WhatsApp Icon
Wali Kota Cirebon Turun Langsung Pantau Zakat Fitrah, Apresiasi Kinerja BAZNAS yang Terus Meningkat


Cirebon, 20 Maret 2026 – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melakukan monitoring langsung terhadap pelaksanaan penghimpunan dan pendistribusian zakat fitrah di BAZNAS Kota Cirebon pada Jumat (20/3).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda resmi Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam memastikan kesiapan pengumpulan dan distribusi zakat fitrah serta persiapan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H. Berdasarkan surat undangan resmi, monitoring dimulai dari Balai Kota Cirebon dan dilanjutkan ke beberapa titik, termasuk kantor BAZNAS Kota Cirebon.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon mengapresiasi kinerja BAZNAS Kota Cirebon yang dinilai telah bekerja keras dalam mengelola zakat secara profesional dan amanah.

“Kami mengapresiasi kerja keras BAZNAS Kota Cirebon. Kekompakan dalam internal lembaga menjadi kunci utama yang harus terus dijaga agar kinerja semakin optimal,” ujar Effendi Edo.

Ia menegaskan bahwa sinergi dan soliditas di dalam tubuh lembaga menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kinerja penghimpunan zakat di Kota Cirebon terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.

Menurutnya, peningkatan tersebut tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Daerah Kota Cirebon, khususnya dalam aspek regulasi zakat yang semakin menguat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Cirebon atas dukungan yang luar biasa, terutama dalam hal regulasi zakat. Hal ini menjadi salah satu faktor penting yang menjadikan Kota Cirebon sebagai daerah yang aktif dalam mendukung gerakan zakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Kota Cirebon berharap agar dukungan regulasi dari pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan ke depannya. Dengan regulasi yang semakin baik, potensi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah diyakini akan terus meningkat.

Hal ini pada akhirnya diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di Kota Cirebon, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial.

Monitoring ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa proses penghimpunan dan pendistribusian zakat fitrah berjalan optimal, tepat sasaran, dan sesuai dengan prinsip syariah.

20/03/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Syawal 1447 H, Ini Tanggal Idul Fitri di Indonesia

Cirebon — Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama.

Penetapan ini menjadi penanda berakhirnya bulan suci Ramadhan sekaligus momentum kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Menanggapi hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh rasa syukur, kebahagiaan, serta semangat berbagi kepada sesama.

Ketua BAZNAS Kota Cirebon menyampaikan bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kembali kepada fitrah dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Idul Fitri adalah momen untuk kembali suci. Selain saling memaafkan, kami mengajak masyarakat untuk memastikan zakat fitrah, infak, dan sedekah telah ditunaikan, sehingga kebahagiaan dapat dirasakan secara merata,” ujarnya.

BAZNAS Kota Cirebon juga terus membuka layanan pembayaran zakat, baik secara langsung maupun melalui platform digital, guna memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.

Melalui berbagai program pendistribusian, zakat yang ditunaikan akan disalurkan kepada mustahik di wilayah Kota Cirebon, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka di hari raya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan Idul Fitri tahun ini menjadi lebih bermakna, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi mereka yang membutuhkan.

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin.

 

FAQ Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Syawal 1447 H, Ini Tanggal Idul Fitri di Indonesia

Q: Kapan 1 Syawal 1447 H ditetapkan di Indonesia?
A: Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 melalui sidang isbat Kementerian Agama.

Q: Apa yang harus dilakukan sebelum Idul Fitri?
A: Umat Islam dianjurkan menunaikan zakat fitrah, memperbanyak sedekah, serta mempersiapkan diri untuk saling memaafkan.

Q: Bagaimana cara membayar zakat di BAZNAS Kota Cirebon?
A: Zakat dapat ditunaikan secara langsung di kantor BAZNAS atau melalui layanan digital resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Q: Siapa yang berhak menerima zakat fitrah?
A: Zakat fitrah disalurkan kepada mustahik, termasuk fakir dan miskin, sesuai ketentuan syariat Islam.

19/03/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Hadapi Era Disinformasi, BAZNAS Dinilai Punya Strategi Komunikasi yang Kuat

Cirebon – Di tengah tantangan arus informasi global yang semakin kompleks, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dinilai telah memiliki peta strategi komunikasi yang jelas dan terarah.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Hariqo Wibawa Satria, dalam agenda Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia yang digelar di Jakarta.

Menurut Hariqo, tantangan komunikasi saat ini tidak lagi sederhana. Disinformasi dan misinformasi bahkan telah menjadi salah satu risiko global utama.“Berita bohong sudah keliling dunia, sedangkan pelurusannya baru pakai sepatu,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, langkah BAZNAS yang aktif membangun komunikasi dengan media, membuka ruang kritik, serta menghadirkan langsung suara para penerima manfaat dinilai sebagai strategi yang tepat dan patut diapresiasi.“BAZNAS sudah punya peta komunikasi yang jelas, tinggal timnya lebih diperkuat,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya upaya literasi zakat untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman di masyarakat, khususnya terkait pengelolaan dan penyaluran dana zakat.

Menurutnya, transparansi dan publikasi yang kuat menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat.“Cerita dari para penerima manfaat sangat penting untuk ditampilkan di media. Suara mereka menjadi bukti bagaimana zakat membantu kehidupan masyarakat,” jelas Hariqo.

Lebih lanjut, ia memperkenalkan konsep tiga indikator utama komunikasi publik (3P), yaitu:

  • Pelaksanaan program yang berjalan dengan baik

  • Partisipasi masyarakat yang tinggi

  • Publikasi dan dokumentasi yang luas

Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat dampak program sosial kepada masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Ketua Zainut Tauhid Sa'adi, serta jajaran pimpinan lainnya, bersama tokoh komunikasi dan media seperti Amir Sodikin dan Andi Muhyiddin.

Bagi BAZNAS Kota Cirebon, penguatan strategi komunikasi ini menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan edukasi publik tentang zakat, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Di era digital, bukan hanya program yang harus kuat, tetapi juga cara menyampaikannya. Ketika komunikasi dilakukan dengan tepat, maka zakat tidak hanya dipahami, tetapi juga dipercaya dan ditunaikan.

 

Mari dukung gerakan zakat yang transparan dan berdampak. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon.

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Tsamara Amany Ajak Gen Z Berzakat Lewat BAZNAS, Dorong Gerakan Sosial Anak Muda Lebih Masif

Cirebon – Peran generasi muda dalam gerakan zakat semakin mendapat sorotan. Tsamara Amany mengajak Gen Z Indonesia untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sebagai bentuk kontribusi nyata dalam aksi sosial.

Ajakan tersebut disampaikan dalam forum Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia, yang menjadi ruang kolaborasi antara BAZNAS dan para praktisi komunikasi serta media.

Menurut Tsamara, generasi muda Indonesia memiliki potensi besar dalam gerakan filantropi, karena didorong oleh empati tinggi dan keinginan untuk menciptakan dampak sosial.“Anak muda Indonesia itu sangat dermawan dan ingin berkontribusi. Jika ada ruang dan jalurnya, mereka pasti bergerak,” ujarnya.

Ia menilai, BAZNAS memiliki posisi strategis sebagai wadah utama bagi anak muda untuk menyalurkan kepedulian mereka, baik dalam bentuk donasi maupun keterlibatan langsung sebagai relawan.

Namun demikian, Tsamara juga menyoroti bahwa citra BAZNAS di kalangan Gen Z masih perlu diperkuat, khususnya melalui pendekatan komunikasi yang lebih relevan dengan gaya anak muda masa kini.

Menurutnya, strategi komunikasi berbasis impact narrative dan storytelling menjadi kunci untuk menarik perhatian generasi muda.“Kalau impact narrative-nya kuat, storytelling-nya kuat, insyaallah akan makin banyak lagi orang-orang yang juga mau membantu,” jelasnya.

Ia menambahkan, kisah nyata seperti keberhasilan mustahik menjadi mandiri atau aksi kemanusiaan di wilayah konflik dapat menjadi konten yang kuat dan menyentuh secara emosional.

Tsamara juga mengapresiasi capaian BAZNAS yang berhasil membantu puluhan ribu masyarakat keluar dari kemiskinan, serta kontribusi besar dalam aksi kemanusiaan global, termasuk untuk Palestina.“Orang perlu tahu bahwa ada institusi di negara ini yang bekerja keras melakukan gerakan solidaritas kemanusiaan,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi, serta jajaran pimpinan lainnya, bersama tokoh komunikasi seperti Adita Irawati, Amir Sodikin, dan Andi Muhyiddin.

Bagi BAZNAS Kota Cirebon, ajakan ini menjadi momentum penting untuk semakin mendekatkan gerakan zakat kepada generasi muda di daerah. Dengan pendekatan digital, storytelling, dan konten yang relevan, Gen Z diharapkan dapat menjadi motor penggerak baru dalam ekosistem zakat.

Zakat hari ini bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menciptakan dampak. Dan generasi muda adalah kunci untuk memperluas dampak tersebut di masa depan.

 

Saatnya Gen Z bergerak. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon, dan jadilah bagian dari perubahan.

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Mudik Naik Kapal Perang, 1.448 Mustahik Diberangkatkan BAZNAS Bersama TNI AL

Cirebon – Inovasi layanan mudik kembali dihadirkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dengan menggandeng TNI Angkatan Laut dalam program mudik gratis menggunakan kapal perang.

Sebanyak 1.448 pemudik beserta 503 sepeda motor diberangkatkan menggunakan KRI Banda Aceh-593 dari Dermaga Kolinlamil TNI AL, Tanjung Priok, menuju Semarang dan Surabaya.

Program ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS bersama pemerintah melalui Menko Polkam RI Djamari Chaniago, sebagai bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat, khususnya kelompok ekonomi rentan.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.“Hari ini BAZNAS kembali bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggunakan kapal laut (perang), dengan jumlah yang diberangkatkan sekitar 1.448 orang untuk pulang-pergi,” ujar Sodik.

Tidak hanya menyediakan transportasi gratis, BAZNAS juga memastikan kenyamanan para pemudik melalui berbagai fasilitas, mulai dari konsumsi selama perjalanan, layanan kesehatan, hingga dukungan logistik lainnya.

Peserta mudik berasal dari berbagai latar belakang, seperti ibu rumah tangga, pengemudi ojek, asisten rumah tangga, mahasiswa, hingga pedagang kecil—kelompok yang selama ini membutuhkan perhatian lebih untuk bisa pulang kampung.“Saya melihat banyak yang berangkat satu keluarga dan mereka tampak senang. Ini menyempurnakan mudik mereka karena bisa berkumpul bersama di kampung,” tambah Sodik.

Selain membantu meringankan beban biaya, program ini juga menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan di jalur darat, terutama pada rute padat dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Menko Polkam, Djamari Chaniago, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik.“Kewajiban kami sebagai bagian dari pemerintahan ini untuk memberikan sesuatu yang menyamankan dan mengamankan masyarakat kita pulang kampung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut, Muhammad Ali, menyampaikan bahwa program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka mendukung kelancaran mudik Lebaran 2026.“Kami ingin memberikan sesuatu yang membuat masyarakat nyaman dan aman saat pulang kampung. Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” jelasnya.

Ke depan, BAZNAS berencana memperluas jangkauan program mudik ini tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga hingga ke wilayah lain seperti Sumatra, agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

Bagi BAZNAS Kota Cirebon, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa zakat mampu menghadirkan solusi nyata dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk mobilitas masyarakat di momen penting seperti Idulfitri.

Mudik bukan sekadar perjalanan, tetapi tentang kebahagiaan, kebersamaan, dan harapan. Melalui zakat, perjalanan itu kini menjadi lebih aman, nyaman, dan penuh berkah.

 

Mari hadirkan lebih banyak kebahagiaan di hari raya. Tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon.

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS

Berita Terbaru

Sambut Hari Anak Nasional, BAZNAS Bersama KemenPPPA Berikan Santunan untuk Anak Yatim dan Dhuafa
Sambut Hari Anak Nasional, BAZNAS Bersama KemenPPPA Berikan Santunan untuk Anak Yatim dan Dhuafa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyalurkan santunan kepada 300 anak yatim dan dhuafa di SD Dinamika Indonesia, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Selain di Kota Bekasi, kegiatan santunan bersama dengan Kementerian PPPA juga dilakukan di beberapa daerah, seperti di Kabupaten Sragen, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dan Kabupaten Pandeglang, Banten. Secara keseluruhan, BAZNAS bersama dengan KemenPPPA memberikan santunan kepada 1.200 anak yatim atau dhuafa di berbagai wilayah. Dalam keterangannya, Pimpinan BAZNAS RI, Saidah Sakwan, MA menyampaikan, BAZNAS terus berupaya hadir untuk memberikan perlindungan dan dukungan bagi anak-anak, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga dhuafa. “Kami percaya bahwa anak-anak merupakan amanah sekaligus aset masa depan bangsa. Melalui kerja sama dengan KemenPPPA, kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban mereka dan menjadi penyemangat untuk terus bersekolah dan mengejar cita-cita,” ujar Saidah, Senin (21/7/2025). Saidah menambahkan, santunan yang diberikan tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga paket peralatan sekolah dan seragam baru. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan semangat anak-anak untuk belajar dan berprestasi, meski dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas. Sebelumnya, penyaluran santunan dilakukan secara simbolis oleh Menteri PPPA Arifah Fauzi, didampingi Ketua BAZNAS Kota Bekasi, Nurul Akmal. Kegiatan ini juga dihadiri oleh pejabat tinggi KemenPPPA, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Tornanda Syaifullah, Kepala Dinas dan OPD Kota Bekasi, serta unsur pimpinan daerah lainnya. Dalam kegiatan di Bantargebang, Kamis (17/7/2025), Menteri PPPA Arifah Fauzi turut hadir dan menyerahkan langsung bantuan kepada para siswa. Ia menyampaikan, Hari Anak Nasional adalah momentum untuk memastikan anak-anak merasa bahagia, aman, dan dihargai. “Hari Anak Nasional adalah harinya anak-anak. Mereka berhak untuk bahagia, untuk bermain, dan mendapat perhatian dari kita semua,” ujar Arifah. Menteri Arifah juga berinteraksi langsung dengan para siswa, menanyakan siapa yang hafal Pancasila dan nama Presiden RI. Anak-anak pun dengan antusias menjawab, membuat suasana semakin hidup dan penuh semangat. Sekolah yang menjadi lokasi penyaluran ini berada di sekitar kawasan TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) Bantargebang. Sebagian besar orang tua siswa berprofesi sebagai pemulung atau pengumpul barang bekas, sehingga kondisi ekonomi keluarga cukup terbatas. Adapun kerja sama penyaluran bantuan oleh BAZNAS dan KemenPPA ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Jelajah Sapa yang dilakukan KemenPPPA menjelang peringatan HAN. Jelajah Sapa merupakan inisiatif KemenPPPA untuk menyapa anak-anak secara langsung, memberikan dukungan moral dan memastikan pemenuhan hak-hak anak secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Menteri Arifah menegaskan, peringatan HAN ke-41 tahun ini tidak lagi dipusatkan di satu kota, melainkan digelar secara serentak di seluruh Indonesia sebagai simbol keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam perlindungan anak.
BERITA23/07/2025 | humas
Peran Zakat dalam Mengurangi Penghasilan yang Dikenai Pajak
Peran Zakat dalam Mengurangi Penghasilan yang Dikenai Pajak
Berikut hasil parafrase dari berita tersebut dengan penyesuaian untuk SEO-friendly dan sesuai dengan slug "/Zakat-sebagai-Pengurang-Penghasilan-Kena-Pajak/": ```html Data pajak di Indonesia memberikan insentif kepada wajib pajak yang membayar zakat. Zakat yang disalurkan melalui lembaga resmi dapat dijadikan sebagai potongan penghasilan bruto, mengurangi jumlah penghasilan kena pajak (PKP) untuk perhitungan PPh 21. Dasar Hukum Aturan ini diatur dalam UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-6/PJ/2011. Zakat yang dikelola oleh Lembaga Amil Zakat yang diakui pemerintah dapat dikurangkan dari penghasilan bruto sebelum dikenai pajak. Syarat agar Zakat Bisa Jadi Pengurang Pajak Zakat harus dibayarkan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS atau LAZ yang terdaftar di Kemenag. Harus disertai bukti pembayaran zakat (kwitansi/struk). Jumlah zakat yang dibayarkan harus sesuai dengan ketentuan syariah (2,5% dari penghasilan tertentu). Contoh Perhitungan Misalnya, jika seseorang memiliki penghasilan bruto Rp120 juta per tahun dan membayar zakat profesi sebesar Rp3 juta melalui BAZNAS, maka penghasilan bruto yang dikenai pajak menjadi: PKP = Rp120 juta - Rp3 juta (zakat) - pengurang lainnya. Hal ini mengurangi beban pajak karena PKP yang lebih rendah. Kesimpulan Membayar zakat bukan hanya bentuk ketaatan spiritual tetapi juga memberikan manfaat langsung dalam mengurangi beban pajak. Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, seseorang dapat menjalankan ibadah dan mengurangi kewajiban perpajakan secara legal dan sah. ```
BERITA23/07/2025 | Hasan
Pedoman Kesehatan dan Berkah dalam Adab Makan dan Minum Menurut Ajaran Islam
Pedoman Kesehatan dan Berkah dalam Adab Makan dan Minum Menurut Ajaran Islam
Dalam ajaran Islam, pedoman adab makan dan minum memiliki nilai penting yang mencakup kesehatan dan keberkahan hidup. Memulai makan dengan menyebut "Bismillah" merupakan ajaran penting yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW. Penggunaan tangan kanan ketika makan dan minum merupakan bagian dari adab yang terpuji. Islam mengajarkan untuk tidak berlebihan dalam makan agar menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh. Makan dengan duduk dan tanpa tergesa-gesa juga dianjurkan dalam adab makan dan minum. Mengakhiri makan dengan ucapan "Alhamdulillah" sebagai ungkapan syukur merupakan bagian dari adab makan dan minum dalam Islam. Melalui praktik adab makan dan minum ini, umat Muslim diharapkan dapat hidup lebih sehat, tenang, dan penuh berkah. Praktik adab ini juga dianggap sebagai wujud ketaatan kepada Allah dan sarana untuk mencapai kehidupan yang lebih bermakna.
BERITA18/07/2025 | admin
BAZNAS Kota Cirebon dan Pemda Bangun 22 Rumah Tidak Layak Huni untuk Warga
BAZNAS Kota Cirebon dan Pemda Bangun 22 Rumah Tidak Layak Huni untuk Warga
KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon bersama Pemerintah Daerah Kota Cirebon berhasil menyelesaikan program bantuan sosial berupa pembangunan dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi masyarakat kurang mampu. Sebanyak 22 unit Rutilahu telah rampung dibangun dan diserahterimakan kepada pemiliknya sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dan BAZNAS dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan warga. Acara penyerahan simbolis kunci rumah dilakukan langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, kepada para penerima manfaat di ruang rapat kerja Wali Kota, Jl. Siliwangi, pada Selasa (10/6/2025). “Bantuan Rutilahu ini sudah mulai berjalan sejak bulan Mei. Hari ini programnya telah selesai, dan tadi secara simbolis saya sudah menyerahkan kunci kepada warga penerima manfaat untuk bisa kembali menempati rumahnya. Dengan ini, semoga dapat membantu masyarakat yang memang rumahnya sudah tidak layak dan akan ambruk,” ujar Effendi Edo dalam sambutannya. Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I, menegaskan bahwa program bantuan Rutilahu dari BAZNAS sudah berjalan cukup lama. Bantuan ini merupakan bagian dari bentuk penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan dari para muzaki, lalu dikembalikan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam bentuk peningkatan kualitas tempat tinggal. “Untuk membantu masyarakat yang rumahnya tidak layak huni, kami di BAZNAS sudah berjalan sejak dulu. Prosesnya tentu sesuai SOP yang berlaku, yaitu harus mengajukan proposal, disertai foto kondisi rumah, serta diketahui oleh RT, RW, dan lurah setempat,” jelas H. Hamdan. Setelah proposal masuk, tim dari BAZNAS melakukan survei kelayakan secara langsung. Jika dinilai memenuhi syarat, maka proses pembangunan atau renovasi rumah bisa dilaksanakan, tergantung pada kondisi keuangan yang tersedia di internal BAZNAS. “Kalau keuangan belum mencukupi, maka pengajuannya harus menunggu atau masuk waiting list. Karena memang anggaran per rumah cukup besar. Untuk rehab penuh bisa mencapai Rp15 juta sampai Rp25 juta,” tambahnya. Dari 22 unit rumah yang ditangani tahun ini, 11 rumah mendapatkan rehab penuh, sementara 11 rumah lainnya menerima bantuan stimulan. Bantuan stimulan diberikan dalam bentuk perbaikan ringan dengan anggaran yang lebih kecil, antara Rp2 juta sampai Rp3 juta per unit. “Yang stimulan ini hanyalah renovasi biasa, seperti memperbaiki atap bocor atau dinding yang retak. Semoga semua yang menerima bantuan Rutilahu ini bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” ungkap H. Hamdan. Program Rutilahu ini menyasar warga yang tinggal di rumah dengan kondisi sangat memprihatinkan, berisiko membahayakan keselamatan penghuni, serta tidak memiliki kemampuan finansial untuk memperbaiki. BAZNAS berperan sebagai pengelola dana sosial keagamaan yang ditujukan langsung untuk kesejahteraan umat. Sebanyak 22 rumah yang menerima bantuan tersebar hingga 5 kecamatan di wilayah Kota Cirebon. Data penerima manfaat diperoleh melalui koordinasi langsung antara masyarakat, perangkat RT/RW, dan kelurahan. Proses ini menjamin bahwa setiap bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan transparan. Langkah sinergis antara BAZNAS Kota Cirebon dan Pemerintah Kota Cirebon mendapat apresiasi dari warga. Selain membantu menyediakan hunian yang layak, program ini juga menjadi bukti konkret penggunaan dana zakat secara efektif dan terarah. Pemkot berharap program ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan skala yang lebih besar. Diharapkan, makin banyak masyarakat miskin yang bisa dibantu, sejalan dengan misi sosial dan kemanusiaan BAZNAS serta komitmen Pemkot dalam mewujudkan Kota Cirebon yang sejahtera dan berkeadilan.
BERITA18/07/2025 | BAZNAS Kota Cirebon
Pengusaha Nasi Cokot Bu Sa'adatul Dapat Bantuan Dana dari BAZNAS untuk Pengembangan Usaha
Pengusaha Nasi Cokot Bu Sa'adatul Dapat Bantuan Dana dari BAZNAS untuk Pengembangan Usaha
Saadatul Hanifah dari Tulungagung Sukses dengan Usaha Nasi Cokot Yoiki Saadatul Hanifah (38), seorang ibu rumah tangga dari Desa Sukowiyono, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk mencapai kesuksesan. Dengan usaha kuliner bernama Yoiki Nasi Cokot Tulungagung, Saadatul mampu menghasilkan omzet harian hingga Rp500 ribu berkat semangatnya yang pantang menyerah dan dukungan dari Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD). Mulai beroperasi sejak tahun 2022, usahanya menyajikan berbagai menu sarapan khas dengan harga terjangkau, termasuk 12 varian seperti nasi cokot dengan teri terong, ayam kemangi, lodho, cumi, dan tuna, dengan harga Rp6.000 per porsi. Saadatul dan suaminya membuka lapak di lokasi strategis dekat pondok pesantren, puskesmas, dan sekolah, mulai dari pukul 05.30 pagi hingga sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB setiap hari, dengan pendapatan bersih mencapai 40% hingga 50% dari omzet. Keberhasilan Saadatul didukung oleh pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kabupaten Tulungagung senilai Rp1,8 juta pada Februari 2025. Dana tersebut digunakan untuk menguatkan produksi, memperoleh peralatan dapur, bahan baku, dan memenuhi pesanan kue Lebaran. Pada Juni 2025, ia juga mendapat dukungan berupa banner usaha untuk memperbarui tampilan outletnya. Meskipun menghadapi tantangan seperti penutupan outlet kedua di sekitar RSUD dr. Iskak, Saadatul tetap optimis untuk mengembangkan usahanya, membuka cabang baru, dan merekrut karyawan di masa depan. Dengan memanfaatkan strategi pemasaran online dan layanan pesan-antar, usahanya semakin dikenal luas. Saadatul menjadi contoh bahwa dengan tekad kuat dan dukungan yang tepat, usaha kecil bisa tumbuh menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan.
BERITA08/07/2025 | Humas BAZNAS Tulungagung
Nenek Sendirian di Usia Senja Merasakan Dukungan Hangat dari Bantuan BAZNAS Sidoarjo
Nenek Sendirian di Usia Senja Merasakan Dukungan Hangat dari Bantuan BAZNAS Sidoarjo
Di balik angka 452 bantuan biaya hidup, terdapat kisah-kisah kemanusiaan yang menyentuh hati. Sidoarjo, 7 Juli 2025 – Matahari sore menerangi wajah keriput Ibu Sutilah, seorang nenek berusia 88 tahun di teras rumahnya di Desa Ngingas, Kecamatan Waru. Meskipun matanya terlihat lelah dari perjuangan hidupnya, kunjungan tim BAZNAS Sidoarjo pada Senin, 30 Juni, membawa harapan baru bagi Ibu Sutilah, yang selama ini hidup tanpa sokongan yang pasti. Kisah Ibu Sutilah hanyalah salah satu dari ratusan cerita serupa yang menjadi fokus program Bantuan Biaya Hidup BAZNAS Sidoarjo. Hingga bulan Mei 2025, 452 bantuan biaya hidup telah disalurkan oleh BAZNAS Sidoarjo kepada penerima manfaat. Program ini tidak hanya sekadar pemberian uang, tetapi juga suatu kesempatan bagi BAZNAS Sidoarjo untuk memahami lebih dalam kondisi penerima manfaat. Ahmad Hamdani, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo bidang Distribusi, menjelaskan bahwa lewat bantuan biaya hidup, mereka juga dapat menilai kebutuhan yang lebih spesifik dan merancang program-program terkait. Untuk Ibu Sutilah, bantuan yang diterimanya juga menjadi penilaian untuk menerima program bantuan biaya fakir yang lebih luas. Tim BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendengarkan cerita dan kebutuhan yang mendesak dari nenek yang telah berjuang keras sepanjang hidupnya. Hamdani menegaskan komitmen BAZNAS untuk memberikan bantuan yang tepat sasaran dan tepat manfaat, dengan pendekatan personal yang memperkuat hubungan antara pemberi dan penerima manfaat. Program Bantuan Biaya Hidup menjadi jembatan kemanusiaan yang menghubungkan kepedulian masyarakat melalui zakat dengan mereka yang membutuhkan. Ketika tim BAZNAS meninggalkan rumah Ibu Sutilah, senyum tipis terukir di wajahnya. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa materi, tetapi juga hangatnya kebersamaan yang mengingatkan bahwa di dunia ini, sebenarnya tak ada yang benar-benar sendirian. Tag HTML: ```html Di balik angka 452 bantuan biaya hidup, terdapat kisah-kisah kemanusiaan yang menyentuh hati. Sidoarjo, 7 Juli 2025 – Matahari sore menerangi wajah keriput Ibu Sutilah, seorang nenek berusia 88 tahun di teras rumahnya di Desa Ngingas, Kecamatan Waru. Meskipun matanya terlihat lelah dari perjuangan hidupnya, kunjungan tim BAZNAS Sidoarjo pada Senin, 30 Juni, membawa harapan baru bagi Ibu Sutilah, yang selama ini hidup tanpa sokongan yang pasti. ```
BERITA08/07/2025 | sudrab
Ketua BAZNAS Jawa Timur Melakukan Tinjauan Langsung ke Rumah Penerima Bantuan Properti di Trenggalek
Ketua BAZNAS Jawa Timur Melakukan Tinjauan Langsung ke Rumah Penerima Bantuan Properti di Trenggalek
Ketua BAZNAS Jawa Timur Tinjau Langsung Rumah Penerima Bantuan Properti di Trenggalek Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, KH. Ali Maschan melakukan kunjungan langsung ke rumah salah satu penerima bantuan PROPERTI di Kabupaten Trenggalek, Sabtu (21/6). Kunjungan ini merupakan wujud dari komitmen BAZNAS dalam memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan mustahik. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Kwarcab Pramuka Trenggalek dalam Perkemahan Wirakarya selama 5 hari, dimana anggota Pramuka aktif membantu pembangunan bedah rumah dan camping di sekitar rumah yang direnovasi. Dalam inspeksi tersebut, Ketua BAZNAS Jawa Timur melihat secara langsung kondisi rumah yang sedang direnovasi melalui program bantuan bedah rumah. Ia juga berinteraksi dengan penerima manfaat untuk mendengar langsung efek program tersebut dalam kehidupan sehari-hari. "Kami ingin memastikan bahwa bantuan disalurkan secara akurat dan membawa perubahan yang nyata. Ini adalah contoh transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat yang menjadi prinsip kami," tegasnya. Selama kunjungan, Ketua BAZNAS Jawa Timur didampingi oleh pimpinan BAZNAS Kabupaten Trenggalek, membantu memperkuat kerjasama antara BAZNAS provinsi dan kabupaten dalam meningkatkan program pemberdayaan mustahik, khususnya dalam hal hunian layak. Penerima bantuan mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang mereka terima. Rumah yang sebelumnya tidak layak huni, kini telah berubah menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi keluarga. Dengan adanya tinjauan ini, BAZNAS Jawa Timur berharap kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat semakin meningkat, dan mendorong lebih banyak orang untuk ikut berzakat dan bersedekah melalui saluran resmi. #PROPERTI2025 #BAZNASJawaTimur #BAZNASTrenggalek #bantuanbedahrumah
BERITA08/07/2025 | Humas
Lewat Program Beasiswa, BAZNAS Optimalkan Pemerataan Akses Pendidikan di Indonesia
Lewat Program Beasiswa, BAZNAS Optimalkan Pemerataan Akses Pendidikan di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus berupaya mengoptimalkan pemerataan akses pendidikan di Indonesia melalui program beasiswa. BAZNAS mendukung mustahik melalui program beasiswa, fasilitas pendidikan, dan pendampingan agar pendidikan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal itu disampaikan Rizaludin saat menjadi pembicara dan meresmikan Yayasan MAI Institute Summit 2025 di Bank Mandiri Kanwil IV, Kota Bandung, Sabtu (24/5/2025). Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, M. Si, mengatakan saat ini masih banyak tantangan yang hadapi masyarakat terutama bagi keluarga kurang mampu dapat mengakses pendidikan yang berkualitas. Padahal pendidikan merupakan hak dasar dan pilar utama pembangunan bangsa. Menurut Rizaludin, Indonesia menempati peringkat ke-69 dari 80 negara dalam tes PISA 2022. Skor ini lebih rendah dibandingkan beberapa negara berkembang lain seperti Maroko, Filipina, dan Uzbekistan. "Data ini menunjukkan tantangan besar dalam literasi, numerasi, dan sains dasar di Indonesia," kata Rizaludin. Dari data di atas, Rizaludin menekankan pentingnya transformasi pendidikan nasional agar mampu meningkatkan kompetensi generasi muda. Karena menurutnya, pendidikan adalah hak asasi yang diatur dalam UUD 1945, menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia. Selain itu, Rizaludin menyampaikan pendidikan berkualitas dapat mendorong pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Realita di Indonesia menunjukkan ketimpangan akses dan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Banyak anak di daerah tertinggal menghadapi keterbatasan fasilitas dan peluang belajar," imbuhnya. Sehingga pihaknya menyebut jika BAZNAS hadir sebagai mitra strategis yang berkomitmen membantu mewujudkan pendidikan inklusif dan merata melalui berbagai program pemberdayaan seperti beasiswa. "Kami ingin agar pendidikan di Indonesia dapat merata dan berkualitas melalui program beasiswa BAZNAS," imbuhnya.
BERITA02/06/2025 | Humas
BAZNAS RI Dorong 10.000 Penerima Beasiswa Santri 2025 Jadi Generasi Unggul dan Berdaya Saing
BAZNAS RI Dorong 10.000 Penerima Beasiswa Santri 2025 Jadi Generasi Unggul dan Berdaya Saing
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong para penerima Beasiswa Santri 2025 dapat membangun kualitas diri, kemandirian, dan kepemimpinan untuk menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing di tengah dinamika zaman. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, S.Sos., M.Hum., saat membuka acara Pembinaan Peserta Beasiswa Santri BAZNAS bertema Temukan Versi Terbaikmu, yang diikuti oleh 10.000 penerima beasiswa santri di seluruh Indonesia. Acara ini diselenggarakan secara daring melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Kamis (22/5/2025). Dalam sambutannya, Farid menyampaikan, program beasiswa santri BAZNAS merupakan jembatan untuk santri-santri berprestasi mencapai mimpi mereka masuk ke perguruan tinggi favorit agar menjadi lebih baik. Hal ini tentunya sejalan dengan astacita juga dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045. “Ini semua tidak berarti tanpa adanya proaktifitas dan kesungguhan belajar dari para santri. Masuk ke perguruan tinggi merupakan tiket menuju masa depan, tetapi tetap harus diiringi dengan kesungguhan belajar dan doa kepada Allah,” ujar Farid. Hal tersebut, menurut Farid, penting dilakukan mengingat salah satu misi BAZNAS RI adalah melakukan pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) untuk meningkatkan kesejahteraan umat serta mengentaskan kemiskinan. “Program ini memang sangat penting sekali, karena kalau kita berkaca dari data berkaitan dengan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi ini sering kita sampaikan di beragam kesempatan bahwa angka partisipasi pendidikan di Indonesia baru mencapai 31,40 persen, tetangga kita Malaysia 43 persen, sementara Singapura mencapai 91,09 persen,” katanya. Ia menambahkan, data tersebut menunjukkan bahwa penduduk Indonesia yang berada di usia kuliah rentang 19-23 tahun itu hanya terdapat 31 dari 100 orang yang menjadi mahasiswa untuk level strata 1, dan makin kecil lagi untuk level strata di atasnya. “Oleh karena itu, program beasiswa santri ini merupakan jembatan bagi adik-adik santri di pesantren untuk melanjutkan pendidikan mereka menjajaki ilmu ke perguruan tinggi favorit. Di tahun 2025 ini, kami telah memberikan 10.000 beasiswa santri,” kata Farid. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, santri hari ini harus siap menjawab tantangan zaman, tidak hanya piawai dalam ilmu agama, tetapi juga adaptif terhadap perubahan sosial dan teknologi. “Beasiswa yang diberikan BAZNAS tak berhenti pada bantuan biaya pendidikan. Ada misi lebih besar yang diusung yaitu mencetak generasi santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tapi juga siap bersaing secara intelektual dan sosial,” ucap Saidah. Salah satu alumnus penerima beasiswa santri 2023, Muhammad Fachry Alfareeza mengaku bersyukur dengan hadirnya beasiswa yang diberikan oleh BAZNAS RI karena memiliki manfaat yang sangat luar biasa bagi santri-santri di pesantren yang terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan. “Saya merasakan beasiswa dari BAZNAS ini sangat luar biasa, apalagi bagi kami sebagai seorang santri yang melatarbelakangi kami untuk melanjutkan kuliah adalah faktor biaya, dan alhamdulillah BAZNAS memberikan kesempatan kepada kami untuk bisa mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” katanya.
BERITA02/06/2025 | Humas
BAZNAS JABAR KOMITMEN PENEGAKAN HUKUM: TIDAK ADA KRIMINALISASI
BAZNAS JABAR KOMITMEN PENEGAKAN HUKUM: TIDAK ADA KRIMINALISASI
BAZNAS Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya terhadap prinsip antikorupsi, tata kelola yang transparan, serta keterbukaan informasi publik sebagai fondasi dalam mengelola dana umat.Berkaitan dengan pemberitaan di berbagai media massa, yang berasal dari rilis yang dikeluarkan oleh LBH Bandung tentang tuduhuan kriminalisasi terhadap Sdr. Tri Yanto yang dianggap sebagai whistleblower, dengan ini kami menyampaikan klarifikasi sebagai berikut: Tanggapan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Terhadap Rilis LBH Bandung1. Tentang Perlindungan Whistleblower (Pasal 33 UU No. 13/2006 & UNCAC Pasal 32-33)BAZNAS Provinsi Jawa Barat menghormati prinsip perlindungan whistleblower dan telah menyediakan mekanisme pengaduan yang aman serta kerahasiaan bagi pelapor. Namun, dalam kasus Sdr. TY: - Tidak ada hubungan antara pemberhentiannya dengan status sebagai whistleblower. Pemberhentian dilakukan sebelum yang bersangkutan melaporkan dugaan penyelewengan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dikarenakan proses rasionalisasi lembaga dan yang bersangkutan beberapa kali melakukan tindakan indisipliner. - Hasil audit investigasi oleh Inspektorat Provinsi Jawa Barat dan BAZNAS RI menyatakan tidak ada bukti korupsi sebagaimana tuduhan Sdr. TY. Dengan demikian, klaim pelanggaran hak whistleblower tidak relevan, karena tidak ada tindakan pelaporan yang dilindungi. Pada kenyataanya, yang bersangkutan melakukan pelanggaran terhadap prosedur mengakses dokumen tanpa izin dan menyebarkannya ke berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab. 2. Tentang Proses Hukum yang Adil (ICCPR Pasal 14)BAZNAS Provinsi Jawa Barat menjunjung tinggi prinsip equality before the law: - Bahwa BAZNAS berhak mengadukan Sdr. TY karena ternyata ada pelanggaran hukum oleh yang bersangkutan dan kami pun berhak dilindungi hak-haknya sesuai yang ditentukan oleh Undang-Undang. Dan kami menghargai pihak kepolisian untuk memproses ini secara adil dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku - BAZNAS Provinsi Jawa Barat sebagai institusi juga tunduk pada pemeriksaan hukum yang sama, termasuk audit eksternal, audit syariah Kementerian Agama RI, Audit keuangan oleh KAP, dan bahkan pemeriksaan oleh APH. 3. Tentang Kebebasan Berekspresi Vs Penyalahgunaan Dokumen (Pasal 19 ICCPR & UU ITE)Kebebasan berekspresi tidak termasuk hak untuk melanggar prosedur akses dokumen internal dan menyebarkannya ke pihak yang lain. Kasus ini bukan tentang pembatasan ekspresi, tetapi pelanggaran hukum (termasuk UU ITE: penyebaran data tanpa konteks yang benar). Penjelasan Kronologi Persoalan Hukum Sdr. TY : 1. Bahwa Pemberhentian Sdr. TY sudah sesuai prosedur dan sudah ada putusan Mahkamah Agung yang menguatkan putusan PHI Bandung di bulan Februari 2024 yang menyatakan bahwa pemberhentiannya sah (Sudah berkekuatan hukum tetap/inkracht). Narasi yang menyatakan bahwa Sdr. TY diberhentikan karena mengadukan dugaan korupsi adalah tidak benar, dan linimasanya tidak sesuai. Pesangon untuk Sdr. TY juga telah ditunaikan sesuai putusan tersebut, dan yang bersangkutan sudah menerima utuh seluruh pesangon yang ditetapkan oleh Pengadilan. 2. BAZNAS Provinsi Jawa Barat berkomitmen terkait dengan layanan pengaduan melalui whistle blower serta menjaga kerahasiaannya 3. Bahwa permasalahan Sdr. TY bukanlah pengaduan persoalan whistleblower, melainkan Sdr. TY telah mengakses dokumen internal secara tidak sah dan menyebarkannya kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan/berwenang baik perorangan maupun pada grup-grup media sosial. 4. Tuduhan korupsi yang dituduhkan oleh Sdr. TY sudah ditindak-lanjuti dengan audit investigatif oleh Inspektorat Provinsi Jawa Barat dan Audit Khusus oleh Divisi Audit dan Kepatuhan BAZNAS RI, dan hasilnya sudah keluar secara resmi yang menyatakan bahwa “Semua tuduhan tidak terbukti”. 5. BAZNAS Provinsi Jawa Barat menjunjung tinggi keterbukaan dan menghormati proses hukum yang berlangsung di ranah aparat penegak hukum. Kami menghargai hak setiap warga negara yang memiliki posisi yang sama di mata hukum. BAZNAS Provinsi Jawa Barat tidak melakukan tindakan apapun untuk menghalang-halangi laporan yang bersangkutan. Kami menghadapi semua tuduhan itu dengan melakukan pembuktian secara transparan. 6. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, BAZNAS Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa pengelolaan dana zakat dan program lembaga secara rutin diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen dan meraih predikat Wajar. BAZNAS Provinsi Jawa Barat juga sudah diaudit syariah oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI dengan hasil “Efeketif” dan “Transparan”. Hasil audit selama ini tidak pernah menunjukkan adanya penyimpangan dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Selain itu, BAZNAS Provinsi Jawa Barat juga sudah menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (ISO37001:2016), juga mendapatkan predikat “informatif” sesuai Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. 7. Untuk proses hukum Sdr. TY di POLDA Jabar, kami menghormati setiap proses yang berlaku dan memberikan kepercayaan penuh kepada POLDA Jabar. Sdr. TY juga tetap memiliki hak untuk membela diri dan membuktikan kalau memang tidak bersalah. Bahkan proses pra-peradilan pun bisa ditempuh dengan baik, daripada harus menyebarkan framing negatif yang tidak benar di berbagai media. Demikianlah rilis ini kami sampaikan sebagai bentuk hak jawab dan edukasi kepada masyarakat umum agar dapat menerima informasi yang benar, obyektif, dan berimbang. Bandung, 27 Mei 2025Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, H. Achmad Faisal, S.Pd.Wakil Ketua IV (Bidang SDM, Adm, Umum, dan Humas) Narahubung: Sdr. Deri Husen Abdullah (085722331785)
BERITA02/06/2025 | Humas
Kurban Berkah BAZNAS Kota Cirebon 2025
Kurban Berkah BAZNAS Kota Cirebon 2025
“Ketika Ibadah Menjadi Cermin Keberkahan dan Identitas Amal Anda” Idul Adha bukan sekadar hari raya. Ia adalah panggilan hati. Sebuah momen sakral yang mengingatkan kita pada ketaatan Nabi Ibrahim, pada pengorbanan, dan pada cinta tanpa syarat kepada Allah SWT.Namun hari ini, kurban tak lagi sebatas menyembelih hewan. Ia telah menjadi jembatan kebaikan. Dari yang mampu kepada yang membutuhkan. Dari mereka yang memberi, kepada mereka yang jarang merasakan daging. Dari sebuah niat, menjadi sebuah keberkahan yang menyebar luas. BAZNAS Hadir Menjadi Perpanjangan Tangan Kebaikan Anda Di Kota Cirebon dan sekitarnya, banyak wajah yang menanti. Warga dhuafa, lansia terlantar, janda tanpa penghasilan, anak-anak yatim di daerah pelosok yang belum pernah menikmati nikmatnya daging kurban. Maka, BAZNAS Kota Cirebon kembali hadir dengan program unggulan tahun ini: Apa yang Membuat Kurban di BAZNAS Berbeda? 1. Sertifikat untuk Setiap Pekurban Setiap pekurban, baik individu maupun instansi, akan menerima sertifikat resmi dari BAZNAS Kota Cirebon sebagai bukti ibadah dan amanah yang telah ditunaikan. Sertifikat ini dapat dicetak, dibagikan ke pihak internal, bahkan dipajang sebagai bukti partisipasi sosial Anda. 2. Logo Instansi di Semua Atribut Kurban Logo perusahaan/instansi/lembaga Anda akan kami cantumkan di berbagai media pelaksanaan kurban, antara lain: Spanduk program Papan nama kurban Kemasan daging kurban Dokumentasi & publikasi media sosial Laporan akhir kurban Website resmi BAZNAS Kota Cirebon sebagai mitra Ini bukan hanya ibadah, tapi juga bentuk kontribusi sosial yang terlihat nyata dan dapat meningkatkan reputasi kelembagaan Anda di tengah masyarakat. 3. Transparansi dan Pelaporan Lengkap Kami memberikan laporan dokumentatif secara tertulis dan visual berisi data hewan, lokasi distribusi, serta hasil pelaksanaan kurban. 4. Distribusi Tepat Sasaran Daging kurban Anda tidak hanya sampai ke warga kota, tetapi juga menjangkau daerah pelosok di Kota Cirebon yang jarang mendapat bantuan. Kami sebut ini: Kurban Sampai Pelosok. Pilihan Hewan Kurban Terbaik Semua hewan kurban telah melalui proses pengecekan ketat oleh dinas terkait dan tim verifikasi syariah. Kami pastikan: Usia hewan memenuhi syarat sah Tidak cacat Sehat, lincah, dan layak sembelih Pilihan Paket: Domba/Kambing: mulai Rp2.950.000 Sapi 1/7: mulai Rp3.450.000 Sapi utuh: mulai Rp24.150.000 Untuk Siapa Kurban Ini? Untuk Anda yang ingin berkurban tanpa ribet Untuk instansi/lembaga yang ingin terlibat dalam program sosial Untuk karyawan yang ingin kurban kolektif Untuk perusahaan yang ingin menebar kebermanfaatan sebagai bagian dari CSR Manfaat Ganda bagi Instansi & Perusahaan Kurban melalui BAZNAS bukan hanya soal berbagi, tapi juga membangun citra sosial positif lembaga Anda. Ketika logo Anda tercetak dalam setiap kemasan dan tayang di publikasi resmi, masyarakat melihat:“Oh, instansi ini juga peduli.” Publikasi Media yang Terjadwal & Terstruktur Instagram & Facebook BAZNAS Kota Cirebon Website Resmi & Microsite Khusus Kurban Laporan PDF Digital + Cetak Penyebutan di laporan kinerja tahunan Sertifikat & ucapan terima kasih resmi Cara Daftar Kurban di BAZNAS Cirebon Kunjungi portal pembayaran kurban BAZNAS Kota Cirebon: https://baznaskotacirebon.myr.id/ Pilih paket kurban sesuai kebutuhan, Sapi, Kambing, atau Sapi1/7 Isi data pekurban dan transfer melalui rekening yang tersedia atau menggunakan QRIS Kirim logo instansi/perusahaan Anda Terima bukti sertifikat, dokumentasi, dan laporan lengkap usai pelaksanaan. Kami Layani dengan Sepenuh Hati Chat WhatsApp: 0851-9500-2005Kantor: Jl. Kanggraksan No.57, Harjamukti, Kec. Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat 45143Email: [email protected] Penutup: Kurban yang Membanggakan dan Berbekas Bayangkan...Logo Anda ada di spanduk yang terpasang di lokasi penyembelihan.Kemasan daging bertuliskan nama instansi Anda tiba di tangan warga dhuafa.Papan nama pekurban terpampang rapi di dokumentasi yang akan diarsipkan.Sertifikat diterima, dilihat, dibagikan, dan diingat.Pahala Anda mengalir...Dan rasa syukur mereka tak henti-hentinya membacakan doa. Itulah Kurban Berkah BAZNAS.Satu langkah kecil Anda, menjadi kebaikan besar bagi banyak jiwa. Mari Berkurban. Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan.Bersama BAZNAS Kota Cirebon. Tahun Ini. Sekarang Juga.
BERITA20/05/2025 | Humas
BAZNAS Kota Cirebon bersama Wali kota Cirebon Salurkan Bantuan untuk Imam, Marbot, dan Petugas Sampah
BAZNAS Kota Cirebon bersama Wali kota Cirebon Salurkan Bantuan untuk Imam, Marbot, dan Petugas Sampah
Cirebon, – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon bersama Baznas Kota Cirebon menyalurkan 1.300 paket bantuan kepada imam masjid, marbot, guru ngaji, lebe, dan petugas pengangkut sampah. Acara penyerahan paket sembako yang digelar di ICC Attaqwa Center, Sabtu (26/4/2025), berlangsung penuh kehangatan. Wali Kota Cirebon menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada para penerima bantuan atas kerja-kerja sosial mereka yang luar biasa yang dilakukan tanpa mengharap pamrih sedikitpun. Dalam sambutannya, Wali Kota Effendi Edo menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para penerima bantuan. Ia menyebut mereka sebagai penjaga nilai dan kebersihan lahir-batin Kota Cirebon. "Kota Cirebon berdiri bukan hanya karena bangunan dan sistem, tetapi juga karena do’a para imam, kerja senyap para marbot, ketulusan para guru ngaji, kesabaran para lebe, serta pengabdian para petugas pengangkut sampah," ungkapnya. Edo menegaskan bahwa bantuan ini menjadi bentuk penghargaan tulus atas dedikasi mereka yang sering kali luput dari perhatian. "Bantuan ini mungkin tidak besar dalam jumlah, tapi besar dalam makna. Ini bentuk perhatian negara, pemerintah daerah, dan lembaga zakat kepada orang-orang yang menghidupkan ruh kota kita lewat adzan yang mereka kumandangkan, mushaf yang mereka ajarkan, hingga jalanan kota yang mereka rapikan setiap pagi," katanya. Sementara itu, Ketua Baznas Kota Cirebon, H. Hamdan, juga menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan para muzaki (pemberi zakat) yang menyalurkan zakat melalui Baznas. "Terima kasih kepada para muzaki. Semoga rezekinya senantiasa Allah limpahkan keberkahan," ujarnya. Hamdan menambahkan bahwa Baznas tidak sekadar menjadi lembaga pengelola zakat, tetapi berperan sebagai jembatan kepedulian antara masyarakat yang memiliki kelebihan dan yang membutuhkan.
BERITA28/04/2025 | BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS Salurkan Zakat Perusahaan PT Mulia Inti Pangan Sebesar Rp268 Juta Lewat Program Beasiswa
BAZNAS Salurkan Zakat Perusahaan PT Mulia Inti Pangan Sebesar Rp268 Juta Lewat Program Beasiswa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menerima zakat perusahaan PT Mulia Inti Pangan sebesar Rp268 juta dan menyalurkannya melalui program beasiswa bagi 33 mahasiswa berprestasi yang berhasil menerima beasiswa Cendekia BAZNAS. Penyerahan bantuan tersebut diselenggarakan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat, Kamis (24/04/2025). Hadir Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan S.Ag., M.Pd.I., Kepala Divisi Pengumpulan Badan BAZNAS RI, Argo Sayoto, Direktur PT Mulia Inti Pangan Ahmad Muzaki, serta Rektor UIN Siber Syekh Nurjati, Prof. Dr. H. Aan Jaelani. Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan S.Ag., M.Pd.I menyampaikan terima kasih atas kepercayaan PT Mulia Inti Pangan yang telah mempercayakan BAZNAS RI sebagai tempat untuk menyalurkan zakat perusahaannya. “Alhamdulillah PT Mulia Inti Pangan kembali menunaikan zakat perusahaan melalui BAZNAS sebesar Rp268.500.000, dan PT Mulia Inti Pangan juga merekomendasikan agar zakat ini juga disalurkan ke dalam program beasiswa BAZNAS,” ujar Hamdan. Hamdan mengatakan, program beasiswa Cendekia BAZNAS adalah program unggulan BAZNAS. Setiap tahunnya, program ini mengelola lebih dari 6.000 mahasiswa dari keluarga pra sejahtera seperti anak petani, anak buruh, anak nelayan, dan pekerja harian. “Jadi BAZNAS tidak hanya memastikan agar biaya pendidikan tersalurkan tapi BAZNAS juga memberikan pembinaan kepada para peserta penerima Beasiswa,” terangnya. Kepada anak-anak penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS kali ini, Hamdan berharap agar dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. “Khususnya untuk adek-adek mahasiswa, harus menjadi mahasiswa yang betul-betul pintar dan cerdas, dan harus bermanfaat karena dibiayai oleh PT Mulia Inti Pangan, maka diharapkan jadi orang yang bermanfaat khoirunnas anfauhum linnas, jangan sampai merugikan, jangan sampai pandai tapi tidak bermanfaat,” kata Hamdan. Sementara itu, Kepala Divisi Pengumpulan Badan BAZNAS RI, Argo Sayoto mengatakan 33 mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS tersebar di 3 kampus, antara lain 11 mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB), 12 mahasiswa di Universitas Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan 10 mahasiswa di Universitas Muhamadiyah Cirebon. Menurut Argo, hal ini merupakan contoh nyata dari kepedulian perusahaan terhadap sesama dan kontribusi aktif dalam pembangunan zakat nasional. Argo juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan PT Mulia Inti Pangan yang telah mempercayakan BAZNAS RI sebagai tempat untuk menyalurkan zakat perusahaannya. ?“Sekali lagi, kami ingin mengucapkan terima kasih dan semoga kerja sama ini terus berlanjut, dan kami doakan semoga berharap PT Mulia Inti Pangan diberikan keberkahan serta kesuksesan di masa yang akan datang,” ujar Argo. Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Mulia Inti Pangan Ahmad Muzaki, menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS yang telah memfasilitasi penyaluran zakat perusahaannya. ?“Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memfasilitasi kami untuk menyalurkan zakat perusahaan. Ini tahun kedua kami, dan semoga berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” ujar Ahmad Muzaki. Ahmad Muzaki mengatakan, bahwa PT Mulia Inti bergerak di bidang pengolahan bahan pangan dengan memodifikasi tepung menjadi bahan pangan bernilai tambah dan inovatif, contoh salah satunya adalah membuat produk pengenyal makanan berbahan alami, yang biasanya digunakan pada produk tepung-tepungan seperti untuk membuat baso, mie, dan lain sebagainya. “PT Mulia Inti Pangan juga sudah ekspor ke Singapura, Malaysia, Tailand, dan mudah-mudahan kami bisa ekspor lebih luas lagi ke pasar Asia Pasific,” kata Ahmad Muzaki.
BERITA28/04/2025 | Humas
Peduli Sesama, BAZNAS RI Siapkan Layanan Kurban Iduladha 1446 H
Peduli Sesama, BAZNAS RI Siapkan Layanan Kurban Iduladha 1446 H
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyiapkan layanan berkurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc., Ph.D., dalam acara Pengajian Selama Pagi bertajuk "Strategi Fundraising Hari Raya Kurban" yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal Youtube BAZNAS TV pada Selasa (15/4/2025). Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc., Ph.D., menyampaikan, BAZNAS akan memaksimalkan momen Idul Adha 1446 H untuk saling peduli dan berbagi terhadap sesama. "Kita akan berusaha semaksimal mungkin mengumpulkan dana kurban dan menawarkan kepada masyarakat untuk dapat berkurban di BAZNAS, baik di BAZNAS RI, Provinsi, maupun di Kabupaten/Kota, sehingga dapat bermanfaat bagi banyak orang," ujar Prof Nadra. Prof Nadra juga mengajak amilin dan amilat BAZNAS di seluruh Indonesia untuk berusaha mengajak masyarakat berkurban melalui BAZNAS, sehingga masyarakat yang terbantu menjadi lebih banyak. "Acara ini sengaja dilakukan agar kita semua mendapat wawasan dan inspirasi tentang bagaimana kita mengelola dana kurban ini. Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang terbantu," ucap Prof Nadra. Sementara itu, Kepala Divisi Pengumpulan Digital BAZNAS RI, Fahrudin, S.Sos., M.M., menyampaikan, ada tiga strategi utama dalam mengajak masyarakat untuk berkurban melalui BAZNAS. "Pertama, memastikan pekurban dapat layanan kurban dari berbagai saluran yang nyaman, cepat, dan terpercaya. Kedua, meningkatkan awareness, trust, dan konversi pekurban dengan narasi yang kuat dan relevan. Ketiga, memberikan pengalaman berkurban yang amanah, nyaman, dan berkesan bagi pekurban," jelasnya. Fahrudin juga menyampaikan, BAZNAS RI terus berupaya memberikan kemudahan Mudhohi agar merasa nyaman bila berkurban.
BERITA24/04/2025 | Humas
BAZNAS RI Optimis Capai Target Pengumpulan ZIS di Masa Pelambatan Ekonomi
BAZNAS RI Optimis Capai Target Pengumpulan ZIS di Masa Pelambatan Ekonomi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI tetap optimis dapat mengumpulkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tahun 2025 sesuai target di tengah pelambatan ekonomi yang sedang terjadi, sehingga proses penyaluran bantuan kepada penerima manfaat tidak ikut terdampak. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D saat Pengajian Selasa Pagi bertema Strategi Fundraising di Masa Ekonomi Melambat yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal Youtube BAZNAS TV pada Selasa (22/4/2025). “Kita melihat adanya pelambatan ekonomi yang nyata. Oleh karena itu, kita punya pengalaman ketika Covid-19, boleh dibilang ekonomi stagnan, tapi alhamdulillah kita tetap berhasil meningkatkan mengumpulkan dana zakat, infak, dan sedekah,” ujar Prof Nadra. Prof Nadra menyarankan BAZNAS di daerah untuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), sehingga penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah bisa lebih merata dan menjangkau daerah-daerah terpencil. “Secara aturan, dari dana yang terkumpul, mereka menyerahkan kepada BAZNAS RI, lalu dikembalikan 70 persen. Dan kalau bisa, dana 70 persen BAZNAS daerah ini bisa memanfaatkannya dengan bekerja sama, tentu dengan proposal yang baik, masuk akal, dan bermanfaat di daerah. Saya kira hal ini akan tersalurkan dengan baik ke daerah-daerah terpencil dan yang membutuhkan,” ucap Prof Nadra. Menurut Prof Nadra, jika hal tersebut bisa terlaksana, maka akan bisa meminimalisir dampak dari pelambatan ekonomi di daerah. Katanya, selama ini UPZ-UPZ mengambil zakat karyawan yang telah memiliki gaji tetap. Sementara itu, Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta menambahkan, pelambatan ekonomi akan berdampak pada fundraising setidaknya dalam 6 hal, yaitu penurunan donasi, pemotongan anggaran oleh pemerintah, peningkatan kebutuhan sosial, perubahan prioritas belanja, tantangan pengelolaan dana, serta tekanan pada organisasi filantropi. “Meski demikian, di tengah dampak pelambatan ekonomi tetap ada harapan yaitu krisis akan meningkatkan kedermawanan, terdapat segmen donatur yang tidak terdampak krisis, luasnya saluran donasi digital, inovasi pasar baru, serta donasi tetap,” kata Arifin. Arifin menegaskan, pelambatan ekonomi tidak boleh menjadi alasan BAZNAS maupun lembaga zakat lainnya untuk menurunkan target pengumpulan, sebab hal tersebut akan berdampak pada penerima manfaat maupun orang yang membutuhkan. “Karena ada pelambatan lalu kita menjadi mengecil, ini tidak boleh terjadi, tetapi tetap harus berupaya agar target tercapai, karena apa? Karena angka yang kita himpun ini sudah dihitung penyaluran hingga operasionalnya. Jadi perlu dilakukan check point agar target tetap tercapai meski tengah terjadi pelambatan ekonomi,” katanya.
BERITA24/04/2025 | Humas
BAZNAS KOTA CIREBON SALURKAN 100 PAKET SEMBAKO UNTUK DUKUNG PROGRAM P2WKSS 2025
BAZNAS KOTA CIREBON SALURKAN 100 PAKET SEMBAKO UNTUK DUKUNG PROGRAM P2WKSS 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon – Dalam rangka mendukung Program Pemberdayaan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) Tahun 2025, BAZNAS Kota Cirebon menyalurkan bantuan sebanyak 100 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 23 April 2025 di RW 06 Suradinaya Utara, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk sinergi antara BAZNAS Kota Cirebon dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon dalam mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera serta mendukung upaya penurunan angka stunting, peningkatan akses pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kota Cirebon, Wakil Ketua II serta staf pelaksana. Sementara dari pihak DP3APPKB, turut hadir Kepala Dinas beserta jajaran. Ketua BAZNAS Kota Cirebon menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada para penerima, terutama kaum perempuan sebagai pilar utama keluarga. “Pemberdayaan perempuan menjadi kunci untuk menciptakan keluarga yang tangguh. Melalui program ini, kami berharap kesadaran akan pentingnya kesehatan ibu dan anak semakin meningkat,” ujarnya. Program P2WKSS ini juga mencakup berbagai kegiatan seperti pemeriksaan kesehatan rutin, penyuluhan gizi, serta pelatihan kader kesehatan yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan sehat. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, BAZNAS Kota Cirebon terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi. #baznaskotacirebon #dp3appkbkotacirebon #kotacirebon #p2wkss #bantuansosial #bantuanbaznas #zakatberdayakanumat #zakatonline #ingetzakatingetbaznaskotacirebon
BERITA24/04/2025 | BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS RI Kembali Berikan Layanan Kesehatan Mata dan Vaksinasi Influenza Gratis bagi Mustahik
BAZNAS RI Kembali Berikan Layanan Kesehatan Mata dan Vaksinasi Influenza Gratis bagi Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyediakan layanan pemeriksaan mata dan vaksinasi influenza gratis bagi para amil dan mustahik, yang digelar di Rumah Sehat BAZNAS (RSB), Jakarta, Selasa (22/4/2025). Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program pemeriksaan mata dalam rangka Gerakan Mata Sehat dan pemberian vaksin influenza gratis, yang didukung oleh PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) melalui Sedekah Konsumen Alfamidi periode November–Desember 2024, dan turut bekerja sama dengan Yayasan Amal Mata Indonesia dan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA, mengatakan, program ini menegaskan komitmen BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui pendekatan berbasis kesehatan. "Melalui program ini, kami ingin memastikan para amil, relawan, dan mustahik dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk ibadah, dengan kondisi kesehatan yang prima, khususnya penglihatan dan daya tahan tubuh," ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (22/4/2025). Sebanyak 200 penerima manfaat mendapat layanan pemeriksaan mata dan kacamata gratis, sementara 50 orang mendapatkan vaksinasi influenza tanpa biaya. Ia menambahkan, layanan pemeriksaan mata dan vaksinasi influenza sebelumnya telah dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan. Namun, masih banyak amil dan relawan yang belum sempat mengikuti karena kesibukan persiapan Ramadhan. Oleh karena itu, kegiatan ini digelar sebagai tahap lanjutan untuk menjawab tingginya antusiasme masyarakat terhadap program serupa. Ke depan, kata Saidah, BAZNAS berencana menggelar tahap ketiga program serupa, dengan fokus pemeriksaan mata dan vaksinasi di wilayah Jakarta. BAZNAS juga tetap membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat. "Kami (BAZNAS) berharap dengan hadirnya layanan kesehatan gratis ini masyarakat bisa tetap sehat dalam menjalankan aktivitas keagamaan dan sosial pasca-Ramadhan," ucapnya. Sementara itu, Plt. Kepala Divisi Kesehatan BAZNAS RI, Siti Masturoh, menjelaskan, program ini merupakan lanjutan tahap pertama yang telah memberikan bantuan 10.500 kaca mata gratis dan 1.309 penerima manfaat vaksinasi. “Khusus untuk tahap kedua ini, kami melayani 200 penerima manfaat untuk pemeriksaan mata yang mengalami masalah refraksi seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), dan astigmatisme dan sebanyak 50 orang untuk vaksinasi. Ini merupakan batch lanjutan khusus Jakarta,” kata Siti. "Melihat antusiasme yang tinggi, kemungkinan besar akan ada tahap ketiga untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat dalam waktu dekat," ucapnya. Ia berharap, program yang diinisiasi BAZNAS ini bisa benar-benar membantu masyarakat. "Awalnya memang bertujuan agar ibadah mayarakat di bulan Ramadhan bisa berjalan lancar tanpa gangguan penglihatan. Tapi setelah Ramadhan pun, BAZNAS ingin masyarakat tetap terbantu, khususnya dalam aktivitas sehari-hari maupun pekerjaan, dengan kondisi penglihatan yang sehat," ujar Siti. "Begitu juga dengan vaksin, kami berharap para manfaat bisa tetap menjalani aktivitas tanpa terganggu oleh penyakit seperti flu dan kondisi kesehatan mereka bisa lebih terjaga," ucapnya.
BERITA24/04/2025 | Humas
Tingkatkan Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI Luncurkan Program Disabilitas Berdaya
Tingkatkan Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI Luncurkan Program Disabilitas Berdaya
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program “Disabilitas Berdaya BAZNAS” bersama kelompok Anggrek Karya Cacat Berkreasi (KCB) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pemberdayaan ekonomi mustahik disabilitas. Program “Disabilitas Berdaya BAZNAS” ini diproyeksikan menjadi program pemberdayaan jangka pendek, menengah dan panjang, di mana penyandang disabilitas yang termasuk mustahik akan dibekali pelatihan padat kaarya dan diharapkan dapat masuk dan diterima dalam dunia kerja, baik sebagai pekerja, maupun sebagai pelaku enterpreneurship. Adapun pelaksanaan program BAZNAS bersama kelompok Anggrek ini melibatkan penyandang disabilitas binaan KCB yang tersebar di Jabodetabek sebanyak 30 orang. Peluncuran program tersebut diselenggarakan di Rumah Produksi Anggrek, Kabupaten Tangerang, Selasa (22/04/2025). Turut hadir Kepala Divisi Optimasi dan Pemasaran Produk Mustahik BAZNAS RI Deden Kuswanda yang mewakili Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., Pembina Yayasan Solidaritas Disabilitas Sutikarno, serta Ketua Kelompok Anggrek KCB Yuli. Kepala Divisi Optimasi dan Pemasaran Produk Mustahik BAZNAS RI, Deden Kuswanda, mengatakan, kerja sama yang dilakukan BAZNAS dengan Anggrek KCB sudah terjalin sejak 2020. Menurutnya, ini merupakan bukti nyata bahwa BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan tetapi juga memberikan pendampingan yang berkelanjutan dengan tujuan agar kelompok disabilitas ini dapat berdaya, mandiri dan dapat meningkatkan ekonomi mereka. “BAZNAS sangat mensuport program-program inklusi seperti ini, pemberdayaan ekonominya dengan targetnya para mustahik disabilitas ini kemudian bisa menjadi muzaki. Ini gaung yang sangat besar, dan agar masyarakat tahu bahwa ini hasil dari zakat yang diberikan ke BAZNAS, jadi masyarakat yang awalnya belum membayar zakat melalui BAZNAS jadi bisa ikut,” ujar Deden. Deden menyebutkan, BAZNAS sangat terbuka dengan kerja sama seperti ini untuk memberikan pelatihan dan pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat bersama pihak-pihak lainnya. Sehingga BAZNAS bisa lebih banyak menjangkau kelompok-kelompok disabilitas lainnya di pelbagai daerah. “Kami siap berkolaborasi dengan siapa saja dan kami terbuka berkolaborasi dengan pihak-pihak lainnya. Semoga Allah SWT meridhoi langkah-langkah kita,” kata Deden. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA, mengatakan tingkat kesejahteraan ekonomi para penyandang disabilitas di Indonesia masih tergolong sangat rendah. Hal tersebut didasari oleh berbagai macam faktor seperti diskriminasi da?am dunia kerja, infrastruktur dan fasilitas yang tidak ramah disabilitas, rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan untuk bisa bersaing di dunia kerja. Oleh karena itu, menurutnya, pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas para mustahik disabilitas, termasuk meningkatkan Disability Inclusion (Inklusi Disabilitas) melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan sangat dibutuhkan. “Program ini merupakan wujud nyata BAZNAS dalam memberikan dukungan materil terhadap pelaksanaan program serta pembinaan kepada para penerima manfaat program. Muudah-mudahan program ini memberikan keberkahan bagi kita semua,” kata Saidah. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Anggrek KCB, Yuli menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah memberikan suport yang luar biasa dan telah memberikan kepercayaan kepada Anggrek KCB untuk turut serta memberikan pelatihan-pelatihan dan keterampilan-keterampilan kepada para penyandang disabilitas. “Terima kasih BAZNAS yang sudah mensuport pelatihan-pelatihan yang sudah dijalankan Anggrek KCB dari yang tidak punya apa-apa sampai sekarang punya 75 unit mesin, dari Jawa Timur hingga hari ini di Tangerang,” ujar Yuli. Yuli menuturkan, suport BAZNAS kepada teman-teman disabilitas sudah terbukti nyata di Bekasi. Pelatihan yang diberikan pada tahun 2020 kepada orangtua dengan downsyndrom untuk membuat keripik, saat ini status mereka sudah bukan lagi penerima zakat namun menjadi pemberi zakat. Bahkan mereka juga sudah mempekerjakan orang-orang normal. “Dari Anggrek KCB mustahik sekarang Alhamdulillah sudah menjadi muzaki, semoga semua peserta pelatihan dan anggota binaan Anggrek KCB bisa menjadi contoh gerakan dari mustahik menjadi muzaki dalam program BAZNAS Berdaya. Terima kasih BAZNAS yang sudah lima tahun mensuport kami,” ujar Yuli.
BERITA24/04/2025 | Humas
3 Makna dalam Berkurban yang Wajib Diketahui saat Menyambut Idul Adha
3 Makna dalam Berkurban yang Wajib Diketahui saat Menyambut Idul Adha
Terdapat 3 makna berkurban yang wajib diketahui dalam menyambut Idul Adha. Kurban adalah salah satu ibadah sunnah yang dilakukan umat islam setiap tahunnya. Ibadah kurban ini dilakukan setiap pada bulan Dzulhijjah. Kurban ini diperuntukkan untuk umat muslim yang kurang mampu, agar mereka setidaknya dalam setahun sekali mereka memakan daging yaitu daging kurban. Ibadah Kurban ini juga salah satu pembuktian bahwa sebagai umat islam yang taat pada perintah Allah SWT. Penyembelihan hewan kurban ini hanya dilakukan beberapa hewan seperti hewan ternak sapi, kambing, domba, kerbau, dan unta. 3 Makna dalam Berkurban 1. Waktu yang tepat untuk berbagi Pada momen berkurban ini adalah waktu yang tepat bagi umat Islam berbagi sebagian hartanya untuk menyembelihkan hewan ternak dan diperuntukkan untuk umat Islam lainnya yang kurang mampu. Allah SWT juga sangat menyukai hamba-Nya yang saling berbagi dan saling membantu. Ingat 2,5% harga kita adalah harta yang perlu kita sumbangkan untuk orang yang membutuhkan. Sekarang kamu bisa dapatkan momen sedekah dan berkurban secara online melalui BAZNAS. BAZNAS memiliki program “KURBAN BERKAH BAZNAS” yang dapat kamu nikmati kemudahannya semudah belanja online. Info lebih lengkap silahkan klik disini : Kurban online 2. Menyucikan harta Berkurban ini dapat menyucikan harta bagi umat muslim yang melakukannya. Berkurban bagaikan membilas harta. Dengan bersihnya harta kita, dapat terhindar dari rasa iri dengki, dan rasa-rasa terburuk lainnya. 3. Sebagai pertolongan di hari akhir Hewan yang dikurbankan akan menjadi saksi serta sarana penolong dari Allah SWT kepada umat Islam yang melakukan kurban tersebut. Hewan kurban ini juga nantinya akan sebagai kendaraan bagi umat Islam yang melakukan kurban agar selamat pada saat menyebrangi tali sirotol mustaqim dan menyelamatkan jatuh ke api neraka yang menyala-nyala. Sumber : BAZNAS Kota Bandung
BERITA24/04/2025 | Humas
Enam Negara Afrika Berlatih Zakat dan Sertifikasi Amil ke BAZNAS dan IPB
Enam Negara Afrika Berlatih Zakat dan Sertifikasi Amil ke BAZNAS dan IPB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi untuk skema manajer pengumpulan, serta skema manajer pendistribusian dan pendayagunaan bagi para amil zakat dari Afrika Tengah dan Barat. Pelatihan ini turut difasilitasi oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS, dengan kurikulum yang telah disesuaikan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sebanyak enam negara Afrika mengirimkan perwakilannya dalam program ini, yaitu Nigeria, Sierra Leone, Senegal, Togo, Ghana, dan Benin. Para peserta merupakan tokoh dan pimpinan lembaga zakat terkemuka di negara masing-masing. Kegiatan tersebut berlangsung pada 16–26 April 2025 di Bogor, Jawa Barat. Pembukaan kegiatan ini turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan M.Si., Wakil Rektor IPB Bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim, Prof. Ernan Rustiadi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Management IPB University, Dr. Irfan Syauqi Beik, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa) Kementerian Agama RI, Waryono, beserta civitas academica IPB University. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, mengatakan, pelatihan ini merupakan bentuk kontribusi Indonesia dalam meningkatkan kapasitas amil zakat di kancah internasional. "Ini adalah pelatihan sertifikasi berskala internasional. Tidak hanya sebagai ajang transfer pengetahuan, tapi juga transfer keterampilan antarnegara,” ujar Rizaludin, di Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/4/2025). Menurutnya, Indonesia telah menjadi rujukan global dalam pengelolaan zakat dalam satu dekade terakhir. Pertumbuhan signifikan pada penghimpunan, penyaluran, hingga pemberdayaan mustahik menjadikan sistem zakat Indonesia patut dicontoh negara lain. “Mereka datang ke Indonesia karena ingin belajar langsung dari pengalaman BAZNAS,” jelasnya. Rizaludin menyampaikan, dalam pelatihan ini peserta akan difokuskan pada dua skema kompetensi inti, yakni manajerial pengumpulan dan penyaluran zakat. “Untuk skema pengumpulan, peserta akan belajar tentang strategi pengumpulan, perencanaan, mengelola, mengevaluasi, pelayani donatur, serta strategi peningkatan penghimpunan. Sementara dalam skema penyaluran, mereka akan mendalami bagaimana zakat bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar hingga pemberdayaan mustahik agar mandiri,” imbuhnya. Pelatihan ini, lanjut Rizaludin, juga menjadi bagian dari upaya diplomasi zakat internasional. Ia berharap, peserta dapat mengadopsi model keberhasilan pengelolaan zakat di Indonesia dan menerapkannya di negara masing-masing. Sementara itu, Wakil Rektor IPB Bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim, Prof. Ernan Rustiadi, menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi strategis dengan BAZNAS. “Peranan BAZNAS dalam kegiatan ini sangat luar biasa. Kami sudah banyak bekerja sama dan terus belajar satu sama lain. Di IPB, terutama melalui Departemen Ekonomi Syariah, kami memiliki sumber daya yang ahli dan jaringan internasional yang kuat. Dan alhamdulillah dengan berbagai kapasitas yang kami miliki, kami bisa berkontribusi melakukan pelatihan ini,” ujar Ernan. Lebih lanjut, Ernan menyampaikan harapannya agar pelatihan ini menjadi program rutin yang membawa manfaat berkelanjutan. “Kami berharap pelatihan ini bisa menjadi agenda rutin, tapi bukan sekadar rutinitas, melainkan program yang terus berkembang,” katanya. Pada kesempatan tersebut, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa) Kementerian Agama RI, Waryono, yang turut hadir, mengatakan, kegiatan ini menjadi ajang transfer pengetahuan sekaligus transfer keterampilan. "Semoga dengan adanya pelatihan ini para peserta dapat memperoleh sertifikasi amil yang menunjukkan kompetensinya seorang seorang amil yang kompeten," ujarnya. Salah satu peserta pelatihan, Chairman AZAWON, Muhammad Lawal Maidoki, menyatakan rasa kagumnya atas sistem pengelolaan zakat di Indonesia. Ia menyebut, BAZNAS sebagai model institusi pengelola zakat yang profesional dan patut dijadikan rujukan internasional. "Kami saat ini berada di Indonesia untuk mengikuti pelatihan dan mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan zakat, baik dari aspek penghimpunan, pendistribusian, maupun manajemen zakat secara menyeluruh," ucap Lawal Maidoki. "Kami sangat terinspirasi oleh BAZNAS, terutama dalam sistem penghimpunan dan pendistribusian zakat yang dijalankan secara profesional dan terstruktur. Karena itu, selama bertahun-tahun kami telah menjalin hubungan yang erat dengan BAZNAS. Kini, kehadiran IPB semakin memperkuat kerja sama ini melalui pelatihan berbagai model penghimpunan dan pendistribusian zakat," lanjutnya. Ia berharap, kehadirannya di sini dapat menyerap banyak ilmu dari pelatihan ini, lalu mengimplementasikannya secara langsung di negara bagiannya masing-masing di Nigeria, maupun di berbagai negara lain di kawasan Afrika Barat.
BERITA24/04/2025 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →