WhatsApp Icon

Alumni Beasiswa BAZNAS Sukses Berkarier di Industri Biodiesel, Bertransformasi dari Mustahik Menjadi Muzaki

06/08/2026  |  Penulis: Admin | Akate

Bagikan:URL telah tercopy
Alumni Beasiswa BAZNAS Sukses Berkarier di Industri Biodiesel, Bertransformasi dari Mustahik Menjadi Muzaki

Alumni Beasiswa BAZNAS Sukses Berkarier di Industri Biodiesel

CIREBON – Program pendidikan yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali membuktikan dampak nyata dalam mengubah kehidupan penerima manfaat. Salah satu alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS, Musa Habib, S.Si., kini sukses berkarier sebagai Quality Control di PT Jhonlin Agro Raya Biodiesel Plant Tbk dan telah mampu menunaikan zakat dari penghasilannya.

Kisah Musa menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan berkelanjutan melalui pendidikan. Dari seorang penerima manfaat (mustahik), ia kini telah bertransformasi menjadi seorang muzaki yang ikut berkontribusi membantu sesama.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tersebut.

"Alhamdulillah, Program Beasiswa Cendekia BAZNAS kembali berhasil mencetak muzaki baru. Kebahagiaan ini bukan hanya milik penerima beasiswa, tetapi juga seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS sehingga dapat menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan mustahik," ujar Idy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Menurut Idy, pendidikan merupakan salah satu instrumen paling efektif dalam memutus rantai kemiskinan. Melalui dukungan beasiswa, mahasiswa dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan mengembangkan kompetensi akademik maupun keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja.

Ia menegaskan, keberhasilan seorang penerima manfaat yang kemudian mampu mandiri secara ekonomi hingga menjadi muzaki merupakan indikator nyata keberhasilan program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS.

"Ketika seorang mustahik yang sebelumnya menerima manfaat zakat kemudian mampu mandiri secara ekonomi dan menunaikan zakat, di situlah kita melihat keberhasilan proses pemberdayaan yang dilakukan," jelasnya.

Selain membantu menyelesaikan pendidikan, kata Idy, zakat yang dikelola secara profesional juga mampu membuka peluang peningkatan kesejahteraan dalam jangka panjang.

Karena itu, BAZNAS akan terus memperkuat berbagai program pendidikan agar semakin banyak generasi muda dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan berkualitas dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Berkarier di Industri Biodiesel

Musa Habib merupakan lulusan Program Studi S1 Kimia Universitas Lambung Mangkurat yang memperoleh dukungan melalui Program Beasiswa Cendekia BAZNAS selama masa kuliah.

Kini ia dipercaya sebagai Quality Control di PT Jhonlin Agro Raya Biodiesel Plant Tbk. Dalam pekerjaannya, Musa bertanggung jawab memastikan seluruh proses produksi biodiesel berjalan sesuai standar kualitas.

Mulai dari pengujian kadar Free Fatty Acid (FFA) pada minyak sawit sebagai bahan baku, mengawal proses reaksi kimia di pabrik, hingga melakukan pengujian produk akhir berupa Fatty Acid Methyl Ester (FAME) agar memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan regulasi yang berlaku.

"Alhamdulillah saya telah bekerja. Dalam pekerjaan saya, saya bertanggung jawab memastikan seluruh siklus produksi biodiesel berjalan sesuai standar, mulai dari seleksi bahan baku hingga pengujian produk akhir agar memenuhi standar yang berlaku," ungkap Musa.

Lebih dari sekadar memperoleh pekerjaan, Musa mengaku bersyukur karena kini telah mampu menunaikan zakat dari penghasilannya.

"Saya juga bersyukur sekarang dapat menunaikan zakat sebagai seorang muzaki. Bagi saya, perjalanan ini bukan hanya tentang meraih pekerjaan, tetapi juga tentang membuktikan bahwa kesempatan, pendidikan, dan kerja keras mampu mengubah kehidupan," tuturnya.

Musa turut menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS yang telah memberikan kesempatan melalui Program Beasiswa Cendekia BAZNAS.

Ia berharap program tersebut terus dikembangkan sehingga semakin banyak mahasiswa dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan tinggi yang berkualitas.

Keberhasilan Musa menjadi gambaran nyata bagaimana zakat mampu menciptakan siklus kebaikan. Dana zakat yang dihimpun dari para muzaki tidak hanya membantu menyelesaikan persoalan pendidikan, tetapi juga melahirkan sumber daya manusia yang mandiri, produktif, dan pada akhirnya kembali berkontribusi sebagai muzaki untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dengan semangat tersebut, BAZNAS terus berkomitmen mengembangkan program-program pemberdayaan yang berorientasi pada perubahan jangka panjang, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan umat sekaligus mengurangi kemiskinan di Indonesia.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →