Berita Terbaru
BAZNAS RI Luncurkan Gerakan Cinta Disabilitas di Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Gerakan Cinta Disabilitas di Yayasan Rumah Qur’an Isyaroh (RQI), Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/1/2025).
Gerakan ini turut diikuti dengan penyaluran Beasiswa Khusus Disabilitas kepada Yayasan Rumah Qur’an Isyaroh. Sebanyak 60 santri Rumah Qur'an Isyaroh turut berpartisipasi dalam acara, termasuk beberapa dari luar Bandung seperti Bogor.
Beasiswa tersebut merupakan bagian dari Program Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus BAZNAS, yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi penyandang disabilitas, masyarakat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), dan komunitas adat.
"Bersama-sama BAZNAS seluruh Indonesia, dari Rumah Qur'an Isyaroh ini kami luncurkan Gerakan Cinta Disabilitas," ujar Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.
Kiai Noor menegaskan, inisiatif ini merupakan wujud nyata perhatian dan keberpihakan BAZNAS terhadap kelompok disabilitas.
“Program ini juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045, di mana seluruh generasi bangsa Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang sama dan berkualitas, termasuk kelompok penyandang disabilitas,” tambahnya.
Lebih lanjut Kiai Noor mengatakan, "Melalui Gerakan Cinta Disabilitas, kami berharap para penyandang disabilitas dapat mengakses pendidikan yang layak, termasuk pendidikan Al-Qur’an dengan bahasa isyarat dan dapat menjadi bagian dari perubahan besar yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.”
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat lebih dari 22 juta penyandang disabilitas di Indonesia. Kiai Noor menekankan, pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan akses pendidikan yang lebih merata bagi kelompok ini.
"Pendidikan adalah kunci utama pemberdayaan. Melalui beasiswa ini, kami ingin memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk meraih potensi terbaik mereka," kata Kiai Noor.
Menurutnya, dengan meningkatkan akses mereka ke pendidikan berkualitas, BAZNAS dapat memutus rantai kemiskinan dan ketertinggalan yang kerap dialami kelompok disabilitas.
Selain itu, lanjut Kiai Noor, BAZNAS juga berkomitmen meningkatkan fasilitas pendidikan bagi penyandang disabilitas, termasuk di Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh.
"Program ini diharapkan dapat memperluas dampak positif bagi komunitas disabilitas di Indonesia, sejalan dengan misi BAZNAS untuk menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan," kata Kiai Noor.
Kiai Noor turut mengapresiasi dedikasi Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh dalam mendidik santri penyandang disabilitas tuli. “Tidak mudah mendidik anak-anak tuna rungu sehingga mampu membaca Al-Qur'an dengan bahasa isyarat,” ucap Kiai Noor.
“Semoga melalui program ini menjadi berkah untuk kita semua. Dan Apa yang telah dilakukan Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh merupakan bentuk jihad fisabilillah yang sesungguhnya. Kami akan terus mendampingi dan memberikan semangat bagi para santri dan pengajar,” lanjutnya.
Kiai Noor juga berharap, Gerakan Cinta Disabilitas ini dapat menjadi gerakan nasional yang menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap pendidikan kelompok maginal, termasuk kelompok penyandang disabilitas.
“Insya Allah, sekuat tenaga BAZNAS akan terus membersamai dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan gerakan ini berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh, Siti Umaya, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan BAZNAS.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan hadirnya program beasiswa ini. Selain membantu anak-anak kami belajar, program ini juga memberikan motivasi besar bagi kami untuk terus mendampingi mereka,” ujar Siti.
Siti berharap, program ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk lebih peduli terhadap pendidikan kelompok disabilitas.
“Semoga ikatan ini terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi teman-teman disabilitas,” ucapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan M.Si; Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri; Ketua BAZNAS Kota Bandung, Dr. Akhmad Roziqin, M.Ag.; Wakil Ketua 2 BAZNAS Kota Bandung, Irfan Farid Taufik, Lc., M.A., Ph.D; serta Wakil Ketua 4 BAZNAS Kota Bandung, Arif Ramdani, Lc., M.H.
BERITA16/01/2025 | Humas
Bersama BAZNAS, MUI Tegaskan Komitmen Bantu Perjuangan Palestina
Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui program “Membasuh Luka Palestina” yang digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Hingga saat ini, melalui program Membasuh Luka Palestina, BAZNAS RI telah berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp120 miliar untuk masyarakat Palestina, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 407.350 warga Palestina dan masih terus bertambah.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A., yang mewakili Ketua Umum MUI KH. Anwar Iskandar, menyampaikan dukungannya agar program ini dapat terus berlanjut.
“Mengusulkan Prof Noor, program Membasuh Luka Palestina masih perlu kita lanjutkan pada tahun ini. Insya Allah, MUI akan senantiasa membersamai acara ini, bantuan kemanusiaan kepada Palestina. Dan sebagai informasi, MUI sudah mengundang pimpinan BAZNAS untuk rapat besok menindaklanjuti acara hari ini yang sungguh sangat penting ini,” ujar Prof. Sudarnoto dalam acara Public Expose Membasuh Luka Palestina, di Gedung MPR RI, Jakarta, Rabu (15/10/2024).
Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. K.H. Noor Achmad, M.A., Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, Ketua Komisi 8 DPR RI, H. Marwan Dasopang, M.Si, Duta Besar Republik Indonesia untuk Yordania dan Palestina, Ade Padmo Sarwono, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Dr. Lutfi Rauf, M.A.
“Alhamdulillah program Membasuh Luka Palestina yang sudah dilakukan tahun lalu, dan MUI membersamai acara yang baik ini, sukses. Paling tidak, seingat saya dengan mengundang 11 syekh dari Palestina yang kemudian kita sebar, kita tugaskan untuk hadir di 11 provinsi selama 21 hari,” ujar Prof. Sudarnoto.
Prof. Sudarnoto memuji kerja sama antara MUI, BAZNAS Pusat, BAZNAS Daerah, dan MUI Daerah, yang berhasil menyelenggarakan program tersebut dengan baik. “Dalam kesaksian saya, program tersebut mendapat sambutan yang luar biasa. Antusiasme karena keterpautan hati antara masyarakat Indonesia dengan Palestina yang sudah makin rekat,” katanya.
Selain menerima informasi terkini dari para syekh, masyarakat Indonesia juga menunjukkan kepedulian mereka melalui donasi besar yang telah terkumpul. “Masyarakat Indonesia di 11 provinsi betul-betul menyambut dengan gembira, mendengarkan informasi mutakhir yang disampaikan oleh para syekh sekaligus memberikan semangat bahwa momentum Ramadan yang lalu tidak sekadar memperkuat ukhuwah Islamiyah tetapi juga ukhuwah basyariyah,” jelasnya.
“Alhamdulillah sebagian bantuan ini sudah disalurkan ke saudara-saudara kita di Palestina. Pada waktu itu saya sempat mengikuti BAZNAS di Mesir beberapa hari. Alhamdulillah, ini adalah bagian penting salah satu cara kita memberikan kepedulian kepada Palestina,” ungkap Prof. Sudarnoto.
Sebagai penutup, Prof. Sudarnoto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program ini. “Mudah-mudahan ini akan menjadi berkah kita semua sebagai bentuk pembelaan kemanusiaan masyarakat Indonesia. Saya atas nama MUI menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh mitra BAZNAS baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Insya Allah, kita bersatu untuk Palestina,” tutupnya.
Kegiatan ini juga turut dihadiri Duta Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania untuk Indonesia H.E. Mr. Sudqi Al Omoush, Duta Besar Mesir untuk Indonesia, HE Yasser Hassan Farag Elshemy, Konselor Kedutaan Mesir untuk Indonesia, Mr. Osama Hamdy, Wakil Ketua, Pimpinan, Sekretaris Utama dan Kedeputian BAZNAS RI, hadir secara online The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA), Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), serta King Hussein Cancer Foundation (KHCF).
Public Expose Membasuh Luka Palestina juga dihadiri oleh BAZNAS Provinsi/Kota/Kabupaten, Mitra Perusahaan, LAZ, UPZ, dan para munfiq yang telah membersamai BAZNAS menyukseskan Program Membasuh Luka Palestina.
BERITA16/01/2025 | Humas
Hadirkan Pegiat Zakat ASEAN dan Jordania, BAZNAS RI Kembali Gelar Konferensi Zakat Internasional ke-8
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-8 atau The 8th International Conference on Zakat (ICONZ) 2024 yang dilaksanakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 17-19 Desember 2024.
Konferensi bertema "The Zakat Contribution Towards the World Poverty Alleviation and Welfare" ini dihadiri para pegiat zakat dari ASEAN (Malaysia, Filipina, Kamboja, Brunei Darussalam, Myanmar), Jordania, juga para pegiat zakat dan akademisi di Indonesia. Acara tersebut terselenggara atas kerja sama BAZNAS, Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Rumah Amal Salman, serta BAZNAS Provinsi Jawa Barat.
"Melalui konferensi internasional ini, kita berkumpul dengan tujuan mulia untuk melanjutkan upaya bersama dalam mengoptimalkan zakat sebagai alat untuk mengatasi kemiskinan, mewujudkan keadilan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan global," ujar Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., saat membuka ICONZ ke-8, Rabu (18/12/2024).
Menurutnya, ICONZ ini adalah kesempatan yang sangat penting bagi kita untuk memperkuat kolaborasi, bertukar gagasan, dan mengembangkan strategi baru dalam menghadapi tantangan kemiskinan dan ketidakadilan.
"Konferensi ini bukan hanya forum untuk berbagi praktik terbaik, tetapi juga peluang untuk menciptakan kemitraan yang abadi demi menghasilkan dampak yang nyata," ucapnya.
Kiai Noor menekankan, "Zakat memiliki potensi yang luar biasa. Zakat bukan sekadar kewajiban finansial, tetapi juga kekuatan untuk perubahan sosial, sarana untuk mengembalikan martabat, dan alat untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan merata."
"Saya yakin bahwa diskusi dan kolaborasi yang kita bentuk di ICONZ ke-8 hari ini akan membuka jalan bagi pencapaian yang lebih besar di masa mendatang," ucapnya.
Kegiatan ICONZ ke-8 ini juga disambut baik oleh para pegiat zakat dari ASEAN dan Jordania.
"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS atas terselenggaranya ICONZ ke-8. BAZNAS telah menjadi lembaga yang kuat, dan menjadi rujukan bagi negara-negara lain," ujar General Secretary World Zakat and Waqf Forum (WZWF) H.E. Datuk Dr. Ghazali Md. dari Malaysia.
Sementara itu, Dean, Faculty of Economic and Islamic Finance, Sultan Sharif Ali Islamic University (Brunei Darussalam) Dr. Muhammad Zaki bin Haji Zaini turut menyampaikan terima kasih dan menyambut baik konferensi internasional ini.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang telah mengundang kami pada konferensi internasional ini. Apa yang dihasilkan di konferensi ini nantinya akan kami bawa ke negara kami untuk diadaptasi dan implementasikan sesuai dengan ketentuan di negara kami," ujar Dr. Muhammad Zaki.
Apresiasi juga disampaikan oleh CEO Shunduq Zakat Jordan Dr. Abid Smerat. Pihaknya berharap, konferensi ini dapat menghasilkan inovasi-inovasi bagi perkembangan zakat dunia.
Pelaksanaan konferensi ICONZ ke-8 ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta, baik dalam dan luar negeri. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua BAZNAS RI, H Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional Prof Ir H. M Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Ec, PhD, Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH Achmad Sudrajat, Lc, MA, CFRM, Pimpinan Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan ?S.Ag, M.Si. CFRM.
Selain itu, hadir Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa) Kementerian Agama RI Prof Dr Waryono Abdul Ghafur, Guru Besar ITB Prof. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, M.S.EE, Ph.D, serta Wakil Rektor ITB Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan Prof. Ir. Muhamad Abduh, M.T., Ph.D., Myittar Resource Foundation, Myanmar Chit Ko Ko Oo. Executive Director, Advisor to the Royal Government of Cambodia, serta Deputy Chief Cabinet of Senior Minister Othsman Hassan Thorn Sarorn.
BERITA18/12/2024 | Humas
BAZNAS RI Kembali Raih Predikat Infomatif di Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali meraih "Predikat Informatif" pada Malam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik tahun 2024. BAZNAS RI berada di posisi ketiga dalam kategori Lembaga Non Struktural dengan nilai 97,38.
Penganugerahan diterima Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor Achmad MA, pada Malam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2024 dari Komisi Informasi Pusat (KI Pusat) 2024, di Jakarta, Selasa (17/12/2024).
Status Lembaga Non Struktural (LNS) “Informatif” mengulangi capaian sebelumnya, pada tahun 2023 BAZNAS berhasil mendapat nilai 94.21, peringkat keempat di kategori Lembaga Non Struktural.
"Alhamdulillah, sebelumnya pada 2023 adalah kali pertama BAZNAS mendapat Predikat Informatif, dan ini adalah yang kedua kalinya. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Komisi Informasi Pusat (KI Pusat) atas penganugerahan predikat informatif kepada BAZNAS. Jika sebelumnya kami berada di posisi empat, sekarang alhamdulillah BAZNAS naik ke peringkat ketiga. Semoga tahun depan peringkat BAZNAS kembali naik," katanya.
Ia menambahkan, kerja keras yang dilakukan seluruh amilin amilat BAZNAS semata-mata dilakukan karena BAZNAS selalu berkomitmen menjaga kepercayaan publik dan amanah dari para muzaki.
"Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS dalam upaya membangun dan menjaga kepercayaan publik," ujar Noor Achmad.
Menurut Noor, dana zakat yang dikelola BAZNAS membutuhkan transparansi kepada masyarakat. Karena zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan muzaki, harus dipertanggungjawabkan agar tepat sasaran dan BAZNAS selalu dipercaya.
BAZNAS juga terus meningkatkan kesadaran dan penguatan kinerja sehingga mampu mendorong kesadaran seluruh stakeholder di lingkungan BAZNAS atas pentingnya keterbukaan informasi publik.
"Penghargaan ini dijadikan sebagai motivasi bagi BAZNAS untuk terus konsisten dan selalu meningkatkan kinerja dan memberikan yang terbaik," ujar Noor.
BERITA18/12/2024 | Humas
BAZNAS RI Gelar Kick Off Santripreneur Kompetisi Digital Marketing Travel Haji dan Umroh
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Kick Off BAZNAS Santripreneur Kompetisi Digital Marketing Travel Haji dan Umroh. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi santri melalui sektor haji dan umroh.
Acara Kick Off disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Senin (16/12/2024), yang dibuka langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA., dan dihadiri Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI Hilman Latief, serta para peserta kompetisi dari program BAZNAS Santripreneur.
Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA. mengungkapkan, program ini merupakan bagian dari langkah BAZNAS dalam menjadi lembaga utama mensejahterakan umat.
"Kegiatan ini bertujuan bagiamana kualitas mustahik dapat menuju ke arah kesejahteraan dari sisi kualitas SDM dengan memunculkan sumber daya berkualitas, yang kompetitif, inovatif dan kreatif," kata Saidah.
Kepada santri yang mengikuti program ini, Saidah berharap dapat menjadi aktor penting di dalam industri digital marketing haji dan umroh.
"Kami berharap para santri bisa menjadi bagian upaya kita untuk memperkuat sektor haji dan umroh secara akuntabel," ucapnya.
Karena itu, Saidah mendorong kepada para santri untuk mengikuti program ini dengan serius agar mampu menumbuhkan inovasi dan kreativitas yang dimiliki para santri.
Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI Hilman Latief mengapresiasi BAZNAS dan para santri yang memiliki semangat untuk memperkuat ekosistem penyelenggaraan haji dan umroh di Indonesia.
Sebab menurutnya, haji dan umroh saat ini memiliki potensi ekonomi yang besar, namun belum mampu dimaksimalkan oleh banyak kalangan termasuk kaum muda dan para santri.
"Saya berharap kita bersama para santri bisa membangun kesadaran terkait potensi haji dan umroh," kata dia.
Hilman pun berharap ke depan lebih banyak pihak yang ikut memperkuat ekosistem haji dan umroh di tanah air.
"Ke depan, santri bisa menjadi marketer haji dan umroh, menjadi penyelanggara, Muthawif atau pemandu haji dan lain sebagainya," jelasnya.
BERITA17/12/2024 | Humas
BAZNAS Raih 5 Penghargaan pada IFA Award 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil meraih 5 penghargaan pada ajang Indonesia Fundraising Award (IFA) 2024 yang digelar di Pullman Hotel, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/12/2024).
Kelima kategori penghargaan tersebut meliputi kategori "Fundraising Zakat Terbaik", "Fundraising Kemanusiaan Terbaik", "Kepemimpinan dalam Fundraising Terbaik", "Event Fundraiser Terbaik", dan "Lembaga Pendukung Gerakan Fundraising". Penghargaan diterima Direktur Penguatan Pengumpulan Nasional BAZNAS RI Fitriyansyah Agus Setiawan, yang mewakili BAZNAS.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian tersebut. Menurut Rizal, penghargaan ini merupaka bentuk kepercayaan publik kepada amilin/amilat BAZNAS yang telah bekerja maksimal dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat.
"Penghargaan ini merupakan apresiasi bagi seluruh amil yang telah bekerja keras menyukseskan peran BAZNAS sebagai lembaga yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Penghargaan Fundaristik Zakat Terbaik menjadi sebuah bukti nyata bahwa BAZNAS tetap berkomitmen dalam memegang prinsip 3A yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Menurut Rizal, berbekal prinsip itu, BAZNAS berfokus dalam menjaga kepercayaan publik dengan transparansi dan akuntabilitas. Hal ini berimbas pada meningkatnya pengumpulan dan semakin banyak mustahik yang terbantu melalui program produktif BAZNAS.
Rizaludin menambahkan bahwa motivasi BAZNAS adalah keinginan untuk memberikan manfaat maksimal kepada mustahik.
"Penghargaan ini semoga akan memacu kami menjadi lebih baik lagi ke depan, demi tercapainya tujuan mengentaskan kemiskinan. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Capaian ini akan sangat memotivasi kami untuk terus menebarkan manfaat dan kebaikan zakat untuk membantu sesama," pungkasnya.
BERITA16/12/2024 | Humas
BAZNAS RI Dirikan Dapur Umum dan Dapur Air Bersih bagi Penyintas Banjir Sukabumi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) mendirikan layanan dapur umum Bank Makanan dan dapur air bersih bagi para korban banjir di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
"Alhamdulillah, BAZNAS hari ini mulai mengoperasikan dapur umum Bank Makanan dan dapur air bersih di lokasi bencana Sukabumi. Setelah sebelumnya, tim juga telah melakukan aksi resik musala dan rumah warga," ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA., dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/12/2024).
Saidah mengatakan, dapur umum ini didirikan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar pangan masyarakat yang terdampak bencana. "Dapur umum Bank Makanan BAZNAS ini menyiapkan sebanyak 5.000 paket makanan siap saji setiap harinya. Sementara dapur air bersih digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi para korban."
"Paket makanan siap saji ini tidak hanya disajikan di lokasi dapur umum, tetapi juga akan didistribusikan ke beberapa wilayah desa yang terdampak bencana lainnya," tambah Saidah.
Dengan adanya dapur umum Bank Makanan dan dapur air ini, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di Sukabumi terdampak banjir. Pasalnya, ketersediaan makanan yang cukup merupakan salah satu kebutuhan mendesak bagi para korban bencana.
"Dalam situasi seperti ini, penting bagi kita untuk hadir memberikan bantuan yang nyata dan tepat guna. Semoga bantuan asupan makanan dan dapur air ini dapat membantu meringankan beban kebutuhan darurat bagi masyarakat terdampak bencana di Sukabumi," harap Saidah.
Saidah menambahkan, inisiatif tersebut tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, lanjutnya, BAZNAS mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak para relawan, masyarakat sekitar, dan para muzaki yang telah memberikan kontribusi terbaiknya.
Mari panjatkan doa dan bantu ringankan beban korban bencana di Indonesia dengan bersedekah via Dompet Bencana dan Kemanusiaan:
? bazn.as/donasibencanasukabumi
Atau melalui transfer ke rekening:
BSI 2028548390
a.n. BAZNAS Kota Cirebon
Konfirmasi Sedekah
wa.me/6285195002005
BERITA10/12/2024 | Humas
Total Layani LAZ, BAZNAS RI Raih Predikat Kualitas Tertinggi Pelayanan Publik dari Ombudsman
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berhasil meraih predikat Kualitas Tertinggi dalam penilaian kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh Ombudsman RI. Hal ini merupakan apresiasi terhadap BAZNAS yang terus berusaha memberikan pelayanan terbaik terhadap Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan juga masyarakat.
Dalam laporan penilaian kepatuhan tersebut, BAZNAS berhasil meraih nilai 88,03 dengan predikat A berada di Zona Hijau, yang menandakan kualitas pelayanan publik tertinggi.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala Keasistenan Manajemen Pengetahuan Ombudsman RI, Aat Sugihartati, kepada Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH Achmad Sudrajat Lc. MA. CFRM., Selasa (10/12/2024) di Kantor BAZNAS RI, Jakarta.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat Lc. MA. CFRM., menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih. Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat dan pelayanan kepada masyarakat.
"Prestasi ini menjadi trigger bagi kita sebagai lembaga untuk terus menjaga tata kelola dengan aturan yang ada di Indonesia, juga meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk LAZ," ujar Achmad.
Achmad juga menekankan pentingnya prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI) sebagai ruh dalam memberikan layanan terbaik bagi pengelolaan zakat di Indonesia.
"Ini merupakan wujud kepercayaan sekaligus tantangan bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, dengan terus patuh terhadap aturan-aturan yang berlaku baik dari segi keagamaan maupun kepatuhan terhadap regulasi negara," katanya.
"Kami yakin dengan adanya hasil yang diberikan oleh Ombudsman akan kami jadikan sebagai catatan yang baik untuk terus meningkatkan layanan kepada masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Keasistenan Manajemen Pengetahuan Ombudsman RI, Aat Sugihartati, menyampaikan apresiasi atas peningkatan signifikan nilai kepatuhan BAZNAS. Menurutnya, hal ini menunjukkan komitmen BAZNAS dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Kami apresiasi karena dari lingkungan BAZNAS sendiri ada komitmen untuk selalu meningkatkan pelayanan di lingkungan BAZNAS dengan menunjukkan hasil yang cukup signifikan nilainya," ujar Aat Sugihartati.
Menurut Aat Sugihartati, penilaian kepatuhan yang dilakukan Ombudsman mencakup berbagai aspek, mulai dari pemenuhan standar pelayanan, pengelolaan pengaduan, sarana dan prasarana, hingga kompetensi pelaksana. Ombudsman juga memberikan perhatian khusus pada layanan yang ramah untuk kelompok marginal dan rentan.
"Alhamdulillah BAZNAS tahun ini masuk zona hijau kategori A dengan kualitas tertinggi. Dari nilainya cukup meningkat dari tahun 2023 yang sebelumnya masuk kuning, sekarang meningkat menjadi 88 dari nilainya 73," tuturnya.
Ia berharap, ini menjadi evaluasi bagi BAZNAS sendiri karena itu juga merupakan amanat undang-undang 25 tahun 2009 dimana setiap Lembaga harus selalu dilakukan evaluasi setahun sekali untuk peningkatan pelayanan publik.
"Nilainya sangat baik, rata-rata ada yang 90 bahkan 100. Ini menunjukkan bahwa selain pemahaman dan juga pengaduan, sarana prasarana di lingkungan BAZNAS sudah sangat baik. Harapannya, nanti menuju opini mutu pelayanan publik di BAZNAS bisa semakin baik," ucapnya.
Dengan diraihnya predikat tertinggi dalam penilaian pelayanan publik oleh Ombudsman RI, BAZNAS semakin memantapkan posisinya sebagai lembaga pengelola zakat yang terpercaya dan profesional.
BERITA10/12/2024 | Humas
Bantu Korban Bencana di Sukabumi, BAZNAS RI Lakukan Aksi Resik Musala dan Rumah Warga
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) melakukan aksi resik di musala dan rumah tinggal warga yang terdampak bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor di Sukabumi, Jawa Barat.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah, infrastruktur, serta mengancam kesehatan masyarakat akibat menumpuknya sampah akibat banjir dan longsor.
“Tim BAZNAS dengan cepat merespons dan menuju lokasi banjir, meski akses yang sulit menuju titik lokasi bencana, tim BAZNAS terus bergerak membuka jalur agar segera dapat membantu masyarakat yang terdampak,” ujar Saidah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/12/2024).
Ia menyampaikan, BAZNAS RI menerjunkan personel BTB untuk membantu masyarakat terdampak bencana dari lumpur maupun material akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah Kampung Warung Nangka, Kecamatan Curug Luhur.
“Aksi resik dilakukan bertujuan untuk membersihkan lingkungan dari sisa-sisa lumpur dan sampah yang dibawa arus banjir, serta meminimalisir risiko penyebaran penyakit yang dapat timbul akibat banjir dan longsor,” kata Saidah.
Saidah mengatakan, BAZNAS terus berupaya memberikan bantuan dan sedang menyiapkan berbagai layanan kemanusiaan lainnya. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat yang terdampak.
Sementara itu, anggota BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) di lokasi bencana, Indra Azi menyampaikan, aksi resik bertujuan membersihkan material yang terbawa arus banjir dilakukan sejak Kamis, 5 Desember 2024, di sejumlah titik bencana banjir.
“Saat ini, kami sedang melakukan aksi bersih-bersih material yang terbawa arus banjir dan longsor Kampung Warung Nangka, Kecamatan Curug Luhur. Semoga aksi ini dapat memberikan manfaat dan bisa membantu masyarakat membersihkan lingkungan mereka,” tambahnya.
BERITA06/12/2024 | Humas
Dihadiri 5.000 Peserta, BAZNAS RI Tampil di Panggung Muktamar Internasional Perzakatan
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menghadiri forum The Zakat, Tax, and Customs Authority (ZATCA) Conference 2024 bertema Economic Recovery and Growth Amidst Global Challenges yang diselenggarakan di Riyadh pada Rabu malam (4/12/2024), dan dihadiri oleh 5.000 peserta dari 30 negara.
Turut mendampingi Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., Sekretaris Utama BAZNAS RI, Dr Muchlis M.Hanafi, Lc, MA, serta Direktur Pengumpulan Badan BAZNAS RI, Faisal Qosim.
Tampil dalam Sesi Panel ke-4 bertema “Comparative Perspectives on Zakat Practices Internationally”, Kiai Noor menjelaskan tentang tipologi manajemen pengelolaan zakat di Indonesia serta target zakat nasional sebesar Rp41 T, peluang dan tantangan, serta keunggulan dan kesuksesan BAZNAS RI dalam program penyaluran zakat.
“Kinerja BAZNAS dalam pengelolaan zakat nasional menunjukkan hasil yang positif. Potensi zakat nasional yang mencapai Rp327 triliun diidentifikasi dari berbagai sumber, termasuk zakat pertanian, peternakan, tabungan, pendapatan, dan zakat badan. Pada tahun 2023, penghimpunan zakat mencapai Rp32,32 triliun, dengan proyeksi pengumpulan sebesar Rp41 triliun pada tahun 2024,” ujar Kiai Noor.
Dalam aspek penyaluran, lanjut Kiai Noor, tren pertumbuhan terus meningkat dengan fokus pada program pemberdayaan berbasis zakat. Kinerja ini mencerminkan strategi penghimpunan dan pendistribusian yang efektif, meskipun tantangan untuk meningkatkan keterlibatan muzakki masih menjadi pekerjaan yang perlu dioptimalkan.
Pada kesempatan itu, Kiai Noor mengungkapkan keberhasilan Indonesia menurunkan angka kemiskinan menjadi 25,22 juta jiwa pada Maret 2024, termasuk penurunan kemiskinan ekstrem dari 6,20 persen pada 2014 menjadi 0,83 persen pada 2024, berkat berbagai kebijakan strategis, termasuk optimalisasi dana zakat.
“Zakat dimanfaatkan untuk pendayagunaan ekonomi dan pendistribusian sosial yang terintegrasi dengan kebijakan nasional, didukung Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022. Pendekatan ini menjadikan zakat sebagai alat redistribusi sekaligus pemberdayaan berkelanjutan, memberikan dampak ekonomi dan sosial signifikan bagi mustahik,” jelasnya.
Kemudian, Kiai Noor juga menjelaskan 10 Program Prioritas Nasional BAZNAS tahun 2025 mencerminkan upaya strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan holistik yang mencakup kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan pemberdayaan sosial.
“Program seperti Rumah Sehat BAZNAS dan Rumah Layak Huni berfokus pada peningkatan kualitas hidup mustahik melalui akses kesehatan dan hunian yang layak. Dalam bidang ekonomi, program BAZNAS Microfinance, Z-Chicken, dan Z-Mart memberdayakan mustahik untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi melalui akses modal serta pendampingan usaha,” ucap dia.
Kiai Noor melanjutkan, Santripreneur dan Beasiswa BAZNAS mencerminkan investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan wirausaha. Selain itu, program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting menargetkan isu-isu mendesak untuk mengurangi angka kemiskinan dan malnutrisi secara signifikan.
“Melalui program Desa/Kampung Zakat dan BAZNAS Tanggap Bencana, BAZNAS juga menjangkau komunitas terpencil dan merespons krisis dengan solusi berbasis zakat yang terintegrasi. Pendekatan ini menunjukkan komitmen BAZNAS dalam menciptakan dampak berkelanjutan bagi mustahik di seluruh Indonesia,” jelas Kiai Noor.
ZATCA Conference 2024 bertujuan untuk meningkatkan kerja sama internasional dalam bidang Zakat, pajak, dan bea cukai, sekaligus memberikan solusi inovatif untuk tantangan ekonomi saat ini di bidang-bidang tersebut di tengah transformasi digital yang pesat.
BERITA06/12/2024 | Humas
BAZNAS Kota Cirebon Melaksanakan Studi Tiru ke BAZNAS Kabupaten Ciamis
Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I bersama Wakil Ketua I BAZNAS Kota Cirebon, Ahmad Banna, S.Fil, serta Kepala Pelaksana, Kepala Bagian Penghimpunan dan Staf melaksanakan kegiatan studi tiru ke BAZNAS Kabupaten Ciamis. Kamis (05/12/2024).Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan mempelajari lebih dalam terkait pelaksanaan Program Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa yang telah berhasil dijalankan di Kabupaten Ciamis.Dengan semangat berbagi ilmu dan pengalaman, kami berdiskusi langsung mengenai strategi optimalisasi pengelolaan zakat,infak, dan sedekah di tingkat desa. Banyak inspirasi dan praktik terbaik yang kami dapatkan, mulai dari mekanisme pembentukan UPZ Desa hingga pemberdayaan masyarakat melalui zakat.Semoga hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan untuk memperkuat peran UPZ Desa sebagai ujung tombak pengelolaan zakat yang transparan, profesional, dan amanah.Terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Ciamis atas ilmu dan sambutan hangatnya. Mari bersama kita wujudkan masyarakat yang lebih sejahtera melalui zakat!
BERITA06/12/2024 | Humas
Perkuat Solidaritas Kemanusiaan Palestina, Menag RI Buka BAZNAS International Forum 2024
Menteri Agama (Menag) RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., secara resmi membuka acara BAZNAS Internasional Forum. Forum ini juga menjadi platform untuk memperkuat kontribusi dalam solidaritas kemanusiaan untuk Palestina.
Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta, Ketua Komisi VIII DPR RI H. Marwan Dasopang, M.Si, juga dihadiri oleh perwakilan mitra, Bayt Zakat wa Shadaqat Prof. Sahar Nasr, Mishr Khair Foundation Mr. Amr Mamdouh Sayed Mesilhy, Shuna'a al-Hayah Hamed Ibrahim Hamed Abdelmonem, Director of Warehouses and Procurement JHCO Wesam Nizar Odeh Aisaka, Director Fundraising and Development Department King Hussein Cancer Foundation Madeleine el-Sallag, Vice President Hayrat Yardim Turkiye Abdullah Ay, Head of Donor Relations Asia Department of External Relations and Communication UNRWA Jan Patrick Schnell.
“Saat kita berkumpul, kita mengemban tanggung jawab bersama untuk tidak hanya mengakui luka-luka mendalam keluarga kita di Palestina, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam penyembuhan luka-luka tersebut,” ujar Prof Nasaruddin di Jakarta, Selasa (19/11/2024).
Dia menyampaikan, rasa sakit Palestina bukan hanya akibat konflik baru-baru ini, tetapi akibat daripada ketidakadilan, pengungsian, dan peneritaan selama puluhan tahun, selama beberapa generasi.
“Saat kita berdiri di sini dan duduk bersama di tempat ini, Bapak-Ibu sekalian, kita harus memperoleh kekuatan dari keteguhan itu. Kita harus menghormatinya dengan memastikan bahwa kata-kata dan tindakan kita selaras dengan martabat dan keadilan yang layak diterima oleh rakyat Palestina,” ujarnya.
Prof Nasaruddin mengajak semua pihak untuk berdiri bersama, bahu-membahu sebagai warga dunia, bersatu dalam keyakinan bahwa perdamaian itu mungkin. Ini bukan saatnya untuk bersimpati secara pasif. Ini adalah saatnya untuk dukungan aktif dan tindakan kolektif.
“Penyembuhan datang ketika kita menyuarakan keadilan. Ketika kita menyuarakan suara-suara yang tertindas. Ketika kita menuntut diakuinya kekerasan dan pendudukan. Dan ketika kita menegaskan bahwa semua orang berhak hidup dalam martabat, kebebasan, dan keamanan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menambahkan, forum tersebut merupakan tindak lanjut dari apa yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa bagi Indonesia tidak ada kata lain Palestina harus segera merdeka.
“Sampai saat ini sebagai contoh masyarakat Indonesia melalui BAZNAS telah membantu 400.525 orang di Gaza melalui program "Membasuh Luka Palestina." Program ini berhasil melebihi target penggalangan dana dengan total Rp 305 miliar, mengungguli target awal sebesar Rp 250 miliar,” tambahnya.
Menurut Kiai Noor, BAZNAS International Forum tidak hanya sekadar pertemuan, tetapi juga wadah bagi kita untuk mengonsolidasikan kekuatan, berbagi pengalaman, dan mengintegrasikan upaya-upaya terbaik dari lembaga-lembaga kemanusiaan global.
“Kita ingin memastikan bahwa forum ini melahirkan sinergi yang kuat di antara kita semua, yang akan membawa dampak lebih luas dan lebih signifikan bagi mereka yang membutuhkan,” ucapnya.
“Pada kesempatan ini, saya juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta dan lembaga yang telah hadir dan berkontribusi dalam forum ini. Keterlibatan Bapak-Ibu semua adalah bukti nyata dari komitmen kita bersama dalam mengatasi tantangan kemanusiaan global. Semoga Allah SWT meridhoi setiap langkah kita dan memberikan kekuatan dalam menjalankan amanah besar ini,” tambah Kiai Noor.
BERITA19/11/2024 | Humas
BSMSS, Sinergi Pemda, TNI dan BAZNAS dalam Pembangunan serta Pemberdayaan Masyarakat
Cirebon – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon terus memperkuat kerjasama Program, Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) di Kota Cirebon menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon, TNI, dan BAZNAS Kota Cirebon dalam upaya meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di RW 8 Kopiluhur, Argasunya pada hari Selasa, (12/11/ 2024), ini di buka langsung oleh PJ. Wali Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi.
hadir juga pada kegiatan ini temasuk forkopimda, Dandim 06/14 Kota Cirebon, Polres Cirebon Kota, Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon, Pimpinan Bank BJB Cirebon, serta sejumlah stakeholder terkait.
Program BSMSS, atau Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa, merupakan inisiatif TNI untuk mendukung upaya pembangunan daerah melalui kerja sama. Diantaranya dengan Pemda, BAZNAS, dan pihak terkait.
Dalam pelaksanaannya, BSMSS bertujuan untuk mewujudkan kondisi lingkungan yang lebih baik, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta menggerakkan ekonomi masyarakat.
Di Kota Cirebon, sinergi ini di dukung penuh oleh Pemda Kota Cirebon, yang melihat program BSMSS sebagai bentuk konkret dari kolaborasi lintas sektor untuk kepentingan masyarakat.
PJ. Wali Kota Cirebon menyampaikan apresiasinya terhadap program BSMSS ini. “Kegiatan BSMSS ini adalah salah satu cara untuk menyatukan semangat gotong royong dan memperkuat kebersamaan antara seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program ini memiliki tujuan yang sangat strategis. Yakni untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai inisiatif yang langsung menyentuh kebutuhan dasar mereka.
Peran TNI dalam program ini tidak hanya sebagai pelaksana. Tetapi juga sebagai fasilitator dalam menggandeng berbagai pihak bersama berkontribusi membantu program pemerintah daerah.
Dandim 06/14 Kota Cirebon, Letkol Inf Saputra Hakki menyampaikan bahwa BSMSS merupakan salah satu tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Yang bertujuan untuk mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa bakti TNI melalui program BSMSS merupakan bentuk dharma bakti untuk membantu pemerintah daerah dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga fasilitas yang di bangun dapat di manfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat,” ujar Letkol Saputra.
BAZNAS Kota Cirebon, sebagai mitra dalam program BSMSS, juga turut serta dengan menyalurkan bantuan Program Rumah Layak Huni (RLH) kepada salah satu warga.
Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S,Ag.,M.Pd.I, menjelaskan bahwa kehadiran BAZNAS dalam BSMSS merupakan wujud dari komitmen untuk terus membantu masyarakat kurang mampu.
"Alhamdulillah hari ini bsmss di buka oleh bapak PJ Wali Kota, dalam hal ini baznas membantu merenovasi rumah tidak layak huni menjadi rumah yang layak"
"saat ini proses pembangunan rumah layak huni sedang berjalan dan di jadwalkan akan rampung dalam waktu dua minggu" jelas Ketua BAZNAS Kota Cirebon.
Ia menambahkan, bahwa baznas kota cirebon akan selalu pro aktif untuk membantu program pemerintah yang fokus mengentaskan kemiskinan.
“BAZNAS Kota Cirebon InsyaAllah akan selalu berkolaborasi bersama program Pemda kota cirebon, kami juga akan berkolaborasi tentunya dengan Baznas provinsi maupun pusat”. Ujarnya
Tak hanya itu, Ketua BAZNAS juga mengucapkan terima kasih kepada para muzaki, dan para donatur yang telah menunaikan ZIS atau donasi di BAZNAS.
“terima kasih para muzaki yang mempercayakan baznas sebagai pilihan untuk menyalurkan ZIS"
"mudah-mudahan tidak ada kendala penyetoran ZIS nya ke baznas kota cirebon. Sehingga program baznas kota cirebon akan selalu eksis di tengah-tengah masyarakat kota cirebon yang membutuhkan” imbuhnya.
Kegiatan BSMSS ini di akhiri dengan peninjauan langsung ke beberapa titik lokasi program pembangunan oleh PJ. Wali Kota Cirebon, Dandim 06/14, dan para stakeholder lainnya. Peninjauan ini di lakukan untuk memastikan setiap program yang di laksanakan benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat dan memberikan manfaat nyata.
Dengan adanya sinergi Pemda, TNI, dan BAZNAS Kota Cirebon melalui program BSMSS, harapannya masyarakat di Kelurahan Argasunya dapat merasakan manfaat. Iaitu manfaat dari berbagai kegiatan yang telah terlaksana. Ini menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pemerintah dan mitra terkait untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui BSMSS, Kota Cirebon tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar lebih mandiri dan sejahtera. Program ini harapannya menjadi inspirasi untuk terus berkolaborasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
BERITA18/11/2024 | Humas
Komisi VIII DPR RI Mengapresiasi Pengumpulan ZIS BAZNAS 2024
Badan Amil Zakat Nasional - Komisi VIII DPR RI Mengapresiasi BAZNAS Terkait Pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) Tahun 2024.
Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengapresiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terkait pengumpulan zakat, infak, sedekah (ZIS) hingga triwulan III tahun 2024 yang telah mencapai Rp28,7 triliun secara nasional.
Hal tersebut Ketua Komisi VIII DPR RI sampaikan, H. Marwan Dasopang, M.Si, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (29/10/2024). Turut hadir, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dan Ketua BWI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA., serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI.
“Komisi VIII DPR RI mengapresiasi BAZNAS terkait pengumpulan zakat nasional yang hingga triwulan III tahun 2024 mencapai Rp28.749.783.717.985,” ujar Marwan.
Marwan menyampaikan, BAZNAS RI perlu meningkatkan koordinasi dan sinergisitas pengumpulan zakat dengan lembaga amil zakat lainnya, sehingga target pengumpulan tahun 2025 yang mencapai Rp50 triliun dapat terealisasikan.
“BAZNAS perlu memastikan penguatan kelembagaan, sumber daya manusia, jaringan, dan teknologi pengelolaan zakat agar target yang telah di tetapkan tahun 2025, sebesar Rp49.999.769.495.000 dapat terealisasi,” katanya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menambahkan, koordinasi BAZNAS RI dengan BAZNAS Daerah dan lembaga amil zakat berjalan baik. Katanya, hal ini di buktikan dengan penyelenggaraan Rakornas BAZNAS maupun Rakornas LAZ yang berjalan sukses.
“Rakornas BAZNAS RI tahun 2024 yang di buka oleh Bapak Presiden Joko Widodo telah berjalan dengan sukses, menghasilkan 17 resolusi. Sementara Rakornas LAZ tahun 2024 yang teselenggara belum lama ini juga menghasilkan 11 resolusi,” katanya.
Kiai Noor menyampaikan, terkait pengumpulan ZIS tahun 2025, BAZNAS Pusat, BAZNAS Daerah, dan LAZ se-Indonesia. Telah menyepakati target sebesar Rp50 triliun yang tercantum dalam Resolusi Rakornas LAZ 2024.
"Untuk pengumpulan ZIS triwulan III tahun 2024 sudah mencapai Rp28,7 triliun, masih ada waktu dua bulan, dan akan terus bertambah. Sementara dalam Rakornas LAZ 2024 kemarin, kita telah menyepakati untuk target tahun 2025 menjadi Rp50 triliun," pungkasnya.
RDP DPR RI tersebut juga dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan M.Si, CFRM., Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Arifin Purwakananta, serta Deputi II BAZNAS RI Dr H. M Imdadun Rahmat, M.Si.
Tunaikan Zakat Sekarang, Klik tombol dibawah
BERITA30/10/2024 | Humas
Alhamdulillah, Ibu Sri Terima Bantuan Rumah Layak Huni (RLH) BAZNAS RI
Cirebon - Rumah Ibu Sri Wahyuningsih yang terletak di Kelurahan Pekalipan, mengalami kerusakan parah pada bagian atap sehingga sering kali banjir saat hujan turun. Dengan keterbatasan ekonomi, Ibu Sri dan keluarganya tidak mampu melakukan renovasi atap yang ambrol tersebut. Akibat kondisi ini, setiap kali hujan deras, air dengan mudah masuk ke dalam rumah, membuat penghuninya harus berjuang untuk menjaga barang-barang mereka tetap kering.
Alhamdulillah, BAZNAS RI merespon dengan memberikan bantuan renovasi program Rumah Layak Huni (RLH) melalui BAZNAS Kota Cirebon. Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Cirebon, Abdul Muiz, M.Pd.I. (09/10/2024).
"Kami benar-benar kesulitan. Setiap kali hujan turun, air masuk ke rumah dan menggenangi seluruh ruangan. Kami khawatir, terutama dengan banyaknya orang yang tinggal di sini, terutama anak-anak. Kami berharap ada bantuan agar kondisi rumah kami bisa lebih baik," ungkap Ibu Sri
Melihat kondisi yang mendesak ini, BAZNAS segera merespon dengan meninjau langsung rumah Ibu Sri Wahyuningsih. BAZNAS berkomitmen untuk membantu keluarga tersebut melalui program Rumah Layak Huni bagi warga kurang mampu.
“Kondisi rumah Ibu Sri sangat tidak layak huni dan ini menjadi prioritas kami. BAZNAS akan berupaya secepat mungkin memberikan bantuan” ujar waka II BAZNAS.
Harapannya, dengan bantuan ini, keluarga Ibu Sri dapat hidup lebih layak dan terhindar dari dampak buruk banjir yang selama ini terus mereka alami.
Tunaikan zakat melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Cirebon, Klik Tombol dibawah :
BERITA18/10/2024 | Humas
Senyum Bahagia Ibu Siti, Bantuan Susu Formula dari BAZNAS Kota Cirebon Untuk Anaknya yang Terindikasi Stunting
Cirebon – Senyum bahagia terpancar dari wajah Ibu Siti, seorang ibu rumah tangga dari Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, yang menerima bantuan susu formula dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon untuk anaknya yang terindikasi stunting. Bantuan ini merupakan bagian dari program cirebon sehat yang dicanangkan oleh BAZNAS Kota Cirebon sebagai upaya dalam membantu keluarga yang membutuhkan, khususnya anak-anak yang terancam pertumbuhan fisiknya akibat kekurangan gizi.
Anak Ibu Siti yang baru berusia balita teridentifikasi mengalami risiko stunting, suatu kondisi yang terjadi ketika anak mengalami kekurangan gizi kronis sehingga menghambat pertumbuhan dan perkembangan optimal mereka. Melalui program ini, BAZNAS Kota Cirebon memberikan bantuan berupa susu formula untuk mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi anak-anak yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag.,M.Pd.I, menjelaskan bahwa program bantuan ini merupakan salah satu wujud nyata dari kepedulian BAZNAS dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka stunting di kota cirebon. "Kami berkomitmen untuk terus memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya keluarga-keluarga yang anak-anaknya berisiko mengalami stunting. Ini adalah langkah kecil yang kami harapkan dapat memberikan dampak besar bagi masa depan generasi penerus bangsa," ujar H. Hamdan.
Ibu Siti pun menyampaikan rasa syukurnya kepada BAZNAS atas bantuan yang diberikan. "Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS. Dengan adanya bantuan ini, saya berharap anak saya bisa tumbuh sehat dan terhindar dari stunting," ungkapnya.
BAZNAS Kota Cirebon mengajak masyarakat yang mampu untuk turut berpartisipasi dalam program-program sosial dan kemanusiaan yang mereka jalankan. Setiap donasi yang disalurkan melalui BAZNAS Kota Cirebon akan didistribusikan secara transparan dan tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Melalui program bantuan ini, diharapkan semakin banyak anak-anak di Kota Cirebon yang terbebas dari risiko stunting dan dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat dan kuat untuk masa depan bangsa yang lebih baik.
Terima kasih kepada Muzaki, Munfik, dan Mushodik yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Cirebon, Zakat anda telah menyelamatkan nasib saudara-saudara kita yang kekurangan.
Kunjungi juga Blog BAZNAS Kota Cirebon dengan klik tombol dibawah ini :
BERITA17/10/2024 | Humas
LAZNAS Syarikat Islam Apresiasi Pengelolaan Zakat BAZNAS
Ketua Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Syarikat Islam, H. David Chalik memuji perkembangan signifikan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam beberapa tahun dalam menjalankan tugasnya mengelola dana umat.
“Saya bangga melihat perkembangan BAZNAS saat ini. Artinya dibandingkan dengan satu dekade yang lalu, BAZNAS yang sekarang memang agresif dan inovatif untuk melakukan tugasnya mengelola dana umat melalui ragam program dan inovasi yang disiapkan,” ujar David Chalik saat Rapat Kerja Nasional (Rakornas) LAZ se-Indonesia di Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Menurut David Chalik, peran BAZNAS dalam mengelola dana umat sangat penting, terlebih untuk LAZ-LAZ baru seperti Syarikat Islam. Katanya, BAZNAS sudah seperti induk dan rumah bagi LAZNAS Syarikat Islam.
“Kami sebagai sebagai LAZNAS yang baru lahir jadi merasa mempunyai induk, walaupun tidak terafiliasi langsung, tapi jelas ada arahannya, bimbingannya, dan rumahnya,” katanya.
David Chalik mengapresiasi BAZNAS yang terus semangat untuk menjadikan lembaga zakat yang ada di Indonesia untuk taat dan tertib dalam pengumpulan dan pengelolaan zakatnya. Semangat tersebut penting ditanamkan kepada setiap lembaga zakat di seluruh Indonesia.
“Terus meningkatkan kesadaran ini yang penting, yang jadi akhirnya ke depannya LAZ di seluruh Indonesia semuanya siap menjadi lembaga amil zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga dipercaya masyarakat,” jelasnya.
Dia mengakui bahwa sebagai lembaga zakat yang baru lahir, LAZNAS Syarikat Islam banyak belajar dari BAZNAS terkait inovasi program pengumpulan maupun pendistribusian. Banyak program-program yang dimiliki Syarikat Islam yang terinspirasi dari BAZNAS.
“Inovasi-inovasi yang kami lakukan tidak hanya dari sisi pengumpulannya, tetapi juga pendistribusiannya baik program-program ekonomi, pemberdayaan umat, beasiswa, tebar beras, hingga dukungan untuk ustaz-ustazah di pedalaman,” ungkapnya.
David Chalik berharap, BAZNAS lebih rutin menggelar pertemuan yang memperkuat koordinasi LAZ se-Indonesia, sehingga upaya-upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat semakin mudah dilakukan.
“Acara seperti ini sangat bagus dan penting sebagai ajang saling support dan kolaborasi, karena sekarang era kolaborasi. Kekuatan itu tidak datang dari masing-masing, tetapi dari kolaborasi supaya bisa saling menguatkan,” pungkasnya.
BERITA17/10/2024 | Humas
Rakornas LAZ Se-Indonesia, BAZNAS Dorong Penguatan Tiga Pilar Utama Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong tiga pilar utama dalam penguatan pengelolaan zakat di tanah air. Ketiga hal tersebut yaitu sumber daya manusia (SDM) profesional, teknologi informasi, dan infrastruktur yang solid.
Hal itu disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia di Jakarta, pada Selasa (15/10/2024).
Menurut Rizaludin, tanpa dukungan SDM berkualitas, teknologi yang kuat, serta infrastruktur yang solid, Lembaga Amil Zakat (LAZ) akan kesulitan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam hal pengelolaan dana zakat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dalam hal ini.
"Lembaga zakat harus memiliki tim yang kompeten, memiliki integritas, serta mampu mengikuti perkembangan tren dan inovasi dalam pengelolaan zakat. Selain itu, SDM juga perlu dibekali dengan pelatihan berkelanjutan untuk menjaga kualitas pelayanan," ujarnya.
Dalam sambutannya, Rizaludin menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, LAZ harus fokus pada inovasi layanan dan penggunaan teknologi agar bisa mengelola zakat secara efisien tanpa “menjual air mata mustahik”. Hal ini akan menciptakan kenyamanan dan kepuasan bagi para muzaki (pemberi zakat) sehingga semakin banyak yang percaya pada lembaga zakat di Indonesia.
“Organisasi pengelola zakat bukan sekadar menghimpun dana, melainkan menawarkan jasa pengelolaan amal yang profesional,” katanya.
Rizaludin juga menyoroti pentingnya SDM yang profesional, teknologi informasi, dan infrastruktur yang solid dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, tanpa dukungan SDM berkualitas dan teknologi yang kuat, LAZ akan kesulitan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam hal pengelolaan dana zakat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dalam hal ini.
Rizaludin menekankan bahwa ada beberapa isu strategis yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah literasi zakat, kinerja fundraising, layanan pasca donasi, kualitas SDM fundraising, digitalisasi, dan branding kelembagaan. Hal ini dianggap penting agar zakat dapat dihimpun dengan lebih efektif dan efisien.
Sementara itu, Perwakilan LAZ Rabbani, Muhammad Faried, menyoroti tantangan literasi zakat di Indonesia. Menurutnya, minat baca masyarakat Indonesia yang rendah menjadi salah satu hambatan utama dalam meningkatkan kesadaran akan zakat. Faried menjelaskan bahwa di era media sosial, masyarakat lebih suka konten visual yang singkat dan padat, sehingga edukasi zakat harus disesuaikan dengan tren ini.
Sebagai solusi, Faried menyampaikan bahwa LAZ Rabbani telah mulai membuat konten-konten edukatif yang ringkas dan menarik untuk diunggah di media sosial seperti Instagram dan Facebook. Namun, ia mengakui bahwa dampaknya masih kecil karena konten tersebut belum didukung dengan promosi berbayar (ads) yang lebih luas. “Kami berusaha untuk terus meningkatkan literasi zakat di masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan Faried, pimpinan LAZ Al-Hilal, Iwan Setiawan, membahas tantangan dalam fundraising. Menurutnya, strategi penggalangan dana melalui WhatsApp (WA) yang telah digunakan selama beberapa tahun kini mulai menunjukkan kejenuhan. Selain itu, ia menambahkan bahwa pelemahan ekonomi nasional juga berdampak pada menurunnya minat masyarakat untuk berdonasi melalui lembaga zakat.
"Penurunan fundraising Lembaga pengelolaan zakat terjadi karena beberapa hal yaitu kejenuhan strategi WA fundraising (internal), masyarakat memilih donasi di kegiatan lembaga terdekat, bahkan tetangga/keluarganya, pelemahan ekonomi nasional, menurunnya berdonasi ke lembaga. Hal itu tentu harus kita carikan solusi bersama," paparnya.
Jajang Nurjaman, pimpinan LAZ Daarut Tauhid, menyoroti pentingnya kepedulian yang didasarkan pada tauhid dalam pengelolaan zakat. Ia menyampaikan bahwa semakin kuat keimanan seseorang, semakin besar kepeduliannya terhadap sesama.
“Sebagaimana disebutkan dalam hadits, ‘Tidaklah beriman seseorang yang kenyang semalaman, sementara tetangganya kelaparan,’ kepedulian yang kita tanamkan harus berasal dari iman,” ungkap Jajang.
Jajang menambahkan bahwa kepedulian tidak diukur dari banyaknya donasi yang diberikan, melainkan dari pemahaman bahwa di dalam harta seseorang terdapat hak bagi mustahik. Dengan memahami ini, para muzaki akan lebih terdorong untuk memberikan zakat mereka dan memperkuat tauhid mereka dalam prosesnya.
Rapat Kerja Nasional Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia berlangsung pada Selasa, 15 Oktober 2024, di Jakarta. Acara ini dihadiri oleh pimpinan LAZ dari seluruh Indonesia dengan agenda utama membahas strategi pengelolaan zakat untuk mencapai target nasional dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam penghimpunan zakat.
Rakornas juga membahas pentingnya inovasi dalam layanan zakat. Dalam era digital, LAZ didorong untuk memanfaatkan teknologi agar pengelolaan zakat lebih cepat, transparan, dan efisien. Dengan teknologi yang tepat, penyaluran dana zakat dapat dilakukan lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan mustahik di berbagai daerah.
BERITA17/10/2024 | Humas
BAZNAS RI Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Zakat Bersama 167 Perwakilan LAZ
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional dengan 167 perwakilan Lembaga Amil Zakat (Rakornas LAZ 2024) dari seluruh Indonesia, pada 14-16 Oktober 2024.
Rakornas LAZ 2024 diselenggarakan sebagai upaya untuk memperkuat integrasi dan meningkatkan kinerja pengelolaan Zakat, Infaq, Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) secara nasional.
Turut hadir membuka acara, Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua Umum MUI Dr. K.H. Marsudi Syuhud, MM., Direktur Eksekutif KNEKS: KH. Sholahudin Al Aiyub, M.Si, Pimpinan BAZNAS RI, Direktur Eksekutif POROZ Nur Hasan, serta 167 perwakilan LAZ dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menyampaikan terima kasih kepada seluruh LAZ yang telah hadir, kemudian menjelaskan urgensi untuk bersinergi dalam memaksimalkan potensi zakat di Indonesia demi mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan umat.
“Kami sangat berharap agar nanti masing-masing LAZ mempunyai kekuatan sendiri-sendiri. Potensi zakat kita sekarang di Indonesia lebih dari Rp300 triliun, tetapi kemarin kita baru bisa mendapatkan 41 triliun untuk 2024, insya Allah,” ujar Kiai Noor, di Jakarta, Selasa, (15/10/24).
"Saya berharap, dalam Rakornas LAZ kali ini, BAZNAS dan LAZ dalam menjalin sinergi dan kolaborasi dalam menyongsong tahun 2025 mendatang. Insya Allah apa yang kita lakukan ini mengikuti jejak-jejak amirul mukminin," ucapnya.
Rakornas LAZ ini pun disambut baik oleh Sekretaris Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU Moesafa S.Fil.I.
Menurutnya, sebagai LAZ dengan pengumpulan terbanyak, LAZISNU mendukung sinergi pengelolaan zakat pada LAZ seluruh Indonesia.
Moesafa berharap akan ada satu data gabungan dari seluruh LAZ untuk menghindari ‘overlapping’ dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat nantinya.
Hal yang sama disampaikan oleh Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU), Ahmad Imam Mujadid Rais M. IR. Beliau menyebut upaya ini merupakan tugas besar yang membutuhkan gotong royong dari seluruh stakeholder terkait.
“Saya kira kunci pentingnya adalah bagaimana BAZNAS bisa mengorkestrasi LAZ-LAZ yang berbagai macam ini,” tuturnya.
Demikian juga Wakil Ketua Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Assalam fil Alamin (LAZIS ASFA), Anizar Masyhadi menyampaikan, sinergi pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS merupakan langkah yang baik untuk melihat dan memaksimalkan tiap potensi yang ada di LAZ seluruh Indonesia.
“Perlu dilakukan pembagian tugas misalnya (lembaga) siapa yang pos kemanusiaannya besar, (lembaga) siapa yang pos pendidikannya lebih besar. Agar tidak terfokus pada salah satu bidang saja,” pungkasnya.
BERITA17/10/2024 | Humas
Di Rakornas LAZ, Menag RI: BAZNAS Jadi Motor Penanggulangan Kemiskinan
Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI merupakan salah satu lembaga yang menjadi penggerak penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan.
Hal tersebut disampaikan Menag Yaqut saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia bertema “Sinergi Pengelolaan Zakat untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan” di Jakarta, pada Selasa (15/10/2024).
Turut hadir, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., beserta jajarannya, Wakil Ketua Majelis Ulama (MUI) KH. Marsudi Syuhud, Direktur Eksekutif KNEKS KH. Sholahudin Al Aiyub, Direktur Eksekutif POROZ Nur Hasan, Kepala Grup Ekonomi dan Keuangan Syariah DEKS BI Dadang Muljawan, serta 167 perwakilan LAZ se-Indonesia.
“BAZNAS ini menjadi motor penting bagi penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Kolaborasi dengan pemerintah itu penting sekali dilakukan,” ujar Menag Yaqut.
Menurut Menag Yaqut, BAZNAS RI telah berhasil dalam memetakan masyarakat kurang mampu di Indonesia melalui sejumlah program yang telah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir, salah satunya Beasiswa Santri BAZNAS.
“Pemetaan mustahik itu penting. Nah beasiswa yang diberikan kepada santri ini saya kira merupakan langkah maju dari BAZNAS bagaimana memetakan para mustahik ini agar distribusinya tepat dan bermanfaat,” katanya.
Menag Yaqut berharap, BAZNAS dan LAZ bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memudahkan pengumpulan dana zakat, sehingga semakin luas jangkauan masyarakat kurang mampu yang mendapat bantuan.
“Saya yakin kalau kita bisa kembangkan teknologi informasi yang lebih sederhana tentang pengumpulan zakat ini melalui BAZNAS dan LAZ yang lain, saya kira pengumpulan zakatnya akan semakin agresif, karena tidak ada pilihan lain selain harus beradaptasi dengan perkembangan zaman,” pungkasnya.
Kunjungi juga blog BAZNAS Kota Cirebon dengan cara klik tombol dibawah ini :
BERITA17/10/2024 | Humas

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat

