WhatsApp Icon

Sentuh Wilayah Terisolasi, Badan Amil Zakat Nasional Salurkan Beras Zakat Fitrah bagi Korban Banjir Rob di Muara Gembong

04/03/2026  |  Penulis: Admin | Akate

Bagikan:URL telah tercopy
Sentuh Wilayah Terisolasi, Badan Amil Zakat Nasional Salurkan Beras Zakat Fitrah bagi Korban Banjir Rob di Muara Gembong

Dok. BAZNAS RI

Kabupaten Bekasi — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat menjangkau wilayah terisolasi akibat banjir rob di pesisir Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Pada Minggu (1/3/2026), BAZNAS menyalurkan bantuan beras zakat fitrah kepada warga terdampak di dua titik, yakni Pondok Dua (Desa Pantai Harapan Jaya) dan Muara Beting (Desa Pantai Bahagia).

Sebanyak 200 paket beras zakat fitrah masing-masing seberat 5 kilogram didistribusikan, dengan rincian 100 paket di setiap lokasi. Bantuan ini menjadi harapan baru bagi warga yang telah hampir tiga bulan terkepung banjir rob tanpa akses bantuan logistik yang memadai.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan bahwa penyaluran ini merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam memastikan amanah zakat fitrah dari para muzaki sampai kepada mustahik yang paling membutuhkan, terutama di wilayah sulit dijangkau.

“BAZNAS hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak banjir rob tetap mendapatkan dukungan pangan, khususnya di bulan Ramadan. Kami berharap bantuan beras zakat fitrah ini dapat meringankan beban keluarga sehingga mereka bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang,” ujarnya.

Tiga Bulan Terendam, Bantuan Sulit Masuk

Kondisi di lapangan cukup memprihatinkan. Air rob yang terus menggenang membuat akses transportasi terbatas dan aktivitas ekonomi lumpuh.

Watiah, warga Desa Pantai Harapan Jaya, mengungkapkan bahwa desanya hampir tiga bulan terisolasi akibat banjir rob.

“Sudah hampir tiga bulan air masuk terus. Kaki sampai bonyok kena kutu air. Selama itu belum ada bantuan masuk. Alhamdulillah hari ini dapat beras zakat fitrah dari BAZNAS. Kami sangat membutuhkan,” ujarnya haru.

Kisah serupa datang dari Tambrun (65), nelayan yang tinggal di gubuk sederhana bersama istrinya yang tengah menderita tumor otak. Penghasilannya sebagai nelayan tidak menentu, berkisar Rp30.000 hingga Rp50.000 sekali melaut.

“Biasanya uang segitu langsung buat beli beras. Dengan bantuan ini, saya merasa sangat terbantu,” katanya.

Menurut Nursan, pegiat Kelompok Bahagia Berkarya (Kebaya), banjir rob tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga memutus sumber penghasilan masyarakat pesisir.

“Nelayan tidak bisa fokus melaut karena harus memperbaiki rumah, ditambah cuaca angin barat yang berbahaya. Kalau tidak melaut, artinya tidak ada penghasilan. Bantuan beras ini sangat berarti bagi warga,” jelasnya.

Zakat Fitrah untuk Ketahanan Pangan Mustahik

Penyaluran beras zakat fitrah ini menjadi bukti bahwa dana zakat yang dititipkan para muzaki dikelola secara amanah dan responsif terhadap kondisi darurat. BAZNAS memastikan distribusi dilakukan tepat sasaran dengan mengutamakan warga yang terdampak paling parah.

Di tengah tantangan banjir rob yang berkepanjangan, zakat fitrah bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi penopang ketahanan pangan keluarga mustahik.

Kehadiran BAZNAS di wilayah pesisir Muara Gembong menegaskan bahwa tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dijangkau, dan tidak ada kesulitan yang dibiarkan tanpa ikhtiar bantuan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →