WhatsApp Icon

Ramadan Tiba, BAZNAS RI Hadirkan Program Santri Memberdayakan Desa di 26 Titik Strategis

23/02/2026  |  Penulis: Admin | Akate

Bagikan:URL telah tercopy
Ramadan Tiba, BAZNAS RI Hadirkan Program Santri Memberdayakan Desa di 26 Titik Strategis

Ramadan Tiba, BAZNAS RI Hadirkan Program Santri Memberdayakan Desa di 26 Titik Strategis

BAZNAS Kota Cirebon menyambut hadirnya program inovatif dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bertajuk “Santri Memberdayakan Desa” dalam menyambut Ramadan 1447 H. Program yang diinisiasi Direktorat Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR melalui Divisi Program Ekonomi Pedesaan ini mengintegrasikan penguatan spiritualitas mustahik dengan pengalaman praktis agribisnis bagi generasi muda.

Sebanyak 78 santri terpilih akan diterjunkan ke 26 titik strategis yang tersebar di 8 provinsi, yakni Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka dibagi ke dalam 26 kelompok untuk menjalankan program selama Ramadan.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi pedesaan berbasis nilai-nilai keagamaan.

"Program Santri Memberdayakan Desa ini kami hadirkan untuk meningkatkan sisi spiritualitas binaan di lokus Balai Ternak, ZCD, dan Lumbung Pangan. Kami ingin para petani dan peternak kita tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga memiliki ketangguhan iman yang amanah dan produktif. Di sisi lain, ini adalah laboratorium nyata bagi santri milenial untuk belajar langsung bagaimana mengelola usaha pertanian dan peternakan di lapangan," ujar Saidah Sakwan, saat meluncurkan program secara daring, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, para santri yang dipilih merupakan tingkat akhir atau alumni pondok pesantren berusia 17–22 tahun yang memiliki potensi besar sebagai agen perubahan di masyarakat. Mereka akan berperan sebagai mentor religi dengan mengisi pengajian, kultum subuh, serta literasi keagamaan di desa binaan. Selain itu, para santri juga akan belajar langsung tata kelola agribisnis dan UMKM di lapangan.

“Program ini dilaksanakan di 26 titik yang tersebar di 26 desa, 12 kecamatan, dan 25 kabupaten/kota. Lokasi-lokasi ini dipilih secara khusus karena unit usaha pertanian, mikro, dan peternakannya sudah berjalan stabil, sehingga layak menjadi Pusat Studi Tiru bagi para santri,” ucapnya.

Saidah menambahkan, setiap kelompok yang terdiri dari tiga santri akan menjalani metode live in, yakni tinggal bersama kelompok binaan BAZNAS selama dua pekan. Mereka akan berinteraksi langsung dengan petani lumbung pangan, pelaku UMKM, hingga peternak di Balai Ternak BAZNAS.

Melalui program ini, BAZNAS berharap lahir generasi baru “santripreneur” yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga memiliki keterampilan kewirausahaan di sektor pertanian dan peternakan. Kehadiran santri di tengah masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana Ramadan yang lebih bermakna serta memperkuat keberlanjutan ekonomi mustahik melalui pendekatan yang humanis dan religius.

Komitmen BAZNAS Kota Cirebon

BAZNAS Kota Cirebon memandang Program Santri Memberdayakan Desa sebagai model pemberdayaan zakat yang holistik—menggabungkan kekuatan spiritual dan ekonomi dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Pendekatan ini sejalan dengan visi BAZNAS dalam mencetak mustahik yang mandiri sekaligus membangun generasi muda yang produktif dan berdaya saing.

Momentum Ramadan 1447 H menjadi penguat komitmen BAZNAS Kota Cirebon untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen transformasi sosial dan ekonomi umat.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →