Berita Terbaru
Optimalisasi ZIS, BAZNAS RI dan Badan Bank Tanah Teken MoU untuk Pembangunan Masjid di Berbagai Wilayah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Badan Bank Tanah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang optimalisasi pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) guna memanfaatkan lahan bagi pembangunan masjid di berbagai wilayah Indonesia.
Penandatanganan MoU diselenggarakan di Kantor Badan Bank Tanah, Jakarta, Selasa (11/3/2025). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan M.Si., Kepala Badan Bank Tanah, Parman Nataatmadja, Deputi Perencanaan Strategis dan Pengadaan Tanah Perdananto Aribowo, beserta jajaran.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan pentingnya pemanfaatan lahan dalam mendukung kesejahteraan umat.
“Saya baru memahami bahwa Badan Bank Tanah memiliki misi sosial yang besar dalam distribusi tanah untuk menciptakan keadilan bagi masyarakat, dan apa yang kita lakukan hari ini adalah langkah nyata dalam membantu mereka yang membutuhkan," ujarnya.
Kiai Noor menegaskan, BAZNAS berkomitmen untuk merealisasikan kerja sama ini dengan langkah konkret dalam pemanfaatan lahan bagi kepentingan umat, khususnya pembangunan masjid dan fasilitas keagamaan lainnya.
Menurutnya, sinergi ini membuktikan bahwa optimalisasi ZIS dan DSKL dapat memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
"BAZNAS memiliki peran utama dalam menghimpun dan menyalurkan dana dari muzaki kepada mustahik. Salah satu fokus utama BAZNAS adalah memutus rantai kemiskinan dengan mendayagunakan dana ZIS dan DSKL secara optimal," ujar Kiai Noor.
Ia juga menekankan, MoU ini menjadi awal yang baik dalam menciptakan akses lahan yang lebih inklusif bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga apa yang kita rencanakan bersama ini benar-benar bisa terwujud di masa depan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Bank Tanah, Parman Nataatmadja, mengatakan, kerja sama dengan BAZNAS merupakan langkah strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui penyediaan lahan bagi pembangunan rumah ibadah dan fasilitas sosial.
“Di bulan suci Ramadhan ini, kita menandatangani MoU sebagai bentuk implementasi sinergi antara Badan Bank Tanah dan BAZNAS,” ujar Parman.
Ia juga menyoroti, berbagai permasalahan kemiskinan yang tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga kondisi mental dan spiritual masyarakat, yang dalam beberapa kasus berujung pada persoalan sosial lebih luas.
Dengan adanya kerja sama ini, Parman berharap berbagai program sosial seperti pembangunan masjid, pondok pesantren bagi kaum dhuafa, serta penyediaan lahan bagi masyarakat miskin dapat terwujud.
“Lahan yang dialokasikan untuk kepentingan sosial ini dapat digunakan untuk pembangunan rumah ibadah, fasilitas umum, serta mendukung pemerataan ekonomi,” jelas Parman.
"Semoga kerja sama ini dapat diimplementasikan dengan baik dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
BERITA16/03/2025 | Humas
BAZNAS RI Bersama Ditjen Badan Peradilan Agama Kerja Sama Tingkatkan Kesejahteraan Umat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama dengan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) menandatangani Nota kesepahaman (MoU) yang menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat dan mengoptimalkan dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL).
MoU ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara kedua lembaga dalam meningkatkan pembinaan umat, dan mengatasi berbagai bentuk kemunduran ekonomi yang terjadi di masyarakat.
Penandatanganan MoU tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. KH. Noor Achmad MA., Direktur Jenderal (Dirjen) Badan Peradilan Agama Drs. Muchlis, S.H, M.H., beserta jajaran, yang berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (11/3/2025).
Ketua BAZNAS RI Prof. KH. Noor Achmad MA., menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Dirjen Badan Peradilan Agama untuk melakukan penandatanganan MoU. Pihaknya mengungkapkan, selama ini BAZNAS dan Badilag telah banyak diskusi membahas berbagai isu sosial yang ada.
"Sebelumnya kita sudah pernah bersilahturahmi untuk membicarakan banyak hal, salah satunya perihal Iwadh dan membahas mengenai Isbat Nikah waktu itu. Dan saat ini kita akan melanjutkan silahturahmi yang sudah terjalin dari tahun 2018," ujar Kiai Noor.
Kiai Noor juga menyoroti pentingnya program yang akan dijalani ini, karena adanya relevansi yang kuat terkait dengan kemaslahatan umat.
"Sangat penting jika dilihat karena banyak anak lahir tetapi masih kesulitan mendapatkan hak-haknya, termasuk bantuan sosial. Dengan ini BAZNAS RI berkomitmen akan membantu mengelola harta waris yang tidak memiliki ahli waris beserta penghimpunan dana Iwadh untuk disalurkan kepada mustahik," ungkap Kiai Noor.
Sementara itu, Dirjen Badilag Drs. Muchlis, S.H, M.H, mengucap syukur karena dapat meneruskan MoU ini yang sudah terjalin sejak 2018. Beliau menyatakan, penandatanganan ini adalah langkah dalam membentuk pemberdayaan umat dan mengurangi kesenjangan di masyarakat.
"Kami telah menetapkan beberapa fokus program yang akan dijalankan di antaranya adalah Pengelolaan dana Iwadh; Pengelolaan harta Waris yang tidak ada ada ahli waris; Peningkatan Literasi dan Edukasi mengenai Zakat, Infak dan Sedekah, bersama dengan dana keagamaan lainnya," ujar Muchlis.
Selain itu, Muchlis mengungkapkan mengenai Isbat Nikah yang masih sangat relevan dengan masyarakat di Indonesia baik di luar negeri maupun dalam negeri yang menikah siri tetapi masih senjang mengenai mendapatkan bantuan sosial.
"Melalui kerja sama ini, saya berharap dapat mengurangi masalah tersebut dengan membantu mereka untuk mendapatkan legalitas pernikahan yang sah, sehingga anak yang lahir mendapatkan hak dan bantuan juga dapat disalurkan dengan mudah," ujar Muchlis.
Melalui penandatanganan MoU ini, BAZNAS RI dengan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama memiliki harapan untuk dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia, dengan mengatasi berbagai masalah sosial, mengoptimalkan pengelolaan zakat, dan harta waris untuk kepentingan umat.
BERITA16/03/2025 | Humas
Jaga Ibadah Tarawih, Gerai ZChicken Firdaus dari BAZNAS Jadi Kesukaan Masyarakat Tegal
Bulan Ramadhan bukan jadi alasan dan kendala untuk tetap mencari nafkah. Firdaus, pemilik gerai ZChicken di Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Jawa Tengah tetap tekun dan bersemangat saat berjualan dan menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan.
Ia baru akan membuka gerai ZChickennya menjelang sore, tidak lama para pelangganya datang dan membeli ayam krispinya untuk menu berbuka puasa. Saat masuknya salat terawih, Firdaus menutup gerainya sementara untuk mengikuti ibadah. Meskipun bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah, namun tetap penting untuk menjaga kewajiban beribadah, terutama salat tarawih.
"Saya memang sibuk berjualan di sore hari, namun setelah berbuka puasa, saya tetap menunaikan ibadah tarawih. Terkadang, saya harus menutup gerai sementara agar bisa fokus beribadah," kata dia.
Berkat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI usaha ayam kripsinya semakin berkembang pesat. Dalam hal ini BAZNAS memberikan bantuan modal dan pelatihan yang menambah ilmu dalam mengelola usaha agar lebih baik dan berkembang pesat ke depannya.
Dengan semangat yang tinggi, Firdaus mampu menjaga produktivitas usahanya di bulan Ramadhan tanpa mengabaikan kewajiban ibadah. Ia pun tidak hanya memberikan manfaat bagi dirinya, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal di Tegal.
Kontributor: Marie Muhammad Wildan
Editor: ayu
BERITA12/03/2025 | Humas
BAZNAS RI Teken MoU dengan Kementerian P2MI untuk Perlindungan dan Pemberdayaan Pekerja Migran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran serta keluarganya melalui dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL). MoU ini di hadiri oleh Menteri P2MI H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si., serta Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., beserta jajaran.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MAI, menyatakan bahwa BAZNAS siap berkolaborasi dengan Kementerian P2MI/BP2MI melalui program-program unggulan untuk memberdayakan pekerja migran Indonesia.
"BAZNAS adalah lembaga non-struktural yang diberikan tanggung jawab untuk mengelola zakat secara nasional dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Kami memiliki jaringan BAZNAS Provinsi di seluruh 34 provinsi, 463 jaringan di kabupaten/kota, serta 28 Lembaga Amil Zakat Nasional dan 23 Lembaga Zakat Internasional," ujar Kiai Noor.
Kiai Noor menyambut positif kerja sama ini, khususnya dalam membantu pekerja migran Indonesia di luar negeri. Ia mengungkapkan bahwa BAZNAS beberapa kali diminta untuk memberikan bantuan kepada pekerja migran yang menghadapi masalah di luar negeri, mulai dari pemulangan, pekerja yang meninggal dunia, hingga pekerja yang terancam hukuman mati.
"Kami telah membantu walaupun belum maksimal, namun alhamdulillah sudah banyak bantuan yang berhasil disalurkan. Kami juga memberikan bantuan kepada keluarga pekerja migran, termasuk bantuan pendidikan dan pengembangan usaha melalui program UMKM yang kami miliki," jelasnya.
Kiai Noor juga memaparkan berbagai program unggulan BAZNAS RI, seperti BAZNAS Micro Finance, ZMart, ZChicken, ZAuto, ZCoffee, beasiswa pendidikan, program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), serta berbagai program lainnya yang bertujuan mengurangi kemiskinan di Indonesia.
Ia berharap kerja sama dengan Kementerian P2MI/BP2MI ini tidak hanya menghasilkan program konkret yang bermanfaat bagi pekerja migran, tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran berzakat, berinfak, dan bersedekah di lingkungan kementerian dan lembaga lainnya.
"Jika seluruh kementerian dan lembaga mulai menggerakkan zakat mereka, insya Allah akan membawa keselamatan bagi seluruh karyawannya," tambah Kiai Noor.
Menteri P2MI H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada BAZNAS RI atas kerja sama yang terjalin.
"Terima kasih dan apresiasi kami kepada BAZNAS RI yang telah bersedia memperkuat sinergi dengan kami dalam rangka perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia. Semoga MoU ini segera diikuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih detail," katanya.
Menteri Karding juga menyebutkan bahwa pihaknya sering bekerja sama dengan BAZNAS untuk berbagai program, termasuk ZCoffee, ZChicken, dan lainnya, yang bertujuan membuka akses pasar, modal, serta melatih pekerja migran agar dapat beradaptasi dengan masyarakat setelah kembali ke tanah air.
Kerja sama ini mencakup beberapa inisiatif, seperti sosialisasi, edukasi, dan literasi terkait ZIS-DSKL, pengumpulan ZIS-DSKL di lingkungan Kementerian P2MI, pemberian beasiswa bagi anak pekerja migran Indonesia, serta peningkatan kapasitas dan pemberdayaan di bidang ekonomi, sosial, kemanusiaan, pendidikan, dakwah, dan kesehatan bagi pekerja migran dan keluarga mereka.
Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri P2MI Christina Aryani, S.E., S.H., M.H., Wakil Menteri P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.Ikom, Pimpinan BAZNAS Bidang Perencanaan Prof. Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Pimpinan BAZNAS Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., serta jajaran lainnya dari BAZNAS dan Kementerian P2MI.
Kontributor: Zharfan Zahir
Editor: ayu
BERITA12/03/2025 | Humas
Berkah Ramadan, Peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Raih Cumlaude Universitas Sains Al-Quran
Dika Wiguna, mahasiswa S1 Keperawatan di Universitas Sains Al-Quran Wonosobo, Jawa Tengah, berhasil meraih predikat Cumlaude dengan IPK 3,74. Dika, yang memiliki fokus studi di bidang kesehatan, juga telah menorehkan berbagai prestasi, termasuk juara pertama Duta Bahasa Universitas Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan Harapan Provinsi Jambi.
Dika merupakan penerima Beasiswa BAZNAS pada semester 5 hingga 8, yang diberikan kepada mahasiswa berprestasi dengan dedikasi tinggi dalam pengembangan ilmu dan sosial. Sebelumnya, Dika juga menerima Beasiswa Unit Pengembangan Bahasa Wonosobo pada semester 1-4.
Sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa S1 Keperawatan, Dika aktif dalam membina dan mengembangkan minat mahasiswa di bidang akademik, budaya, dan sosial. Selain itu, Dika juga terlibat dalam kegiatan kemanusiaan sebagai anggota PMI. Di bidang kewirausahaan, Dika memiliki usaha jual beli smartphone yang telah mencukupi kebutuhan hidup selama kuliah.
Pencapaian ini merupakan bukti nyata dari keberkahan beasiswa yang diberikan oleh BAZNAS, serta dedikasi Dika dalam berbagai bidang.
#CAHAYAZAKAT
#KEAJAIBANMUSTAHIKDANMUZAKKI
#BAZNASINDONESIA
#PilihanPertamaPembayarZakat
#LembagaUtamaMenyejahterakanUmmat
BERITA12/03/2025 | Humas
Melalui Zakat Hijau, BAZNAS RI Optimalkan Lingkungan Hidup Layak Terintegrasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus berinovasi dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan melalui konsep Zakat Hijau. Konsep ini bertujuan untuk menjawab tantangan global yang semakin mendesak ketidaksetaraan sosial-ekonomi, serta mengoptimalkan kehidupan yang layak dan terintegrasi.
Zakat Hijau merupakan zakat yang didistribusikan dengan niat baik untuk mencapai tujuan menjaga kelestarian lingkungan dan memberdayakan mustahik melalui berbagai program keberlanjutan ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., dalam acara Kultum Ramadhan Cinta dengan tema Zakat Hijau: Konsep Keberlanjutan dalam Filantropi Islam", yang diselenggarakan oleh DKM Al-Ikhlas, Bimas Islam, Kementerian Agama RI, di Jakarta, Selasa (11/3/2025).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan betapa pentingnya penerapan zakat yang berfokus pada pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan mustahik melalui pendekatan keberlanjutan.
"Zakat Hijau merupakan konsep yang kami jadikan landasan operasional dalam mendistribusikan dana zakat untuk terus berlanjut. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan khususnya di bulan suci ini," ujarnya.
Saidah juga mengungkapkan zakat yang selama ini dikenal sebagai instrumen sosial untuk pemberdayaan umat, kini dapat menjadi alat yang lebih luas lagi untuk menjaga kelestarian bumi.
"Kami ingin masyarakat memahami bahwa zakat dapat dimanfaatkan untuk memberdayakan mustahik sekaligus menjaga lingkungan hidup sekitar kita," ujar Saidah.
Dengan adanya isu lingkungan yang kian mendesak, seperti pencemaran mikroplastik, pemanasan global, serta krisis pangan dan sulitnya air bersih. Saidah mengatakan, kerusakan lingkungan ini membawa dampak ekstrem yang dapat menciptakan tumbuhnya mustahik baru.
"Segala bentuk yang sudah saya sebutkan tadi, akan membawa bencana untuk masyarakat, dari adanya bencana yang terjadi maka akan menciptakan mustahik-mustahik baru. Dengan itu BAZNAS berupaya untuk menunda terjadinya bencana, dengan upaya pencegahan melalui kebijakan ekosistem hijau," kata Saidah.
Sebagai respons terhadap hal ini, BAZNAS telah menjalankan beberapa program yang mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan.
"Saat ini BAZNAS melakukan pengelolaan lumbung pangan organik dan BAZNAS memiliki proyek memberikan pemberdayaan layak untuk mustahik," ujar Saidah.
Selain hal itu, Saidah juga menyampaikan BAZNAS telah banyak fokus kepada aspek-aspek mengenai mitigasi bencana dan kerusakan alam, serta BAZNAS sudah melakukan pemberdayaan masyarakat, agar dapat bertahan di tengah kesulitan.
BAZNAS RI akan terus mendukung berbagai bentuk pengembangan yang terjadi. Saidah mengajak Kementerian Agama dan Jamaah Masjid Al-Ikhlas untuk membantu mengembangkan Gerakan Masjid Hijau.
"Menciptakan kolaborasi Masjid Hijau juga dapat kita mulai dari masjid ini, karena kita dapat menghemat dengan penggunaan alat-alat yang lebih ramah lingkungan," ujar Saidah.
Dengan adanya berbagai program yang terintegrasi, Zakat Hijau diharapkan tidak hanya mengurangi kemiskinan, tetapi juga menjaga keberlanjutan bumi untuk generasi masa depan.
BERITA12/03/2025 | Humas
Optimalisasi ZIS di Berbagai Daerah, BAZNAS RI Siapkan Strategi Pengumpulan Selama Ramadhan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengungkapkan strategi untuk meningkatkan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di sektor ritel selama bulan Ramadhan. Strategi ini diharapkan dapat diterapkan oleh BAZNAS daerah di seluruh Indonesia.
Adapun strategi tersebut, mencakup pengadaan gerai dan event di mal serta perkantoran, optimalisasi kanal perbankan, keterlibatan retailer dan donasi produk, serta kampanye sosial media.
Hal tersebut mengemuka pada Pengajian Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman dengan tema "Pengumpulan Ritel di Bulan Ramadhan" yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Selasa (11/3/2025).
Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Pimpinan BAZNAS RI bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., Kepala Divisi Retail BAZNAS RI Arief Budiman, dan diikuti oleh amil BAZNAS seluruh Indonesia.
Pimpinan BAZNAS RI bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., menilai strategi ini bisa menjadi acuan bagi BAZNAS daerah dalam meningkatkan pengumpulan ZIS di bulan Ramadhan. Ia menekankan, langkah-langkah yang diterapkan dapat diterapkan baik tahun ini maupun di masa mendatang.
“Kegiatan ini bisa jadi referensi bagi BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota dalam menjalankan program retail. Jika tidak bisa diterapkan tahun ini, mungkin bisa dipertimbangkan untuk tahun depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti tantangan ekonomi masyarakat akibat maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK). Dalam kondisi ini, BAZNAS berperan sebagai penopang masyarakat yang menghadapi kesulitan finansial.
“Ekonomi masyarakat saat ini tidak secerah tahun-tahun sebelumnya karena banyak terjadi PHK. Oleh karena itu, kita harus siap menjadi tumpuan bagi mereka yang membutuhkan,” tambahnya.
Dengan strategi tersebut, BAZNAS optimistis mampu mencapai target pengumpulan ZIS retail di bulan Ramadhan.
"Peningkatan layanan, diversifikasi kanal donasi, serta pendekatan berbasis komunitas diharapkan dapat menggerakkan lebih banyak masyarakat untuk berbagi," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Retail BAZNAS RI, Arief Budiman menjelaskan, keberhasilan pengumpulan ditentukan oleh efektivitas komunikasi, pelayanan, kanal donasi, dan program yang dibuat. Semua aspek tersebut harus berjalan seimbang.
Ia menambahkan, pendekatan yang tepat bisa meningkatkan antusiasme masyarakat untuk berdonasi. Dengan semakin banyak orang berbagi pengalaman positif terkait donasi, efektivitas penggalangan dana juga ikut meningkat.
Tiga elemen utama dalam strategi pengumpulan ZIS ritel yang disoroti, diantaranya publikasi melalui media dan endorsement figur publik (Above The Line/ATL), komunikasi langsung ke calon donatur (Below The Line/BTL), serta kemudahan akses donasi.
“Kami memastikan saluran donasi mudah diakses masyarakat. Semakin banyak opsi yang tersedia, semakin besar peluang mereka untuk menyalurkan ZIS,” jelasnya.
"Semakin banyak kanal pembayaran ZIS, akan semakin banyak muzaki yang menunaikan ZIS di BAZNAS sehingga pengumpulan bisa meningkat dan semakin banyak mustahik yang bisa dibantu BAZNAS, khususnya di bulan Ramadhan," ujar Arief.
-------------
Informasi Pusdiklat 0851-7519-4198
BERITA12/03/2025 | Humas
Public Expose BAZNAS: Kinerja Pengelolaan Zakat Nasional Berdasarkan IZN Semakin Membaik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengungkapkan Kinerja Pengelolaan Zakat Nasional secara umum semakin membaik. Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Zakat Nasional (IZN) yang menggunakan IZN 3.0 menunjukkan, pada 2024 Kinerja Pengelolaan Zakat secara Nasional berada pada angka 0,52 atau masuk kategori Stabil, angka ini meningkat sebanyak 0,06 poin dari tahun 2023.
Hal tersebut mengemuka pada Public Expose Hasil Perhitungan Indeks Zakat Nasional dan Kaji Dampak Zakat 2025, yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Senin (10/3/2025). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., serta Direktur Kajian dan Pengembangan BAZNAS RI, Dr. Muhammad Hasbi Zaenal.
"Pelaksanaan pengukuran Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kaji Dampak Zakat (KDZ) setiap tahunnya adalah bentuk aktivitas dari organisasi yang hidup," ujar Kiai Noor.
Menurutnta, IZN dan KDZ sebagai elemen penting dan tools dalam rangka membedah anatomi seluruh kegiatan performance zakat di seluruh Indonesia.
"Dengan bedah anatomi ini kita dapat melakukan diagnosa untuk masa depan. Ukuran-ukuran IZN KDZ digunakan untuk melihat bagaimana lembaga zakat terutama BAZNAS dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan Visi dan Misi yang telah ditetapkan dalam Renstra dan dijalankan pada RKAT yang dilakukan setiap tahunnya," ucapnya.
Menurut Kiai Noor, Hasil pengukuran IZN dan KDZ ini diharapkan bisa diikuti seluruhnya karena memaparkan hasil berbasis akademik. Pemerintah sangat mendambakan data akademik semacam ini. Semoga ini menjadi prestasi yang akan memperkuat BAZNAS di masa mendatang."
IZN merupakan alat ukur lembaga zakat yang digunakan sebagai landasan dalam setiap tindakan atau kebijakan yang diambil, yang ada kaitannya dengan ukuran indeks yang sudah dilakukan.
Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec. menyampaikan, IZN dan KDZ ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan zakat yang efektif dan efisien.
"BAZNAS sebagai lembaga resmi pemerintah dalam mengoperasikan seluruh program-program perzakatkan nasional sudah menggunakan Indeks Zakat Nasional (IZN) sejak 2017. Dengan menggunakan IZN ini menunjukkan bahwa BAZNAS bergerak dengan landasan akademik bukan hanya berjalan sekadarnya saja," ujarnya.
“Karena dengan pengelolaan dana zakat yang efektif dan efisien, BAZNAS telah menjalankan amanat undang-undang yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan,” ucap Zainulbahar.
Sementara itu, Direktur Kajian dan Pengembangan BAZNAS RI, Dr. Muhammad Hasbi Zaenal mengungkapkan, IZN mengalami perkembangan instrumen versi 1, versi 2, dan sekarang versi 3, artinya ini membuktikan bahwa ada peningkatan kualitas pengelolaan zakat kita yang terus meningkat dari tahun ke tahun, ini juga menandakan bahwa lembaga ini hidup.
Hasbi juga menambahkan, capaian pengisian indeks zakat nasional tahun 2024 juga mengalami lonjakan. Partisipasi anggota BAZNAS yang mengisi IZN sudah 70 persen dari 700 lembaga zakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
“Dari 700 lembaga zakat itu ada 422 yang sudah melakukan penginputan data, Alhamdulillah ada peningkatan, ini sangat penting untuk mendiagnosa lembaga zakat, artinya kita ini lembaga yang hidup, lembaga yang dinamis, dan lembaga yang akan terus dinilai,” ucapnya.
BERITA12/03/2025 | Humas
Sempurnakan Ramadhan, Menag RI Imbau Masyarakat Berzakat Melalui BAZNAS
Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, mengimbau masyarakat untuk menyempurnakan ibadah Ramadhan dengan menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Hal itu disampaikan Menag Nasaruddin dalam acara Ngaji Bareng BAZNAS Edisi Ramadhan 1446 H yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (9/3/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Menag Nasaruddin Umar menegaskan, zakat merupakan bagian penting dari penyempurnaan ibadah di bulan suci Ramadhan.
"Sebagaimana shalat dan puasa, zakat juga menjadi kewajiban bagi umat Islam yang mampu. Menunaikan zakat melalui BAZNAS memastikan bahwa dana yang kita salurkan dikelola dengan amanah dan tepat sasaran, karena BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah yang bertanggung jawab mengelola dana zakat, infak, dan sedekah," ujarnya.
Ia juga menekankan, BAZNAS memiliki sistem pengelolaan zakat yang transparan dan profesional, sehingga dapat membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan memastikan bantuan yang disampaikan tepat sasaran.
"Tentunya sebagai lembaga pemerintah, BAZNAS diawasi oleh berbagai elemen masyarakat dalam pengelolaannya, diaudit. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS," tambahnya.
Menag Nasaruddin juga mengingatkan, zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat.
"Zakat memiliki potensi besar dalam mengentaskan kemiskinan. Jika seluruh umat Islam membayarkan zakatnya dengan tertib, maka manfaatnya akan sangat besar bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, dan masalah kemiskinan di Indonesia bisa selesai hanya dengan dana zakat saja jika potensi zakat yang luar biasa ini bisa kita kelola dengan baik, belum yang lainnya," jelasnya.
Menurutnya, momentum Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kesadaran berzakat.
"Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagi kepada sesama melalui zakat, infak, dan sedekah, perhitungkan zakat harta kita, zakat profesi kita, kalau tidak bisa menghitung sendiri, serahkan kepada amil BAZNAS untuk menghitungnya," katanya.
Menag Nasaruddin kembali mengajak umat Islam untuk menjadikan zakat sebagai bagian dari komitmen sosial dan ibadah yang paripurna di bulan suci ini.
"Jangan ragu untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS. Mari bersama-sama kita optimalkan potensi zakat untuk membangun kesejahteraan umat dan mewujudkan kesejahteraan umat," ucapnya.
BERITA12/03/2025 | Humas
Salurkan Sedekah Konsumen Alfamidi, BAZNAS RI Beri Pemeriksaan Mata Gratis di Yogyakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar program Ramadhan Sehat Bercahaya (RSB) "Gerakan Mata Sehat" di pondok pesantren Bumi Cendekia Yogyakarta pada Senin (10/03/2025).
Bantuan layanan pemeriksaan kesehatan mata ini berasal dari Sedekah Konsumen Alfamidi periode November-Desember 2024, bekerja sama dengan Yayasan Amal Mata Indonesia dan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN). Layanan pemeriksaan kesehatan mata dan pemberian kacamata gratis ditujukan untuk 10.500 santri pesantren dengan gangguan penglihatan.
Pelaksanaan program Ramadhan Sehat Bercahaya ini dilakukan di 24 Rumah Sehat BAZNAS (RSB) yang tersebar di berbagai daerah, termasuk RSB Jakarta, Yogyakarta, Sidoarjo, Makassar, Pangkalpinang, RSB Parigi Moutong, Palu, Brebes, Batam, Sumut, Karanganyar, Bogor, Sragen, Cirebon, Kendal, Lombok, Papua, Lampung, Banten, Bima, Sambas, Berau, Pesawaran, dan Kepulauan Riau.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI), Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melayani pemeriksaan mata dan memberikan kacamata gratis bagi para santri.
"Kami ingin memastikan bahwa para santri di pondok pesantren Bumi Cendekia memiliki penglihatan yang baik untuk mendukung pembelajaran mereka," kata Prof. Noor.
Pada kesempatan ini, BAZNAS menyalurkan layanan pemeriksaan mata gratis kepada 190 santri dan pemberian kacamata gratis kepada 100 orang santri.
"Kami berharap, program ini dapat membantu para santri dalam meningkatkan kualitas belajar mereka. Semoga para santri dapat lebih produktif dalam menuntut ilmu tanpa terkendala masalah penglihatan," ujar Prof. Noor.
Sementara itu, Ketua Yayasan Amal Mata Indonesia, Subandriyo, menilai bahwa program mata sehat ini merupakan salah satu program yang memang saat ini sangat dibutuhkan. Apalagi, katanya, pasca pandemi, semakin banyak kasus penyakit mata di kalangan anak-anak.
"Mata memang menjadi unsur paling penting dalam mendapatkan atau mengeluarkan potensi anak-anak. Kita tahu bahwa setelah pandemi, kasus kelainan refraksi, seperti Rabun Jauh, merajalela di antara anak-anak kita," kata Subandriyo.
Subandriyo melanjutkan bahwa riset di Jogja menunjukkan bahwa 30 persen anak-anak usia 8 sampai 16 tahun menderita kelainan rabun jauh, sehingga program mata sehat menjadi sangat penting dan tepat sasaran. "Kami bersinergi untuk menciptakan penglihatan yang lebih baik. Potensi anak-anak kita terhalang jika penglihatannya terganggu."
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Masyayikh PP. Bumi Cendekia, KH. M. Imam Aziz, menyambut baik bantuan program gerakan mata sehat yang diberikan oleh BAZNAS. Menurutnya, kesehatan mata merupakan aspek yang sangat penting untuk menunjang segala kegiatan yang dilakukan para santri di pondok pesantren.
"Program ini amatlah penting karena kalau mata kurang sehat, maka yang lain terganggu. Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS yang telah peduli terhadap kesehatan santri-santri kami. Kesehatan mata sangat penting bagi mereka yang setiap harinya belajar dan mengaji," ujar KH. M. Imam.
KH. M. Imam berharap bisa terus bersinergi dengan BAZNAS untuk menjalankan program-program kemanusiaan lainnya. "Semoga program-program seperti ini bisa terus berlanjut. Semoga pertemuan-pertemuan seperti ini bisa memberikan barokah," harapnya.
Dalam acara ini, turut hadir Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari beserta jajaran, Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bantul, Nur Azis, Sekretaris Dewan Masyayikh PP. Bumi Cendekia, Tuan Guru Rafiq, PhD, Ketua Yayasan PP. Bumi Cendekia Moh. Iqbal Ahnaf, Ph.D, serta Anggota Dewan Masyayikh PP. Bumi Cendekia, Nyai Khotimatil Husna beserta anggota Dewan Masyayikh PP. Bumi Cendekia lainnya.
BERITA12/03/2025 | Humas
Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik, Menag Nasaruddin Apresiasi Program Pemberdayaan Ekonomi BAZNAS
Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, mengapresiasi program pemberdayaan ekonomi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui pendekatan yang produktif dan berkelanjutan. Hal ini disampaikannya dalam acara Ngaji Bareng BAZNAS Edisi Ramadhan 1446 H yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Minggu (9/3/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Menag Nasaruddin menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang profesional agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi penerima manfaat.
"Amil harus benar dan profesional, agar zakat menjadi produktif, karena yang paling bagus adalah kita menciptakan sistem perzakatan yang produktif," ujarnya.
Ia menjelaskan, zakat produktif harus disalurkan dengan mempertimbangkan kebutuhan mustahik agar mereka bisa berdaya secara ekonomi.
"Zakat yang produktif itu artinya kita bisa memberikan pembagian, mana yang lebih tepat mendapatkan bantuan berupa ikan, mana yang lebih tepat dibantu dengan pancing, mana yang lebih tepat dibantu dengan perahu, agar sesuai dengan kebutuhannya. Jangan yang layaknya dibantu perahu dikasih ikan, ini mubazir, tidak produktif. Atau sebaliknya, dia membutuhkan ikan tapi dikasih perahu, dia tidak bisa mendayagunakan itu. Inilah perlunya pengelolaan zakat secara profesional," jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti perbedaan karakteristik kemiskinan yang membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam penyelesaiannya. "Kita juga bisa memilah-milah ada kemiskinan natural, ada kemiskinan kultural, dan ada juga kemiskinan struktural, yang cara penyelesaiannya tentu berbeda."
BAZNAS RI saat ini memiliki berbagai program pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup mustahik dan masyarakat rentan. Program ini meliputi Bantuan modal usaha, Pelatihan dan pendampingan usaha, Pembangunan ekosistem bisnis usaha bersama mustahik. Program unggulan pemberdayaan ekonomi BAZNAS antara lain seperti Zmart, ZChicken, Z-Auto, dan Santripreneur.
Menag Nasaruddin berharap program-program ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak mustahik agar mereka dapat mandiri secara ekonomi.
"Saya sangat mengapresiasi program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan BAZNAS. Program ini bukan hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga memberdayakan mustahik agar bisa mandiri secara ekonomi dan keluar dari garis kemiskinan," ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
"Kesuksesan pemberdayaan ekonomi berbasis zakat ini tidak hanya tanggung jawab BAZNAS, tetapi juga memerlukan dukungan dari semua pihak. Jika dikelola dengan baik, zakat bisa menjadi instrumen yang kuat dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia," tambahnya.
Menag Nasaruddin juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang bertanggung jawab dalam pengelolaan zakat di Indonesia.
"Kita di Indonesia ini kan sudah ada lembaga yang bertanggung jawab mengelola zakat dan dijamin oleh negara, yaitu BAZNAS. Kalau saya sih paling aman kita berzakat melalui BAZNAS," katanya.
BERITA12/03/2025 | Humas
BAZNAS Sesalkan Penggunaan Kode "Zakat" dalam Kasus Korupsi LPEI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sangat menyayangkan penggunaan diksi "Uang Zakat" sebagai kode dalam dugaan kasus korupsi di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Penggunaan diksi tersebut tidak hanya mendegradasi makna zakat yang suci dalam ajaran Islam, tetapi juga merupakan bentuk pelecehan terhadap ajaran agama Islam.
"Zakat merupakan ibadah wajib yang memiliki nilai sosial tinggi, bertujuan untuk membantu mustahik serta mereka yang berhak, dan meningkatkan kesejahteraan umat. Oleh karena itu, mengaitkannya dengan tindakan kotor dan tercela seperti korupsi merupakan hal yang sangat tidak pantas," ujar Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (9/3/2025).
BAZNAS juga menegaskan bahwa tidak ada uang zakat yang dikorupsi dalam kasus ini. Kesalahan pemahaman dan penyebaran informasi yang kurang tepat di ruang publik telah menimbulkan kesalahpahaman seolah-olah dana zakat yang dikelola oleh lembaga resmi seperti BAZNAS terlibat dalam tindak pidana tersebut.
"Padahal dalam kasus ini, yang terjadi adalah penggunaan istilah "zakat" sebagai kode komunikasi yang sama sekali tidak berhubungan dengan dana zakat yang sesungguhnya," kata Noor Achmad.
BAZNAS berharap agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan korupsi di LPEI, termasuk motif di balik penggunaan diksi "Uang Zakat" dalam kasus tersebut. BAZNAS juga mendorong agar penggunaan istilah yang mencampurkan unsur kesucian dengan tindakan kriminal dijadikan faktor yang memberatkan dalam tuntutan hukum.
"Diharapkan, ke depan tidak ada lagi pihak yang dengan mudah mencampurkan istilah bersih dan sakral dalam Islam dengan perbuatan yang merusak moral dan merugikan masyarakat," ujar Noor.
Sebagai lembaga yang berwenang dalam pengelolaan zakat di Indonesia, BAZNAS selalu mengajak semua pihak untuk menjaga amanah para muzaki dan memastikan dana zakat dikelola dengan transparan serta akuntabel untuk kepentingan umat.
Ðalam upaya pengelolaan yang transparan dan akuntabel BAZNAS RI telah berhasil mempertahankan dua sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016 yang dikeluarkan oleh PT Garuda Sertifikasi Indonesia.
Dalam hal ini, BAZNAS terus memperkuat prinsip pengelolaan yang sudah kami tetapkan sejak awal yaitu prinsip 3A (Aman Syar'i, Aman Regulasi, Aman NKRI) dalam melakukan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dititipkan oleh para muzaki kepada BAZNAS.
Oleh karena itu, BAZNAS mengajak seluruh masyarakat untuk tetap teguh menjalankan kewajiban zakat dan tidak terpengaruh oleh kasus LPEI tersebut dengan bersama-sama berjuang menjaga kesucian ajaran Islam dari distorsi makna yang menyesatkan.
BERITA12/03/2025 | Humas
Bantu Sejahterakan Umat, NU Gallery Salurkan Donasi Lukisan Kapolri Rp330 Juta melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima donasi sebesar Rp330 juta dari hasil lelang lukisan Kapolri di acara Indonesian Painting Exhibition (IPE) Nusantara Utama (NU) Gallery 2025.
Penjualan lukisan tersebut sepenuhnya disalurkan kepada BAZNAS untuk membantu program-program sosial selama Ramadhan guna meningkatkan kesejahteraan umat.
Penyerahan donasi hasil lelang tersebut diselenggarakan di Gedung DMI, Jakarta, Jumat (7/3/2025). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, Pendiri NU Gallery Muchamad Nabil Haroen, beserta jajaran.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, dalam sambutannya mengatakan, BAZNAS RI sangat mengapresiasi inisiatif Kapolri yang tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap seni, tetapi juga menjadikan karya seni sebagai sarana berbagi kepada sesama.
“Hasil lelang ini menjadi bukti bahwa seni dapat menjadi alat perubahan sosial yang nyata. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini,” kata Kiai Noor.
Menurut Kiai Noor acara ini mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dijaga dalam berbagai aspek kehidupan. BAZNAS RI berkomitmen untuk menyalurkan dana ini secara transparan dan tepat sasaran, demi kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.
Lebih lanjut dia menambahkan, acara lelang lukisan ini begitu istimewa. Karenanya, BAZNAS RI akan menggandeng pihak-pihak terkait, termasuk para pelukis handal dari berbagai lintas agama.
“Kita akan kerja sama kembali dengan semua kekuatan yang ada, semua agama yang ada, semua pelukis-pelukis dari berbagai macam agama, yang insya Allah nanti akan dimulai oleh Prof. Dr. Al Makin, mantan rektor UIN Yogjakarta,” ujarnya.
Sementara itu, Pendiri NU Gallery Muchamad Nabil Haroen menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan BAZNAS RI. Besar harapannya agar donasi tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang kurang mampu agar dapat meringankan beban hidup mereka di bulan Ramadhan ini.
?“Saya mengucapkan terima kasih atas diterimanya kami di sini, dan bertemu dengan kalian semua dan Bapak Ketua BAZNAS, beserta Pimpinan. Semoga sedekah lelang dari Kapolri ini bisa bermanfaat untuk kita semua dan tidak berhenti di sini, bisa berlanjut ke banyak lukisan-lukisan lainnya,” tuturnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M Arifin Purwakananta, Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI Fitriansyah Agus Setiawan dan Tim Muzaki Prioritas Hafiza Elvira Nofitariani, S.Kep., MNLM.
Kemudian hadir dari NU Gallery, Head of Operations & Administration Nusantara Utama Gallery Muhammad Fairuzabady El Naguib, serta Head of Marketing & Client Relations Ahmad Fadillah.
BERITA12/03/2025 | Humas
BAZNAS RI, DMI, dan Enesis Bersinergi Harumkan 1.000 Masjid di Bulan Ramadhan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Enesis Group melalui produk Kispray berkolaborasi dalam program "Sambut Bulan Suci, Menebar Wangi di 1000 Masjid" untuk menjaga kebersihan dan keharuman masjid selama Ramadhan.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa paket produk Kispray Kasturi Suci ke 1000 masjid yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Seremoni peluncuran program ini diselenggarakan di Kantor DMI Pusat, Jakarta, Jumat (7/3/2025), dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Ketua DMI Pusat, H. M. Jusuf Kalla, Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., CEO Enesis Group, Aryo Widiwardhono, serta Direktur Enesis Bapak Jo Semindang.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kolaborasi antara BAZNAS RI, DMI, dan Enesis Group.
"Alhamdulillah, ini adalah kolaborasi yang luar biasa antara BAZNAS RI, DMI, dan tentunya Enesis Group. Enesis telah menyumbangkan dana sebesar Rp828.642.000 yang disalurkan dalam bentuk produk Kispray Kasturi Suci untuk masjid-masjid yang dikelola oleh DMI," ujar Kiai Noor.
"Program ini mencakup seribu masjid, yang diharapkan semakin meningkatkan kenyamanan dalam beribadah," tambahnya.
Lebih lanjut, Kiai Noor berharap agar kolaborasi ini dapat terus berlanjut. "Semoga kolaborasi ini dapat terus berlanjut, karena BAZNAS dan DMI memiliki peran yang sangat penting dalam memakmurkan masjid dan masyarakat. Kami berharap program seperti ini bisa memberikan dampak positif yang berkelanjutan," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DMI Pusat, H. M. Jusuf Kalla, juga memberikan apresiasi terhadap program tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang telah memfasilitasi program ini secara bersama-sama. Mudah-mudahan upaya ini memberikan manfaat yang besar, menjadikan masjid lebih bersih dan harum, serta meningkatkan jumlah jamaah yang datang untuk beribadah. Dengan demikian, masjid akan semakin makmur dan nyaman bagi masyarakat," ujar Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla menambahkan, upaya bersama ini sangat penting untuk menciptakan masjid sebagai pusat kemakmuran bagi masyarakat.
"Upaya kita semua adalah untuk memberikan kekuatan dalam memakmurkan masjid, sekaligus menjadikannya sebagai pusat kemakmuran bagi masyarakat. Hal ini menjadi penting bagi DMI, yang selalu berkomitmen untuk memakmurkan masyarakat seiring dengan memakmurkan masjid," katanya.
Sementara itu, Direktur Enesis Jo Semindang, mengungkapkan rasa senangnya bisa berpartisipasi dalam program ini.
"Dalam ceramah tadi, telah disampaikan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali masjid. Oleh karena itu, kami meluncurkan produk Kispray Kasturi sebagai bagian dari inovasi kami untuk mendukung kebersihan dan keharuman masjid. Proses inovasi ini berjalan dengan cepat, terutama karena kami ingin menyambut bulan Ramadhan dengan baik," kata Jo.
"Kami sangat senang mendapatkan dukungan dari BAZNAS dan DMI, yang memiliki jaringan sangat baik dalam mendistribusikan bantuan ini. Dengan jaringan yang luas, kami dapat menyalurkan bantuan ini ke seribu masjid , yang tentunya akan membuat jamaah lebih nyaman dalam beribadah," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI juga turut meresmikan program Training of Trainers (ToT) Al-Qur’an Bahasa Isyarat bersama DMI, guna mendukung penyediaan akses bagi penyandang tunanetra dan tunarungu dalam memahami Al-Qur’an.
BERITA12/03/2025 | Humas
BAZNAS RI Buka Program Pesantren Jalan Cahaya untuk Kaum Marjinal
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan Program Pesantren Jalan Cahaya, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk membantu kaum marjinal dalam mendapatkan pendidikan agama dan kehidupan yang lebih layak.
Program Pesantren Jalan Cahaya ditujukan untuk 1500 kaum marjinal yang tersebar di beberapa pondok pesantren dan komunitas di Jabodetabek.Salah satu penerima manfaat dari program ini adalah Pondok Tasawuf Underground, asuhan Ustadz Halim Ambiya di Ciputat, Tangerang Selatan
Acara pembukaan Program Pesantren Jalan Cahaya BAZNAS ini diikuti 100 anak punk jalanan yang berada di bawah asuhan Tasawuf Underground, Jumat (7/3/2025).
Dalam sambutannya, Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. HM Imdadun Rahmat, M.Si, menegaskan, program ini merupakan salah satu program unggulan BAZNAS selama bulan Ramadhan. Program ini menjadi wujud kepedulian BAZNAS terhadap kelompok masyarakat yang kurang beruntung.
"Pesantren Jalan Cahaya adalah bentuk nyata dari visi BAZNAS dalam mendukung kaum dhuafa dan marjinal, khususnya anak punk dan anak jalanan agar mendapatkan akses pendidikan agama yang baik dan kehidupan yang lebih layak," ujarnya.
Menurutnya, BAZNAS tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga ingin membantu pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup mereka.
"Kami berharap program ini bisa menjadi sinar harapan bagi saudara-saudara kita yang hidup di jalanan, agar mereka memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan keluar dari lingkaran kemiskinan, fid dunya hasanah fil akhirati hasanah, meraih kebaikan di dunia maupun di akhirat," tambah Imdadun.
Imdadun juga menyatakan, BAZNAS akan terus mengembangkan program-program yang menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.
"Kami akan terus memperluas cakupan Pesantren Jalan Cahaya agar semakin banyak kaum dhuafa dan marjinal yang bisa merasakan manfaatnya. Ke depan, teman-teman yang mempunyai niat untuk berusaha juga insya Allah akan dibantu oleh BAZNAS melalui berbagai macam program pemberdayaan ekonomi seperti Z-Auto, ZChicken, dan lain sebagainya," ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan, BAZNAS menyalurkan bantuan dana sebesar Rp32.500.000 kepada Pondok Tasawuf Underground. Selain itu, BAZNAS juga menyerahkan secara simbolis 100 Paket Ramadhan Bahagia dan Paket Logistik Keluarga kepada 100 anak punk jalanan di Pondok Tasawuf Underground.
Ustadz Halim Ambiya, selaku pengasuh Pondok Tasawuf Underground, menyambut baik bantuan yang diberikan oleh BAZNAS.
"Kami sangat bersyukur atas perhatian dan dukungan BAZNAS. Bantuan ini akan kami gunakan untuk kebutuhan pesantren dan para santri yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang pernah hidup di jalanan dan ingin berubah menjadi lebih baik," jelasnya.
Ia juga menekankan, Pesantren Tasawuf Underground berkomitmen untuk menjadi tempat yang ramah bagi mereka yang ingin mendalami agama dan memperbaiki hidupnya. "Di sini, kami tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membimbing mereka menemukan jalan hidup yang lebih baik," kata Halim.
Ustadz Halim Ambiya menambahkan, kehadiran BAZNAS membawa semangat baru bagi pesantrennya. "Kami ingin anak-anak di sini tumbuh dengan pemahaman agama yang kuat dan memiliki harapan untuk masa depan yang lebih cerah," ujarnya penuh harap.
Dengan adanya Pesantren Jalan Cahaya, diharapkan semakin banyak kaum marjinal yang mendapatkan bimbingan dan pendidikan keagamaan, sehingga mereka bisa menjalani hidup yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
BERITA12/03/2025 | Humas
Program Berbagi Bareng BAZNAS: Nabilah Ayu Bantu Korban Banjir di Pengadegan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama influencer Nabilah Ayu turut serta dalam program “Berbagi Bareng BAZNAS” dengan membagikan Hidangan Berkah Ramadhan dan takjil untuk berbuka puasa kepada para penyintas banjir, di Pengadegan, Pancoran, Jakarta, Kamis sore (6/3/2025).
Adapun bantuan yang disalurkan terdiri dari 700 porsi Hidangan Berkah Ramadhan dan 1.000 porsi takjil ZFood.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan, pendistribusian makanan ini bertujuan untuk memastikan para penyintas banjir tetap dapat menikmati hidangan berbuka puasa bergizi, meski dalam kondisi sulit.
“Insya Allah, bantuan akan terus berlanjut selama 2-3 hari ke depan, menyesuaikan dengan kebutuhan penyintas. Saat ini, beberapa titik sudah mulai surut dan memasuki tahap pembersihan, sementara beberapa area lainnya masih tergenang air. Oleh karena itu, kami akan terus mengikuti kebutuhan para penyintas dan kondisi di lapangan, khususnya di Pengadegan,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Saidah juga menegaskan, BAZNAS akan tetap memprioritaskan seluruh wilayah terdampak banjir, dengan fokus utama pada daerah Pengadegan dan Bekasi yang mengalami dampak cukup besar.
Saidah menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di bulan Ramadhan. Ia berharap, semakin banyak pihak yang ikut serta dalam aksi sosial ini agar lebih banyak warga yang terbantu.
"Mari kita bersama-sama turut serta dalam membantu korban banjir yang ada di berbagai wilayah Jakarta ini, baik melalui doa, tenaga, ataupun donasi terbaik yang disalurkan melalui BAZNAS. Kami juga sangat mengapreasiasi Kak Nabilah Ayu yang telah turut serta dalam program Berbagi Bareng BAZNAS,” ucapnya.
Sementara itu, influencer Nabilah Ayu yang dulunya sebagai anggota JKT 48, mengungkapkan rasa bahagianya bisa kembali berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan bersama BAZNAS RI.
“Masya Allah, senang sekali, tahun ini merupakan tahun ketiga aku ikut serta dalam penyaluran bantuan, termasuk pembagian Hidangan Berkah Ramadhan bersama BAZNAS RI. Alhamdulillah, tahun ini aku juga berkesempatan membantu BAZNAS RI dalam menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Pengadegan,” ucap Nabilah.
Melihat kondisi warga yang terdampak banjir di Pengadegan, Nabilah mengungkapkan rasa simpati dan harapannya agar mereka diberi ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
“Biasanya, bulan Ramadhan identik dengan berkumpul bersama keluarga, berbuka, dan sahur di tempat yang nyaman. Namun, melihat kondisi di lapangan tadi, ada rumah-rumah yang benar-benar terendam banjir sampai hancur. Aku merasa sedih dan turut berduka,” ungkapnya.
Ia berharap BAZNAS RI bisa terus membantu para korban bencana, seperti banjir yang terjadi di Pengadegan. Ke depannya, ia juga berharap BAZNAS bisa terus membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Semoga BAZNAS bisa menjadi role model dalam kebaikan bagi masyarakat Indonesia dan semakin banyak muzaki yang mendukung gerakan zakat melalui BAZNAS," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Cici, Salah satu penyintas banjir di Pengadegan mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan makanan untuk berbuka puasa,” ujar Cici.
“Semoga bantuan dari BAZNAS semakin banyak dan berkembang, sehingga lebih banyak orang yang terkena musibah, seperti saya, bisa mendapatkan bantuan,” ucapnya.
Hingga hari ini, total bantuan makanan yang telah didistribusikan kepada penyintas banjir khususnya di Pengadegan mencapai 1.700 porsi Hidangan Berkah Ramadhan dan 2.700 paket takjil ZFood. Bantuan tersebut disalurkan kepada 278 Kepala Keluarga (1.112 jiwa) yang tersebar di 7 shelter pengungsian.
BERITA12/03/2025 | Humas
Optimalisasi Penghimpunan Ramadhan, BAZNAS Kota Cirebon Gelar Bimtek Zakat Fitrah
CIREBON – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cirebon menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait penghimpunan dan pengadministrasian zakat fitrah. Kegiatan ini berlangsung di Attaqwa Center dan dihadiri oleh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) serta perwakilan dari kelurahan dan kecamatan se-Kota Cirebon.
Ketua BAZNAS Kota Cirebon, H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I., menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2014 tentang optimalisasi pengumpulan zakat. "Kami berharap Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dapat berperan aktif dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Hamdan juga menekankan pentingnya legalitas UPZ dalam menjalankan tugasnya. "Sesuai arahan Kementerian Agama, UPZ harus memiliki Surat Keputusan (SK) resmi dari BAZNAS agar dapat bekerja secara profesional dan transparan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Cirebon, Rokila, menegaskan bahwa sosialisasi zakat fitrah ini rutin dilakukan setiap tahun. "Dengan jumlah penduduk Kota Cirebon mencapai 341.980 jiwa, kami berharap penghimpunan zakat fitrah tahun ini dapat lebih optimal dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.
Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan zakat fitrah dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik, sehingga manfaat zakat semakin dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio yang juga hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah baznas menggelar bimtek zakat fitrah tahun 2025. Andrie Sulistio berharap melalui bimtek ini capaian perolehan zakat fitrah di kota cirebon bisa maksimal dan melampaui angka yang ditargetkan.
BERITA07/03/2025 | Humas
BAZNAS Jabar dan PT Jasa Sarana Gelar Program Makan Bergizi Gratis serta Edukasi Kebencanaan di MTs Al-Faqihiyah
Jawa Barat, 17 Februari 2025 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat bersama PT Jasa Sarana mengadakan kegiatan Makan Bergizi Gratis bagi siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Faqihiyah, Kabupaten Bandung. Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi anak sekolah serta mendukung kesejahteraan pendidikan di wilayah Jawa Barat.
Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan PT Jasa Sarana, BAZNAS Jabar, pihak sekolah, serta para siswa. Dalam sambutannya, Direktur PT Jasa Sarana menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung generasi muda yang sehat dan berprestasi.
“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat langsung bagi siswa-siswi di MTs Al-Faqihiyah, sehingga mereka dapat belajar dengan lebih semangat tanpa khawatir akan asupan gizi,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Jabar, Drs. H. Anang Jauharudin, M.M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara sektor usaha dan lembaga sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengapresiasi PT Jasa Sarana sebagai pelopor dalam inisiatif ini.
“PT Jasa Sarana adalah salah satu BUMD di Jawa Barat yang menjadi pionir untuk Program Makan Bergizi Gratis ini. Kami berharap langkah ini bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk ikut serta dalam program serupa demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya
Selain membagikan makanan bergizi, kegiatan ini juga mencakup sesi edukasi kebencanaan yang disampaikan oleh tim Baznas Tanggap Bencana (BTB). Para siswa mendapatkan wawasan mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan kebakaran. Mereka juga diajarkan teknik dasar evakuasi dan langkah-langkah cepat dalam menghadapi situasi darurat.
“Edukasi kebencanaan ini sangat penting, terutama bagi anak-anak sekolah, agar mereka memiliki kesiapan menghadapi situasi darurat. Kami berharap materi yang diberikan dapat bermanfaat dan meningkatkan kesadaran akan mitigasi bencana sejak dini,” kata salah satu anggota tim BTB yang hadir dalam acara.
Ketua Yayasan MTs Al-Faqihiyah, Hj. Holisoh, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan kepada para siswa.
“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada PT Jasa Sarana dan Baznas Jabar atas bantuan yang diberikan. Program ini sangat berarti bagi anak-anak didik kami, tidak hanya dalam hal pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai motivasi bagi mereka untuk terus belajar dengan semangat,” ungkapnya.
Kepala Madrasah Ustadz Ahmad Taufik juga mengapresiasi program ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung.
“Ini adalah bentuk perhatian nyata terhadap dunia pendidikan. Dengan adanya program makan bergizi dan edukasi kebencanaan ini, siswa kami semakin bersemangat untuk belajar. Semoga kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turut serta dalam mendukung pendidikan dan kesiapsiagaan bencana di kalangan pelajar,” katanya.
Diharapkan program serupa dapat terus diadakan di berbagai sekolah di Jawa Barat sebagai langkah nyata dalam mendukung kesehatan, pendidikan, dan kesadaran mitigasi bencana bagi generasi penerus bangsa.
BERITA24/02/2025 | Humas
Sambut Ramadan 1446 H, BAZNAS RI Luncurkan Program Pesantren 1000 Cahaya
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program Pesantren 1000 Cahaya menyambut bulan suci Ramadan 1446 H dengan sejumlah kegiatan positif yang akan menyasar untuk kalangan masyarakat kurang mampu.
Pesantren 1000 Cahaya Ramadan 1446 H adalah program Ramadan yang melibatkan mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) di 162 kampus se-Indonesia untuk mengajar anak jalanan, anak yatim, dan disabilitas dengan kegiatan pengajian, ceramah, tilawah, dan buka puasa bersama. Kegiatan ini dilakukan serentak di 162 titik untuk menanamkan nilai keagamaan dan kepedulian sosial.
Peluncuran program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan 1446 dilakukan oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., bersama Deputi BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. HM. Imdadun Rahmat, M.Si secara daring melalui YouTube BAZNAS TV pada Kamis (20/2/2025).
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan 1446 H akan melibatkan para mahasiswa penerima program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB).
“Yang kita harapkan, para penerima beasiswa ini juga memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan di masa depan. Sebab, persaingan ilmu menjadi sangat penting, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat global,” ujar Kiai Noor.
Menurut Kiai Noor, program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan 1446 menjadi bekal bagi masyarakat kurang mampu dalam menghadapi dinamika persaingan ilmu pengetahuan yang sangat dinamis di masa yang akan datang.
“Kami memperkirakan bahwa ilmu di masa mendatang akan terus berkembang secara dinamis. Namun demikian, apa yang kita siapkan saat ini, insyaAllah, akan menjadi bagian dari perjuangan kita dalam menghadapi tantangan tersebut,” ucap Kiai Noor.
“Maka dari itu, ini adalah bagian dari perjuangan, bagian dari jihad, bagian dari jihad fi sabi?lillah. Apa yang kita lakukan bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga mempersiapkan generasi yang akan menghadapi tantangan di masa depan dengan fondasi yang kuat,” tambahnya.
Di sisi lain, Kiai Noor mengimbuhkan, dasar sosial keagamaan juga sangat penting, karena akan sangat berpengaruh dalam kehidupan di masa depan. Katanya, dengan memiliki kesadaran sosial, mereka tidak hanya berjuang untuk diri sendiri, tetapi juga untuk sesama dan kehidupan sosial secara luas.
“Oleh karena itu, kita berharap generasi mendatang yang dibina oleh BAZNAS RI memiliki ciri khas sebagimana orang-orang yang berilmu, memiliki keimanan yang kuat, serta peduli terhadap sosial. Mereka tidak hanya siap berkompetisi di masa depan, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama,” jelasnya.
Sementara itu, Deputi BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. HM. Imdadun Rahmat, M.Si., menambahkan, sasaran utama dari program ini adalah anak jalanan, anak yatim, dan kelompok disabilitas.
"Bentuk kegiatan yang akan dilakukan mencakup pembekalan keagamaan, seperti pengajian, ceramah, dan tilawah Al-Qur`an, yang kemudian akan dilanjutkan dengan buka puasa bersama di lokasi yang telah ditentukan," ujarnya.
“InsyaAllah, melalui kegiatan ini, mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan manfaat akademik, tetapi juga turut berkontribusi dalam kebermanfaatan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucap Imdadun.
BERITA24/02/2025 | Humas
Waspada! Maraknya Situs Phishing Mengatasnamakan BAZNAS Kota Cirebon
Cirebon, 24 Februari 2025 – BAZNAS Kota Cirebon mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya situs phishing yang mengatasnamakan BAZNAS. Situs-situs ini terindikasi sebagai upaya penipuan (scam) yang dapat merugikan masyarakat. Saat ini, tim IT BAZNAS bersama pihak berwenang sedang melakukan investigasi terhadap situs-situs tersebut.
Kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tidak mengklik link yang mencurigakan dan mengatasnamakan BAZNAS Kota Cirebon. Jangan mengikuti arahan atau instruksi yang diberikan oleh situs-situs tersebut, serta jangan menyebarluaskan link yang tidak resmi kepada orang lain.
Jika Sahabat menemukan situs yang mencurigakan, STOP DI KAMU AJA! Jangan sebarkan lebih lanjut dan segera laporkan ke pihak berwenang.
Untuk memastikan keaslian informasi dan layanan dari BAZNAS Kota Cirebon, pastikan Sahabat hanya mengakses situs resmi berikut:
Website Resmi BAZNAS Kota Cirebon: https://kotacirebon.baznas.go.id
Selain website tersebut, dipastikan itu adalah situs palsu!
Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan siber dan melindungi diri dari modus penipuan online. Tetap waspada dan selalu periksa kebenaran informasi sebelum bertindak.
BERITA24/02/2025 | Humas

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat

