WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Cirebon Perkuat Kolaborasi Bersama Polres Cirebon Kota

CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satunya melalui silaturahmi jajaran pimpinan dan Amil Pelaksana BAZNAS Kota Cirebon ke Polres Cirebon Kota, Senin (21/09/2026).

Kegiatan silaturahmi yang berlangsung di ruang kerja Polres Cirebon Kota tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkenalkan jajaran pimpinan BAZNAS Kota Cirebon kepada Kapolres Cirebon Kota yang baru.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Kapolres Cirebon Kota, AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. bersama Wakapolres, Kasatlantas, Kasatreskrim, Kasat Intelkam, dan Kasat Narkoba. Sementara dari BAZNAS Kota Cirebon hadir Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H.Hamdan, S.Ag,.M.Pd.I, Wakil Ketua I, Wakil Ketua IV, serta jajaran Amil Pelaksana.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga membahas peluang penguatan kolaborasi dalam berbagai program sosial yang dapat dilakukan bersama untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kota Cirebon.

Kolaborasi tersebut menjadi penting karena Polres Cirebon Kota selama ini juga memiliki peran dalam mendukung gerakan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). UPZ Polres Cirebon Kota secara aktif menghimpun zakat profesi serta infak dan sedekah dari para anggotanya untuk disalurkan melalui BAZNAS Kota Cirebon.

ZIS yang dihimpun melalui UPZ tersebut kemudian dikelola dan disalurkan BAZNAS Kota Cirebon melalui berbagai program kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, sosial kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, maupun keagamaan.

Melalui sinergi antara BAZNAS Kota Cirebon dan Polres Cirebon Kota, zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan para anggota kepolisian tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga turut menjadi bagian dari gerakan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

BAZNAS Kota Cirebon berharap silaturahmi dan kolaborasi ini dapat terus berkembang, sehingga semakin banyak program kebaikan yang dapat dihadirkan dan semakin luas pula masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir kolaborasi. Dan dari kolaborasi, semakin banyak masyarakat yang terbantu.

Zakat Menguatkan Indonesia.

21/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Bapak Suryadi, Bantu Kembali Beraktivitas

CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menghadirkan manfaat zakat melalui penyaluran bantuan kaki palsu kepada Bapak Suryadi, warga RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, Kota Cirebon, Senin (14/9/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I., bersama jajaran amil dan staf BAZNAS Kota Cirebon. Bantuan kaki palsu ini diberikan untuk membantu menunjang mobilitas Bapak Suryadi agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, H. Hamdan menyampaikan bahwa bantuan kaki palsu merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kota Cirebon untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan kaki palsu untuk Bapak Suryadi supaya bisa beraktivitas lagi seperti dulu. Mudah-mudahan bantuan ini banyak manfaatnya dan dapat membantu Bapak dalam beraktivitas,” ujar H. Hamdan.

Ia juga berharap kaki palsu yang diberikan dapat dirawat dengan baik sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Kami selaku pimpinan BAZNAS dan para staf amil, mudah-mudahan mendapat rida dan pahala dari Allah. Mudah-mudahan kaki palsu ini awet, Pak, dirawat,” lanjutnya.

Bapak Suryadi: Akan Dirawat dan Digunakan untuk Aktivitas Sehari-hari

Bagi Bapak Suryadi, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti. Ia menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kota Cirebon atas bantuan kaki palsu yang diterimanya.

“Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan kaki palsu kepada saya. Insyaallah kaki palsu ini akan saya jaga, dirawat dan digunakan untuk aktivitas seperti biasa yang sehari-hari saya lakukan,” ungkap Bapak Suryadi.

Ia kembali menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih sekali lagi atas bantuannya,” tuturnya.

RW: Bukti Kehadiran BAZNAS di Tengah Masyarakat

Apresiasi juga disampaikan oleh pengurus RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan. Perwakilan RW menyebut proses pengajuan bantuan hingga penanganan yang relatif cepat menjadi salah satu manfaat yang dirasakan masyarakat dari kehadiran BAZNAS Kota Cirebon.

“Kami atas nama pengurus RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Cirebon yang telah membantu warga kami,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan kaki palsu tersebut menjadi bantuan yang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Ini bantuan yang saya pikir adalah bantuan yang cepat. Penanganan pengajuannya tidak lama. Karena itu, kita merasakan manfaat kehadiran BAZNAS Kota Cirebon di tengah-tengah masyarakat,” lanjutnya.

Ia berharap BAZNAS Kota Cirebon dapat terus hadir memberikan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat.

Zakat Menguatkan, Hadirkan Manfaat bagi Sesama

Penyaluran bantuan kaki palsu kepada Bapak Suryadi menjadi salah satu wujud nyata kepedulian BAZNAS Kota Cirebon dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut tidak hanya berupa alat bantu mobilitas, tetapi juga diharapkan dapat memberikan semangat dan kesempatan bagi penerima manfaat untuk menjalankan kembali aktivitas sehari-hari.

Melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki dan donatur, BAZNAS Kota Cirebon terus berupaya menghadirkan manfaat di tengah masyarakat melalui berbagai program, termasuk bidang kesehatan dan bantuan sosial.

Kehadiran BAZNAS diharapkan dapat menjadi penghubung antara kebaikan para muzaki dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan, sehingga dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan.

Zakat Menguatkan Indonesia.

21/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Semarakkan MTQ Nasional XXXI dengan Edukasi Zakat dan Layanan Gratis

Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menyemarakkan syiar Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat gerakan zakat dan berbagai manfaatnya.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dan BAZNAS Kota Semarang menghadirkan berbagai layanan dan aktivitas menarik bagi peserta maupun pengunjung pameran MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah.

Sejumlah layanan dan kegiatan dihadirkan, mulai dari booth edukasi digital “Jelajah Dampak Zakat Nusantara”, layanan potong rambut gratis, hingga partisipasi dalam Halal Food Fest yang menghadirkan berbagai produk olahan lokal dari usaha milik mustahik binaan BAZNAS.

Edukasi Zakat dengan Cara yang Lebih Interaktif

Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., mengajak masyarakat untuk mengunjungi booth BAZNAS dan memanfaatkan berbagai layanan serta edukasi yang tersedia selama pameran berlangsung.

Menurutnya, kehadiran BAZNAS dalam MTQ Nasional XXXI menjadi kesempatan untuk memperkenalkan zakat kepada masyarakat melalui pendekatan yang edukatif dan interaktif.

“Dalam rangka memeriahkan MTQ Nasional XXXI, BAZNAS mengikuti kegiatan pameran yang berlangsung sejak tanggal 11 hingga tanggal 19 September. Silakan hadir di pameran tersebut, di booth kami. Kita ada edukasi tentang zakat. Kalau Anda beruntung, Anda akan mendapatkan hadiah yang sangat menarik,” ujar Subhan di sela kunjungannya ke booth BAZNAS, Sabtu (19/9/2026).

Booth tersebut tidak hanya melibatkan BAZNAS RI. BAZNAS daerah turut berpartisipasi bersama para pelaku UMKM binaan BAZNAS yang membawa berbagai produk hasil pemberdayaan mustahik.

Dengan demikian, pengunjung tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai zakat, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana zakat dikelola dan diwujudkan menjadi berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari Edukasi Zakat hingga Produk Mustahik

Salah satu bagian yang menarik perhatian pengunjung adalah kehadiran produk-produk UMKM binaan BAZNAS dalam Halal Food Fest.

Produk tersebut menjadi gambaran nyata bahwa zakat tidak berhenti pada penghimpunan dan penyaluran, tetapi dapat diarahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi dan mendorong penerima manfaat agar semakin mandiri.

Selain menikmati produk kuliner lokal, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif di booth BAZNAS serta memperoleh informasi mengenai program-program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS.

Antusiasme peserta dan pengunjung terlihat dari keikutsertaan mereka dalam berbagai aktivitas yang disediakan. Kehadiran booth BAZNAS pun menjadi ruang perjumpaan antara edukasi, pelayanan, pemberdayaan, dan syiar zakat.

Membumikan Al-Qur’an melalui Gerakan Kebaikan

Subhan berharap kehadiran BAZNAS dalam MTQ Nasional XXXI dapat menjadi sarana untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai zakat sekaligus memaknai MTQ sebagai momentum membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

“Silakan datang ke pameran ini dan kita meriahkan tabarukan bil Quran. Kita mengambil berkah dari kegiatan membumikan Al-Qur’an melalui MTQ Nasional XXXI Tahun 2026,” ucapnya.

MTQ pada akhirnya bukan hanya tentang lantunan ayat suci dan perlombaan membaca Al-Qur’an. Momentum ini juga dapat menjadi ruang untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata—termasuk melalui kepedulian, berbagi, pemberdayaan, dan pengelolaan zakat yang amanah.

Melalui kehadirannya di MTQ Nasional XXXI, BAZNAS terus mengajak masyarakat untuk mengenal zakat lebih dekat sekaligus melihat dampak kebaikan yang lahir ketika zakat dikelola dan disalurkan secara tepat.

Dari Al-Qur’an, tumbuh nilai kebaikan.

Dari zakat, tumbuh kebermanfaatan.

Zakat Menguatkan Indonesia.

19/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS RI Optimalkan UPZ Kemenhut untuk Fasilitasi ASN Menunaikan Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekaligus memperkuat syiar dan edukasi zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Upaya tersebut mengemuka dalam acara serah terima jabatan kepengurusan UPZ BAZNAS Kementerian Kehutanan RI periode 2026–2030 yang berlangsung di Gedung Kemenhut, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kementerian Kehutanan Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., serta Ketua UPZ Kemenhut periode 2018–2025 Ir. Sudjoko Prajitno beserta jajaran.

Memperkuat UPZ, Memudahkan ASN Berzakat

Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, menekankan pentingnya memperkuat UPZ sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi zakat di lingkungan kementerian.

Menurutnya, UPZ memiliki peran penting dalam menghadirkan layanan zakat yang mudah dan terintegrasi bagi para ASN, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel.

“Pengelolaan zakat di lingkungan kementerian dan lembaga, termasuk di Kemenhut, memerlukan dukungan dan sinergi dari berbagai unsur. Karena itu, keberadaan UPZ perlu diperkuat agar mampu menjadi bagian dari ekosistem pelayanan zakat yang memberikan kemudahan kepada ASN, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel,” ujar Rizaludin.

Penguatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan, tetapi juga mencakup kesiapan organisasi dan sistem pelayanan zakat secara menyeluruh.

Pelayanan Zakat Harus Profesional dan Amanah

Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC., CFRM., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat membutuhkan kesiapsiagaan dari berbagai sisi.

Mulai dari penghimpunan, organisasi, sumber daya manusia, sistem layanan, administrasi, data, pelaporan, hingga komunikasi dengan muzaki dan koordinasi antara BAZNAS dengan UPZ perlu dipersiapkan secara baik.

“Pengelolaan zakat harus mampu memberikan pelayanan secara cepat dan baik ketika muzaki membutuhkan layanan, sekaligus memastikan setiap proses pengelolaan dana zakat dilaksanakan secara profesional, amanah, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan syariat,” ujarnya.

Dengan pengelolaan yang terintegrasi, UPZ diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembayaran zakat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pelayanan yang mendampingi muzaki dalam menunaikan kewajibannya.

Edukasi Zakat bagi ASN Perlu Diperkuat

Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., mengapresiasi komitmen Kementerian Kehutanan dalam mengembangkan pengelolaan zakat melalui UPZ.

Ia menilai, sinergi antara Kemenhut RI dan BAZNAS RI perlu terus diperkuat agar pengelolaan zakat dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurutnya, optimalisasi zakat tidak cukup hanya dengan menyediakan mekanisme pembayaran. Edukasi dan pengingat secara berkelanjutan juga diperlukan agar ASN memahami kewajiban zakat sesuai ketentuan syariah.

Hal tersebut mencakup pemahaman mengenai nisab, haul, objek zakat, hingga mekanisme penunaian zakat.

UPZ sebagai Bagian dari Kesadaran Ibadah

Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kementerian Kehutanan Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat di lingkungan ASN tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas administratif.

Lebih dari itu, pengelolaan zakat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran ibadah harta di lingkungan ASN.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang amanah, tertib, profesional, dan berkelanjutan.

UPZ bersama para petugas layanan zakat memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada ASN yang menunaikan zakat sekaligus memastikan setiap proses pengelolaan berjalan dengan baik.

Melalui penguatan UPZ, sinergi kelembagaan, serta edukasi yang berkelanjutan, BAZNAS RI dan Kementerian Kehutanan terus mendorong hadirnya layanan zakat yang semakin mudah, profesional, dan amanah bagi para ASN.

Pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang membangun ekosistem kebaikan yang dikelola secara tepat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Zakat Menguatkan Indonesia.

18/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS RI Raih Penghargaan Lembaga Pemberdaya dari HPDKI

Tangerang — Zakat tidak hanya menjadi jalan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi pintu bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi. Upaya tersebut kembali mendapat apresiasi setelah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penghargaan kategori Lembaga Pemberdaya dari Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI).

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi BAZNAS dalam memberdayakan peternak domba dan kambing skala kecil di berbagai daerah melalui program pemberdayaan ekonomi.

Apresiasi diserahkan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) V HPDKI yang berlangsung di Nusantara Hall ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/9/2026).

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat kecil agar memiliki kesempatan untuk berkembang dan lebih mandiri secara ekonomi.

“Saya kira ini adalah salah satu award yang sangat penting karena BAZNAS diakui sebagai salah satu lembaga pemberdaya masyarakat kecil, yakni peternak domba,” ujar Sodik Mudjahid.

Dari Bantuan Modal hingga Akses Pasar

Pemberdayaan peternak dilakukan melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari bantuan modal, pendampingan usaha, hingga penguatan akses pasar.

Salah satu program yang menjadi bagian dari upaya tersebut adalah Balai Ternak BAZNAS, yang dikembangkan sebagai wadah pemberdayaan peternak mustahik agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Melalui pendampingan, para peternak mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.

HPDKI menilai kontribusi BAZNAS tersebut terlihat melalui keberhasilan program Balai Ternak domba dan kambing dalam memberdayakan peternak mustahik. Dukungan juga diperkuat dengan pembukaan akses pasar melalui berbagai program, termasuk Kurban dan Dam BAZNAS.

Dengan adanya akses pasar, hasil usaha peternak memiliki peluang untuk terserap dengan lebih baik sehingga manfaat pemberdayaan tidak berhenti pada bantuan awal.

Pemberdayaan Peternak dan Ketahanan Pangan

BAZNAS juga berkomitmen untuk terus melanjutkan dan memperluas pengembangan Balai Ternak di berbagai daerah.

Menurut Sodik, program tersebut memiliki manfaat pada dua sisi. Di tingkat masyarakat, pemberdayaan peternak dapat membantu menghidupkan perekonomian usaha mikro. Sementara dalam skala yang lebih luas, pengembangan peternakan turut mendukung ketahanan pangan nasional.

“Untuk semua pengurus, mari kita teruskan program BAZNAS dalam pengembangan Balai Ternak karena ini secara makro adalah membantu ketahanan pangan Indonesia dan secara mikro ini adalah betul-betul menghidupkan para pengusaha mikro yakni para peternak,” kata Sodik.

Penghargaan dari HPDKI menjadi bagian dari perjalanan pemberdayaan zakat yang menempatkan mustahik bukan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai masyarakat yang memiliki potensi untuk tumbuh dan menjadi lebih mandiri.

Ketika zakat dikelola untuk membuka akses usaha, memberikan pendampingan, dan memperluas peluang pasar, manfaatnya dapat terus berkembang dari satu penerima kepada keluarga dan lingkungan di sekitarnya.

Dari zakat, tumbuh usaha.

Dari usaha, lahir kemandirian.

Dan dari masyarakat yang mandiri, ekonomi Indonesia ikut menguat.

Zakat Menguatkan Indonesia.

18/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate

Berita Terbaru

Dorong Ketahanan Pangan Mustahik, BAZNAS Resmikan Lumbung Pangan di Teluknaga Banten
Dorong Ketahanan Pangan Mustahik, BAZNAS Resmikan Lumbung Pangan di Teluknaga Banten
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia meresmikan Lumbung Pangan Alhasaniyah Benzar Teluknaga di Desa Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten. Program ini merupakan bagian dari upaya pendistribusian dan pendayagunaan zakat untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi mustahik berbasis pertanian lokal. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menjelaskan bahwa lumbung pangan ini dikembangkan melalui kerja sama antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Tangerang, Pondok Pesantren Alhasaniyah Benzar, serta pemerintah desa dan kecamatan. “Melalui program ini, kami mendorong penggunaan teknologi pertanian modern seperti sistem pertanian terintegrasi dan pupuk organik cair dari bahan alami. Tanaman yang dikembangkan antara lain melon golden, pare, mentimun, dan kacang panjang. Pendampingan intensif juga kami lakukan untuk memperkuat kapasitas petani binaan,” ujar Saidah, dalam keterangan tertulis, Kamis (31/7/2025). Saidah berharap lumbung pangan ini menjadi motor penggerak dalam peningkatan usaha ekonomi petani mustahik. “Program ini tidak hanya fokus pada hasil panen, tapi juga pada proses pemberdayaan yang berkelanjutan. Zakat yang dikelola secara produktif seperti ini menjadi solusi nyata dalam membangun kemandirian mustahik,” tambahnya. Sebelumnya, peresmian Lumbung Pangan Alhasaniyah Benzar Teluknaga ini telah diresmikan pada Sabtu (26/7/2025). Turut hadir Pengawas BAZNAS Kab. Tangerang KH.Hanafi, Waka II BAZNAS kabupaten Tangerang KH. Anwar, Waka IV BAZNAS Kabupaten Tangerang Endi Romdoni serta Ketua PP Alhasaniyah Benzar Teluknaga KH.Marusillah. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Tangerang, Endi Romdoni menyampaikan program ini lahir dari aspirasi kelompok-kelompok tani setempat. “Kami menindaklanjuti usulan dari para petani binaan yang telah lebih dulu menanam pare, kacang panjang, oyong, dan kini sedang panen melon. Bahkan ke depan sudah mulai dikembangkan terong. Program ini sangat positif karena melibatkan banyak kelompok seperti Muslimat NU, PKK, dan Kelompok Wanita Tani,” jelasnya. Endi berharap ke depannya skala pemberdayaan dapat semakin diperluas. “Dengan lahan yang masih tersedia dan semangat tinggi dari masyarakat, kami optimistis program seperti ini bisa terus dikembangkan untuk memperkuat ekonomi desa,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Pondok Pesantren Alhasaniyah Benzar Teluknaga, KH. Marusillah, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan BAZNAS. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Republik Indonesia atas kerja sama dalam pengembangan pesantren dan masyarakat melalui Lumbung Pangan Alhasaniyah Binzar. Saat ini kami tengah panen raya melon. Ini semua tidak lepas dari dukungan penuh BAZNAS kepada pesantren dan para petani kami,” tuturnya.
BERITA31/07/2025 | Humas
Rakorda se-Provinsi Kaltim, BAZNAS Tekankan Pentingnya Pengelolaan Zakat Sesuai Prinsip 3A
Rakorda se-Provinsi Kaltim, BAZNAS Tekankan Pentingnya Pengelolaan Zakat Sesuai Prinsip 3A
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan pentingnya pengelolaan zakat yang sesuai dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A., CFRM., saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025, yang berlangsung pada 27-29 Agustus 2025. "Zakat harus dijalankan sesuai syariat, tunduk pada peraturan negara, dan menjaga keutuhan bangsa. Ini bukan hanya soal ibadah, tapi kontribusi untuk kemajuan Indonesia," tegas Achmad. Achmad juga menambahkan, kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci dalam memaksimalkan potensi zakat. “Melalui Rakorda ini, kita harapkan muncul langkah-langkah konkret dalam memperluas manfaat zakat, meningkatkan kapasitas kelembagaan, dan memperkuat komitmen kita bersama untuk menghadirkan kesejahteraan yang merata,” ucapnya. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan, "Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutim, saya menyampaikan selamat datang di Kota Sangatta kepada para peserta Rakorda dan seluruh tamu undangan. Semoga kehadiran Bapak dan Ibu mempererat silaturahmi serta memberi kontribusi positif bagi zakat di Kalimantan Timur," ujar Bupati Ardiansyah dalam sambutan pembukaan. Mewakili Gubernur Kaltim, Bupati Ardiansyah juga menyampaikan pesan strategis, pentingnya sinergi BAZNAS dengan pemerintah daerah agar program zakat bisa seiring sejalan dengan arah pembangunan. "Rakorda ini momentum evaluasi, sekaligus penyusunan solusi dan inovasi. Harapannya lahir program zakat yang lebih efektif dan tepat sasaran," tuturnya. RAKORDA BAZNAS se-Provinsi Kaltim kali ini mengusung tema "Memperkuat BAZNAS Kaltim dalam Mendukung Asta Cita Menuju Generasi Emas 2045." Tema ini merefleksikan tekad BAZNAS untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan, khususnya melalui program-program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Evaluasi terhadap penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS), hingga strategi penguatan SDM dan tata kelola juga dibahas mendalam.
BERITA30/07/2025 | Humas
BAZNAS: Fatwa MUI Jadi Landasan Kuat Optimalisasi Jaminan Syariah dalam Pengelolaan Zakat
BAZNAS: Fatwa MUI Jadi Landasan Kuat Optimalisasi Jaminan Syariah dalam Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat komitmen pengelolaan zakat yang sesuai prinsip syariah, salah satunya melalui penyelenggaraan Kelas Hukum bertema “Fatwa MUI dan Optimalisasi Jaminan Aman Syariah dalam Pengelolaan Zakat”. Kegiatan ini menghadirkan Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, serta Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. Dr. KH. M. Asrorun Ni'am Sholeh, M.A., sebagai narasumber utama, juga diikuti oleh perwaklian BAZNAS seluruh Indonesia secara daring, Rabu (30/7/2025). Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, dalam sambutannya menyampaikan, kepatuhan syariah adalah pilar utama dalam pengelolaan zakat. “Zakat adalah ibadah sosial yang menyangkut harta umat. Maka mutlak hukumnya dikelola secara aman, transparan, dan sesuai syariah,” tegasnya. Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan upaya BAZNAS untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, khususnya amil zakat, agar memiliki landasan hukum dan fikih yang kokoh. “Kami ingin seluruh pelaksana zakat di Indonesia memahami, bahwa hukum zakat tidak hanya berdimensi administratif, tetapi juga ibadah yang harus sah secara syar’i,” ujarnya. Dalam pemaparannya, Prof. Asrorun menegaskan, zakat memiliki kedudukan fundamental dalam ajaran Islam, sebagaimana disebut dalam QS. At-Taubah ayat 60 yang mengatur delapan golongan penerima zakat (asnaf). “Zakat bukan sekadar kewajiban individual, namun merupakan sistem sosial-ekonomi Islam yang memerlukan tata kelola yang profesional dan sesuai prinsip syariah,” jelasnya. Ia menjelaskan tiga paradigma hubungan agama dan negara dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Pertama, paradigma integralistik yang menyatukan agama dan negara; kedua, paradigma sekularistik yang memisahkan keduanya; dan ketiga, paradigma simbiotik yang saling memperkuat. “Indonesia menganut paradigma simbiotik, di mana negara memfasilitasi pelaksanaan kewajiban agama seperti zakat,” terang Prof. Asrorun. “Zakat adalah dana umat Islam yang tidak bisa dikelola sembarangan. Harus ada mekanisme pengawasan syariat yang memastikan tidak ada penyimpangan, baik dari sisi niat, pelaksanaan, maupun pendistribusian,” ujarnya. Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 pun telah mengamanatkan adanya pengawas syariat yang direkomendasikan oleh MUI. Menutup pemaparannya, Prof. Asrorun menegaskan, pengelolaan zakat memerlukan kepastian hukum dan standar yang jelas, sebagaimana dalam pengelolaan produk halal dan ekonomi syariah lainnya. Kelas Hukum ini menjadi wadah penting untuk meningkatkan pemahaman para amil dalam menjalankan tugas secara syar’i, transparan, dan akuntabel.
BERITA30/07/2025 | Humas
Lewat Transformasi Digital, BAZNAS RI Dorong Efektivitas Pengelolaan Zakat di Kaltim
Lewat Transformasi Digital, BAZNAS RI Dorong Efektivitas Pengelolaan Zakat di Kaltim
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat efektivitas pengelolaan zakat di daerah melalui pendekatan transformasi digital. Hal ini disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. H. Nadratuzzaman Hosen, MS.MEc., Ph.D., saat memberikan arahan strategis dalam Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Provinsi Kalimantan Timur, di Kutai Timur, Rabu (30/7/2025). Sebagai Pimpinan Pembina Wilayah Kalimantan Timur, Prof. Nadra mendorong seluruh jajaran Pimpinan dan Amil BAZNAS daerah untuk memperkuat strategi dan layanan zakat berbasis digital. Salah satu fokus utama adalah optimalisasi layanan kemudahan zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), mengingat potensi besar yang dimiliki dari kalangan ini sebagai muzakki tetap. Prof. Nadratuzzaman kembali menguatkan pemahaman kepada para Pimpinan dan Amil BAZNAS Se-Provinsi Kalimantan Timur tentang strategi dan optimalisasi layanan kemudahan zakat bagi ASN yang menjadi salah satu sumber utama pengumpulan zakat di wilayah masing-masing. Evaluasi Pengelolaan ZIS-DSKL Se-Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2024 dan Semester I tahun 2025 juga menjadi fokus bahasan dalam kegiatan ini. Prof. Nadra menyebut, proses perbaikan harus dilakukan menyeluruh mulai dari tata kelola, pengumpulan, hingga sistem pelaporan. Dari aspek sistem informasi, Kalimantan Timur menunjukkan peningkatan. Sebanyak 90,9 persen BAZNAS daerah telah menggunakan aplikasi SIMBA, dengan empat di antaranya meraih grade A. Selain itu, aktivitas Kantor Digital juga meningkat drastis, baik dalam jumlah berita maupun total donasi, menandakan ekosistem digital mulai terbentuk secara nyata di lapangan. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nadra mengajak seluruh BAZNAS daerah untuk terus mengoptimalkan kinerja dalam pengelolaan zakat. "Mari bersama-sama meningkatkan pelayanan, memperluas distribusi, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap BAZNAS sebagai lembaga yang amanah dan profesional,” tutupnya. RAKORDA se-Kalimantan Timur 2025 kali ini mengusung tema "Memperkuat BAZNAS Kaltim dalam Mendukung Asta Cita Menuju Generasi Emas 2045." Tema ini merefleksikan tekad BAZNAS untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan, khususnya melalui program-program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Evaluasi terhadap penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS), hingga strategi penguatan SDM dan tata kelola juga dibahas mendalam.
BERITA30/07/2025 | Humas
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran di Tambora
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran di Tambora
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS terus memberikan layanan bantuan kemanusiaan seperti makanan siap saji, dan multivitamin bagi warga terdampak kebakaran di kawasan Jaya 65, Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Hingga Senin (28/7/2025), BAZNAS telah mendistribusikan lebih dari 3.500 porsi makanan dan ratusan paket logistik dan multivitamin kepada warga terdampak. BAZNAS juga melakukan penyaluran 350 Kaleng kornet dari mitra LAZ BSI Maslahat. Saat kegiatan berlangsung, tim BAZNAS juga turut bertemu dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang tengah melakukan kunjungan langsung ke posko pengungsian. Kehadiran Wapres menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap sinergi antara lembaga zakat dan respons kemanusiaan di tingkat lapangan. Dalam keterangan tertulisnya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, menyampaikan, sejak hari pertama pascakejadian, tim BAZNAS telah melakukan asesmen cepat di lokasi, mendirikan Dapur Air, dan memberikan layanan logistik serta makanan siap saji yang disesuaikan dengan kebutuhan warga terdampak. Ia menambahkan, “Kami hadir untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak kebakaran di Tambora dapat terpenuhi, sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan.” Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak juga sangat penting, termasuk pemerintah dan mitra strategis. Hal ini menjadi kekuatan besar dalam memastikan layanan kemanusiaan ini berdampak nyata. “BAZNAS terus berupaya membantu secara maksimal para penyintas, dan insyaAllah amanah yang diberikan oleh para muzaki melalui BAZNAS ini dapat disalurkan secara tepat sasaran,” tegasnya. Saidah berharap, kehadiran BAZNAS dapat membawa harapan, ketenangan, dan kepedulian di tengah musibah. Mari panjatkan doa dan berikan terbaik untuk saudara kita yang terdampak dengan sedekah via Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS: baznas.go.id/sedekahbencana Atau melalui: BSI 9000055740 BCA 6860737777 a.n. Badan Amil Zakat Nasional Layanan BAZNAS: wa.me/6281188821818 [email protected]
BERITA28/07/2025 | Humas
BAZNAS Bersama Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi Strategis Majukan Pendidikan di Indonesia
BAZNAS Bersama Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi Strategis Majukan Pendidikan di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat sinergi dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan umat. Kolaborasi strategis ini ditandai dengan Penandatanganan Kerja Sama yang dilakukan oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Senin (28/7/2025). Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI H Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, beserta jajaran PP Muhammadiyah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan, kolaborasi dengan Muhammadiyah dinilai memiliki peran besar dalam penguatan dakwah dan pendidikan Islam di Indonesia, termasuk hingga wilayah 3T. “Muhammadiyah merupakan mitra strategis yang memiliki jaringan pendidikan dan sosial yang kuat hingga ke pelosok negeri. Kolaborasi ini adalah bentuk konkrit bagaimana zakat dikelola secara profesional dan tepat sasaran untuk mendukung dakwah dan pemberdayaan umat,” ucap Kiai Noor. Ia menambahkan, selama ini kolaborasi BAZNAS dan Muhammadiyah telah menghasilkan berbagai program, seperti beasiswa pendidikan, pembangunan sarana belajar, penguatan SDM, serta revitalisasi lembaga pendidikan dan sosial berbasis umat. “Apa yang kita lakukan ini untuk dakwah. Apalagi seperti Muhammadiyah yang dakwahnya sampai ke Papua, itu luar biasa. Yang saya tahu, Muhammadiyah ini kekuatan yang luar biasa,” lanjutnya. BAZNAS berharap sinergi ini ke depan terus meluas ke sektor-sektor strategis lainnya. “Dengan bersinergi, kita bisa menjangkau lebih banyak umat dan menebar manfaat zakat secara merata dan berkelanjutan,” ucapnya. Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, menyampaikan, tidak hanya BAZNAS, Muhammadiyah juga hadir menjadi solusi keumatan. Oleh karena itu, karena cakupan medan garap yang begitu luas Muhammadiyah dan BAZNAS diperlukan kerja sama untuk memaksimalkan peran. “Maka dari itu diperlukan kolaborasi, sinergi untuk pentasyarufan zakat dari Baznas dengan berbagi,” katanya. Haedar mengamati, ketimpangan di Indonesia ini tidak hanya terjadi antara Jawa dengan luar jawa. Tapi di Jawa juga masih banyak daerah yang membutuhkan sentuhan untuk maju bersama-sama. “Jadi kalau kita bisa memobilisasi kolaborasi bersama kita itu akan ada perubahan yang bagus dalam kehidupan umat Islam kita,” ungkapnya.
BERITA28/07/2025 | Humas
BAZNAS Bersama Kemnaker RI Fasilitasi Pelayanan Tenaga Kerja bagi 1.000 Penyandang Disabilitas
BAZNAS Bersama Kemnaker RI Fasilitasi Pelayanan Tenaga Kerja bagi 1.000 Penyandang Disabilitas
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI dan meluncurkan fasilitasi pelayanan penempatan tenaga kerja bagi 1.000 penyandang disabilitas dan dan program magang 3.000 mustahik ke Jepang. Turut hadir dalam peluncuran program tersebut Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Prof. Dr. Yassierli, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, di Kantor BBPVP Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (28/7/2025). "Kita bekerja sama dengan BAZNAS, yang siap memfasilitasi pelatihan untuk seribu orang disabilitas. Ini merupakan angin segar," kata Menaker RI Yassierli. Yassierli mengakui, tantangan ketenegarjaan sangat luar biasa. Menurut dia, Kemnaker memiliki tugas menyiapkan sumber daya manusia, optimalisasi kerja keluar negeri, pertumbuhan perusahaan existing, dan menyiapkan tenaga kerja mandiri. "Memastikan bahwa tenaga kerja tersedia, dengan adanya balai BBPBVP sebagai wadah pelatihan vokasi untuk kompetisi yang level moderat yang memang kebutuhannya langsung diserap dunia industri," ungkap Yassierli. Sementara itu. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA mengatakan, kerja sama antara Kemnaker dan BAZNAS merupakan upaya pemerintah dalam memberikan kesempatan 1.000 tenaga kerja disabilitas. Seluruh anggaran dikover BAZNAS. Saidah mengatakan BAZNAS memiliki visi menyejahterakan umat, termasuk disabilitas. Sehingga, tidak boleh ada satupun warga Indonesia yang ditinggalkan. Saidah menegaskan disabilitas memiliki hak yang sama terkait akses pendidikan, pelatihan, dan akses dunia kerja. Tidak hanya itu, BAZNAS juga akan memfasilitasi program magang 3 ribu mustahik ke Jepang. "Kami komitmen mendampingi teman-teman yang akan magang ke Jepang. Jadi mari kita bersama-sama menyukseskan program ini,” ucapnya. Saidah juga mengingatkan kepada para penerima manfaat untuk bersungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan ini demi peningkatan kemandirian ekonomi dan kualitas hidup.
BERITA28/07/2025 | Humas
BAZNAS RI Apresiasi BMD Malang Sukses Berdayakan Mustahik
BAZNAS RI Apresiasi BMD Malang Sukses Berdayakan Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengapresiasi keberhasilan program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) di Malang dalam memberdayakan pelaku usaha mikro berbasis syariah. Keberhasilan ini, menjadikannya model percontohan bagi daerah lain dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat Hal ini disampaikan dalam Pengajian Selasa Pagi bertema “Peran Strategis BMD Malang dalam Melayani Umat serta Menanggulangi Kemiskinan” yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Senin (28/7/2025). Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Manajer BMD Malang, Rr. Suci Palasari, S.E., MM., serta Pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota seluruh Indonesia yang hadir secara daring. Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., mendorong daerah lain agar dapat meniru praktik-praktik terbaik dari keberhasilan BMD Malang dalam memberdayakan mustahik pelaku usaha mikro. “Keberhasilan BMD Malang membuktikan bahwa pendekatan yang tepat mampu mengangkat mustahik keluar dari garis kemiskinan. Ini patut ditiru oleh BMD daerah di seluruh Indonesia,” ujarnya. Nadratuzzaman menyampaikan, program BMD Malang berhasil mencatatkan dampak signifikan, termasuk peningkatan penghasilan pada 25 persen mustahik dan keberlanjutan usaha bagi ratusan pelaku UMKM pascapandemi. Selain itu, literasi keuangan syariah dan kesadaran berinfaq di masyarakat juga meningkat. "Dari 591 mustahik binaan, sebanyak 148 orang telah memiliki penghasilan di atas Had Kifayah, bahkan dua di antaranya sudah menjadi muzaki. Ini adalah capaian luar biasa, karena bukan hanya mustahik bisa bertahan, tetapi mereka juga naik kelas secara ekonomi dan spiritual,” tambahnya. Sementara itu, Manajer BMD Malang, Rr. Suci Palasari, S.E., MM., menjelaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari penerapan strategi komprehensif yang diformulasikan dalam konsep 4P (pendampingan UMKM, peningkatan usaha, kemitraan, dan kemandirian), 3K (kemitraan, kemandirian, keberlanjutan), dan 2M (pemetaan mustahik dan pembiayaan syariah). Ia menyampaikan, mayoritas pelaku UMKM di Malang berasal dari masyarakat kelas menengah ke bawah, yang memulai usaha karena keterbatasan lapangan pekerjaan dan menjalankan usaha secara konvensional tanpa dukungan teknologi digital. “Mereka kami dampingi mulai dari pelatihan manajemen usaha, foto produk, legalitas, pemasaran digital, hingga pelaporan keuangan. Tujuannya agar mereka naik kelas dan mampu bersaing,” jelas Suci. Tak hanya pelatihan, lanjutnya, BMD Malang juga secara aktif menggelar berbagai program dukungan seperti bazar Ramadhan, penyediaan fasilitas kemasan, hingga perluasan jaringan mitra usaha. “Kami bantu agar produk mereka tidak hanya eksis di lokal tapi juga kompetitif secara nasional,” ujarnya. "Penguatan jejaring dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi, serta mitra bisnis digital seperti Shopeefood, gofood, grabfood dan pemasaran digital lainnya, membuat BMD Malang semakin memperluas dampak sosial-ekonomi di tengah masyarakat," jelas Suci.
BERITA28/07/2025 | Humas
Hari Anak Nasional, BAZNAS Perkuat Peran Pendidikan Zakat Lewat SCB
Hari Anak Nasional, BAZNAS Perkuat Peran Pendidikan Zakat Lewat SCB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat peran zakat dalam meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia, salah satunya melalui program Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB). Komitmen ini ditunjukkan dalam kunjungan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, CFRM ke SCB yang berlokasi di Cirangkong, Cemplang, Kabupaten Bogor, pada Jum'at (25/7/2025). Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari refleksi Peringatan Hari Anak Nasional 2025, dengan fokus pada pentingnya membangun generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter, mandiri secara ekonomi, dan peduli terhadap sesama. Dalam kesempatan itu, KH. Achmad Sudrajat meninjau langsung fasilitas pendidikan dan program pemberdayaan siswa, seperti budidaya ikan sistem aquaponik dan budidaya jamur tiram. Ia juga berdialog bersama para siswa, serta memimpin diskusi strategis bersama manajemen sekolah guna memperkuat nilai-nilai zakat, sosial, dan kemanusiaan dalam sistem pendidikan SCB. Beliau juga menekankan agar terus dikuatkan mujahadah sebagai upaya pembentukan karakter religi, agar dalam kehidupannya kelak terpatri nilai keagamaan yang kokoh. “Zakat bukan sekadar bantuan ekonomi, tetapi juga investasi sosial untuk masa depan. Program SCB ini adalah contoh bagaimana dana zakat dapat mencetak anak-anak mustahik menjadi generasi yang unggul, mandiri, dan siap berkontribusi bagi bangsa,” ujar Achmad. Achmad juga menambahkan, BAZNAS terus memastikan bahwa setiap anak di SCB tidak hanya mendapatkan akses pendidikan, tetapi juga mendapatkan ruang untuk tumbuh secara utuh sebagai manusia. "Anak-anak di sini kami tempa dengan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kepedulian sosial agar kelak menjadi agen perubahan di masyarakat, juga kelak mereka menjadi muzaki, generasi unggul di masa depan,” jelasnya. Turut hadir dalam kunjungan ini antara lain Kepala Sekolah SCB Ahmad Kamaluddin Afif, Wakasek bidang operasional Roni, bidang kurikulum Siswadi Diniyanto, bidang asrama Helmi, serta Staf Senior Pendidikan dan Dakwah BAZNAS, Heri Mulyadi. Sekolah Cendekia BAZNAS merupakan sekolah berasrama berbasis zakat yang dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga mustahik berprestasi. Melalui pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, ilmu pengetahuan, keterampilan hidup, dan kepedulian sosial, SCB hadir sebagai model pengelolaan zakat produktif dalam bidang pendidikan.
BERITA25/07/2025 | Humas
Dorong SDM Unggul, BAZNAS RI Buka Festival Keilmuan BCB Timur Tengah 2025
Dorong SDM Unggul, BAZNAS RI Buka Festival Keilmuan BCB Timur Tengah 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul melalui pembukaan resmi Festival Keilmuan Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Timur Tengah Tahun 2025. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan pendayagunaan Saidah Sakwan MA. secara daring, Jum'at(25/7/2025). Festival Keilmuan ini menjadi ruang kontribusi para awardee BCB untuk memberikan sumbangsih pemikiran melalui karya ilmiah yang akan dibukukan sebagai warisan intelektual publik. Dalam sambutannya, Saidah menegaskan, pendidikan adalah salah satu pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Program Beasiswa Cendekia BAZNAS sejalan dengan Asta Cita ke-4 yang menekankan pentingnya pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, dan penguatan peran perempuan, pemuda, serta penyandang disabilitas. “Program BCB Timur Tengah ini adalah wujud nyata komitmen BAZNAS untuk membuka akses pendidikan tinggi berkualitas di delapan negara, yaitu Libya, Maroko, Mesir, Suriah, Tunisia, Turki, Yaman, dan Yordania,” ujar Saidah. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan SDM unggul dan berdaya saing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. “Melalui rangkaian webinar dan lomba esai ilmiah, kami berharap kegiatan ini dapat mendorong kebermanfaatan dana zakat untuk pengembangan talenta diaspora unggul dan SDM berdaya saing,” lanjutnya. Saidah juga menekankan, festival ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4 tentang quality education, serta mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang menargetkan peningkatan SDM berkualitas dan berdaya saing. Hingga saat ini, jumlah penerima beasiswa aktif BCB Timur Tengah mencapai 717 mahasiswa yang tersebar di delapan negara, dengan rincian: Libya (27 orang), Maroko (22 orang), Mesir (491 orang), Suriah (10 orang), Tunisia (67 orang), Turki (32 orang), Yaman (9 orang), dan Yordania (47 orang). “Dengan mengucap bismillahirrahmaanirrahiim, saya nyatakan Festival Keilmuan Beasiswa Cendekia BAZNAS Timur Tengah Tahun 2025 secara resmi dibuka,” tutup Saidah dalam sambutannya. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi intelektual, tetapi juga membentuk ekosistem keilmuan yang mendorong kolaborasi dan kontribusi nyata dari para pelajar Indonesia di Timur Tengah bagi kemajuan bangsa.
BERITA25/07/2025 | Humas
BAZNAS RI Perkuat Peran Amil dalam Strategi Penghimpunan ZIS Nasional
BAZNAS RI Perkuat Peran Amil dalam Strategi Penghimpunan ZIS Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong penguatan strategi penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dengan melibatkan seluruh amil di berbagai lini untuk menjamin keberlanjutan program-program pemberdayaan umat sekaligus menjawab tantangan rendahnya realisasi dari potensi zakat nasional yang sangat besar. Hal ini disampaikan dalam Pengajian Selasa Pagi bertema “Peran Aktif Amil dalam Mendukung Fundraising” yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (15/7/2025). Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Kepala Divisi Muzaki Prioritas BAZNAS RI Hafiza Elvira Nofitariani, serta Pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota seluruh Indonesia yang hadir secara daring. Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., menyampaikan, pentingnya optimalisasi peran amil untuk mendorong peningkatan penghimpunan ZIS yang berdampak pada kemajuan program pemberdayaan umat. "BAZNAS sebagai lembaga amil nasional, kita harus mampu menghimpun dana ZIS sebesar-besarnya. Potensinya ZIS di Indonesia masih sangat besar, tapi kita belum bisa mencapainya. Pemerintah pun kini melihat bahwa potensi zakat ini harus terus dikembangkan. Maka, target-target penghimpunan setiap tahun harus kita tingkatkan,” ujar Nadratuzzaman. Nadratuzzaman menambahkan, fundraising bukan hanya tanggung jawab satu divisi, melainkan menjadi kewajiban bersama di seluruh lini lembaga. Menurutnya, setiap amil, apapun perannya, memiliki kontribusi terhadap keberhasilan fundraising. “Dengan melibatkan seluruh amil, strategi ini menjadikan amil BAZNAS agen perubahan yang tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga aktif membangun jejaring, menumbuhkan semangat berbagi, dan mendorong masyarakat untuk berzakat secara rutin,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Divisi Muzaki Prioritas BAZNAS RI Hafiza Elvira Nofitariani, menyampaikan, BAZNAS RI telah menerapkan strategi berbasis empat pilar untuk meningkatkan peran aktif amil dalam kegiatan fundraising. Strategi ini dirancang agar pelibatan amil dapat berlangsung sistematis dan berkelanjutan. "Pilar pertama adalah Fundraising Mindset, yaitu membangun kesadaran bahwa setiap divisi memiliki kontribusi terhadap keberhasilan penggalangan dana. Kedua, Involvement, dengan melibatkan seluruh unit dalam penyusunan dan evaluasi target penghimpunan," jelas Hafiza. "Ketiga, training, yakni berupa pelatihan khusus agar amil mampu mengkomunikasikan zakat secara efektif. Terakhir, Be a Fundraiser, yaitu mendorong amil menjadi penyampai langsung pesan zakat di lingkungan sosialnya," lanjutnya Menurutnya, keberhasilan fundraising tidak semata ditentukan oleh strategi penggalangan dana, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan, transparansi dalam program, serta integritas seluruh amil yang terlibat dalam operasional lembaga. Hafiza mengatakan, peran amil kini tak lagi sebatas administratif atau teknis. Seluruh tim, mulai dari ketua, pimpinan hingga staf operasional, diharapkan memahami bahwa fundraising adalah tanggung jawab bersama. “Fundraising adalah darah organisasi. Tanpa dana yang cukup, visi dan misi lembaga untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat tidak akan tercapai,” tegas Hafiza. "Kami ingin semua amil merasa bangga menjadi bagian dari BAZNAS, dan menjadi duta zakat di lingkungan mereka yang mampu mengedukasi masyarakat, membangun jejaring, dan mengajak lebih banyak orang untuk menunaikan kewajiban zakat lewat BAZNAS," ujarnya.
BERITA25/07/2025 | Humas
BAZNAS RI Raih Dua Penghargaan Brand Excellence dan Top Indonesia Original Brand dari Majalah SWA
BAZNAS RI Raih Dua Penghargaan Brand Excellence dan Top Indonesia Original Brand dari Majalah SWA
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan bergengsi dari Majalah SWA, yaitu Indonesia Brand Excellence in Customer Value 2025 dan Top Indonesia Original Brand Award 2025 untuk kategori Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), masing-masing dengan predikat Very Good. Kedua penghargaan diterima BAZNAS berdasarkan hasil riset SWA terhadap brand-brand asli Indonesia yang dinilai memiliki nilai pelanggan tinggi, loyalitas yang kuat, dan kinerja layanan yang unggul di mata masyarakat. Penghargaan tersebut diterima oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan M.Si, CFRM, di Jakarta, Kamis (24/7/2025). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM, menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Ia menyebut penghargaan ini sebagai wujud apresiasi publik atas ikhtiar BAZNAS dalam meningkatkan mutu layanan dan membangun sistem pengelolaan zakat yang amanah dan terpercaya. “Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menjawab harapan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang optimal," ujar Rizaludin. Rizaludin juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang terus tumbuh dari para muzaki dan masyarakat luas terhadap BAZNAS. "Penghargaan yang diterima ini tentunya turut memperkokoh posisi BAZNAS RI sebagai lembaga zakat nasional yang menjalankan pengelolaan zakat berdasarkan prinsip 3A (Aman Syar`i, Aman Regulasi, Aman NKRI," jelasnya. Menurutnya, pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim BAZNAS RI serta kepercayaan masyarakat Indonesia. "Ke depan, kami akan terus menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas layanan zakat demi kesejahteraan umat," kata Rizaludin. "Semoga penghargaan ini juga terus memotivasi BAZNAS untuk terus berupaya menjadi lembaga Utama yang menyejahterakan umat," ujarnya.
BERITA24/07/2025 | Humas
BAZNAS RI Dorong Penguatan Ekosistem Filantropi Nasional Berbasis Ilmu
BAZNAS RI Dorong Penguatan Ekosistem Filantropi Nasional Berbasis Ilmu
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan pentingnya membangun ekosistem filantropi nasional berbasis ilmu sebagai bagian dari transformasi sosial yang berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Penghimpunan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM dalam FGD Stakeholder dan Ekspert Mengenai Membangun Ekosistem Filantropi Nasional, yang digelar secara daring pada Kamis (24/7/2025). Dalam pemaparannya, Rizaludin menyebutkan, filantropi Islam tidak hanya tentang memberi, tetapi juga tentang menguatkan struktur sosial dan ekonomi umat. “Kami ingin memindahkan paradigma filantropi dari sekadar charity berbasis belas kasihan menjadi penguatan partisipatif yang berbasis keilmuan, data, dan pengelolaan yang akuntabel,” ujarnya. BAZNAS RI, lanjut Rizaludin, memiliki peran sentral sebagai lembaga negara non-struktural yang bertugas mengelola dana zakat, infak, sedekah (ZIS), dan dana sosial keagamaan lainnya. Dalam praktiknya, penguatan ekosistem filantropi juga melibatkan optimalisasi sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, LAZ, masyarakat sipil, dan sektor swasta. Menurutnya, salah satu strategi penting yang diterapkan BAZNAS adalah 7P Marketing, yang mencakup Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence. “Program zakat tidak cukup hanya disampaikan dalam bentuk angka, tapi harus menyentuh aspek emosional muzaki dan memberikan bukti nyata dampak di mustahik,” jelasnya. Dalam forum ini, Rizaludin juga menyoroti urgensi digitalisasi dalam pengelolaan zakat. “Teknologi bukan hanya alat bantu, tapi jembatan komunikasi dan kepercayaan antara muzaki dan lembaga,” tambahnya. Dari sisi kelembagaan, BAZNAS juga berupaya memperkuat kualitas amil sebagai SDM kunci yang menjalankan layanan berbasis dakwah, layanan yang menenangkan, dan pengelolaan berbasis karakter. Ini didukung dengan regulasi yang kuat, antara lain UU No. 23 Tahun 2011 dan Inpres No. 3 Tahun 2014. Rizaludin menekankan, membangun ekosistem filantropi tidak hanya soal mengumpulkan dana, tapi juga mengembangkan narasi dan branding filantropi yang strategis dan inklusif. “BAZNAS harus menjadi top of mind masyarakat dalam urusan zakat. Branding bukan soal promosi semata, tapi menyampaikan nilai dan dampak secara konsisten,” katanya. Sebagai penutup, Rizaludin juga menegaskan pentingnya membangun tata kelola filantropi nasional yang solid, profesional, dan akuntabel. “Kami ingin filantropi menjadi bagian dari pembangunan bangsa, bukan sekadar pelengkap. Dan itu dimulai dari membangun ekosistemnya secara ilmiah dan kolaboratif,” ucapnya.
BERITA24/07/2025 | Humas
Dirjen Bimas Islam: BAZNAS Wujud Kehadiran Negara dalam Pengelolaan Zakat
Dirjen Bimas Islam: BAZNAS Wujud Kehadiran Negara dalam Pengelolaan Zakat
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag, menegaskan bahwa pengelolaan zakat oleh negara melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan amanat konstitusi dan bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan. Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan keterangan pemerintah dalam sidang uji materiil UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat di Mahkamah Konstitusi. "Negara diamanatkan oleh UUD 1945 Pasal 34 Ayat 1 untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar. Namun, upaya ini tidak bisa hanya dilakukan oleh negara, melainkan memerlukan partisipasi seluruh masyarakat, termasuk melalui instrumen zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya," jelas Abu Rokhmad, di Jakarta, Kamis (24/7/2025). Ia menegaskan, zakat merupakan ibadah yang memiliki dimensi sosial dan berada dalam forum eksternum, sehingga perlu dikelola secara kelembagaan agar lebih efektif, efisien, dan akuntabel. Abu menjelaskan, dalam Undang-Undang 23 tahun 2011 ditentukan, upaya mencapai tujuan pengelolaan zakat yaitu dengan dibentuknya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang berkedudukan di Ibu Kota Negara, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota. "BASNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Agama. BAZNAS merupakan lembaga yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat secara nasional. "Zakat harus dikelola sesuai dengan prinsip syariat, amanah, keadilan, kepastian hukum, dan akuntabilitas. Untuk itu, BAZNAS sebagai lembaga pemerintah non-struktural diberikan kewenangan oleh UU untuk mengelola zakat secara nasional," ujarnya. Terkait keberadaan Lembaga Amil Zakat (LAZ), Abu Rokhmad juga menegaskan, pendiriannya oleh masyarakat, organisasi, atau lembaga non-pemerintah tetap dimungkinkan, selama memenuhi syarat administratif dan substantif sebagaimana diatur dalam UU No. 23 Tahun 2011. “Pengaturan ini lebih ditujukan untuk mencegah potensi penyalahgunaan dana zakat, sekaligus memastikan agar pengelolaan zakat dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah,” pungkasnya.
BERITA24/07/2025 | Humas
Prof. Dr. KH. Noor Achmad: BAZNAS Jalankan Pengelolaan Zakat Sesuai dengan Amanat Konstitusi dan Syariat
Prof. Dr. KH. Noor Achmad: BAZNAS Jalankan Pengelolaan Zakat Sesuai dengan Amanat Konstitusi dan Syariat
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan, BAZNAS merupakan lembaga negara nonstruktural yang sah dan memiliki kewenangan penuh dalam mengelola zakat sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan ajaran syariat Islam. “BAZNAS dibentuk oleh negara dan dijalankan sesuai dengan syariat. Amanatnya sangat jelas, yaitu agar negara hadir dalam mengatur dan menjamin pengelolaan zakat berjalan adil, amanah, dan profesional,” ujar Kiai Noor di hadapan Majelis Hakim MK, di Cirebon, Rabu (23/7/2025). Ia menegaskan, kewenangan negara dalam mengelola zakat bukanlah hal baru dalam sejarah Islam. “Pengelolaan zakat oleh negara telah dilakukan sejak masa Rasulullah SAW dan terus berlangsung pada masa Khulafaur Rasyidin. Maka pengelolaan zakat oleh negara tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga sesuai dengan prinsip-prinsip agama,” jelasnya. Kiai Noor juga menepis anggapan bahwa fungsi BAZNAS hanya sebatas pengatur dan pengawas. Ia menjelaskan bahwa sistem pengawasan dan akuntabilitas BAZNAS telah berjalan baik melalui kerja sama dengan Kantor Akuntan Publik (KAP), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan kementerian terkait. “BAZNAS memiliki perangkat hukum, organisasi, dan sumber daya manusia yang kapabel untuk menjaga integritas pengelolaan zakat. Kekhawatiran atas penyalahgunaan dana zakat tidak berdasar dan tidak didukung bukti empiris, karena tidak menunjuk fakta konkret kegagalan sistem pengendalian yang telah berjalan,” tegasnya. Sejak diberlakukannya UU No. 23 Tahun 2011, BAZNAS telah membentuk jaringan kelembagaan dari pusat hingga daerah: 34 BAZNAS provinsi, 484 kabupaten/kota, dan 21.829 Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Sinergi ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan penghimpunan zakat nasional dari Rp2,6 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp4,2 triliun pada 2024. Dari sisi pendistribusian dan pendayagunaan, program-program prioritas BAZNAS seperti Z-Mart, Santripreneur, Z-Chicken, Kampung Zakat, dan pengentasan stunting telah menjangkau lebih dari 35 juta penerima manfaat dalam lima tahun terakhir. Bahkan, sebanyak 286 ribu mustahik telah dientaskan dari kemiskinan ekstrem. “Jika peran eksekusi BAZNAS dihilangkan, maka capaian 35 juta penerima manfaat, 10 program prioritas, hingga model pengelolaan berbasis teknologi tidak akan terjadi. Maka dari itu, peran BAZNAS bukan hanya sah, tapi juga vital,” tegas Kiai Noor. Lebih jauh, ia menekankan bahwa BAZNAS bukan sekadar pelaksana teknis, tetapi wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan masyarakat berbasis zakat. “Ini bukan soal kelembagaan, ini soal amanat konstitusi dan syariat. Negara harus tetap punya tangan yang kuat untuk mengelola zakat secara terstruktur dan sistematis,” pungkasnya.
BERITA23/07/2025 | Humas
Dukung Akses Pangan Layak, BAZNAS Distribusikan 5.000 Sajian Berkah Bergizi di Bogor
Dukung Akses Pangan Layak, BAZNAS Distribusikan 5.000 Sajian Berkah Bergizi di Bogor
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui pendistribusian Sajian Berkah Bergizi. Sebanyak 5.000 paket makanan siap santap didistribusikan untuk masyarakat miskin dan pekerja rentan di Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (23/7/2025). Untuk mendukung kegiatan ini, BAZNAS mengoperasikan dapur umum lapangan di dua lokasi, yakni di kawasan Baranangsiang, Bogor Timur, dan Menteng, Kota Cirebon. Masing-masing dapur umum menyiapkan 2.500 paket makanan siap santap yang dimasak dan dikemas bersama warga setempat secara gotong royong. Paket makanan tersebut selanjutnya disalurkan kepada masyarakat kurang mampu di sekitar lokasi dapur umum, serta menyasar para pekerja rentan di jalanan seperti pengemudi becak, ojek, dan profesi informal lainnya yang kesulitan mengakses makanan bergizi. Pimpinan BAZNAS RI, Saidah Sakwan, MA, menyampaikan, program ini merupakan bentuk konkret dukungan BAZNAS terhadap pemenuhan hak pangan warga dalam kondisi ekonomi terbatas. “BAZNAS ingin memastikan bahwa masyarakat, terutama yang hidup dalam kerentanan, tetap memiliki akses terhadap makanan yang layak dan bergizi. Ini adalah bagian dari misi kemanusiaan kami,” ujar Saidah, dalam keterangannya, diCirebon, Rabu (23/7/2025). Saidah juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam pengelolaan dapur umum sebagai bentuk pemberdayaan lokal dan penguatan solidaritas sosial. Ia melanjutkan, tim relawan BAZNAS dan warga yang terlibat memastikan distribusi berjalan tepat sasaran. Setiap paket disusun dengan memperhatikan kandungan gizi agar tak hanya mengenyangkan, tetapi juga menyehatkan. “Semoga program ini tidak hanya meringankan kebutuhan pangan hari ini, tetapi juga menumbuhkan semangat berbagi, saling peduli, dan membangun ketangguhan sosial masyarakat,” ucap Saidah. Salah satu penerima manfaat, Maman, seorang pengemudi becak di Bogor Barat, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. “Alhamdulillah, ini bisa buat makan siang. Dari pagi belum dapat penumpang, jadi bantuan ini sangat membantu,” ujarnya sambil tersenyum. Program Sajian Berkah Bergizi merupakan bagian dari pendekatan langsung BAZNAS dalam menangani isu kemiskinan dan ketahanan pangan.
BERITA23/07/2025 | Humas
Sambut Hari Anak Nasional, BAZNAS Bersama KemenPPPA Berikan Santunan untuk Anak Yatim dan Dhuafa
Sambut Hari Anak Nasional, BAZNAS Bersama KemenPPPA Berikan Santunan untuk Anak Yatim dan Dhuafa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyalurkan santunan kepada 300 anak yatim dan dhuafa di SD Dinamika Indonesia, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Selain di Kota Bekasi, kegiatan santunan bersama dengan Kementerian PPPA juga dilakukan di beberapa daerah, seperti di Kabupaten Sragen, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dan Kabupaten Pandeglang, Banten. Secara keseluruhan, BAZNAS bersama dengan KemenPPPA memberikan santunan kepada 1.200 anak yatim atau dhuafa di berbagai wilayah. Dalam keterangannya, Pimpinan BAZNAS RI, Saidah Sakwan, MA menyampaikan, BAZNAS terus berupaya hadir untuk memberikan perlindungan dan dukungan bagi anak-anak, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga dhuafa. “Kami percaya bahwa anak-anak merupakan amanah sekaligus aset masa depan bangsa. Melalui kerja sama dengan KemenPPPA, kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban mereka dan menjadi penyemangat untuk terus bersekolah dan mengejar cita-cita,” ujar Saidah, Senin (21/7/2025). Saidah menambahkan, santunan yang diberikan tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga paket peralatan sekolah dan seragam baru. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan semangat anak-anak untuk belajar dan berprestasi, meski dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas. Sebelumnya, penyaluran santunan dilakukan secara simbolis oleh Menteri PPPA Arifah Fauzi, didampingi Ketua BAZNAS Kota Bekasi, Nurul Akmal. Kegiatan ini juga dihadiri oleh pejabat tinggi KemenPPPA, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Tornanda Syaifullah, Kepala Dinas dan OPD Kota Bekasi, serta unsur pimpinan daerah lainnya. Dalam kegiatan di Bantargebang, Kamis (17/7/2025), Menteri PPPA Arifah Fauzi turut hadir dan menyerahkan langsung bantuan kepada para siswa. Ia menyampaikan, Hari Anak Nasional adalah momentum untuk memastikan anak-anak merasa bahagia, aman, dan dihargai. “Hari Anak Nasional adalah harinya anak-anak. Mereka berhak untuk bahagia, untuk bermain, dan mendapat perhatian dari kita semua,” ujar Arifah. Menteri Arifah juga berinteraksi langsung dengan para siswa, menanyakan siapa yang hafal Pancasila dan nama Presiden RI. Anak-anak pun dengan antusias menjawab, membuat suasana semakin hidup dan penuh semangat. Sekolah yang menjadi lokasi penyaluran ini berada di sekitar kawasan TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) Bantargebang. Sebagian besar orang tua siswa berprofesi sebagai pemulung atau pengumpul barang bekas, sehingga kondisi ekonomi keluarga cukup terbatas. Adapun kerja sama penyaluran bantuan oleh BAZNAS dan KemenPPA ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Jelajah Sapa yang dilakukan KemenPPPA menjelang peringatan HAN. Jelajah Sapa merupakan inisiatif KemenPPPA untuk menyapa anak-anak secara langsung, memberikan dukungan moral dan memastikan pemenuhan hak-hak anak secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Menteri Arifah menegaskan, peringatan HAN ke-41 tahun ini tidak lagi dipusatkan di satu kota, melainkan digelar secara serentak di seluruh Indonesia sebagai simbol keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam perlindungan anak.
BERITA23/07/2025 | humas
Peran Zakat dalam Mengurangi Penghasilan yang Dikenai Pajak
Peran Zakat dalam Mengurangi Penghasilan yang Dikenai Pajak
Berikut hasil parafrase dari berita tersebut dengan penyesuaian untuk SEO-friendly dan sesuai dengan slug "/Zakat-sebagai-Pengurang-Penghasilan-Kena-Pajak/": ```html Data pajak di Indonesia memberikan insentif kepada wajib pajak yang membayar zakat. Zakat yang disalurkan melalui lembaga resmi dapat dijadikan sebagai potongan penghasilan bruto, mengurangi jumlah penghasilan kena pajak (PKP) untuk perhitungan PPh 21. Dasar Hukum Aturan ini diatur dalam UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-6/PJ/2011. Zakat yang dikelola oleh Lembaga Amil Zakat yang diakui pemerintah dapat dikurangkan dari penghasilan bruto sebelum dikenai pajak. Syarat agar Zakat Bisa Jadi Pengurang Pajak Zakat harus dibayarkan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS atau LAZ yang terdaftar di Kemenag. Harus disertai bukti pembayaran zakat (kwitansi/struk). Jumlah zakat yang dibayarkan harus sesuai dengan ketentuan syariah (2,5% dari penghasilan tertentu). Contoh Perhitungan Misalnya, jika seseorang memiliki penghasilan bruto Rp120 juta per tahun dan membayar zakat profesi sebesar Rp3 juta melalui BAZNAS, maka penghasilan bruto yang dikenai pajak menjadi: PKP = Rp120 juta - Rp3 juta (zakat) - pengurang lainnya. Hal ini mengurangi beban pajak karena PKP yang lebih rendah. Kesimpulan Membayar zakat bukan hanya bentuk ketaatan spiritual tetapi juga memberikan manfaat langsung dalam mengurangi beban pajak. Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, seseorang dapat menjalankan ibadah dan mengurangi kewajiban perpajakan secara legal dan sah. ```
BERITA23/07/2025 | Hasan
Pedoman Kesehatan dan Berkah dalam Adab Makan dan Minum Menurut Ajaran Islam
Pedoman Kesehatan dan Berkah dalam Adab Makan dan Minum Menurut Ajaran Islam
Dalam ajaran Islam, pedoman adab makan dan minum memiliki nilai penting yang mencakup kesehatan dan keberkahan hidup. Memulai makan dengan menyebut "Bismillah" merupakan ajaran penting yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW. Penggunaan tangan kanan ketika makan dan minum merupakan bagian dari adab yang terpuji. Islam mengajarkan untuk tidak berlebihan dalam makan agar menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh. Makan dengan duduk dan tanpa tergesa-gesa juga dianjurkan dalam adab makan dan minum. Mengakhiri makan dengan ucapan "Alhamdulillah" sebagai ungkapan syukur merupakan bagian dari adab makan dan minum dalam Islam. Melalui praktik adab makan dan minum ini, umat Muslim diharapkan dapat hidup lebih sehat, tenang, dan penuh berkah. Praktik adab ini juga dianggap sebagai wujud ketaatan kepada Allah dan sarana untuk mencapai kehidupan yang lebih bermakna.
BERITA18/07/2025 | admin
BAZNAS Kota Cirebon dan Pemda Bangun 22 Rumah Tidak Layak Huni untuk Warga
BAZNAS Kota Cirebon dan Pemda Bangun 22 Rumah Tidak Layak Huni untuk Warga
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon bersama Pemerintah Daerah Kota Cirebon berhasil menyelesaikan program bantuan sosial berupa pembangunan dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi masyarakat kurang mampu. Sebanyak 22 unit Rutilahu telah rampung dibangun dan diserahterimakan kepada pemiliknya sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dan BAZNAS dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan warga. Acara penyerahan simbolis kunci rumah dilakukan langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, kepada para penerima manfaat di ruang rapat kerja Wali Kota, Jl. Siliwangi, pada Selasa (10/6/2025). “Bantuan Rutilahu ini sudah mulai berjalan sejak bulan Mei. Hari ini programnya telah selesai, dan tadi secara simbolis saya sudah menyerahkan kunci kepada warga penerima manfaat untuk bisa kembali menempati rumahnya. Dengan ini, semoga dapat membantu masyarakat yang memang rumahnya sudah tidak layak dan akan ambruk,” ujar Effendi Edo dalam sambutannya. Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I, menegaskan bahwa program bantuan Rutilahu dari BAZNAS sudah berjalan cukup lama. Bantuan ini merupakan bagian dari bentuk penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan dari para muzaki, lalu dikembalikan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam bentuk peningkatan kualitas tempat tinggal. “Untuk membantu masyarakat yang rumahnya tidak layak huni, kami di BAZNAS sudah berjalan sejak dulu. Prosesnya tentu sesuai SOP yang berlaku, yaitu harus mengajukan proposal, disertai foto kondisi rumah, serta diketahui oleh RT, RW, dan lurah setempat,” jelas H. Hamdan. Setelah proposal masuk, tim dari BAZNAS melakukan survei kelayakan secara langsung. Jika dinilai memenuhi syarat, maka proses pembangunan atau renovasi rumah bisa dilaksanakan, tergantung pada kondisi keuangan yang tersedia di internal BAZNAS. “Kalau keuangan belum mencukupi, maka pengajuannya harus menunggu atau masuk waiting list. Karena memang anggaran per rumah cukup besar. Untuk rehab penuh bisa mencapai Rp15 juta sampai Rp25 juta,” tambahnya. Dari 22 unit rumah yang ditangani tahun ini, 11 rumah mendapatkan rehab penuh, sementara 11 rumah lainnya menerima bantuan stimulan. Bantuan stimulan diberikan dalam bentuk perbaikan ringan dengan anggaran yang lebih kecil, antara Rp2 juta sampai Rp3 juta per unit. “Yang stimulan ini hanyalah renovasi biasa, seperti memperbaiki atap bocor atau dinding yang retak. Semoga semua yang menerima bantuan Rutilahu ini bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” ungkap H. Hamdan. Program Rutilahu ini menyasar warga yang tinggal di rumah dengan kondisi sangat memprihatinkan, berisiko membahayakan keselamatan penghuni, serta tidak memiliki kemampuan finansial untuk memperbaiki. BAZNAS berperan sebagai pengelola dana sosial keagamaan yang ditujukan langsung untuk kesejahteraan umat. Sebanyak 22 rumah yang menerima bantuan tersebar hingga 5 kecamatan di wilayah Kota Cirebon. Data penerima manfaat diperoleh melalui koordinasi langsung antara masyarakat, perangkat RT/RW, dan kelurahan. Proses ini menjamin bahwa setiap bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan transparan. Langkah sinergis antara BAZNAS Kota Cirebon dan Pemerintah Kota Cirebon mendapat apresiasi dari warga. Selain membantu menyediakan hunian yang layak, program ini juga menjadi bukti konkret penggunaan dana zakat secara efektif dan terarah. Pemkot berharap program ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan skala yang lebih besar. Diharapkan, makin banyak masyarakat miskin yang bisa dibantu, sejalan dengan misi sosial dan kemanusiaan BAZNAS serta komitmen Pemkot dalam mewujudkan Kota Cirebon yang sejahtera dan berkeadilan.
BERITA18/07/2025 | BAZNAS Kota Cirebon
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →