WhatsApp Icon

BAZNAS RI Berhasil Berdayakan Pedagang Nasi Kuning di Banjarmasin, Omzet Tembus Rp1 Juta per Hari

23/02/2026  |  Penulis: Admin | Akate

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS RI Berhasil Berdayakan Pedagang Nasi Kuning di Banjarmasin, Omzet Tembus Rp1 Juta per Hari

BAZNAS RI Berhasil Berdayakan Pedagang Nasi Kuning di Banjarmasin, Omzet Tembus Rp1 Juta per Hari

BAZNAS Kota Cirebon mengapresiasi keberhasilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Banjarmasin dalam memberdayakan mustahik hingga mampu mandiri secara ekonomi. Salah satu kisah inspiratif datang dari Rabiyatul Adawiyah, pedagang nasi kuning dan lontong, yang kini berhasil meraup omzet hingga Rp1 juta per hari.

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat secara produktif mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mustahik.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas perkembangan usaha binaan tersebut.

“Keberhasilan Rabiyatul menunjukkan zakat yang dikelola secara produktif dapat mendorong kemandirian ekonomi. BAZNAS ingin memastikan para mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga tumbuh dan berkembang melalui usaha yang berkelanjutan,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, Program BAZNAS Microfinance Desa tidak hanya memberikan pembiayaan modal usaha, tetapi juga pendampingan intensif agar usaha mustahik dapat berkembang secara berkelanjutan dan terukur.

Menurut Saidah, keunggulan program ini terletak pada skema pembiayaan tanpa bunga sehingga tidak memberatkan pelaku usaha kecil.

“Bagi kami, pembiayaan bukan sekadar modal. Ini adalah upaya menguatkan ekonomi keluarga dan menghadirkan keberkahan melalui usaha yang halal,” kata Saidah.

Ke depan, BAZNAS RI berkomitmen memperluas jangkauan Program BMD agar semakin banyak mustahik yang dapat meningkatkan kapasitas usahanya hingga bertransformasi menjadi muzaki.

“Dari penerima manfaat zakat bisa menjadi pemberi zakat. Jika itu terwujud, bukan tidak mungkin BAZNAS dapat berkontribusi lebih besar dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Rabiyatul Adawiyah mengaku merasakan langsung dampak positif program tersebut terhadap usahanya.

“Dulu sebelum dibantu BAZNAS omzet harian cuman Rp800 ribu, kini alhamdulilah omzet meningkat menjadi Rp1 juta per hari seiring dengan perbaikan fasilitas usaha dan penambahan kapasitas produksi,” ujarnya.

Rabiyatul juga menjelaskan bagaimana bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan usaha.

"Bantuan tahap awal yang diberikan langsung saya gunakan untuk memperbaiki atap warung yang sudah rusak, untuk sisa dipakai untuk menambah stok bahan baku," jelasnya.

Ia berharap program seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak pedagang kecil yang terbantu.

“Program BAZNAS ini membantu sekali. Tidak pakai bunga, hanya infak. Dan infak itu juga membuat kita punya ruang untuk bersedekah,” katanya.

Komitmen BAZNAS Kota Cirebon

BAZNAS Kota Cirebon memandang keberhasilan ini sebagai bukti bahwa zakat produktif mampu menjadi instrumen transformasi ekonomi umat. Pendekatan pembiayaan tanpa bunga dan pendampingan berkelanjutan menjadi model pemberdayaan yang efektif dalam mendorong mustahik naik kelas.

Semangat ini sejalan dengan komitmen BAZNAS Kota Cirebon untuk terus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak nyata. Harapannya, semakin banyak mustahik yang bertransformasi menjadi muzaki, sehingga zakat benar-benar menjadi kekuatan dalam mengentaskan kemiskinan dan menguatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →