WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Cirebon Salurkan Bantuan Pendidikan Rp100 Juta untuk 200 Pelajar Hasil Sedekah Konsumen Alfamart

Kota Cirebon– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali menyalurkan bantuan pendidikan hasil program Sedekah Konsumen Alfamart kepada para pelajar di Kota Cirebon. Sebanyak 200 siswa-siswi jenjang SD/MI dan SMP menerima bantuan pendidikan senilai Rp500.000 per siswa, dengan total penyaluran mencapai Rp100.000.000.

Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Jumat (26/6/2026) bertempat di Kantor BAZNAS Kota Cirebon. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I, kepada para penerima manfaat.

Program ini merupakan wujud nyata sinergi antara BAZNAS Kota Cirebon dan Alfamart melalui program Sedekah Konsumen. Dana yang dihimpun dari donasi para pelanggan kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bidang pendidikan.

Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan bahwa bantuan pendidikan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua sekaligus menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus belajar dan meraih prestasi.

"Semoga bantuan ini memberikan manfaat bagi para siswa dalam memenuhi kebutuhan pendidikan mereka. Terima kasih kepada seluruh konsumen Alfamart yang telah bersedekah melalui program ini. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semua pihak," ujarnya.

Melalui program ini, BAZNAS Kota Cirebon terus berkomitmen mengoptimalkan penghimpunan dan penyaluran dana Zakat, Infak, Sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya secara amanah, transparan, dan tepat sasaran demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

26/06/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Hasil Tes Tulis Beasiswa SAHAJA 2026 Diumumkan, 16 Peserta Dinyatakan Lolos

KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon secara resmi mengumumkan hasil Tes Tulis Program Beasiswa SAHAJA Tahun 2026. Setelah melalui proses seleksi dan penilaian yang objektif, sebanyak 16 peserta dinyatakan lolos pada tahapan tes tulis dan berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.

Program Beasiswa SAHAJA merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kota Cirebon dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang memiliki potensi akademik, prestasi, namun memiliki keterbatasan ekonomi.

Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dengan baik.

"Kami mengucapkan selamat kepada para peserta yang dinyatakan lolos tes tulis Beasiswa SAHAJA Tahun 2026. Keberhasilan ini merupakan langkah awal untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Bagi peserta yang belum berhasil, kami berharap tetap semangat dan terus berprestasi dalam menempuh pendidikan," ujarnya.

Adapun nama-nama peserta yang dinyatakan lolos Tes Tulis Beasiswa SAHAJA Tahun 2026 adalah sebagai berikut:

PESERTA LOLOS TES TULIS BEASISWA SAHAJA 2026

https://s.id/HasilTesSahaja2026

Peserta yang dinyatakan lolos diwajibkan untuk memantau informasi resmi BAZNAS Kota Cirebon terkait jadwal dan ketentuan tahapan seleksi berikutnya. Informasi lebih lanjut akan diumumkan melalui kanal media sosial dan website resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Untuk informasi dan konfirmasi lebih lanjut, peserta dapat menghubungi panitia Beasiswa SAHAJA melalui nomor layanan: 0851-8687-2027

Semoga Program Beasiswa SAHAJA dapat menjadi ikhtiar bersama dalam mencetak generasi unggul, berprestasi, dan berakhlakul karimah.

 

Kota Cirebon, 21 Juni 2026

BAZNAS Kota Cirebon

19/06/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Jangan Sampai Terlambat! Ini Jadwal Lengkap Tes Tulis Beasiswa Sahaja 2026

Kota Cirebon – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon secara resmi mengumumkan jadwal pelaksanaan tes tulis bagi peserta Seleksi Beasiswa Sahaja Tahun 2026. Tahapan ini merupakan bagian dari proses seleksi untuk menjaring calon penerima beasiswa yang memenuhi kriteria akademik dan administratif yang telah ditetapkan.

Tes tulis akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Kamis, 18 Juni 2026
Waktu: 09.45 WIB – 10.30 WIB
Tempat: Kantor BAZNAS Kota Cirebon, Jalan Kanggraksan No. 57, Harjamukti, Kota Cirebon.

Ketua BAZNAS Kota Cirebon menyampaikan bahwa pelaksanaan tes tulis merupakan salah satu tahapan penting dalam proses seleksi Beasiswa Sahaja. Melalui tahapan ini, BAZNAS Kota Cirebon berupaya memastikan bahwa bantuan pendidikan yang diberikan dapat tepat sasaran kepada mahasiswa yang memiliki potensi akademik, semangat belajar yang tinggi, serta komitmen untuk terus berkembang.

Seluruh peserta yang telah dinyatakan lolos tahap administrasi diharapkan dapat hadir tepat waktu dan mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia. Adapun ketentuan yang wajib diperhatikan peserta antara lain:

-Menggunakan pakaian putih-hitam dan bersepatu.
-Peserta perempuan mengenakan hijab hitam.
-Membawa alat tulis berupa bolpoin.
-Hadir minimal 30 menit sebelum pelaksanaan tes.
-Membawa kartu identitas (KTP) yang masih berlaku.

BAZNAS Kota Cirebon mengimbau seluruh peserta untuk mempersiapkan diri dengan baik serta menjaga kesehatan agar dapat mengikuti tes secara optimal. Informasi lebih lanjut mengenai tahapan seleksi Beasiswa Sahaja Tahun 2026 dapat diperoleh melalui kanal resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Program Beasiswa Sahaja merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kota Cirebon dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat. Program ini diharapkan dapat membantu mahasiswa berprestasi dan kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan tinggi serta menjadi generasi yang unggul, mandiri, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Humas BAZNAS Kota Cirebon

10/06/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Selamat! Peserta Lolos Assessment Kelayakan Beasiswa Sahaja 2026

PENGUMUMAN HASIL ASSESSMENT KELAYAKAN

BEASISWA SAHAJA 2026 TAHAP 1 & 2 BAZNAS KOTA CIREBON

 

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon kembali mengumumkan hasil Assessment Kelayakan Program Beasiswa Sahaja Tahun 2026 Tahap 1 dan Tahap 2.

Assessment kelayakan ini merupakan bagian dari proses seleksi untuk memastikan program beasiswa dapat diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi kriteria dan memiliki semangat melanjutkan pendidikan demi masa depan yang lebih baik.

Peserta yang dinyatakan lolos hasil assessment kelayakan dapat melihat daftar nama melalui tautan berikut:

Hasil Assessment Kelayakan Beasiswa Sahaja 2026

https://bazn.as/HasilAssesmentSahaja

Selanjutnya, peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti tahapan berikutnya yaitu:

 

Tes Tulis

Jadwal pelaksanaan akan diumumkan kemudian.

BAZNAS Kota Cirebon mengimbau seluruh peserta untuk terus memantau informasi resmi melalui media sosial dan website BAZNAS Kota Cirebon agar tidak tertinggal informasi terbaru terkait pelaksanaan tes tulis.

Informasi lebih lanjut:

0851-8687-2027

BAZNAS Kota Cirebon mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang lolos tahap assessment kelayakan. Semoga proses seleksi selanjutnya berjalan lancar dan menjadi langkah menuju masa depan pendidikan yang lebih baik.

“Satu Keluarga, Satu Sarjana”

Bersama zakat, hadirkan harapan dan masa depan.

 
26/05/2026 | Kontributor: Admin | Akate
Polres Cirebon Kota Serahkan Bantuan Hewan Kurban melalui BAZNAS Kota Cirebon

KOTA CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menerima bantuan 1 ekor kambing kurban dari Polres Cirebon Kota pada Selasa (26/05/2026). Penyerahan hewan kurban tersebut menjadi bentuk sinergi dan kepedulian sosial dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung sebagai wujud dukungan Polres Cirebon Kota terhadap program sosial dan kemanusiaan yang dijalankan BAZNAS Kota Cirebon, khususnya dalam pendistribusian hewan kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pimpinan BAZNAS Kota Cirebon menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan serta kolaborasi yang terus terjalin bersama Polres Cirebon Kota. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial di momentum Idul Adha.

“Semoga sinergi kebaikan ini terus terjalin dan menjadi keberkahan bagi semua pihak, khususnya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar perwakilan BAZNAS Kota Cirebon.

Melalui momentum Idul Adha, BAZNAS Kota Cirebon terus mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama menebarkan manfaat dan memperkuat nilai gotong royong serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.

26/05/2026 | Kontributor: Admin | Akate

Berita Terbaru

Keutamaan Bersedekah di Bulan Rabiul Awal
Keutamaan Bersedekah di Bulan Rabiul Awal
Bulan Rabiul Awal memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam, karena pada bulan inilah Rasulullah Muhammad SAW dilahirkan. Momen penuh berkah ini menjadi kesempatan yang baik bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal kebaikan, salah satunya dengan bersedekah. Sedekah adalah amalan yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi penerima, tetapi juga membawa keberkahan bagi pemberinya. Rasulullah SAW menegaskan dalam sebuah hadis: "Harta tidak akan pernah berkurang karena disedekahkan, melainkan justru bertambah, bertambah, dan bertambah." (HR. Tirmidzi) Hadis tersebut menjadi bukti bahwa sedekah tidak akan menjadikan kita miskin. Sebaliknya, Allah SWT akan meluaskan rezeki dan melipatgandakan keberkahan bagi mereka yang ikhlas memberi. Sedekah Membawa Keberkahan Rezeki Dalam harta yang kita miliki, terdapat hak orang lain yang perlu kita keluarkan. Dengan berbagi, rezeki yang Allah titipkan akan menjadi lebih bersih dan penuh keberkahan. Banyak orang sukses di dunia pun menjadikan kedermawanan sebagai kunci kelancaran rezeki mereka. Semakin sering mereka berbagi, semakin lapang pula pintu-pintu rezeki yang Allah bukakan. Sedekah adalah amalan yang pahalanya tidak terputus. Selama manfaat dari sedekah itu masih dirasakan orang lain, selama itu pula pahala akan terus mengalir kepada pemberinya. Itulah mengapa Allah SWT berjanji dengan balasan yang berlipat ganda bagi mereka yang bersedekah, sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 261: "Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." Jalan Menuju Ampunan dan Surga Lebih dari sekadar pahala, Allah SWT juga menjanjikan surga bagi mereka yang gemar menafkahkan sebagian hartanya. Hal ini ditegaskan dalam Q.S. Ali Imran ayat 133–134: "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit..." Di bulan penuh kemuliaan ini, mari kita jadikan sedekah sebagai wujud cinta kita kepada Rasulullah SAW dan bentuk kepedulian terhadap sesama. Untuk memudahkan, Anda bisa menyalurkan sedekah melalui BAZNAS Kota Cirebon. InsyaAllah, setiap rupiah yang Anda berikan akan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Semoga dengan bersedekah di bulan Rabiul Awal ini, kita semakin dekat dengan rahmat Allah SWT, dilapangkan rezeki, diampuni dosa, dan digolongkan ke dalam hamba-hamba-Nya yang beruntung. Wallahu a’lam
BERITA26/08/2025 | Akate
Cara Merayakan Bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Cara Merayakan Bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Bulan Rabiul Awal senantiasa menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Bulan ini merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, sosok teladan agung yang membawa cahaya Islam. Banyak tradisi dan amalan dilakukan oleh umat Muslim untuk mengekspresikan rasa cinta serta penghormatan kepada Rasulullah. Salah satu ulama, KH Muhammad Faiz atau yang akrab disapa Gus Faiz, menyampaikan beberapa cara dalam merayakan bulan mulia ini. Dalam pengajian rutin Kitab Al-Hikam di Pondok Pesantren Daarur Rahman, Cipedak, Jakarta Selatan (Ahad, 24 Agustus 2025), beliau menguraikan bahwa memperbanyak shalawat dan mengenalkan Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk amalan yang dapat dilakukan di bulan Rabiul Awal. Membaca Shalawat 6.230 Kali Menurut Gus Faiz, salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca shalawat sebanyak 6.230 kali. Angka ini selaras dengan jumlah ayat dalam Al-Qur’an. Bukan sekadar kesesuaian angka tanpa makna, tetapi sebuah simbol yang memperkuat doa agar terasa lebih dalam di hati. “Ini bukan sekadar cocokologi, melainkan sebuah cara untuk menghadirkan makna dengan simbol yang bisa dirasakan oleh indera,” jelasnya di hadapan jamaah yang terdiri dari para alumni, wali santri, serta masyarakat sekitar. Penyelarasan jumlah bacaan shalawat dengan jumlah ayat Al-Qur’an juga dimaknai sebagai pengingat jasa Rasulullah SAW. Dengan perjuangan beliau, umat Islam kini mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mengenalkan Nabi kepada Generasi Muda Selain memperbanyak shalawat, Gus Faiz juga menekankan pentingnya memperkenalkan sosok Nabi Muhammad kepada anak-anak. Hal ini bisa dilakukan dengan cara sederhana namun menyenangkan, seperti menonton animasi tentang kehidupan Rasulullah bersama keluarga. “Bagi para orang tua yang memiliki ponsel, ajaklah anak-anak menyaksikan kisah Nabi melalui film atau animasi Islami. Dengan begitu, mereka bisa lebih mengenal Rasulullah sejak dini,” pesannya. Beliau menambahkan, bentuk penghormatan terhadap Rasulullah tidak hanya terbatas pada doa dan bacaan shalawat. Tindakan sederhana yang dilakukan dengan penuh cinta, seperti berbagi kebahagiaan di bulan Rabiul Awal, juga termasuk bagian dari bentuk penghormatan. Ia mencontohkan gurunya di Mesir yang memiliki kebiasaan membagikan cokelat kepada murid-murid setiap memasuki bulan ini sebagai simbol kegembiraan. Bulan Penuh Berkah Rabiul Awal bukan hanya momentum sejarah kelahiran Nabi Muhammad, tetapi juga kesempatan untuk mempertebal rasa cinta umat kepada beliau. Dengan memperbanyak shalawat, mengenalkan sejarah Nabi kepada anak-anak, serta mengisi bulan ini dengan amal kebaikan, umat Islam diharapkan dapat merasakan keberkahan dan semakin dekat dengan ajaran Rasulullah SAW. Pada tahun 1447 H ini, 1 Rabiul Awal jatuh pada Senin, 25 Agustus 2025. Sementara peringatan 12 Rabiul Awal, yang dikenal sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, bertepatan dengan Jumat, 5 September 2025.
BERITA26/08/2025 | Akate
Bulan Rabiul Awal: Menghayati Cinta Sejati Kepada Rasulullah SAW
Bulan Rabiul Awal: Menghayati Cinta Sejati Kepada Rasulullah SAW
Rabiul Awal merupakan bulan yang memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam. Pada bulan inilah Rasulullah Muhammad SAW dilahirkan ke dunia, sosok teladan agung yang menjadi cahaya bagi seluruh umat manusia. Karena itu, momentum kelahiran beliau yang dikenal dengan istilah Maulid Nabi selalu diperingati dengan penuh suka cita oleh kaum Muslimin. Di Indonesia, peringatan Maulid Nabi biasanya diisi dengan berbagai kegiatan. Ada yang mengadakan pembacaan kitab maulid selama beberapa hari, bahkan sebulan penuh. Ada pula yang menggelar pengajian, doa bersama, tasyakuran, hingga beragam perlombaan yang melibatkan anak-anak. Semua bentuk perayaan ini pada hakikatnya lahir dari satu sumber: rasa cinta kepada Rasulullah SAW. Makna Cinta Kepada Nabi Cinta adalah kata yang luas, penuh makna, dan bisa dimaknai dari berbagai sudut pandang. Namun dalam momentum bulan Rabiul Awal ini, penting bagi kita untuk merenungi arti cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Setiap Muslim pasti akan mengaku mencintai Rasulullah. Jika ditanya, “Apakah engkau mencintai Nabi?” hampir semua akan menjawab, “Tentu saja, aku cinta Nabi.” Namun, pengakuan itu terkadang tidak sejalan dengan kenyataan. Masih banyak di antara umat Islam yang lalai dalam menunaikan kewajiban yang diajarkan Rasulullah, seperti salat lima waktu, berpuasa Ramadhan, atau jarang sekali bershalawat kepada beliau. Di sinilah pesan ulama salaf menjadi pengingat berharga. Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah menasihati, sebagaimana dikutip dalam Tafsir Ruh al-Bayan karya Syaikh Ismail Haqqi: “Wahai anak Adam, janganlah engkau tertipu oleh ucapan ‘seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya’. Sesungguhnya engkau tidak akan bersama orang-orang saleh kecuali jika engkau mengikuti amalan mereka. Kaum Yahudi dan Nasrani juga mencintai nabi-nabi mereka, tetapi mereka tidak bersama nabi-nabi itu. Hal ini menunjukkan bahwa cinta semata, tanpa diiringi amal, tidak akan bermanfaat.” Pesan ini menegaskan bahwa cinta yang tidak dibuktikan dengan amal hanyalah pengakuan kosong. Membuktikan Cinta Dengan Amal Mengaku cinta saja tidak cukup. Rasa cinta sejati kepada Rasulullah harus dibuktikan melalui usaha meneladani beliau. Artinya, kita berusaha menjalankan perintahnya, menjauhi larangannya, dan meniru akhlak mulianya. Bahkan jika belum mampu melaksanakan semua amal kebaikan, setidaknya jangan meninggalkan semuanya. Prinsipnya sederhana: lakukan sebisa mungkin, dengan niat tulus karena Allah. Mulailah dari hal-hal yang Nabi cintai, seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak shalawat, menjaga akhlak, serta berusaha meninggalkan hal-hal yang tidak disukai beliau. Dengan begitu, cinta kita bukan sekadar kata-kata, tetapi terwujud dalam amal nyata yang bermanfaat di dunia dan kelak menjadi saksi di akhirat. Menyambut Bulan Maulid Dengan Cinta Bukti cinta kepada Nabi juga bisa diwujudkan dengan menghargai tradisi peringatan Maulid. Selama diisi dengan kebaikan—seperti pengajian, doa, pembacaan kitab maulid, dan kegiatan sosial—semua itu menjadi sarana menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah. Semoga di bulan Rabiul Awal yang penuh berkah ini, kita semakin termotivasi untuk mengikuti sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW. Meskipun belum mampu sempurna, semoga usaha kecil yang kita lakukan menjadi tanda cinta tulus kepada beliau. Wallahu a’lam.
BERITA26/08/2025 | Akate
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, BAZNAS RI Siap Gelar Rakornas dan BAZNAS Awards 2025
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, BAZNAS RI Siap Gelar Rakornas dan BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI siap menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan BAZNAS Awards 2025 di Jakarta, pada 26-29 Agustus 2025, yang akan dihadiri oleh Menteri Agama (Manag) RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar dan Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani. Kegiatan ini menjadi wujud dukungan nyata BAZNAS seluruh Indonesia terhadap Asta Cita Presiden Prabowo sekaligus momentum penting dalam menyelaraskan visi zakat nasional dengan arah pembangunan pemerintah. Rakornas 2025 juga menyoroti komitmen BAZNAS dalam misi kemanusiaan global. Salah satu agenda penting adalah penyampaian aksi BAZNAS dalam program "Membasuh Luka Palestina" juga kondisi terkini jalur bantuan ke Palestina melalui perbatasan Mesir, yang akan dipaparkan oleh perwakilan KBRI Mesir. “BAZNAS siap menyelaraskan visi dan misinya dengan Asta Cita Presiden Prabowo. Rakornas dan BAZNAS Awards 2025 akan menjadi tonggak baru kontribusi zakat dalam pembangunan nasional serta mewujudkan masyarakat yang lebih adil, makmur, dan sejahtera,” ucap Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/8/2025). Kiai Noor menjelaskan, Rakornas 2025 akan diikuti oleh 1.200 peserta dari BAZNAS Provinsi/Kota/Kabupaten seluruh Indonesia, dan akan membahas isu-isu strategis mulai dari penguatan kelembagaan zakat, perluasan partisipasi muzaki, transformasi digital, integrasi data zakat nasional, hingga peningkatan dampak zakat terhadap kesejahteraan masyarakat. "Rakornas ini juga akan menjadi ajang konsolidasi menuju Rencana Strategis BAZNAS 2025–2029 agar tata kelola zakat semakin efektif, akuntabel, digital, dan selaras dengan pembangunan nasional," ucapnya. Ia menambahkan, Rakornas akan dihadiri oleh Menko PMK, Mendagri, Kepala BPS, Deputi PMK Bappenas, serta pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota. Sementara pembukaan dijadwalkan oleh Menteri Agama, Ketua MUI, dan Ketua MPR. Pada pembukaan Rakornas tahun ini, BAZNAS akan meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI), serta peluncuran buku Islam Ala Prabowo Subianto yang diinisiasi oleh Ketua MPR, Ahmad Muzani dan Ketua MUI, KH Anwar Iskandar. Terkait dengan BAZNAS Awards 2025, Ketua BAZNAS RI menyampaikan bahwa ajang penghargaan tersebut akan memberikan apresiasi kepada penerima dari kalangan kementerian/lembaga, kepala daerah, dan mitra strategis, serta BAZNAS dan LAZ di seluruh Indonesia. “Melalui Rakornas dan BAZNAS Awards 2025, BAZNAS meneguhkan peran zakat sebagai instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan, pembangunan ekonomi umat, dan pencapaian tujuan pembangunan nasional," tambahnya. Kiai Noor mengatakan, "Sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, dan masyarakat harus semakin kuat dalam membangun bangsa yang sejahtera dan berkeadilan,” ucapnya. Kiai Noor juga berharap, Rakornas dan BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama, meningkatkan tata kelola zakat yang profesional, serta memperluas dampaknya bagi kesejahteraan umat di seluruh Indonesia. Adapun rangkaian acara Rakornas dan BAZNAS Awards 2025 di antaranya: Hari Pertama (26 Agustus 2025): Peluncuran sejumlah program unggulan, ministerial session bersama Menko PMK terkait “Zakat sebagai Pilar Keadilan Sosial dan Pemerataan dalam Visi Indonesia Emas 2045”; Mendagri yang akan menyampaikan materi terkait “Penguatan Peran Pemerintah Daerah dalam Optimalisasi Pengumpulan Zakat: Sinergi Kebijakan, Regulasi, dan Dukungan Kelembagaan”; dan Kepala BPS yang akan menyampaikan materi “Tren Kemiskinan dan Ketimpangan di Indonesia dalam Perspektif Penguatan Kebijakan Zakat Nasional”. Hari Kedua (27 Agustus 2025): Sesi menteri dengan Menko Polhukam, Menko Infrastruktur, dan Kepala Bappenas. Dilanjutkan plenary session yang membahas target dan strategi pengumpulan, penyaluran, perencanaan, transformasi digital, SDM, koordinasi nasional, serta pengendalian dan audit zakat. Hari Ketiga (28 Agustus 2025): Penganugerahan BAZNAS Awards 2025. Malamnya dilanjutkan dengan laporan BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota. Hari Keempat (29 Agustus 2025): Lanjutan laporan daerah, pembacaan risalah Rakornas 2025, dan penutupan Rakornas.
BERITA25/08/2025 | Humas
BAZNAS Perluas Dakwah Inklusif Lewat Pengajaran Al-Qur’an Isyarat di SLB
BAZNAS Perluas Dakwah Inklusif Lewat Pengajaran Al-Qur’an Isyarat di SLB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan kegiatan Pengimbasan Program Training of Trainers (ToT) Pengajar Al-Qur’an Isyarat 2024 di SLBN 4 Koja, Jakarta Utara. Kegiatan ini diikuti oleh 52 murid tuna rungu dari tingkat SD hingga SMA, dengan pendampingan langsung oleh Ust. Achmad Mubarok, S.Pd.I., alumni Program ToT BAZNAS di Yayasan Pesantren Bina Cendekia, Jakarta. Turut hadir Wakil Kepala Sekolah SLBN 4, Nur Asiah, S.Pd., serta perwakilan Divisi Dakwah Pendidikan BAZNAS RI. Pengimbasan ini menjadi langkah nyata BAZNAS dalam memperluas jangkauan dakwah inklusif, agar pembelajaran Al-Qur’an dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas rungu. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA. menyatakan, pengembangan program ini didorong oleh kepedulian terhadap akses pembelajaran agama yang adil dan menyeluruh bagi semua kalangan. “Kami ingin memastikan hak untuk belajar Al-Qur’an tidak berhenti di batas kemampuan fisik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong lahirnya ruang-ruang pembelajaran yang ramah bagi difabel, agar mereka pun bisa tumbuh sebagai generasi Qur’ani,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/8/2025). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, terdapat lebih dari 22 juta penyandang disabilitas di Indonesia, dan sekitar 1,8 juta di antaranya adalah penyandang tuna rungu. Angka ini menjadi pengingat bahwa kebutuhan akan pendidikan Islam yang inklusif sangat mendesak. Mengutip sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari), Saidah menyampaikan, inisiatif ini adalah bagian dari semangat BAZNAS dalam memperluas syiar dakwah yang menyentuh semua kalangan, tanpa terkecuali. Saidah memaparkan, sejak digulirkan pada tahun 2024, Program ToT Pengajar Al-Qur’an Isyarat telah menjangkau 34 titik di 28 provinsi, dengan total peserta mencapai 1.036 orang. “Para peserta terdiri dari guru SLB, komunitas difabel, serta guru agama yang memiliki kepedulian terhadap penyebaran ilmu Al-Qur’an di kalangan difabel,” jelasnya. “Kami berharap, program ini tidak hanya berhenti di ruang kelas. Tapi menjadi gerakan dakwah yang menumbuhkan kepedulian dan kesetaraan dalam pendidikan Islam,” tambah Saidah. BAZNAS RI akan terus mendorong pelibatan masyarakat dalam mendukung dakwah inklusif melalui zakat, infak, dan sedekah. Program ini menjadi salah satu wujud dari peran zakat dalam membangun peradaban yang adil, terbuka, dan penuh kasih sayang.
BERITA25/08/2025 | Humas
BAZNAS RI Bersama Tempo Scan Distribusikan 4.600 Porsi Makanan Siap Saji di Gaza
BAZNAS RI Bersama Tempo Scan Distribusikan 4.600 Porsi Makanan Siap Saji di Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Tempo Scan kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Gaza. Sebanyak 4.600 porsi makanan didistribusikan sebagai bagian dari upaya meringankan penderitaan warga yang terdampak konflik berkepanjangan. Bantuan tersebut didistribusikan di beberapa titik yakni Al-Aqsa Hospital, Insan Camp, dan Al Manasr. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, distribusi bantuan makanan ini merupakan bagian dari solidaritas rakyat Indonesia kepada Palestina. Menurutnya, dukungan masyarakat Indonesia sangat penting untuk menjaga keberlangsungan hidup warga Gaza yang hingga kini masih menghadapi situasi darurat. “Alhamdulillah, dengan kerja sama dan kepedulian dari berbagai pihak termasuk Tempo Scan, kita bisa menyalurkan 4.600 porsi makanan bagi saudara-saudara kita di Gaza. Apa yang kita lakukan ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia tidak pernah meninggalkan Palestina dalam keadaan sulit,” ujar Kiai Noor dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/8/2025). Kiai Noor menegaskan, setiap rupiah yang disalurkan untuk Palestina melalui BAZNAS benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. “Kami ingin memastikan bahwa amanah dari masyarakat Indonesia tersampaikan dengan baik. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS kami kelola secara profesional agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh saudara-saudara kita di Gaza,” jelasnya. Kiai Noor juga menambahkan, pihaknya terus berupaya menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia di tengah sulitnya akses masuk ke Gaza. BAZNAS memegang teguh prinsip Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI dalam setiap pengelolaan dana umat. “Insya Allah, dukungan dari masyarakat Indonesia akan kita lanjutkan dalam berbagai bentuk program kemanusiaan. Kami berdoa agar Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada rakyat Palestina, dan semoga segera hadir perdamaian yang adil dan bermartabat di tanah Gaza,” ucapnya. Baru-baru ini, BAZNAS juga telah mengirimkan puluhan ribu paket bantuan pangan melalui berbagai jalur, baik darat maupun udara (airdrop). Pengiriman dilakukan bekerja sama dengan mitra lokal dan lembaga kemanusiaan internasional yang memiliki akses langsung ke wilayah Palestina. Proses distribusi dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi keamanan di wilayah tersebut. Mari bersama-sama memperkuat dukungan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina dengan menyalurkan infak terbaik Anda melalui laman resmi BAZNAS di baznas.go.id/bantupalestina.
BERITA25/08/2025 | Humas
BAZNAS Bersama Mishr Al Kheir Kirim 35.000 Paket Bantuan ke Gaza
BAZNAS Bersama Mishr Al Kheir Kirim 35.000 Paket Bantuan ke Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama mitra Mishr Al Kheir Foundation mengirimkan 35.000 paket bantuan pangan yang akan dikirimkan secara bertahap menuju Gaza melalui gerbang Rafah. Pada Senin (25/8/2025), BAZNAS telah memberangkatkan lima truk pertama yang membawa sebanyak 6.000 paket bantuan sebagai tahap awal pengiriman. Tim delegasi BAZNAS turut melakukan monitoring langsung proses pengiriman di lapangan. Langkah ini dilakukan menyusul mulai terbukanya akses perbatasan Rafah, yang memungkinkan lebih banyak truk bantuan masuk ke wilayah konflik. Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, menyatakan, kerja sama dengan Mishr Al Kheir Foundation menjadi langkah penting untuk memastikan bantuan bisa menjangkau masyarakat yang terdampak konflik. “Alhamdulillah, seluruh bantuan kini telah siap dan akan dikirimkan secara bertahap selama tujuh hari ke depan. Mulai Rabu kemarin, sudah ada 5 truk yang berangkat dengan membawa 6.000 paket bantuan. Ini meruapakan upaya kita bersama untuk terus membantu saudara-saudara di Palestina,” ujar Haji Mo dalam keterangannya di Kairo, Kamis (21/8/2025). Haji Mo menjelaskan, seluruh paket bantuan saat ini telah siap di gudang dan menunggu proses pengiriman. Ia menekankan, proses pengiriman dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar bantuan benar-benar sampai kepada penerima yang membutuhkan. “Dalam satu minggu ke depan, pengiriman akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi lapangan. Kami berusaha memastikan setiap paket sampai ke tangan warga Gaza yang kini tengah menghadapi krisis pangan akut,” ucap Haji Mo. Lebih lanjut, ia menegaskan, BAZNAS akan terus menyalurkan bantuan kemanusiaan secara transparan dan profesional. Hal ini dilakukan agar setiap amanah masyarakat benar-benar terkelola dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan. “BAZNAS berpegang pada prinsip Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI dalam setiap penyaluran bantuan. Dengan begitu, umat bisa tenang dan yakin bahwa zakat, infak, serta sedekah yang dititipkan tersalurkan sesuai aturan dan tepat sasaran,” tegas Haji Mo. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang terus menyalurkan infaknys melalui BAZNAS. Haji Mo menyebut, dukungan umat menjadi energi utama yang menggerakkan berbagai aksi kemanusiaan di Gaza. “Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas kepercayaan dan kepeduliannya. Inilah bukti bahwa donasi yang dititipkan kepada BAZNAS benar-benar disalurkan, dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh saudara kita di Palestina,” katanya. Mari bersama-sama memperkuat dukungan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina dengan menyalurkan infak terbaik Anda melalui laman resmi BAZNAS di baznas.go.id/bantupalestina.
BERITA25/08/2025 | Humas
BAZNAS RI Perkuat Tata Kelola Zakat Lewat Kepemimpinan Adaptif
BAZNAS RI Perkuat Tata Kelola Zakat Lewat Kepemimpinan Adaptif
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan perlunya penerapan kepemimpinan yang adaptif untuk memperkuat tata kelola zakat sekaligus menjawab tantangan pengelolaan zakat di era modern. Hal ini penting guna merespons dinamika sosial dan ekonomi masyarakat yang terus berubah. Hal tersebut mengemuka dalam forum Management Upgrade dengan tema "Penerapan Gaya Kepemimpinan" yang diselenggarakan oleh Pusdiklat di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Senin (25/8/2025). Hadir sebagai narasumber Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., serta diikuti oleh para amil dari berbagai divisi dan jenjang jabatan. Dalam paparannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., menyampaikan, terdapat enam model kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam lembaga filantropi, seperti BAZNAS. “Dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS membutuhkan pemimpin yang bisa menyesuaikan diri dengan situasi. Enam model kepemimpinan ini memiliki keunggulan masing-masing, dan bila diterapkan dengan tepat, akan memperkuat peran BAZNAS sebagai penggerak kebangkitan ekonomi umat,” ujar Nadratuzzaman. Nadratuzzaman menjelaskan, model pertama adalah kepemimpinan transformasional. Pendekatan ini mendorong inovasi, termasuk dalam digitalisasi zakat, sekaligus meningkatkan motivasi kerja para amil. "Kedua, model kepemimpinan delegatif. Pendekatan ini lebih tepat dalam konteks lembaga filantropi seperti BAZNAS, karena setiap orang diberi ruang bekerja sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Tapi, kalau terlalu delegatif juga ada bahayanya, jadi harus tetap ada keseimbangan,” jelasnya. Selanjutnya, Nadratuzzaman menjelaskan, model ketiga adalah kepemimpinan transaksional. Model ini menekankan pada penghargaan dan sanksi sesuai kinerja. “Transaksional penting untuk memastikan target penghimpunan dan penyaluran zakat tercapai,” kata dia. "Kemudian, ada kepemimpinan demokratis. Model ini membuka ruang diskusi dan kolaborasi, terutama saat merumuskan kebijakan strategis bersama para pemangku kepentingan," ucap Nadratuzzaman. Lebih lanjut, Nadratuzzaman menuturkan, kepemimpinan otokratis juga memiliki peran penting. Model ini dibutuhkan dalam kondisi darurat, seperti ketika menyalurkan bantuan bencana yang membutuhkan keputusan cepat dan tegas. "Dan terakhir ada kepemimpinan karismatik. Model ini mengandalkan integritas dan keteladanan pemimpin untuk membangun kepercayaan publik," jelas Nadratuzzaman. Menurut Nadratuzzaman, setiap model kepemimpinan memiliki waktu dan konteks penerapannya sesuai dengan situasi yang dihadapi. “Kadang kita perlu inspiratif, kadang tegas, kadang juga memberi ruang partisipasi. Keseimbangan inilah yang membuat BAZNAS mampu menjalankan mandat negara dan menjaga amanah umat,” ujarnya. Ia juga menekankan, hal yang paling penting dalam kepemimpinan adalah komunikasi. Seorang pemimpin, kata dia, harus bisa meyakinkan dua pihak sekaligus, yakni tim internal di bawahnya serta pihak luar yang menjadi mitra atau pemangku kepentingan. Dengan penerapan kepemimpinan yang tepat, lanjutnya, BAZNAS dapat memperkuat kinerja dalam menghimpun dan menyalurkan zakat. Karena itu, kombinasi model kepemimpinan menjadi kebutuhan strategis di lingkungan BAZNAS. Hal ini diharapkan berdampak langsung pada pemberdayaan mustahik dan pengentasan kemiskinan.
BERITA25/08/2025 | Humas
Tingkatkan Potensi Zakat, BAZNAS RI Serahkan SK UPZ Kementerian Pekerjaan Umum
Tingkatkan Potensi Zakat, BAZNAS RI Serahkan SK UPZ Kementerian Pekerjaan Umum
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Kementerian Pekerjaan Umum sebagai upaya meningkatkan potensi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Indonesia. Penyerahan SK diselenggarakan di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Utama Kementerian Pekerjaan Umum, Senin (25/08/2025). Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Ketua UPZ BAZNAS Kementerian PUPR Periode 2022–2025, Ir. Miftachul Munir, M.T, serta Ketua UPZ BAZNAS Kementerian Pekerjaan Umum Periode 2025–2030, Ir. Edy Juharsyah, M.Tech, bersama jajaran. Dalam sambutannya, H. Rizaludin menegaskan pentingnya keberadaan UPZ di lingkungan kementerian sebagai garda terdepan dalam mengoptimalkan pengumpulan ZIS. “UPZ BAZNAS Kementerian Pekerjaan Umum diharapkan mampu menjadi motor penggerak zakat di internal kementerian, sekaligus memperkuat program pendayagunaan yang transparan, profesional, dan tepat sasaran, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan luas oleh masyarakat,” ujarnya. Rizaludin menekankan , zakat merupakan ibadah yang memiliki dimensi ganda. “Zakat itu adalah ibadah harta yang harus disalurkan. Dengan zakat, kita melayani Allah sekaligus melayani manusia. Karena itu zakat menjadi esensi penting dalam ajaran Islam yang tidak bisa dipisahkan dari rukun-rukun lainnya,” jelasnya. Lebih lanjut, H. Rizaludin menggarisbawahi, menunaikan zakat akan membawa keberkahan hidup. “Islam tidak melarang kita untuk kaya, tetapi mengingatkan agar harta itu bermanfaat. Dua setengah persen yang kita keluarkan itulah kunci keberkahan. Sisanya silakan dimanfaatkan untuk kebutuhan, tapi jangan lupakan hak fakir miskin,” tuturnya. Menutup sambutannya, H. Rizaludin menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS dan UPZ. “Kami ingin para muzaki bukan hanya mendapatkan kemudahan layanan zakat, tetapi juga merasakan pengalaman yang baik dan perubahan positif dalam kehidupannya. Zakat ini bukan hanya urusan administrasi, melainkan jalan menuju keberkahan dunia dan akhirat,” ucapnya. Sementara itu, Ketua UPZ BAZNAS Kementerian Pekerjaan Umum Periode 2025–2030, Ir. Edy Juharsyah, M.Tech, menyambut baik penyerahan SK tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan kepercayaan dan amanah kepada kami, insyaAllah kita ikhtiar bersama untuk kemaslahatan umat.” Dengan penyerahan SK ini, diharapkan UPZ BAZNAS Kementerian Pekerjaan Umum dapat semakin memperkuat sinergi pengelolaan zakat secara amanah, transparan, akuntabel, dan sesuai syariah, sehingga mampu mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui program-program unggulan BAZNAS.
BERITA25/08/2025 | Humas
BAZNAS Perkuat Kemitraan CSR untuk Pemberdayaan Masyarakat
BAZNAS Perkuat Kemitraan CSR untuk Pemberdayaan Masyarakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan besarnya potensi Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp80 triliun. Potensi ini dapat diarahkan untuk memperkuat dana sosial keagamaan (ZIS-DSKL) dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam BAZNAS Development Forum yang digelar di Gedung BAZNAS Institute, Jakarta, Selasa (19/8/2025). Hadir dalam kesempatan tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Deputi I Bidang Pengumpulan, H. M. Arifin Purwakananta, Direktur Pengumpulan Badan, H. Faisal Qosim, serta Direktur Pengumpulan Perorangan, H. Fitriansyah Agus Setiawan. Dalam sambutannya, Rizaludin Kurniawan menegaskan, BAZNAS hadir bukan sekadar meminta bantuan kepada perusahaan, melainkan menawarkan kemitraan strategis. “Semangat kita adalah bagaimana BAZNAS bisa menjadi mitra terbaik perusahaan dalam menjalankan CSR. Kita bukan meminta-minta, tapi ingin hadir sebagai mitra bisnis yang memberikan pelayanan, pengalaman, dan perubahan nyata. Dari zakat, infak, sedekah, maupun CSR, orientasi kita adalah membantu perusahaan mencapai target sosialnya sekaligus memberikan dampak nyata bagi mustahik,” ujarnya. Rizaludin juga menekankan, perusahaan memiliki banyak alasan untuk mempercayakan CSR maupun zakat perusahaannya melalui BAZNAS. “Perusahaan melihat BAZNAS sebagai lembaga terpercaya, bereputasi, dengan jaringan luas di masyarakat. BAZNAS bisa membantu penetrasi ke konsumen muslim, memfasilitasi promosi, hingga meng-customize program sesuai kebutuhan perusahaan. Bahkan, logo Taat Zakat yang melekat pada produk bisa menjadi nilai tambah bagi brand mereka, sejajar dengan logo halal,” jelasnya. Sementara itu, Deputi I Bidang Pengumpulan, H. M. Arifin Purwakananta, menegaskan bahwa CSR merupakan peluang yang harus dijemput dengan serius oleh BAZNAS. “CSR di perusahaan bisa kita pandang sebagai infak atau sedekah perusahaan. Karena itu, BAZNAS siap menjadi mitra terpercaya. Kita tidak sekadar menyalurkan dana, tapi juga punya kekuatan program, jaringan, serta kemampuan sinergi dengan pemerintah dan masyarakat. Inilah yang menjadikan CSR bersama BAZNAS lebih berdaya guna dan berkelanjutan,” tutur Arifin. Arifin juga mengungkapkan bahwa BAZNAS tengah mengembangkan paradigma “GRID (Green, Resilient, Inclusive, and Durable)” yang akan diluncurkan pada Rakernas mendatang. “Paradigma GRID akan memperkuat positioning BAZNAS dalam kemitraan CSR. Dengan pendekatan ini, setiap program tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendukung pencapaian SDGs,” jelasnya. Melalui sinergi CSR bersama perusahaan, BAZNAS berharap dana sosial yang besar di Indonesia dapat dikelola secara profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA21/08/2025 | Humas
Cegah Hoaks, BAZNAS RI Perkuat Sistem Komunikasi Krisis
Cegah Hoaks, BAZNAS RI Perkuat Sistem Komunikasi Krisis
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat sistem komunikasi krisis guna menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi. Hal ini penting untuk merespons cepat berita negatif, sekaligus memastikan reputasi lembaga tetap terjaga. Hal ini mengemuka dalam Pengajian Selasa Pagi bertema “Mengelola Berita Negatif Di BAZNAS” yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (19/8/2025). Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Kepala Biro Komunikasi Publik, Ndari Rumi Widyawati, serta Pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota seluruh Indonesia yang hadir secara daring. Dalam paparannya, Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI mengatakan, penguatan sistem komunikasi krisis bukan sekadar respons sementara, melainkan strategi jangka panjang. “Begitu ada tudingan, langsung ramai komentar tanpa cek fakta, karena itu BAZNAS harus siap merespons cepat agar isu tidak melebar dan merusak reputasi,” ujarnya. Menurutnya, lingkungan media saat ini sangat cepat dan sensitif, sehingga berita negatif mudah menyebar dan membentuk opini publik. Kondisi ini berpotensi menggerus kepercayaan muzaki maupun mustahik jika tidak segera ditangani. "Dengan penguatan sistem komunikasi, lembaga akan lebih siap menghadapi tuduhan atau isu negatif yang beredar di publik," ujarnya. Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Publik BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati menegaskan, reputasi adalah aset utama lembaga. “Reputasi, tata kelola profesional, dan program yang berdampak adalah tiga fondasi utama BAZNAS. Kalau reputasi rusak akibat berita negatif, dampaknya langsung terasa pada pengumpulan zakat dan penerimaan mustahik,” tegasnya. Ndari Rumi menjelaskan, sistem komunikasi krisis dibangun dengan empat tahapan utama, yakni readiness (kesiapan), radar (deteksi isu), response (tindakan cepat), dan recovery (pemulihan reputasi). Tahapan ini, menurutnya, menjadi kerangka penting bagi BAZNAS untuk menghadapi dinamika informasi yang berkembang cepat. "Oleh karena itu BAZNAS, baik di pusat maupun daerah, perlu membangun sistem krisis komunikasi yang terstruktur. Sistem tersebut mencakup pembentukan tim krisis di setiap level, yang terdiri atas ketua, pimpinan, tim humas atau komunikasi publik, tim monitoring media, tim hukum, serta layanan muzaki dan mustahik," jelas Ndari Rumi. Ia menambahkan, sistem komunikasi ini harus dilengkapi dengan prosedur respons cepat atau golden hour, penerapan strategi lokalisir dan kolaborasi, hingga mekanisme satu pintu informasi. Selain itu, BAZNAS juga didorong memanfaatkan media internal, baik media sosial maupun kanal digital resmi, membangun jaring pengaman internal dan eksternal, serta melakukan dokumentasi dan evaluasi setiap kasus krisis yang terjadi. Dengan langkah-langkah tersebut, lanjut Ndari Rumi, diharapkan reputasi BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat terpercaya semakin kokoh. “Krisis komunikasi bukan soal apakah akan terjadi, tetapi kapan. Karena itu, kita BAZNAS harus menyiapkan diri agar setiap isu bisa dikelola dengan cepat, tepat, dan penuh empati,” ucap Ndari Rumi.
BERITA21/08/2025 | Humas
Dukung Inovasi Anak Bangsa, BAZNAS RI Luncurkan Beasiswa Riset 2025
Dukung Inovasi Anak Bangsa, BAZNAS RI Luncurkan Beasiswa Riset 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Beasiswa Riset Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya mendukung inovasi anak bangsa. Program ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa dan peneliti untuk terus berkembang melalui dukungan riset. Beasiswa Riset merupakan bagian dari program Beasiswa Pendidikan Tinggi yang dimiliki BAZNAS RI. Program ini memiliki beberapa tujuan yaitu, meningkatkan literasi dan inovasi di Indonesia, membantu mahasiswa/i dan peneliti merampungkan penelitiannya, serta meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan pemangku kebijakan. Program Beasiswa Riset BAZNAS 2025 diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (19/08/2025). Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Kepala BRIN Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc., Ketua Komisi Disabilitas Nasional sekaligus Penanggap I Dr. Dante Rigmalia, M.Pd., Pimpinan Bidang Penyaluran BAZNAS RI Saidah Sakwan, M.A. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, zakat di Indonesia memiliki potensi besar untuk mendukung pendidikan dan riset. Menurutnya, jika potensi tersebut dapat dimaksimalkan, akan lahir kekuatan besar untuk membiayai riset strategis. “Kalau ada kekuatan dana yang besar dalam rangka untuk membiayai riset yang besar, insya Allah akan melahirkan ilmuwan-ilmuwan yang besar,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor juga mengungkapkan, masih banyak mahasiswa yang berharap UKT-nya dapat dibantu. Namun, dari ratusan ribu mahasiswa, BAZNAS baru bisa memenuhi kebutuhan 36 ribu mahasiswa. Menurutnya, angka ini masih jauh dari cukup. “Dari laporan yang kami terima, ada ratusan ribu mahasiswa yang berharap UKT-nya bisa dibayarkan, yang kami penuhi hanya 36 ribu mahasiswa. Ini masih kecil sekali dibandingkan dengan jumlah yang membutuhkan,” ucapnya. Lebih lanjut, ia menegaskan, ide membiayai riset umat Islam sebenarnya sangat mungkin dilakukan, tetapi masih kalah dari negara-negara Barat yang memiliki dana besar untuk penelitian. “Ide untuk membiayai riset dan sekaligus juga untuk pendidikan bagi umat Islam, sebenarnya kalau kita gali secara mendalam itu akan bisa membiayai riset yang besar. Tapi saat ini, riset-riset besar justru dilakukan negara-negara Barat, karena dana mereka sangat besar,” ungkapnya. Pada kesempatan yang sama, Kepala BRIN Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc., mengapresiasi upaya BAZNAS RI yang mendukung riset nasional melalui program Beasiswa Riset BAZNAS. Katanya, program tersebut juga sejalan dengan program yang dimiliki BRIN. “Kami sangat mengapresiasi BAZNAS yang sangat perhatian sedemikian besar pada aktivitas riset, khususnya bagi para mahasiswa. Ini sejalan dengan program yang ada di BRIN yaitu program Degree by Research,” katanya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menuturkan, Beasiswa Riset 2025 juga diarahkan untuk memperkuat peran peneliti muda. Program ini sekaligus menjadi bagian dari pencapaian Asta Cita, terutama poin ke-4 dan ke-6. “Alhamdulillah kita dapat melanjutkan upaya kita untuk memperkuat peneliti muda di dalam ikhtiar untuk membangun peradaban keilmuwan. Beasiswa ini ditujukan untuk melayani kebutuhan darurat para peneliti muda yaitu mahasiswa tingkat akhir, para peneliti, akademisi, dan praktisi,” ujarnya. “Sejak tahun 2019, total alumni Beasiswa Riset mencapai 1.104. Kami juga memberikan beasiswa ini kepada Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (Mazawa) sebagai bentuk keberpihakan BAZNAS terhadap disiplin ilmu yang berkaitan dengan Zakat.” ucap Saidah. Sejak 2019, terdapat 1.104 penerima Beasiswa Riset dengan fokus di berbagai bidang baik bertema Zakat dan Filantropi Islam, STEM, Kesehatan dan juga disiplin ilmu lain yang dibutuhkan untuk menciptakan kesejahteraan umat. Tahun 2025, BAZNAS menargetkan 230 penerima sarjana, 70 magister, 70 doktoral, serta 15 kelompok riset.
BERITA21/08/2025 | Humas
BAZNAS RI Sukses Kembangkan Usaha Pastry UMKM Binaan hingga Raup Rp30 Juta Per Bulan
BAZNAS RI Sukses Kembangkan Usaha Pastry UMKM Binaan hingga Raup Rp30 Juta Per Bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) kembali menghadirkan kemerdekaan baru bagi para mustahik. Salah satunya dirasakan oleh Neneng, penerima manfaat yang sukses mengembangkan usaha pastry hingga meraup omzet Rp30 juta per bulan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengapresiasi sekaligus merasa bangga atas keberhasilan mustahik. Ia mengatakan, keberhasilan mustahik binaan menjadi bukti zakat dapat mengubah penerimanya menjadi lebih mandiri dan merdeka dari keterbatasan. "Di bulan Kemerdekaan Republik Indonesia ini, bagi BAZNAS, kemerdekaan sejati mustahik adalah salah satu tujuan kami. Di mana mereka bisa bangkit dari keterbatasan, berdiri di atas kakinya sendiri, mampu menghidupi keluarganya dengan layak, bahkan mampu memberi manfaat kepada orang lain. Inilah makna mustahik merdeka yang terus kami dorong melalui berbagai program pemberdayaan, salah satunya BAZNAS Microfinance Desa,” kata Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (19/8/2025). Ia menambahkan, keberhasilan para mustahik penerima manfaat adalah bukti bahwa zakat yang dikelola dengan baik dapat melahirkan kemandirian baru. "Inilah wujud zakat yang mensejahterakan. Dari zakat yang ditunaikan muzaki, lahirlah kemandirian baru bagi mustahik. Mereka merdeka, bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga secara martabat," jelasnya. Saidah menegaskan, BAZNAS akan terus memperluas cakupan program BMD agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaat. Ia berharap, keberhasilan Neneng dapat menjadi inspirasi bagi mustahik lain untuk meraih kemandirian dan melahirkan ruang kemerdekaan. Sementara itu, Penerima Manfaat Program BMD Matraman Jakarta, Neneng, menyampaikan rasa syukur untuk semua dukungan BAZNAS. Ia mengungkapkan, usaha pastry miliknya yang dinamainya Dapoer Keitha mulai dirintis pada tahun 2024, berawal dari keterlibatan dalam program Iftar Ramadan BAZNAS. “Saat itu saya bingung, ingin usaha tapi tidak punya modal, sementara saya harus bertahan hidup bersama tiga anak yang masih sekolah. Alhamdulillah, Allah mempertemukan saya dengan BAZNAS. Dari modal yang diberikan BAZNAS, usaha ini perlahan terus berkembang,” kata Neneng. Kini, usaha pastry Dapoer Keitha yang dikelolanya mampu memproduksi 100 hingga 150 pieces per hari, dengan omzet mencapai Rp750 ribu hingga Rp1 juta per hari. Produk yang dipasarkan beragam, mulai dari cromboloni, croffle, croissant, brownies, hingga soft cake dengan berbagai topping. “Dulu saya hanya memiliki etalase kotak kecil dan satu oven. Alhamdulillah, berkat bantuan BAZNAS, saya bisa membeli beberapa peralatan untuk membuat pastry, sehingga produksi meningkat dan pendapatan pun lebih besar,” ucapnya. Selain produksi harian, Neneng juga mengoptimalkan pemasaran melalui media sosial dengan beragam promo untuk menjangkau konsumen lebih luas. Ia berharap usahanya dapat terus berkembang dan membuka cabang di berbagai wilayah. “Ada satu mimpi besar yang ingin saya capai, yaitu memiliki mini kafe. Dari mini kafe itu insya Allah bisa berkembang menjadi kafe yang lebih besar, tempat di mana orang bisa menikmati pastry buatan Dapoer Keitha dengan minuman dan makanan lainnya,” tutur Neneng. Neneng juga menyampaikan terima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. “Berkat bantuan BAZNAS, usaha pastry saya semakin berkembang. Semoga BAZNAS bisa terus memberi manfaat, mendampingi, dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.
BERITA21/08/2025 | Humas
Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan dan Senam Sehat di Parigi Moutong
Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan dan Senam Sehat di Parigi Moutong
Rumah Sehat BAZNAS Parigi Moutong kembali menghadirkan layanan kesehatan terpadu bagi masyarakat. Puluhan peserta berkumpul di Desa Sayogindano, Kecamatan Siniu, Sulawesi Tengah untuk mengikuti kegiatan rutin berupa pemeriksaan kesehatan, senam sehat, penyuluhan, dan pembagian makanan tambahan. Kegiatan dimulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, senam jantung sehat, hingga penyuluhan mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Para peserta juga menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk mendukung asupan gizi. RSB merupakan program nasional yang diinisiasi oleh BAZNAS dengan tujuan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
BERITA20/08/2025 | Humas
Dibantu BAZNAS, Pelanggan Bengkel Z-Auto Mbah Muh Terus Meningkat
Dibantu BAZNAS, Pelanggan Bengkel Z-Auto Mbah Muh Terus Meningkat
Penerima manfaat Z-Auto Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang akrab disapa Mbah Muh, kini merasakan peningkatan jumlah pelanggan di bengkelnya yang berlokasi di Banyusoca, Playen, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dukungan peralatan bengkel dari BAZNAS membuat proses perbaikan kendaraan menjadi lebih mudah dan cepat, sehingga kepercayaan konsumen terus bertambah. Dalam monitoring pendamping, Mbah Muh tampak sibuk memperbaiki shock breaker motor milik pelanggan. Ia menyebut mayoritas konsumen datang dengan masalah pada kaki-kaki motor, akibat kondisi jalan di wilayahnya yang menanjak, menurun, dan banyak tikungan tajam. Sebagian besar konsumen merupakan petani yang menggunakan motor untuk ke ladang, mengangkut hasil panen, hingga mencari pakan ternak. Menurutnya, bantuan peralatan sangat membantu pekerjaan sehari-hari. Dengan peralatan tersebut, pelayanan lebih cepat dan hasil perbaikan semakin memuaskan, sehingga pelanggan kian meningkat. “Alhamdulillah, alat dari BAZNAS sangat bermanfaat. Konsumen sekarang lebih banyak, karena perbaikan bisa dilakukan lebih cepat dan maksimal,” ujar Mbah Muh.
BERITA20/08/2025 | Humas
Berkat BAZNAS, Usaha ZChicken Nurmila Tumbuh dan Berkembang
Berkat BAZNAS, Usaha ZChicken Nurmila Tumbuh dan Berkembang
Berkat dukungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui program ZChicken, usaha milik Nurmila di Jln. Poros Rappokaleleng, Kelurahan Tamallayang, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, kini tumbuh dan berkembang, menghadirkan harapan baru bagi keluarganya. Outlet ZChicken Nurmila beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 19.00 WITA. Dalam kunjungan monitoring rutin, pendamping memberikan berbagai strategi usaha sekaligus mendengarkan pengalaman Nurmila dalam mengelola outlet. Meski menghadapi sejumlah kendala, Nurmila tetap menunjukkan semangat pantang menyerah. Saat ini, ia mampu meraih omzet harian berkisar Rp200.000 hingga Rp300.000. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pelayanan yang ramah, kerja keras, dan dukungan program BAZNAS mampu membuat usaha mustahik berkembang. Lebih dari sekadar modal, program ZChicken menjadi jalan kemandirian ekonomi bagi para penerima manfaat. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari program ZChicken BAZNAS. Dengan modal, peralatan, dan bahan baku yang diberikan, saya dapat terus berusaha agar usaha ini semakin lancar dan berkembang,” ungkap Nurmila penuh syukur.
BERITA20/08/2025 | Humas
Dari Warung Kecil Hingga Omzet Jutaan, Ela Bangkit Bersama BAZNAS
Dari Warung Kecil Hingga Omzet Jutaan, Ela Bangkit Bersama BAZNAS
Penerima manfaat program Zmart dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Ela, seorang perempuan tangguh di Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, berhasil bangkit dan meningkatkan taraf hidup keluarganya. Pasca ditinggal suami, Ela memulai usaha warung kecil untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dengan penuh kesabaran, ia bertahan bertahun-tahun hingga akhirnya mendapat dukungan modal usaha dari BAZNAS. Melalui program Zmart, warung miliknya kini semakin berkembang dengan stok barang yang lebih lengkap dan pelanggan yang terus bertambah. Dampak positif pun segera dirasakan. Omzet warung Ela yang semula sekitar Rp6 juta per bulan, kini meningkat menjadi Rp9 juta. Peningkatan ini tidak hanya menyejahterakan keluarga, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi warga sekitar melalui layanan yang lebih baik. Program Zmart adalah program pemberdayaan ekonomi dalam bentuk pengembangan warung/toko yang dimiliki mustahik dengan skala mikro sampai kecil untuk mengatasi kemiskinan di wilayah urban. Tujuan dari pelaksanaan program ini adalah meningkatkan kapasitas warung sehingga dapat tumbuh dan berkembang di tengah pasar retail modern serta mengatasi kemiskinan.
BERITA20/08/2025 | Humas
Pendaftaran Program Madrasah Layak Belajar BAZNAS Resmi Ditutup
Pendaftaran Program Madrasah Layak Belajar BAZNAS Resmi Ditutup
Terima Kasih Kepada 4.512 Madrasah! Kami mengucapkan terima kasih kepada 4.512 madrasah yang telah mendaftarkan dirinya dalam program Madrasah Layak Belajar BAZNAS RI 2025. Semangat dan partisipasi Anda menjadi langkah awal untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik. Proses seleksi administrasi akan segera dilakukan. Mohon ditunggu informasi selanjutnya sesuai timeline yang telah ditetapkan. Timeline Program: - 5-17 Agustus: Pendaftaran Madrasah - 5-25 Agustus: Seleksi - 26 Agustus: Pengumuman Madrasah Terpilih - 28 Agustus: Bimbingan Teknis Ikuti terus perkembangan informasi resmi melalui akun Instagram dan website BAZNAS.
BERITA20/08/2025 | Humas
Ketua BAZNAS RI Kunjungi Merauke, Kobarkan Semangat Sinergi untuk Sejahterakan Umat di Ujung Timur Negeri
Ketua BAZNAS RI Kunjungi Merauke, Kobarkan Semangat Sinergi untuk Sejahterakan Umat di Ujung Timur Negeri
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Merauke, Papua Selatan pada Jumat (15/8/2025). Kehadiran beliau membawa pesan besar, mengobarkan semangat sinergi dan memperkuat peran zakat sebagai motor penggerak kesejahteraan umat. Dalam pertemuan bersama jajaran pengurus BAZNAS Merauke, Prof. Noor Achmad menyampaikan wejangan dan arahan strategis terkait pengelolaan zakat, infak, sedekah (ZIS), serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL). Beliau menekankan pentingnya pengelolaan yang optimal, profesional, dan berintegritas tinggi, demi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya mereka yang berada di wilayah terpencil dan perbatasan. “BAZNAS harus menjadi garda terdepan dalam menyejahterakan umat. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi solid antara seluruh elemen BAZNAS, tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah daerah,” tegas Prof. Noor Achmad. Ia menilai Merauke memiliki posisi strategis, bukan hanya secara geografis sebagai pintu gerbang timur Indonesia, tetapi juga sebagai pusat potensial dalam pengelolaan zakat yang mampu menggerakkan ekonomi umat. “Dengan kekuatan bersama, zakat tidak sekadar menjadi bantuan, tetapi juga penggerak ekonomi. Merauke harus menjadi contoh pengelolaan zakat yang inspiratif dan berdampak luas,” tambahnya. Kunjungan ini disambut hangat oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Merauke, yang memandangnya sebagai momentum berharga untuk memperkuat komitmen dan meningkatkan kinerja. Sejumlah program pemberdayaan akan terus digalakkan, mulai dari pemberian modal usaha bagi pelaku UMKM lokal, pelatihan keterampilan berbasis potensi daerah, hingga distribusi zakat yang tepat sasaran bagi masyarakat di pelosok yang sulit dijangkau. Harapannya, kunjungan ini tidak hanya memotivasi jajaran pengurus BAZNAS Merauke, tetapi juga menumbuhkan optimisme baru. Dengan visi yang selaras, kerja sama yang erat, dan pengelolaan zakat yang amanah, Merauke dapat menjadi role model nasional bagaimana zakat mampu mengubah sebuah bantuan menjadi sumber daya pemberdayaan, menggerakkan perekonomian, dan menyebarkan keberkahan bahkan hingga ke ujung timur negeri.
BERITA19/08/2025 | Humas
Bertepatan dengan HUT RI, Bantuan BAZNAS Seberat 80 Ton Diterjunkan ke Gaza
Bertepatan dengan HUT RI, Bantuan BAZNAS Seberat 80 Ton Diterjunkan ke Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memastikan bantuan kemanusiaan tahap awal seberat 80 ton untuk Palestina telah berhasil diterjunkan langsung ke wilayah Gaza melalui mekanisme airdrop, Minggu (17/8/2025). Bantuan 80 ton yang disiapkan BAZNAS RI merupakan bagian dari total 800 ton logistik yang dikirim dari masyarakat Indonesia guna meringankan penderitaan masyarakat Gaza yang tengah dilanda krisis kemanusiaan. Bantuan tersebut disalurkan bertepatan dengan momen HUT Republik Indonesia ke-80. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan tahap perdana ini. Bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban masyarakat di Gaza. “Alhamdulillah, pada 17 Agustus 2025 waktu setempat bantuan dari masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara kita di Palestina telah berhasil diterjunkan di Jalur Gaza melalui airdrop,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor mengatakan, paket bantuan tersebut dipersiapkan dengan sistem pengamanan khusus, termasuk parasut, agar tiba dengan selamat di lokasi penerima. "Bantuan berupa bahan makanan seberat 80 ton ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat Gaza yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan," ucap Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan bahwa pelaksanaan misi kemanusiaan ini menjadi simbol persaudaraan tanpa batas. Terlebih, Indonesia tengah merayakan kemerdekaan ke-80. “Pelaksanaan bantuan atas kerja sama BAZNAS RI dan TNI ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Indonesia yang tengah merayakan 80 tahun kemerdekaan, sebagai simbol persaudaraan tanpa batas,” katanya.
BERITA19/08/2025 | Humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Cirebon.

Lihat Daftar Rekening →