WhatsApp Icon
Hukum dan Tata Cara Membayar Fidyah dengan Uang Menurut Islam

KOTACIREBON.BAZNAS.GO.ID – Sahabat, Dalam Islam, fidyah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh seseorang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa secara penuh, seperti lansia renta atau penderita penyakit kronis yang tidak ada harapan sembuh. Fidyah menjadi bentuk kompensasi atas puasa Ramadhan yang ditinggalkan dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan fakir miskin.

Para ulama berbeda pendapat terkait bentuk pembayaran fidyah, apakah harus berupa makanan pokok atau boleh diganti dengan uang. Perbedaan ini menjadi rahmat dan memberikan kemudahan bagi umat Islam dalam menunaikan kewajiban syariat sesuai kondisi masing-masing.

Pandangan Mazhab Hanafi tentang Fidyah dengan Uang.

Mazhab Hanafi dikenal sebagai mazhab yang memiliki pendekatan fleksibel dan kontekstual, khususnya dalam urusan muamalah. Dalam mazhab ini, pembayaran fidyah diperbolehkan menggunakan uang, selama nilainya setara dengan makanan pokok yang diwajibkan.

Prinsip utama fidyah adalah memenuhi kebutuhan fakir miskin. Dalam kondisi tertentu, uang dinilai lebih bermanfaat karena dapat digunakan sesuai kebutuhan penerima. Oleh sebab itu, fidyah boleh ditunaikan dalam bentuk nominal uang.

“Boleh berbuka puasa bagi laki-laki dan perempuan lanjut usia yang telah hilang kekuatannya, dan wajib bagi keduanya membayar fidyah. Demikian pula bagi orang yang tidak mampu menunaikan nazar puasa seumur hidup. Setiap hari wajib membayar fidyah berupa setengah sha’ gandum atau nilai uang yang setara, dengan syarat ketidakmampuan tersebut bersifat permanen hingga meninggal dunia.”

Siapa yang Wajib Membayar Fidyah?

Fidyah hanya diwajibkan bagi mereka yang:

Tidak mampu berpuasa secara permanen, seperti lansia renta.

Menderita penyakit kronis yang tidak memiliki harapan sembuh.

Adapun bagi seseorang yang masih memungkinkan mengganti puasa, meskipun tertunda, maka kewajibannya adalah qadha, bukan fidyah. Hal ini dijelaskan sebagai berikut:

“Jika seseorang menunda qadha puasa Ramadhan hingga masuk Ramadhan berikutnya, maka ia tidak wajib membayar fidyah. Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa qadha puasa tidak dibatasi oleh waktu.”

Pendapat Imam Badruddin Al-‘Aini tentang Fidyah dengan Uang

Imam Badruddin Al-‘Aini menjelaskan bahwa: “Diperbolehkan membayar dengan uang dalam zakat, zakat fitrah, kafarah, membayar sepersepuluh, pajak, dan kafarah nadzar. Adapun menurut Imam Syafi’i, hal tersebut tidak diperbolehkan karena dianalogikan dengan hadyu dan kurban.”

Mazhab Hanafi juga berdalil pada riwayat yang menunjukkan adanya fleksibilitas penggantian bentuk harta dalam kewajiban ibadah maliyah, selama nilainya setara dan tetap memenuhi tujuan syariat.

Besaran Fidyah Menurut Mazhab Hanafi

Dalam mazhab Hanafi, fidyah per hari puasa yang ditinggalkan setara dengan:

3,25 kg makanan pokok seperti kurma, anggur, atau jewawut, atau

1,625 kg gandum atau tepungnya,

atau nilai uang yang setara dengan ketentuan tersebut.

“Zakat fitrah (dan fidyah) berupa setengah sha’ gandum atau tepungnya, atau satu sha’ kurma, anggur, atau gandum kasar. Diperbolehkan membayar dengan nominal uang, dan hal tersebut lebih utama ketika uang lebih dibutuhkan oleh fakir miskin karena lebih cepat memenuhi kebutuhannya.”

Besaran Fidyah di Kota Cirebon Tahun 2026

Berdasarkan Surat Keputusan Ketua BAZNAS Kota Cirebon tentang Penetapan Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2026, besaran fidyah untuk wilayah Kota Cirebon ditetapkan sebesar Rp45.000 per hari per jiwa.

Tunaikan Fidyah Anda Melalui BAZNAS Kota Cirebon

BAZNAS Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat Muslim untuk menunaikan fidyah melalui lembaga resmi dan terpercaya, agar penyalurannya tepat sasaran, amanah, dan sesuai ketentuan syariat.

Dengan menunaikan fidyah melalui BAZNAS Kota Cirebon, Anda turut:

Membantu memenuhi kebutuhan fakir miskin,

Menguatkan program sosial dan kemaslahatan umat,

Menyempurnakan ibadah Ramadhan dengan penuh keberkahan.

 

Salurkan fidyah Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon

Karena fidyah yang ditunaikan dengan benar, akan menjadi keberkahan bagi diri dan kemanfaatan bagi sesama.

Anda dapat menunaikan Fidyah dengan cara Transfer Kewajiban Fidyah melalui rekening :

Bank Muamalat 1310047736 a.n BAZNAS Kota Cirebon

Konfirmasi Pembayaran Fidyah WhatsApp wa.me/6282320047700

 

Semoga bermanfaat.

Wall?hu a‘lam bish-shaw?b.

 

23/01/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Kalender BAZNAS 2026 Resmi Dirilis, Lengkap Jadwal Sholat, Puasa Ayamul Bidh, dan Hari Libur Nasional

KOTACIREBON.BAZNAS.GO.ID — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon resmi merilis Kalender BAZNAS Tahun 2026 yang kini telah tersedia dan dapat diunduh secara gratis oleh masyarakat. Kalender ini disusun sebagai panduan ibadah dan aktivitas harian umat Islam sepanjang tahun 2026.

Kalender BAZNAS 2026 hadir dengan informasi yang lengkap dan terstruktur, mulai dari jadwal sholat harian, jadwal Puasa Ayamul Bidh setiap bulan, hingga penandaan hari-hari besar nasional dan cuti bersama yang mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS berkomitmen menghadirkan kalender yang tidak hanya informatif, tetapi juga membantu masyarakat dalam meningkatkan kedisiplinan ibadah dan perencanaan aktivitas harian.

Kalender BAZNAS 2026 diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa menjaga waktu sholat dan menghidupkan amalan sunnah.

“Melalui Kalender BAZNAS 2026, kami ingin menghadirkan panduan yang memudahkan masyarakat dalam menjalankan ibadah harian, termasuk sholat tepat waktu dan puasa sunnah Ayamul Bidh, sekaligus mengetahui hari libur nasional secara akurat,”

Selain memuat informasi ibadah, kalender ini juga memuat penanggalan Masehi dan Hijriah secara berdampingan, sehingga memudahkan masyarakat dalam memahami momen-momen penting keagamaan maupun nasional sepanjang tahun.

Masyarakat dapat mengunduh Kalender BAZNAS 2026 lengkap jadwal sholat dan puasa Ayamul Bidh melalui tautan resmi berikut:

 

Link Unduhan Kalender BAZNAS 2026 ]

 

BAZNAS mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan setiap waktu lebih bermakna dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dana yang dihimpun akan disalurkan secara amanah dan tepat sasaran untuk membantu mustahik serta mendukung program pemberdayaan umat.

Mari awali dan jalani tahun 2026 dengan ibadah yang terjaga dan kepedulian yang nyata. Tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS, karena zakat Anda adalah harapan bagi sesama.

 

Semoga Bermanfaat.

23/01/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Rutin Gelar Tadarus dan Briefing Staf Sebelum Aktivitas Kerja

KOTA CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon secara rutin melaksanakan kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama yang dilanjutkan dengan briefing staf amil pelaksana sebelum memulai aktivitas pekerjaan. Kegiatan ini berlangsung di Aula BAZNAS Kota Cirebon, Rabu (21/01/2026).

Kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an yang diikuti oleh pimpinan dan seluruh staf amil pelaksana. Tadarus ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kota Cirebon dalam menumbuhkan nilai-nilai spiritual, meningkatkan keimanan, serta menghadirkan suasana kerja yang penuh keberkahan.

Usai tadarus, kegiatan dilanjutkan dengan briefing staf yang dipimpin oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Cirebon. Dalam briefing tersebut disampaikan evaluasi singkat kinerja, arahan tugas harian, serta penguatan komitmen pelayanan kepada para muzakki dan mustahik.

Ketua BAZNAS Kota Cirebon H. Hamdan, S.Ag.,M.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk menyelaraskan nilai ibadah dengan profesionalitas kerja. “Melalui tadarus dan briefing pagi, kami berharap seluruh amil dapat memulai aktivitas dengan niat yang lurus, semangat kebersamaan, dan tanggung jawab dalam mengelola dana ZIS secara amanah,” ujarnya.

 

Dengan adanya kegiatan rutin ini, BAZNAS Kota Cirebon berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kinerja kelembagaan, memperkuat soliditas tim, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Cirebon.

21/01/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Jemput Zakat Selama Bulan Ramadhan

KOTA CIREBON — Dalam rangka memberikan kemudahan kepada masyarakat selama bulan suci Ramadhan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon mengimbau para muzaki dan masyarakat umum untuk memanfaatkan layanan Jemput Zakat. Layanan ini dapat menjangkau langsung rumah tinggal maupun perkantoran, guna memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Cirebon.

Melalui layanan Jemput Zakat, masyarakat dapat menunaikan zakat fitrah, zakat maal, zakat profesi, zakat perniagaan, serta zakat, infak, dan sedekah lainnya secara praktis, aman, dan sesuai ketentuan syariat Islam. Petugas amil resmi BAZNAS Kota Cirebon akan datang ke lokasi yang telah disepakati dengan mengedepankan prinsip profesionalitas dan amanah.

Untuk memanfaatkan layanan tersebut, masyarakat dapat menghubungi WhatsApp layanan Jemput Zakat di nomor 0851-9500-2005. Layanan ini disiapkan sebagai bentuk pelayanan prima BAZNAS Kota Cirebon agar muzaki dapat menunaikan zakat dengan mudah, khususnya di tengah padatnya aktivitas selama bulan Ramadhan.

Ketua BAZNAS Kota Cirebon H. Hamdan, S.Ag.,M.Pd.I menyampaikan bahwa layanan Jemput Zakat merupakan wujud komitmen lembaga dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan masyarakat Kota Cirebon dapat menunaikan zakat dengan tenang dan percaya melalui lembaga resmi, sehingga pengelolaan dan penyalurannya dapat dilakukan secara optimal,” ujarnya.

Selain kemudahan layanan, BAZNAS Kota Cirebon juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas. Seluruh proses penghimpunan, pelaporan, hingga dokumentasi penyaluran zakat dapat dipantau melalui Instagram dan website resmi BAZNAS Kota Cirebon, sehingga muzaki dapat melihat secara langsung pemanfaatan dana zakat yang disalurkan.

 

BAZNAS Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat Kota Cirebon untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS agar penyaluran zakat lebih tepat sasaran, terkelola secara profesional, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.

21/01/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Peringati HUT ke-25 BAZNAS dengan Tasyakur dan Doa Bersama

KOTA CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 BAZNAS dengan menggelar kegiatan tasyakur dan doa bersama. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Cirebon, Selasa (20/01/2026), dan diikuti oleh para pimpinan serta seluruh amil pelaksana.

Kegiatan tasyakur dan doa bersama ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan 25 tahun BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah untuk kesejahteraan umat. Momentum ini juga menjadi sarana refleksi untuk memperkuat komitmen kelembagaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Peringatan HUT ke-25 BAZNAS yang dilaksanakan BAZNAS Kota Cirebon berlangsung selaras dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh BAZNAS Pusat bertajuk “Doa Bersama: Zakat Menguatkan Indonesia”. Kegiatan nasional tersebut menjadi wujud apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki, mustahik, serta seluruh stakeholder yang telah membersamai perjalanan BAZNAS hingga menjadi lembaga utama dalam upaya menyejahterakan umat.

Kegiatan BAZNAS Pusat dilaksanakan secara blended, yakni dengan kehadiran perwakilan BAZNAS daerah secara langsung di Kantor BAZNAS Republik Indonesia, sementara sebagian lainnya mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting serta siaran langsung YouTube BAZNAS TV.

Tasyakur HUT Ke-25 BAZNAS

Ketua BAZNAS Kota Cirebon menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-25 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS pusat dan daerah. “Kami bersyukur atas kepercayaan masyarakat yang terus menguat. Semoga BAZNAS semakin amanah, profesional, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan umat, khususnya di Kota Cirebon,” ujarnya.

 

Melalui peringatan HUT ke-25 BAZNAS ini, BAZNAS Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja, transparansi, dan inovasi layanan zakat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan.

21/01/2026 | Kontributor: Admin | Akate

Berita Terbaru

Audit Syariah BAZNAS Maluku Bisa Jadi Percontohan
Audit Syariah BAZNAS Maluku Bisa Jadi Percontohan
Sekretaris Utama BAZNAS RI, Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc, MA, menilai, audit syariah Kementerian Agama di BAZNAS Provinsi Maluku, bisa dijadikan percontohan untuk Badan Amil Zakat Nasional di daerah. "BAZNAS Provinsi Maluku memiliki program kreatif dan inovatif yang membuat publik semakin percaya menunaikan zakat, infak dan sedekah ke Badan Amil Zakat Nasional," ujar Dr. Muchlis dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (27/8/2024). Sebagai Sestama BAZNAS RI yang mendapat amanah mengelola kesekretariatan di bawah kepemimpinan Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Dr. Muchlis mengirimkan tim untuk meliput dan mengevaluasi kinerja BAZNAS di beberapa daerah, seperti Sumatera Barat dan Maluku. Tim terdiri atas humas dan sekretariat BAZNAS RI, serta wartawan dari media massa nasional dan lokal. Di Negeri Seribu Pulau, mereka diterima oleh Ketua BAZNAS Provinsi Maluku, Saiful Ali Al-Maskaty; Pelaksana BAZNAS Provinsi Maluku, Karim; Plt Ketua BAZNAS Kota Ambon, Sumiyati Kiat; Plt Wakil Ketua I BAZNAS Kota Ambon, Arifin Rumra; Ketua BAZNAS Maluku Tengah, Ibrahim Umarela; Wakil Ketua BAZNAS Maluku Tengah Abd. Syukur; perwakilan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku, Bakri Talalu, serta beberapa amilin dan amilat setempat. Setelah berdiskusi, tim Sekretariat BAZNAS RI dan media, diajak berkeliling ke titik-titik lokasi program BAZNAS Provinsi Maluku. Mereka bersama-sama menyaksikan kinerja para amil dan dampak positif-konstruktif terhadap mustahik. Dr. Muchlis mengutip tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag RI pada akhir tahun 2023 lalu, yang mengekspose hasil audit syariah pada BAZNAS setempat. Di mana, BAZNAS Provinsi Maluku periode 2022-2027, meraih nilai indeks kepatuhan syariah 48,66 dengan predikat "cukup baik". Namun, lanjut dia, ada yang ditingkatkan yakni, nilai indeks transparansi 49,75 dengan predikat "kurang transparan". Dr. Muchlis menyebutkan, audit yang biasa dilakukan selama sepekan, bertujuan menjaga agar pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS dan DSKL), berjalan sesuai kepatuhan syariah, mencegah penyimpangan, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. "Audit syariah merupakan salah satu cara untuk menjaga dan memastikan integritas BAZNAS dalam menjalankan prinsip syariah. Tujuan dari audit syariah adalah untuk memastikan kepatuhan seluruh operasional BAZNAS terhadap prinsip dan aturan syariah," kata Dr. Muchlis. Ia menyampaikan bahwa audit syariah merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. "Auditor syariah dalam melakukan audit atas dua tujuan informasi objektif dan informasi subjektif, untuk memastikan kepatuhan syariah BAZNAS,” ucap Dr. Muchlis. Dia menambahkan, dalam melakukan audit syariah, auditor memedomani Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 606 tentang Pedoman Audit Syariah atas Laporan Pelaksanaan Pengelolaan zakat, infak, sedekah (ZIS), dan dana sosial keagamaan lainnya pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan aturan lainnya. "KMA tersebut mengamanatkan dana ZIS yang diterima harus dikelola dengan profesional dan tersampaikan kepada yang berhak. Kita harus memastikan dana yang dikelola oleh BAZNAS Provinsi Maluku betul-betul tersampaikan kepada yang berhak memerima," ujar dia. Ia berharap, hasil audit dapat menjadi acuan dan motivasi bagi pelaksana dan pimpinan BAZNAS Provinsi Maluku untuk berbenah dan melakukan perbaikan-perbaikan demi meningkatkan kepercayaan umat. Ketua BAZNAS Provinsi Maluku, Saiful Ali Al-Maskaty, mengatakan, pihaknya berkomitmen bekerja dengan niat yang lurus dan ikhlas karena Allah SWT. "Oleh karena itu, kami memohon bantuan dari stakeholders, baik dari Pemerintah Provinsi Maluku dan Kementerian Agama. Harapan kami, BAZNAS Maluku terus membangun sinergitas untuk memberikan pelayanan bagi umat," ujar dia. Saiful Ali menambahkan, pihaknya menyambut baik tim BAZNAS RI dan akan terus berkolaborasi dengan media untuk mengoptimalkan dakwah zakat dan meningkatkan literasi ZIS di Maluku. Secara terpisah, Plt Pimpinan BAZNAS Kota Ambon, Sumiyati Kiat, juga ikut menggelorakan publikasi program zakat di wilayahnya. Dia pun mengajak awak media berkeliling Kota Ambon menyaksikan realisasi program BAZNAS setempat. Seperti bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) untuk mustahik, etalase pedagang kaki lima, pemberdayaan UMKM mustahik, bantuan Kesehatan dan biaya berobat, serta bantuan penyaluran lainnya. Serta persiapan peluncuran Z-Mart.
BERITA28/08/2024 | Humas
BAZNAS RI Luncurkan Program Beasiswa Riset 2024
BAZNAS RI Luncurkan Program Beasiswa Riset 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program Beasiswa Riset BAZNAS 2024 untuk Kategori Umum dan Manajemen Zakat dan Wakaf (Mazawa), sebagai langkah konkret dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Beasiswa Riset BAZNAS adalah program beasiswa dengan memberikan bantuan dana riset tugas akhir untuk membantu mahasiswa dalam menyelesaikan perkuliahan, bagi mahasiswa di pendidikan tinggi S1, S2, S3, dan tahun ini BAZNAS juga membuka kuota kategori di luar mahasiswa seperti Tim/Kelompok/Instansi/Lembaga Riset. Acara Seminar Nasional dan Peluncuran Beasiswa Riset BAZNAS 2024 diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (27/8/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan,Kajian dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE,M.Ec., Kepala BRIN RI Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc., beserta jajarannya. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. mengungkapkan, sebanyak 150 beasiswa akan diberikan, dengan masing-masing untuk 50 mahasiswa S1, 55 mahasiswa S2, dan 55 mahasiswa S3, serta kelompok riset 5 tim. Dalam pelaksanaannya, Kiai Noor menjelaskan, BAZNAS akan bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi ini akan memungkinkan para mahasiswa berprestasi yang menerima beasiswa untuk melakukan riset yang dapat mengatasi berbagai permasalahan mustahik, sehingga mereka bisa diberdayakan di masa mendatang. “Kami berharap kerja sama ini tidak hanya membantu para mustahik saat ini, tetapi juga memberikan mereka kemampuan untuk membantu orang lain di masa depan,” ungkap Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor menambahkan, selama ini, BAZNAS dikenal dengan berbagai program bantuan langsung kepada mustahik. Namun, dengan kolaborasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), BAZNAS berupaya untuk tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menciptakan solusi jangka panjang melalui riset dan kajian tata kelola zakat. "Melalui beasiswa riset ini diharapan bisa melahirkan peneliti yang bisa menciptakan inovasi tata kelola zakat melalui riset dan kajian yang dilakukannya sehingga dapat terwujud berbagai program kemanusiaan yang bisa tepat sasaran dan membawa kebermanfaatan untuk mustahik," ujar Kiai Noor. Menurut Kiai Noor, program beasiswa riset ini bukan hanya sebuah inisiatif untuk memberikan bantuan finansial, tetapi juga merupakan upaya BAZNAS dalam menempatkan zakat sebagai solusi untuk permasalahan nasional, khususnya dalam konteks kemiskinan ekstrem. "Insya Allah, kami abdikan apa yang kami miliki untuk masyarakat miskin/mustahik. Mudah-mudahan mereka bisa menolong kita setidaknya di akhirat," ujarnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A. menambahkan, program beasiswa riset ini adalah bagian penting dari komitmen BAZNAS untuk berinvestasi pada masa depan Indonesia. “Ini adalah bentuk komitmen bagaimana zakat dapat menjadi bagian dari solusi kebangsaan dan meletakkan fondasi peradaban. Dari tahun ke tahun, anggaran untuk program ini terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan kualitas penelitian tentang tata kelola zakat dan sektor lainnya,” jelas Saidah. "Ini mendorong kami untuk terus meningkatkan anggaran dan keberpihakan terhadap pengembangan riset di Indonesia," lanjutnya. Saidah juga menekankan pentingnya riset dalam meningkatkan kapasitas teknologi dan inovasi, baik dalam pengelolaan zakat maupun dalam pemberdayaan ekonomi mustahik. Adapun total bantuan yang telah BAZNAS RI salurkan untuk Beasiswa dan Bantuan Riset kepada masyarakat sejak tahun 2018 senilai Rp10 miliar. Pada kesempatan yang sama, Kepala BRIN, Dr. Laksana Tri Handoko, mengapresiasi inisiatif BAZNAS dalam memberikan beasiswa riset ini, yang dinilainya sangat relevan dengan program Manajemen Talenta Nasional yang dikelola oleh BRIN. Menurutnya, dengan dukungan dari BAZNAS, talenta-talenta muda Indonesia dapat didorong untuk mencapai prestasi lebih tinggi dalam riset dan inovasi. Lebih lanjut, Handoko mengajak BAZNAS untuk bekerja sama lebih erat dalam merancang skema beasiswa yang efektif dan efisien, sehingga bisa langsung menyasar kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dan memiliki kapasitas. “Kami siap mendukung dan memfasilitasi masyarakat, terutama dalam bidang riset, sehingga semua pihak bisa maju bersama,” pungkasnya.
BERITA28/08/2024 | Humas
BAZNAS RI dan BNN Tandatangani Kerja Sama Peningkatan ZIS di Indonesia
BAZNAS RI dan BNN Tandatangani Kerja Sama Peningkatan ZIS di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam rangka memperkuat optimalisasi potensi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Indonesia. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA bersama Kepala BNN RI Dr. Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si., di Gedung BNN RI, Jakarta, Senin (26/8/2024). Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA., Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., MA., serta Deputi 1 BAZNAS RI Mohamad Arifin Purwakananta. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, dalam sambutannya menyampaikan, kerja sama tersebut dilatarbelakangi oleh urgensi pemberantasan narkoba yang memiliki dasar yang sangat kuat dalam ajaran agama. “Pemberantasan narkoba adalah kewajiban kita bersama. Dengan mengoptimalkan ZIS, kita dapat menyalurkan dana untuk program-program yang berdampak langsung dalam memerangi narkoba,” tegasnya. Lebih lanjut, Kiai Noor menjelaskan, MoU ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pengguna dan pengedar narkoba akan pentingnya mengalihkan dana yang selama ini digunakan untuk kegiatan negatif menjadi kegiatan positif. “Hari ini kita melakukan MoU dengan BNN terdorong guna meningkatkan kesadaran para pengguna dan pengedar terkait peralihan uang yang mereka gunakan secara negatif berubah menjadi kegiatan yang positif dengan berbagai program yang akan dibinakan kepada mereka,” ujarnya. Kiai Noor mengatakan, salah satu program yang akan dijalankan adalah dengan meningkatkan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di lingkungan BNN seluruh Indonesia. “Oleh karena itu, nota kesepahaman kita adalah meningkatkan ZIS di lingkungan BNN seluruh Indonesia. Dana ZIS yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk berbagai program pemberantasan narkoba, seperti rehabilitasi, pencegahan, dan sosialisasi,” ungkapnya. Sementara itu Kepala BNN RI, Dr. Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si., menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS dan BNN merupakan langkah maju dalam upaya memerangi narkoba. “Narkoba adalah musuh bersama yang harus kita lawan. Dengan mengoptimalkan ZIS, kita dapat memberikan alternatif bagi para pengguna narkoba untuk memperbaiki hidup mereka,” tegasnya. Menurut Marthinus, "Narkoba adalah bencana kemanusiaan dan moral. Terdapat 297 juta jiwa yang terpapar dan 3,33 juta warga Indonesia yang tercengkram bahaya narkoba." Kepala BNN RI berharap kerja sama dengan BAZNAS dapat menjadi langkah strategis untuk membantu para pengguna narkoba beralih ke kegiatan positif. “Bagaimana mengubah pola pikir pengguna narkoba agar beralih kepada hal positif. Kerja sama antara BAZNAS dan BNN menjadi sebuah komitmen kedua lembaga dengan bersama-sama mewujudkan Indonesia Bersinar (bersih dari narkoba), sekaligus bersama-sama meningkatkan kualitas hidup dan membangun ketahanan moral penyitas narkoba,” pungkasnya.
BERITA27/08/2024 | Humas
Melalui Pemberdayaan Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI Dorong Pengentasan Kemiskinan di Indonesia
Melalui Pemberdayaan Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI Dorong Pengentasan Kemiskinan di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus berkomitmen untuk membantu menyejahterakan mustahik dan turut mensukseskan kebijakan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi mustahik. Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang IT, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, Ph.D saat menjadi Narasumber pada Acara 2nd AIZAWA (Aceh International Seminar on Zakat and Wakaf) yang diselenggarakan di Gedung Landmark BSI Aceh, Senin (26/8/2024). "Kinerja Pengentasan Kemiskinan berbasis Zakat Tahun 2023 telah menunjukkan tren yang positif, selama tahun 2023, Pengelola Zakat secara Nasional telah mengentaskan kemiskinan sebanyak 577.138 Jiwa, 321.757 jiwa diantaranya dari zona miskin ekstrem," ujar Prof. Nadra. Menurutnya, berbagai program BAZNAS telah sesuai dengan kebijakan pemerintah, di antaranya, zakat sebagai salah satu sumber pendanaan dalam percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem yang ditetapkan pada tanggal 8 Juni 2022. Prof. Nadra menjelaskan, dalam hal ini, BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Nonstruktural mengambil peran dalam melakukan tugas dan fungsi pengelolaan zakat dalam meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan sebagaimana yang diamanatkan oleh UU 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. "Adapun model penanggulangan dan pengentasan kemiskinan berbasis dana zakat yang dilakukan oleh BAZNAS meliputi pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan sosial dan pemberdayaan dakwah atau advokasi," jelasnya. "Akselerasi pengentasan kemiskinan oleh BAZNAS meliputi program-program pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan sosial dan pemberdayaan dakwah atau advokasi, yang mana seluruh program tersebut ditujukan untuk mengubah mustahik menjadi muzaki sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat baik dari aspek materiil dan spiritual," imbuhnya. Prof. Nadra menguraikan, program pemberdayaan ekonomi BAZNAS diantaranya Zakat Community Development, Pemberdayaan usaha retail (Zmart), Pemberdayaan usaha retail pangan (ZChicken), Pembiayaan usaha mikro (BAZNAS Microfinance), Lumbung Pangan dan Peternakan. "Adapun Program pemberdayaan sosial seperti Penurunan prevalensi stunting, Kesehatan Berbasis Masyarakat/ WASH, rumah layak huni, program pemberdayaan dakwah dan advokasi, Muallaf Centre BAZNAS, dan BAZNAS Institute," urai Prof Nadra. Menurut Prof Nadra, program-program BAZNAS telah sejalan dengan Klaster Program Percepatan Pengentasan Kemiskinan yang diusung oleh TNP2K. Bahkan, Tren persentase zakat terhadap anggaran perlinsos dalam APBN cenderung meningkat setiap tahun. "Pada tahun 2023 dengan pengumpulan zakat nasional yang mencapai 32,3 T memiliki nilai yang setara dengan 7,3% anggaran perlinsos di tahun yang sama, Jika potensi Zakat sebanyak Rp327 T tercapai maka itu setara dengan 76% anggaran perlinsos di tahun 2022," ucapnya. Turut hadir Ketua Komisioner Baitul Maal Aceh beserta Jajaran, Sekjen WZWF, Manager PPZ-MAIWP Malaysia, Wakil Rektor UIN Ar-Raniry, Dekan FEBI UIN Ar-Raniry, Pimpinan BSI Aceh, Perwakilan Bank Indonesia, serta 120 peserta yang berasal dari Malaysia, Perwakilan 23 Baitul Maal Kab/Kota se Aceh, serta Akademisi UIN Ar-Raniry.
BERITA27/08/2024 | Humas
BAZNAS RI dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jalin Kerja Sama Program Beasiswa Pascasarjana Filantropi Islam
BAZNAS RI dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jalin Kerja Sama Program Beasiswa Pascasarjana Filantropi Islam
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama program beasiswa filantropi Islam. Kerja sama ini merupakan upaya bersama dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang profesional dalam pengelolaan filantropi Islam. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh dilakukan oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. K.H Noor Achmad, M.A., dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D.., di kampus UIN Jakarta,Tangerang Selatan,Jumat (23/8/2024). Pada saat bersamaan juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara BAZNAS RI diwakili oleh Saidah Sakwan M.A., (Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan) dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diwakili oleh Prof. Zulkifli (Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatulah Jakarta). Ketua BAZNAS RI, Prof. K.H Noor Achmad, M.A. menyampaikan, kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan profesionalisme di bidang filantropi Islam. "Kita menjalin kerja sama dengan UIN ada dua tujuan. Pertama agar keilmuan tentang filantropi Islam dapat berkembang. Kita menyadari bahwa informasi untuk literasi filantropi Islam masih sangat kurang, sehingga ini sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak itu semuanya," ucap Kiai Noor. "Yang Kedua, kami juga melihat banyak mahasiswa yang tertarik untuk mempelajari keilmuan ini. Mereka juga sangat butuh beasiswa, untuk itu kami memberikan beasiswa, Kiai Noor menambahkan, beasiswa filantropi ini akan dibuka bagi mahasiswa jenjang S2 dan S3 yang tergolong fakir miskin dan fisabilillah, juga memiliki minat kuat dalam bidang filantropi Islam. "Kami berharap beasiswa filantropi Islam ini dapat menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi dalam pengelolaan lembaga zakat dan filantropi di Indonesia," ucapnya. Sementara itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan BAZNAS. "UIN Syarif Hidayatullah siap menyukseskan program beasiswa ini melalui fasilitas-fasilitas yang tersedia kampus kami. Sekali lagi terima kasih, semoga ini menjadi bagian ikhtiar kita bersama, dan insya Allah ikhtiar kita ini menjadi kebaikan bagi kita semua," pungkasnya. Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si., Deputi I M. Arifin Purwakananta, Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si, Sestama BAZNAS RI Dr. KH. Muchlis Hanafi, Lc. MA., Direktur Pendistribusian Ahmad Fikri.
BERITA26/08/2024 | Humas
Dorong Penghimpunan, BAZNAS Sosialisasikan ZIS di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Cirebon
Dorong Penghimpunan, BAZNAS Sosialisasikan ZIS di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Cirebon
Cirebon, 19 Agustus 2024 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menggelar sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Cirebon. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk mendorong penghimpunan dana ZIS guna mendukung program-program sosial dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh BAZNAS Kota Cirebon.Sosialisasi yang berlangsung pada Senin (19/8) tersebut dihadiri oleh sejumlah pegawai dan pimpinan di lingkungan Kejaksaan Negeri Kota Cirebon. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Cirebon memaparkan pentingnya berzakat, berinfak, dan bersedekah serta manfaat yang akan dirasakan oleh para penerima zakat dan muzakki itu sendiri.Wakil Ketua I BAZNAS Kota Cirebon, Ahmad Banna, S.Fil.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa zakat, infak, dan sedekah adalah salah satu instrumen penting dalam mengatasi masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial. "Melalui penghimpunan dana ZIS yang optimal, kita bisa membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan serta mendukung berbagai program pemberdayaan yang dikelola oleh BAZNAS khususnya di Kota Cirebon," ujarnya.Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang hadir. Mereka menyatakan apresiasi terhadap upaya BAZNAS dalam memperkenalkan dan memudahkan pelaksanaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan kerja mereka.Dengan kegiatan ini, BAZNAS Kota Cirebon berharap dapat terus memperluas jangkauan sosialisasi ZIS, tidak hanya di instansi pemerintah, tetapi juga di kalangan swasta dan masyarakat umum, demi tercapainya kesejahteraan sosial yang lebih merata.
BERITA21/08/2024 | Humas
BAZNAS Tanggap Bencana Respons Cepat Bantu Korban Gempa Bumi di Garut
BAZNAS Tanggap Bencana Respons Cepat Bantu Korban Gempa Bumi di Garut
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Tim Badan Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Garut merespons cepat, dan melakukan pembersihan bangunan-bangunan yang roboh akibat gempa yang terjadi di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. ejumlah bangunan milik warga Garut dan daerah lainnya dilaporkan rusak setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang Garut pada Sabtu (27/4/2014) pukul 23.29 WIB. Pimpinan BAZNAS RI, Saidah Sakwan menyatakan, tim yang diterjunkan segera melakukan assesmen pada lokasi terdampak, lalu memberikan bantuan yang dibutuhkan bagi para korban dan lokasi terdampak. "Tim BTB Kabupaten Garut secara cepat merespons dan membantu para korban terdampak gempa di wilayah Garut. Selain melakukan assesmen, tim juga membantu warga membersihkan bangunan-bangunan yang roboh akibat gempa," ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (28/4/2024). Saidah mengatakan, bencana gempa sering kali menyebabkan kerusakan pada infrastruktur penting, seperti air bersih, listrik, dan akses ke makanan. Penyediaan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, pakaian, tempat tinggal sementara, dan perlengkapan sanitasi, jadi salah satu yang dibutuhkan para penyintas bencana saat ini. "Inilah yang akan jadi bahan asesmen BAZNAS, untuk menentukan bantuan yang akan diberikan ke depannya. Ketika kita membantu korban gempa, kita berpartisipasi dalam tindakan solidaritas sosial. Ini dapat membantu memperkuat ikatan komunitas, menginspirasi orang lain untuk membantu, dan membangun kepedulian yang lebih besar terhadap individu dan komunitas yang terkena dampak," kata Saidah. Sementara itu, Komandan BTB Kabupaten Garut, menyampaikan, timnya segera diterjunkan setelah adanya laporan untuk segera melakukan respons cepat gempa yang menimpa wilayah Garut. “Bertepatan di wilayah Kp. Sumur, Desa Dayeuh Manggumh, Kecamatan Cilawu, sedang berada di lokaso gempa bumi, dan hari ini kita melakukan assesmen terlebih dahulu di beberap tempat di Kabupaten Garut, semoga dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya. Laporan dari Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusadalops) BNPB mencatat, sedikitnya sembilan kabupaten dan kota terdampak akibat gempa tersebut. Adapun 10 wilayah di antaranya Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Sumedang.
BERITA29/04/2024 | Humas
Bareksa Salurkan Infak Kemanusiaan Palestina melalui BAZNAS RI
Bareksa Salurkan Infak Kemanusiaan Palestina melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran infak kemanusiaan Palestina dari Super App Investasi Bareksa. Simbolisasi penyerahan infak tersebut diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (28/04/2024). Acara ini dihadiri oleh Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, dan Chief Marketing Officer (CMO) Bareksa Rani Sumarni. Infak tersebut merupakan hasil dari kerja sama penyaluran infak Membasuh Luka Palestina antara BAZNAS dengan Bareksa melalui program Bareksa Peduli di mana setiap transaksi investasi Sukuk Ritel seri SR020 atau Bareksa Emas sama dengan menyumbang 0,1% dari nilai transaksi dan setiap transaksi Reksa Dana Syariah sama dengan menyumbang 0,05% dari nilai transaksi yang dilakukan pada periode Maret–April 2024 tanpa mengurangi nilai investasi. Dalam sambutannya, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, mengatakan, bantuan ini merupakan upaya konkret BAZNAS bersama Bareksa dalam memberikan dukungan kepada rakyat Palestina yang terus berjuang menghadapi berbagai tantangan di wilayah konflik tersebut. "Kerja sama antara Bareksa dan BAZNAS dalam menyalurkan bantuan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan dana yang dikumpulkan dapat digunakan secara efektif dan tepat sasaran," ujar Arifin. Melalui jaringan BAZNAS yang luas, lanjut Arifin, bantuan tersebut diharapkan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan dengan cepat dan efisien. "Bantuan ini akan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Palestina, seperti makanan, air bersih, sandang, dan bantuan kesehatan," lanjutnya. "Bantuan ini tidak hanya sekadar materi, tetapi juga merupakan bentuk solidaritas dan empati dari masyarakat Indonesia terhadap saudara-saudara kita di Palestina yang sedang mengalami kesulitan," tutur Arifin. Sementara itu, CMO Bareksa, Rani Sumarni mengatakan, sebanyak 3000 investor telah berpartisipasi dalam program Bareksa Peduli dengan membeli produk investasi syariah berupa Emas, SBN Syariah dan Reksa Dana Syariah melalui Super App Bareksa. Dengan program sosial dan penggalangan dana ini, Bareksa berusaha untuk menjadi agen perubahan yang positif dalam meningkatkan kesejahteraan bersama. "Program Bareksa Peduli berupaya mengangkat bahwa investasi tidak hanya mencari keuntungan materi tetapi juga meningkatkan kesadaran untuk berbagi, terutama bagi sesama yang membutuhkan. Kerja sama dengan BAZNAS memastikan bahwa bantuan yang disalurkan dapat mencapai sasaran dengan tepat dan transparan, sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan tata kelola yang baik," kata Rani. Ia menambahkan, Melalui kemitraan dengan BAZNAS, Bareksa berharap dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi upaya peningkatan kesejahteraan dan perdamaian global. "Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk kita menggali terus semangat masyarakat dalam membantu korban kemanusiaan di Palestina. Semoga apa yang kita berikan menjadi keberkahan, dorongan, doa, untuk saudara-saudara kita di Palestina untuk mempertahankan kehidupannya, mempertahankan kemanusiaanya, dan tentunya mempertahankan negaranya," tandasnya.
BERITA29/04/2024 | Humas
Bangun Masa Depan, BAZNAS RI Berikan Pembinaan Karir bagi Peserta Beasiswa Cendekia
Bangun Masa Depan, BAZNAS RI Berikan Pembinaan Karir bagi Peserta Beasiswa Cendekia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar Pembinaan Karir Path dan Halal Bi Halal 1445 H bersama peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS, sebagai upaya membangun masa depan yang lebih baik, Kamis (25/4/2024). Turut hadir dalam pembinaan tersebut Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA, Deputi BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, serta Cheif of Karier.mu Rangga Septiadi. Pembinaan Peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS dihadiri 70 peserta offline area Jabodetabek dan 3.179 peserta mengikuti pembinaan secara daring. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, berpesan kepada para peserta beasiswa untuk menata masa depan. Karena itu, kehadiran beasiswa BAZNAS diharapkan dapat membantu para penerima beasiswa untuk lebih mempersiapkan diri masing-masing. "BAZNAS ikut serta menata jenjang karir saudara-saudara semuanya. Mari raih jenjang karir itu bersama BAZNAS. Beasiswa BAZNAS diperuntukkan dalam rangka untuk mencapai tujuan tersebut," kata Kiai Noor. Seperti para peraih beasiswa di Mesir, Kiai Noor berharap mereka dapat menjadi ilmuwan yang mampu mengaplikasikan ilmunya di tengah masyarakat. "Yang di Mesir diharapkan menjadi ilmuwan-ilmuwan. ke depan, lulusan Mesir harapannya jenjang karir ke depan benar-benar memanfaatkan keilmuan tersebut," jelas Kiai Noor. Karenanya, Kiai Noor meminta kepada para penerima beasiswa untuk tetap optimis dengan cara memanfaatkan beasiswa dari BAZNAS. "Jangan pernah mundur dan optimis menatap masa depan. Apa yang diberikan BAZNAS jangan disia-siakan. Jenjang karir saudara-saudara harus jelas dan harus difikirkan," imbuhnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA mengatakan, pembinaan ini merupakan jalan bagi BAZNAS dalam rangka mensejahterakan umat. Sehingga dengan adanya pembinaan ini, Saidah berharap para peserta dapat menjadi Muzaki di masa yang akan datang. "Ini menjadi bagian dari jalan BAZNAS untuk menuju kesejahteraan," kata dia. "Tentunya kalau kita sudah memiliki karier path yang jelas maka wajah-wajah optimis para Muzaki dan calon Muzaki itu ada di hadapan kita," imbuhnya. "Semoga apa yang dilakukan BAZNAS selalu mendapatkan respon yang baik dengan kerja keras dari penerima beasiswa," pungkas Saidah.
BERITA26/04/2024 | Humas
Kemenag: BAZNAS RI Berperan Tingkatkan Kualitas Hidup Mustahik
Kemenag: BAZNAS RI Berperan Tingkatkan Kualitas Hidup Mustahik
Kementerian Agama (Kemenag) RI memuji peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam meningkatkan kualitas kehidupan kelompok mustahik (penerima manfaat) di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut disampaikan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas yang diwakili Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A, pada acara Halal Bihalal Idul Fitri 1445 H bertajuk Sinergi Pengelolaan Zakat Nasional dan Penguatan Silaturahmi Kinerja SDM Internal di Jakarta, Rabu (24/4/2024). Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., bersama Pimpinan BAZNAS RI, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Anwar Iskandar, serta Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah. Dirjen Bimas Islam Kemenag, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A, menyatakan, BAZNAS menjadi instrumental dalam meningkatkan kualitas kehidupan kaum mustahik dan mentransformasikan dari statusnya sebagai mustahik menjadi muzaki. “Alhamdulillah, ini suatu hal yang luar biasa. Saya yakin telah berhasil menemukan the best version of ourself, versi terbaik dari diri kita yang selama Ramadhan terus melakukan proses untuk meningkatkan kualitas,” ujar Kamaruddin. Menurut Kamaruddin, keberhasilan BAZNAS dalam meningkatkan kualitas kehidupan kelompok mustahik di Indonesia tak terlepas dari keberhasilan pengelolaan zakat, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. “Kita semua sependapat bahwa pengelolaan zakat dewasa ini secara kuantitatif dan kualitatif semakin baik, semakin dirasakan manfaatnya oleh umat dan masyarakat,” katanya. Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar ini juga memuji peran jajaran staf BAZNAS di seluruh Indonesia yang tanpa kenal lelah meningkatkan kesadaran literasi umat tentang zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “Amilin dan amilat BAZNAS di seluruh Indonesia sangat luar biasa. Kerja keras kita semua dengan menjalin kolaborasi bersama masyarakat dalam meningkatkan kesadaran umat untuk melaksanakan ZIS,” tuturnya. Kamaruddin mengajak BAZNAS untuk terus meningkatkan literasi masyarakt untuk berzakat melalui kolaborai dengan mitra di daerah seperti Kantor Urusan Agama (KUA) hingga majelis taklim. “Di seluruh wilayah Indonesia ada sekitar 6.000 KUA, ini bisa menjadi mitra strategis dalam mangajak masyarakat untuk bersama meningkatkan kesadaran berzakat. InsyaAllah BAZNAS bersama Kemenag akan memberikan kontribusi maksimal untuk bangsa,” katanya.
BERITA25/04/2024 | Humas
GoPay Serahkan Donasi Program Berbagi Kebaikan Rp1 Miliar melalui BAZNAS RI
GoPay Serahkan Donasi Program Berbagi Kebaikan Rp1 Miliar melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran donasi sebesar Rp1 miliar dari GoPay yang merupakan bagian dari perusahaan anak bangsa GoTo. Donasi ini berasal dari dana perusahaan yang telah disisihkan oleh GoPay. Donasi tersebut berasal dari program Berbagi Kebaikan GoTo yang dijalankan selama bulan Ramadan 2024 yang berlangsung pada 12 Maret - 9 April 2024. Adapun peyerahan donasi tersebut diselenggarakan di Kantor GoPay, di Jakarta, Selasa (23/4/2024). Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, M.Si. CFRM., Head of Regulatory and Public Affairs GoTo Financial Budi Gandasoebrata, beserta jajaran. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, M.Si. CFRM., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh GoPay untuk menerima penyaluran donasi dari GoPay. “Kami bersyukur dapat bermitra dengan GoPay dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para muzaki dan mustahik, serta mengapresiasi program Berbagi Kebaikan GoTo selama bulan Ramadan," kata Rizaludin. Ia menyampaikan, transaksi donasi melalui GoPay di bulan Ramadan 2024 meningkat sebesar 81.6 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. "Besar harapan kami, kerja sama positif ini dapat terus berlanjut, sehingga dapat mempermudah masyarakat yang ingin menunaikan ibadah zakat, infak, atau sedekah," ujarnya. Head of Regulatory and Public Affairs GoTo Financial, Budi Gandasoebrata menyampaikan rasa terima kasih kepada pengguna GoPay atas partisipasi dan antusiasme yang tinggi di dalam program Berbagi Kebaikan Ramadan GoTo. “Melalui program Berbagi Kebaikan, donasi yang disalurkan pengguna melalui GoPay mencapai Rp30 miliar dan donasi dari dana perusahaan GoPay sebesar Rp1 miliar.” Budi menambahkan, “Selama bulan Ramadan, penyaluran donasi ke berbagai lembaga amil zakat melalui aplikasi GoPay, aplikasi Gojek maupun platform lainnya menggunakan GoPay sebagai metode pembayaran, meningkat hampir 50 persen dibandingkan dengan Ramadan tahun sebelumnya." tuturnya. Adapun donasi dari pengguna yang dilakukan melalui fitur Zakat dan Donasi GoPay kemudian disalurkan melalui berbagai lembaga amil zakat. Sementara, donasi sebesar Rp1 miliar yang berasal dari dana perusahaan GoPay disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. “Donasi dari GoPay akan disalurkan untuk renovasi musholla, paket sembako gratis, serta bantuan pendidikan untuk anak-anak panti asuhan yang dikelola oleh komunitas mitra driver Gojek,” pungkasnya. GoPay menyediakan fitur “Zakat dan Donasi” untuk memfasilitasi pengguna membayar zakat dan berdonasi ke berbagai lembaga amil zakat dan organisasi sosial yang terpercaya, termasuk BAZNAS. GoPay sendiri telah mendapatkan pengakuan dari BAZNAS sebagai mitra financial technology (fintech) terbaik selama lima tahun berturut-turut.
BERITA24/04/2024 | Humas
BAZNAS RI: Rumah Sehat BAZNAS Tanda Keberpihakan Kepada Fakir Miskin
BAZNAS RI: Rumah Sehat BAZNAS Tanda Keberpihakan Kepada Fakir Miskin
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) terus mengupayakan layanan kesehatan gratis di berbagai daerah sebagai wujud keberpihakan kepada masyarakat fakir miskin. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., saat membuka Pengajian Selasa Pagi bertajuk Program Rumah Sehat BAZNAS Tahun 2024. “RSB ini adalah tanda daripada keberpihakan kita pada orang fakir miskin. Kita bangun RSB ini dan yang akan hadir adalah orang-orang fakir miskin,” ujar Nadratuzzaman dalam acara yang dihelat secara daring pada Selasa (23/4). Nadratuzzaman menjelaskan, program RSB merupakan bagian dari kolaborasi BAZNAS bersama dinas kesehatan daerah serta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Katanya, BAZNAS terus berupaya memperbanyak jumlah RSB untuk menjangkau seluruh daerah. “Kita berharap orang fakir miskin mendapatkan kartu sehat, sehingga nantinya biaya kesehatannya dicover oleh BPJS. Karena banyak orang tidak mampu membayar iuran BPJS,” katanya. “Kita tahu masih banyak masyarakat kalangan bawah yang kesulitan mengakses layanan kesehatan karena keterbatasan biaya. Hadirnya RSB diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat fakir miskin untuk mengakses layanan kesehatan,” tambahnya. Sementara itu, Plt. Kepala Divisi Kesehatan BAZNAS RI, Siti Masturoh menambahkan, RSB mempunyai sejumlah layanan dalam gedung seperti poli umum, IGD, operasi minor, rawat inap, fisio terapi, psikologi, poli spesialis, poli gigi, hingga layanan KB. “Sementara layanan di luar gedung mencakup penanganan stunting, tuberkulosis, kesehatan jiwa, UKK, respons bencana, hingga teras sehat,” ucap Siti Masturoh. Siti Masturoh mengungkapkan, pembangunan RSB berkembang pesat, ditandai dengan jumlah RSB yang awalnya hanya 7, kini telah mencapai 22 unit RSB dengan rincian 17 unit sudah berjalan dan 5 lainnya dalam proses. “Saat ini, RSB masih kosentrasi masih level klinik pratama. InsyaAllah di tahun 2024 ini kami mulai memasuki tipe rumah sakit, dan RSB Berau menjadi salah satu ikon atau yang pertama menjadi rumah sakit,” katanya. Dia berharap, RSB semakin tersebar di berbagai daerah, sehingga masyarakat fakir miskin semakin merasakan layanan kesehatan yang diberikan BAZNAS RI.
BERITA24/04/2024 | Humas
Komisi D DPRD Kab.Grobogan Studi Banding Zakat ASN ke BAZNAS Kota Cirebon
Komisi D DPRD Kab.Grobogan Studi Banding Zakat ASN ke BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Kota Cirebon menerima Kunjungan Kerja Komisi D DPRD Kabupaten Grobogan di Ruang Rapat Prabayaksa Gedung Setda Kota Cirebon, Kamis (18/4/2024). Kunjungan kerja tersebut mengambil tema yang berkaitan dengan pengelolaan zakat ASN. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Baznas Kota Cirebon, H Hamdan SAg MPdI beserta jajaran. Turut hadir juga Pj Sekda Kota Cirebon, Mohammad Arief Kurniawan ST. dalam kesempatan itu Pj Sekda Kota Cirebon menyambut baik kunjungan kerja yang dilakukan DPRD Kabupaten Grobogan. "Kita sharing dan berbagi informasi terkait pengelolaan zakat. Pengelolaan zakat adalah tugas mulia, yang Insya Allah menjadi keberkahan bagi kita semua," ujarnya. Pj Sekda menambahkan, kiprah Baznas Kota Cirebon selama ini luar biasa. Baznas banyak membantu program-program Pemda Kota Cirebon khususnya di bidang sosial dan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu Ketua BAZNAS Kota Cirebon mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya Studi Banding yang dilakukan Komisi D DPRD Kab. Grobogan kepada BAZNAS Kota Cirebon tentang Pengelolaan Zakat ASN yang sudah berjalan dengan baik di Kota Cirebon. "Alhamdulillah tadi kita BAZNAS Kota Cirebon kedatangan tamu dari Komisi D DPRD Kab. Grobogan untuk melakukan Studi Banding Pengelolaan Zakat ASN di Kota Cirebon yang dibilang sudah cukup baik" katanya. Kemudian kegiatan ditutup dengan Bertukar cendera mata dari BAZNAS Kota Cirebon, begitupun Komisi D DPRD Kab. Grobogan Kepada BAZNAS.
BERITA23/04/2024 | Humas
KPw Bank Indonesia Cirebon Tunaikan Zakat Maal dan Zakat Fitrah melalui BAZNAS Kota Cirebon
KPw Bank Indonesia Cirebon Tunaikan Zakat Maal dan Zakat Fitrah melalui BAZNAS Kota Cirebon
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menerima penyaluran zakat maal dan zakat fitrah dari Pegawai KPw Bank Indonesia Cirebon, kantor Bank Indonesia, Cirebon, Jum’at (05/04/2024). Zakat maal dan zakat fitrah ini merupakan bagian program ramadhan KIBLAT (Kita Bersama Laksanakan Zakat) yang dikordinir oleh IPEBI (Ikatan Pegawai Bank Indonesia) Komisariat Cirebon di Lingkungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon. Penyerahan dilakukan secara simbolis langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Bapak Anton Pitono Kepada Wakil Ketua III BAZNAS Kota Cirebon, Bapak Achmad Nurjannah. Kemudian dilanjutkan tausiyah bertajuk “Silaturahmi Ramadhan 1445 H KPw BI Cirebon" yang disampaikan oleh Kyai Faisal Hilmi, M.A, Pengasuh Ponpes Qur’an Anamfal Cirebon. Adapun penghimpunan zakat yang dikordinir di lingkungan Bank Indonesia Cirebon terdiri dari Rp10.000.000 merupakan zakat maal pegawai, dan zakat fitrah sebesar Rp3.690.000, sehingga terkumpul semuanya sebesar Rp13.690.000,- Bagian Keislaman Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Bapak Edi, ketika diwawancara mengatakan Pengumpulan zakat merupakan salah satu program Ramadhan di Bank Indonesia Cirebon. “Bank Indonesia Cirebon memiliki beberapa Program diantaranya KIBLAT (Kita Bersama Laksanakan Zakat) yang dikumpulkan dari pegawai kemudian diserahkan kepada BAZNAS Kota Cirebon, dan juga program IKHTIAR (Investasi untuk Kehidupan Terbaik di Akhirat) berupa Program Bedah Masjid dan Program Wakaf Al-Quran.”. Sementara itu Wakil Ketua III BAZNAS Kota Cirebon, Achmad Nurjannah berharap, zakat dari BI ini dapat mengoptimalkan potensi zakat di kota cirebon. "Kami mengucapkan terima kasih atas apa yg dilakukan Bank Indonesia Cirebon ini. Insyaallah pengaruhnya besar bagi kesejahteraan masyarakat kota cirebon, dan semoga zakat yang ditunaikan dapat mensucikan jiwa dan membersihkan harta," katanya. Seperti yang telah disinggung tadi Bank Indonesia selain menyerahkan zakat kepada BAZNAS Kota Cirebon, Bank Indonesia Cirebon juga menyerahkan Program IKHTIAR (Investasi untuk Kehidupan Terbaik di Akhirat) berupa Program Bedah Masjid diberikan kepada DKM AL Hidayah Cirebon dan juga Program Wakaf Al-Quran diberikan kepada LAZNAS Yatim Mandiri. Semoga penyerahan beberapa Program dimaksud dapat menambah keberkahan Ibadah Puasa di Bulan suci Ramadhan 1445H. Kemudian Kegiatan penyerahan zakat sekaligus Silaturahmi Ramadhan ditutup dengan doa bersama yang dipandu oleh Kyai Faisal Hilmi, M.A dan diikuti oleh Pimpinan Bank Indonesia Cirebon, Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon, Tamu Undangan serta segenap pegawai BI Cirebon yang hadir dalam acara tersebut.
BERITA06/04/2024 | Humas
BAZNAS: Pemberdayaan Mualaf Jadi Salah Satu Prioritas dalam Pengelolaan Zakat
BAZNAS: Pemberdayaan Mualaf Jadi Salah Satu Prioritas dalam Pengelolaan Zakat
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., Ph.D menerangkan, pemberdayaan mualaf merupakan salah satu prioritas utama dalam pengelolaan zakat. Pasalnya, mualaf adalah salah satu dari delapan asnaf zakat. Hal tersebut dikemukakan dalam pengajian berbagi ilmu berbagi pengalaman dengan tema "Kiat Sukses Program Pemberdayaan Mu'alaf dan Dakwah di Wilayah Pedalaman yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (19/3/2024). Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ) Baitul Maal Hidayatullah. Firmanza, S.E, M.Ak, serta diikuti para pengurus BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota. "Kalau kita berpikir matematis, penyaluran zakat itu tentu kita bagi menjadi delapan, maka mualaf itu juga harusnya mendapat 12,5 persen, karena mualaf juga salah satu asnaf yaitu penerima zakat. Kita harus sadar bahwa persoalan mualaf ini memang hal yang penting dan kita harus turun rembuk menangani dan membina mereka," katanya. Untuk itu, lanjut Nadratuzzaman, pentingnya menangani masalah mualaf tidak bisa diabaikan. Pendekatan dalam pemberdayaan mualaf tidak hanya sebatas memberikan bantuan, namun juga melibatkan aspek dakwah, pendidikan, sosial, dan kemanusiaan. "Kita harus mencari solusi yang seimbang, tidak hanya mengutamakan orang Islam yang ingin masuk, namun juga mendukung mereka yang telah memeluk agama Islam. Keterlibatan semua pihak dalam membina mualaf menjadi kunci keberhasilan untuk menjaga mereka tetap berpegang teguh pada agama Islam," tuturnya. Sementara itu, Ketua Pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ) Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Firmanza, S.E, M.Ak menyampaikan, wilayah pedalaman khususnya yang ditempati banyak mualaf perlu menjadi perhatian khusus untuk menjaga mereka tetap teguh memegang ajaran Islam dan tidak murtad. Salah satunya dengan mengirimkan Dai-dai ke daerah tersebut. Namun, kata Firmanza, para dai yang dikirim tentu tidak semerta hanya bermodalkan pengetahuan tentang dakwah, melainkan dibekali dengan kemampuan-kemampuan yang lain sehingga mereka benar-benar mampu menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat di wilayah pedalaman. "Sebelum ditugaskan kita bekali para pendakwah dengan kemampuan-kemampuan untuk bisa berkontribusi di tengah masyarakat. Kita berharap dai-dai kita tidak hanya mampu berdakwah melainkan memiliki skill-skill yang lain seperti bertani, pembinaan masyarakat, serta bisa menjadi konsultan masyarakat," kata Firmanza. Selain dibekali kemampuan-kemampuan dan ilmu dakwah, lanjut Firmanza, para dai juga diberikan fasilitas-fasilitas untuk mendukung aktivitas para da'i selama bertugas di wilayah 3T. "Kita tentu juga menfasilitasi mereka (para da'i) dengan fasilitas-fasilitas yang menunjang kegiatan mereka seperti motor, kafalah, kapal/perahu dakwah, juga insentif bahkan umroh sebagai apresiasi atas aktivitas mulia yang mereka kerjakan," lanjutnya. Menurut Firmanza, dampak positif dari program dakwah dan pemberdayaan mualaf terasa secara nyata, seperti peningkatan indeks pembangunan manusia, penurunan angka buta baca Alquran dan buta tulis aksara, serta meningkatnya semangat berdakwah di wilayah pedalaman. "Selain itu, BMH juga memastikan bahwa tujuan dari program ini sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, seperti menjaga kehalalan sumber penghasilan, meningkatkan generasi pendidikan, serta memperkuat iman dan aqidah. Perubahan kualitatif dalam masyarakat juga terlihat, dengan adanya perubahan perilaku yang lebih gotong royong dan toleran, serta peningkatan skill membaca Al-Qur'an, membaca, dan berhitung di kalangan mualaf," tambahnya. Ia berharap dai-dai yang terlibat dalam program ini menjadi agen perubahan yang penting bagi masyarakat. Melalui kesadaran akan pentingnya peran mualaf dalam masyarakat, serta upaya pemberdayaan dan pendampingan yang berkesinambungan, diharapkan program ini dapat terus memberikan dampak positif bagi kemajuan umat dan peradaban secara keseluruhan.
BERITA22/03/2024 | Humas
Jaga Kualitas Puasa Ramadhan, BAZNAS RI Helat Program Bincang Sehat di Masjid
Jaga Kualitas Puasa Ramadhan, BAZNAS RI Helat Program Bincang Sehat di Masjid
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) menghelat program Bincang Sehat di Masjid yang tersebar di 32 wilayah di Indonesia, sebagai upaya menjaga kualitas puasa Ramadhan 1445 H. Dari 32 wilayah yang akan dihelat oleh 16 Rumah Sehat BAZNAS yaitu, RSB di Jakarta, Yogyakarta, Sidoarjo, Pangkalpinang, Parigi Moutong, Palu, Makassar, Brebes, Sragen, Batam, Sumatera Utara, Bogor, Karanganyar, Cirebon, Berau, serta Kendal. Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si menyampaikan, Bincang Sehat di Masjid merupakan program sharing/berbagi tips menjaga kesehatan dan kebugaran selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan, sehingga menjadi lebih berkualitas. “Program Bincang Sehat di Masjid akan memberikan edukasi dan penyuluhan dari para tenaga medis profesional yang disediakan oleh Rumah Sehat BAZNAS di masjid-masjid yang telah dipilih menjadi lokasi untuk sosialisasi kesehatan,” ujar Imdadun dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/3/2024). Dia menyatakan, program Bincang Sehat di Masjid tidak hanya sekadar berkumpul, tetapi juga untuk mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat tentang menjaga kesehatan tubuh, terutama selama berpuasa Ramadhan. “Kita akan mendapatkan informasi tentang pola makan yang sehat selama bulan Ramadhan, cara menjaga tubuh tetap terhidrasi, serta tips-tips sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa dari ahlinya,” katanya. Imdadun berharap, program Bincang Sehat di Masjid ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama umat Islam, sehingga dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan lancar dan sehat. Sementara itu, Plt. Kepala Divisi Kesehatan BAZNAS RI, Siti Masturoh menambahkan, program Bincang Sehat di Masjid ini bertujuan agar umat Islam semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan selama berpuasa. “Tim Rumah Sehat BAZNAS akan melakukan penyuluhan pengobatan dan penyaluran paket sehat Ramadhan pada sore hari ketika acara Bincang Sehat di Masjid sedang berlangsung dengan jumlah peserta minimal 50 orang,” katanya. "Dalam acara ini juga akan diselenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kita semua dalam kondisi sehat dan siap menjalani ibadah puasa dengan baik,” tambahnya. Karenanya, Siti Masturoh berharap, program Bincang Sehat di Masjid dapat diikuti oleh para jemaah masjid yang telah ditunjuk BAZNAS RI sebagai lokasi kegiatan. Dia juga berharap program tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.
BERITA22/03/2024 | Humas
Jaga Kelestarian, BAZNAS Bersama Hutan Itu Indonesia Hadirkan Kampanye Sedekah Hutan
Jaga Kelestarian, BAZNAS Bersama Hutan Itu Indonesia Hadirkan Kampanye Sedekah Hutan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Hutan Itu Indonesia (HII), sebuah lembaga yang peduli lingkungan, menghadirkan kampanye Sedekah Hutan, sebagai upaya menjaga dan melestarikan lingkungan di sekitar. Kolaborasi BAZNAS bersama Hutan Itu Indonesia untuk menjaga kelestarian lingkungan terungkap dalam acara peluncuran kerja sama kampanye Sedekah Hutan yang dihelat di Harmoni Exchange, Jakarta, Rabu (20/3/2024). Turut hadir Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI Fitriansyah Agus Setiawan, serta Partnership & Digital Marketing Manager HII Banon Pramesty. Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI Fitriansyah Agus Setiawan menyampaikan, program Sedekah Hutan merupakan upaya kolaborasi BAZNAS RI bersama Hutan Itu Indonesia untuk menjaga dan melestarikan lingkungan dari kerusakan. “Sedekah Hutan merupakan nama kampanye kolaborasi untuk mengajak publik bersedekah melalui program Sedekah Hutan dimana program tersebut untuk konservasi dan restorasi hutan, serta program pemberdayaan masyarakat sekitar hutan,” ujar Rizaludin. Dia menyampaikan, kerja sama ini berlangsung selama satu tahun dan lokasi program Sedekah Hutan tersebut berada di kawasan kehutanan sosial atau hutan adat yang dikelola oleh masyarakat, bekerja sama dengan mitra lokal di beberapa titik di wilayah Indonesia yang sudah disepakati BAZNAS dan HII. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan M.Si, CFRM., menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada HII atas kolaborasi yang baik ini. “Kami berharap melalui program Sedekah Hutan, tercipta kesadaran masyarakat Indonesia menjaga hutan, serta memudahkan masyarakat Indonesia dalam konservasi dan restorasi hutan dengan bersedekah,” harapnya. Sementara itu, Direktur Hutan Itu Indonesia, Eulis Utami menambahkan, hutan merupakan aset berharga. Selain sebagai paru-paru dunia, hutan juga menyimpan keanekaragaman hayati yang tak ternilai, serta berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem dan mengendalikan perubahan iklim. “Sesuai tujuan besar didirikannya Hutan itu Indonesia, kami ingin meningkatkan kecintaan orang muda lainnya terhadap hutan Indonesia, dengan mengangkat kekayaan dan peran hutan secara menyeluruh melalui kampanye positif, kreatif, dan menyenangkan, yang dijalankan dengan semangat kolaborasi,” katanya. Melalui Sedekah Hutan, tambahnya, masyarakat dapat membantu program penanaman kembali dan pelestarian hutan yang dilakukan oleh berbagai lembaga dan organisasi yang peduli terhadap lingkungan. Katanya, setiap tanaman yang ditanam adalah investasi bagi masa depan. “Hutan-hutan kita saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari deforestasi, pembalakan liar, hingga kebakaran hutan yang merusak. Oleh karena itu, melalui kampanye sedekah hutan ini, BAZNAS RI bersama Hutan Itu Indonesia mengajak kita semua untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian hutan kita, karena menjaga hutan, menjaga masa depan,” kata Eulis.
BERITA22/03/2024 | Humas
BAZNAS bersama Bappenas, Kemenag, BWI dorong Peran Zakat dan Wakaf untuk Pembangunan Nasional
BAZNAS bersama Bappenas, Kemenag, BWI dorong Peran Zakat dan Wakaf untuk Pembangunan Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) mendorong peran zakat dan wakaf untuk pembangunan nasional pada acara Zakat Wakaf Impact Forum 2024. Hal tersebut ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Program dan Basis Data Perencanaan Pembangunan, serta penandatanganan Piagam Komitmen Kolaborasi Zakat Wakaf Impact Forum antara pemerintah dan lembaga amil zakat, serta antarlembaga amil zakat dalam melaksanakan program-program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa yang diwakili Sekretaris Utama Bappenas RI Teni Widuriyanti SE. MA., Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Plt Sekjen) Kemenag RI Prof. Dr. Abu Rokhmad, dan Ketua BWI Prof Muhammad Nuh, di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (20/3/2024). Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menegaskan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 bahwa BAZNAS adalah lembaga yang dipercaya untuk melakukan pengelolaan zakat secara nasional. "Kita tahu bahwa apa yang ditugaskan kepada BAZNAS adalah dalam rangka untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan rakyat, sesuai dengan undang-undang," kata Kiai Noor. Kiai Noor menyebutkan dari potensi zakat di Indonesia sebesar Rp327 Triliun, BAZNAS baru dapat menargetkan pengumpulan sebesar Rp41 Triliun di tahun 2024 untuk seluruh BAZNAS dan LAZ se-Indonesia. Pihaknya berharap Zakat Wakaf Impact yang diinisiasi Bappenas ini dapat mendorong capaian-capaian dari potensi zakat ini. "Potensi zakat kita yang Rp327 Triliun itu sampai dengan sekarang ini targetnya kami baru bisa mengumpulkan Rp41 Triliun, target di tahun 2024, masih jauh sekali, maka harapannya forum ini dapat menggali potensi-potensi zakat tersebut," tambahnya. Demi menggali potensi pengumpulan zakat di Indonesia tersebut, lanjut Kiai Noor, pihaknya telah mempermudah syarat dan mekanisme pengajuan izin Lembaga Amil Zakat (LAZ). Bahkan, di bawah kepemimpinan Kiai Noor terdapat 140 LAZ baru yang terdaftar di BAZNAS sehingga total saat ini terdapat 169 LAZ yang terdaftar di BAZNAS yang tersebar di provinsi dan kabupaten seluruh Indonesia . "169 LAZ baru ini juga dalam rangka supaya masyarakat bisa menggali potensi besar itu, karena kalau dilakukan oleh BAZNAS sendiri tidak akan terjangkau," ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa yang diwakili Sekretaris Utama Bappenas RI Teni Widuriyanti SE. MA. mengatakan, Zakat Wakat Impact Forum 2024 memiliki tujuan utama untuk memperkuat komitmen bersama antara Kementerian PPN/Bappenas, Kemenag, BAZNAS, BWI, Lembaga Amil Zakat (LAZ) serta para pemangku kepentingan Zakat dan Wakaf untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam program pembangunan guna mewujudkan visi Indonesia emas 2045. "Zakat Wakaf Impact Forum ini menjadi sarana pertukaran ide, gagasan, informasi dan pengalaman praktik program yang sejalan dengan pembangunan Indonesia, " kata Teni. Forum ini juga memunculkan gagasan perihal pemanfaatan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) sebagai basis data penyaluran zakat dan wakaf. “Dengan memanfaatkan data Regsosek, program zakat dan wakaf bisa lebih tepat sasaran serta terbangun sinergi antara pemerintah dan lembaga amil zakat, dan antarlembaga amil zakat dalam melaksanakan program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat,” jelasnya. Teni berharap, Zakat Wakaf Impact Forum ini dapat memperkuat kolaborasi seluruh pihak yang terkait dengan pengelolaan zakat, infak, sedekah dan wakaf untuk memberikan dampak dan berkontribusi dalam pembangunan nasional. Dia juga menambahkan, “Potensi dari Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf itu sangat besar sebetulnya dan sampai hari ini belum optimal bisa kita kolaborasikan sebagai salah satu sumber sebetulnya selain kewajiban kita juga, tetapi sangat potensial untuk mendukung pembiayaan pembangunan kita.” "Mudah-mudahan melalui acara pada siang hari ini kita siap berkolaborasi dengan semua pihak untuk bersama-sama melakukan kontribusi kita kepada pembangunan melalui zakat, infak, sedekah dan wakaf ini secara kolaboratif,” pungkas Teni.
BERITA22/03/2024 | Humas
Apresiasi Peran BAZNAS di Timur Tengah, Sudan Siap Kerja Sama Multibidang
Apresiasi Peran BAZNAS di Timur Tengah, Sudan Siap Kerja Sama Multibidang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendapatkan apresiasi dari Kedutaan Republik Sudan atas berbagai peran positif-konstruktif di Timur Tengah. Hal itu mengemuka dalam pertemuan Pimpinan BAZNAS RI bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, dengan Dubes Sudan, Dr. Yassir Mohamed Ali, di Kedutaan Republik Sudan, Jakarta, Rabu (20/3/2024). "Kami mengapresiasi peran BAZNAS RI di Timur Tengah, terutama di bidang perzakatan dan bantuan kemanusiaan seperti yang dipersembahkan untuk saudara-saudara kita di Gaza, Palestina," ujar Dubes Sudan, Dr. Yassir Mohamed Ali, yang didampingi Wakil Kepala Misi Kedutaan Republik Sudan, Sid Ahmed M. Alamain Hamid Alamain. Turut hadir, CEO Yayasan Karya Indah Indonesia (YKIIN), Dr. Mohamed Omar Attay; Pengasuh Madrasah al-Bayan wa al-Lughah (MAYLA) Jakarta yang juga Mustasyar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Sudan, Dr. H. Ribut Nur Huda, S.Hum, M.Pd.I, M. Ed; Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Nasional BAZNAS RI, Agus Siswanto; dan Kabag Humas BAZNAS RI, Yudhiarma MK, M.Si. Berdasarkan kinerja dan portofolio tersebut, maka Dubes Yassir menyatakan siap membuka peluang kerja sama multibidang dengan BAZNAS RI. Yakni, seperti dakwah, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan dan pengembangan institusi perzakatan. Bahkan ia mengusulkan agar BAZNAS RI mengambil peran terkait rencana pengalihan Khartoum International Institute for Arabic Language (KIIFAL) yang masyhur itu ke Jakarta. "Untuk KIIFAL, kami siap merekrut sumber daya manusia yang diperlukan. Termasuk kerja sama bantuan kemanusiaan dan kesehatan kami juga siap. Kami menyarankan agar prosedur penyaluran bisa dilakukan secara langsung, di mana pengiriman logistik obat-obatan dapat diserahterimakan di Pelabuhan Port-Sudan," ucap Dubes Yassir. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, menyampaikan terima kasih atas apresiasi Kedubes Sudan atas peran BAZNAS RI di Timur Tengah. Menurut dia, Badan Amil Zakat Nasional RI juga siap menjalin kemitraan dengan Pemerintah Republik Sudan, terutama di bidang perzakatan. "Ini mengingat Sudan memiliki sistem kelembagaan zakat yang bisa dijadikan benchmark dalam pengelolaan rukun Islam ketiga itu. Sudan juga memiliki ulama-ulama besar yang menjadi rujukan dunia, terutama di bidang fikih," ucap dia. Kiai Achmad Sudrajat menyebutkan sejumlah lembaga pendidikan di Indonesia, seperti pesantren dan ma'had aly yang sering mengundang tenaga pengajar dari Sudan. Sebaliknya, di Sudan juga banyak pelajar dan santri Indonesia yang berguru dan menuntut ilmu di sana. Karena itu, lanjut KH. Achmad Sudrajat, pihaknya akan mengajak serta tidak hanya BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota untuk bekerja sama dengan Sudan, tapi juga Lembaga Amil Zakat (LAZ) seperti LAZ Assalam Fil Alamin (ASFA) Foundation. Di tempat yang sama, CEO Yayasan Karya Indah Indonesia (YKIIN), Dr. Mohamed Omar Attay yang mahir berbahasa Melayu, mengusulkan agar BAZNAS RI membantu para diaspora Sudan yang studi di Indonesia, mengingat mereka tidak lagi mendapatkan suplai biaya dari keluarga. "Kami memiliki data nama pelajar terbaik yang bisa dikirim ke Indonesia, termasuk dosen dan pakar Sudan untuk diundang berpartisipasi dalam dakwah pendidikan," kata akademisi yang menempuh pascasarjana di University Malaya, Malaysia. Sementara itu, Dr. Ribut Nur Huda mengafirmasi pernyataan Dubes Sudan, terkait SDM negara tersebut yang perlu dimanfaatkan untuk branding Indonesia dalam menggagas karya monumental berbahasa Arab. "Hal ini dilakukan sebagaimana Uni Emirat Arab yang mendatangkan ulama Sudan untuk memimpin penulisan Ensikloperdi Ushu dan Kaidah Fikih 41 Jilid. Ini adalah karya monumental berbahasa Arab," kata peraih gelar doktor dengan predikat mumtaz atau summa cumlaude dalam bidang Kurikulum dan Metode Pengajaran di University of Holy Quran and Islamic Science Sudan, ini.
BERITA22/03/2024 | Humas
BAZNAS Penuhi Kebutuhan Gizi Pengungsi Banjir Kudus Selama Ramadhan
BAZNAS Penuhi Kebutuhan Gizi Pengungsi Banjir Kudus Selama Ramadhan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berupaya memenuhi kebutuhan para pengungsi banjir di wilayah Kudus, Jawa Tengah, dengan menyalurkan bantuan Paket Ramadhan Bahagia (PRB), Hidangan Berkah Ramadhan (HBR), juga hidangan berbuka, Minggu (17/3/2023). “Kami berharap, bantuan PRB, HBR juga hidangan berbuka dapat bisa bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak banjir di posko pengungsian banjir Kudus, dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan,” ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Saidah Sakwan MA., di Jakarta, Senin (18/3/2024). Lebih lanjut, Saidah menambahkan, Paket Ramadhan Bahagia dan bantuan makanan siap saji yang disalurkan tersebut bukan hanya bantuan materi, namun juga sebuah pesan bahwa di tengah kesulitan, mereka tidak sendiri. “Bahwa ada tangan-tangan yang siap membantu, dan ada hati yang penuh dengan kebaikan untuk menopang satu sama lain," ucap dia. Saidah menyebutkan, banjir yang melanda wilayah Kudus merupakan duka yang mendalam bagi semua. Banyak keluarga yang terdampak secara langsung oleh bencana alam ini, kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan kerabat tercinta. "Kita sangat prihatin terhadap bencana ini, ternyata cukup ekstrem. Tidak hanya menenggelamkan banyak rumah di tiga kecamatan, tapi juga sawah, sehingga banyak gabah membusuk, jadi kerugian yang dialami masyarakat cukup besar," tutur dia. Saidah menegaskan, BAZNAS RI akan berupaya semaksimal mungkin membantu para korban dengan menyediakan berbagai layanan kemanusiaan yang dibutuhkan masyarakat. Tak hanya itu, Tim BAZNAS Tanggap Bencana juga telah membantu proses evakuasi warga, menyediakan layanan dapur umum, dapur air, hingga makanan siap saji bagi warga terdampak banjir di Kudus, Jawa Tengah. Tim BTB juga telah menyalurkan Hidangan Berkah Ramadhan untuk berbuka puasa yang disalurkan di pos pengungsi Desa Pasuruan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, dan menyalurkan porsi Hidangan Berkah Ramadhan di Pos Pengungsi Gedung JHK/IPHI Kabupaten Kudus.
BERITA19/03/2024 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat