Kultum : Hikmah Nuzulul Quran di Bulan Ramadhan
05/03/2026 | Penulis: Admin | Akate
Kultum : Hikmah Nuzulul Quran di Bulan Ramadhan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, serta nikmat kesehatan sehingga pada malam hari ini kita masih diberi kesempatan menjalankan ibadah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita semua sebagai umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin jamaah tarawih yang dimuliakan Allah.
Pada bulan Ramadhan ini terdapat sebuah peristiwa besar dalam sejarah Islam, yaitu Nuzulul Quran, peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah: 185
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.”
Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa Ramadhan menjadi bulan yang sangat mulia karena di bulan inilah Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi seluruh manusia.
Hadirin yang dirahmati Allah.
Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan Al-Qur’an, manusia dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Dengan Al-Qur’an pula manusia mendapatkan petunjuk menuju kehidupan yang selamat di dunia dan akhirat.
Namun ada satu hal menarik dari proses turunnya Al-Qur’an.
Berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya seperti Taurat, Zabur, dan Injil yang diturunkan sekaligus, Al-Qur’an justru diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun.
Mengapa demikian?
Karena Allah SWT mengetahui bahwa manusia membutuhkan proses dalam memahami ajaran agama. Jika semua aturan Islam diturunkan sekaligus, tentu umat manusia akan merasa berat untuk menjalankannya.
Karena itu Allah menurunkannya sedikit demi sedikit, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan umat saat itu.
Dari sini kita bisa mengambil pelajaran besar.
Bahwa dalam mempelajari agama, kita tidak harus langsung memahami semuanya sekaligus. Islam mengajarkan kita untuk belajar sedikit demi sedikit tetapi terus istiqamah.
Begitu juga dalam berdakwah kepada orang lain. Mengajak kepada kebaikan harus dengan cara yang lembut, bertahap, dan penuh hikmah, sebagaimana cara Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.
Hadirin yang dimuliakan Allah.
Peristiwa Nuzulul Quran juga menjadi pengingat bagi kita semua agar semakin dekat dengan Al-Qur’an, terutama di bulan Ramadhan ini.
Ramadhan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga. Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an.
Karena itu para ulama terdahulu ketika masuk bulan Ramadhan mereka memperbanyak membaca Al-Qur’an. Bahkan ada yang mampu mengkhatamkan Al-Qur’an berkali-kali selama bulan Ramadhan.
Pertanyaannya bagi kita:
Sudahkah Ramadhan kita diisi dengan membaca Al-Qur’an?
Sudahkah kita meluangkan waktu setiap hari untuk membuka dan membaca kitab suci kita?
Jangan sampai Ramadhan berlalu, tetapi Al-Qur’an justru jarang kita baca.
Hadirin yang dirahmati Allah.
Selain memperbanyak membaca Al-Qur’an, bulan Ramadhan juga merupakan bulan terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan. Di antaranya adalah zakat, infak, dan sedekah.
Rasulullah SAW sendiri dikenal sebagai orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin meningkat ketika bulan Ramadhan tiba.
Karena itu Ramadhan menjadi momentum terbaik bagi kita untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita tidak hanya membersihkan harta kita, tetapi juga membantu meringankan beban kehidupan orang lain.
Hadirin yang dimuliakan Allah.
Semoga dengan peringatan Nuzulul Quran ini kita semakin mencintai Al-Qur’an, semakin rajin membacanya, memahami isinya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga Ramadhan tahun ini juga menjadi momentum bagi kita untuk memperbanyak amal kebaikan, memperkuat kepedulian sosial, serta meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.
Wallahu a’lam bishawab.
Akhirnya, mari kita tutup kultum singkat ini dengan doa.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Artikel Lainnya
Ketika Rezeki Datang Tanpa Dikejar: Pelajaran tentang Tawakal dan Ketakwaan
Cara Bersedekah Online Melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Cirebon
Hukum Membayar Fidyah dengan Uang dan Cara Menunaikannya dengan Tepat
Keutamaan Bulan Sya‘ban: Momentum Meningkatkan Ibadah dan Kepedulian Sosial
Sedekah Sembunyi atau Terang-terangan, Mana yang Lebih Utama? Ini Penjelasan Islam Lengkapnya
Kultum Ramadhan Singkat Malam Nuzulul Qur’an, Momentum Memperbaiki Akhlak
4 Teladan Hamba Allah yang Membungkam Alasan Malas Beribadah
Bolehkah Bersedekah Saat Masih Punya Utang? Ini Penjelasanya
Kultum Singkat Ramadhan: Nuzulul Qur’an dan Pentingnya Memperbaiki Akhlak
Jadwal Buka Puasa Hari Ini Kota Cirebon dan Sekitarnya
8 Golongan Orang-orang yang Berhak Menerima Zakat: Mengalirkan Kebaikan untuk Kehidupan yang Lebih Adil
Rahasia Besar di Balik Puasa Sunnah Senin-Kamis & Ayyamul Bidh: Manfaat, Niat, dan Keutamaannya
Imsak Hari Ini untuk Wilayah Cirebon dan Sekitarnya 22 Ramadhan 1447 H
Cara Infak Online di BAZNAS Kota Cirebon, Mudah dan Aman Melalui Website Resmi
Besaran Zakat Fitrah 2026: 2,8 Kg Beras atau Rp45.000 per Jiwa – Ini Cara Membayarnya Melalui BAZNAS Kota Cirebon

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.
Lihat Daftar Rekening →