WhatsApp Icon
Wali Kota Cirebon Turun Langsung Pantau Zakat Fitrah, Apresiasi Kinerja BAZNAS yang Terus Meningkat


Cirebon, 20 Maret 2026 – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melakukan monitoring langsung terhadap pelaksanaan penghimpunan dan pendistribusian zakat fitrah di BAZNAS Kota Cirebon pada Jumat (20/3).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda resmi Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam memastikan kesiapan pengumpulan dan distribusi zakat fitrah serta persiapan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H. Berdasarkan surat undangan resmi, monitoring dimulai dari Balai Kota Cirebon dan dilanjutkan ke beberapa titik, termasuk kantor BAZNAS Kota Cirebon.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon mengapresiasi kinerja BAZNAS Kota Cirebon yang dinilai telah bekerja keras dalam mengelola zakat secara profesional dan amanah.

“Kami mengapresiasi kerja keras BAZNAS Kota Cirebon. Kekompakan dalam internal lembaga menjadi kunci utama yang harus terus dijaga agar kinerja semakin optimal,” ujar Effendi Edo.

Ia menegaskan bahwa sinergi dan soliditas di dalam tubuh lembaga menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kinerja penghimpunan zakat di Kota Cirebon terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.

Menurutnya, peningkatan tersebut tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Daerah Kota Cirebon, khususnya dalam aspek regulasi zakat yang semakin menguat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Cirebon atas dukungan yang luar biasa, terutama dalam hal regulasi zakat. Hal ini menjadi salah satu faktor penting yang menjadikan Kota Cirebon sebagai daerah yang aktif dalam mendukung gerakan zakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Kota Cirebon berharap agar dukungan regulasi dari pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan ke depannya. Dengan regulasi yang semakin baik, potensi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah diyakini akan terus meningkat.

Hal ini pada akhirnya diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di Kota Cirebon, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial.

Monitoring ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa proses penghimpunan dan pendistribusian zakat fitrah berjalan optimal, tepat sasaran, dan sesuai dengan prinsip syariah.

20/03/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Syawal 1447 H, Ini Tanggal Idul Fitri di Indonesia

Cirebon — Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama.

Penetapan ini menjadi penanda berakhirnya bulan suci Ramadhan sekaligus momentum kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Menanggapi hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh rasa syukur, kebahagiaan, serta semangat berbagi kepada sesama.

Ketua BAZNAS Kota Cirebon menyampaikan bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kembali kepada fitrah dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Idul Fitri adalah momen untuk kembali suci. Selain saling memaafkan, kami mengajak masyarakat untuk memastikan zakat fitrah, infak, dan sedekah telah ditunaikan, sehingga kebahagiaan dapat dirasakan secara merata,” ujarnya.

BAZNAS Kota Cirebon juga terus membuka layanan pembayaran zakat, baik secara langsung maupun melalui platform digital, guna memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.

Melalui berbagai program pendistribusian, zakat yang ditunaikan akan disalurkan kepada mustahik di wilayah Kota Cirebon, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka di hari raya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan Idul Fitri tahun ini menjadi lebih bermakna, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi mereka yang membutuhkan.

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin.

 

FAQ Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Syawal 1447 H, Ini Tanggal Idul Fitri di Indonesia

Q: Kapan 1 Syawal 1447 H ditetapkan di Indonesia?
A: Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 melalui sidang isbat Kementerian Agama.

Q: Apa yang harus dilakukan sebelum Idul Fitri?
A: Umat Islam dianjurkan menunaikan zakat fitrah, memperbanyak sedekah, serta mempersiapkan diri untuk saling memaafkan.

Q: Bagaimana cara membayar zakat di BAZNAS Kota Cirebon?
A: Zakat dapat ditunaikan secara langsung di kantor BAZNAS atau melalui layanan digital resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Q: Siapa yang berhak menerima zakat fitrah?
A: Zakat fitrah disalurkan kepada mustahik, termasuk fakir dan miskin, sesuai ketentuan syariat Islam.

19/03/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Hadapi Era Disinformasi, BAZNAS Dinilai Punya Strategi Komunikasi yang Kuat

Cirebon – Di tengah tantangan arus informasi global yang semakin kompleks, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dinilai telah memiliki peta strategi komunikasi yang jelas dan terarah.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Hariqo Wibawa Satria, dalam agenda Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia yang digelar di Jakarta.

Menurut Hariqo, tantangan komunikasi saat ini tidak lagi sederhana. Disinformasi dan misinformasi bahkan telah menjadi salah satu risiko global utama.“Berita bohong sudah keliling dunia, sedangkan pelurusannya baru pakai sepatu,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, langkah BAZNAS yang aktif membangun komunikasi dengan media, membuka ruang kritik, serta menghadirkan langsung suara para penerima manfaat dinilai sebagai strategi yang tepat dan patut diapresiasi.“BAZNAS sudah punya peta komunikasi yang jelas, tinggal timnya lebih diperkuat,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya upaya literasi zakat untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman di masyarakat, khususnya terkait pengelolaan dan penyaluran dana zakat.

Menurutnya, transparansi dan publikasi yang kuat menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat.“Cerita dari para penerima manfaat sangat penting untuk ditampilkan di media. Suara mereka menjadi bukti bagaimana zakat membantu kehidupan masyarakat,” jelas Hariqo.

Lebih lanjut, ia memperkenalkan konsep tiga indikator utama komunikasi publik (3P), yaitu:

  • Pelaksanaan program yang berjalan dengan baik

  • Partisipasi masyarakat yang tinggi

  • Publikasi dan dokumentasi yang luas

Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat dampak program sosial kepada masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Ketua Zainut Tauhid Sa'adi, serta jajaran pimpinan lainnya, bersama tokoh komunikasi dan media seperti Amir Sodikin dan Andi Muhyiddin.

Bagi BAZNAS Kota Cirebon, penguatan strategi komunikasi ini menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan edukasi publik tentang zakat, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

Di era digital, bukan hanya program yang harus kuat, tetapi juga cara menyampaikannya. Ketika komunikasi dilakukan dengan tepat, maka zakat tidak hanya dipahami, tetapi juga dipercaya dan ditunaikan.

 

Mari dukung gerakan zakat yang transparan dan berdampak. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon.

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Tsamara Amany Ajak Gen Z Berzakat Lewat BAZNAS, Dorong Gerakan Sosial Anak Muda Lebih Masif

Cirebon – Peran generasi muda dalam gerakan zakat semakin mendapat sorotan. Tsamara Amany mengajak Gen Z Indonesia untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sebagai bentuk kontribusi nyata dalam aksi sosial.

Ajakan tersebut disampaikan dalam forum Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia, yang menjadi ruang kolaborasi antara BAZNAS dan para praktisi komunikasi serta media.

Menurut Tsamara, generasi muda Indonesia memiliki potensi besar dalam gerakan filantropi, karena didorong oleh empati tinggi dan keinginan untuk menciptakan dampak sosial.“Anak muda Indonesia itu sangat dermawan dan ingin berkontribusi. Jika ada ruang dan jalurnya, mereka pasti bergerak,” ujarnya.

Ia menilai, BAZNAS memiliki posisi strategis sebagai wadah utama bagi anak muda untuk menyalurkan kepedulian mereka, baik dalam bentuk donasi maupun keterlibatan langsung sebagai relawan.

Namun demikian, Tsamara juga menyoroti bahwa citra BAZNAS di kalangan Gen Z masih perlu diperkuat, khususnya melalui pendekatan komunikasi yang lebih relevan dengan gaya anak muda masa kini.

Menurutnya, strategi komunikasi berbasis impact narrative dan storytelling menjadi kunci untuk menarik perhatian generasi muda.“Kalau impact narrative-nya kuat, storytelling-nya kuat, insyaallah akan makin banyak lagi orang-orang yang juga mau membantu,” jelasnya.

Ia menambahkan, kisah nyata seperti keberhasilan mustahik menjadi mandiri atau aksi kemanusiaan di wilayah konflik dapat menjadi konten yang kuat dan menyentuh secara emosional.

Tsamara juga mengapresiasi capaian BAZNAS yang berhasil membantu puluhan ribu masyarakat keluar dari kemiskinan, serta kontribusi besar dalam aksi kemanusiaan global, termasuk untuk Palestina.“Orang perlu tahu bahwa ada institusi di negara ini yang bekerja keras melakukan gerakan solidaritas kemanusiaan,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi, serta jajaran pimpinan lainnya, bersama tokoh komunikasi seperti Adita Irawati, Amir Sodikin, dan Andi Muhyiddin.

Bagi BAZNAS Kota Cirebon, ajakan ini menjadi momentum penting untuk semakin mendekatkan gerakan zakat kepada generasi muda di daerah. Dengan pendekatan digital, storytelling, dan konten yang relevan, Gen Z diharapkan dapat menjadi motor penggerak baru dalam ekosistem zakat.

Zakat hari ini bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menciptakan dampak. Dan generasi muda adalah kunci untuk memperluas dampak tersebut di masa depan.

 

Saatnya Gen Z bergerak. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon, dan jadilah bagian dari perubahan.

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS
Mudik Naik Kapal Perang, 1.448 Mustahik Diberangkatkan BAZNAS Bersama TNI AL

Cirebon – Inovasi layanan mudik kembali dihadirkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dengan menggandeng TNI Angkatan Laut dalam program mudik gratis menggunakan kapal perang.

Sebanyak 1.448 pemudik beserta 503 sepeda motor diberangkatkan menggunakan KRI Banda Aceh-593 dari Dermaga Kolinlamil TNI AL, Tanjung Priok, menuju Semarang dan Surabaya.

Program ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS bersama pemerintah melalui Menko Polkam RI Djamari Chaniago, sebagai bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat, khususnya kelompok ekonomi rentan.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.“Hari ini BAZNAS kembali bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggunakan kapal laut (perang), dengan jumlah yang diberangkatkan sekitar 1.448 orang untuk pulang-pergi,” ujar Sodik.

Tidak hanya menyediakan transportasi gratis, BAZNAS juga memastikan kenyamanan para pemudik melalui berbagai fasilitas, mulai dari konsumsi selama perjalanan, layanan kesehatan, hingga dukungan logistik lainnya.

Peserta mudik berasal dari berbagai latar belakang, seperti ibu rumah tangga, pengemudi ojek, asisten rumah tangga, mahasiswa, hingga pedagang kecil—kelompok yang selama ini membutuhkan perhatian lebih untuk bisa pulang kampung.“Saya melihat banyak yang berangkat satu keluarga dan mereka tampak senang. Ini menyempurnakan mudik mereka karena bisa berkumpul bersama di kampung,” tambah Sodik.

Selain membantu meringankan beban biaya, program ini juga menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan di jalur darat, terutama pada rute padat dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Menko Polkam, Djamari Chaniago, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik.“Kewajiban kami sebagai bagian dari pemerintahan ini untuk memberikan sesuatu yang menyamankan dan mengamankan masyarakat kita pulang kampung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut, Muhammad Ali, menyampaikan bahwa program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka mendukung kelancaran mudik Lebaran 2026.“Kami ingin memberikan sesuatu yang membuat masyarakat nyaman dan aman saat pulang kampung. Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” jelasnya.

Ke depan, BAZNAS berencana memperluas jangkauan program mudik ini tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga hingga ke wilayah lain seperti Sumatra, agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

Bagi BAZNAS Kota Cirebon, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa zakat mampu menghadirkan solusi nyata dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk mobilitas masyarakat di momen penting seperti Idulfitri.

Mudik bukan sekadar perjalanan, tetapi tentang kebahagiaan, kebersamaan, dan harapan. Melalui zakat, perjalanan itu kini menjadi lebih aman, nyaman, dan penuh berkah.

 

Mari hadirkan lebih banyak kebahagiaan di hari raya. Tunaikan zakat Anda melalui BAZNAS Kota Cirebon.

18/03/2026 | Kontributor: BAZNAS

Berita Terbaru

Bersama Menag RI, BAZNAS Mulai Distribusikan Daging Dam untuk 42.215 Mustahik
Bersama Menag RI, BAZNAS Mulai Distribusikan Daging Dam untuk 42.215 Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., secara simbolis menyalurkan daging Dam yang yang telah diolah bagi mustahik guna meningkatkan kesejahteraan umat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Sebanyak 211.075 pouch daging Dam ini akan di distribusikan kepada 42.215 penerima manfaat (mustahik) yang ada di 7 provinsi di Indonesia yakni Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sumatera Utara. Secara simbolis, Pendistribusian Dam/Hadyu Haji Indonesia Tahun 2025 digelar di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Senin (8/9/2025). Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk menandai awal terobosan baru dalam pengelolaan daging Dam. Turut hadir, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., beserta jajaran Pimpinan BAZNAS RI, Sestama, dan Deputi BAZNAS RI. Hadir pula, Direktur Bina Haji Kementerian Agama, Dr. H. Musta’in Ahmad, S.H., M.H., Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., serta Direktur Akomodasi, Katering, dan Transportasi sekaligus Plt. Direktur Bina Jamaah dan Petugas Haji BPH RI, Dr. Abd. Haris, M.Pd.I., M.HI. Dalam sambutannya, Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., menyampaikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS yang berhasil menghadirkan layanan dalam pendistribusian daging Dam kepada masyarakat yang membutuhkan di Indonesia. “Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi kita semuanya, karena kita melaunching sesuatu yang belum ada sebelumnya secara formal. Ini prestasinya BAZNAS. Terima kasih atas kerja samanya yang sangat cepat dan bagus. Kita berharap ini menjadi role model yang akan kita laksanakan di masa-masa yang akan datang,” ujar Menag Nasaruddin. Menag Nasaruddin mengatakan, mayoritas jamaah haji Indonesia melaksanakan haji Tamathu’, sehingga kewajiban membayar Dam tidak bisa dihindarkan. Ia menekankan, langkah yang dilakukan saat ini adalah jawaban dari dilema panjang yang dihadapi jamaah haji sebelumnya. “Hampir 100 persen haji Indonesia itu haji Tamathu’, dengan demikian ada Dam. Pada masa yang lalu kita dihadapkan pada dilema yang sangat berat untuk kita lakukan, maka kita pilih apa yang telah kita putuskan. Kita tidak ingin ada yang tidak melakukan Dam, padahal itu adalah suatu kewajiban,” kata Menag. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menambahkan, program pendistribusian Dam di Indonesia ini merupakan wujud nyata sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama. Ia menilai, layanan ini tidak hanya mempermudah jamaah haji, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. “Alhamdulillah ini adalah terobosan yang luar biasa dari Bapak Menteri Agama, Dam bisa disembelih di Indonesia dan kemudian bisa kita berikan kepada masyarakat kita yang membutuhkan yang ada di Indonesia, terutama di daerah 3T,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor mengatakan, jumlah jamaah yang menyalurkan Dam melalui BAZNAS pada tahap awal sudah menunjukkan keberhasilan yang menggembirakan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sempat dikhawatirkan akan sulit dikelola, namun prosesnya berjalan dengan lancar. “Kemarin kita membayangkan, kalau seandainya yang membayar Dam itu lebih dari 20 ribu itu kita kewalahan, alhamdulillah terkumpul 8.447. Maka dari itu, awal kemarin itu lancar-lancar saja yang ditangani oleh PT. Halalan Thayyiban,” ucapnya. Kiai Noor mengungkapkan, capaian tersebut meningkat hingga 211 persen dari target awal yang hanya menyasar Petugas Haji. Menurutnya, perluasan jangkauan program Dam ini menjadi bukti kepercayaan jamaah haji terhadap transparansi dan profesionalitas BAZNAS. “Kami sudah tanyakan kepada Kepala Dam bahwa untuk pengadaan sekaligus penyembelihan dan pendistribusian itu sudah lelang terbuka dan berhari-hari, sehingga insya Allah ini sesuai dengan aturan. Bahkan sebelum ini dilakukan, kita selalu tanya kepada Irjen ini boleh apa tidak, ini bisa apa tidak. Jadi insya Allah ini Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” paparnya. Kiai Noor menambahkan, ke depan peluang pendistribusian Dam di Indonesia masih sangat terbuka luas. Ia meyakini, jika jumlah jamaah yang menyalurkan Dam semakin meningkat, maka manfaatnya juga akan lebih besar bagi masyarakat. “Kalau ke depan 200 ribu kambing misalnya saja bisa disembelih di Indonesia, itu akan terkumpul 240 juta kaleng yang bisa kita bagikan kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Terima kasih kepada Menteri Agama, apa yang menjadi terobosan patut kita syukuri dan dukung bersama dan BAZNAS siap untuk melaksanakan,” jelasnya.
BERITA10/09/2025 | Humas
Bersama Ivan Gunawan, BAZNAS RI Kembali Salurkan Bantuan Air Bersih 45.000 Liter bagi Warga Palestina
Bersama Ivan Gunawan, BAZNAS RI Kembali Salurkan Bantuan Air Bersih 45.000 Liter bagi Warga Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Ivan Gunawan kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap kedua dan ketiga sebanyak 45.000 liter air bersih untuk warga Gaza, Palestina. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya distribusi tersebut. Menurut dia, penyaluran ini menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat Indonesia yang terus mengalir untuk Palestina. “Alhamdulillah, berkat kerja sama BAZNAS dengan Ivan Gunawan, kami dapat kembali menyalurkan bantuan kemanusian tahap kedua dan ketiga berupa 45.000 liter air bersih bagi masyarakat Gaza. Total ada 2.812 jiwa yang merasakan manfaat bantuan ini,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (8/9/2025). Kiai Noor menjelaskan, bantuan tersebut disalurkan secara bertahap ke sejumlah wilayah yang menjadi titik krisis air bersih. Pada tahap kedua, kata Kiai Noor, distribusi dilakukan di Al Thawrah Street, United Nation Building, Al Samer Area, Abu Hasierah Area, dan Al Sheikh Radwan Area. Sebanyak 1.562 jiwa menerima bantuan dengan rata-rata 16 liter air bersih per orang. "Sementara pada tahap ketiga, penyaluran berlanjut ke wilayah Al Sheikh Radwan 3rd, Al Nabulsi, dan Al Wehda Street. Di kawasan tersebut, sebanyak 1.250 jiwa mendapatkan bantuan dengan alokasi serupa, yakni sekitar 16 liter per orang," lanjut Kiai Noor. Kiai Noor mengatakan, penyaluran bantuan air bersih ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS untuk membantu masyarakat Gaza. Ia menekankan, air bersih adalah kebutuhan vital yang tidak bisa ditunda pemenuhannya, terlebih dalam kondisi darurat akibat konflik berkepanjangan. “Kami memahami betul bahwa air adalah sumber kehidupan. Dalam situasi seperti sekarang, pemenuhan kebutuhan dasar ini menjadi prioritas utama,” ujarnya. Kiai Noor juga menyampaikan apresiasi kepada Ivan Gunawan yang melalui perusahaannya atas kontribusi besar yang diberikan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi inspirasi bagi tokoh publik lain untuk turut serta dalam gerakan kemanusiaan. “Keterlibatan figur publik seperti Ivan Gunawan memberi pesan kuat bahwa kepedulian bisa diwujudkan oleh siapa saja. Kami sangat menghargai dan berterima kasih atas kontribusinya dalam membantu saudara-saudara kita di Palestina,” ucap Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI akan terus memantau perkembangan situasi di Gaza dan menyiapkan langkah-langkah lanjutan. Fokus utama adalah memastikan kebutuhan mendasar seperti pangan, air, dan layanan kesehatan tetap dapat diakses warga. “Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Insya Allah, BAZNAS akan melanjutkan misi kemanusiaan hingga masyarakat Palestina bisa bangkit kembali,” katanya. Kiai Noor juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mendukung program-program kemanusiaan ini, baik melalui doa maupun donasi. “Setiap dukungan yang diberikan akan menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir tanpa henti. Mari kita bersama-sama membantu saudara-saudara kita di Palestina yang sedang membutuhkan bantuan,” ujar Kiai Noor. Distribusi tahap kedua dan ketiga ini menambah deretan aksi nyata BAZNAS dalam menyalurkan bantuan ke Gaza. Sebelumnya, BAZNAS bersama Ivan Gunawan juga telah menyalurkan 25.000 liter air bersih dan 800 porsi makanan siap saji (Hotmeals) pada tahap pertama di sejumlah titik wilayah Gaza, Palestina.
BERITA10/09/2025 | Humas
BAZNAS RI Distribusikan Paket ZChicken untuk Pengemudi Ojol dan Pekerja Rentan
BAZNAS RI Distribusikan Paket ZChicken untuk Pengemudi Ojol dan Pekerja Rentan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui program Bank Makanan melaksanakan kegiatan pendistribusian makanan siap saji berupa 200 paket ZChicken bagi masyarakat rentan, khususnya pengemudi ojek online (ojol) dan pekerja nonformal di kawasan Jakarta. Kehadiran paket makanan siap saji tersebut disambut antusias oleh para penerima manfaat. Bagi mereka, makanan ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Selain bisa dinikmati untuk makan siang sambil beristirahat, uang yang biasanya dipakai untuk membeli makan siang dapat dialihkan untuk kebutuhan lain, bahkan menambah penghasilan yang dibawa pulang untuk keluarga. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menjelaskan, program Bank Makanan merupakan wujud kepedulian BAZNAS untuk mendampingi kelompok masyarakat yang rentan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “BAZNAS melalui Bank Makanan ingin memastikan bahwa masyarakat pekerja rentan tetap bisa menikmati makanan yang layak. Kehadiran paket ZChicken ini bukan hanya soal mengurangi beban pengeluaran, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan rasa kebersamaan di tengah perjuangan mereka mencari nafkah,” ungkap Saidah dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Senin (8/9/2025). Lebih lanjut, Saidah menegaskan, pekerja sektor informal adalah kelompok yang paling terdampak dari ketidakpastian ekonomi. “Mereka yang bekerja sebagai pengemudi ojol, pedagang asongan, hingga juru parkir sering kali tidak memiliki pendapatan tetap. Dengan adanya makanan siap saji ini, mereka bisa merasa lebih tenang dan sedikit lebih ringan dalam menjalani aktivitas harian,” tambahnya. Saidah mengatakan, pendistribusian dilakukan di berbagai titik, mencakup wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat. "Paket makanan ini ditujukan bagi masyarakat ekonomi rentan yang kesehariannya mencari nafkah di jalanan kota, seperti pengemudi ojol, sopir bajai, pedagang asongan, juru parkir, dan pekerja nonformal lainnya," ucapnya. Selain menyasar para pekerja jalanan, distribusi paket ZChicken juga menjangkau masyarakat di kawasan kampung pemulung. Kehadiran paket makanan ini menjadi dukungan tambahan bagi warga setempat, khususnya dalam mencukupi kebutuhan makan mereka. "BAZNAS mengucapkan terima kasih atas uluran tangan dari para muzaki yang telah berbagi dengan masyarakat rentan yang membutuhkan bantuan. Semoga keberkahan selalu menyertai kita semua," ujar Saidah. Program Bank Makanan merupakan salah satu upaya BAZNAS untuk menyelesaikan dua masalah besar yaitu mengurangi jumlah makanan yang terbuang sia-sia dan memberikan akses makanan sehat untuk orang yang kekurangan melalui pendekatan kolaboratif bekerja sama dengan berbagai pihak.
BERITA10/09/2025 | Humas
Pengertian Zakat
Pengertian Zakat
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Muslim. Ibadah ini bukan hanya sekadar kewajiban individu, tetapi juga menjadi instrumen sosial untuk menciptakan keadilan, kebersamaan, serta kesejahteraan umat. Zakat dalam Tinjauan Bahasa Secara bahasa, kata zakat berasal dari kata dasar zaka yang berarti berkah, tumbuh, bersih, dan baik. Apabila dikatakan sesuatu itu zaka, artinya ia tumbuh dan berkembang. Seseorang yang zaka berarti orang tersebut memiliki kebaikan. Menurut Lisan al-‘Arab, makna zakat mencakup suci, tumbuh, berkah, dan terpuji—semuanya ditemukan dalam Al-Qur’an maupun Hadis. Al-Wahidi dan ulama lain menegaskan bahwa makna dasar zaka adalah “bertambah dan tumbuh”. Sebagai contoh, tanaman yang tumbuh dengan baik disebut zaka, sedangkan bila tumbuh tanpa cacat berarti zaka dalam arti bersih. Dengan demikian, zakat dari sisi bahasa mengandung nilai pertumbuhan, kebersihan, dan keberkahan yang melekat pada harta maupun jiwa seseorang. Zakat dalam Tinjauan Istilah Dalam istilah fiqih, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah SWT untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (mustahik). Ulama besar, seperti Imam al-Nawawi yang mengutip pendapat al-Wahidi, menjelaskan bahwa zakat disebut demikian karena harta yang dikeluarkan akan menambah banyak, memberi makna, serta melindungi harta itu dari kebinasaan. Artinya, zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membawa keberkahan bagi pemiliknya sekaligus manfaat besar bagi penerimanya. Landasan Al-Qur’an tentang Zakat Kewajiban zakat ditegaskan Allah SWT dalam banyak ayat Al-Qur’an, salah satunya terdapat pada QS. Al-Baqarah ayat 43: Artinya: “Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah: 43) Ayat ini menegaskan bahwa seorang Muslim yang menegakkan salat dengan benar dan menunaikan zakat termasuk ke dalam golongan umat Nabi Muhammad SAW yang senantiasa tunduk dan patuh kepada perintah Allah SWT. Kesimpulan Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa zakat mengandung dua dimensi penting: ibadah kepada Allah SWT sekaligus tanggung jawab sosial terhadap sesama. Dengan menunaikan zakat, seorang Muslim bukan hanya membersihkan hartanya, tetapi juga menumbuhkan keberkahan hidup serta berkontribusi dalam menciptakan kesejahteraan bersama.
BERITA08/09/2025 | Humas | Akate
Pimpinan BAZNAS RI Paparkan Pentingnya Pola Pikir Tepat dalam Pengelolaan Zakat
Pimpinan BAZNAS RI Paparkan Pentingnya Pola Pikir Tepat dalam Pengelolaan Zakat
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., menekankan pentingnya membangun pola pikir yang tepat dalam pengelolaan zakat. Pola pikir dinilai berperan besar dalam menentukan strategi, kebijakan, hingga dampak zakat bagi masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam forum Management Upgrade dengan tema "Tujuh Gaya berpikir" yang diselenggarakan oleh Pusdiklat di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Rabu (3/9/2025). Hadir sebagai narasumber Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., serta diikuti oleh para amil dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia. “Kita menyadari bersama bahwa cara atau pola berpikir itu penting. Ada pola-pola berpikir yang relevan, baik dalam dunia ilmiah maupun dalam konteks zakat. Cara berpikir inilah yang memengaruhi perilaku dan keputusan, termasuk dalam merespons situasi ekonomi, strategi penghimpunan zakat, hingga prioritas pendistribusian,” ujar Nadratuzzaman. Ia menyebut, ada tujuh pola berpikir yang relevan untuk dipraktikkan, yakni critical thinking, analytical thinking, abstract thinking, creative thinking, concrete thinking, convergent thinking, dan divergent thinking. Setiap pola berpikir, kata dia, dapat menjadi instrumen penting dalam menyusun strategi yang tepat bagi lembaga maupun individu. Berpikir kritis, menurutnya, menjadi salah satu aspek mendasar yang juga dianjurkan dalam Al-Qur’an. “Dalam Surah Ali Imran disebutkan bahwa manusia diajak berpikir kritis, mempertanyakan segala sesuatu, dan mencari bukti sebelum mengambil keputusan,” jelasnya. Namun, ia mengatakan, budaya berpikir kritis sering dianggap oleh sebagian orang mengganggu, baik di lingkungan kerja maupun sosial. “Padahal, justru melalui kritik yang sehat, BAZNAS bisa memperbaiki strategi penghimpunan zakat dan meningkatkan kepercayaan publik,” tambahnya. Selain itu, kata Nadratuzzaman, analytical thinking atau berpikir analitis sangat dibutuhkan dalam mengurai persoalan pengelolaan yang kompleks menjadi bagian kecil. Menurutnya, pola ini dibutuhkan dalam pengelolaan zakat agar keputusan diambil berbasis data dan analisis sebab-akibat. Sementara itu, lanjut Nadratuzzaman, abstract thinking juga diperlukan untuk membaca tren zakat ke depan. “Dengan pandangan abstrak, BAZNAS dapat merancang program jangka panjang yang relevan dengan perubahan zaman,” ujarnya. Dalam hal inovasi, ia menekankan perlunya creative thinking. “Lembaga atau organisasi harus menumbuhkan iklim kreatif agar menghasilkan terobosan nyata, bukan sekadar mengikuti pola lama,” tegas Nadratuzzaman. Ia juga menyoroti concrete thinking yang berfokus pada capaian jangka pendek. Contohnya, BAZNAS menetapkan minimal 80 persen dana zakat yang dihimpun harus segera disalurkan setiap tahun. “Itu orientasi konkret yang memastikan zakat segera dirasakan manfaatnya,” jelasnya. Sementara itu, kata dia, convergent thinking diperlukan dalam pengambilan keputusan strategis. “Pemimpin BAZNAS harus bisa memilih opsi terbaik di antara banyak alternatif, dengan mempertimbangkan plus minusnya. Ini agar keputusan benar-benar efektif,” tambahnya. Terakhir, ia menyampaikan, divergent thinking atau berpikir divergen dipandang penting sebagai pemicu inovasi, meskipun lemah dalam eksekusi. “Pemikir divergen kaya ide, dan ide itu tetap berharga. Yang dibutuhkan kemudian adalah eksekutor yang mampu mewujudkannya,” ungkapnya. Selain tujuh pola berpikir tersebut, Nadratuzzaman mengaitkan istilah ilmiah seperti postulat, aksioma, dalil, teori, asumsi, paradigma, dan mindset dengan pengelolaan zakat. Menurutnya, jika cara berpikir ilmiah ini dipadukan dengan nilai-nilai syariah, zakat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen pembangunan nasional. "Perbedaan- perbedaan diantara kita ini mempengaruhi cara berpikir kita semua. Sekarang, bagaimana kita bisa memanfaatkan perbedaan tersebut di tempat yang tepat," ucapnya.
BERITA04/09/2025 | Humas
Pemkot Cirebon Imbau Usaha Hiburan Malam Tutup Sementara di Hari Maulid Nabi Muhammad SAW
Pemkot Cirebon Imbau Usaha Hiburan Malam Tutup Sementara di Hari Maulid Nabi Muhammad SAW
CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengeluarkan himbauan resmi kepada seluruh pengelola dan pelaku usaha pariwisata di Kota Cirebon dalam rangka menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Jumat, 5 September 2025 (12 Rabiul Awal 1447 H). Dalam himbauan tersebut, terdapat beberapa poin penting yang perlu diperhatikan, di antaranya: Penutupan Usaha Hiburan Malam Seluruh usaha hiburan malam seperti klub malam, diskotik, pub, bar, karaoke, serta panti pijat/massage diminta untuk tidak beroperasi (tutup) selama satu hari penuh pada Jumat, 5 September 2025, dan kembali beroperasi mulai Sabtu, 6 September 2025. Menghormati Norma Agama dan Budaya Para pelaku usaha pariwisata dihimbau untuk menjaga serta menghormati norma agama, adat istiadat, budaya, dan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan Pasal 26 huruf a. Mencegah Tindakan yang Melanggar Hukum dan Kesusilaan Pengelola usaha juga diingatkan untuk mencegah terjadinya tindakan yang bertentangan dengan kesopanan, kesusilaan, maupun kegiatan yang melanggar hukum. Selain itu, pelaku usaha diminta mematuhi aturan waktu atau jam operasional sesuai jenis usahanya sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kota Cirebon Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan, Pasal 23 huruf j dan p. Melalui himbauan ini, Pemerintah Kota Cirebon berharap seluruh pihak dapat berpartisipasi dalam menjaga suasana kondusif, serta menghormati nilai religius dan tradisi masyarakat pada momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. “Demikian kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih,” demikian pernyataan resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon.
BERITA04/09/2025 | BAZNAS Kota Cirebon
BAZNAS RI Bersama Ivan Gunawan Distribusikan 25.000 Liter Air Bersih dan Makanan Siap Saji untuk Warga Gaza
BAZNAS RI Bersama Ivan Gunawan Distribusikan 25.000 Liter Air Bersih dan Makanan Siap Saji untuk Warga Gaza
Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) bersama desainer sekaligus public figure, Ivan Gunawan (Igun), mendistribusikan bantuan tahap pertama berupa 25.000 liter air bersih dan 800 porsi makanan siap saji (Hotmeals) yang dilaksanakan pada 1–2 September 2025 di wilayah Gaza, Palestina. Distribusi air dilakukan di lima titik strategis, yakni Abu Hasirah Port, Al Sheikh Radwan, Al Rasheed, Palestine Stadium, dan Al Moataz Tower. Dari penyaluran tersebut, sedikitnya 1.562 jiwa menerima manfaat dengan rata-rata 16 liter air per orang. Sementara itu, distribusi makanan siap saji dilakukan di Palestine Kamp dan Al Ikhwa Kamp, menjangkau 800 penerima manfaat. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menegaskan, air bersih dan makanan merupakan kebutuhan mendasar yang sangat dibutuhkan masyarakat Gaza. “Air adalah sumber kehidupan. Tanpa air bersih, saudara-saudara kita di Gaza menghadapi ancaman kesehatan dan kelangsungan hidup yang serius. Begitu pula makanan, yang menjadi energi untuk bertahan di tengah situasi darurat. Alhamdulillah, berkolaborasi dengan Ivan Gunawan, BAZNAS dapat mendistribusikan air bersih dan makanan ini,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (3/9/2025). Ia menambahkan, distribusi ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian kemanusiaan, tetapi juga bukti nyata solidaritas bangsa Indonesia terhadap Palestina. “Setiap liter air dan setiap paket makanan yang sampai ke tangan mereka adalah bentuk kasih sayang masyarakat Indonesia. Ini adalah ikhtiar bersama untuk meringankan penderitaan yang mereka alami,” ucap Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan, BAZNAS akan terus berkomitmen melanjutkan program ini secara bertahap agar semakin banyak masyarakat Gaza yang bisa merasakan manfaatnya. “Insya Allah distribusi air bersih dan makanan akan terus berlanjut. BAZNAS berkomitmen memberikan laporan secara berkala agar masyarakat Indonesia dapat menyaksikan langsung bahwa amanah mereka benar-benar sampai kepada yang berhak. Terima kasih kepada Ivan Gunawan dan seluruh masyarakat Indonesia yang telah mempercayakan infak kemanusiannya melalui BAZNAS,” tuturnya. Sementara itu, Ivan Gunawan melalui akun Instagram miliknya menyampaikan rasa syukur atas tersalurnya bantuan tahap pertama. “Saya ingin menginformasikan bahwa sumbangan tahap pertama dari event Love Hope for Humanity sudah sampai diterima oleh sahabat-sahabat kita di Gaza,” ungkap Ivan. Ivan juga mengumumkan rencananya untuk turun langsung menyalurkan bantuan berikutnya. “Insya Allah tanggal 8 nanti saya akan langsung memberikan santunan atau sumbangan kalian lewat Mesir. Doakan insya Allah saya diberikan keselamatan dan kesehatan selama perjalanan menuju Mesir nanti,” ujarnya. Lebih lanjut, Ivan menegaskan, bantuan ini adalah simbol cinta dan kepedulian yang tidak mengenal batas. “Di tengah reruntuhan dan luka yang belum sembuh, setetes harapan hadir dalam bentuk bantuan yang insyaAllah mampu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina,” kata Ivan.
BERITA04/09/2025 | Humas
Menag Nasaruddin Umar Mohon Maaf, Tegaskan Komitmen Negara Sejahterakan Guru
Menag Nasaruddin Umar Mohon Maaf, Tegaskan Komitmen Negara Sejahterakan Guru
Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf terkait potongan pernyataannya yang sempat menimbulkan tafsir berbeda tentang profesi guru. Menag menegaskan bahwa sama sekali tidak ada maksud untuk merendahkan guru. Sebaliknya, ia justru ingin menekankan bahwa guru adalah profesi yang sangat mulia. “Saya sadar bahwa potongan pernyataan saya tentang guru sempat menimbulkan kesalahpahaman dan melukai sebagian pihak. Untuk itu, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Guru adalah sosok penting dalam membentuk generasi bangsa dengan penuh ketulusan,” ucap Menag pada Rabu (3/9/2025). Ia juga menambahkan bahwa dirinya pun seorang pendidik. “Puluhan tahun saya berkiprah di dunia pendidikan, mengajar, menulis, dan membimbing mahasiswa. Karena itu saya sangat paham, di balik kemuliaan profesi guru, ada kebutuhan untuk mendapatkan kesejahteraan yang layak,” imbuhnya. Langkah Nyata Pemerintah Menag menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru, khususnya melalui Kementerian Agama. Beberapa program nyata telah dijalankan, antara lain: Kenaikan Tunjangan Guru Non-PNS: Tahun ini sebanyak 227.147 guru non-PNS menerima kenaikan tunjangan profesi. Dari Rp1,5 juta per bulan kini bertambah menjadi Rp2 juta. Peningkatan Kompetensi melalui PPG: Lebih dari 102 ribu guru madrasah dan guru pendidikan agama sedang mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan. Sepanjang 2025 total ada 206.411 guru yang mengikuti program ini, naik drastis hingga 700% dibandingkan 2024 yang hanya 29.933 peserta. Pengangkatan Guru Honorer menjadi PPPK: Dalam tiga tahun terakhir, sebanyak 52 ribu guru honorer telah diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menurut Menag, seluruh upaya ini menjadi bukti keseriusan negara dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat kapasitas guru. “Guru bukan hanya sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa. Karena itu, negara wajib hadir untuk memastikan kesejahteraan mereka terjamin. Mari kita bersama menjaga martabat guru, karena dari tangan merekalah lahir masa depan bangsa,” pungkasnya.
BERITA04/09/2025 | Humas | Akate
Owner SIM Advertising Donasikan 50 Kantong Beras melalui BAZNAS Kota Cirebon, Wujud Kepedulian untuk Sesama
Owner SIM Advertising Donasikan 50 Kantong Beras melalui BAZNAS Kota Cirebon, Wujud Kepedulian untuk Sesama
Cirebon – BAZNAS Kota Cirebon kembali menerima amanah kebaikan dari para dermawan. Kali ini, donasi datang dari Bapak Sabaran Alex Wijaya, Owner SIM Advertising, yang menyalurkan bantuan berupa 50 kantong beras ukuran 2 kg. Bantuan tersebut diserahkan langsung ke Kantor BAZNAS Kota Cirebon dan diterima oleh staf BAZNAS pada Selasa, 2 September 2025. Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepedulian yang ditunjukkan oleh para muzakki. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Sabaran Alex Wijaya atas kepedulian dan dukungan nyata melalui donasi beras ini. InsyaAllah, bantuan ini akan kami salurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya. Donasi beras ini tidak hanya membantu meringankan kebutuhan pangan mustahik, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat dan pelaku usaha lainnya untuk ikut serta dalam gerakan peduli sesama melalui BAZNAS Kota Cirebon. BAZNAS Kota Cirebon terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik individu, perusahaan, maupun komunitas, dalam menyalurkan zakat, infak, sedekah, serta donasi kemanusiaan lainnya. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan kesejahteraan umat dapat terus meningkat.
BERITA03/09/2025 | Humas
Jangan Takut Miskin, Allah Sudah Menjamin Rezeki
Jangan Takut Miskin, Allah Sudah Menjamin Rezeki
Kemiskinan sering dipahami sebagai kondisi ketika seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar dalam hidupnya. Secara umum, masalah ini menjadi isu global yang dipandang dari berbagai sudut. Ada yang menilai kemiskinan dari aspek moral, ada pula yang melihatnya secara subjektif maupun perbandingan dengan orang lain. Namun, yang paling sering muncul adalah kemiskinan dianggap identik dengan kekurangan materi, mulai dari sandang, pangan, hingga papan. Tidak ada manusia yang ingin hidup miskin. Bahkan, banyak orang melakukan segala cara agar terhindar dari kondisi tersebut. Sayangnya, tak jarang ada yang sampai rela mengorbankan nilai agama hanya demi mengejar harta dunia. Rasa takut miskin ini sebenarnya bukan hal baru. Dalam kitab Jami’ul Ulum wa Hikam, Syekh Imam Ibn Rajab mengutip nasihat Abu Hazim yang berkata: "Apakah engkau takut miskin? Pelindungku adalah Pemilik apa yang ada di langit, bumi, di antara keduanya, dan di bawah tanah. Mengapa aku harus takut?" Pesan hikmah tersebut menjadi pengingat bahwa Allah adalah Pemilik seluruh jagat raya. Semua yang ada di dunia dan akhirat adalah milik-Nya. Maka, bila kita benar-benar mengimani Allah sebagai pelindung hidup, seharusnya tidak ada lagi alasan untuk takut miskin. Sebab, rasa takut miskin justru sering membuat manusia terjebak dalam sifat kikir, curang, bahkan menghalalkan segala cara demi meraih harta. Jika kita telusuri lebih dalam, akar dari rasa takut miskin adalah kecintaan berlebihan pada dunia. Orang yang hatinya terpaut pada dunia akan khawatir kehilangan kenikmatan, termasuk harta. Sebaliknya, orang yang beriman yakin bahwa Allah Maha Kaya, dan Dialah yang menjamin setiap kebutuhan hamba-Nya. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 31: "Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu." Menurut Tafsir Ibn Katsir, ayat ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, bahkan lebih besar daripada kasih orang tua terhadap anaknya. Allah menegaskan bahwa Dia yang menanggung rezeki, bukan manusia itu sendiri. Oleh sebab itu, sudah semestinya kita menyingkirkan rasa takut miskin dari hati. Allah adalah Dzat yang Maha Kaya, yang tidak pernah lalai memberi rezeki kepada hamba-Nya. Maka, jangan biarkan rasa takut miskin melemahkan doa, usaha, dan tawakal kita. Dengan keyakinan penuh kepada Allah, hati akan tenang dan jauh dari rasa gelisah akan kemiskinan.
BERITA02/09/2025 | Humas | Akate
Barokah Kegembiraan Menyambut Kelahiran Rasulullah SAW
Barokah Kegembiraan Menyambut Kelahiran Rasulullah SAW
Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan momen penuh keberkahan yang tidak hanya disambut oleh umat Islam, tetapi bahkan dicatat dalam sejarah memiliki pengaruh yang mendalam. Salah satu kisah yang diriwayatkan dalam hadis adalah bagaimana Abu Lahab, paman Rasulullah yang kelak menjadi penentang dakwah beliau, ternyata sempat menunjukkan kegembiraannya saat mendengar kabar kelahiran Nabi. Kisah Abu Lahab dan Tsuwaibah Ketika Nabi Muhammad SAW lahir dari rahim ibunda tercinta, Siti Aminah, budak perempuan bernama Tsuwaibah membawa kabar gembira itu kepada Abu Lahab. Mendengar berita kelahiran keponakan lelakinya yang sehat, Abu Lahab meluapkan kegembiraan dengan sukacita. Ia bahkan memerdekakan Tsuwaibah sebagai wujud rasa bahagianya. Riwayat Bukhari menyebutkan bahwa Tsuwaibah kemudian menjadi salah satu yang menyusui Nabi Muhammad SAW. Bahkan setelah wafat, Abu Lahab diperlihatkan dalam mimpi oleh keluarganya bahwa ia memperoleh keringanan azab hanya karena perbuatan baiknya memerdekakan Tsuwaibah pada hari kelahiran Rasulullah SAW. Hikmah dari Kisah Abu Lahab Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa amal orang kafir pada hakikatnya tidak memberi manfaat di akhirat (QS. Ibrahim [14]:18, QS. An-Nur [24]:39). Namun, dari kisah Abu Lahab kita bisa mengambil pelajaran bahwa ungkapan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW tetap diperhitungkan oleh Allah sebagai kebaikan yang bernilai. Jika seorang kafir seperti Abu Lahab saja mendapat keringanan azab karena rasa gembiranya menyambut kelahiran Nabi, maka tentu lebih besar lagi barokah dan pahala bagi umat Islam yang memperingati Maulid Nabi dengan penuh kecintaan, syukur, dan amal saleh. Pandangan Para Ulama Hafizh tentang Maulid Sejumlah ulama besar yang dikenal sebagai Hafizh (ahli hadis yang menguasai lebih dari 100.000 hadis) juga menegaskan pentingnya Maulid Nabi sebagai bentuk ekspresi cinta kepada Rasulullah: Imam Al-Hafizh As-Sakhawi: Menyebut bahwa meski Maulid tidak dilakukan pada abad awal Islam, tradisi ini kemudian tersebar di berbagai belahan dunia Islam dan membawa keberkahan besar. Imam Abu Syamah (Guru Imam An-Nawawi): Menegaskan bahwa memperingati Maulid dengan sedekah, jamuan untuk fakir miskin, dan kegembiraan adalah bid’ah hasanah yang mencerminkan cinta kepada Nabi SAW. Imam Ibn Abidin: Memasukkan perayaan Maulid sebagai bagian dari bid’ah hasanah yang baik untuk dilaksanakan. Imam Ibnul Jauzi: Dalam kitab Al-‘Aruus, beliau menyebutkan bahwa membaca Maulid membawa keberkahan, keselamatan, dan doa yang mustajab. Imam Al-Qasthalani: Dalam Al-Mawahibul Ladunniyyah, beliau menulis bahwa Allah akan menurunkan rahmat-Nya kepada siapa saja yang menjadikan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai hari besar. Kesimpulan Kegembiraan menyambut kelahiran Rasulullah SAW bukan sekadar tradisi, tetapi sebuah bentuk syukur dan cinta kepada Nabi yang mulia. Sejarah mencatat bahwa bahkan seorang Abu Lahab mendapatkan keringanan azab karena kegembiraannya pada hari kelahiran Nabi. Bagi umat Islam, memperingati Maulid Nabi dengan amal saleh seperti sedekah, membaca Al-Qur’an, serta menyampaikan sirah Nabi adalah jalan menuju keberkahan besar dari Allah SWT. Maulid Nabi adalah momentum untuk meneguhkan cinta kita kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.
BERITA02/09/2025 | Humas | Akate
Hukum Memperingati Maulid Nabi Menurut Ulama
Hukum Memperingati Maulid Nabi Menurut Ulama
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam. Selain sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Rasulullah, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah, menebar kebaikan, serta menghidupkan kembali semangat dakwah beliau. Namun, bagaimana sebenarnya pandangan para ulama mengenai hukum memperingati Maulid Nabi? Berikut beberapa penjelasan ulama besar dari berbagai zaman: 1. Pandangan Imam Abu Syamah (599–665 H) Imam Abu Syamah, guru dari Imam An-Nawawi, menyebutkan bahwa salah satu amalan baik yang muncul pada masanya adalah peringatan Maulid Nabi. Bentuknya berupa sedekah, melakukan amal kebaikan, memperindah suasana, dan menampakkan rasa bahagia. Semua itu, menurut beliau, menunjukkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW serta rasa syukur kepada Allah atas kelahiran Nabi yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. (Sumber: Al-Baa’its Fii Inkaaril Bida’ wal Hawaadits, hlm. 23–24) 2. Fatwa Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani (773–852 H) Menurut Ibnu Hajar, secara asal Maulid Nabi memang tidak dilakukan oleh generasi awal (sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in), sehingga disebut sebagai bid’ah. Namun, beliau menegaskan bahwa Maulid memiliki sisi positif dan negatif. Apabila dilaksanakan dengan menjaga nilai-nilai kebaikan, maka ia tergolong sebagai bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) yang berpahala. Sebaliknya, jika disertai hal-hal yang tercela, maka keluar dari nilai kebaikan. (Sumber: Al-Haawi Lil Fataawi, juz I, hlm. 282) 3. Fatwa Al-Hafizh Jalaluddin As-Suyuthi (849–911 H) As-Suyuthi menjelaskan bahwa hakikat peringatan Maulid Nabi adalah berkumpul, membaca Al-Qur’an, menyampaikan kisah kelahiran Nabi, dan bersyukur atas kehadiran beliau. Biasanya, kegiatan ini dilengkapi dengan hidangan yang dinikmati bersama, lalu ditutup tanpa ada tambahan yang melanggar syariat. Menurut beliau, amalan seperti ini termasuk bid’ah hasanah karena di dalamnya terdapat bentuk pengagungan kepada Rasulullah SAW serta ekspresi kegembiraan atas kelahiran beliau. (Sumber: Al-Haawi Lil Fataawi, juz I, hlm. 271–272) 4. Pandangan Hadhratussyekh KH. Hasyim Asy’ari (1287–1366 H) Pendiri Nahdlatul Ulama ini menegaskan bahwa peringatan Maulid yang dianjurkan para imam adalah dengan berkumpul, membaca Al-Qur’an, meriwayatkan kisah-kisah kelahiran Rasulullah, serta menyajikan hidangan untuk dinikmati bersama. Jika peringatan itu ditambah dengan tabuhan rebana selama tetap menjaga adab, maka hukumnya boleh dan tidak mengapa. (Sumber: At-Tanbihaat al-Waajibaat, hlm. 10–11) Kesimpulan Dari berbagai pandangan ulama, dapat dipahami bahwa memperingati Maulid Nabi bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga sarana menumbuhkan rasa cinta, syukur, dan penghormatan kepada Rasulullah SAW. Selama dilakukan dengan menjaga nilai-nilai syariat, menghindari kemungkaran, serta diisi dengan amal saleh seperti sedekah, pembacaan Al-Qur’an, dan tausiyah, maka peringatan Maulid tergolong sebagai amalan baik yang berpahala. Dengan demikian, Maulid Nabi adalah momentum untuk menghidupkan kembali ajaran Rasulullah, menebarkan semangat kebersamaan, serta memperkuat rasa syukur kepada Allah atas hadirnya sang Nabi yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
BERITA02/09/2025 | Humas | Akate
BAZNAS RI Bersama Mishr Al Kheir Kirim 10 Truk Paket Bantuan ke Gaza
BAZNAS RI Bersama Mishr Al Kheir Kirim 10 Truk Paket Bantuan ke Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan lembaga sosial Mesir, Mishr Al Kheir Foundation, kembali menyalurkan 15.000 paket bantuan bahan pokok untuk warga Palestina di Gaza, yang dikirimkan menggunakan 10 truk melalui jalur darat menuju perbatasan Rafah. Adapun 10 truk yang mengangkut bantuan ini diberangkatkan dalam dua tahap, yakni 5 truk pada 19 Agustus 2025 dari Kairo dan 5 truk lainnya pada 28 Agustus 2025. Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat Gaza di tengah blokade dan keterbatasan akses. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, BAZNAS terus berupaya memberikan bantuan bagi rakyat Palestina yang masih menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan. “Alhamdulillah, melalui kerja sama dengan Mishr Al Kheir, 15.000 paket bantuan bisa kita kirimkan, dan semoga tidak ada kendala pengiriman. Mudah-mudahan bantuan ini mampu meringankan beban saudara-saudara kita di Gaza,” ujar Kiai Noor di Jakarta, Selasa (2/9/2025). Kiai Noor menegaskan, bantuan yang dihimpun dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Indonesia ini merupakan amanah yang harus benar-benar sampai kepada warga Gaza yang membutuhkan. “Kami ingin memastikan keberkahan dari donasi masyarakat Indonesia bisa dirasakan secara luas oleh rakyat Palestina,” ucap Kiai Noor. Sementara itu, Direktur Pengumpulan BAZNAS RI yang saat ini berada di Mesir, Faisal Qosim, Lc., menjelaskan, tim BAZNAS RI bersama KBRI Kairo melakukan peninjauan langsung terhadap proses pengiriman sampai ke check point pertama di Nafaq, memasuki terowongan Laut Merah menuju El Arish dan Rafah. “Mulai dari titik ini, kawasan sudah masuk kategori red zone sehingga tidak ada pihak tanpa izin yang boleh masuk. Nantinya 10 truk bantuan ini akan bergabung dengan konvoi nasional sebanyak 5.000 truk yang dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial Republik Arab Mesir,” terang Faisal.
BERITA02/09/2025 | Humas
BAZNAS RI Dorong Akses Pendidikan Agama bagi Disabilitas lewat ToT Al-Qur’an di Bekasi
BAZNAS RI Dorong Akses Pendidikan Agama bagi Disabilitas lewat ToT Al-Qur’an di Bekasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali melaksanakan Pengimbasan Program Training of Trainers (ToT) Pengajar Al-Qur’an Bahasa Isyarat di Yayasan Ibtisamah Mulia, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan ini sebagai upaya memperluas akses pendidikan agama Islam bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan program ini menjadi komitmen BAZNAS dalam memastikan akses pendidikan agama yang inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. “BAZNAS ingin memastikan penyandang disabilitas memiliki akses penuh terhadap pembelajaran Al-Qur’an. Lebih dari itu, kami juga mendorong lahirnya pengajar dari kalangan difabel agar program ini berkesinambungan,” kata Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (1/9/2025). Kegiatan tersebut diikuti 36 peserta dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga dewasa, yang dibimbing langsung oleh dua pengajar lulusan ToT BAZNAS, yakni Fatiyahnur Meilinda dan Flafirsty Azzahra Marumi, yang juga merupakan penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. Saidah menegaskan, sebagai lembaga negara yang mengemban amanah undang-undang, BAZNAS harus hadir untuk semua golongan masyarakat, termasuk kelompok rentan. "Kami berkewajiban memastikan distribusi manfaat zakat menyentuh mereka yang sering terpinggirkan, termasuk kaum disabilitas. Kami ingin memastikan hak mereka untuk belajar agama terpenuhi dengan baik,” ujarnya. Berbeda dengan pelaksanaan di sekolah formal, jelas Saidah, pengimbasan di Yayasan Ibtisamah Mulia Deaf Learning Center ini tidak hanya fokus pada pembelajaran Al-Qur’an bahasa isyarat, tetapi juga mencakup materi pelajaran agama Islam secara umum. "Kurikulum tersebut mencakup pemahaman ibadah, akhlak, hingga nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi bentuk nyata bahwa akses pendidikan agama bagi penyandang disabilitas rungu harus menyeluruh, baik dari segi pemahaman ibadah maupun nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari," kata Saidah. Untuk memastikan kualitas implementasi, lanjut Saidah, kegiatan ini turut dimonitoring oleh tim Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI. Monitoring dilakukan untuk menilai efektivitas metode pembelajaran sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan peserta. "Monitoring juga dimaksudkan untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS dan komunitas lokal, sehingga program dapat terus diperluas dan memberikan manfaat nyata. BAZNAS menargetkan dakwah inklusif ini menjangkau lebih banyak daerah di masa mendatang," ujar Saidah. Sementara itu,Ketua Yayasan Ibtisamah Mulia, Amatullah Basiimah, menyambut baik pelaksanaan pengimbasan yang dilaksanakan bersama BAZNAS RI. Menurutnya, kegiatan tersebut telah membuka jalan bagi komunitas difabel untuk mengakses pendidikan agama yang layak. Ia menambahkan, pembelajaran Al-Qur’an bahasa isyarat tidak hanya bermanfaat bagi peserta didik, tetapi juga dapat menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat luas. Hal ini diharapkan mendorong lahirnya masyarakat inklusif yang saling menghargai perbedaan. “Kami berharap kerjasama ini berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang peduli dan memahami pentingnya bahasa isyarat dalam dakwah Islam,” ucapnya.
BERITA02/09/2025 | Humas
Potret Pemimpin yang Dirindukan Surga
Potret Pemimpin yang Dirindukan Surga
Bayangkan, sebuah parfum mewah mampu memikat banyak orang hanya karena aromanya yang khas. Jika wewangian dunia saja sudah begitu memesona, maka bagaimana dengan keharuman surga? Tentu setiap insan Muslim mendambakannya, sebab siapa pun yang merasakan bau surga berarti ia berada sangat dekat, bahkan mungkin sudah menjadi penghuni surga itu sendiri. Namun, keharuman surga bukanlah sesuatu yang bisa diraih sembarangan. Terutama bagi mereka yang diberi amanah sebagai pemimpin. Posisi kepemimpinan adalah tugas berat, sebab selain dituntut untuk mengatur urusan manusia, ia juga akan dimintai pertanggungjawaban langsung di hadapan Allah Swt. Rasulullah SAW telah menegaskan dalam hadis riwayat Bukhari: "Tidaklah seorang hamba yang Allah jadikan pemimpin, kemudian ia tidak mengurus rakyatnya dengan baik, melainkan ia tidak akan mencium bau surga." (HR. Bukhari) Hadis ini menjadi peringatan sekaligus nasihat agung. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk sekadar mengatur, tetapi juga harus menegakkan keadilan, menindaklanjuti setiap urusan dengan amanah, dan memberikan yang terbaik bagi orang-orang yang dipimpinnya. Dalam Islam, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah besar. Pertanggungjawabannya bukan hanya secara horizontal kepada rakyat atau orang-orang yang dipimpin, melainkan juga bersifat vertikal, langsung kepada Allah Swt. Karena itu, setiap keputusan yang diambil, setiap kebijakan yang dijalankan, semuanya akan dicatat dan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Allah SWT pun memberikan pedoman jelas dalam Al-Qur’an, Surah An-Nisa ayat 58: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.” Ayat ini menegaskan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjaga amanah dan menegakkan keadilan. Dua hal inilah yang menjadi kunci sehingga kepemimpinan bernilai ibadah, bukan sekadar kekuasaan. Kesimpulannya, Pemimpin yang akan merasakan harum surga adalah mereka yang benar-benar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan menindaklanjuti setiap perkara dengan adil. Pemimpin dalam konteks ini tidak hanya sebatas kepala negara atau pemimpin umat, tetapi juga berlaku dalam lingkup kecil, bahkan kepemimpinan atas diri sendiri. Maka, siapa pun yang mampu menjaga amanah, berlaku adil, dan melaksanakan tanggung jawab dengan baik, ia sedang berjalan menuju ganjaran terindah dari Allah SWT, yaitu keharuman surga yang dirindukan setiap insan beriman.
BERITA02/09/2025 | Humas | Akate
Terima BAZNAS Awards 2025, Komeng Ajak Masyarakat Salurkan Zakat Lewat BAZNAS
Terima BAZNAS Awards 2025, Komeng Ajak Masyarakat Salurkan Zakat Lewat BAZNAS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung penguatan gerakan zakat di Indonesia, salah satunya adalah komedian senior Alfiansyah Bustami atau Komeng. Acara BAZNAS Awards 2025 ini menjadi rangkaian dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Acara tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., beserta jajaran pimpinan BAZNAS RI. Dalam kesempatan itu, Komeng mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS RI yang dinilainya memiliki banyak program nyata untuk membantu masyarakat. Ia juga menilai zakat yang dikelola dengan baik akan memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya untuk mustahik tetapi juga bagi pembangunan bangsa. “Jangan lupa berzakat ya. Banyak program-program BAZNAS yang bermanfaat. Tadi saya baru mendengar ada satu pekerja di luar negeri itu satu sarjana. Wah itu top lah. Pokoknya zakat banyak membantu menyejahterakan dan menjadikan orang biasa menjadi orang,” ujar Komeng. Komeng menjadi salah satu dari sejumlah publik figur yang menerima penghargaan dalam BAZNAS Awards 2025. Selain Komeng, nama-nama lain seperti Harabdu Tohar alias Bedu hingga Ivan Gunawan juga turut mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut. BAZNAS Awards merupakan ajang tahunan yang digelar BAZNAS RI untuk memberikan penghargaan kepada individu, lembaga, pemerintah daerah, hingga mitra strategis yang dinilai berkontribusi besar dalam penguatan zakat, infak, dan sedekah di Indonesia. Acara BAZNAS Awards 2025 tidak hanya memberikan apresiasi kepada artis yang peduli terhadap gerakan zakat, tetapi juga kepada pemerintah daerah, lembaga amil zakat, insan media, tokoh masyarakat, hingga mitra strategis yang selama ini mendukung program-program BAZNAS dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat.
BERITA01/09/2025 | Humas
Raih BAZNAS Awards 2025, Menko PM Muhaimin Dorong Kolaborasi Perangi Kemiskinan di Indonesia
Raih BAZNAS Awards 2025, Menko PM Muhaimin Dorong Kolaborasi Perangi Kemiskinan di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menganugerahkan penghargaan kepada Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) RI A. Muhaimin Iskandar sebagai Menteri Pendukung Gerakan Zakat, dalam ajang BAZNAS Award 2025 di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi Menko PM Muhaimin dalam mendukung gerakan zakat dan pemberdayaan masyarakat. BAZNAS menilai peran kementerian yang dipimpinnya sangat strategis dalam mengintegrasikan program pemerintah dengan gerakan zakat nasional untuk menanggulangi kemiskinan. Dalam sambutannya, Menko PM Muhaimin Iskandar menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan, kerja sama antara pemerintah dan BAZNAS harus terus diperkuat sebagai bagian dari solusi pengentasan kemiskinan di Indonesia. “Terima kasih atas apresiasi yang diberikan BAZNAS kepada saya pribadi dan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Semoga kerja sama ini dapat mendorong orientasi baru pembangunan nasional yang berlandaskan kebersamaan, serta mampu menjawab problematika umat di seluruh tanah air,” ujar Muhaimin. Muhaimin juga menekankan, pentingnya semangat gotong royong dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera. Menurutnya, BAZNAS hadir sebagai solusi nyata dalam menggerakkan solidaritas umat. “Kita memahami dengan baik bahwa selain program-program yang dijalankan pemerintah, BAZNAS juga memiliki peran strategis, terutama dalam mengatasi berbagai persoalan masyarakat, khususnya penanggulangan kemiskinan,” ucapnya. Muhaimin menjelaskan, sejak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, paradigma pembangunan nasional mengalami perubahan signifikan. Pemerintah kini tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, melainkan juga mengedepankan pemberdayaan sosial yang lebih berkelanjutan agar masyarakat miskin bisa mandiri dan meningkatkan kualitas hidup. Muhaimin mengungkapkan, saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan besar, yakni sekitar 3 juta penduduk miskin ekstrem dan 25 juta masyarakat miskin relatif. Karena itu, ia menilai peran BAZNAS semakin penting untuk memperkuat gotong royong nasional dalam menekan angka kemiskinan. “Atas nama pemerintah, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, khususnya BAZNAS, yang terus bergerak aktif dalam upaya mengatasi kemiskinan. Saya berharap BAZNAS beserta seluruh jajarannya menjadi bagian integral dalam pemberdayaan masyarakat,” ucap Muhaimin. Muhaimin optimistis, target penghapusan kemiskinan ekstrem dapat tercapai. Ia menyebut pemerintah berkomitmen menekan angka 3 juta penduduk miskin ekstrem hingga menjadi nol pada tahun 2026 melalui program-program pemberdayaan yang melibatkan banyak pihak, termasuk kolaborasi bersama BAZNAS. Lebih jauh, Pemerintah Indonesia menargetkan angka kemiskinan nasional turun maksimal 4 persen pada 2029. Dalam empat tahun ke depan, minimal 3 persen penduduk miskin diharapkan dapat terentaskan. Menurut Muhaimin, target tersebut hanya bisa dicapai melalui kerja sama seluruh elemen bangsa. “Tidak ada jalan lain kecuali kita bahu-membahu menuntaskan kemiskinan dan mewujudkan pemberdayaan masyarakat. Gotong royong menjadi kunci agar masyarakat miskin bisa naik kelas menuju kemandirian,” ucap Muhaimin Ia menutup sambutannya dengan ajakan untuk terus menjaga persatuan dan solidaritas. “Kita patut bersyukur dan bangga menjadi bagian dari pembangunan solidaritas gotong royong untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. BAZNAS hadir sebagai solusi, dan mari kita bersama-sama, seluruh kekuatan umat Islam, bergandengan tangan dalam mewujudkan pemberdayaan serta penanggulangan kemiskinan,” ujarnya.
BERITA01/09/2025 | Humas
Wamenlu RI Anis Matta Apresiasi Kinerja BAZNAS Membantu Masyarakat Miskin & Palestina
Wamenlu RI Anis Matta Apresiasi Kinerja BAZNAS Membantu Masyarakat Miskin & Palestina
Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta mengapresiasi kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam penghimpunan zakat yang semakin membaik. Terutama dalam menggerakkan hati masyarakat sehingga mempercayakan zakatnya dilakukan melalui BAZNAS RI. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri acara Rakornas BAZNAS RI di Jakarta, Kamis (28/08/2025). “Dari sisi output ada peningkatan yang luar biasa dalam kemampuan penggalangan zakatnya dan ini adalah indikator kerja yang sangat bagus. Kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS saat ini juga semakin baik dan meningkat, ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pemerintah hari ini kita saling memiliki rasa percaya yang bagus,” kata Anis. Anis juga mengaku bersyukur dan berterima kasih karena Indonesia memiliki BAZNAS sebagai lembaga yang mewakili pemerintah dalam membantu masyarakat miskin dan mereka yang berada di pelosok-pelosok pedesaan. BAZNAS selalu sigap dan menjadi yang terdepan untuk hadir membantu para korban bencana yang terjadi di Indonesia. Menurut Anis, apa yang dilakukan BAZNAS selama ini dalam membantu masyarakat di manapun berada telah mencuri perhatian, bahkan ke negara konflik seperti Palestina yang sejak 2023 hingga 2025 masih dibombardir oleh Israel, tidak luput mendapatkan perhatian BAZNAS. Masyarakat jadi tahu bahwa BAZNAS selalu hadir di tengah-tengah mereka dan siap membantu. “BAZNAS melakukan pendistribusian sebagian besar zakat dari masyarakat secara tepat sasaran, seperti yang kita lihat bersama-sama masalah Palestina juga BAZNAS terus menerus memberikan bantuan,” tutur Anis. Karenanya Anis mendorong masyarakat untuk mempercayakan penyaluran zakatnya melalui BAZNAS. Tidak hanya zakat, tetapi infak dan sedekah juga dapat disalurkan melalui BAZNAS. “Saya mendorong masyarakat untuk menyalurkan zakatnya, bantuannya sedekahnya melalui BAZNAS,” kata Anis. Anis Matta juga menjadi salah satu penerima penghargaan pada ajang BAZNAS Awards 2025 sebagai Menteri Pendukung Gerakan Zakat. Karenanya Anis menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS. “Saya juga berterima kasih kepada BAZNAS atas penghargaan ini walaupun saya merasa sebenarnya apa yang kita lakukan ini memang kewajiban kita semua,” tutup Anis.
BERITA01/09/2025 | Humas
Raih Penghargaan Artis Peduli Zakat, Komedian Bedu Ajak Masyarakat Berzakat Lewat BAZNAS
Raih Penghargaan Artis Peduli Zakat, Komedian Bedu Ajak Masyarakat Berzakat Lewat BAZNAS
Harabdu Tohar, yang akrab disapa Bedu atau Bedu Tohar, meraih penghargaan sebagai Artis Peduli Zakat dalam ajang Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Awards 2025 di Jakarta, Kamis (28/08/2025). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensinya dalam menunaikan zakat dan mendorong masyarakat untuk melakukan hal yang sama. Bedu yang dikenal sebagai aktor sekaligus komedian dalam kesempatan itu menyampaikan kesaksiannya mengenai pentingnya berzakat melalui BAZNAS. Ia menegaskan, dirinya 100 persen percaya kepada lembaga negara tersebut, karena BAZNAS melibatkan banyak pihak baik individu maupun kelembagaan dalam menyalurkan zakat. “Artinya Insya Allah distribusinya atau target sasarannya tepat, cepat, dan sesuai dengan saudara-saudara kita butuhkan,” ujar Bedu. Bedu juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Menurutnya, zakat dalam bentuk apapun baik zakat wajib, zakat profesi, maupun zakat maal sebaiknya dipercayakan kepada BAZNAS yang terbukti amanah dan terpercaya sebagai lembaga resmi negara. “Kalau anda ingin berzakat, percayakan zakatmu ke BAZNAS karena sangat terpercaya,” tambah Bedu. Ia menekankan, penghargaan yang diterimanya bukanlah sebuah prestasi, melainkan amanah. Baginya, menjadi figur publik yang mencintai zakat berarti juga bertanggung jawab untuk menginspirasi orang lain agar mencintai zakat. Pihak BAZNAS menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bedu atas kontribusinya dalam menyebarkan semangat zakat di kalangan masyarakat luas. Mereka berharap, semakin banyak tokoh publik yang mengikuti jejak Bedu untuk mendukung gerakan zakat nasional. Dengan penghargaan ini, Bedu menegaskan komitmennya untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya zakat. Ia berjanji akan tetap konsisten menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS serta mengajak orang lain melakukan hal serupa. "Ini adalah sebuah amanah dan tanggung jawab karena dipercaya sebagai tokoh publik yang mencintai zakat dan bertugas mengajak orang-orang untuk juga mencintai zakat," ucapnya. Ajang BAZNAS Awards 2025 sendiri menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi zakat di Indonesia. Dengan hadirnya tokoh-tokoh publik seperti Bedu, zakat tidak hanya menjadi ibadah personal, tetapi juga gerakan sosial yang mampu memberikan dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA01/09/2025 | Humas
BAZNAS RI dan BPS Kerja Sama Sinergi Data untuk Penyaluran Tepat Sasaran
BAZNAS RI dan BPS Kerja Sama Sinergi Data untuk Penyaluran Tepat Sasaran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pemanfaatan data dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat basis data agar pendistribusian dan penghimpunan zakat lebih efektif, akurat, serta tepat sasaran. Penandatanganan tersebut dilakukan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (29/8/2025). Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menekankan, kerja sama dengan BPS sangat strategis, mengingat lembaga tersebut memiliki kompetensi mendalam di bidang statistik. Menurutnya, penguasaan BPS terhadap data akan sangat membantu BAZNAS dalam menjalankan amanah. “Ini manfaat besar bagi kita semuanya. Dan insyaallah juga menjadi bagian penting dari kita semuanya yang akan melakukan pendistribusian khususnya, maupun nanti pengumpulan berdasarkan pada data-data yang ada,” ujar Prof. Noor. Lebih lanjut, Prof. Noor menyoroti pentingnya data statistik untuk mencegah tumpang tindih pemberian bantuan. Dengan data yang detail dan terstruktur, BAZNAS dapat memastikan zakat sampai kepada mereka yang benar-benar berhak menerima. “Sehingga ke depan kita akan lebih efektif. Jangan sampai ada pemberian yang bertumpuk, termasuk yang diberikan oleh pemerintah. Sehingga dengan demikian, berdasarkan pada statistik misalnya saja tentang bagaimana orang miskin ada di mana, mereka didesil berapa, itu ada semuanya, by name, by trace,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, ia juga mencontohkan bagaimana data BPS mencatat fenomena sosial yang menarik, termasuk penurunan kemiskinan yang berjalan seiring dengan meningkatnya jumlah keluarga. Menurutnya, hal ini bisa jadi dipengaruhi oleh program BAZNAS seperti pernikahan massal. “Jangan-jangan orang yang meningkat ekonominya itu karena bantuan BAZNAS dinikahkan masal itu. Jadi ini korelasi, walaupun kemarin agak gurau, tetapi ini serius. Analisa statistik saya di situ,” ungkapnya. Prof. Noor juga tak lupa menyampaikan apresiasi mendalam kepada BPS atas terwujudnya kerja sama strategis ini. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada BPS yang telah menyediakan diri untuk melakukan MoU dengan BAZNAS Republik Indonesia. Ini adalah satu proses yang baik,” ujarnya. Sementara itu, Kepala BPS RI, Dr. Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan, kolaborasi dengan BAZNAS akan memperkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) yang dikelola BPS. Ia menegaskan, data BAZNAS yang mencakup sekitar 26 juta mustahik sangat relevan untuk dipadankan dengan DTSN. “Artinya BAZNAS menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pemutahiran data tunggal sosial ekonomi nasional, kalau nanti mustahik yang 26 juta itu kemudian bisa kita padankan dengan data tunggal sosial ekonomi nasional, sehingga nanti kita bersama, bisa sama-sama tahu apakah memang orang itu betul-betul masuk kepada desil 1 atau desil 2 dari DTSN,” ujar Amalia. Amalia menambahkan, kerja sama ini juga sejalan dengan amanat Inpres Nomor 4 Tahun 2025. Melalui integrasi data, BAZNAS dan BPS akan saling mendukung dalam memutakhirkan DTSN secara digital dan berkelanjutan untuk memastikan keakuratan data sosial ekonomi. “Mekanismenya Bapak/Ibu nanti adalah, kami perlu menerima data dulu dari BAZNAS, karena nanti sesuai dengan Inpres nomor 4 tahun 2025, BPS memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pemutahiran dan pengelolaan data tunggal sosial ekonomi nasional. Ini sesuatu peran yang strategis, dan peran BAZNAS menjadi sangat kritikal dan penting,” tegasnya. Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS RI pada kesempatan ini juga menganugerahkan BAZNAS Award 2025 kategori Lembaga Pendukung Ekosistem Zakat kepada BPS atas kontribusinya dalam mendukung pengelolaan zakat berbasis data.
BERITA01/09/2025 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →