WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Cirebon Perkuat Kolaborasi Bersama Polres Cirebon Kota

CIREBON — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satunya melalui silaturahmi jajaran pimpinan dan Amil Pelaksana BAZNAS Kota Cirebon ke Polres Cirebon Kota, Senin (21/09/2026).

Kegiatan silaturahmi yang berlangsung di ruang kerja Polres Cirebon Kota tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkenalkan jajaran pimpinan BAZNAS Kota Cirebon kepada Kapolres Cirebon Kota yang baru.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Kapolres Cirebon Kota, AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. bersama Wakapolres, Kasatlantas, Kasatreskrim, Kasat Intelkam, dan Kasat Narkoba. Sementara dari BAZNAS Kota Cirebon hadir Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H.Hamdan, S.Ag,.M.Pd.I, Wakil Ketua I, Wakil Ketua IV, serta jajaran Amil Pelaksana.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga membahas peluang penguatan kolaborasi dalam berbagai program sosial yang dapat dilakukan bersama untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kota Cirebon.

Kolaborasi tersebut menjadi penting karena Polres Cirebon Kota selama ini juga memiliki peran dalam mendukung gerakan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). UPZ Polres Cirebon Kota secara aktif menghimpun zakat profesi serta infak dan sedekah dari para anggotanya untuk disalurkan melalui BAZNAS Kota Cirebon.

ZIS yang dihimpun melalui UPZ tersebut kemudian dikelola dan disalurkan BAZNAS Kota Cirebon melalui berbagai program kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, sosial kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, maupun keagamaan.

Melalui sinergi antara BAZNAS Kota Cirebon dan Polres Cirebon Kota, zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan para anggota kepolisian tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga turut menjadi bagian dari gerakan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

BAZNAS Kota Cirebon berharap silaturahmi dan kolaborasi ini dapat terus berkembang, sehingga semakin banyak program kebaikan yang dapat dihadirkan dan semakin luas pula masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir kolaborasi. Dan dari kolaborasi, semakin banyak masyarakat yang terbantu.

Zakat Menguatkan Indonesia.

21/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Kaki Palsu untuk Bapak Suryadi, Bantu Kembali Beraktivitas

CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menghadirkan manfaat zakat melalui penyaluran bantuan kaki palsu kepada Bapak Suryadi, warga RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, Kota Cirebon, Senin (14/9/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I., bersama jajaran amil dan staf BAZNAS Kota Cirebon. Bantuan kaki palsu ini diberikan untuk membantu menunjang mobilitas Bapak Suryadi agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, H. Hamdan menyampaikan bahwa bantuan kaki palsu merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kota Cirebon untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan kaki palsu untuk Bapak Suryadi supaya bisa beraktivitas lagi seperti dulu. Mudah-mudahan bantuan ini banyak manfaatnya dan dapat membantu Bapak dalam beraktivitas,” ujar H. Hamdan.

Ia juga berharap kaki palsu yang diberikan dapat dirawat dengan baik sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Kami selaku pimpinan BAZNAS dan para staf amil, mudah-mudahan mendapat rida dan pahala dari Allah. Mudah-mudahan kaki palsu ini awet, Pak, dirawat,” lanjutnya.

Bapak Suryadi: Akan Dirawat dan Digunakan untuk Aktivitas Sehari-hari

Bagi Bapak Suryadi, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti. Ia menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kota Cirebon atas bantuan kaki palsu yang diterimanya.

“Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan kaki palsu kepada saya. Insyaallah kaki palsu ini akan saya jaga, dirawat dan digunakan untuk aktivitas seperti biasa yang sehari-hari saya lakukan,” ungkap Bapak Suryadi.

Ia kembali menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih sekali lagi atas bantuannya,” tuturnya.

RW: Bukti Kehadiran BAZNAS di Tengah Masyarakat

Apresiasi juga disampaikan oleh pengurus RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan. Perwakilan RW menyebut proses pengajuan bantuan hingga penanganan yang relatif cepat menjadi salah satu manfaat yang dirasakan masyarakat dari kehadiran BAZNAS Kota Cirebon.

“Kami atas nama pengurus RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Cirebon yang telah membantu warga kami,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan kaki palsu tersebut menjadi bantuan yang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Ini bantuan yang saya pikir adalah bantuan yang cepat. Penanganan pengajuannya tidak lama. Karena itu, kita merasakan manfaat kehadiran BAZNAS Kota Cirebon di tengah-tengah masyarakat,” lanjutnya.

Ia berharap BAZNAS Kota Cirebon dapat terus hadir memberikan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat.

Zakat Menguatkan, Hadirkan Manfaat bagi Sesama

Penyaluran bantuan kaki palsu kepada Bapak Suryadi menjadi salah satu wujud nyata kepedulian BAZNAS Kota Cirebon dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut tidak hanya berupa alat bantu mobilitas, tetapi juga diharapkan dapat memberikan semangat dan kesempatan bagi penerima manfaat untuk menjalankan kembali aktivitas sehari-hari.

Melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki dan donatur, BAZNAS Kota Cirebon terus berupaya menghadirkan manfaat di tengah masyarakat melalui berbagai program, termasuk bidang kesehatan dan bantuan sosial.

Kehadiran BAZNAS diharapkan dapat menjadi penghubung antara kebaikan para muzaki dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan, sehingga dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan.

Zakat Menguatkan Indonesia.

21/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS Semarakkan MTQ Nasional XXXI dengan Edukasi Zakat dan Layanan Gratis

Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menyemarakkan syiar Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat gerakan zakat dan berbagai manfaatnya.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dan BAZNAS Kota Semarang menghadirkan berbagai layanan dan aktivitas menarik bagi peserta maupun pengunjung pameran MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah.

Sejumlah layanan dan kegiatan dihadirkan, mulai dari booth edukasi digital “Jelajah Dampak Zakat Nusantara”, layanan potong rambut gratis, hingga partisipasi dalam Halal Food Fest yang menghadirkan berbagai produk olahan lokal dari usaha milik mustahik binaan BAZNAS.

Edukasi Zakat dengan Cara yang Lebih Interaktif

Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., mengajak masyarakat untuk mengunjungi booth BAZNAS dan memanfaatkan berbagai layanan serta edukasi yang tersedia selama pameran berlangsung.

Menurutnya, kehadiran BAZNAS dalam MTQ Nasional XXXI menjadi kesempatan untuk memperkenalkan zakat kepada masyarakat melalui pendekatan yang edukatif dan interaktif.

“Dalam rangka memeriahkan MTQ Nasional XXXI, BAZNAS mengikuti kegiatan pameran yang berlangsung sejak tanggal 11 hingga tanggal 19 September. Silakan hadir di pameran tersebut, di booth kami. Kita ada edukasi tentang zakat. Kalau Anda beruntung, Anda akan mendapatkan hadiah yang sangat menarik,” ujar Subhan di sela kunjungannya ke booth BAZNAS, Sabtu (19/9/2026).

Booth tersebut tidak hanya melibatkan BAZNAS RI. BAZNAS daerah turut berpartisipasi bersama para pelaku UMKM binaan BAZNAS yang membawa berbagai produk hasil pemberdayaan mustahik.

Dengan demikian, pengunjung tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai zakat, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana zakat dikelola dan diwujudkan menjadi berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari Edukasi Zakat hingga Produk Mustahik

Salah satu bagian yang menarik perhatian pengunjung adalah kehadiran produk-produk UMKM binaan BAZNAS dalam Halal Food Fest.

Produk tersebut menjadi gambaran nyata bahwa zakat tidak berhenti pada penghimpunan dan penyaluran, tetapi dapat diarahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi dan mendorong penerima manfaat agar semakin mandiri.

Selain menikmati produk kuliner lokal, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif di booth BAZNAS serta memperoleh informasi mengenai program-program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS.

Antusiasme peserta dan pengunjung terlihat dari keikutsertaan mereka dalam berbagai aktivitas yang disediakan. Kehadiran booth BAZNAS pun menjadi ruang perjumpaan antara edukasi, pelayanan, pemberdayaan, dan syiar zakat.

Membumikan Al-Qur’an melalui Gerakan Kebaikan

Subhan berharap kehadiran BAZNAS dalam MTQ Nasional XXXI dapat menjadi sarana untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai zakat sekaligus memaknai MTQ sebagai momentum membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

“Silakan datang ke pameran ini dan kita meriahkan tabarukan bil Quran. Kita mengambil berkah dari kegiatan membumikan Al-Qur’an melalui MTQ Nasional XXXI Tahun 2026,” ucapnya.

MTQ pada akhirnya bukan hanya tentang lantunan ayat suci dan perlombaan membaca Al-Qur’an. Momentum ini juga dapat menjadi ruang untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata—termasuk melalui kepedulian, berbagi, pemberdayaan, dan pengelolaan zakat yang amanah.

Melalui kehadirannya di MTQ Nasional XXXI, BAZNAS terus mengajak masyarakat untuk mengenal zakat lebih dekat sekaligus melihat dampak kebaikan yang lahir ketika zakat dikelola dan disalurkan secara tepat.

Dari Al-Qur’an, tumbuh nilai kebaikan.

Dari zakat, tumbuh kebermanfaatan.

Zakat Menguatkan Indonesia.

19/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS RI Optimalkan UPZ Kemenhut untuk Fasilitasi ASN Menunaikan Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekaligus memperkuat syiar dan edukasi zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Upaya tersebut mengemuka dalam acara serah terima jabatan kepengurusan UPZ BAZNAS Kementerian Kehutanan RI periode 2026–2030 yang berlangsung di Gedung Kemenhut, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kementerian Kehutanan Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., serta Ketua UPZ Kemenhut periode 2018–2025 Ir. Sudjoko Prajitno beserta jajaran.

Memperkuat UPZ, Memudahkan ASN Berzakat

Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, menekankan pentingnya memperkuat UPZ sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi zakat di lingkungan kementerian.

Menurutnya, UPZ memiliki peran penting dalam menghadirkan layanan zakat yang mudah dan terintegrasi bagi para ASN, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel.

“Pengelolaan zakat di lingkungan kementerian dan lembaga, termasuk di Kemenhut, memerlukan dukungan dan sinergi dari berbagai unsur. Karena itu, keberadaan UPZ perlu diperkuat agar mampu menjadi bagian dari ekosistem pelayanan zakat yang memberikan kemudahan kepada ASN, sekaligus mendukung tata kelola zakat yang amanah dan akuntabel,” ujar Rizaludin.

Penguatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan, tetapi juga mencakup kesiapan organisasi dan sistem pelayanan zakat secara menyeluruh.

Pelayanan Zakat Harus Profesional dan Amanah

Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC., CFRM., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat membutuhkan kesiapsiagaan dari berbagai sisi.

Mulai dari penghimpunan, organisasi, sumber daya manusia, sistem layanan, administrasi, data, pelaporan, hingga komunikasi dengan muzaki dan koordinasi antara BAZNAS dengan UPZ perlu dipersiapkan secara baik.

“Pengelolaan zakat harus mampu memberikan pelayanan secara cepat dan baik ketika muzaki membutuhkan layanan, sekaligus memastikan setiap proses pengelolaan dana zakat dilaksanakan secara profesional, amanah, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan syariat,” ujarnya.

Dengan pengelolaan yang terintegrasi, UPZ diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembayaran zakat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pelayanan yang mendampingi muzaki dalam menunaikan kewajibannya.

Edukasi Zakat bagi ASN Perlu Diperkuat

Kepala Divisi Pengumpulan Kementerian dan Lembaga Nonkementerian BAZNAS RI Dr. Mohan, S.E., M.E.I., mengapresiasi komitmen Kementerian Kehutanan dalam mengembangkan pengelolaan zakat melalui UPZ.

Ia menilai, sinergi antara Kemenhut RI dan BAZNAS RI perlu terus diperkuat agar pengelolaan zakat dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurutnya, optimalisasi zakat tidak cukup hanya dengan menyediakan mekanisme pembayaran. Edukasi dan pengingat secara berkelanjutan juga diperlukan agar ASN memahami kewajiban zakat sesuai ketentuan syariah.

Hal tersebut mencakup pemahaman mengenai nisab, haul, objek zakat, hingga mekanisme penunaian zakat.

UPZ sebagai Bagian dari Kesadaran Ibadah

Kepala Biro Umum sekaligus Ketua UPZ Kementerian Kehutanan Irfan Mudofar, S.Hut., M.A., M.A.P., menyampaikan bahwa pengelolaan zakat di lingkungan ASN tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas administratif.

Lebih dari itu, pengelolaan zakat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran ibadah harta di lingkungan ASN.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan sekaligus Penasihat UPZ Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang amanah, tertib, profesional, dan berkelanjutan.

UPZ bersama para petugas layanan zakat memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada ASN yang menunaikan zakat sekaligus memastikan setiap proses pengelolaan berjalan dengan baik.

Melalui penguatan UPZ, sinergi kelembagaan, serta edukasi yang berkelanjutan, BAZNAS RI dan Kementerian Kehutanan terus mendorong hadirnya layanan zakat yang semakin mudah, profesional, dan amanah bagi para ASN.

Pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang membangun ekosistem kebaikan yang dikelola secara tepat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Zakat Menguatkan Indonesia.

18/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate
BAZNAS RI Raih Penghargaan Lembaga Pemberdaya dari HPDKI

Tangerang — Zakat tidak hanya menjadi jalan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi pintu bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi. Upaya tersebut kembali mendapat apresiasi setelah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penghargaan kategori Lembaga Pemberdaya dari Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI).

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi BAZNAS dalam memberdayakan peternak domba dan kambing skala kecil di berbagai daerah melalui program pemberdayaan ekonomi.

Apresiasi diserahkan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) V HPDKI yang berlangsung di Nusantara Hall ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/9/2026).

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat kecil agar memiliki kesempatan untuk berkembang dan lebih mandiri secara ekonomi.

“Saya kira ini adalah salah satu award yang sangat penting karena BAZNAS diakui sebagai salah satu lembaga pemberdaya masyarakat kecil, yakni peternak domba,” ujar Sodik Mudjahid.

Dari Bantuan Modal hingga Akses Pasar

Pemberdayaan peternak dilakukan melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari bantuan modal, pendampingan usaha, hingga penguatan akses pasar.

Salah satu program yang menjadi bagian dari upaya tersebut adalah Balai Ternak BAZNAS, yang dikembangkan sebagai wadah pemberdayaan peternak mustahik agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Melalui pendampingan, para peternak mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.

HPDKI menilai kontribusi BAZNAS tersebut terlihat melalui keberhasilan program Balai Ternak domba dan kambing dalam memberdayakan peternak mustahik. Dukungan juga diperkuat dengan pembukaan akses pasar melalui berbagai program, termasuk Kurban dan Dam BAZNAS.

Dengan adanya akses pasar, hasil usaha peternak memiliki peluang untuk terserap dengan lebih baik sehingga manfaat pemberdayaan tidak berhenti pada bantuan awal.

Pemberdayaan Peternak dan Ketahanan Pangan

BAZNAS juga berkomitmen untuk terus melanjutkan dan memperluas pengembangan Balai Ternak di berbagai daerah.

Menurut Sodik, program tersebut memiliki manfaat pada dua sisi. Di tingkat masyarakat, pemberdayaan peternak dapat membantu menghidupkan perekonomian usaha mikro. Sementara dalam skala yang lebih luas, pengembangan peternakan turut mendukung ketahanan pangan nasional.

“Untuk semua pengurus, mari kita teruskan program BAZNAS dalam pengembangan Balai Ternak karena ini secara makro adalah membantu ketahanan pangan Indonesia dan secara mikro ini adalah betul-betul menghidupkan para pengusaha mikro yakni para peternak,” kata Sodik.

Penghargaan dari HPDKI menjadi bagian dari perjalanan pemberdayaan zakat yang menempatkan mustahik bukan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai masyarakat yang memiliki potensi untuk tumbuh dan menjadi lebih mandiri.

Ketika zakat dikelola untuk membuka akses usaha, memberikan pendampingan, dan memperluas peluang pasar, manfaatnya dapat terus berkembang dari satu penerima kepada keluarga dan lingkungan di sekitarnya.

Dari zakat, tumbuh usaha.

Dari usaha, lahir kemandirian.

Dan dari masyarakat yang mandiri, ekonomi Indonesia ikut menguat.

Zakat Menguatkan Indonesia.

18/09/2026 | Kontributor: Admin | Akate

Berita Terbaru

Dari Sedekah Konsumen, BAZNAS RI dan Alfamidi Salurkan Bantuan bagi 1.920 Penerima Manfaat
Dari Sedekah Konsumen, BAZNAS RI dan Alfamidi Salurkan Bantuan bagi 1.920 Penerima Manfaat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Alfamidi menyalurkan santunan kepada 1.920 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 11 provinsi di Indonesia meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua Barat Daya. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi dan dukungan luar biasa dari seluruh Alfamidi yang telah sukarela memberikan donasi bebas. Total, selama periode periode Juni - Oktober 2024 donasi konsumen Alfamidi mencapai Rp2.614.921.765 atau lebih dari Rp2,6 miliar. "Adapun bentuk bantuan yang diberikan meliputi aspek kemanusiaan, kesehatan, ekonomi dan pendidikan," kata Saidah, di Jakarta, Jumat (8/8/2025). Saidah menjelaskan, di bidang kemanusiaan disalurkan dalam bentuk dapur umum untuk bencana alam, paket logistik, dan hunian sementara. Di bidang kesehatan, kata Saidah, bantuan diberikan melalui layanan kesehatan masyarakat, paket gizi nusantara, dan pembangunan rumah sakit gratis bagi mustahik. Untuk bidang ekonomi, bantuan diberikan dalam bentuk dukungan usaha untuk warung kecil, warung kopi, serta program lumbung pangan. "Sedangkan di bidang pendidikan, bantuan disalurkan dalam bentuk beasiswa Cendikia BAZNAS dan renovasi Tempat Pengajian Quran (TPQ) di Raja Ampat, Papua," ujar Saidah. Melalui kebaikan seluruh konsumen Alfamidi yang telah menyalurkan donasinya, Saidah berharap pihaknya terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi para penerima manfaat di seluruh Indonesia. Sementara itu, Corporate Communication Manager Alfamidi, Retriantina Marhendra menjelaskan, Sedekah Konsumen Alfamidi adalah program sosial untuk mengajak konsumen bersedekah melalui uang kembalian saat belanja di Alfamidi maupun sedekah bebas melalui gerai kasir. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh konsumen Alfamidi. Kami sangat mengapresiasi dukungan masyarakat yang telah berkontribusi dalam meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan," ujar Retriantina. "Semoga sedekah yang diberikan dapat memberikan manfaat dan berkah bagi semua,” imbuhnya. Mari terus menebar kebaikan melalui : https://baznas.go.id/sedekahkonsumenalfamart
BERITA13/08/2025 | Humas
Lewat Program ZChicken BAZNAS RI, Fitri Sukses Raih Omzet Bulanan Rp26 Juta
Lewat Program ZChicken BAZNAS RI, Fitri Sukses Raih Omzet Bulanan Rp26 Juta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus menunjukkan keberhasilan program pemberdayaan ekonomi. Salah satunya melalui ZChicken, yang membantu penerima manfaat di Dumai, Riau, mengembangkan usaha hingga mencatat omzet stabil setiap hari. Fitri (39), akrab disapa Buk Fitri, mengelola outlet ZChicken di Jalan Muslim, Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur. Dalam sehari, ia mampu menjual antara 100 hingga 120 potong ayam goreng, menghasilkan omzet bulanan sekitar Rp26.500.000. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menilai capaian ini adalah bukti zakat produktif mampu mengubah taraf hidup mustahik. Ia menyebut, pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan. “Zakat harus menjadi pendorong lahirnya kemandirian ekonomi. Melalui program seperti ZChicken, kita tidak hanya memberi bantuan modal, tetapi juga pendampingan, pelatihan, dan ekosistem usaha yang membuat penerima manfaat siap bersaing di pasar,” ujar Saidah di Jakarta, Senin (11/8/2025). Saidah menambahkan, kunci keberhasilan penerima manfaat terletak pada kerja keras, kedisiplinan, dan keberanian untuk berinovasi. Ketika modal sosial dan keterampilan disatukan, mustahik bisa naik kelas menjadi pelaku usaha yang tangguh dan berkelanjutan. Selain ayam goreng, Buk Fitri juga menjual bakso krispi yang cukup digemari pelanggan. Dengan harga Rp5.000 untuk tiga tusuk, penjualannya bisa mencapai 85 tusuk per hari. Meski penjualan stabil, ia kini menghadapi tantangan karena anak-anak yang dulu membantunya berjualan sudah kembali fokus sekolah, sementara permintaan ZChicken terus meningkat. “Saya senang sekali dengan omzet ini. Dalam sehari saya bisa menjual 100 sampai 120 potong ayam, tapi jujur, saya lelah kalau mengelola semua sendiri. Saya butuh bantuan supaya kualitas pelayanan tetap terjaga,” ucap Buk Fitri saat ditemui pendamping BAZNAS. Guna menjawab tantangan ini, Buk Fitri kini tengah mencari karyawan yang jujur, rajin, dan memiliki semangat kerja tinggi untuk membantunya mengelola usaha, sehingga pelayanan kepada pelanggan bisa semakin optimal dan usaha ZChicken yang dijalankannya dapat berkembang lebih pesat.
BERITA13/08/2025 | Humas
Walkot Bukittinggi: BAZNAS Mitra Strategis Pemerintah Entaskan Kemiskinan dan Berdayakan Umat
Walkot Bukittinggi: BAZNAS Mitra Strategis Pemerintah Entaskan Kemiskinan dan Berdayakan Umat
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyampaikan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan mitra penting dan strategis bagi pemerintah daerah dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan umat. Hal tersebut disampaikan oleh Ramlan saat melantik lima pimpinan BAZNAS Kota Bukittinggi periode 2025–2030 di Balairung Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (13/8/2025). Turut hadir, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Dalam sambutannya, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias berharap pimpinan yang baru dilantik dapat memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak “BAZNAS adalah mitra strategis Pemerintah Kota Bukittinggi dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial, kemiskinan, dan pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Ramlan. Ramlan menyebut, zakat yang dikelola BAZNAS Bukittinggi mencapai Rp2,8 miliar, dengan 80 persen berasal dari zakat pegawai. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan intervensi terhadap pengelolaan zakat, namun akan terus mendorong masyarakat untuk mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS. “Saya tidak akan pernah melakukan intervensi terhadap BAZNAS. Kami hanya mengimbau warga untuk kembali menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Kita kembalikan kepercayaan terhadap BAZNAS Bukittinggi,” tegasnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengapresiasi kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam pelantikan ini. Ia menilai hal tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat di daerah. “Alhamdulillah, pelantikan BAZNAS Bukittinggi dihadiri seluruh kekuatan di Bukittinggi. Ini modal yang sangat besar untuk menjalankan tugas,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor menjelaskan, amanah sebagai pengurus BAZNAS merupakan tugas besar dan berat. Tugas ini mencakup pengumpulan zakat dari masyarakat, penyucian harta muzakki, mendoakan mereka, serta mendistribusikan zakat kepada para mustahik sesuai delapan asnaf. “Kami di pusat terus melakukan pengembangan. Zakat yang dikelola mencapai Rp4 triliun. Banyak program yang kita laksanakan dan transparansi penting kita lakukan. Selamat dan sukses kepada pengurus BAZNAS Bukittinggi yang baru. Bekerjalah dengan aman; aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI,” ucapnya. Adapun lima pimpinan BAZNAS Kota Bukittinggi yang dilantik adalah Yasril Rahmadian sebagai Ketua, serta Masdiwar, Yandri Gusdianto Dt. Alang Batuah, Drs. Yasrul, MM., dan Donny Syahputra, SH.I., yang masing-masing menjabat sebagai wakil ketua.
BERITA13/08/2025 | Humas
Prof. Nadratuzzaman: Kantor Digital Jadi Ujung Tombak Humas BAZNAS Daerah
Prof. Nadratuzzaman: Kantor Digital Jadi Ujung Tombak Humas BAZNAS Daerah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan peran penting Kantor Digital sebagai ujung tombak humas daerah dalam menyampaikan informasi dan dakwah kepada masyarakat. Keberadaan Kantor Digital dinilai penting untuk memperluas jangkauan komunikasi sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap BAZNAS. Pesan ini disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc., Ph.D., dalam acara Pengajian Pagi bertema Peran Kantor Digital Sebagai Media Humas di BAZNAS Daerah yang digelar Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Rabu (13/8/2025). Menurut Prof. Nadra, transparansi informasi menjadi kunci dalam mempertahankan kepercayaan muzaki dan masyarakat. “BAZNAS tentu harus menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan apa yang telah dikerjakan kepada muzaki, sekaligus menjelaskan kepada umat apa yang sudah dilakukan untuk 8 asnaf,” ujarnya. Ia menambahkan, humas merupakan elemen strategis dalam membangun komunikasi publik. “Peran humas sangat penting karena humas juga kadang kala menjadi juru bicara BAZNAS. Dengan adanya Kantor Digital, tugas kita adalah memanfaatkannya sebagai media informasi yang efektif,” tegas Prof. Nadra. Sementara itu, Kepala Bagian Humas BAZNAS RI, Yudhiarma MK, M.Si., menilai keberadaan Kantor Digital sudah menjadi kebutuhan mendesak di era industri 4.0. Ia menyebut setidaknya ada lima alasan utama Kantor Digital penting, yakni membangun kepercayaan, meningkatkan kesadaran dan pemahaman, mendorong partisipasi masyarakat, memperluas jaringan dan kerja sama, serta meningkatkan citra dan reputasi. “Kantor Digital ini sangat penting untuk membangun kepercayaan. Kalau masyarakat sudah percaya, mereka akan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Apalagi fasilitas ini disediakan gratis oleh BAZNAS RI, tinggal dimanfaatkan untuk dakwah dan publikasi,” jelas Yudhiarma. BAZNAS RI mengajak seluruh BAZNAS daerah untuk mengoptimalkan Kantor Digital dalam mengemas konten yang menarik, informatif, dan bermanfaat, sehingga publik dapat melihat kinerja dan dampak nyata program zakat bagi kesejahteraan umat.
BERITA13/08/2025 | Humas
BAZNAS RI Bersama Le Minerale Salurkan 224.000 Liter Air Bersih untuk Warga Gaza
BAZNAS RI Bersama Le Minerale Salurkan 224.000 Liter Air Bersih untuk Warga Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Le Minerale, merek air minum dalam kemasan (AMDK) asli Indonesia, menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar 224.000 liter atau setara 28 tangki air bersih untuk masyarakat Gaza, Palestina. Bantuan tersebut didistribusikan di empat titik wilayah Distrik Syeikh Radwan, Jabaliya City, North Gaza, dengan penerima manfaat sebanyak 14.000 jiwa atau 2.800 kepala keluarga. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan, bantuan ini merupakan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap warga Palestina. Apalagi, air bersih menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi warga Gaza, terutama di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. Menurut Kiai Noor, aksi kemanusiaan ini tidak sekadar distribusi logistik, tetapi juga simbol kehadiran dan kepedulian bangsa Indonesia terhadap rakyat Palestina. Oleh karenanya, dalam rangka mewakili Indonesia untuk mendukung Palestina, BAZNAS menggaet produk yang juga telah terverifikasi sebagai produk Indonesia dan tidak memiliki afiliasi asing. “Ini adalah murni perjuangan, oleh karenanya memilih mitra yang 100 persen tidak terafiliasi sangatlah penting. Kami memilih Le Minerale karena merupakan merek asli Indonesia yang konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina,” ujar Kiai Noor dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (13/8/2025). Situasi yang terjadi di Gaza saat ini membuat warga semakin sulit mendapatkan air bersih. “Air bersih ini sangat penting bagi warga Gaza, mengingat mereka kesulitan mengaksesnya akibat kerusakan jaringan pipa, terbatasnya pasokan, dan blokade yang menghambat masuknya bantuan,” ucap Kiai Noor. Kiai Noor mengatakan, pendistribusian air bersih dilakukan tepat sasaran di tengah kondisi keamanan yang dinamis, mengingat BAZNAS bekerja sama dengan lembaga profesional di bidangnya. “Melalui kerja sama BAZNAS dan Le Minerale, diharapkan distribusi 224.000 liter air ini dapat mengurangi penderitaan dan membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Gaza,” ucapnya. Sementara itu, Marketing Director Le Minerale, Febri Satria Hutama menyampaikan, "Bagi Le Minerale sebagai merek air mineral asli milik Indonesia, membantu Palestina bukan sekadar aksi sesaat, tapi komitmen yang kami jalankan secara rutin sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, Le Minerale merupakan brand yang pertama kali secara terbuka mendukung pernyataan pemerintah untuk bersama Palestina di tahun 2023. Tahun ini, program sedekah botol bekas bersama BAZNAS berhasil menghimpun Rp250 juta untuk saudara-saudara kita di Gaza. Kami juga berterima kasih sudah dipercaya oleh BAZNAS, untuk bersama-sama meringankan sedikit penderitaan masyarakat Gaza."
BERITA13/08/2025 | Humas
Rumah Sehat BAZNAS Parigi Moutong Beri Layanan Kesehatan Gratis di Desa Pelawa Baru
Rumah Sehat BAZNAS Parigi Moutong Beri Layanan Kesehatan Gratis di Desa Pelawa Baru
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui program Rumah Sehat BAZNAS (RSB) mengadakan Layanan Kesehatan Gratis bagi mustahik di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (13/8/2025). Ratusan warga Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, turut memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang digelar RSB. Program ini mencakup penyuluhan kesehatan, pemeriksaan fisik, penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, hingga tes laboratorium sederhana untuk mengukur kadar asam urat, kolesterol, dan gula darah. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu peran zakat daam membantu masyarakat menjaga kesehatan, khususnya di daerah terpencil. “Kami ingin memastikan masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah terpencil, memiliki akses pemeriksaan kesehatan yang memadai. Ini adalah bentuk nyata manfaat zakat yang langsung dirasakan,” ujar Saidah. Menurut Saidah, layanan ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan melalui edukasi kesehatan. “Kami selalu menyertakan penyuluhan agar masyarakat memahami pentingnya menjaga pola makan, berolahraga teratur, dan melakukan pemeriksaan berkala,” katanya. Saidah berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran warga untuk memantau kondisi kesehatan sejak dini. “Harapan kami, masyarakat terbiasa memeriksa kesehatannya agar risiko komplikasi di masa depan dapat ditekan. Terima kasih juga kami ucapkan kepada seluruh muzaki karena zakat yang Anda salurkan melalui BAZNAS sangat berarti bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Hingga saat ini, RSB telah beroperasi di 25 titik yang tersebar di 16 provinsi seluruh Indonesia. Saat ini, BAZNAS juga tengah membangun enam RSB baru di Provinsi Jambi, Sulawesi Barat, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Gorontalo, sebagai upaya memperluas jangkauan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
BERITA13/08/2025 | Humas
Cegah Kelaparan, BAZNAS Siapkan 55.000 Paket Bantuan Pangan bagi Warga Palestina
Cegah Kelaparan, BAZNAS Siapkan 55.000 Paket Bantuan Pangan bagi Warga Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyiapkan 55.000 paket bantuan pangan untuk masyarakat Palestina yang terdampak krisis kemanusiaan di Gaza, khususnya untuk mencegah meluasnya bencana kelaparan yang mengancam warga sipil, termasuk anak-anak dan lansia. Paket bantuan pangan terdiri atas bahan-bahan pokok dan makanan siap saji yang dapat langsung dikonsumsi oleh warga di Gaza. Paket-paket tersebut berisi beras, tepung, mie instan, keju, ikan tuna, biskuit kurma, jus, energy bar, kurma, kacang, serta saus dan bumbu-bumbu. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas rakyat Indonesia untuk saudara-saudara di Gaza yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan akibat blokade dan serangan berkepanjangan. "Bantuan ini adalah amanah dari masyarakat Indonesia yang dihimpun melalui BAZNAS. Kami ingin memastikan bantuan ini sampai kepada mereka yang sangat membutuhkan di Palestina," ujar Kiai Noor dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (6/8/2025). Dalam menyalurkan bantuan lewat Mesir, jelas Kiai Noor, BAZNAS bekerja sama dengan tiga lembaga mitra, yakni Bait Zakah, Misr Kheir, dan Shunna’ul Hayah. Melalui Bait Zakah, telah disiapkan 35.000 paket bantuan yang dimuat dalam 29 kontainer, dengan total nilai sebesar 500.000 dolar AS. “Sementara itu, masing-masing 8.500 paket disiapkan oleh Misr Kheir dan Shunna’ul Hayah, masing-masing dalam tujuh kontainer, dengan nilai bantuan sebesar 125.000 dolar AS atau sekitar Rp2 miliar per lembaga,” jelasnya. Selain melalui jalur Mesir, BAZNAS juga menyalurkan 3.000 paket bantuan melalui Yordania bekerja sama dengan Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), dengan total nilai bantuan serupa sebesar 125.000 dolar AS. “Bantuan ini disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan kondisi logistik di lapangan. Semua bahan telah dikemas dengan standar yang memungkinkan penyimpanan dan distribusi dalam waktu lama,” kata Kiai Noor. Saat ini, seluruh kontainer tengah dikirim menuju Arish, kota perbatasan Mesir yang menjadi pintu masuk utama menuju Gaza. BAZNAS tengah berkoordinasi secara intensif untuk memastikan proses distribusi hingga bantuan benar-benar masuk ke wilayah Gaza dan diterima oleh warga terdampak. “Kami akan terus memantau dan memastikan bahwa proses penyaluran berjalan aman, transparan, dan tepat sasaran. Mohon doa seluruh masyarakat agar bantuan ini bisa segera diterima oleh warga Palestina,” tutupnya.
BERITA12/08/2025 | Humas
BAZNAS RI Ajak Dai Muda Berperan dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat
BAZNAS RI Ajak Dai Muda Berperan dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong peran strategis pendakwah (dai) muda sebagai agen perubahan sosial yang tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi umat sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Hal itu disampaikan Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M. Imdadun Rachmat, M.Si., dalam kegiatan Pembibitan Calon Dai Muda bertema “Dai Muda Visioner: Memimpin Perubahan dan Memberdayakan Ekonomi Umat”, yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (7/8/2025). Menurut Imdadun, tantangan umat saat ini tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga ekonomi dan sosial. Karena itu, dai muda perlu memiliki visi jangka panjang dan kemampuan membaca realitas masyarakat untuk menawarkan solusi. Sejalan dengan itu, Imdadun menyampaikan, BAZNAS telah menginisiasi berbagai program pemberdayaan ekonomi yang dapat menjadi kanal strategis bagi para dai muda untuk berkolaborasi. Program seperti Zmart, ZChicken, Zakat Community Development (ZCD), dan Santripreneur dinilai sangat relevan untuk dijalankan bersama para pendakwah muda di lapangan “Dakwah di era sekarang tidak bisa hanya bersifat normatif. Kita butuh dai muda yang mampu memimpin perubahan dan memberdayakan umat,” ujar Imdadun. Lebih lanjut, Imdadun mengungkapkan, pendekatan dakwah yang dikolaborasikan dengan pemberdayaan ekonomi telah menunjukkan hasil yang signifikan. Berdasarkan data internal BAZNAS, sebanyak 60 persen UMKM yang didampingi dai muda mengalami peningkatan penghasilan dalam enam bulan pertama. “Ini bukti bahwa jika dakwah dilakukan dengan pendekatan solutif, hasilnya bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” tambahnya. Sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi umat, lanjut Imdadun, terdapat empat strategi utama pemberdayaan yang dapat dilakukan seorang dai muda, yakni mendorong semangat kewirausahaan syariah, mengembangkan koperasi dan BAZNAS Microfinance Masjid (BMM), memperluas edukasi keuangan dan zakat produktif, serta memperkuat kolaborasi antara dakwah dan ekonomi. “Dakwah tidak hanya di mimbar. Dai saat ini harus mampu turun ke masyarakat, menguasai teknologi, memahami media sosial, dan menjawab keresahan generasi muda,” kata Imdadun. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengutip Surah Quran Ar-Ra’d:11 dan pemikiran Imam Al-Ghazali yang menekankan pentingnya perubahan diri dan mentalitas sebagai dasar perubahan sosial. “Agama dan dunia adalah saudara kembar. Maka, dakwah harus hadir juga dalam wajah pembangunan,” ujarnya. Imdadun mengatakan, dengan pendekatan dakwah solutif yang disampaikan secara damai dan moderat, BAZNAS berharap para dai muda dapat menginspirasi generasi muda untuk berperan aktif dalam membangun masyarakat yang produktif, berdaya saing, dan mandiri secara ekonomi. “Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Maka mereka harus dibekali bukan hanya dengan ilmu agama, tetapi juga keterampilan sosial dan kewirausahaan,” ujar Imdadun.
BERITA12/08/2025 | Humas
BAZNAS RI dan Alfamart Distribusikan Bantuan Rp18 Miliar dari Sedekah Konsumen
BAZNAS RI dan Alfamart Distribusikan Bantuan Rp18 Miliar dari Sedekah Konsumen
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Alfamart mendistribusikan bantuan Sedekah Konsumen Alfamart periode Januari hingga Desember tahun 2024 terkumpul sebesar Rp18.059.364.345. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyambut baik dukungan luar biasa dari seluruh Alfamart yang telah sukarela memberikan donasi bebas. Sehingga total santunan bantuan Sedekah Konsumen Alfamart sebanyak 28.970 penerima manfaat yang tersebar di 96 kabupaten dan kota. "Seluruh dana Sedekah Konsumen Alfamart tersebut disalurkan BAZNAS melalui empat program unggulan yang membantu pemerintah mensejahterakan masyarakat yaitu Bidang Kemanusiaan, Pendidikan dan Dakwah, Kesehatan, serta Ekonomi," kata Saidah di Jakarta, Selasa (7/8/2025). Saidah menjelaskan BAZNAS telah menyalurkan sedekah konsumen Alfamart melalui berbagai program. “Di bidang kesehatan, BAZNAS telah memberikan layanan kesehatan, program sedekah kurban paket gizi Nusantara 2024, mobil ambulance serta alat kesehatannya, dan Rumah Sehat Baznas (RSB) yang tersebar di sejumlah titik lokasi wilayah yang membutuhkan,” ujar Saidah. Selain itu, Saidah juga menyampaikan penyaluran BAZNAS pada bidang ekonomi melalui bantuan usaha warung kecil (Zmart), bantuan usaha untuk pedagang ayam goreng (Zchicken), bantuan usaha untuk warung kopi (ZCoffee), dan bantuan usaha untuk bengkel motor. "Sementara di bidang kemanusiaan, Baznas telah menyalurkan bantuan program layanan posko mudik, kampung tanggap bencana, madrasah tanggap bencana, dan bagi berkah dhuafa," jelas Saidah. Saidah juga turut mengucapkan terima kasih kepada Alfamart dan seluruh konsumennya yang telah turut berpartisipasi dalam hal kebaikan. Karena dari sedekah konsumen ini, baik BAZNAS ataupun Alfamart telah melakukan suatu perubahan yang besar dalam membantu mensejahterakan masyarakat. "Mudah-mudahan, kolaborasi dalam hal kebaikan dapat panjang umurnya dan akan terus berlanjut,” imbuh Saidah. Sementara itu, Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), Solihin, mewakili Alfa Group menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS yang telah menyalurkan sedekah konsumen Alfamart, Alfamidi, serta Dan+Dan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia. "Pertama, tentu kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan seluruh konsumen Alfa Group yang telah memberikan sedekahnya melalui kasir di gerai-gerai Alfamart," ujarnya. Di samping itu, pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang telah menyalurkan sedekah ini untuk kepentingan masyarakat banyak sehingga dapat dirasakan manfaatnya. "Total tadi ada 28.970 lebih penerima manfaat. Ini luar biasa," imbuh Solihin. Dia menambahkan, penyaluran sedekah konsumen Alfamart yang dikelola oleh BAZNAS sudah dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sehingga penyalurannya tepat sasaran dan dapat membantu mereka yang benar-benar membutuhkan. “Atas nama manajemen, mewakili Alfamart kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama ini. Laporan dari penyaluran ini pun dapat dilihat konsumen Alfa Group melalui website resmi Alfamart. Juga pada pemberitaan media nasional sehingga masyarakat juga mengetahui transparansi dari penyaluran sedekah konsumen Alfamart," imbuh Solihin. Mari terus menebar kebaikan melalui : https://baznas.go.id/sedekahkonsumenalfamart
BERITA12/08/2025 | Humas
BAZNAS Respons Cepat Bantu Evakuasi Korban Banjir di Tangerang Selatan
BAZNAS Respons Cepat Bantu Evakuasi Korban Banjir di Tangerang Selatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bergerak cepat membantu evakuasi warga terdampak banjir di wilayah Vila Pamulang, Pondok Petir, Kota Tangerang Selatan, Banten. Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu malam (9/8/2025) hingga Minggu dini hari, yang membuat debit air meningkat dan merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian air mencapai 150cm. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, mengatakan, tim BTB segera dikerahkan ke lokasi begitu mendapatkan laporan dari masyarakat. “Kami langsung menerjunkan personel dan peralatan evakuasi, termasuk perahu karet, untuk membantu warga yang rumahnya terendam banjir. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (10/8/2025). Selain melakukan evakuasi, BAZNAS juga membagikan bantuan kemanusiaan berupa 300 paket makanan siap saji kepada warga yang terdampak. Distribusi dilakukan secara langsung di titik-titik pengungsian dan lokasi yang sulit diakses akibat genangan air. Tidak hanya makanan, BAZNAS juga memberikan pasokan air minum bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. “Air bersih sangat penting di situasi darurat seperti ini, untuk menjaga kesehatan dan mencegah risiko penyakit. Tim juga melakukan asesmen guna mengetahui kebutuhan darurat apa saja yang dibutuhkan para korban banjir,” kata Saidah. Tidak hanya itu, BAZNAS juga menyiapkan layanan dukungan darurat bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Hingga siang hari, tim BTB masih melakukan pemantauan dan menyisir area yang terisolasi. Evakuasi dilakukan secara bergantian untuk memastikan seluruh warga berada di tempat aman. BAZNAS mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan menjaga keselamatan diri. “Semoga bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban para korban banjir di Pamulang. Kami akan terus berada di lapangan hingga situasi dinyatakan aman dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing,” tambah Saidah. Mari panjatkan doa dan berikan terbaik untuk saudara kita yang terdampak dengan sedekah via Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS: baznas.go.id/sedekahbencana Atau melalui: BSI 9000055740 BCA 6860737777 a.n. Badan Amil Zakat Nasional Layanan BAZNAS: wa.me/6281188821818 [email protected]
BERITA12/08/2025 | Humas
Perkuat Dakwah, BAZNAS RI dan DDII Sepakat Kembangkan Pemberdayaan Da’i di Seluruh Indonesia
Perkuat Dakwah, BAZNAS RI dan DDII Sepakat Kembangkan Pemberdayaan Da’i di Seluruh Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang pengembangan dan pemberdayaan da’i guna memperkuat dakwah dan kesejahteraan umat di seluruh wilayah Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan ZIS-DSKL Nasional, Amb. Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec., bersama Ketua DDII, Dr. Adian Husaini, M.Si., serta disaksikan Wakil Ketua MPR RI, Dr. H.M. Hidayat Nur Wahid, Lc., M.A. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan Pelepasan Da’i-Da’iyah ke Penjuru Negeri Masa Tugas 2025–2027 yang digelar di Gedung Nusantara V, Komplek DPR MPR RI, Jakarta, Selasa (12/8/2025). Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI, Zainulbahar Noor, menegaskan kerja sama ini memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan pelayanan zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan. “Kerja sama ini sangat penting karena kami perlu mengetahui lebih dalam keadaan yang memerlukan bantuan, sehingga mereka yang membutuhkan bisa memperoleh haknya dari dana zakat, infak, dan sedekah,” ujar Zainulbahar. Zainulbahar menjelaskan, kemitraan dengan DDII dapat menjadi pintu bagi pemberdayaan umat di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil. Ia mengaku bangga dengan semua kegiatan dakwah yang dilakukan DDII yang mengirimkan dai-dai ke pelosok negeri. “Kami mengharapkan penandatanganan MoU ini bisa ditindaklanjuti oleh DDII daerah maupun BAZNAS daerah dengan kegiatan nyata yang bermanfaat bagi kesejahteraan umat Islam dan seluruh rakyat Indonesia,” ucap Zainulbahar. Zainulbahar juga menyampaikan bahwa sinergi ini diharapkan mampu melahirkan model pemberdayaan berkelanjutan yang berdampak luas. Katanya, dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan misi dakwah dan kesejahteraan umat bisa berjalan beriringan. Sementara itu, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Adian Husaini, mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam pengiriman da’i cukup besar, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki sebaran penduduk luas dan akses terbatas. “Di Kepulauan Riau itu ada 2.400 pulau, sementara penduduknya 1,2 juta orang. Jadi bayangkan berapa banyak dai yang diperlukan untuk negeri kita? Nah, ini tantangan kita,” ujar Adian. Ia mengatakan, langkah tersebut merupakan kelanjutan dari amanat tokoh pendiri DDII, Mohammad Natsir, yang menekankan pentingnya memperkuat NKRI melalui dakwah dan pembinaan akhlak masyarakat. “Sebetulnya dengan mengirimkan dai-dai ke pelosok negeri ini melanjutkan amat dari Pak Natsir untuk memperkuat NKRI. Bangsa ini dikokohkan bukan hanya faktor sejarah, tetapi juga agama. Islam inilah yang mengikat NKRI,” katanya. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung; Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi, Dr. Sigit Mustofa Nurudin; Ketua BRMP Pascapanen Pertanian Kementerian Pertanian, Dr. Zainal Abidin; Bupati Tabalong, Kalimantan Selatan, Ir. H. Muhammad Noor Rifani; serta Bupati Anambas, Kepulauan Riau, Dato' Aneng
BERITA12/08/2025 | Humas
BAZNAS RI Paparkan Pentingnya Karakter dan Mindset dalam Kepemimpinan Modern
BAZNAS RI Paparkan Pentingnya Karakter dan Mindset dalam Kepemimpinan Modern
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memaparkan pentingnya karakter dan pola pikir (mindset) sebagai pondasi utama dalam membangun kepemimpinan yang modern dan berdaya saing tinggi di era saat ini. Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Ec., Ph.D, dalam Management Upgrade Forum bertema "Karakter Pemimpin dan Perubahan Mindset" yang dihelat BAZNAS RI secara daring melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada senin (11/8/2025). "Orang Indonesia itu gak mau keluar dari zona nyaman. Kalau berbeda itu seolah-olah jadi salah dan gak siap mentalnya untuk jadi orang yang berbeda, inginnya sama dengan kebanyakan pilihan orang," ujar Prof Nadra. Padahal, menurutnya, kinerja tinggi tidak semata ditentukan oleh bakat atau jabatan, melainkan oleh pola pikir yang membentuk sikap dan tindakan. Individu berkinerja tinggi memiliki mindset khusus yang membuat mereka unggul, konsisten, dan tangguh dalam menghadapi tantangan. Dalam kesempatan tersebut, Prof Nadra menjelaskan, terdapat empat karakter penting dalam pola pikir seorang pemimpin modern yang membuat mereka unggul dari yang lain, yakni tanggung jawab, tumbuh dan kembang, perspektif, dan humility. "Tanggung jawab ini penting. Saya alhamdulillah selalu diingatkan oleh orang-orang hebat, kalau Anda bekerja jangan pernah berpikir ada uangnya atau tidak. Karena kalau Anda bekerja karena ada uangnya, Anda hanya akan mau bekerja saat ada uangnya besar. Tapi begitu tidak ada uangnya, Anda tidak akan menyelesaikannya. Itu yang menjadi Anda tidak bertanggung jawab," tuturnya. Ia menambahkan, individu dengan mindset tanggung jawab tidak menyalahkan keadaan atau orang lain. Mereka bertanggung jawab penuh atas hasil yang mereka capai dan aktif mencari solusi jika terjadi masalah. Sikap ini mencerminkan integritas dan komitmen tinggi pada tugas dan tujuan. Prof Nadra menjelaskan karakter kedua yang tak kalah penting yaitu tumbuh dan berkembang. Mereka yang memiliki pola pikir ini percaya bahwa kemampuan bukan bawaan lahir, tetapi bisa dibentuk lewat kerja keras. "Setiap kegagalan dianggap sebagai kesempatan belajar. Mereka terus berusaha untuk berkembang tanpa takut mencoba hal baru," ucapnya. Karakter ketiga adalah perspektif. Prof Nadra menilai bahwa para high performer tahu kapan harus menarik diri sejenak, menjaga kesehatan mental dan fisik, serta menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. "Mereka sadar bahwa produktivitas jangka panjang memerlukan perawatan diri yang baik," ujarnya. Prof Nadra melanjutkan, karakter keempat adalah humility atau kerendahan hati. Individu dengan karakter ini rendah hati, terbuka terhadap masukan, dan merasa paling tidak tahu. "Ketika salah, mereka tidak bersikap defensif melainkan siap belajar dan memperbaiki diri. Sikap ini, tegasnya, membuat mereka terus berkembang dan disukai dalam tim," jelasnya. Melalui forum ini, BAZNAS RI berharap para pimpinan dan seluruh amil dapat terus memperkuat karakter dan mindset yang mendukung peningkatan kinerja serta akselerasi transformasi menuju BAZNAS yang semakin profesional, transparan, dan modern.
BERITA11/08/2025 | Humas
BAZNAS Dorong Kolaborasi Filantropi Lintas Iman
BAZNAS Dorong Kolaborasi Filantropi Lintas Iman
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong kolaborasi filantropi lintas iman sebagai instrumen inklusif untuk mendorong transformasi sosial dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Hal ini disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM, dalam ajang Faith-Inspired Philanthropy Festival (Fifest) 2025 di Jakarta, Senin (11/8/2025). “Semua agama mengajarkan kedermawanan, bahkan dalam Islam jenis derma ini sangat banyak, bukan saja zakat yang bersifat wajib, ada juga derma lain yang sangat dianjurkan seperti infak, sedekah, wakaf, hadiah, wasiat, kurban, dan dana sosial agama lainnya," ucapnya. Rizaludin mengatakan, semua kedermawanan yang diajarkan oleh agama ini tujuan utamanya adalah memberi manfaat untuk sesama. "Ke depan perlu adanya kolaborasi filantropi lintas iman sebagai instrumen inklusif untuk transformasi sosial, dengan cara memperkuat kohesi sosial dan mengurangi prasangka, memperluas jangkauan penerima manfaat, mendorong inovasi program, serta memastikan keadilan dan kesetaraan," ujarnya. Menurut Rizaludin, langkah-langkah kolaborasi ini bisa dimulai dengan membuat prioritas program bersama, pembentukan forum dialog, penyusunan kerangka kerja kolaboratif, peningkatan kapasitas, hingga monitoring dan evaluasi bersama. BAZNAS sendiri telah mengimplementasikan semangat inklusivitas ini dalam berbagai program, di antaranya pemberdayaan kelompok disabilitas, bantuan pangan untuk Orang Asli Papua non-Muslim, dukungan pendidikan bagi anak-anak di wilayah 3T, hingga pengembangan energi bersih melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Lubukbangkar yang berkolaborasi dengan UNDP. “Filantropi lintas iman bukan pilihan, tapi keniscayaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Semangat ‘Beda Keyakinan, Beragam Aksi, Satu Tujuan’ menjadi kekuatan untuk menciptakan dunia yang lebih adil, sejahtera, dan inklusif,” ucap Rizaludin.
BERITA11/08/2025 | Humas
BAZNAS Kirim 50 Truk Bantuan Pangan untuk Warga Palestina
BAZNAS Kirim 50 Truk Bantuan Pangan untuk Warga Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Bayt Zakat Wa As-Shadaqat Mesir mengirimkan 50 truk bantuan pangan berisi tepung senilai 1 juta dolar AS (sekitar Rp16 M) untuk masyarakat Palestina. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, penyaluran bantuan pangan berisi tepung merupakan hasil koordinasi dengan pemerintah Mesir, yang menetapkan bahwa kebutuhan utama warga Palestina saat ini adalah bahan pokok makanan, seperti tepung. Kiai Noor menjelaskan, distribusi bantuan dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan pihak Mesir. “Pemerintah Mesir telah menyampaikan bahwa mulai bulan ini, ketika pintu Rafah bisa digunakan untuk penyeberangan atau pemasukan bantuan, prioritas utama adalah tepung dan makanan,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu (9/8/2025), Kiai Noor menambahkan, pemilihan bantuan berupa tepung ini bukan tanpa alasan. “Kami menyesuaikan dengan ketetapan pemerintah Mesir agar bantuan yang masuk benar-benar sesuai kebutuhan warga di Palestina,” katanya. Selain itu, Kiai Noor menilai, tepung memiliki manfaat strategis karena dapat diolah menjadi berbagai makanan pokok yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari, seperti roti dan pita bread, yang menjadi konsumsi utama warga Palestina. “Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan bukan hanya tepat sasaran, tetapi juga tahan lama dan dapat diolah sesuai kebiasaan konsumsi masyarakat setempat,” tambahnya. Lebih lanjut, Kiai Noor mengatakan, Bayt Zakat Wa As-Shadaqat Mesir merupakan lembaga zakat resmi negara yang terpercaya, dan merupakan lembaga di bawah naungan Grand Syekh Al Azhar, sehingga pendistribusian bantuan ini dapat tepat sasaran Kiai Noor menegaskan, seluruh proses penyaluran bantuan BAZNAS mengikuti prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. “Prinsip ini menjadi pedoman agar penyaluran bantuan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga sesuai syariat, mematuhi aturan hukum, dan menjaga kepentingan negara,” ujarnya. Kiai Noor juga menyampaikan, apresiasi kepada masyarakat Indonesia atas kepercayaannya menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan terbaik bagi warga Palestina melalui kanal donasi resmi BAZNAS. "Dukungan ini menjadi bukti bahwa jarak tidak menghalangi rasa persaudaraan. Insya Allah, bantuan ini kami salurkan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor menegaskan, pihaknya akan terus memantau situasi di Palestina dan siap menyalurkan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan. Koordinasi dengan Pemerintah Mesir dan mitra lokal akan tetap menjadi acuan utama. “Ini adalah amanah dari masyarakat Indonesia. Semoga bantuan ini dapat menjadi penguat bagi saudara-saudara kita di Palestina dalam menghadapi masa sulit,” ucapnya.
BERITA11/08/2025 | Humas
Ahli Presiden: Bukti Negara Hadir, Unified System Optimalkan Tata Kelola Zakat
Ahli Presiden: Bukti Negara Hadir, Unified System Optimalkan Tata Kelola Zakat
Sidang lanjutan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat kembali digelar di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (11/8/2025). Dalam persidangan keenam perkara Nomor 54/PUU-XXIII/2025 itu, Ahli Presiden/Pemerintah, Prof. Dr. Bahrul Hayat, menyampaikan untuk memaksimalkan peran zakat sebagai alat jaminan sosial dan pembangunan, diperlukan sistem pengelolaan yang menyatu dan terintegrasi secara menyeluruh, atau dikenal sebagai Unified System. Sistem ini menekankan pentingnya keselarasan dalam tata kelola serta koordinasi di tingkat nasional. Dengan adanya sistem terpadu ini, diharapkan potensi penghimpunan zakat dapat meningkat, pengelolaan dan pelayanan zakat menjadi lebih efisien dan efektif, serta distribusi dan pemanfaatannya lebih tepat sasaran. Selain itu, sistem ini juga bertujuan memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat secara keseluruhan. Bahrul menjelaskan bahwa unified system merupakan desain tata kelola zakat yang menempatkan negara sebagai penyedia layanan publik, termasuk dalam pengaturan zakat. Sistem ini menuntut integrasi pengelolaan zakat baik secara horizontal antarlembaga, maupun secara vertikal dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi horizontal merujuk pada koordinasi dan sinergi antarlembaga pengelola zakat. Sementara itu, integrasi vertikal berarti adanya satu garis koordinasi dari tingkat pusat hingga ke daerah. Sistem terpadu ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi dalam penghimpunan, akuntabilitas dalam pengelolaan, dan efektivitas dalam pendayagunaan zakat bagi mustahik. “Konsep unified system dalam pengelolaan zakat juga selaras dengan ketentuan syariat Islam. Berdasarkan ketentuan syariat Islam yang mengamanatkan kewenangan negara dalam pengelolaan zakat serta sebagai implementasi dari unified system tersebut, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 memberikan kewenangan kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai lembaga pemerintah non-struktural untuk melakukan pengelolaan zakat secara nasional. Dengan demikian, hadirnya peran serta masyarakat melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) diarahkan untuk membantu BAZNAS selaku pengemban amanah UU 23/2011. Peran LAZ adalah mendukung fungsi BAZNAS yang juga harus dimaknai membantu negara dalam pengelolaan zakat,” ucap Bahrul. Bahrul yang juga merupakan mantan Ketua Panitia Kerja RUU Pengelolaan Zakat Tahun 2011 menegaskan bahwa pemberian rekomendasi terhadap pendirian LAZ oleh BAZNAS justru ditujukan untuk memastikan lembaga-lembaga tersebut memenuhi standar operasional yang profesional, akuntabel, dan sejalan dengan prinsip-prinsip unified system yang diatur dalam undang-undang. Ia juga menyebut keberadaan dan peran Lembaga Amil Zakat (LAZ) tidak dapat dipandang sebagai bentuk diskriminasi, melainkan merupakan bagian dari sistem zakat nasional yang terintegrasi. “Hal ini esensial untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan, zakat dikelola sesuai dengan prinsip syariah dan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, peran BAZNAS dalam merekomendasikan pendirian LAZ merupakan tindakan yang sah dan diperlukan demi tercapainya pengelolaan zakat yang optimal dan terpadu,” jelas Bahrul dalam keterangannya di hadapan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi. Sebagai informasi, Bahrul Hayat juga tercatat pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI (2006–2014) dan kini merupakan dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sidang uji materi ini diajukan oleh Muhammad Jazir (Pemohon I) dan Indonesia Zakat Watch (Pemohon II), dengan mempersoalkan sejumlah pasal dalam UU Pengelolaan Zakat yang dinilai membatasi peran masyarakat dalam pengelolaan zakat. Putusan MK atas perkara ini akan menjadi acuan penting dalam merumuskan arah kebijakan zakat nasional ke depan.
BERITA11/08/2025 | Humas
Momentum Positif di Bulan Safar
Momentum Positif di Bulan Safar
Momentum Kebaikan di Bulan Safar Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah. Nama bulan ini berasal dari kata 'safar' yang artinya perjalanan jauh dalam bahasa Arab. Bulan ini dikenal dengan berbagai keyakinan dan tradisi yang berkembang di masyarakat, termasuk di dalam tradisi Islam. Salah satu kepercayaan yang populer adalah bahwa bulan ini dianggap membawa kesialan. Namun, dalam ajaran Islam, tidak ada bukti yang sahih yang menyatakan bahwa Safar adalah bulan yang malang. Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, baik sial maupun beruntung, adalah kehendak Allah. Tidak tepat untuk mengaitkan masalah yang mungkin terjadi dengan bulan Safar itu sendiri. Rasulullah sendiri menegaskan bahwa bulan Safar bukanlah bulan sial. Beliau berkata, "Tidak ada kesialan karena burung hammah, tidak ada sial bulan Safar." Islam menekankan pentingnya pengetahuan, pemahaman yang benar, dan akhlak yang baik, serta menolak segala bentuk kepercayaan tanpa dasar. Keberuntungan atau kesialan yang terkait dengan bulan atau tanggal tertentu adalah bentuk syirik dan menyalahi konsep tauhid. Islam mendorong umatnya untuk menjauhi kepercayaan semacam itu. Di bulan Safar, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan kebaikan dan kepedulian sosial, seperti bersedekah dan menolong sesama yang membutuhkan. Amalan-amalan ini sangat dianjurkan dalam Islam untuk memperbaiki kondisi masyarakat. Sedekah, baik yang wajib maupun yang sunnah, adalah salah satu pilar ajaran Islam. Abu Hurairah, seorang sahabat Nabi, memilih sedekah sebagai ikhtiar untuk menolak bala daripada sekadar berdoa. Oleh karena itu, memberikan sedekah di bulan Safar atau di bulan-bulan lainnya adalah amalan yang diharapkan dapat membawa kebaikan bagi masyarakat dan meningkatkan hubungan sosial.
BERITA04/08/2025 | Muhamad Alfian
BAZNAS Bersama Tentang Anak Kerja Sama Program Sedekah Penjualan Produk
BAZNAS Bersama Tentang Anak Kerja Sama Program Sedekah Penjualan Produk
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan kerja sama Sedekah Penjualan Produk dengan PT Tentang Anak Bahagia. Sedekah tersebut akan digunakan untuk program pemberdayaan ayam petelur sebagai upaya pencegahan stunting. Peluncuran kerja sama dihadiri oleh Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan, bersama CEO Tentang Anak, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A., MPH. Kota Bogor, Jum'at (01/8/2025). Dalam sambutannya, Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara BAZNAS dan Tentang Anak yang memiliki misi yang sama dalam pencegahan stunting. “Ini bukan hanya tentang kerja sama, tapi pemberdayaan yang berkelanjutan yang mana hasilnya disedekahkan kembali untuk pemenuhan gizi anak-anak. Ini sejalan dengan semangat zakat produktif dan ketahanan pangan umat,” ujar Fitriansyah. Fitriansyah menambahkan, BAZNAS akan terus mendorong program berbasis kolaborasi yang memperkuat aspek kemandirian masyarakat, khususnya dalam penanggulangan masalah stunting yang masih menjadi tantangan nasional. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM, menambahkan, program ini merupakan bentuk inovasi filantropi zakat yang berpadu dengan pendekatan kesehatan masyarakat. “Kami berharap pendekatan pemberdayaan seperti ini bisa direplikasi di banyak wilayah. Ini bukan bantuan satu arah, melainkan ekosistem saling menguatkan antara ekonomi keluarga dan pemenuhan gizi anak,” jelasnya. Sementara itu, CEO Tentang Anak, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A., MPH., menjelaskan, kerja sama ini dirancang sebagai model intervensi stunting yang berbasis komunitas dan berkelanjutan. “Bagi Tentang Anak, mendampingi keluarga bukan hanya soal edukasi, tapi tentang memberi setiap anak peluang yang adil untuk tumbuh maksimal. Satu telur per hari mungkin terlihat sederhana, namun itulah langkah kecil yang bisa membuka jalan menuju masa depan anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan tumbuh optimal,” ujar dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH. Ia menambahkan bahwa Tentang Anak telah menjalin kolaborasi sebelumnya dengan BAZNAS melalui penyaluran donasi 5.000 produk skincare bayi dan anak ke Palestina. Melalui kerja sama tersebut, Tentang Anak melihat langsung efektivitas dan kecepatan penyaluran bantuan oleh BAZNAS. “Kolaborasi dengan BAZNAS menunjukkan bahwa solusi konkret bisa lahir dari sinergi yang tepat. Kami melihat dampaknya langsung di masyarakat, dan berharap program ini dapat direplikasi di berbagai daerah untuk menciptakan perubahan nyata bagi masa depan anak-anak Indonesia,” tutup dr. Mesty.
BERITA01/08/2025 | Humas
BAZNAS Bersama Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi Strategis Majukan Pendidikan di Indonesia
BAZNAS Bersama Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi Strategis Majukan Pendidikan di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat sinergi dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan umat. Kolaborasi strategis ini ditandai dengan Penandatanganan Kerja Sama yang dilakukan oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (31/7/2025). Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI H Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, beserta jajaran PP Muhammadiyah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan, kolaborasi dengan Muhammadiyah dinilai memiliki peran besar dalam penguatan dakwah dan pendidikan Islam di Indonesia, termasuk hingga wilayah 3T. “Muhammadiyah merupakan mitra strategis yang memiliki jaringan pendidikan dan sosial yang kuat hingga ke pelosok negeri. Kolaborasi ini adalah bentuk konkrit bagaimana zakat dikelola secara profesional dan tepat sasaran untuk mendukung dakwah dan pemberdayaan umat,” ucap Kiai Noor. Ia menambahkan, selama ini kolaborasi BAZNAS dan Muhammadiyah telah menghasilkan berbagai program, seperti beasiswa pendidikan, pembangunan sarana belajar, penguatan SDM, serta revitalisasi lembaga pendidikan dan sosial berbasis umat. “Apa yang kita lakukan ini untuk dakwah. Apalagi seperti Muhammadiyah yang dakwahnya sampai ke Papua, itu luar biasa. Yang saya tahu, Muhammadiyah ini kekuatan yang luar biasa,” lanjutnya. BAZNAS berharap sinergi ini ke depan terus meluas ke sektor-sektor strategis lainnya. “Dengan bersinergi, kita bisa menjangkau lebih banyak umat dan menebar manfaat zakat secara merata dan berkelanjutan,” ucapnya. Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, menyampaikan, tidak hanya BAZNAS, Muhammadiyah juga hadir menjadi solusi keumatan. Oleh karena itu, karena cakupan medan garap yang begitu luas Muhammadiyah dan BAZNAS diperlukan kerja sama untuk memaksimalkan peran. “Maka dari itu diperlukan kolaborasi, sinergi untuk pentasyarufan zakat dari Baznas dengan berbagi,” katanya. Haedar mengamati, ketimpangan di Indonesia ini tidak hanya terjadi antara Jawa dengan luar jawa. Tapi di Jawa juga masih banyak daerah yang membutuhkan sentuhan untuk maju bersama-sama. “Jadi kalau kita bisa memobilisasi kolaborasi bersama kita itu akan ada perubahan yang bagus dalam kehidupan umat Islam kita,” ungkapnya.
BERITA31/07/2025 | Humas
BAZNAS Bersama Kemnaker RI Fasilitasi Pelayanan Tenaga Kerja bagi 1.000 Penyandang Disabilitas
BAZNAS Bersama Kemnaker RI Fasilitasi Pelayanan Tenaga Kerja bagi 1.000 Penyandang Disabilitas
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI dan meluncurkan fasilitasi pelayanan penempatan tenaga kerja bagi 1.000 penyandang disabilitas dan dan program magang 3.000 mustahik ke Jepang. Turut hadir dalam peluncuran program tersebut Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Prof. Dr. Yassierli, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, di Kantor BBPVP Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (31/7/2025). "Kita bekerja sama dengan BAZNAS, yang siap memfasilitasi pelatihan untuk seribu orang disabilitas. Ini merupakan angin segar," kata Menaker RI Yassierli. Yassierli mengakui, tantangan ketenegarjaan sangat luar biasa. Menurut dia, Kemnaker memiliki tugas menyiapkan sumber daya manusia, optimalisasi kerja keluar negeri, pertumbuhan perusahaan existing, dan menyiapkan tenaga kerja mandiri. "Memastikan bahwa tenaga kerja tersedia, dengan adanya balai BBPBVP sebagai wadah pelatihan vokasi untuk kompetisi yang level moderat yang memang kebutuhannya langsung diserap dunia industri," ungkap Yassierli. Sementara itu. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA mengatakan, kerja sama antara Kemnaker dan BAZNAS merupakan upaya pemerintah dalam memberikan kesempatan 1.000 tenaga kerja disabilitas. Seluruh anggaran dikover BAZNAS. Saidah mengatakan BAZNAS memiliki visi menyejahterakan umat, termasuk disabilitas. Sehingga, tidak boleh ada satupun warga Indonesia yang ditinggalkan. Saidah menegaskan disabilitas memiliki hak yang sama terkait akses pendidikan, pelatihan, dan akses dunia kerja. Tidak hanya itu, BAZNAS juga akan memfasilitasi program magang 3 ribu mustahik ke Jepang. "Kami komitmen mendampingi teman-teman yang akan magang ke Jepang. Jadi mari kita bersama-sama menyukseskan program ini,” ucapnya. Saidah juga mengingatkan kepada para penerima manfaat untuk bersungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan ini demi peningkatan kemandirian ekonomi dan kualitas hidup.
BERITA31/07/2025 | Humas
BAZNAS RI Bersama UNICEF Siapkan Strategi Zakat Ramah Anak
BAZNAS RI Bersama UNICEF Siapkan Strategi Zakat Ramah Anak
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama United Nations Children’s Fund (UNICEF) tengah menyusun Strategi Zakat Ramah Anak 2025–2030 sebagai peta jalan (roadmap) bersama untuk memastikan dana zakat lebih tepat sasaran dalam mendukung kesejahteraan dan perlindungan anak-anak Indonesia. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan yang diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (31/7/2025). Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum (Haji Mo), Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan AZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM., Representative UNICEF Indonesia Maniza Zaman, Chief of Social Policy UNICEF Yoshimi Nishino, Innovative Finance Officer UNICEF, Sakti Herliansyah, dan UNICEF Consultant Zezen Zaenal Muttaqin. Dalam kesempatan ini, kedua pihak membahas kelanjutan kemitraan yang telah terjalin sejak 2017, termasuk rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan UNICEF serta potensi penggalangan dana bersama untuk program anak. Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum, menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk menghadirkan dampak nyata bagi generasi masa depan. “Strategi zakat ramah anak ini tidak hanya memperluas jangkauan program pemberdayaan, tapi juga memastikan bahwa anak-anak dari keluarga mustahik benar-benar terlindungi, mendapatkan akses pendidikan, kesehatan, serta hak-hak dasar lainnya secara layak,” ujarnya. Haji Mo menambahkan, kolaborasi strategis ini juga membuka ruang bagi kajian lebih lanjut tentang efektivitas zakat dalam pengentasan kemiskinan anak. “Melalui sinergi yang kuat dan roadmap yang jelas, zakat dapat menjadi fondasi penting menuju Indonesia yang lebih ramah anak,” ucap Haji Mo. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI, Prof. Zainulbahar Noor, menyampaikan bahwa zakat harus menjadi instrumen transformasi sosial yang inklusif. “Zakat bukan sekadar penyaluran, tapi juga pemberdayaan. Melalui roadmap ini, kita ingin memastikan bahwa anak-anak—termasuk mereka yang hidup dalam kemiskinan, terdampak bencana, atau berkebutuhan khusus—menjadi prioritas yang dibantu secara sistematis dan berbasis data,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, UNICEF Indonesia Maniza Zaman menyambut baik langkah strategis ini. “Kami percaya bahwa melalui kerja sama dengan BAZNAS, kita dapat menghadirkan dampak yang lebih besar bagi anak-anak Indonesia. Kolaborasi ini tidak hanya tentang program, tapi juga tentang bagaimana kita merancang sistem yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya. Kolaborasi BAZNAS dan UNICEF sebelumnya telah terwujud dalam berbagai program, seperti penanganan anak putus sekolah di Bulukumba, program sanitasi di NTB dan Jawa Timur, hingga distribusi gizi untuk pencegahan stunting.
BERITA31/07/2025 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →