WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Cirebon Perkuat Kolaborasi Bersama Polres Cirebon Kota

CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satunya melalui silaturahmi jajaran pimpinan dan Amil Pelaksana BAZNAS Kota Cirebon ke Polres Cirebon Kota, Senin (21/09/2026).

Kegiatan silaturahmi yang berlangsung di ruang kerja Polres Cirebon Kota tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkenalkan jajaran pimpinan BAZNAS Kota Cirebon kepada Kapolres Cirebon Kota yang baru.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Kapolres Cirebon Kota, AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. bersama Wakapolres, Kasatlantas, Kasatreskrim, Kasat Intelkam, dan Kasat Narkoba. Sementara dari BAZNAS Kota Cirebon hadir Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H.Hamdan, S.Ag,.M.Pd.I, Wakil Ketua I, Wakil Ketua IV, serta jajaran Amil Pelaksana.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga membahas peluang penguatan kolaborasi dalam berbagai program sosial yang dapat dilakukan bersama untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kota Cirebon.

Kolaborasi tersebut menjadi penting karena Polres Cirebon Kota selama ini juga memiliki peran dalam mendukung gerakan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). UPZ Polres Cirebon Kota secara aktif menghimpun zakat profesi serta infak dan sedekah dari para anggotanya untuk disalurkan melalui BAZNAS Kota Cirebon.

ZIS yang dihimpun melalui UPZ tersebut kemudian dikelola dan disalurkan BAZNAS Kota Cirebon melalui berbagai program kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, sosial kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, maupun keagamaan.

Melalui sinergi antara BAZNAS Kota Cirebon dan Polres Cirebon Kota, zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan para anggota kepolisian tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga turut menjadi bagian dari gerakan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

BAZNAS Kota Cirebon berharap silaturahmi dan kolaborasi ini dapat terus berkembang, sehingga semakin banyak program kebaikan yang dapat dihadirkan dan semakin luas pula masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir kolaborasi. Dan dari kolaborasi, semakin banyak masyarakat yang terbantu.

Zakat Menguatkan Indonesia.

21/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Bapak Suryadi, Bantu Kembali Beraktivitas

CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menghadirkan manfaat zakat melalui penyaluran bantuan kaki palsu kepada Bapak Suryadi, warga RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, Kota Cirebon, Senin (14/9/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I., bersama jajaran amil dan staf BAZNAS Kota Cirebon. Bantuan kaki palsu ini diberikan untuk membantu menunjang mobilitas Bapak Suryadi agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, H. Hamdan menyampaikan bahwa bantuan kaki palsu merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kota Cirebon untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan kaki palsu untuk Bapak Suryadi supaya bisa beraktivitas lagi seperti dulu. Mudah-mudahan bantuan ini banyak manfaatnya dan dapat membantu Bapak dalam beraktivitas,” ujar H. Hamdan.

Ia juga berharap kaki palsu yang diberikan dapat dirawat dengan baik sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Kami selaku pimpinan BAZNAS dan para staf amil, mudah-mudahan mendapat rida dan pahala dari Allah. Mudah-mudahan kaki palsu ini awet, Pak, dirawat,” lanjutnya.

Bapak Suryadi: Akan Dirawat dan Digunakan untuk Aktivitas Sehari-hari

Bagi Bapak Suryadi, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti. Ia menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kota Cirebon atas bantuan kaki palsu yang diterimanya.

“Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan kaki palsu kepada saya. Insyaallah kaki palsu ini akan saya jaga, dirawat dan digunakan untuk aktivitas seperti biasa yang sehari-hari saya lakukan,” ungkap Bapak Suryadi.

Ia kembali menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih sekali lagi atas bantuannya,” tuturnya.

RW: Bukti Kehadiran BAZNAS di Tengah Masyarakat

Apresiasi juga disampaikan oleh pengurus RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan. Perwakilan RW menyebut proses pengajuan bantuan hingga penanganan yang relatif cepat menjadi salah satu manfaat yang dirasakan masyarakat dari kehadiran BAZNAS Kota Cirebon.

“Kami atas nama pengurus RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Cirebon yang telah membantu warga kami,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan kaki palsu tersebut menjadi bantuan yang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Ini bantuan yang saya pikir adalah bantuan yang cepat. Penanganan pengajuannya tidak lama. Karena itu, kita merasakan manfaat kehadiran BAZNAS Kota Cirebon di tengah-tengah masyarakat,” lanjutnya.

Ia berharap BAZNAS Kota Cirebon dapat terus hadir memberikan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat.

Zakat Menguatkan, Hadirkan Manfaat bagi Sesama

Penyaluran bantuan kaki palsu kepada Bapak Suryadi menjadi salah satu wujud nyata kepedulian BAZNAS Kota Cirebon dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut tidak hanya berupa alat bantu mobilitas, tetapi juga diharapkan dapat memberikan semangat dan kesempatan bagi penerima manfaat untuk menjalankan kembali aktivitas sehari-hari.

Melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki dan donatur, BAZNAS Kota Cirebon terus berupaya menghadirkan manfaat di tengah masyarakat melalui berbagai program, termasuk bidang kesehatan dan bantuan sosial.

Kehadiran BAZNAS diharapkan dapat menjadi penghubung antara kebaikan para muzaki dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan, sehingga dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan.

Zakat Menguatkan Indonesia.

21/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Semarakkan MTQ Nasional XXXI dengan Edukasi Zakat dan Layanan Gratis

Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menyemarakkan syiar Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat gerakan zakat dan berbagai manfaatnya.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dan BAZNAS Kota Semarang menghadirkan berbagai layanan dan aktivitas menarik bagi peserta maupun pengunjung pameran MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah.

Sejumlah layanan dan kegiatan dihadirkan, mulai dari booth edukasi digital “Jelajah Dampak Zakat Nusantara”, layanan potong rambut gratis, hingga partisipasi dalam Halal Food Fest yang menghadirkan berbagai produk olahan lokal dari usaha milik mustahik binaan BAZNAS.

Edukasi Zakat dengan Cara yang Lebih Interaktif

Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., mengajak masyarakat untuk mengunjungi booth BAZNAS dan memanfaatkan berbagai layanan serta edukasi yang tersedia selama pameran berlangsung.

Menurutnya, kehadiran BAZNAS dalam MTQ Nasional XXXI menjadi kesempatan untuk memperkenalkan zakat kepada masyarakat melalui pendekatan yang edukatif dan interaktif.

“Dalam rangka memeriahkan MTQ Nasional XXXI, BAZNAS mengikuti kegiatan pameran yang berlangsung sejak tanggal 11 hingga tanggal 19 September. Silakan hadir di pameran tersebut, di booth kami. Kita ada edukasi tentang zakat. Kalau Anda beruntung, Anda akan mendapatkan hadiah yang sangat menarik,” ujar Subhan di sela kunjungannya ke booth BAZNAS, Sabtu (19/9/2026).

Booth tersebut tidak hanya melibatkan BAZNAS RI. BAZNAS daerah turut berpartisipasi bersama para pelaku UMKM binaan BAZNAS yang membawa berbagai produk hasil pemberdayaan mustahik.

Dengan demikian, pengunjung tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai zakat, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana zakat dikelola dan diwujudkan menjadi berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari Edukasi Zakat hingga Produk Mustahik

Salah satu bagian yang menarik perhatian pengunjung adalah kehadiran produk-produk UMKM binaan BAZNAS dalam Halal Food Fest.

Produk tersebut menjadi gambaran nyata bahwa zakat tidak berhenti pada penghimpunan dan penyaluran, tetapi dapat diarahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi dan mendorong penerima manfaat agar semakin mandiri.

Selain menikmati produk kuliner lokal, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif di booth BAZNAS serta memperoleh informasi mengenai program-program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS.

Antusiasme peserta dan pengunjung terlihat dari keikutsertaan mereka dalam berbagai aktivitas yang disediakan. Kehadiran booth BAZNAS pun menjadi ruang perjumpaan antara edukasi, pelayanan, pemberdayaan, dan syiar zakat.

Membumikan Al-Qur’an melalui Gerakan Kebaikan

Subhan berharap kehadiran BAZNAS dalam MTQ Nasional XXXI dapat menjadi sarana untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai zakat sekaligus memaknai MTQ sebagai momentum membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

“Silakan datang ke pameran ini dan kita meriahkan tabarukan bil Quran. Kita mengambil berkah dari kegiatan membumikan Al-Qur’an melalui MTQ Nasional XXXI Tahun 2026,” ucapnya.

MTQ pada akhirnya bukan hanya tentang lantunan ayat suci dan perlombaan membaca Al-Qur’an. Momentum ini juga dapat menjadi ruang untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata—termasuk melalui kepedulian, berbagi, pemberdayaan, dan pengelolaan zakat yang amanah.

Melalui kehadirannya di MTQ Nasional XXXI, BAZNAS terus mengajak masyarakat untuk mengenal zakat lebih dekat sekaligus melihat dampak kebaikan yang lahir ketika zakat dikelola dan disalurkan secara tepat.

Dari Al-Qur’an, tumbuh nilai kebaikan.

Dari zakat, tumbuh kebermanfaatan.

Zakat Menguatkan Indonesia.

19/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS RI Optimalkan UPZ Kemenhut untuk Fasilitasi ASN Menunaikan Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekaligus memperkuat syiar dan edukasi zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Upaya tersebut mengemuka dalam acara serah terima jabatan kepengurusan UPZ BAZNAS Kementerian Kehutanan RI periode 2026–2030 yang berlangsung di Gedung Kemenhut, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kementerian Kehutanan Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., serta Ketua UPZ Kemenhut periode 2018–2025 Ir. Sudjoko Prajitno beserta jajaran.

Memperkuat UPZ, Memudahkan ASN Berzakat

Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, menekankan pentingnya memperkuat UPZ sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi zakat di lingkungan kementerian.

Menurutnya, UPZ memiliki peran penting dalam menghadirkan layanan zakat yang mudah dan terintegrasi bagi para ASN, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel.

“Pengelolaan zakat di lingkungan kementerian dan lembaga, termasuk di Kemenhut, memerlukan dukungan dan sinergi dari berbagai unsur. Karena itu, keberadaan UPZ perlu diperkuat agar mampu menjadi bagian dari ekosistem pelayanan zakat yang memberikan kemudahan kepada ASN, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel,” ujar Rizaludin.

Penguatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan, tetapi juga mencakup kesiapan organisasi dan sistem pelayanan zakat secara menyeluruh.

Pelayanan Zakat Harus Profesional dan Amanah

Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC., CFRM., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat membutuhkan kesiapsiagaan dari berbagai sisi.

Mulai dari penghimpunan, organisasi, sumber daya manusia, sistem layanan, administrasi, data, pelaporan, hingga komunikasi dengan muzaki dan koordinasi antara BAZNAS dengan UPZ perlu dipersiapkan secara baik.

“Pengelolaan zakat harus mampu memberikan pelayanan secara cepat dan baik ketika muzaki membutuhkan layanan, sekaligus memastikan setiap proses pengelolaan dana zakat dilaksanakan secara profesional, amanah, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan syariat,” ujarnya.

Dengan pengelolaan yang terintegrasi, UPZ diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembayaran zakat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pelayanan yang mendampingi muzaki dalam menunaikan kewajibannya.

Edukasi Zakat bagi ASN Perlu Diperkuat

Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., mengapresiasi komitmen Kementerian Kehutanan dalam mengembangkan pengelolaan zakat melalui UPZ.

Ia menilai, sinergi antara Kemenhut RI dan BAZNAS RI perlu terus diperkuat agar pengelolaan zakat dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurutnya, optimalisasi zakat tidak cukup hanya dengan menyediakan mekanisme pembayaran. Edukasi dan pengingat secara berkelanjutan juga diperlukan agar ASN memahami kewajiban zakat sesuai ketentuan syariah.

Hal tersebut mencakup pemahaman mengenai nisab, haul, objek zakat, hingga mekanisme penunaian zakat.

UPZ sebagai Bagian dari Kesadaran Ibadah

Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kementerian Kehutanan Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat di lingkungan ASN tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas administratif.

Lebih dari itu, pengelolaan zakat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran ibadah harta di lingkungan ASN.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang amanah, tertib, profesional, dan berkelanjutan.

UPZ bersama para petugas layanan zakat memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada ASN yang menunaikan zakat sekaligus memastikan setiap proses pengelolaan berjalan dengan baik.

Melalui penguatan UPZ, sinergi kelembagaan, serta edukasi yang berkelanjutan, BAZNAS RI dan Kementerian Kehutanan terus mendorong hadirnya layanan zakat yang semakin mudah, profesional, dan amanah bagi para ASN.

Pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang membangun ekosistem kebaikan yang dikelola secara tepat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Zakat Menguatkan Indonesia.

18/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS RI Raih Penghargaan Lembaga Pemberdaya dari HPDKI

Tangerang — Zakat tidak hanya menjadi jalan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi pintu bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi. Upaya tersebut kembali mendapat apresiasi setelah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penghargaan kategori Lembaga Pemberdaya dari Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI).

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi BAZNAS dalam memberdayakan peternak domba dan kambing skala kecil di berbagai daerah melalui program pemberdayaan ekonomi.

Apresiasi diserahkan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) V HPDKI yang berlangsung di Nusantara Hall ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/9/2026).

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat kecil agar memiliki kesempatan untuk berkembang dan lebih mandiri secara ekonomi.

“Saya kira ini adalah salah satu award yang sangat penting karena BAZNAS diakui sebagai salah satu lembaga pemberdaya masyarakat kecil, yakni peternak domba,” ujar Sodik Mudjahid.

Dari Bantuan Modal hingga Akses Pasar

Pemberdayaan peternak dilakukan melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari bantuan modal, pendampingan usaha, hingga penguatan akses pasar.

Salah satu program yang menjadi bagian dari upaya tersebut adalah Balai Ternak BAZNAS, yang dikembangkan sebagai wadah pemberdayaan peternak mustahik agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Melalui pendampingan, para peternak mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.

HPDKI menilai kontribusi BAZNAS tersebut terlihat melalui keberhasilan program Balai Ternak domba dan kambing dalam memberdayakan peternak mustahik. Dukungan juga diperkuat dengan pembukaan akses pasar melalui berbagai program, termasuk Kurban dan Dam BAZNAS.

Dengan adanya akses pasar, hasil usaha peternak memiliki peluang untuk terserap dengan lebih baik sehingga manfaat pemberdayaan tidak berhenti pada bantuan awal.

Pemberdayaan Peternak dan Ketahanan Pangan

BAZNAS juga berkomitmen untuk terus melanjutkan dan memperluas pengembangan Balai Ternak di berbagai daerah.

Menurut Sodik, program tersebut memiliki manfaat pada dua sisi. Di tingkat masyarakat, pemberdayaan peternak dapat membantu menghidupkan perekonomian usaha mikro. Sementara dalam skala yang lebih luas, pengembangan peternakan turut mendukung ketahanan pangan nasional.

“Untuk semua pengurus, mari kita teruskan program BAZNAS dalam pengembangan Balai Ternak karena ini secara makro adalah membantu ketahanan pangan Indonesia dan secara mikro ini adalah betul-betul menghidupkan para pengusaha mikro yakni para peternak,” kata Sodik.

Penghargaan dari HPDKI menjadi bagian dari perjalanan pemberdayaan zakat yang menempatkan mustahik bukan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai masyarakat yang memiliki potensi untuk tumbuh dan menjadi lebih mandiri.

Ketika zakat dikelola untuk membuka akses usaha, memberikan pendampingan, dan memperluas peluang pasar, manfaatnya dapat terus berkembang dari satu penerima kepada keluarga dan lingkungan di sekitarnya.

Dari zakat, tumbuh usaha.

Dari usaha, lahir kemandirian.

Dan dari masyarakat yang mandiri, ekonomi Indonesia ikut menguat.

Zakat Menguatkan Indonesia.

18/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate

Berita Terbaru

Kolaborasi BAZNAS dan Rabbani Hadirkan Program Sedekah dari Penjualan Sarung untuk Palestina
Kolaborasi BAZNAS dan Rabbani Hadirkan Program Sedekah dari Penjualan Sarung untuk Palestina
BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) bekerja sama dengan Rabbani (CV Rabbani Asysa) mengumumkan dimulainya program "Sedekah Penjualan Produk" yang berlangsung pada Februari hingga Maret 2025. Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Palestina. Dalam kerjasama ini, 25 persen dari hasil penjualan sarung bergaya Palestina yang diproduksi oleh Rabbani akan didonasikan melalui BAZNAS untuk mendukung program "Membasuh Luka Palestina". Peluncuran program ini berlangsung di Gedung BAZNAS RI pada hari Jumat (7/2/2025), dengan dihadiri oleh Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, Lc, MA, serta perwakilan dari Rabbani, Muhammad Iqbal Anshary, dan sejumlah pejabat terkait. Subhan Cholid menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk membantu masyarakat Palestina. "Inisiatif ini merupakan salah satu upaya BAZNAS untuk menghimpun ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) guna memberikan manfaat maksimal bagi Palestina," ujarnya. Lebih lanjut, Cholid berharap agar program ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk turut berkontribusi bagi kesejahteraan rakyat Palestina. Ia juga mengungkapkan bahwa BAZNAS saat ini terus bekerja sama dengan mitra di Mesir dan Yordania untuk menyalurkan bantuan secara efektif. "Selain bantuan darurat, BAZNAS juga berencana untuk membantu rekonstruksi di Palestina, termasuk pembangunan rumah sakit, masjid, dan sekolah," tambahnya. Ia berharap kolaborasi ini akan semakin mendorong dukungan masyarakat untuk Palestina dan memberi berkah. Sementara itu, Muhammad Iqbal Anshary, perwakilan dari Rabbani, menyampaikan bahwa produk yang dijual dalam program ini adalah sarung berdesain khas Palestina. "Kami mengajak para donatur untuk berbelanja sambil berdonasi dengan menggunakan kode program PLSTN-BAZNAS. Sebagian dari penjualan ini, sebesar 25 persen, akan didonasikan untuk membantu masyarakat Palestina," katanya. Iqbal juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan terhadap program ini dan berharap agar peluncuran Sedekah Penjualan Produk ini memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat, terutama untuk masyarakat Palestina.
BERITA12/02/2025 | Humas
BAZNAS RI Dapat Pengakuan Elshinta Award 2025 atas Kolaborasi Bisnis Unggul
BAZNAS RI Dapat Pengakuan Elshinta Award 2025 atas Kolaborasi Bisnis Unggul
BAZNAS RI menerima penghargaan Elshinta Award 2025 untuk kategori Outstanding Bussiness Collaboration. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran BAZNAS yang memberikan perspektif dan mendukung kerja sama dalam siaran Radio Elshinta. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung kepada Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa terima kasih kepada Radio Elshinta yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam menyebarkan literasi zakat kepada masyarakat. " Elshinta adalah mitra kolaborasi yang luar biasa yang sangat membantu BAZNAS dalam literasi dan memberikan komunikasi kepada masyarakat, sehingga apa yang diraih BAZNAS saat ini rata-rata naik 30 persen,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor juga menyatakan harapan agar Radio Elshinta tetap konsisten menyiarkan informasi dan edukasi tentang zakat, serta terus menjalin kerja sama dengan BAZNAS RI untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. " BAZNAS RI akan terus berkolaborasi dengan media, salah satunya Radio Elshinta. Kami sangat percaya dengan Elshinta karena selama ini terus memberikan perkembangan informasi sehingga mendapat apresiasi dari masyarakat,” tambahnya. Di samping itu, Kiai Noor menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, BAZNAS telah rutin menerima penghargaan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pencapaian ini tentunya tidak lepas dari penerapan prinsip "3A"Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI yang menjadi landasan pengelolaan zakat di BAZNAS RI.
BERITA12/02/2025 | Humas
BAZNAS RI, LAZ, dan UPZ Serukan Masyarakat untuk Perkuat Bantuan bagi Palestina
BAZNAS RI, LAZ, dan UPZ Serukan Masyarakat untuk Perkuat Bantuan bagi Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Indonesia, menunjukkan komitmennya untuk membangun kembali Gaza dan mengajak masyarakat untuk terus memperkuat dukungan serta bantuan untuk warga Palestina. Dalam kesempatan itu, BAZNAS menyampaikan bahwa mereka telah menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp120 miliar kepada masyarakat Palestina, dengan lebih dari 407.350 warga Palestina menjadi penerima manfaat, dan jumlah ini terus bertambah. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam arahan yang diberikan dalam Rapat Koordinasi Khusus “Membasuh Luka Palestina” yang diadakan di Jakarta baru-baru ini. Acara ini dihadiri oleh 150 perwakilan dari LAZ dan UPZ yang menyumbangkan infaknya melalui BAZNAS. “Ini membuktikan bahwa Indonesia hadir di Palestina, Indonesia hadir di Gaza. Secara politis, kekuatan umat Islam Indonesia sangat besar di mata internasional,” kata Kiai Noor. Menurut Kiai Noor, meskipun bantuan kemanusiaan dari Indonesia mungkin tidak sebesar yang diberikan negara-negara Arab, namun kehadiran umat Muslim Indonesia di Gaza sangat berarti bagi rakyat Palestina di wilayah tersebut. “Mungkin kita kalah dalam jumlah dengan negara-negara Arab dalam membangun Gaza, tetapi kekuatan umat Islam Indonesia sangat dibutuhkan oleh masyarakat Palestina, artinya pengaruh umat Islam Indonesia sangat besar,” ujarnya. Lebih lanjut, Kiai Noor mengungkapkan bahwa bantuan dari Indonesia juga memberikan jawaban atas pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mengusulkan agar warga Gaza dipindahkan ke tempat lain. “Keberadaan negara-negara, termasuk Indonesia, sangat penting untuk membuktikan bahwa Gaza tidak ditinggalkan oleh umat Islam Indonesia dan umat lain di seluruh dunia, karena saya yakin banyak juga umat non-Muslim yang peduli dengan nasib Gaza,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor juga menambahkan, bahwa Malaysia berencana untuk membangun beberapa fasilitas publik di Gaza, seperti rumah sakit, sekolah, dan masjid, yang serupa dengan rencana BAZNAS RI. “Saya mendengar bahwa Malaysia juga akan membantu Gaza. Perdana Menteri Malaysia, Prof. Dr. Anwar Ibrahim, mengatakan akan membangun rumah sakit, sekolah, dan masjid yang sama dengan yang kami cita-citakan. Nilainya sekitar Rp400 miliar, hampir sama dengan yang kami rencanakan,” kata Kiai Noor. Sementara itu, Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH Acmad Sudrajat Lc MA CFRM menambahkan, bahwa BAZNAS RI akan memanfaatkan situasi pasca-perang atau setelah disepakatinya gencatan senjata antara pejuang Palestina dan militer Israel. “Kami menyambut kondisi pascaperang ini dan akan melakukan koordinasi strategi bersama pemerintah Indonesia. Suasana ini berbeda dengan saat perang, ketika kami tidak bisa berbuat banyak. Gencatan senjata harus dimanfaatkan untuk membangun kawasan Indonesia di Gaza,” kata Kiai Ajat. “Kami berkumpul di bulan Syakban ini, semoga niat baik kami dimudahkan oleh Allah dan diberi kesempatan untuk bersama-sama ke Gaza. Kami berharap pembangunan dapat berjalan lancar,” tambahnya.
BERITA12/02/2025 | Humas
Dukungan untuk Gaza Terus Mengalir, BAZNAS RI Ajak Masyarakat Perkuat Bantuan
Dukungan untuk Gaza Terus Mengalir, BAZNAS RI Ajak Masyarakat Perkuat Bantuan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Indonesia menegaskan komitmennya untuk membantu pemulihan Gaza. Selain itu, mereka juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan bagi warga Palestina yang terdampak konflik. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS mengungkapkan bahwa bantuan kemanusiaan yang telah disalurkan mencapai Rp120 miliar, dengan jumlah penerima manfaat lebih dari 407.350 warga Palestina dan masih bertambah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam rapat koordinasi khusus yang digelar di Jakarta baru-baru ini menyampaikan bahwa dukungan Indonesia untuk Palestina memiliki dampak yang besar di mata dunia. "Ini membuktikan bahwa Indonesia hadir di Palestina, Indonesia hadir di Gaza. Secara politis, kekuatan umat Islam di Indonesia cukup besar di mata internasional," ujarnya. Meski jumlah bantuan dari masyarakat Indonesia tidak sebesar beberapa negara Arab, Kiai Noor menegaskan bahwa kehadiran umat Islam Indonesia tetap sangat dibutuhkan. “ Mungkin kita kalah dengan negara-negara Arab dalam membangun Gaza, tetapi kekuatan umat Islam Indonesia sangat dibutuhkan oleh masyarakat Palestina, artinya kekuatan umat Islam Indonesia sangat berpengaruh," katanya. Ia juga menanggapi isu mengenai rencana pemindahan warga Gaza yang pernah disampaikan oleh Presiden AS. “ Maka kehadiran semua negara, termasuk juga Indonesia ini sangat penting dalam rangka untuk membuktikan Gaza tidak dibiarkan oleh umat Islam Indonesia dan umat-umat yang lain di seluruh dunia, karena saya yakin umat non-muslim pun banyak yang peduli terhadap nasib Gaza," tuturnya. Selain itu, ia menyoroti rencana Malaysia dalam membangun sejumlah fasilitas publik di Gaza, yang sejalan dengan rencana BAZNAS RI. “ Saya dengar Malaysia juga akan membantu Gaza. Malaysia melalui perdana menterinya Prof. Dr. Anwar Ibrahim menyampaikan akan membangun rumah sakit, sekolah, dan masjid persis yang kita cita-citakan. Nilai nominalnya sekitar Rp400 miliar, kira-kira sama dengan yang kita cita-citakan," kata Kiai Noor. Sementara itu, Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional BAZNAS RI, KH Acmad Sudrajat Lc MA CFRM, menegaskan bahwa momen pascaperang harus dimanfaatkan untuk membangun kembali Gaza. “ Kami menyambut kondisi pascaperang ini, maka kita melakukan koordinasi strategi bersama pemerintah Indonesia, karena suasananya berbeda, kalau masih perang kita tidak bisa berbuat apa-apa. Gencatan senjata ini harus kita manfaatkan untuk membangun kawasan Indonesia di Gaza," katanya. Ia pun berharap upaya bersama ini dapat berjalan dengan lancar. “ Karena itu kita semua berkumpul di bulan yang baik ini, bulan Syakban, semoga niat baik yang kita lakukan Allah mudahkan dan Allah kasih kita kesempatan untuk bersama-sama ke Gaza. Kita berharap rencana pembangunan bisa berjalan dengan lancar," tambahnya.
BERITA12/02/2025 | Humas
BAZNAS RI Terima Elshinta Award 2025 atas Kolaborasi Bisnis yang Mengesankan
BAZNAS RI Terima Elshinta Award 2025 atas Kolaborasi Bisnis yang Mengesankan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dianugerahi Elshinta Award 2025 sebagai Outstanding Business Collaboration atas kontribusinya dalam memberikan perspektif dan bekerja sama dengan siaran Radio Elshinta. Penghargaan ini diserahkan langsung kepada Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., di Gedung Antara Heritage Center, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengungkapkan rasa terima kasih kepada Radio Elshinta yang telah menjadi mitra penting bagi BAZNAS dalam menyebarkan literasi dan komunikasi mengenai zakat kepada masyarakat. “Elshinta adalah mitra kolaborasi yang luar biasa yang sangat membantu BAZNAS dalam literasi dan memberikan komunikasi kepada masyarakat, sehingga apa yang diraih BAZNAS saat ini rata-rata naik 30 persen,” ujar Kiai Noor. Dia berharap Radio Elshinta terus berkomitmen untuk menyiarkan informasi edukatif mengenai zakat kepada publik dan mempertahankan kerja sama dengan BAZNAS, sehingga manfaatnya bisa lebih dirasakan oleh masyarakat. “BAZNAS RI akan terus berkolaborasi dengan media, salah satunya Radio Elshinta. Kami sangat percaya dengan Elshinta karena selama ini terus memberikan perkembangan informasi sehingga mendapat apresiasi dari masyarakat,” tambahnya. Kiai Noor juga mencatat, dalam beberapa tahun terakhir, BAZNAS telah sering kali menerima penghargaan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini tak lepas dari komitmen BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang konsisten menjalankan prinsip "3A", yaitu Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
BERITA12/02/2025 | Humas
Komisi VIII DPR RI Apresiasi Kinerja BAZNAS dan Dorong Pencapaian Target Penghimpunan ZIS-DSKL 2025
Komisi VIII DPR RI Apresiasi Kinerja BAZNAS dan Dorong Pencapaian Target Penghimpunan ZIS-DSKL 2025
Komisi VIII DPR RI mengapresiasi hasil yang diraih oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pada tahun 2024 dan mendorong agar lembaga tersebut dapat mencapai target penghimpunan zakat, infak, sedekah (ZIS), serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) pada tahun 2025. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Abdul Wachid, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan BAZNAS dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta. Turut hadir Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Marwan Dasopang, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dan para perwakilan fraksi Komisi VIII DPR RI. “Komisi VIII DPR RI mengapresiasi capaian dan target kinerja tahun 2024 dan selanjutnya mendesak pada Badan Amil Zakat Nasional untuk mencapai target capaian pengumpulan ZIS-DSKL tahun 2025,” ujar Abdul Wachid. Abdul Wachid juga mengungkapkan, BAZNAS RI perlu menyusun proyeksi pengumpulan nasional untuk tahun 2025 yang mencakup nilai sebesar Rp13.335.447.759.280,- dalam neraca dan Rp38.728.180.331.998,- di luar neraca, sehingga total proyeksi pengumpulan mencapai Rp50.063.628.901.276,-. Selain itu, Abdul Wachid juga mengingatkan BAZNAS untuk memastikan pelaksanaan program prioritas tahun 2025 dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. “Program prioritas BAZNAS tahun 2025 antara lain penguatan layanan kesehatan di 34 provinsi, BAZNAS microfinance, kampung zakat, santripreneur, beasiswa BAZNAS, Zchicken, Zmart, rumah layak huni, pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting, serta BAZNAS Tanggap Bencana,” ucap Abdul Wachid. Abdul Wachid juga mendorong BAZNAS untuk menyusun strategi guna mengoptimalkan potensi zakat agar target penghimpunan ZIS-DSKL dapat tercapai dan mendukung program prioritas yang juga berperan dalam kegiatan kemanusiaan di negara lain. Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Marwan Dasopang juga memberikan apresiasi terhadap program penyaluran BAZNAS yang dirasakan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat kurang mampu. “Di berbagai kabupaten sudah menunjukkan kinerja BAZNAS dan sebagian besar sudah menyasar masyarakat miskin. Dari laporan yang kami terima, sudah menyasar lebih dari satu juta masyarakat miskin dan membantu mengurangi angka kemiskinan kita,” katanya. Dalam kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian BAZNAS dalam mencapai target penghimpunan ZIS-DSKL tahun 2024, yang memberikan manfaat bagi kalangan menengah ke bawah. “Alhamdulillah capaian BAZNAS di tahun 2024 mendapat apresiasi dari Komisi VIII DPR dan mereka akan mendukung apa yang dilakukan BAZNAS di tahun 2025,” kata Kiai Noor. “Dan yang tak kalah penting adalah tadi ada keputusan, mudah-mudahan nanti bisa dilaksanakan bersama yaitu amil-amil zakat di lingkungan BAZNAS adalah amil zakat negara. Dengan demikian negara hadir dalam rangka untuk memperkuat zakat, infak, sedekah, untuk pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan umat,” tambahnya. Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan jajaran BAZNAS RI, seperti Hj. Saidah Sakwan, Prof. Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, KH Acmad Sudrajat Lc MA CFRM, dan para Deputi serta pimpinan bidang lainnya.
BERITA12/02/2025 | Humas
BAZNAS RI Pertahankan Sertifikasi ISO dan Perkuat Sistem Pengelolaan Zakat yang Transparan
BAZNAS RI Pertahankan Sertifikasi ISO dan Perkuat Sistem Pengelolaan Zakat yang Transparan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil mempertahankan dua sertifikasi penting, yaitu ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan yang diterbitkan oleh PT Garuda Sertifikasi Indonesia. BAZNAS terus meneguhkan penerapan prinsip 3A (Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI) dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang diterima dari para muzaki. Penyerahan simbolis kedua sertifikat tersebut berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Rabu (5/2/2025). Hadir dalam acara tersebut Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., bersama perwakilan dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia, Eko Sutrisno. "Alhamdulillah BAZNAS RI berhasil mempertahankan sertifikat ISO setiap tahun. Ini menjadi bukti keseriusan kami dalam mengawasi dan mengoptimalkan manajemen internal BAZNAS," kata Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Ketua BAZNAS RI tersebut menjelaskan bahwa lembaganya berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan zakat sesuai dengan standar ISO 9001:2015 dan ISO 37001:2016. Tujuannya adalah agar pengelolaan zakat dapat berjalan dengan efektif, efisien, dan transparan. Menurut Kiai Noor, ISO 9001:2015 bertujuan untuk memastikan kualitas manajemen, menjamin bahwa layanan yang diberikan memenuhi standar mutu dan mematuhi regulasi yang berlaku. Sedangkan sertifikasi ISO 37001:2016 adalah komitmen BAZNAS untuk menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan zakat serta mencegah korupsi dan praktik suap. BAZNAS memperoleh sertifikat ISO 37001:2016 setelah menjalani audit ulang oleh Badan Sertifikasi Garuda Sertifikasi Indonesia dengan cakupan layanan pengelolaan zakat, pengumpulan, pendistribusian, dan pendukung lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zainulbahar Noor, Pimpinan BAZNAS Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan, menyampaikan bahwa pencapaian ini akan memotivasi BAZNAS untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Menurutnya, penghargaan ini juga menunjukkan bahwa manajemen BAZNAS memenuhi standar yang berlaku. Eko Sutrisno dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia memberikan penghargaan kepada BAZNAS atas keberhasilannya mempertahankan dua sertifikat ISO tersebut, yang menurutnya menunjukkan bahwa BAZNAS tetap menjaga kepercayaan publik dan menjadi contoh bagi Lembaga Amil Zakat (LAZ) lainnya di Indonesia. Ia berharap BAZNAS dapat memperluas penerapan standar ini ke tingkat daerah, memastikan transparansi dan akuntabilitas terjaga. Untuk informasi, BAZNAS pertama kali mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 pada 2018 dan terus memperbaharui sertifikasinya, hingga kini memperoleh versi terbaru ISO 9001:2015 dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia. Begitu pula dengan ISO 37001:2016 yang pertama kali diterapkan pada 2019, dan kini diperoleh dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia dengan cakupan seluruh unit kerja BAZNAS.
BERITA12/02/2025 | Humas
Jelang Ramadhan, BAZNAS RI Pastikan Layanan Penghimpunan ZIS Lebih Cepat dan Mudah
Jelang Ramadhan, BAZNAS RI Pastikan Layanan Penghimpunan ZIS Lebih Cepat dan Mudah
Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H/2025 M, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berupaya meningkatkan kemudahan dan kecepatan layanan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Berbagai strategi melalui kanal ritel dan digital telah disiapkan untuk memastikan masyarakat dapat menunaikan ZIS dengan lebih praktis dan aman. Hal ini disampaikan dalam Pengajian BAZNAS Selasa Pagi bertema "Pengumpulan Retail dan Off Balance Sheet dalam Mencapai Target Pengumpulan Ramadhan" yang diselenggarakan oleh Pusdiklat dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV, beberapa waktu lalu. Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., serta Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan. Prof. Nadratuzzaman Hosen menekankan pentingnya memanfaatkan momentum Ramadhan sebaik mungkin. Untuk mencapai target tersebut, BAZNAS telah menyiapkan strategi layanan penghimpunan yang lebih mudah dan cepat melalui berbagai kanal, seperti pendekatan ritel dengan menambah gerai ZIS, bekerja sama dengan perusahaan ritel dan komunitas, serta menyelenggarakan acara penggalangan dana dan penggalangan dana kreatif. Selain itu, program zakat istana dan layanan jemput zakat juga difasilitasi guna memudahkan masyarakat menyalurkan ZIS melalui BAZNAS. Sementara itu, pada kanal digital diperkuat melalui pembayaran via e-wallet, transfer bank, dan marketplace agar lebih mudah diakses oleh para muzaki. Selain kanal ritel dan digital, BAZNAS juga mengoptimalkan penghimpunan off balance sheet, yaitu dana zakat yang dihimpun dari lembaga di luar pencatatan resmi, seperti masjid, yayasan, dan komunitas. Sementara itu, Fitriansyah Agus Setiawan menambahkan bahwa kecepatan dan kemudahan layanan menjadi kunci sukses penghimpunan. Fitriansyah juga menyampaikan, BAZNAS telah menyiapkan strategi komunikasi yang agresif. Kampanye Above The Line (ATL) dilakukan melalui media sosial, televisi, radio, dan billboard, sedangkan kampanye Below The Line (BTL) memanfaatkan WhatsApp, SMS, dan email untuk mengajak masyarakat berzakat. Ia berharap seluruh BAZNAS di daerah dapat memanfaatkan momentum Ramadhan guna meningkatkan pengumpulan dana ZIS. Dengan strategi yang telah dipaparkan, BAZNAS optimistis dapat mencapai target penggalangan dana Ramadhan tahun 2025. Dengan demikian, BAZNAS dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya selama Bulan Ramadha
BERITA12/02/2025 | Humas
Tingkatkan Penelitian dan Inovasi ZIS, BAZNAS RI Teken MoU Bersama Universitas Cokroaminoto Yogyakarta
Tingkatkan Penelitian dan Inovasi ZIS, BAZNAS RI Teken MoU Bersama Universitas Cokroaminoto Yogyakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Berkolaborasu dengan Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) dalam rangka memperkuat penelitian serta inovasi ZIS guna mengoptimalkan penghimpunan potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun. Kerja sama ini dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) di UCY, implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta penguatan program pemberdayaan ekonomi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., didampingi Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Bapak H. Rizaludin Kurniawan, M.Si CFRM., serta Rektor Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY), yang berlangsung di Auditorium Universitas Cokroaminoto Yogyakarta baru-baru ini. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan bahwa kolaborasi ini akan memberikan manfaat luas bagi kedua pihak, karena dapat dikembangkan dalam berbagai aspek, termasuk memperkuat syiar zakat serta meningkatkan sektor pendidikan dan penelitian. "Kerja sama ini sangat menguntungkan dalam rangka untuk mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang terdiri dari Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Selain itu, kegiatan lain yang multimanfaat juga bisa ditopang BAZNAS dan UCY," ujar Kiai Noor. Kiai Noor menekankan bahwa zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen potensial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Sebagai pusat ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan potensi ZIS. Menurutnya, perguruan tinggi juga menjadi tempat yang tepat untuk mengembangkan penelitian serta inovasi terkait efektivitas pengelolaan ZIS dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Di perguruan tinggi pula bisa dilakukan penguatan kelembagaan dengan mendirikan dan mengelola Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk mengelola dana zakat yang dihimpun dari dosen, tenaga pendidik, maupun mahasiswa yang nantinya sangat bermanfaat,” jelasnya. Kiai Noor menegaskan bahwa integrasi antara nilai-nilai keislaman dan keilmuan akan melahirkan program pemberdayaan yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan. “Mudah-mudahan ke depan kerja sama ini juga bisa dikembangkan utamanya dalam penelitian, pengembangan hingga optimalisasi potensi ZIS," kata Noor. Dalam kesempatan tersebut, Kiai Noor juga menyampaikan Kuliah Umum dengan tema “Pengelolaan Zakat, Infaq dan Sedekah di Perguruan Tinggi untuk Ekonomi Berkelanjutan”. Sementara itu, Rektor Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY), Bapak Dr. Ir. Hery Kristiyanto, ST., MT., IPM., mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan BAZNAS dan mengucapkan terima kasih atas sinergi yang telah dibangun. “Kami berharap kerja sama ini dapat berjalan secara optimal, tidak hanya di bidang pendidikan tetapi juga pada bidang pemberdayaan ekonomi. Semoga kerja sama ini dapat memberikan manfaat seluruh civitas akademika di UCY,” harapnya. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, H. Jazilus Sakhok, MA, Ph.D; Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari beserta jajaran.
BERITA12/02/2025 | Humas
BAZNAS RI Percepat Penghimpunan ZIS dengan Beragam Kanal Menjelang Ramadhan
BAZNAS RI Percepat Penghimpunan ZIS dengan Beragam Kanal Menjelang Ramadhan
Menjelang bulan Ramadhan 1446 H/2025 M, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus meningkatkan efektivitas layanan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Berbagai inovasi, baik melalui jalur retail maupun digital, telah dipersiapkan guna mempermudah masyarakat dalam menunaikan kewajiban berzakat dengan aman dan praktis. Komitmen ini disampaikan dalam Pengajian BAZNAS Selasa Pagi bertema “Pengumpulan Retail dan Off Balance Sheet dalam Mencapai Target Pengumpulan Ramadhan,” yang diadakan oleh Pusdiklat dan ditayangkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV baru-baru ini. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh, termasuk Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., serta Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan. Dalam kesempatan tersebut, Nadratuzzaman menegaskan bahwa Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan penghimpunan ZIS. “Bulan Ramadhan bukan hanya soal ibadah puasa dan shalat, tapi juga menjadi waktu di mana masyarakat lebih banyak berzakat, berinfak, dan bersedekah. Jangan sampai pengumpulan kita rendah, sementara potensi donasi sangat besar,” ujarnya. Ia mengungkapkan bahwa berbagai langkah strategis telah disiapkan, termasuk memperbanyak gerai zakat, menggandeng perusahaan ritel dan komunitas, serta mengadakan berbagai kegiatan penggalangan dana. “Selain itu, program zakat istana dan layanan jemput zakat juga difasilitasi guna memudahkan masyarakat menyalurkan ZIS melalui BAZNAS,” lanjutnya. Di sisi digital, kemudahan pembayaran turut diperkuat melalui berbagai metode. “Sementara itu, pada kanal digital diperkuat melalui pembayaran via e-wallet, transfer bank, dan marketplace agar lebih mudah diakses oleh para muzaki,” kata Nadratuzzaman. Selain kanal retail dan digital, pendekatan off balance sheet juga dioptimalkan, dengan menggandeng berbagai lembaga seperti masjid, yayasan, dan komunitas untuk meningkatkan potensi penghimpunan dana ZIS. “Pendekatan ini sangat penting karena banyak donasi yang sebenarnya bisa dihimpun dari sumber-sumber tersebut jika dikelola dengan baik,” kata Nadratuzzaman.Sementara itu, Fitriansyah Agus Setiawan menekankan pentingnya akses layanan yang cepat dan efisien, terutama menjelang puncak penghimpunan pada 10 hari terakhir Ramadhan. “Kami ingin memastikan donasi bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Apalagi, puncak penghimpunan terjadi di 10 hari terakhir Ramadhan, sehingga kita harus siap dengan berbagai kanal,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa strategi komunikasi yang agresif telah disiapkan untuk mendorong penghimpunan ZIS secara maksimal. Kampanye above the line (ATL) dilakukan melalui media sosial, televisi, radio, dan billboard, sedangkan kampanye below the line (BTL) memanfaatkan WhatsApp, SMS, dan email untuk mengajak masyarakat berzakat. Dengan berbagai upaya ini, BAZNAS optimistis dapat mencapai target penghimpunan ZIS pada tahun ini. “Dengan strategi yang telah dipaparkan, kami optimistis, BAZNAS dapat mencapai target fundraising Ramadhan tahun 2025. Dengan demikian, BAZNAS dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya selama Bulan Ramadhan,” kata Fitriansyah.
BERITA12/02/2025 | Humas
Kolaborasi BAZNAS RI dan UCY Dorong Optimalisasi ZIS melalui Penelitian dan Inovasi
Kolaborasi BAZNAS RI dan UCY Dorong Optimalisasi ZIS melalui Penelitian dan Inovasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) guna memperkuat penelitian serta inovasi dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan potensi penghimpunan zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun. Kerja sama ini diwujudkan dalam penandatanganan memorandum of understanding (MoU) yang mencakup aspek pengelolaan ZIS, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta pemberdayaan ekonomi di lingkungan UCY. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium UCY baru-baru ini dan dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si CFRM., serta Rektor UCY. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI menegaskan bahwa kerja sama ini membawa manfaat luas bagi kedua institusi, termasuk dalam penguatan edukasi zakat dan pengembangan riset di bidang ZIS. "Kerja sama ini sangat menguntungkan dalam rangka untuk mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang terdiri dari Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Selain itu, kegiatan lain yang multimanfaat juga bisa ditopang BAZNAS dan UCY," ujar Kiai Noor. Selain itu, ia juga menyoroti peran perguruan tinggi sebagai pusat keilmuan yang dapat berkontribusi dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat untuk kesejahteraan umat. "Di perguruan tinggi pula bisa dilakukan penguatan kelembagaan dengan mendirikan dan mengelola Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk mengelola dana zakat yang dihimpun dari dosen, tenaga pendidik, maupun mahasiswa yang nantinya sangat bermanfaat," jelasnya. Kiai Noor juga menegaskan, dengan integrasi nilai-nilai keislaman dan keilmuan akan menghadirkan program-program pemberdayaan yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan. "Mudah-mudahan ke depan kerja sama ini juga bisa dikembangkan utamanya dalam penelitian, pengembangan hingga optimalisasi potensi ZIS," kata Noor. Dalam kesempatan tersebut, Kiai Noor juga menyampaikan Kuliah Umum dengan Tema "Pengelolaan Zakat, Infaq dan Sedekah di Perguruan Tinggi untuk Ekonomi Berkelanjutan". Pada kesempatan yang sama, Rektor UCY menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dan berharap implementasi kerja sama ini dapat berjalan optimal, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi. "Kami berharap kerja sama ini dapat berjalan secara optimal, tidak hanya di bidang pendidikan tetapi juga pada bidang pemberdayaan ekonomi. Semoga kerja sama ini dapat memberikan manfaat seluruh civitas akademika di UCY," harapnya. Dan acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk perwakilan dari BAZNAS Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan BAZNAS Kota Yogyakarta.
BERITA12/02/2025 | Humas
BAZNAS Kota Cirebon Dukung HARLAH NU ke-102 dan MUSKERWIL NU Jabar di Indramayu
BAZNAS Kota Cirebon Dukung HARLAH NU ke-102 dan MUSKERWIL NU Jabar di Indramayu
Indramayu, 11 Februari 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon berpartisipasi dalam peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (HARLAH NU) ke-102 dan Musyawarah Kerja Wilayah (MUSKERWIL) Nahdlatul Ulama Jawa Barat yang dilaksanakan di Asrama Haji Indramayu. Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Cirebon membagikan minuman ringan gratis kepada para peserta dan tamu undangan. Langkah ini merupakan wujud kepedulian serta kontribusi nyata dalam mendukung acara yang bertujuan untuk memperkuat sinergi antar organisasi Islam di Jawa Barat. Ketua BAZNAS Kota Cirebon menyampaikan bahwa partisipasi dalam acara ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Cirebon dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. "Kami berharap kehadiran BAZNAS Kota Cirebon dalam HARLAH NU ke-102 dan MUSKERWIL NU Jawa Barat dapat semakin mempererat ukhuwah Islamiyah serta mendorong semangat kebersamaan dalam melaksanakan misi sosial dan keagamaan," ungkapnya. Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh Nahdlatul Ulama dan masyarakat ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Diharapkan melalui momentum ini, Nahdlatul Ulama Jawa Barat semakin solid dalam melaksanakan program-program keumatan, serta BAZNAS Kota Cirebon terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di masa mendatang.
BERITA11/02/2025 | Humas
BAZNAS Ajak Masyarakat Berzakat Lewat Lembaga Resmi
BAZNAS Ajak Masyarakat Berzakat Lewat Lembaga Resmi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi, agar zakat tersebut bisa tersalurkan dengan aman dan terpercaya kepada mereka yang membutuhkan. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D saat Pengajian Sabtu Pagi bertema Shadaqah Menjadi Lifestyle yang dihelat secara daring pada Sabtu (8/2/2025). "Salah satu cara untuk tetap memberikan zakat secara langsung adalah dengan membayar zakat kepada lembaga seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan meminta mereka untuk menyalurkannya kepada penerima yang khusus,” ujar Prof Nadra. “Proses ini memungkinkan individu untuk merasa lebih terlibat dan berkontribusi secara langsung, di sisi lain tetap melalui jalur resmi yang telah ditetapkan,” tambahnya. Menurut Prof Nadra, zakat adalah kewajiban yang ditetapkan bagi individu yang memiliki kelebihan harta. Zakat berfungsi untuk membersihkan harta dan membantu mereka yang membutuhkan, sehingga memperkuat rasa solidaritas dalam masyarakat. “Cara bersedekah yang baik adalah dengan memberikan yang terbaik dari yang kita miliki, baik itu dalam bentuk materi maupun non-materi. Ini juga termasuk memberikan makanan yang kita sendiri sukai kepada orang lain, bukan hanya sisa-sisa,” ucap Prof Nadra. Dia menjelaskan, membayar zakat secara teratur membantu membersihkan harta dan mensucikan jiwa, serta membangun rasa solidaritas sosial dengan membantu mereka yang membutuhkan. “Ulama seperti Imam Alai mengelola kekayaannya dengan cara yang dermawan, sering membagikan harta mereka kepada yang membutuhkan, sehingga tidak pernah mencapai haul untuk zakat,” kata Prof Nadra. Ia mencontohkan, kedermawanan Nabi Muhammad istimewa karena dilakukan tanpa pamrih dan konsisten, terutama di bulan Ramadan, di mana beliau tidak hanya berbagi makanan, tetapi juga menyebarkan kasih sayang kepada semua orang, termasuk yang paling membutuhkan. “Kita bisa meniru kedermawanan Ali bin Abi Thalib dengan memperutamakan keperluan orang lain di atas diri kita sendiri, memberikan apa yang kita miliki untuk membantu orang yang membutuhkan, serta memiliki komitmen untuk berbagi tanpa mengharapkan imbalan,” katanya.
BERITA11/02/2025 | Humas
Bantu Palestina, BAZNAS RI dan Rabbani Luncurkan Sedekah Penjualan Produk
Bantu Palestina, BAZNAS RI dan Rabbani Luncurkan Sedekah Penjualan Produk
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Rabbani (CV Rabbani Asysa) meluncurkan Sedekah Penjualan Produk selama periode Februari-Maret 2025 untuk membantu masyarakat Palestina. Adapun kolaborasi Program Sedekah Penjualan Produk ini, 25 persen dari hasil penjualan atas produk Sarung Palestine Style oleh Rabbani akan disalurkan melalui BAZNAS untuk program Membasuh Luka Palestina. Peluncuran program tersebut diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jumat (7/2/2025). Hadir Sekretaris Utama BAZNAS RI Subhan Cholid, Lc, MA, serta perwakilan Rabbani Muhammad Iqbal Anshary, beserta jajaran. Sekretaris Utama BAZNAS RI Subhan Cholid, Lc, MA, menyambut baik atas program kolaborasi BAZNAS bersama Rabbani sebagai upaya mendukung dan membantu masyarakat Palestina. "Program ini merupakan inovasi BAZNAS dalam menghimpun Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) agar mampu memberikan manfaat untuk masyarakat Palestina," kata Cholid. Dengan peluncuran Program Sedekah Penjualan Produk ini, Cholid berharap dapat memotivasi lebih banyak masyarakat untuk berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat Palestina. "Saat ini BAZNAS terus berupaya mengirimkan bantuan untuk masyarakat Palestina melalui mitra-mitra BAZNAS yang ada di Mesir dan di Yordania. BAZNAS juga terus berupaya maksimal agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran," ucapnya. Cholid menambahkan, tidak hanya bantuan pada masa darurat, BAZNAS juga berencana mendukung rekonstruksi di Palestina dengan membangun Rumah Sakit Indonesia, Masjid, dan Sekolah. "Semoga program kolaborasi dengan Rabbani ini juga mampu meningkatkan semangat masyarakat untuk terus mendukung saudara-saudara kita di Palestina, mudah-mudahan apa yang kita lakukan saat ini mendapat berkah dari Allah Swt," ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan Rabbani Muhammad Iqbal Anshary mengucapkan, "Alhamdulillah kami Rabbani dengan BAZNAS mengajak seluruh donatur untuk bisa berbelanja sambil berdonasi untuk Palestina dengan menggunakan kode program PLSTN-BAZNAS. Produknya berupa sarung Palestine Style, nantinya dari penjualan itu 25 persennya didonasikan untuk masyarakat Palestina." Iqbal juga mengucapkan terima kasih, serta berharap peluncuran Program Sedekah Penjualan Produk ini dapat memberikan kemaslahatan bagi BAZNAS, Rabbani, juga nantinya memberi manfaat bagi masyarakat Palestina.
BERITA10/02/2025 | Humas
Bangun Jiwa Sosial, BAZNAS RI Beri Pelatihan Dasar Kerelawanan bagi Muzaki dan Masyarakat
Bangun Jiwa Sosial, BAZNAS RI Beri Pelatihan Dasar Kerelawanan bagi Muzaki dan Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Program Dasar Kerelawanan BAZNAS Volunteer guna mengajak muzaki dan masyarakat untuk berkontribusi aktif dalam misi-misi BAZNAS serta membangun juwa sosial. Program ini memberikan pengalaman berharga bagi para relawan dalam pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan BAZNAS Volunteer berlangsung selama dua hari, pada Sabtu-Minggu (8-9/2/2025), di Gedung BAZNAS RI, Jakarta Timur. Program ini mengajak para muzaki untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial di masyarakat, dengan tujuan meningkatkan jiwa sosial dan kepedulian mereka terhadap sesama. Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Arifin Purwakananta menyampaikan, BAZNAS Volunteer hadir sebagai wadah bagi para relawan untuk memperkuat jiwa sosial dan belajar lebih dalam tentang dunia zakat, infak, dan sedekah. “Relawan adalah pilar penting dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, serta dalam penghimpunan dan pendayagunaan zakat,” ujar Arifin di Jakarta, Minggu (9/2/2025). Menurutnya, sebagai lembaga yang menjadi garda terdepan dalam penghimpunan dan pendayagunaan zakat di Indonesia, BAZNAS berkomitmen untuk memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat tersalurkan secara optimal bagi mereka yang membutuhkan. “Oleh karena itu, kehadiran relawan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam upaya memperkuat gerakan zakat di tengah masyarakat,” jelasnya. Melalui program ini, lanjut Arifin, para peserta bukan hanya belajar tentang teknis menjadi relawan, tetapi juga memahami esensi dari pengabdian yang ikhlas. Ia berharap program tersebut menjadi awal perjalanan untuk lebih aktif dalam membantu masyarakat dan membangun lingkungan yang lebih peduli dan berdaya. Sementara itu, Direktur Layanan dan Promosi, Rulli Kurniawan menambahkan, BAZNAS akan terus melanjutkan program BAZNAS Volunteer guna menghadirkan lebih banyak relawan baru. Hingga saat ini, jumlah peserta yang telah bergabung mencapai 300 orang. “Fokus utama program ini adalah memperkuat pemahaman tentang fundamental volunterisme, memperkenalkan BAZNAS secara lebih mendalam, serta mengenalkan visi, misi, dan berbagai program yang diperjuangkan. Dengan demikian, para relawan dapat berperan secara signifikan dalam berbagai kegiatan sosial,” kata Rulli. Ke depan, Rulli berharap program BAZNAS Volunteer semakin berkembang, dengan semakin banyaknya peserta yang bergabung di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Gerakan ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran zakat dalam menyejahterakan umat. Salah satu peserta, Nur Syamsiah, mengaku bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama bagi pemula yang ingin terjun ke dunia filantropi. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat mendasar dan mudah dipahami. Ia juga berharap BAZNAS terus menjadi garda terdepan dalam menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) demi kesejahteraan umat. “Program BAZNAS Volunteer sangat bermanfaat sekali bagi pemula, khususnya bagi saya, yang belum mengetahui secara detail apa itu zakat, infak, dan sedekah. Dengan mengikuti pelatihan, semoga BAZNAS bisa menyejahterakan masyarakat melalui penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah,” kata Nur Syamsiah.
BERITA10/02/2025 | Humas
Hukum Membayar Fidyah dengan Uang
Hukum Membayar Fidyah dengan Uang
Islam itu agama yang mudah dipelajari dan dijalankan, tetapi kita tidak boleh menganggapnya enteng. Aturan-aturan dalam Islam sangat jelas, namun tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing individu. Misalnya, kewajiban puasa Ramadan. Meskipun hukumnya wajib, Islam tetap memberikan keringanan bagi mereka yang memiliki kondisi tertentu sehingga sulit atau bahkan tidak mampu menjalankannya. Penjelasan lebih lanjut tentang keringanan tersebut akan dibahas di sini. Kita perlu memahami bahwa Islam adalah agama yang rahmat, penuh kasih sayang dan bijaksana dalam aturan-aturan yang ditetapkan. Ibadah puasa merupakan kewajiban bagi setiap muslim dewasa yang sudah terbebani (mukallaf ). Jika seseorang tidak bisa puasa karena alasan tertentu, seperti sedang haid, bepergian jauh, atau sakit, ia harus menggantinya di lain waktu. Bahkan jika sudah tua renta atau sakit parah yang tak kunjung sembuh, ia tetap harus mengganti (qodlo’) puasa yang tidak dilakukannya tersebut di lain hari. Bahkan, ketika orang tersebut sudah tidak mampu berpuasa pun, seperti sakit yang sudah tidak diharapkan sembuhnya, atau sudah sangat tua renta, tetap wajib menunaikan ibadah puasa ini tetapi dalam bentuk membayar fidyah, yaitu memberikan makan (ith’am) kepada faqir miskin. Ketentuan membayar fidyah ini berdasarkan firman Allah dalam surah Albaqarah ayat 184; “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” Melalui ayat ini, Ibnu Hajar Alhaitami dalam kitab Tuhfatul Muhtaj mengatakan, jika seseorang tak mampu berpuasa Ramadan, kita wajib memberi makan orang miskin sebagai fidyah. Hanya orang fakir miskin yang boleh menerima fidyah ini. Memberi fidyah kepada orang lain, seperti petugas zakat atau mualaf, tidak sah dan kita harus membayar fidyah lagi. Sedangkan sisanya tidak boleh menerima. Jika fidyah diberikan kepada selain fakir miskin seperti amil zakat, muallaf dan lainnya, maka hukumnya tidak sah dan wajib membayar fidyah lagi. Fidyah yang harus dibayar , yaitu satu mud (6-7 ons/tiga perempat liter beras) itu ukuran tangkupan tangan orang dewasa. Seperti pengertian yang dikutip dari kitab nailul marom; “Fidyah itu makanan yang dibayarkan kepada orang-orang miskin (fakir miskin), ukurannya adalah satu mud gandum (makanan pokok), dan satu mud itu tangkupan penuh kedua telapak tangan orang (dewasa)” … sampai akhir. (Nailul Marom Min Ahkamis Shiyam ‘Ala Thoriqoti Sualin wa Jawabin 25) Seiring perkembangan zaman, seseorang sudah terbiasa menggunakan uang sebagai alat tukar untuk membeli barang dan jasa. Namun, fidyah sebenarnya bukan tentang uang, melainkan tentang memberikan makanan kepada orang miskin. Secara historis, fidyah berarti ith’am yaitu memberi makan. Masalahnya, sekarang lebih mudah membayar dengan uang daripada menyiapkan makanan khusus yang berukuran satu mud. Karena itu, para ulama berbeda pendapat tentang boleh tidaknya membayar fidyah dengan uang. Beberapa ulama berpendapat bahwa fidyah harus berupa makanan, karena itu adalah makna aslinya. Mereka berpendapat bahwa memberikan uang tidak memenuhi syarat fidyah karena tidak sama dengan memberi makan langsung. Ulama lain berpendapat bahwa memberikan uang boleh, karena tujuannya sama, yaitu membantu orang miskin. Mereka berpendapat bahwa memberikan uang kepada orang miskin akan lebih praktis dan memungkinkan mereka membeli makanan yang mereka butuhkan. Maka dalam hal ini, ulama berbeda pendapat akan bagaimana hukumnya. Sedangkan untuk membayar uang sebagai pengganti memberikan makan (ith’am), maka hal itu tidak dianggap cukup, tetapi tetap harus dengan ith’am, karena Allah telah memerintahkan (dala Al-Qur’an) dengan ith’am. Dia berkata: “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin” [Al-Baqarah: 184] Tuhan membuat ith’am sebagai ganti puasa. Maka hukum ith’am di sini menjadi tertentu dan harus dilakukan dengan cara tersebut. Tidak dianggap cukup seseorang membayarkan nilai (uang) sebagai ganti dari ith’am dalam pendapat yang diunggulkan (rojih), yang hal ini berbeda dengan pendapat madzhab hanafiyyah, karena nash ith’am dalam ayat “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin” [Al-Baqarah: 184]” (Dari sumber yang sama sebelumnya) Jadi hukum pembayaran fidyah menurut Mayoritas ulama itu melarang membayar fidyah langsung dengan uang. Namun, jika uang diberikan kepada orang lain untuk membelikan makanan bagi fakir miskin, itu diperbolehkan. Pada hal ini Imam Abu Hanifah mempunyai pandangan tersendiri yakni imam Abu Hanifah malah memperbolehkan pembayaran fidyah langsung dengan uang. Keberagaman pendapat ulama ini adalah rahmat. Kita tak perlu fanatik pada satu pendapat, karena semua ulama punya dalil kuat. Sebaiknya ikuti pendapat mayoritas, tapi jika terpaksa pakai uang, kita bisa mengikuti pendapat Imam Abu Hanifah. Kita tidak perlu berfanatik terhadap satu pendapat, kemudian mencela pendapat ulama lainya. Kita tak perlu meragukan ilmu para ulama besar. Pendapat mereka pasti ada dasarnya. Lebih baik mengikuti pendapat mayoritas, tapi jika terpaksa pakai uang untuk fidyah, kita bisa mengikuti mazhab Hanafi. Perbedaan pendapat adalah rahmat. Editor : Tubagus
BERITA07/02/2025 | BAZNAS Kota Cirebon
Komitmen Bangun Kembali Gaza, BAZNAS RI, LAZ, dan UPZ Ajak Masyarakat Gencarkan Bantuan untuk Palestina
Komitmen Bangun Kembali Gaza, BAZNAS RI, LAZ, dan UPZ Ajak Masyarakat Gencarkan Bantuan untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Indonesia berkomitmen untuk membangun kembali Gaza serta mengajak masyarakat untuk terus menggencarkan dukungan dan bantuannya untuk warga Palestina. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS juga menyampaikan telah berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp120 miliar untuk masyarakat Palestina, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 407.350 warga Palestina dan masih terus bertambah. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Khusus “Membasuh Luka Palestina” di Jakarta pada Kamis (6/2/2025). Acara tersebut dihadiri oleh 150 perwakilan dari LAZ dan UPZ yang menitipkan infaknya melalui BAZNAS. “Ini membuktikan bahwa Indonesia hadir di Palestina, Indonesia hadir di Gaza. Secara politis, kekuatan umat Islam di Indonesia cukup besar di mata internasional,” ujar Kiai Noor. Menurut Kiai Noor, meski secara nominal jumlah bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia tidak sebesar negara-negara Arab, tetapi kehadiran masyarakat Muslim di Gaza sangat dibutuhkan oleh rakyat Palestina di wilayah tersebut. “Mungkin kita kalah dengan negara-negara Arab dalam membangun Gaza, tetapi kekuatan umat Islam Indonesia sangat dibutuhkan oleh masyarakat Palestina, artinya kekuatan umat Islam Indonesia sangat berpengaruh,” katanya. Selain itu, ungkap Kiai Noor, bantuan Indonesia untuk rakyat Palestina di Gaza sekaligus menjawab apa yang diinginkan Presiden AS Donald Trump, di mana ia menginginkan supaya warga Gaza pindah dulu ke tempat-tempat yang lain. “Maka kehadiran semua negara, termasuk juga Indonesia ini sangat penting dalam rangka untuk membuktikan Gaza tidak dibiarkan oleh umat Islam Indonesia dan umat-umat yang lain di seluruh dunia, karena saya yakin umat non-muslim pun banyak yang peduli terhadap nasib Gaza,” ucap Kiai Noor. Kiai Noor melanjutkan, bahkan Malaysia pun berencana akan membangun sejumlah fasilitas publik di Gaza seperti rumah sakit, sekolah, dan masjid, persis seperti apa yang telah direncanakan oleh BAZNAS RI. “Saya dengar Malaysia juga akan membantu Gaza. Malaysia melalui perdana menterinya Prof. Dr. Anwar Ibrahim menyampaikan akan membangun rumah sakit, sekolah, dan masjid persis yang kita cita-citakan. Nilai nominalnya sekitar Rp400 miliar, kira-kira sama dengan yang kita cita-citakan,” kata Kiai Noor. Sementara itu, Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH Acmad Sudrajat Lc MA CFRM, menambahkan, BAZNAS RI akan memanfaatkan momen pasca-perang atau setelah disepakatinya perjanjian gencatan senjata antara pejuang Palestina dengan militer Israel. “Kami menyambut kondisi pascaperang ini, maka kita melakukan koordinasi strategi bersama pemerintah Indonesia, karena suasananya berbeda, kalau masih perang kita tidak bisa berbuat apa-apa. Gencatan senjata ini harus kita manfaatkan untuk membangun kawasan Indonesia di Gaza,” kata Kiai Ajat. “Karena itu kita semua berkumpul di bulan yang baik ini, bulan Syakban, semoga niat baik yang kita lakukan Allah mudahkan dan Allah kasih kita kesempatan untuk bersama-sama ke Gaza. Kita berharap rencana pembangunan bisa berjalan dengan lancar,” tambahnya.
BERITA07/02/2025 | Humas
Niat dan Tata Cara Qadha Puasa: Kewajiban yang Harus Ditunaikan
Niat dan Tata Cara Qadha Puasa: Kewajiban yang Harus Ditunaikan
Tinggal menghitung hari lagi kita memasuki bulan Ramadhan, bulan yang paling dinanti umat muslim dunia. Namun, saat Ramadhan tiba tidak sedikit umat muslim yang masih memiliki hutang puasa, dikarenakan suatu halangan (udzur) atau keringanan (rukhshah) tidak mampu berpuasa. Meskipun puasa Ramadan diwajibkan, Allah SWT memberikan kelonggaran bagi mereka yang memiliki alasan sah untuk tidak berpuasa pada waktu tersebut. Namun, puasa yang ditinggalkan tersebut tetap wajib diganti (qadha) sebelum Ramadan berikutnya tiba. Allah SWT menjelaskan tentang kewajiban mengqadha dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 185 yaitu : Artinya : Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Di dalam kitab Fathul Mu’in juga menjelaskan : Dan wajib mengqadha puasa wajib yang tertinggal, seperti puasa ramadan, nadzar, dan kafarat. Meskipun tertinggalnya itu disebabkan karena udzur, seperti sakit, sedang dalam perjalanan, karena lupa membaca niat, atau wanita yang sedang haid dan nifas. Berikut niat dalam melakukan puasa qada, “Aku niat puasa esok hari daripada mengqadha puasa bulan Ramadan karena Allah ta’ala.” Jika lafal ini dianggap terlalu sulit untuk dihafalkan atau terlalu sukar untuk diingat-ingat, maka cukup bagi seorang Muslim untuk meringkasnya sebagai berikut Artinya, “Aku berniat untuk menqadha puasa Ramadhan.” Tata cara qada puasa Ramadan dan puasa lainnya sama dengan puasa pada umumnya; harus memenuhi syarat, rukun, dan fardhu puasa. Perbedaannya terletak pada niat: qada puasa Ramadan wajib diniatkan sebelum fajar terbit. Jika niat dilakukan setelah fajar, maka puasanya menjadi sunnah, bukan lagi pengganti puasa wajib yang tertinggal. Semoga Allah menerima uzur dan qadha puasa Ramadhan kita. Wallahu a’lam Editor: Tubagus
BERITA07/02/2025 | Humas
BAZNAS Kota Cirebon Latih 50 Mustahik Lewat LDK Zmart, Siap Jadi Pengusaha Mandiri
BAZNAS Kota Cirebon Latih 50 Mustahik Lewat LDK Zmart, Siap Jadi Pengusaha Mandiri
Cirebon – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon terus berupaya memberdayakan masyarakat kurang mampu melalui berbagai program, salah satunya Zmart. Baru-baru ini, BAZNAS Kota Cirebon menggelar Latihan Dasar Kelompok (LDK) bagi 50 calon mustahik program Z-Mart di Aula BAZNAS kota Cirebon, Rabu ( 05/02/2025 ). LDK ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada para peserta mengenai aturan dan tanggung jawab dalam mengelola usaha warung secara profesional. Materi pelatihan mencakup pemahaman tentang BAZNAS, aturan program Zmart, serta tugas dan tanggung jawab peserta. Lebih dari sekadar pelatihan teknis, LDK juga difokuskan untuk membentuk kelompok usaha yang solid dan berkomitmen tinggi. Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I dalam sambutannya menekankan pentingnya semangat dan keyakinan dalam menjalankan usaha agar berkelanjutan dan berhasil. “ Program ini mencerminkan komitmen BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi mustahik menuju kemandirian finansial dan kontribusi positif bagi masyarakat,” Ungkapnya. Dendy Wibowo selaku business partnership manager mengatakan bahwa Program Zmart sendiri merupakan program pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan eksistensi dan kapasitas usaha mustahik, khususnya di kota Cirebon. Program ini dirancang untuk membantu mustahik berkembang di tengah persaingan pasar modern dan mengatasi kemiskinan perkotaan. "Dukungan BAZNAS dalam program Zmart meliputi bantuan modal usaha, branding, jaringan rantai pasok barang, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi, seperti aplikasi Aksesmu yang memfasilitasi pembelian grosir produk,” Ungkapnya. Imam Mulyono, salahsatu penerima bantuan merasa bersyukur dan merasakan manfaat setelah mengikuti LDK ZMart BAZNAS Kota Cirebon. "Alhamdulillah, bantuan program ZMart dari BAZNAS sangat membantu sekali, harapan kami dengan adanya bantuan modal dan pelatihan dari BAZNAS ini dapat membantu mengembangkan usaha kami menjadi semakin maju". ujarnya Dengan kolaborasi dan pendampingan yang intensif, diharapkan para mustahik tidak hanya mampu mengembangkan usaha warung kelontong mereka, tetapi juga bertransformasi menjadi munfik (yang memberi manfaat) bahkan muzakki (yang membayar zakat). Red (Tbg)
BERITA05/02/2025 | Humas
78 Paket Sembako dari BAZNAS Meringankan Beban Korban Banjir di Kelurahan Harjamukti
78 Paket Sembako dari BAZNAS Meringankan Beban Korban Banjir di Kelurahan Harjamukti
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menyaluran bantuan 78 paket sembako untuk warga korban banjir di kelurahan Harjamukti RT 01, 02, 03 dan 04 RW 02, Kecamatan Harjamukti, Senin (03/02/2025). Mulya selaku anggota pendistribusian BAZNAS kota Cirebon, mengatakan bahwa kegiatan penyaluran ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kota Cirebon dalam membantu masyarakat korban banjir. “Bantuan yang diberikan sebagai bentuk kepedulian sesama semoga dapat bermanfaat dan memberikan sedikit kelegaan bagi korban banjir,” Ungkapnya. Bantuan sembako yangdisalurkanBAZNAS Kota Cirebon ini, diterima langsung olehLurah Harjamukti, sebagai serah terima bantuan untuk warga korban banjir di kelurahan Harjamukti. Ari Kurniawan, SE selaku Lurah Harjamukti, mengatakan bahwa Bantuan sembako dari Baznas Kota Cirebon ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan meringankan beban ekonomi, bantuan ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban warga masyarakat korban banjir di wilayah Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti. “Terima kasih atas bantuan sembako untuk warga kami dikelurahan Harjamukti, semoga bantuan dari BAZNAS bisa bermanfaat dan sedikit banyak bisa mengurangi beban hidup bagi masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Kelurahan Harjamukti,” Ungkapnya. Red ( Tbg )
BERITA04/02/2025 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →