga tingkat daerah. Jika memungkinkan, kegiatan tersebut dapat dirutinkan dan dilaksanakan secara regional, baik daring maupun luring. KPK siap berkontribusi dalam pendidikan antikorupsi bagi seluruh pengelola zakat di daerah,” ujarnya.
Setyo menambahkan, penguatan integritas di tingkat kabupaten dan kota menjadi perhatian penting karena pengelolaan zakat di daerah memiliki tantangan tersendiri. Pendidikan antikorupsi dinilai mampu memperkuat pemahaman mengenai konflik kepentingan, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses penghimpunan hingga distribusi dana.
Dalam konteks pencegahan, ia menekankan pentingnya sistem tata kelola yang terbuka dan profesional. Transparansi dalam penghimpunan, penetapan penerima manfaat, hingga pelaporan keuangan harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh pengelola. “Dengan tata kelola yang profesional dan transparan, kepercayaan publik akan meningkat," kata Setyo.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon memandang penguatan tata kelola berbasis integritas sebagai fondasi utama dalam menjaga amanah umat. Sinergi BAZNAS RI dan KPK ini menjadi penguatan moral sekaligus sistemik bagi seluruh jajaran BAZNAS di daerah untuk terus meningkatkan standar transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas dalam pengelolaan ZIS.
Sejalan dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pengawasan internal, meningkatkan kapasitas amil melalui pendidikan dan pelatihan, serta membuka ruang transparansi seluas-luasnya kepada publik. Dengan tata kelola yang profesional dan berintegritas, kepercayaan muzaki akan semakin kuat, sehingga zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Cirebon.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS DKI Jakarta Gelar Roadshow Hapus Tato Gratis, BAZNAS Kota Cirebon Dukung Semangat Hijrah dan Pembinaan Holistik
BAZNAS Kota Cirebon menyambut baik langkah BAZNAS BAZIS DKI Jakarta yang kembali menghadirkan layanan hapus tato gratis pada bulan Ramadan di wilayah Jakarta. Program ini menjadi salah satu bentuk dakwah sosial yang menyentuh aspek spiritual, sosial, dan psikologis masyarakat yang ingin berhijrah dan memperbaiki diri.
Program ini membuka pendaftaran mulai 23 Februari hingga 4 Maret 2026 secara daring melalui laman resmi yang telah disediakan penyelenggara.
Pimpinan Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Baznas/Bazis DKI Jakarta, Muhammad Bahaudin, menyatakan target peserta tahun ini mencapai 1.000 orang. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan target tahun sebelumnya yang sebanyak 700 pendaftar. Inisiatif ini merupakan bagian dari pendekatan holistik yang tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga spiritual dan sosial.
BAZNAS Kota Cirebon memandang, program ini merupakan contoh konkret bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada bantuan ekonomi, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual mustahik maupun masyarakat umum yang ingin berubah ke arah yang lebih baik.
Pendaftaran dan Syarat Peserta Hapus Tato Gratis
Calon peserta program hapus tato gratis BAZNAS DKI diwajibkan mengisi formulir pendaftaran secara lengkap dan benar secara bold. Selain itu, mereka juga harus melampirkan fotokopi KTP dan foto tato yang ingin dihapus sebagai bagian dari proses verifikasi awal. Setelah berani mendaftar, peserta akan dimasukkan ke dalam grup WhatsApp layanan hapus tato sesuai wilayah masing-masing untuk informasi lebih lanjut.
Layanan ini terbuka bagi masyarakat dengan KTP DKI Jakarta dan berdomisili di Jabodetabek, menunjukkan jangkauan program yang luas. Namun, terdapat beberapa persyaratan medis yang harus dipenuhi oleh calon peserta. Peserta tidak boleh berada dalam kondisi medis yang dapat menghambat proses penghapusan tato, seperti penyakit kulit kronis, diabetes yang tidak terkontrol, atau gangguan pembekuan darah.
Selain itu, peserta harus bersedia mengikuti seluruh prosedur dan tahapan yang ditentukan oleh penyelenggara program. Penting untuk dicatat bahwa peserta tidak diperbolehkan mengikuti program jika memiliki tato permanen di area sensitif atau berisiko tinggi terhadap komplikasi medis. Hal ini untuk memastikan keamanan dan keberhasilan proses penghapusan tato bagi setiap individu.
Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan
Layanan hapus tato gratis yang diselenggarakan oleh BAZNAS/BAZIS Provinsi DKI Jakarta akan dilaksanakan di sejumlah titik strategis, di antaranya:
Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat (23–24 Februari 2026)
Aula Masjid Assahara, Kantor Wali Kota Jakarta Barat (24 Februari 2026)
Ruang Dirgantara Blok B/C Lantai 2 Kantor Wali Kota Jakarta Selatan (26 Februari 2026)
Aula Serbaguna Blok C Kantor Wali Kota Jakarta Timur (3 Maret 2026)
Penempatan lokasi ini bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat di berbagai wilayah DKI Jakarta agar dapat mengikuti program secara aman dan tertib.
Wujud Dakwah Sosial dan Pendekatan Holistik
Kegiatan menghapus tato ini memiliki tujuan mulia untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin berhijrah dan memperbaiki diri. Baznas DKI berkomitmen menyediakan layanan penghapusan tato secara gratis, aman, dan sesuai prosedur medis. Ini adalah wujud nyata dukungan terhadap individu yang bertekad untuk memulai babak baru dalam kehidupan mereka.
Selain aspek fisik, program ini juga mengadopsi pendekatan holistik dengan mencakup pelatihan rohani dan motivasi keagamaan. Peserta akan mendapatkan bimbingan untuk memperkuat spiritualitas mereka, sejalan dengan keinginan untuk berhijrah. Edukasi kesehatan juga menjadi bagian integral dari program, memastikan peserta memahami pentingnya gaya hidup sehat setelah proses penghapusan tato.
Dengan target 1.000 orang, Baznas DKI menunjukkan peningkatan ambisi dalam menjangkau lebih banyak masyarakat. Peningkatan target ini mencerminkan keberhasilan program serupa di tahun-tahun sebelumnya dan tingginya antusiasme masyarakat. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental dan spiritual bagi para pesertanya.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon menilai program ini sebagai inspirasi dalam memperluas makna pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah yang menyentuh aspek perubahan diri dan penguatan akhlak. Semangat hijrah yang difasilitasi melalui program sosial-keagamaan seperti ini sejalan dengan visi BAZNAS dalam membangun masyarakat yang lebih bermartabat, religius, dan berdaya.
Ke depan, BAZNAS Kota Cirebon akan terus memperkuat program-program pemberdayaan yang tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga membina spiritualitas dan mental masyarakat. Dengan dukungan para muzaki dan kolaborasi berbagai pihak, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen menghadirkan layanan yang maslahat, inklusif, dan berdampak luas bagi umat.link pendaftaran: https://baznasbazisdki.id/
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI dan Dubes Sudan Perkuat Sinergi Bantuan Kemanusiaan untuk Krisis Sudan
BAZNAS Kota Cirebon menyambut baik langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Sudan untuk Indonesia, H.E. Dr. Yassir Mohamed Ali Mohamed, di Kantor Pusat BAZNAS, Jakarta, Jumat (20/2/2026). Pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi bantuan kemanusiaan bagi rakyat Sudan yang tengah menghadapi krisis berkepanjangan.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., bersama jajaran pimpinan, termasuk Wakil Kepala Misi (DCM) Mr. Anwar Hassan Ali, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional Achmad Sudrajat, Lc., M.A., CFRM., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec.
Pertemuan ini menyoroti kondisi terkini di Sudan serta rencana kolaborasi strategis dalam memperkuat bantuan kemanusiaan, khususnya di sektor kesehatan yang dinilai sangat mendesak di tengah situasi darurat yang masih berlangsung.
“Kami di BAZNAS menaruh keprihatinan yang sangat mendalam atas krisis kemanusiaan yang terus melanda saudara-saudara kita di Sudan. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, BAZNAS berkomitmen untuk tidak membiarkan mereka berjuang sendirian di tengah konflik yang masih tidak kondusif ini,” jelas Kiai Noor.
Ia menegaskan, BAZNAS siap terus memelopori penghimpunan bantuan bagi rakyat Sudan yang telah berjalan selama ini. Momentum audiensi tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan intensitas kampanye kemanusiaan guna memobilisasi dukungan publik yang lebih luas.
“Terutama untuk mendukung sektor kesehatan dengan penyediaan fasilitas medis dan obat-obatan yang dinilai sangat mendesak. Kami ingin memastikan amanah dari rakyat Indonesia tersalurkan dengan tepat dan menjadi titik terang bagi kepulihan Sudan ke depannya,” katanya.
Sementara itu, Duta Besar Sudan untuk Indonesia, H.E. Dr. Yassir Mohamed Ali Mohamed, menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas solidaritas yang terus ditunjukkan di masa krisis.
Dubes Sudan berharap sinergi kemanusiaan dengan BAZNAS dapat difokuskan pada pemulihan sektor kesehatan, mengingat banyaknya fasilitas medis yang terdampak konflik. Pembangunan kembali rumah sakit serta pengadaan alat kesehatan menjadi prioritas untuk menekan angka fatalitas akibat krisis yang telah merenggut lebih dari 200.000 jiwa, terutama di kalangan perempuan dan anak-anak.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Utama BAZNAS RI H. Subhan Cholid, Lc., M.A., serta Deputi I BAZNAS RI H. Mohamad Arifin Purwakananta, S.Ikom., M.Ikom., CFRM.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon memandang penguatan sinergi kemanusiaan ini sebagai bukti bahwa zakat memiliki peran strategis tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global. Solidaritas lintas negara menjadi wujud nyata kepedulian umat terhadap krisis kemanusiaan yang menimpa saudara-saudara Muslim di berbagai belahan dunia.
Sejalan dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk terus mendukung kampanye kemanusiaan, memperkuat literasi zakat, serta mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya tersalurkan secara amanah, profesional, dan berdampak luas bagi kemaslahatan umat.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Semarakkan Ramadan di Aceh, BAZNAS RI Gelar Buka Puasa Bersama Penyintas Banjir di Meunasah Darurat
BAZNAS Kota Cirebon mengapresiasi langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang menggelar buka puasa bersama penyintas banjir dan longsor di meunasah darurat Desa Manyang Cut, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Ramadan 1447 H.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan dan semangat kebersamaan bagi warga terdampak bencana yang masih berada di pengungsian maupun rumah terdampak. Suasana buka puasa berlangsung hangat dan penuh kebersamaan di meunasah darurat yang dibangun oleh BAZNAS RI.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut pada hari pertama Ramadan.
“Alhamdulillah, pada hari pertama Ramadan ini warga sudah dapat melaksanakan salat dengan aman dan nyaman di meunasah darurat. Selain itu, kegiatan berbuka puasa bersama juga dapat terlaksana dengan lancar dan baik," ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Menurut Saidah, Ramadan menjadi momentum penting untuk memulihkan semangat dan harapan masyarakat yang tengah bangkit dari musibah. Karena itu, BAZNAS berupaya memastikan para penyintas tetap dapat merasakan kebahagiaan dan keberkahan bulan suci meskipun berada dalam situasi sulit.
"Buka puasa bersama ini menjadi ruang temu bagi warga yang selama ini terpencar di sejumlah titik pengungsian dan rumah terdampak. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat saling menguatkan dan berbagi cerita tentang kondisi yang mereka alami," ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS menyediakan berbagai menu berbuka, termasuk ayam goreng khas lokal Aceh yang disambut antusias oleh warga.
Saidah menegaskan, terselenggaranya kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat Indonesia yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS RI. Amanah tersebut disalurkan secara langsung untuk membantu kebutuhan warga terdampak bencana.
“Tanpa dukungan para muzaki dari seluruh Indonesia, kegiatan berbuka puasa bersama ini mungkin belum bisa terlaksana dengan baik. Amanah yang dititipkan kepada BAZNAS, kami wujudkan dalam bentuk berbagai layanan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya, BAZNAS juga telah menggelar salat tarawih berjemaah di Meunasah Darurat BAZNAS yang mampu menampung lebih dari 200 orang. Fasilitas tersebut akan terus difungsikan hingga Idulfitri sebagai pusat kegiatan ibadah dan kebersamaan warga selama masa pemulihan.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon memandang kegiatan ini sebagai wujud nyata kehadiran zakat dalam situasi darurat dan pemulihan pascabencana. Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial terhadap saudara-saudara yang sedang diuji musibah.
Sejalan dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program kemanusiaan dan kebencanaan yang cepat, tepat, dan berdampak nyata. Amanah para muzaki akan terus kami kelola secara profesional dan transparan demi menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Ramadan 1447 H, BAZNAS RI Perpanjang Layanan Kesehatan Gratis Selter Ojek Sehat
BAZNAS Kota Cirebon mengapresiasi langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Rumah Sehat BAZNAS yang kembali melanjutkan program Selter Ojek Sehat (SOS) selama bulan Ramadan 1447 H. Program layanan kesehatan gratis ini ditujukan bagi masyarakat, khususnya pengemudi ojek dan angkutan umum, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan pekerja sektor informal.
Perpanjangan program dilakukan sebagai respons atas tingginya kebutuhan layanan kesehatan serta antusiasme masyarakat yang sangat positif sejak program ini diluncurkan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari rangkaian program Ramadan.
“Ini adalah program Ramadan. Awalnya dilaksanakan sebelum Ramadan, lalu kami perpanjang selama bulan Ramadan karena kebutuhannya memang cukup banyak dan antusiasme masyarakat juga tinggi,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Awalnya, program Selter Ojek Sehat menargetkan 1.000 penerima manfaat. Namun, setelah diperpanjang selama Ramadan, target ditingkatkan menjadi 3.000 penerima manfaat.
Perluasan layanan juga dilakukan dengan menambah titik pelayanan, salah satunya di Terminal Kampung Melayu. Menurut Saidah, terminal memiliki karakteristik penerima manfaat yang lebih beragam sehingga perlu dijangkau.
Layanan ini terbuka bagi sopir angkot, sopir busway, pengemudi Transjakarta, ojek online, hingga masyarakat umum yang ingin memeriksakan kondisi kesehatannya selama menjalani ibadah puasa.
“Kami berharap dengan adanya layanan ini, kondisi kesehatan selama puasa tetap prima. Kalau ada keluhan seperti sakit, pegal, atau kekurangan vitamin, bisa langsung meminta pemeriksaan kepada dokter,” jelas Saidah.
Untuk pelayanan di Terminal Kampung Melayu, BAZNAS menargetkan 100 penerima manfaat dengan waktu pelayanan pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Meski demikian, masyarakat tetap akan dilayani meskipun jumlah peserta melampaui target.
"Kami akan terus melanjutkan layanan selama waktu dan anggaran masih tersedia," jelasnya.
Saidah berharap layanan kesehatan ini dapat membantu masyarakat tetap sehat selama Ramadan serta ke depan mampu menjangkau lebih banyak lokasi.
“Kami tidak menolak siapa pun yang ingin berobat. Silakan datang dan memanfaatkan layanan yang tersedia. Bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, BAZNAS juga menyediakan layanan di Rumah Sehat BAZNAS Indonesia di Jatinegara yang berstatus Klinik Pratama dengan fasilitas pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi, serta layanan USG," ujar saidah.
Sementara itu, Sarjono (68), pengemudi ojek online yang telah bekerja selama lima tahun, mengaku sangat terbantu dengan layanan tersebut.
“Terima kasih BAZNAS. Saya senang sekali ada layanan kesehatan untuk ojek dan sopir. Kalau bisa dirutinkan, misalnya sebulan sekali, karena pekerjaan kami sering di jalan dan cukup berisiko,” kata Sarjono.
Senada dengan itu, Agusman (45), Pengemudi Mikrobus Jaklingko yang telah bekerja enam tahun, juga menyampaikan apresiasinya.
“Ini sangat menolong dan gratis. Kalau bisa ditambah lagi layanannya supaya semakin banyak yang merasakan manfaat,” ujarnya.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon memandang program Selter Ojek Sehat sebagai wujud nyata pendayagunaan zakat di bidang kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya pekerja sektor informal yang rentan terhadap risiko kesehatan.
Semangat pelayanan yang inklusif dan humanis ini menjadi inspirasi bagi BAZNAS Kota Cirebon untuk terus memperluas akses layanan kesehatan bagi mustahik di daerah, khususnya selama Ramadan. Dengan pengelolaan zakat yang amanah dan profesional, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen menghadirkan program-program yang tidak hanya meringankan beban, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Hari Pertama Ramadan, BAZNAS RI Salurkan Hidangan Berkah ke Panti Asuhan dan Musala di Jakarta
BAZNAS Kota Cirebon menyambut baik langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang menyalurkan Program Hidangan Berkah Ramadan kepada sejumlah panti asuhan, pondok pesantren, serta musala dan masjid di pusat perbelanjaan Jakarta dan sekitarnya pada hari pertama Ramadan 1447 H, Kamis (19/2/2026).
Sebanyak 250 nasi kotak dan 400 paket takjil didistribusikan kepada anak-anak yatim, para santri, serta jemaah yang menjalankan ibadah puasa. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS RI dalam menghadirkan kebahagiaan Ramadan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di lingkungan pendidikan dan ruang publik perkotaan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.
“Ramadan adalah bulan berbagi. Melalui program ini, BAZNAS RI ingin memastikan para yatim, santri, dan jemaah dapat berbuka dengan layak dan penuh kebahagiaan. Ini adalah amanah para muzaki yang kami salurkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujar Saidah.
Saidah berharap, Program Hidangan Berkah Ramadan dapat meringankan beban para mustahik selama menjalankan ibadah puasa di bulan suci ini.
Apresiasi turut disampaikan Ketua Yayasan Yatim Piatu Rasulullah, Rusdiyanti.
“Alhamdulillah, dengan adanya Hidangan Berkah Ramadan ini sangat membantu, sehingga di hari pertama puasa anak-anak tidak perlu membeli makanan untuk berbuka. Mudah-mudahan para donatur disehatkan dan dimudahkan rezekinya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Pimpinan Al-Qalam Islamic Boarding School, Imad, Lc.
“Bantuan ini sangat bermanfaat, apalagi di pondok pesantren yang kegiatannya 24 jam dan membutuhkan dukungan pangan. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi para donatur,” katanya.
Sementara itu, Rafi (17), salah satu santri penerima manfaat, juga mengungkapkan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah masih ada yang peduli. Semoga donatur selalu diberikan keberkahan oleh Allah dan konsisten dalam kebaikan ini,” ucapnya.
Apresiasi juga disampaikan pengurus Masjid Bahrul Ulum di Pacific Place, Shodiqin, yang menyatakan bantuan tersebut akan disalurkan kepada jemaah yang berbuka di masjid.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon memandang Program Hidangan Berkah Ramadan sebagai bentuk nyata distribusi zakat yang cepat, tepat, dan menyentuh kebutuhan langsung mustahik. Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperluas kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sejalan dengan semangat tersebut, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen terus menghadirkan program-program kemaslahatan di bulan suci Ramadan, memastikan amanah para muzaki tersalurkan secara profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Ramadan Tiba, BAZNAS RI Hadirkan Program Santri Memberdayakan Desa di 26 Titik Strategis
BAZNAS Kota Cirebon menyambut hadirnya program inovatif dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bertajuk “Santri Memberdayakan Desa” dalam menyambut Ramadan 1447 H. Program yang diinisiasi Direktorat Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR melalui Divisi Program Ekonomi Pedesaan ini mengintegrasikan penguatan spiritualitas mustahik dengan pengalaman praktis agribisnis bagi generasi muda.
Sebanyak 78 santri terpilih akan diterjunkan ke 26 titik strategis yang tersebar di 8 provinsi, yakni Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka dibagi ke dalam 26 kelompok untuk menjalankan program selama Ramadan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi pedesaan berbasis nilai-nilai keagamaan.
"Program Santri Memberdayakan Desa ini kami hadirkan untuk meningkatkan sisi spiritualitas binaan di lokus Balai Ternak, ZCD, dan Lumbung Pangan. Kami ingin para petani dan peternak kita tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga memiliki ketangguhan iman yang amanah dan produktif. Di sisi lain, ini adalah laboratorium nyata bagi santri milenial untuk belajar langsung bagaimana mengelola usaha pertanian dan peternakan di lapangan," ujar Saidah Sakwan, saat meluncurkan program secara daring, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, para santri yang dipilih merupakan tingkat akhir atau alumni pondok pesantren berusia 17–22 tahun yang memiliki potensi besar sebagai agen perubahan di masyarakat. Mereka akan berperan sebagai mentor religi dengan mengisi pengajian, kultum subuh, serta literasi keagamaan di desa binaan. Selain itu, para santri juga akan belajar langsung tata kelola agribisnis dan UMKM di lapangan.
“Program ini dilaksanakan di 26 titik yang tersebar di 26 desa, 12 kecamatan, dan 25 kabupaten/kota. Lokasi-lokasi ini dipilih secara khusus karena unit usaha pertanian, mikro, dan peternakannya sudah berjalan stabil, sehingga layak menjadi Pusat Studi Tiru bagi para santri,” ucapnya.
Saidah menambahkan, setiap kelompok yang terdiri dari tiga santri akan menjalani metode live in, yakni tinggal bersama kelompok binaan BAZNAS selama dua pekan. Mereka akan berinteraksi langsung dengan petani lumbung pangan, pelaku UMKM, hingga peternak di Balai Ternak BAZNAS.
Melalui program ini, BAZNAS berharap lahir generasi baru “santripreneur” yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga memiliki keterampilan kewirausahaan di sektor pertanian dan peternakan. Kehadiran santri di tengah masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana Ramadan yang lebih bermakna serta memperkuat keberlanjutan ekonomi mustahik melalui pendekatan yang humanis dan religius.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon memandang Program Santri Memberdayakan Desa sebagai model pemberdayaan zakat yang holistik—menggabungkan kekuatan spiritual dan ekonomi dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Pendekatan ini sejalan dengan visi BAZNAS dalam mencetak mustahik yang mandiri sekaligus membangun generasi muda yang produktif dan berdaya saing.
Momentum Ramadan 1447 H menjadi penguat komitmen BAZNAS Kota Cirebon untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen transformasi sosial dan ekonomi umat.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Berhasil Berdayakan Pedagang Nasi Kuning di Banjarmasin, Omzet Tembus Rp1 Juta per Hari
BAZNAS Kota Cirebon mengapresiasi keberhasilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Banjarmasin dalam memberdayakan mustahik hingga mampu mandiri secara ekonomi. Salah satu kisah inspiratif datang dari Rabiyatul Adawiyah, pedagang nasi kuning dan lontong, yang kini berhasil meraup omzet hingga Rp1 juta per hari.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat secara produktif mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mustahik.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas perkembangan usaha binaan tersebut.
“Keberhasilan Rabiyatul menunjukkan zakat yang dikelola secara produktif dapat mendorong kemandirian ekonomi. BAZNAS ingin memastikan para mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga tumbuh dan berkembang melalui usaha yang berkelanjutan,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Ia menjelaskan, Program BAZNAS Microfinance Desa tidak hanya memberikan pembiayaan modal usaha, tetapi juga pendampingan intensif agar usaha mustahik dapat berkembang secara berkelanjutan dan terukur.
Menurut Saidah, keunggulan program ini terletak pada skema pembiayaan tanpa bunga sehingga tidak memberatkan pelaku usaha kecil.
“Bagi kami, pembiayaan bukan sekadar modal. Ini adalah upaya menguatkan ekonomi keluarga dan menghadirkan keberkahan melalui usaha yang halal,” kata Saidah.
Ke depan, BAZNAS RI berkomitmen memperluas jangkauan Program BMD agar semakin banyak mustahik yang dapat meningkatkan kapasitas usahanya hingga bertransformasi menjadi muzaki.
“Dari penerima manfaat zakat bisa menjadi pemberi zakat. Jika itu terwujud, bukan tidak mungkin BAZNAS dapat berkontribusi lebih besar dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Rabiyatul Adawiyah mengaku merasakan langsung dampak positif program tersebut terhadap usahanya.
“Dulu sebelum dibantu BAZNAS omzet harian cuman Rp800 ribu, kini alhamdulilah omzet meningkat menjadi Rp1 juta per hari seiring dengan perbaikan fasilitas usaha dan penambahan kapasitas produksi,” ujarnya.
Rabiyatul juga menjelaskan bagaimana bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan usaha.
"Bantuan tahap awal yang diberikan langsung saya gunakan untuk memperbaiki atap warung yang sudah rusak, untuk sisa dipakai untuk menambah stok bahan baku," jelasnya.
Ia berharap program seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak pedagang kecil yang terbantu.
“Program BAZNAS ini membantu sekali. Tidak pakai bunga, hanya infak. Dan infak itu juga membuat kita punya ruang untuk bersedekah,” katanya.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon memandang keberhasilan ini sebagai bukti bahwa zakat produktif mampu menjadi instrumen transformasi ekonomi umat. Pendekatan pembiayaan tanpa bunga dan pendampingan berkelanjutan menjadi model pemberdayaan yang efektif dalam mendorong mustahik naik kelas.
Semangat ini sejalan dengan komitmen BAZNAS Kota Cirebon untuk terus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak nyata. Harapannya, semakin banyak mustahik yang bertransformasi menjadi muzaki, sehingga zakat benar-benar menjadi kekuatan dalam mengentaskan kemiskinan dan menguatkan kesejahteraan masyarakat.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Bangun Hunian Tetap bagi Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan, Wujud Nyata Zakat untuk Pemulihan
BAZNAS Kota Cirebon menyambut baik langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara, Sabtu (14/2/2026).
Pembangunan hunian tetap seluas 28 hektare ini menjadi bagian dari program pemulihan pascabencana yang bertujuan menghadirkan solusi jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana yang melanda wilayah Sumatera Utara pada 2025. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan total 120 unit hunian yang akan dibangun untuk para penyintas.
Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap merupakan bukti konkret peran zakat dalam proses pemulihan masyarakat.
"Ini adalah bukti bahwa zakat hadir sebagai solusi. Zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi juga instrumen sosial yang membantu masyarakat keluar dari kesulitan dan bangkit kembali," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara BAZNAS RI, pemerintah daerah, dan berbagai pihak menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana sehingga masyarakat dapat segera kembali menjalani kehidupan secara layak dan bermartabat.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, SE., Ak., MM., CA., menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS RI dalam membantu warganya yang terdampak bencana.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah membantu pembangunan hunian tetap bagi masyarakat Tapanuli Selatan. Ini sangat membantu percepatan pemulihan warga yang terdampak bencana," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Utara Prof. Dr. H. Mohammad Hatta turut menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap ini merupakan amanah dari para muzaki yang mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS.
"Jika dianalogikan, kita ini seperti satu tubuh. Ketika ada bagian yang terluka, seluruhnya merasakan. Kepada para muzaki dan mustahik, Allah akan memberikan ketenangan kepada keduanya. Inilah semangat zakat yang memperkuat solidaritas umat," ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Tapanuli Selatan Jon Sujani Pasaribu, Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI Eka Budi Sulistyo, Camat Sipirok, Ketua MUI Kecamatan Sipirok, Direktur BNPB Tapanuli Selatan Nelwan Harahap, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Sofyan Adil, SP., MM., serta para penerima manfaat hunian tetap.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon memandang pembangunan hunian tetap ini sebagai wujud nyata bahwa zakat memiliki peran strategis dalam penanganan dan pemulihan pascabencana. Zakat tidak hanya menjawab kebutuhan darurat, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang yang memulihkan martabat dan kemandirian mustahik.
Semangat solidaritas yang ditunjukkan melalui pembangunan huntap di Tapanuli Selatan menjadi inspirasi bagi BAZNAS Kota Cirebon untuk terus menguatkan pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan berdampak luas. Melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen menghadirkan program-program pemberdayaan yang mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Hadirkan Program Masjid dan Musala Berseri hingga Mancanegara
BAZNAS Kota Cirebon menyambut baik peluncuran Program Masjid dan Musala Berseri (Bersih, Segar, dan Rapi) yang kembali digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam rangka menyambut Ramadan 1447 H/2026 M.
Program ini merupakan gerakan reguler tahunan BAZNAS yang bertujuan menghadirkan rumah ibadah yang bersih, nyaman, dan layak bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah, khususnya di bulan suci Ramadan. Pada tahun 2026, program ini dilaksanakan di 234 kampus, 506 pondok pesantren, lebih dari 1.000 Madrasah Layak Belajar BAZNAS, serta berbagai titik di 10 negara.
Menariknya, jangkauan program Masjid dan Musala Berseri tahun ini semakin luas hingga ke Malaysia, Turki, Maroko, Tunisia, dan Rusia. Hal ini menunjukkan bahwa gerakan zakat tidak hanya berdampak di dalam negeri, tetapi juga menjangkau masyarakat internasional.
Peluncuran program tersebut turut dihadiri Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI Farid Septian, S.Sos., M.Hum.; Kepala Satuan Tugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Matraman Hary Purwanto; Ketua Kwartir Ranting Ciawi Suprapto Prasetyo; serta relawan Beasiswa Cendekia BAZNAS dan Pramuka Kwarran Ciawi.
Dalam keterangannya, Farid Septian menjelaskan bahwa kegiatan ini sejatinya telah rutin dilaksanakan setiap tahun.
"Forum hari ini sebetulnya adalah forum puncak simbolisasi saja karena kami secara rutin melakukan kegiatan serupa selama bertahun-tahun. Jika dijumlahkan, mungkin sudah menghabiskan sekian puluh miliar rupiah di sekian ratus ribu titik," jelas Farid Septian, Jumat (13/2/2026).
Ia menambahkan bahwa peluncuran ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah menjelang Ramadan.
"Kita sudah melaksanakan sejak tanggal 11 kemarin sampai nanti menjelang Ramadan tanggal 18 insyaallah akan terus kita lakukan program ini baik di dalam maupun luar negeri," katanya.
Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., menegaskan bahwa perluasan program hingga ke luar negeri menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat kini semakin terhubung dan kolaboratif.
"Kami ingin gerakan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan bersih-bersih, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di berbagai tempat, baik di dalam maupun luar negeri khususnya di bulan suci Ramadan," ujar Saidah.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Satuan Tugas Gulkarmat Matraman Hary Purwanto.
"Program ini memotivasi kami untuk semakin tangguh, inovatif, dan profesional dalam melayani masyarakat," tuturnya.
Hal senada disampaikan Ketua Kwartir Ranting Ciawi Suprapto Prasetyo.
"Harapannya, kegiatan ini terus ditingkatkan agar membawa manfaat bagi tempat ibadah, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor dan Indonesia pada umumnya," ujarnya.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon memandang Program Masjid dan Musala Berseri sebagai wujud nyata bahwa zakat tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi mustahik, tetapi juga memperkuat ekosistem ibadah dan dakwah umat.
Semangat Bersih, Segar, dan Rapi menjadi inspirasi bagi BAZNAS Kota Cirebon untuk terus memperluas kolaborasi, menghadirkan program-program kemaslahatan, serta memastikan pengelolaan zakat berjalan profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Melalui momentum Ramadan 1447 H, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk terus menguatkan peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan penguatan sosial, sejalan dengan semangat besar Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Jelang Ramadan 1447 H, BAZNAS RI Salurkan Paket Logistik dan Santunan bagi Keluarga Prasejahtera
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan Paket Logistik Keluarga (PLK) dan santunan bagi masyarakat prasejahtera di wilayah Kota Tangerang, Banten, menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Program ini difokuskan kepada warga dengan kondisi ekonomi rentan, khususnya pekerja informal dengan penghasilan tidak menentu dan kurang layak, seperti buruh harian dan pedagang kecil yang terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap situasi ekonomi yang semakin menantang.
"Kami sadar betul kalau menjelang Ramadan atau Lebaran, harga-harga di pasar biasanya melonjak naik. BAZNAS hadir di Kota Tangerang ini supaya masyarakat, seperti para buruh harian dan pedagang kecil, tidak merasa sendirian menghadapi situasi yang sulit ini," ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Menurut Saidah, Paket Logistik Keluarga bukan sekadar pembagian sembako, melainkan ikhtiar untuk memastikan kebutuhan pokok keluarga prasejahtera tetap terpenuhi agar mereka dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk serta menjaga kondisi fisik tetap sehat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa zakat yang ditunaikan para muzaki melalui BAZNAS harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, terutama kelompok prasejahtera yang menghadapi tingginya biaya hidup akibat ketidakpastian pendapatan harian.
"Ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS untuk memastikan manfaat zakat dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang momentum Ramadan," tegasnya.
Proses pendistribusian bantuan dilakukan secara tepat sasaran melalui pendataan dan verifikasi yang cermat, sehingga dana zakat benar-benar sampai kepada mustahik yang berhak.
“Melalui santunan dan Paket Logistik Keluarga ini, kami berharap kebutuhan pokok masyarakat dengan keterbatasan ekonomi dapat terpenuhi. Setidaknya, mereka memiliki ruang napas untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan,” kata Saidah.
Bantuan tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh para penerima. Salah satunya Yuyun, warga Kecamatan Benda, Kota Tangerang, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci dan setrika dengan penghasilan tidak menentu serta tinggal di rumah kontrakan sederhana bersama anaknya.
Selain Yuyun, bantuan juga diterima Ibu Lina, warga Ciledug, yang mengandalkan penghasilan dari berjualan nasi pada pagi hari. Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan dapur keluarganya menjelang Ramadan.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon: Menghadirkan Zakat yang Tepat Sasaran
Semangat kepedulian yang ditunjukkan BAZNAS RI dalam membantu keluarga prasejahtera menjelang Ramadan menjadi inspirasi bagi BAZNAS Kota Cirebon untuk terus memperkuat program pendistribusian zakat, infak, dan sedekah di tingkat daerah.
Menjelang Ramadan 1447 H, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen memastikan zakat yang dihimpun dari masyarakat Kota Cirebon disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran kepada mustahik yang membutuhkan. Melalui program bantuan pangan, santunan, dan pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Kota Cirebon hadir agar masyarakat prasejahtera dapat menyambut Ramadan dengan lebih tenang, bermartabat, dan penuh harapan.
Karena zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang memastikan tidak ada saudara kita yang merasa sendiri menghadapi kesulitan.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Tarhib Ramadan 2026, BAZNAS RI Ajak Seluruh Amil Gencarkan Gerakan Zakat Menguatkan Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menggelar Tarhib Ramadan 2026 melalui mujahadah dan doa bersama yang diikuti seluruh pimpinan serta amil BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan spiritualitas dan komitmen kolektif dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui gerakan “Zakat Menguatkan Indonesia”.
Tarhib Ramadan bertema “Zakat Menguatkan Indonesia” ini dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si., Ketua MUI Bidang Fatwa Prof. Dr. KH. Asrorun Ni’am Sholeh, serta seluruh amil BAZNAS se-Indonesia. Kegiatan digelar secara daring melalui siaran langsung di kanal Youtube BAZNAS TV pada Selasa (17/2/2026).
Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum, Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi Dr. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., serta Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional Achmad Sudrajat, Lc., M.A., CFRM.
Ramadan: Ajang Perjuangan dan Jihad Amil
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa Tarhib Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan pengingat bagi seluruh amil untuk menjalankan tugas utama dalam memastikan zakat tersalurkan kepada masyarakat yang berhak.
"Ramadan bagi kita (amil) semua adalah ajang perjuangan, ajang jihad, bagaimana kita memfasilitasi dari orang-orang kaya kepada orang-orang miskin," ujar Kiai Noor.
Ia menjelaskan, tugas amil tidak hanya memfasilitasi orang-orang yang berkelebihan harta untuk menunaikan zakat, tetapi juga melakukan tathhir (pensucian harta), tazkiyah (penyucian jiwa), serta mendoakan para muzaki. Peran tersebut merupakan amanah mulia dalam menghadirkan keadilan sosial.
Karena itu, Kiai Noor meminta seluruh jajaran BAZNAS memastikan layanan bantuan tersedia optimal selama Ramadan.
"Jangan sampai ada anak yatim yang kekurangan, orang miskin yang merasa kurang, apalagi ada yang kelaparan dan tidak bisa berbuka atau sahur dengan baik,” tegasnya.
Pada Ramadan 1447 H ini, BAZNAS menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp515 miliar. Target tersebut diyakini dapat tercapai melalui sinergi dan kerja kolektif seluruh amil di Indonesia.
Pemerintah Dorong Optimalisasi Pengelolaan Zakat
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong optimalisasi pengelolaan zakat sesuai amanat Undang-Undang Pengelolaan Zakat.
“Indikator keberhasilan lembaga zakat bukan hanya pada besarnya penghimpunan, tetapi sejauh mana zakat mampu mengurangi kemiskinan dan mentransformasi mustahik menjadi muzaki,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono yang berharap Ramadan menjadi momentum memperkuat keimanan dan kolaborasi sosial.
Sementara itu, Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh menegaskan pentingnya kesiapan administratif dan substantif para amilin dalam melayani muzaki.
"Zakat harus berdampak, Ramadan harus semarak melalui jejaring. Salah satunya dengan menyiarkan aktivitas Ramadan di fasilitas keagamaan dan ruang publik," ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, seluruh Pimpinan BAZNAS RI turut menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa, seraya berharap Ramadan tahun ini semakin memperkuat gerakan zakat nasional demi kemaslahatan umat.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon: Menguatkan Gerakan Zakat di Daerah
Semangat Tarhib Ramadan 2026 ini menjadi penguat bagi BAZNAS Kota Cirebon untuk terus menggencarkan gerakan zakat di tingkat daerah. Sebagai bagian dari jaringan nasional BAZNAS, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen menghadirkan pelayanan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi mustahik di Kota Cirebon.
Momentum Ramadan 1447 H menjadi ajang perjuangan bersama untuk memastikan tidak ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, tidak ada anak yatim yang terabaikan, serta semakin banyak mustahik yang bertransformasi menuju kemandirian.
Karena zakat bukan sekadar ibadah personal, melainkan gerakan kolektif untuk menguatkan Indonesia—dimulai dari daerah.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Sambut Ramadan 1447 H, BAZNAS Berbagi Kebahagiaan Bersama Bunda Ojol di Jawa Timur
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menghadirkan program berbagi kebahagiaan menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kali ini, melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur, kegiatan bertajuk “Marhaban ya Ramadan” digelar pada Selasa (17/2/2026) di kawasan Islamic Center Surabaya sebagai bentuk kepedulian terhadap pejuang ekonomi keluarga, khususnya para pengemudi ojek daring wanita (Bunda Ojol).
Sebanyak 1.305 peserta yang terdiri dari 850 Bunda Ojol dan 455 jemaah pengajian binaan Masjid Raya Islamic Center turut meramaikan kegiatan ini. Rangkaian acara meliputi pawai keliling wilayah Dukuh Pakis serta penyerahan bantuan pangan berupa paket sembako sebagai dukungan menyambut Ramadan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum sekaligus Pembina dan Supervisi Wilayah Jawa Timur, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, mengatakan esensi program BAZNAS ini sesuai dengan filosofi Jawa, "Wong Cilik Iso Gumuyu" (rakyat kecil bisa tersenyum).
"Zakat menguatkan Indonesia. Kehadiran kami di seluruh pelosok negeri, dari Sumatra hingga Papua, adalah bentuk pertanggungjawaban kepada muzaki dan mustahik agar dampaknya benar-benar terasa," jelasnya.
Kegiatan bantuan BAZNAS jelang Ramadan ini, kata Nur Chamdani, telah digelar dan membantu banyak masyarakat di berbagai daerah. Ia berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat Jawa Timur, terutama Bunda Ojol dan jemaah pengajian, dalam menghadapi bulan suci.
“Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi para Bunda Ojol dan jemaah pengajian dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C.) Hj. Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para muzaki yang telah membantu masyarakat yang membutuhkan di wilayahnya.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada para muzaki karena BAZNAS tidak bisa jalan kalau tidak ada muzaki. Terima kasih juga kepada mustahik, karena kalau ada muzaki tidak ada mustahik, mustahil (zakat) menyalurkannya,” ujarnya.
Khofifah berharap para Bunda Ojol dan jemaah pengajian dapat melaksanakan ibadah puasa tahun ini dengan lebih baik. “Selamat Ramadan 1447 Hijriah, bagi Bunda Ojol mudah-mudahan kuat dan bisa melaksanakan puasanya dengan baik,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., menegaskan bahwa tahun ini program santunan akan dilaksanakan lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu agenda utama adalah pemberian santunan kepada 18.000 anak yatim.
"Tahun ini kelihatannya lebih semarak. Prinsipnya, Ramadan tidak boleh hanya senang yang punya. Fakir miskin, anak yatim, dan janda-janda melarat tidak boleh sampai tidak bisa makan saat hari raya," ujarnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para penerima manfaat. Salah satunya adalah Ani Winarsih, pengemudi ojek daring wanita asal Surabaya, yang mengungkapkan kebanggaannya dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
"Kami memperkenalkan bahwa BAZNAS ada acara konvoi menjelang puasa Ramadan. Dengan semangat, kita mengajak untuk meningkatkan rasa takwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa," ujar Bunda Ani dengan penuh antusias.
Apresiasi juga datang dari Wiji Handayani, anggota komunitas Ojol Gaspol Malang Raya, yang menyampaikan rasa syukurnya atas konsistensi BAZNAS dalam menyelenggarakan kegiatan tahunan ini.
"Kesannya saya sangat berterima kasih sekali. Setiap tahun saya selalu ikut, sangat membantu. Apalagi kami itu kebanyakan janda dan Pekka. Kami sangat berterima kasih dengan adanya BAZNAS setiap tahunnya," katanya.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Bantu 142.079 Penyintas Banjir Sumatra, Perkuat Fase Tanggap Darurat hingga Pemulihan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan komitmennya dalam membantu para penyintas banjir di wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Hingga 5 Februari 2026, sebanyak 142.079 penerima manfaat telah merasakan langsung bantuan kemanusiaan yang disalurkan selama masa tanggap darurat hingga memasuki tahap pemulihan.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari berbagai layanan darurat yang diberikan BAZNAS RI dan masih terus bertambah seiring proses pendataan dan distribusi lanjutan. Bantuan yang disalurkan meliputi penyediaan makanan melalui dapur umum, pendirian dapur air bersih, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA., mengatakan, BAZNAS RI hadir untuk memastikan para penyintas bencana di Sumatra dan Aceh mendapatkan bantuan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan.
“Hingga awal Februari ini sebanyak 142.079 jiwa telah merasakan manfaat langsung dari penyaluran bantuan BAZNAS,” kata dia.
Di Provinsi Aceh, BAZNAS telah menjangkau 62.347 penerima manfaat yang tersebar di 11 kabupaten/kota dan 40 kecamatan. Bantuan difokuskan pada penyediaan 26 dapur umum, pendistribusian 2.488 paket logistik keluarga, 684 pasien layanan kesehatan, mendirikan masjid darurat, MCK darurat, serta dukungan kebutuhan dasar lainnya bagi warga terdampak banjir dan longsor.
Sementara itu, di Sumatra Utara, bantuan disalurkan kepada 37.960 penerima manfaat di 9 kabupaten/kota dan 32 kecamatan. Layanan meliputi distribusi 1.769 makanan siap santap, 1.769 pasien penerima pengobatan gratis, pembangunan masjid darurat dan MCK darurat, penyediaan air bersih, serta bantuan obat-obatan dan hygiene kit di lokasi pengungsian maupun daerah terdampak langsung.
Adapun di Sumatra Barat, jumlah penerima manfaat mencapai 41.772 jiwa yang tersebar di 11 kabupaten/kota dan 44 kecamatan. BAZNAS mengoperasikan dapur umum dengan mendistribusikan 16.945 porsi makanan siap santap setiap hari, menyalurkan 3.500 paket logistik keluarga, serta membuka layanan kesehatan dan dukungan psikososial untuk membantu pemulihan masyarakat pascabencana.
“Itu yang kami lakukan selama masa tanggap darurat bekerja sama dengan BAZNAS daerah, mitra kemanusiaan dan pemda setempat,” ujarnya.
Memasuki fase pemulihan, BAZNAS RI juga menjalankan program strategis berupa Kembali ke Masjid, Kembali ke Sekolah, serta pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana banjir di tiga provinsi tersebut.
“Yang kita lakukan melakukan pemulihan masjid-masjid yang ada di daerah bencana, bukan hanya recovery, kita juga siapkan alat ibadahnya. Kemudian kita juga mendistribusikan 30 ribu seragam sekolah termasuk sepatu, tas, buku, semua kita siapkan supaya anak-anak punya hak untuk kembali melanjutkan pendidikan dengan baik,” ujar Saidah.
Saat ini, pembangunan hunian tetap mulai direalisasikan di Sumatra Utara sebagai bagian dari upaya jangka panjang membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir pada akhir November 2025.
“Alhamdulillah BAZNAS akan membangun 120 huntap di Tapanuli Selatan dan saat ini sudah dilakukan peletakan batu pertama di sana oleh BAZNAS RI dan Pemkab Tapanuli Selatan,” jelas Saidah di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Senin (16/2/2026).
Untuk mendukung proses pemulihan tersebut, BAZNAS RI telah menyiapkan dana bantuan sebesar Rp80 miliar yang merupakan titipan masyarakat Indonesia melalui zakat, infak, dan sedekah.
“Huntap di Sumut sudah peletakan batu pertama, insya Allah selanjutnya di Aceh Tamiang dan Sumatra Barat. Rencananya kami ingin membangun Kampung Cahaya Zakat, jadi nanti di situ ada perumahan, ada masjid, ada pasar juga yang menjadi sentra ekonominya,” ujar Saidah.
BAZNAS RI mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi membantu para korban bencana melalui zakat, infak, dan sedekah. Dukungan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam memperluas jangkauan bantuan dan memastikan para penyintas dapat bangkit kembali secara lebih cepat dan bermartabat.
Komitmen BAZNAS Kota Cirebon
Semangat solidaritas yang dihadirkan BAZNAS RI dalam membantu penyintas bencana di Sumatra menjadi cerminan nyata kekuatan zakat sebagai solusi kemanusiaan. Sebagai bagian dari keluarga besar BAZNAS, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk terus memperkuat penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, dan profesional.
Melalui kolaborasi bersama masyarakat Kota Cirebon, BAZNAS Kota Cirebon siap menjadi jembatan kebaikan, memastikan setiap titipan zakat tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di berbagai penjuru negeri.Tunaikan Zakat Anda melalui rekening :BSI 7555545554a.n BAZNAS Kota Cirebonatau melalui :
Konfirmasi & Informasi pelayanan jemput Zakat hubungi :WhatsApp: 0851-9500-2005 Email: [email protected]
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
BAZNAS RI Salurkan 100 Sapi untuk Tradisi Meugang, Wujud Kepedulian bagi Masyarakat Aceh Tamiang Jelang Ramadan 1447 H
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam menguatkan solidaritas umat melalui kegiatan Tarhib Ramadan bersama masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Senin (16/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS RI menyalurkan 100 ekor sapi sebagai bagian dari dukungan sosial dan spiritual kepada masyarakat menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Tradisi Meugang yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Aceh dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur dan penguatan kebersamaan menjelang Ramadan. Di tengah proses pemulihan pascabencana, BAZNAS RI hadir untuk memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan tradisi tersebut dengan penuh kebahagiaan dan semangat.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Sadiah Sakwan, MA, mengatakan bahwa Meugang bukan sekadar kegiatan konsumsi bersama, tetapi memiliki nilai spiritual dan sosial yang kuat bagi masyarakat Aceh.
“Meugang adalah simbol kebersamaan dan penguatan hati. Di tengah ujian yang masih dirasakan masyarakat, mereka tetap berhak menyambut Ramadan dengan penuh kebahagiaan. BAZNAS hadir untuk membersamai dan memastikan semangat itu tetap terjaga,” ujar Sadiah.
Ia menambahkan, sejak masa tanggap darurat, BAZNAS RI terus memberikan dukungan melalui layanan dapur umum, distribusi logistik, layanan kesehatan, serta program pemulihan seperti Kembali ke Masjid, Kembali ke Sekolah, dan pembangunan hunian tetap.
“Zakat menguatkan Indonesia bukan sekadar slogan. Ini adalah komitmen nyata bahwa saudara-saudara kita di Aceh tidak sendiri,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Asisten I Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh Tamiang dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Aceh Tamiang, Muslizar, S.Pd., MM., menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS RI dalam mendukung masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi penyemangat bagi masyarakat kami untuk bangkit dan menyambut Ramadan dengan optimisme,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Baitul Mal Aceh, Tengku Junaidi, juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS RI yang kembali hadir membantu masyarakat Aceh di tengah masa pemulihan pascabencana.
“Kehadiran BAZNAS RI bukan kali ini saja. Setiap Aceh menghadapi ujian, BAZNAS selalu hadir bersama kami. Ini menjadi bukti bahwa solidaritas umat benar-benar nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Baitul Mal Aceh Tamiang Nurdin OK., M.Ag., Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Tamiang Tengku Budi Darma, M.Si., Imam Masjid Nurhasanah Dr. Khoirudin, M.K., serta unsur pemerintah daerah dan masyarakat penerima manfaat.
BERITA23/02/2026 | Admin | Akate
Lupa Niat Puasa Ramadan? Ini Solusi Taklid Mazhab Maliki yang Perlu Diketahui
Dalam ibadah puasa Ramadan, niat adalah fondasi utama yang menentukan sah atau tidaknya puasa seseorang. Dalam kajian fikih, niat termasuk rukun puasa. Artinya, tanpa niat, puasa tidak dianggap sah secara syariat.
Bagi mayoritas masyarakat Muslim Indonesia yang mengikuti mazhab Syafi’i, niat puasa wajib dilakukan setiap malam, sejak terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar (taby?t al-niat). Jika seseorang lupa berniat di malam hari, maka menurut pendapat yang mu‘tamad dalam mazhab Syafi’i, puasanya tidak sah.
Namun, dalam khazanah fikih Islam, terdapat pandangan mazhab lain yang bisa menjadi solusi ketika seseorang lupa berniat, yakni pendapat dari Imam Malik dalam mazhab Maliki.
Perbedaan Pandangan Mazhab tentang Niat Puasa
Mazhab Syafi’i memandang bahwa setiap hari dalam Ramadan adalah ibadah yang berdiri sendiri. Karena itu, niat harus diperbarui setiap malam. Jika tidak, puasa hari tersebut tidak sah.
Berbeda dengan itu, mazhab Maliki memandang puasa Ramadan sebagai satu rangkaian ibadah yang utuh selama sebulan penuh. Oleh sebab itu, menurut pendapat yang masyhur dalam mazhab Maliki, cukup satu kali niat di malam pertama Ramadan untuk keseluruhan puasa satu bulan.
Pandangan ini kemudian menjadi rukhshah (keringanan) yang dapat dimanfaatkan dalam kondisi tertentu, terutama ketika seseorang lupa menginapkan niat pada malam hari.
Anjuran Berniat Sekaligus untuk Satu Bulan
Sejumlah ulama Syafi’iyah menganjurkan agar pada malam pertama Ramadan, seseorang juga berniat untuk satu bulan penuh, sebagai bentuk antisipasi. Tujuannya agar jika suatu hari ia lupa berniat di malam hari, ia masih bisa memanfaatkan pendapat mazhab Maliki melalui taklid.
Langkah ini bukan untuk mengganti praktik utama, melainkan sebagai langkah kehati-hatian (ihtiyath). Dalam praktik sehari-hari, tetap dianjurkan untuk menginapkan niat setiap malam sesuai tuntunan mazhab Syafi’i.Baca Juga : Resmi! Besaran Zakat Fitrah Kota Cirebon 2026 Ditetapkan 2,8 Kg Beras atau Rp45.000
Catatan Penting bagi Perempuan yang Mengalami Haid atau Nifas
Ada hal penting yang perlu diperhatikan. Niat satu kali untuk satu bulan penuh hanya berlaku pada puasa yang berlangsung terus-menerus (tat?bu‘).
Bagi perempuan yang mengalami haid atau nifas di tengah Ramadan, kondisi tersebut memutus keberlanjutan puasa sekaligus memutus keberlakuan niat awal. Artinya, setelah suci, ia perlu memperbarui niat kembali.
Sebagai ilustrasi sederhana:
-Malam pertama Ramadan: berniat puasa satu bulan penuh (taklid mazhab Maliki).
-Hari kedua lupa niat malam hari: puasa tetap sah karena mengikuti pendapat Imam Malik.
-Hari ketiga hingga kesepuluh haid.
-Setelah suci, jika lupa lagi berniat malam hari tanpa memperbarui niat, maka puasa tidak sah karena niat awal sudah terputus.
Karena itu, setelah suci dari haid atau nifas, dianjurkan kembali berniat untuk sisa hari Ramadan.
Taklid sebagai Solusi, Bukan Kebiasaan
Perlu dipahami, taklid kepada mazhab Maliki dalam hal ini adalah solusi saat lupa, bukan untuk dijadikan kebiasaan meninggalkan niat malam hari. Konsistensi dalam beribadah tetap menjadi prinsip utama. Jika memilih mengikuti pendapat mazhab tertentu, maka harus konsisten dalam syarat dan ketentuannya.
Ramadan bukan hanya momentum memperbaiki kualitas puasa, tetapi juga memperbaiki kualitas niat. Niat yang lurus akan melahirkan ibadah yang bernilai di sisi Allah SWT.
Ramadan, Momentum Menyempurnakan Ibadah dan Kepedulian
Selain memperbaiki niat puasa, Ramadan juga menjadi waktu terbaik untuk menunaikan Zakat, memperbanyak infak, dan menguatkan sedekah. Ibadah sosial ini menjadi penyempurna ibadah spiritual kita.
Di Kota Cirebon, masyarakat dapat menyalurkan Zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon sebagai lembaga resmi pengelola dana umat. Dengan pengelolaan yang amanah dan profesional, Zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan akan disalurkan kepada para mustahik secara tepat sasaran.
Menjaga niat dalam puasa adalah bentuk ketaatan personal. Menunaikan Zakat, infak, dan sedekah adalah bentuk tanggung jawab sosial. Keduanya saling melengkapi dalam menghadirkan Ramadan yang penuh keberkahan.
Semoga Allah SWT memudahkan kita dalam menjaga niat, menyempurnakan ibadah puasa, serta menguatkan kepedulian melalui Zakat, infak, dan sedekah bersama BAZNAS Kota Cirebon.
BERITA19/02/2026 | Admin | Akate
Jadwal Imsakiyah dan Sholat Kota Cirebon Ramadan 1447 H / 2026 M Lengkap dan Resmi
Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah, umat Muslim di Kota Cirebon perlu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, termasuk memastikan jadwal imsakiyah dan waktu sholat yang akurat. Mengetahui jadwal imsak, Subuh, hingga Maghrib sangat penting agar ibadah puasa dan sholat dapat dilaksanakan tepat waktu sesuai tuntunan syariat.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, serta memperkuat kepedulian sosial melalui zakat dan sedekah. Karena itu, ketepatan waktu menjadi kunci utama agar setiap ibadah bernilai sempurna di sisi Allah SWT.
Jadwal imsakiyah wilayah Kota Cirebon disusun berdasarkan data hisab dan rukyat yang merujuk pada ketetapan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Data perhitungan waktu sholat juga diselaraskan dengan standar astronomi yang berlaku secara nasional.
Penggunaan jadwal resmi sangat dianjurkan agar masyarakat tidak keliru dalam menentukan waktu imsak, Subuh, maupun berbuka puasa. Perbedaan beberapa menit saja dapat berpengaruh pada keabsahan waktu ibadah, khususnya saat sahur dan berbuka.
Jadwal Imsakiyah & Sholat Kota Cirebon (Contoh Format)
Berikut format jadwal yang dapat digunakan selama Ramadan:
Catatan: Waktu dapat mengalami penyesuaian sesuai hasil rukyat dan ketetapan pemerintah.
Untuk jadwal lengkap 30 hari Ramadan, masyarakat dianjurkan mengunduh versi resmi dalam format PDF DISINI atau mencetaknya agar mudah diakses setiap hari.
Memahami Makna Imsak dan Waktu Sholat
Istilah “imsak” sering dipahami sebagai batas akhir makan sahur. Secara bahasa, imsak berarti menahan diri. Dalam praktiknya, waktu imsak menjadi pengingat agar umat Islam segera menyudahi sahur sebelum masuk waktu Subuh.
Waktu Subuh menandai dimulainya puasa. Sementara itu, Maghrib menjadi tanda berbuka puasa. Rasulullah SAW menganjurkan untuk menyegerakan berbuka ketika telah masuk waktu Maghrib sebagai bentuk ketaatan dan rasa syukur.
Selain menjaga waktu puasa, Ramadan juga menjadi momen memperbaiki kedisiplinan sholat lima waktu. Menjaga sholat tepat waktu, terlebih secara berjamaah di masjid, akan melipatgandakan pahala dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Tips Optimal Menjalankan Ibadah Ramadan
Agar Ramadan lebih bermakna, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
1. Sahur Tepat Waktu
Usahakan sahur mendekati waktu Subuh agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.
2. Jaga Sholat Berjamaah
Menghidupkan masjid dengan sholat berjamaah dan tarawih akan menambah semangat ibadah.
3. Perbanyak Tilawah Al-Qur’an
Ramadan adalah bulan Al-Qur’an. Targetkan khatam minimal satu kali selama bulan suci.
4. Menunaikan Zakat dan Perbanyak Sedekah
Selain puasa, Ramadan adalah bulan berbagi. Setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya.
Maksimalkan Ramadan dengan Zakat dan Sedekah Terbaik
Momentum Ramadan juga menjadi waktu terbaik untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Melalui BAZNAS Kota Cirebon, masyarakat dapat menyalurkan zakat secara amanah, transparan, dan tepat sasaran kepada para mustahik di wilayah Kota Cirebon.
Program pendistribusian meliputi bantuan fakir miskin, beasiswa pendidikan, bantuan usaha mikro, hingga program sosial kemanusiaan. Dengan menunaikan zakat melalui lembaga resmi, distribusi dana umat dapat dikelola lebih optimal dan berdampak luas.
Kemudahan pembayaran zakat kini tersedia melalui transfer bank, QRIS, layanan jemput zakat, serta konfirmasi digital yang praktis. Ramadan menjadi kesempatan emas untuk membersihkan harta dan menyempurnakan ibadah puasa.
Penutup
Mengetahui jadwal imsakiyah dan waktu sholat yang akurat merupakan bagian penting dalam menyempurnakan ibadah Ramadan. Dengan berpedoman pada jadwal resmi, masyarakat Kota Cirebon dapat menjalankan puasa dan sholat dengan lebih tenang dan khusyuk.
Semoga Ramadan 1447 H membawa keberkahan bagi seluruh keluarga, memperkuat kepedulian sosial, serta menjadikan Kota Cirebon semakin religius dan penuh keberkahan.
Mari sambut Ramadan dengan persiapan terbaik — tepat waktu dalam ibadah, dan tepat sasaran dalam berbagi.Download Jadwal imsakiyah dibawah ini :DISINI
BERITA13/02/2026 | Admin | Akate

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.
Lihat Daftar Rekening →